Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Topik - ni2n9

Halaman: [1] 2 3
1
Artikel Pilihan / Hei Cantik....!
« pada: Juli 27, 2010, 09:53:10 pm »
Jadi perempuan adalah anugerah, nikmat yang tak ternilai. Selain kata 'cinta', perempuan adalah objek inspirasi bagi para pujangga. Objek mereka bermain kata, sebab perempuan itu diciptakan dengan segala keindahan yang ada padanya. Sosok yang terlihat lemah, tapi coba lihat ketika dia marah. Perempuan seringkali terlihat tak berdaya, tapi coba cek sejarah yang ada, berapa banyak para penakluk dunia justru takluk di bawah kaki perempuan.
    Dan lihatlah betapa urgen persoalan perempuan, hingga satu kitab fiqih pun ditulis khusus untuk membahas segala hal terkait perempuan. Maka, Kawan, bagaimana kalian menyikapi diri sebagai makhluk istimewa ini?

Apakah ada yang punya pandangan seindah pandangan islam terkait perempuan?
Ketika kaum arab jahiliyah merasa malu hingga hitam mukanya ketika dikaruniai anak perempuan, bahkan tega mengubur mereka hidup2. Islam datang dan menentang tradisi bodoh itu.
Ketika kaum gender merasa sombong dengan pemikirannya seolah hendak mengangkat harkat dan martabat wanita di antara kaum laki2, yakinlah bahwa mereka semua membawa omong kosong. Islam telah jauh memuliakan perempuan dari mereka.
    Dan lihatlah bagaimana sekarang kapitalis memperlakukan perempuan. Perempuan tak ubahnya komoditas dagang. Setiap inci tubuhnya dijual, untuk melariskan merek mobil, televisi, sabun mandi dsb.
Maka wahai para perempuan yang disanjung sebagai sebaik-baik perhiasan dunia. Apakah kita mau dijadikan ibaratnya materi/benda oleh kaum yang mengingkari tuhan. Atau dijadikan alat penarik modal kaum kapitalis. Maka jadilah cantik dengan Islam, sesungguhnya tak perlu bedak tebal di wajahmu atau gincu semerah mawar di bibirmu. Jadilah mempesona dengan tunduk pada Tuhanmu, patuh pada aturannya.
Maka, Cantik... Jadilah indah dengan Islam.

2
Puisi / 4 my friend...it's just me
« pada: Juni 17, 2010, 10:36:45 pm »
Mungkin jika aku berlari menjauh
akankah kau mengejar dan mencegahku
akankah kau memegang tanganku erat
menarikku kuat saat ujung jari kakiku menatap ujung jurang
tegakah menamparku saat aku begitu bebal mendengarkanmu
dan jika itu benar-benar terjadi
maukah kau tetap di tempat yang sama
tak beranjak sedikitpun
menatap dikedalaman mataku
dan membantuku mencari bara yang dulu pernah ada di sana

3
Cinta oh cinta... / Kesempurnaan Cinta
« pada: Mei 02, 2010, 06:23:56 pm »
sumber:kickandy.com

Setelah   menyaksikan tayangan  “Cinta  Tanpa  Batas”  sejumlah  perempuan   hebat.  Kini saatnya  anda   menyimak  “Kesempurnaan Cinta”  dari  para  lelaki  yang melupakan  mimpinya   tentang perempuan   cantik  dengan  penampilan   sesempurna mungkin.  Ini  kisah tentang  sejumlah lelaki    yang   ikhlas  mencintai  dan  berbagi kehidupan  dengan perempuan-perempuan  yang   mengalami   kekurangan  secara  fisik.   Mengapa  pula  mereka  mau melakukannya?
“Ketika  pertama  saya  melihat  Priska, saya merasa  inilah  jodoh saya,”  ujar   Fandy   Prasetya KUsuma, mengenang   awal  hubungannya  dengan  Priskilla Smith  Jully  atau  Priska, seorang   perempuan penyandang  tuna netra sejak lahir.

