Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Topik - Husniyah Azah

Halaman: [1] 2 3 ... 5
1
Obrolan Ummat / AKTIVASI OTAK TENGAH
« pada: Desember 28, 2010, 01:21:58 pm »
Assalamu'alaikum

Saya, jujur baru tau tentang otak tengah ini. Mungkin dudungers ada referensi yang bagus tentang aktivasi otak tengah ini. Karena banyak pro dan kontra yang saya dapat lewat pencarian di google.

Terimakasih :)

2
Sports / AFF CUP 2010
« pada: Desember 02, 2010, 11:56:04 am »
Bicara tentang AFF CUP 2010

Siapa yang mem follow? hehe

Topik saya mulai dari Indonesia VS Malaysia

Ikut bangga, ketika Timnas kecintaan rakyat Indonesia ini dapat sementara memimpin Group A setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 5-1.

Siapa saja yang berhasil menjebloskan bola ke gawang lawan ini di antaranya

1. Goal bunuh diri dari pemain belakang Malaysia setelah tendangan keras dari pemain tengah Indonesia M Nasuha
2. Cristian Gonzales membuat para sporter Indonesia bersuka cita ketika berhasil mengecoh pemain belakang Malaysia dan mencetak goal kedua Indonesia.
3. M Ridwan  menambah keunggulan Indonesia atas Malaysia, menambah kepercayaan diri Indonesia setelah babak pertama usai.
4. Arif ... (lupa namanya :D ) mencetak goal setelah menggantikan Bustomi.
5. Goal terakhir pada perpanjangan waktu di ciptakan oleh Irfan ... (siapa ya namanya ;)) ) pemain yang notabene bermainnya di Belanda ini, menutup pertandingan dengan goal yang berasal dari operan Okto.

Meski tidak mencetak goal dari kelima goal yang berhasil di ciptakan oleh Timnas Indonesia, tapi menurut saya Okto tampil briliant tadi malam saat laga Indonesia VS Malaysia berlangsung di Gelora Bung Karno.

Gesit berlari dan membawa bola  :cool:

Go Indonesia, semoga makin terasah mental juaranya, kalah ataupun menang hasilnya nanti :)




3
Jodoh & Pernikahan / Undangan Pernikahan
« pada: Juli 22, 2010, 08:43:00 am »
Assalamu'alaykum Warrahmatullah Wabarakatuh

Ikhwah Fillah
Alhamdulillahirabbil 'alamin, Allahumma sholi ala sayidina Muhammad waala alihi sayidina Muhammad.
Kami mengundang antum sekalian untuk hadir dalam Walimatul 'Urs kami

Ahmad Rizkan
Bin Fathurrahman
&
Sutini
Binti Suyat (Alm)
ID : Husniyah Azah

Yang InsyaAllah akan dilaksanakan pada
Hari : Ahad
Tanggal : 8 Agustus 2010
Jam : 12.00- 16.00 WIB
Tempat : Gedung Asrama Haji Ruang Arafah 1, Batam Centre
Do'a dan restu atas keberkahan Allah untuk menjadikan keluarga kami sakinah, mawaddah, warrahmah sangat kami harapkan

Jazakumullah Khairan Katsiran
Wassalamu'alaykum Warrahmatullah Wabarakatuh
Aan & Tini
                     

Akad Nikah

Hari : Ahad
Tanggal : 8 Agustus 2010
Jam : 10.00
Tempat : Masjid Nurul Islam Kawasan Industri Batamindo Muka Kuning, Batam

NB:
Banyak yang bertanya, kenapa akad nikahnya tidak di Masjid Raya saja yang jauh lebih dekat dengan tempat walimahnya, jawabannya karena Masjid Nurul Islam adalah tempat kali pertama kami bertemu pandang. :)

http://www.tinisyifa.com/2010/07/undangan-pernikahan.html

4
Movies / Prince Of Persia
« pada: Juni 06, 2010, 12:19:07 pm »
Ada yang udah nonton film ini?
bagus ga menurut kalian?

Menurutku biasa saja :D

5
Freedom of Speech / Selamat Datang Tuan Obama!
« pada: Maret 21, 2010, 04:15:42 pm »
Salim A. Fillah
-www.safillah.co.cc-

Selamat datang Tuan Obama. Sepertinya, Anda masih ragu bahwa kami akan menyambut Anda sebagai tamu dan memperlakukan Anda dengan baik. Betul demikian? Oh, Anda bertanya soal saudara-saudara kami yang menolak kehadiran Anda, Tuan Obama? To the point sekali Anda ini ya! Khas Amerika. Tetapi kami suka itu; sebuah gambaran sikap sangkil dan tak bertele-tele.

