Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Topik - calon_akhwat

Halaman: 1 [2] 3 4 ... 25
16
Artikel Pilihan / Urgensi Amar Makruf Nahi Munkar
« pada: Oktober 31, 2010, 12:42:06 pm »
Bismillahirrahmaanirrahiim...

Innalhamdalillah, Nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruh. Wanaudzubillahi min syururi anfusina waminsayyiati a'malina. Mayyahdillahu fala mudhillalah wamayyudlil falanhadiyalah. Asyhadu anlaa ilaa ha illalloh wa asyhadu anna muhammadarrasululloh laa nabiyya ba'da.

 

 

Banyak dari kita sudah mengenal kalimat "Amar makruf nahi munkar", mendengarnya adalah hal biasa. Tapi, sudahkah Anda tahu apa yang dimaksud dengan Amar makruf nahi munkar dan urgensinya bagi kehidupan?

 

Kata "Makruf" dalam "Amar makruf nahi munkar" berasal dari kata "ma'rifah", yaitu mengenal.

Adapun pengertian Makruf secara umum adalah hal-hal yang dikenal oleh jiwa dan membawa ketenangan bagi jiwa tersebut.

Definisi secara syari'atnya adalah segala sesuatu yang disukai oleh Allah swt.

 

Sedangkan Munkar yang dimaksud dalam "Amar makruf nahi munkar" adalah, segala sesuatu yang diingkari oleh jiwa, yang sangat dikenal betul oleh akal tentang kejelekannya. Adapun secara syari'at adalah segala sesuatu yang dimurkai Allah swt.

 

Mengapa Amar Makruf nahi Munkar itu penting?

1. Melakukan Amar makruf nahi munkar menyebabkan baiknya suatu umat yang menjalankannya.

QS. Ali Imran : 110

 

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

 

Artinya :"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada

yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli

Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman

dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. "

 

Maukah Anda menjadi umat terbaik yang Allah swt ciptakan untuk manusia? Ber-Amar makruf nahi munkar-lah

 

2. Merupakan kewajiban dari Allah swt untuk menjalankan Amar makruf nahi munkar.

QS. Al-A'raf 164-166

 

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

 

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

 

فَلَمَّا عَتَوْا عَن مَّا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

 Artinya: "Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa. Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina."

 

Adalah  sebuah kewajiban bagi seorang muslim untuk menasehati muslim lainnya, menyebarkan kebaikan dan berdakwah secara terus menerus. Pada dasarnya, berdakwah adalah menyelamatkan diri sendiri dari tanggungjawab yang Allah swt berikan, kemudian membantu oranglain untuk mengenal Allah swt, dua kebaikan yang langsung mengena pada tiap-tiap pribadi yang berdakwah.

 

3. Menjaga kerusakan lingkungan dari kerusakan pikiran dan akhlak.

QS. Al-Maidah:105

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُم مَّن ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

 

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."

 

Rusaknya pikiran dan rusaknya akhlak yang dibiarkan dapat membuat kerusakan pada lingkungan, mengapa demikian? karena pikiran-pikiran yang buruk mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang buruk dan keburukan akan menyebar kepada yang lainnya jika dibiarkan. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita para Muslim, untuk mencegahnya dengan terus mengerjakan yang Makruf dan mencegah yang munkar, mengajak manusia kepada kebaikan dan keimanan.

Itulah sebabnya mengapa dalam Islam, wajib menutupi aib saudaranya, agar aib tersebut tidak menyebar dan tidak memotivasi oranglain untuk mengerjakannya.

 

4. Terhindar dari adzab Allah swt.QS. Al-A'far: 96-100

 

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

 

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ

 

أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ

 

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

 

أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِن بَعْدِ أَهْلِهَا أَن لَّوْ نَشَاءُ أَصَبْنَاهُم بِذُنُوبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

 

Artinya: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?. Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?. Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?"

 

Adzab Allah swt tidak memilih kepada siapa datangnya, kepada mereka yang bertaqwa-kah ataupun kepada mereka yang ingkar. Olehkarenanya adalah sebuah kewajiban untuk menjalankan amar makruf nahi munkar agar kita semua terhindar dari kedatangan adzab Allah swt.

 

Adapun beberapa adab dalam ber-amar makruf nahi munkar, yaitu:

- Harus memiliki ilmu,

 : agar terhindar dari kemunkaran yang tidak disengaja. Adalah hal yang sering kita jumpai di masyarakat, ingin membuat hal yang makruf, tapi tanpa ilmu hal tersebut menjadi sebuah kemunkaran.

 : agar menjadi dalil yang jelas saat menyampaikan suatu hukum atau perbuatan.

 

- Berusahalah untuk ramah dan lemah lembut

: karena kebaikan hanya dapat diterima dengan cara penyampaian yang baik.

 

- Berhikmah (bijaksana) lah dalam ber-amar makruf nahi munkar.

Bijaksana yang dimaksud adalah menyampaikan sesuai dengan tempatnya, sesuai dengan waktunya, dan sesuai cara penyampaiannya kepada orang yang tepat.

