TOPIK ISLAMI > Kajian Quran dan Hadits

QS. Al-baqoroh ayat 30

<< < (12/13) > >>

mia_t:
Assalmmualaikum semuanya
Mia anak baru disini. ga sengaja nemuin ni forum krn penasaran ma cerita malaikat harut dan marut. eh ternyata ada diskusi tentang nabi Adam apakah manusia pertama atau engga.

Mia mo membagi apa yang mia ketahui melalui bacaan dan pengajian yang telah mia pelajari selama ini. maafkan kalo masih dangkal ilmu dan penalaran dan penyampaiannya. beginilah perspektif mia terhadap pertanyaan2 yang mia tangkap:

1. Mengenai Apakah nabi Adam manusia pertama atau bukan?

Di sini mia menegaskan dengan pemikiran mia yang sederhana, Adamlah manusia pertama yang diciptakan Allah, dan tidak ada manusia sebelum beliau) bukankah hal ini juga telah di tegaskan oleh Nabi Muhammad sendiri, bahwa Adam adalah bapak dari segala umat manusia yang ada saat ini. Kenapa masih ada juga yang mempertanyakan bahkan beramsumsi bahwa ada manusia yang di ciptakan oleh Allah sebelum nabi Adam? Apakah yang berpendapat seperti itu meragukan ucapan Nabi Muhammad sendiri?

malah berpendapat bahwa Adam bukan manusia pertama dengan membenarkan pendapatnya dengan ayat dalam Al-quran yang mengatakan manusia pertama dari thin sedangkan adam dari thurab, Adam keturunan manusia yang pertamanya diciptakan dari thin. Bahkan yang lebih menggelikan lagi bahwa manusia pertama di ciptakan adalah perempuan,  parthenogenese (lalu dapat suami )
Ya Allah, maafkanlah pemikiranku yang sederhana ini. Tidakkah yang berpendapat demikian dapat melihat dalam surat An-Nisa bahwa Laki-laki adalah pemimpinnya kaum perempuan

dari surat an-nisa aja menunjukkan penegasan bahwa Adamlah manusia pertama di ciptakan Allah. Kenapa? Bukankah Adam itu laki-laki, dan dialah yang di ciptakan terlebih dahulu sebelum hawa di ciptakan (dan penciptaan hawa di ambil dari rusuk Adam). Adam adalah pemimpin hawa, suami hawa, imamnya hawa. Hawa di ciptakan untuk menemani Adam. Bukan sebaliknya!!! Laki-laki adalah pemimpinnya perempuan.

Bagaimana mungkin dengan pendapat mengatakan manusia pertama di ciptakan adalah perempuan, lalu baru di ciptakan laki-laki untuk menjadi suaminya. dan inilah manusia dari Thin itu yang merupakan 'ayah dan ibu' nabi adam yang dikatakannya manusia keturunan dari Thin.

Jika teori itu misalkan kita anggap benar, maka bukankah jadinya perempuan itulah menjadi pemimpin laki-laki? dan laki-laki di ciptakan untuk sang perempuan??? Ini udah bertentangan dengan surat An-nisa sendiri. silahkan di renungkan pendapat sederhana ini.

tentang Adam merupakan keturunan dari manusia Thin. kalo keturunan, berarti Adam mempunyai ayah ibu dong. Bukankah Nabi Muhammad mengatakan,  bahwa ketidakpunyaan adam akan ayah dan ibu tidak menunjukkan bahwa adam adalah anak Allah. begitu juga 'isa 'alaihi al-salam. Adam adalah bapaknya segala manusia. Beliau tidak mempunyai Ayah maupun Ibu. itu adalah mukjizat nabi Adam AS.

kalo anda tetep bersikukuh dengan pendapat itu dari ayat Al-Quran tentang Thin dari manusia pertama yaitu SI PEREMPUAN YANG TIDAK PERNAH SAMA SEKALI DI SEBUT TENTANG PENCIPTAANNYA DI ALQURAN DAN HADIST ATAU DARI CERITA NABI MUHAMMAD SENDIRI dan Adam bukan manusia pertama karena Adam terbuat dari thurab... dengan secara tidak langsung anda menyatakan menentang perkataan nabi Muhammad.

