Komunitas DUDUNG.NET

Heart to heart => Puisi => Topik dimulai oleh: qiozz pada Desember 22, 2011, 12:05:25 am

Judul: I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 22, 2011, 12:05:25 am
puisiku bukan untuk kau baca
atau kau dengar
puisiku hanya buluh perindu
dari ragu yang merayu
untuk menggubah hati
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 22, 2011, 12:07:11 am
biar kunikmati sendiri puisi ini
tanpa melewati saripati
yang membungkus baitnya kelak
inilah cikal bakal tubuh baruku
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 22, 2011, 12:52:04 am
jemariku buta aksara
bergelimpang di mana-mana
menyusunnya
bukan lagi sebatas indah
tapi harus bermakna
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 22, 2011, 09:10:09 am
sepeninggalan pagi
aku mulai mengeja
satu persatu warna malam
pelangi pun ternyata mampu
melebur dalam gelap
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 22, 2011, 06:22:41 pm
senyumnya tipis mengembang
di atas alis yang cuma segaris
ada kerut di dahi
yang tak bisa hilang
itu bukan kebimbangan
melainkan keniscayaan
petang di angka yang sulit terbilang
karena nyawa taruhannya
lalu akan kau bayar dengan apa harga matinya?
sementara dadanya
masih bergelantungan di kerongkongan
dan di aliran nadimu yang tak pernah usai

*Ibu*
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 22, 2011, 11:11:49 pm
sebongkah batu pun
dapat mendewasakan gunung
namun, tak kan searif
mata air di hulunya ketika
muara membelah dirinya
agar menjadi bangsa
atau cikal anak leluhurnya
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 22, 2011, 11:13:09 pm
menggubah hati
menjadi melody
nada yang paling tepat
ada di kunci C
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 23, 2011, 01:43:10 am
apa artinya senyum yang berkembang
jika makna tak renyah terkunyah kata
bagi hati terlampau sudah
apa pentingnya memahami diam ku
jika kecapmu tak kau hatamkan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 23, 2011, 07:41:23 am
ada kenang yang terlanjur mengekang
tak terbatasi hingga entah
adalah ketidak mungkinan yang melangit
meski membumi seribu tanya yang meletakan jejak
lantas ku coba arungi sampai terdaki itu
hanya sebuah rapalan indung puisi
dari bait-bait yang terpahat lewat lamunan
tanpa tepi di ujung kekosongan
yang bisingnya adalah sunyi
yang mengakar di mata aksara
yang ku urai
itu bukan mimpi juga bukan ilusi pun
bukanlah realiti yang terbangun tanpa ada arti
apapun itu yang sanggup kau urai
yang renyah terkunyah dalam pemahamanmu
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 23, 2011, 06:08:37 pm
hati manusia
seperti jagad raya
yang mampu membagi dirinya
di sejumlah dimensi musim
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 23, 2011, 11:59:35 pm
catatan dari sebuah pembicaraan

ketika aku sendiri
di ruang perpustakaan yang sepi
datang seorang gadis
membawa sekeping hati
kekecewaan diri
bersama kehancuran cinta ini
katanya, “ saudara
buatkan aku sebuah puisi
tentang hidup ini
dan diri ini
yang hancur
karena insan bernama lelaki”
lalu aku buatkan
sebuah puisi yang mengharukan
yang mengutuki seorang lelaki
“ bahwa sebenarnya
hati lelaki itu
hadir di dalam diriku”

***
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 24, 2011, 12:03:28 am
kita tidak pernah merasa
jadi bagian masing-masing
dapat kita lihat masa lalu kita
kalau kita pernah berbagi
di setiap kenangan yang hangat
mungkin aku tidak pernah
akan menjadi pendapingmu
tapi cintamu memberkahi hidupku
aku hanya dapat berharap
daripada merasakan perasaan yang terbakar

kita mendapatkan pelajaran
dari sesuatu yang kita lalui
itulah pelajaran hidup
bahwa kita dapat belajar
melewati rasa sakit dan perselisihan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 24, 2011, 09:46:24 am
aku lupa
bagaimana cara
menghitung langkah kita dulu
apakah dimulai dari maju atau mundur??!
berada di persimpangan ini
mengingatkan aku tentang sejarah usang
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 24, 2011, 06:20:39 pm
ada kantuk di benak
yang sedari hadirnya
tak juga menutup pelupuk
malah semakin tajam mematuk
memaki suntuk
sampai merajuk
derai di kelopaknya
yang lapuk
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 24, 2011, 07:41:21 pm
dulu..
aku pernah bermain di atas sana
(menunjuk ke langit)
bermain dalam sebuah lingkaran
yang kau sebut dengan nama bulan
tapi sayang
wajahnya tak seindah bayangannya
lalu aku pindah ke sebelahnya
bermain di bangunan segilima
yang kau sebut dengan nama bintang
tapi ternyata kilaunya hanya sebuah curian aahh...
lalu kuputuskan saja melompat turun
dan menyaksikan keindahan mereka dari jauh saja  :)
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 25, 2011, 12:11:29 pm
cepat!!
kembalikan aku
ke dalam rak itu
supaya aku bisa bercengkrama
dengan aksara dan kata-kata
meski debu menumpuk
tak menjadikannya hilang intisari
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 27, 2011, 08:50:43 am
kembali menjelma hidup meniada
rupa di balik selimut jingga
pagi yang semakin menguning
di hamparan cakrawala
seperti hendak mematuk ingin
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 27, 2011, 08:52:20 am
adalah aku
yang kini menjelma pagi
menerjemahkan kicau nuri
masih lekang dalam ingatan
symponi yang mengorkestra
hari merdu sumbang
kau hanyutkan di perasaan terdalam
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 27, 2011, 08:57:05 am
aku pernah
bersahabat dengan rumput
kupelajari ketegaran hatinya
kekokohan tekadnya
tapi sayang
terpaksa kuceraikan
karena di belakangku
dia bersekutu dengan angin
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 27, 2011, 08:59:09 am
sahabat...
dalam ratap dalam isak,
dalam nikmat,
dalam pada kedalaman,
yang tak berujung...
yang tak bersambung...
yang...aah...tak tau lah
apalah yang penting pernah bersahabat  >:D<
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 27, 2011, 09:00:35 am
ya terserah pada mu
pada siapa saja yang mampu mengartikan
bahkan pada sampah kata
yang bertumpuk di jemari
silahkan daur ulang kembali
sampai tersusun notasi
menjadi karya abadi
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 27, 2011, 10:54:22 pm
terlahir dalam kesunyian
dinding-dinding hati meretak
pada keelakan sukma
memasung di endusan nikmat
sesaat melawan kodrat
diam pun cipta ambisi
beramunisi sepi
lalu terlelap di sajadah peluh
yang mengerak di bibir lusuh
hening pun mencapai
puncaknya yang tertinggi
aku melahirkan diam!
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 27, 2011, 10:56:46 pm
aku sedang meraba
tapi gelap terlalu gulita
dan rembulan pun
sedang tak bersahabat
dengan kita
kemana terang kan kujelang
aku ingin menggapaimu wahai bintang
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 28, 2011, 09:31:22 am
bukan awal yang baik
untuk memulai hari
membiarkan tungku
tetap mendidih
di sisa pembakaran semalam
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 28, 2011, 09:33:08 am
ada senyap
di pelataran
yang gelap itu
sedang burung malam
mengelukan
wajah rembulan
dan aku di sini
sedang memahat lamunan
sampai pagi menjelang
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 30, 2011, 10:28:28 pm
fajar mulai turun
meniti senja di ufuk barat
bias cahaya jingga merona
pekat akan rasa
yang semakin penat
menggoda buih-buih hati
lara merindu hadirmu
dalam relung ketiadaanku...
sisakan anggur itu
untuk ku teguk
bersama bayanganmu
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 30, 2011, 10:29:45 pm
di penghujung senja ini
ingin kurobek mendung
yang mendurja di raut wajah
jangan sisakan kelam
karena malam kan menjelang
biar tak menebar gulita
di pelupuk purnama
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Januari 10, 2012, 08:22:05 am
sepagi sudah menapaki altar
meski rembulan
masih enggan beranjak
karna riasan mata
belum lentik sempurna
mengunang-ngunang
di juntaian air kasat
memaksa menyeka nadi
berhembus mengepang
lalu lalang angin
yang tak berambu,
surau pekat
butakan pagi
biar bejana itu
riuh dengan setandan pelangi
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 14, 2012, 06:09:55 am
lihat aku lebih dalam
bahasa tubuh ini
apa tak bisa kau artikan
harus menunggu berapa senja lagi?
sampai fajar mendulang mimpi
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 14, 2012, 06:11:28 am
rasa tak jua menentu takut pada yang Satu.
samar berbisik sukma
pada jiwa
dalam irama detik memandu raga
menuju singgasana yang entah apa...
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 14, 2012, 06:12:28 am
kepak sayap rajawali itu terbangun
dari duka yang menghamba
ketika rela berkunjung pada beranda
yang sudah bersih
kenang tuk sambut jiwa yang ingin pulang
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 14, 2012, 06:13:24 am
kau
tak pernah memanggilku tuk pulang
tapi telapak tanganmu
menadah ke langit malam,
berseru kepada rembulan...
"tolong, kembalikan dia kepangkuan..."
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 14, 2012, 06:14:38 am
sang waktupun
butuh pendewasaan
ia tak pernah mengekang siapapun
tapi mampu mengikat kita
dengan detaknya.

