Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Topik - salendra_kms

Halaman: 1 2 [3] 4 5
31
Berita & Politik / Siap Tokoh Tokoh Nasional yang menjadi Idola anda?
« pada: November 16, 2007, 09:12:05 am »
siapa dan apa alasan anda memilih dia?

klu nasional saya pilih sukarno n hatta heee :D meski ngk begitu tau tentang beliau tpi da terbukti karya2 masa lalu yg gemilang


tapi klu harapan sekarang ada tohoh daerah di tempat saya yg subhanallah mengagumkan moga ada juga toko2 sekarang yg seperti beliau yg memang punya progrm kerja dan aplikasi yg nyata bukan kata  :)

ku merindukan dia tuk tampil di kanca nasional salauh tokoh pembangunan daerahku ARGRO POLITAN CENTER. BPK. RIDUAN MUKTI  B-) Bupati Musi Rawas ( Silampari Nan cinde)  :)

32
Kesehatan & Perawatan Diri / Gusi sakit
« pada: September 23, 2007, 09:14:25 am »
assalamualaikum wr wb

ada yg tau obat sakit gusi ngk ya..........????? :(

33
Silaturrahim / SALAM UKHUWAH RAMADHAN DUDUNG
« pada: September 21, 2007, 07:57:42 am »
ASSALAMUALAIKUM WR WB

berhubung baru masuk ke dudung lagi heee jadi salim2 dlu yak ;D

salam ukhuwah buat semua temen2 semuanya mohon maaf lahir batin semoga perjalanan ramdhannya lancar2 aja dan memperoleh target ramadhan yg diharapkan  :)

 :x :x :x :x :x :x :x :x :x :x for all

34
Internet, Website & Web Developer / Link internasional ngk bisa ke buka??
« pada: Agustus 07, 2007, 08:18:15 pm »
assalamualaikum wr wb

mau tanya kenapa ya setiap buka situs internasional un opened terus???  :-?

thank for information

35
Hardware, Software dan Networking / Internet Exporer (IE)
« pada: Agustus 03, 2007, 08:43:34 am »
assalamualaikum wr wb

oh ya temen2 gmn ya dibrowser IE yg kena virus n browser2 lain jga ngk bisa dipake karena IE nya keluar sendiri dan menumpuk di task bar ampe 34 aplikasinya buka sendiri trs hang terpaksa restar deh  #:-S

uda tak scan tapi msh ada..............ada yg punya solusinya ngk gmn ngilangin virusnya?

saya da scan pake kaspersky tpi ngk ilang2

36
Internet, Website & Web Developer / Tentang hack
« pada: Juli 25, 2007, 09:20:58 am »
assalamualaikum wr wb

oh ya temen2 sekalian, saya butuh hacker buat ngerusak blog bisa ngk ya?

ayo sapa bisa ngacung?

alasanya nih blog telah memojokkan wanita2 muslimah dan menghina para akhwat dengan berbagai karya bejatnya

linknya pm aja ya klu ada yg bisa atut ;D ntr pada liatnya lama2 B-)

37
Fiqih Islam / Butuh penjelasan
« pada: Juli 21, 2007, 08:06:00 am »
assalamualaikum wr wb

maaf nih binung mau posting dmn ya enaknya pak mod klu ngk pas silahkan pindah

gini kemarin ada temen bilang klu dalam pinagan memberikan cincin itu ngk blh trs ama istri juga ngk boleh katanya ada hadistnya inti arti hadistnya gini bila memasukan cicin pada jari istrimu sama halnya memasukan putung api neraka gmn tuh tolong donk :-/


masalahnya saya da tanya asbabun nuzulnya ama dia tpi ngk tau dia  cuma bilang itu dilarang :-?