 
Priska,  perempuan  asal  Jambi,  yang  hidup  mandiri   di  Kota  Semarang.  Menurutnya, kebutaan  mata  yang  ia peroleh,  adalah akibat  dari perbuatan orang tua yang  ingin  menggugurkan  ia  saat   masih janin.  “Tapi  sekarang  saya memaafkan mereka, karena ini pasti  akibat  ketidaktahuan  mereka ,”  tutur   Priska, yang  sejak  kecil   hidup  berpindah-pindah  kota ini.


Hubungan  Fandy dan  Priska  dimulai  saat   mereka   bekerja  di  sebuah  stasiun radio  di  Semarang.  Bisa  ditebak,  pada  awalnya,   hubungan ini  tak  mendapat  restu dari  orang  tua  Fandy. “Begitu  saya bawa Priska  ke rumah,  ayah saya  menyelinap  pergi  ke luar rumah dan Ibu saya  diam  dengan mata berduka.  Ia tak ikhlas mungkin, anaknya  yang sarjana  hanya mendapat  gadis lulusan  SD,  buta pula!,”  ungkap  Fandy.
Pasangan ini kini berbahagia  dengan   satu  anak dan   80 anak  asuh  mereka!  yang   kebanyakan  adalah  anak-anak cacat   ganda, juga  anak-anak  yatim piatu. Ya  memang,  sejak  sebelum  menikah,  Priska yang  mengaku  punya  masa kecil kurang indah  ini,  memiliki kepedulian   untuk  membantu  anak-anak  yang terabaikan keluarganya.


Dari  Sukoharjo, Jawa  Tengah,  Kick Andy  menemukan pasangan unik  Mujadi  dan Putri  Meyrinawati.   Mujadi  pria normal  yang berprofesi  sebagai  guru dan   Putri adalah  seorang  perempuan penyandang  Mental Reduction (MR) atau  keterbelakangan mental. Putri  pernah bersekolah disekolah umum sampai kelas tiga, setelah itu bersekolah di sekolah luar biasa karena tidak mampu mangikuti pembelajaran disekolah umum. Putri  kemudian  bersekolah di SLB masuk dalam kategori C (tuna grahita).


Mujadi  dan Putri   menikah  pada akhir   tahun 2008  lalu.  Tak ada masalah  dengan  soal perijinan  orang tua,   tapi  diakui  Mujadi,  masih banyak   hal  yang harus  dipelajari  bersama  dalam   hubungan  perkawinan  mereka.  “Saya  masih harus  banyak menyesuaikan diri karena Putri mempunyai sifat yang labil dan kekanak-kanakan,”  ujarnya.


Sementara   dari Bandung  ada  pasangan Asep Dindin Sofiadin dan  Mimin  Aminah.  Kita  akan terkesan  dengan  kehadiran dan  cara  Asep  membantu  Mimin berjalan  tertatih-tatih, dengan dua tongkat  penyanggahnya,  menuju   set  Kick  Andy.  
Pasangan  ini   sudah saling kenal  sejak masa sekolah. Asep adalah  adik  kelas  Mimin.  Bagi  Asep  soal  usia  atau   kondisi  fisik   Mimin  yang   mengalami  cacat  kaki akibat  polio, bukanlah  alas an  untuk tidak mencintai  Mimin.  Tapi lebih penting baginya,   ada kenyamanan  yang ia  rasakan saat  berkomunikasi  dengan  perempuan  yang  notabene lebih tua  darinya  itu.