sesungguhnya waktu adalah nafas,
detaknya adalah langkah
dan yang mampu menghalanginya
adalah "pasrah" (tanpa berbuat apa-apa)
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 14, 2012, 06:17:27 am
cahaya itu
meringis merobek
kulit ari ku yang tipis
persembunyian pun teriris luka
yang paling sadis,
takdir tak bisa ditepis
panggil namaku... Garis...!!
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 14, 2012, 06:21:15 am
masih ada sisa embun
di ujung daun
kubiarkan membeku
tak kan meluluh
meski matahari bersinar utuh
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 14, 2012, 06:21:58 am
rentetan kisah
tak berkesudah
hadirkan resah...
aku lelah
ingin merebah
atau
biar ku pendam saja
sukma ku
di dalam tanah
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 14, 2012, 06:28:09 am
selalu...
sampai harapan terpendam dalam bisu,
sampai tidak ada lagi mau,
sampai waktu habis sudah berlalu.

berbisik pada telinga malam
ada gundah menebarkan resah....gelisah.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 14, 2012, 06:29:50 am
rinai hari
yang menitik dari pori-pori langit
jeda i akal di lintasan keringat
yang berpacu peluh
seakan menjadi semu
karena bayang biru berubah abu-abu
menandai siluet beku
di kehampaan waktu
yang memusara namamu,
bau rindu itu kini tercium
dari mata terendus di telinga
hempas dalam helaan
yang memenggal susunan kalimat tanya.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 14, 2012, 06:41:22 am
akhirnya engkau sepakat
pada hati untuk menunggu
sampai malam membilas senja
sampai pagi menyunting
rela sampai jutaan pengharapan
dan ribuan penyesalan
lebur menjadi satu keniscayaan,
kau menunggu
sampai air matamu
mampu membentuk nisan
yang tertuliskan namaku
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 15, 2012, 09:26:46 pm
masih menandakan malam
dengan jejak siluet
meski tak membentuk rupa
tapi aku percaya
esensinya mampu kau raba
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 15, 2012, 09:29:03 pm
terlahir dari kemelut jingga
yang memerah
di nadi rembulan
separuh hidup kusulam
di pematang
yang menghumus sunyi
memahat angin
di bebatuan
teriaki akal yang menjalang
melindas trotoar
pada petak asa
yang melibati langit
tersapu bayang
di raut jingga pun hanyut
kala rembulan berkaca
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 15, 2012, 09:30:41 pm
tidak pernah
ingin menanam apapun
di benak seseorang
tentang aku,
biarkan mereka berfikir
atau ingin berlalu
yang pasti
semua yang sudah tergurat
hanya sebuah catatan kecil
bagi diri
silahkan saja jika
ingin mengerti
atau lupakan jika
sudah tidak peduli
pada akhirnya
semua akan berlalu
tertiup angin
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 15, 2012, 09:31:50 pm
jangan sapa aku
dengan kata
yang tidak bisa
kau kunyah,
telinga ku
sudah cukup menelan
banyak sumpah serapah.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 15, 2012, 09:35:41 pm
makna
tidak akan
renyah terkunyah
jika bahasa
tidak sedap
untuk dilahap
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 15, 2012, 09:36:45 pm
bagaimana
mungkin
mengelak
dari luka
dan kebahagiaan,
pertemuan
dan perpisahan.
jika kita
tak kuasa memilih
kelahiran
dan menunda kematian
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 15, 2012, 09:38:28 pm
pada rasa Sayang ini,
tidak mudah bagiku
untuk mengerti.
entah...
kenapa rasa
menyayangi
bisa seketika
berubah
menjadi sangat
Menyayangkan..mu.
inikah, kecewa..
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 15, 2012, 09:39:25 pm
langit
punya catatannya
sendiri
dan hanya do'a
yang bisa merobek
misterinya,
semoga ada hikmah
di balik setiap rasa
dan perbuatan kita.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 15, 2012, 09:40:34 pm
tetap indah
meski dalam balut hati
yang meresah rasa
ini pun
takkan pernah
ku rubah
aku
hanya sedang
mencoba untuk
tetap amanah  :">
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 15, 2012, 09:42:23 pm
aku
masih lumpuh
dalam pemahaman,
tertatih ku
menjemput kebijakan,
seandainya pun
dunia mencibir
dan menghianati ku
biar ku rangkul
dengan kasih sayang,
karena ku tau
mereka belum mengenal ku.
*love is a wonderful life.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 15, 2012, 10:02:05 pm
ada kenang
yang terlanjur
mengekang
tak terbatasi
hingga entah
adalah ketidak mungkinan
yang melangit
meski
membumi seribu tanya
yang meletakan jejak,
lantas ku coba arungi
sampai terdaki
itu hanya sebuah rapalan
indung puisi
dari bait-bait
yang terpahat
lewat lamunan
tanpa tepi
di ujung kekosongan
yang bisingnya
adalah sunyi
yang mengakar
di mata aksara
yang ku urai.
itu bukan mimpi
juga bukan ilusi
pun bukanlah realiti
yang terbangun
tanpa ada arti.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: ma2aurora pada Maret 17, 2012, 10:48:39 pm
 =D> :great:
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 01:51:40 am
kutub utara
dan selatan
apa pernah bertemu?
tapi menyatu
dalam satu lingkaran penuh
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 01:53:10 am
rindu adalah dentum
yang menggugurkan nafas
mematungkan laku
diam di barisan kata
yang luruh di musimnya
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:05:24 am
dan...
ketika rongga kepekaan
yang kau anggap bising
adalah
lantunan kematianmu
sungguh dalam bercintamu
deritanya tiada akhir
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:07:18 am
tidak ada hal lagi
yang kuimpikan
untuk masuk
ke rahim kecerdasan
merasa bodoh
adalah wujud kongkrit
kesempurnaan jiwa ini
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:08:25 am
tak perlu mencari jawab
karena tanda itu
kau sendiri yang buat
mungkin dilema
yang menjadi penyebab
hingga pilihan
kujatuhkan pada diam,
semoga tak cepat berkarat
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:09:35 am
semua harapan itu
hanya serupa
dengan kepentingan
sebab sebuah arti
bukan lah pada keinginan
tapi lebih kepada
cara kamu
memperlakukan seseorang
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:11:55 am
bukit itu
melambaikan tangannya
padaku
setelah lelah
kami bercengkrama
dalam ngarai sunyi...
kuat ku goes
laju roda
agar cepat sampai
pada kerinduan purnama
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:13:02 am
sejarah
mengatakan
kalau semua itu percuma
lalu
kenapa aku
masih melakukannya juga?
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:15:04 am
terserah kau
bagamana memandang,
aku bukanlah malaikat yang bersayap emas
juga bukan bidadari yang elok paras.
kesempurnaan bukanlah
satu-satunya pesona
melainkan hanya
keutuhan semata
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:18:32 am
belum banyak
yang kuraih
baru setitik
itupun masih buram
ingin memajangkan cermin
di tiap persimpangan
tapi rentan pecah
dan menembus ke tulang
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:21:04 am
banyak jejak
yang tertinggal
di alas-alas langit
semua serupa bayang
yang ingin
kau tinggalkan
tapi tak bisa hilang
sebab bayang
adalah separuh
dari keinginan
yang sulit diterjemahkan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:22:26 am
kita hanya bisa hebat
di satu titik
jika bisa mencapai dua,
maka kau akan menjadi dewa
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:27:48 am
mendung
mengukur wajah kota
sampai di persimpangan itu
tak ditemukan lagi
senyum di lembar mega
yang belum kalis jingga
hanya ada bayang kunang
yang seperti sedang menyapu kenang
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:33:27 am
masih dalam gempita hati...
onggokan itu bukan puing
tapi arca yang ku pahat
lewat lamunan siang
yang menggulita.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:35:30 am
tiap hari
kupandangi
wajah lusuh itu
seperti ingin kucakar
nanar di matanya
bias senja
kini menyempit
di lekukan tubuhnya
yang dulu molek
harus dibayar dengan apa
harga matinya?
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:36:52 am
padahal aku
sudah menyusun
lembaran sejarah
yang sudah
kita buat
tinggal menjadikannya
satu alinea
namun mengapa
susunan aksara bathinmu
bertautan tak tentu arah?
lalu bagaimana
dapat ku buka
gerbang itu
jika kuncinya
kau patahkan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:42:26 am
waktu
seperti memusara
di lembaran kisah
yang tak nampak
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:44:21 am
rimba belantara
yang kau bangun
memaki rembulan
yang tersipu malu
di bilik kamar mandimu... :">
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:45:49 am
sebagai sahabat
aku bukan yang terkasih...
apakah aku yang salah?
atau kau
yang tidak mengerti
arti sahabat?
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:46:56 am
desahku
membelukar
di belantara
rimba jiwamu
:-* :-* :-*
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:51:48 am
menyunting
kisah di tugu
yang mematung
kehendak
sabda tak bergeming
melenting
di balik kerudung resah
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:54:58 am
bahasmu adalah
lantunan ayat-ayat
yang mengkristalkan
batu empedu
di hatiku
sungguhpun demikian
kau hadir
hanya sejarak
dalam lamunan
siangku saja
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:57:10 am
aku
tak semeriah pelangi
meski guncah pagi
sisa hujan semalam
merapal di salah satu
bagiannya
sebagai kenang
mungkin
aku hanya
pualam
yang tersudut rapi
di kisi hatimu  :">
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 02:59:33 am
aku ingin
memuisikan pagi
tuk kuhadiahkan
sebagai siang & malammu
jangan cepat dibuka
biarkan dulu
meretas simpony di dalamnya
sampai waktu kan tiba
dan juntaian bunga lili
berubah warna.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:00:54 am
lepasmu
meniadakan aku
menjadikan ini
hanya sebait
dalam kenang
putus di alinea
yang belum selesai
terangkum
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:02:07 am
sesalmu
telah mnghambat
kreatifitas dan kemauanku
untuk berubah
menjadi lebih baik
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:05:24 am
merangakai
tiap detak jam
di dinding kamarku
berharap lentera
membangunkan sayap pagi