Telah bersabda NABI SAW:
"telah berbantahan nabi adam dengan nabi musa as,maka berkata musa:"hai adam, engkau "bapak" kami,maka engkau telah membikin kerugian pada kami dan engkau telah sebabkan kami keluar dari surga.........." (HR, Bukhari-Muslim)

diriwayatkan diwaktu mi'raj
".............Maka ia dapati nabi adam didalam langit yang paling bawah,lalu jibril berkata kepadanya(Nabi) :" ini bapakmu (HR.Bukhari)

"akan berkumpul orang-orang pada hari kiamat, maka mereka akan berkata: "engkau" bapak sekalian manusia",Allah jadikanmu dengan "TanganNya........." (HR.Bukhari)

singkatnya seperti ini (yang sekali lagi saya kutip) "ADAM ADALAH BAPAK DARI SEGALA MANUSIA DAN ADAM ADALAH MANUSIA PERTAMA YANG DI CIPTAKAN ALLAH. BELIAU TIDAK MEMPUNYAI BAPAK DAN IBU SEBAGAIMANA MANUSIA LAINNYA".
Bagaimana mungkin perkataan nabi berlawanan dengan Al-Quran?

Jawabannya, kitalah yang SALAH menafsirkan dan TIDAK BEGITU mengerti kata-kata yang terkandung dalam Al-Quran secara benar. Bukankah kalimat dalam Al-Quran itu menggunakan kata-kata terselubung atau tidak langsung, sehingga bagi yang tidak begitu ahli dalam menafsirkannnya banyak mengalami 'kegagalan' atau 'tersesat' atau salah dalam mengartikannya. Oleh karena itu Hadist dan perkataan Nabi menjadi pegangan selain Al-Quran. Karena hadist nabi langsung di sampaikan kepada manusia atau pada para sahabatnya, sedangkan Al-Quran firman Allah yang langsung di sampaikan pada nabi sehingga Nabilah yang benar-benar mengerti penafsiran yang terkandung dalam Al-Quran dan melalui Hadist beliau menjelaskan beberapa penafsiran dari Al-Quran.

Kalo ada yang berusaha menafsirkan kata-kata dalam Al-Quran, jangan samapi bertentangan dengan hadist nabi. karena perkataan nabi selaras dengan Al-Quran. tidak pernah bertentangan. Kesalahan manusia adalah menafsirkan kata-kata Al-Quran sedangkan ia sendiri tidak begitu jelas (tapi meyakinkan dirinya, bahwa itu adalah kebenarannya, padahal ia sendiri salah dalam menafsirkannya). Contoh kasusu, masalah Surat Al-Baqorah 30 ini, dengan penafsiran yang dangkal, malah menafsirkan arti dari kata-kata di dalam surat itu adanya manusia yang telah diciptakan terlebih dahulu sebelum masanya Adam. Tidakkan kalian ingat dengan hadist atau perkataan Nabi tentang Adam AS? Makanya selain berusaha memahami kata-kata dalam Al-Quran, perlu juga berpijak dari hadist Nabi agar kita tidak terjerumus dengan penafsiran yang salah dan menjadi kesempatan disesatkan oleh Iblis oleh kesalahan kita ini.

2. Di dalam Al-baqorah 30 mengatakan bahwa. ketika Allah akan menciptakan manusia (nabi Adam AS) sebagai pemimpin di bumi. lalu Malaikat bertanya. : "apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana(dibumi)..."

dari jawaban yang udah mia baca di forum ini, ada yang menjawab bahwa yang menjadi patokan Malaikat menganggap manusia akan merusak adalah karena nafsu yang di tanamkan kepada manusia.

Benar, manusia memang belum diciptakan pada waktu itu. Tapi perlu di ingat, ada makhluk yang di beri Akal, pikiran, nafsu dan kebebasan yang diberikan oleh Allah (hampir mirip manusia, hanya bentuk fisiknya yang berbeda). dan merupakan makhluk yang di 'refer to' oleh Malaikat melakukan perusakan di bumi adalah...

Para Jin...

Bukankah ada Jin kafir dan Jin muslim atau yang beriman kepada Allah? Bukankah para Jin itu juga di minta pertanggungjawabannya nanti seperti halnya manusia?bukankah Jin juga memiliki hawa nafsu, akal dan pikiran seperti manusia? bukankah Jin juga bisa menikah, beranak dan melahirkan seperti manusia? bukankah Jin juga harus makan dan minum seperti manusia?Bukankah terdapat juga segolongan Jin yang bertentangan dengan segolongan Jin lainnya seperti halnya manusia juga saling bertentangan dengan manusia lainnya?