38
Artikel Pilihan / Permata dalam Hati Kita
« pada: Juni 17, 2007, 10:33:04 am »
Setiap musibah ternyata selalu memberikan hikmah tersendiri. Ledakan bom di hotel JW Marriot adalah salah satu contohnya. Banyak eksekutif yang merasa was-was untuk pergi makan siang, apalagi berperilaku ”macam-macam’ ‘ pada jam makan siang. Tidak sedikit pula yang kembali menekuni agama.
Seorang eksekutif mengirimkan e-mail berjudul ”Betapa Dekatnya Kita dengan Maut.” Ia bercerita mengenai suaminya yang luput dari tragedi itu. Ia pun berpesan kepada teman-temannya untuk benar-benar menghargai waktu yang ada dan hidup rukun dengan orang-orang yang kita sayangi. ”Kita tidak pernah tahu bagaimana akhir perjalanan hidup kita,” ujarnya.
Seorang sekretaris yang luput dari kejadian itu juga mengirimkan e-mail bernada serupa. Siang itu ia bersama 29 sekretaris dari berbagai perusahaan memenuhi undangan pihak hotel untuk makan siang di Kafe Syailendra. Namun, makan siang tersebut tertunda karena anggota rombongan masih ingin melihat beberapa area hotel. Di saat itulah bom meledak. Kafe Syailendra hancur. Pada saat-saat kritis itulah di tengah reruntuhan kaca, bau mesiu, lumuran darah, suara sirene dan histeris dari semua orang ia benar-benar merasakan kehadiran Tuhan.
Mengingat kematian memang merupakan cara paling efektif untuk menjadi sadar dan terbangun. Inilah satu-satunya hal yang paling pasti di dunia ini. Kematian juga tidak ada kaitannya dengan usia, kesehatan, dan jenis pekerjaan. Karena itu, siapapun Anda, Anda begitu dekat dengan kematian!
Sayang, kesadaran seperti ini seringkali hilang seiring dengan berjalannya waktu. Kita mulai melupakannya, tenggelam dalam rutinitas, dan kembali ”tertidur” sampai sebuah musibah lain datang kembali ”membangunkan’ ‘ kita.
Persoalannya, kenapa kita sering berada dalam keadaan ”tertidur?’ ‘ Kita sering tertidur karena kita tidak berusaha menyelami diri kita sendiri. Kita tidak terbiasa berkaca, melihat ke dalam diri, dan melakukan refleksi. Kita ”bangun” hanya karena terkejut, kemudian kita pun ”tertidur” kembali. Memang, selama Anda tidak dapat menyelami diri sendiri, rutinitas dan keseharian Anda akan segera menutup celah untuk meniti ke dalam diri. Dan, peristiwa-peristiwa yang mengagetkan tadi akan segera terlupakan.
Untuk melakukan perjalanan ke dalam, kita memang harus meluangkan waktu untuk merenung dan mengambil jarak dari kesibukan kita. Lihatlah diri Anda sendiri, dan tanyakan tiga pertanyaan penting: ”Siapakah aku?,” ”Mengapa aku ada di sini?,” dan ”Kemana aku akan pergi?” Dengan menjawabnya Anda akan menemukan makna hidup ini. Dan, begitu menemukannya, Anda akan merasa tenang dan lapang. Anda dapat melihat dunia dengan kacamata yang berbeda. Dan yang pasti, Anda kini sudah benar-benar hidup!
Manusia memang telah diciptakan dengan sempurna. Buktinya, semua perlengkapan yang kita perlukan untuk hidup bahagia sudah ada dalam diri kita sendiri. Bahkan, semua jawaban terhadap persoalan apapun sudah tersedia di sana.
Kekayaan batin yang kita miliki luar biasa banyaknya. Sayang, banyak orang yang tidak menyadari hal ini. Mereka sibuk mengumpulkan benda, uang, jabatan. Mereka menyangka akan lebih bahagia bila memiliki lebih banyak harta. Namun, kenyataannya tidaklah demikian. Mereka selalu merasa kurang.
Bahkan, semakin menumpuk kekayaan, semakin mereka ingin lebih dan lebih lagi. Orang seperti ini sesungguhnya adalah orang yang miskin. Orang ”kaya” yang sebenarnya adalah mereka yang membutuhkan paling sedikit. Mereka sudah cukup puas karena telah menemukan kekayaan berlimpah di dalam diri mereka sendiri. Mereka benar-benar sadar bahwa permata yang asli terdapat di dalam jiwa kita sendiri.
Semua kekayaan yang kita butuhkan untuk hidup bahagia sudah tersedia di dalam diri kita. Kalaupun kita masih membutuhkan hal-hal di luar itu, jumlahnya tidak banyak. Kalau Anda memiliki sandang, pangan, dan papan saja, itu sudah cukup! Bukannya saya hendak menghibur Anda, apalagi diri saya sendiri. Saya hanya mengatakan yang sebenarnya. Apa yang Anda miliki itu sudah cukup. Sangat cukup untuk hidup bahagia.
Ini bukan berarti kita tidak boleh mengumpulkan harta. Silakan teruskan usaha dan bisnis Anda. Mengumpulkan harta untuk dapat berbagi dengan orang lain adalah tindakan mulia. Tapi, jangan pernah lupa akan kekayaan yang tidak ternilai dalam jiwa Anda sendiri. Jarang ada orang yang kaya secara fisik dan masih memelihara ketentraman batin.
Biasanya kesibukan dengan dunia luar membuat kita lupa pada dunia dalam. Banyak orang kaya yang sebenarnya sangat menderita. Orang-orang ini sering berpura-pura bahagia di depan kamera televisi. Padahal, mereka selalu resah dan dibayangi ketakutan sepanjang hidupnya.
Kekayaan fisik sering membuat kita terputus dari sumber kebahagiaan yang sejati. Kita kehilangan akses dengan jiwa kita beserta kekayaan yang terpendam di dalamnya. Padahal, kekayaan ini tidak terbatas dan dapat Anda akses kapanpun Anda mau. Di dalam jiwa inilah bersemayam sumber segala kebahagiaan. Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Arvan Pradiansyah, penulis buku You Are A Leader!