Mimin  sendiri  sempat  menolak   untuk   menerima  Asep. Bahkan  Mimin  sempat  berusaha untuk mencarikan  perempuan lain bagi  Asep.  Tapi toh  akhirnya  cinta  mereka  bisa  berlangsung  hingga  ke pelaminan tanpa  rintangan dan  hambatan dari keluarga.  Kini  16 tahun sudah, mereka  bersama  dalam  mahligai  rumah tangga,  dan  memiliki  lima  anak.  Hebatnya  lagi, pasangan ini   kini menjadi  konsultan  dan memberikan  banyak pelatihan tentang  “Smart  Love”.
Pasangan   Jumat dan  Maryati  dari  Karawang  adalah  pasangan  yang   unik .  Jumat, pemain lenong  yang  bertubuh  normal  ini,  telah  memilih   Maryati  yang  hanya   bertinggi badan  90 cm  untuk  menjadi istrinya.  “Banyak  yang  cakep  di lenong  emang,  tapi saya  memilih  dia,”  ujar  Jumat mantap. Maryati sendiri mengaku   percaya  kalo  Jumat  benar-benar  mencintainya.  “Saya  suka diajak  jalan-jalan, dan  dia gak malu,” katanya.
Kehadiran mereka  di Kick  Andy  ditemani  oleh  buah kasih  semata  wayang  mereka yang   bernama  Cipto. Ketika  ditanya   host  Kick  Andy, apakah  Cipto  malu punya ibu  mini seperti  itu? Cipto  menjawab  tegas,” enggak.”


Kehadiran seorang  anak  memang   selalu  member  warna  bagi  sebuah rumah tangga.  Tapi  kalo Tuhan menghendaki lain?  Mungkin sebaiknya  kita   belajar  pada kesempurnaan  cinta pasangan  Eko Priyo Pratomo dan  Dian Wahdini  Syarief, asal Bandung.


Pasangan  yang menikah  20  tahun lalu  ini  pada awalnya  adalah  pasangan yang   normal, artinya  kondisi  fisik keduanya   normal.  Namun di tahun ke-9 perkawinan  Mereka,  Dian   terserang  penyakit Lupus, sebuah penyakit  yang  hingga kini  belum diketahui penyebab dan obat yang dapat menyembuhkannya.   Di tahun 1999  Dian   harus  berkurang  penglihatannya, akibat  infeksi  di  otak.  Setelah  beberapa kali  operasi bongkar  pasang   otak,  kini penglihatannya menjadi  5 % saja. “Saya melihat   orang  seperti siluet  di balik   kaca es,”  papar Dian.


Sampai  sekarang Dian sudah mengalami  sekitar 20  operasi,  dari  otak  hingga pengangkatan   rahim.   Dan  dengan  penuh  kecintaan,  Eko, sang suami menemaninya  terus menerus.   Dian sendiri  mengaku   sempat  menawarkan pada sang suami  untuk menikah lagi. “Bukan karena  saya  cemburu, tapi lebih  pada  saya   tahu  diri dengan kondisi saja,”  kata  Dian.

 
Tapi  toh  Eko menolak.  Baginya   melihat   penderitaan   Dian selama  sakit ,   menjadi  motivasi  terbesarnya  untuk  tetap mencintai dan menemani  sang istri. “Saya  belajar  kekuatan  pada  Dian,”  ungkapnya.   Tak  hanya  sebatas  itu,   Eko  juga membuktikan kecintaanya pada Dian dengan    membuatkan  puisi, hingga  menulis  sebuah  buku   tentang kekuatan  cinta mereka, sebuah buku berjudul  “Miracle of  Love”.
Inilah  kisah-kisah penuh  inspirasi, tentang  kesempurnaan  cinta,  selamat  menyaksikan.