Baik, ini tentang mereka yang menolak kehadiran Anda. Ya, tentu saja pasti ada. Sebaik apapun, tak ada manusia di dunia ini yang bisa disukai oleh semua orang. Adalah mustahil untuk menyenangkan semua pihak. Anda tentu memahaminya. Anda pasti pernah merasakannya. Terutama saat rakyat Amerika menentukan pilihan sulit yang akhirnya memenangkan Anda sebagai presiden mereka. Kami tahu, Anda pernah ditentang secara lebih getir dan menyakitkan daripada penolakan ini. Bahkan juga dalam hari-hari ini, di negara Anda sendiri.

Dan inilah negeri kami yang menghormati kebebasan warganya untuk mengungkapkan aspirasi. Inilah negara demokrasi yang dalam banyak hal seringkali jauh lebih demokratis daripada negara Anda, Tuan Obama. Mereka, saudara-saudara kami itu, berdemonstrasi, menggelar acara di mana-mana. Ya. Pemerintah kami pun takkan bisa menghentikan itu, Tuan Obama. Kami orang Indonesia yang jamaknya muslim ini terbiasa menenggang perbedaan, menghargai pendapat sesama, dan merembuk semua soal secara baik-baik dalam musyawarah.

Dalam hal ini, dengan tulus hati kami sampaikan, Amerika memang harus belajar dari Indonesia.

Anda bertanya,”Jadi kalian muslim yang berbeda kelompok? Apakah mereka fundamentalis dan kalian moderat?” Kami katakan tidak, Tuan Obama. Kami muslim, kami bersaudara, dan kami tetap satu barisan. Bagi kami, situasi tak boleh lebih penting daripada hubungan. Situasinya adalah kami berbeda pendapat tentang kehadiran Anda –juga tentang banyak hal yang lain-. Adapun hubungan di antara kami adalah persaudaraan. Untuk Anda fahami, hubungan persaudaraan kami jauh lebih kuat daripada situasi perbedaan pendapat kami itu.

Saya akan membuatnya mudah untuk Anda, Tuan Obama; ini seperti seorang isteri yang tak selalu setuju dan tak selalu menyukai tamu-tamu suaminya. Tapi mereka pantang bercerai jika hanya soal itu. Kedatangan Anda memang membuat kami berbeda pendapat, tetapi jangan ragukan persaudaraan dan ikatan cinta di antara kami. Dan, -maaf jika agak kasar-, jangan coba-coba memecah belah kami.

Tuan Obama, sesungguhnya ada banyak alasan mengapa kami bersedia menyambut dan menerima Anda. Pertama-tama tentu saja karena Anda datang sebagai tamu. Setidaknya itulah yang anda katakan. Nabi kami sungguh berpesan, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya.”

Beliau telah memberi banyak contoh kepada kami Tuan Obama. Beliau berkenan menerima tamu bahkan yang paling tidak menyenangkan sekalipun. Di antara mereka ada ‘Utbah ibn Rabi’ah yang jahat dan suka menyiksa sahabat-sahabat beliau nan lemah. Tapi ketika dia datang sebagai tamu yang hendak bicara, Sang Nabi menerimanya dengan senyum dan tangan terbuka. “Duduklah hai Abul Walid”, sabda beliau menyapanya dengan panggilan kehormatan, “Dan katakanlah segala yang menjadi hajatmu.Aku akan mendengarkan dan menyimaknya.”

Lalu Utbah pun bicara panjang, lebar, tinggi, dan banyak tentang keberatan Quraisy atas da’wah beliau. Setelah sekian lama bicara, Utbah terdiam sementara sang Nabi mengangguk tanda mengerti. “Apakah engkau sudah selesaai atau akan menambah lagi hai Abul Walid?”

“Aku sudah selesai ya Muhammad!”

“Jika demikian, bersediakah engkau mendengarkan apa yang hendak aku sampaikan?”

“Ya.”