39
Artikel Pilihan / Tiga Kunci Hidup yang Bahagia
« pada: Juni 17, 2007, 10:32:04 am »
Apakah rahasia hidup yang bahagia itu? Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar kita, seperti harta benda yang kita miliki. Apakah Anda akan berbahagia jika mempunyai rumah yang indah, mobil mewah, penghasilan yang berlimpah, dan pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan cantik? Mungkin Anda akan mengatakan ”ya.” Tapi, percayalah itu tidak akan berlangsung lama.
Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita adalah kebahagiaan semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya.
Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.
Budha Gautama pernah mengatakan, ”Keinginan- keinginan yang ada pada manusia-lah yang seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan. ” Ia benar. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat. Anda tidak perlu memiliki apapun untuk berbahagia. Ini adalah sesuatu yang sudah Anda putuskan dari awal.
Coba katakan pada diri Anda sendiri, ”Saya sudah memilih untuk bahagia apapun yang akan terjadi.” Anda akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana.
Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin.
Ada tiga pikiran yang perlu senantiasa Anda tumbuhkan. Saya mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah merenungkan arti tasbih, tahmid dan takbir yang kita ucapkan tiap hari tapi sering tanpa makna yang mendalam. Saya kira ajaran seperti ini bukan hanya kita temukan dalam Islam saja, tetapi juga dalam ajaran agama yang lain.
Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan. Coba renungkan kata subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaanny a. Dengan memahami konsep ini, hati Anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain.
Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!
Kunci kedua adalah bersyukur. Coba renungkan kata alhamdulillah. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan, alhamdulillah.
Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya berkata, alhamdulillah.
Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak sang petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, alhamdulillah.
Cerita itu sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.
Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil. Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.
Penelitian mengenai stres menunjukkan adanya beberapa hal yang merupakan penyebab terbesar stres, seperti kematian orang yang kita cintai, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini bolehlah Anda anggap sebagai hal yang ”agak besar.” Tapi, bukankah hal-hal ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada waktu-waktu tertentu? Kenyataannya, kebanyakan hal-hal yang kita pusingkan dalam hidup sebenarnya hanyalah masalah-masalah kecil.
Oleh: Arvan Pradiansyah
Dosen UI & Pengamat Manajemen SDM

