Komunitas DUDUNG.NET

TOPIK UMUM => Obrolan Ummat => Topik dimulai oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Mei 18, 2009, 03:04:55 pm

Judul: HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Mei 18, 2009, 03:04:55 pm
1. Untuk mengaji ke HTI, cukup menghubungi orang2 hti terdekat dari rumah anti.

2. Fikroh dan thoriqoh.
Misalnya ide islam tentang pornografi & pornoaksi, buat kita tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dari pandangan fikroh islam batasnya adalah aurat. Untuk wanita boleh muka, telapak tangan. Untuk pria dari pusat sampai dengkul. Gambar2 yang menampakkan aurat dilarang, tarian2 erotis dilarang.

Metode pelaksanaan untuk menerapkan aturan syariat ttg pornografi itu adalah melalui ditegakkannya institusi khilafah. Tidak bisa melalui institusi demokrasi parlementer atau presidential atau monarchi parlementer, dll.

Kutip
Moderator :
Pemisahan dari thread lain ;)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: layla azzahra pada Mei 18, 2009, 03:26:08 pm
1. Untuk mengaji ke HTI, cukup menghubungi orang2 hti terdekat dari rumah anti.
Alhamdulillah saya punya teman baik dari kelompok2 islam (HTI, IM, LDII, Muhammadiyah, NU).
Dan Alhamdulillah sampai sekarang saya suka mengikuti kajian2 islam di banyak kajian tanpa melihat "dalang"nya.
Jadi, insyaAlloh saya cukup faham pola pikir dari masing2 kelompok (sejauh yang saya ketahui tentunya).

2. Fikroh dan thoriqoh.
Misalnya ide islam tentang pornografi & pornoaksi, buat kita tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dari pandangan fikroh islam batasnya adalah aurat. Untuk wanita boleh muka, telapak tangan. Untuk pria dari pusat sampai dengkul. Gambar2 yang menampakkan aurat dilarang, tarian2 erotis dilarang.
Ok, saya sangat sepakat.

Metode pelaksanaan untuk menerapkan aturan syariat ttg pornografi itu adalah melalui ditegakkannya institusi khilafah. Tidak bisa melalui institusi demokrasi parlementer atau presidential atau monarchi parlementer, dll.
Selalu sampai dikalimat yang saya bold saja pernyataan dari ikhwah HTI, dan itu buka bentuk langkah riil dalam hemat saya.
Semuanya bisa mengatakan hal itu...
TApi apa langsung tepat sasaran dengan kondisi negara yang seperti ini?
Saya sangat ingin khilafah islamiyah tegak dimuka bumi ini...
Tapi saya juga sangat sarkasme menyikapi tulisan yang saya bold, tidak ada penyelesaian dari kaliamt anda itu bila kita ramu dalam permasalahan dan kondisi bangsa sekarang.
Masalahnya bukan pada judul sistem tapi pada otak pelaksana sistem...
KArena bagi saya apapun judulnya, selama otak si pelaksana islami dan langsung diaplikasikan pada seluruh sistem kehidupan, maka tujuan tegaknya khilafah islmiyah akan sangat mungkin terwujud.
Dan apabila sebaliknya, bila semua itu "hanya" sebatas omongan dan tulisan, ke khilafahan masih terlalu jauh untuk digapai....
Tulisan dan omongan, OK!
Dan bila ditunjang dengan action, jadi sangat OK!
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Mei 19, 2009, 12:54:35 pm
Selalu sampai dikalimat yang saya bold saja pernyataan dari ikhwah HTI, dan itu buka bentuk langkah riil dalam hemat saya.
Semuanya bisa mengatakan hal itu...
TApi apa langsung tepat sasaran dengan kondisi negara yang seperti ini?
Saya sangat ingin khilafah islamiyah tegak dimuka bumi ini...
Tapi saya juga sangat sarkasme menyikapi tulisan yang saya bold, tidak ada penyelesaian dari kaliamt anda itu bila kita ramu dalam permasalahan dan kondisi bangsa sekarang.
Masalahnya bukan pada judul sistem tapi pada otak pelaksana sistem...
KArena bagi saya apapun judulnya, selama otak si pelaksana islami dan langsung diaplikasikan pada seluruh sistem kehidupan, maka tujuan tegaknya khilafah islmiyah akan sangat mungkin terwujud.
Dan apabila sebaliknya, bila semua itu "hanya" sebatas omongan dan tulisan, ke khilafahan masih terlalu jauh untuk digapai....
Tulisan dan omongan, OK!
Dan bila ditunjang dengan action, jadi sangat OK!
[/quote]

Semoga tidak keluar dari tema lebih jauh ( silahkan moderator untuk meng-cut ).

Langkah riil HT ( ini menurut saya ) dalam berdakwah adalah :
mampu memetakan mana yang menjadi lahan garapan individu dan jama'ah dakwah dan mana yang menjadi kewajiban institusi negara ( bukan berarti hendak membeda-bedakan ), agar tidak tumpang tindih.

Misalnya :
kewajiban memberikan sembako yang murah kepada rakyat, itu adalah kewajiban pemerintah bukan kewajiban ormas atau individu. Bila ada ormas yang mengadakan bazar murah, itu baik2 aja dan sangat mulia. Tapi sekali lagi itu bukan kewajiban ormas.
Bila pemerintah tidak memberikan sembako murah maka sebagai individu dan jamaah dakwah harus mengingatkan pemerintah akan kewajibannya, baik melalui buletin, ceramah, mengirim utusan ke pemerintah, maupun masyiroh.

Jadi kegiatan ormas yg mengadakan bazar murah bila tanpa disertai penjelasannya justru akan mengaburkan peran yg seharusnya menjadi kewajiban pemerintah.

Contoh lain :
Ketika terjadi perzinaan, pernah ada ormas yang melakukan hukum syariat yaitu rajam terhadap pelaku. Secara ide ( fikroh ) adalah benar, tapi secara thoriqoh ( metode pelaksanaan ) adalah salah.
Karena yang berkewajiban melaksanakan eksekusi harusnya adalah institusi pemerintah, bukan individu atau ormas.

Jadi.
Sebagai individu yg tergabung di HT saya pikir, tidak usahlah dalam amal riil sosial menyebut2 atau membawa2 nama bahwa kita pernah berinfak sedekah sekian2, saya punya sekolah murah, dll. Saya jamin anda tidak akan pernah menemukan itu, bukan berarti kita tidak ada.

Dan perlu diingat HTI adalah bukan badan sosial, atau lembaga pendidikan.
Jadi tugas jamaah dakwah seharusnya adalah ;
1.melakukan pembinaan thd anggotanya (aqidah, ibadah, ahlak, pemikiran2 islami ).
2.dakwah ke masyarakat, memberikan solusi ( ide islam ) tentang pemasalahan manusia.
3.mengingatkan penguasa tentang kewajibannya yg terabaikan. ( ini langkah riilnya kpd negara, krn pemerintahlah yg paling bertanggung jawab thd urusan rakyat, dialah eksekutifnya, tugas kita sbg rakyat mengingatkan sesuai tuntunan islam agar sang eksekutif tdk terjerumus kedalam kubangan dosa ).

Lebih jelas mungkin kalau ngaji.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: izzatuljundi pada Mei 19, 2009, 09:50:23 pm
“Jadilah seorang kesatria yang kokoh berdiri di atas tanah Namun cita-citanya tinggi menerawang hingga menancap di atas langit”


“Boleh jadi gunung tinggipun hancur berantakan, namun hati seorang pejuang tiada pernah kan bergeming dan berubah, ‘tuk senantiasa memegang teguh janji setianya”

www.hasmi.org
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Mei 19, 2009, 10:04:54 pm
Misalnya :
kewajiban memberikan sembako yang murah kepada rakyat, itu adalah kewajiban pemerintah bukan kewajiban ormas atau individu. Bila ada ormas yang mengadakan bazar murah, itu baik2 aja dan sangat mulia. Tapi sekali lagi itu bukan kewajiban ormas.
Bila pemerintah tidak memberikan sembako murah maka sebagai individu dan jamaah dakwah harus mengingatkan pemerintah akan kewajibannya, baik melalui buletin, ceramah, mengirim utusan ke pemerintah, maupun masyiroh.

Jadi kegiatan ormas yg mengadakan bazar murah bila tanpa disertai penjelasannya justru akan mengaburkan peran yg seharusnya menjadi kewajiban pemerintah.

Contoh lain :
Ketika terjadi perzinaan, pernah ada ormas yang melakukan hukum syariat yaitu rajam terhadap pelaku. Secara ide ( fikroh ) adalah benar, tapi secara thoriqoh ( metode pelaksanaan ) adalah salah.
Karena yang berkewajiban melaksanakan eksekusi harusnya adalah institusi pemerintah, bukan individu atau ormas.

Jadi.
Sebagai individu yg tergabung di HT saya pikir, tidak usahlah dalam amal riil sosial menyebut2 atau membawa2 nama bahwa kita pernah berinfak sedekah sekian2, saya punya sekolah murah, dll. Saya jamin anda tidak akan pernah menemukan itu, bukan berarti kita tidak ada.

Dan perlu diingat HTI adalah bukan badan sosial, atau lembaga pendidikan.
Jadi tugas jamaah dakwah seharusnya adalah ;
1.melakukan pembinaan thd anggotanya (aqidah, ibadah, ahlak, pemikiran2 islami ).
2.dakwah ke masyarakat, memberikan solusi ( ide islam ) tentang pemasalahan manusia.
3.mengingatkan penguasa tentang kewajibannya yg terabaikan. ( ini langkah riilnya kpd negara, krn pemerintahlah yg paling bertanggung jawab thd urusan rakyat, dialah eksekutifnya, tugas kita sbg rakyat mengingatkan sesuai tuntunan islam agar sang eksekutif tdk terjerumus kedalam kubangan dosa ). (kutip mas fauzi)

jika tidak ada yang memberikan makan pada fakir miskin hal itu malah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim. saya kurang begitu paham kajian aqidah dan ibadah dalam HT karena dari selebaran HT yang saya dapatkan di Palembang fokus kajian HT hanya dalam Ekonomi Islam, Pemerintahan Islam dan hal - hal lain yang menyangkut kenegaraan.

yang saya bold adalah urusan individu sedangkan yang ditanyakan adalah secara jamaah.... yang ketiga mungkin dalam thread mas alhikmah dijelaskan alasannya adalah Rasul mengutus utusan kepada raja-raja diwilayah lainnya untuk mengajak mereka kepada Islam. tapi perlu dicatat bahwa hal itu setelah terbentuknya negara madinah dan setelah adanya tentara (Mujahid) yang siap tempur
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Mei 20, 2009, 12:40:34 pm

jika tidak ada yang memberikan makan pada fakir miskin hal itu malah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim. saya kurang begitu paham kajian aqidah dan ibadah dalam HT karena dari selebaran HT yang saya dapatkan di Palembang fokus kajian HT hanya dalam Ekonomi Islam, Pemerintahan Islam dan hal - hal lain yang menyangkut kenegaraan.

Menurut saya,
hal itu salah satu bentuk solusi islam kepada pemerintah dan masyarakat. Bukan berarti kita tidak pernah menyikapi masalah ibadah ( seperti sholat dwi bahasa, penentuan idul fitri, idul adha, ramadhan ). Buletin2 yg kita tampilkan adalah yg masih berkaitan dg masalah2 yg tengah update di masyarakat pada saat itu dan berdasar skala prioritas menurut ht tentunya.

Untuk kajian,
ya tentu ada kitabnya yg diadakan secara intensif dg jadwal dan materi kitab yg sudah diurutkan demikian-demikian seperti kita sekolah, ada pembimbing ada murid. Jadi menilai materi kajiannya bukan dari selebaran meskipun memang hal itu berhubungan.

Misalnya :
kita mengkaji bab penentuan ramadhan di bulan mei ini. Bukan berarti kita keluarkan buletin / selebaran ke masyarakat masalah ramadhan, tentu agak gak nyambung.
Tetapi kita keluarkan buletin masalah pilpres misalnya, tentunya  menurut pandangan islam yg kita adob, kan saat ini lagi hangat. Jadi tujuan lainnya adalah untuk mengimbangi media2 sekuler yg berporos ke amrik biasanya.

yang saya bold adalah urusan individu sedangkan yang ditanyakan adalah secara jamaah.... yang ketiga mungkin dalam thread mas alhikmah dijelaskan alasannya adalah Rasul mengutus utusan kepada raja-raja diwilayah lainnya untuk mengajak mereka kepada Islam. tapi perlu dicatat bahwa hal itu setelah terbentuknya negara madinah dan setelah adanya tentara (Mujahid) yang siap tempur

Anda benar.

Perlu ditelaah kembali, bagaimana Rosul bisa berkuasa di Madinah? padahal Rosul berasal dari Makkah yg jaraknya sekitar 400 ~ 600 km. Dan perlu diingat makka dan yatsrib saat itu masih negeri terpisah, dg penguasa yg berbeda.

Judul: HT UZBEKISTAN
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Mei 22, 2009, 12:44:20 pm
Hudoyberdiyev Aktivis Hizbut Tahrir Akhirnya Syahid Ditangan Rezim Bengis Uzbekistan Karimov ; Sang Istri, Musharraf, kembali ditinggal oleh suami yang syahid, setelah sebelumnya - Usmanov suami pertamanya - juga syahid karena kekejaman Yahudi Karimov.

Setelah dipenjara dan mengalami penyiksaan yang sangat keji oleh rezim bengis Uzbekistan Karimov, seorang anggota Hizbut Tahrir yang bernama Ismat Hudoyberdiyev, 52, akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir di Penjara Zarafshon No. 64/48. Lembaga Aktivis Hak Asasi Manusia Uzbekistan juga melaporkan hal yang sama seperti yang dinyatakan media Uzbekistan. Kematian Ismat Hudoyberdiyev itu telah menambah bilangan syuhada pejuang Khilafah di Uzbekistan seperti Farhad Usmanov yang telah syahid sebelumnya.

Lembaga Hak Asasi Manusia menerima informasi yang menyatakan Ismat Hudoyberdiyev yang berasal dari Daerah Surhandarya telah menjalani hukuman itu sejak tahun 2002, dan akhirnya meninggal dunia akibat daripada penyiksaan yang dilakukan terhadapnya .
Bagi isterinya, Musharraf, ini adalah kali kedua dia kehilangan suami yang sama-sama syahid di jalan dakwah untuk memperjuangkan Khilafah. Musharraf sebelumnya menikah dengan Farhad Usmanov yang kemudian syahid akibat kezoliman Karimov. Usmanov, anak seorang imam besar Uzbekistan ,mempunyai enam orang anak. Dia ditangkap ketika berusia 42 tahun pada musim panas tahun 1999, di atas tuduhan menjadi anggota Hizbut Tahrir. Setelah ditangkap dia dipenjaran kementerian Dalam Negeri di Tashkent. As Syahid Usmanov disiksa hingga syahid pada hari ke-11.
Pada tahun 2002, Musharraf (janda Usmanov) menikah dengan Ismat Hudoyberdiyev. Dia juga ditangkap pada tahun yang sama. Setelah beberapa bulan menunggu, Musharraf telah meminta bantuan Lembagah Hak Asasi Manusia karena merasa kawatir keselamatan suami keduanya yang kemungkinan disiksa dan dibunuh, sebagaimana Farhad Usmanov.
Ia mengatakan kepada organisasi tersebut, bahwa dia tidak dapat menghubungi suaminya selama enam bulan . Pihak penjara mengatakan kepadanya Hudoyberdiyev telah dimasukkan ke dalam penjara.
“Dia berkata, dia telah menyadari pegawai penjara telah menyiksa suaminya secara sistematis , dan dia membuat laporan kepada jaksa umum dan direktur criminal Kementerian Dalam Negeri Uzbekistan, namun dia tidak menerima informasi sedikitpun,” kata Lembaga Hak Asasi Manusia .
Kini, tanggungjawab mengasuh dan membesarkan sembilan orang anaknya yang masih di bawah umur terletak di bahu Musharraf . Insya Allah dia termasuk ke dalam kelompok para isteri solehah yang terus berjuang setelah kehilangan suami untuk selama-lamanya akibat perbuatan zalim Islam Karimov. Sesungguhnya ganjaran yang menanti para wanita sholeh adalah syurga Allah.
Demikianlah betapa beratnya ujian yang dihadapi oleh para pengemban dakwah di bumi kelahiran Imam Bukhari. Para penyebar risalah dakwah yang ikhlas telah dibunuh dengan kejam tanpa perikemanusiaan oleh rejim penguasa yang korup. Masalah ini sudah semestinya menjadi agenda utama umat Islam seluruh dunia saat ini .Sebab, orang-orang mukmin itu adalah bersaudara di antara satu dengan lainnya. Kaum muslim wajib membebaskan saudara mereka dari kezaliman penguasa yang jahat.
Ujian dakwah seperti ini bukanlah sesuatu yang baru di dalam perjuangan dakwah. Setiap perjuangan dakwah akan pasti diuji oleh Allah SWT dengan pelbagai rintangan sebagaimana juga dakwah Rasulullah SAW dan para sahabat ketika mereka berada di Mekah. Pada saat itulah kemenangan dakwah semakin jelas dan hampir. InsyaAllah, hal yang sama akan terjadi pada zaman ini.
Islam tidak akan dapat dilenyapkan walaupun para pejuangnya dibunuh. Justeru, para mukhlisin (orang-orang yang ikhlas) yang memperjuangkan penegakkan Daulah Khilafah akan dapat melihat dengan nyata bahwa pertolongan Allah semakin dekat. Sehingga tibalah masanya, Khilafah Rasyidah kali kedua kembali didirikan dan memancarkan cahaya Islam ke seluruh alam. Insya Allah (www.mykhilafah.com)

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/hudoyberdiyev-aktivis-hizbut-tahrir-akhirnya-syahid/
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Mei 24, 2009, 03:08:18 pm
Perlu ditelaah kembali, bagaimana Rosul bisa berkuasa di Madinah? padahal Rosul berasal dari Makkah yg jaraknya sekitar 400 ~ 600 km. Dan perlu diingat makka dan yatsrib saat itu masih negeri terpisah, dg penguasa yg berbeda. (kutip mas fauzi)

Dan hasil telaah antum bagaimana ???
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Mei 25, 2009, 12:08:21 pm
Perlu ditelaah kembali, bagaimana Rosul bisa berkuasa di Madinah? padahal Rosul berasal dari Makkah yg jaraknya sekitar 400 ~ 600 km. Dan perlu diingat makka dan yatsrib saat itu masih negeri terpisah, dg penguasa yg berbeda. (kutip mas fauzi)

Dan hasil telaah antum bagaimana ???


tanpa peperangan.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: drai pada Mei 25, 2009, 12:52:29 pm
kemane aja bang? masih yang dulu kekeh dengan HTI...
 :)) :)) ;;)
Judul: KETAKUTAN KAUM KAFIR.
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Mei 25, 2009, 12:54:41 pm
Baru-baru ini Australian Strategic Policy Institute (ASPI) mengeluarkan laporan khusus bagaimana mengkonter radikalisasi internet di Asia Tenggara. Dalam salah satu bagian dari laporan yang berjudul Countering internet radicalisation in Southeast Asia (edisi March 2009 — Issue 22) menyoroti website HTI. Salah satu saran dari lembaga kajian ini adalah menindak tegas pengelola website yang dituding radikal.

Mengingat pentingnya internet dalam menyebarkan paham ekstrimis, artikel ini menyarankan tiga macam strategi, yaitu strategi keras, strategi lunak, dan strategi berbasis intelijen. Strategi keras berarti toleransi nol yang menindak website dan adminnya secara tegas. Strategi lunak menggunakan counter website yang mempromosikan islam yang lebih toleran dan inklusif. Strategi terakhir adalah berbasis intelijen yang bertugas memonitor, penyidikan, penghentian kegiatan hingga penahanan. Tiga strategi ini diharapkan bisa dilakukan secara bersamaan.
Bagi umat Islam, saran-saran seperti ini tentunya tidaklah mengherankan. Kesadaran umat tentang penting menegakkan syariah dan khilafah telah membuat takut negara-negara imperialis termasuk Australia. Sebab tegaknya syariah dan Khilafah akan menghentikan penjajahan mereka atas dunia Islam. Untuk terkesan objektif , biasanya laporan dibuat seolah-olah lembaga kajian yang netral dan ilmiah. Namun, bukan rahasia umum, kalau banyak lembaga kajian yang dimanfaatkan untuk kepentingan politik negara imperialis.
Lembaga kajian seperti ini sering mempersoalkan dakwah lewat internet yang dilakukan kelompok Islam dengan tudingan teroris dan ekstrimis. Tapi tidak mempersoalan media masa Barat yang juga menjadi alat propaganda liberalisme yang jauh lebih massif dan sistematis untuk mendukung kebijakan penjajahan negara Barat. Yang jelas , bagi umat Islam, bagaimanapun sikap negara-negara imperialis tersebut perjuangan untuk menegakkan syariah Islam lewat berbagai media terus berjalan dan tidak boleh berhenti. Karya-karya besar tetap dinantikan umat.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Mei 25, 2009, 02:12:39 pm
Perlu ditelaah kembali, bagaimana Rosul bisa berkuasa di Madinah? padahal Rosul berasal dari Makkah yg jaraknya sekitar 400 ~ 600 km. Dan perlu diingat makka dan yatsrib saat itu masih negeri terpisah, dg penguasa yg berbeda. (kutip mas fauzi)

Dan hasil telaah antum bagaimana ???


tanpa peperangan.

saya udah beri jawaban pada mas al-hikmah..... saya kurang ngeh kalau dakwah dibagi dalam periode makkah dan madinah karena jika kita sepakat periode makkah yang saat ini kita jalankan, apalagi dengan mengQiyaskan dengan periode sumayah dan amr bin yasir yang disiksa, maka syariat sholat lima waktu belum di bebankan.... jika mengqiyaskan dengan perjuangan nabi maka seharusnya anda juga berhijrah... anggap indonesia sebagai makkah pada waktu itu. galang kekuatan dinegeri luar kemudian taklukkan indonesia kalau mas fauzi konsisten dengan apa yang mas fauzi yakini.... yang harus ditekankan adalah sifat dakwah nabi dan titik tekan perjuangan nabi yaitu la illahailallah (Tauhid) / akidah. jika mengacu pada kategori dakwah nabi, saya rasa juga anda membalik periode dakwah nabi. karena titik tekannya yang utama adalah akidah, ibadah baru fase terakhir pembentukan khilafah.

tanpa kekerasan saya sepakat karena
"serulah mereka ke jalan Tuhanmu dengan Hikmah dan mauizhatil hasanah"
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Mei 26, 2009, 12:44:27 pm
Perlu ditelaah kembali, bagaimana Rosul bisa berkuasa di Madinah? padahal Rosul berasal dari Makkah yg jaraknya sekitar 400 ~ 600 km. Dan perlu diingat makka dan yatsrib saat itu masih negeri terpisah, dg penguasa yg berbeda. (kutip mas fauzi)

Dan hasil telaah antum bagaimana ???


tanpa peperangan.

saya udah beri jawaban pada mas al-hikmah..... saya kurang ngeh kalau dakwah dibagi dalam periode makkah dan madinah karena jika kita sepakat periode makkah yang saat ini kita jalankan, apalagi dengan mengQiyaskan dengan periode sumayah dan amr bin yasir yang disiksa, maka syariat sholat lima waktu belum di bebankan.... jika mengqiyaskan dengan perjuangan nabi maka seharusnya anda juga berhijrah... anggap indonesia sebagai makkah pada waktu itu. galang kekuatan dinegeri luar kemudian taklukkan indonesia kalau mas fauzi konsisten dengan apa yang mas fauzi yakini.... yang harus ditekankan adalah sifat dakwah nabi dan titik tekan perjuangan nabi yaitu la illahailallah (Tauhid) / akidah. jika mengacu pada kategori dakwah nabi, saya rasa juga anda membalik periode dakwah nabi. karena titik tekannya yang utama adalah akidah, ibadah baru fase terakhir pembentukan khilafah.

tanpa kekerasan saya sepakat karena
"serulah mereka ke jalan Tuhanmu dengan Hikmah dan mauizhatil hasanah"


Saudaraku.
Benar saya setuju. Dengan akidah dan ibadah. Karena kebetulan dalam kajian awal yg saya ikuti juga masalah itu.

Mengenai perbedaan periode mekah jaman nabi dan saat ini,
 bedanya ( secara singkat ) adalah bahwa saat ini islam sudah turun kaffah. Itulah tantangan kita. Sehingga benturannya lebih banyak. Kalau periode mekah jaman nabi, mungkin tantangannya lebih banyak ke aqidah. Sekarang ya aqidah, ya pornografi, ya privatisasi bumn, ya kriminal, ya demokrasi...dll yg semuanya tdk dihukumi dg hukum islam, padahal semua hukum sdh diturunkan dari langit.

Itulah sebabnya kita / kami sebisa mungkin menjawab semua pemasalahan masyarakat, dimana masalahnya bukan hanya sebatas aqidah dan ibadah ( meskipun muaranya pada aqidah ), seperti hukum nikah siri, hukum atas penghinaan kpd nabi, hukum para koruptor.

Adapun kesamaannya pada periode mekkah jaman nabi dg saat ini,
kita melakukan tanpa kekerasan / peperangan. Sekalipun banyak para pendakwah harus gugur / syahid. Kita tdk membalasnya. Seperti yg pernah dialami oleh keluarga yasir, bilal, dll. Demikian pula spt yg menimpa saudara kami farhad usmanov di uzbek, dll.

Insyallah. Mohon doanya.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Mei 26, 2009, 12:52:58 pm
kemane aja bang? masih yang dulu kekeh dengan HTI...
 :)) :)) ;;)

Insyallah, masih gabung dg HTI dalam memperjuangkan syariat islam.

Antum baik2 aja saudaraku?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Mei 26, 2009, 03:27:29 pm
insya Allah di doakan kita ber "Fastabiqul khairat"
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Mei 27, 2009, 04:33:33 pm
kita melakukan tanpa kekerasan / peperangan. Sekalipun banyak para pendakwah harus gugur / syahid. Kita tdk membalasnya. Seperti yg pernah dialami oleh keluarga yasir, bilal, dll. Demikian pula spt yg menimpa saudara kami farhad usmanov di uzbek, dll. (Kutip Mas fauzi)

Bukannya telah turun ayat diperbolehkan berperang bagi mereka yang diperangi ???
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: acetaminophen pada Mei 27, 2009, 05:04:56 pm
pak mody... pak mody...
mau tanya...
ini thread membahas tentang apa ya??
apakah semua tentang HTI, begitu ya??
saya mau nimbrung tapi takut OOT, jd konfirmasi dulu...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: d4vid_r5 pada Mei 27, 2009, 05:11:01 pm
semacam dengan thread ini

http://forum.dudung.net/index.php/topic,2959.0.html
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Mei 28, 2009, 12:27:54 pm
kita melakukan tanpa kekerasan / peperangan. Sekalipun banyak para pendakwah harus gugur / syahid. Kita tdk membalasnya. Seperti yg pernah dialami oleh keluarga yasir, bilal, dll. Demikian pula spt yg menimpa saudara kami farhad usmanov di uzbek, dll. (Kutip Mas fauzi)

Bukannya telah turun ayat diperbolehkan berperang bagi mereka yang diperangi ???


Benar sekali saudaraku,
Tetapi berperang itu adalah wewenang instutusi negara, sebagaimana eksekusi potong tangan.

Itulah menurut saya salah satu pentingnya ada khilafah, agar hukum2 muamalat bisa  ditegakkan : seperti perang jihad, potong tangan, hudud, jinayat, qishos, apalagi ya? Bukankah semuanya itu wajib ditegakkan.

Saya jadi inget sama ustadz / kyai di pesantren "kalong" dulu ketika mengajarkan masalah hukuman qishos. Setelah sedikit ada pandangan dari hti, suatu hari saya pulang kampung mengunjunginya dan berdiskusi dg guru saya tentang kenapa kok hukum qishos tidak dilaksanakan ?...ya kenapa ya...??? ya karena kita bukan negara islam,...dll. Lho itu kan wajib,...ustadz?

Logila Jawaban itu saya temukan di hti, akhirnya...alhamdulillah.

Judul: HT PAKISTAN
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Mei 28, 2009, 12:38:50 pm
Hizbut Tahrir Bertekad Terus Berjuang Menghentikan Perang Untuk Amerika di Swat

HTI-Press. Kampanye Hizbut Tahrir menentang operasi militer di Malakand berjalan lancar. Pemerintah Pakistan tampaknya sangat gugup beberapa hari terakhir ini. Pemerintah Pakistan menahan 16 aktivis Hizb dari Lahore, Karachi, Islamabad, Abbotabad dan Peshawar.

Selain itu, disamping melakukan penyiksaan secara mental, secara fisik rezim Pakistan telah melakukan penyiksaan terhadap aktifis Hizbut Tahrir. Hamid Rafiq, ditahan di Lahore, pemerintah menculik dan membawanya ke lokasi yang tidak diketahui untuk disiksa. Sementara pihak kepolisian berlagak masa bodoh dan menolak anggapan telah menahan Hamid Rafiq. Pihak pengadilan juga gagal menemukan dia. Akhirnya , polisi membebaskan Rafiq setelah ditahan secara illegal selama dua hari.

Sama halnya dengan di Pashawar, rezim Zadari menahan lima aktifis Hizbut Tahrir (Sabtain, Ishaq Shinwary, Omar Zaib,dan Saqib ) selama aksi protes menentang operasi Swat yang telah menimbulkan perang saudari dan penderitaan muslim disana. Aktifis Hizb dituduh telah menganggu perdamaian. Tuduhan yang menggelikan dan tidak berdasar. Tentu saja Hizbut Tahrir tidak bisa diintimidasi dan terusik dengan perlakuan dan provakasi yang kekanak-kanakan ini.

Dalam keterangan persnya (Rabu, 27 mei 2009 ) Hizbut Tahrir Pakistan bertekad akan terus melanjutkan perjuangan damai menyelamatkan saudara muslimnya di Swat dari penindasan tanpa peduli respon pemerintah terhadap aksi ini. “ Kita akan terus menggerakkan umat untuk mencabut dari akar-akarnya dan mengenyahkan kehadiran penjajah Amerika di wilayah ini yang menjadi pangkal kekacauan ” ujar juru bicara Pakistan.

Hizbut Tahrir Pakistan menyerukan umat untuk melaksanakan kewajiban amr bil ma’ruf dan Nahi ‘anil munkar dan beramai-ramai untuk hadir dalam aksi Hizbut Tahrir pada 31 mei 2009. Dengan demikian rezim Zardari yang menjadi agen Amerika bisa ditekan untuk menghentikan operasi di Swat yang telah menyebabkan penderitaan.

Selain itu, kekuatan rakyat harus segera menghentikan Perang Amerika yang telah mengakibatkan perang saudara sesame muslim. Hizbut Tahrir meminta nushroh (dukungan) untuk mendirikan Khilafah yang akan membebaskn umat dari segala penderitaan dan menciptakan politik yang stabil (FW)

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: acetaminophen pada Mei 28, 2009, 01:30:10 pm
mau tanya untuk teman2 HTI, tentang khilafah :
1. apa makna sebenarnya dr berdirinya khilafah bagi teman2 HTI?
2. adakah batas waktu untuk masalah pendirian khilafah?
3. apa paramater keberhasilan ya digunakan oleh HTI utk berdirinya khilafah?
4. usaha2 seperti apa saja yg sudah dilakukan oleh HTI untuk mendirikan khilafah?
5. sejauh ini, bagaimana progresivitas dari pendirian khilafah ini?
6. tentang sifat/arah gerak HTI seperti apa ya? politik, aqidah, atau seperti apa?
7. ingin tahu pendapat HTI tentang perpolitikan. krn saya lihat, HTI banyak sekali mencermati masalah2 sosial & politik. tapi utk aksi nyatanya kok sepertinya ga ada. krn HTI tdk menerjunkan diri langsung di bidang politik. seperti membentuk parpol misalkan. sbg sarana utk pembentukan khilafah spt yg selama ini diusung oleh HTI...

mungkin itu dulu saja.
sebelumnya, jazakumullah khoiron atas jawabannya  :)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Mei 28, 2009, 03:11:41 pm
kita melakukan tanpa kekerasan / peperangan. Sekalipun banyak para pendakwah harus gugur / syahid. Kita tdk membalasnya. Seperti yg pernah dialami oleh keluarga yasir, bilal, dll. Demikian pula spt yg menimpa saudara kami farhad usmanov di uzbek, dll. (Kutip Mas fauzi)

Bukannya telah turun ayat diperbolehkan berperang bagi mereka yang diperangi ???


Benar sekali saudaraku,
Tetapi berperang itu adalah wewenang instutusi negara, sebagaimana eksekusi potong tangan.

Itulah menurut saya salah satu pentingnya ada khilafah, agar hukum2 muamalat bisa  ditegakkan : seperti perang jihad, potong tangan, hudud, jinayat, qishos, apalagi ya? Bukankah semuanya itu wajib ditegakkan.

Saya jadi inget sama ustadz / kyai di pesantren "kalong" dulu ketika mengajarkan masalah hukuman qishos. Setelah sedikit ada pandangan dari hti, suatu hari saya pulang kampung mengunjunginya dan berdiskusi dg guru saya tentang kenapa kok hukum qishos tidak dilaksanakan ?...ya kenapa ya...??? ya karena kita bukan negara islam,...dll. Lho itu kan wajib,...ustadz?

Logila Jawaban itu saya temukan di hti, akhirnya...alhamdulillah.



jika kayak gitu gimana orang yang berzina bertobat ???
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Mei 28, 2009, 03:42:58 pm
untuk saat sekarang ini
sebenarnya apakah yg menghalangi HTI untuk membaiat seseorang sholeh menjadi khalifah?

nunggu apaan?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: acetaminophen pada Mei 28, 2009, 10:33:21 pm
untuk saat sekarang ini
sebenarnya apakah yg menghalangi HTI untuk membaiat seseorang sholeh menjadi khalifah?

nunggu apaan?


nunggu jawaban akh...
pertanyaanku aja belum dijawab akh...  :D
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: oki_toink pada Mei 29, 2009, 07:36:56 am
7. ingin tahu pendapat HTI tentang perpolitikan. krn saya lihat, HTI banyak sekali mencermati masalah2 sosial & politik. tapi utk aksi nyatanya kok sepertinya ga ada. krn HTI tdk menerjunkan diri langsung di bidang politik. seperti membentuk parpol misalkan. sbg sarana utk pembentukan khilafah spt yg selama ini diusung oleh HTI...
afwan kalo salah perbaiki,
ukh ace, HT itu sudah dibentuk dari lama mang dalam sebuah partai politik mba, hanya saja mereka ga mau masuk via demokrasi...

waktu di sabili yg udah lama, ada kabar HTI mau masuk parlemen tapi ga jadi...
aksi nyata HTI menurut saya pribadi,
buat majalah radio, diskusi, seminar, dll...
punten iyeu mah lamun salah, koreksinya

tong hilap nya  :)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Mei 29, 2009, 07:48:27 am
7. ingin tahu pendapat HTI tentang perpolitikan. krn saya lihat, HTI banyak sekali mencermati masalah2 sosial & politik. tapi utk aksi nyatanya kok sepertinya ga ada. krn HTI tdk menerjunkan diri langsung di bidang politik. seperti membentuk parpol misalkan. sbg sarana utk pembentukan khilafah spt yg selama ini diusung oleh HTI...
afwan kalo salah perbaiki,
ukh ace, HT itu sudah dibentuk dari lama mang dalam sebuah partai politik mba, hanya saja mereka ga mau masuk via demokrasi...

waktu di sabili yg udah lama, ada kabar HTI mau masuk parlemen tapi ga jadi...
aksi nyata HTI menurut saya pribadi,
buat majalah radio, diskusi, seminar, dll...
punten iyeu mah lamun salah, koreksinya

tong hilap nya  :)
definisi politik mereka emang beda,non mainstream
malah ngambil dari bahasa arab siyasi=siyasat ;))
CMIW
tp kalo gitu malah keliatan seperti Ormas  :-?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: acetaminophen pada Mei 29, 2009, 08:22:15 am
7. ingin tahu pendapat HTI tentang perpolitikan. krn saya lihat, HTI banyak sekali mencermati masalah2 sosial & politik. tapi utk aksi nyatanya kok sepertinya ga ada. krn HTI tdk menerjunkan diri langsung di bidang politik. seperti membentuk parpol misalkan. sbg sarana utk pembentukan khilafah spt yg selama ini diusung oleh HTI...
afwan kalo salah perbaiki,
ukh ace, HT itu sudah dibentuk dari lama mang dalam sebuah partai politik mba, hanya saja mereka ga mau masuk via demokrasi...

waktu di sabili yg udah lama, ada kabar HTI mau masuk parlemen tapi ga jadi...
aksi nyata HTI menurut saya pribadi,
buat majalah radio, diskusi, seminar, dll...
punten iyeu mah lamun salah, koreksinya

tong hilap nya  :)


kenapa ga jadi masuk parlemen?? di situ ada penjelasannya ngga??
saya pernah bertanya, di forum ini juga.
waktu pemilu dulu, teman2 HTI pilih partai apa ya??
dan jawabannya adalah golput...
lalu, partisipasinya dalam pemerintahan akan jadi seperti apa??

mengutip dari Mencari Format Gerakan Dakwah Ideal, karya Shadiq Amin :
HT lahir di awal 1950-an. pendirinya adalah Syekh Taqiyuddin An-Nabhani, alumni Al-Azhar. pada awalnya An-Nabhani menampakkan kedekatannya dengan jamaah Ikhwanul Muslimin di Yordania. beliau sering memuji jamaah ini & pendirinya. Ikhwan pun membuka pintu lebar untuknya. kemudian beredar selebaran2 yg mengatas namakan Hizbut-Tahrir. hizb memulai aktivitasnya dgn mencanangkan usaha merengkuh kekuasaan dlm rentang waktu 13 tahun yg dimulai dr masa berdirinya.
pandangan HT tentang amal Islam, tujuan dan sarana yg digunakan :
1. amal tsaqofi
dilakukan melalui proses pencerahan dan pengayaan wawasan pengetahuan keislaman secara kolektif terhadap jutaan manusia. ini merupakan kewajiban hizb utk tampil di hadapan publik, berdialog, menanyakan keragu2annya, dan mendukung hingga mendekatkan diri dgn Islam.
2. kerja politik
dilakukan dgn memantau setiap peristiwa dan realita yg terjadi di lapangan. menjadikan setiap peristiwa dan realitas tersebut bergerak sesuai dgn kebenaran pemikiran Islam dan hukum2nya. sehingga diperoleh kepercayaan yg utuh dan masyarakat luas.

evaluasi terhadap HT :
1. HT membatasi medan amal islami pada sisi tarbiyah, pembentuk kepribadian, dan menyeru ummat serta membangkitkan akalnya saja dgn bersandar sepenuhnya di atas pemikiran pd setiap langkahnya. selain itu pemikiran dijadikan sbg sarana utk membangun kepribadian Islami.
2. HT jg keliru dgn membayangkan kemudahan sangat terbatas ini utk menegakkan hukum Allah di muka bumi ini. HT juga beranggapan bahwa masalah ini tdk lebih dari sekedar melakukan tastqif utk anggota hizb. lalu berinteraksi dgn masyarakat.
3. HT tdk bersandar pd kekuatan dirinya utk mencapai kekuasaan, tanpa mensyaratkan adanya kepuasan yg riil terhadap pemikiran tersebut. penguasa/pemerintah bisa membuatnya dlm posisi sulit, membatasi ruang geraknya, bahkan menghancurkannya jika ia sanggup menduduki kekuasaan & pemerintahan.
4. hukum2 fiqh dianggap sangat sensitif & asing dlm Islam.

Allahu'alam...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Mei 29, 2009, 09:02:40 am
@chandra

antum mengutip analisis yg berasal dari jamaah yg beda
sedikit kurang obyektif sih :)
tapi bagus  :cool:
CMIIW
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: oki_toink pada Mei 29, 2009, 10:10:56 am
sedikit kurang obyektif sih :)
tapi bagus  :cool:
CMIIW
jelasin bib yg mananya ;)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Mei 29, 2009, 10:48:43 am
sedikit kurang obyektif sih :)
tapi bagus  :cool:
CMIIW
jelasin bib yg mananya ;)
1. HT membatasi medan amal islami pada sisi tarbiyah, pembentuk kepribadian, dan menyeru ummat serta membangkitkan akalnya saja dgn bersandar sepenuhnya di atas pemikiran pd setiap langkahnya. selain itu pemikiran dijadikan sbg sarana utk membangun kepribadian Islami.


setau saya,orang2 nya rajin halaqoh kok,walau yg dibahas malah fikroh dan jarang ruhaniah yg dibina..tapi g semua HT begitu
kan ane bilang evaluasi nya bagus,bahkan ane sepikiran kok  :great:
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: calon_akhwat pada Mei 29, 2009, 10:57:20 am
Kutip
afwan kalo salah perbaiki,
ukh ace, HT itu sudah dibentuk dari lama mang dalam sebuah partai politik mba, hanya saja mereka ga mau masuk via demokrasi...

waktu di sabili yg udah lama, ada kabar HTI mau masuk parlemen tapi ga jadi...
aksi nyata HTI menurut saya pribadi,
buat majalah radio, diskusi, seminar, dll...
punten iyeu mah lamun salah, koreksinya

tong hilap nya  :)
maaf, gimana caranya mau menegakkan kepemimpinan Islam tanpa ikut serta dalam kegiatan2 politik di Indonesia? lantas dimana bentuk ke-aktifan HT kalau begitu?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: oki_toink pada Mei 29, 2009, 11:03:25 am
maaf coba hubungi syabab/syababah terdekat tha...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Mei 29, 2009, 12:53:57 pm
mau tanya untuk teman2 HTI, tentang khilafah :
1. apa makna sebenarnya dr berdirinya khilafah bagi teman2 HTI?
2. adakah batas waktu untuk masalah pendirian khilafah?
3. apa paramater keberhasilan ya digunakan oleh HTI utk berdirinya khilafah?
4. usaha2 seperti apa saja yg sudah dilakukan oleh HTI untuk mendirikan khilafah?
5. sejauh ini, bagaimana progresivitas dari pendirian khilafah ini?
6. tentang sifat/arah gerak HTI seperti apa ya? politik, aqidah, atau seperti apa?
7. ingin tahu pendapat HTI tentang perpolitikan. krn saya lihat, HTI banyak sekali mencermati masalah2 sosial & politik. tapi utk aksi nyatanya kok sepertinya ga ada. krn HTI tdk menerjunkan diri langsung di bidang politik. seperti membentuk parpol misalkan. sbg sarana utk pembentukan khilafah spt yg selama ini diusung oleh HTI...

mungkin itu dulu saja.
sebelumnya, jazakumullah khoiron atas jawabannya  :)

Bismillah,...

terimakasih atas pertanyaannya.
1. menurut saya, berarti pintu gerbang diterapkannya islam kaffah sudah terbuka.
2. batas waktu, kita berusaha semaksimal mungkin dg terencana, hanya ALLAH SWT yang tahu kapan waktunya.
3. parameter tanda2 keberhasilan : sunatullah sudah terjadi, apa yg dialami orang2 terdahulu sudah dialami oleh ht : semakin gencarnya penentangan, derasnya siksaan, penjajahan smakin menjadi-jadi, fitnah agar kita terpancing untuk melakukan aksi teror, tersebarnya wacana khilafah dan syariat islam sudah menjadi pemikiran alternatif dikalangan awam dan pejabat dunia.
4. menyebarkan ide khilafah, menggambarkan konstruksi negara khilafah, bahwa khilafah ada dalilnya dan bukan utopis : krn sejarah pernah terjadi.
5. dari belum ada pengikut kini sudah jutaan. dari th 50-an hanya di palestina, kini sudah sampai di 50an negara dengan ide dan doktrin yg sama.
6. HTI, memandang islam itu kaffah jadi sebenarnya tidak ada dikotomi politik, akidah, dll. karena semuanya integral. meski demikian hti adalah gerakan politik.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: layla azzahra pada Mei 29, 2009, 03:34:09 pm
4. menyebarkan ide khilafah, menggambarkan konstruksi negara khilafah, bahwa khilafah ada dalilnya dan bukan utopis : krn sejarah pernah terjadi.
Jadi "baru" pada tataran menyebarkan ide dan memberikan penggambaran saja ya akh?

6. HTI, memandang islam itu kaffah jadi sebenarnya tidak ada dikotomi politik, akidah, dll. karena semuanya integral. meski demikian hti adalah gerakan politik.
Bosa minta tolong berikan gambaran gerakan politik dari ikhwah HTI akh?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: subzero pada Juni 05, 2009, 05:37:26 am
tentang terbentuknya khilafah kalo teman2 HTI ditanya kapan pastinya trus langkah dan strategi untuk merealisasikannya serta bagaimana hal tersebut bisa terjadi di negeri kita ini ato mungkin di seluruh dunia
apakah dalam bentuk revolusi ato kudeta? ato dalam bentuk apa?

pasti jawabannya nunggu janji Alloh -_-'

apakah tidak ada jawaban yang lain yang lebih kongkrit yang bisa menggambarkan gerak langkah pencapaian tujuan tersebut? maap bukan g percaya janji Alloh, cuman masih sangat penasaran bentuk kongkritnya kek gimana  :)
ato jangan2 mang internal HTI aja yang boleh tau

oia kalo g salah pengambilaalihan kekuasaan ato merubah sistem diusahakan tanpa kekerasan, dengan analogi penguasaan makah ato madinah

cuman yang patut dicermati juga ketika itu Rasulullah masih ada, bisa dibilang Islam waktu itu..ya Islam, lebih mudah digerakan, lebih terarah dan lebih kuat karena cuman ada satu
tidak seperti sekarang ini, tak perlu lah kita tengok aliran2 sesat dan ga jelas atau keberadaan nonmuslim apalagi yang fobia terhadap syariah dan khilafah, baik mereka di dalam negeri maupun luar negeri (yang tentunya mereka pun g akan tinggal diam kalo Islam berkuasa)
karena diantara kita2 yang satu tujuan saja namun beda pemikiran dan wadah pergerakan, bisa saling bertikai, bahkan tidak jarang menjatuhkan satu sama lain

mau tanya untuk teman2 HTI, tentang khilafah :
1. apa makna sebenarnya dr berdirinya khilafah bagi teman2 HTI?
2. adakah batas waktu untuk masalah pendirian khilafah?
3. apa paramater keberhasilan ya digunakan oleh HTI utk berdirinya khilafah?
4. usaha2 seperti apa saja yg sudah dilakukan oleh HTI untuk mendirikan khilafah?
5. sejauh ini, bagaimana progresivitas dari pendirian khilafah ini?
6. tentang sifat/arah gerak HTI seperti apa ya? politik, aqidah, atau seperti apa?
7. ingin tahu pendapat HTI tentang perpolitikan. krn saya lihat, HTI banyak sekali mencermati masalah2 sosial & politik. tapi utk aksi nyatanya kok sepertinya ga ada. krn HTI tdk menerjunkan diri langsung di bidang politik. seperti membentuk parpol misalkan. sbg sarana utk pembentukan khilafah spt yg selama ini diusung oleh HTI...

mungkin itu dulu saja.
sebelumnya, jazakumullah khoiron atas jawabannya  :)

so..kira2 adakah jawaban yang benar2 kongkrit untuk pertanyaan mbak ace ini?

maap kalo kurang berkenan  :)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: sai pada Juni 05, 2009, 08:56:21 am
3. apa paramater keberhasilan ya digunakan oleh HTI utk berdirinya khilafah?
3. parameter tanda2 keberhasilan : sunatullah sudah terjadi, apa yg dialami orang2 terdahulu sudah dialami oleh ht : semakin gencarnya penentangan, derasnya siksaan, penjajahan smakin menjadi-jadi, fitnah agar kita terpancing untuk melakukan aksi teror, tersebarnya wacana khilafah dan syariat islam sudah menjadi pemikiran alternatif dikalangan awam dan pejabat dunia.

mmm... berarti yang lain juga berhasil donk?