 

wallahu a'lam bishawwab

17
Artikel Pilihan / Management Diri
« pada: Oktober 31, 2010, 12:38:35 pm »
Bismillahirrahmaanirrahiim...

Innalhamdalillah, Nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruh. Wanaudzubillahi min syururi anfusina waminsayyiati a'malina. Mayyahdillahu fala mudhillalah wamayyudlil falanhadiyalah. Asyhadu anlaa ilaa ha illalloh wa asyhadu anna muhammadarrasululloh laa nabiyya ba'da.

 

 

Kunci dari kesuskesan adalah mampu memanage diri, karena tidak sebandingnya sumber daya dan keinginan kita sehingga dibutuhkan kemampuan memanage diri agar dapat meng-evisien-kan sumberdaya yang kita miliki sehingga keinginan kita dapat terwujud dengan baik.

 

Berikut ini adalah kaidah umum yang harus diterapkan agar dapat me-manage diri secara efektif.

1. Tunaikan hak Allah swt atas diri kita. Perbaiki hubungan dengan Allah swt agar Allah swt memperbaiki urusan dunia kita.

2. Bersikap optimis dan yakin bahwa keberhasilan pasti diraih dengan izin Allah swt.

3. Biasakan merancang tujuan hidup yang jelas.

4. Buat rencana aktivitas harian.

5. Kerjakanlah apa yang sudah direncanakan.

6. Hati-hati memanfaatkan waktu.

7. Mencatat setiap rencana yang kita buat.

8. Tolak dan lawan kehendak jiwa yang ingin berpaling dari rencana yang sudah kita buat.

9. Mengingat bahwa pekerjaan itu lebih banyak dari waktu yang tersedia.

10. Jadikan "Fastabikul Khayrat" sebagai moto hidup.

11. Mencari penawar dari hal-hal buruk yang kita miliki.

12. Menjadikan kebenaran sebagai karakter hidup.

13. Terimalah hasil karya yang telah kita lakukan dengan penuh keberanian, sabar, konsisten dan harapan untuk mendapat pahala dari Allah swt.

14. Jangan menjadikan kepribadian Anda mudah ditebak (seperti orang yang hidup tanpa plan)

15. Jadikanlah Rasulullah sebagai teladan hidup.

16. Sempatkan untuk bercanda dan bersenda gurau (jangan terlalu serius)

17. Hati-hati terhadap kebiasaan menghayal atau berangan-angan karena membuat daya juang menjadi rendah.

18. Jangan tenggelam dalam kemewahan yang membuatmu binasa karenanya.

19. Pahamilah bahwa setiap diri memiliki  kelebihan dan kekurangan.

 

Berusahalah untuk terus memanage diri dengan baik, agar dapat mewujudkan semua yang dicita-citakan sesuai dengan kemampuan. Proses yang baik akan membawa kita menuju hasil yang baik. Kemudian hasil akhirnya, serahkan kepada Allah swt semata.

 

Wallahu a'lam bishawwab.

18
Artikel Pilihan / Tips supaya tidak sombong ala Imam Ghazali
« pada: Oktober 15, 2010, 03:28:09 pm »
Akhir-akhir ini saya sering sekali kesal dengan perlakuan beberapa orang. Apakah karena dia terlalu banyak bertingkah, sok pinter, sok gaul, dan so so an yang lainnya. Sepertinya ada yang salah nih, bisa jadi yang sombong itu ternyata saya sendiri…. waaaaah, pada akhirnya kebetulan malam tadi saya membaca sebuah artikel tentang cara-cara agar kita tidak sombong ala imam ghazali…

 

Tips supaya tidak sombong ala Imam Ghazali #1Jikalau bertemu anak-anak, tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa mereka itu lebih baik dari kita, karena mereka tidak punya dosa..

 

Tips supaya tidak sombong ala Imam Ghazali #2Jika bertemu dengan orang dewasa, berpikirlah bahwa mereka telah banyak berbuat amal baik.

 

Tips supaya tidak sombong ala Imam Ghazali #3Jika bertemu dengan dengan orang yang lebih pintar, anggaplah dia lebih mulia karena keilmuannya.

 

Tips supaya tidak sombong ala Imam Ghazali #4Jika bertemu dengan orang yang lebih bodoh dari kita, jangan dikira kita lebih baik darinya. Bisa jadi dosa yang telah ia perbuat itu karena ketidaktahuannya, sedangkan dosa kita justru ada dalam pengetahuan kita.

 

Tips supaya tidak sombong ala Imam Ghazali #5Jika bertemu dengan orang yang jail/jahat/kafir/dsb, jangan dulu merasa di atas mereka, bisa jadi suatu saat mereka bertaubat, dan keimanan serta amal baik mereka melesat melebihi kita karena taubat dan keikhlasannya.