40
Artikel Pilihan / Berikan, dan Lupakan!
« pada: Juni 17, 2007, 10:31:05 am »
Suatu malam hujan turun dengan lebat diiringi angin kencang dan petir yang menyambar-nyambar. Malam itu telepon berdering di rumah seorang dokter. ”Istri saya sakit,” terdengar suara minta pertolongan. ”Dia sangat membutuhkan dokter segera.
” Si dokter menjawab, ”Dapatkah bapak menjemput saya sekarang? Mobil saya sedang masuk bengkel.” Mendengar jawaban itu, lelaki tersebut menjadi berang. ”Apa?!” katanya dengan marah. ”Saya harus pergi menjemput dokter pada malam yang berhujan lebat seperti ini?”
Coba Anda renungkan cerita inspiratif diatas. Seperti yang sudah saya paparkan dalam rubrik ini bulan lalu, kita senantiasa meminta sesuatu kepada orang lain. Sayangnya, kita seringkali lupa untuk memberi. Kita tak sadar bahwa apapun yang kita berikan sebenarnya adalah untuk diri kita sendiri, bukan untuk siapa-siapa.
Di dunia ini tak ada yang gratis. Segala sesuatu ada harganya. Seperti halnya membeli barang, Anda harus memberi terlebih dahulu sebelum meminta barang tersebut. Kalau Anda seorang penjual, Anda pun harus memberikan pelayanan dan menciptakan produk sebelum meminta imbalan jasa Anda. Inilah konsep ”memberi sebelum meminta” yang sayangnya sering kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari.
Padahal ”memberi sebelum meminta” adalah sebuah hukum alam. Kalau Anda ingin anak Anda mendengarkan apa yang Anda katakan, Andalah yang harus memulai dengan mendengarkan keluh kesah mereka. Kalau Anda ingin karyawan atau bawahan Anda bekerja dengan giat, Andalah yang harus memulai dengan memberikan perhatian, dan lingkungan kerja yang kondusif. Kalau Anda ingin disenangi dalam pergaulan, Anda harus memulainya dengan memberikan bantuan dan keperdulian kepada orang lain.
Orang yang tak mau memberi adalah mereka yang senantiasa dihantui perasaan takut miskin. Inilah orang-orang yang ”miskin” dalam arti yang sesungguhnya. Padahal, di dunia ini berlaku hukum kekekalan energi. Kalau Anda memberikan energi positif kepada dunia, energi itu tak akan hilang. Ia pasti kembali kepada Anda.
Persoalannya, banyak orang mengharapkan imbalan perbuatan baiknya langsung dari orang yang ditolongnya. Ini suatu kesalahan. Dengan melakukan hal itu, Anda justru membuat bantuan tersebut menjadi tak bernilai. Anda mempraktikkan manajemen ”Ada Udang Di Balik Batu.” Anda tak ikhlas dan tak tulus. Ini pasti segera dapat dirasakan oleh orang yang menerima pemberian Anda. Jadi, alih-alih menciptakan kepercayaan pemberian Anda malah akan menghasilkan kecurigaan.
Agar dapat efektif, Anda harus berperilaku seperti sang surya yang memberi tanpa mengharapkan imbalannya. Untuk itu tak cukup memberikan harta saja, Anda juga harus memberikan diri Anda, dari hati Anda yang paling dalam. Jangan pernah memikirkan imbalannya. Anda hanya perlu percaya bahwa apapun yang Anda berikan suatu ketika pasti kembali kepada Anda. Ini merupakan suatu keniscayaan, suatu hukum alam yang sejati.
Sebetulnya semua orang di dunia ini senantiasa memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Namun, kita dapat membedakannya menjadi dua tipe orang. Orang pertama kita sebut sebagai orang yang egois. Merekalah orang yang selalu meminta tetapi tak pernah memberikan apapun untuk orang lain. Orang ini pasti dibenci dimana pun ia berada.
Jenis orang kedua adalah orang yang juga mementingkan diri sendiri, tetapi dengan cara mementingkan orang lain. Mereka membuat orang lain bahagia agar mereka sendiri menjadi bahagia. Ini sebenarnya juga konsep mementingkan diri sendiri tetapi sudah diperhalus. Kalau Anda selalu memberikan perhatian dan bantuan kepada orang lain, banyak orang yang akan menghormati dan membantu Anda. Kalau demikian, Anda sebenarnya sedang berbuat baik pada diri Anda sendiri.
Bagaimana kalau Anda membaktikan diri Anda untuk menolong anak-anak terlantar dan orang-orang miskin? Ini pun sebenarnya adalah tindakan ”mementingkan diri sendiri dengan cara mementingkan orang lain.” Anda mungkin tak setuju dan mengatakan, ”Bukankah saya tidak mendapatkan apa-apa. Saya kan bekerja dengan sukarela.
” Memang benar, Anda tidak mendapatkan apa-apa secara materi, tetapi apakah Anda sama sekali tidak mendapatkan apa-apa? Jangan salah, Anda tetap akan mendapatkan sesuatu yaitu kepuasan batin. Kepuasan batin inilah yang Anda cari. Anda membantu orang lain supaya mendapatkan hal ini.
Jadi, apapun yang kita lakukan di dunia ini semuanya adalah untuk kepentingan kita sendiri. Orang-orang yang egois sama sekali tak memahami hal ini. Mereka tak sadar bahwa mereka sedang merusak diri mereka sendiri.
Sementara orang-orang yang baik budinya sadar bahwa kesuksesan dan kebahagiaan baru dapat dicapai kalau kita membuat orang lain senang, menang, dan bahagia. Hanya dengan cara itulah kita akan dapat menikmati kemenangan kita dalam jangka panjang. Inilah hukum Menang-Menang (win-win) yang berlaku dimana saja, kapan saja dan untuk siapa saja.
Oleh: Arvan Pradiansyah, penulis buku You Are A Leader!