PKS dicap sebagai 'anteknya demokrasi',...
DI TII sebagai pemberontak,...
NU sebagai tunggangganya pemerintah,...
Muhammadiyah sebagai perusak sunnah Rasul,...

saya kira titik berhasil adalah tercapainya tujuan. yang anda sebutkan justru jalan menuju kesana. dan tentu tidak bisa dijadikan acuan, apakah tujuan nya akan tercapai.

buatku, HTI,PKS,NU, dan lainnya, jika tujuannya adalah mendirikan negara Islam di indonesia, sama sekali tidak berhasil.
kalo menegakkan syariah lain cerita.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: subzero pada Juni 05, 2009, 09:36:44 am

mmm... berarti yang lain juga berhasil donk?

PKS dicap sebagai 'anteknya demokrasi',...
DI TII sebagai pemberontak,...
NU sebagai tunggangganya pemerintah,...
Muhammadiyah sebagai perusak sunnah Rasul,...

saya kira titik berhasil adalah tercapainya tujuan. yang anda sebutkan justru jalan menuju kesana. dan tentu tidak bisa dijadikan acuan, apakah tujuan nya akan tercapai.

buatku, HTI,PKS,NU, dan lainnya, jika tujuannya adalah mendirikan negara Islam di indonesia, sama sekali tidak berhasil.
kalo menegakkan syariah lain cerita.
yupz..smoga saja g cuman lantang menyuarakan label
tapi yang penting esensi
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 05, 2009, 09:45:29 am
esensi dan substansi....
@ All.....

sepakat siapa lagi yang mau merubah bangsa ini kecuali kita - kita sendiri kan ??? g cuma nengadah tangan doang dan jawab tunggu takdir Allah
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juni 05, 2009, 10:50:56 am
esensi dan substansi....
@ All.....

sepakat siapa lagi yang mau merubah bangsa ini kecuali kita - kita sendiri kan ??? g cuma nengadah tangan doang dan jawab tunggu takdir Allah
Tul...!!

label cuma alat :p
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: d4vid_r5 pada Juni 05, 2009, 04:41:54 pm
OOT
Muhammadiyah sebagai perusak sunnah Rasul,...
eh emang ada ya yang ngecap gitu?
baru tahu #-o
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juni 05, 2009, 10:17:39 pm
untuk saat sekarang ini
sebenarnya apakah yg menghalangi HTI untuk membaiat seseorang sholeh menjadi khalifah?

nunggu apaan?
dijawaaab doooonk!!!
saya kangen banget ma khilafaaah  :(
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: oki_toink pada Juni 06, 2009, 12:53:15 pm
thi,kesannya HTI aja yg kudu baiat seorang khilafah???
sebenernya yg tegakkan khilafah back again mah kita semua lagi....

*kena, korban berita ya
seakan2 HTI yg tegakkan khilafah semata.. hihi lagian nih partai/ormas paling vokal menyuarakan khilafah dan syariah


wallahualam
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juni 06, 2009, 12:56:55 pm
thi,kesannya HTI aja yg kudu baiat seorang khilafah???
sebenernya yg tegakkan khilafah back again mah kita semua lagi....

*kena, korban berita ya
seakan2 HTI yg tegakkan khilafah semata.. hihi lagian nih partai/ormas paling vokal menyuarakan khilafah dan syariah


wallahualam
jamaah HTI itu lumayan banyak jg,seluruh dunia pula

ya saya jg mau nanya kepada jamaah lain?where is the imam ???
susah deh umat Islam  :( :(( :((

MMI aja bisa pecah gara2 hal kecil,apa lagi ini..
butuh kedewasaan tinggi
-_-
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 06, 2009, 01:34:42 pm
3. apa paramater keberhasilan ya digunakan oleh HTI utk berdirinya khilafah?
3. parameter tanda2 keberhasilan : sunatullah sudah terjadi, apa yg dialami orang2 terdahulu sudah dialami oleh ht : semakin gencarnya penentangan, derasnya siksaan, penjajahan smakin menjadi-jadi, fitnah agar kita terpancing untuk melakukan aksi teror, tersebarnya wacana khilafah dan syariat islam sudah menjadi pemikiran alternatif dikalangan awam dan pejabat dunia.

mmm... berarti yang lain juga berhasil donk?

PKS dicap sebagai 'anteknya demokrasi',...
DI TII sebagai pemberontak,...
NU sebagai tunggangganya pemerintah,...
Muhammadiyah sebagai perusak sunnah Rasul,...


saya kira titik berhasil adalah tercapainya tujuan. yang anda sebutkan justru jalan menuju kesana. dan tentu tidak bisa dijadikan acuan, apakah tujuan nya akan tercapai.

buatku, HTI,PKS,NU, dan lainnya, jika tujuannya adalah mendirikan negara Islam di indonesia, sama sekali tidak berhasil.
kalo menegakkan syariah lain cerita.

waduh nih asumsi udah kelewatan banget nih !! kayaknya begitu menjunjung tinggi Truth claim... kebenaran hanya ada pada kelompoknya
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 08, 2009, 12:13:59 pm
mau tanya untuk teman2 HTI, tentang khilafah :
1. apa makna sebenarnya dr berdirinya khilafah bagi teman2 HTI?
2. adakah batas waktu untuk masalah pendirian khilafah?
3. apa paramater keberhasilan ya digunakan oleh HTI utk berdirinya khilafah?
4. usaha2 seperti apa saja yg sudah dilakukan oleh HTI untuk mendirikan khilafah?
5. sejauh ini, bagaimana progresivitas dari pendirian khilafah ini?
6. tentang sifat/arah gerak HTI seperti apa ya? politik, aqidah, atau seperti apa?
7. ingin tahu pendapat HTI tentang perpolitikan. krn saya lihat, HTI banyak sekali mencermati masalah2 sosial & politik. tapi utk aksi nyatanya kok sepertinya ga ada. krn HTI tdk menerjunkan diri langsung di bidang politik. seperti membentuk parpol misalkan. sbg sarana utk pembentukan khilafah spt yg selama ini diusung oleh HTI...

mungkin itu dulu saja.
sebelumnya, jazakumullah khoiron atas jawabannya  :)

Bismillah,...

terimakasih atas pertanyaannya.
1. menurut saya, berarti pintu gerbang diterapkannya islam kaffah sudah terbuka.
2. batas waktu, kita berusaha semaksimal mungkin dg terencana, hanya ALLAH SWT yang tahu kapan waktunya.
3. parameter tanda2 keberhasilan : sunatullah sudah terjadi, apa yg dialami orang2 terdahulu sudah dialami oleh ht : semakin gencarnya penentangan, derasnya siksaan, penjajahan smakin menjadi-jadi, fitnah agar kita terpancing untuk melakukan aksi teror, tersebarnya wacana khilafah dan syariat islam sudah menjadi pemikiran alternatif dikalangan awam dan pejabat dunia.
4. menyebarkan ide khilafah, menggambarkan konstruksi negara khilafah, bahwa khilafah ada dalilnya dan bukan utopis : krn sejarah pernah terjadi.
5. dari belum ada pengikut kini sudah jutaan. dari th 50-an hanya di palestina, kini sudah sampai di 50an negara dengan ide dan doktrin yg sama.
6. HTI, memandang islam itu kaffah jadi sebenarnya tidak ada dikotomi politik, akidah, dll. karena semuanya integral. meski demikian hti adalah gerakan politik.

Maaf baru hari ini bisa bertemu kembali, sudah banyak pertanyaan di depan ternyata. Sekali lagi maaf. Saya lanjutkan yg ini dulu:

7. Menurut konsep HT yg saya pahami, politik islam atau siyasah islamiyah adalah usaha2 untuk mengatasi problem2 rakyat dengan solusi berdasarkan syariat islam. Jadi bukan semata2 cara2 untuk meraih kekuasaan, dll.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 10, 2009, 10:14:52 am
assalamuallaikum,


terimakasih atas pertanyaannya.
1. menurut saya, berarti pintu gerbang diterapkannya islam kaffah sudah terbuka.
2. batas waktu, kita berusaha semaksimal mungkin dg terencana, hanya ALLAH SWT yang tahu kapan waktunya.
3. parameter tanda2 keberhasilan : sunatullah sudah terjadi, apa yg dialami orang2 terdahulu sudah dialami oleh ht : semakin gencarnya penentangan, derasnya siksaan, penjajahan smakin menjadi-jadi, fitnah agar kita terpancing untuk melakukan aksi teror, tersebarnya wacana khilafah dan syariat islam sudah menjadi pemikiran alternatif dikalangan awam dan pejabat dunia.
4. menyebarkan ide khilafah, menggambarkan konstruksi negara khilafah, bahwa khilafah ada dalilnya dan bukan utopis : krn sejarah pernah terjadi.
5. dari belum ada pengikut kini sudah jutaan. dari th 50-an hanya di palestina, kini sudah sampai di 50an negara dengan ide dan doktrin yg sama.
6. HTI, memandang islam itu kaffah jadi sebenarnya tidak ada dikotomi politik, akidah, dll. karena semuanya integral. meski demikian hti adalah gerakan politik.

 :-B Kalo menurut Otak awam saya....

Khilafah yang ingin didirikan oleh soudara2 HTI ini sebetulnya ingin mencontoh dari Zaman Rasulullah, tapi perlu diperhatikan dan dibuka kembali penggalian sejarahnya... bahwasanya pada zaman Rosulullah itu semua orang yang telah memeluk islam alias bersyahadat, sudah se-iya sekata dan mengerti benar arti TAUHID yang mana merupakan Hak Asasi Allah yang paling utama dalam kehidupan sehari hari mereka dan melaksanakan Sunnah sesuai tuntunan Rasullah dengan benar. Dan 2 HAl inilah yang sebetulnya adalah 2 hal yang paling Utama sebagai pondasi dan paling MENDASAR, dan juga paling SIMPEL, yang seharusnya setiap muslim sanggup melaksanakannya dan menerapkannya dalam segala sendi kehidupan sehari harinya....
oleh karenanya diakhir Perjuangan Rasulullah Allah mengAnugrahi kekhalifahan ISLAM dengan Syariat islam di merata tempat.

Nah sekarang mari kita lihat realita sekarang ini dimana Mayoriitas adalah berKTP ISLAM (secara tidak langsung pasti udah BerSyahadat),
APAKAH mereka semuanya itu dalam kehidupan sehari hari nya sudah menegakkan Hak Asasi Allah yang paling mendasar tadi sebagai suatu Pondasi ISlam yang kokoh?
kalo kita lihat kenyataan nya, jawabnya TIDAK.

Dukun2 masih di gandrungi... kuburan kuburan masih di datengin, Sunnah sunnah Rasulullah yang Shahih udah banyak tergantikan Oleh Bid'ah2....

Maka inilah hal yang seharusnya SANGAT SANGAT diperhatikan, DAKWAH yang PALING mendasar H.A.A, sebagaimana para nabi dan rasul sebelum rasulullah Muhammad SAW pun menjalani dan menegakannya... bukanya langsung ke POLITIK....  
coba aja anak yang baru baligh ato orang tua yang awam agama, lebih bisa menerima mana antara masalah Politik dengan pengertian Syahadat ?

Dan Saya sangat meyakini kalopun sekarang ato dalam waktu yang dekat ini khilafah islam belum bisa tegak...InsyaAllah sesuai nubuwah nabi pada zaman Imam Mahdi adalah suatu kepastian... InsyaAllah,
dan sementara sambil menunggu itu terjadi, tugas kita sebagai Muslim adalah Menegakkan dan Menerapkan Hak Asasi Allah dan Sunnah Rasulullah yang shahih dalam segala sendi kehidupan kita sehari hari.

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juni 10, 2009, 10:52:40 am
untuk saat sekarang ini
sebenarnya apakah yg menghalangi HTI untuk membaiat seseorang sholeh menjadi khalifah?

nunggu apaan?

dijawaaab doooonk!!!
saya kangen banget ma khilafaaah  :(
pertanyaan aye g ada yg jawaab!!  :102:
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 10, 2009, 11:13:35 am
Bismillah ..!

jawaban akang aa-shift-del
dari saya ada di
http://forum.dudung.net/index.php/topic,12381.120.html

jawaban akang luthi belum
belum sepenuhnya saya tuntas analisanya

pertanyaan antum cukup tinggi level kualitasnya
seperti antum kayaknya
perlu analisa taktis strategis mendalam

entar kalau setengah-tengah
bisa menjadi fitnah
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juni 10, 2009, 11:17:02 am
Bismillah ..!

jawaban akang aa-shift-del
dari saya ada di
http://forum.dudung.net/index.php/topic,12381.120.html

jawaban akang luthi belum
belum sepenuhnya saya tuntas analisanya

pertanyaan antum cukup tinggi level kualitasnya
seperti antum kayaknya
perlu analisa taktis strategis mendalam

entar kalau setengah-tengah
bisa menjadi fitnah
ya analisa dulu deh ;))
soalnya ane bakal nanya pertanyaan lanjutan nye ;))
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 10, 2009, 11:21:42 am
 8-| 8-| 8-| 8-|
Ahhh saya belum lihat riiill nya,

buktinya ampe saat ini, masyarakat bahkan ama atasan2 pun masih mengandrungi mbah dukun ama kuburan,

kalopun ada yang udah ngrti, belum pernah sekalipun nongol di tivi ato disemua media menyatakan dengan LANTANG dan JELAS

" DUKUN.....SYIRIK, minta2 di  KUBURAN...SYIRIK !!! "  

 [-X [-X [-X [-X [-X [-X
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Sf_Efend pada Juni 10, 2009, 02:59:26 pm
Bismillah ..

kemarin, aku sempat diskusi dengan seorang teman tentang harakah Islam ...
salah satu diantara harakah yang di kritik oleh si teman adalah HTI ..
katanya, dalam fikrah HTI tidak perrcaya adanya azab kubur ..

aku hanya ingin bertanya untuk meluruskan
Benarkah?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 11, 2009, 10:30:58 am
banyak konsep yang udah dibaca di thread ini mimpi yang sempurna dari menegakkan khilafah ampe syariat........ saya tanya nih khusus untuk semua jamaah yang ada disini...... mampu g mengajak muslim sholat subuh dimasjid serame shalat jumat ??? ngapain juga mencapai yang tinggi tapi yang sederhana dilupakan ???
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 11, 2009, 12:34:59 pm
4. menyebarkan ide khilafah, menggambarkan konstruksi negara khilafah, bahwa khilafah ada dalilnya dan bukan utopis : krn sejarah pernah terjadi.
Jadi "baru" pada tataran menyebarkan ide dan memberikan penggambaran saja ya akh?

6. HTI, memandang islam itu kaffah jadi sebenarnya tidak ada dikotomi politik, akidah, dll. karena semuanya integral. meski demikian hti adalah gerakan politik.
Bosa minta tolong berikan gambaran gerakan politik dari ikhwah HTI akh?


4.Untuk memahami tindakan konkrit HT, sebenarnya gampang asalkan kita paham dg definisi2 ajaran islam yg diadop oleh HT, karena ht konsisten dengan definisi2 yg diadop tsb, insyallah. Misalnya definisi ttg demokrasi adalah demikian2, maka jangan harap ht akan ikut demokrasi. Karena ht mendefinisikan bahwa demokrasi itu sistem kufur dan itu adalah bagian dari taktik / tipu daya barat kepada rakyat di negeri2 islam, untuk mengalihkan umat dari ajaran islam ttg bernegara khususnya.

By the way, Sekali lagi kita harus kembali kepada konsep definisi Islam. Bahwa definisi islam ( yg diadop HT ) adalah  ... al-islamu huwa ddzinulladzi anzalallah ala sayyidina muhammad latandzimi alaqotil insan bi kholiqihi,... agama yg diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengatur hubungan manusia dengan Penciptanya, hubungan manusia dengan dirinya, hubungan manusia dengan sesama manusia. Bahwa hubungan manusia dg penciptanya itu meliputi aqidah dan aturan ibadah, hubungan manusia dg dirinya itu meliputi ahlak, aturan berpakaian, aturan makan-minum. Hubungan manusia dg sesama manusia  itu meliputi aturan muammalat dan aturan uqubat ( sanksi hukuman ).
   
   atau yang awam dikenal sbg hablu mina llah & hablu mina nnas.

Kalau kita sudah paham dg definisi tsb dan mencoba konsisten, maka kita akan gampang
memahami tindakan konkrit ht. Untuk memahami definisi2 ini tentunya kita harus ngaji / kuliah / sekolah / nyantri ( tidak bisa asal comot kasih arti sendiri ), karena definisi2 ini dibangun dari asal istilah ini muncul, suasana yang meliputi sehingga suatu istilah itu muncul, asal kata istilah ini muncul,..dll.

Dalam pengkaderan ht mempunyai langkah konkrit sbb : mengajarkan sesuai definisi islam di atas :
1.Aturan individu thd Kholiknya :
bagaimana membangun aqidah yang benar dan kuat, bagaimana sholat, puasa, aturan zakat, aturan haji. ( dalam bab ibadah misalnya tidak jarang kami yg awam dipersilakan untuk belajar kpd kelompok salaf, Nahdliyin, jamaah tabligh misalnya, kaji Kitab fathul baari, fathul mu'in.)
2.Aturan manusia dg dirinya :
mengkaji fiqih berpakaian, fiqih ahlaq ( dlm kitab nafsiyah ).
3.Aturan manusia dg sesama manusia :
fiqih politik dan negara ( nidzom siyasi fil islam ), fiqih perang, fiqih ekonomi & keuangan (nidzom i'thisodi), fiqih sosial ( nidhomil ..apa saya lupa ), fiqih sanksi (nidhom uqubat fi islam), dll.

Fiqih2 diatas adalah fiqroh islam / ide / “ teori ”.
Bagaimana pelaksanaan dari teorinya ( thoriqoh-nya ) ?
Point 1 dan 2. karena itu menyangkut hukum2 individu maka begitu kita tahu fiqrohnya langsung bisa dilaksanakan tidak mesti nunggu daulah islam berdiri. Misalnya dalam mengucap syahadat, rukun2 sholat, puasa, zakat, haji tidak perlu nunggu daulah islam berdiri dulu.
Meskipun kalau kita lebih teliti lagi sebenarnya bisa pula tergantung pada sistem politik negara. Misalnya penentuan awal ramadhan dan akhir ramadhan, amil zakat, penentuan wukuf haji, faktanya sangat tergantung pada kebijakan negara dan sistemnya.

Fiqih-fiqih untuk point 3, metode pelaksanaannya ( thoriqohnya ) mutlak harus ada Daulah Islam dibawah pimpinan seorang Khalifah. Tidak bisa oleh individu atau ormas, karena inilah jalan ( thoriqoh ) yang dicontohkan oleh Rosul. Jadi yang bisa dilakukan oleh Ht ( menurut saya ) untuk point 3 ini hanyalah merumuskan langkah2 konkrit yang akan dilaksanakan bila diberi amanah untuk memimpin negara dan menawarkan rumusan2 islami tersebut kepada penguasa / calon penguasa negara saat ini, bahkan ada kitab untuk menghadapi embargo dan  kemungkinan2 lain yg akan dilakukan oleh negara2 kufur bila khilafah baru lahir.

Saya pikir justru langkah2 ht inilah yg sekarang banyak diadopsi oleh parpol2 di indonesia ( mungkin ) mengingat kita sering menawarkan kpd parpol2 lainnya.
Saya pikir pula ht-lah yang paling siap dengan semuanya dg tetap memohon ampun kpd Allah SWT. ( insyallah ), ini semua bisa diketahui oleh anggotanya dan orang umum ( krn ini bagian dari konsep islam yg kita sebarkan ) dan karenanya dan -Nya saya gabung ke hti.

Jawaban ini masih singkat tapi cukup panjang juga, mudah2an paham. Singkat karena baru mengurai satu definisi islam. Panjang karena ini forum chating.

Saya justru ingin bertanya kepada parpol lain, langkah konkrit apa yang telah mereka lakukan ketika berkuasa dan tidak berkuasa sehingga saya tertarik untuk bergabung ?


6. Hti sebagai parpol seharusnya ikut di parlemen untuk ikut merubah kondisi negara  yg amburadul sbg bukti tindakan konkritnya ??
   Menurut saya, tidak terlibatnya hti dalam parlemen adalah menunjukkan sikap oposan    terhadap penguasa dan sistemnya, ini sikap konkrit kita. Karena bukan hanya orangnya    tetapi sistem yg diadopsi oleh negara ini yg telah merusak negeri kita. Penawarnya apa ?    ganti sistem seperti yg telah HT siapkan dan menyebarkannya kepada setiap kita yang mau ngaji ke HT tentunya, sekali lagi inilah langkah konkritnya.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juni 11, 2009, 01:24:35 pm
@FAUZI
cara ganti nya?
kenapa harus pakai sistem konsep HT?bukankah harus jumhur ulama
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 11, 2009, 01:50:12 pm
Bismillah ..!

yang mudah dulu akh
Kutip
kemarin, aku sempat diskusi dengan seorang teman tentang harakah Islam ...
salah satu diantara harakah yang di kritik oleh si teman adalah HTI ..
katanya, dalam fikrah HTI tidak perrcaya adanya azab kubur ..

aku hanya ingin bertanya untuk meluruskan
Benarkah?

jawabannya tidak benar
alasannya di sini http://forum.dudung.net/index.php/topic,15009.15.html
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 11, 2009, 01:56:45 pm
Bismillah ..!

nggak hanya ini yang syirik

Kutip
buktinya ampe saat ini, masyarakat bahkan ama atasan2 pun masih mengandrungi mbah dukun ama kuburan,

kalopun ada yang udah ngrti, belum pernah sekalipun nongol di tivi ato disemua media menyatakan dengan LANTANG dan JELAS

" DUKUN.....SYIRIK, minta2 di  KUBURAN...SYIRIK !!! "  

yang ini juga syirik

Tidak boleh seorang muslim mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah atau menghalalkan apa yang telah diharamkan-Nya. Tentang hal ini, At-Tirmidzi, dalam kitab Sunan-nya, telah mengeluarkan hadits dari ’Adi bin Hatim –radhiya-Llahu ’anhu--- berkata: ’Saya mendatangi Nabi saw. ketika baginda sedang membaca surat Bara’ah:

”Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putera Maryam.” (TQS. At-Taubah [9]: 31)

Seraya bersabda: ’Mereka memang tidak beribadah kepadanya, tetapi jika mereka menghalalkan sesuatu untuknya, mereka pun menghalalkannya; jika mereka mengharamkan sesuatu untuknya, maka mereka pun mengharamkannya.”

Karena itu, menetapkan hukum yang tidak bersumber dari al-Quran dan As-Sunnah adalah perbuatan yang bertentangan dengan akidah Islam. Bahkan dapat dikategorikan perbuatan menyekutukan Allah SWT. Seorang muslim wajib terikat kepada syariah Allah, wajib mengambil hukum dari wahyu Allah semata, dan menolak undang-undang atau peraturan buatan manusia yang bertentangan dengan hukum Allah SWT.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 11, 2009, 02:16:11 pm
Bismillah ..!

Kutip
untuk saat sekarang ini
sebenarnya apakah yg menghalangi HTI untuk membaiat seseorang sholeh menjadi khalifah?

nunggu apaan?
dijawaaab doooonk!!!
saya kangen banget ma khilafaaah 
pertanyaan aye g ada yg jawaab!! 

yang pernah saya tahu
khomeini pernah didatangi delegasi ht
tapi setelah mengetahui visi misi maka bantuan batal ditawarkan
khomeini mau mendirikan republik islam iran
republik bertentangan dengan islam
daulah islam tidak boleh berasaskan ashabiyah

teman-2 di afghanistan juga pernah didtangi delegasi
untuk mendirikan daulah islamiyah yang satu untuk seluruh dunia
dan ht siap mengorbankan anggota-2nya
tapi ternyata negara islam afghanistan
yang berbassiskan kebangsaan afghanistan
negara islam yang hanya untuk orang afghanistan
dan tidak memperluas wilayah yang diayominya

ini juga batil secara syara'

kalau isu di yaman
ana belum dapat kejelasannya
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juni 11, 2009, 02:55:45 pm
Bismillah ..!

Kutip
untuk saat sekarang ini
sebenarnya apakah yg menghalangi HTI untuk membaiat seseorang sholeh menjadi khalifah?

nunggu apaan?
dijawaaab doooonk!!!
saya kangen banget ma khilafaaah 
pertanyaan aye g ada yg jawaab!! 

yang pernah saya tahu
khomeini pernah didatangi delegasi ht
tapi setelah mengetahui visi misi maka bantuan batal ditawarkan
khomeini mau mendirikan republik islam iran
republik bertentangan dengan islam
daulah islam tidak boleh berasaskan ashabiyah

teman-2 di afghanistan juga pernah didtangi delegasi
untuk mendirikan daulah islamiyah yang satu untuk seluruh dunia
dan ht siap mengorbankan anggota-2nya
tapi ternyata negara islam afghanistan
yang berbassiskan kebangsaan afghanistan
negara islam yang hanya untuk orang afghanistan
dan tidak memperluas wilayah yang diayominya

ini juga batil secara syara'

kalau isu di yaman
ana belum dapat kejelasannya
tuhkan
jumhur ulama aja masih belum menemukan kesepakatan..kenapa harus maksa sistem HT,saya jg sering menemukan kirtikan2 atas konsep HT ;)) walau saya g begitu ngerti sih..
yg irak?trus ada yg baiat lewat internet kepada PM turki?
so?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 11, 2009, 04:13:14 pm
 :-j :-j :-j

Halah halah.... Oom... Oom..

Saya heran.. wolopun bisa dibilang baru nongkrong didudung Porum ini, kalo saya baca hampir semua tulisan dan tanggapan dari setiap pertanyaan yang di ajukan ke Oom 99 ini kok banyak yang ga nyambungnya??  :-?? :-?? :-?? malah kadang jadi suatu polemeik baru lagi..  :-?

Ga tau ya gimana pendapat dudunger yang lain ???  :-??

Tapi ga papa lah... jadi ada hikmahnya juga ngomong ama Oom ini, membuat saya makin serius mencari pemahaman yang benar...  :D



Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 11, 2009, 04:24:22 pm
@ Alhikmah99


Pertanyaan yang ini :

Kutip
buktinya ampe saat ini, masyarakat bahkan ama atasan2 pun masih mengandrungi mbah dukun ama kuburan,

kalopun ada yang udah ngrti, belum pernah sekalipun nongol di tivi ato disemua media menyatakan dengan LANTANG dan JELAS

" DUKUN.....SYIRIK, minta2 di  KUBURAN...SYIRIK !!! "  

jawabnya kok gini :


yang ini juga syirik

Tidak boleh seorang muslim mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah atau menghalalkan apa yang telah diharamkan-Nya. Tentang hal ini, At-Tirmidzi, dalam kitab Sunan-nya, telah mengeluarkan hadits dari ’Adi bin Hatim –radhiya-Llahu ’anhu--- berkata: ’Saya mendatangi Nabi saw. ketika baginda sedang membaca surat Bara’ah:

”Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putera Maryam.” (TQS. At-Taubah [9]: 31)
(ini mah JELAS buat orang kafir)

For Red color:
ini mah Fasiq atuh mas bukan bukan Syirik... nih kata Syaikh DR. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Ulama Senior Arab Saudi  (hai'ah kibaril ulama)  dan juga anggota Komisi Tetap Urusan Penelitian Ilmiyah dan Fatwa  (al-lajnah ad-daaimah lil buhuts al-ilmiyah wal iftaa’).  

"Pemahaman orang berbeda-beda, khususnya tentang definisi dari hakikat sesuatu, barangkali dapat anda jelaskan arti fisq (fasik) dan kapan seorang muslim itu dikatakan fasiq?

Al-fisq (fasik) artinya keluar dari ketaatan terhadap Allah. Ada dua macam fasiq, yaitu fasiq yang menyebabkan kufur dan fasiq yang tidak menyebabkan kufur, dan tidak menyebabkan seseorang keluar dari agama Islam, akan tetapi mengurangi keimanan. Padanya ada semacam arah untuk keluar dari Islam namun pelakunya tidak sampai keluar darinya. Namun juga tidak dikatakan dengan fajir (maksiat), dan yang tepat adalah fasiq.Seorang muslim dikatakan fasiq jika melakukan salah satu dari kabair adz-dzunub (dosa-dosa besar) seperti zina, minum khamar,mencuri,makan riba, dan dosa-dosa besar yang semisal itu. Dia melakukan itu semata-mata karena dorongan atau kendali hawa nafsu dan syahwat, maka dengan demikian dia adalah seorang fasiq.

Bagaimana hukum orang fasiq, apakah keluar dari status iman?

Manurut ahlussunnah wal jama'ah hukumnya adalah dia seorang mukmin naqishul iman (mukmin yang berkurang imannya), atau mukmin karena keimanannya dan fasiq karena dosa besar yang dikerjakannya. Dia termasuk orang-orang mukmin dan ahlut tauhid, selagi tidak melakukan salah satu bentuk kesyirikan yang mengeluarkan dari millah (Islam). Maka status iman dan Islam masih tetap melekat pada dirinya, hanya saja dia seorang Muslim yang berkurang imannya, dan inilah yang disebut dengan fisq atau fasiq. "

Di Indonesia Zina, bertebaran, alkohol(Khamr) di setiap restoran mungkin ada, riba hampir di semua bank, apakah Pemerintah Indonesia Menyatakan penghalalan ZINA, Alkohol(Khomer) ama riba ?. rata rata cuma individu2 nya aja yang menduduki pemerintahan, bukan Pemerintah pusat (UlulAmri) nya mas...
contohnya,  mungkin ada bbrpa pejabat pemerintahan yng melindungi wilayah prostitute & judi...(karena lhn duit), tapi apakah Pemerintah Pusat Menghalalkan Prostitute & judi? :-?
(ululamri kita kan sekarang masih muslim!!)
 :-? jadi balik lagi ke postingan mas99 sendiri, " pemimpin yang zalim,pembuat maksiat bisakah jadi pemimpin? " jawaban mas hikmah99 "ABSOLUTLY YES."

(bukan berarti saya Pro BAnget pada pemerinah lho !!)  [-X [-X [-X

ada sebuah hadits dalam shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Beliau berdua mengeluarkan hadits shahih tersebut dengan sanad yang shahih dari Anas bin Malik radhiyallahu'anhu bahwa Rasulullah shalallahu'alaihi wassalam ketika mengutus Mu'adz ke Yaman beliau bersabda kepadanya:

" Jadikanlah yang pertama engkau dakwahkan kepada mereka adalah syahadat Laa ilaaha illallah (tidak ada yang berhak diibadati dengan benar kecuali Allah...." (al-hadits)"
(bukannya politik dulu  :D )
      Siapakah orang islam yang ragu bahwa syahadat ini merupakan asa/pokok pertama? artinya sebagai (asas) aqidah pertama yang diatasnya dibangun keimanan kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan Rasul-rasul-Nya?   :-?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 11, 2009, 05:24:08 pm
Mananggapi Ini :

banyak konsep yang udah dibaca di thread ini mimpi yang sempurna dari menegakkan khilafah ampe syariat........ saya tanya nih khusus untuk semua jamaah yang ada disini...... mampu g mengajak muslim sholat subuh dimasjid serame shalat jumat ??? ngapain juga mencapai yang tinggi tapi yang sederhana dilupakan ???

Sayah Mah    :great:   se 7 bhangets ama yang di Bold.

Tapi...
Selama Syariat yang utama mengenai Tauhid dan Sunnah belum terpatri kokoh didada setiap muslim maka
Penegakan daulah Khilafah itu berrrat.
Dan untuk orang2 awam (bisa kelas bawah maupun kelas atas) yang ga Ngerti Sunnah Rasul, gimana pada mau mengutamakan shalat Shubuh berjemaah, lha wong Sunnah harian yang paling utama seperti ini (shubuh berjamah)aja belum terpatri dan dipahami dengan benar keutamaannya oleh mayoritas Masyarakat kita. apalagi yang menggandrungi mbah dukun dan kuburan keramat, jauh banget buat memahami Sunnah.

Makanya bagi kita yang InsyaAllah dan alhamdulillah telah dikaruniai pemahaman mengenai agama ini, Hal yang paling utama untuk didakwahkan dan dinasehatkan kepada orang2 awam itu dimana dan kapanpun kesempatannya adalah :
1. makna yang sebenarnya mengenai Tauhid dan aplikasinya dalam keseharian, trus
2. Pengenalan dan Pemahaman Sunnah yang benar yang bisa diterapkan dalam keseharian salah satu nya keutamaan Sunnah nya Shubuh berjemaah (shalat Shubuhnya Wajib, Berjemaahnya adalah Sunnah  yang Utama dan ditekankan).
dan untuk mencapai kedua hal ini Metode yang benar adalah dengan berdasarkan Manhaj Assalafus Shalih (pemahaman para Shalafus Shalih). ( bukan HT ) :D

InsyaAllah kalo udah pada mengerti benar, Shalat Shubuh bakal rame. Karena harapan sayah pun demikian, sebab hal inilah yang sangat sangat ditakuti oleh kaum yahudi dan Nasrani yaitu Banyak nya orang berjemaah shubuh sama banyaknya dengan Shalat Jum'ah.

 ;) ;) ;)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 11, 2009, 07:45:53 pm
Bismillah,

Sebelumnya saya mohon maaf ini agak panjang,berhubung ini berkenaan dengan Aqidah.. so penting bhangets gthuu lhooo  :cool:

Menanggapi hal ini :

Bismillah ..

kemarin, aku sempat diskusi dengan seorang teman tentang harakah Islam ...
salah satu diantara harakah yang di kritik oleh si teman adalah HTI ..
katanya, dalam fikrah HTI tidak perrcaya adanya azab kubur ..

aku hanya ingin bertanya untuk meluruskan
Benarkah?

Jawaban dari perwakilan HTI :

Bismillah ..!

masalah akidah hanya ditetapkan dengan dalil qath'i tsubut dan dalalah
 ( adakah salafus Shalih berpemahaman seperti ini?)

sahaya dan mereka yang tidak menggunakan hadist ahad dalam masalah akidah

tidaklah sok ilmiah
kami tetap mempelajari hadist ahad
misalnya mempelajari riwayat nabi-nabi untuk mengambil hikmah
agar bisa diambil contoh dan menjadi penyemangat dalam kehidupan

misalkan kisah tentang kesabaran para ulul azmi.

namun kami tidak memasukkan hal-hal seperti (azab kubur) ini dalam bab akidah


Saya kutip pernyataan Ulama besar ahli Hadist Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah, ketika menutup pembahasan mengenai hadis Ahad dan Hizbut Tahrir  : (" ada bagian azab kuburnya Lho " ;))

" Disini saya (albani) ingin mengakhiri pembahasan yang berhubungan dengan hadits ahad ini, dimana Hizbut Tahrir menolak puluhan hadits shahih berdasarkan kaidahnya yang lemah dan tidak memiliki kekuatan sama sekali. yaitu kaidah bahwa hadits -hadit ahad tidak bisa dijadikan landasan aqidah. Maka saya ingin akhiri pembahasan ini dengan poin-poin berikut ini.

       Ada salah seorang diantara mereka menyebutkan bahwa seorang da'i Hizbut tahrir pergi ke Jepang. ia menyampaikan serentetan ceramah kepada mereka. Diantara ceramah yang disampaikannya adalah tentang jalan iman. Diantara isi ceramahnya, bahwa masalah  aqidah tidak bisa ditetapkan berdasarkan hadits ahad. Ternyata disana , ditengah hadirin ada seorang pemuda yang berakal, cerdik dan pandai. Ia berkata kepada penceramah itu :

" Wahai ustadz,..anda datang sebagai da'i ke Jepang. Sebuah negeri syirik dan kufur. Sebagaimana anda katakan, bahwa anda datang dalam rangka berdakwah agar mereka (masyarakat Jepang) masuk islam. Anda mengatakan kepada mereka bahwa islam menyatakan sesungguhnya aqidah tidak bisa ditetapkan berdasarkan khabar ahad (pemberitaan satu orang). Anda juga berkata kepada kami bahwa termasuk perkara aqidah ialah agar jangan mengambil aqidah dari berita satu orang individu. Anda sekarang menyeru kami agar menerima islam, padahal anda seorang diri. Maka berdasarkan filsafat anda ini, sebaiknya anda pulang saja kenegeri anda, lalu bawalah (kemari) puluhan orang islam seperti anda yang semuanya mengutarakan pernyataan seperti pernyataan anda. dengan demikian khabar(berita) anda menjadi mutawatir!!

Demikianlah pemuda itu menjatuhkan penceramah tersebut. ini hanyalah satu diantara banyak contoh yang membuktikan akibat buruk bagi siapa saja yang menyelisihi manhaj Salafus Shalih.

          Ada sebuah hadist dalam shahih Bukhari dari hadits Abu Hurairah bahwa Nabi shalallahualaihi wassalam bersabda:

"Jika seseorang diantara kamu duduk dalam tasyahud akhir, hendaklah ia berlindung dari 4 hal. (hendaknya) ia mengucapkan doa (artinya): ya, Allah sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam , dari siksa kubur, dari fitnah ketika hidup dan mati, dan dari fitnah al-masih ad-Dajjal. (hadits senada juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i dengan sanad yang shahih)"

        Hadits diatas termasuk jenis hadist ahad, tetapi ia adalah hadits yang termasuk aneh dan asing menurut filsafatnya Hizbut Tahrir. Sebab dari satu sisi mengandung hukum syar'i . Hukum syar'i menurut mereka (dapat) tertetapkan berdasarkan hadits ahad. Namun, disisi lain mengandung aqidah karena disana ada azab kubur dan ada fitnah Dajjal. Padahal mereka tidak mengimani siksa kubur dan tidak pula mengimani fitnah Dajjal akbar yang kisahnya telah diceritakan oleh Rasulullah dalam banyak hadits. Diantaranya adalah sabda beliau:

"Tidak ada satu fitnahpun sejak diciptaknnya Adam hingga hari kiamat yang lebih berbahaya dari fitnah Dajjal" (riwayat Ahmad, Muslim, dan Al-Hakim)

     Mereka tidak mengimani (bakal munculnya) Dajjal ini, karena menurut anggapan mereka hadits tersebut bukanlah hadits mutawatir. Maka sekarang kita katakan kepada mereka:

"Apa yang bisa kalian lakukan terhadap hadits Abu Hurairah (sebelumnya) yang disatu sisi mengandung hukum syar'i (yaitu disyariatkannya membaca doa tersebut diakhir shalat-red) Dengan demikian kalian harus mengucapkan doa pada akhir shalat :

              "Aku berlindung diri kepada-Mu dari azab kubur"

     Tetapi mungkinkah kalian meminta perlindungan diri dari azab kubur sedangkan kalian tidak mengimani adanya azab kubur ?

     Dua hal yang saling berlawanan tidak mungkin dapat berkumpul. Namun, kemudian mereka datang kepada kita dengan kilah-kilah yang sesungguhnya dilarang Allah. Mereka mengatakan , bahwa kami membenarkan azab kubur tetapi kami tidak mengimaninya?! (ini jelas) filsafat yang aneh sekali. Mengapa mereka jadi begini ? sesungguhnya mereka telah datang membawa filsafat pertama, kemudian mereka terperangkap secara sambung-menyambung kedalam banyak filasafat. akhirnya dengan filsafat-filsafat itu mereka keluar dari jalan lurus yang pernah ditempuh para sahabat Nabi shalallahu'alaihi wassalam. Sementara itu hadits tersebut sebagaimana telah dijelaskan adalah panjang penjelasannya.

     Sesungguhnya diantara Dakwah Hizbut tahrir yang selalu mereka kumandangkan adalah bahwa mereka ingin menegakkan hukum Allah dimuka bumi. saya hendak mengingatkan bahwa Hizbut Tahrir tidak sendirian dalam tujuan ini. Semua jama'ah dan kelompok-kelompok islam pada akhirnya adalah bertujuan sama yaitu ingin menegakkan hukum Allah dimuka bumi.

    Tetapi pertanyaannya adalah apakah kelomppok-kelompok islam ini-yang diantaranya adalah Hizbut tahrir- berada pada jalan Allah yang lurus seperti yang pernah ditempuh Nabi dan para sahabatnya ? jawabnya ialah sebagaimana yang selalu kami isyartakan dalam syair:

" Semua mengaku punya hubungan dengan Laila

  Tetapi Laila tidak mengakuinya... "

     Tidak seorangpun dalam jama'ah ini yang mengikatkan pemahamannya terhadap islam dengan pengikat yang kami sebutkan ini, yaitu Pemahaman salafus shalih.Karena itulah mereka jauh dari pertolongan Allah. Sebab Allah hanya akan menolong orang yang menolong agamaNya. jalan pertolongan Allah adalah ittiba'(mengikuti) Kitab Allah, Sunnah Nabi-Nya dan jalannya orang-orang mukmin. Syarat inilah yang dilupakan oleh firqah-firqah terdahulu maupun oleh golongan-golongan (hizb-hizb) modern sekarang ini, termasuk didalamnya Hizbut Tahrir  yang pemikiran-pemikirannya menyimpang dalam aqidah.

      Karenanya kami ulangi lagi apa yang kami kemukakan pada permulaan tulisan ini. yaitu bahwa:Jama'ah manapun yang aqidah serta manhajnya tidak berpijak pada pemahaman salafus Shalih, maka jama'ah itu tidak akan dapat menegakkan islam. Baik itu Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, atau jama'ah lain manapun. Sebab mereka tidak menegakkan dakwahnya pada pokok-pokok (landasan-landasan) yang tiga yaitu :Kitab Allah, sunnah rasulullah yang shahih dan Manhaj Salafus Shalih....!!!

      Kiranya cukuplah (pembahasan-red) sampai disini saja. dan ini adalah peringatan. mudah-mudahan bermanfaat bagi kaum mukminin.

wallahu'alam bishawwab walhamdulillahirabbil'aalamin. "


ini pernyataan Ulama besar lho... bukan orang cekak kayak Sayah.. ;D
kalo ada yang mo baca artikel lengkapnya ada, 9 halaman... (kl mo request.lewat japri aja)
InsyaAllah
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 12, 2009, 10:17:58 am
Bismillah,

Sebelumnya saya mohon maaf ini agak panjang,berhubung ini berkenaan dengan Aqidah.. so penting bhangets gthuu lhooo  :cool:

Menanggapi hal ini :

Bismillah ..

kemarin, aku sempat diskusi dengan seorang teman tentang harakah Islam ...
salah satu diantara harakah yang di kritik oleh si teman adalah HTI ..
katanya, dalam fikrah HTI tidak perrcaya adanya azab kubur ..

aku hanya ingin bertanya untuk meluruskan
Benarkah?

Jawaban dari perwakilan HTI :

Bismillah ..!

masalah akidah hanya ditetapkan dengan dalil qath'i tsubut dan dalalah
 ( adakah salafus Shalih berpemahaman seperti ini?)

sahaya dan mereka yang tidak menggunakan hadist ahad dalam masalah akidah

tidaklah sok ilmiah
kami tetap mempelajari hadist ahad
misalnya mempelajari riwayat nabi-nabi untuk mengambil hikmah
agar bisa diambil contoh dan menjadi penyemangat dalam kehidupan

misalkan kisah tentang kesabaran para ulul azmi.

namun kami tidak memasukkan hal-hal seperti (azab kubur) ini dalam bab akidah


Saya kutip pernyataan Ulama besar ahli Hadist Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah, ketika menutup pembahasan mengenai hadis Ahad dan Hizbut Tahrir  : (" ada bagian azab kuburnya Lho " ;))

" Disini saya (albani) ingin mengakhiri pembahasan yang berhubungan dengan hadits ahad ini, dimana Hizbut Tahrir menolak puluhan hadits shahih berdasarkan kaidahnya yang lemah dan tidak memiliki kekuatan sama sekali. yaitu kaidah bahwa hadits -hadit ahad tidak bisa dijadikan landasan aqidah. Maka saya ingin akhiri pembahasan ini dengan poin-poin berikut ini.

       Ada salah seorang diantara mereka menyebutkan bahwa seorang da'i Hizbut tahrir pergi ke Jepang. ia menyampaikan serentetan ceramah kepada mereka. Diantara ceramah yang disampaikannya adalah tentang jalan iman. Diantara isi ceramahnya, bahwa masalah  aqidah tidak bisa ditetapkan berdasarkan hadits ahad. Ternyata disana , ditengah hadirin ada seorang pemuda yang berakal, cerdik dan pandai. Ia berkata kepada penceramah itu :

" Wahai ustadz,..anda datang sebagai da'i ke Jepang. Sebuah negeri syirik dan kufur. Sebagaimana anda katakan, bahwa anda datang dalam rangka berdakwah agar mereka (masyarakat Jepang) masuk islam. Anda mengatakan kepada mereka bahwa islam menyatakan sesungguhnya aqidah tidak bisa ditetapkan berdasarkan khabar ahad (pemberitaan satu orang). Anda juga berkata kepada kami bahwa termasuk perkara aqidah ialah agar jangan mengambil aqidah dari berita satu orang individu. Anda sekarang menyeru kami agar menerima islam, padahal anda seorang diri. Maka berdasarkan filsafat anda ini, sebaiknya anda pulang saja kenegeri anda, lalu bawalah (kemari) puluhan orang islam seperti anda yang semuanya mengutarakan pernyataan seperti pernyataan anda. dengan demikian khabar(berita) anda menjadi mutawatir!!

Demikianlah pemuda itu menjatuhkan penceramah tersebut. ini hanyalah satu diantara banyak contoh yang membuktikan akibat buruk bagi siapa saja yang menyelisihi manhaj Salafus Shalih.

          Ada sebuah hadist dalam shahih Bukhari dari hadits Abu Hurairah bahwa Nabi shalallahualaihi wassalam bersabda:

"Jika seseorang diantara kamu duduk dalam tasyahud akhir, hendaklah ia berlindung dari 4 hal. (hendaknya) ia mengucapkan doa (artinya): ya, Allah sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam , dari siksa kubur, dari fitnah ketika hidup dan mati, dan dari fitnah al-masih ad-Dajjal. (hadits senada juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i dengan sanad yang shahih)"

        Hadits diatas termasuk jenis hadist ahad, tetapi ia adalah hadits yang termasuk aneh dan asing menurut filsafatnya Hizbut Tahrir. Sebab dari satu sisi mengandung hukum syar'i . Hukum syar'i menurut mereka (dapat) tertetapkan berdasarkan hadits ahad. Namun, disisi lain mengandung aqidah karena disana ada azab kubur dan ada fitnah Dajjal. Padahal mereka tidak mengimani siksa kubur dan tidak pula mengimani fitnah Dajjal akbar yang kisahnya telah diceritakan oleh Rasulullah dalam banyak hadits. Diantaranya adalah sabda beliau:

"Tidak ada satu fitnahpun sejak diciptaknnya Adam hingga hari kiamat yang lebih berbahaya dari fitnah Dajjal" (riwayat Ahmad, Muslim, dan Al-Hakim)

     Mereka tidak mengimani (bakal munculnya) Dajjal ini, karena menurut anggapan mereka hadits tersebut bukanlah hadits mutawatir. Maka sekarang kita katakan kepada mereka:

"Apa yang bisa kalian lakukan terhadap hadits Abu Hurairah (sebelumnya) yang disatu sisi mengandung hukum syar'i (yaitu disyariatkannya membaca doa tersebut diakhir shalat-red) Dengan demikian kalian harus mengucapkan doa pada akhir shalat :

              "Aku berlindung diri kepada-Mu dari azab kubur"

     Tetapi mungkinkah kalian meminta perlindungan diri dari azab kubur sedangkan kalian tidak mengimani adanya azab kubur ?

