Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Pesan - Arman

Halaman: [1] 2 3 ... 18
1
Silaturrahim / Re:Lagi ngapain neh?
« pada: Januari 08, 2010, 09:49:50 am »
Lagi-lagi merenungi... :D

Sedang merenungi kejadian yang tak pernah ana bayangkan sebelumnya
ketika ana sedang membantu memindahkan lemari pakaian kakak ana,
afwan, ga bermaksud ujub atau sombong ataupun takabur, kalau dari
segi ilmu pengetahuan agama ana merasa lebih unggul dibandingkan
kakak ana yang pendiam.

Ketika itu ana bareng2 menggeser lemari pakaian kakak ana, dan ternyata
dibelakang lemari pakaian kakak ana itu terdapat sekumpulan semut sedang mengerumuni
kecoa yang telah mati, ketika ana mengambil baygon untuk membasmi semut tsb,
tiba2 kakak ana melarangnya...jangan pakai itu dek..! kata kakak ana,
dan anapun terdiam sambil bertanya2 kenapa..? :-/
sambil membawa sehelai kertas koran dan sikat koas kakak ana menjawab..
kasihan dek semut juga ingin hidup dan mereka sedang menikmati hasil buruannya..!
tak lama kemudian kakak ana memindahkan semut itu dengan sikat koas keatas sehelai
kertas koran dan membuangnya ke halaman rumah, kemudian ana dan kakak anapun
meneruskan memindahkan lemari pakaian tsb.

Heran bercampur terharu dan malu, itulah yang ana rasakan saat itu...! :">

Kejadian ini memberikan pelajaran tersendiri buat ana.. :)
bagaimana mungkin kakak ana bisa menyakiti orang lain
kalau semutpun tak sanggup ia sakiti..?

Wassalaam,




2
Dear diary... / Re:Mood kamu hari ini...
« pada: Januari 07, 2010, 03:28:23 pm »
betteee,..............  :((
setahun ga ktmu pcr, pas ktmu lagi dah jadi jablay...  :((  :((  :((

hi..hi.. kacian dech lu..!
ngomong2 jablay tuh apa artinya..? :D
maklum ana yang coover boy..  :D

3

Berikut simak kisah seseorang, semoga dapat dipetik hikmahnya. (maaf kalo ada yg udah membacanya)

____________________________________

Cintaku di segala sisi

Kebiasaan kita, khususnya aku, akan timbul rasa suka atau simpati karena seseorang mempunyai sisi baik. Sisi baik yang menyenangkan rasa, membuatku bisa bersyukur berjumpa pada seseorang. Misalnya istriku saat ini.

Cinta tumbuh dan berkembang karena melihat karakternya yang lembut dan bersahaja, dan gampang menolong orang lain yang kesusahan. Akhirnya aku pun bertekat untuk mempersuntingnya untuk jadi pendamping hidupku. Membayangkan sebuah rumah tangga yang penuh saling perhatian dan tentu saja cinta yang menjadi pilar kekokohan persatuan kami.

Itu lah impianku. Tapi, impian tidak lah memang harus sama dengan kenyataan. Ternyata banyak hal yang belum aku ketahui tentang istriku ini. Sisi baik yang membuatku terpikat pada awalnya, ternyata bagaikan satu buah sisi mata uang receh. Ternyata dia pun punya sisi yang lainnya, yang tak pernah aku bayangkan.

Satu dua hari pernikahan kami, aku pun kembali pulang ke orang tuaku. Tak kuat dengan apa yang belum di bukakannya kepadaku. Ternyata dia adalah janda kembang di kampungnya. Aku tak tahu, karena tak ada sedikit pun informasi darinya atau pun dari pihak lain.

Bukan aku mempermasalahkan tentang statusnya yang janda, tapi yang sangat aku sayangkan setelah ijab kabul di lakukan baru lah aku tahu, siapa sebenarnya istriku tersebut. Pengantin baru seharusnya adalah masa indah yang patut di kenang, ternyata aku harus bergulat dengan egoisme tentang harga diri seorang laki-laki yang merasa di bohongi. Sakit, itulah yang aku rasakan.
Beruntung aku mempunyai kedua orang tua yang berpandangan luas tentang hidup. Beliau mengatakan bahwa ini adalah takdir yang harus aku jalani dalam hdiupku. Memang ini cobaan ku, karena aku terlahir dengan sifat yang sangat penyabar. Ternyata memang Allah memberikan ujian sesuai dengan tingkatan iman kita. Mereka tak ingin aku menceraikan istriku dengan alasan apapun. Aku pun patuh pada nasehat mereka.