tuk menuju altar
persembahan hari
jelang matahari
bersinggasana
di pucuknya
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:08:01 am
aku adalah
sudut hatimu
yang melengkung takdir
menggariskan kefanaanku
jika bisa kupenggal
masa itu
maka hari ini
tak akan terjadi
tapi aku sedang
tidak berada di sana
ataupun di sini
aku berada di persimpangan rasa...
hitam dan putih
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:09:22 am
meretas
bayang angkuh
aku berselimut
kepatuhan
dalam kedigdayaan
cadas tak bergeming
yang ada hanya
alibi-alibi
pembungkus bayangan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:11:10 am
mengaduk malam
di cangkir yang pekatnya
menitipkan pesan
rinai di gerimis
yang melingkari
tanda merah
yang bukan darah
lebur di tautan hati
ganjal disekat duri
perihnya adalah nikmat
yang terbagi menyuhu
kerelung gejolak
yang kini membara
di temperatur dingin
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:13:16 am
berlebihan bagimu
menyesakkan
tapi apakah
sungguh ada sesuatu
yang bisa kau bagi?
meyakinkan
tak semudah merelakan
berpijak pada bumi
yang selalu berputar
tapi kau
tak pernah berjalan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:17:30 am
tertatih
pada senyum
yang melengkung
di sudut ranjang bisumu
lanturkan jenaka
di kerlip bulu mata
menatap wanita
ber******* dada
karna sesak ambisi
lacurkan arah...
mungkinkah
ini hanya sebuah fatamorgana
dalam secangkir kopi
yang pekatnya
mewarnai dinding malam?
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:20:19 am
hening kata
tak bersayap
sukma pemikat
di tepian
hinggap di ranting
senyap sudah
sebatang asap kulahap
tak juga ku temukan lelap
dalam selimut
gelap tanpa dirimu
aku pengap
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:24:08 am
anak panah cinta
telah kutangkap
walau belum sempat
menusuk jantungku
masih ku beradu tatap
hingga yang lainnya
tertepis berhamburan
entah kemana...
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:28:54 am
rembulan
kan nampak sekejap
karna restu bumi
setelahnya awan
akan menutupnya kembali
aahh...tak apa,
karna detik
lebih berharga
dari pada hari
sebab kerinduanpun
akan selalu
mencurahkan pelangi
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:31:53 am
ketika rindu semarak
melantunkan namamu
pelikat melekat kencang
sesakkan raga
menguncah gelora
sampai ke pusat dada
hingga kepala
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:34:16 am
semakin sajak saja
guguran nafas
yang menghela rindang
terkupas bait-bait
ranting
yang menjelma hidup
seakan mengngukuhkan
kedigdayaan
kuntum mekar
menghadap matahari
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:37:11 am
dalam keniscayaan malam
ku rajut hembusan angin
yang melingkar
di hamparan dingin
taman-taman hati
telah terpatri
dengan indah
sebentuk cinta
di lekukan diam cadas
yang bertengker di pinggiran danau
sambil sesekali
nyiur menerpa rindu
hmm…
setenang air itu
menghasratkan ku
untuk merebah
dan menerjemah
mungkin payau dingin ini
akan membekukan kenangan ku
agar kehangatan
menjadi damba
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:38:26 am
kata bagi hati
telah mengatup
cahaya luas
melingkupi samudra raya,
berpendar sibuk
hingga ke dalaman
tak dikenal
bukan di permukaan,
akhirnya meliputi
seluruh keabadian
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:39:52 am
biar kupandang kau
walau hanya dari jauh...
dari terbit
hingga terbenamku
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:40:59 am
satu lagi
perjalanan hidup
anak manusia
yang kini telah
menutup lembarannya
sisa rindu
hanya tinggal kenang
namun cinta kasihnya
kan selalu terpatri di hati
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:42:06 am
sukmaku berpendar
mencari keberadaan itu
tawa riang
yang masih
mengalun merdu
dalam balut selimut
tapi nyata
yang kudapati
hanya nisanmu
yang bisa kunikmati
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:44:05 am
saat aku bukanlah
kau selimut ini
seperti serutan kayu
aku terbakar
dalam tungku amukmu
yang menjilati waktu
seolah mimpi
menggulita di bola mata
pelupuknya tajam
memaki ingin
derainya pun
hanya selenting
haru kaku
di bibir indahmu
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:45:25 am
indah semesta
bentangkan harapan,
nurani bergelora
memanja merambah
nikmat khatulistiwa,
sayap cinta berterbangan
bawa kerinduan,
hinggap anak panah
pada insan terpuja
jangan palingkan wajah
dari mentari
bilapun rembulan tersenyum.
setiamu pada yang AGUNG
mimpimu pada yang menggantung
di cakrawala
nuansa bening hidupmu
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 20, 2012, 03:45:55 am
penjabaran hikmah
lewat kata
dari kesanggupan jiwa
mencerna nikmat MU ya Rabb...
sungguh tidak ada jiwa
yang tidak KAU rengkuh
dalam persemayaman do'a
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 06, 2012, 09:53:54 am
mengenangmu
seperti sembilu
yang mengelu2 dadaku
remuk redam
rangkaian
yang tak tebantahkan
dalam durasi
yang tersilang
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 06, 2012, 09:54:39 am
senja itu
bercerita padaku
tentang
ribuan kunang
ribuan cahaya
ribuan air mata
dan satu
garis keturunan
yang hampa
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 06, 2012, 10:05:06 am
Kau
yang berbatas
dengan jarak
dan menunggu
tak tahu
sampai kapan
batas ini akan sampai
pada ujung pencarian
seperti
kembara di ladang
angin serupaku
hanya rintik
yang menitik
di lembar daun
berharap surya
tak menyurutkan
bening pencarian
hanya serupa
kibas angin
ketika hadirnya
sekebat
lalu menghilang..
meninggalkan jejak
yang gagal
aku terjemahkan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 06, 2012, 10:12:35 am
inilah aku..!
yang mengisi
lembaran mu
 >:D<
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 10, 2012, 02:55:35 am
pelan-pelan
ku berjalan
di atas garis
yang
kau turunkan
menapaki
ribuan anak tangga
bersama
para cahaya
tuk takdir
yang harus
disempurnakan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 10, 2012, 02:56:47 am
air matamu
adalah hutang
bagiku
yang mungkin
tak kan sanggup
ku bayar
selama
sisa hidupku
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 10, 2012, 02:57:43 am
dunia ini
gersang
tapi
tidak harus
kau siram
dengan
air matamu
tumpahkanlah
senyummu
indahkanlah
lakumu
percayalah
aku selalu
ada untukmu...
bidadariku
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 10, 2012, 02:59:14 am
menelaah
kebelakang,
bertanya
pada waktu,
pernahkah
ini terjadi padamu?
sakit yang terdera
seperti
anak panah
melesat
tepat di dada
tapi mengapa
kau biarkan
rasa ini
bersengketa?
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 11, 2012, 02:53:16 am
manusia
merangkak
mencari Tuhannya
dalam nyanyian
dalam sujud
dalam sembah
tuk meraih
kemaslahatan hidup
membangun kedigdayaan
wujud
bertumpu
pada yang Satu
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 13, 2012, 01:32:16 am
akhirnya
kau paham
ketidak pastian itu apa
itu
bukanlah sebuah
pengngukungan
keinginan
melainkan
pemahaman
kebutuhan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 21, 2012, 04:01:44 am
akhirnya
bungapun
jatuh dan gugur
tak kemana
hanyalah
tingal sang pemuja
yang meratapi tanah
yang telah menguburnya
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 21, 2012, 04:04:14 am
tanahmu
tersontak
teriak serak
walau
jambanganmu retak
bertabur benih
keliling sunyi
binar beriring
kidung
membuatnya tersanjung
siap mengandung bibit
yang terpasung
meski hati lain
lelah
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 21, 2012, 04:05:51 am
hatimu sumringah
kini..
aku bisa tumbuh
dalam hatimu
yang kumuh
menjadi peri penembang
elegi pada tanahmu
yang surut pongah
membeku luluh
dan aku lega,
karena gerimis,
kian basah
dari sebagian air ludah
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 21, 2012, 04:13:29 am
gerbang magrib
menjemput ku,
dari simpang tiga,
aku merangkai hutan,
kukait, akar mahoni.
untuk kau tanam
di taman mimpi mu
ini malam
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 21, 2012, 04:14:42 am
tiada ruang
untuk berlalu
ketika lahar nafsu
mengalir
dalam hangat cumbu,
ada jiwa
yang membenam
selalu
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 24, 2012, 12:54:12 am
jika kau
"memandang sesuatu"
hanya dengan
sebelah mata
maka apa bedanya
kau dengan orang buta?
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Mei 30, 2012, 03:59:16 am
LIHATLAH!
payet
kian lajur
memutar,
kilau
seperti mataku,
ada sususan
terbalik,
antara
tepi-tepi,
dan
sehelai benang
mengintip,
ingin melepas kait.
apakah rerak
bisa merebut
arti menanti?
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Mei 30, 2012, 04:00:47 am
atas nama
pasar ikan,
cakap-cakap
dan
obralan sampah,
kutandai kau
sebagai hidup
yang akan
menemu mati
di sisi mu
sendiri
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Mei 30, 2012, 04:01:31 am
semalaman
kujemur sajak,
sore ini pun
masih lembab,
padahal
sudah ingin
kupakai.
menggaun
tuk kau baca,
sambil
mengeja malam
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Juni 07, 2012, 05:53:55 am
selamat tinggal cahaya...
aku meredup
untuk memaknai
seribu rasa
yang terpendam
jauh
di dasar
jurang hati
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Juni 11, 2012, 12:10:08 am
apa yang terjadi
pada bumi
yang ku pijak,
jika
ku tinggal
pergi
terbang
untuk
menggapai bintang?
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Juli 23, 2012, 11:36:12 pm
buta dan tuli
adalah aku
selama ini..
petang tak benderang
senyap menggigil
harap cahaya Mu
menuntunku
tuk terangi jalan
setapakku
sembari menunggu
jawaban waktu
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Juli 24, 2012, 03:28:52 am
perempuan
memasuki kecantikan yang baru
di setiap tingkatan usianya
kecantikan remaja,
berhubungan dengan kekencangan kulitnya
wanita dewasa,
berhubungan dengan kematangannya
wanita tua,
dengan kharismanya.
kamu gak usah khawatir,
saya akan selalu akan menemukan
kecantikan di setiap kerut wajah kamu
ataupun helai uban rambut kamu
dan saya pasti menyukainya