     Dua hal yang saling berlawanan tidak mungkin dapat berkumpul. Namun, kemudian mereka datang kepada kita dengan kilah-kilah yang sesungguhnya dilarang Allah. Mereka mengatakan , bahwa kami membenarkan azab kubur tetapi kami tidak mengimaninya?! (ini jelas) filsafat yang aneh sekali. Mengapa mereka jadi begini ? sesungguhnya mereka telah datang membawa filsafat pertama, kemudian mereka terperangkap secara sambung-menyambung kedalam banyak filasafat. akhirnya dengan filsafat-filsafat itu mereka keluar dari jalan lurus yang pernah ditempuh para sahabat Nabi shalallahu'alaihi wassalam. Sementara itu hadits tersebut sebagaimana telah dijelaskan adalah panjang penjelasannya.

     Sesungguhnya diantara Dakwah Hizbut tahrir yang selalu mereka kumandangkan adalah bahwa mereka ingin menegakkan hukum Allah dimuka bumi. saya hendak mengingatkan bahwa Hizbut Tahrir tidak sendirian dalam tujuan ini. Semua jama'ah dan kelompok-kelompok islam pada akhirnya adalah bertujuan sama yaitu ingin menegakkan hukum Allah dimuka bumi.

    Tetapi pertanyaannya adalah apakah kelomppok-kelompok islam ini-yang diantaranya adalah Hizbut tahrir- berada pada jalan Allah yang lurus seperti yang pernah ditempuh Nabi dan para sahabatnya ? jawabnya ialah sebagaimana yang selalu kami isyartakan dalam syair:

" Semua mengaku punya hubungan dengan Laila

  Tetapi Laila tidak mengakuinya... "

     Tidak seorangpun dalam jama'ah ini yang mengikatkan pemahamannya terhadap islam dengan pengikat yang kami sebutkan ini, yaitu Pemahaman salafus shalih.Karena itulah mereka jauh dari pertolongan Allah. Sebab Allah hanya akan menolong orang yang menolong agamaNya. jalan pertolongan Allah adalah ittiba'(mengikuti) Kitab Allah, Sunnah Nabi-Nya dan jalannya orang-orang mukmin. Syarat inilah yang dilupakan oleh firqah-firqah terdahulu maupun oleh golongan-golongan (hizb-hizb) modern sekarang ini, termasuk didalamnya Hizbut Tahrir  yang pemikiran-pemikirannya menyimpang dalam aqidah.

      Karenanya kami ulangi lagi apa yang kami kemukakan pada permulaan tulisan ini. yaitu bahwa:Jama'ah manapun yang aqidah serta manhajnya tidak berpijak pada pemahaman salafus Shalih, maka jama'ah itu tidak akan dapat menegakkan islam. Baik itu Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, atau jama'ah lain manapun. Sebab mereka tidak menegakkan dakwahnya pada pokok-pokok (landasan-landasan) yang tiga yaitu :Kitab Allah, sunnah rasulullah yang shahih dan Manhaj Salafus Shalih....!!!

      Kiranya cukuplah (pembahasan-red) sampai disini saja. dan ini adalah peringatan. mudah-mudahan bermanfaat bagi kaum mukminin.

wallahu'alam bishawwab walhamdulillahirabbil'aalamin. "


ini pernyataan Ulama besar lho... bukan orang cekak kayak Sayah.. ;D
kalo ada yang mo baca artikel lengkapnya ada, 9 halaman... (kl mo request.lewat japri aja)
InsyaAllah

+1 dech untuk AA.Shift + del n. ucapan jenius dari ahli hdist syaikh Nashirudin Al-Albani dengan logika yang jernih, tajam dan sesuai dengan ilmu hadist tentunya. mudah2an Allah memberkatinya... Amiin..... AA Del pertanyaannya adalah sholat apa yang ditakuti oleh Yahudi sesuai dengan hadist yang AA sampaikan. tentunya bukan sholat orang - orang Munafik ataupun Syirik atau bid'ah yang tidak sesuai dengan syariat agama ini.... ya khan ??? :D :D
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 12, 2009, 12:45:56 pm
@FAUZI
cara ganti nya?
kenapa harus pakai sistem konsep HT?bukankah harus jumhur ulama

Cara gantinya ?
salah satunya melalui dakwah kepada seluruh kalangan baik orang awam maupun elit dan penguasa.

Kenapa harus konsep HT ?
Kalau bukan dari konsep islam yg diadop oleh HT, terus konsep siapa dong ? adakah yang lebih lengkap dari konsep islam yg telah dirunut oleh HT, dari membangun aqidah sampai membangun daulah ?

Kenapa bukan jumhur ulama ?
Apakah konsep islam yg diadop HT berlawanan dg jumhur ulama ?
atau malah banyak ulama dunia yang bergabung ke HT ?
atau apakah berarti ulama2 yg sudah bergabung ke HT disebut bukan ulama lagi ?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juni 12, 2009, 01:26:25 pm
@FAUZI
cara ganti nya?
kenapa harus pakai sistem konsep HT?bukankah harus jumhur ulama

Cara gantinya ?
salah satunya melalui dakwah kepada seluruh kalangan baik orang awam maupun elit dan penguasa.

Kenapa harus konsep HT ?
Kalau bukan dari konsep islam yg diadop oleh HT, terus konsep siapa dong ? adakah yang lebih lengkap dari konsep islam yg telah dirunut oleh HT, dari membangun aqidah sampai membangun daulah ?

Kenapa bukan jumhur ulama ?
Apakah konsep islam yg diadop HT berlawanan dg jumhur ulama ?
atau malah banyak ulama dunia yang bergabung ke HT ?
atau apakah berarti ulama2 yg sudah bergabung ke HT disebut bukan ulama lagi ?
dakwah ke kalangan elit?bagaimana melakukan nya,misal HT dilarang?

bukan konsep Islam nya,tapi lebih ke konsep fiqih nya terutama hal2 politik,hubungan international,dll apa sudah kesepakatan ulama??konsep dari aqidah ke daulah mah sudah mapan dari jaman Rasul,jangan ngclaim itu dari HT lah..
tapi daulah bukan tujuan tapi alat untuk dakwah jg,tujuan nya ya Islam ideal
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 12, 2009, 02:21:15 pm

+1 dech untuk AA.Shift + del n. ucapan jenius dari ahli hdist syaikh Nashirudin Al-Albani dengan logika yang jernih, tajam dan sesuai dengan ilmu hadist tentunya. mudah2an Allah memberkatinya... Amiin..... AA Del pertanyaannya adalah sholat apa yang ditakuti oleh Yahudi sesuai dengan hadist yang AA sampaikan. tentunya bukan sholat orang - orang Munafik ataupun Syirik atau bid'ah yang tidak sesuai dengan syariat agama ini.... ya khan ??? :D :D

 ^:)^ ^:)^ ^:)^ makasih.... makasih... Om Mood Cateeet... (yang di bold) :D

kan ada pepatah bahwasanya "Shalat yang paling berat buat orang munafik itu Shubuh ama Isya...
jadi otmatis yang munafik itu bakal berrrat kalo buat shalat shubuh berjemaah mah..." 
Yang jelas Yahudi dan NAsrani akan merasa terancam dan takut terhadap kaum muslimin kalo Shalat Shubuh itu bisa sebanyak shalat Jum'ah... karena kalo "kita pake Logika aja" , kalo Shubuhnya aja bisa sebanyak Shalat Jum'ah berarti Umat islam ini sudah mengerti benar keutamaan Sunnah dalam kesehariannya, dan termasuk dalam Sunnah nabi itu membenci kaum Yahudi dan nasrani (tolong koreksi kalo salah ...maklum ini logika sayah  ;) ...) coba kalo terjadi perang... kita udah berjemaah merapatkan barisan (shalat shubuh dulu)... Mereka masiiih kerek bin molor  I-| , lha wong mereka baru bangun harian aja jam 9 an pagi,   :D :D :D
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 12, 2009, 02:40:03 pm
Bismillah ..!

Kutip
+1 dech untuk AA.Shift + del n. ucapan jenius dari ahli hdist syaikh Nashirudin Al-Albani dengan logika yang jernih, tajam dan sesuai dengan ilmu hadist tentunya. mudah2an Allah memberkatinya... Amiin.....

kalau dibilang logika yang jernih saya nggak sepenuhnya sepakat

saya sepakat dengan ungkapan ini

Kutip
Belajar kapanpun, dimanapun dan dari siapapun

makanya saya juga membaca beliau dan mengadopsi pendapat beliau
dalam bidang fiqh dan ibadah
misalnya tentang pernikahan, dll
misalnya saya mengadopsi pendapat beliau tentang kebolehan aqiqah ddiri sendiri
bagi orang yang sudah dewasa

mengapa kalau dibilang jernih saya nggak sepakat

contoh satu kelemahan beliau adalah
beliau mendhaifkan hadist shahih muslim yang masyhur
karrena ada beberapa jalur periwayatannya
(seandainya satu jalur lemahpun masih ada jalur lainnya)
yaitu hadist yang mafhumnya
"jika dibaiat dua orang khalifah maka bunuhhlah yang kedua" (bukan yang lebih jahil, penj)

hadist ini maknanya
adalah kesatuan kepemimpinan bagi seluruh muslim di seluruh dunia
maka kalau diakui shahih
maka kerajaan arab saudi (kalau menganggap dirinya sah)
mempunyai kewajban memerangi pemimpin-2 di negara-2 lainnya
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 12, 2009, 03:23:07 pm
Bismillah,

" Belajar kapanpun, dimanapun dan dari siapapun "

 :-?  tapi kelihatannya anda malah taklid ama pemahaman golongan Anda  :-?

kalopun anda mengambil fiqih dari beliau, kenapa Aqidahnya ga sekalian di ambil juga, padahal Syeikh bin baz, Syeikh Utsaimin dan Syeikh Albani pun sama sama memvonis pemahaman Aqidah Golongan Anda :
" Mereka (HT) mengatakan , bahwa kami membenarkan azab kubur tetapi kami tidak mengimaninya?! (ini jelas) filsafat yang aneh sekali. Mengapa mereka jadi begini ? sesungguhnya mereka telah datang membawa filsafat pertama, kemudian mereka terperangkap secara sambung-menyambung kedalam banyak filasafat. akhirnya dengan filsafat-filsafat itu mereka keluar dari jalan lurus yang pernah ditempuh para sahabat Nabi shalallahu'alaihi wassalam. "


contoh satu kelemahan beliau adalah
beliau mendhaifkan hadist shahih muslim yang masyhur
karrena ada beberapa jalur periwayatannya
(seandainya satu jalur lemahpun masih ada jalur lainnya)
yaitu hadist yang mafhumnya

"jika dibaiat dua orang khalifah maka bunuhhlah yang kedua" (bukan yang lebih jahil, penj)

hadist ini maknanya
adalah kesatuan kepemimpinan bagi seluruh muslim di seluruh dunia
maka kalau diakui shahih
maka kerajaan arab saudi (kalau menganggap dirinya sah)
mempunyai kewajban memerangi pemimpin-2 di negara-2 lainnya

Ulama itu bukanlah Ahlul Hawa , yang mengedapankan Nafsu...(beda ama kyai), Sayah hanyalah orang yang cekak yang tidak bisa menimbang dan menala'ah Hadist berdasarkan pemahaman sendiri, makanya saya ambil ilmu dari ulama yang telah terakui keilmuannya dalam masalah hadist, kalopun orang lain menilai itu suatu kelmahan Beliu, saya ingin tanya yang melemahkan itu taraf pemahaman, keilmuan ama keshalihannya apakah setara dengan beliau? setidaknya dalam ilmu hadist ? ato cuma mengedapankan LOGIKA ?

for red color:
mungkin ini pengertian berdasarkan logika Anda aj... (sukanya perang ama berontak aja siih... :p )

saya jawab pake logika saya lagi aja yah   :D
hadist yang anda contohkan diatas adalah termasuk bab FIQIH, (kalopun ini benar dilemahkan oleh beliau).
tapi tidak ada ato mungkin belum ada satu ulama lainnyapun yang menyatakan
beliau melemahkan hadist hadist Shohih yang berkaitan dengan bab AQIDAH.

(ato saya belum menemukannya kali  :), cariin ya kalo ada  ;))  :">  >:D< )
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 12, 2009, 03:25:54 pm
walau bagaimanapun tak ada manusia yang sempurna dia juga pasti memiliki alasan tersendiri... bukankah ada satu hadist yang terkadang didhaifkan oleh ulama ahli hadist satu tapi dishahihkan oleh ulama yang lainnya...

Ini cermin sikap objektif saya dalam belajar dari siapapun ...... terkadang seseorang hanya bisa menerima pendapat dari ulama jamaahnya saja... Al-Albani "identik dengan" jamaah salafi tapi saya bukan orang salagf.... saya juga sering membaca pemikiran HT mengenai kapitalisme dan saya setuju.... saya juga bukan jamaah tarbiyah tapi nasihat dan tausiyah dari golongan mereka juga saya dengarkan.... so what gitu lohh ??? ;D ;D
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 12, 2009, 03:33:20 pm
Bismillah ..!

Kutip
(sukanya perang ama berontak aja siih...  )

hati-2 kalau nulis, jangan sembarangan  :(
entaar jadi fitnah
bukankah sudah saya tulis beberapa kali
kalau kami tidak mengadopsi kekerasan dalam dakwah dan jama'ah  :-j
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 12, 2009, 03:35:51 pm
Bismillah ..!

Kutip
" Mereka (HT) mengatakan , bahwa kami membenarkan azab kubur tetapi kami tidak mengimaninya?! (ini jelas) filsafat yang aneh sekali. Mengapa mereka jadi begini ? sesungguhnya mereka telah datang membawa filsafat pertama, kemudian mereka terperangkap secara sambung-menyambung kedalam banyak filasafat. akhirnya dengan filsafat-filsafat itu mereka keluar dari jalan lurus yang pernah ditempuh para sahabat Nabi shalallahu'alaihi wassalam. "

yang ini juga sembarangan  :(
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 12, 2009, 03:39:48 pm
Bismillah ..!

nggak perlu saya kutip semuanya kan
yang pasti tuduhan al-bhani itu ngawur
mungkin karena beliau tidak pernah bertemu struktur
atau ada titah dari sang raja
saya tak tahu apa

yang pasti saya mengamalkan yang ini
Kutip
"Jika seseorang diantara kamu duduk dalam tasyahud akhir, hendaklah ia berlindung dari 4 hal. (hendaknya) ia mengucapkan doa (artinya): ya, Allah sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam , dari siksa kubur, dari fitnah ketika hidup dan mati, dan dari fitnah al-masih ad-Dajjal. (hadits senada juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i dengan sanad yang shahih)"
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 12, 2009, 03:49:12 pm
yang saya puji bukan pada bagian itunya yang disebut mas al-hikmah..... CATET.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 12, 2009, 03:59:26 pm
HTI katanya mengikuti jejak Rasul dalam berdakwah dan mendirikan negara. tapi kalau kita baca sirah Nabi, Nabi pernah hijrah ke Madinah mendirikan negara dan pasukan disana dan kemudian "Memfathu makkah" kota makkah dengan damai. jika analisis ini diterapkan bukankah sebaiknya jika ingin mendirikan khilafah harus keluar dari RI (Anggap kota makkah) lalu membuat khilafah atau negara diluar dan memfathu indonesia.... ini yang jadi pertanyaan saya dari dulu
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 12, 2009, 04:00:11 pm
Bismillah ..!

Kutip
" Mereka (HT) mengatakan , bahwa kami membenarkan azab kubur tetapi kami tidak mengimaninya?! (ini jelas) filsafat yang aneh sekali. Mengapa mereka jadi begini ? sesungguhnya mereka telah datang membawa filsafat pertama, kemudian mereka terperangkap secara sambung-menyambung kedalam banyak filasafat. akhirnya dengan filsafat-filsafat itu mereka keluar dari jalan lurus yang pernah ditempuh para sahabat Nabi shalallahu'alaihi wassalam. "

yang ini juga sembarangan  :(


Wah ada Fitnah nih ... "Ulama Ngomong Sembarangan...."  :-?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 12, 2009, 04:02:12 pm
Tolong bantah dengan Ilmu jangan paka Hawa (nafsu)...   [-X [-X [-X
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 12, 2009, 04:04:49 pm
Bismillah ..!

Kutip
Tolong bantah dengan Ilmu jangan paka Hawa (nafsu)...     

tuduhan itu sudah pernah dibantah di situs ini
seperti thread saya jalan menuju kemenangan
dan media office kami
search saja sendiri ya
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 12, 2009, 04:09:19 pm
 #-o #-o #-o

yaaaahhhh ......

mutttttterrrrrr lagi donk!!!   [-(

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 12, 2009, 04:13:20 pm
Bismillah ..!

lihatlah buku-2 mereka
semua dibilang sesat
buku-2nya macam
ada ht mu'tazillah gaya baru
jama'ah tabligh dibilang menyembah kubur
ini tuduhan ngawur
jt nggak kayak itu

terus
pks, md, nu, semua dibilang sesat

hannya mereka yang benar

benar-benar membantu Amerika untuk membantai saudaranya
menyediakan lapangan tempur
membebaskan para pelacur
menangkapi aktivis muslim
memblokade bantuan
dll

barusan aja bulan-2 ini
menyambut barrack obama bak pahlawan dunia

------------------------------------------------------------
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Ummu_Nuha pada Juni 12, 2009, 05:18:04 pm

lihatlah buku-2 mereka
semua dibilang sesat
buku-2nya macam
ada ht mu'tazillah gaya baru
jama'ah tabligh dibilang menyembah kubur
ini tuduhan ngawur
jt nggak kayak itu

terus
pks, md, nu, semua dibilang sesat

hannya mereka yang benar

benar-benar membantu Amerika untuk membantai saudaranya
menyediakan lapangan tempur
membebaskan para pelacur
menangkapi aktivis muslim
memblokade bantuan

dll

barusan aja bulan-2 ini
menyambut barrack obama bak pahlawan dunia


------------------------------------------------------------
waaahhh....
 :-j :-j :-j

ADA FITNAAAH....

kalo bawa pernyataan tolong nukil sumbernya donk mas...

kelihatnnya udah ada unsur  X( nya yah ?

bakal jadi rame lagi niihh   :D ;)) :D

makin  :x  :x  :x aja baca forum dudung ini...  :D
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 12, 2009, 05:49:24 pm
udah kalau mau buat thread sendiri kita beri judul kelemahan - kelemahan jamaah islam tapi kayaknya boleh g ya ??? g kayaknya deh.... tapi sekedar ngingetin kita udah jauh dari topik  :-O :-O
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 13, 2009, 07:16:20 pm
Bismillah ..!

kalau kami lebih sepakat
menggunakan kesalahan
dan bukan kesesatan

kalau kesalahan atau kelemahan
itu untuk surga masih ada harapan
nah kalau kesesatan
nanti gabungnya sama ahmadiyah dan lia edan

jadi bagi kami
mazhab ja'fariyah, zaidiyah (syiah) masih bagian dari Islam
ikhwan, jt, md, nu, persis
masih dalam satu akidah yang sama
bukan golongan sesat

jadi ke surga
insya Allah masih sama-2

nah kalau yang ngaku-2 salafy
kayaknya cuma benar akidahnya sendiri
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 13, 2009, 07:19:31 pm
Bismillah ..!

maaf rada emosi  X(

balik ke topik yuk  :D
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 13, 2009, 10:25:38 pm
Bismillah ..!

Kutip
waaahhh....
   

ADA FITNAAAH....

bukan fitnah tante

Kutip
semua dibilang sesat

misalnya di buku yang ditulis untuk menjawab buku imam samudera tentang teroris
afwan buku imam samudera lupa judulnya
buku bantahannya juga lupa

Kutip
jama'ah tabligh dibilang menyembah kubur
yang ini dibaca sekitar 1 - 2 tahun yang lalu di sebuah booklet
yang menukil fatwa syekh .... bin baz yang nggak sempurna penglihatannya

Kutip
benar-benar membantu Amerika untuk membantai saudaranya
menyediakan lapangan tempur
membebaskan para pelacur
menangkapi aktivis muslim
memblokade bantuan
dll

barusan aja bulan-2 ini
menyambut barrack obama bak pahlawan dunia

yang ini googling saja
artikel sama fotonya banyak deh kayaknya
apalagi tentang mr. obama

--------------------------------------------------------------

tapi bukan berarti kita harus antipati juga
buku-2 dari yang ngaku-2 salafy itu bagus-2 juga
dalil dan referensinya cukup lengkap

kalau di banjarmasin
ada ustadz riza rahman,lc yang cukup obyektif

--------------------------------------------------------------

cukup ya bahasan tentang tuduhan sesat ht
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: calon_akhwat pada Juni 13, 2009, 10:55:27 pm
HTI katanya mengikuti jejak Rasul dalam berdakwah dan mendirikan negara. tapi kalau kita baca sirah Nabi, Nabi pernah hijrah ke Madinah mendirikan negara dan pasukan disana dan kemudian "Memfathu makkah" kota makkah dengan damai. jika analisis ini diterapkan bukankah sebaiknya jika ingin mendirikan khilafah harus keluar dari RI (Anggap kota makkah) lalu membuat khilafah atau negara diluar dan memfathu indonesia.... ini yang jadi pertanyaan saya dari dulu
saya juga sempat berpikir begini.
terus, bagaimana caranya HT untuk memfathu Indonesia jika masih ada di Indonesia dan ndak berpartisipasi dalam kegiatan kenegaraan di Indonesia?
ada yg bisa bantu jelaskan?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Sf_Efend pada Juni 14, 2009, 03:50:45 pm
HTI katanya mengikuti jejak Rasul dalam berdakwah dan mendirikan negara. tapi kalau kita baca sirah Nabi, Nabi pernah hijrah ke Madinah mendirikan negara dan pasukan disana dan kemudian "Memfathu makkah" kota makkah dengan damai. jika analisis ini diterapkan bukankah sebaiknya jika ingin mendirikan khilafah harus keluar dari RI (Anggap kota makkah) lalu membuat khilafah atau negara diluar dan memfathu indonesia.... ini yang jadi pertanyaan saya dari dulu
saya juga sempat berpikir begini.
terus, bagaimana caranya HT untuk memfathu Indonesia jika masih ada di Indonesia dan ndak berpartisipasi dalam kegiatan kenegaraan di Indonesia?
ada yg bisa bantu jelaskan?


sempit nian pikiran klo gini ..
Salf ..
balek nanya boleh ..?
kalau itu di terapkan tentunya kondisi makkah dan madinah harus ada dalam kondisi sekarang ..

lalu adakah Indonesia sekarang seperti kondisi Makkah ketika di tinggalkan oleh nabi ..?
lalu adakah penduduk "madinah" tempat kita akan hijrah seperti madinahnya nabi ..?
lalu kemudian lagi, adakah Indonesia kondisinya seperti makkah ketika di fathu?

jejak itu tidak mesti rute ..
tapi substansi ..!!!
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Sf_Efend pada Juni 14, 2009, 03:56:29 pm
tambah untuk salf n akhwat yang massih calon2-an ..     :D

jangan menganalisi sekenanya, logika itu terkadang berbalik ..
logika mana yang bisa di paksakan untuk menjelaskan fathu indonesia harus mengikuti RUTE fathun makkah ..??
jangan becanda ...
kalau logika itu yang dipaksakan, beati untuk membetulkan dunia ini
kita harus hijrah dulu ke planet luar bumi ..
ada2 saja ..
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 15, 2009, 02:46:04 am
Bismillah ..!

maaf rada emosi  X(

balik ke topik yuk  :D

Udah reda Oom nafsu nya?   ;D ;D ;D

emang lah kalo udah taklid itu, ga bisa menerima kritikan dan nasehat dengan hati tenang, padahal yang mengkritik itu Ulama....
malah dibalas dengan menghujat ulamanya , MasyaAllah.... :-O

Syeikh bin Baz memang nggak sempurna penglihatannya, tapi coba baca biografy lengkapnya, apakah ada orang yang kondisinya sama dengan beliau tapi bisa mencapai keilmuan seperti beliau?

kalo membantah itu bukan lah dengan " saya pernah membaca tapi LUPA.... " yang jelas donk !!!
Kutip
benar-benar membantu Amerika untuk membantai saudaranya
menyediakan lapangan tempur
membebaskan para pelacur
menangkapi aktivis muslim
memblokade bantuan
dll

barusan aja bulan-2 ini
menyambut barrack obama bak pahlawan dunia
"yang ini googling saja
artikel sama fotonya banyak deh kayaknya
apalagi tentang mr. obama "

MANA ???   :-? :-? :-? (setidaknya LInk nya lah !!!) >:/

Kutip
semua dibilang sesat
------------------------------------------
cukup ya bahasan tentang tuduhan sesat ht

PeD.....Dhe bhanget sih di bilang SESAT...sapa yang bilang sesat... baca lagi, "baca..baca..baca.."

Kutip
Dua hal yang saling berlawanan tidak mungkin dapat berkumpul. Namun, kemudian mereka datang kepada kita dengan kilah-kilah yang sesungguhnya dilarang Allah. Mereka mengatakan , bahwa kami membenarkan azab kubur tetapi kami tidak mengimaninya?! (ini jelas) filsafat yang aneh sekali. Mengapa mereka jadi begini ? sesungguhnya mereka telah datang membawa filsafat pertama, kemudian mereka terperangkap secara sambung-menyambung kedalam banyak filasafat. akhirnya dengan filsafat-filsafat itu mereka keluar dari jalan lurus yang pernah ditempuh para sahabat Nabi shalallahu'alaihi wassalam.

lagian...
Udahlah Om jangan ngelantur kemana mana, masih mengenai aqidah HT nih bukannya nyari pembelaan dengan menghujat sana sini  [-X [-X [-X

BAck to topik...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 15, 2009, 03:41:19 am
Bismillah,

Back to Topic, masih mengenai HT (  ;;)  Aqidah edition )

Kutip
kami (HT) membenarkan azab kubur tetapi kami tidak mengimaninya?!

kalo Anda merasa apa yang di nyatakan oleh Syeikh Albani itu adalah tuduhan sembarangan mengenai HT, sedangkan pernyataan Syeikh Albani itu jelas : (berdasarkan yang di BOLD dibawah)

Kutip
"Tidak seorangpun dalam jama'ah ini yang mengikatkan pemahamannya terhadap islam dengan pengikat yang kami sebutkan ini, yaitu Pemahaman salafus shalih.Karena itulah mereka jauh dari pertolongan Allah. Sebab Allah hanya akan menolong orang yang menolong agamaNya. jalan pertolongan Allah adalah ittiba'(mengikuti) Kitab Allah, Sunnah Nabi-Nya dan jalannya orang-orang mukmin. Syarat inilah yang dilupakan oleh firqah-firqah terdahulu maupun oleh golongan-golongan (hizb-hizb) modern sekarang ini, termasuk didalamnya Hizbut Tahrir  yang pemikiran-pemikirannya menyimpang dalam aqidah.

      Karenanya kami ulangi lagi apa yang kami kemukakan pada permulaan tulisan ini. yaitu bahwa:Jama'ah manapun yang aqidah serta manhajnya tidak berpijak pada pemahaman salafus Shalih, maka jama'ah itu tidak akan dapat menegakkan islam. Baik itu Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, atau jama'ah lain manapun. Sebab mereka tidak menegakkan dakwahnya pada pokok-pokok (landasan-landasan) yang tiga yaitu :Kitab Allah, sunnah rasulullah yang shahih dan Manhaj Salafus Shalih....!!!"

nih saya kutip pernyataan dari beberapa para ulama Salafus Shalih mengenai hadist ahad yang HT tolak dalam masalah aqidah :

Ibnu Hajar berkata : “Sungguh sudah terkenal perbuatan shahabat dan tabi’in dengan dasar hadits ahad dan tanpa penolakan. Maka telah sepakat mereka untuk menerima hadits ahad.” (Lihat Fathul Bari 13/234.)

Ibnu Abil ‘Izzi berkata : “Hadits ahad, jika para ummat menerima sebagai dasar amal dan membenarkannya, maka dapat memberikan ilmu yakin (kepastian) menurut jumhur ulama. Dan hadits ahad termasuk bagian hadits mutawatir, sedangkan bagi kalangan ulama Salaf tidak ada perselisihan dalam masalah ini.” (Lihat Syarah Aqidah Ath Thahawi karya Ali bin Ali bin Abi Izz Al Hanafi halaman 399-400 telah diedit oleh para ulama dan haditsnya telah ditakhrij oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani cetakan Maktab Islami, cetakan IV, 1391 H.)

Ada orang bertanya kepada Imam Syafi’i rahimahullah, dia berkata : “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah menetapkan demikian dan demikian.” Lalu orang itu bertanya kepada Imam Syafi’i rahimahullah : “Bagaimana menurutmu?” Maka Imam Syafi’i rahimahullah berkata : “Maha Suci Allah! Apakah kamu melihat saya dalam bai’at, kamu melihat saya diikat? Saya berkata kepadamu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah menetapkan, dan kamu bertanya, ‘bagaimana pendapatmu?’ ” (Lihat Mukhtashar Ash Shawwa’iq Al Mursalah ala Al Jahmiyah wa Al Mu’aththilah 2/350, karya Ibnul Qayyim diringkas oleh Muhammad bin Al Masih, diedarkan oleh Lembaga Kajian Ilmiyah dan Fatwa Riyadh dan lihat Ar Risalah Imam Syafi’i halaman 401, tahqiq Ahmad Syakir terbitan Al Muhtar Al Islamiyyah cetakan II 1399 H, dan lihat Syarah Ath Thahawi halaman 399 karya Ibnu Abil Izz.)

Kemudian Imam Syafi’i rahimahullah menjawab : “Apabila saya meriwayatkan hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, lalu saya tidak mengambilnya, maka saya akan meminta kamu agar menjadi saksi bahwa akal saya telah hilang.” (Lihat Mukhtashar Ash Shawwa’iq 2/350.), Imam Syafi’i rahimahullah tidak membedakan antara hadits ahad atau mutawatir, hadits tentang akidah atau amaliyah. Namun yang dibicarakannya hanya berkisar tentang shahih atau tidaknya suatu hadits.
Imam Ahmad rahimahullah berkata : “Semua yang datang dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dengan sanad baik, maka kita tetapkan dan bila tidak tetap (tidak sah) dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, dan kita tidak menerimanya maka kita kembalikan urusan itu kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.” Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS. Al Hasyr : 7)

Dengan demikian Imam Syafi’i rahimahullah tidak mensyaratkan kecuali keshahihan hadits (Lihat Ittihaf Al Jamaah 1/4). Ibnu Taimiyah berkata : “Hadits, apabila sudah shahih semua umat Islam sepakat wajib untuk mengikutinya.”(Lihat Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 19/85), Dan Ibnu Qayyim berkata saat menolak orang yang mengingkari hujjah hadits ahad : “Termasuk hal ini ialah pemberitahuan sebagian shahabat kepada sebagian yang lain, karena berpegang teguh pada apa yang diberitakan oleh salah seorang dari mereka dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Dan tidak ada seorang pun dari mereka yang berkata kepada seorang yang menyampaikan berita dari Rasululullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bahwa beritamu adalah berita perorangan (khabar ahad) yang tidak memberi faedah ilmu sehingga mutawatir.
Mereka tidak menuntut kejelasan dalam meriwayatkan hadits tentang sifat secara pasti, tetapi mereka langsung menerima, membenarkan, dan menetapkan maksud dari hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Adapun yang menolak hadits ahad itu ialah pendapatnya Mu’tazilah, Jahmiyah, Rafidlah, dan Khawarij yang telah merusak kehormatan. Para Imam telah menjelaskan perbedaan pandangan mereka dari pendapat yang mengatakan bahwasanya hadits ahad memberikan faedah ilmu. Demikian pendapat Imam Malik rahimahullah, Imam Syafi’i rahimahullah, dan murid-murid Abu Hanifah rahimahumullah, Dawud bin Ali dan muridnya seperti Muhammad bin Hazm rahimahumullah. (Lihat Mukhtashar Ash Shawwa’iq 2/361-362)

Nah Apakah Anda masih menganggap apa yang disampaikan oleh Syeikh Albani dan para Ulama Salafus Shalih terhadap golongan yang mengingkari hadis Ahad dalam aqidah adalah tuduhan tak berdasar ato sembarangan? :-?

INGAT kalo mo bantah PAKE ILMU (wolopun ilmu "kutip") dan jangan ngelantur woro wiri O.O.T lagi !!!    :D :D :D
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 15, 2009, 12:52:39 pm
HTI katanya mengikuti jejak Rasul dalam berdakwah dan mendirikan negara. tapi kalau kita baca sirah Nabi, Nabi pernah hijrah ke Madinah mendirikan negara dan pasukan disana dan kemudian "Memfathu makkah" kota makkah dengan damai. jika analisis ini diterapkan bukankah sebaiknya jika ingin mendirikan khilafah harus keluar dari RI (Anggap kota makkah) lalu membuat khilafah atau negara diluar dan memfathu indonesia.... ini yang jadi pertanyaan saya dari dulu
saya juga sempat berpikir begini.
terus, bagaimana caranya HT untuk memfathu Indonesia jika masih ada di Indonesia dan ndak berpartisipasi dalam kegiatan kenegaraan di Indonesia?
ada yg bisa bantu jelaskan?


sempit nian pikiran klo gini ..
Salf ..
balek nanya boleh ..?
kalau itu di terapkan tentunya kondisi makkah dan madinah harus ada dalam kondisi sekarang ..

lalu adakah Indonesia sekarang seperti kondisi Makkah ketika di tinggalkan oleh nabi ..?
lalu adakah penduduk "madinah" tempat kita akan hijrah seperti madinahnya nabi ..?
lalu kemudian lagi, adakah Indonesia kondisinya seperti makkah ketika di fathu?

jejak itu tidak mesti rute ..
tapi substansi ..!!!

Syukron,.. tuh Mas Sf Effend, aja paham.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 15, 2009, 01:07:02 pm
Bismillah ..!

dalil untuk membangun suatu perbuatan harus disandarkan pada bukti-bukti yang menyakinkan, akan tetapi cukup didasarkan pada prasangka kuat saja (dzan). Sedangkan dalam masalah aqidah harus disandarkan pada dalil yang menyakinkan, baik tsubût maupun dilâlahnya. Wallahu A’lam bi al-Shawab

khabar atau hadist ahad pindah ke thread yang baru saja kalau mau
kalau mau baca sedikit
di sini bagus

http://khabar-ahad.blogspot.com/
tapi ini bukan ht
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 15, 2009, 01:08:00 pm
Assalamu'alaikum

walah dalah mas Sf effend akhirnya muncul juga lama g muncul.....

katanya substansi...... ya kalau substansi g perlu menegakkan khilafah kan.....

ambil aja substansi pemerintahan islam kan beres....... diterapkan disistem apa aja.

Sf orang HTI bukan ?? kalau orang HTI ya matur nuwun atas jawabannya...

tapi saya pingin bener - bener temen - temen HT yang jawabnya dan dalam paradigma HT
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 15, 2009, 01:53:23 pm
Bismillah ..!

Kutip
saya juga sempat berpikir begini.
terus, bagaimana caranya HT untuk memfathu Indonesia jika masih ada di Indonesia dan ndak berpartisipasi dalam kegiatan kenegaraan di Indonesia?
ada yg bisa bantu jelaskan?

kalau bisa
entar Indonesia yang bermacam ragam
bisa kayak Medinah
tempat Daulah berdiri
dengan metode yang sama
dan membebaskan Arab sana
yang lagi dikuasai Amerika kayak Mekkah
dan mengusir bala tentara dari berbagai pangkalannya
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 16, 2009, 12:19:37 pm
Bismillah,

Back to Topic, masih mengenai HT (  ;;)  Aqidah edition )

Kutip
kami (HT) membenarkan azab kubur tetapi kami tidak mengimaninya?!

kalo Anda merasa apa yang di nyatakan oleh Syeikh Albani itu adalah tuduhan sembarangan mengenai HT, sedangkan pernyataan Syeikh Albani itu jelas : (berdasarkan yang di BOLD dibawah)

Kutip
"Tidak seorangpun dalam jama'ah ini yang mengikatkan pemahamannya terhadap islam dengan pengikat yang kami sebutkan ini, yaitu Pemahaman salafus shalih.Karena itulah mereka jauh dari pertolongan Allah. Sebab Allah hanya akan menolong orang yang menolong agamaNya. jalan pertolongan Allah adalah ittiba'(mengikuti) Kitab Allah, Sunnah Nabi-Nya dan jalannya orang-orang mukmin. Syarat inilah yang dilupakan oleh firqah-firqah terdahulu maupun oleh golongan-golongan (hizb-hizb) modern sekarang ini, termasuk didalamnya Hizbut Tahrir  yang pemikiran-pemikirannya menyimpang dalam aqidah.

      Karenanya kami ulangi lagi apa yang kami kemukakan pada permulaan tulisan ini. yaitu bahwa:Jama'ah manapun yang aqidah serta manhajnya tidak berpijak pada pemahaman salafus Shalih, maka jama'ah itu tidak akan dapat menegakkan islam. Baik itu Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, atau jama'ah lain manapun. Sebab mereka tidak menegakkan dakwahnya pada pokok-pokok (landasan-landasan) yang tiga yaitu :Kitab Allah, sunnah rasulullah yang shahih dan Manhaj Salafus Shalih....!!!"

nih saya kutip pernyataan dari beberapa para ulama Salafus Shalih mengenai hadist ahad yang HT tolak dalam masalah aqidah :

Ibnu Hajar berkata : “Sungguh sudah terkenal perbuatan shahabat dan tabi’in dengan dasar hadits ahad dan tanpa penolakan. Maka telah sepakat mereka untuk menerima hadits ahad.” (Lihat Fathul Bari 13/234.)

Ibnu Abil ‘Izzi berkata : “Hadits ahad, jika para ummat menerima sebagai dasar amal dan membenarkannya, maka dapat memberikan ilmu yakin (kepastian) menurut jumhur ulama. Dan hadits ahad termasuk bagian hadits mutawatir, sedangkan bagi kalangan ulama Salaf tidak ada perselisihan dalam masalah ini.” (Lihat Syarah Aqidah Ath Thahawi karya Ali bin Ali bin Abi Izz Al Hanafi halaman 399-400 telah diedit oleh para ulama dan haditsnya telah ditakhrij oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani cetakan Maktab Islami, cetakan IV, 1391 H.)

Ada orang bertanya kepada Imam Syafi’i rahimahullah, dia berkata : “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah menetapkan demikian dan demikian.” Lalu orang itu bertanya kepada Imam Syafi’i rahimahullah : “Bagaimana menurutmu?” Maka Imam Syafi’i rahimahullah berkata : “Maha Suci Allah! Apakah kamu melihat saya dalam bai’at, kamu melihat saya diikat? Saya berkata kepadamu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah menetapkan, dan kamu bertanya, ‘bagaimana pendapatmu?’ ” (Lihat Mukhtashar Ash Shawwa’iq Al Mursalah ala Al Jahmiyah wa Al Mu’aththilah 2/350, karya Ibnul Qayyim diringkas oleh Muhammad bin Al Masih, diedarkan oleh Lembaga Kajian Ilmiyah dan Fatwa Riyadh dan lihat Ar Risalah Imam Syafi’i halaman 401, tahqiq Ahmad Syakir terbitan Al Muhtar Al Islamiyyah cetakan II 1399 H, dan lihat Syarah Ath Thahawi halaman 399 karya Ibnu Abil Izz.)

Kemudian Imam Syafi’i rahimahullah menjawab : “Apabila saya meriwayatkan hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, lalu saya tidak mengambilnya, maka saya akan meminta kamu agar menjadi saksi bahwa akal saya telah hilang.” (Lihat Mukhtashar Ash Shawwa’iq 2/350.), Imam Syafi’i rahimahullah tidak membedakan antara hadits ahad atau mutawatir, hadits tentang akidah atau amaliyah. Namun yang dibicarakannya hanya berkisar tentang shahih atau tidaknya suatu hadits.
Imam Ahmad rahimahullah berkata : “Semua yang datang dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dengan sanad baik, maka kita tetapkan dan bila tidak tetap (tidak sah) dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, dan kita tidak menerimanya maka kita kembalikan urusan itu kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.” Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS. Al Hasyr : 7)

Dengan demikian Imam Syafi’i rahimahullah tidak mensyaratkan kecuali keshahihan hadits (Lihat Ittihaf Al Jamaah 1/4). Ibnu Taimiyah berkata : “Hadits, apabila sudah shahih semua umat Islam sepakat wajib untuk mengikutinya.”(Lihat Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 19/85), Dan Ibnu Qayyim berkata saat menolak orang yang mengingkari hujjah hadits ahad : “Termasuk hal ini ialah pemberitahuan sebagian shahabat kepada sebagian yang lain, karena berpegang teguh pada apa yang diberitakan oleh salah seorang dari mereka dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Dan tidak ada seorang pun dari mereka yang berkata kepada seorang yang menyampaikan berita dari Rasululullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bahwa beritamu adalah berita perorangan (khabar ahad) yang tidak memberi faedah ilmu sehingga mutawatir.
Mereka tidak menuntut kejelasan dalam meriwayatkan hadits tentang sifat secara pasti, tetapi mereka langsung menerima, membenarkan, dan menetapkan maksud dari hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Adapun yang menolak hadits ahad itu ialah pendapatnya Mu’tazilah, Jahmiyah, Rafidlah, dan Khawarij yang telah merusak kehormatan. Para Imam telah menjelaskan perbedaan pandangan mereka dari pendapat yang mengatakan bahwasanya hadits ahad memberikan faedah ilmu. Demikian pendapat Imam Malik rahimahullah, Imam Syafi’i rahimahullah, dan murid-murid Abu Hanifah rahimahumullah, Dawud bin Ali dan muridnya seperti Muhammad bin Hazm rahimahumullah. (Lihat Mukhtashar Ash Shawwa’iq 2/361-362)

Nah Apakah Anda masih menganggap apa yang disampaikan oleh Syeikh Albani dan para Ulama Salafus Shalih terhadap golongan yang mengingkari hadis Ahad dalam aqidah adalah tuduhan tak berdasar ato sembarangan? :-?

INGAT kalo mo bantah PAKE ILMU (wolopun ilmu "kutip") dan jangan ngelantur woro wiri O.O.T lagi !!!    :D :D :D

Ada percakapan antara dua orang.
Sebut saja si Amir dan si Budi.

Si Amir bertanya : "Bud, katanya kamu demikian2."
Si Budi membantah : " aku tdk demikian2."

Si Amir menimpali : " ah..aku percaya sama si Charlie bahwa kamu demikian2. "

Ya...repot jadinya. Nggak bakal kelar.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 16, 2009, 12:52:47 pm
@FAUZI
cara ganti nya?
kenapa harus pakai sistem konsep HT?bukankah harus jumhur ulama

Cara gantinya ?
salah satunya melalui dakwah kepada seluruh kalangan baik orang awam maupun elit dan penguasa.

Kenapa harus konsep HT ?
Kalau bukan dari konsep islam yg diadop oleh HT, terus konsep siapa dong ? adakah yang lebih lengkap dari konsep islam yg telah dirunut oleh HT, dari membangun aqidah sampai membangun daulah ?

Kenapa bukan jumhur ulama ?
Apakah konsep islam yg diadop HT berlawanan dg jumhur ulama ?
atau malah banyak ulama dunia yang bergabung ke HT ?
atau apakah berarti ulama2 yg sudah bergabung ke HT disebut bukan ulama lagi ?
dakwah ke kalangan elit?bagaimana melakukan nya,misal HT dilarang?

bukan konsep Islam nya,tapi lebih ke konsep fiqih nya terutama hal2 politik,hubungan international,dll apa sudah kesepakatan ulama??konsep dari aqidah ke daulah mah sudah mapan dari jaman Rasul,jangan ngclaim itu dari HT lah..
tapi daulah bukan tujuan tapi alat untuk dakwah jg,tujuan nya ya Islam ideal

Dakwah ke elite bgmana? sering melalui :
1. Mengundang ke workshop, atau semacam muktamar. ( bisa dilihat di situs hti ).
( note : sby & hamzah haz sewaktu masih jadi menteri pertambangan & menteri ... pernah diundang muktamar oleh hti th 2002?? )
2. Silaturahmi ke ormas2 atau parpol2. ( bisa dilihat di situs hti ).
3. Silaturahmi ke kedubes2.
4. Mengingatkan presiden ttg kasus ambalat melalui utusan ke istana, bahwa ini upaya adu domba oleh perusahaan shell (inggris-belanda) dan exxon (usa-canada).

Kalau ht dilarang ?
menurut saya yg rugi ummat islam sendiri. Kami tidak ada beban dan kepentingan, bagi yg meninggal kami doakan syahid. krn yg kami suarakan selalu : back to islam kaffah and back to ummah.

Kami tdk pernah ngeclaim khilafah itu ajaran ht, coba lebih teliti lagi. Kami membela bila ada yg melecehkan sistem khilafah krn ini ajaran islam yg terlupakan.
...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juni 16, 2009, 01:27:40 pm
@mas Fauzi
kok g nyambung -_-
ya udah ntar lanjut lagi deh ;)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Sf_Efend pada Juni 16, 2009, 03:42:57 pm
Assalamu'alaikum
walah dalah mas Sf effend akhirnya muncul juga lama g muncul.....
katanya substansi...... ya kalau substansi g perlu menegakkan khilafah kan.....
ambil aja substansi pemerintahan islam kan beres....... diterapkan disistem apa aja.
Sf orang HTI bukan ?? kalau orang HTI ya matur nuwun atas jawabannya...
tapi saya pingin bener - bener temen - temen HT yang jawabnya dan dalam paradigma HT

wa`alaikumsalam ...
diriku tidak menamakan diriku HTI, IM, NU, Muhammadyah, atau apa ...
diriku cuma sedang menerjemahkan apa yang ada dalam pikiranku ...
dan penegakan khilafah, menurutku substansi yang paling substantif ...
Khilafah adalah tujuan, bukan sekedar cara ...
substansi rute yang engkau bicarakan dulu, hanyalah cara diantara cara2 yang lain utnuk menuju khilafah...
pemerintahan Islam katamu ..??
coba lihat, berapa banyak negara Islam yang mengaku pemerintah Islam tapi jauh dari nuansa kebernegaraan yang dicontohkan oleh reasulullah dan Khulafaurrasyidin ..
diriku menyebut jauh, bukan beda ...
pahami itu ....

andai saja, anggap idemu untuk sistem pemerintahan islam itu ada dan diterapkan di negara2 muslim ..
tetapsaja, permasalahan "MUKMINUNA IKHWATUN" tidak akan terwujud ..
palestina tetap saja berjuang sendiri tanpa ada pembelaan yang TERANG dari saudaranya ..
kya karena itu tadi ...
terhalang dinding Ideologi teritorial negara ..
meski mengaku negara Muslim ...

lha ...
kok jalan2 yaa ....      :D
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 16, 2009, 11:00:46 pm

Ada percakapan antara dua orang.
Sebut saja si Amir dan si Budi.