41
Cerita di bawah ini sangat bagus, buat yang masih single maupun yang udah
nikah. Buat mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita
ini, dan buat yang udah nikah cerita ini bisa jadi guideline untuk
meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.

“Apakah saya menikah dengan orang yang tepat”

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan
pertanyaan yang sangat lumrah, “bagaimana saya tahu kalo saya menikah
dengan orang yang tepat?”
Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi
saya menjawab “Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?”

Dengan sangat serius dia balik bertanya “Bagaimana anda tahu?!”
“Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.”

Inilah jawabanya…
SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan
pasangan anda.
Telpon dariya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya,
dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat begitu
menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu
spontan.
Ngga perlu berbuat apapun
Makanya dikatakan “jatuh” cinta…

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta”
Bayangkan eksprisi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa
melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada
anda.
Jatuh cinta itu mudah.
Sesuatu yang pasif dan spontan.
Tapi…
setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..
perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.
Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan,
belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat
bukannya jadi hal yang manis tapi malah nambahin penat yang ada..

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu,
namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati
perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh
cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan
selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan “Did I marry the right person?” mulai
muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya.. Nah
Lho!

Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta
yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia
cinta itu dengan orang lain.
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas…
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan
mencari pelampiasan diluar.
Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini, menginkari
kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk
menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV
sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.

Tapi tau ngga?!
Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada
di dalam pernikahan itu sendiri.
Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya
Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, Anda
bisa!
Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh dan pada saat itu anda akan
merasa lebih baik, tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun
anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan
anda).

Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN
KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN, DAN
TERUS MENERUS..!
Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan
Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi…
Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.

Benar juga ungkapan “diperbudak cinta”
Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting,
cinta itu butuh sikap BIJAK
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan
dengan baik
Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.
Cinta bukanlah MISTERI

Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa
pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.
Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu físika (seperti gaya Grafitasi),
dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.
Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat
tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga
DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat. Ini merupakan reaksi sebab
akibat.
Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa
“MEMBUAT” cinta bukan “JATUH”.
Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan
bukan cuma PERASAAN..!

42
Artikel Pilihan / PESAN-PESAN UNTUK ISTERI
« pada: Juni 17, 2007, 10:26:19 am »
Oleh
Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq
http://www.almanhaj .or.id/content/ 2126/slash/ 0

Anas berkata, “Para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika
menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, maka mereka memerintahkan isteri
agar berkhidmat kepada suaminya dan memelihara haknya.”

