TOPIK ISLAMI > Gaul dan gaya hidup Islami

Tentang bahasa arab,,,,,!

<< < (2/3) > >>

fahmie ahmad:

--- Kutip ---sekrang perhatikan kombinasi antara madhi dan mudhari' berikut ini:
1. fa'ala yaf'ulu
2. fa'ala yaf'ilu
3. fa'ala yaf'alu
4. fa'ula yaf'ulu
5. fa'ila yaf'ilu
6. fa'ila yaf'alu
--- Akhir Kutipan ---

keenam kombinasi madhi dan mudhari' ini dinamakan wazan ( وزن ). dan keenam wazan ini, harakatnya sudah ditentukan dan masing-masing akan memberi makna tersendiri yang berbeda antara satu dengan yang lain.

contoh lafadznya :

1. nasoro yanshuru ( menolong ),,wazannya adalah kombinasi nomor 1 diatas
2. doroba yadhribu ( memukul ),,,wazannya adalah kombinasi nomor 2
3. fataha yaftahu ( membuka ),,,wazannya adalah kombinasi nomor 3
4. hasuna yahsunu ( bagus ),,,,wazannya adalah kombinasi nmor 4
5. hasiba yahsibu ( menghitung ),,,wazannya adalah kombinasi nomor 5
6. 'amila ya'malu ( mengerjakan )..wazannya mengikuti nomor 6

semua fi'il, pasti wazannya akan mengikuti keenam harakat diatas. dan tentunya harakatnya pun tidak akan lepas dari keenam kombinasi madhi' mudhari tersebut

jadi ketika ditanya, apakah fungsi mengetahui wazan-wazan diatas ? jawaban sederhananya adalah untuk mengetahui harakat suatu fi'il, baik dalam bentuk madhi atau mudhari' masdar ataupun amar dqan seterusnya.

contoh : ketika anda menemukan lafadz عمل  dalam bahasa arab. kalau anda cari dikamus pasti berharakat : 'amila ( dibaca kasrah 'ain fi'ilnya). nah, kamus pastinya sudah menyediakan ikut manakah harakat 'ain fi'il dari fi'il mudhari' lafadz 'amila.  karena lafadz 'amila ikut wazan fa'ila, fi'il madhi yang berwazan fa'ila  mempunyai dua kemungkinan mudhari' ( lihat nomor 5 dan 6 ) :
1. yaf'ilu
2. yaf'alu

maka lafadz 'amila, kalau mudhari'nya tidak ya'milu berarti ya'malu. kamus arab-indonesia lah yang akan menjawab hal tersebut.( silahkan buka kamus untuk mengetahui wazasn dari fi'il mudhari lafadz ya'malu )

demikian untuk mengetahui harakat dari fi'il madhi' dan mudhari' ( untuk masdar, masdar mim dan seterusnya, insyaallah nanti ada pembahasannya tersndiri )

keenam wazaan fi'il diatas yang dalam ilmu sharaf dinamakan fi'il tsulasti mujarrad   (fi'il yang hanya berjumlah tiga huruf=untuk madhi ).

BINGUNG !!!:
boLeh nanya ga? beberapa hari yg LaLu sya dpat emaiL dari org ga dikenaL :-?? yg isi nya :