Si Amir bertanya : "Bud, katanya kamu demikian2."
Si Budi membantah : " aku tdk demikian2."

Si Amir menimpali : " ah..aku percaya sama si Charlie bahwa kamu demikian2. "

Ya...repot jadinya. Nggak bakal kelar.


kalo si charlie yang anda maksud itu adalah kelompok orang orang yang telah terpercaya, tsiqah, faqih dalam ilmu agama,jujur bahkan ulama besar (karena saya tidak hanya mengutip satu nama, jelasnya adalah para Ulama Salafus Shalih), ngapain saya harus percaya ama si budi yang meneketehe asal usul, ilmu, kejujuran ato statusnya apa ... kok repot segala ?  :-??
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 17, 2009, 12:43:01 pm

Ada percakapan antara dua orang.
Sebut saja si Amir dan si Budi.

Si Amir bertanya : "Bud, katanya kamu demikian2."
Si Budi membantah : " aku tdk demikian2."

Si Amir menimpali : " ah..aku percaya sama si Charlie bahwa kamu demikian2. "

Ya...repot jadinya. Nggak bakal kelar.


kalo si charlie yang anda maksud itu adalah kelompok orang orang yang telah terpercaya, tsiqah, faqih dalam ilmu agama,jujur bahkan ulama besar (karena saya tidak hanya mengutip satu nama, jelasnya adalah para Ulama Salafus Shalih), ngapain saya harus percaya ama si budi yang meneketehe asal usul, ilmu, kejujuran ato statusnya apa ... kok repot segala ?  :-??


Baiklah, bukan bermaksud mengkultuskan karena permintaan anda. Saya akan memperkenalkan si Budi yang saya maksud.
Jreeeennnng, ....

Biografi Singkat Pendiri Hizbut Tahrir,

SYAIKH TAQIYUDDIN AN-NABHANI.

Pengantar Redaksi.
Sebelum membicarakan sejarah hidup beliau, perlu dipahami bahwa tulisan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengagungkan atau mengkultuskan beliau. Juga tidak didasari fanatisme kelompok ( ashabiyyah ), karena pengkultusan oknum dan fanatisme kelompok telah jelas diharamkan oleh Allah Swt.
Tulisan mengenai biografi beliau ini juga bukan untuk menumbuhkan sikap bahwa semua yang berasal dari beliau pastilah benar, karena beliau bukan nabi / rasul yang ma’shum.
Namun demikian, bukanlah sikap bijaksana jika hanya karena ketidaksukaan sebagian kita terhadap Hizbut Tahrir atau sosok pendirinya, mendorong orang untuk bersikap apriori, bahkan buruk sangka, dan serta merta menolak setiap pemikiran yang digagas oleh beliau. Dalam hal ini akan lebih bijaksana jika kita mengingat kembali pesan Ali bin Abi Thalib kw. Yaitu :

" Janganlah engkau menilai kebenaran itu dari orangnya, tetapi kenalilah kebenaran itu. Maka engkau akan mengenal orang yang mengembannya."

Karena itu semua pemikiran dan hukum yang digali Syaikh Taqiy, sebagaimana yang digali para ulama lain, harus tetap didudukkan sebagai pemikiran dan hukum yang mesti kita kembalikan pada dalil-dalil syariat.
Dalam kerangka berpikir semacam itulah, tulisan mengenai biografi singkat beliau dipaparkan berikut ini.

Meski membidani lahirnya Hizbut Tahrir sebagai sebuah partai politik internasional yang telah eksis diberbagai belahan dunia, tulisan yang membahas Syaikh Taqiyuddin An-nabhani –seorang ulama, qadhi, pemikir dan politikus ulung- sangat sedikit kita jumpai. Bukan hanya beliau, bahkan tulisan mengenai tokoh – tokoh HT yang lain juga jarang diungkap. Mengapa? Karena para penguasa Arab khususnya dan negeri-negeri muslim umumnya menganggap HT sebagai gerakan paling berbahaya bagi kelangsungan kekuasaan mereka. Oleh karena itu dengan kekuatan dan melalui tangan para anteknya, para penguasa itu berusaha mengucilkan mereka; baik secara langsung atau melalui "boikot" media.

Lebih dari sekedar mengucilkan, para penguasa itu bahkan menangkapi para pendiri dan tokoh HT, berusaha menghentikan kegiatan HT, melarang aktivitas para simpatisannya, dan menghapus jejaknya. HT mereka anggap jauh lebih berbahaya daripada gerakan Komunisme. Ungkapan Taufiq Abdul Hadi ( mantan Ketua Kabinet Yordania 1953-an ) menggambarkan hal itu. Ia pernah berujar :

" Sesungguhnya ( bagi penguasa ), HT jauh lebih berbahaya dari Partai Komunis. Segenap kekuatan dikerahkan untuk menghambat aktivitas dan pertumbuhannya. Hingga tatkala Syaikh wafat tahun 1977, seluruh media di negeri Arab dan Islam dilarang memuat barang secuil pun kalimat belasungkawa.

Saya ingat, waktu itu saya bersama Harian Ad-Dustur dengan pemimpin redaksinya saat itu, sahabat saya Ustadz Mahmud asy-Syarif. Kami berupaya menyebarkan berita mengenai wafatnya Syaih Taqiyuddin meskipun hanya beberapa baris berita di pojok salah satu halaman. Semua larangan itu bermuara bukan hanya karena HT menyerukan Islam, tetapi kerena HT khas dalam empat hal : (1) menyerukan untuk melanjutkan kehidupan Islam (2) HT mengadopsi pemahaman – pemahaman Islam di dalam kitab-kitabnya. (3) concern mewujudkan kesadaran politik atas dasar Islam. (4) Dalam aktivitasnya HT bersandar pada bentuk organisasi kepartaian bukan organisasi social. "

Kelahiran dan Pertumbuhan Beliau.
Syaikh An Nabhani dilahirkan di daerah Ijzim pada tahun 1909. Nama lengkap beliau adalah Muhammad Taqiyuddin bin Ibrahim bin Mustafa bin Ismail bin Yusuf an-Nabhani. Dinisbahkan kepada kabilah Bani Nabhan, yang termasuk orang Arab penghuni padang sahara di Palestina. Mereka bermukim di daerah Ijzim yang termasuk wilayah Haifa di Palestina Utara.

Beliau mendapat pendidikan ilmu dan agama di rumah dari ayah beliau sendiri, seorang syaikh yang faqih fid din. Ayah beliau seorang pengajar ilmu-ilmu syari’ah di Kementerian Pendidikan Palestina. Ibu beliau juga menguasai beberapa cabang ilmu syari’ah, yang diperolehnya dari ayahnya, Syaikh Yusuf bin Ismail bin Yusuf An Nabhani.

Mengenai Syaikh Yusuf An Nabhani ini, beberapa penulis biografi menyebutkan : "(Dia adalah) Yusuf bin Ismail bin Yusuf bin Hasan bin Muhammad An Nabhani Asy Syafi’i. Julukannya Abul Mahasin. Beliau ini adalah seorang qadly (hakim), sastrawan, dan salah seorang ulama terkemuka dalam Daulah Khilafah Islamiyah Utsmaniyah.

Beliau menangani peradilan (qadla’) di Qushbah Janin, yang termasuk wilayah Nablus. Kemudian beliau berpindah ke Konstantinopel (Istambul) dan diangkat sebagai qadly untuk menangani peradilan di Sinjiq yang termasuk wilayah Moshul. Dia kemudian menjabat sebagai ketua Mahkamah Jaza’ di Al Ladziqiyah, kemudian di Al Quds. Selanjutnya dia menjabat sebagai ketua Mahkamah Huquq di Beirut. Dia menulis banyak kitab yang jumlahnya mencapai 80 buah."

Beliau termasuk pelaku sejarah masa akhir Khilafah Utsmaniyah. Beliau berpendapat bahwa Khalifah Utsmaniyah merupakan penjaga agama dan aqidah, symbol kesatuan kaum muslimin dan mempertahankan institusi ummat.

Beliau berseberangan dengan Muhammad Abduh dalam metode tafsir; Abduh menyerukan perlunya penakwilan nash dan agar tafsir merujuk pada tuntutan kondisi. Beliau juga berseberangan dengan Jamaludin al-Afghani dan murid-muridnya yang menyerukan reformasi. Menurut beliau tuntutan reformasi itu meniru Protestan. Dalam Islam tidak ada reformasi agama ( seperti dalam pemahaman Protestan ). Beliau juga menentang gerakan misionaris dan sekolah sekolah misionaris yang mulai tersebar pada masa beliau.

Karena itu disamping seorang ulama yang faqih, Syaikh Yusuf juga seorang politikus yang selalu memperhatikan dan mengurus urusan umat.

Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani banyak mendapat pengaruh dari kakek beliau, Syaikh Yusuf An Nabhani, dan menimba ilmu beliau yang luas. Syaikh Taqiyyuddin juga sudah mulai mengerti masalah-masalah politik yang penting, di mana kakek beliau mengalami langsung peristiwa-peristiwanya karena mempunyai hubungan erat dengan para penguasa Daulah Utsmaniyah saat itu. Beliau banyak menarik pelajaran dari majelis-majelis dan diskusi-diskusi fiqih serta ceramah – ceramah yang dibawakan oleh kakek beliau, Syaikh Yusuf An Nabhani.

Walhasil, Syaikh Taqiyyuddin tumbuh dan berkembang dalam suasana keagamaan dan perpolitikan yang kental, hal ini membawa pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian dan pandangan hidup beliau. Beliau telah hafal Al Qur’an seluruhnya dalam usia yang amat muda, yaitu di bawah usia 13 tahun. Syaikh Taqiyyuddin juga menampakkan kecerdasan dan kecerdikannya ketika mengikuti majelis-majelis yang diselenggarakan sang kakek.

Pendidikan Syaikh Taqiyyuddin.
Syaikh Taqiyyuddin menerima pendidikan dasar-dasar ilmu syari’ah dari ayah dan kakek beliau. Di samping itu, beliau juga mendapatkan pendidikannya di sekolah-sekolah negeri ketika beliau di sekolah dasar di daerah Ijzim. Kemudian beliau melanjutkan pendidikan menengahnya di Akka. Lalu melanjutkan di Tsanawiyah Syariah di Haifa. Sebelum menamatkannya, beliau telah bertolak ke Kairo untuk meneruskan pendidikannya di Tsanawiyah Al Azhar pada tahun 1928. Pada tahun yang sama beliau meraih ijazah dengan predikat sangat memuaskan. Lalu beliau melanjutkan studinya di Kulliyah Darul Ulum yang saat itu merupakan cabang Al Azhar dan secara bersamaan beliau juga belajar di Universitas tertua didunia tersebut, Universitas Al-Azhar.

Di samping itu beliau juga mengikuti halaqah-halaqah ilmiyah, mengenai bahasa Arab, tafsir, ushul fiqih, fiqih, hadist, tauhid dan tsaqofah islam lainnya di Al Azhar yang dibimbing oleh syaikh-syaikh Al Azhar, semisal Syaikh Muhammad Al Hidlir Husain –rahimahullah– seperti yang pernah disarankan oleh kakek beliau. Hal itu dimungkinkan karena sistem pengajaran lama Al Azhar membolehkannya.

Selama study di dua universitas itu beliau tampak menonjol dan istimewa dalam kecerdasan dan kesungguhan. Beliau dikenal oleh teman sesame mahasiswa dan pengajarnya sebagai sosok yang memiliki kedalaman pemikiran, pendapat yang kuat, serta kekuatan argumentasi / hujjah dalam setiap diskusi dan forum pemikiran yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga ilmu yang ada saat itu di Kairo dan di negeri-negeri Islam lainnya.

Syaikh Taqiyyuddin An Nabhani menamatkan kuliahnya di Darul Ulum pada tahun 1932. Pada tahun yang sama beliau menamatkan pula kuliahnya di Al Azhar Asy Syarif.

Ijasah yang beliau raih diantaranya adalah : Ijasah Tsanawiyah al-Azhariyah, Ijasah al-Ghuraba’ dari al-Azhar, Diploma Bahasa dan Sastra Arab dari Dar al-‘Ulum, Ijasah dalam Peradilan dari Ma’had al-‘Ali li al-Qadha’ ( Sekolah Tinggi Peradilan ) al-Azhar. Pada tahun 1932 beliau meraih Syahadah al-‘Alamiyah ( Ijasah Internasional ) Syariah dari Universitas al-Azhar as-Syarif dengan predikat excellent.

Aktivitas Syaikh An-Nabhani.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Syaikh Taqiyyuddin An Nabhani kembali ke Palestina dan mengajar di sebuah sekolah menengah atas negeri di Haifa dan sekolah – sekolah Islam lainnya di Haifa dari tahun 1932 hingga 1938.

Pada tahun 1938, beliau mengundurkan diri dari aktifitasnya dibawah kementerian pendidikan tersebut dan mengajukan permohonan untuk bekerja di Mahkamah Syari’ah. Hal ini karena beliau merasakan pengaruh pemahaman Barat dalam penetapan kurikulum bidang pendidikan begitu kuat. Tidak demikian halnya di bidang peradilan Syariah. Dalam kaitan ini beliau berkata :

"Adapun golongan terpelajar, maka para penjajah di sekolah-sekolah missionaris mereka sebelum adanya pendudukan, dan di seluruh sekolah setelah pendudukan, telah menetapkan sendiri kurikulum-kurikulum pendidikan dan tsaqafah berdasar filsafat, hadlarah (peradaban) dan pemahaman kehidupan mereka yang khas. Kemudian tokoh-tokoh Barat dijadikan sumber tsaqafah (kebudayaan) sebagaimana sejarah dan kebangkitan Barat dijadikan sumber asal bagi apa yang mengacaukan cara berpikir kita."

Oleh karenanya, Syaikh Taqiyyuddin An Nabhani lalu menjauhi bidang pengajaran dalam Kementerian Pendidikan, dan beralih pekerjaan di Mahkamah Syar’iyah yang merupakan lembaga yang menerapkan hukum – hukum syara’ ditengah – tengah masyarakat. Dalam hal ini beliau berkata,

"Adapun An Nizhamul Ijtima’iy, yang mengatur hubungan pria dan wanita, dan segala hal yang merupakan konsekuensinya (yakni Al Ahwalu Asy Syakhshiyyah), tetap menerapkan syari’at Islam sampai sekarang, meskipun telah berlangsung penjajahan dan penerapan hukum-hukum kufur. Tidak diterapkan sama sekali selain Syari’at Islam di bidang itu sampai saat ini…"

Dan ternyata banyak kawan beliau –yang pernah sama-sama belajar di Al Azhar– bekerja di sana. Dengan bantuan mereka, Syaikh Taqiyyuddin akhirnya dapat diangkat sebagai sekretaris di Mahkamah Syar’iyah Beisan, lalu dipindah ke Thabriya.

Sesuai dengan pendidikannya, beliau mengajukan permohonan kepada Al Majelis Al Islamy Al A’la, untuk menjadi qadhi. Majelis menyetujui permohonan beliau dan menempatkan beliau ke Mahkamah Syari’ah di Haifa sebagai Kepala Sekretaris (Basy Katib).

Kemudian pada tahun 1940, beliau diangkat sebagai Musyawir (Asisten ) Qadly dan beliau terus memegang kedudukan ini hingga tahun 1945. Pada tahun ini beliau diangkat menjadi qadly di Mahkamah Ramallah sampai tahun 1948. Setelah itu, beliau eksodus dari Ramallah menuju Syam sebagai akibat jatuhnya Palestina ke tangan Yahudi.

Tak lama pada tahun 1948 itu pula, sahabatnya Al Ustadz Anwar Al Khatib mengirim surat kepada beliau, yang isinya meminta beliau agar kembali ke Palestina untuk diangkat sebagai qadly di Mahkamah Syar’iyah Al Quds. Syaikh Taqiyyuddin mengabulkan permintaan itu dan kemudian beliau diangkat sebagai qadly di Mahkamah Syar’iyah Al Quds ( Jerusalem ).

Kemudian, oleh Kepala Mahkamah Syar’iyah dan Kepala Mahkamah Isti’naf saat itu –yakni Al Ustadz Abdul Hamid As Sa’ih– beliau lalu diangkat sebagai anggota Mahkamah Isti’naf, dan beliau tetap memegang kedudukan itu sampai tahun 1950 ( 1951 ).

Pada tahun 1951 beliau pindah ke Amman dan mengajar di Fakultas Ilmu – Ilmu Islam ( Al- Kulliyah al-‘Ilmiyah al-Islamiyah ) sampai tahun 1953. Beliau mengajar mata ajaran Tsaqofah al-Islamiyah sesuai dengan izin Dekan waktu itu, Ustadz Basyir Shiba’. Buku beliau, As-Syakhsiyyah al-Islamiyyah cetakan tahun 1952, menjadi buku yang diajarkan di Universitas.

Aktifitas Politik Syaikh Taqiyyuddin.
Sejak usia dini Syaikh An-Nabhani sudah memulai aktivitas politiknya karena pengaruh kakeknya, Syaikh Yusuf An Nabhani, yang pernah terlibat diskusi-diskusi dengan orang-orang yang terpengaruh peradaban Barat, seperti Muhammad Abduh, para pengikut ide pembaharuan, tokoh-tokoh Freemasonry, dan pihak-pihak lain yang merongrong dan membangkang terhadap Daulah Utsmaniyah.

Perdebatan-perdebatan politik dan aktivitas geraknya di antara para mahasiswa di Al Azhar dan di Kulliyah Darul Ulum, telah menyingkapkan pula kepeduliannya akan masalah-masalah politik dan nasib ummat Islam.

Teman – teman beliau menceritakan sikap-sikapnya yang menggaungkan seruan-seruan untuk membangkitkan umat, beliau mampu memimpin situasi Al Azhar saat itu. Beliau banyak melakukan diskusi – diskusi politik dengan mengkritisi kemunduran umat Islam dan mendorong aktifitas politik & intelektual untuk membangkitkan ummat dan mewujudkan kembali Daulah Islam. Beliau juga menggunakan kesempatan itu untuk mendorong dan mendesak para Ulama Al Azhar dan lembaganya memainkan peran aktif dalam membangkitkan umat Islam.

Setelah kembali dari studi di Al-Azhar, beliau sangat memperhatikan upaya pembaratan umat Islam yang dilakukan oleh para penjajah Inggris dan Perancis. Beliau banyak menjalin kontak dan diskusi dengan para tokoh dan ulama seputar upaya membangkitkan umat Islam.

Selain itu, beliau juga berupaya membangkitkan umat melalui khutbah-khutbah yang beliau sampaikan di masjid-masjid, seperti di Al Masjidil Aqsha, masjid Al Ibrahim Al Khalil (Hebron), dan lain-lain.

Syaikh Taqiyyuddin pernah beberapa saat menghabiskan waktu bersama Mujahid Masyhur Syaikh Izzuddin al-Qasam. Beliau membantu merancang rencana untuk sebuah pergolakan revolusioner menentang penjajahan Inggris dan Yahudi.

Jatuhnya Palestina ke tangan Yahudi tahun 1948 memberikan keyakinan kepada beliau, bahwa hanya aktifitas yang terorganisasi dan mempunyai akar pemikiran Islam yang kuat sajalah yang akan dapat mengembalikan kekuatan dan keagungan umat Islam.

Karena itu beliau mulai melakukan persiapan yang sesuai untuk struktur partai, rujukan pemikiran, dsbnya. Sejak 1949 ketika beliau masih menjabat sebagai qadly di Al-Quds ( Jerussalem ). Pada 1950 beliau merilis buku: Inqadz Filisthin ( membebaskan Palestina ). Beliau menunjukkan akar yang sangat dalam bahwa Islam telah hadir di Palestina sejak abad VII, dan bahwa sebab utama kemunduran yang mendera Arab adalah karena umat ini telah menarik diri dan menyerahkan diri pada kekuasaan penjajah, dan ini adalah fakta.

Pada tahun 1950 dengan izin dari Menteri Pendidikan dan Qadly Qudhat ( Hakim Agung ) Syaikh Muhammad al-Amin as-Sanqaythi, beliau hendak menghadiri KTT Kebudayaan Liga Arab di Alexandria Mesir, namun beliau di larang hadir.

Akhirnya beliau mengirim surat yang sangat panjang kepada para peserta KTT, surat itu kemudian dikenal sebagai Risalah al-‘Arab. Beliau menekankan bahwa misi yang benar dari bangsa Arab adalah Islam.

Tidak ada respon sama sekali dari para anggota KTT. Peristiwa ini makin menguatkan beliau untuk segera mewujudkan pendirian partai politik.

Akhir tahun 1952 dan awal 1953, seluruh persiapan diwujudkan dalam tataran praktis, lalu Hizbut Tahrir ( HT ) berdiri di Al-Quds. Sesuai dengan UU Kepartaian Ustmany yang masih berlaku saat itu.

Karena itu HT mengajukan permohonan resmi kepada Departemen Dalam Negeri Yordania dan mempublikasikan pendirian HT di harian Ash-Sharih edisi 14 Maret 1953
Pada tahun 1953, pada masa cabinet Tawfiq ‘Abdul Hadi (alm.), Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani bersama Ustadz Dawud Hamdan ditangkap di Al-Quds; sementara Munir Syaqir dan Ganim ‘Abduh ditangkap di Amman; lalu beberapa hari berikutnya, Dr. Abd al-‘Aziz al-Khiyath juga ditangkap; semuanya dijebloskan ke penjara.

Namun sejumlah wakil rakyat, dan sebagian kaum elit dari kalangan pengacara, pebisnis serta sejumlah pejabat cabinet dan yang memiliki kedudukan saat itu yang membenarkan pemikiran – pemikiran Islam yang di adop oleh HT, mengirimkan petisi yang menuntut lembaga berwenang agar membebaskan Syaikh Taqiyyuddin dan kolega beliau. Petisi ditandatangani oleh 37 tokoh tersebut.

Dr. Abd al-‘Aziz al-Khiyath bertutur :

" Tiga hari setelah saya masuk penjara, di kantor kepala penjara, seorang yang sangat baik, H. Salim, terjadi diskusi antara kami dan utusan ketua cabinet, Muhammad Ali Badir, Rashyid al_khiyath dan seorang wakil rakyat Rasyad Thawqan. Diskusi membahas dakwah Islam dan aktifitas Hizbut Tahrir bahwa dalam aktifitas HT tersebut tidak ada yang menyalahi perundangan yang berlaku; tidak ada seruan revolusi ataupun huru – hara; juga tidak ada seruan pada kekerasan. Kami tidak lain menyerukan pemikiran kami dengan metode yang damai dan hal yang dijamin UUD. Mereka sepaham dengan kami. Hari berikutnya kami dibebaskan ".

Glubb Pasya, seorang pejabat Inggris komandan Arab Legion of British Army yang ironisnya menjadi kepala Staf Angkatan Bersenjata Yordania –dialah yang secara real berkuasa- mendesak pemerintah boneka Yordan untuk menggunakan semua alat yang diperlukan untuk mencekik HT dan aktifitasnya. Tahun 1954 dikeluarkan Qanun al-Wa’zhu wa al-Irsyhad. Isinya, seseorang tidak boleh menyampaikan ceramah, khutbah atau pengajaran di masjid kecuali mendapat lisensi resmi dari Qadhi Qudhat. Atas dasar UU ini, sejumlah tokoh HT ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

November 1953, Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani berpindah ke Damaskus dan berdakwah di sana. Namun intelejen Syria menciduk dan membuang beliau ke perbatasan Syiria-Lebanon. Atas bantuan Mufti Lebanon, Syaikh Hasan al-‘Alaya, akhirnya beliau diselamatkan dan diizinkan masuk ke Lebanon yang sebelumnya tidak boleh.

Beliau lalu berdakwah di Lebanon hingga 1958, saat di mana pemerintah Lebanon mempersempit kehidupan beliau. Akhirnya Syaikh berpindah dari Beirut ke Tharablus dan terus menjalankan kepemimpinan HT. Beliau terus memantau berita melalui berbagai media dan kemudian menuliskan analisisnya untuk kemudian disebarkan.

Beliau wafat pada 1 Muharam 1398 H atau 11 Desember 1977 M. Jenazah beliau di makamkan di pemakaman Syuhada’ al-Auza’I, Beirut.
....
Wallahu a’lam bi ash-shawab.
http://fauzime.multiply.com/journal/item/28/PENDIRI_HIZBUT_TAHRIR
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 17, 2009, 09:02:25 pm
jiahhh (Dave mode)..... perdebatan salafi VS HTI jadinya......
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: jerry_spy pada Juni 18, 2009, 01:24:59 pm
1. Untuk mengaji ke HTI, cukup menghubungi orang2 hti terdekat dari rumah anti.
Alhamdulillah saya punya teman baik dari kelompok2 islam (HTI, IM, LDII, Muhammadiyah, NU).
Dan Alhamdulillah sampai sekarang saya suka mengikuti kajian2 islam di banyak kajian tanpa melihat "dalang"nya.
Jadi, insyaAlloh saya cukup faham pola pikir dari masing2 kelompok (sejauh yang saya ketahui tentunya).

2. Fikroh dan thoriqoh.
Misalnya ide islam tentang pornografi & pornoaksi, buat kita tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dari pandangan fikroh islam batasnya adalah aurat. Untuk wanita boleh muka, telapak tangan. Untuk pria dari pusat sampai dengkul. Gambar2 yang menampakkan aurat dilarang, tarian2 erotis dilarang.
Ok, saya sangat sepakat.

Metode pelaksanaan untuk menerapkan aturan syariat ttg pornografi itu adalah melalui ditegakkannya institusi khilafah. Tidak bisa melalui institusi demokrasi parlementer atau presidential atau monarchi parlementer, dll.
Selalu sampai dikalimat yang saya bold saja pernyataan dari ikhwah HTI, dan itu buka bentuk langkah riil dalam hemat saya.
Semuanya bisa mengatakan hal itu...
TApi apa langsung tepat sasaran dengan kondisi negara yang seperti ini?
Saya sangat ingin khilafah islamiyah tegak dimuka bumi ini...
Tapi saya juga sangat sarkasme menyikapi tulisan yang saya bold, tidak ada penyelesaian dari kaliamt anda itu bila kita ramu dalam permasalahan dan kondisi bangsa sekarang.
Masalahnya bukan pada judul sistem tapi pada otak pelaksana sistem...
KArena bagi saya apapun judulnya, selama otak si pelaksana islami dan langsung diaplikasikan pada seluruh sistem kehidupan, maka tujuan tegaknya khilafah islmiyah akan sangat mungkin terwujud.
Dan apabila sebaliknya, bila semua itu "hanya" sebatas omongan dan tulisan, ke khilafahan masih terlalu jauh untuk digapai....
Tulisan dan omongan, OK!
Dan bila ditunjang dengan action, jadi sangat OK!

gimana mau tegak khilafah kalo kita hanya sekedar berdebat sapa yg bnar , berbuat lah perjuangkan khilafah tidak akan tegak dan hukum allah tidakakan berdiri dimuka bumi allah ini dengan hanya berdebat,singkirkan perbedaan khilafiyah ada musuh besar islam didepan mata liberalisme dll yang mengerogoti umat dan perjuangang itu tidak hanya sekedar di mulut tapi dengan azzam yg kuat siap di caci maki siap miskin siap masuk penjara karena musuh islam tidak akan senag kalo kita kembali kepada alquran dan sunnah ..perjuangan itu berat dan allah psti akan membantu yg membantu agama allah dan perjuangan itu pasti akan di uji mana yang iklas dan mana yg munafik........supaya jelas mana yg hak dan yang bahtildan itu kehendak allah. untuk melihat ,mana yg sebenar2 ya yg bnr.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 19, 2009, 12:46:09 pm
1. Untuk mengaji ke HTI, cukup menghubungi orang2 hti terdekat dari rumah anti.
Alhamdulillah saya punya teman baik dari kelompok2 islam (HTI, IM, LDII, Muhammadiyah, NU).
Dan Alhamdulillah sampai sekarang saya suka mengikuti kajian2 islam di banyak kajian tanpa melihat "dalang"nya.
Jadi, insyaAlloh saya cukup faham pola pikir dari masing2 kelompok (sejauh yang saya ketahui tentunya).

2. Fikroh dan thoriqoh.
Misalnya ide islam tentang pornografi & pornoaksi, buat kita tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dari pandangan fikroh islam batasnya adalah aurat. Untuk wanita boleh muka, telapak tangan. Untuk pria dari pusat sampai dengkul. Gambar2 yang menampakkan aurat dilarang, tarian2 erotis dilarang.
Ok, saya sangat sepakat.

Metode pelaksanaan untuk menerapkan aturan syariat ttg pornografi itu adalah melalui ditegakkannya institusi khilafah. Tidak bisa melalui institusi demokrasi parlementer atau presidential atau monarchi parlementer, dll.
Selalu sampai dikalimat yang saya bold saja pernyataan dari ikhwah HTI, dan itu buka bentuk langkah riil dalam hemat saya.
Semuanya bisa mengatakan hal itu...
TApi apa langsung tepat sasaran dengan kondisi negara yang seperti ini?
Saya sangat ingin khilafah islamiyah tegak dimuka bumi ini...
Tapi saya juga sangat sarkasme menyikapi tulisan yang saya bold, tidak ada penyelesaian dari kaliamt anda itu bila kita ramu dalam permasalahan dan kondisi bangsa sekarang.
Masalahnya bukan pada judul sistem tapi pada otak pelaksana sistem...
KArena bagi saya apapun judulnya, selama otak si pelaksana islami dan langsung diaplikasikan pada seluruh sistem kehidupan, maka tujuan tegaknya khilafah islmiyah akan sangat mungkin terwujud.
Dan apabila sebaliknya, bila semua itu "hanya" sebatas omongan dan tulisan, ke khilafahan masih terlalu jauh untuk digapai....
Tulisan dan omongan, OK!
Dan bila ditunjang dengan action, jadi sangat OK!

gimana mau tegak khilafah kalo kita hanya sekedar berdebat sapa yg bnar , berbuat lah perjuangkan khilafah tidak akan tegak dan hukum allah tidakakan berdiri dimuka bumi allah ini dengan hanya berdebat,singkirkan perbedaan khilafiyah ada musuh besar islam didepan mata liberalisme dll yang mengerogoti umat dan perjuangang itu tidak hanya sekedar di mulut tapi dengan azzam yg kuat siap di caci maki siap miskin siap masuk penjara karena musuh islam tidak akan senag kalo kita kembali kepada alquran dan sunnah ..perjuangan itu berat dan allah psti akan membantu yg membantu agama allah dan perjuangan itu pasti akan di uji mana yang iklas dan mana yg munafik........supaya jelas mana yg hak dan yang bahtildan itu kehendak allah. untuk melihat ,mana yg sebenar2 ya yg bnr.


Setuju banget saudaraku. Baru mau nulis spt itu.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MaLiKa MiNeRvA pada Juni 19, 2009, 01:37:26 pm
Kayaknya ga ada yang nyalah-nyalahin suatu kelompok deh, selama baca ni thread.
Semuanya juga bilang do action not talk only.
Dan kayaknya saudara2 di HTI belum bisa menunjukan contoh yang dimaksud.
(Bener ga sih?)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 20, 2009, 10:46:31 am
Kayaknya ga ada yang nyalah-nyalahin suatu kelompok deh, selama baca ni thread.
Semuanya juga bilang do action not talk only.
Dan kayaknya saudara2 di HTI belum bisa menunjukan contoh yang dimaksud.
(Bener ga sih?)

iklan rokok lebih keren bahasanya "Talk less do more" :D :D OOT
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: laut pada Juni 20, 2009, 03:58:57 pm
1. Untuk mengaji ke HTI, cukup menghubungi orang2 hti terdekat dari rumah anti.
Alhamdulillah saya punya teman baik dari kelompok2 islam (HTI, IM, LDII, Muhammadiyah, NU).
Dan Alhamdulillah sampai sekarang saya suka mengikuti kajian2 islam di banyak kajian tanpa melihat "dalang"nya.
Jadi, insyaAlloh saya cukup faham pola pikir dari masing2 kelompok (sejauh yang saya ketahui tentunya).

2. Fikroh dan thoriqoh.
Misalnya ide islam tentang pornografi & pornoaksi, buat kita tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dari pandangan fikroh islam batasnya adalah aurat. Untuk wanita boleh muka, telapak tangan. Untuk pria dari pusat sampai dengkul. Gambar2 yang menampakkan aurat dilarang, tarian2 erotis dilarang.
Ok, saya sangat sepakat.

Metode pelaksanaan untuk menerapkan aturan syariat ttg pornografi itu adalah melalui ditegakkannya institusi khilafah. Tidak bisa melalui institusi demokrasi parlementer atau presidential atau monarchi parlementer, dll.
Selalu sampai dikalimat yang saya bold saja pernyataan dari ikhwah HTI, dan itu buka bentuk langkah riil dalam hemat saya.
Semuanya bisa mengatakan hal itu...
TApi apa langsung tepat sasaran dengan kondisi negara yang seperti ini?
Saya sangat ingin khilafah islamiyah tegak dimuka bumi ini...
Tapi saya juga sangat sarkasme menyikapi tulisan yang saya bold, tidak ada penyelesaian dari kaliamt anda itu bila kita ramu dalam permasalahan dan kondisi bangsa sekarang.
Masalahnya bukan pada judul sistem tapi pada otak pelaksana sistem...
KArena bagi saya apapun judulnya, selama otak si pelaksana islami dan langsung diaplikasikan pada seluruh sistem kehidupan, maka tujuan tegaknya khilafah islmiyah akan sangat mungkin terwujud.
Dan apabila sebaliknya, bila semua itu "hanya" sebatas omongan dan tulisan, ke khilafahan masih terlalu jauh untuk digapai....
Tulisan dan omongan, OK!
Dan bila ditunjang dengan action, jadi sangat OK!

gimana mau tegak khilafah kalo kita hanya sekedar berdebat sapa yg bnar , berbuat lah perjuangkan khilafah tidak akan tegak dan hukum allah tidakakan berdiri dimuka bumi allah ini dengan hanya berdebat,singkirkan perbedaan khilafiyah ada musuh besar islam didepan mata liberalisme dll yang mengerogoti umat dan perjuangang itu tidak hanya sekedar di mulut tapi dengan azzam yg kuat siap di caci maki siap miskin siap masuk penjara karena musuh islam tidak akan senag kalo kita kembali kepada alquran dan sunnah ..perjuangan itu berat dan allah psti akan membantu yg membantu agama allah dan perjuangan itu pasti akan di uji mana yang iklas dan mana yg munafik........supaya jelas mana yg hak dan yang bahtildan itu kehendak allah. untuk melihat ,mana yg sebenar2 ya yg bnr.


Subhanallaah... :great:
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: laut pada Juni 20, 2009, 04:47:26 pm
Kayaknya ga ada yang nyalah-nyalahin suatu kelompok deh, selama baca ni thread.
Semuanya juga bilang do action not talk only.
Dan kayaknya saudara2 di HTI belum bisa menunjukan contoh yang dimaksud.
(Bener ga sih?)

iklan rokok lebih keren bahasanya "Talk less do more" :D :D OOT

Afwan... 
Sudahkah Mba MaLiKa MiNeRvA dan Mas lyceum_salf do action not talk only ("Talk less do more")???
Boleh tahu nggak, selama ini action2 apa saja yang sudah Mba dan Mas lakukan...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 21, 2009, 03:01:35 pm
ikut pemilu...  ;)) ;)) ;)).... kalau secara organisasi (karena thread ini berjudul jamaah dan organisasi bukan NANYAIN PRIBADI) lihat aja di thread yang berjudul Jamaah dan organisasi apa yang kamu pilih nanti tahu sendiri kok...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: laut pada Juni 21, 2009, 05:01:59 pm
ikut pemilu...  ;)) ;)) ;)).... kalau secara organisasi (karena thread ini berjudul jamaah dan organisasi bukan NANYAIN PRIBADI) lihat aja di thread yang berjudul Jamaah dan organisasi apa yang kamu pilih nanti tahu sendiri kok...

Afwan klo OOT... :)
apa aja sih yang dikatakan oleh HTI tapi nggak dilakukan? sehingga dikatakan HTI itu nggak Talk less do more?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 21, 2009, 05:26:58 pm
dari seminar ke seminar demo ke demo dan lain2
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 21, 2009, 05:56:45 pm
Bismillah ..!

Kutip
dari seminar ke seminar demo ke demo dan lain2

Wajar saja si salf
punya pemahaman demikian

karena dia nggak tahu kegiatan pembinaan internal
- pelurusan akidah
- perbaikan syaksiyah
- dll

memang hti nggak setuju pemboman sana-sini
dan action-2 lain yang nggak sesuai metode Rasulullah
okelah dibilang "no action talk option"

karena hti menyatakan
perubahan ummat hanya bisa terjadi melalui perubahan pemikiran
dan kebangkitan ummat hanya bisa terlaksana ketika terjadi kebangkitan pemikiran

uang, fasilitas, dan sarana pra sarana yang lengkap
tidak akan membangkitkan seseorang
kalau pemahamannya masih jahiliyah
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: laut pada Juni 21, 2009, 06:24:49 pm
dari seminar ke seminar demo ke demo dan lain2

Tolong dishare Mas yach... >:D<
Apa saja yang sudah dilakukan oleh organisasinya mas sehingga menurut mas, organisasinya sudah sedikit omong tapi do more?
Saya benner2 mau tahu mas action2 apa aja yang organisasi mas sudah lakukan siapa tahu kalau memang baik itu bisa ditiru...
Trus trang saya belum menjadi anggota ormas manapun... 
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 22, 2009, 12:41:05 pm
Numpang lewat, kalau blm ada yg nanya...lagi.

Arsip Politik : Dialog Hizbut Tahrir dan Muammar al Gaddafi

Saya akan berbicara pada bagian ini, dan beberapa rincian tentang isi dari tujuh buku penting di antara buku-buku terbitan yang sangat bagus brilian, sehingga darinya dapat dijadikan kajian atas perkembangan yang membawa konflik antara rezim dengan kekuatan politik yang menjadi oposisinya, terutama tentang permulaan konfrontasi dengan rezim yang berkuasa.

Buku-buku tersebut adalah: Mudzakkirah Hizb ut-Tahrir (Memorandum Hizbut Tahrir). Mudzakkirah Hizb ut-Tahrir ini termasuk di antara publikasi-publikasi Hizbut Tahrir, seperti yang ditunjukkan oleh judulnya, …

Mudzakkirah Hizb ut-Tahrir (Memorandum Hizbut Tahrir)…. Di antara publikasi-publikasi Hizbut Tahrir

Mudzakkirah Hizb ut-Tahrir (Memorandum Hizbut Tahrir) ini berisi dialog antara Kolonel Muammar al Gaddafi dengan delegasi dari Hizbut Tahrir. Dialog itu sendiri berlangsung di kota Tripoli, pada malam hari tanggal 17 bulan suci Ramadan (malam lailatul Qadar). Dialog tersebut berlangsung selama empat jam. Sementara, memorandumnya itu sendiri dipublikasikan pada bulan September tahun 1978.

Sedang tujuan dari dialog ini adalah bahwa para delegasi Hizbut Tahrir ini ingin memastikan “atas kebenaran pernyataan yang selama ini dikemukakan oleh Kolonel Muammar al Gaddafi tentang pendapatnya seputar as-Sunnah”. Pembukuan dialog semacam ini dalam sebuah memorandum dari satu sisi adalah untuk dokumentasi isi dialog itu sendiri, sedang dari sisi yang lain adalah agar semua warga turut mengetahui isinya. Dialog seperti ini dinilai sebagai sebuah contoh praktis dari kegiatan politik Hizbut Tahrir.

Dalam memorandum tersebut terdapat dalil-dalil terperinci tentang pentingnya as-Sunnah dan ke-hujjahan-nya. Sebagaimana di dalamnya juga terdapat penjelasan ringkas tentang politik Islam, metode mengkhususkan (takhshish) atas pengertian yang masih umum (‘am) dalam al-Qur’an, dan metode membatasi (taqyid) atas ayat-ayat al-Qur’an yang masih luas (muthlaq) pengertiannya.

Termasuk yang terdapat dalam memorandum tersebut bahwa “as-Sunnah an-Nabawiyah asy-Syarifah adalah dasar (ushul) di antara dasar-dasar Islam, dan sumber (mashdar) di antara sumber-sumber dalil syara’, yang darinya diambil ketetapan akidah dan hukum, sama seperti al-Qur’anul Karim. As-Sunnah berfungsi sebagai penerang dan penjelas bagi al-Qur’an, menjelaskan yang mujmal, mengkhususkan yang umum, dan membatasi yang mutlak, serta menambah hukum-hukum furu’ (cabang) yang dasarnya ada dalam al-Qur’an, termasuk membuat ketetapan hukum yang dasarnya tidak ada dalam al-Qur’an. Bahkan di atas as-Sunnah ini tergantung pemahaman tentang al-Qur’an, dan pengetahuan terhadap persoalan-persoalan akidah dan hukum-hukum syara’, baik hukum-hukum mengenai ibadah, perilaku individu, moral, hukuman, maupun transaksi”.

Dan di dalam memorandum itu juga terdapat bahwa “menolak dan mengingkari as-Sunnah an-Nabawiyah, serta tidak mengambilnya dinilai sebagai bentuk perusakan Islam, sebab as-Sunnah an-Nabawiyah adalah dasar di antara dasar-dasar Islam, dalam hal ini as-Sunnah sama seperti al-Qur’an, yang menjadi dasar utama di antara dasar-dasar Islam”. Oleh karena itu wajib mengambil al-Qur’an dan as-Sunnah secara bersama. Sehingga, secara mutlak seorang Muslim tidak boleh terbatas hanya mengambil al-Qur’an, dan menolak mengambil as-Sunnah.

Sebagaimana tidak boleh berkata: “Kami akan memeriksa dan membandingkan apa yang ada dalam as-Sunnah dengan al-Qur’an, sehinga apa yang tidak sesuai dengan al-Qur’an, maka kami menolaknya dan tidak mengamalkannya”. Begitu juga tidak boleh seorang Muslim berkata: “Kami mengambil al-Qur’an karena dalam hal ini tidak ada perselisihan di antara umat Islam”. Semua itu tidak boleh, sebab meninggalkan as-Sunnah berarti meninggalkan sesuatu yang kita diwajibkan oleh Allah untuk mengambilnya.

Rasulullah SAW memperingatkan kami dalam hal ini melalui hadits yang jelas dan gamblang, dimana beliau SAW bersabda: “Hampir seorang laki-laki di antara kalian sambil bersandar pada singgasananya, ia berbicara tentang hadits yang datang dariku. Kemudian seorang laki-laki itu berkata: ‘Antara kami dan kalian terdapat Kitabullah (al-Qur’an). Sehingga sesuatu yang halal yang kami dapati dari al-Qur’an, maka kami pun menghalalkannya; dan sesuatu yang haram yang kami dapati dari al-Qur’an, maka kami pun mengharamkannya. Akan tetapi, selain apa yang diharamkan Allah, maka kami akan menelitinya”.

Memorandum Hizbut Tahrir ini dinilai sebagai contoh praktis tentang karakteristik kegiatan-kegiatan politik Hizbut Tahrir.

Hizbut Tahrir dalam melakukan dialog tersebut memulai dari: pertama, mengidentifikasi masalah; kedua, melakukan koreksi; dan ketiga, membangun (menyampaikan) argumentasi.

Tanggal, 05 Pebruari 2008

Sumber: Fathi al-Fadili, dari artikelnya yang berjudul, “Sambungan dari bab ketiga: Oposisi Libya menawarkan budaya dan media: membaca buku-buku oposisi“, yang dipublikasikan melalui situs “Akhbar Libya”. (www.al-aqsa.org)

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 22, 2009, 02:14:46 pm
dari seminar ke seminar demo ke demo dan lain2

Tolong dishare Mas yach... >:D<
Apa saja yang sudah dilakukan oleh organisasinya mas sehingga menurut mas, organisasinya sudah sedikit omong tapi do more?
Saya benner2 mau tahu mas action2 apa aja yang organisasi mas sudah lakukan siapa tahu kalau memang baik itu bisa ditiru...
Trus trang saya belum menjadi anggota ormas manapun... 

Susah ngomong....... kan yang ditanya pendapat saya ya itu....... coba baca tulisan mas laut diatas..
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 22, 2009, 02:18:43 pm
Bismillah ..!

Kutip
dari seminar ke seminar demo ke demo dan lain2

Wajar saja si salf
punya pemahaman demikian

karena dia nggak tahu kegiatan pembinaan internal
- pelurusan akidah
- perbaikan syaksiyah
- dll

memang hti nggak setuju pemboman sana-sini
dan action-2 lain yang nggak sesuai metode Rasulullah
okelah dibilang "no action talk option"

karena hti menyatakan
perubahan ummat hanya bisa terjadi melalui perubahan pemikiran
dan kebangkitan ummat hanya bisa terlaksana ketika terjadi kebangkitan pemikiran

uang, fasilitas, dan sarana pra sarana yang lengkap
tidak akan membangkitkan seseorang
kalau pemahamannya masih jahiliyah

sholat dan syahadat saja g cukup pemahaman mas....
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MaLiKa MiNeRvA pada Juni 23, 2009, 10:01:46 am
Afwan... 
Sudahkah Mba MaLiKa MiNeRvA dan Mas lyceum_salf do action not talk only ("Talk less do more")???
Boleh tahu nggak, selama ini action2 apa saja yang sudah Mba dan Mas lakukan...

InsyaAlloh sedang menjalani.
Kalo diucapkan disini kayaknya kurang etis, gimana kalo kakak kesini aja, biar bisa liat langsung dan siapa tau kak laut mau ikut bantu2  :D.
Kalo bersedia, PM saya ntar saya beritau alamatnya, gimana?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: laut pada Juni 23, 2009, 11:49:22 am
dari seminar ke seminar demo ke demo dan lain2

Tolong dishare Mas yach... >:D<
Apa saja yang sudah dilakukan oleh organisasinya mas sehingga menurut mas, organisasinya sudah sedikit omong tapi do more?
Saya benner2 mau tahu mas action2 apa aja yang organisasi mas sudah lakukan siapa tahu kalau memang baik itu bisa ditiru...
Trus trang saya belum menjadi anggota ormas manapun... 

Susah ngomong....... kan yang ditanya pendapat saya ya itu....... coba baca tulisan mas laut diatas..
Aduh...saya blum mudheng Mas, tulisan yang di bawah ini yah..
ikut pemilu...  ;)) ;)) ;)).... kalau secara organisasi (karena thread ini berjudul jamaah dan organisasi bukan NANYAIN PRIBADI) lihat aja di thread yang berjudul Jamaah dan organisasi apa yang kamu pilih nanti tahu sendiri kok...


Saya sudah cari tapi nggak dapat2...
Langsung aja dijawab di sini mas.. supaya kita semua dapat mencontoh..
Apa saja yang sudah dilakukan oleh organisasinya mas sehingga menurut mas, organisasinya sudah sedikit omong tapi do more?
Saya benner2 mau tahu mas action2 apa aja yang organisasi mas sudah lakukan siapa tahu kalau memang baik itu bisa ditiru...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: laut pada Juni 23, 2009, 11:53:58 am
Afwan... 
Sudahkah Mba MaLiKa MiNeRvA dan Mas lyceum_salf do action not talk only ("Talk less do more")???
Boleh tahu nggak, selama ini action2 apa saja yang sudah Mba dan Mas lakukan...