Menurut alquran, sebelum manusia (ADAM) ALLAH menciptakan JIN.
"dan jin itu kami jadikan LEBIH DAHULU, dari api yang mendidih (QS Al Hijr 27)

dan ada diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata:
"........dan sesungguhnya adalah dibumi, sebelum Allah menjadikan (manusia) kira-kira 2000 tahun, jin beberapa anak jin,lalu mereka mengadakan kerusakan dibumi dan menumpahkan darah" (R.Hakim)

menurut Surah Yunus ayat14 KHALIFAH artinya PENGGANTI. tiap-tiap yang dinamakan PENGGANTI itu, mesti ada siapa-siapa yang ia gantikan. siapa yang ia jadi penggantinya itu??

perkataan Khalifah artinya pengganti. pengganti yang tersebut didalam surah Al Baqarah itu, masih UMUM, jadi boleh dikatakan:
a. "pengganti"manusia
b. "pengganti" Allah, yakni wakilnya
c. "pengganti" satu makhluk yang lain, dan
d. "Pengganti" jin-jin

Dalam konteks surat al baqorah ini, khalifah yang di maksudkan Tuhan adalah manusia yang mengganti jin yang sudah lama berkuasa dan di tempatkan terlebih dahulu di bumi

Ibnu Abbas berkata :
"Tatkala Allah berkata kepada malaikat:"Sesungguhnya AKU hendak jadikan dibumi, seorang "khalifah"(pengganti ), maka mereka bertanya:"apakah engkau mau jadikan padanya (makhluk) yang berbuat bencana padanya dan yang akanmenumpahkan darah?, makhluk yang di maksdnya para malaikat itu adalah jin (R.Hakim)

Menurut mia, jin lah yang menjadi dasar perkiraan, pemikiran dan pendapat oleh Malaikat terhadap makhluk ciptaan Allah yang baru: Manusia. (karena Malaikat sendiri belum tahu rencana Tuhan bagaimana persisnya manusia akan di ciptakan Allah. Jadi para makhluk suci ini menggambarkan manusia dengan Jin yang telah terlebih dahulu hidup dan tinggal di bumi(Dasar pemikirannya, manusia sama2 juga di beri nafsu seperti halnya Jin. Jadi Malaikat khawatir manusia juga akan bertindak seperti Jin juga)). Perkataan itu diutarakan Malaikat dengan maksud mengagungkan Rabb mereka jangan sampai Rabb mereka menciptakan mahluk di muka bumi ini yang akhlaknya menyerupai akhlak mahluk yang pertama (Jin) atau Allah Ta’ala mengabarkan kepada mereka tentang penciptaan Nabi Adam AS dan pelanggaran yang akan diperbuat keturunannya.

Allahpun berfirman menjawab  perkataan para Malaikat. "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"

dari pemahaman mia (maaf kalo masih dangkal) maksud Firman Allah di sini adalah bahwa Allah lebih mengetahui perbedaan antara manusia dan jin. Dan tentu saja Dia lebih Maha Mengetahui tentang manusia yang akan di ciptakannya melebihi dari siapapun. Sesungguhnya ilmu Allah meliputi segala sesuatu serta hal-hal yang berkaitan dengan keadaan mahluk tersebut (Nabi Adam AS) mengenai maslahat dan manfaatnya yang tidak terhitung dan tidak terhingga.

dpatlah kita mengambil kesimpulan, bahwa NABI ADAM lah "MANUSIA YANG PERTAMA" dan sebelum dia tidak ada bangsa manusia, melainkan jin.

Di sini mia ingin menambahkan sedikit, tentang Iblis. Dahulu Iblis adalah salah satu Jin yang hidup di bumi (mia lupa nama asli dari Iblis, namanya sewaktu dia masih tinggal dengan bangsa Jin di bumi). saat itu para Jin yang kafir banyak melakukan pertumpahan darah dengan sesamanya (perang). Iblis yang waktu itu hidup di anatar para Jin (yang sebagaimana dirinya adalah salah satu Jin yang taat kepada Allah dan selalu beribadah) berdoa kepada Allah agar Allah mengangkat dirinya ke surga, karena dia tidak sanggup melihat kaumnya yang durhaka kepada Tuhan dan melakukan pengrusakan dan pertumpahan darah di bumi. KArena ibadahnya yang khusuk(Iblis melakukan sujud memohon kepada Allah agar ia diangkat kesurga. Ada yang mengatakan, Iblis bersujud memohon kepada Allah sampai seratus tahun lamanya (mia lupa :D :D :D). Karena kesungguhan Iblis ini, menyentuh hati malaikta yang melihatnya dan meminta kepada Allah agar mengabulkan permintaan Iblis. Akhirnya Allahpun mengabulkan doa Iblis. kemudian dia diangkat ke surga dan hidup di surga bersama Malaikat selama beribu-ribu tahun lamanya. dan Iblis pun bersama2 malaikat melakukan ibadah menyembah Allah, bahkdan dialah yang paling rajin dan khusuk di antara para Malaikat.Para Malaikat sangat kagum melihat ibadah Iblis yang sangat taat kepada Allah dan memuji ibadahnya.

