Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Topik - HELL-TOBAT

Halaman: [1] 2
1
Tetap Semangat !!! / DIPINDAHKAN: lagi nyari kreatif
« pada: November 08, 2009, 10:53:13 am »
Lebih cocok kesini deh
Topik ini sudah dipindahkan ke Dear diary....

http://forum.dudung.net/index.php?topic=16765.0

2
Traveling / Jogja In Love
« pada: September 01, 2009, 08:48:56 am »
Ada yang tau kagak???
apanya...???
kalo mo ke Jogja???
ya naek bis/kreta aja, ato pesawat gitu
bukan itu
lha terus apa donk
nginep dimana???
nebeng temen ato sodara aja
lha kalo mo honeymoon
hotel
tau kagak penginapan disana
yang kelas menengah kebawah, tapi bukan emperan yah
sama tempat2 yang OK di Jogja
 :D

3
Tetap Semangat !!! / DIPINDAHKAN: Daarut tauhid
« pada: April 19, 2009, 10:40:20 am »

4
Tetap Semangat !!! / DIPINDAHKAN: help me
« pada: Agustus 01, 2008, 07:40:40 pm »

6
Tetap Semangat !!! / MOVED: KENAPA HARUS BEKERJA ?
« pada: Januari 08, 2008, 06:46:46 am »
This topic has been moved to Freedom of Speech.

lebih pas di sana deh
 ;)

http://forum.dudung.net/index.php?topic=8808.0

8
Tetap Semangat !!! / DIPINDAHKAN: Mau usaha apa ya ???
« pada: Maret 24, 2007, 08:12:12 am »
Topik ini sudah dipindahkan ke Freedom of Speech.
kayaknya cocok disini deh, ok
http://forum.dudung.net/index.php?topic=3957.0

9
Agenda Kegiatan / BURSA KARIR ITS Surabaya
« pada: Maret 14, 2007, 09:22:57 am »
Tempat GRAHA ITS Surabaya
Tanggal 14-15 Maret ini nih
buruan
 :great:

10
Tetap Semangat !!! / "Segala Sesuatu Ada Waktunya".........
« pada: Oktober 12, 2006, 11:01:52 am »
Suatu hari seorang turis dari Amerika untuk pertema kalinya mengunjungi kota Jakarta Setelah Check-in di hotel dan beristirahat ia bermaksud keluar hotel, untuk melihat keindahan kota Jakarta dari berbagai sudut. Pihak hotel pun mengaturnya dengan menyediakan taksi untuk mengantar sang turis berkeliling kota Jakarta dengan sopir yang sudeh berpengalaman membawa turis....

Taksi mulai meluncur dan membawa sang turis ke tempat2 yang dianggap special dan patut dikunjungi.Di setiap tempat yang dikunjungi sang sopir dengan bangga menjelaskan tentang sejarah dan keunikannya.

Ketika melewati monas sang turis bertanya ,"Pak Sopir, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat Monas ini?"

"Wah kalau gak salah sekitar tiga tahun,Sir,"
jawab supir taksi itu.

"Hah tiga tahun, lama sekali, di Amerika cuma butuh waktu waktu sekitar delapan bulan"

Pak sopir pun berpikir wah gila (hebat) juga Amerika.

Dari Monas taksi meluncur ke bundaran HI, dan terlihatlah Tugu Selamat Datang dengan megahnya.Sang sopir mengatakan bahwa ini merupakan salah satu patung yang terkenal di Jakarta,
dengan senyuman sinis turis bertanya kepada sopir "Berapa lama Patung ini dibuat??"

"Hampir dua tahun,Sir"

"Ck....Ck... .ck lama sekali, di Amerika ini hanya butuh enam bulan"

Sang sopir hanya terdiam..... ..

Taksi pun meluncur ke Jembatan Semanggi.... .
Lalu turis tersebut bertanya lagi kepada sopir,"Kalau Jembatan Semanggi ini dibangun berapa lama?"

"kira-kira dua tahun,Sir"

"Wah sangat lama, di Amerika seperti ini cuma butuh waktu enam bulan saja..."

"ah....sombong sekali turis ini gumam pak sopir dalam hati......."

Ketika Taksi melewati gedung DPR/MPR kembali sang turis menanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun gedung DPR/MPR tersebut...? ??

Dengan nada agak kesal dan jengkel sang sopur taksi pun menjawab.