Lalu Sang Nabi membacakan untuknya Surat Fushilat, Tuan Obama. Itu salah satu Surat dalam Al Quran yang bicara tentang visi dan misi kenabian beliau dengan nada yang sangat indah. Dan diapun mengerti,bahwa memusuhi Sang Nabi bukanlah pilihan yang bijak. Dia mengatakan kepada Quraisy, “Tinggalkan lelaki ini dengan urusannya. Sesungguhnya kejayaannya akan menjadi kejayaan kalian. Dan jika dia menang, maka bangsa Arab tak lagi membutuhkan kemuliaan selain dirinya.”

Kami tahu Tuan Obama, yang tak bersedia mendengar takkan bisa didengar. Maka kami akan terlebih dahulu mendengarkan Anda. Katakan saja segala yang Anda keluhkan. Kami tahu, bahwa bahkan di negeri Anda, di sekitar Anda, ada begitu banyak penentang yang melawan Anda dalam mewujudkan janji-janji kampanye Anda. Mereka juga menghalangi Anda dengan segala cara setelah Anda bicara di Kairo dan mengucapkan banyak janji pada kami tentang perbaikan hubungan antara Amerika dengan Dunia Islam.

Kami tahu anda orang yang tertekan. Maka bicaralah, kami insyaallah akan mendengarkan Anda. Setelah itu kami akan menyemangati Anda untuk melanjutkan segala yang pernah Anda impikan tentang dunia yang penuh nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian. Kami tahu itu berat, tapi Anda pernah menjanjikannya pada kami. Janji seorang lelaki terhormat pasti dia junjung tinggi. Begitu bukan Tuan Obama?

Dan sesungguhnya kami juga akan meminta pada Anda beberapa hal yang kami berharap Anda, Tuan Obama, akan mewujudkannya untuk kami. Saudara-saudara kami di Gaza masih terpenjara, Israel masih membantai warganya tiap hari dan membangun pemukiman zhalim di tanah-tanah rampasan. Palestina masih terus berduka. ‘Iraq dan juga Afghanistan, ah, tarik saja tentara Anda dari sana, insyaallah perdamaian justru akan lebih mudah kami wujudkan.

Tuan Obama, banyak sekali yang kami minta Anda untuk mendengarkannya. Tapi biarlah detailnya nanti saja. Sekarang, silakan Anda yang lebih dulu bicara. Kami hormati itu. Dan sekali lagi, anda adalah tamu kami yang harus dijamu dan dimuliakan. Apalagi anda pernah melewatkan masa kecil di negeri ini. Sungguh kurang beradab kalau kami melarang seseorang mengunjungi tempat yang pernah punya makna bagi kehidupannya.

Selamat datang Tuan Obama, kami siap menyambut Anda.

Sayangnya kami juga tak bisa mengelak dari aksioma ‘Ali ibn Abi Thalib, menantu Nabi kami itu. “Musuhmu ada tiga”, ujar beliau empatbelas abad lalu, “Yakni musuhmu sendiri, kawan musuhmu, dan musuh kawanmu.” Kami melihat anda masih akrab dengan musuh kami Israel, dan anda menambah tentara untuk menindas kawan kami di Afghanistan. Sepertinya Anda masih menjadi musuh kami.

Tapi Tuan Obama, musuh yang cerdas lebih berharga daripada kawan yang bodoh. Kami tahu itu. Anda lebih baik masuk kelompok pertama saja daripada menjadi kawan kami tapi malah merepotkan. He he..

Sebagian pihak menganggapAnda sama saja dengan Tuan Bush. Ah, dulu kami menolak kehadiran Tuan Bush. Tapi kini kami menerima Anda. Itu sungguh karena hati kami telanjur berselimut baik sangka kepada Anda. Kami menganggap Anda berbeda dari dia. Ketika Anda berkampanye, ketika anda bicara di Kairo, anda sudah sampaikan itu. Dan kami mencoba percaya. Apalagi karena Amerika juga lebih menghendaki perubahan sehingga memilih Anda. Mereka tidak memilih John McCain, kandidat yang digadang-gadang Tuan Bush.