==================================================================

الادعية الرمضانية

ارتبط الشهر الكريم بمجموعة من الأدعية الخاصة منها
اَللّهُمَّ اجْعَلْ صِيامي فيهِ صِيامَ الصّائِمينَ وَ قِيامي فيِهِ قِيامَ القائِمينَ ، وَ نَبِّهْني فيهِ عَن نَوْمَةِ الغافِلينَ ، وَهَبْ لي جُرمي فيهِ يا اِلهَ العالمينَ ، وَاعْفُ عَنّي يا عافِياً عَنِ المُجرِمينَ
اَللّهُمَّ ارْزُقني فيهِ الذِّهنَ وَالتَّنْبيهِ ، وَ باعِدْني فيهِ مِنَ السَّفاهَةِ وَالتَّمْويهِ ، وَ اجْعَل لي نَصيباً مِن كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فيهِ ، بِجودِكَ يا اَجوَدَ الأجْوَدينَ
اَللّهُمَّ قَوِّني فيهِ عَلى اِقامَةِ اَمرِكَ ، وَ اَذِقني فيهِ حَلاوَةِ ذِكْرِكَ ، وَ اَوْزِعْني فيهِ لِأداءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ ، وَ احْفَظْني فيهِ بِحِفظِكَ و َسَتْرِكَ يا اَبصَرَ النّاظِرينَ
أللّهُمَّ ارْزُقني فيهِ فَضْلَ لَيلَةِ القَدرِ ، وَ صَيِّرْ اُمُوري فيهِ مِنَ العُسرِ إلى اليُسرِ ، وَ اقبَلْ مَعاذيري وَ حُطَّ عَنِّي الذَّنب وَ الوِزْرَ ، يا رَؤُفاً بِعِبادِهِ الصّالحين
أللّهُمَّ اجْعَلْ صِيامي فيهِ بالشُّكرِ وَ القَبولِ عَلى ما تَرضاهُ وَ يَرضاهُ الرَّسولُ مُحكَمَةً فُرُوعُهُ بِالأُصُولِ ، بِحَقِّ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ وَآلهِ الطّاهِرينَ ، وَ الحَمدُ للهِ رَبِّ العالمينَ
==================================================================

artinya apa ya? sekaLian sambiL menerapkan teori2 yg diberikan kang Fahmie (jgn ngebut2 kang, satu baris satu baris ajah...ntar sya jd mumet) :D

fahmie ahmad:

--- Kutip dari: BINGUNG !!! pada September 08, 2008, 06:47:56 pm ---boLeh nanya ga? beberapa hari yg LaLu sya dpat emaiL dari org ga dikenaL :-?? yg isi nya :

==================================================================




اَللّهُمَّ اجْعَلْ


--- Akhir Kutipan ---

sebetulnya kalau membahas ini, penjelasan saya diatas belum sampai pada ini mas naruse. jadi, saya bahas pada pembahasan yang sudah sampe aja ya mas naruse...nanti takutnya malah semakin membingungkan.

Nah..diatas khan lafadznya ij'al. itu fi'il amar namanya. yang mempunyai makna "jadikanlah". sekarang untuk lebih jelasnya, setiap fi'il khan mempunyai tiga unsur :
1. fa' fi'il
2. 'ain fi'il
3. lam fi'il

dalam lafadz ij'al, ketiga unsur tersebut ada pada :
1. jim
2. 'ain
3. lam

sehingga lafadznya menjadi ja'ala.

sekarang mas naruse harus memegang kamus al-munawir. dan cari lafadz جعل . kenapa lafadz ja'ala ? padahal khan ada hamzahnya...( catatan : setiap lafadz yang dicari dalam kamus harus dicari menggunakan bentuk madhinya ). karena ij'al adalah bentuk dari fi'il amar, maka ketika dicari fi'il madhinya menjadi ja'ala.

dan saat mas naruse membuka kamus al-munawir, maka akan menemukan bentuk mudhari' dari  ( fi'il ) madhi ja'ala, yaitu lafadz yaj'alu. dan wazan madhi mudhari' dari lafadz ja'ala, berarti masuk pada wazan yang nomor 3 :


--- Kutip ---3. fa'ala yaf'alu
--- Akhir Kutipan ---

dan sekarang, saya akan berikan satu kaidah tashrif dari wazan fa'ala yaf'alu ( wazan nomor 3 ), yaitu :