"Wah gak tau ya......., soalnya kemarin waktu saya lewat sini belum ada !!!" ^_^



[ditulis kembali oleh HELL
diambil dari tulisan temen ane]

 :x

11
Tetap Semangat !!! / Lessons on Life
« pada: Agustus 30, 2006, 06:14:22 pm »
There was a man who had four sons.
He wanted his sons to learn not to judge things too quickly.
So he sent them each on a quest, in turn, to go and   look   at a pear tree that was a great distance away.
The first son went in the winter, the second in the spring, the third   in   summer, and the youngest son in the fall.
When they had all gone and come back, he called them together to   describe   what they had seen.
The first son said that the tree was ugly, bent, and twisted.
The second son said no it was covered with green buds and full of    promise.
The third son disagreed; he said it was laden with blossoms that   smelled so   sweet and looked so beautiful, it was the most graceful thing he had   ever seen.
The last son disagreed with all of them; he said it was ripe and   drooping   with fruit, full of life and fulfillment.
The man then explained to his sons that they were all right, because   they   had
 each seen but only one season in the tree's life.
 He told them that you cannot judge a tree, or a person, by only one   season,   and that the essence of who they are and the pleasure, joy, and love   that come   from that life can only be measured at the end, when all the seasons    are up.
If you give up when it's winter, you will miss the promise of your   spring,   the beauty of your summer, fulfillment of your fall.
Moral lessons:
Don't let the pain of one season destroy the joy of all the rest.
Don't  judge life by one difficult season.
Persevere through the difficult patches and better times are sure to   come some time or later

 :D

12
Tetap Semangat !!! / MATA YANG TIDAK MENANGIS DI HARI KIAMAT
« pada: Agustus 30, 2006, 06:04:59 pm »
Jalaluddin Rakhmat

Semua kaum Muslim berkeyakinan bahwa dunia dan kehidupan ini akan berakhir. Akan datang suatu saat ketika manusia berkumpul di pengadilan Allah Swt. Al-Quran menceritakan berkali-kali tentang peristiwa Hari Kiamat ini, seperti yang disebutkan dalam surah Al-Ghasyiyah ayat 1-16. Dalam surah itu, digambarkan bahwa tidak semua wajah ketakutan. Ada wajah-wajah yang pada hari itu cerah ceria. Mereka merasa bahagia dikarenakan perilakunya di dunia. Dia ditempatkan pada surga yang tinggi. Itulah kelompok orang yang di Hari Kiamat memperoleh kebahagiaan.

Tentang wajah-wajah yang tampak ceria dan gembira di Hari Kiamat, Rasulullah pernah bersabda, "Semua mata akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga hal. Pertama, mata yang menangis karena takut kepada Allah Swt. Kedua, mata yang dipalingkan dari apa-apa yang diharamkan Allah. Ketiga, mata yang tidak tidur karena mempertahankan agama Allah."

Mari kita melihat diri kita, apakah mata kita termasuk mata yang menangis di Hari Kiamat?

Dahulu, dalam suatu riwayat, ada seorang yang kerjanya hanya mengejar-ngejar hawa nafsu, bergumul dan berkelana di teinpat-tempat maksiat, dan pulang larut malam.Dari tempat itu, dia pulang dalam keadaan sempoyongan. Di tengah jalan, di sebuah rumah, lelaki itu mendengar sayup-sayup seseorang membaca Al-Quran. Ayat yang dibaca itu berbunyi: "Belum datangkah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kenudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang yang fasik (Qs 57: 16).

Sepulangnya dia di rumah, sebelum tidur, lelaki itu mengulangi lagi bacaan itu di dalam hatinya. Kemudian tanpa terasa air mata mengalir di pipinya. Si pemuda merasakan ketakutan yang luar biasa. Bergetar hatinya di hadapan Allah karena perbuatan maksiat yang pemah dia lakukan. Kemudian ia mengubah cara hidupnya. Ia mengisi hidupnya dengan mencari ilmu, beramal mulia dan beribadah kepada Allah Swt., sehingga di abad kesebelas Hijri dia menjadi seorang ulama besar, seorang bintang di dunia tasawuf.

Orang ini bernama Fudhail bin Iyadh. Dia kembali ke jalan yang benar kerena mengalirkan air mata penyesalan atas kesalahannya di masa lalu lantaran takut kepada Allah Swt. Berbahagialah orang-orang yang pernah bersalah dalam hidupnya kemudian menyesali kesalahannya dengan cara membasahi matanya dengan air mata penyesalan. Mata seperti itu insya Allah termasuk mata yang tidak menangis di Hari Kiamat.