 

Sumber: http://irfanimovick.blogspot.com/2010/02/tips-supaya-tidak-sombong-ala-imam.html#ixzz12ImGDP00

19
Freedom of Speech / Paskibraka Putri Disuruh Baris Tanpa Busana
« pada: September 23, 2010, 08:46:49 pm »
Paskibraka Putri Disuruh Baris Tanpa Busana
Mereka juga mengaku pernah menjalani hukuman jalan jongkok dalam keadaan *******.
Kamis, 23 September 2010, 15:49 WIB
Eko Priliawito

http://metro.vivanews.com/news/read/179179-paskibraka-putri-diminta-baris-tanpa-busana
VIVAnews - Kekerasan dan pelecehan terhadap anggota putri Paskibraka DKI anggkatan 2010 rupanya telah berlangsung sejak hari pertama kegiatan pada 3 Juli lalu. Fakta itu terungkap dari kronologi yang disampaikan para korban.

Menurut dokumen pengakuan korban yang didapat VIVAnews.com, setelah sarapan para calon Paskibraka dibawa ke Cibubur menggunakan bus dengan mata ditutup handuk. Barang milik peserta seperti telepon genggam dan dompet dikumpulkan senior.

Sementara itu, barang-barang di luar yang diperintahkan dibawa oleh panitia, seperti makanan kecil, dikumpulkan lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik. Ternyata, makanan kecil itu pun tak pernah dikembalikan ke pemiliknya semula, dan belakangan diketahui habis dimakan para panitia.

Yang paling celaka adalah setiap waktu mandi sore. Di dalam barak, dengan pintu utama dalam keadaan tertutup, semua peserta wanita diperintahkan senior mereka--yang juga perempuan--berbaris berhadap-hadapan. Dalam hitungan ke-10, mereka lalu disuruh  membuka seluruh pakaian mereka hingga ******* bulat. Dalam keadaan tanpa busana, mereka diperintahkan masuk kamar mandi untuk membilas tubuh.

Setelah itu, masih dalam keadaan tanpa busana, mereka diperintahkan berbaris di depan pintu kamar mandi sambil menadahkan tangan untuk menerima syampo dan sabun. Habis mandi, mereka masih diminta berbaris ******* di depan pintu kamar mandi untuk mengeringkan badan. Handuk lalu dikumpulkan lagi,  dan mereka diperintahkan masuk berbaris dengan sikap sempurna ke kamar tidur, juga dalam keadaan ******* bulat.

Tak cuma itu, mereka juga mengaku pernah menjalani hukuman seperti jalan jongkok dalam keadaan tanpa busana.

Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Hadi Supeno pelecehan itu memang benar terjadi. Karena itu KPAI mendesak Disorda untuk bertanggungjawab penuh dan menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan masyarakat.

"Kejadian itu berlangsung hingga delapan kali sejak hari pertama hingga 6 Juli 2010," ujar Hadi. "Gubernur Fauzi Bowo harus tegas."

Saat dimintai keterangan KPAI, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta Saeffulah mengaku kecolongan atas kejadian ini.

Informasi pelecehan itu beredar setelah para orangtua korban mengadu ke KPAI dan membongkarnya di hadapan publik. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polda Metro Jaya juga telah memintai keterangan korban dan segera memanggil Disorda terkait kejadian ini. (kd)

20
Kesehatan & Perawatan Diri / Kantung mata?
« pada: September 18, 2010, 04:00:41 pm »
assalamu'alaykum.wr.wb
teman2, ada yg tahu caranya mengempeskan kantung mata?
beberapa hari ini saya ndak pakai kacamata karena rusak, belum sempat ganti kacanya.
tiba2 kok kantung mata saya jadi besar,  :((
tolong...

21
Kesehatan & Perawatan Diri / [Ask] Ramuan yang dapat Menebalkan Rambut?
« pada: Agustus 11, 2010, 02:42:00 pm »
assalamu'alaykum.wr.wb Dudungers,
menurut buku yang saya baca, normalnya manusia itu mengalami kerontokan 40 helai rambut dalam satu hari.
tapi beberapa waktu ini rambut saya rontoknya lebih dari 40 helai. (saya hitung soalnya)
ada yang tahu ramuan untuk menebalkan rambut ndak? (yang sudah terbukti ampuh ya)
jazakumullohu ahsan sebelumnya :D
wassalamu'alaykum.wr.wb

22
Freedom of Speech / Fakta-fakta unik
« pada: Agustus 09, 2010, 11:32:24 am »
assalamu'alaykum.wr.wb
dudungers, yuk tuliskan fakta-fakta unik yang bisa menambah wawasan kita.
Sila reply thread ini, jika menemukan fakta-fakta unik.
Jangan lupa cantumkan dumber :

saya mulai dari saya ya...
_______

Fakta Unik tentang Indonesia :

1. Tiga orang Presiden RI pertama memiliki bulan lahir yang sama, yaitu bulan juni. Bungkarno lahir 6 Juni 1901 (Bernama asli Kusno Sosrodihardjo). Pak Soeharto 8 Juni 1921. Sedangkan Pak Habibie 25 Juni 1936.