فعل يفعل فعلا و مفعلا فاعل مفعول افعل لا تفعل مفعل مفعل مفعل

dibaca : fa'ala yaf'alu fa'lan  wa maf'alan fa'ilun maf'ulun if'al la taf'al maf'alun maf'alun mif'alun. ( untuk spesifikasi dari artinya, lihatlah satu sample pada contoh ini :

--- Kutip dari: fahmie ahmad pada September 05, 2008, 06:48:17 am ---fi'il adalah kata kerja. suatu fi'il pasti mempunyai isytiqaq ( asal muasalnya ). ulama ahli nahwu berbeda pendapat tentang isytiqaq ini. ada yang menyebutnya dari masdar, dan seterusnya. apakah yang dinamakan masdar?

perhatikan susunan di bawah ini :

ضرب (1) يضرب(2) ضرب(3) مضرب(4) ضارب(5) مضروب (6) اضرب(7) لا تضرب(8) مضرب(9) مضرب (10) مضرب (11)

1. dibaca dhoroba, dalam shorof dinamakan fi'il madhi. yang artinya "sudah". karena dhoroba artinya memukul maka artinya, sudah memukul.
2. dibaca yadhribu, dalam shorof dinamakan fi'il mudhari' yang artinya sedang atau akan. karena dhoroba artinya memukul maka diartikan, sedang memukul atau bisa juga akan memukul
3. dibaca dhorbun, dalam shorof diartikan isim masdar ( atau cuma disebut masdar saja ). karena masdar bukan fi'il dan termasuk isim, maka cuma di artikan pukulan.
4. masdar mim, yaitu isim masdar yang cuma ditambah huruf "mim" didepannya. dibaca madhrabun.
5. dibaca dhoribun. yaitu isim yang fa'il ( orang yang melakukan pukulan = subyek ).
6. dibaca madhrubun, yaitu isim maf'ul  ( orang yang dipukul =obyek )
7. dibaca idhrib, yaitu fi'il amar ( perintah ), sehingga diartikan ayo pukul!
8. dibaca la tadhrib, yaitu istilah untuk amar nahyi, atau perintah larangan. sehingga artinya janganlah engkau memukul
9 dan 10. dibaca madhrabun, dalam sharaf diistilahkan dengan isim zaman dan isim makan. sehingga lafadz madhrabun ini bisa diartikan : waktu memukul atau tempat memukul
11. dibaca midhrabun, yaitu isim alat. sehingga diartikan alat untuk memukul

nah, nomor 1, 2 dan 7 itulah yang dinamakan fi'il. jadi fi'il ada tiga :
1. madhi, yaitu fi'il yang menunjukkan masa lampau
2. mudhari', yaitu fi'il yang menunjukkan masa sekarang atau akan datang
3. fi'il amar yaitu fi'il yang menunjukkan makna perintah.

amar nahyi ( nomor 8 ) masih termasuk amar, sehingga klasifikasinya dicukupkan dengan amar saja.

--- Akhir Kutipan ---

diatas adalah contoh fa'ala yaf'ilu. nah, yang kita bahas adalah fa'ala yaf'alu.

sehingga untuk lafadz ja'ala di tashrif akan seperti ini :

ja'ala yaj'alu ja'lan wa maj'alan ja'ilun maj'ulun...maka akan sampai pada amar yaitu : ij'al. susunan madhi mudhari' isim fa'il dan seterusnya, sama persis dg wazan fa'ala yaf'ilu diatas.

maka untuk lafadz ini :


--- Kutip dari: BINGUNG !!! pada September 08, 2008, 06:47:56 pm ---
اَللّهُمَّ اجْعَلْ

--- Akhir Kutipan ---

mempunyai arti, ya allah jadikanlah. kalau ditanya, kalimah apa ? maka jawabannya kalimah fi'il. f'il apa ? jawabannya fi'il amar. bacaannya apa ? jawabannya : allahumma ij'al. kenapa ij'al ? karena itu merupakan bentuk amar dari fi'il madhi ja'ala yaj'alu ( dan seterusnya).