Kedua, mata yang dipalingkan dari hal-hal yang dilarang oleh Allah. Seperti telah kita ketahui bahwa Rasulullah pernah bercerita tentang orang-orang yang akan dilindungi di Hari Kiamat ketika orang-orang lain tidak mendapatkan perlindungan. Dari ketujah orang itu salah satu di antaranya adalah seseorang yang diajak melakukan maksiat oleh perempuan, tetapi dia menolak ajakan itu dengan mengatakan, "Aku takut kepada Allah".

Nabi Yusuf as. mewakili kisah ini. Ketika dia menolak ajakan kemaksiatan majikannya. Mata beliau termasuk mata yang tidak akan menangis di Hari Kiamat, lantaran matanya dipalingkan dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah Swt.

Kemudian mata yang ketiga adalah mata yang tidak tidur karena membela agama Allah. Seperti mata pejuang Islam yang selalu mempertahahkan keutuhan agamanya, dan menegakkan tonggak Islam. Itulah tiga pasang mata yang tidak akan menangis di Hari Kiamat, yang dilukiskan oleh Al-Quran sebagai wajah-wajah yang berbahagia di Hari Kiamat nanti.[]

(Jalaluddin Rakhmat, Renungan-Renungan Sufistik: Membuka Tirai Kegaiban, Bandung, Mizan, 1995, h. 165-167)


 :D

13
Puisi / OOT
« pada: Agustus 30, 2006, 06:02:27 pm »
Maaf OOT, tapi cukup telak untuk "nyekak" sang rasialis !
 

 

The poem was nominated poem of 2005 for the best poem, written by an
African kid.

 When I born, I Black,
 When I grow up, I Black,
 When I go in Sun, I Black,
 When I scared, I Black,
 When I sick, I Black,
 And when I die, I still black..
 And you White fella,
 When you born, you Pink,
 When you grow up, you White,
 When you go in Sun, you Red,
 When you cold, you Blue,
 When you scared, you Yellow,
 When you sick, you Green,
 And when you die, you Gray..
 And you calling me Colored ??

 Aly El Sahly

 :D

14
Tetap Semangat !!! / Mu'adz pun Menangis
« pada: Agustus 24, 2006, 09:26:12 am »
A'uudzu billahi minasy syaithanirrajiim
Bismillahirrahmanirrahim,
Dengan atas asma Allah Yang Pemurah dan Penyayang

Ibnu Mubarak menceritakan bahwa Khalid bin Ma'dan
berkata kepada Mu'adz, "Mohon Tuan ceritakan hadits
Rasulullah sallAllahu 'alayhi wasallam yang Tuan hafal
dan yang Tuan anggap paling berkesan. Hadits manakah
menurut Tuan?

Jawab Mu'adz, "Baiklah, akan kuceritakan."

Selanjutnya, sebelum bercerita, beliau pun menangis.
Beliau berkata, "Hmm, Betapa rindunya diriku pada
Rasulullah, ingin rasanya diriku segera bertemu dengan
beliau."

Kata beliau selanjutnya, "Tatkala aku menghadap
Rasulullah sallAllahu 'alayhi wasallam, beliau
menunggang unta dan menyuruhku agar naik di belakang
beliau. Kemudian berangkatlah kami dengan berkendaraan
unta itu. Selanjutnya beliau menengadah ke langit dan
bersabda:

Puji syukur ke hadirat Allah Yang Berkehendak atas
makhluk-Nya, ya Mu'adz!

Jawabku, "Ya Sayyidi l-Mursalin"

Beliau kemudian berkata, 'Sekarang aku akan
mengisahkan satu cerita kepadamu. Apabila engkau
menghafalnya, cerita itu akan sangat berguna bagimu.
Tetapi jika kau menganggapnya remeh, maka kelak di
hadapan Allah, engkau pun tidak akan mempunyai hujjah
(argumen).

Hai Mu'adz! Sebelum menciptakan langit dan bumi, Allah
telah menciptakan tujuh malaikat. Pada setiap langit
terdapat seorang malaikat penjaga pintunya. Setiap
pintu langit dijaga oleh seorang malaikat, menurut
derajat pintu itu dan keagungannya.

Dengan demikian, malaikat pula-lah yang memelihara
amal si hamba. Suatu saat sang Malaikat pencatat
membawa amalan sang hamba ke langit dengan kemilau
cahaya bak matahari.