2. Istana Merdeka mulai dibangun pada tahun 1873 dan selesai pada tahun 1879. Istana tsb di rancang oleh arsitek Drossares dengan luas 6,8 hektar dan 16 jumlah anak tangga yg terdapat di bagian depan gedung.

3. Sebelum digunakan oleh pemerintah Indonesia, Istana Kepresidenan Bogor digunakan sbg rumah peristirahatn gubernur jenderal Belanda. Tercatat 44 orang gubernur jenderal Belanda pernah menjadi penghuni istana yang pada masa penjajahan bernama Istana Buitenzorg.

4. Istana Kepresidenan Tampaksiring merupakan satu-satunya Istana RI yang dibangun setelah Indonesia Merdeka, tepatnya pada tahun 1957

5. WR. Soepratman, pencipta lagu kebangsaan wafat pada tgl 17 Agustus 1938. Tepat tujuh tahun sebelum proklamasi kemerdekaan RI dinyatakan

6. Lagu 'Indonesia Raya' di ciptakan pada tahun 1942 (ralat tahun 1924) dan dikumandangkan untuk pertama kalipada tanggal 28 Oktober 1928, tepatnya pada penutupan acara Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda.

7. Mobil dinas Kepresidenan RI yang pertama adalah mobil Buick keluaran tahun 1939 yang digunakan Alm. Bung Karno. Sedangkan Alm. Bung Hatta menggunakan mobil dinas De Soto

8. Republik Gabon di Afrika Barat memiliki tanggal kemerdekaan yang sama dengan RI. Bedanya, Gabon merdeka pada tahun 1960

9. Rupiah dinyatakan sebagai mata uang nasional RI pada rgl 2 November 1949.

10. 21 jumlah dentuman meriam yang dibunyikan untuk menyambut tamu negara yang merupakan kepala negara. Sedangkan untuk menyambut tamu negara yang merupakan kepala pemerintahan di bunyikan 19 kali dentuman meriam.

http://www.dalimunthe.com

23
Artikel Pilihan / Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu..
« pada: Agustus 08, 2010, 09:19:40 pm »
Bismillahir-Rahmanir-Rahim
:
Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali.

Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria.Pffhh.sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu Rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab(Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu)supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS Al-Hadid ;22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh.Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita,bukanya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah. harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan pakasa.Dan akhirnya kalaupun Allah memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkanya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah :

".. Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian.Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!


Semoga Bermanfaat ...

Marilah Setiap detak-detik jantung.., selalu kita isi dengan..
Asma Teragung diseluruh jagad semesta raya ini...

Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa'atubu Ilaih

24
Kesehatan & Perawatan Diri / untuk yang suka makan cokelat ^^d
« pada: Agustus 07, 2010, 03:49:47 pm »
Cokelat telah dikenal lama sebagai camilan nikmat yang membuat ketagihan. Walaupun penganan ini sering dianggap sebagai 'biang keladi' berat badan bertambah, kandungan dalam cokelat menyimpan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Apa saja?

Suku Maya di Amerika percaya bahwa cokelat membawa pengaruh positif serta pengetahuan dan penilaian baik. Penelitian ilmiah terakhir telah menunjukkan, mengonsumsi cokelat akan membuat daya penglihatan mereka juga lebih baik.

Cokelat sendiri termasuk salah satu makanan yang mudah lumer pada suhu darah atau di bawah suhu tubuh (di bawah 33 derajat Celcius). Hal ini akhirnya membuat cokelat dianggap sebagai bahan makanan yang paling bergizi dan mudah dicerna, karena mengandung juga banyak vitamin (A1, B1, B2, C, D, dan E) dan beberapa mineral penting (kalsium, potassium, sodium, magnesium, zat besi, zinc, tembaga, krom dan fosfor).

Selain itu, cokelat juga mengandung antioksidan dan flavonoid yang berguna dalam  mencegah radikal bebas yang menjadi penyebab kanker. Antioksidan dan flavonoid merupakan bahan penting bagi aspirin dan mencegah penggumpalan darah. Lemak coklat sendiri berfungsi sama seperti minyak zaitun dan mengandung mineral esensial yang baik untuk memperkuat tulang, rambut, kuku dan juga kulit. Hal ini juga berguna untuk mencegah penuaan.

Uniknya, cokelat juga dianggap sebagai salah satu makanan yang dapat mengusir stres. Menurut penelitian dari Universitas California, Sandiego School of Medicine, Beatrice Golomb, orang yang stres, mulai dari tingkat stres ringan hingga depresi, mengaku makan cokelat saat suasana hati mereka drop.