Kami ingat bahwa leluhur kami yang adil dan pemberani, Shalahuddin Al Ayyubi, memperlakukan Guy de Lusignan dan Reynald de Chattilon dengan cara berbeda. Guy, Raja Yerusalem itu ditawari minuman sejuk, sementara Reynald langsung dipenggal. Maaf, kalau analogi ini agak menyinggung Anda. Tapi Bush bagi kami lebih jahat dari Reynald. Dan, yah, kami tahu, tangan Anda juga masih berlumuran darah saudara-saudara kami di Afghanistan, Iraq, dan tempat-tempat lain meski sepertinya Anda tidak separah Guy de Lusignan.

Wah, saya yakin, Anda pernah menonton Kingdom of Heaven garapan Riddley Scott!

Lagipula, Shalahuddin Al Ayyubi pernah datang ke kemah musuhnya yang lain, Richard The Lionheart, Raja Inggris, untuk mengobati penyakitnya. Padahal Richard pernah memerintahkan pembunuhan 3000 tawanan muslim yang ada di tangannya. Itu sungguh kekejian yang besar. Tapi demikianlah Shalahuddin, pahlawan kami yang agung dan ksatria.

Tuan Obama, dengan menyambut Anda, kami mencoba untuk menjadi pewaris sifat-sifat ksatria dan akhlaq mulia itu, alhamdulillah.

Akhirnya, terimakasih, sudah berkenan berkunjung ke negeri kami. Tanggal 21 Maret, ketika matahari berada tepat di atas khatulistiwa, duapuluh enam tahun, lalu dengan berdarah-darah seorang ibu melahirkan anaknya. Itu perjuangan bertaruh nyawa yang sangat lama Tuan Obama. Sejak konstraksi pertama hingga kelahiran memakan waktu tiga hari. Ibu itu seorang perempuan yang sangat hebat.

Dan anak yang dilahirkan itu adalah saya. Ini ulang tahun syamsiyah saya Tuan Obama, terimakasih berkenan hadir. Saya pasti mengingatnya.

Wah, anda tertawa Tuan Obama. Seakan Anda ingin berkata bahwa yang bicara panjang lebar pada Anda sejak awal tulisan ini ternyata bukan siapa-siapa. Sebenarnya saya bermimpi Tuan Obama. Duapuluh empat tahun dari hari ini, yang menuliskan paragraf-paragraf ini adalah seorang Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri.

Wah, anda tertawa lagi. Ha ha ha..

Jangan menganggapnya mustahil Tuan Obama. Sesungguhnya empatpuluh sembilan tahun lalu rakyat Amerika tak menduga bahwa seorang lelaki dari Kenya yang datang untukmenikahi wanita Amerika lalu meninggalkannya pulang ke Afrika lagi itu sebenarnya datang untuk sebuah misi mahapenting. Dia datang sejenak, hanya dan hanya, untukmenitipkan seorang Presiden bagi Amerika Serikat.

Karena dari wanita itu, Anda lahir Tuan Obama. Itulah Anda, salah satu takdir ajaib untuk sebuah negara adidaya bernama Amerika. Maka selamat datang di negeri keajaiban bernama Indonesia. Selamat datang, Tuan Obama!


6
Kuliner / Menu Hari Ini dan Resepnya
« pada: Maret 20, 2010, 07:39:12 am »
Di sini , dudunger boleh berbagi menu yang di santap hari ini, pastinya yang di masak sendiri plus resepnya...
Ibu-ibu, jeng-jeng ... :D
berbagi dunk apa yang anda siapkan untuk keluarga hari ini... ;)
buat contoh bagi dudunger (kayak saya) yang lagi belajar memasak

Buat moderator : kalo udah ada thread yang serupa boleh di gabungin kok....  >:D<


7
Cerita Lucu / Ketika laki laki berbohong
« pada: Februari 19, 2010, 09:58:27 pm »
maaf kalo repost  :D

Seorang penjual minyak goreng keliling seperti biasa menjajakan dagangannya di tepian Sungai Citarum. "Nyak nyak minyaaaaaaaaaaaaak",teriaknya.

Di jalanan menurun tiba-tiba gerobaknya yang penuh dengan botol minyak tergelincir ke Sungai Citarum. Plung ... lap ...tenggelam deh ceritanya...

Huuuuu ... huuuu .... menangislah dia .... "Harus kuberi makan apa istriku nanti ... huuu...
" Tiba-tiba ... seorang Malaikat yang baik hati muncul dan bertanya : "Hai,BAJURI ... kenapa gerangankah sehingga engkau menangis begitu ?"