Sesampainya pada langit tingkat pertama, malaikat
Hafadzah memuji amalan-amalan itu. Tetapi setibanya
pada pintu langit pertama, malaikat penjaga berkata
kepada malaikat Hafadzah:

"Tamparkan amal ini ke muka pemiliknya. Aku adalah
penjaga orang-orang yang suka mengumpat. Aku
diperintahkan agar menolak amalan orang yang suka
mengumpat. Aku tidak mengizinkan ia melewatiku untuk
mencapai langit berikutnya!"

Keesokan harinya, kembali malaikat Hafadzah naik ke
langit membawa amal shaleh yang berkilau, yang menurut
malaikat Hafadzah sangat banyak dan terpuji.

Sesampainya di langit kedua (ia lolos dari langit
pertama, sebab pemiliknya bukan pengumpat), penjaga
langit kedua berkata, "Berhenti, dan tamparkan amalan
itu ke muka pemiliknya. Sebab ia beramal dengan
mengharap dunia. Allah memerintahkan aku agar amalan
ini tidak sampai ke langit berikutnya."

Maka para malaikat pun melaknat orang itu.

Di hari berikutnya, kembali malaikat Hafadzah naik ke
langit membawa amalan seorang hamba yang sangat
memuaskan, penuh sedekah, puasa, dan berbagai
kebaikan, yang oleh malaikat Hafadzah dianggap sangat
mulia dan terpuji. Sesampainya di langit ketiga,
malaikat penjaga berkata:

"Berhenti! Tamparkan amal itu ke wajah pemiliknya. Aku
malaikat penjaga kibr (sombong). Allah memerintahkanku
agar amalan semacam ini tidak pintuku dan tidak sampai
pada langit berikutnya. Itu karena salahnya sendiri,
ia takabbur di dalam majlis."

Singkat kata, malaikat Hafadzah pun naik ke langit
membawa amal hamba lainnya. Amalan itu bersifat bak
bintang kejora, mengeluarkan suara gemuruh, penuh
dengan tasbih, puasa, shalat, ibadah haji, dan umrah.
Sesampainya pada langit keempat, malaikat penjaga
langit berkata:

"Berhenti! Popokkan amal itu ke wajah pemiliknya. Aku
adalah malaikat penjaga 'ujub (rasa bangga terhadap
kehebatan diri sendiri) . Allah memerintahkanku agar
amal ini tidak melewatiku. Sebab amalnya selalu
disertai 'ujub."

Kembali malaikat Hafadzah naik ke langit membawa amal
hamba yang lain. Amalan itu sangat baik dan mulia,
jihad, ibadah haji, ibadah umrah, sehingga berkilauan
bak matahari. Sesampainya pada langit kelima, malaikat
penjaga mengatakan:

"Aku malaikat penjaga sifat hasud(dengki). Meskipun
amalannya bagus, tetapi ia suka hasud kepada orang
lain yang mendapat kenikmatan Allah swt. Berarti ia
membenci yang meridhai, yakni Allah. Aku diperintahkan
Allah agar amalan semacam ini tidak melewati pintuku."


Lagi, malaikat Hafadzah naik ke langit membawa amal
seorang hamba. Ia membawa amalan berupa wudhu' yang
sempurna, shalat yang banyak, puasa, haji, dan umrah.
Sesampai di langit keenam, malaikat penjaga berkata:

"Aku malaikat penjaga rahmat. Amal yang kelihatan
bagus ini tamparkan ke mukanya. Selama hidup ia tidak
pernah mengasihani orang lain, bahkan apabila ada
orang ditimpa musibah ia merasa senang. Aku
diperintahkan Allah agar amal ini tidak melewatiku,
dan agar tidak sampai ke langit berikutnya."

Kembali malaikat Hafadzah naik ke langit. Dan kali ini
adalah langit ke tujuh. Ia membawa amalan yang tak
kalah baik dari yang lalu. Seperti sedekah, puasa,
shalat, jihad, dan wara'. Suaranya pun menggeledek
bagaikan petir menyambar-nyambar, cahayanya bak kilat.
Tetapi sesampai pada langit ke tujuh, malaikat penjaga
berkata:

"Aku malaikat penjaga sum'at (sifat ingin terkenal).
Sesungguhnya pemilik amal ini menginginkan ketenaran
dalam setiap perkumpulan, menginginkan derajat tinggi
di kala berkumpul dengan kawan sebaya, ingin
mendapatkan pengaruh dari para pemimpin. Aku
diperintahkan Allah agar amal ini tidak melewatiku dan
sampai kepada yang lain. Sebab ibadah yang tidak
karena Allah adalah riya. Allah tidak menerima ibadah
orang-orang yang riya."