Ternyata, cokelat mengandung molekul psikoaktif yang dapat membuat pemakan cokelat merasa nyaman. Beberapa kandungan cokelat seperti caffeine, theobromine, methyl-xanthine dan phenylethylalanine dipercaya dapat memperbaiki mood, mengurangi kelelahan sehingga bisa digunakan sebagai obat anti-depresi. (adi)/Vivanews

25
Hardware, Software dan Networking / [ask] about printer Epson R230x
« pada: Agustus 05, 2010, 04:37:41 pm »
assalamu'alaykum.wr.wb
dudungers, ada yang mau berbagi + dan - nya printer Epson R230x dengan sistem infus, ndak?
karena saya baru sekali ini pakai tinta sistem infus. masih ngeri. heheh, diharapkan bantuannya ya :D
jazakumulloh khayr sebelumnya
wassalam.wr.wb

26
Artikel Pilihan / Kisah Cinta Sejati
« pada: Agustus 05, 2010, 12:30:15 pm »
Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9.30 seorang pria berusia 70-an datang utk membuka jahitan pada luka di ibu jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi. Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru.

Pekerjaan yg tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter aku memutuskan untuk melakukannya sendiri. Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru.

Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari.

Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer. Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata,’ Dan bapak masih kesana setiap hari walaupun istri bapak sudah tidak kenal lagi?’

Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tangan ku sambil berkata, ‘Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia kan?’

Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tangan ku masih tetap merinding, ‘Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku.’ Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.

Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi. Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.

27
Artikel Pilihan / Meja kayu
« pada: Agustus 05, 2010, 11:32:09 am »
Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.

Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.

Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.

***

Sahabat, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka ada peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap “bangunan jiwa” yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.

Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.


Dari sahabat

28
Artikel Pilihan / Anak-anak yang Melampaui Usianya
« pada: Agustus 05, 2010, 11:29:19 am »
Oleh: Ustadz Sulthan Hadi

Disebuah ruang sekolah dasar, seorang guru berdiri didepan kelas sedang mengajar murid-muridnya yang masih duduk di kelas tiga. Guru tersebut coba menerangkan keistimewaan dan urgensi shalat Shubuh kepada mereka. Dengan bahasa yang tertata baik dan metode penyampaian yang sempurna, sang guru berhasil menanamkan kesadaran ibadah pada murid-muridnya. Bahkan, seorang anak laki-laki diantara murid-murid itu, sangat tersentuh mendengar penjelasan indah tentang pentingnya shalat Shubuh berjemaah di mesjid, sehingga muncul rasa penasaran di hatinya. Terlebih anak kecil tersebut memang belum pernah sekalipun melakukan shalat Shubuh selama hidupnya, dan juga tidak melihat keluarganya melakukan itu.

Setelah kembali ke rumahnya, kata-kata gurunya tentang shalat Shubuh terus terngiang di telinganya. Ia kemudian berpikir mencari cara, bagaimana bisa bangun pagi untuk melaksanakan shalat Shubuh. Lama ia berpikir, tapi tak ada solusi yang ia temukan kecuali harus berjaga sepanjang malam. Maka ia pun melakukan itu. Susah payah ia menahan kelopak matanya dimatanya itu, agar tidak terpejam. Tapi dengan usahanya yang sungguh-sungguh, akhirnya ia bertemu dengan Shubuh.

Begitu suara adzan terdengar, segara ia berwudhu dan bersiap menuju masjid. Namun ketika membuka pintu, anak kecil itu terperangah. Kesulitan besar menghadang di depannya. Ia sadar bahwa masjid ternyata cukup jauh dari rumanhya, sementara di luar sana masih terlihat gelap dan sepi. Ia tak punya keberanian yang cukup untuk menembus kesunyian Shubuh yang berselimut kegelapan, dengan usianya yang masih delapan tahun. Akhirnya, ia teduduk didepan pintu dengan rasa kecewa yang dalam, dan dengan suara tangis yang tertahan, karena takut di ketahui dan di marahi orang tuanya.

Dalam balutan sedih dan kecewa, tiba-tiba anak tersebut mendengar suara langkah kaki melintas di jalan depan rumahnya. Buru-buru ia membuka pintu dan berlari pelan-pelan mendekati sumber suara. Riang bukan kepalang. Sebab ternyata, suara itu adalah langkah kaki dari kakek temannya bernama Ahmad, yang sedang berjalan menuju masjid. Dia pun segera mengikut di belakang kakek itu, perlahan dan tanpa suara, agar si kakek tidak mengetahuinya dan mengadukannya kepada ayahnya.

Hari berikutnya, anak ini selalu melakukan hal yang sama, dengan cara yang sama. Setiap pagi ia bangun Shubuh, tanpa sepengetahuan seorangpun dari keluarganya, lalu berangkat  ke masjid menunaikan shalat Shubuh, membuntut si kakek dengan langkah kaki ringan dan pelan agar tidak ketahuan. Akan tetapi kebersamaan abadi adalah hal yang mustahil. Beberapa bulan kemudian, si kakek meninggal.

Si bocah kecil tersebut pun tahu, dan berita kematian si kakek adalah duka yang mendalam baginya. Ia menangis. Terisak-isak. Sang ayah yang melihat perilaku anaknya, merasakan ada sesuatu yang aneh. Dia lalu bertanya, “Nak, mengapa kamu menangis seperti itu. Kakek si Ahmad kan bukan anak kecil seusiamu yang kamu bisa bermain dengannya. Dia juga bukan kerabat kita sehingga kamu tidak perlu merasa kehilangan dia.”