(Azam kepada Aya)
#PPT Jilid 6, Episode 3

(https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/c77.0.403.403/p403x403/562864_3784243138072_1472671363_n.jpg)
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 03, 2012, 09:36:33 am
angin pun
sekarang...
enggan
mengabarkan
tentang musim
yang akan..
mengganti kelambunya
dan riak gelombang
yang menyabik bibir pantai
segan menjelmakan
karang
di belahan samudra
yang membentang
kini ku
hanya bisa diam
dalam kepasrahan
pada kehendak alam
yang tak mungkin
bisa ku tentang
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 03, 2012, 09:38:29 am
ucapan itu
terasa
tidak lagi berat.
makna,
hanya..
seperti lontaran
wajib saja,
sekarang
cukupkan saja...
aku akan belajar
membagi porsi
mana yang layak
untuk ku beri.
aku
tidak mau
kecewa lagi
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 03, 2012, 09:40:50 am
di rumah itu
aku merasa
terlahir kembali,
menjadi diri sendiri
mendatangkan
banyak inspirasi.
sosok yang bersahaja
dalam balut kasih
yang sempurna
membuat ku
merasa tidak lagi
membutuhkan apa-apa.
kini cikal baru saja meretas
kelak menjadi bakal
dan kebanggaan rumah kita
tapi kenapa
muka harus cepat mengganti rupa
sebelum kedigdayaan berkibar
di atas atap rumah kita?
biarkan kita besarkan dulu
anak-anak kita
hingga tumbuh
dengan semestinya
sampai mereka
bisa menggenggam dunia
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 03, 2012, 09:42:26 am
jikalau ada senja
yang merahnya
sama dengan darahku...
itu karena kedukaan langit
yang tak menghendaki
sinar rembulannya
kau renggut
dan membawanya pergi
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 03, 2012, 09:44:15 am
tiap langkahmu kini
adalah ketakutan,
setiap gerakmu kini
menjadi kekhawatiran...
sungguh...
jikalau rasa itu
sudah menjadi beban
yang akan
melunturkan kedigdayaan,
lepaskan...
sebelum datang penyesalan.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 03, 2012, 09:51:32 am
sekiranya..
ada satu kata
yang bisa mewakilkan
seribu rasa yang kupunya...
tolong beritahu aku.
jika tidak...
mungkin biarkan saja...
bisu menjadi teman terbaik
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 03, 2012, 09:52:27 am
masih adakah sayap?
yang bisa ku kepak
untuk menggapai bintang
yang masih nampak...
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 18, 2012, 06:23:38 pm
lekaslah senja...
aku tak kuasa
menahan derainya
berkelumit
di barisan hari-hari
merana
hanya kepada purnama
dia mampu bercerita
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 29, 2012, 09:01:36 am
kabarkan pada bumi
bahwa langit cemburu
itu sebab deras tak terelak
bendung tak tertampung
hingga di satu masa...
bumi pun pasrah
pada kehendak langit
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 29, 2012, 09:03:35 am
banyak angan
yang tercipta
dari ribuan kertas lipat
membentuk seekor burung
lalu dipajang
di langit-langit kamar
atau diterbangkan
dari menara tertinggi
agar lekas sampai
di pucuk dunia
"langit yang menjadi pencapaian manusia"
namun pasti
ada saja yang tertinggal
satu di antara ribuannya
karna itu pertanda
masih ada harapan
bagi manusia
untuk bercinta
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 29, 2012, 09:04:38 am
banyak yang tertinggal
bahkan terabaikan
yang seharusnya
kini menjadi seadanya
memang ini pantas dikatakan penyesalan
tapi tidak untuk dibiarkan
karna kini ataupun nanti
perjuangan itu tidak kenal henti
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 12, 2012, 09:31:07 pm
jingga membara
yang menyibak
biru nya senja