Kemudian malaikat Hafadzah naik lagi ke langit membawa
amal dan ibadah seorang hamba berupa shalat, puasa,
haji, umrah, ahlak mulia, pendiam, suka berdzikir
kepada Allah. Dengan diiringi para malaikat, malaikat
Hafadzah sampai ke langit ketujuh hingga menembus
hijab-hijab (tabir) dan sampailah di hadapan Allah.
Para malaikat itu berdiri di hadapan Allah. Semua
malaikat menyaksikan amal ibadah itu shahih, dan
diikhlaskan karena Allah.

Kemudian Allah berfirman:

"Hai Hafadzah, malaikat pencatat amal hamba-Ku,
Aku-lah Yang Mengetahui isi hatinya. Ia beramal bukan
untuk Aku, tatapi diperuntukkan bagi selain Aku, bukan
diniatkan dan diikhlaskan untuk- Ku. Aku lebih
mengetahui daripada kalian. Aku laknat mereka yang
telah menipu orang lain dan juga menipu kalian (para
malaikat Hafadzah). Tetapi Aku tidak tertipu olehnya.
Aku-lah Yang Maha Mengetahui hal-hal gaib. Aku
mengetahui segala isi hatinya, dan yang samar tidaklah
samar bagi-Ku. Setiap yang tersembunyi tidaklah
tersembunyi bagi-Ku. Pengetahuan-Ku atas segala
sesuatu yang telah terjadi sama dengan pengetahuan-Ku
atas segala sesuatu yang belum terjadi. Pengetahuan-Ku
atas segala sesuatu yang telah lewat sama dengan yang
akan datang. Pengetahuan-Ku atas segala yang telah
lewat sama dengan yang akan datang. Pengetahuan-Ku
atas orang-orang terdahulu sama dengan pengetahuan-Ku
atas orang-orang kemudian.

Aku lebih mengetahui atas sesuatu yang samar dan
rahasia. Bagaimana hamba-Ku dapat menipu dengan
amalnya. Mereka mungkin dapat menipu sesama makhluk,
tetapi Aku Yang Mengetahui hal-hal yang gaib. Aku
tetap melaknatnya...!"

Tujuh malaikat di antara tiga ribu malaikat berkata,
"Ya Tuhan, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan
laknat kami atas mereka."

Kemudian semua yang berada di langit mengucapkan,
"Tetaplah laknat Allah kepadanya, dan laknatnya
orang-orang yang melaknat."'

Sayyidina Mu'adz (yang meriwayatkan hadits ini)
kemudian menangis tersedu-sedu. Selanjutnya berkata,
"Ya Rasulallah, bagaimana aku bisa selamat dari semua
yang baru engkau ceritakan itu?"

Jawab Rasulullah, "Hai Mu'adz, ikutilah Nabimu dalam
masalah keyakinan."

Tanyaku (Mu'adz), "Engkau adalah Rasulullah, sedang
aku hanyalah Mu'adz bin Jabal. Bagaimana aku bisa
selamat dan terlepas dari bahaya tersebut?"

Berkatalah Rasulullah sallAllahu 'alayhi wasallam,
"Memang begitulah, bila ada kelengahan dalam amal
ibadahmu. Karena itu, jagalah mulutmu jangan sampai
menjelekkan orang lain, terutama kepada sesama ulama.
Ingatlah diri sendiri tatkala hendak menjelekkan orang
lain, sehingga sadar bahwa dirimu pun penuh aib.
Jangan menutupi kekurangan dan kesalahanmu dengan
menjelekkan orang lain. Janganlah mengorbitkan dirimu
dengan menekan dan menjatuhkan orang lain. Jangan riya
dalam beramal, dan jangan mementingkan dunia dengan
mengabaikan akhirat. Jangan bersikap kasar di dalam
majlis agar orang takut dengan keburukan akhlakmu.
Jangan suka mengungkit-ungkit kebaikan, dan jangan
menghancurkan pribadi orang lain, kelak engkau akan
dirobek-robek dan dihancurkan anjing Jahannam,
sebagaiman firman Allah dalam surat An-Naziat ayat 2."