sampai pada akhirnya Allah memerintahkan Para malaikat yang ada di bumi dan di surga, termasuk Iblis juga untuk memerangi Jin yang telah merusak bumi dan membangkang kepada Allah.Malah Iblis mendapat posisi kehormatan. ia di tunjuk menjadi salah satu pemimpin/jenderal dari beribu2 malaikat. (Jibril juga waktu itu menjadi salah satu Jendral memimpin beribu2 Malaikat dalam menumpas Jin kafir)

Tugas itu di menangkan oleh Pasukan Allah. dan Iblispun merasa sangat bahagia dan senang karena telah dapat memenuhi tugas yang di berikan Allah. dan di untuk mencegah para Jin yang tersisa (yang sholeh kepada Allah) dan anak keturunan dari Jin2 tersebut tergoda hawa nafsu lagi dan melakukan perusakan lagi di bumi, maka Allah membaut khalifah yang memimpin bumi kelak. Yaitu Adam AS.

Nah karena nabi adam itu di bekali nafsu juga (sama dg halnya Jin) maka Malaikat yang telah menghadapi tingkah2 Jin selama beribu2 tahun di dunia(kebayang ga berapa tuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanya usia bumi ini) Akhirnya para Malaikat bertanya kepada Allah, kenapa menciptakan manusia (yang mempunyai hawa nafsu juga) menjadi pemimpin di bumi (tidakkah kelak mereka akan melakukan pembangkangan terhadap Engkau sebagaimana yang di lakukan oleh Jin yang telah Engkau ciptakan terlebih dahulu sebelum mereka(manusia?))
hanya dengan satu firman dari Allah, Malaikat pun tunduk kepada Allah dan menyerahkan segalanya kepada Allah. "Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui"

Kemudian Allah menjelaskan kepada para malaikat; bahwa Dia akan menciptakan Nabi Adam AS dengan tangan-Nya langsung dan akan memuliakannya di atas seluruh mahluk lainnya.

Nah dari sini dengki Iblis mulai muncul. ia merasa cemburu kepada manusia yang akan diciptakan, tapi begitu di muliakan oleh Allah di bandingkan dengan makhluk lainnya (dengan di angkatnya Adam sebagai pemimpin di bumi). Ia merasa cemburu, ia merasa Allah lebih mencintai manusia di bandingkan dirinya.

Bukankah ia telah berjasa menundukkan dan membasmi Jin2 yang durhaka kpd Allah? Kenapa bukan ia yang dijadikan pemimpin di bumi? Bukankah selama ini ia telah menyembah Allah dan mengagungkan namaNya selama beribu2 tahun lamanya, tapi kenapa manusia yang baru diciptakan dan tidak mempunyai 'jasa' dan ibadah seperti dirinya, langsung diangkat menjadi pemimpin? Malaikat saja mengakui dirinya bahwa ibadahnyalah yang paling khusuk kepada Allah, dan para malaikat saja 'iri(dalam artian postif) dengan kedekatannya kepada Allah.

Kenapa bukan dia? kenapa harus Adam?

Allah yang mengetahui kedengkian Iblis ini dan untuk lebih 'memuaskan' hati para Malaikat bahwa Adam memang pantas menjadi khalifah di bumi, maka ketika ruh Adam telah ditiupkan ke dalam jasad Allahpun mengajarkan segala sesuatunya kepada Adam. termasuk mengenai bumi. Dan juga di dorong oleh nafsu manusia yang tidak pernah puas, Adampun terkadang suka bertanya tentang hal-hal yang 'sengaja' tidak di ajarkan kepada Allah (Inilah yang membedakan Malaikat dengan manusia, manusia dengan Jin. Malaikat selalu taat kepada Allah, dan menjalankan perintah Allah dan mengetahui apa yang diperintahkan oleh Allah kepadanya saja tanpa banyak tanya. kalopun bertanya, merekapun akan menerimanya dg tunduk *liat ayat al-baqarah 30. mereka langsung tunduk dengan satu firman Allah saja, dan tidak berani bertanya lagi* Sedangkan Jin, walo sama2 mempunyai pikiran, nafsu seperti manusia tapi manusia di bekali dengan akal. Akal di sini di maksudkan oleh Allah adalah ilmu. Jin juga mempunyai ilmu, tapi ilmunya di batasi oleh Allah, tidak seperti manusia yang di izinkan mempunyai ilmu seluas mungkin oleh Allah. itu bertujuan itulah yang membdekan manusia dengan makhluk lainnya)((Note:nanti akan mia kasih contoh hal yang tidak di ajarkan oleh Allah tapi karena di dorong keingintahuan nabi Adam, maka nabi Adampun bertanya kepada Allah)).

Hal ini sengaja diperlihatkan oleh Allah untuk menunjukkan kepada Malaikat dan Iblis, bahwa manusia mempunyai potensi untuk berkembang lebih pesat di bandingkan makhluk lainnya (karena adanya kemauan untuk belajar), sehingga ia pantas menjadi pemimpin.