Ummu Humaid berkata, “Para wanita Madinah, jika hendak menyerahkan seorang
wanita kepada suaminya, pertama-tama mereka datang kepada ‘Aisyah dan
memasukkannya di hadapannya, lalu dia meletakkan tangannya di atas kepalanya
seraya mendo’a-kannya dan memerintahkannya agar bertakwa kepada Allah serta
memenuhi hak suami”[1]

‘Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib berwasiat kepada puterinya, “Janganlah
engkau cemburu, sebab itu adalah kunci perceraian, dan janganlah engkau suka
mencela, karena hal itu menimbulkan kemurkaan. Bercelaklah, karena hal itu
adalah perhiasan paling indah, dan farfum yang paling baik adalah air.”

Abud Darda’ berkata kepada isterinya, “Jika engkau melihat-ku marah, maka
redakanlah kemarahanku. Jika aku melihatmu marah kepadaku, maka aku
meredakanmu. Jika tidak, kita tidak harmonis.”

Ambillah pemaafan dariku, maka engkau melanggengkan cintaku.
Janganlah engkau berbicara dengan keras sepertiku, ketika aku sedang marah
Janganlah menabuhku (untuk memancing kemarahan) seperti engkau menabuh
rebana, sekalipun
Sebab, engkau tidak tahu bagaimana orang yang ditinggal pergi

Janganlah banyak mengeluh sehingga melenyapkan dayaku
Lalu hatiku enggan terhadapmu; sebab hati itu berbolak-balik

Sesungguhnya aku melihat cinta dan kebencian dalam hati
Jika keduanya berhimpun, maka cinta pasti akan pergi

‘Amr bin Hajar, Raja Kindah, meminang Ummu Ayyas binti ‘Auf. Ketika dia akan
dibawa kepada suaminya, ibunya, Umamah binti al-Haris menemui puterinya lalu
berpesan kepadanya dengan suatu pesan yang menjelaskan dasar-dasar kehidupan
yang bahagia dan kewajibannya kepada suaminya yang patut menjadi
undang-undang bagi semua wanita. Ia berpesan:

“Wahai puteriku, engkau berpisah dengan suasana yang darinya engkau keluar,
dan engkau beralih pada kehidupan yang di dalamnya engkau naik untuk orang
yang lalai dan membantu orang yang berakal. Seandainya wanita tidak
membutuhkan suami karena kedua orang tuanya masih cukup dan keduanya sangat
membutuh-kanya, niscaya akulah orang yang paling tidak membutuhkannya.
Tetapi kaum wanita diciptakan untuk laki-laki, dan karena mereka pula
laki-laki diciptakan.

Wahai puteriku, sesungguhnya engkau berpisah dengan suasana yang darinya
engkau keluar dan engkau berganti kehidupan, di dalamnya engkau naik kepada
keluarga yang belum engkau kenal dan teman yang engkau belum terbiasa
dengannya. Ia dengan ke-kuasaannya menjadi pengawas dan raja atasmu, maka
jadilah engkau sebagai abdi, niscaya ia menjadi abdimu pula. Peliharalah
untuknya 10 perkara, niscaya ini akan menjadi kekayaan bagimu.

Pertama dan kedua, tunduk kepadanya dengan qana’ah (merasa cukup), serta
mendengar dan patuh kepadanya.

Ketiga dan keempat, memperhatikan mata dan hidungnya. Jangan sampai matanya
melihat suatu keburukan darimu, dan jangan sampai mencium darimu kecuali
oroma yang paling harum.

Kelima dan keenam, memperhatikan tidur dan makannya. Karena terlambat makan
akan bergejolak dan menggagalkan tidur itu membuat orang marah.

Ketujuh dan kedelapan, menjaga hartanya dan memelihara keluarga dan
kerabatnya. Inti perkara berkenaan dengan harta ialah menghargainya dengan
baik, sedangkan berkenaan dengan keluarga ialah mengaturnya dengan baik.