Ternyata ... namanya BAJURI ... tahu juga ya itu Malaikat ....
"Oh, Malaikat ... gerobak minyak goreng saya tergelincir ke sungai ..."
"Baiklah ... aku akan ambilkan untukmu ..."

Tiba-tiba Malaikat itu menghilang dan muncul lagi dengan sebuah kereta kencana dari emas, penuh dengan botol dari intan ...
"Inikah punyamu?" tanya Malaikat ...
"Bukan ... gerobakku tidak sebagus itu ... mana mungkin penghasilan saya yang 6 juta sebulan bisa beli kereta kencana? Itu pun sudah ditambah komisi penjualan yang cuma sedikit"

Malaikat itu pun menghilang lagi dan muncul dengan sebuah kereta perak dengan botol dari perunggu.
"Inikah punyamu?" tanyanya lagi.
"Bukan, hai Malaikat yang baik ... Punyaku cuma dari besi biasa ..botolnya juga botol biasa ..."
Lalu Malaikat itu pergi lagi ... dan kali ini kembali dengan gerobak dan botol Si BAJURI.
"Inikah punyamu?"
"Alhamdulillah ... benar ya Malaikat. Terima kasih sekali engkau telah mengambilkannya untukku".

Malaikat berkata", Engkau jujur sekali, ya BAJURI. Untuk itu sebagai hadiah ... aku berikan semua kereta dan botol tadi untukmu ...""???????? Alhamdulillah .... terima kasih ya Allah ... terima kasih ya Malaikat ..."

Sebulan kemudian, BAJURI rafting bersama istrinya di sungai yang sama
... Naas tak dapat ditolak, malang tak bisa dihindari
... Perahu karetnya terbalik dan istrinya hanyut ...

"Huuuuuuuuuuuuuuuuu u.... huuuuuuuuuuu ....... istriku ... di mana engkau ....", isaknya ...
Tiba-tiba Malaikat pun muncul lagi ... "Kenapa lagi engkau, ya BAJURI ?"
"Istri saya hanyut dan tenggelam di sungai, hai Malaikat ..."
"Ohhh ... tenang ... aku ambilkan ..."

Plash ... Malaikat itu menghilang dan tiba-tiba muncul kembali sambil membawa Nafa Urbach ... yang ada tato mawar di perutnya ...
"Inikah istrimu?" tanya Malaikat ...
"Betul, Malaikat ... dialah istriku ..."
"Haaaaaa .... BAJURI!!!" Malaikat membentak marah.
"Sejak kapan kamu berani bohong? Di manakah kejujuran kamu sekarang?"

Sambil bergetar dan berjongkok ... BAJURI berkata :
"Ya, Malaikat ... kalau aku jujur ... nanti engkau menghilang lagi dan membawa Bella Saphira ... kalau kubilang lagi bukan ... maka engkau akan menghilang lagi dan membawa lagi istriku yang sebenarnya ...Lalu ... engkau akan bilang bahwa aku jujur sekali ... dan engkau akan memberikan ketiga-tiganya kepadaku... Buat membiayai hidup Nafa saja aku bingung gimana caranya ...apalagi tiga-tiganya? ?? " Malaikat pun termangu dan bengong ....
"Benar juga kamu ... kamu realisti

8
Puisi / Sungguh
« pada: Februari 09, 2010, 06:42:31 pm »

Sungguh..
Jikalau aku masih boleh berkata jujur
Jikalau aku masih boleh menuliskan kata hati
Jikalau aku masih boleh membisikan bait sunyi

Sungguh
Meski engkau tak pernah peduli
Meski engkaupun tak punya hati
Meski engkau hanya peduli diri sendiri

Sungguh..
Aku masih mencintai
Dengan bibir diam terkunci
Dengan rasa takut
berubah benci

::Geum Jan Di::  :D

9
Movies / Avatar
« pada: Januari 05, 2010, 11:43:30 am »
Film yang satu ini, bagus  :x

saya sudah dua kali nonton...  :D (dan sekarang punya copyan di lappy) ;))
pokoknye keren dech (yang belum sempet nonton pasti makin penasaran :p ) trus cari link downloadnya he he  :D
"Jangan rusak hutan" itu sich pesen yang bisa kutangkep ;)