semoga tidak membingungkan,,,,

NB : karena kalimatnya lumayan sederhana, nantinya yang akan saya jadikan sampel adalah susunan kalimat dari mas naruse diatas.

fahmie ahmad:
kaidah tashrif untuk keenam wazan dari fi'il tsulatsi mujarrad :


--- Kutip ---1. fa'ala yaf'ulu
--- Akhir Kutipan ---

fa'ala yaf'ulu fa'lan maf'alan fa'ilun maf'ulun uf'ul ta fa'ul maf'alun maf'alum mif'alun

contoh lafadz ; nasoro yanshuru nasran mansoron naasirun mansurun unsur la tansur mansarun mansarun minsarun


--- Kutip ---2. fa'ala yaf'ilu
--- Akhir Kutipan ---

fa'ala yaf'ilu fa'lan maf'alan fa'ilun maf'ulun if'al la taf'al maf'ilun maf'ilun mif'alun

contoh lafadz : seperti lafadz doroba diatas


--- Kutip ---3. fa'ala yaf'alu
--- Akhir Kutipan ---

fa'ala yaf'alu fa'lan maf'alan fa'ilun maf'ulun if'al la taf'al maf'alun mif'alun

contoh : fataha yaftahu fathun maftahun miftahun iftah la taftah maftahun maftahun miftahun


--- Kutip ---4. fa'ula yaf'ulu
--- Akhir Kutipan ---

fa'ula yaf'ulu fu'lan maf'alan fa'alun uf'ul la taf'ul maf'alun maf'alun

contoh lafadz : hasuna yahsunu husnun mahsanun hasanun uhsun la tahsun mahsanun mahsanun


--- Kutip ---5. fa'ila yaf'ilu
--- Akhir Kutipan ---

fa'ila yaf'ilu fu'lanan maf'alan fa'ilun maf'ulun if'il la taf'il maf'ilun maf'ilun

contoh lafadz ; hasiba yahsibu husbanan mahsabun hasibun mahsubun ihsib la tahsib mahsibun mahsibun


--- Kutip ---6. fa'ila yaf'alu
--- Akhir Kutipan ---

fa'ila yaf'alu fi'lan maf'alan fa'ilun maf'ulun if'al la taf'al maf'alun maf'alun

contoh lafadz : 'alima ya'lamu 'ilman wa ma'laman 'alimun ma'lumun i'lam la ta'lam ma'lamun ma'lamun

praktek penerapan kaidah ini, insyaallah saya akan bahas di hari yang akan datang..

fahmie ahmad:
Untuk kaidah pertama terlebih dahulu :


--- Kutip ---fa'ala yaf'ulu fa'lan maf'alan fa'ilun maf'ulun uf'ul ta fa'ul maf'alun maf'alum mif'alun
--- Akhir Kutipan ---

lafadz dalam bahasa arab adalah :

فعل يفعل فعلا مفعلا فاعل مفعول أفعل لا تفعل مفعل مفعل مفعل

ini namanya wazan. jadi setiap fi'il yang berwazan fa'ala yaf'ulu, pasti harakatnya akan sama dengan wazan diatas. nah, mauzunnya semua lafadz yang ikut wazan fa'ala yaf'ulu. contoh salah satu mauzunnya lafadz ini :


--- Kutip ---nasoro yanshuru nasran mansoron naasirun mansurun unsur la tansur mansarun mansarun minsarun
--- Akhir Kutipan ---

نصر ينصر نصرا منصرا ناصر منصور أنصر لا تنصر منصر منصر منصر

antara wazan dan mauzun, pasti sama, dari segi huruf maupun harakat. taruhlah saya ambil contoh fi'il madhi dari wazan diatas yaitu فعل , dan saya ambil contoh mauzunnya dari fi'il madhi juga yaitu نصر. maka dari fa fi'il, 'ain fi'il dan lam fi'il pasti sama.