InsyaAlloh sedang menjalani.
Kalo diucapkan disini kayaknya kurang etis, gimana kalo kakak kesini aja, biar bisa liat langsung dan siapa tau kak laut mau ikut bantu2  :D.
Kalo bersedia, PM saya ntar saya beritau alamatnya, gimana?
Kalau nggak ada niatan ria maka insyaaAllaah etis kok mba.. se-etis mba bilang
Kayaknya ga ada yang nyalah-nyalahin suatu kelompok deh, selama baca ni thread.
Semuanya juga bilang do action not talk only.
Dan kayaknya saudara2 di HTI belum bisa menunjukan contoh yang dimaksud.
(Bener ga sih?)
Siapa tahu teman2 yang HTI bisa contoh...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 23, 2009, 12:19:20 pm
Afwan... 
Sudahkah Mba MaLiKa MiNeRvA dan Mas lyceum_salf do action not talk only ("Talk less do more")???
Boleh tahu nggak, selama ini action2 apa saja yang sudah Mba dan Mas lakukan...

InsyaAlloh sedang menjalani.
Kalo diucapkan disini kayaknya kurang etis, gimana kalo kakak kesini aja, biar bisa liat langsung dan siapa tau kak laut mau ikut bantu2  :D.
Kalo bersedia, PM saya ntar saya beritau alamatnya, gimana?
Kalau nggak ada niatan ria maka insyaaAllaah etis kok mba.. se-etis mba bilang
Kayaknya ga ada yang nyalah-nyalahin suatu kelompok deh, selama baca ni thread.
Semuanya juga bilang do action not talk only.
Dan kayaknya saudara2 di HTI belum bisa menunjukan contoh yang dimaksud.
(Bener ga sih?)
Siapa tahu teman2 yang HTI bisa contoh...

Ehm,... sambil nunggu contoh yg dimaksud "Tindakan Konkrit" biar bisa saya teladani.
Saya numpang lewat lagi,...punten.

Jumhur Ulama sepakat Khilafah hukumnya fardhu kifayah.

Maqalah Ulama-Ulama Sunni Tentang Wajibnya Nashbul Khalifah

1. Hukum Nashbul khalifah adalah Fardhu Kifayah

Pada point pertama ini kami kompilasikan sebagian maqalah para ulama’ Mu’tabar dari berbagai madzhab, terutama madzhab Syafi’I yang merupakan madzhab kebanyakan kaum Muslimin di Indonesia, tentang wajibnya imamah atau khilafah. Tentu pernyataan mereka tersebut adalah merupakan hasil istimbath mereka dari dalil-dalil syara’, baik apakah mereka menjelaskan hal tersebut maupun tidak.

Syeikh Al-Islam Al-imam Al-hafidz Abu Zakaria An-nawawi berkata2:

الفصل الثاني في وجوب الإمامة وبيان طرقها لا بد للأمة من إمام يقيم الدين وينصر السنة وينتصف للمظلومين ويستوفي الحقوق ويضعها مواضعها. قلت تولي الإمامة فرض كفاية …

…pasal kedua tentang wajibnya imamah serta penjelasan metode (mewujudkan) nya. Adalah suatu keharusan bagi umat adanya imam yang menegakkan agama dan yang menolong sunnah serta yang memberikan hak bagi orang yang didzalimi serta menunaikan hak dan menempatkan hal tersebut pada tempatnya. Saya nyatakan bahwa mengurus (untuk mewujudkan) imamah itu adalah fardhu kifayah.

Al-allamah Asy-syeikh Muhammad Asy-syarbini Al-khatib menjelaskan3:

فَقَالَ [ فَصْلٌ ] فِي شُرُوطِ الْإِمَامِ الْأَعْظَمِ وَبَيَانِ انْعِقَادِ طُرُقِ الْإِمَامَةِ .وَهِيَ فَرْضُ كِفَايَةٍ كَالْقَضَاءِ ، إذْ لَا بُدَّ لِلْأُمَّةِ مِنْ إمَامٍ يُقِيمُ الدِّينَ وَيَنْصُرُ السُّنَّةَ وَيُنْصِفُ الْمَظْلُومَ مِنْ الظَّالِمِ وَيَسْتَوْفِي الْحُقُوقَ وَيَضَعُهَا مَوَاضِعَهَا ، وَقَدَّمَا فِي الشَّرْحِ وَالرَّوْضَةِ الْكَلَامَ عَلَى الْإِمَامَةِ عَلَى أَحْكَامِ الْبُغَاةِ …

…maka (pengarang) berkata (pasal) tentang syarat-syarat imam yang agung serta penjelasan metode-metode in’iqadnya imamah. Mewujudkan imamah yang agung itu adalah fardhu kifayah sebagaimana peradilan.

Syeikh Al-Islam Imam Al-hafidz Abu Yahya Zakaria Al-anshari dalam kitab Fathul Wahab bi Syarhi Minhajith Thullab berkata44

Syaikhul Islam Imam Al-hafidz Abu Yahya Zakaria Al-anshri, Fathul Wahab bi Syarhi Minhajith Thullab, juz 2 hal 268:

(فصل) في شروط الامام الاعظم، وفي بيان طرق انعقاد الامامة، وهي فرض كفاية كالقضاء (شرط الامام كونه أهلا للقضاء) بأن يكون مسلما حرا مكلفا عدلا ذكرا مجتهدا ذا رآى وسمع وبصر ونطق لما يأتي في باب القضاء وفي عبارتي زيادة العدل (قرشيا) لخبر النسائي الائمة من قريش فإن فقد فكناني، ثم رجل من بني إسماعيل ثم عجمي على ما في التهذيب أو جر همي على ما في التتمة، ثم رجل من بني إسحاق (شجاعا) ليغزو بنفسه، ويعالج الجيوش ويقوي على فتح البلاد ويحمي البيضة، وتعتبر سلامته من نقص يمنع استيفاء الحركة وسرعة النهوض، كما دخل في الشجاعة …

…(Pasal) tentang syarat-syarat imam yang agung serta penjelasan metode in’iqad imamah. Mewujudkan imamah itu adalah fardhu kifayah sebagaimana peradilan (salah satu syarat menjadi imam adalah kavabel untuk peradilan). Maka hendaknya imam yang agung tersebut adalah muslim, merdeka, mukallaf, adil, laki-laki, mujtahid, memiliki visi, mendengar, melihat dan bisa bicara. Berdasar pada apa yang ada pada bab tentang peradilan dan pada ungkapan saya dengan penambahan adil adalah (dari kabilah Quraisy) berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh An Nasa’I: “bahwa para Imam itu dari golongan Quraisy”. Apabila tidak ada golongan Quraisy maka dari Kinanah, kemudian pria dari keturunan Ismail lalu orang asing (selain orang Arab) berdasarkan apa yang ada pada (kitab) At-tahdzib atau Jurhumi berdasarkan apa yang terdapat dalam (kitab) At-tatimmah. Kemudian pria dari keturunan Ishaq. Selanjutnya (pemberani) agar (berani) berperang dengan diri sendiri, mengatur pasukan serta memperkuat (pasukan) untuk menaklukkan negeri serta melindungi kemurnian (Islam). Juga termasuk (sebagian dari syarat imamah) adalah bebas dari kekurangan yang akan menghalangi kesempurnaan serta cekatannya gerakan sebagaimana hal tersebut merupakan bagian dari keberanian …

Ketika Imam Fakhruddin Ar-razi, penulis kitab Manaqib Asy-syafi’i, menjelaskan firman-Nya Ta’ala pada Surah Al-maidah ayat 38, beliau menegaskan5:

...http://hizbut-tahrir.or.id/2009/06/20/maqalah-ulama-ulama-sunni-tentang-wajibnya-nashbul-khalifah/
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 23, 2009, 12:31:41 pm
Afwan... 
Sudahkah Mba MaLiKa MiNeRvA dan Mas lyceum_salf do action not talk only ("Talk less do more")???
Boleh tahu nggak, selama ini action2 apa saja yang sudah Mba dan Mas lakukan...

InsyaAlloh sedang menjalani.
Kalo diucapkan disini kayaknya kurang etis, gimana kalo kakak kesini aja, biar bisa liat langsung dan siapa tau kak laut mau ikut bantu2  :D.
Kalo bersedia, PM saya ntar saya beritau alamatnya, gimana?
Kalau nggak ada niatan ria maka insyaaAllaah etis kok mba.. se-etis mba bilang
Kayaknya ga ada yang nyalah-nyalahin suatu kelompok deh, selama baca ni thread.
Semuanya juga bilang do action not talk only.
Dan kayaknya saudara2 di HTI belum bisa menunjukan contoh yang dimaksud.
(Bener ga sih?)
Siapa tahu teman2 yang HTI bisa contoh...

Sambil nunggu sample yg dimaksud dg "du eksyen not tok onli"
Agar bisa saya teladani,...

Saya mengundang semuanya yg ada disini, terutama yg tdk suka "tok onli" barangkali anda bisa nanya ttg "do eksyen" kpd narasumbernya.

AGENDA: Dirasah Syar’iyyah IV “Fiqih Islam Tentang Suksesi Kepala Negara”
Hari/tanggal : Rabu, 24 Juni 2009
Pukul : 13.30-16.00 WIB
Tempat : Gedung Dakwah DPP HTI Crown Palace Jl. Prof. Soepomo 231 Tebet Jaksel
Pemateri : Ust. Rokhmat S. Labib, MEI (Ketua Lajnah Tsaqafiyyah DPP HTI)
Registrasi: Abee (08111334170), Ishak (085232716761)

NB: Khusus Ikhwan

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: د ج ل pada Juni 23, 2009, 12:55:35 pm
apakah imamah dan khilafah tuh sama?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juni 24, 2009, 09:19:14 am
Bismillah ..!

maknanya sama
tapi biasanya
saudara-2 syiah lebih suka menggunakan imamah

yang juga sama
khalifah - amirul mu'minin - imam
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MaLiKa MiNeRvA pada Juni 24, 2009, 10:22:01 am
Buat Kak laut dan pak fauzi, saya kan membaca dan menyimpulkan diskusi2 dudungers dengan saudara di HTI di thread ini dan yang bersangkutan dengan topik ini juga. Kesan yang saya dapat seperti itu, kebanyakan dudungers masih belum puas dengan jawaban oknum HTI yang bersangkutan.
Sebagai contoh ketika ditanyakan pada oknum tersebut bagaimana penyelesaian masalah2 yang ada direpublik ini, kemudian saudara di HTI bilang dengan ditegakkannya daulah islamiyah maka semua masalah itu akan bisa diatasi, kemudian ketika ditanya penjabaran dan langkah konkritnya, oknum tersebut menjawab dengan postingan2 yang kurang relevan. (Kalo salah tolong dikoreksi).
Kemudian di thread kalo ga salah "HTI atau PKS keren mana?" (koreksi kalo salah), ada oknum HTI juga menyalahkan sistem yang ada, tetapi ketika diminta sumbang ide untuk penyelesaian masalah tersebut lagi-lagi dengan memberikan copas yang kurang relevan (menurut peserta diskusi di thread tersebut), dan sampai sekarang pertanyaan itu seperti masih ngegantung.
Dan yang saya tangkap saudara oknum HTI tersebut "menyalahkan" sebuah partai politik dakwah yang terjun ke arena demokrasi yang notabenenya sama-sama punya niatan agar nilai2 islam bisa menjadi falsafah kebangsaan.
Hanya motor yang dikendarainya saja yang berbeda, namun oknum tersebut masih terus saja mematahkan dan menganggap hanya dengan daulah islamiyah masalah akan selesai namun tanpa diberikan bentuk riil bagaimana langkah2 HTI menyelesaikan masalah tersebut.
Yang terbacapun dan yang saya ketahuipun, saudara di HTI sering berdemo untuk itu, tapi apakah dimasa sekarang ini demo efektif untuk membuat perubahan yang signifikan terhadap permasalahan yang ada?
Kenapa tidak masuk langsung keranah perpolitikan yang notabenenya untuk masa sekarang punya peluang lebih besar untuk melakukan perubahan (entah itu perubahan baik atau tidak).
Lalu, ketika ada salah satu dudungers senior mencoba untuk membuat analogi permasalah untuk bidang ekonomi, hanya sedikit yang bisa nyambung dan banyak yang tidak atau masih belum bisa menjawab(termasuk saya  :D), dan sayangnya rekan HTI tidak satupun menjawab persoalan itu.
Itu salah satu contoh do action not talk only.
Yang sangat disayangkan sejauh pemahaman yang saya baca dithread tersebut Rekan HTI tersebut terkesan menyalahkan sistem yang ada dan menyatakan sistemnya lah yang paling baik, namun ketika dimintai pertanggungjawab terhadap pernyataannya itu lagi-lagi mengirimkan copasan yang kurang relevan (tolong koreksi kalo saya saya salah).
Mungkin demikian hasil kesimpulan bacaan saya terhadap postingan2 di thread yang bersangkutan dengan topik ini.

FootNote: Permintaan kak laut tidak bisa saya penuhi untuk menceritakan di forum (ogah lip service dan ada etika organisasi yang harus saya penuhi). Tapi tawaran saya agar kak laut melihat langsung dan syukur2 bisa ikut berpartisipasi masih berlaku, kalo bersedia PM saya ya  :).
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 24, 2009, 10:36:03 am
apakah imamah dan khilafah tuh sama?

kang kayaknya ada thread sendiri nih bahas ini  ;) ;)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: د ج ل pada Juni 24, 2009, 11:53:51 am
ok, ada di berita dan politik
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 24, 2009, 12:47:17 pm
Buat Kak laut dan pak fauzi, saya kan membaca dan menyimpulkan diskusi2 dudungers dengan saudara di HTI di thread ini dan yang bersangkutan dengan topik ini juga. Kesan yang saya dapat seperti itu, kebanyakan dudungers masih belum puas dengan jawaban oknum HTI yang bersangkutan.
Sebagai contoh ketika ditanyakan pada oknum tersebut bagaimana penyelesaian masalah2 yang ada direpublik ini, kemudian saudara di HTI bilang dengan ditegakkannya daulah islamiyah maka semua masalah itu akan bisa diatasi, kemudian ketika ditanya penjabaran dan langkah konkritnya, oknum tersebut menjawab dengan postingan2 yang kurang relevan. (Kalo salah tolong dikoreksi).Kemudian di thread kalo ga salah "HTI atau PKS keren mana?" (koreksi kalo salah), ada oknum HTI juga menyalahkan sistem yang ada, tetapi ketika diminta sumbang ide untuk penyelesaian masalah tersebut lagi-lagi dengan memberikan copas yang kurang relevan (menurut peserta diskusi di thread tersebut), dan sampai sekarang pertanyaan itu seperti masih ngegantung.
Dan yang saya tangkap saudara oknum HTI tersebut "menyalahkan" sebuah partai politik dakwah yang terjun ke arena demokrasi yang notabenenya sama-sama punya niatan agar nilai2 islam bisa menjadi falsafah kebangsaan.
Hanya motor yang dikendarainya saja yang berbeda, namun oknum tersebut masih terus saja mematahkan dan menganggap hanya dengan daulah islamiyah masalah akan selesai namun tanpa diberikan bentuk riil bagaimana langkah2 HTI menyelesaikan masalah tersebut.
Yang terbacapun dan yang saya ketahuipun, saudara di HTI sering berdemo untuk itu, tapi apakah dimasa sekarang ini demo efektif untuk membuat perubahan yang signifikan terhadap permasalahan yang ada?
Kenapa tidak masuk langsung keranah perpolitikan yang notabenenya untuk masa sekarang punya peluang lebih besar untuk melakukan perubahan (entah itu perubahan baik atau tidak).
Lalu, ketika ada salah satu dudungers senior mencoba untuk membuat analogi permasalah untuk bidang ekonomi, hanya sedikit yang bisa nyambung dan banyak yang tidak atau masih belum bisa menjawab(termasuk saya  :D), dan sayangnya rekan HTI tidak satupun menjawab persoalan itu.
Itu salah satu contoh do action not talk only.
Yang sangat disayangkan sejauh pemahaman yang saya baca dithread tersebut Rekan HTI tersebut terkesan menyalahkan sistem yang ada dan menyatakan sistemnya lah yang paling baik, namun ketika dimintai pertanggungjawab terhadap pernyataannya itu lagi-lagi mengirimkan copasan yang kurang relevan (tolong koreksi kalo saya saya salah).
Mungkin demikian hasil kesimpulan bacaan saya terhadap postingan2 di thread yang bersangkutan dengan topik ini.

FootNote: Permintaan kak laut tidak bisa saya penuhi untuk menceritakan di forum (ogah lip service dan ada etika organisasi yang harus saya penuhi). Tapi tawaran saya agar kak laut melihat langsung dan syukur2 bisa ikut berpartisipasi masih berlaku, kalo bersedia PM saya ya  :).

Ok, terimakasih.
Mungkin di forum ini kami tdk bisa menulis panjang lebar sampai detail langkah konkritnya. Itu kekurangan saya baik krn tdk ada waktu untuk menulis atau keterbatasan ke-ilmuan saya. Sptnya hali ini menurut saya bisa dimaklumi. Yg terpenting menurut saya garis besar dari solusinya secara pemikiran bisa ditangkap. Mungkin silahkan mbak bisa menghadiri forum2 yg diadakan HTI, kalau berkenan jadi bisa nanya langsung ke narasumbernya itu lebih luas dari pada di forum ini.

Masalah ekonomi, tidak semua orang ahli ekonomi mbak. Termasuk orang hti tidak semuanya punya background ekonomi. Spt saya kalau dibidang pengolahan logam saya berani di adu. Jadi yg tdk ahli ekonomi paling bisa tahu secara global dan garis besarnya saja.
Saya pikir ini hal yg wajar dan mudah dimaklumi. Yang terpenting bagaimana kita bisa menangkap garis besar yg dimaksud, krnnya kadang srg diberi analogi ( mungkin analoginya kadang menurut mbak tdk nyambung, ya..tingkat orang kan beda2 ).

Ya, memang benar itu inti hti : hendak mengubah sistem sekuler-kapitalis atau sistem atheis-sosialis untuk dirubah dg sistem islam total. Jadi baru tahu toh...waduh kacau nih..

Minta maaf. Silahkan menghadiri undangan kalau memang berniat baik.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 24, 2009, 02:43:51 pm
kapan diadakan di Bengkulu ???

saya sempat mau mengadakan debat antara PKS dan HTI tentang sistem demokrasi di Radio saya.... karena kayaknya disini atasannya adem ayem tapi bawahannya yang lagi panas - panas...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: drai pada Juni 25, 2009, 03:48:50 pm
HTI, Syariat apa yang di perjuangkan?

tegak syariat Islam di bumi akan tetapi bersamaan dengan itu dihancurkan pula syariat Islam dengan pemahamannya... ;)) :-?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 26, 2009, 01:13:34 pm
HTI, Syariat apa yang di perjuangkan?

tegak syariat Islam di bumi akan tetapi bersamaan dengan itu dihancurkan pula syariat Islam dengan pemahamannya... ;)) :-?

Bukan mas tapi kalo sayah baca dari awal ni ts, yang penting semua setuju dulu dan bersatu dulu mendukung  sepenuhnya untuk tegaknya khilafah islamiyah dengan emberbagai metode yang telah dijelaskan panjang lebar oleh sodara2 kita di hti ini,

tapi kalo perkara yang bersatunya itu mo aqidahnya dan pemahaman syariatnya bener, sedeng sedeng, aneh ato nyeleneh kayanya no problem deh... yang penting ATAP nya di bangun dulu... 

:D :D :D
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: drai pada Juni 26, 2009, 01:17:47 pm
Gak begitu caranya akhi

"akan tetap jaya umat islam ini selam mengakhirkan sahurnya"[HR. Muslim}, artinya yang dipentingkan bahwa bagaimana syariat Islam itu diamalakan dengan sesuai dengan petunjuk rasulullah. Bagimana Islam akan dimenangkan bersamaan dengan itu Ajaran Islam dihancurkan semaunya oleh faham-faham kotor para pengekor hawa nafsu...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: transistor_dioda pada Juni 26, 2009, 01:31:49 pm
Dari perkataan salah seorang tokoh harokah (saya lupa siapa yg mengucapkan) kira-kira begini, "Tegakkan daulah Islam dalam diri-diri kalian, niscaya akan tegak daulah Islam itu di bumi kalian".

Sudahkah itu dilakukan?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 27, 2009, 01:51:19 pm
Dari perkataan salah seorang tokoh harokah (saya lupa siapa yg mengucapkan) kira-kira begini, "Tegakkan daulah Islam dalam diri-diri kalian, niscaya akan tegak daulah Islam itu di bumi kalian".

Sudahkah itu dilakukan?

abul a'la al maududi
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juni 27, 2009, 04:53:00 pm
kenapa HTI keluar FUI
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 28, 2009, 05:24:57 pm
kenapa HTI keluar FUI

 :-? :-? :-?

mungkin FUI ga sepaham terus ama HTI kali....  ;D
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 29, 2009, 12:06:14 pm
kenapa HTI keluar FUI

Saya tidak bisa mengatakan disini.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 29, 2009, 12:17:17 pm
HTI, Syariat apa yang di perjuangkan?

tegak syariat Islam di bumi akan tetapi bersamaan dengan itu dihancurkan pula syariat Islam dengan pemahamannya... ;)) :-?

Yg diperjuangkan hti itu syariat islam.

Jgnlah memberi statement yg bukan2. Apasih definisi syariat islam menurut mas drai?
Judul: ALJABAR
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 29, 2009, 12:38:09 pm
Kitab Aljabar, Karya Fenomenal Matematikus Agung
Sejatinya kitab ini berjudul al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-gabr wa’l-muqabala. Dalam bahasa Inggris kitab ini dikenal sebagai “The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing”. Kitab peletak dasar matematika modern itu biasa pula disebut Hisab al-jabr wal-muqabala. Kitab ini merupakan karya seorang ilmuwan Muslim pada abad ke-9 M yang sangat monumental.

Adalah Muhammad Ibnu Musa al-Khawarizmi sang penulis kitab matematika itu. Matematikus Muslim asal Persia itu merampungkan kitab yang sangat populer dan menjadi rujukan para ahli matematika sepanjang zaman itu pada  820 M. Berkat kitab inilah, dunia matematika modern mengenal istilah Aljabar.  Aljabar berasal dari bahasa Arab al-gabr yang berarti ”pertemuan” atau ”hubungan.”

Aljabar merupakan cabang matematika yang dapat dicirikan sebagai generalisasi dan perpanjangan aritmatika. Aljabar juga merupakan nama sebuah struktur aljabar abstrak, yaitu aljabar dalam sebuah bidang.  Carl B. Boyer dalam karyanya bertajuk “The Arabic Hegemony”: A History of Mathematics, mengungkapkan,  Kitab Aljabar karya Khawarizmi menguraikan perhitungan yang lengkap dalam memecahkan akar positif  polynomial persamaan sampai dengan derajat kedua.

Boyer menambahkan, kitab karya Khawarizmi itu juga  memperkenalkan metode dasar “mengurangi” dan “keseimbangan/balancing”, yang mengacu pada perubahan syarat-syarat mengurangi sisi lain sebuah persamaan yaitu pembatalan syarat-syarat seperti sisi berlawanan dari persamaan.

Kitab Aljabar juga telah menjadi rujukan ilmuwan sepanjang masa, baik itu bagi matematikus Islam maupun Barat.  Beberapa saintis terkemuka  juga telah menerbitkan buku dengan nama Kitab al-Gabr wa-l-muqabala, diantaranya; Abu Hanifa al-Dinawari serta Abu Kamil Shuja ibnu Aslam.

Selain itu, Abu Muhammad al-’Adli, Abu Yusuf al-Missisi, ‘Abd Al-Hamid ibnu Turk, Sind ibnu ‘Ali, Sahl ibnu Bišr, dan Sarafaddin al-Tusi juga termasuk ilmuwan Muslim yang banyak terpengaruh pemikiran Khawarizmi.

R Rashed dan Angela Armstrong dalam karyanya bertajuk The Development of Arabic Mathematics, menegasakan bahwa Aljabar karya Al-Khwarizmi  memiliki perbedaan yang signifikan dibanding karya Diophantus, yang kerap disebut-sebut sebagai penemu Aljabar. Dalam pandangan kedua ilmuwan itu, karya Khawarizmi jauh lebih baik di banding karya Diophantus.

“Teks karya Khwarizmi begitu berbeda, tidak hanya dari buku karya orang Babilonia, tetapi juga dari karya Arithmatika-nya Diophantus. Ini tidak lagi menyangkut sejumlah masalah untuk diselesaikan, namun sebuah pertunjukan yang dimulai dengan istilah sederhana yang kombinasinya memberikan semua kemungkinan untuk persamaan dasar, yang mulai saat ini secara eksplisit merupakan objek studi yang benar,” papar Rasheed dan Armstrong.

Hal senada diungkapkan sejarawan sains  JJ O’Connor dan EF Robertson pada karyanya berjudul History of Mathematics. Menurutnya,  karya  matematikus Persia itu merupakan karya yang revolusioner. “Mungkin salah satu kemajuan yang paling signifikan yang dibuat ahli matematika Arab  hingga saat ini adalah karya Khawarizmi, yakni Kitab Aljabar,” ujar O’Connor dan Robertson.

Menurut keduanya, Kitab Aljabar sungguh sangat revolusioner, karena mampu beralih dari ari konsep matematika Yunani yang didasarkan pada geometri. ‘Dalam pandangan O’Connor dan Robertson, Kitab Aljabar yang ditulis Khwarizmi berisikan teori pemersatu yang menyediakan angka-angka/bilangan rasional, angka-angka irasional, besar/jarak geometri, dan lain-lain.

O’Connor dan Robertson menambahkan semua bilangan tersebut diperlakukan sebagai “objek aljabar”. Hal itu dinilai sebagai  sebuah perkembangan bagi matematika. Pasalnya, Kitab Aljabar telah membuka jalan baru bagi konsep yang telah ada sebelumnya.

“Dan ini merupakan sarana yang dapat menjadi kendaraan bagi pembangunan masa depan s. Aspek lain yang penting adalah aspek pengenalan gagasan  Aljabar yang telah disediakan matematika yang akan diterapkan untuk dirinya sendiri dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya,” papar  O’Connor dan Robertson.

Kitab karya Khawarizmi itu merupakan sebuah kompilasi dan perluasan aturan yang diketahui untuk memecahkan persamaan kuadrat dan untuk beberapa masalah lain, dan dianggap sebagai dasar aljabar moderen. Buku yang sangat populer ini mulai diperkenalkan ke dunia dunia Barat lewat terjemahan bahasa Latin oleh Robert of Chester berjudul Liber algebrae et almucabala.

Karena buku ini tidak memberikan sejumlah kutipan untuk penulis sebelumnya, sehingga tak diketahui pendapat siapa saja yang digunakan Khwarizmi sebagai referensi dalam karyanya itu. Sejarawan matematika modern mengomentari kitab itu berdasarkan analisis tekstual dari buku dan seluruh tubuh pengetahuan tentang dunia Muslim kontemporer.

Pastinya yang paling berhubungan dalam karya Khawarizmi adalah ilmu matematika India. Pasalnya, ia telah menulis buku berjudul Kitab al-Jam wa-l-tafriq-bi-hisab al-Hind atau The Book of Addition and Subtraction According to the Hindu Calculation yang membahas sistem bilangan Hindu-Arab.

Buku persamaan pengurangan kuadrat acak ke salah satu dari enam jenis dasar dan menyediakan metode aljabar dan geometri untuk memecahkan dasar utama.  “Pengurangan angka-angka abstrak modern dalam aljabarnya Khawarizmi adalah retorik menyeluruh, dengan tidak ada yang sinkopasi ditemukan pada Aritmatika Yunani atau karya Brahmagupta. Bahkan angka-angka yang ditulis lebih banyak dalam kata-kata daripada simbol,”  tutur  Carl B Boyer, dalam karyanya bertajuk A History of Mathematics.

Dengan demikian persamaan akan dijelaskan secara lisan dalam bentuk istilah “kuadrat” (sekarang menjadi “x2″), “akar” (sekarang menjadi “x”) dan “angka”(biasa dibilang angka, seperti ‘40-2′).  Enam jenis persamaan  dengan angka-angka modern, adalah:

* kuadarat sama dengan akar ( ax2 = bx )
* kuadrat sama dengan angka/bilangan ( ax2 = c )
* akar sama dengan angka ( bx = c )
* kuadrat dan akar sama dengan angka ( ax2 + bx = c )
* kuadrat dan angka sama dengan akar ( ax2 + c = bx )
* akar dan angka sama dengan kuadrat ( bx + c = ax2 )

Bagian berikutnya dari buku ini membahas contoh-contoh praktis dari penerapan peraturan yang telah dijelaskan. Bagian berikut,  berkaitan dengan penerapan masalah pengukuran luas dan volume atau isi. Bagian terakhir berkaitan dengan perhitungan yang melibatkan aturan yang sulit dari warisan Islam.

Kisah Hidup Bapak Aljabar

Bapak Aljabar. Begitulah  ilmuwan yang bernama lengkap Abu ‘Abdallah Muhammad ibnu Musa al-Khwarizmi itu kerap dijuluki. Ia merupakan seorang ahli matematika dari Persia yang dilahirkan pada tahun 194 H/780 M, tepatnya di Khwarizm, Uzbeikistan.  Karena itulah,  ia kerap kali disapa dengan panggilan Khawarizmi.

Selain terkenal sebagai seorang ahli matematika yang agung, ia juga adalah astronomer, dan geografer yang hebat. Berkat kehebatannya,  Khawarizmi  terpilih sebagai ilmuwan penting  di pusat keilmuwan yang paling bergengsi pada zamannya, yakni Bait al-Hikmah atau House of Wisdom yang didirikan khalifah Abbasiyah  di metropolis intelektual dunia, Baghdad.

Bait al-Hikmah  merupakan lembaga yang berfungsi sebagai pusat pendidikan tinggi. Dalam kurun dua abad, Bait al-Hikmah ternyata berhasil melahirkan banyak pemikir dan intelektual Islam. Di antaranya, nama-nama ilmuwan seperti Khwarizmi.

Khawarizmi adalah seorang ilmuwan jenius pada masa keemasan Islam di kota Baghdad, pusat pemerintahan Kekhalifahan Abbasiyah. Ia  sangat berjasa besar dalam mengembangkan ilmu aljabar dan aritmetika. K

Kitab Aljabr Wal Muqabalah (Pengutuhan Kembali dan Pembandingan) merupakan pertama kalinya dalam sejarah dimana istilah aljabar muncul dalam kontesk disiplin ilmu. Nama aljabar diambil dari bukunya yang terkenal tersebut. Karangan itu sangat populer di negara-negara barat dan diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Latin dan Italia. Bahasan yang banyak dinukil oleh ilmuwan barat dari karangan Khawarizmi adalah tentang persamaan kuadrat.

Sumbangan Al-Khwarizmi dalam ilmu ukur sudut juga luar biasa. Tabel ilmu ukur sudutnya yang berhubungan dengan fungsi sinus dan garis singgung tangen telah membantu para ahli Eropa memahami lebih jauh tentang ilmu ini. Ia mengembangkan tabel rincian trigonometri yang memuat fungsi sinus, kosinus dan kotangen serta konsep diferensiasi.

Selain mengarang al-Maqala fi Hisab-al Jabr wa-al-Muqabilah, ia juga diketahui telah menulis beberapa buku dan banyak diterjemahkan kedalam bahasa latin pada awal abad ke-12, oleh dua orang penerjemah terkemuka yaitu Adelard Bath dan Gerard Cremona. Risalah-risalah aritmetikanya, satu diantaranya berjudul Kitab al-Jam’a wal-Tafreeq bil Hisab al-Hindi (Menambah dan Mengurangi dalam Matematika Hindu).

Buku-buku itu terus dipakai hingga abad ke-16 sebagai buku pegangan dasar oleh universitas-universitas di Eropa.  Khawarizmi meninggal pada tahun 262 H/846 M di Baghdad. (Republika online, 24/06/2009)

Judul: AKTIVITAS DAN TAHAPAN HIZBUT TAHRIR
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 29, 2009, 12:50:04 pm
Kebetulan saya temukan tulisan ini,...

Tahapan Dakwah dan Aktivitas Politik Hizbut Tahrir






Tahap pertama sesungguhnya adalah tahap pembentukan gerakan, dimana saat itu ditemukan benih gerakan dan terbentuk halqah pertama setelah memahami konsep dan metode dakwah Hizb. Halqah pertama itu kemudian menghubungi anggota-anggota masyarakat untuk menawarkan konsep dan metode dakwah Hizb, secara individual.


Siapa saja yang menerima fikrah Hizb langsung diajak mengikuti pembinaan secara intensif dalam halqah-halqah Hizb, sampai mereka menyatu dengan ide-ide Islam dan hukum-hukumnya yang dipilih dan ditetapkan oleh Hizb. Sehingga, mereka memiliki kepribadian islam, yaitu mempunyai pola pikir yang islami (akliyah islamiyah) dan menjadi­kannya, ketika melihat setiap pemikiran, kejadian atau peristiwa baru, senantiasa dengan pandangan Islam, serta tatkala memutuskan sesuatu selalu berlandaskan pada tolok ukur Islam, yaitu halal dan haram. Ia pun memiliki pola jiwa yang islami (nafsiyah islamiyah), sehingga akan menjadikan kecenderungannya senantiasa mengikuti Islam walau kemanapun, serta menentu-kan langkah-langkahnya atas dasar Islam. Sehingga, mereka ridla kepada sesuatu yang diridlai Allah dan Rasul-Nya, marah dan benci kepada hal-hal yang membuat Allah dan Rasul-Nya murka, lalu mereka akan tergugah mengemban dakwah ke tengah-tengah umat setelah mereka menyatu dengan Islam. Sebab pelajaran yang diterimanya dalam halqah merupa­kan pelajaran yang bersifat amaliyah (praktis) dan berpengaruh (terhadap lingkungan), dengan tujuan untuk diterapkan dalam kehidupan dan dikembang­kan di tengah-tengah umat.

Apabila seseorang telah sampai pada tingkatan ini, dialah yang akan mengharuskan dirinya bergabung dan menyatu menjadi bagian dari gerakan Hizb. Demikianlah yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW, pada tahap pertama dalam dakwahnya –yang berlangsung selama tiga tahun. Pada saat itu Beliau menyampaikan dakwahnya kepada masyarakat secara perorangan dengan menawarkan apa yang telah diturunkan Allah SWT kepadanya (berupa aqidah dan ide-ide Islam). Siapa saja yang menerima dan mengimani beliau berikut risalah yang dibawanya, maka ia akan bergabung dengan kelompok yang telah dibentuk Nabi SAW atas dasar Islam, secara rahasia. Beliau selalu menyampaikan bagian-bagian risalah, dan selalu membacakan ayat-ayat Al-Quran yang diturunkan kepada beliau, sampai merasuk ke dalam diri mereka. Beliau menemui mereka secara sembunyi-sembunyi, mengajar mereka secara rahasia di tempat-tempat yang tidak diketahui masyarakat pada umumnya. Mereka melaksanakan ibadah juga secara diam-diam, sampai saatnya Islam dikenal dan menjadi pembicaraan masyarakat di Mekah, sebagian mereka bahkan masuk Islam secara berangsur-angsur.

Pada tahap pembentukan kader ini, Hizb membatasi aktivitasnya hanya pada kegiatan pembinaan saja. Hizb lebih memusatkan perha­tiannya untuk membentuk kerangka gerakan, memperbanyak anggota dan pendukung, membina mereka secara berkelompok dan intensif dalam halqah-halqah Hizb dengan tsaqafah yang telah ditentukan sehingga berhasil membentuk satu kelompok partai yang terdiri dari orang-orang yang telah menyatu dengan Islam, menerima dan mengamalkan ide-ide Hizb, serta telah berinteraksi dengan masyarakat dan mengembangkannya ke seluruh lapisan umat.

Setelah Hizb dapat membentuk kelompok partai sebagaimana yang dimaksud di atas, juga setelah masyarakat mulai merasakan kehadirannya, mengenal ide-ide dan cita-citanya, pada saat itu sampailah Hizb ke tahap kedua.


Tahap kedua adalah tahap berinteraksi dengan masyarakat, agar umat turut memikul kewajiban menerapkan Islam serta menjadikannya sebagai masalah utama dalam hidupnya. Caranya, yaitu dengan menggugah kesadaran dan membentuk opini umum pada masyarakat terhadap ide-ide dan hukum-hukum Islam yang telah ditabanni oleh Hizb, sehingga mereka menjadikan ide-ide dan hukum-hukum tersebut sebagai pemikiran-pemikiran mereka, yang mereka perjuangkan di tengah-tengah kehidupan, dan mereka akan berjalan bersama-sama Hizb dalam usahanya menegakkan Daulah Khilafah, mengangkat seorang Khalifah untuk melangsungkan kehidupan Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

Pada tahap ini Hizb mulai beralih menyampai­kan dakwah kepada masyarakat banyak secara kolektif. Pada tahap ini Hizb melakukan kegiatan-kegiatan seperti berikut:

(1) Pembinaan Tsaqafah Murakkazah (intensif) melalui halqah-halqah Hizb untuk para pengikut­nya, dalam rangka membentuk kerangka gerakan dan memperbanyak pengikut serta mewujudkan pribadi-pribadi yang islami, yang mampu memikul tugas dakwah dan siap mengarungi samudera cobaan dengan pergolakan pemikiran, serta perjuangan politik.

(2) Pembinaan Tsaqafah Jama’iyah bagi umat dengan cara menyampaikan ide-ide dan hukum-hukum Islam yang telah ditetapkan Hizb, secara terbuka kepada masyarakat umum. Aktivitas ini dapat dilakukan melalui pengajian-pengajian di masjid, di aula atau di tempat-tempat pertemuan umum lainnya. Bisa juga melalui media massa, buku-buku, atau selebaran-selebaran. Aktivitas ini bertujuan untuk mewujudkan kesadaran umum di tengah masyarakat, agar dapat berinteraksi dengan umat sekaligus menyatukan­nya dengan Islam. Juga, untuk menggalang kekuatan rakyat sehingga mereka dapat dipimpin untuk menegakkan Daulah Khilafah dan mengembalikan penerapan hukum sesuai dengan yang diturunkan Allah SWT.

(3) Ash-Shira’ul Fikri (Pergolakan Pemikiran) untuk menentang ideologi, peraturan-peraturan dan ide-ide kufur, selain untuk menentang aqidah yang rusak, ide-ide yang sesat dan pemahaman-pemahaman yang rancu. Aktivitas ini dilakukan dengan cara menjelaskan kepalsuan, kekeliruan dan kontradiksi ide-ide tersebut dengan Islam, untuk memurnikan dan menyelamatkan masyarakat dari ide-ide yang sesat itu, serta dari pengaruh dan dampak buruknya.

(4) Al-Kifaahus Siyasi (Perjuangan Politik) yang mencakup aktivitas-aktivitas:

<!--[if !supportLists]-->(a) <!--[endif]-->Berjuang menghadapi negara-negara kafir imperialis yang menguasai atau mendominasi negeri-negeri Islam; berjuang menghadapi segala bentuk penjajahan, baik penjajahan pemikiran, politik, ekonomi, maupun militer. Mengungkap strategi yang mereka rancang, membongkar persekongkolan mereka, demi untuk menyelamatkan umat dari kekuasaan mereka dan membebaskannya dari seluruh pengaruh dominasi mereka.

<!--[if !supportLists]-->(b) <!--[endif]-->Menentang para penguasa di negara-negara Arab maupun negeri-negeri Islam lainnya; mengungkapkan (rencana) kejahatan mereka; menyampaikan nasihat dan kritik kepada mereka. Dan berusaha untuk meluruskan mereka setiap kali mereka merampas hak-hak rakyat atau pada saat mereka melalaikan kewajibannya terhadap umat, atau pada saat mengabaikan salah satu urusan mereka. Disamping berusaha untuk menggulingkan sistem pemerintahan mereka, yang menerap­kan perundang-undangan dan hukum-hukum kufur, yaitu dengan tujuan menegakkan dan menerapkan hukum Islam untuk mengganti­kan hukum-hukum kufur tersebut.

(5) Mengangkat dan menetapkan kemaslahatan umat, yaitu dengan cara melayani dan mengatur seluruh urusan umat, sesuai dengan hukum-hukum syara’.


Dalam melakukan semua aktivitas ini, Hizb senantiasa mengikuti jejak Rasulullah SAW, khususnya setelah turun kepada beliau firman Allah SWT:

فَـاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ و أَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ
“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala yang diperintahkan (kepadamu), dan ber­palinglah dari orang-orang musyrik.” (Al-Hijr 94)


Ketika itu beliau langsung menampakkan risalahnya secara terang-terangan dengan mengajak orang-orang Quraisy pergi berkumpul ke bukit Shafa, kemudian menyampaikan kepada mereka bahwa sesungguhnya beliau adalah seorang nabi yang diutus, dan beliau meminta agar mereka mengimaninya. Beliau menyampaikan dakwahnya kepada masyarakat Quraisy sebagaimana beliau melakukannya kepada individu-individu. Beliau menentang orang-orang Quraisy, tuhan-tuhan sesembahan mereka, keyakinan-keyakinan, dan ide-ide mereka; dengan cara menjelaskan kepalsuan, dan kerusakannya. Beliaupun mencela dan menyerang mereka sebagaimana yang beliau lakukan terhadap keyakinan-keyakinan, dan ide-ide yang ada pada saat itu.

Sedangkan ayat-ayat Al-Quran yang turun kepada beliau secara beruntun selalu terkait dengan kondisi yang ada pada saat itu. Ayat Al-Quran turun dengan menyerang kebiasaan-kebiasaan buruk mereka, seperti; memakan harta riba, mengubur hidup-hidup anak wanita, curang dalam timbangan, ataupun berzina. Ayat-ayat itu juga menyerang para pemimpin dan tokoh-tokoh Quraisy, memberinya predikat sebagai orang-orang bodoh, termasuk kepada nenek moyang mereka; disertai dengan pengungkapan terhadap persekongkolan-persekong­kolan yang mereka rencanakan untuk menentang Rasul SAW, dakwah beliau dan para sahabat beliau.

Hizb dalam mengembangkan ide-idenya; menentang ide-ide lain (yang bertentangan dengan Islam) dan kelompok-kelompok politik (yang tak berasaskan Islam); melawan negeri-negeri kafir; atau dalam menentang para penguasa, senantiasa bersikap terbuka, terang-terangan, dan menantang, tidak berbasa-basi, berpura-pura ataupun ber­kompromi; tidak berputar-putar dan tidak pula mementingkan keselamatan diri sendiri, tanpa memandang hasil dan keadaan yang terjadi. Hizb tetap akan menghadapi setiap hal yang bertentangan dengan Islam dan hukum-hukumnya. Suatu keadaan yang akan membawanya kepada bahaya berupa penyiksaan pedih dari para penguasa, perlawanan kelompok-kelompok politik non Islami dan para pengemban dakwah (yang bertentangan dengan Hizb), bahkan kadang-kadang menghadapi perlawanan mayoritas masyarakat.

Dalam hal ini Hizb selalu meneladani sikap Rasulullah SAW. Beliau datang dengan membawa risalah Islam ke dunia ini dengan cara yang menantang, terang-terangan, namun yakin terhadap kebenaran yang diserukannya, dan menentang kekufuran berikut ide-idenya yang ada di seluruh dunia. Beliau menyatakan perang atas seluruh manusia, tanpa memandang lagi warna kulit –baik yang hitam maupun yang putih– tanpa memperhi-tungkan adat-istiadat, agama-agama, kepercayaan-kepercayaan, para penguasa ataupun masyarakat-nya. Beliau tidak menoleh sedikit pun, kecuali kepada risalah Islam. Beliau memulai dakwahnya di tengah-tengah kaum musyrikin Quraisy, dengan menyebut tuhan-tuhan sesembahan mereka disertai celaan, menentang segala sesuatu yang menjadi keyakinan mereka dan memandang rendah sembahan mereka. Sedangkan beliau –dalam melakukan semua ini– adalah sendirian, tanpa seorang pun yang mendampinginya, tanpa senjata apapun kecuali keyakinannya yang amat mendalam terhadap risalah Islam yang dibawanya.


(Diambil dari kitab : منهج حِزبُ التحرير في التغيير)

http://hizbut-tahrir.or.id/2008/12/15/tahapan-dakwah-dan-aktivitas-politik-hizbut-tahrir/
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juni 29, 2009, 03:09:19 pm
sedikit berkomentar mas fauzi.... menakar sesuatu hanya berlandaskan pada halal - haram mohon dijabarkan lagi gimana maksudnya karena hukum islam itu sangat luas tidak hanya terdiri atas halal dan haram ada mubah, sunnah dan makruh bahkan ada kondisi - kondisi tertentu dimana yang haram bisa menjadi halal...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: AA-Shift+Del pada Juni 29, 2009, 09:18:50 pm
mengomentari Tahapan dakwah dan aktifitas politik hizbut tahrir :

Kutip
"(3) Ash-Shira’ul Fikri (Pergolakan Pemikiran) untuk menentang ideologi, peraturan-peraturan dan ide-ide kufur, selain untuk menentang aqidah yang rusak, ide-ide yang sesat dan pemahaman-pemahaman yang rancu. Aktivitas ini dilakukan dengan cara menjelaskan kepalsuan, kekeliruan dan kontradiksi ide-ide tersebut dengan Islam, untuk memurnikan dan menyelamatkan masyarakat dari ide-ide yang sesat itu, serta dari pengaruh dan dampak buruknya."

Seperti yang pernah sayah bilang di postingan sebelumnya... Sayah belum pernah tuh menemukan 1 pun dari aktifis HTI ini baik kader maupun top levelnya berani menyatakan di hadapan umum di masyarakat indonesia yang mayoritas Muslim ini " PerDukunan itu Syirik (baik dukun asli atopun yang berkedok agama).... meminta minta berkah di kuburan itu Syirik..., mana? :-?? :-?? :-??

Kalo anda berani menantang dan yakin dengan kebenaran (seperti layaknya Dakwah Rasulullah dahulu) sudahkah anda lakukan apa yang saya pertanyakaan tersebut? apakah sudah dilakukan/ ato masih berdalih :
"hal tersebut adalah bagaikan bocor di masjid yang harus ditanggulangi atapnya dulu!!"
sedangkan perbaikan atap suatu bangunan tetapi tidak memperhatikan pondasi-pondasi bangunan yang semakin rapuh itu hanyalah akan mempercepat keruntuhan bangunannya saja, dan perbaikan atappun hanyalah akan menjadi sia sia belaka...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 30, 2009, 12:18:29 pm
sedikit berkomentar mas fauzi.... menakar sesuatu hanya berlandaskan pada halal - haram mohon dijabarkan lagi gimana maksudnya karena hukum islam itu sangat luas tidak hanya terdiri atas halal dan haram ada mubah, sunnah dan makruh bahkan ada kondisi - kondisi tertentu dimana yang haram bisa menjadi halal...

Terimakasih.

Halal - haram.
Yang termasuk halal : mubah, sunnah, makruh, dan penghalalan yg haram dalam kondisi yg disyaratkan oleh syariah.

Yang Haram : sesuatu yg tidak dihalalkan oleh syariah.

Benar seperti kata mas lyceum diatas.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: drai pada Juni 30, 2009, 12:24:29 pm
Kita tidak butuh teori-teori HTI, ketahuilah saudaraku... Khilafah bukanlah dagangan yang pedagannya tidak mengerti akan khilafah itu sendiri, yang pebting baginya dagangannya laku.

Perntanyaan, di bab manakah khilafah itu dalam Islam dibahas?