Tanyaku selanjutnya, "Ya Rasulallah, siapakah yang
bakal menanggung penderitaan seberat itu?"

Jawab Rasulullah sallAllahu 'alayhi wasallam, "Mu'adz,
yang aku ceritakan tadi akan mudah bagi mereka yang
dimudahkan Allah. Engkau harus mencintai orang lain
sebagaimana engkau menyayangi dirimu. Dan bencilah
terhadap suatu hal sebagaimana kau benci bila itu
menimpa dirimu. Jika demikian engkau akan selamat."

Khalid bin Ma'dan meriwayatkan, "Sayyidina Mu'adz
sering membaca hadits ini seperti seringnya membaca
Al-Qur'an, dan mempelajari hadits ini sebagaimana
mempelajari Al-Qur'an di dalam majlis."

Sumber: Al Ghazali, Minhajul Abidin, dan Bidayatul Hidayah

15
Tetap Semangat !!! / Mata Hati
« pada: Agustus 24, 2006, 09:01:16 am »
Apabila engkau ingin melihat Allah dengan matahati
keimanan dan keyakinan sepanjang waktu, maka engkau
harus senantiasa syukur terhadap nikmat-nikmat Allah
dan ridha terhadap ketentuan-ketentuan-Nya.

"Dan nikmat apa saja yang datang kepadamu, maka dari
Allah-lah(datangnya), dan bila kamu ditimpa
kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu memohon
pertolongan."
(QS. An-Nahl: 53)

Apabila engkau inginkan suatu pergantian yang jauh dan
dirimu atau darimu, maka sembahlah Allah atas dasar
kecintaan, bukan atas dasar perniagaan (ingin balasan
pahala atau takut neraka), juga atas dasar ma 'rifat
melalui pengagungan dan mawas diri.

Bashirah (matahati) itu seperti mata indera, manakala
ada sesuatu yang jatuh pada mata itu, akan terganggu
pandangannya walaupun tidak sampai membutakan. Suatu
bisikan buruk bisa mengaburkan pandangan hati dan
mengotori pikiran. Sementara keinginan pada keburukan
itu akan menghapus kebajikan Manakala seseorang
melakukan tindakan seperti itu, pemiliknya akan
kehilangan andil dalam Islam yang dimilikinya karena
hasrat mendatangkan kontranya.

Apabila keburukan itu terus menerus menetap andil
Islamnya akan runtuh satu persatu. Apabila kenyataan
demikian menimpa para imam agama dan para pemimpin
dhalim, mereka akan sangat mencintai dunia dan
kedudukan duniawi, disbanding akhirat. pada saat
demikian itu, hilanglah seluruh ke-lslamannya.

Karena itulah engkau jangan tertipu oleh indikasi yang
bersifat lahiriah. Sebab indikator seperti itu tidak
memiliki ruh. Sedangkan Ruhul Islam adalah mencintai
Allah dan Rasulnya, serta mencintai akhirat, dan
mencintai hamba-hamba-Nya yang saleh. Pusat segala
sesuatu dalam sifat-sifat adalah terpusatnya ketika
wujudnya belum ada. Lalu lihatlah, apakah engkau
melihat mata, di mana? Atau engkau melihat jagad ini
ada, bahkan apakah engkau melihat suatu perkara itu
cacat? begitu pula setelah semua itu ada.

Kebutaan matahati itu dalam tiga hal:

Pertama, mengarahkan fisik ini pada perbuatan maksiat
kepada Allah.
Kedua, bermain-main dalam ketaatan kepada Allah, dan
Ketiga, tamak terhadap makhiuk Allah. Siapa saja yang
mengaku memiliki matahati, sementara ada satu unsur
dari ketiga unsur tersebut dalam dirinya, maka hatinya
dihadapkan pada asumsi-asurnsi hawa nafsu dan waswas
syetan. (Sulthanul Auliya 'Syeikh Abul Hasan
Asy-Syadzili)

Janganlah membuatmu ragu pada janji Allah, ketika doa
yang dijanjikan ijabahnya oleh Allah itu tidak kunjung
tiba, walaupun, sangat jelas bahwa engkau yakin
tibanya janji itu pada saat yang ditentukan. Hal
demikian, agar engkau tidak melukai matahatimu dan
meredupkan cahaya rahasia batinmu.
(Ibnu Athaillah as-Sakandari).

Halaman: [1] 2