ف---ع---ل
ن---ص---ر

yang atas dibaca fa 'a la, maka mauzunnya pun mengikuti nasara. begitupun fi'il mudhari' masdar dan seterusnya. pasti harakat ataupun huruf mengikuti wazan.

sekarang saya akan beri contoh, fi'il yang mempunyai wazan fa'ala yaf'ulu.

contoh lafadz : غفل yang mempunyai arti " lupa ". jika tiba-tiba ada lafadz : غفل زيد. maka anda tinggal cari dikamus, dg standar fi'il madhinya.  yaitu غ ( sebagai fa' fi'il ), ف ( sebagai 'ain fi'il ) dan ل ( sebagai lam fi'il ). dalam kamus akan ditemui harakat : ghofala ( fi'il madhi ), dan fi'il mudhari'nya yaghfulu. maka secara otomatis dia pasti mengikuti wazan fa'ala yaf'ulu, karena susunan madhi mudhari'nya nya ghofala yaghfulu. maka huruf tadi berharakat : ghofala zaidun. zaid melupakan ( .... )

jadi kalau di tashrif :

غفل    : ghofala, sebagai fi'il madhi. mempunyai arti sudah lupa
يغفل    : yaghfulu, sebagai fi'il mudhari' mempunyai arti sedang lupa
غفل     : ghoflun, sebagai mashdar mempunyai arti lupa
مغفل    : maghfalun, sebagai masdar mim mempunyai arti lupa
غافل    : ghafilun, sebagai isim fa'il mempunyai arti orang yang lupa
مغفول  : maghfulun, sebagai isim maf'ul mempunyai arti yang dilupakan
أغفل    : ughful, sebagai fi'il amar mempunyai arti lupakanlah
لا تغفل : la taghful, sebagai amar nahyi mempunyai arti jangan lupakan
مغفل   : maghfalun, sebagai isim makan/zaman : mmpunyai arti tempat untuk melupakan atau waktu untuk melupakan
مغفل   : mighfalun, sebagai isim alat, mempunyai arti sesuatu yang digunakan untuk melupakan

jadi jika ingin mengucapkan : "lupakanlah dia", dalam bahasa arab menggunakan : Ughful!!!...atau jika ingin mengucapkan "jangan lupakan" dalam bahsa arab, La taghful!!!!

begitun lafadz-lafadz lain. pasti berharakat sama. dg catatan, wazannya mengikuti fa'ala yaf'ulu.

contoh lain yang mengikuti wazan fa'ala yaf'ulu : نظر , artinya melihat. karena mengikuti wazan fa'ala yaf'ulu, maka fi'il madinya nadzoro, dan mudhari'nya yandzuru.

jika ingin mengucapkan "jangan melihat", maka dg amar nahyi dari nadzara yandzuru yaitu : la tandzur !!!!...jika ingin mengucapkan "lihatlah " maka dg bentuk amar dari nadzara yandzuru yaitu : undzur !!!!

bandingkan : ughful( lupakanlah ) , unshur ( tolonglah ),undzur ( lihatlah ). harakatnya sama.
begitupun : la taghful ( jangan lupakan ), la tanshur ( jangan tolong ), la tandzur ( jangan lihat ), harakatnya pun sama. 

lihatlah yang saya bold. semuanya berharakat sama. ingat, tashrifan fi'il, yang diubah-ubah adalah 'ain fi'ilnya.

bentuk-bentuk lainpun pasti berharakat sama, dan bisa diubah-ubah dg mengikuti wazan.

NB : maaf saya tidak bisa memberi harakat. jadi saya tulis menggunakan huruf latin. soalnya saya tidak hafal mengetik harakat menggunakan komputer.

catatan : wazan itu semacam kaidah. dan mauzun itu contoh lafadz yang diterapkan menggunakan kaidah tersebut.

Navigasi

[0] Indeks Pesan

[#] Halaman berikutnya

[*] Halaman sebelumnya

Ke versi lengkap