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 30, 2009, 12:30:27 pm
mengomentari Tahapan dakwah dan aktifitas politik hizbut tahrir :

Kutip
"(3) Ash-Shira’ul Fikri (Pergolakan Pemikiran) untuk menentang ideologi, peraturan-peraturan dan ide-ide kufur, selain untuk menentang aqidah yang rusak, ide-ide yang sesat dan pemahaman-pemahaman yang rancu. Aktivitas ini dilakukan dengan cara menjelaskan kepalsuan, kekeliruan dan kontradiksi ide-ide tersebut dengan Islam, untuk memurnikan dan menyelamatkan masyarakat dari ide-ide yang sesat itu, serta dari pengaruh dan dampak buruknya."

Seperti yang pernah sayah bilang di postingan sebelumnya... Sayah belum pernah tuh menemukan 1 pun dari aktifis HTI ini baik kader maupun top levelnya berani menyatakan di hadapan umum di masyarakat indonesia yang mayoritas Muslim ini " PerDukunan itu Syirik (baik dukun asli atopun yang berkedok agama).... meminta minta berkah di kuburan itu Syirik..., mana? :-?? :-?? :-??

Kalo anda berani menantang dan yakin dengan kebenaran (seperti layaknya Dakwah Rasulullah dahulu) sudahkah anda lakukan apa yang saya pertanyakaan tersebut? apakah sudah dilakukan/ ato masih berdalih :
"hal tersebut adalah bagaikan bocor di masjid yang harus ditanggulangi atapnya dulu!!"
sedangkan perbaikan atap suatu bangunan tetapi tidak memperhatikan pondasi-pondasi bangunan yang semakin rapuh itu hanyalah akan mempercepat keruntuhan bangunannya saja, dan perbaikan atappun hanyalah akan menjadi sia sia belaka...

Insyallah, sudah pernah.
Pelurusan aqidah bukan hanya kewajiban kami yg tergabung di HT. Tetapi kewajiban kita semua sebagai ummat islam, bukankah itu termasuk aktifitas amar makruf nahi munkar.

Semua perbaikan adalah mulia, asalkan standar kebaikannya adalah nilai2 islam. Apakah mau memperbaiki landasannya dulu, memperbaiki atapnya dulu atau sekaligus dua-duanya. Bagi kami tidak ada yg perlu diperuncing masalah ini. Semuanya aktifitas mulia, insyallah.

Bagi yg sudah berusaha memperbaiki dg sungguh2 dg nilai2 islam, hasilnya kita pasrahkan kepada-Nya.

Menurut saya begitu.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: drai pada Juni 30, 2009, 12:32:40 pm
hayoo, ana tanya, khilafah dalam Islam dibahas dalam bab apa akhi?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juni 30, 2009, 12:48:10 pm
Kita tidak butuh teori-teori HTI, ketahuilah saudaraku... Khilafah bukanlah dagangan yang pedagannya tidak mengerti akan khilafah itu sendiri, yang pebting baginya dagangannya laku.

Perntanyaan, di bab manakah khilafah itu dalam Islam dibahas?



Terimakasih,

Semua perbuatan ( amal / aktifitas ) idealnya adalah diawali dg suatu pemahaman tertentu ( fiqroh / pemikiran / teori ), sehingga harapannya kita tidak salah berbuat.
Suatu teori / pemikiran itu idealnya punya landasan berpikir, dg harapan kita tidak salah membuat teori atau rumus.

Masalahnya Landasan yg hendak kita gunakan untuk menyusun teori itu apa ?
Kemudian aktifitas yg akan kita lakukan itu atas dasar teori apa ?
Itulah yg kami dapatkan dari Hizbut Tahrir. Saya tdk asal yg penting banyak pembeli, meskipun itu adalah harapan saya.

Atas cara berpikir spt diatas, bagaimana mungkin saya tdk mengerti dagangan saya ?
Mungkin sistematika berpikir kita ( antara saya dan anda ) yg masih berbeda.

Dibab mana dalam islam, khilafah itu dibahas ?
Kalau boleh dibuat bab : ada di bab siyasiyah, bab hukm wal aqdli, bab as-sulthoniyah.
( maaf mungkin saya belum nyambung dg maksud bab disini).
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: drai pada Juli 01, 2009, 09:16:12 pm
Hm, ya ya ya ya...
ana ngerti sekarang, persis seperti yang diberitakan dosen ana. Ana cuman ngetes ternyata jawabannya sama....

begitulah HTI...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: laut pada Juli 02, 2009, 09:50:44 am
Copas dari anak HT
Adi Victoria menulis pada 23 Juni 2009 jam 21:34
Hizbut tahrir itu NATO alias Not Action Talk Only, ini yang sering dituduhkan kepada jamaah dakwah yang satu ini. Pemahaman ini berawal dari pemahaman yanga sangat sempit akan arti ‘berwacana’ dan ‘hanya berwacana’. Seolah-olah yang berbuat itu hanya orang-orang atau kelompok yang masuk ke dalam parlemen saja.

Jika dikatakan bahwa Hizbut Tahrir itu berwacana itu benar, namun jika yang dimaksud adalah hanya berwacana maka itu adalah salah besar!!! Ana ulangi SALAH BESAR!!!. Kenapa? Bukankah aktivitas yang dilakukan oleh hizbut tahrir merupakan tindakan nyata akan firman Allah dalam surat Al Imron ayat 104 yang terjemahannya sebagai berikut :

“Hendaklah segolongan umat diantara kalian yang menyerukan kepada al khair (kebajikan) menyuruh dari yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung”

Bukankah yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir sekarang adalah sesuai dengan perintah yang ada di ayat itu???

Dalam ayat itu dapat kita fahami bahwa aktivitas sebuah jamaah dakwah ada 2, yakni : 1. Menyerukan kepada al khair atau islam 2. Melakukan aktifitas amar ma’ruf nahi munkar.

Nah, Hizbut Tahrir selama ini dalam berdakwah juga mengajak kepada al khair (islam) atau berupaya agar orang-orang yang tadinya belum islam akhirnya masuk ke dalam agama islam, dengan menanamkan aqidah yang benar. Banyak para agama lain yang telah menjadi muallaf, salah satunya adalah pada waktu acara KKI 12 Agustus 2007 yang lalu ada 200 orang Kristen yang telah menjadi muallaf, subhanallah, dan ana yakin, pasti banyak di tempat lain yang insha Allah juga seperti itu. Apalagi dengan eksisnya Hizbut tahrir di 40 negara, subhanallah…Allahu akbar.

Kemudian aktifitas amar ma’ruf nahi mungkar, Hizbut Tahrir memahami bahwa segala bentuk kemungkaran itu ada yang dilakukan oleh individu, kelompok, dan juga negara, nah karena faktanya demikian, maka menurut Hizbut Tahrir bahwa akan lebih efektif jika aktifitas amar ma’ruf nahi mungkar itu dilakukan oleh negara. Dalam hal ini adalah negara yang menerapkan hukum islam, tidak mungkin sebuah negara yang tidak menerapkan hukum islam akan melakukan sebuah aktifitas tersebut, yang notabene amar ma’ruf nahi mungkar itu hanya bisa dilakukan oleh negara yang menerapkan hukum islam. Dan ini bukan berarti Hizbut Tahrir mentiadakan amar ma’ruf nahi mungkar yang dilakukan oleh perindividu atau kelompok. Namun sekali lagi hizbut Tahrir melihat akan lebih efektif jika negara yang melakukan itu, karena tugas dari sebuah negara adalah dakwah dan jihad.

Kembali ke wacana. Bukankah setiap orang, partai juga berwacana ketika kampanye politik??? Bukankah ide perubahan yang ditawarkan masing parpol itu sebuah wacana??? Bukankah janji-janji manis para penguasa itu juga hasil dari sesuatu yang bernama wacana???

Sama dengan yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir, ketika mengoreksi kebijakan-kebijakan para penguasa yang dzalim, bukankah Hizbut tahrir juga sekaligus menawarkan solusi yakni solusi dengan kembali ke syariat islam. Masih ingat kritik HT akan BBM?, UU Air, kasus Freeport, kasus blok Cepu, dll bukankah semuanya dikritik oleh hizbut tahrir sebagai bentuk kedzaliman kepada masyarakat kemudian menawarkan solusi alternatif satu-satunya yakni syariat islam, kenapa negeri yang mayoritas muslim ini tidak mau berhukum dengan hukum allah? Astaghfirullah…

Sesuatu dikatakan hanya berwacana tanpa melakukan aksi real itu adalah jika aktivitas mengkritik penguasa tanpa pernah menawarkan solusi atas kehancuran dan kerusakan yang terjadi. Tanpa siap dengan konsep perubahan yang diinginkan ketika menginginkan adanya sebuah perubahan, masih ingat kan saat reformasi??? Lihatlah! Seluruh komponen massa bergerak menuntut turunnya presiden Soeharto dengan menginginkan adanya perubahan yakni reformasi, tapi lihatlah ketika Soeharto turun tahta, apa orang-orang tersebut siap dengan konsep perubahannya? Jawabnya TIDAK!!! Lihatlah yang terjadi semakin terpuruknya kehidupan bangsa ini, na’udzubillah summa na’udzubillah…

Mungkin karena ketidakikutsertaan Hizbut Tahrir kedalam parlemen kemudian dikatakan bahwa Hizbut Tahrir itu NATO. Tidak ikut masuk kedalam parlemen bukan berarti HT mengharamkan parlemen atau pemilu seperti yang selama ini dituduhkan kepada hizbut Tahrir, itu tidak lain karena Hizbut Tahrir yakin bahwa parlemen atau pemilu bukan satu-satunya jalan menuju ke sebuah perubahan. Parlemen hanyalah salah satu sarana yang merupakan sebuah pilihan bukan keharusan.

Perubahan yang diinginkan oleh hizbut Tahrir adalah perubahan yang bersifat menyeluruh atau taghyir, bukan seperti islahiyyah atau perbaikan yang bersifat tidak menyeluruh. Aktivitas seperti itu sama dengan seperti tambal sulam, ibarat baju, baju yang sudah rusak kemudian di jahit sana sini agar rusaknya tidak terlihat, ini berarti malah memperpanjang usia baju yang telah lusuh itu. Sama ketika kita mengibaratkan sebuah system yang sudah terbukti rusak sejak dari lahirnya kemudian diperbaiki sana-sini ini berarti memperpanjang system tersebut.

Sudah saatnya kita kembali ke metode dakwah yang benar, metode dakwah yang telah digariskan oleh rasulullah SAW. Dakwah yang bersifat membangun pola berfikir dari berfikir dangkal menjadi barfikir cemerlang. Kecemerlangan berfikir yang akan menuntun kepada realitas kehidupan sehingga akan ditemukan obat yang manjur untuk setiap penyakit yang mendera kehidupan itu, yakni syariat islam di bawah naungan daulah al khilafah.

Wallahu’alam bis shawab.

Saudaramu,
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: kaitoru pada Juli 03, 2009, 12:54:05 pm
HTI tanggal 8 besok dah gak Golput y gan???  ;;)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juli 03, 2009, 03:03:31 pm
Copas dari anak HT
Adi Victoria menulis pada 23 Juni 2009 jam 21:34
Hizbut tahrir itu NATO alias Not Action Talk Only, ini yang sering dituduhkan kepada jamaah dakwah yang satu ini. Pemahaman ini berawal dari pemahaman yanga sangat sempit akan arti ‘berwacana’ dan ‘hanya berwacana’. Seolah-olah yang berbuat itu hanya orang-orang atau kelompok yang masuk ke dalam parlemen saja.

Jika dikatakan bahwa Hizbut Tahrir itu berwacana itu benar, namun jika yang dimaksud adalah hanya berwacana maka itu adalah salah besar!!! Ana ulangi SALAH BESAR!!!. Kenapa? Bukankah aktivitas yang dilakukan oleh hizbut tahrir merupakan tindakan nyata akan firman Allah dalam surat Al Imron ayat 104 yang terjemahannya sebagai berikut :

“Hendaklah segolongan umat diantara kalian yang menyerukan kepada al khair (kebajikan) menyuruh dari yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung”

Bukankah yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir sekarang adalah sesuai dengan perintah yang ada di ayat itu???

Dalam ayat itu dapat kita fahami bahwa aktivitas sebuah jamaah dakwah ada 2, yakni : 1. Menyerukan kepada al khair atau islam 2. Melakukan aktifitas amar ma’ruf nahi munkar.

Nah, Hizbut Tahrir selama ini dalam berdakwah juga mengajak kepada al khair (islam) atau berupaya agar orang-orang yang tadinya belum islam akhirnya masuk ke dalam agama islam, dengan menanamkan aqidah yang benar. Banyak para agama lain yang telah menjadi muallaf, salah satunya adalah pada waktu acara KKI 12 Agustus 2007 yang lalu ada 200 orang Kristen yang telah menjadi muallaf, subhanallah, dan ana yakin, pasti banyak di tempat lain yang insha Allah juga seperti itu. Apalagi dengan eksisnya Hizbut tahrir di 40 negara, subhanallah…Allahu akbar.

Kemudian aktifitas amar ma’ruf nahi mungkar, Hizbut Tahrir memahami bahwa segala bentuk kemungkaran itu ada yang dilakukan oleh individu, kelompok, dan juga negara, nah karena faktanya demikian, maka menurut Hizbut Tahrir bahwa akan lebih efektif jika aktifitas amar ma’ruf nahi mungkar itu dilakukan oleh negara. Dalam hal ini adalah negara yang menerapkan hukum islam, tidak mungkin sebuah negara yang tidak menerapkan hukum islam akan melakukan sebuah aktifitas tersebut, yang notabene amar ma’ruf nahi mungkar itu hanya bisa dilakukan oleh negara yang menerapkan hukum islam. Dan ini bukan berarti Hizbut Tahrir mentiadakan amar ma’ruf nahi mungkar yang dilakukan oleh perindividu atau kelompok. Namun sekali lagi hizbut Tahrir melihat akan lebih efektif jika negara yang melakukan itu, karena tugas dari sebuah negara adalah dakwah dan jihad.

Kembali ke wacana. Bukankah setiap orang, partai juga berwacana ketika kampanye politik??? Bukankah ide perubahan yang ditawarkan masing parpol itu sebuah wacana??? Bukankah janji-janji manis para penguasa itu juga hasil dari sesuatu yang bernama wacana???

Sama dengan yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir, ketika mengoreksi kebijakan-kebijakan para penguasa yang dzalim, bukankah Hizbut tahrir juga sekaligus menawarkan solusi yakni solusi dengan kembali ke syariat islam. Masih ingat kritik HT akan BBM?, UU Air, kasus Freeport, kasus blok Cepu, dll bukankah semuanya dikritik oleh hizbut tahrir sebagai bentuk kedzaliman kepada masyarakat kemudian menawarkan solusi alternatif satu-satunya yakni syariat islam, kenapa negeri yang mayoritas muslim ini tidak mau berhukum dengan hukum allah? Astaghfirullah…

Sesuatu dikatakan hanya berwacana tanpa melakukan aksi real itu adalah jika aktivitas mengkritik penguasa tanpa pernah menawarkan solusi atas kehancuran dan kerusakan yang terjadi. Tanpa siap dengan konsep perubahan yang diinginkan ketika menginginkan adanya sebuah perubahan, masih ingat kan saat reformasi??? Lihatlah! Seluruh komponen massa bergerak menuntut turunnya presiden Soeharto dengan menginginkan adanya perubahan yakni reformasi, tapi lihatlah ketika Soeharto turun tahta, apa orang-orang tersebut siap dengan konsep perubahannya? Jawabnya TIDAK!!! Lihatlah yang terjadi semakin terpuruknya kehidupan bangsa ini, na’udzubillah summa na’udzubillah…

Mungkin karena ketidakikutsertaan Hizbut Tahrir kedalam parlemen kemudian dikatakan bahwa Hizbut Tahrir itu NATO. Tidak ikut masuk kedalam parlemen bukan berarti HT mengharamkan parlemen atau pemilu seperti yang selama ini dituduhkan kepada hizbut Tahrir, itu tidak lain karena Hizbut Tahrir yakin bahwa parlemen atau pemilu bukan satu-satunya jalan menuju ke sebuah perubahan. Parlemen hanyalah salah satu sarana yang merupakan sebuah pilihan bukan keharusan.

Perubahan yang diinginkan oleh hizbut Tahrir adalah perubahan yang bersifat menyeluruh atau taghyir, bukan seperti islahiyyah atau perbaikan yang bersifat tidak menyeluruh. Aktivitas seperti itu sama dengan seperti tambal sulam, ibarat baju, baju yang sudah rusak kemudian di jahit sana sini agar rusaknya tidak terlihat, ini berarti malah memperpanjang usia baju yang telah lusuh itu. Sama ketika kita mengibaratkan sebuah system yang sudah terbukti rusak sejak dari lahirnya kemudian diperbaiki sana-sini ini berarti memperpanjang system tersebut.

Sudah saatnya kita kembali ke metode dakwah yang benar, metode dakwah yang telah digariskan oleh rasulullah SAW. Dakwah yang bersifat membangun pola berfikir dari berfikir dangkal menjadi barfikir cemerlang. Kecemerlangan berfikir yang akan menuntun kepada realitas kehidupan sehingga akan ditemukan obat yang manjur untuk setiap penyakit yang mendera kehidupan itu, yakni syariat islam di bawah naungan daulah al khilafah.

Wallahu’alam bis shawab.

Saudaramu,
untuk mas adi yang nulis ini....
yang dibold yang pertama, taruhlah kemungkaran harus dicegah oleh negara.... saya ambil contoh tempat prostitusi dan perjudian...... apakah jika negara tidak memberikan sanksi yang tegas kita sebagai warga negara hanya melihat tanpa mencegah semampu kita ?? atau menunggu khilafah tegak ?? penyakit masyarakat ini butuh penanganan segera jika hanya diserahkan pada negara apalagi menunggu negara islam tegak bukankah kemungkaran ini akan menjadi lebih besar...


yang dibold ke 2.... artinya HT masuk kedalam apa yang mas adi sampaikan.... bukankah HT juga bentuk salah satu partai ???

yang dibold yang ke 3, saya mendukung sikap HTI.... privatisasi adalah anak kandung kapitalisme.... bukankah hal ini telah tertera pada UUD Negara RI tahun 1945 pasal 33 ayat 3 : bumi, air dan kekayaan alam lainnya dikelola oleh negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat indonesia ? bukankah ini sama dengan ajaran islam ??

yang dibold ke 4 apakah HT merasa paling benar dalam mengikuti metode Rasul dalam berdakwah ? jika saya tanyakan dengan teman - teman salafy pasti jawabannya adalah metode salafy yang paling benar....
saya sepakat bahwa dakwah Rasulullah membangun pola pikir kita yang awalnya penuh khurafat dan takhayul menjadi pola pikir yang islami.... tapi apakah islam hanya sebatas pengubahan pola pikir ? saya rasa tidak karena IMAN sendiri harus diucapkan, di yakini dalam hati dan di AMALKAN....

saya bukan dari partai islam apa pun ini murni hasil dari pemikiran saya.....



Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juli 04, 2009, 02:04:24 pm
Bismillah ..!

Kutip
untuk mas adi yang nulis ini....
yang dibold yang pertama, taruhlah kemungkaran harus dicegah oleh negara.... saya ambil contoh tempat prostitusi dan perjudian...... apakah jika negara tidak memberikan sanksi yang tegas kita sebagai warga negara hanya melihat tanpa mencegah semampu kita ?? atau menunggu khilafah tegak ?? penyakit masyarakat ini butuh penanganan segera jika hanya diserahkan pada negara apalagi menunggu negara islam tegak bukankah kemungkaran ini akan menjadi lebih besar...

boleh menjawabkan ya

maksudnya yang boleh membubarkan hanya negara
individu atau jama'ah nggak boleh melakukan kekerasan terhadap mereka
misalnya membawa pedang atau tongkat kayak saudara-2 kita dari FPI
karena ini bukanlah hak mreka tapi hak negara
kalau individu melakukannya malah bisa terjadi chaos

namun sebagai jama'ah seperti HT
dengan tegas menolak UU Aborsi
memberikan pandangan Islam mengenai pornografi dan aksi
dengan  kampanye di berbagai media
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 06, 2009, 12:26:24 pm
Copas dari anak HT
Adi Victoria menulis pada 23 Juni 2009 jam 21:34
Hizbut tahrir itu NATO alias Not Action Talk Only, ini yang sering dituduhkan kepada jamaah dakwah yang satu ini. Pemahaman ini berawal dari pemahaman yanga sangat sempit akan arti ‘berwacana’ dan ‘hanya berwacana’. Seolah-olah yang berbuat itu hanya orang-orang atau kelompok yang masuk ke dalam parlemen saja.

Jika dikatakan bahwa Hizbut Tahrir itu berwacana itu benar, namun jika yang dimaksud adalah hanya berwacana maka itu adalah salah besar!!! Ana ulangi SALAH BESAR!!!. Kenapa? Bukankah aktivitas yang dilakukan oleh hizbut tahrir merupakan tindakan nyata akan firman Allah dalam surat Al Imron ayat 104 yang terjemahannya sebagai berikut :

“Hendaklah segolongan umat diantara kalian yang menyerukan kepada al khair (kebajikan) menyuruh dari yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung”

Bukankah yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir sekarang adalah sesuai dengan perintah yang ada di ayat itu???

Dalam ayat itu dapat kita fahami bahwa aktivitas sebuah jamaah dakwah ada 2, yakni : 1. Menyerukan kepada al khair atau islam 2. Melakukan aktifitas amar ma’ruf nahi munkar.

Nah, Hizbut Tahrir selama ini dalam berdakwah juga mengajak kepada al khair (islam) atau berupaya agar orang-orang yang tadinya belum islam akhirnya masuk ke dalam agama islam, dengan menanamkan aqidah yang benar. Banyak para agama lain yang telah menjadi muallaf, salah satunya adalah pada waktu acara KKI 12 Agustus 2007 yang lalu ada 200 orang Kristen yang telah menjadi muallaf, subhanallah, dan ana yakin, pasti banyak di tempat lain yang insha Allah juga seperti itu. Apalagi dengan eksisnya Hizbut tahrir di 40 negara, subhanallah…Allahu akbar.

Kemudian aktifitas amar ma’ruf nahi mungkar, Hizbut Tahrir memahami bahwa segala bentuk kemungkaran itu ada yang dilakukan oleh individu, kelompok, dan juga negara, nah karena faktanya demikian, maka menurut Hizbut Tahrir bahwa akan lebih efektif jika aktifitas amar ma’ruf nahi mungkar itu dilakukan oleh negara. Dalam hal ini adalah negara yang menerapkan hukum islam, tidak mungkin sebuah negara yang tidak menerapkan hukum islam akan melakukan sebuah aktifitas tersebut, yang notabene amar ma’ruf nahi mungkar itu hanya bisa dilakukan oleh negara yang menerapkan hukum islam. Dan ini bukan berarti Hizbut Tahrir mentiadakan amar ma’ruf nahi mungkar yang dilakukan oleh perindividu atau kelompok. Namun sekali lagi hizbut Tahrir melihat akan lebih efektif jika negara yang melakukan itu, karena tugas dari sebuah negara adalah dakwah dan jihad.

Kembali ke wacana. Bukankah setiap orang, partai juga berwacana ketika kampanye politik??? Bukankah ide perubahan yang ditawarkan masing parpol itu sebuah wacana??? Bukankah janji-janji manis para penguasa itu juga hasil dari sesuatu yang bernama wacana???

Sama dengan yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir, ketika mengoreksi kebijakan-kebijakan para penguasa yang dzalim, bukankah Hizbut tahrir juga sekaligus menawarkan solusi yakni solusi dengan kembali ke syariat islam. Masih ingat kritik HT akan BBM?, UU Air, kasus Freeport, kasus blok Cepu, dll bukankah semuanya dikritik oleh hizbut tahrir sebagai bentuk kedzaliman kepada masyarakat kemudian menawarkan solusi alternatif satu-satunya yakni syariat islam, kenapa negeri yang mayoritas muslim ini tidak mau berhukum dengan hukum allah? Astaghfirullah…

Sesuatu dikatakan hanya berwacana tanpa melakukan aksi real itu adalah jika aktivitas mengkritik penguasa tanpa pernah menawarkan solusi atas kehancuran dan kerusakan yang terjadi. Tanpa siap dengan konsep perubahan yang diinginkan ketika menginginkan adanya sebuah perubahan, masih ingat kan saat reformasi??? Lihatlah! Seluruh komponen massa bergerak menuntut turunnya presiden Soeharto dengan menginginkan adanya perubahan yakni reformasi, tapi lihatlah ketika Soeharto turun tahta, apa orang-orang tersebut siap dengan konsep perubahannya? Jawabnya TIDAK!!! Lihatlah yang terjadi semakin terpuruknya kehidupan bangsa ini, na’udzubillah summa na’udzubillah…

Mungkin karena ketidakikutsertaan Hizbut Tahrir kedalam parlemen kemudian dikatakan bahwa Hizbut Tahrir itu NATO. Tidak ikut masuk kedalam parlemen bukan berarti HT mengharamkan parlemen atau pemilu seperti yang selama ini dituduhkan kepada hizbut Tahrir, itu tidak lain karena Hizbut Tahrir yakin bahwa parlemen atau pemilu bukan satu-satunya jalan menuju ke sebuah perubahan. Parlemen hanyalah salah satu sarana yang merupakan sebuah pilihan bukan keharusan.

Perubahan yang diinginkan oleh hizbut Tahrir adalah perubahan yang bersifat menyeluruh atau taghyir, bukan seperti islahiyyah atau perbaikan yang bersifat tidak menyeluruh. Aktivitas seperti itu sama dengan seperti tambal sulam, ibarat baju, baju yang sudah rusak kemudian di jahit sana sini agar rusaknya tidak terlihat, ini berarti malah memperpanjang usia baju yang telah lusuh itu. Sama ketika kita mengibaratkan sebuah system yang sudah terbukti rusak sejak dari lahirnya kemudian diperbaiki sana-sini ini berarti memperpanjang system tersebut.

Sudah saatnya kita kembali ke metode dakwah yang benar, metode dakwah yang telah digariskan oleh rasulullah SAW. Dakwah yang bersifat membangun pola berfikir dari berfikir dangkal menjadi barfikir cemerlang. Kecemerlangan berfikir yang akan menuntun kepada realitas kehidupan sehingga akan ditemukan obat yang manjur untuk setiap penyakit yang mendera kehidupan itu, yakni syariat islam di bawah naungan daulah al khilafah.

Wallahu’alam bis shawab.

Saudaramu,
untuk mas adi yang nulis ini....
yang dibold yang pertama, taruhlah kemungkaran harus dicegah oleh negara.... saya ambil contoh tempat prostitusi dan perjudian...... apakah jika negara tidak memberikan sanksi yang tegas kita sebagai warga negara hanya melihat tanpa mencegah semampu kita ?? atau menunggu khilafah tegak ?? penyakit masyarakat ini butuh penanganan segera jika hanya diserahkan pada negara apalagi menunggu negara islam tegak bukankah kemungkaran ini akan menjadi lebih besar...


yang dibold ke 2.... artinya HT masuk kedalam apa yang mas adi sampaikan.... bukankah HT juga bentuk salah satu partai ???

yang dibold yang ke 3, saya mendukung sikap HTI.... privatisasi adalah anak kandung kapitalisme.... bukankah hal ini telah tertera pada UUD Negara RI tahun 1945 pasal 33 ayat 3 : bumi, air dan kekayaan alam lainnya dikelola oleh negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat indonesia ? bukankah ini sama dengan ajaran islam ??

yang dibold ke 4 apakah HT merasa paling benar dalam mengikuti metode Rasul dalam berdakwah ? jika saya tanyakan dengan teman - teman salafy pasti jawabannya adalah metode salafy yang paling benar....
saya sepakat bahwa dakwah Rasulullah membangun pola pikir kita yang awalnya penuh khurafat dan takhayul menjadi pola pikir yang islami.... tapi apakah islam hanya sebatas pengubahan pola pikir ? saya rasa tidak karena IMAN sendiri harus diucapkan, di yakini dalam hati dan di AMALKAN....

saya bukan dari partai islam apa pun ini murni hasil dari pemikiran saya.....





Boleh saya ikut nanggapi, krn point 1 sudah dijawab saya coba urun jawaban selain no.1, ya ..mas adi.

Bold 2.
Hizbut Tahrir, semua orang sudah tahu adalah sebuah Partai Politik. Arti hizbut tahrir sendiri adalah Partai Pembebasan.

Bold 3.
Itulah penguasa sekarang, sudah membuat UUD sekuler sendiri; tetapi dilanggar sendiri.

Bold 4.
Sebagaimana sikap para Imam Madzhab :
" Pendapatkulah yang paling benar, tetapi tidak menutup kemungkinan ada yang salah ".
" Bila ada yang menemukan Dalil yang lebih kuat, itulah pendapatku ".

Jangan takut mas, anda mau dari partai atau ormas manapun tidak apa-apa kok. Sesama muslim itu bersaudara.

Islam memang bukan sebatas pengubahan pola pikir mas tetapi perlu eksen juga, saya setuju. Setahu saya Kami tidak pernah menyangkal perlunya eksen yg nyata.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 06, 2009, 12:33:54 pm
HTI tanggal 8 besok dah gak Golput y gan???  ;;)

Nomor : 163/PU/E/06/09

PERNYATAAN
HIZBUT TAHRIR INDONESIA
“PEMILIHAN PRESIDEN (PILPRES) 2009”
[/b]


Pada 8 Juli mendatang akan diselenggarakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2009. Pemilihan presiden dan wakilnya, dalam Islam termasuk dalam pasal pengangkatan kepada negara (nashb al-ra’is), yang hukumnya terkait dengan dua konteks, yaitu person dan sistem.

Dalam kaitannya dengan person, Islam menetapkan bahwa seorang kepala negara harus memenuhi syarat-syarat pengangkatan (syurutul in’iqadz), yaitu sejumlah keadaan yang akan menentukan sah dan tidaknya orang menjadi kepala negara. Syarat-syarat itu adalah (1) Muslim; (2) Baligh; (3) Berakal; (4) Laki-laki; (5) Merdeka; (6) Adil atau tidak fasik; dan (7) Mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala negara. Tidak terpenuhinya salah satu saja dari syarat-syarat di atas, cukup membuat pengangkatan seseorang menjadi kepala negara menjadi tidak sah.

Adapun kaitannya dengan sistem, harus ditegaskan bahwa siapapun yang terpilih menjadi kepala negara wajib menerapkan sistem Islam. Ini adalah konsekuensi akidah dari seorang kepala negara yang Muslim. Selain itu, dalam Islam, tugas utama kepala negara adalah untuk menjalankan syariat Islam dan memimpin rakyat dan negaranya dengan syariat tersebut. Hanya dengan cara itu sajalah, segala tujuan mulia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara akan tercapai. Memimpin dengan sistem yang lain, selain Islam sudah terbukti tidak pernah menghasilkan kebaikan, malah kerusakan dan bencana. Lebih jauh al-Qur’an menyatakan:


﴾وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَاۤ أَنْزَلَ اﷲُ فَأُ وْ لٰئِكَ هُمُ الْكَٰفِرُونَ﴿


”Dan, siapa saja yang tidak memerintah berdasarkan apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir.” (Q.s. al-Maidah [05]: 44)


﴾وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَاۤ أَنْزَلَ اﷲُ فَأُ وْ لٰئِكَ هُمُ الظَّٰلِمُونَ﴿

”Dan, siapa saja yang tidak memerintah berdasarkan apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itu adalah orang-orang dzalim.” (Q.s. al-Maidah [05]: 45)


﴾وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَاۤ أَنْزَلَ اﷲُ فَأُ وْ لٰئِكَ هُمُ الْفٰسِقُونَ﴿

”Dan, siapa saja yang tidak memerintah berdasarkan apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itu adalah orang-orang fasik.” (Q.s. al-Maidah [05]: 47)


Nas-nas tersebut merupakan peringatan yang keras dari Allah kepada siapa saja yang berkuasa dan memerintah bukan dengan hukum Allah.

Selain itu, al-Quran surah an-Nisa ayat 59, Allah SWT memerintahkan orang beriman untuk taat kepada ulil Amri. Ayat itu juga menegaskan, adanya waliyul amri tidak lain adalah demi tegaknya syariat Islam. Sebab, perintah taat kepada ulil amri tersebut mengiringi perintah taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Karena itu, mewujudkan ulil amri yang menegakkan syariat Islam hukumnya wajib. Meninggalkannya jelas maksiat, dan berdosa. Sebaliknya, mewujudkan ulil amri yang menghalangi tegaknya syariat Islam, atau justru menegakkan sistem sekuler, berarti keberadaannya itu membawa masyarakat dan negara untuk maksiat, bukan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Ini jelas haram. Karena tindakan tersebut nyata-nyata melakukan apa yang justru dilarang oleh Allah.

Kerahmatan Islam sebagaimana dijanjikan oleh Allah juga hanya mungkin bila syariat Islam tersebut dilaksanakan secara kaffah, menyeluruh dan konsisten. Kepala negara yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, pasti akan memimpin negara dan masyarakatnya dengan melaksanakan syariat-Nya dengan penuh taat pula. Dia juga akan mendorong setiap Muslim untuk tekun beribadah, menjaga makanan dan minuman halal, menutup aurat dan berakhlak mulia serta bermuamalah secara Islami. Dengan syariat, dia akan memimpin negara untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang berakhlak mulia, aman, damai, sejahtera; menyediakan pelayanan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur transportasi dan komunikasi, air dan listrik kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya melalui aparat birokrasi pemerintah yang bertindak jujur, sungguh-sungguh dan amanah sehingga apa yang disebut good governance dan clean government benar-benar dapat diwujudkan. Disamping itu, dengan syariat pula kepala negara akan menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat. Dia dengan tegas melarang pornografi, pornoaksi dan perjudian; menghukum setimpal para koruptor dan para penjahat lain; mengatasi kemiskinan dengan menumbuhkan ekonomi, menggiatkan sektor usaha dan investasi sehingga lapangan kerja terbuka, melarang penimbunan uang dan praktek ribawi dalam segala jenisnya agar uang terus berputar dan ekonomi juga terus tumbuh.

Karena itu, kepala negara di dalam Islam jelas berbeda dengan kepala negara dalam sistem sekuler. Meski sama-sama dipilih rakyat, dalam sistem sekuler kepala negara dipilih rakyat untuk melaksanakan kedaulatan rakyat, dalam arti rakyatlah yang berhak membuat undang-undang, maka kepala negara wajib melaksanakan undang-undang yang sudah dibuat oleh para wakil rakyat itu meski itu bertentangan dengan syariat. Dengan kata lain, kepala negara dalam sistem sekuler berkewajiban memimpin negara dan mengurusi urusan rakyat dengan hukum sekuler, bukan dengan syariat Islam.

Dalam Islam, karena yang berhak membuat hukum hanyalah Allah SWT, bukan rakyat ataupun kepala negara. Maka, kepala negara yang dipilih rakyat berkewajibang melaksanakan hukum Allah dengan cara mengadopsi syariat Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Sunnah yang dinilai sebagai pendapat terkuat untuk dijadikan undang-undang negara, dan dengan undang-undang itu kepala negara mengurus segala kepentingan masyarakat.

Dengan demikian, kepala negara dalam sistem politik Islam merupakan perwujudan dari kekuasaan di tangan rakyat guna mewujudkan kedaulatan syariat, bukan kedaulatan rakyat. Di sini, umat atau rakyat melalui momen Pilpres ini sebenarnya ikut menentukan, apakah hukum yang diterapkan nantinya adalah hukum Islam ataukah hukum thaghut? Apakah kedaulatan tetap berada di tangan manusia, seperti selama ini? Ataukah akan berubah di tangan syariat, sebagaimana yang dituntut oleh Allah?

Berangkat dari kenyataan di atas, maka dalam memilih kepala negara, setiap Muslim harus memperhatikan hal berikut:

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Memilih kepala negara yang memenuhi syarat-syarat pengangkatan (surutu al-in’iqadz), yakni Muslim (haram mengangkat kepala negara non-Muslim), laki-laki (haram mengangkat kepala negara wanita), baligh, berakal, adil (konsisten dalam menjalankan aturan Islam), merdeka dan mampu melaksanakan amanat sebagai kepala negara. Selain syarat-syarat tadi, diutamakan kepala negara memiliki syarat afdhaliyah (keutamaan) seperti mujtahid, pemberani dan politikus ulung.

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Bersedia mengubah sistem sekuler yang ada, dan melaksanakan syariat Islam secara kaffah, menyeluruh dan konsisten. Kepala negara memiliki seluruh otoritas yang diperlukan untuk melaksanakan hukum, maka tidak alasan untuk menunda apalagi menolak melaksanakan syariat Islam.

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Memilih kepala negara yang mampu menjamin kekuasaan atas negeri ini tetap independen (merdeka), dan hanya bersandar kepada kaum Muslim dan negeri-negeri Muslim, bukan kepada salah satu negara Kafir imperialis atau di bawah pengaruh orang-orang Kafir. Dengan kata lain, kepala negara mampu mewujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya, bukan justru sebaliknya membiarkan negeri ini tetap dalam cengkeraman kekuatan penajajah, baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya dan keamanan.


Oleh karena itu, umat Islam di Indonesia sebagai pemegang kekuasaan dalam momentum pemilihan kepala negara saat ini, hendaknya betul-betul menyadari hal ini. Sebab jika tidak, maka mereka tidak saja berdosa di sisi Allah, tetapi telah nyata-nyata menjerumuskan negeri ini dalam kemiskinan, kemunduran, keterpurukan, dan membiarkannya terus-menerus dikuasai penjajah.



Jakarta, 02 Juli 2009/9 Rajab 1409 H


Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia


Muhammad Ismail Yusanto

Hp: 0811119796 Email: Ismaily@telkom.net


Kantor Pusat Hizbut Tahrir Indonesia

Judul: HT JERMAN
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 06, 2009, 12:37:46 pm
HT Jerman: Pakaian Wanita Muslimah Mengkafani Sekulerisme
No : 14

Tanggal : 01 Rajab 1430 H / 23 Juni 2009 M


بسم الله الرّحمن الرّحيم


Pakaian Wanita Muslimah Mengkafani Sekulerisme
[/b]


Presiden Prancis, Nikolas Sarkozy, dalam pidato yang disampaikan pada hari Senin di Parlemen Nasional Prancis, mengatakan bahwa burqa atau cadar menjadi simbol perbudakan wanita. Orang-orang Prancis tidak suka melihat femomena itu di negeri mereka. Juga bahwa fenomena itu tidak mendapat tempat di Prancis. Ia juga mengatakan bahwa masalah burqa bukan masalah keagamaan melainkan masalah kebebasan. Karenanya, hal itu merupakan masalah yang berkaitan dengan kehormatan wanita. Begitulah Sarkozy membantah pidato Obama yang disampaikan di Kaero. Seakan-akan ia mengatakan kepada bangsa-bangsa Eropa dan seluruh dunia: “Contoh-contoh sekulerisme Prancis adalah contoh-contoh dasar sekulerisme. Sekulerisme harus mencampakkan manifestasi-manifestasi Islam dari masyarakat barat sebelum akhirnya mencampakkan Islam.“

Di sisi lain, pidato Sarkozy itu menegaskan peringatan yang telah kami sampaikan sebelumnya yaitu politik pentahapan dalam menghancurkan Islam dan memadamkan identitas keislaman kaum Muslim di barat. Kemarin masalah kerudung, sekarang masalah cadar, dan besok masalah lain lagi.

Prancis memandang –seperti yang dikatakan oleh salah seorang filsufnya Jean Paul Sarter- pihak lain adalah di neraka. Karena itu, Prancis tidak menerima di tengah masyarakat ada orang yang menyalahi ide-idenya dan menilai sekulerisme sebagai ide kufur. Prancis tidak rela kaum Muslim hanya tunduk kepada sistemnya saja. Akan tetapi Prancis menginginkan lebih dari itu dari kaum Muslim. Prancis menginginkan agar kaum Muslim mengadopsi nilai-nilai dan konsepsi-konsepsi Prancis melalui kekuatan dan paksaan.

Jika benar Prancis adalah tampat bagi kebebasan, maka dengan itu Prancis telah melepaskan kebebasan dan berubah menjadi negeri otoritarian dan diktatorian. Ini artinya kebebasan telah mati. Jika benar Prancis merupakan negara pertama yang mengumumkan lahirnya ide pencerahan dan modernitas, maka hari ini dengan pelarangan kerudung dan cadar itu, Prancis menjadi yang pertama mengumumkan matinya ide asimilasi dan modernitas.

Sebagai penutup kami katakan, revolusi Prancis diawali dengan kasus selingkuhnya Mary Antoinete. Dikemudian hari, Prancis menjadikan patung Marianne yang ******* sebagai syi‘ar dan simbol kebebasan. Dan sekarang Prancis mengambil busana wanita Muslimah sebagai pakaian pembungkusnya. Maha Suci Zat yang telah menjadikan busana wanita Muslimah sebagai simbol kesucian dan kehormatan dan pas untuk mengkafani sekulerisme dan peradaban barat.



Ir. Shaker ‘Ashem

Anggota Perwakilan Media Hizbut Tahrir di negeri-negeri berbahasa Jerman

Telp: 0043 699 81 61 86 53

Faks: 0043 1 90 74 0 91

Email: shaker.assem@gmx.at ; shaker.assem@yahoo.com

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: ajeng pada Juli 09, 2009, 11:06:53 am
assalamua'laikum wr.wbr

 lama nda datang ke forum

ajeng ikutan baca dulu
Judul: HIZBUT TAHRIR MENANTANG PAUS ROMA
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 10, 2009, 12:44:49 pm
Mungkin banyak diantara kita belum mengetahui, kalau HT pernah menantang debat dg Paus Benedictus XII. Sehubungan dengan peghinaan dia terhadap Nabi dan ajaran jihad di dalam Islam. Begitu pula pada tahun 98 - 99 pernah menantang debat dg IMF.
Berikut kutipan surat tantangan debat kepada Paus :

Sesungguhnya Hizbut Tahrir menantang Paus Roma untuk melakukan debat theologis yang didasarkan pada logika – hanya logika – agar cahaya subuh jelas bagi orang-orang yang memiliki dua mata. Sesungguhnya alamat sejumlah kantor penerangan Hizbut Tahrir telah terpublikasikan dan dikenal luas, diberbagai tempat keramaian yang menjadi tempat Hizbut  Tahrir berkiprah.
Paus Roma bisa memilih waktu dan tempat yang dia inginkan :
“Buatlah suatu waktu untuk pertemuan antara kami dan kamu, yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak pula kamu, disuatu tempat yang pertengahan letaknya” ( QS: Thoha (20): 58 ).

Sesungguhnya kami tidak menghendaki permohonan maaf Paus Roma, karena Paus tidak mengucapkan perkataan yang keliru tanpa maksud tertentu, atau karena kebodohannya tanpa perhitungan. Akan tetapi kata-katanya jelas adalah sengaja dan di sengaja, serta jelas dan tidak tersamar. Terhadap semua itu permohonan maaf tidak ada gunanya.

Sesungguhnya yang wajib adalah tidak memberikan toleransi kepada siapa saja yang menghina Islam, Kitabnya, dan Rosulnya. Atau yang menyerang jihad sebagai simbol kejayaan Islam- untuk menginjakkan kaki di tanah Islam atau diterima di negeri-negeri Islam sampai Daulah Islam kembali ke pangkuan Islam lagi, yakni Daulah Khilafah Rasyidah.
Khilafahlah yang akan mengetahui bagaimana cara memperlakukan musuh-musuhnya serta menjaga bumi dan langit Islam, juga bagaimana cara menjaga dan melindungi darahnya sekaligus memuliakan aqidah dengan peradabannya serta simbol kejayaannya.
“Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”  ( QS: Yusuf (12): 21 ).

24 Sya’ban 1427 H / 17 Sept 2006 M.
HIZBUT TAHRIR.
Judul: TRAGEDI MUSLIM CHINA
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 13, 2009, 12:15:03 pm
HIZBUT TAHRIR INDONESIA “MENGUTUK TRAGEDI PEMBANTAIAN MUSLIM XINJIANG - CINA”

Ibu kota wilayah Xinjiang, Urumqi, bergolak. Umat Islam etnis Uighur di sana masih terus terancam. Setelah aparat keamanan Cina membantai mereka dalam aksi protes terhadap kebijakan pemerintah Cina yang diskriminatif pada 5 Juli lalu yang membuat 156 orang tewas, 1434 ditahan dan lebih dari 1.000 lainnya terluka, kini giliran ribuan etnis Han, yang sengaja dimukimkan pemerintah Cina di wilayah Xinjiang, turun ke jalan-jalan di Urumqi, ibukota wilayah Xinjiang, guna memburu warga Muslim yang tidak berdaya. Kelompok Uighur di pengasingan menyebut adanya “genocide” (pembersihan massal) terhadap kaum Muslim di wilayah Xinjiang. Bersenjatakan pentungan dan lainnya, etnis Han memburu etnis Uighur. Warga Muslim yang tidak bisa menyelamatkan diri babak-belur hingga sekarat, menjadi bulan-bulanan kebrutalan etnis Han. Menurut saksi mata, tak satu pun etnis Han yang melakukan serangan itu ditahan polisi.

Keberadaan muslim di wilayah Xinjiang, Cina, merupakan buah dari dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad dan para shahabat ke seluruh penjuru dunia. Adalah Khalifah Uthman ibn Affan yang memulai kontak dengan Cina. Setelah menundukkan Romawi dan Persia, Khalifah Uthman bin Affan mengirim delegasi yang dipimpin Sa’ad ibn Abi Waqqas ra ke Cina pada tahun 29 H (651 M). Misi delegasi ini adalah mengundang kaisar Cina untuk memeluk Islam. Delegasi itu lalu membangun Masjid di kota Kanton. Masjid ini dikenal hingga hari ini sebagai ‘Masjid Memorial’.

Dari sini mulai tumbuh benih kebencian terhadap muslim di Cina. Akan tetapi keberadaan Khilafah saat itu membuat mereka terlindungi. Tidak ada satupun penindasan yang dibiarkan begitu saja kecuali dengan jihad fii sabilillah. Salah satu perang yang berkobar di perbatasan Cina terjadi di tahun 1334H. Meski berjumlah lebih sedikit, dengan bantuan Allah SWT, pasukan muslim berhasil menggempur pasukan Cina dengan telak. Setelah itu, umat Muslim sangat dihormati sebagai kekuatan yang diperhitungkan hingga mampu mengontrol sebagian besar Asia Tengah.

Kemenangan demi kemenangan membuka pintu Cina bagi muslim untuk menyebarkan keindahan dan kebenaran Islam. Pendatang muslim generasi awal ini juga mendirikan mesjid, sekolah, dan madrasah. Di perkotaan, para ulama mendominasi. Madrasah menjadi tempat menimba ilmu bagi banyak pelajar. Pelajar datang dari berbagai wilayah termasuk Rusia dan India, sehingga benar-benar menjadi arti harfiah dari ungkapan ‘Belajarlah hingga ke Cina.” Di tahun 1790an, tercatat ada sekitar 30 ribu pelajar muslim. Kota Bukhara yang saat itu masih merupakan bagian dari Cina, menjadi terkenal dengan julukan sebagai ‘Pilar Islam.’ Di kota inilah, Imam Bukhari lahir dan dikenal sebagai ahli hadits.

Tapi keadaan itu kemudian berubah sejak komunis menguasai wilayah muslim itu di tahun 1949. Mereka terus berusaha menghapus identitas dan budaya Islam di Xinjiang. Diskriminasi juga terjadi di bidang ekonomi. Wilayah Xinjiang yang sesesungguhnya sangat kaya yang memasok lebih dari 40 persen cadangan energi (minyak, gas dan batubara) Cina, tapi rakyatnya hidup dalam kemiskinan.