#di tapal batas Selatan Jakarta

(http://i49.tinypic.com/260eq7q.jpg)
*hak cipta dilindungi Yang Maha Kuasa
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Januari 10, 2013, 09:46:27 pm
sepasang
mataku luruh
di atas langit-langit
tak berakomodasi
mungkin
hanya sesaat
sampai
bilangan kata
memeta
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Januari 10, 2013, 09:48:28 pm
aku tak perlu
berada di dalam
ataupun di luar
lingkaran
yang ku butuhkan
hanya sebuah sudut
untuk tempatku
bersujud
merajut
dan
meraut
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Januari 10, 2013, 09:50:21 pm
aku...
dengan seribu kelelawar
yang bersarang
di sistem saraf otak
menebarkan malam
dan membawaku
ke alam
mengenalkan kembali
warna asal
penciptaan dalam gelap...
kelam...
dari
kesucian makna
cahaya terdalam
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Januari 10, 2013, 09:52:24 pm
lelah merajuk
ingin
tumpah ruah
pun percuma
sumbat saja mata
biar tak merengek
asa yang kau punya
hanya semu belaka
lepaskan saja...
maka
kau akan jadi BUTA
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Januari 10, 2013, 09:53:07 pm
kemampuanku
tak sebanding
dengan hasratku
melampaui
batas waktu
aku tak mampu
apalagi sampai
menembus dinding itu.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Januari 10, 2013, 09:55:33 pm
kenapa
harus bertahan
di ruang yang sempit
padahal
tanah lapang
membentang
di hadapan
kau hanya
tinggal
pecahkan kaca
pembatas itu
dengan kepalamu
karena hanya itu
satu-satunya alat
yang paling keras
di tubuhmu.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Januari 10, 2013, 09:57:25 pm
dunia ini
memang memaksa
kita
untuk
berfikir keras,
bekerja keras
makanya
tidak heran
kalau akhirnya
banyak orang
yang keras kepala,
keras hati
dan keras-ukan setan.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Januari 10, 2013, 09:58:49 pm
antipati itu
bukan aku
yang menciptakan
tapi kau
yang mengalungkannya
di leherku.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Januari 10, 2013, 09:59:36 pm
hampir
tidak bisa
ku bedakan
bunyi detak
jam dinding itu
dengan detak jantungku
mereka
seperti berpacu
dalam melody waktu
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Januari 25, 2013, 09:33:50 pm
dentum
membahana
lantakan kisah
dielakan
sukma
yang berpendar
mencari
arah mata angin
yang patah
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Februari 02, 2013, 10:58:16 pm
diam adalah
ricuhnya hati
saat semua keinginan
kau selip di sela bisu.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 16, 2013, 06:02:21 am
di sini
ku berdiskusi
dengan alam yang lirih,
kenapa
indah pelangi
tak berujung
sampai di Bumi
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 17, 2013, 08:54:01 am
seiring
gemuruh riuh
tak jua
sudahi maksud
kembali makna
ku telan
sebelum
lidah
mengecap ampas
selalu ada
sumbang
di balik panorama
kini lembayung
ku arsir
di tiap kubiknya
melegendakan
sesayap mawar
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 17, 2013, 08:55:05 am
padahal
kau langit
tapi
mengapa
burung
tak mau lagi
terbang
dan
bendera pun
enggan
berkibar
di jagat rayamu?
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 17, 2013, 08:56:32 am
masih banyak
yang tertinggal
huruf-huruf berjajar
tak beraturan
angka-angka
tak mematok nominal
semua berserakan
di pucuk-pucuk daun
di atas trotoar
di gang-gang sempit
di pencakar langit.
masih banyak
yang tertinggal
dan aku
masih belum mengerti
bagaimana cara berhitung
dan menyusun abjad
menjadi kata
untuk menjawab
setiap pertanyaan
yang langit bawa untuk kita
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 17, 2013, 08:57:26 am
menuju senja
menuju air mata
di mana bahagia
dan derita
hanya sebuah sketsa
gambaran utuh
seorang wanita
wanita dalam pujaan...
melambai...
seperti nyiur
yang mengambang
di langit senja
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 17, 2013, 08:58:23 am
jika
dari matanya
tak kau temukan lagi
harapan
maka apalagi
yang bisa
kau dapatkan
dari hatinya??...
*nothing
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 17, 2013, 08:59:38 am
roda jaman
menggilas kita
terseret
tertatih-tatih
sungguh
hidup
terus diburu
berpacu
dengan waktu
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 22, 2013, 01:43:04 am
sedang
dalam proses
pengeditan rasa
mengkotakan suara
yang terasa
semakin membelukar
agar
tersusun rapi
pada alineanya
sebelum sempat
kujilidkan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 28, 2013, 09:36:31 pm
aku
telah banyak
kehilangan,
tapi aku..
tidak akan mencari
yang hilang itu.
aku hanya akan
mencari yang baru
yang mungkin
akan lebih baik
untuk ku
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 28, 2013, 09:38:14 pm
tanpa rupa
ku telan
metah wajah
malam
yang sesaat
menjelma siluet
hempasannya
cipta rupa
mengarsir
di jendela
tak berdaun
pandang langit..
sudah lekat
pada kanvasnya,
sketsa palung hati
menanti tiba
pelangi tumpah
di pangkuan
bumi
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 06, 2013, 02:33:26 am
kau boleh setenang air
tapi jangan mengalir
mengikuti arusnya
karena
kita tidak pernah tau
apa yang akan terjadi
di depan.
perjalanan adalah
sebuah tapak
yang menjejak
sebab itulah
sejarah mencatat
ceritanya
untuk anak cucu kelak.
air tidak meninggalkan jejak
justru menghapusnya.
pilihlah jalan yang indah
yang tidak
menghanyutkan.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Mei 28, 2013, 01:13:04 am
suram..
pagi ini
langit sedang muram
menyaksikan manusia-manusia
yang sedang geram
karna keadilan
yang tidak sepaham
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 19, 2013, 02:42:15 am
jika nanti
ada perubahan
yang baik
kelak
hanya kau sendiri
yang akan
merasakan dampaknya,
lalu kau akan datang
untuk
mengucap maaf
dan terima kasih
pada batu nisannya
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 25, 2013, 12:23:47 am
menggurat angan
menelisik bayang
coba melukar kusut ini
memintalnya jadi helaian makna
mari sekedar sejenak
nikmati senja awan berarak
hingga jingga mulai menuju mati
meditasi sunyi
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada September 10, 2013, 09:38:13 am
banyak kata terselip
di ruas jari bisumu
yang membilang
untuk terbagi
namun
tak untuk kau hitung
sebab
pusat hatimu
enggan berseteru
pada musim di wajahku
karena di langitmu
ada peta
yang hanya mampu
ditelusuri
di atas bumiku
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada September 15, 2013, 03:37:34 am
biarkan letih ini,
menambat di sajak,
yang luruh memucat angin.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada September 19, 2013, 10:38:50 pm
misteri itu tak kan terkuak
hanya karena
kau menginginkan
tapi akan nampak
saat kau mengikhlaskan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Oktober 29, 2013, 12:05:58 am
meretas bayang angkuh
berselimut kepatuhan
dalam kedigdayaan cadas
tak bergeming
yang ada hanya
alibi-alibi
pembungkus bayangan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Oktober 29, 2013, 12:07:40 am
di mana kan
kudapati bentuk
kala rotan
tak lagi dapat diraut
haruskah selalu
pada pasir
ku mengukir
yang sesaat
kan terusir
oleh riak
yang membulir
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Oktober 29, 2013, 12:08:29 am
air mata itu
tidak akan bisa mengering
selama
hati manusia
belum membatu
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Oktober 29, 2013, 12:11:01 am
semoga kali ini
langit...
membukakan pintunya
untuk tiap doa
yang datang
mengetuknya
aamiin
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 07, 2013, 01:52:14 pm
aku melihat rabu yang berguguran
karena ranting
tak mampu menahan pesona
hembusan kamis yang berangin
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 12, 2013, 04:54:02 pm
Irasional itu
sudah mulai
melipir kesudut pikiran
sang Rasional pun
mulai ingin
menunjukan kedigdayaan,
seperti sudah bosan
dinina
bobokan akal,
tapi semuanya
tetap tidak bisa berkutik
selama hati
belum memilih
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 22, 2013, 01:27:27 am
tak ada batas hari....
pada air pun
kita dapat bercermin
meski genangannya
mengabut diretina
biar jingga mengelabu....
sesaat pun
akan turun pelangi
disekat rintik
yang hadir
tiap malam
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 22, 2013, 01:30:22 am
aku
adalah sudut hatimu
yang melengkung takdir
menggariskan kefanaanku
jika bisa kupenggal
masa itu
maka
hari ini
tak akan terjadi
tapi
ku sedang tidak
berada di sana
atau pun di sini
aku
berada
di persimpangan rasa...
hitam dan putih
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 22, 2013, 01:31:49 am
sudah pada baitnya
aku mengeja
matahari, tapi
pelupuk kesat
di serambi muka
layang pun
hanya selayang
dipandang
selendang mempelai
retaskan erang
pagiku
membuncah bimbang
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 22, 2013, 01:32:56 am
angka-angka itu
bergerak berkeliaran
tak tentu arah
meski
bersusah payah
mencari
menyusun
hingga meratap
mereka tetap
tak sanggup
menetap
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 22, 2013, 01:34:56 am
pelan-pelan
ku berjalan
di atas garis
yang Kau turunkan
menapaki
ribuan anak tangga
bersama para cahaya
tuk takdir
yang akan disempurnakan
senja itu pun
bercerita padaku
tentang ribuan kunang,
ribuan cahaya,
ribuan air mata
dan satu garis keturunan
yang hampa
namun cahaya itu meringis,
merobek kulit ari ku yang tipis
persembunyianku teriris luka
yang paling sadis,
takdirpun tak bisa ditepis.
mereka tetap memanggilku.......
Garis.!
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 22, 2013, 01:37:00 am
jangan perlihatkan aku
tatapan yang nanar itu,
sanubariku tak seluas kasih yang ia miliki.
-ibu-
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 22, 2013, 01:38:49 am
meretas
bayang angkuh
berselimut kepatuhan
dalam kedigdayaan
cadas tak bergeming
yang ada hanya
alibi-alibi pembungkus
bayangan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada November 22, 2013, 01:41:23 am
mungkin aku
belum sampai
pada kegelisahan itu
tapi aku percaya
orang-orang sebelumku
pasti sudah mengalaminya
itu sebabnya mereka
selalu berusaha
mengarahkan
ke jalan yang benar
dengan cara-caranya
yang unik
karena itulah
mereka menjadi
suri tauladan
bukankah kita
harus belajar
dari sejarah?
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 04, 2013, 06:46:51 pm
Jika Anda adalah seorang muda,
maka moga terbiasa melapang dada,
sebagai bekal masa kelak.
Tak jarang orang tua dan senior,
atau pejabat dan pemimpin,
menyangkal kesalahan dirinya
agar tetap dianggap dan ditinggikan
sembari beralasan
'saya jauh lebih banyak memakan asam garam kehidupan'
atau 'kamu bukanlah seberapaku
sehingga tak perlulah mengoreksiku'.
Inilah bentuk kesombongan masa tua.