Kesembilan dan kesepuluh, jangan menentang perintahnya dan jangan
menyebarkan rahasianya. Karena jika engkau menyelisihi perintahnya, maka
hatinya menjadi kesal dan jika engkau menyebar-kan rahasianya, maka engkau
tidak merasa aman terhadap pengkhianatannya. Kemudian janganlah engkau
bergembira di hadapannya ketika dia bersedih, dan jangan pula bersedih di
hadapannya ketika dia bergembira”[2]

Seseorang menikahkan puterinya dengan keponakannya. Ketika ia hendak
membawanya, maka dia berkata kepada ibunya, “Perintahkan kepada puterimu
agar tidak singgah di kediaman (suaminya) melainkan dalam keadaan telah
mandi. Sebab, air itu dapat mencemerlangkan bagian atas dan membersihkan
bagian bawah. Dan janganlah ia terlalu sering mencumbuinya. Sebab jika badan
lelah, maka hati menjadi lelah. Jangan pula menghalangi syahwatnya, sebab
keharmonisan itu terletak dalam kesesuaian.

Ketika al-Farafishah bin al-Ahash membawa puterinya, Nailah, kepada Amirul
Mukminin ‘Utsman bin ‘Affan Radhitallahu ‘anhu, dan beliau telah
menikahinya, maka ayahnya menasihatinya dengan ucapannya, “Wahai puteriku,
engkau didahulukan atas para wanita dari kaum wanita Quraisy yang lebih
mampu untuk berdandan darimu, maka peliharalah dariku dua hal ini:
bercelaklah dan mandilah, sehingga aromamu adalah aroma bejana yang terguyur
hujan.”

Abul Aswad berkata kepada puterinya, “Jangalah engkau cemburu, sebab
kecemburuan itu adalah kunci perceraian. Berhiaslah, dan sebaik-baik
perhiasan ialah celak. Pakailah wewangian, dan sebaik-baik wewangian ialah
menyempurnakan wudhu.’”

Ummu Ma’ashirah menasihati puterinya dengan nasihat berikut ini yang telah
diramunya dengan senyum dan air matanya: “Wahai puteriku, engkau akan
memulai kehidupan yang baru… Suatu kehidupan yang tiada tempat di dalamnya
untuk ibumu, ayahmu, atau untuk seorang pun dari saudaramu. Engkau akan
menjadi teman bagi seorang pria yang tidak ingin ada seorang pun yang
menyekutuinya berkenaan denganmu hingga walaupun ia berasal dari daging dan
darahmu. Jadilah engkau sebagai isteri, wahai puteriku, dan jadilah engkau
sebagai ibu baginya. Jadikanlah ia merasa bahwa engkau adalah segalanya
dalam kehidupannya dan segalanya dalam dunianya. Ingatlah selalu bahwa suami
itu anak-anak yang besar, jarang sekali kata-kata manis yang
membahagia-kannya. Jangan engkau menjadikannya merasa bahwa dengan dia
menikahimu, ia telah menghalangimu dari keluargamu.

Perasaan ini sendiri juga dirasakan olehnya. Sebab, dia juga telah
meninggalkan rumah kedua orang tuanya dan meninggalkan keluarganya karenamu.
Tetapi perbedaan antara dirimu dengannya ialah perbedaan antara wanita dan
laki-laki. Wanita selalu rindu kepada keluarganya, kepada rumahnya di mana
dia dilahirkan, tumbuh menjadi besar dan belajar. Tetapi dia harus
membiasakan dirinya dalam kehidupan yang baru ini. Ia harus mencari hakikat
hidupnya bersama pria yang telah menjadi suami dan ayah bagi anak-anaknya.
Inilah duniamu yang baru, wahai puteriku. Inilah masa kini dan masa depanmu.
Inilah mahligaimu, di mana kalian berdua bersama-sama menciptakannya.

Adapun kedua orang tuamu adalah masa lalu. Aku tidak me-mintamu melupakan
ayah dan ibumu serta saudara-saudaramu, karena mereka tidak akan melupakanmu
selama-lamanya. Wahai sayangku, bagaimana mungkin ibu akan lupa belahan
hatinya? Tetapi aku meminta kepadamu agar engkau mencintai suamimu,
mendampingi suamimu, dan engkau bahagia dengan kehidupanmu bersamanya.”