10
Artikel Pilihan / Emotion Release Techniques (TEHNIK V. SEDONA METHOD)
« pada: Desember 21, 2009, 11:37:15 am »
Dhare saja dari forum sebelah, silahkan lebih lengkapnya ke sini http://quantumikhlas.com/discussion/index.php?PHPSESSID=9019f53bff46772bab53309bd73011e5&topic=4463.msg17448#msg17448

Tehnik ini ditemukan oleh Lester Levenson, dan dipopulerkan oleh muridnya yang bernama Hale Dwoskin. Tehniknya sangat simple, hanya mengajukan tiga pertanyaan pada diri sendiri secara berulang-ulang hingga emosi negatif lepas. Walaupun simple, tapi sangat efektif dan penggunaannya pun sangat luas. Untuk detailnya bisa baca buku Sedona Method yang diterbitkan oleh Ufuk Press.

Pertanyaan yang dimaksud adalah:
Bisakah?
Maukah?
Kapan?

Caranya:
Bayangkan atau rasakan satu emosi yang ingin anda hilangkan. Misalnya rasa cemas. Kemudian...

1. Tanyakan pada diri sendiri, "Bisakah saya melepaskan rasa cemas ini?

Apapun jawabannya baik ya atau tidak, lanjutkan pada pertanyaan berikut:

2. "Maukah saya melepaskan rasa cemas ini?"

3. "Kapan?"

Seandainya anda menjawab tidak pada pertanyaan kedua, maka ajukan pertanyaan tambahan ini:
2a. "Apakah saya lebih nyaman menahan perasaan cemas ini atau lebih nyaman jika melepasnya?"
Jika jawabannya, "Ya, lebih nyaman melepas dong."

Maka ulangi lagi pertanyaan kedua. "Jadi mau melepas perasaan ini?"
Lalu setelah anda setuju, lanjutkan dengan pertanyaan ketiga, "Kapan?"

Inti dari tehnik ini adalah mengizinkan emosi negatif itu datang, lalu memutuskan untuk melepasnya. Dengan kata lain menuntun bawah sadar hingga mau melepas emosi negatif yang mengganggu kita. Tehnik ini sangat cocok terutama untuk orang yang bertipe auditori.

Dalam pengembangannya, tehnik ini juga dapat digunakan untuk membantu proses penyembuhan penyakit, menurunkan berat badan, meningkatkan finansial dll.

Terkadang dibutuhkan beberapa kali pengulangan sampai emosi negatif yang ingin kita hilangkan itu benar-benar hilang. Ada cerita seorang teman yang harus bolak-balik berulang kali bertanya pada dirinya sendiri karena tak mau juga melepas emosi negatifnya. Ketika itu dia selalu menjawab tidak dari dua pertanyaan pertama, dan ragu pada pertanyaan ketiga. Kira-kira seperti ini:

"Bisakah saya melepas perasaan ini?"
"Ga bisa, saya sakit hati banget."

"Maukah saya melepas perasaan ini?"
"Ga mau, perasaan ini ga mau pergi!"

"Terus lebih nyaman mana, membiarkan perasaan ini terus atau melepasnya pergi?"
"Ya lebih nyaman melepas pergi dong, tapi susah!"

"Kalau gitu mau melepas perasaan ini?"
"Iya mau! Tapi susah!"

"Tapi mau kan?"
"Iya mau!"

"Kapan?"
"Ngg...ga tahu, secepatnya aja deh."

"Secepatnya itu kapan?"
"Ya kalo bisa sekarang!"

"Jadi kamu bisa melepasnya?"
"Iya."

"Kamu mau melepasnya?"
"Ya."

"Kapan?"
"Sekarang!"

Dan akhirnya lepaslah emosi negatifnya.

11
Movies / Sang Pemimpi
« pada: Desember 18, 2009, 03:49:56 pm »
Film ini sudah di putar mulai tanggal 17 Desember 2009

Komentar saya "kerennya sama ma Laskar Pelangi"
Suka dengan senyum manis Arai (yang pas SMA)  :x
suka suara Arai pas nyanyi buat Zakia Nurmala  :x
Di film ini saya lebih suka akting Arai ketimbang Ikal... natural ;)