Anak itu lalu menatap ayahnya, dengan air mata yang terus mengalir dan wajah yang tampak begitu sedih, seraya berkata “Andai saja yang mati itu adalah ayah, dan bukan kakek itu!”

Mendengar ucapan anaknya si ayah seperti tersambar petir. Ia kaget luar biasa. “Kenapa anak sekecil ini bisa berkata-kata seperti itu? Lalu kenapa ia mencintai si kakek sedemikian dalam?” pikirnya dalam hati. Anak itu lalu berkata, “Aku tidak merasa kehilangan karena dia teman mainku atau karena kerabatku, seperti yang ayah katakan.”

                “Lalu kenapa?” tanya ayah penasaran.

                “Karena shalat. Karena shalat,” tegas si anak.

Dengan suara serak dan berat ia mengajukan tanya, “Kenapa ayah tidak shalat Shubuh? Kenapa ayah tidak seperti kakek itu dan seperti orang-orang yang aku lihat itu?”

                “Dimana kamu melihat mereka?” desak ayah itu.

                “Di masjid,” jawab anak itu singkat.

                “Bagaimana caranya kamu bisa melihat mereka?” tanya ayahnya lagi. Si anak pun lalu menceritakan pengalamannya selama ini yang setiap Shubuh selalu membuntuti si kakek. Hampir saja air mata si ayah tumpah mendengarkannya. Seketika ia peluk anaknya erat-erat. Cerita anak itu telah menjadi pelajaran sangat berharga bagi ayah, dan sejak itu ia tak pernah lagi menginggalkan shalat lima waktu berjemaah di masjid.

Kisah ini adalah potret nyata seorang anak kecil yang secara perilaku melampaui usianya. Ia denagn sebuah sentuhan kesadaran di jiwanya, dia telah melakukan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupannya, dan dalam kehidupan keluarganya. Dia telah berhasil mendakwahi orang tuanya. Dia telah sukses mengetuk kesadaran ayahnya untuk bangun pagi dan melaksanakan shalat. Dia telah menjadi da’I bagi segenap keluarganya, dengan caranya sendiri, dimana tugas itu seharusnya dilakukan oleh orang-orang dewasa dan terpelajar. Karena itu, DR. Sa’ad Riyadh yang menceritakan kisah ini dalam bukunya Abaa’wa Abnaa’, memberi catatan penting: jangan kau remehkan kata-kata dari anakmu, sebab terkadang dari situlah awal perubahan dalam hidupmu.

Anak-anak itu sesungguhnya adalah miniatur manusia dewasa. Mereka memiliki semua perangkat manusia dewasa. Hanya kadarnya saja yang mungkin berbeda. Meraka punya emosi. Mereka punya rasa. Merekapun punya hati, jiwa, dan akal sehingga mereka bisa tersentuh, bisa mencintai, bisa menyayangi, dan bisa bertanggung jawab, sebagaiman mereka juga bisa marah, kecewa dan bersedih. Pereangkat-perangkat kemanusiaan itu telah melekat dalam diri mereka, berkembang seiring dengan pertumbuhan usianya. Tapi di sebagian anak, perangkat-perangkat itu terkadang bekerja lebih cepat karena pengaruh dan desakan faktor-faktor tertentu dalam lingkungannya, sehingga seringkali kita menemukan ada diantara mereka yang bersikap, bertindak, berperilaku, berakhlak, dan berbicara melampaui usianya. Melakukan sesuatu yang tidak dilakukan anak-anak sebayanya. Mereka dewasa dalam usianya ynag masih kanak-kanak.

Mungkin kita masih ingat dengan bocah perempuan bernama Sinar yang beberapa waktu lalu yang beritanya sempat mengguncang perasaan kita. Bocah enam tahun itu, dengan cinta dan sayangnya rela mengabaikan masa kecilnya demi merawat si ibu yang sedang sakit.

Murni, nama ibu anak itu, mengalami lumpuh ketika suaminya sedang merantau ke Malaysia mencari nafkah. Jadilah Sinar yang membantu dan menemani ibunya, sendiri. Tubuhnya yang mungil dengan tenaga yang pasti tak seberapa, melakukan semua hal untuk urusan dan kebutuhan ibunya; memindahkan dan menggeser tubuhnya, memasak, member makan dan minum, memandikan, hingga membantu buang air. Semua itu ia kerjakan sendiri dengan penuh cinta.

Murid kelas satu sekolah dasar itu bahkan kerap terlambat ke sekolah karena harus mengurus ibunya. Begitu pula setelah pulang sekolah. Nyaris seluruh waktunya ia persembahkan untuk ibunya yang sakit parah. Tayangan televise yang memberitakan aktivitas Sinar merawat ibunya, sanggup meruntuhkan air mata kita yang menyaksikannya. Ada rasa iba dan takjub pada sosok bocah kecil tersebut yang tampak penuh tanggung jawab melakukan tugas mulianya, menusap mesra pipi ibunya.