Kenapa Pak Tua sombong?
Karena masa muda adalah
masa berpotensi arogan.
Bagi yang tidak me-manage arogansi masa muda,
maka tiada heran
jika masa tua lebih sulit lagi.

Orang kuat hati dan berlapang dada
adalah yang mengakui kesalahan lama
yang memang hatinya akui itu kesalahan.
Adapun jika lebih utamakan gengsi murni
dan menolak kebenaran,
maka celakalah
jika itu menjadi kebiasaan.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 12, 2013, 11:30:49 am
ada yang sedang meratap, menyesali perpisahan.
ada yang sedang resah, gundah, gelisah karena pertemuan.
ada yang tak bisa dielakan.... pertemuan dan perpisahan.
seperti dua sisi mata uang,
berdekatan namun tak pernah saling berhadapan.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 12, 2013, 11:32:10 am
raut rupa
di ilustrasi kornea
menyajak di ruas kepangan hari
yang sengaja kusulam tambal....
kini menjadi bait-bait sepi.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 12, 2013, 11:32:47 am
Hasad dengan isyarat bisa jadi lebih dalam dan menghujam
dari sekadar ejekan orang yang tidak hasad.
Aura hasad dengki lebih pekat dibanding aura benci.
Karena aura dengki mengandung unsur benci dan harapan agar yang dibenci merugi,
sedangkan aura benci tidak mesti mengharapkan hilangnya keutamaan orang yang dibenci.

Irilah pada keutamaan orang,
dan jadikanlah itu pemicu untuk maju berlomba jika mampu.
Jika merasa tidak mampu tidak sempat,
maka doakan kebaikan baginya,
agar iri tidak berubah menjadi dengki
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Desember 12, 2013, 11:38:19 am
Ilalang tinggi berkelakar di hutan pinus
aroma cempaka melata-lata di sungai dingin
kupandang lekat rembulan yang bersandar di bahu matahari
masih sayu tatapan siburung hantu
kapan sajak membata diembun?
jentik melingkar di detik?
siap melangkah di ruas jari yang mekar menjinjing sahaja
tak ada malam....
hanya bumi yang bergetar
karena irama lonceng hati yang bertabuh bimbang.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 30, 2014, 11:36:00 am
setiap kali hati berujar,
setiap kali itu pula energi berpendar.
Dalam ada pada ketiadaan
semua akan terus berputar
mengikuti roda kehidupan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 30, 2014, 11:36:51 am
Rindu adalah,
dentum yang menggugurkan nafas,
mematungkan laku,
diam dibarisan kata
yang luruh dimusimnya.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 30, 2014, 11:38:17 am
Lima untuk satu tujuanku,
akankah sampai disitu?
Saat sapa bersambut,
adakah rintihan berpaut.
Geming hanya laku
yang menengadah
mungkinpun isyarat
kekerdilan
atau hanya ego
sang empunya.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 30, 2014, 11:39:41 am
Kadang, hati pungkiri
selaput yang kasat dipandangan.
Tak ada ijabah bagi yang tekun akan lara,
gundahpun akhirnya memusara
menjadi rentetan misteri
yang berkesinambungan,
padahal bumi berpeta
di antara deretan
ayat-ayat yang bergeming.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 30, 2014, 11:40:37 am
Pada hari yang kian menepi
dan mengganti pakaiannya sendiri
semua akan tetap menjadi
lembaran misteri sejarah
yang tak kan terkoyah
karena telah tergurat
pasti sebagai catatan langit.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 30, 2014, 11:41:00 am
Biarlah ku pandang kau
walau hanya dari jauh.
Dari terbit hingga terbenamku.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 30, 2014, 11:41:20 am
Diam adalah ricuhnya hati,
saat semua keinginan
kau selipkan di sela bisu.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 30, 2014, 11:42:10 am
Diam adalah sikap
yang tidak ingin berlebihan,
bisa jadi untuk merenung
dan mengendalikan diri
terhadap emosi.
Solusi datang
saat semua perenungan
dan pengendalian diri
sudah didapatkan,
dengan cara berbicara
dan meluruskan kembali
benang yang kusut.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 30, 2014, 11:43:12 am
Keberhasilan di dunia adalah
saat kita mampu berguna
bagi orang lain dan diri sendiri
karena sejatinya
tidak ada manusia yang tidak
membutuhkan manusia lainnya
untuk mendapatkan ridho
dan keberkahanNYA. Aamiin.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 30, 2014, 11:44:13 am
Manajement hati....
aku membutuhkannya
untuk memilah
antara harapan, rindu dan nafsu
di mana kebaikan dan keberkahan
ada di antaranya. Semoga....
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 30, 2014, 11:45:07 am
Ya Allah...
sungguh KAU Tahu
apa yang terlihat
dan yang tidak terlihat dalam diriku,
maka terimalah kekuranganku.
KAU Tahu kebutuhanku,
maka terimalah mohonku.
KAU tahu apa yang ada dalam diriku,
Maka ampunilah diriku Aamiin.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Maret 30, 2014, 11:46:20 am
Hujan menarilah
di atas kepalaku
jamah tubuhku
balut aku
dengan dinginmu.
Aku pasrah kini
pada kehendak langitmu.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada April 03, 2014, 08:52:48 am
Menangisku diakhir bait kalimatMu...
Sungguh ku renta dalam kepayahan raga
Namun tak ku makbulkan hati kala ingin berhenti
Sebab syukur ku belum sempat terpatri
Di kaki singgasanaMu ya ILLAHI Rabbi.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 02:46:36 am
masa depan bersama
bertambah tua bersama
tanpa itu.. cinta hanyalah
kesedihan hati
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 02:50:44 am
Siapa yang kau harapkan
menjadi api untuk membakar
semangat jiwa mudamu?
Siapa yang kau harapkan
menjadi air
untuk membasuh kealfaanmu?
Siapa yang kau harapkan
menjadi angin
untuk menyejukan kepenatanmu?
Siapa yang kau harapkan
menjadi tanah
untuk membangun impianmu?
Siapa yang kau harapkan
menjadi langit
untuk menurunkan keniscayaanmu?
Hidup dalam ketiadaan yang ada.
Kau memerlukan siapa?
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 02:52:22 am
Aku
menemukan kesunyian
yang indah dalam sepi ku
dan biarkanlah tetap seperti itu.
Karena terkadang
hal yang indah
memang tak tersentuh.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 02:58:59 am
Jika ada meriam
bersarang di kepalaku
tidak akan ku biarkan meledak
dan menghancurkan semua akalku.
Jika ada meriam
bersarang di dadaku
akan ku pastikan
ledakannya dahsyat
hingga tak menyisakan
sedikitpun rasa perih.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:01:55 am
tidak ada
yang namanya sampah
dalam ingatan
kita tetap menyimpannya
meski untuk dilupakan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:03:09 am
"Terpaksa"
adalah sesuatu
yang menyesatkan,
karena petunjuknya
mengikuti arah peta buta.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:05:48 am
termangu...
melatih diam
di sepi yang ramai.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:06:51 am
Cara mengalahkan kebodohan
adalah dengan kepandaian.
Kepandaian akan kalah oleh kecerdasan.
Dan kecerdasan akan kalah dengan kelicikan.
Selicik-liciknya manusia toh akan kalah juga
dengan kenekatan.
Pada akhirnya,
kenekatan pun akan musnah
dengan kegilaan.
Semuanya akan kembali
pada kebodohan itu sendiri.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:08:31 am
Tuhan selalu membuka jalan
menuju ketempat yang kita inginkan.
Hanya saja
aku yang belum memahami
arah menuju tempat
yang kuharapkan baik.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:09:29 am
Bulan pun harus pergi
meninggalkan cahaya
yang dititipkan padanya.
Malam akan tetap
menjadi malam
meski tanpa rembulan
walaupun akan tampak layu
dan senyap
seperti wajah bidadari
yang muram durja.
Bulan telah enggan
menampakan wajahnya.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:10:59 am
siluetku akan tampak
dil embaran kisah yang tak nampak
sketsa hati
biasa kujadikan alas tidur
dikala jiwaku melindur
tak ada kata cukup
pada separuh bulan
dan sepenggal malam
nampak segaris pun
adalah bagian dari titik-titik
yang membeku
tapi aku
telah merajutnya
untuk ku hadiah kan
sebagai siang
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:12:02 am
Terbakar tak menjadikan ku abu
Terasing tak menjadikan ku sepi
Dalam wujud kemandirian
Ruh pada jiwa
Raga pada kerangka
Berkalang perih yang tak meluka
Menjelmakan AKU pada ketiadaanku
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:12:35 am
D antara kering dan basah
Di lipatan manakah
mimpi itu bersembunyi?
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:13:55 am
Ibarat daun
Apabila sebuah pohon
tidak lagi mampu
menopang kehidupannya
ia akan melepaskan diri
dan kembali kepelukan bumi
menyemai bersama bibit-bibit
dan cancing penggembur
yang kelak
akan menumbuhkan
sebuah pohon baru
#Kehidupan baru
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:15:37 am
“Tidak ada orang
yang dapat menyimpan rahasia.
Jika lidahnya tidak berbicara,
melalui jari-jarinyalah
ia akan berkata-kata,
penghianatan akan mengalir
melalui setiap pori-porinya.”