“....Kekasih dengar bisikku, gemuruh getaran cintaku
Aku yang menyatu dalam sudut bahagiaku
Hanya kau satu bertahta dalam sanubariku
Kita yang tlah bertahan dalam terang  dan gelap malam
Terima kasih padamu cinta
Aku yang kini tlah memilikimu
Sempurnalah arti hidup ini
Milikimu untuk selamanya….
(cuplikan  lagu  “Sempurnalah”   cipt.  Andi Rianto)

4
Cinta oh cinta... / Cinta Tanpa Batas
« pada: Mei 02, 2010, 06:19:13 pm »
sumber:kickandy.com

Ini bukan dongeng, ini kisah cinta perempuan-perempuan terpilih yang melupakan mimpinya tentang seorang pangeran gagah dan tampan. Inilah kisah-kisah para istri yang rela mencintai dan berbagi kehidupan dengan lelaki, yang secara fisik tidak sempurna. Mengapa mereka melakukannya?

“Karena saya yakin cinta datang dari hati. Meski Ummi saya pada awalnya tidak menyetujui,” ujar Irma, seorang guru yang menikah dengan Zulfan, seorang duda yang mengalami lumpuh kedua.

Pada awalnya Irma mengaku ragu untuk menerima Zulfan sebagai kekasihnya, terutama karena melihat kekurangan fisik lelaki itu, tapi khirnya hatinya pun luluh. Tak beres sampai situ, karena kemudian menghadapi tantangan berikutnya yakni, orang tua yang menolak mentah-mentah lamaran Zulfan. Kekuatan cinta lah yang kemudian meyakinkan orang tua Irma untuk menerimanya.

Saat Ibunda Irma ditanya Host Kick Andy, apa perasaannya ketika pertama kali melihat calon pasangan putrinya itu? Ibu Siti Zaenab, atau yang biasa dipanggil Ummi menjawab tegas, “Ancur!” katanya. “Ya gimana? cacat begitu, kan gak bagus dibawa kondangan,” lanjutnya.

Lalu apa yang membuat Umi menerimanya? “Ya lama kelamaan dia baik juga,” ujarnya diakhiri tawa.

Persoalan ijin orang tua, sepertinya memang menjadi kendala terbesar dalam hubungan semacam ini. Misalnya kisah hubungan Jajang dan Maryati.

Jajang adalah seorang pegawai di RS Fatmawati yang jadi korban tabrak lari hingga kedua kakinya menjadi tak sempurna, karena mengalami kelumpuhan. Namun bagi Maryati, seorang suster di rumah sakit yang sama, Jajang adalah pria sempurna yang layak jadi suaminya. Tentu saja, keluarga menentang hubungan mereka, tak hanya soal fisik tapi juga ekonomi.

Meski Jajang punya keterbatasan, tapi cinta tak pernah memiliki batas. Mereka akhirnya menikah dan membuktikan bahwa kecacatan kaki Jajang bukanlah pembatas mereka untuk bahagia. Kehidupan rumah tangga mereka kini sudah berusia 23 tahun, dan dikaruniai seorang putri.

Cinta tanpa batas, juga ada pada pasangan Priagung yang menyandang tuna rungu, dengan Lela, yang secara fisik sempurna. Apa alasan Lela mau menerima pria tuna rungu yang diperjodohkan orang tua mereka? “Saya sangat ingin memiliki seorang suami yang tidak nakal,” jawabnya.

Bagi Lela, Agung, panggilan Priagung, adalah pria yang sangat baik, tidak bergaul seperti anak muda kebanyakan, senang membaca dan religius. Jadi ia pun rela menjadi istri Agung, meski harus memiliki cara unik dalam berkomunikasi.

Lain lagi kisah yang dialami pasangan Sinarahardja dan Herlina.

Sinarahardja adalah penderita kaki lumpuh akibat polio. Meski demikian ia tumbuh sebagai lelaki bersemangat hingga bisa menyelesaikan kuliahnya di Universitas Gajah Mada. Saat bekerja di Bogor, Sinarahardja bertemu dan jatuh cinta dengan gadis bernama Herlina.