Sejak saat itu juga telah terjadi pemutusan komunikasi total sehingga tidak diketahui apa saja yang terjadi di sana. Penyelidikan mendalam menunjukkan keadaan yang sangat menyedihkan. Seseorang bisa diburu polisi karena ‘kejahatannya’ mengajarkan Qur’an kepada anak-anak. Sering juga terjadi razia terhadap umat Islam di Beijing. Penindasan terhadap umat Islam di sana memiliki satu tujuan: menghapus identitas Islam dari umat muslim. Menurut statistik kependudukan di tahun 1936, pemerintahan Kuomintang Republik Cina saat itu memperkirakan jumlah warga muslim sebesar 48.104.240 orang. Tapi sejak pemerintahan komunis, angka tersebut menurun menjadi 10 juta warga saja. Tidak ada penjelasan resmi, ke mana hilangnya 38 juta nyawa. Pembersihan massal seperti ini sangat luar biasa dan membuat apa yang terjadi di Tibet tidak ada apa-apanya. Padahal Barat begitu getolnya membela hak asasi pendeta dan Dalai Lama Tibet akibat pendudukan Cina di sana dan juga peristiwa Tiananmen Square, tapi tidak pernah peduli terhadap nasib umat Islam.

Di samping penghilangan secara fisik, Muslim juga sering dihujani dengan serangan yang mengancam identitas keislaman mereka. Masa Revolusi Budaya (1966-76) menunjukkan bagaimana brutalnya kebijakan dan sikap kaum Komunis. Ini terlihat dari poster yang terpampang di Beijing saat itu di tahun 1966, yang menyerukan penghapusan ritual Islam. Muslim juga dilarang untuk mempelajari bahasa tulis yang dipengaruhi oleh Arab, Turki dan Parsi. Pemerintah komunis juga menutup Masjid dan menyebarkan fitnah tentang Islam dan muslim. Properti wakaf disita dan masjid diduduki paksa. Kebijakan untuk membersihkan etnik muslim terus berlangsung. Etnik Han (mayoritas etnik di Cina, yang kafir) mulai banyak bertransmigrasi ke wilayah Xinjiang (Turkestan Timur untuk memastikan adanya mayoritas non-muslim di sana. Pada tahun 1949 hanya ada 2-3% etnik Han di sana, namun kini mereka mencapai 38%.

Meski ditindas oleh tirani pemerintah Cina, muslim di Xinjiang masih bertahan. Anak-anak muda mengenakan kalung berlogo bulan bintang, yang mirip dengan simbol yang digunakan Khilafah Uthmani di masa lalu. Tapi mengenakan kalung ini bisa berakibat penjeblosan ke penjara. Pernah di daerah Kajacou di Beijing, seorang muslim ditanya tentang anak-anaknya, yang ia jawab ada 6. Angka ini sangat tinggi karena hukum di Cina mengatakan bahwa muslim di Xinjiang hanya boleh punya anak 2 saja!

Berkaitan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

Apa yang terjadi pada 5 Juli lalu dan aksi-aksi sesudahnya di wilayah Xinjiang, Cina ditambah dengan apa yang terjadi di wilayah lain di dunia seperti di Thailand Selatan, Philipina Selatan, Rohingnya, Myanmar, Jammu Khasmir dan lainnya menunjukkan bahwa umat Islam minoritas di manapun sesungguhnya dalam keadaan menderita, hidup dalam tekanan, penindasan dan perlakuan diskriminatif dari penguasa di wilayah itu. Slogan kebebasan, keadilan, persamaan dan perlakuan non diskriminasi dari demokrasi, HAM dan nilai-nilai sekuler hanyalah omong kosong. Ia tidak berlaku untuk umat Islam. Dunia akan ribut bila yang menjadi korban adalah warga Barat, tapi diam seribu basa bila yang menjadi korban adalah umat Islam.

Kenyataan di atas juga menunjukkan bahwa demikian buruknya keadaan umat yang disebut al-Qur’an sebagai khayru ummat. Semua ini terjadi karena memang umat tidak memiliki pelindu
pelindung (khalifah). Di sinilah letak pentingnya perjuangan penegakan Khilafah. Hanya bila umat Islam bersatu di bawah naungan Khilafah, harta, jiwa dan kehormatannya akan terjaga. Berkembangnya Islam ke berbagai belahan dunia, termasuk ke wilayah Cina tidak lain adalah berkat usaha yang dilakukan oleh para khalifah di masa lalu. Dan semasa khilafah masih eksis, mereka hidup dalam keadaan aman, tenteram, adil dan sejahtera.

Memperingatkan pemerintah Cina untuk segera menghentikan kedzaliman. Kepada pemerintah Indonesia juga negara-negara Islam lain untuk menekan pemerintah Cina agar segera menghentikan kedzalimannya, dan memulihkan hak-hak muslim di sana. Sementara kepada umat umat Islam, diingatkan bahwa kenyataan-kenyataan di atas semestinya semakin menggelorakan semangat perjuangan penegakan khilafah, dan tidak lagi mempercayai doktrin dan intitusi sekuler yang sekarang ada. Umat Islam hanya bisa berharap pada Islam dan Khilafah.


Jakarta, 12 Juli 2009/7 Rajab 1409 H


Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia

Muhammad Ismail Yusanto

Hp: 0811119796 Email: Ismaily@telkom.net


(sumber : Pernyataan Hizbut Tahrir Indonesia Nomor : 164/PU/E/
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juli 13, 2009, 12:42:27 pm
jika khilafah mau didirikan siapa yang akan menjadi khilafah ? bukankah tidak ada tokoh sentral islam yang bisa semua golongan islam sepakat menunjuknya ? kecuali bagi golongan syiah mereka memiliki imam dan semua syi'i sepakat dengannya tapi golongan sunni bagaimana apakah ada tokoh sentralnya??



Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: oki_toink pada Juli 13, 2009, 02:40:29 pm
sampai sekarang belum ada deh bro dari kalangan sunni...
HTI sendiri membaiat seorang khilafah bukan dari anggota HTI sendiri...

aku juga kurang paham sih ya, kriteria khilafah menurut HTI
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juli 13, 2009, 04:24:46 pm
Bismillah ..!

Kutip
aku juga kurang paham sih ya, kriteria khilafah menurut HTI

selengkapnya mengenai seluk-beluknya baca saja buku ini
Struktur Negara Khilafah (Pemerintahan dan Administrasi)

download link
http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/01/struktur-daulah-khilafah-cet3-2008.pdf

kalau sepakat
silahkan bergabung, atau
perjuangkan melalui jama'ah anda

kalau nggak sepakat
harap saran dan koreksinya ya

terakhir kali hizbut tahrir
menawarkan kepada Mullah Muhammad Umar untuk mentransformasi afghanistan menjadi daulah islam
dan menawarkan negara-2 tetangga untuk bergabung menjadi satu
dan hizbut tahrir menawarkan syababnya untuk menjadi pendukung penuh

beliau dan koleganya nggak mau
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juli 13, 2009, 08:22:14 pm
@al hikmah

nda cari tau kenapa mereka dan banyak lainnya nolak?masih memaksakan cara HTI or koreksi diri kenapa?
saya pernah baca tentang kekeliruan2 HT dari mantan HT,menurut antum?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juli 14, 2009, 08:14:49 am
Bismillah ..!

sebagian dari yang ngaku-2 ht itu palsu
contohnya yang di situs mantanht di wordpress
semacam character assasination

juga tidak menutup kemungkkinan infiltrasi intel
sebagaimana yang terjadi di mmi dan berbagai  ormas dan institusi Islam lain
seperti peristitwa lammpung dan pembajakan garudan woyla
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juli 14, 2009, 08:18:09 am
Bismillah ..!

sejumlah oknum yang mengaku-2 ht itu sudah biasa
kayak ed hussein di Inggris, dll
banyak benar dech
kalau si ed hussein mengatakan ht mengadopsi kekerasan
pdahal itu fitnah
silahkan saja buka buku atu situs ht

memang ada juga kayak ustadz al-baghdadi atau ustadz al-khattath
yang kemudian bikin organisasi sendiri atau ikut jama'ah lain
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juli 14, 2009, 10:05:21 pm
bagaimana tanggapan HTI tentang terbitnya buku "ilusi Negara Islam" yang diterbitkan ma'arif institute dan bekerjasama dengan the wahid institute ?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juli 15, 2009, 08:31:48 am
Bismillah ..!

sejumlah oknum yang mengaku-2 ht itu sudah biasa
kayak ed hussein di Inggris, dll
banyak benar dech
kalau si ed hussein mengatakan ht mengadopsi kekerasan
pdahal itu fitnah
silahkan saja buka buku atu situs ht

memang ada juga kayak ustadz al-baghdadi atau ustadz al-khattath
yang kemudian bikin organisasi sendiri atau ikut jama'ah lain
tidak mengadopsi kekerasan sampai tidak bikin sayap militer?kalo dibubarin paksa gimana ngelawan nya? ;;)
*just ask
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 15, 2009, 12:12:59 pm
bagaimana tanggapan HTI tentang terbitnya buku "ilusi Negara Islam" yang diterbitkan ma'arif institute dan bekerjasama dengan the wahid institute ?

KETERANGAN PERS: Bantahan Hizbut Tahrir Indonesia Terhadap Buku Ilusi Negara Islam
Buku Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia, yang diluncurkan beberapa waktu lalu itu sebenarnya tidak layak dibaca apalagi ditanggapi. Meski diklaim sebagai karya ilmiah, dan konon merupakan hasil penelitian selama dua tahun, namun semuanya itu tidak bisa menutupi fakta, bahwa buku ini sangat tidak ilmiah dan jauh dari obyektivitas sebuah penelitian. Alih-alih bersikap obyektif, buku ini justru dipenuhi dengan ilusi, kebencian dan provokasi penyusunnya. Inilah yang mendorong kami untuk menanggapi buku ini, khususnya yang berkaitan dengan Hizbut Tahrir, sebagai berikut:

Dari aspek metodologi: Pertama, dari sisi referensi: Buku ini sama sekali tidak menggunakan referensi utama (primer), yaitu buku-buku resmi Hizbut Tahrir. Satu-satunya referensi resmi yang digunakan adalah booklet Selamatkan Indonesia dengan Syariah, itu pun tampaknya hanya dicomot judulnya. Selebihnya, pandangan dan sikap penyusun buku tersebut tentang Hizbut Tahrir didasarkan pada kesimpulan-kesimpulan yang dibangun oleh Zeno Baran dalam bukunya, Hizb ut-Tahrir: Islam’s Political Insurgency (Washington: Nixon Center, 2004) dan Ed. Husain dalam bukunya, The Islamist (London: Penguin Books, 2007). Mereka tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, bahwa baik Zeno Baran yang berdarah Yahudi maupun Ed. Husain adalah sama-sama bukan orang yang ahli tentang Hizbut Tahrir. Ed. Husain yang diklaim sebagai salah seorang pimpinan Hizb terbukti bohong, yang memang sengaja dibangun untuk menunjukkan kredebilitas karyanya, yang sesungguhnya tidak kredibel. Dari sini saja, sebenarnya cukup untuk membuktikan, bahwa buku Ilusi Negara Islam ini sebenarnya tidak ilmiah dan jauh dari obyektivitas. Karena itu, kesimpulan-kesimpulan yang dibangun di dalamnya tidak lebih dari ilusi penyusunnya. Bahkan, buku ini juga sangat narsis, karena kebencian dan provokasi yang ditaburkan di dalamnya mulai dari awal hingga akhir. Tampak jelas, bahwa buku ini disusun dengan target, bukan sekedar untuk mengemukakan pandangan, tetapi untuk memobilisasi perlawanan. Kedua, cara menarik kongklusi: Kongklusi di dalam buku ini banyak ditarik dengan menggunakan analogi generalisasi (qiyas syumuli), sehingga menganggap semua kelompok dan organisasi yang nyata-nyata berbeda, seperti DDII, MMI, PKS dan HTI sebagai sama. Ini adalah bukti, bahwa buku ini tidak obyektif. Lebih-lebih ketika, sejak pertama kali, penyusun buku ini sudah melakukan monsterisasi terhadap Wahabi, kemudian mengeneralisasi bahwa semua organisasi Islam yang tidak sepaham denganya dicap Wahabi. Ini jelas merupakan kesalahan berpikir yang sangat fatal, dan kalau tujuannya untuk mengungkap kebenaran, maka cara-cara seperti ini tidak akan pernah menemukan kebenaran apapun. Ketiga: inkonsistensi cara berpikir: Buku ini menyerang cara berpikir literalisme tertutup, tetapi pada saat yang sama penyusun buku ini menggunakan teks hadits, dengan makna literal, dan sangat tertutup, karena tidak mau melihat nas-nas yang lain. Seperti, Umirtu an uqatila an-nas hatta yaqulu la’ilaha illa-Llah (Aku diperintahkan untuk memerangi manusia, hingga mereka menyatakan la’ilaha illa-Llah), yang kemudian ditafsirkan, bahwa ini tidak berarti boleh memerangi orang Kafir, karena tidak ada penegasan tentang keyakinan akan kerasulan Muhammad saw.

Dari aspek isi: Buku ini menawarkan: Pertama, Islam yang toleran, tapi anehnya penyusunnya sendiri dengan sangat narsis tidak toleran dengan sesama Muslim, dengan terus-menerus menyerang mereka sebagai kaum literalis tertutup, dan stigma-stigma negatif lainnya. Di sisi lain, ketika mereka sendiri tidak bisa bersikap toleran terhadap kaum Muslim, mereka malah menyerukan toleransi terhadap kaum Kafir, dengan justifikasi bahwa mereka adalah Muslim juga. Malah, ayat dan hadits yang memerintahkan untuk memerangi mereka pun harus ditafsir ulang agar sejalan dengan maksud mereka. Jadi, nalar yang dibangun dalam buku ini jelas sekali, sangat tidak konsisten. Kedua, perdamaian dan Islam yang damai, tapi penyusun buku ini justru menyulut bara api yang sudah padam, seperti sejarah kelam Khawarij dan Wahabi yang sudah dilupakan oleh kaum Muslim. Dalam kasus Wahabi, jelas sekali bahwa ini dimaksud untuk mengadudomba antara NU dan kelompok lain yang dicap Wahabi, karena generasi tua NU memiliki memori yang tidak baik terhadap Wahabi. Lalu, di mana wajah Islam damai yang mereka tawarkan? Cara-cara yang mereka lakukan ini persis seperti yang dilakukan oleh Syasy bin Qaisy, penyair Yahudi, yang mengingatkan kembali permusuhan antara suku Aus dan Khazraj dalam Perang Bu’ats. Kalau betul mereka menginginkan perdamaian, mestinya bisa bersikap seperti ‘Umar bin ‘Abdul Aziz ketika ditanya tentang Perang Shiffin, dengan tegas beliau menyatakan, “Ini adalah darah yang telah dibersihkan oleh Allah dari tanganku, maka aku tidak ingin membasahi lidahku dengannya lagi.” Ketiga, ilusi, kebencian dan provokasi: Meski konon merupakan hasil penelitian, tetapi penyusun buku ini tidak bisa membedakan antara fakta dan ilusi. Sebagai karya ilmiah, seharusnya buku tersebut jauh dari kebencian, dan apalagi provokasi yang sangat narsis. Karena itu, isi buku ini akhirnya terjebak pada kepentingan sponsornya, dan sama sekali jauh dari obyektivitas ilmiah, lazimnya sebuah karya ilmiah.

Dari aspek penyusun dan penerbitnya: Sebagaimana diakui oleh Abdurrahman Wahid, buku ini adalah hasil penelitian Lib-ForAll Foundation, sebuah LSM yang memperjuangkan terwujudkan kedamaian, kebebasan dan toleransi di seluruh dunia. Abdurrahman Wahid bersama C. Holland Taylor bertindak sebagai pendiri bersama, sementara bersama-sama KH A. Mustofa Bisri, Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, Por. Dr. M. Amin Abdullah, Prof. Dr. Azyumardi Azra, Porf. Dr. Nasr Hamid Abu-Zayd, Syeikh Musa Admani, Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, Dr. Sukardi Rinakit dan Romo Franz Magnis Suseno menjadi penasehat LSM tersebut. Mereka selama ini dikenal sebagai tokoh Liberal. Bersama sejumlah peneliti lapangan, mereka menyusun buku Ilusi Negara Islam ini, yang kemudian diterbitkan bersama oleh the Wahid Institute, Maarif Institute dan Gerakan Bhineka Tunggal Ika. Lib-ForAll Foundation sendiri bermarkas di AS, dan didirikan pasca peristiwa 11/9, dengan tujuan untuk memerangi apa yang mereka sebut Radikalisme Agama. Tokoh-tokoh Lib-ForAll Foundation di Indonesia juga mempunyai hubungan baik dengan Israel, dan sangat membela kepentingan entitas Yahudi itu. Sebaliknya, mereka selama ini dikenal bersikap sumir terhadap syariah, formalisasi syariah dan kelompok Islam yang memperjuangkan syariah.

Adapun tuduhan terhadap Hizbut Tahrir sebagai kelompok yang membahayakan Indonesia, adalah sebuah kebohongan besar. Hizbut Tahrir dengan perjuangan syariah dan Khilafah justru bertujuan untuk menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan akibat Sekularisme, Liberalisme, Kapitalisme dan penjajahan modern di segala bidang.

Sebaliknya, Liberalisme dan Sekularisme yang selama ini mereka propagandakan itulah yang telah nyata-nyata merusak dan menghancurkan Indonesia. Atas dasar Liberalisme pula, mereka mendukung aliran sesat (Ahmadiyah, Lia Eden, dll), legalisasi aborsi, menolak larangan pornografi dan pornoaksi, mendukung penjualan aset-aset strategis. Maka, merekalah yang sesungguhnya harus diwaspadai, karena mereka menghalangi upaya penyelamatan Indonesia dengan syariah, dengan tetap mempertahankan Sekularisme dan penjajahan asing di negeri ini.


Wassalam,


Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia


Muhammad Ismail Yusanto

Hp: 0811119796 Email: Ismaily@telkom.net

( sumber : keterangan pers Nomor: 161/PU/E/05/09Jakarta, 25 Mei 2009 M/30 Jumadil Awwal 1430 H)




Artikel Terkait:
- Buku ‘Ilusi Negara Islam’ Dinilai Mengadu Domba Umat
- Ilusi Negara Islam ? : Syariah Islam Berbahaya Karena Mengancam P
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: ajeng pada Juli 15, 2009, 12:23:19 pm

[/quote]tidak mengadopsi kekerasan sampai tidak bikin sayap militer?kalo dibubarin paksa gimana ngelawan nya? ;;)
*just ask
[/quote]

dibubarin paksa udah biasa :D, melawan dengan kekerasan tidak biasa  ;)( non kekerasan)

status yang dikejar seperti sayid asy-syuhada (penghulu para syahid).
Sabda Nabi saw, “Penghulu syuhada adalah Hamzah ibn Abi Thalib dan seseorang yang berdiri di hadapan penguasa yang jahat/zalim, lalu menyerunya berbuat baik dan mencegahnya berbuat mungkar, kemudian ia dibunuh (oleh penguasa tersebut)” [HR Hakim].

 
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 15, 2009, 12:30:55 pm
jika khilafah mau didirikan siapa yang akan menjadi khilafah ? bukankah tidak ada tokoh sentral islam yang bisa semua golongan islam sepakat menunjuknya ? kecuali bagi golongan syiah mereka memiliki imam dan semua syi'i sepakat dengannya tapi golongan sunni bagaimana apakah ada tokoh sentralnya??





terimakasih.

1. Siapa yg mau menjadi Khalifah ?
   Siapa saja dari kaum muslimin mempunyai hak untuk menjadi Khalifah, karenanya kita harus
   persiapkan ttg pemahaman sebagai khalifah, kewajiban, syarat, dll.
   Kalau dari kader intern HT, sudah siap mengemban sebagai Khalifah ( insyallah ).
   Dan menurut saya mungkin yg paling siap, bukankah HT yg paling komit dg ini ?
   Karena sudah mengkaji, sudah dikader secara intens, punya pedoman2 yg jelas.

2. 3. Belum ada tokoh sentral ?
   Saya bisa setuju dengan anda, memang itu salah satu kendalanya. Makanya mari kita bersama2
   mengkerucutkan masalah ini, sering jalin silah ukhuwah, menyamakan persepsi, termasuk mela-
   lui forum ini, bergabung dg jamaah yg berjuang untuk terbentuknya khilafah.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juli 15, 2009, 01:13:15 pm
jika khilafah mau didirikan siapa yang akan menjadi khilafah ? bukankah tidak ada tokoh sentral islam yang bisa semua golongan islam sepakat menunjuknya ? kecuali bagi golongan syiah mereka memiliki imam dan semua syi'i sepakat dengannya tapi golongan sunni bagaimana apakah ada tokoh sentralnya??





terimakasih.

1. Siapa yg mau menjadi Khalifah ?
   Siapa saja dari kaum muslimin mempunyai hak untuk menjadi Khalifah, karenanya kita harus
   persiapkan ttg pemahaman sebagai khalifah, kewajiban, syarat, dll.
   Kalau dari kader intern HT, sudah siap mengemban sebagai Khalifah ( insyallah ).

   Dan menurut saya mungkin yg paling siap, bukankah HT yg paling komit dg ini ?
   Karena sudah mengkaji, sudah dikader secara intens, punya pedoman2 yg jelas.

2. 3. Belum ada tokoh sentral ?
   Saya bisa setuju dengan anda, memang itu salah satu kendalanya. Makanya mari kita bersama2
   mengkerucutkan masalah ini, sering jalin silah ukhuwah, menyamakan persepsi, termasuk mela-
   lui forum ini, bergabung dg jamaah yg berjuang untuk terbentuknya khilafah.


wajib gabung ke HTI ??
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 16, 2009, 12:31:45 pm
jika khilafah mau didirikan siapa yang akan menjadi khilafah ? bukankah tidak ada tokoh sentral islam yang bisa semua golongan islam sepakat menunjuknya ? kecuali bagi golongan syiah mereka memiliki imam dan semua syi'i sepakat dengannya tapi golongan sunni bagaimana apakah ada tokoh sentralnya??





terimakasih.

1. Siapa yg mau menjadi Khalifah ?
   Siapa saja dari kaum muslimin mempunyai hak untuk menjadi Khalifah, karenanya kita harus
   persiapkan ttg pemahaman sebagai khalifah, kewajiban, syarat, dll.
   Kalau dari kader intern HT, sudah siap mengemban sebagai Khalifah ( insyallah ).

   Dan menurut saya mungkin yg paling siap, bukankah HT yg paling komit dg ini ?
   Karena sudah mengkaji, sudah dikader secara intens, punya pedoman2 yg jelas.

2. 3. Belum ada tokoh sentral ?
   Saya bisa setuju dengan anda, memang itu salah satu kendalanya. Makanya mari kita bersama2
   mengkerucutkan masalah ini, sering jalin silah ukhuwah, menyamakan persepsi, termasuk mela-
   lui forum ini, bergabung dg jamaah yg berjuang untuk terbentuknya khilafah.


wajib gabung ke HTI ??

Alhamdulillah kalau mau gabung dg HTI.

Tidak perlu harus dg HTI. Masih banyak jamaah yg berjuang untuk tegaknya khilafah. Dan kita akan saling jalin silah ukhuwah secara rutin.

Kalau saya dulu ( sblm gabung dg HTI ) sudah punya persepsi awal, bahwa ummat ini perlu dan wajib punya khalifah, bahwa ummat wajib berjamaah. Dari kesadaran ini maka saya hunting : gabung sana - gabung sini, akhirnya ketemu hti yg paling konsern dan konsist dlm perjuangan menegakkan khilafah selama ini, menurut saya.

Terimakasih.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: d4vid_r5 pada Juli 16, 2009, 12:35:54 pm
@ temen² HTI disini,
misal misal nih ya...

indonesia dah mau menerapkan syariat islam.
siapa yang akan dicalonkan HTI menjadi khalifah?
sebab, saya tanya ke musyrif saya (saya juga ngaji di HTI di surabaya).beliau tidak menjawab.hanya ngelantur memberi tahu syarat² menjadi seorang khalifah.begitu pula waktu saya tanyakan kepada forum yang biasa kami adain
Judul: SOSIALISASI "MANIFESTO HTI"
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 16, 2009, 12:39:32 pm
HTI dan Manifestonya Ok Banget

HTI Press(Sumenep)–Demikian ungkap Dr. KH. M. Afif Hasan, M.Pd  ketika memaparkan uraiannya menanggapi Manifesto Hizbut Tahrir untuk Indonesia dalam acara Launching Halqah Islam dan Peradaban (HIP) yang diselenggarakan oleh DPD II HTI Kab. Sumenep pada hari  Ahad, 28 Juni 2009  di Aula Badan Komunikasi dan Informasi (Bakominfo) Kab. Sumenep. Tema yang diangkat pada HIP edisi perdana ini adalah Manifesto Hizbut Tahrir Jalan baru untuk Indonesia. Acara HIP ini diawali dengan pemutaran Film pendek bertajuk “Selamatkan Indonesia dengan Syari’ah” dan dibuka oleh Ketua MUI Kab. Sumenep- diwakili oleh Ust. Husin Rowi- kemudian  dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ust. Muhammad Izzuddin (Aktivis HTI DPD I Jatim) dan Dr. KH. M. Afif Hasan, M. Pd (Pengasuh PP. An Nuqayah Daerah Nirmala Guluk-guluk Sumenep Madura dan Dosen Pasca Sarjana di beberapa universitas di Jawa Timur dan Nusa Tenggara).

Beberapa pernyataan Dr. KH. M. Afif Hasan, M. Pd yang cukup menarik diantaranya: ”Saya memberikan apresiasi pada HTI karena memiliki data dan informasi yang lengkap tentang berbagai hal serta konsis dalam dakwah dan penegakan syari’ah dengan makna seutuhnya seperti yang tergambar dalam Manifesto Hizbut Tahrir untuk Indonesia ini. Manifesto ini sempat saya sodorkan pada salah seorang kyai kemudian saya tanyakan pada Beliau apa yang salah dari isi manifesto ini?. Ternyata Beliau diam tanpa komentar. Jadi Allaahu A’lam menurut kesimpulan saya tidak ada masalaah dengan isi manifesto ini. Karena yang ada dalam manifesto ini -sebagian besar- sebenarnya juga ada  kitab-kitab fiqh yang dikaji di  Pondok Pesantren. Jadi misalnya ada pihak-pihak yang menolak manifesto ini -khususnya dari kalangan Pesantren-, maka mereka harusnya juga meninjau ulang kitab-kitab fiqh yang dikaji di Pesantren selama ini. Maka seharusnya yang memperjuangkan isi manifesto ini bukan hanya HTI saja tapi kita semua ummat islam.”

Acara HIP ini dihadiri tidak kurang dari 150 tokoh dari unsur Ulama/Kyai, Ustadz, Tokoh Masyarakat, Insan Media dan Pendidikan bahkan dari kalangan Petani dari beberapa kecamatan di Kab. Sumenep. Para peserta mengikuti acara ini dengan antusias dan seperti enggan  beranjak dari aula Bakominfo ini ketika menyimak pemataran para Nara Sumber. Di akhir acara ditandai dengan pemberian cindera mata pada Dr. KH. M. Afif Hasan, M. . Pd yang disampaikan oleh Ust. Muhammad Izzuddin dan pada beberapa Tokoh  dari kalangan Ulama hingga Ketua Kelompok Tani berupa Buku yang berisi Manifesto Hizbut Tahrir: Jalan Baru untuk Indonesia, yang disampaikan oleh KH. A. Danniji, salah seorang purnawirawan dan mantan Kapolsek yang mendukung metode dan perjuangan Hizbut Tahrir. (Kantor Humas DPD II HTI Kabupaten Sumenep).

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juli 16, 2009, 12:44:28 pm
bagaimana tanggapan HTI tentang terbitnya buku "ilusi Negara Islam" yang diterbitkan ma'arif institute dan bekerjasama dengan the wahid institute ?

kayaknya pertanyaan yang satu ini belum terjawab....
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 16, 2009, 12:51:07 pm
@ temen² HTI disini,
misal misal nih ya...

indonesia dah mau menerapkan syariat islam.
siapa yang akan dicalonkan HTI menjadi khalifah?
sebab, saya tanya ke musyrif saya (saya juga ngaji di HTI di surabaya).beliau tidak menjawab.hanya ngelantur memberi tahu syarat² menjadi seorang khalifah.begitu pula waktu saya tanyakan kepada forum yang biasa kami adain

Artinya bisa siapa saja, karena banyak calon dan kriteria yg memenuhi.
Baik dari kalangan HTI maupun dari luar HTI yg sudah punya persepsi dan pemahaman yg sama.

Saya pikir itu hal yang mudah bagi HTI ada ratusan calon mungkin. Yang sulit menurut saya adalah bagaimanan menyebarkan pemahaman seperti yg dikatakan musrif anda itu, ketengah-tengah ummat.
Contohnya seperti di forum ini khan. Ada yg berkata ide khilafah itu idenya hti, apa dalilnya, apa contohnya, khalifah ngitung ekonomi begini saja tdk bisa, jgn ngomong khilafah kalau hanya nato doank, dll.

Sekali lagi kalau calon itu menurut saya gampang, banyak kalau memang ummat sudah sadar dan memberikan amanah kpd kita, Insyallah.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juli 16, 2009, 12:55:30 pm
Rancangan Undang2 Islam itu ngambil fiqih pemerintahan nya siapa?ulama ht sajakah?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: d4vid_r5 pada Juli 16, 2009, 01:02:32 pm
@ temen² HTI disini,
misal misal nih ya...

indonesia dah mau menerapkan syariat islam.
siapa yang akan dicalonkan HTI menjadi khalifah?
sebab, saya tanya ke musyrif saya (saya juga ngaji di HTI di surabaya).beliau tidak menjawab.hanya ngelantur memberi tahu syarat² menjadi seorang khalifah.begitu pula waktu saya tanyakan kepada forum yang biasa kami adain

Artinya bisa siapa saja, karena banyak calon dan kriteria yg memenuhi.
Baik dari kalangan HTI maupun dari luar HTI yg sudah punya persepsi dan pemahaman yg sama.

Saya pikir itu hal yang mudah bagi HTI ada ratusan calon mungkin. Yang sulit menurut saya adalah bagaimanan menyebarkan pemahaman seperti yg dikatakan musrif anda itu, ketengah-tengah ummat.
Contohnya seperti di forum ini khan. Ada yg berkata ide khilafah itu idenya hti, apa dalilnya, apa contohnya, khalifah ngitung ekonomi begini saja tdk bisa, jgn ngomong khilafah kalau hanya nato doank, dll.

Sekali lagi kalau calon itu menurut saya gampang, banyak kalau memang ummat sudah sadar dan memberikan amanah kpd kita, Insyallah.
kalau menurut pandangan anda sendiri, siapakah yang pantas jadi khalifah?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juli 16, 2009, 01:06:38 pm
@ temen² HTI disini,
misal misal nih ya...

indonesia dah mau menerapkan syariat islam.
siapa yang akan dicalonkan HTI menjadi khalifah?
sebab, saya tanya ke musyrif saya (saya juga ngaji di HTI di surabaya).beliau tidak menjawab.hanya ngelantur memberi tahu syarat² menjadi seorang khalifah.begitu pula waktu saya tanyakan kepada forum yang biasa kami adain

Artinya bisa siapa saja, karena banyak calon dan kriteria yg memenuhi.
Baik dari kalangan HTI maupun dari luar HTI yg sudah punya persepsi dan pemahaman yg sama.

Saya pikir itu hal yang mudah bagi HTI ada ratusan calon mungkin. Yang sulit menurut saya adalah bagaimanan menyebarkan pemahaman seperti yg dikatakan musrif anda itu, ketengah-tengah ummat.
Contohnya seperti di forum ini khan. Ada yg berkata ide khilafah itu idenya hti, apa dalilnya, apa contohnya, khalifah ngitung ekonomi begini saja tdk bisa, jgn ngomong khilafah kalau hanya nato doank, dll.

Sekali lagi kalau calon itu menurut saya gampang, banyak kalau memang ummat sudah sadar dan memberikan amanah kpd kita, Insyallah.

kayaknya g segampang yang antum kira contohnya ketika khilafah didirikan islam satu pemerintahan, artinya baik itu syi'ah maupun sunni bergabung didalamnya nah sekarang mau g syiah kalau diperintah orang sunni dan sebaliknya.... sementara itu juga suku kurdi sendiri di irak dan dibeberapa negara islam lainnya.

atau mungkin khilafah islam tidak hanya satu seperti dulu ada diandalusia, di mesir juga ada, di baghdad juga ada walaupun kecil yang masing2 memiliki protektorat masing2.... kalauini mungkin iya bisa saat ini seperti khilafah asia tenggara, khilafah eropa ataupun khilafah asia timur... berdasarkan letak geografis
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juli 16, 2009, 01:07:47 pm
khilafah didirikan atas dasar pemaksaan atau kehendak?kalau kehendak..kenapa HT nda bikin aja ;;)?
toh HT kan diseluruh dunia jamaah nya ;;) ?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: layla azzahra pada Juli 16, 2009, 01:09:55 pm
Bagi saya sekarang HT adalah oposisi dari pemerintahan non khilafah :D
Dan sebagai oposisi ada baiknya selain mengkritik juga memberikan solusi langsung tepat sasaran pada permasalah yang dikritisi tersebut.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juli 16, 2009, 01:11:03 pm
atau .... ada g anggota HTI yang syiah ??? lanjutan dari yang atas tadi
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juli 16, 2009, 01:11:20 pm
Bagi saya sekarang HT adalah oposisi dari pemerintahan non khilafah :D
Dan sebagai oposisi ada baiknya selain mengkritik juga memberikan solusi langsung tepat sasaran pada permasalah yang dikritisi tersebut.
tapi yg dikritik ngga nyambung,atau merekanya yg nda mau tau,atau udah tau tapi g mau dilaksanakan..maju terus HT!!! B-) (walau begitu2 ajah ;)) )afwan :)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juli 16, 2009, 01:40:43 pm
Bagi saya sekarang HT adalah oposisi dari pemerintahan non khilafah :D
Dan sebagai oposisi ada baiknya selain mengkritik juga memberikan solusi langsung tepat sasaran pada permasalah yang dikritisi tersebut.

solusinya back to islam and khilafah.... udah jelas kan ? :p
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juli 16, 2009, 01:50:09 pm
@ temen² HTI disini,
misal misal nih ya...

indonesia dah mau menerapkan syariat islam.
siapa yang akan dicalonkan HTI menjadi khalifah?
sebab, saya tanya ke musyrif saya (saya juga ngaji di HTI di surabaya).beliau tidak menjawab.hanya ngelantur memberi tahu syarat² menjadi seorang khalifah.begitu pula waktu saya tanyakan kepada forum yang biasa kami adain

Artinya bisa siapa saja, karena banyak calon dan kriteria yg memenuhi.
Baik dari kalangan HTI maupun dari luar HTI yg sudah punya persepsi dan pemahaman yg sama.

Saya pikir itu hal yang mudah bagi HTI ada ratusan calon mungkin. Yang sulit menurut saya adalah bagaimanan menyebarkan pemahaman seperti yg dikatakan musrif anda itu, ketengah-tengah ummat.
Contohnya seperti di forum ini khan. Ada yg berkata ide khilafah itu idenya hti, apa dalilnya, apa contohnya, khalifah ngitung ekonomi begini saja tdk bisa, jgn ngomong khilafah kalau hanya nato doank, dll.

Sekali lagi kalau calon itu menurut saya gampang, banyak kalau memang ummat sudah sadar dan memberikan amanah kpd kita, Insyallah.

atau ini yang terjadi :

Di tahun 750, kekuasaan khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus digantikan dengan kekuasaan Bani Abbasiyah yang berpusat di Baghdad. Abdurrahman Ad-Dakhil, keturunan Bani Umayyah yang selamat, berhasil menurunkan Yusuf Al-Fihri dan memproklamirkan dirinya sebagai Amir kerajaan Andalusia yang berpusat di Cordoba dan melepaskan diri dari Kekhalifahan Abbasiyah pada tahun 756.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: sai pada Juli 16, 2009, 01:51:43 pm
Bagi saya sekarang HT adalah oposisi dari pemerintahan non khilafah :D
Dan sebagai oposisi ada baiknya selain mengkritik juga memberikan solusi langsung tepat sasaran pada permasalah yang dikritisi tersebut.

solusinya back to islam and khilafah.... udah jelas kan ? :p

bias.

jika jelas seharusnya bisa menjawab dengan jelas
http://forum.dudung.net/index.php/topic,13273.0.html
dan
http://forum.dudung.net/index.php/topic,4930.0.html
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juli 16, 2009, 01:58:35 pm
Bagi saya sekarang HT adalah oposisi dari pemerintahan non khilafah :D
Dan sebagai oposisi ada baiknya selain mengkritik juga memberikan solusi langsung tepat sasaran pada permasalah yang dikritisi tersebut.

solusinya back to islam and khilafah.... udah jelas kan ? :p

bias.

jika jelas seharusnya bisa menjawab dengan jelas
http://forum.dudung.net/index.php/topic,13273.0.html
dan
http://forum.dudung.net/index.php/topic,4930.0.html

yang saya maksud itukan jawaban HTI ya seperti itu biasanya..
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: layla azzahra pada Juli 16, 2009, 09:57:09 pm
solusinya back to islam and khilafah.... udah jelas kan ? :p
Awalnya jelas bro tapi kesininya jadi burem  :D
Judul: HTI dialog dg China, kasus Xin Jiang
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 17, 2009, 12:42:51 pm
HTI-Press. Delegasi Hizbut Tahrir Indonesia, Selasa (14/7) diterima oleh staf Kedubes Cina di Jakarta, di sela aksi unjuk rasa solidaritas terhadap Muslim Xinjiang yang dibantai oleh pemerintah Cina. Delegasi HTI yang dipimpin M Rahmat Kurnia ditemui oleh Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Cina, Pan Zheng Mao.

Sesampai di ruangan, delegasi dipersilakan duduk. Lalu, disodori air mineral. Namun, delegasi HTI menolak minuman tersebut. “Sorry, We can not drink water from people who killed our brothers and sisters in Xinjiang,” tegas Rahmat Kurnia.

Mengawali pembicaraan, Pan menjelaskan bahwa sebenarnya korban di Xinjiang bukan hanya Muslim dari suku Uighur melainkan juga dari suku Han. Apa yang dilakukan di sana oleh pemerintah Cina, menurutnya, sudah sesuai hukum karena menindak pelaku kriminal. Dia terus berbicara ingin memberikan penjelasan.

Rahmat segera memotong, “Maaf, kami datang ke sini ingin menyampaikan sikap kami. Izinkan kami menyampaikannya. Pertama, kami mengutuk pemerintahan Cina yang telah melakukan pembantaian terhadap kaum Muslim Xinjiang. Kedua, kami memperingatkan pemerintah Cina untuk segera menghentikan kedzaliman dan pembantaian terhadap kaum Muslim di Xinjiang. Ketiga, kami mendesak Cina untuk memulihkan hak-hak Muslim di sana.”

Mendengar pernyataan seperti itu Pan menyatakan, “Bagaimana kami dapat menghentikan pembantaian, sebab kami tidak melakukannya”. Suasana menjadi tegang.

“Apakah Anda tidak melihat berbagai tayangan di TV yang menunjukkan pembantaian tersebut? Tidakkah anda menyaksikan tayangan ibu-ibu berkerudung diseret? Tidakkah Anda saksikan para tentara bersenjata berbaris menghadang di depan masjid menghalangi kaum Muslim menunaikan shalat?” tukas Ustadz Rahmat dengan nada geram.

Sekretaris Pertama Cina segera mengelak, “Informasi dan media yang Anda lihat keliru menyampaikan informasi. Yang terjadi di sana tidak seperti itu”.

“Bagaimana keliru, berbagai media massa dalam dan luar negeri, baik dari dunia Barat maupun dunia Islam memberitakan hal tersebut. Bahkan, kami punya saluran informasi tersendiri yang sangat dapat kami percayai,” tegas Rahmat.

“Ya, bagaimana kami bisa menjelaskan bila Anda tidak mempercayai kami. Cina selalu menyelesaikan masalah secara damai,” kata Pan.

“Bagaimana mungkin kami percaya pada informasi Anda, kalau fakta yang jelas tampak saja tidak Anda akui. Begitu juga, negara-negara besar selalu bicara damai, tapi faktanya pembunuhan. Amerika berkata menyebarkan kedamaian di Irak, buktinya pembantaian. Israel menyatakan hendak damai, tapi realitasnya pembantaian. Demikian halnya dengan Cina,” tandas Rahmat.

Pan menyampaikan, “Kalau begitu, bila Anda susah menerima penjelasan kami, silakan tanya pemerintah Anda tentang apa yang terjadi di sana. Mereka tidak mungkin berbohong kepada anda!”

Rahmat langsung menimpali, “Anda tahu, Duta Besar Indonesia di Cina, Pak Sudrajat, mengatakan bahwa Indonesia tidak akan campur tangan terhadap masalah Muslim di Xinjiang. Menurutnya, itu adalah persoalan dalam negeri Cina. Tidak mungkin pihak yang tidak peduli terhadap pembantaian kaum Muslim di Xinjiang dapat memberikan peristiwa apa adanya!”

Pan pun terdiam sejenak. “Baiklah, yang jelas Cina tidak melakukan pembantaian di sana,” tambah Pan berupaya meyakinkan.

Rahmat yang juga Ketua Lajnah Fa’aliyah itu bersuara dengan tegas, “Tidak ada pembantaian? Menurut statistik kependudukan di tahun 1936, pemerintahan Kuomintang Republik Cina saat itu memperkirakan jumlah warga muslim sebesar 48 juta jiwa lebih. Sejak diberlakukannya kebijakan Mao, angka tersebut menurun menjadi 10 juta warga saja. Kemana hilangnya 38 juta nyawa? Bila tidak terjadi genosida secara sistematik, mana mungkin hal ini dapat terjadi?”

Pan berupaya menjelaskan lagi, “Tidak mungkin hal itu terjadi. Kami punya kebijakan kependudukan tersendiri. Setiap etnis kami biarkan beranak-pinak.”

Muhammad Rahmat pun menjawab, “Sudahlah, yang kami inginkan adalah pemerintah Cina menghentikan pembunuhan terhadap kaum Muslim. Hizbut Tahrir Indonesia meminta Anda untuk menyampaikan surat pernyataan kami ke pemerintahan Cina di sana.”

Masing-masing mencoba menahan diri. “OK, kami akan menyampaikannya. Namun, setelah ini tolong teman-teman Anda di luar jangan terus berteriak-teriak. Kami terganggu kerja,” ujar sang sekretaris pertama.

Sambil menatap tajam, Rahmat berkata kepada Pan Zheng Mao, “Hizbut Tahrir melakukan aksi tanpa kekerasan. Anda tak pantas mengatakan terganggu hanya karena pengeras suara. Kami bukan sekadar terganggu oleh Cina, bahkan kami sangat terluka melihat dan menyaksikan saudara kami di Xinjiang dibunuhi dan dihalang-halangi haknya. Kami akan melihat perkembangan satu dua hari kedepan. Ingatlah, kaum Muslim adalah bersaudara, tanpa dibatasi oleh batasan teritorial.” Tanpa berkomentar lagi, akhirnya Pan menutup pembicaraan. Delegasi HTI pun meninggalkan ruangan.[mj]

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 17, 2009, 12:51:06 pm
@ temen² HTI disini,
misal misal nih ya...

indonesia dah mau menerapkan syariat islam.
siapa yang akan dicalonkan HTI menjadi khalifah?
sebab, saya tanya ke musyrif saya (saya juga ngaji di HTI di surabaya).beliau tidak menjawab.hanya ngelantur memberi tahu syarat² menjadi seorang khalifah.begitu pula waktu saya tanyakan kepada forum yang biasa kami adain

Artinya bisa siapa saja, karena banyak calon dan kriteria yg memenuhi.
Baik dari kalangan HTI maupun dari luar HTI yg sudah punya persepsi dan pemahaman yg sama.

Saya pikir itu hal yang mudah bagi HTI ada ratusan calon mungkin. Yang sulit menurut saya adalah bagaimanan menyebarkan pemahaman seperti yg dikatakan musrif anda itu, ketengah-tengah ummat.
Contohnya seperti di forum ini khan. Ada yg berkata ide khilafah itu idenya hti, apa dalilnya, apa contohnya, khalifah ngitung ekonomi begini saja tdk bisa, jgn ngomong khilafah kalau hanya nato doank, dll.

Sekali lagi kalau calon itu menurut saya gampang, banyak kalau memang ummat sudah sadar dan memberikan amanah kpd kita, Insyallah.
kalau menurut pandangan anda sendiri, siapakah yang pantas jadi khalifah?

Syech Rustho bin Abu Rusto, Syech Al-Wah-wah ( Imam Al-aqsa ), atau Hafidz Abdurrahman.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: zuhair pada Juli 20, 2009, 08:53:42 am
Judulnya diganti dong, jadi "Hizb ut-Tahrir" aja..

Saya lihat ini membicarakan Hizbut Tahrir secara keseluruhan, bukan hanya yang di Indonesia saja..
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: d4vid_r5 pada Juli 21, 2009, 06:28:57 pm
oh iya, menurut ini (http://forum.dudung.net/index.php/topic,16027.msg229361.html#msg229361), lagi ada mun kan?musyrifku juga dateng soalnya.
itu dari beberapa negara juga yak?

ko ga ikut yang pertemuan di Amsterdam? :-/
kata temenku, di Amsterdam juga lagi ada pertemuan dari semua jenis 'golongan' di dunia.kecuali HT :-? :-??
itu temenku mewakili IM Mesir
tapi menurut dia, yang dari indonesia juga banyak.ada yang mewakili NU, Muhammadiyah, dll.tapi ga ada yang dari HT.dari negara lain juga gitu.ga ada yang dari HT.
kenapa ya? :-?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juli 22, 2009, 11:46:55 am
@ temen² HTI disini,
misal misal nih ya...

indonesia dah mau menerapkan syariat islam.
siapa yang akan dicalonkan HTI menjadi khalifah?
sebab, saya tanya ke musyrif saya (saya juga ngaji di HTI di surabaya).beliau tidak menjawab.hanya ngelantur memberi tahu syarat² menjadi seorang khalifah.begitu pula waktu saya tanyakan kepada forum yang biasa kami adain

Artinya bisa siapa saja, karena banyak calon dan kriteria yg memenuhi.
Baik dari kalangan HTI maupun dari luar HTI yg sudah punya persepsi dan pemahaman yg sama.

Saya pikir itu hal yang mudah bagi HTI ada ratusan calon mungkin. Yang sulit menurut saya adalah bagaimanan menyebarkan pemahaman seperti yg dikatakan musrif anda itu, ketengah-tengah ummat.
Contohnya seperti di forum ini khan. Ada yg berkata ide khilafah itu idenya hti, apa dalilnya, apa contohnya, khalifah ngitung ekonomi begini saja tdk bisa, jgn ngomong khilafah kalau hanya nato doank, dll.

Sekali lagi kalau calon itu menurut saya gampang, banyak kalau memang ummat sudah sadar dan memberikan amanah kpd kita, Insyallah.
kalau menurut pandangan anda sendiri, siapakah yang pantas jadi khalifah?

Syech Rustho bin Abu Rusto, Syech Al-Wah-wah ( Imam Al-aqsa ), atau Hafidz Abdurrahman.