Diriwayatkan bahwa Ibnu Abi ‘Udzr ad-Du’ali -pada hari-hari pemerintahan
‘Umar Radhiyallahu ‘anhu- menceraikan wanita-wanita yang dinikahinya.
Sehingga muncullah kepadanya beberapa peristiwa yang tidak disukainya
berkenaan dengan para wanita tersebut dari hal itu. Ketika dia mengetahui
hal itu, maka dia memegang tangan ‘Abdullah bin al-Arqam sehingga membawanya
ke rumahnya. Kemudian dia berkata kepada isterinya: “Aku memintamu bersumpah
demi Allah, apakah engkau benci kepadaku?” Ia menjawab, “Jangan memintaku
bersumpah demi Allah.” Dia mengatakan, “Aku memintamu bersumpah demi Allah.”
Ia menjawab, “Ya.”

Kemudian dia berkata kepada Ibnul Arqam, “Apakah engkau dengar?” Kemudian
keduanya bertolak hingga sampai kepada ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu
‘anhu lalu mengatakan, “Kalian mengatakan bahwa aku menzhalimi kaum wanita
dan menceraikan mereka. Bertanyalah kepada al-Arqam.” Lalu ‘Umar bertanya
kepadanya dan mengabarkannya. Lalu beliau mengirim utusan kepada isteri Ibnu
Abi ‘Udzrah (untuk datang kepada ‘Umar). Ia pun datang bersama bibinya, lalu
‘Umar bertanya, “Engkaukah yang bercerita kepada suamimu bahwa engkau marah
kepadanya?” Ia menjawab, “Aku adalah orang yang mula-mula bertaubat dan
menelaah kembali perintah Allah kepadaku. Ia memintaku bersumpah dan aku
takut berdosa bila berdusta, apakah aku boleh berdusta, wahai Amirul
Mukminin?” Dia menjawab, “Ya, berdustalah. Jika salah seorang dari kalian
tidak menyukai salah seorang dari kami, janganlah menceritakan hal itu
kepadanya. Sebab, jarang sekali rumah yang dibangun di atas dasar cinta,
tetapi manusia hidup dengan Islam dan mencari pahala”[3]

Kepada setiap muslimah yang memenuhi hak-hak suaminya dan takut terhadap
murka Rabb-nya karena dia mengetahui hak suaminya atasnya! Inilah contoh
sebagian pria yang mensifati isterinya yang tidak mengetahui hak suaminya
dan tidak pula memelihara kebaikannya. Ia tidak mempercantik diri dan tidak
berdandan untuknya, serta bermulut kasar. Ia mensifatinya dengan sifat yang
membuat hati bergetar dan telinga terngiang-ngiang. Camkanlah sehingga
engkau tidak jatuh ke tempat yang menggelincirkan ini.

[Disalin dari kitab Isyratun Nisaa Minal Alif Ilal Yaa, Edisi Indonesia
Panduan Lengkap Nikah Dari A Sampai Z, Penulis Abu Hafsh Usamah bin Kamal
bin Abdir Razzaq, Penterjemah Ahmad Saikhu, Penerbit Pustaka Ibnu Katsair]

44
Hardware, Software dan Networking / Mau tanya kenapa ya serverku?
« pada: April 29, 2007, 08:03:38 am »
assalamualaikum wr wb

oh ya temen2 kenapa ya komputerku klu baru buka IE kayak hang gitu lamaaaaa deh trs baru muncul dan suka kadang2 suka mucul2 salah satu prorgam tapi ngk tau tuh ngk pernah liat habis sekilas aja #:-S jadinya komputerku jalanya lambat :((

45
Referensi Buku / Sifat shalat Nabi
« pada: April 17, 2007, 08:54:52 am »
assalamualaikum wr wb

ada yang tau tentang buku ini ngk "Sifat shalat Nabi"

Muhammad Nashiruddin Al-Albani

tolong pendapatnya tentang buku ini :)

Halaman: 1 2 [3] 4 5