-Sigmund Freud-
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:16:27 am
Anggaplah mereka
semua sebagai teman
namun jangan pernah
berharap mereka semua
akan menganggapmu sebagai teman.
Teman yang terbaik adalah hati nurani.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:18:11 am
hanya bias kecil
yang kupatri
berharap senja mematik
suluti obor
yang meremaja
di sekat dasi
tak ada sabda
yang bergeming
namun riuh
membelukar sampai titipan itu
membasi
di kalsium sumsum
telaga merah mudaku
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:19:17 am
wanita selalu punya cerita,
diamnya saja
bisa menjadi misteri alam semesta
takdirlah yang menggariskan
kefanaannya
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:21:10 am
Aku merindukan
rumahku yang dulu
dan mendambakan rumah
yang baru di telapak kaki mu
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:22:24 am
Mengapa begitu banyak
murka kata dalam prilaku di dunia maya?
Realita begitu hebatnya menekan jiwa,
sampai-sampai aku sendiri
tidak mengerti induk-induk kata
yang terucap itu
datangnya dari mana?
Pengetahuankah
atau hanya emosi
yang tak menyana?
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:23:14 am
Sulitnya mendiamkan rasa...
kuatir ini semakin meraja.
Esok masihkah ada asa??
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:24:00 am
"Rindu"
adalah kaki tangan malam
yang bersumbu
pada gelisah.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:24:37 am
Deras berlinang
seperti hendak
menghapus kenang
Pengingkarannya
hanya sebuah ilusi
yang gamang
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:27:23 am
"......aku hanya seorang pelacur ditengah pentas pelacuran politik yang sedang kalian bangun dimuka bumi ini. membunuh seorang jamilah tidak akan merubah peradaban yang sudah terlanjur kalian bangun dengan tangan-tangan kotor. dengan kemunafikan...dengan nama Tuhan...kalian menyerukan agar orang-orang menghindar dari pertikaian dan kebencian, ditengah dunia dimana kalian meletakan agama sebagai sesuatu yang menakutkan. sah untuk saling membenci dan saling membunuh. sah menyalakan api peperangan dan menerima kemiskinan sebagai nasib tanpa akhir....."

**sepenggal dialog "Jamilah dan Sang Presiden" dalam naskah Karya Ratna Sarumpet.**
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:29:32 am
tak bisa ku baitkan
rinduku karena tak ada abjad
yang dapat mewakilkan rasa ini
terlalu gaib
mungkin setara
dengan rahasia langit
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:30:43 am
masih ada kerak
yang belum terkelupas
karena bertumpuk
di lapisan pintu
yang kini membuka tabiat
biar ku jilati bara
yang menyempit
di belahan dada
sampai terkulai panas
di titik beku
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:32:19 am
Bagaimana bisa
berjalan dengan mulus
dan aman
di atas jalan yang berlubang
dan berkubangan
jika tidak mencoba
membangun jalan
agar cepat sampai
pada tujuan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:33:01 am
Rindu ku
bukanlah perahu
yang menunggu dermaga
untuk berlabuh
lalu kembali berlayar
dan terombang ambing
di lautan
Rindu ku
adalah daun
yang terlepas
dari ranting
yang ditiup angin
untuk sampai
ke tubuh bumi mu
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:36:32 am
Sepi beralih fungsi
Kosong kini telah terisi
Mungkin karena berkah hari
atau keinginan yang sudah di tepi
Bersulang untuk yang sedang beramai kemarin,
hari ini dan yang nanti. Semoga diberkahi

**saatnya membuka lembaran mimpi yang baru**
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:37:18 am
Sepatu kaca atau sepatu kets biru muda?
Kereta kencana atau sepeda roda dua?
Cerita atau realita?
mimpi memiliki keduanya
namun hidup
hanya menghendaki
satu di antaranya
"Realita"
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:37:57 am
Merpati tidak akan terbang
jika langit tak mengundang
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:38:59 am
terombang ambing
oleh hembusan kamis,
melewati aral jum'at yang deras,
rabu mendekap sabtu
berharap senin bersemi
tanpa perlu merisaukan
selasa yang memanas
agar minggu mengirim keniscayaannya

**Sekelumit kisah yang tak menyana di hari-hari yang tak bernyawa.**
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:39:57 am
sepi tak kan mati
meski seribu ramai meranjau
ingin tak kan terhenti
meski ujung dunia telah terlampaui
ikhlas pada hari
meski tanpa bayangan
jingga menemani
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:41:49 am
sesudut hitung kujabar
maksud tanah lapang
terhampar sesaji ruas teratai
aku si kembara tertatih
menatap kunang mencengkram langit
namun terhadang
angkuhnya nyanyian sang Bulan
samudera mampu hanyutkan perasaan
namun terdalamnya
memberi kilau kearifan
buih-buih ombak jamah lautan
masih mengikat erat dan tak terpisahkan
riak angin hembuskan kisah
sesekali membuat resah
hmmm...
bukan itu yang menjadi takdirku malam ini
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:42:56 am
akulah sunyi yang
mengiringi derap jantungmu
menjadi bejana kisah haru biru lakumu
aku akan tetap membisu
meski membuncah hasrat
ingin memelukmu
seperti udara
yang kau hela
dan hempaskan
akulah nafas
dalam hidupmu
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:44:26 am
keanekaragaman hayati
dalam ekosistem
hidup terkendali
dalam satu naungan hakiki
namun carut marut kehidupan
mencoreng mukanya sendiri
andai bisa saling dipahami
dunia butuh keikhlasan
untuk saling mengerti, berbagi
dan menjabat erat hati
amarah jangan jadi kendali,
kesombongan bukanlah perhiasan diri,
karena dunia ini
bukan milik pribadi,
mari satukan hati
meniti yang abadi
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:45:35 am
Aku tidak bangga
meski pahamku dimenangkan
Aku tidak bangga
mengibarkan bendera
yang hanya setengah tiang
Aku hanya bisa bangga
saat kita mau bersatu
melawan penjajahan
bukan dijajah perlawanan
mari kita bersatu
bangun Indonesia yang ber-Pancasila
‪#‎Satu‬ untuk Indonesiaku
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:46:28 am
Aku tidak sedang bicara
demokrasi atau ideologi2
Aku bicara tentang NKRI
yang katanya harga mati
tapi pada takut mati
namun saling membenci
Sesungguhnya
apa yg sedang kita alami ini?