Sayang hubungan mereka terhambat oleh orang tua yang tak merestui. Namun Herlina berusaha meyakinkan kedua orang tua , hingga restu itupun turun, meski hanya 50% saja. Kini pasangan itu bahkan saling bahu membahu membangun sebuah perusahaan konsultan pajak, dan berhasil. Kelumpuhan kaki Sinarahardja tak melumpuhkan cinta dan kehidupan rumah tangga mereka yang kini dikaruniai 2 putri.

Cinta memang tanpa batas, bahkan dalam batas kegelapan penglihatan.

Bagi Saidah Fauzi , kebutaan di bola mata Muhammad Fitra Salahudin, bukanlah penghalang untuk mencintai dan membagi hidup hidupnya bersama pria itu. Padahal, sebelum bertemu Saidah, Fitra baru saja ditolak oleh keluarga perempuan yang menjadi pacar sebelumnya, karena tak mau memiliki menantu tuna netra.

Fitra adalah seorang korban kecelakaan lalu lintas yang tak hanya menghilangkan penglihatannya, tapi juga kehancuran di wajahnya. Ia harus menjalani dua kali operasi dan sedikitnya mendapat 150 jahitan halus untuk memperbaiki wajahnya. Meski demikian, Saidah memiliki keyakinan bahwa sosok Fitra yang tuna netra itu adalah imam yang tepat baginya. Mereka menikah 4 tahun lalu, dan hidup bahagia bersama putra tunggal mereka.

Inilah sebuah episode tentang sebuah bukti bahwa cinta tak memiliki batas, bahkan mungkin semakin hari, semakin cinta, seperti lantunan lagu penutup dari Vina Panduwinata di episode special ini.

Salut buat mereka...

5
Puisi / hujan
« pada: Januari 05, 2010, 05:14:26 pm »
hujan...
mengamati genangan air yang seketika muncul, menjadi danau tak terduga, lalu melihatnya  melompat kegirangan terlindas kendaraan yang terburu-buru...
ada pula bocah-bocah tanpa alas kaki menawarkan payung warna-warni besar untuk dipakai sementara
dan kita pun terkaget oleh guratan kilat, mengiring candaan bahwa itu adalah blitz raksasa
maka mari berdansa saja bersama hujan, heninglah dan dengarkan baik-baik melodinya
nada-nada yang terbentuk saat tetesan air bertemu daun, saat menyenggol ranting, saat dia tergelincir di atas atap
hirup sedap aromanya, ketika hujan kedapatan bercengkrama dengan tanah dan rumput
kita menggigil tapi bahagia..
kita kuyup tapi kegirangan...
dan aku..
aku  menolak tawaran payung warna-warni itu
dan memilih bertemu langsung dengan hujan

6
Untuk yang berdomisili di Makassar
Ahad, 1 November 2009
Pukul 08.00 am
longmarch dari Monumen Mandala-Masjid Al Markaz Al Islamy, Makassar

'Mungkin kita tak punya banyak harta untuk membantu saudara2 kita di Gaza, tak punya kekuatan untuk mengusir kafir yahudi dari Al Aqsa, belum bisa mengirimkan anak2 dan suami kita untuk menjadi mujahid di sana, tapi semoga kontribusi apapun yang kita berikan dalam aksi ini menjadi bukti kemarahan kita atas Islam yang dinodai, atas Al Aqsa yang diinjak-injak. Semoga kehadiran kita dapat menjadi hujjah kita kelak di hadapan Allah, bahwa kita pun merasakan sakit yang sama dengan mereka di Palestina, merasa terhina saat Islam dihinakan. Menjadi bukti bahwa sekalipun terpisah samudera kita pun merasakan luka yang sama, bahwa tangis mereka juga mengalir di pipi kita.'