Nan jauh disana, dinegri tirai bambu, ada sosok Tse Tse yang setiap hari menyuapi, menyeka muka, dan memijit tubuh ayahnya, Xiong Chun, yang lumpuh.

Karena ayahnya lumpuh bertahun-tahun, anak yang juga seusia Sinar itu terpaksa ikut memikul tanggung jawab rumah tangga yang tidak ringan. Selain setiap hari mengurusi ayahnya, Tse Tse juga membantu ibunya memungut dan mengumpulkan botol air mineral bekas, sebagai tambahan pendapatan keluarga.

Dua bocah kecil ini: Sinar yang tinggal di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dan Tse Tse di Jiangsu, China, dalam kisah mereka masing-masing sekali lagi memberikan kita contoh akan anak-anak kecil yang melampaui usianya. Dan jika kita perhatikan kisah keduanya maka ada satu keadaan yang sama pada diri mereka yang kemudian memaksa mereka untuk mengambil tanggung jawab dan peran-peran besar di luar usia mereka, yang mempercepat kematangan perangkat-perangkat tertentu dalam diri keduanya. Keadaan itu adalah beban dan kesulitan yang menimpa kehidupan keluarga mereka.

Memang, beban kehidupan menjadi faktor dominan yang kerap kali mengubah keadaan seorang anak. Ketika sebuah tanggung jawab yang seharusnya yang di pikul oleh dewasa, namun ternyata orang dewasa itu tak ada di sisi mereka, maka saat itulah mereka akan berusaha dengan cara dan kemampuan mereka sendiri untuk mengambil alih tanggung jawab. Sinar, misalnya walaupun ia memiliki 5 orang kakak, namun mereka semua tinggal terpisah dengannya. Faktor ekonomi membuat mereka menjadi pembantu rumah tangga. Sehingga Sinar tidak bisa mengadukan keadaan ibunya kepada kakak-kakaknya itu.

Tentu beban dan kesulitan bukan satu-satunya faktor yang membuat seorang anak lebih cepat dewasa dari usianya. Sebab seperti yang sudah di sebutkan diatas, anak-anak memiliki perangkat-perangkat kemanusiaan seperti yang dimiliki umumnya orang-orang dewasa. Sentuhan kesadaran, kedalaman pengetahuan, semangat dan motivasi cinta dan kasih sayang, semuanya bisa menjadi energy bagi seorang anak untuk melakukan sesuatu yang melampaui usianya, dengan tetap pada karakter, keluguannya, dan kelucuannya sebagai anak-anak.

Hasan dan Husein Radiyallahu ‘anhumaa cucu Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam pernah mengajari seorang tua yang belum tahu cara berwudhu yang benar. Karena kala itu keduanya masih kanak-kanak, mereka takut mengajarinya secara langsung. Keduanya lalu mencari cara, yaitu dengan saling bicara, dengan suara keras. Salah seorang dari mereka berkata, “Wudhuku lebih baik dari wudhumu.” Yang lain berkata “Tidak, wudhuku lebih baik darimu.” Lalu mereka bersepakat untuk meminta orang tua itu yang menilai wudhu siapa yang lebih baik. Maka mereka berwudhu dengan cara yang sempurna di hadapan orang tua tersebut. Setelah melihat wudhu kedua anak tersebut, dengan firasatnya orang tua itu paham bagaimana cara berwudhu yang benar dan sadar bahwa mereka bermaksud mengajarinya.

Imam Asy Syafi’i rahimahullah, telah diizinkan berfatwa pada saat usianya lima belas tahun. Sebuah kehormatan yang tak di berikan kecuali kepada orang yang memiliki kematangan ilmu dan emosi. Sehingga semua tahu bahwa dia telah melakukan sesuatu yang telah melampaui usianya.

Di sekitar kita, tentu ada banyak anak-anak seperti pada sebagian kisah diatas; mengambil sebuah tanggung jawab dan peran yang melampaui usianya. Ada yang berjibaku mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarganya. Ada yang berperan sebagai pemimpin dan pembimbing untuk adik-adiknya yang ditinggal orang tua. Ada yang tak lelah berjuang dan tak berputus asa mengejar cita-cita, meski hidup dalam keterbatasan.