Maka ketika Adam sudah di bekali ilmu oleh Allah, maka di kumpulkanlah para malaikat dan iblis di surga. di sana Allah melakukan tanya jawab kepada Adam dan Malaikat. ketika Allah menunjukkan suatu benda atau makhluk di bumi, Allah berfirman kepada Malaikat
"Sebutkan kepadaKu nama semua(benda) ini, jika kamu yang benar!"

Iblis dan para ribuan Malaikat di surga itu kebingungan dan malaikatpun menjawab. "Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami..." (Al-Baqarah 31-32)

Lalu Allah memerintahkan Adam untuk menyebutkan nama2 benda itu. Dan Adampun menjawabnya dgn lancar dan benar sehingga menimbulkan kekaguman para Malaikat( dipikir2 Malaikat ini pada polos2 ya :D :D :D). Lalu Allah berfirman. "Bukankah telah AKu katakan kepadamu, bahwa Aku Mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?"(Al-Baqarah 33)

NOTE: yang di sebutkan "Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan" disini adalah waktu Malaikat bertanya arti penciptaan manusia yang dikhawatirkan akan melakukan perusakan di bumi seperti halnya kaum Jin.
Hal yang di sembunyikan ada dua arti. 1. dari pihak Malaikat, yang masih merasa 'kurang puas' atas penciptaan manusia tapi tidak berani bertanya lagi. jadi di sembunyikan saja dalam hatinya.
2. dari pihak Iblis di dalam hatinya merasa dengki dan iri atas penciptaan Adam. dan Iblis pernah diam-diam menendang tubuh Adam (yang belum ditiupkan ruh) ketika Tubuh Adam di letakkan di pintu surga.

Allah maha mengetahui apa yang disembunyikan oleh makhluknya. Tak ada yang luput dari Pengetahuannya

Para malaikat menyaksikan langsung kesempurnaan mahluk tersebut (Nabi Adam AS) dan kesempurnaan ilmunya yang tidak dimiliki mereka. Dengan kejadian itu, mereka mengetahui secara mendetail dan menyaksikan langsung kebijaksanaan Allah, kemudian mereka pun mengagungkan serta menghormati Nabi Adam AS. Allah menghendaki pengagungan dan penghormatan yang diperlihatkan para malaikat kepada Nabi Adam AS dilakukan secara lahir dan bathin.

Allah Ta’ala berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam.” (Al-Baqarah: 34).  Maka Allahpun memerintahkan para Malaikat sujud kepada Adam (maksud sujud ini adalah meminta pernyataan Malaikat untuk mengakui atas penciptaan Allah terhadap Adam bahwa Adam pantas sebagai khalifah di bumi. Yakni menghormati, mengagungkan dan memuliakannya sebagai ibadah, ketaatan, kecintaan dan kepatuhan mereka kepada RabbNya.Para Malaikat pun merasa malu kepada Allah, dan memuji keagunganNya dan bersujud kepada Adam.

Dengan adanya sesi tanya jawab ini, kita bisa melihat, Allah begitu memikirkan perasaan Iblis dan malaikat. Dengan 'pengujian' ini Allah dapat menunjukkan kelebihan Adam yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya sehingga para Malaikat dan Iblis dapat 'diyakini' oleh Allah bahwa Adam memiliki keunggulan dari Jin dan makhluk lainnya meski Adam terbuat dari tanah dan di bekali hawa nafsu seperti Jin. Maka terjawab sudah pertanyaan yang diajukan oleh para Malaikat atas kekhawatiran mereka terhadap manusia

Malaikatpun merasa puas. Iblis aja yang engga >_<

Malaikat pun segera bersujud sepenuh hati (puas karena peristiwa tanya jawab tadi dan mengakui ilmu yang dimiliki Adam sebagaimana yang tidak mereka miliki) dan mengakui Adam memang pantas menjadi khalifah di Bumi. Hanya Iblislah yang masih sombong (dan sakit hati tentunya+cemburu krn malaikat menyetujui 'hadirnya' Adam dan ia merasa iri dengan manusia yang diberikan keutamaan tersebut.) dan seperti yang sudah di ketahui akhirnya Iblis menjadi golongan yang kafir terhadap Allah.

mia_t:
Mengenai salah satu contoh Bahwa Adam suka bertanya mengenai hal yang tidak di ajarkan kepada Allah adalah sebagai berikut