Setelah mulai membuka diri untuk berdamai dengan hati, maka aku pun berusaha untuk belajar menerima istriku dengan status yang di sembunyikannya tersebut. Tapi ternyata itu adalah awal dari sifat yang lainnya, yang tak pernah aku temui selama ini. Ternyata perangai terhadap kedua orangtuanya berbanding terbalik dengan diriku. Aku yang tak pernah bersuara keras apalagi membentak kedua orangtuaku, ternyata istriku malah sebaliknya. Aku pun terhenyak kembali. Belum lagi lidahnya setajam silet, yang gampang sekali mengeluarkan kata yang dapat melukai seseorang seumur hidupnya. Aku sangat terpukul. Ternyata yang nampak di mataku sebuah kebaikan, ternyata di iringi dengan banyak kemungkaran yang tak pernah terbayangkan.

Istri yang aku kawini karena aku sangat mencintainya, ternyata adalah sebuah ujian untuk aku jalani seumur hidupku hingga kini. Ujian yang tak mungkin aku lepas, karena aku telah berjanji kepada kedua orang tuaku untuk tidak akan pernah menceraikannya sampai ajal merengut nyawaku. Sebuah pertahanan yang sangat kuat harus aku tanamkan, kemana aku harus bersandar bila aku tidak memulangkannya kepada penentu “Takdir”ku, Ilahi Robbi.

Setelah beberapa tahun perkawinan kami, hingga dikarunia dua anak yang lahirnya berdekatan, aku dan istriku masih sering kali bertengkar sengit dan kadang membuat anak-anak kami ketakutan. Aku yang tadinya bukan lah tipe pemarah dan gampang mengeluarkan kata makian, ternyata beberapa tahun bersama istriku aku telah berubah menjadi seseorang yang sebenarnya tidak aku sukai. Aku bukan lah aku yang dulu, yang selalu takut melukai lawan bicaraku. Ternyata istriku dengan tabiatnya yang banyak di luar perkiraanku, mengubahku menjadi seorang pemarah dan pemaki. Walau pun itu hanya aku lakukan padanya. Tapi sungguh aku sering menangis, di kala istriku tidur. Dan munajat panjang ku di malam dingin, seringkali membuatku terpekur. “Mengapa aku jadi begini?”.

Banyak do’a yang telah keluar dari bibir ini. Banyak ustadz yang aku datangi untuk merubah prilaku istriku, ternyata semuanya tidak ada kelihatan hasilnya. Istriku masih dengan sifat bawaannya, padahal dia rajin shalat. Aku sangat kecewa dan hampir putus asa.

Kemudian Allah memberikan hidayah ke dalam hatiku. Rasa ku yang dulunya kelam, ternyata dapat menangkap cahaya Ilahi. Cahaya yang membuatku dapat melihat apa yang sesungguhnya ada di hadapanku kini. Padahal kedua orangtua ku dulunya sebelum meninggal telah menyampaikannya, tapi ternyata setelah perkawinan kami menginjak dua belas tahun aku dapat memahami semua kejadian ini.

Cintaku ada karena melihat perangai baiknya, sebelum aku mempersuntingnya. Ternyata dalam cinta yang kita genggam bukan hanya harus memiliki satu sisi. Sisi buruk apa pun yang di miliki pasangan kita adalah sebuah anugerah bagi kita.

Kita harus mampu menerima keburukan, sebagaimana kita menerima kebaikannya. Cinta kepada sesuatu tidak harus banyak menuntut, tapi bagaimana sesuatu yang tidak menyenangkan mata dan hati, dapat kita ambil untuk di pelajari kemudian untuk di petik hikmahnya. Seperti bagaiaimana kuatnya kemauan Rasulullah Saw untuk meng-Islamkan pamannya Abu Thalib, ternyata beliau tak mampu. Begitu pula aku yang hanya manusia biasa.

Istriku hingga kini adalah tempatku belajar untuk sabar dan berusaha memahami bagaimana sifat dan karakternya saat ini. Dia tidak terlalu bersalah, akrena aku menyadari itu adalah hasil didikan dari lingkungannya, baik dari kedua orang tuanya maupun dari keluarga besarnya.