7
Freedom of Speech / Bad mood...bagaimana kalian mengatasinya???
« pada: Oktober 07, 2009, 08:50:43 pm »
just want to know.... bagaimana kalian mengatasi bad mood

8
Puisi / berkeliling labirin
« pada: Agustus 06, 2009, 09:50:12 am »
Mari mengelilingi labirin otakku. It’s real labirin. Tempat serpihan memori sering sukar ditemukan. Entah  terselip di mana, entah tertimbun di bawah puing yang mana. Tapi saya selalu menemukan yang ini, satu serpih yang kusangka tetap utuh. Sulit memastikan ini nyata atau salah satu hayal liarku. Mengejutkan bahwa saya selalu bisa menemukannya. Tak peduli labirinku sedang bersekongkol membuat labirin lagi di dalamnya. Saya menemukannya tepat di sana. Seolah tak terganggu dengan sistem penyimpanan memoriku yang kacau. Saya menemukannya, seolah dia baru saja berada di sana kemarin, bukan puluhan tahun yang lalu. Saya mengingatnya tepat seperti yang terjadi-jika ia benar-benar nyata, dan tepat seperti yang saya bayangkan-jika ia semata hayal. Saya menginginkannya terus di sana, tidak berubah. Satu jejak kecil dalam belantara sel-sel kelabuku. Satu waktu ketika kita menggelar takwa dan sujud di atasnya.
Taukah, bahwa saya ingin serpih itu keluar dan mewujud kembali-jika memang pernah terjadi, atau ia menjadi nyata-jika ia hanya hayal. Suatu ketika saat iman itu bergemuruh dalam dada. Iman kita...dada kita...bukan aku atau kamu semata.

9
Puisi / Berdamai dengan bayangan...
« pada: Agustus 03, 2009, 11:15:24 am »
Aku memilih jalan yg berbeda dengan bayanganku,
kami sedang tak sepakat
Bagaimanapun aku tak suka gelap,
sekalipun aku mencintai malam dengan bintang rupawan-nya
Dan satu hal lagi....aku tak suka diikuti!
Walau aku seringkali terpaksa memilih gelap untuk menghindarinya
Dan tertawa menyadari dia tak dapat menemukanku
Well, kami akhirnya berjauhan...tapi lucunya
Kami selalu melangkah bersama
Hahahaha rupanya dia tak tahan berjauhan denganku
Mmmhhh...rasa-rasanya kita mmg tak bisa berjauhan ^__^

10
Freedom of Speech / SBY-Boediono, ada yg patah hati....
« pada: Mei 14, 2009, 08:50:05 pm »
Beritanya sudah simpang siur di media, bahka SBY diduga kuat bakal 'mempersunting' Boediono sebagai cawapresnya. Sayangnya, banyak partai yg telah menaruh banyak harapan jadi patah hati.... Lantas kemana partai patah hati itu bakal melabuhkan dukungannya???

11
Puisi / Monologku....
« pada: April 23, 2009, 07:07:06 pm »
Ingin kutuliskan cinta. Dan merasakannya mengalir perlahan-lahan dari setiap ujung jemariku.  Membacanya dengan hati yang berdesir,lalu tersipu. Membuatku beku lalu gemetar.

Hendak pula kuukir amarah, yang melesat begitu cepat, mengacaukan detak jantung, membuat gigi bergemeletak tak karuan.

Kesalku hendak menghantam tembok ego yg terbentang di hadapan. Berteriak di setiap telinga yg tuli. Dan membuka mata setiap yang buta. Melumpuhkan setiap tangan yg hendak mengekangku.

Tapi aku ini sedang rindu. Tak hendak kesal ataupun marah. Ku hanya rindu. Itu saja. Mengertikah aku ttg rindu ini?

Apakah ia adalah seumpama cinta. Yg lama telah menetap tinggal di hati. Yg membuat setiap detakannya serupa harmoni yang menawan.

Ataukah ia adalah amarah yg tak terungkap? Seperti bara yg sebentar lagi membakar?

Tapi bagaimana kalo ia sebenarnya hanya sebuah kekesalan? Kesal sebab déjà vu yg sering datang, kesal karena memori menuntut di temui.
Ahh...mungkin aku tak perlu tau apa itu rindu. Saya hanya ingin merasakannya dengan sederhana.