KEtika Adam di ajarkan oleh Allah kunci surga adalah kalimat. "Laa ilaahaillallah, Muhammadarasullullah". Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad itu Rasul Allah. dan ketika adam di ajarkan membaca dan menulis, beliau membaca tulisan kalimat syahadat itu di surga. Maka beliau pun penasaran. siapakah Muhammad ini? kenapa namanya begitu banyak di surga dan di sebutkan setelah nama Allah? Siapa dia? Selama Adam di surga, beliau sama sekali tidak pernah bertemu dengan makhluk yang bernama Muhammad ini. Apa keistimewaannya sehingga ia namanya menjadi kunci surga dan namanya diukir didalam surga?
Dengan rasa keingintahuan yang besar, maka Adampun tergelitik untuk bertanya kepada Allah.
"Ya Allah... Bukankah aku adalah manusia yang pertama yang Engkau ciptakan?"
Allahpun membenarkan Adam. Tapi Adam masih penasaran.
"Kalau begitu, siapakah Muhammad ini ya Allah? apa keistimewaan dia daripada aku? aku Engkau ciptakan sebagai bapaknya para manusia kelak. Engkau ciptakan aku menjadi pemimpin di bumi. dan Engkau mengatakan bahwa aku(manusia) Adalah makhluk ciptaanmu yang mulia di sisi Engkau di bandingkan makhluk lain... Jadi siapakah Muhammad ini Ya Allah? kenapa dia terasa lebih mulia daripada aku sehingga namanya Engkau jadikan sebagai kunci surga dan berdampingan dengan nama Engkau? kenapa bukan namaku?"

Allah melihat ada bibit kesombongan dan rasa iri yang tumbuh di dalam diri Adam terhadap Muhammad. Dengan izin Allah, Adam pun di berikan petunjuk agar dia tidak tergelincir seperti halnya Iblis yang yang sombong dan iri terhadap Adam (Sebenarnya Iblis telah di berikan Allah petunjuk dengan meperlihatkan kelebihan Adam, tapi Iblis tidak mau menerima dan mengakuinya).
Allah berfirman. "Ketahuilah Adam. Memang benar engkau adalah manusia pertama yang ku ciptakan dan menjadi bapak dari manusia kelak. memang benar penciptaanMu adalah untuk memimpin bumi kelak. Memang benar, engkau (manusia) adalah makhluk yang Kumuliakan di sisiKu daripada makhluk lainnya. Tapi ketahuilah Adam, Muhammad itu adalah kekasihKu. Muhammad adalah ciptaanKu yang pertama. Sebelum Aku menciptakan engkau, Jin, Malaikat, alam semesta, surga dan neraka dan segala-galanya apa yang ada. Jika bukan karena Muhammad ya Adam. Engkau dan segala hal yang telah Aku ciptakan apa yang di langit dan di bumi, takkan pernah ada."
"Dimanakah Muhammad itu sekarang wahai Allah?"
"Dia berada di alam Ruh. Oleh sebab itu selama ini engkau tidak berjumpa dengan dirinya."
Adam merasa takjub dan bertakbir. Ada rasa iri dan kagumnya kepada Muhammad yang yang tak pernah ia temui selama ini. di bandingkan Muhammad, ia tidak ada artinya. ia merasa sangat kecil di hadapan Tuhan. Allah mengetahui kegundahan hati Nabi Adam, lalu Iapun berfirman. "Ketahuilah, wahai Adam. Aku memuliakan kaummu (manusia). karena itu, kekasihKu Muhammad, kelak akan terlahir sebagai manusia. sebagai keturunanmu wahai Adam. Dialah manusia sebaik-baiknya di antara umatKu (manusia)"

Mendengar Firman Allah, Adampun bersujud gembira dan penuh haru. "Wahai Allah, telah Engkau muliakan aku dengan menjadikan Muhammad sebagai keturunanku kelak. Tiada kemuliaan dan kebanggaan yang hamba dapatkan melebihi dari ini ya Allah. dengan menganugrahkan Muhammad, kekasihMu, alasan di ciptakannya langit dan bumi sebagai anak cucu hamba kelak"

Mia baca cerita ini waktu SMU dulu, lupa di buku yang mana, karna dah lama banget, tapi berbekas di ingatan sampe sekarang. semoga ada anak2 do forum ini membaca buku yang menceritakan kisah ini juga, biar dapat melengkapi postingan yang mia buat ini lebih lengkapnya.