Jadi di umur yang tidak bisa dikatakan muda lagi dan kedua anak kami yang telah menyelesaikan pendidikannya, membuatku lebih tenang dalam mengisi sisa-sisa hidupku ini. Aku merasakan sebuah ketenangan dan penerimaan total atas semua dua sisi sifat istriku yang aku cintai itu dengan sangat sadar.

Sadar bahwa memang hidup di dunia ini, akan selalu ada cobaan. Kita tak bisa merasakan sebuah nikmat bila kita selalu mempermasalahkan sesuatu yang kurang. Baik pada pasangan hidup kita, anak-anak kita atau orang-orang yang selalu bersifat kurang terpuji terhadap kita. Intinya adalah menyikapi semua hal dengan lapang dada dan sadar semuanya adalah skenario Allah Swt.

Karena sebuah kebaikan tentu lah hal yang menyenangkan yang tak perlu kita persoalkan. Bila kita menyukai seseorang karena kebaikannya, maka bersiaplah untuk pula menerima sifatnya yang tidak kita sangka, yang bila kia permasalahkan akan betul-betul menjadi masalah.

Saat ini yang aku kejar adalah sisa umurku yang tidak lama lagi, bila di sandingkan dengan umurnya Rasulullah. Maka oleh itu lah aku sangat bersyukur, karena sesuatu yang tadinya aku anggap sebuah beban ternyata adalah bentuk kasih sayang dari Allah Swt. Dengan memberikan sebuah pembelajaran dan didikan bertahun-tahun yang harus sangat payah harus ku emban, ternyata berbuah manis untuk ku petik di masa tua ini.

Jadi hidup ini memang sebuah perjalanan rohani yang harus selalu kita gali hikmahnya, agar semua yang kita temui dalam perjalanan singkat di dunia ini merupakan sebuah kesadaran. Sadar bahwa semuanya adalah kehendak-Nya. Karena bagaimana pun banyak ilmu yang telah kita pelajari, atau banyak buku yang telah kita baca, semuanya itu tidak akan berfaedah bila rasa ikhlas tidak ada dalam jiwa kita.


Tiada daya dan upaya melainkan semuanya datangnya dari Allah Swt.


( Tulisan ini merupakan  kisahi perjalanan hidup seorang lelaki yang mungkin dapat di petik hikmahnya. Amin )

Sengata, 2 Nopember 2009

Halimah Taslima

Forum LIngkar Pena ( FLP ) Cab. Sengata

 

 

4
Cerita Lucu / Re:Tempat OOT!
« pada: Januari 07, 2010, 10:07:32 am »
tumben nongol tante? ;))
Tangan udah mulai gatel om...
Melihat jomblowan-jomblowati dudung.net pada berguguran, ga tahan juga kalo ga ngece plus ngomentari belum afdol kayaknya, wehehehe....
Tinggal menunggu kabar darimu om, wekekeke.....

kalo si dave masih lama kali
masih pengen mewujudkan 'mimpi2'-nya.. hehehe...  ;D

Emang mimpi2nya tuh apa om....? :-/
Hi..hi.. denger2 mimpinya ingin dapetin Putri Indonesia tahun 2012.. :D ;)

kabuuuuuuuuuuuuurrrrrr....! :go:

5
Afwan, mau tanya dikit sama Akh Mat.Peci

Jika dalam bab tahlilan disitu dijelaskan masalah hukum2 diperbolehkannya bersedekah oleh keluarga mayit terhadap
pengunjung dengan tujuan pahalanya untuk sang mayit, lalu yg ingin ana tanyakan kapan dan dimana asal muasal tahlilan
itu di adakan? terus siapa yang memulai menyelenggarakannya?
Apakah langsung ada di jaman Rosululloh SAW sendiri atau sesudah wafatnya beliau?
Apabila jawabannya sesudah wafatnya Beliau kenapa bisa terjadi demikian?
padahal sudah terang2an saat itu Beliau membolehkan seorang pemuda untuk bersedekah
mengatas namakan ibunya yang telah wafat tadi.

Tambahan :
kenapa Akh ketika Nabi SAW wafat ana ga pernah denger ada tahlilan untuk Beliau?
sekali lagi afwan, ana ...ortu yang masih awam akan ilmu agama, jika selama ini
ana masih mengikuti tahlilan karena mengikuti tradisi keluarga ana.