12
Puisi / Bunda sederhana...
« pada: Desember 19, 2008, 03:36:07 pm »
Bunda...
Saat kubalik lembaran kisah kita
dan bertemu banyak cinta
Yang sempat terabai
pula sering tak teranggap
Bukan cinta penuh rayuan
bukan sajak manis bak pujangga jatuh hati
Tapi terungkap lewat belaian
dari tangan yang mengacuhkan menicure
mewujud doa yang selalu terpanjat
dari bibir yang tersepuh dzikir
dalam dekapan dada yang menyumbang kehidupanku
Bunda...
Ku tak hendak merayu
hanya menyatakan takjub
atas rajutan kasih yang menghangatkan
atas pundak kokoh  penampung penat
Bunda...
Saat jalinan saraf membawaku mengingatmu
hanya kutemukan wanita sederhana
Bunda...
Payah ku berpuisi
ternyata engkaulah diksi indah
yang kucari..

13
Agenda Kegiatan / Konferensi Muslimah Nasional
« pada: Desember 02, 2008, 09:16:30 pm »
Konferensi Muslimah Nasional " Selamatkan Kekayaan Alam Indonesia Timur, Cegah Disintegrasi, Bangun Bangsa Besar dengan Khilafah"

Selasa, 16 Desember 2008
08.00-12.00 Wita
Balai Prajurit Jendral M. Yusuf (Manunggal), Jln Jenderal Sudirman No. 6 Makassar

Pembicara:
1. Dr. Sulthana Parvin (Muslimah Hizbut Tahrir Inggris)
2. Desi Rati, ST (Muslimah Papua)
3. DR. Indah Raya (Dosen Universitas Hasanuddin Makassar)
4. Febriyanti Abbasuni, M.Si (Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia)

Orator:
1. Prof. Dr. Alida Palilati, M.Si. (Asisten Direktur II LPPM Universitas Haluoleo Kendari)
2. DR. Ir. Hj. Sutina Made, M.S (Ketua FCMP ICMI)

Kontribusi :
Reguler : Rp. 20.000
VIP : Rp. 50.000
(sertifikat & snack)

EO by : Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia

14
ternyata bukan hanya wanita 'biasa' yg cenderung dipandang hanya sebatas penampilan fisik. Sosok akhwat pun ternyata tak jauh dr fenomena ini. begitu mendengar ada ikhwan yg menentukan standar isteri dari cantiknya wajah dan putihnya kulit, saya seketika meradang. bagaimana mungkin sebuah pernikahan dilandasi dengan penampilan fisik semata?!
saya akui adalah hal yg manusiawi ketika kita ingin mendapatkan pasangan hidup yg sedap dipandang mata, dan hal inipun bukanlah hal yg haram dalam islam. namun bagaimana jika standar yg kita tetapkan ternyata tak seindah yg kita bayangkan?! akan bgmana nanti nasib pernikahan? bagaimana nanti jika pasangan kita telah berubah keriput, dan kulit yg tadinya putih mulus berubah kasar dan gelap?!
sebagai seorang perempuan saya tentu saja marah.
mengapa pula tidak menjadikan pemahaman islam sebagai standar dalam memilih pasangan hidup?
bukankah islamlah yang justru bisa menyelamatkan bukan indahnya penampilan fisik?!

15
Movies / Upin Ipin
« pada: Juni 29, 2008, 09:40:59 am »
Eh, ada yg sudah nonton film ini gak?!
ini film kartun dari Malaysia, mendidik banget buat anak-anak, buat orangtua jg ttg bagaimana menghadapi anak. ini film kartun yg paling mendidik yg pernah saya nonton. jangan bayangkan filmnya jadi kaku lho. ni film kocak abiez....

Halaman: [1] 2 3