Di sini dapat dilihat sisi 'cahaya' dari Adam sebagai manusia. walau manusia mempunyai sifat sombong, iri dll karena dorongan nafsu (seperti halnya Iblis dan Jin) tapi beliau juga memiliki kepatuhan atas ketetapan dan perintah Tuhan seperti halnya Malaikat. Karena itu manusia itu memiliki keistimewaan dua sifat, gabungan antara Jin dan Malaikat. Ada manusia sifatnya jahat melebihi Jin dan ada juga manusia yang sifatnya baik melebihi malaikat, dan ada juga manusia yang berada dua diantaranya. dua sifat itulah yang tidak dimiliki oleh makhluk manapun selain manusia. di tambah dengan ilmu yang dimiliki manusia yang tidak dimiliki makhluk lainnya (banyaknya kalangan Jin Islam yang belajar ilmu agama dari para Rasul, Nabi dan ulama. Di tambahi lagi Rasul hanya ada dikalangan manusia, tidak ada didalam kalangan Jin. AL-Quran sebagai Firman dan Wahyu ALLah, diturunkan Allah hanya melalui nabi Muhammad SAW(ketika beliau dalam bentuk manusia) tidak diturunkan di kalangan Jin. tapi petunjuk Al-Quran untuk semua makhluk Allah yang berakal)itulah keistimewaan manusia di bandingkan para Malaikat dan Jin di samping dengan berbagai kekurangan manusia. Oleh karena itu Malaikat sangat mengagumi manusia yang dapat berjalan di jalan Allah dan taat kepada Allah dengan segala kekurangan yang ada di dalam dirinya (yaitu nafsu)

mia_t:

--- Kutip dari: prince_darkness pada Mei 20, 2007, 11:08:29 am ---
sekarang aku tanya lagi :
(Sebenarnya ini ada seseorang yang menanyakannya padaku, tapi ga bisa kujawab)

"Saat kehidupan dan dunia yang sekarang ini berakhir, manusia dan seluruh makhluk musnah. dan anggaplah kita udah di aikherat sana. apakah episode dunia ini cuma ada "kita"? Apakah tidak akan ada makhluk2 baru dengan dunia2 baru setelah kita nantinya? Yang Tuhan menciptakan lagi drama kehidupan dg cerita yang berbeda?"

--- Akhir Kutipan ---

Ngggg.... apakah pertanyaan ini sudah di jawab? kalo belum mia kasih ini point ke 3 mia hari ini.(point pertama tentang Adam dan point dua tentang surat al-baqarah 30 dan tentang makhluk sebelum manusia)

3. Adakah kehidupan setelah seluruh manusia dan makhluk musnah?

BAgi yang di bandung, silahkan anda main di warnet di depan unpad. ada warnet di situ (deket pangkalan ojek di deket bus damri) yang menyewakan buku bacaan islam (gratis lhooo). nama pengaranganya ga mia liat (kelemahanku kalo baca buku suka langsung main baca tanpa liat pengarangnya    ) juduknya kalo ga salah "Kehidupan setelah kiamat". Buat kepastian lebih lanjut, ntar mia main2 lagi ke warnet itu dan ngasih tau judul n pengarang bukunya di lain waktu.

mia belum selesai juga baca bukunya, tapi ada sedikit point yang aku tangkap dari bab-bab yang telah aku baca:

Kiamat itu adalah hancurnya alam semesta ketika tiupan kedua oleh israfil (bukan hanya bumi, tapi SEGALA ISI ALAM SEMESTA HANCUR LEBUR) dengan kehancuran mengerikan itu tanpa dijelaskan, ga ada satupun makhlukhidup yang dapat selamat. (tiupan pertama malaikat izrail mencabut nyawa semua manusia dan jin (makhluk hidup di bumi) serta hancurnya isi bumi yang bertabrakan dengan planet lain di tatasurya kita). setelah semua alam semesta hancur (mati) malaikat izrail melapor telah mencabut nyawa makhluk hidup dan 'nyawa' planet2, bintang2, matahari dan alam semesta sendiri termasuk surga dan nerakapun di'matikan'. Lalu Allah memerintahkan mencabut nyawa seluruh malaikat atas perintah Allah.
Kecuali Malaikat Jibril, Mikail, Israfil,Izrail sendiri dan malaikat pembawa Arsy (yang berjumlah empat malaikat tapi ketika di akhirat menjadi delapan). Setelah itu Izrail kembali melapor bahwa ia telah mencabut nyawa seluruh malaikat kecuali delapan malaikat tersebut. Lalu Allah memerintahkan menyabut nyawa para malaikat pembawa Arsy. Setelah itu Izrail kembali melapor.
Allah berfirman. "Siapakah yang masih hidup selain Aku, Izrail?"
Izrail menjawab. "Aku sendiri Ya Allah, lalu Jibril, Mikail, dan Israfil". Lalu Allah memerintahkan mencabut nyawa Israfil. setelah itu Izrail kembali melapor dan Allah berfirman hal yang sama. Izrail menjawab. "Yang masih hidup adalah aku, Jibril, dan Mikail". Lalu Allah memerintahkan mencabut nyawa Mikail. sehingga tinggallah Jibril dan Izrail. Allah berfirman hal yang sama. Izrail menjawab. "Yang tersisa hanya aku dan jibril ya Allah." Allahpun memerintahkan mencabut nyawa Jibril. Setelah itu, Izrail kembali melapor dan Allah berfirman. "Siapakah yang masih hidup selain Aku?"
Izrail menjawab. "Hanya ada aku ya Allah"
Allah berfirman. "Cabutlah nyawamu hai izrail"
Maka Izrailpun mencabut nyawanya sendiri. setelah itu keadaan sangat sunyi.