So... tunggu apa lagi, saya rekomendasikan film ini sebagai film yang sangat layak di tonton.
"Masa muda , masa yang berapi-api" Haji Roma Irama :D itu pekikan kelimat bijak Ikal yang membuat semua orang terbahak-bahak  :D
Tapi sayang banget, hal yang paling buat saya tertawa di novelnya adalah akting dari mereka bertiga pas di hukum, tapi di filmnya ga ada.  :)

12
Freedom of Speech / Saat Harus Menentukan Pilihan
« pada: November 24, 2009, 12:57:27 pm »
Semoga manfaat, maaf kalo repost  :)










13
Artikel Pilihan / Ramadhan Transformatif
« pada: Agustus 27, 2009, 05:33:27 pm »
Oleh Azyumardi Azra

Ramadhan kembali menjelang kita. Betapa bahagianya orang-orang beriman yang kembali bersua dengan Ramadhan. Berapa banyak sanak saudara, karib kerabat, dan handai tolan kita yang tidak berkesempatan lagi menjalani Ramadhan karena sudah dipanggil Yang Mahakuasa ke hadirat-Nya. Karena itu, berbahagialah mereka yang masih dapat kesempatan bertemu kembali dengan Ramadhan guna menjalankan ibadah puasa dan sekaligus meningkatkan amal ibadah lainnya untuk mencapai derajat takwa, yang merupakan tujuan ibadah puasa.

Kedatangan Ramadhan, boleh jadi sekadar perjalanan sirkular waktu yang memang sebagai salah satu sunatullah yang selalu datang, pergi, dan datang kembali selama alam raya ini masih beredar. Dan karena itu, dalam perspektif ini, datangnya Ramadhan merupakan sebuah kerutinan perjalanan masa belaka; yang pada gilirannya juga menciptakan siklus kerutinan dalam kehidupan mereka yang berkewajiban menjalankan ibadah puasa. Pada tahap ini, rutinitas mengandung banyak jebakan dan dampak, yang boleh jadi membuat mereka yang berpuasa kehilangan greget dalam mengambil manfaat sebesar-besarnya dari ibadah puasa.

Rutinitas dalam hal apa pun, termasuk ibadah, khususnya ibadah puasa, bisa memunculkan dampak-dampak yang tidak diharapkan. Ibadah sangat boleh jadi bakal kehilangan kesyahduan, makna, dan fungsinya bagi si pelaku jika ia mengerjakannya sebagai sebuah rutinitas belaka. Bahkan, ibadah yang dikerjakan bisa menjadi sekadar memenuhi kenyamanan psikologis karena telah melaksanakannya sebagai kewajiban fiqh. Tidak lebih daripada itu, yang di dalam hadits Rasulullah SAW tentang puasa; bahwa mereka yang berpuasa boleh jadi tidak memperoleh apa-apa, kecuali lapar dan dahaga.

Jika ini yang terjadi, ibadah yang dikerjakan bisa kehilangan fungsinya bagi pelakunya; dalam konteks puasa, tidak membawanya kepada taqwa, yang berarti 'terpeliharanya diri dari berbagai perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama'. Ibadah puasa yang setiap tahun dikerjakan seolah-olah tidak menghasilkan dampak positif apa-apa; sepertinya tidak meninggalkan bekas apa pun.

Ini bisa dilihat dari kenyataan; begitu banyak orang yang puasa, tetapi tetap saja menjalankan perilaku dan tindakan koruptif dalam berbagai bentuknya, baik pada tingkatan pribadi, masyarakat, bahkan pada tingkatan berbangsa dan bernegara. Dalam praktiknya, puasa bahkan cenderung diperlakukan sebagian Muslim hanya sebagai kesempatan untuk melakukan sin loundering (penyucian dosa), akibat perilaku dan tindakan koruptif mereka masing-masing selama 11 bulan di luar Ramadhan. Dalam kerangka ini, mereka beranggapan dosa-dosa bakal tercuci dengan melakukan puasa; jika seseorang melakukan dosa sebagai hasil perilaku koruptif, toh puasa Ramadhan datang lagi dan datang lagi memberikan kesempatan untuk menghapus dosa.