Dan pada edisi ini, sebagian dari mereka kita hadirkan disini. Kita berbicara tentang mereka, mengenal diri dan cerita mereka. Agar kita tidak mengecilkan perjuangan hidup mereka, dan agar kita memiliki kepedulian untuk meringankan beban hidup mereka serta tidak lupa belajar dan bercermin, bahwa ternyata anak kecil saja mampu, sedang kita hanya bisa diam atau lebih banyak mengeluhkan keadaan dari pada berjuang menyelesaikannya.[]

29
assalamu'alaykum.wr.wb
dudungers, numpang tanya.
Operator phonecell untuk berinternet yang sinyalnya kuat tapi harganya terjangkau menurut teman2 apa ya?
karena sudah dua operator saya coba, tapi dua-duanya hilang-hilangan.
tolong dibantu ya...
jazakumullohu khayr
wassalam.wr.wb

30
Artikel Pilihan / Jembatan
« pada: Agustus 01, 2010, 01:08:28 pm »
Jembatan
Dua orang bersaudara tinggal di suatu ladang. Dulu mereka hidup nyaman, saling bantu, dan saling
tolong. Namun, karena suatu masalah, kini mereka berselisih. Kasih sayang yang berlangsung selama
hidup berdampingan sepuluh tahun sirna dalam sekejap. Awalnya hanya kesalahpahaman kecil. Lalu
menjadi saling ejek dan saling maki, setelah tak bertegur sapa selama seminggu.
Pada suatu pagi si kakak kedatangan tamu. Rupanya seorang tukang kayu yang datang lengkap
dengan kotak perkakasnya. “Saya mencari kerja. Apakah anda punya pekerjaan buat saya?” tanya si
tukang kayu itu. “O ya,” kata si Kakak. “Saya punya satu pekerjaan untukmu. Coba lihat di sana, di
ladang sebelah sana. Di sana tinggal tetangga saya. Ehmm, sebenarnya adik saya. Dua minggu lalu dia
membuat masalah dengan saya. Sebelumnya di sana ada sebuah tanah lapang, tapi dia telah menguruk
tanah itu dan kini ada sebuah lembah kecil di sana. Mungkin ia ingin membatasi tanahnya dengan
lembah itu.”
“Tapi,” dia berkata lagi, “Saya bisa lakukan yang lebih baik daripada dia. Kamu lihat kumpulan kayu
yang di lumbung itu? Saya ingin kamu membuat pagar. Dan ingat, tingginya harus 10 meter sehingga
dia tak akan bisa lagi melihat ladang saya lagi. Saya ingin memberinya pelajaran.”
“Baiklah, saya bisa mengerti masalahnya,” jawab si tukang kayu. “Sekarang, tunjukkan dimana palu dan
paku supaya saya bisa mulai bekerja. Saya akan membuat Anda senang dengan pekerjaan saya ini.”
Sang kakak menunjukkan tempat perkakas miliknya, lalu pergi ke kota untuk membeli beberapa barang
sehari-hari. Ia juga berpesan kepada si tukang kayu untuk menyelesaikan tugasnya itu dalam seminggu.
Jadi, selesai tepat saat ia kembali dari kota.
Tibalah saat itu. Matahari hampir tenggelam ketika sang kakak tiba dari kota. Ia langsung menuju
“perbatasan” ladang itu. Matanya terbelalak. Betapa kagetnya ia, sebab di sana tidak dilihatnya pagar.
Yang ada justru sebuah jembatan yang menghubungkan ladangnya dengan ladang adiknya. Di ujung
jalan yang lainnnya, sang adik ternyata telah berdiri sambil melambai-lambaikan tangan. Dalam
temaram senja kedua kakak-beradik itu bertemu di tengah jembatan.
Sang adik berkata, “Kak, engkau begitu baik telah membuatkan satu jembatan buat kita berdua. Padahal
aku yang memulai segalanya. Aku yang membuat lembah ini sebagai batas di antara kita. Engkau
begitu baik, walaupun atas segala yang pernah kuucapkan dan telah kuperbuat.”
Sang kakak tak menyangka seperti ini kejadiannya. Sebenarnya ia ingin juga membuat batas di antara
mereka. Kedua tangan kakak-beradik itu lalu terbuka untuk saling berpelukan. Di tempat yang agak jauh
si tukang kayu menyaksikan adegan itu. Kemudian memanggung pekakasnya. Bersiap pergi. Tapi, ekor
mata si kakak segera menangkapnya. “Heii…tunggu! Jangan pergi! Aku punya pekerjaan lain untukmu,”
teriak si kakak memanggil si tukang kayu.
“Saya ingin sekali berada di sini dan merasakan kebahagiaan kalian,” kata si tukang kayu. “Tapi, masih
banyak jembatan lagi yang harus kubangun. Terima kasih.”
Teman, jembatan antarmanusia adalah cinta dan kasih sayang. Dalam cinta kita akan menemukan
saling pengertian, pengharapan, welas asih, perhatian, peneguhan, dukungan, semangat, dan banyak
hal lainnya. Jika tak bisa menemukan cara untuk memberikan kasih kepada banyak orang, setidaknya
kita punya cara untuk mengingat bahwa kita telah lakukan yang terbaik.
Sesungguhnya yang kita butuhkan hanyalah sedikit sentuhan bahwa sebenarnya kita adalah satu dan
punya keinginan yang sama:
DICINTAI dan MENCINTAI.


Disadur dari buku :
Kekuatan Cinta “30 Nasihat Bagi Jiwa Perindu Nur Illahi”
Irfan Toni Herlambang

Halaman: 1 [2] 3 4 ... 25