Syukron Akh, mohon pencerahannya, :)
Wassalaam,

6
Freedom of Speech / Re:Terima kasih semua
« pada: Januari 06, 2010, 10:54:25 am »
Sama-sama.. :)

7
Cerita Lucu / Re:Five-Words-Game!!
« pada: Januari 06, 2010, 10:45:31 am »
Memang susah kalau masih jomblo :p

8
Cerita Lucu / Re:[pic] Tips ngilangin pegel-pegel dileher
« pada: Januari 06, 2010, 10:41:07 am »
Tips dari mana tuh...? :-/

Pegel-pegelnya tetep puyengnya nambah... :D

9
Freedom of Speech / Re:waktu dan cara menghitungnya
« pada: Januari 06, 2010, 09:56:03 am »
Nice Artikel... :great:

10
Kajian Quran dan Hadits / Re:Mari beramal shaleh
« pada: Januari 06, 2010, 09:42:41 am »
Apakah AQ tidak menjelaskan apa ydd : iman ??, sungguh sangat mustahil.

inilah bukti apa yg saya katakan : "kelihatannya ada indikasi AQ kurang menjadi perhatian anda", jadi saya bukan men-judge anda, tetapi kenyataannya memang begitu, seandainya anda lebih banyak membaca anda pasti tahu apa ydd dengan iman ? oke.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baiknya makhluk. (QS. 98:7)

anda sendiri mengakui bahwa amal shaleh harus tetap dibarengi iman
lantas kenapa ketika orang bertanya mengenai definisi iman
anda justru mengelak..
heheh.. aneh..
ketika ada orang yang kurang perhatian pada AQ bertanya pada anda yang 'lebih' perhatian pada AQ
anda justru menolak menjawab
apakah begitu akhlak orang yang memahami AQ?

Yuppp....! Jika ana dan Mas Arif dan yg lainnya sudah mencoba memberikan definisi Iman dan Amal shaleh,
tetapi kenyataannya seperti tak ada apa2nya di mata antum...? :-/

Lalu apa sebetulnya definisi Iman dan Amal Shaleh menurut pengertian antum (Mas Tobil)?

Silahkan uraikan disini...! jika antum merasa sangat menguasai AQ.


11
Menyimak apa yg disampaikan Akh Mat.Peci memberikan keyakinan tersendiri bagi ana
tentang tahlilan dsb, yg notabenenya sebagian kalangan muslim mengexpose sebagai
sesuatu yg bid'ah bahkan mengharamkan hukumnya.

Terima Kasih Akh MAt.Peci atas penjelasannya.... :great: :great: :great:
Thank's juga untuk file PDF nya.  :)

Afwan, ga bermaksud memojokkan kalangan tertentu yg memiliki pemahaman lain. :cool:

12
Freedom of Speech / Re:...
« pada: Januari 04, 2010, 01:54:55 pm »
Kepikiran hal yg blum dlakukan d jurusan trutama bgi mahasiswa
tugas2 mlalui email, konsultasi skripsi mlalui email

boleh juga tuh :D bahkan sekalian aza dengan skripsinya biar dosennya capek ngebacanya.. :p
sebetulnya upaya pengurangan pemborosan kertas udah lama ada,
contohnya :
- kalo dulu orang menghitung pake kotretan dikertas skrg bisa pake cipoa ato kalkulator
- kalo dulu orang mau nyatain cinta aza pake surat2an skrg bisa pake sms an.. :D

tapi tetep aza hutan makin gundul :p

13
Freedom of Speech / Re:10 BESAR Hantu Indonesia Paling Ditakuti
« pada: Januari 04, 2010, 01:41:10 pm »
kurang satu lagi bang....yaitu SWANGGI...menurut cerita PAmanku yang dari Papua, orang Papua takut banget ama yang satu ini

hi.. hi.. hantunya dipromosiin aza om biar masuk 10 besar :p :D

14
Kajian Quran dan Hadits / Re:Mari beramal shaleh
« pada: Januari 04, 2010, 10:12:19 am »
Afwan tanya Mas Tobil, cuma ingin tahu komentar anda tentang artikel ini,
karena ada kaitannya dengan amal shaleh....

http://www.republika.co.id/berita/37077/Iman_dan_Amal_Shaleh

15
Cerita Lucu / Re:Tempat OOT!
« pada: Desember 23, 2009, 02:58:39 pm »

emang kang dudung gbs dipanggil yak, sebentar aja buat ngeban..

Tul..? :-/

halah...jadi ga nyaman :102:

virusnya muncul terus.. :-??

Halaman: [1] 2 3 ... 18