Sebab itulah, Nabi Muhammad SAW dalam sebuah haditsnya yang lain menyatakan puasa mestinya dilakukan tidak hanya atas dasar iman, tetapi ihtisaba, perhitungan, evaluasi, dan penilaian yang jujur dan cermat. Artinya, melakukannya dengan penuh kesadaran dan perhitungan, bukan hanya untuk memenuhi ketentuan-ketentuan fiqhiyyah tentang puasa, mengenai makna, implikasi, dan fungsi ibadah puasa itu dalam kehidupan sehari-hari, baik pada waktu berpuasa Ramadhan maupun pada pascaRamadhan. Bahwa berpuasa dengan ihtisaba bakal menghapuskan dosa-dosa sebelumnya hanyalah sebagai konsekuensi logis saja, bukan sebagai tujuan akhir dari puasa itu sendiri.

Puasa yang dilakukan secara ihtisaba itu bakal menghasilkan apa yang dapat kita sebut sebagai 'puasa transformatif', yaitu puasa yang mentransformasi atau mengubah para pelakunya ke dalam tingkatan pengalaman dan kehidupan spiritual yang lebih tinggi, lebih tinggi, dan terus lebih tinggi. Karena itulah, mereka yang ingin mentransformasikan diri ke tingkatan rohaniah lebih tinggi selalu menjadikan ibadah puasa wajib Ramadhan dan berbagai macam puasa sunnah sebagai salah satu medium terpenting yang harus mereka kerjakan dengan sebaik-baiknya. Mereka yang memiliki keinginan mencapai derajat kerohanian setinggi-tingginya yakin, pengalaman dalam berpuasa menuntun mereka ke arah kesempurnaan rohaniah demikian luas, yang nyaris tanpa tepi.

Puasa transformatif. Inilah puasa yang bakal meninggalkan bekas dan dampaknya dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Mereka yang telah mengalami transformasi diri melalui puasa dan ibadah-ibadah lain menjadi sadar bahwa ibadah-ibadah diamalkan bukan sekadar untuk kepentingan di dalam dirinya sendiri, melainkan juga sekaligus guna mencapai tujuan-tujuan lebih tinggi dan lebih mulia.

Jadi, jika kita ingin dampak puasa ke arah kehidupan lebih baik, puasa transformatif memberikan peluang sangat besar. Namun, tantangan ke arah ini tidak mudah; kita perlu memiliki perspektif transformatif dalam menjalankan ibadah puasa, sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan transformasi pula dalam berbagai aspek kehidupan.

14
Televisi dan Media Lainnya / Para Pencari Tuhan Jilid 3 & 4
« pada: Agustus 22, 2009, 08:47:42 am »
Alhamdulillah,
seneng nich, masih ada juga Para Pencari Tuhan 3...
menemani saat sahur, dengan pesan-pesan moral yang subhanallah bagi saya , kisah-kisah lucu yang buat mata melek :D,

Pokonya best dech , Maju terus Pak Haji Dedi Mizwar ...  :cool:

Ceritanya tadi malem, lagi nyinggung soal pemilihan ketua RW baru, yang calon2 nya tiba-tiba jadi baik dan ramah tamah ;))

15
Silaturrahim / Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
« pada: Agustus 20, 2009, 09:20:39 am »
Seekor burung Garuda di usia 40 Tahun, membutuhkan puasa 150 hari, untuk mendapatkan vitalitasnya kembali, cakar yang kuat dan paruh baru yang tajam.
Seekor ulat bulu yang menjijikan, juga membutuhkan puasa untuk menjadi kupu-kupu yang indah.
Seekor Ular juga membutuhkan puasa untuk mendapatkan kulit barunya yang jauh lebih menawan.
 
Manusia membutuhkan puasa satu bulan di bulan Ramadhan, untuk mendapatkan kembali keindahan dalam hidupnya, yaitu lebih nikmat dengan perasaan penuh taqwa.
 
Kekeringan hati, kesibukan yang menyita, sering kali manusia berjalan bagaikan robot atau boneka-boneka hidup.  Hanya berjalan dan menjalani tanpa perenungan yang mendalam tentang perjalanan hidup. Allah menghadiahi satu bulan penuh makna, barokah, hidayah dan ampunan.
Bulan Suci Ramadhan. Siapa yang beriman diajaknya untuk memasuki kepompong Ramadhan dengan suka cita, agar sehat jasmani dan rohani, serta kembali menjadi hamba yang bertaqwa.

Untuk semua dudunger, Selamat Menjalankan Ibadah Puasa, Maafkan atas segala khilaf, baik yang sengaja maupun tidak di sengaja  >:D<

Halaman: [1] 2 3 ... 5