‪#‎Ini‬ sebab karna kau dan aku tak bersatu.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:48:33 am
Inilah yang mereka mau...
perpecahan bangsa
Saling bantai saling tikam
saling tentang yang ujung2nya
menjadi tontonan dunia
yang memalukan!!
membunuh saudara sendiri
lalu bunuh diri
akhirnya kita mati
tanpa kebanggaan
Ini kah yang disebut harga mati?!
musuh kita yang sesungguhnya
adalah diri kita sendiri
buka mata buka telinga buka hati kita
Tidak ada yang lebih menggembirakan hati mereka
selain melihat kita berseteru dan membatu.

#‎save‬ our Indonesia with One Love One heart
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:49:35 am
Demokrasi :
Demo yang di Kreasikan
Rakyat yang mendemo
pemerintah yang mengkreasikan
Jadinya akan seperti apa?
Kita lihat saja nanti
bagaimana para kreator2 bangsa ini
menciptakan karya seninya
Negri ini butuh banyak ilham
untuk menginspirasikan "kebebasan"

*Bebas dari rasa takut.*
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:50:14 am
Sepi menjarah lamunanku
Tak ada lagi yang bisa kulakukan kini, selain.......menyepi.

....dalam rindu diam.
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:51:21 am
wanita yang membawa rahim dunia
lacuri kata-kata tuk singgahi
ribuan alam pikir manusia
merembang di barisan sajak
yang memprosa laku
namun terkadang
kusut di persilangan hari
terbentur semu
hingga melemahkan kedigdayaan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:51:56 am
Aku tidak butuh alasan
untuk menangis
ataupun tertawa
yang kubutuhkan
hanya alasan
kenapa aku
harus tetap bermimpi?
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:52:36 am
Sinar rembulan itu
hanyalah curian
pantaslah jika ditakdirkan
hanya untuk sang malam
di mana hanya ada ruang mimpi
dan khayalan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:54:17 am
Ternyata kepantasan itu
hanya akan terjadi
saat kita mampu membuktikan
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:56:24 am
Mungkin kau bisa melihat
isi di dalam kepalamu
tanpa perlu membedahnya
Tapi kau tidak bisa melihat
keindahan mahkota tiara
di kepalamu
tanpa bantuan cermin
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:57:06 am
Tumpah semua isi bejana itu
Ada retakan kecil
yang tidak bisa disumbat
oleh pecahan senyum
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:57:58 am
Kembalilah ke dalam bejanamu yang kosong,
jangan cepat-cepat kau tuangkan air
sebelum kau teliti lagi
apakah ada retakan kecil didalamnya?
Kebocoran itu
bukan salah wadah tempat menampungnya
tapi peletakan tempat
dan perawatan yang tepat
adalah penentunya
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 03:58:57 am
Ketika pohon terakhir mati,
dan sungai terakhir teracuni,
serta ikan terakhir tertangkap,
akan sadarkah kita
bahwa kita tidak bisa memakan uang?

“Only when the last tree has died
and the last river been poisoned
and the last fish been caught
will we realise we cannot eat money”
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:03:51 am
terlusuri alam paling pekat
banyak bait berserakan,
lantun termunafikan
dalam eja pilu
mungkin kurang disusui
atau mungkin
memang sudah harus mati?!
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:04:59 am
Kepekaan itu
ibarat mata pisau
perlu terus diasah
untuk mempermudah dirimu
mengupas buah
dari masalah-masalahmu
Jangan biarkan
hatimu tumpul
karena sebab
kau malas mengasahnya
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:05:38 am
Terkadang
Basa Basi
lebih dibutuhkan
dari pada Diam
yang belum tentu
mengandung Emas
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:07:10 am
Siapa yang sedang kita hujat
itu bisa jadi yang akan membantu kita
dikemudian hari
Siapa yang sedang kita sanjung
bisa jadi yang akan menghancurkan kita
dikemudian hari
Sesungguhnya kita manusia
berada dalam kelalaian
kecuali yang berserah diri
Kembalilah pada fitrah diri,
serahkan segala urusanmu
pada Sang Illahi Rabbi
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:08:06 am
Apa yang sudah terjadi di negeri ini
sudah menjadi kehendak NYA
dan apa yang sudah menjadi kehendak NYA
adalah yang terbaik bagi kita semua
Baik atau buruknya yang akan terjadi nanti,
kita hanya harus peka
dan mawas diri
serta selalu ingat,
bahwa diatas langit
masih ada langit
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:09:03 am
sanggupkah kau membayar resah
saat purnama menjubal kenangan
yang tak berkesudah?
wahai alam...
ijinkan aku
memeluk malammu
menitipkan rindu
disela telinga rembulan
biar kupanjati
tebing langit malam ini
sampai surya
kembali menentukan batas
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:10:36 am
ruang sempit
tak kan membawa mu kelangit
namun imaji tak bisa kau kelit
diam adalah ricuhnya hati
saat semua keinginan
kau selip disela bisu
berdamailah
dengan dinginnya hujan
karena selimut hangat
hanya akan melepaskan
hasrat sesaat
dan kerinduan lepas
pada kodrat
nikmatilah
pesan rinai
yang dihembus angin
dan kepekaanmu
akan membawamu
pada keabadian rasa
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:11:19 am
Kenapa sakit sekali rasanya?
Senyumnya itu
seperti belati
yang menghunus
jantung ini
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:11:47 am
Membaca tanda
yang hadir lewat kata
Upaya adalah ceritanya
Kisah ini
akan jadi apa?
Biarkan waktu
yang bicara
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:12:34 am
Semilir hembus kata
menghunus rasa
kian pepat
diujung2 indraku
yang penat
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:13:06 am
Sekejap aku mati,
sekejap itu pula
aku akan hidup kembali
Karena nafas ini
masih mengakar di relungnya
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:14:40 am
Rindu itu
memang menyedihkan,
menyakitkan dan memuakan
Berhentilah bercinta!!
"jerit suara hati yang memekakan nurani"
berdiri dalam gamang
memandangi
wajah rembulan
yang separuh pucat
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:15:24 am
Di awal musim
di pertengahan tahun
di akhir mimpi
di antara jutaan bintang
pada awan hitam tertutup
Aku hanya bisa terdiam
menatap wajah mu
dalam remang
cahaya rembulan
yang gamang
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:16:18 am
mengawali kisah
yang semakin tak ku mengerti
Deru nafas
tak lagi mengacu
pada harmoni
bahkan
senandung kematianpun
memiliki irama
yang pasti
Ku harap
bumi masih sudi
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:18:00 am
Terserah mau kau artikan apa
Diam ini bukanlah emas
juga bukan besi bekas
Diam ini adalah
lelah yang tak ada batas
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:18:51 am
keningmu memerah
tanda kenangan itu
masih belum larut
dalam segelas kopi
yang kau teguk
bagaimana mungkin
terkata pahit
sedang empedu pun
kau lahap
seperti lalap
teman nasimu
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:20:05 am
Bagaikan kisah
yang mencacah
dua alam
tak mengepisode
adegan bahagia
terputus
di garis horizontal
sabdapun
bergeming
pada angin
pasrah tumpah
di selendang mayang
menjadi bayang-bayang
yang meniti
garis vertikal
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:20:25 am
Merindukanmu
seperti meraba kematian
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:20:51 am
Dunia ini
hanya sejengkal
untuk sebuah perjalanan
yang panjang
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:21:34 am
Trauma itu
tidak bisa dihindari
karena kita manusia
yang punya rasa takut
Aku sedang tidak bercokol
dalam ketakutan
Aku hanya sedang
mengendalikan diri
untuk tidak terjebak
pada masa lalu
Kalau bukan aku sendiri
siapa lagi yang akan peduli?!
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:22:14 am
Pagi tadi udah sarapan hati
siang ini makan jantung
Nanti malam tinggal......
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:23:06 am
tak perlu mencari jawab
karena tanda itu
kau sendiri yang buat
mungkin dilema
yang menjadi penyebab
hingga pilihan kujatuhkan
pada diam,
smoga tak cepat berkarat
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada Agustus 12, 2015, 04:23:57 am
isyarat mu adalah tanda,
dan aku membacanya
itu sebagai langkah mundur
yang perlahan tapi pasti.
sungguh disayangkan...
hanya sebatas itukah
ranting menumbuhkan dedaunan?
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: qiozz pada September 14, 2016, 11:40:25 pm
terkadang rindu
harus hadir
dalam wujud
kemarahan
seperti api
membutuhkan
bahan bakarnya
namun kini
aku terbakar
dalam rindu
yang paling diam
Judul: Re:I Loved Quoting My Self
Ditulis oleh: Mr.jastrexs pada November 15, 2016, 10:58:37 am
sepi sepi yng kurasaaa,,,,ahaii