Allah kembali berfirman. "Siapakah yang masih hidup selain Aku?"

Tak ada yang menjawab

Kembali Allah berfirman. "Siapakah yang abadi selain Aku?"
 
Tak ada yang menjawab

kembali Allah berfirman. "Siapakah yang kekal selain Aku?"

Tak ada yang menjawab, maka Allah berfirman. "Sesungguhnya Akulah yang Maha Hidup, AKulah yang Maha Abadi, Akulah yang Maha kekal"

setelah itu Allah menghidupkan Israfil. lalu Israfil meniupkan tiupan terakhir, tiupan ketiga. Maka segalanya kembali bangkit hidup kembali (kecuali alam semesta) yaitu para malaikat, surga dan neraka. sedangkan manusia yang pertama dibangkitkan adalah Nabi Muhammad SAW.

Tapi pendapat ini ada dua pendapat dari ulama.
1. ada Ulama yang berpendapat bahwa nabi Muhammad SAW adalah manusia yang pertama di bangkitkan dari kubur.
2. ada ulama lain yang mengatakan nabi Ibrahim AS lah yang pertama kali di bangkitkan, baru Nabi Muhammad SAW. Hal ini di dasarkan dari perkataan Nabi muhammad ketika di tanya oleh sahabat. "Wahai Rasul Allah, siapakah yang pertama kali di bangkitkan Allah dari kubur?"
"Awalnya aku mengira bahwa akulah manusia yang dibangkitkan oleh Allah. tetapi kemudian aku melihat Ibrahim AS telah duduk menunggu kebangkitanku."

Dari sinilah para ulama berpendapat bahwa NAbi Ibrahim A.s lah manusia pertama dihidupkan lagi oleh Allah. Mungkin ini adalah salah satu keistimewaan yang di miliki nabi Ibrahim.

Buat yang masih bingung, silahkan baca bukunya di warnet di depan unpad itu or nanti akan mia catat nama pengarang n judul pasti buku itu hehehehe maklumlah mia ada penyakit amnesia buat hal2 detil hahaha

jadi kesimpulannya, setelah alam semesta di hancurkan dan manusia di hidupkan kembali di akhirat, dan menunggu datangnya hari penghisaban selama 7000 tahun (bayangkan, selama menunggu itu matahari berada sejengkal dari ubun2 kepala. manusia tenggelam dalam keringatnya sendiri. Allahu Akbar...) setelah penghisaban baru di tentukan siapa yang masuk neraka siapa yang masuk surga. yang pertama di hisab adalah ummat nabi Muhammada SAW. dan setelah itu manusia akan hidup selama2nya di surga atau di neraka

jadi ga ada penciptaan dunia lagi. yang ada hanya kehidupan panjang di akhirat seperti yang di janjikan Allah

aaaaaaaahhhhhhh............ what a great book  :great: :great: :great:. I want to read it till the end. InsyaAllah..

OK. jika ada kesalahan atau kritikan, mia tunggu kritiknya tapi jangan sadis ya. mia kan punya sakit jantung hahahaha *ngelesss :)) :)) :))*

mohon maaf jika ada salah2 kata dan salah penyampaian. namanya juga manusia   

reSkyadi:
wew pikiranku serasa nyampe ke langit ke 7 abis baca diatas..

kalo tulisan diatas itu peradaban apa ya namanya?
bukan di reset lagi namanya...

yant_138:
sepertinya ada yg menyatakan sdh ada surga dan neraka sekarang. dan ada tanah liat yg dikepel pakai tangan trus jadi manusia.
mungkin bisa dijelaskan lagi bagaimana caranya Adam ketemu Musa?
kalau sesudah ki amat manusia di bangkitkan satu-satu ya lama dong.
Apalagi nunggu dihisab, tambah lama dong. Kayaknya tidak perlu di hisab karena sdh dpt kitab masing-masing dgn terbuka , lengkap dan adil namanya kitabun markum.
Untung aku suka senyum jadi kalau baca tulisan yg kemarin bisa senyum sendiri.
masak keringatku setinggi leher, aku muntah dong. tapi katanya mepet matahari jadinya keringatku menguap Alhamdulillah aku tdk jadi muntah.

Navigasi

[0] Indeks Pesan

[#] Halaman berikutnya

[*] Halaman sebelumnya

Ke versi lengkap