DARI HTI semua nih ???

siap g kalau khalifahnya orang salafi atau ikhwanul muslimin ??
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juli 22, 2009, 11:48:59 am
@ temen² HTI disini,
misal misal nih ya...

indonesia dah mau menerapkan syariat islam.
siapa yang akan dicalonkan HTI menjadi khalifah?
sebab, saya tanya ke musyrif saya (saya juga ngaji di HTI di surabaya).beliau tidak menjawab.hanya ngelantur memberi tahu syarat² menjadi seorang khalifah.begitu pula waktu saya tanyakan kepada forum yang biasa kami adain

Artinya bisa siapa saja, karena banyak calon dan kriteria yg memenuhi.
Baik dari kalangan HTI maupun dari luar HTI yg sudah punya persepsi dan pemahaman yg sama.

Saya pikir itu hal yang mudah bagi HTI ada ratusan calon mungkin. Yang sulit menurut saya adalah bagaimanan menyebarkan pemahaman seperti yg dikatakan musrif anda itu, ketengah-tengah ummat.
Contohnya seperti di forum ini khan. Ada yg berkata ide khilafah itu idenya hti, apa dalilnya, apa contohnya, khalifah ngitung ekonomi begini saja tdk bisa, jgn ngomong khilafah kalau hanya nato doank, dll.

Sekali lagi kalau calon itu menurut saya gampang, banyak kalau memang ummat sudah sadar dan memberikan amanah kpd kita, Insyallah.
kalau menurut pandangan anda sendiri, siapakah yang pantas jadi khalifah?

Syech Rustho bin Abu Rusto, Syech Al-Wah-wah ( Imam Al-aqsa ), atau Hafidz Abdurrahman.

dari HT semua ya ?? bagaimana khilafahnya orang salafi, IM, atau NU apakah HT bersedia ??

apakah anda mendasarkan pandangan bahwa yang harus menhjadi khilafah hanya berdasarkan kesalehan belaka ??
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 22, 2009, 12:27:17 pm
Sebentar ya,... lyceum salf.

Ini ada tambahan khususnya untuk mas Davidr5, wajah2 calon khalifah.

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/07/22/foto-muktamar-ulama-nasional-21-juli-2009/
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 22, 2009, 12:37:54 pm
@ temen² HTI disini,
misal misal nih ya...

indonesia dah mau menerapkan syariat islam.
siapa yang akan dicalonkan HTI menjadi khalifah?
sebab, saya tanya ke musyrif saya (saya juga ngaji di HTI di surabaya).beliau tidak menjawab.hanya ngelantur memberi tahu syarat² menjadi seorang khalifah.begitu pula waktu saya tanyakan kepada forum yang biasa kami adain

Artinya bisa siapa saja, karena banyak calon dan kriteria yg memenuhi.
Baik dari kalangan HTI maupun dari luar HTI yg sudah punya persepsi dan pemahaman yg sama.

Saya pikir itu hal yang mudah bagi HTI ada ratusan calon mungkin. Yang sulit menurut saya adalah bagaimanan menyebarkan pemahaman seperti yg dikatakan musrif anda itu, ketengah-tengah ummat.
Contohnya seperti di forum ini khan. Ada yg berkata ide khilafah itu idenya hti, apa dalilnya, apa contohnya, khalifah ngitung ekonomi begini saja tdk bisa, jgn ngomong khilafah kalau hanya nato doank, dll.

Sekali lagi kalau calon itu menurut saya gampang, banyak kalau memang ummat sudah sadar dan memberikan amanah kpd kita, Insyallah.
kalau menurut pandangan anda sendiri, siapakah yang pantas jadi khalifah?

Syech Rustho bin Abu Rusto, Syech Al-Wah-wah ( Imam Al-aqsa ), atau Hafidz Abdurrahman.

dari HT semua ya ?? bagaimana khilafahnya orang salafi, IM, atau NU apakah HT bersedia ??

apakah anda mendasarkan pandangan bahwa yang harus menhjadi khilafah hanya berdasarkan kesalehan belaka ??

Iya, yg saya sebutkan itu adalah orang2 ht. bukan kenapa2 karena yg paling konsern dg syariah dan khilafah emang ht dan saya lebih familier dg metode2nya, kemana arah ekonomi, politik, dll.

Sekali lagi, Bahwa jabatan Khalifah adalah hak seluruh kaum muslimin.

Salah satu modal seorang khalifah adalah orang yg sholeh.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: zuhair pada Juli 22, 2009, 09:46:44 pm
Sebentar ya,... lyceum salf.
Ini ada tambahan khususnya untuk mas Davidr5, wajah2 calon khalifah.
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/07/22/foto-muktamar-ulama-nasional-21-juli-2009/

ماشاء الله ...  :great:
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 23, 2009, 12:17:19 pm
Sebentar ya,... lyceum salf.
Ini ada tambahan khususnya untuk mas Davidr5, wajah2 calon khalifah.
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/07/22/foto-muktamar-ulama-nasional-21-juli-2009/

ماشاء الله ...  :great:

Sungguh air mata menetes, mendengar pidato politik Amir Hizb.
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/07/21/pidato-pembukaan-muktamar-ulama-nasional/

Sungguh air mata menetes, bisa mencium dan memeluk para alim-ulama dari palestina, sudan, inggris, india, libanon, syam. Saya bangga menjadi teman seperjuangan mereka. Menguatkan hati saya dlm menghadapi hinaan krn terbatasnya ilmu saya. Hinaan atas Rosul Saw., atas Islam...

Sungguh air mata menetes, saat doa perpisahan. Teringat doa yg senantiasa ku panjatkan, agar Allah sudi menangguhkan ajalku hingga aku melihat Khalifah berdiri.

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 27, 2009, 11:57:11 am
Sebentar ya,... lyceum salf.
Ini ada tambahan khususnya untuk mas Davidr5, wajah2 calon khalifah.
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/07/22/foto-muktamar-ulama-nasional-21-juli-2009/

ماشاء الله ...  :great:

Download Pidato MU. http://hizbut-tahrir.or.id/2009/07/26/video-pidato-ulama-indonesia/
Judul: HTB
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 28, 2009, 12:27:58 pm
HT Bangladesh: Pemerintah Bertindak Demi Penjajah Untuk Menghalangi Berdirinya Daulah Khilafah
No : 03/10072009

Tangga : 16 Rajab 1430 H/10 Juli 2009 M


Siaran Pers,
Berkaitan dengan kegiatan mengenang keruntuhan Daulah Khilafah, Hizbut Tahrir mengadakan aksi longmarch di luar Masjid Nasional di Dhaka, setelah shalat Jumat untuk menuntut tegaknya Daulah Khilafah. Ketika para anggota Hizbut Tahrir dan para simpatisan berkumpul untuk memulai aksi longmarch, polisi menghalangi mereka melakukan aksi. Polisi membubarkan para peserta dengan menciptakan kebohongan dan pertentangan palsu untuk menakut-nakuti peserta.

Di dalam siaran pers bantahan atas tindakan polisi, Mohiuddin Ahmed juru bicara resmi Hizbut Tahrir di Bangladesh mengatakan bahwa tindakan polisi melarang aktivitas Hizbut Tahrir memberikan bukti bahwa pemerintah bertindak demi kepentingan penjajah untuk menghalangi tegaknya Daulah Khilafah. Dan bahwa pemerintah yang disebut sebagai “representasi demokrasi“ menetapkan bukti sikapnya yang memusuhi Islam dengan melarang kaum Muslim mendakwahkan Islam. Akan tetapi pemerintah akan gagal dalam upayanya menghalangi dakwah bagi tegaknya Khilafah di negeri berpenduduk 150 juta muslim ini. Masyarakat akan mencampakkannya seperti mereka mencampakkan Karzai, Musharraf, dan Maliki.

Mohiuddin Ahmed mengatakan, sesungguhnya Khilafah akan melindungi kehidupan masyarakat sebagaimana Khilafah akan melindungi harta dan kehormatan mereka. Khilafah akan membebaskan mereka dari kehidupan yang buruk dan sengsara seperti yang mereka jalani saat ini. Sistem kapitalisme sekarang ini hanya melindungi kepentingan penjajah dan kelas penguasa saja. Beberapa hari sebelumnya, kita saksikan bagaimana pemerintah memutuskan undang-undang perlindungan keluarga dan kerabat Sheikh Hasina. Dan beberapa hari sebelum itu kita saksikan bagaimana polisi berindak brutal membubarkan perserta aksi yang memprotes bendungan Tipaimukh di India yang akan membahayakan hidup jutaan orang penduduk Bangladesh. Kita juga telah menyaksikan beberapa bulan lalu bagaimana polisi bertindak brutal terhadap para peserta aksi memprotes pembantaian di Pilkhana dengan keterlibatan pemerintah yang telah menewaskan seratus personel penjaga perbatasan.

Daulah Khilafah telah runtuh pada tanggal 28 Rajab 1342 H atau 24 Maret 1924 M. Hal itu terjadi melalui konspirasi penjajah, utamanya Inggris yang memanfaatkan antek-anteknya dan yang paling utama adalah Mushtafa Kemal, semoga Allah melaknatnya. Sejak Khilafah runtuh, umat Islam menghadapi sejumlah penderitaan secara politik, ekonomi, militer, sosial dan kultural.

Rasulullah saw telah menggambarkan umat sebagai satu tubuh. Akan tetapi setelah keruntuhan Khilafah, umat terpecah belah menjadi 57 bagian, di mana setiap bagian dikendalikan oleh kaum kafir penjajah.

Sejak saat itu, kaum Muslim menderita kemiskinan meski kekayaan mereka sangat melimpah. Sementara penguasa justru melayani Inggris, Amerika dan India. Pemerintah membuang-buang kekayaan umat dan memberikannya kepada perusahaan-perusahaan kapitalis asing tanpa imbalan.

Sesungguhnya menegakkan Khilafah adalah wajib atas setiap muslim. Allah SWT berfirman:

…ِ فَاحْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءهُمْ عَمَّا جَاءكَ مِنَ الْحَقِّ …

Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. (QS al-Maidah [5]: 48)


Sesungguhnya Khilafah adalah negara yang memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan oleh Allah. Khilafah adalah kepemimpinan umum untuk seluruh kaum Muslim di dunia. Dan Khalifah adalah penguasa yang memutuskan perkara menurut kitabullah dan sunnah Rasulullah.

Khilafah lah yang akan menyatukan kaum Muslim. Khilafah lah yang akan memelihara urusan kekayaan kaum Muslim dan mencabutnya dari tangan para penjajah. Khilafah lah yang akan menolak segala bentuk serangan penjajah baik politik, ekonomi, militer, sosial maupun kultural. Khilafah pulalah yang akan mengembalikan umat menjadi pemimpin di dunia dan mercusuar dalam masalah akidah, sains dan teknologi modern, ekonomi dan militer.

Sesungguhnya kembalinya Khilafah sudah dekat. Itu merupakan perkara yang pasti atas seizin Allah. Pergerakan umat membebaskan diri dari belenggu sekulerisme dan demokrasi makin membesar. Perjuangan ke arah penerapan Islam di dalam satu negara telah makin hebat. Pada saat yang sama negara-negara kapitalis telah terpuruk sementara antek-antek negara-negara itu di dunia Islam telah dikucilkan dari tubuh umat. Maha benar Allah yang berfirman:

… أَلا إِنَّ نَصْرَ اللّهِ قَرِيبٌ

Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (QS al-Baqarah [2]: 214)


Dan terakhir Mohiudin Ahmed menyerukan untuk bersegera dalam berjuang menegakkan Daulah Khilafah. Ia juga menyeru mereka untuk menghadiri konferensi Hizbut Tahrir yang akan diselenggarakan mengenang keruntuhan Khilafah dengan tema “Menuju Khilafah Wahai Bangadesh“ pada tanggal 21 Juli 2009 di gedung Engineer Institution di Dhaka.



Mohiuddin Ahmed

Juru Bicara Resmi Hizbut Tahrir di Bangladesh

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 28, 2009, 12:37:15 pm
Sebentar ya,... lyceum salf.
Ini ada tambahan khususnya untuk mas Davidr5, wajah2 calon khalifah.
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/07/22/foto-muktamar-ulama-nasional-21-juli-2009/

ماشاء الله ...  :great:

Pernyataan Hizbut Tahrir Tentang Penangkapan Aktivis Hizbut Tahrir Turki
بسم الله الرحمن الرحيم

Rezim Turki Seperti Orang Yang Menanduk Batu Karang Satu Hari Untuk Menghinakannya!

Dua hari menjelang pelaksanaan Konferensi Hizbut Tahrir Wilayah Turki di Istanbul, dan setelah Hizb mendistribusikan pers release mengenang bencana penghancuran khilafah oleh Inggris dan antek-anteknya dari kalangan orang arab dan Turki, dan dua hari setelah diselenggarakannya Muktamar Ulama oleh Hizbut Tahrir di Indonesia, satuan keamanan Turki mulai pagi hari Jumat tanggal 24 Juli 2009 dengan tiba-tiba mendatangi rumah-rumah syabab Hizb di 23 kota di Turki pada waktu bersamaan. Satuan keamanan menangkap banyak sekali syabab Hizb. Sampai sekarang satuan keamanan masih terus mencari syabab yang mukmin lagi bertakwa dengan izin Allah, tentara Khilafah yang akan datang insyaallah. Khilafah atas kehendak Allah pasti akan datang bagaimanapun kesombongan thaghut zalim di antara rezim sekuler Turki begundal Inggris dan mereka yang mengenakan pakaian kaum muslim padahal menjadi musuh Islam, antek-antek Amerika…

Para begundal Inggris dan antek-antek Amerika itu telah bergabung meski kepentingan tuan-tuan mereka berbeda. Mereka telah berkumpul atas dasar kedengkian terhadap Islam dan kaum Muslim. Mereka berkumpul untuk melakukan konspirasi terhadap khilafah dan orang-orang yang memperjuangkannya. Padahal sebelumnya mereka tidak pernah bersepakat hingga tentang tempat di mana mereka melakukan pertemuan! Hari ini, mereka berkumpul untuk menangkapi syabab Hizb, menangkapi tentara Khilafah. Semua itu disebabkan kedengkian mereka karena Khilafah hampir-hampir menyambar posisi mereka, setelah menghancurkan tempat tidur mereka!

Kedengkian dan kemarahan telah menyelimuti mereka untuk melakukan serangan brutal dan zalim terhadap syabab Hizb. Akan tetapi kami katakan apa yang difirmankan oleh Allah SWT kepada kroni-kroni mereka dahulu:
<!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
<!--[endif]-->

)قُلْ مُوتُواْ بِغَيْظِكُمْ(

Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. (QS Ali ‘Imran [3]: 119)


Hendaklah mereka tahu bahwa apa yang mereka rencanankan dan laksanakan menentang Hizb akan menjadi bencana bagi mereka.

) إِنَّ هَـؤُلاء مُتَبَّرٌ مَّا هُمْ فِيهِ وَبَاطِلٌ مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ(

Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan. (QS al-A’râf [7]: 139)


Dan sesungguhnya Allah SWT akan membalas kemarahan mereka dan mereka tidak akan mendapat kebaikan.

Jika orang-orang sekuler Turki dan mereka yang mengenakan pakaian muslim padahal memusuhi Islam, beranggapan bahwa mereka akan berhasil menghalangi tegaknya Khilafah, maka sesungguhnya mereka lebih dekat kepada kebodohan, jika tidak malah sudah terjerumus di dalamnya:

)وَذَلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِي ظَنَنتُم بِرَبِّكُمْ أَرْدَاكُمْ فَأَصْبَحْتُم مِّنْ الْخَاسِرِينَ(

Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (QS Fushshilat [41]: 23)


Jika begundal Inggris dan antek-ante Amerika itu menduga bahwa mereka akan bisa meremukkan tulang syabab Hizb untuk membuat syabab Hizb diam atau lemah, maka mereka itu lebih dekat kepada mimpi atau bahkan mereka tengah bermimpi. Sesunngguhnya tentara Khilafah justru akan bertambah kuat ketika berada di dalam ujian dan cobaan

)الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُواْ لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَاناً وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ` فَانقَلَبُواْ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُواْ رِضْوَانَ اللّهِ وَاللّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيم (

(Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” Maka mereka kembali dengan ni`mat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar (QS Ali ‘Imran [3]: 173-174)


Jika begundal Inggris dan antek-antek Amerika itu mengira bahwa mereka akan berhasil mewujudkan mimpi mereka menghentikan aktivitas Hizb satu bulan, satu hari, atau bahkan beberapa saat saja, maka mereka telah terjerumus ke dalam mimpi buruk mereka.

)أَمْ تَأْمُرُهُمْ أَحْلَامُهُم بِهَذَا أَمْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ(

Apakah mereka diperintah oleh fikiran-fikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas? (QS ath-Thûr [52]: 32)


Itu seperti mimpi para pendusta dan orang-orang sombong bahwa mereka akan masuk surga. Keadaan mereka seperti keadaan orang yang ingin memasukkan onta ke dalam lubang jarum.

)إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُواْ عَنْهَا لاَ تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاء وَلاَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ(

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lobang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS al-A’râf [7]: 40)


Adapun di antara pengikut Inggris dan antek-antek Amerika itu yang di dalam hatinya masih tersisa Islam dan kalimat Allah SWT masih berpengaruh dalam dirinya, maka hendaknya mereka membaca firman Allah yang Mahakuat dan Mahaperkasa

) وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ` الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ ` إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ (

Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu’min itu melainkan karena orang-orang mu’min itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. (QS al-Burûj [85]: 8-9)

) وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا(

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (QS al-Ahzâb [33]: 58)


Dan hendaklah mereka merenungkan sabda Rasul saw:

«مَنْ أَهَانَ لِيْ وَلِياً فَقَدْ بَارَزَنِيْ فِيْ الْعَدَاوَةِ»

Siapa saja yang merendahkan waliku maka la telah mengumumkan permusuhan kepadaku (HR Thabrani di Mu’jam al-Kabîr dari jalur Abu Umamah)


Dan sabda Rasul saw:

«وَمَنَ عَادَى أَوْلِيَاءَ اللهِ فَقَدْ بَارَزَ اللهَ بِالْمُحَارَبَةِ»

Siapa saja yang menyerang wali-wali Allah maka sungguh ia telah mengumumkan perang kepada Allah (HR al-Hakim dan ia berkata: sahih dari jalur Mu’adz bin Jabal)


Sesuatu yang pasti bahwa siapa saja yang menampakkan peperangan dan permusuhan kepada Allah, maka ia pasti hancur dan merugi, dia termasuk orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya dan ia termasuk orang-orang yang sangat hina

)إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَئِكَ فِي الأَذَلِّينَ(

Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. (QS al-Mujâdillâh [58]: 20)


Sedangkan kami di Hizbut Tahrir, kami memperingatkan orang-orang sekuler Turki, pengekor Inggris, dan orang yang yang mengenakan pakaian muslim padahal mereka adalah musuh Islam, antek-antek Amerika, bahwa Khilafah pasti akan segera kembali dengan izin Allah ke tempat Khilafah dahulu berakhir. Khilafah pasti kembali ke Islambul, pasti kembali ke benteng Islam; dan hidung orang-orang kafir dan orang-orang zalim akan tersungkur ke tanah!

)وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ(

Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. (QS asy-Syu’arâ’ [26]: 227)



03 Sya’ban 1430 H/25 Juli 2009 M



Hizbut Tahrir

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Juli 28, 2009, 02:39:41 pm
@ temen² HTI disini,
misal misal nih ya...

indonesia dah mau menerapkan syariat islam.
siapa yang akan dicalonkan HTI menjadi khalifah?
sebab, saya tanya ke musyrif saya (saya juga ngaji di HTI di surabaya).beliau tidak menjawab.hanya ngelantur memberi tahu syarat² menjadi seorang khalifah.begitu pula waktu saya tanyakan kepada forum yang biasa kami adain

Artinya bisa siapa saja, karena banyak calon dan kriteria yg memenuhi.
Baik dari kalangan HTI maupun dari luar HTI yg sudah punya persepsi dan pemahaman yg sama.

Saya pikir itu hal yang mudah bagi HTI ada ratusan calon mungkin. Yang sulit menurut saya adalah bagaimanan menyebarkan pemahaman seperti yg dikatakan musrif anda itu, ketengah-tengah ummat.
Contohnya seperti di forum ini khan. Ada yg berkata ide khilafah itu idenya hti, apa dalilnya, apa contohnya, khalifah ngitung ekonomi begini saja tdk bisa, jgn ngomong khilafah kalau hanya nato doank, dll.

Sekali lagi kalau calon itu menurut saya gampang, banyak kalau memang ummat sudah sadar dan memberikan amanah kpd kita, Insyallah.
kalau menurut pandangan anda sendiri, siapakah yang pantas jadi khalifah?

Syech Rustho bin Abu Rusto, Syech Al-Wah-wah ( Imam Al-aqsa ), atau Hafidz Abdurrahman.

dari HT semua ya ?? bagaimana khilafahnya orang salafi, IM, atau NU apakah HT bersedia ??

apakah anda mendasarkan pandangan bahwa yang harus menhjadi khilafah hanya berdasarkan kesalehan belaka ??

Iya, yg saya sebutkan itu adalah orang2 ht. bukan kenapa2 karena yg paling konsern dg syariah dan khilafah emang ht dan saya lebih familier dg metode2nya, kemana arah ekonomi, politik, dll.

Sekali lagi, Bahwa jabatan Khalifah adalah hak seluruh kaum muslimin.

Salah satu modal seorang khalifah adalah orang yg sholeh.

fanatisme golongan. orang dari golongan lain pasti berbeda dengan pandangan mas Fauzi  :-j :-j

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 29, 2009, 12:07:19 pm
@ temen² HTI disini,
misal misal nih ya...

indonesia dah mau menerapkan syariat islam.
siapa yang akan dicalonkan HTI menjadi khalifah?
sebab, saya tanya ke musyrif saya (saya juga ngaji di HTI di surabaya).beliau tidak menjawab.hanya ngelantur memberi tahu syarat² menjadi seorang khalifah.begitu pula waktu saya tanyakan kepada forum yang biasa kami adain

Artinya bisa siapa saja, karena banyak calon dan kriteria yg memenuhi.
Baik dari kalangan HTI maupun dari luar HTI yg sudah punya persepsi dan pemahaman yg sama.

Saya pikir itu hal yang mudah bagi HTI ada ratusan calon mungkin. Yang sulit menurut saya adalah bagaimanan menyebarkan pemahaman seperti yg dikatakan musrif anda itu, ketengah-tengah ummat.
Contohnya seperti di forum ini khan. Ada yg berkata ide khilafah itu idenya hti, apa dalilnya, apa contohnya, khalifah ngitung ekonomi begini saja tdk bisa, jgn ngomong khilafah kalau hanya nato doank, dll.

Sekali lagi kalau calon itu menurut saya gampang, banyak kalau memang ummat sudah sadar dan memberikan amanah kpd kita, Insyallah.
kalau menurut pandangan anda sendiri, siapakah yang pantas jadi khalifah?

Syech Rustho bin Abu Rusto, Syech Al-Wah-wah ( Imam Al-aqsa ), atau Hafidz Abdurrahman.

dari HT semua ya ?? bagaimana khilafahnya orang salafi, IM, atau NU apakah HT bersedia ??

apakah anda mendasarkan pandangan bahwa yang harus menhjadi khilafah hanya berdasarkan kesalehan belaka ??

Iya, yg saya sebutkan itu adalah orang2 ht. bukan kenapa2 karena yg paling konsern dg syariah dan khilafah emang ht dan saya lebih familier dg metode2nya, kemana arah ekonomi, politik, dll.

Sekali lagi, Bahwa jabatan Khalifah adalah hak seluruh kaum muslimin.

Salah satu modal seorang khalifah adalah orang yg sholeh.

fanatisme golongan. orang dari golongan lain pasti berbeda dengan pandangan mas Fauzi  :-j :-j



Bukan bermaksud assobiyah. Memang sih golongan lain bisa beda,...
bukankah itu salah satu pentingnya forum ini, untuk saling klarifikasi dan persamaan persepsi.
mungkin kadang kesannya mau menang sendiri, maafkan saya.

Untuk itu kita perlu kembali ke Quran & Sunnah.
Judul: SOAL JAWAB PEMBEKUAN JANIN
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 29, 2009, 12:18:34 pm
Soal:

Sekarang terdapat berbagai kajian ilmiah secara terang-terangan, yang sebelumnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi, yaitu “Pembekuan embrio dan penentuan jenis kelamin anak”. Hal itu di Barat telah menjadi komoditas yang diperdagangkan. Kemudian menyebar ke negeri-negeri kaum Muslim. Masalahnya tidak lagi sebatas kajian ilmiah, tetapi sudah menjadi permintaan sebagian kaum Muslim untuk mempraktekkannya. Lalu apa hukum syara’ dalam dua masalah tersebut? Semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik kepada Anda.

Jawab:

Sebelum menjawab masalah tersebut, ingin kami katakan bahwa sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan manusia dan mengajarkan kepadanya apa yang tidak diketahuinya. Allah SWT menciptakan di alam semesta, dalam diri manusia dan di dalam kehidupan, karakteristik, nilai-nilai dan susunan tertentu yang terbuka ruang bagi manusia untuk mengambil manfaat dari ilmu-ilmu kehidupan dan memanfaatkan ilmu-ilmu itu dalam hal yang bermanfaat bagi manusia. Allah SWT memuji ilmu yang bermanfaat dan ulama yang memberikan manfaat, karena mereka lebih mampu beriman kepada Allah dan berargumentasi dengan apa yang mereka lihat di antara rahasia-rahasia kehidupan, manusia, dan kehidupan atas ke-Mahaagungan, ke-Maha Bijaksanaan dan ke-Maha Kuasaan Allah. Allah berfirman:

] إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ[

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. (QS Fâthir [35]: 38)

dst...http://hizbut-tahrir.or.id/2009/07/03/soal-jawab-tentang-pembekuan-janin/
Judul: OBAMA MENYERANG NEGERI2 MUSLIM
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 29, 2009, 12:25:26 pm
Obama Menyerang Negeri-Negeri Kaum Muslim, Mulai Dari Rezim Turki Hingga Rezim Mesir Melewati Rezim Pemerintahan Saudi

Belum sampai dua bulan Obama berkunjung ke Istanbul dan memberikan pidato di sana, sekarang ia mengarahkan tagetnya ke wilayah Kinanah (Mesir) melewati jazirah Arab, kemudian ia disambut oleh rezim Mesir pada hari Kamis pagi (4/6/2009) dengan sambutan bak pahlawan yang baru pulang dari medan tempur dengan membawa kemenangan!


Sejak pukul sembilan pagi, di mana pesawat yang ditumpanginya akan mendarat, bahkan sebelum itu, sudah tampak penjagaan sangat ketat. Pasukan keamanan tersebar di mana-mana. Berbagai bungan dan hiasan ucapan selamat berjajaran menyambut presiden Amerika, pemimpin kekufuran, yang hingga kini masih saja menumpahkan darah umat Islam di Afghanistan, Pakistan, dan Irak ….


Sungguh, rezim Mesir telah menyiapkan di setiap sudut berbagai jenis parade, kavaleri, mobil-mobil mewah, dan musik… Kemudian, pemimpin rezim Mesir menyambutnya dari pintu Istana Kubah dengan sambutan yang penuh kehangatan dan penghormatan. Lalu, dari sana Obama pergi menuju Universitas Kairo untuk menempati mimbar kehormatan yang telah disiapkannya, dan menyampaikan pidato kepada kaum Muslim!


Substansi pidato yang disampikan Obama tidak berbeda dengan kebijakan umum mantan presiden Amerika dan mantan-mantan presiden sebelumnya, baik dalam hal perang yang dilancarkan Amerika atas negeri-negeri kaum Muslim, isu palestina, hubungan erat dengan entitas Yahudi, isu senjata nuklir, dan isu-isu lainnya. Isi pidato Obama tidak keluar dari upaya merealisasikan kepentingan Amerika, mulai dari awal hingga akhir, semuanya mencoba untuk menarik opini publik kaum Muslim agar “memahami” bahwa perang yang dilancarkan Amerika di negeri-negeri kaum Muslim adalah benar.


Namun demikian, pidato yang disampaikan Obama dalam hal bentuk, memiliki keistimewaan melebihi para pemimpin sebelumnya dengan penipuan yang begitu sempurna. Sehingga yang ditemukan dari mendengarkan perkataannya tidak lebih dari upaya membangun hubungan umum karena keterampilannya dalam seni penipuan dan penyesatan. Allah SWT berfirman:


)وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ(


“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (TQS. Al-Munafiqun [63] : 4).


Inilah hal-hal yang isinya tidak lebih dari upaya membangun hubungan umum. Sedangkan dalam hal-hal yang sensitif, dan isu-isu yang terindera kadar

...DST...http://hizbut-tahrir.or.id/2009/06/07/obama-menyerang-negeri-negeri-kaum-muslim-mulai-dari-rezim-turki-hingga-rezim-mesir-melewati-rezim-pemerintahan-saudi/
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: layla azzahra pada Juli 29, 2009, 12:30:43 pm
Bisa minta tolong dikutipkan isi pidati obama di universitas kairo tanpa editan pak?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 29, 2009, 12:34:49 pm
Bisa minta tolong dikutipkan isi pidato obama di universitas kairo tanpa editan pak?


Ditunggu ya mbak, saya pernah copas. Tapi lupa simpannya. saya cari dulu.

terimakasih.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 29, 2009, 12:42:51 pm
Bisa minta tolong dikutipkan isi pidato obama di universitas kairo tanpa editan pak?


Ditunggu ya mbak, saya pernah copas. Tapi lupa simpannya. saya cari dulu.

terimakasih.

ini tanggapan dari HT Britain atas pidato obama dulu ya mbak, saya juga baru baca.

Pidato Obama Tidak Menutupi Kekejaman Amerika Terhadap Dunia Islam

Ketika Sang Penjajah Napoleon Bonaparte menduduki Mesir sebagai bagian dari upaya penjajahan untuk menguasai dunia mengatakan kepada rakyat : “ Kalian akan diberitahu bahwa saya datang untuk menghancurkan agama kamu; jangan percaya itu…Saya lebih menghargai Tuhan, Nabi dan Al Qur’an bahkan dibanding para raja..” dan banyak kata-kata manis lainnya.

Pidato Obama di Mesir dianggap merupakan sebuah tujuan baru dari kebijakan AS terhadap dunia Islam. Meskipun tambak lebih bersikap positif terhadap dunia Islam, akan tetapi kebijakan Amerika dibawah Obama sama kejamnya dengan pemerintah Bush. Tidak seperti Bush yang mengumbar kata-kata kebencian, Obama menggunakan istilah ‘soft power’ dan penampilan personal yang menarik untuk menutupi tujuannya. Daripada beretorika,mari kita lihat fakta-fakta berikut ini :

...dst...
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/06/07/pidato-obama-tidak-menutupi-kekejaman-amerika-terhadap-dunia-islam/
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: layla azzahra pada Juli 29, 2009, 04:35:26 pm
Afwan ya pak fauzi...
Saat ini saya belum butuh tau tanggapan HTI, karena jujur dan seperti yang anda ketahui, saya masih skeptis pada pandangan umum HTI.
Ok, terimakasih sudah memberitau tanggapan HT britania pada pidato obama.
Dan tolong pidato asli obamanya, biar ga timpang memberikan pendapat atau penilaiaan nantinya.
Jazakalallah.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: zuhair pada Juli 29, 2009, 05:00:54 pm
...
fanatisme golongan. orang dari golongan lain pasti berbeda dengan pandangan mas Fauzi  :-j :-j


Saya kira bukan fanatisme golongan. Itu hanyalah pendapat beliau terkait dengan siapa yang beliau anggap pantas menjadi Khalifah, tentunya dengan parameter-parameter yang beliau yakini.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: zuhair pada Juli 29, 2009, 05:14:06 pm
Bisa minta tolong dikutipkan isi pidati obama di universitas kairo tanpa editan pak?

Googling ajah..  ;)

Video-nya:
http://www.whitehouse.gov/blog/NewBeginning/

Transkrip pidatonya:
http://www.whitehouse.gov/the_press_office/Remarks-by-the-President-at-Cairo-University-6-04-09/
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: layla azzahra pada Juli 30, 2009, 10:55:50 am
^
^
^
Makasih infonya...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: layla azzahra pada Juli 30, 2009, 11:20:04 am
Kita liat saja perkembangannya...
Saya pribadi lebih melihat pada usaha obama untuk memperbaiki citra amerika di dunia islam.
Walaupun disisipi dengan kepentingan negaranya, saya rasa wajarlah setiap kepala negara bersikap seperti itu.
Judul: HIZB TAHRIR BUKAN WAHABI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 30, 2009, 12:28:40 pm
Ini perlu dibahas karena ada tuduhan dari buku yg katanya ilmiah "ilusi negara islam" terbitan wahid institute. Yg mengkaitkan HT = Wahabi, HT = PKS. maka saya copas siapa itu wahabi ?


Hizbut Tahrir Bukan Wahabi

Soal:

Siapa sebenarnya Wahabi? Benarkah Hizbut Tahrir Wahabi atau setidaknya mirip Wahabi? Jika tidak, ada apa sebenarnya di balik tuduhan seperti ini?


Jawab:

Wahabi adalah gerakan Islam yang dinisbatkan kepada Muhammad bin Abdul Wahhab (1115-1206 H/1701-1793 M). Muhammad bin Abdul Wahhab sebenarnya merupakan pengikut mazhab Hanbali, kemudian berijtihad dalam beberapa masalah, sebagaimana yang diakuinya sendiri dalam kitab, Shiyânah al-Insân, karya Muhammad Basyir as-Sahsawani.1 Meski demikian, hasil ijtihadnya dinilai bermasalah oleh ulama Sunni yang lainnya.

Nama Wahabi sendiri telah dikubur oleh para pengikut dan penganutnya. Boleh jadi karena sejarah kelam pada masa lalu. Namun, mereka mempunyai alasan lain. Menurut mereka, ajaran Muhammad bin Abdul Wahbab adalah ajaran Nabi Muhammad, bukan ajarannya sendiri. Karenanya, mereka lebih memilih untuk menyebut diri mereka sebagai Salafi atau Muwahhidûn, yang berarti “orang-orang yang mentauhidkan Allah”, bukan Wahhâbi.

Secara historis, gerakan Wahabi telah mengalami beberapa kali metamorfosis. Mula-mula adalah gerakan keagamaan murni yang bertujuan untuk memurnikan tauhid dari syirik, tahayul, bid’ah dan khurafat, yang dimulai dari Uyainah, kampung halaman pendirinya tahun 1740 M. Di kampungnya, gerakan ini mendapatkan penentangan. Muhammad bin Abdul Wahhab pun terusir dari kampung halamannya dan berpindah ke Dar’iyyah. Di sini, pendiri Wahabi itu mendapat perlindungan dari Muhammad bin Saud, yang notabene bermusuhan dengan Amir Uyainah. Dalam kurun tujun tahun, sejak tinggal di Dar’iyyah, dakwah Wahabi berkembang pesat.

Tahun 1747 M, Muhammad bin Saud, yang notabene adalah agen Inggris, menyatakan secara terbuka penerimaannya terhadap berbagai pemikiran dan pandangan keagamaan Muhammad bin Abdul Wahhab. Keduanya pun sama-sama diuntungkan. Dalam kurun 10 tahun, wilayah kekuasaan Muhammad bin Saud berkembang seluas 30 mil persegi. Muhammad bin Abdul Wahhab pun diuntungkan, karena dakwahnya berkembang dan pengaruhnya semakin menguat atas dukungan politik dari Ibn Saud. Namun, pengaruhnya berhenti sampai di wilayah Ihsa’ 1757 M.

Ketika Ibn Saud meninggal dunia tahun 1765 M, kepemimpinannya diteruskan oleh anaknya, Abdul Aziz. Namun, tidak ada perkembangan yang berarti dari gerakan ini, kecuali setelah tahun 1787 M. Dengan kata lain, selama 31 tahun (1957-1788 M), gerakan ini stagnan.

Namun, setelah Abdul Aziz, yang juga agen Inggris itu, mendirikan Dewan Imarah pada tahun 1787 M, sekaligus menandai lahirnya sistem monarki, Wahabi pun terlibat dalam ekspansi kekuasaan yang didukungnya, sekaligus menyebarkan paham yang dianutnya. Tahun 1788 M, mereka menyerang dan menduduki Kuwait. Melalui metode baru ini, gerakan ini menimbulkan instabilitas di wilayah Khilafah Utsmani; di semenanjung Arabia, Irak dan Syam yang bertujuan melepaskan wilayah tersebut dari Khilafah. Gerakan mereka akhirnya berhasil dipukul mundur dari Madinah tahun 1812 M. Benteng terakhir mereka di Dar’iyyah pun berhasil diratakan dengan tanah oleh Khilafah tahun 1818 M. Sejak itu, nama Wahabi seolah terkubur dan lenyap ditelan bumi.2

Namun, pandangan dan pemikiran Wahabi memang tidak mati. Demikian juga hubungan penganut dan pendukung Wahabi dengan keluarga Ibn Saud.

Metamorfosis berikutnya terjadi ketika mereka mengubah nama. Nama Wahabi tidak pernah lagi digunakan, mungkin karena rentan. Akhirnya, mereka lebih suka menyebut diri mereka Salafi. Namun, pandangan dan cara mereka berdakwah tetap sama. Inilah fakta sejarah tentang Wahabi. Dari fakta ini jelas sekali, bahwa Wahabi (Salafi) ikut membidani lahirnya Kerajaan Arab Saudi. Karena itu, tidak aneh jika kemudian Wahabi (Salafi) senantiasa menjadi pendukung kekuasaan Ibn Saud sekalipun Wahabi (Salafi) bukan merupakan gerakan politik.

Ini jelas berbeda dengan Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir adalah partai politik yang berideologi Islam. Tujuannya adalah untuk mengembalikan kehidupan Islam dengan mendirikan Khilafah yang menerapkan sistem Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia. Politik adalah aktivitasnya.3 Meski begitu, Hizbut Tahrir tidak pernah terlibat dalam pendirian rezim manapun yang berkuasa saat ini di dunia. Hizb juga tidak pernah terlibat dalam dukung-mendukung kekuasaan/negara manapun. Sebabnya, semua negara yang ada di seluruh dunia saat ini bukanlah negara yang dibangun berdasarkan akidah Islam dan memerintah berdasarkan hukum-hukum Allah. Dalam pandangan Islam, menurut Hizb, satu-satunya negara bagi umat Islam di seluruh dunia adalah Khilafah, yang notabene pernah dirongrong oleh konspirasi Inggris dan agennya, dinasti Ibn Saud, termasuk di dalamnya menggunakan Wahabi.

Pandangan keagamaan Wahabi sebenarnya bukan hal yang baru. Dalam masalah akidah, misalnya, Wahabi, banyak mengambil pandangan Ibn Taimiyyah dan muridnya, Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah. Tauhid, menurut mereka, ada dua yaitu: tauhid rububiyyah wa asma’ wa shifat dan tauhid rububiyyah. Tauhid yang pertama bertujuan untuk mengenal dan menetapkan Allah sebagai Rabb, dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Tauhid yang kedua terkait dengan tuntutan dan tujuan (at-thalab wa al-qashd).4 Syaikh ‘Abd al-’Aziz bin Baz, kemudian membagi tauhid tersebut menjadi tiga: tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyyah dan tauhid al-asma’ wa as-shifat.5

Ini berbeda dengan Hizb. Dalam tauhid, Hizb tidak mengenal klasifikasi seperti ini. Dalam pembahasan tentang sifat, misalnya, Hizb tidak membahas sifat dan asma dalam konteks itsbât bilâ tahrîf wa la ta’thîl wa la takyîf wa la tamtsîl (menetapkan sifat dan asma Allah, tanpa menyelewengkan, mengabaikan, mendes-kripsikan tatacara-Nya dan menyerupakannya dengan yang lain), sebagaimana lazimnya Wahabi.6 Hizb membahas sifat justru untuk meluruskan perdebatan yang tidak berkesudahan, antara Muktazilah, yang menyatakan bahwa sifat Allah sama dengan Dzat-Nya, dan Ahlussunnah, yang menyatakan, bahwa sifat Allah tidak sama dengan Zat-Nya. Dalam pandangan Hizb, perdebatan seperti ini tidak bisa dan tidak boleh dilakukan, karena tidak berangkat dari fakta, melainkan didasarkan pada asumsi mantik.7

Bagi Wahabi, masalah utama umat Islam adalah masalah akidah; akidah umat ini dianggap sesat, karena dipenuhi syirik, tahayul, bid’ah dan khurafat. Karena itu, aktivitas dakwah mereka difokuskan pada upaya purifikasi (pemurnian) akidah dan ibadah umat Islam. Akidah dimurnikan dari syirik, baik syirik ashghar (syirik kecil), akbar (syirik besar) maupun syirik khafi (syirik yang samar-samar); juga tahayul dan khurafat. Ibadah juga harus dimurnikan dari bid’ah, yang didefinisikan sebagai membuat metode yang tidak dicontohkan sebelumnya. Dalam pandangan mereka, bid’ah ada dua: bid’ah dalam adat dan tradisi; bid’ah dalam agama. Bid’ah yang pertama, menurut mereka, hukumnya mubah/boleh. Bid’ah yang kedua semuanya haram dan sesat (dhalalah). Bid’ah yang kedua ini mereka bagi menjadi dua: Bid’ah qawliyyah i’tiqadiyyah, seperti ucapan dan pandangan Jahmiyah, Muktazilah, Rafidhah dan sebagainya; bid’ah fi al-’ibâdah.8

Ini berbeda dengan Hizb. Pandangan seperti ini, menurut Hizb, juga berbahaya karena menganggap seolah-oleh umat Islam belum berakidah Islam. Ini tampak pada pandangan mereka terhadap kaum Muslim yang lain, selain kelompok mereka, yang dianggap sesat. Bahkan mereka tidak jarang saling sesat-menyesatkan terhadap kelompok sempalan mereka. Pandangan ini, menurut Hizb, sebagaimana disebutkan dalam kitab Nidâ’ al-Hâr, tidak proporsional. Betul, bahwa ada masalah dalam akidah umat Islam, tetapi tidak berarti mereka belum berakidah Islam. Bagi Hizb, umat Islam sudah berakidah Islam. Hanya saja, akidahnya harus dibersihkan dari kotoran dan debu, yang disebabkan oleh pengaruh kalam dan filsafat. Karena itu, Hizb tidak pernah menganggap umat Islam ini sesat. Hizb juga menganggap, bahwa persoalan akidah ini, meski penting, bukanlah masalah utama. Bagi Hizb, masalah utama umat Islam adalah tidak berdaulatnya hukum Allah dalam kehidupan mereka. Karena itu, fokus perjuangan Hizb adalah mengembalikan kedaulatan hukum Allah, dengan menegakkan kembali Khilafah.

Bagi Hizb, akidah umat harus dibersihkan agar bisa menjadi landasan yang kokoh dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan negara. Setelah itu, akidah yang hidup di dalam diri umat ini akan mampu membangkitkan mereka dari keterpurukan, dan akhirnya mendorong mereka untuk memperjuangkan tegaknya Khilafah dan hukum Allah di muka bumi.

Dengan pandangan Wahabi seperti itu terhadap akidah umat Islam, ditambah ketidaktahuan mereka tentang konstruksi masyarakat—yang terdiri dari manusia, pemikiran, perasaan dan system—maka wajar jika sejarah Wahabi berlumuran darah kaum Muslim. Situs-situs penting dan bersejarah di dalam Islam pun mereka hancurkan. Semuanya dengan dalih membebaskan umat Islam dari syirik dan khurafat. Ini jelas berbeda dengan Hizb. Hizb tahu persis konstruksi masyarakat sehingga dalam dakwahnya tidak pernah menyerang manusia atau obyek-obyek fisik, seperti situs-situs penting dan bersejarah; melainkan menyerang pemikiran, perasaan dan sistem yang diyakini dan dipraktikkan oleh manusia. Itulah yang menjadi fokus serangan Hizb. Karena itu, dakwah Hizb dikenal sebagai dakwah fikriyyah lâ ‘unfiyyah (intelektual dan non-kekesaran).

Pendek kata, perbedaan Hizb dengan Wahabi begitu jelas dan nyata. Menyamakan Hizb dengan Wahabi bisa jadi karena tidak mengerti tentang kedua-duanya, atau sengaja untuk melakukan monsterisasi terhadap Hizb, agar disalahpahami, dibenci dimusuhi dan dijauhi oleh umat. Inilah yang sebenarnya hendak dilakukan. Lalu siapa yang diuntungkan dengan semuanya ini, tentu bukan Islam dan kaum Muslim, melainkan kaum kafir penjajah dan para boneka mereka, yang tetap menginginkan negeri-negeri Muslim, seperti Indonesia, ini tetap terjajah. Na’ûdzu billâh. []


Catatan kaki:

1 Lihat, Muhammad Basyir as-Sahsawani, Shiyânah al-Insân, hlm. 475.

2 Lihat, ‘Abdul Qadîm Zallûm, Kayfa Hudimat al-Khilâfah, Dâr al-Ummah, Beirut, 1994.

3 Taqiyuddîn an-Nabhâni, Mafâhîm Hizb at-Tahrîr, Min Mansyûrat Hizb at-Tahrîr, cet. ke-6, edisi Muktamadah, 2001, hlm. 84.

4 Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan ‘Ali as-Syaikh, Fath al-Majîd: Syarah Kitâb at-Tawhîd, Muassasah Qurthubah, t.t., hlm. 25.

5 Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Bâz, Al-Ahkam al-Mulimmah ‘ala ad-Durus al-Muhimmah li ‘Ammati al-Ummah, Makatabah al-Malik Fahd al-Wathaniyyah, cet. II, 1423 H, hlm. 30.

6 Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan ‘Ali as-Syaikh, Fath al-Majîd: Syarh Kitâb at-Tawhîd, hlm. 25; Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Bâz, Al-Ahkam al-Mulimmah ‘ala ad-Durus al-Muhimmah li ‘Ammati al-Ummah, hlm. 20.

7 Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah al-Juz al-Awwâl, Min Mansyûrat Hizb at-Tahrîr, cet. ke-6, edisi Muktamadah, 2003, hlm. 116-124.

8 Dr. Fauzan bin ‘Abdullah Fauzan, ‘Aqîdah at-Tawhîd, Mamlakah al-’Arabiyyah as-Sa’udiyyah, Muassasah al-Haramain al-Khairiyyah, Riyadh, hlm. 176-177.

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/07/29/hizbut-tahrir-wahabi/
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Juli 30, 2009, 01:11:04 pm
HT = Wahabi, HT = PKS, PKS= Wahabi...???

capeeee deeeeh !!!!!
Judul: KHILAFAH MEMBENTUK MASYARAKAT ISLAM
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Juli 31, 2009, 12:37:14 pm
Ma’al Hadîts Syarîf: Khilafah Membentuk Masyarakat Islami

Dari Nu’mân bin Basyîr yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:


مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى


“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal bagaimana mereka saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menyayangi adalah seperti satu tubuh. Apabila ada sebagian dari tubuhnya yang sedang sakit, maka bagian tubuh yang lain turut merasakannya, sehingga membuatnya tidak bisa tidur dan demam”. (HR. Muslim)

Di dalam Shahîh Muslim bi Syarhin Nawawi terdapat penjelasan dengan sedikit uraian: “Hadits ini begitu jelasnya menggambarkan tentang kewajiban kaum Muslim menghormati hak-hak masing-masing di antara mereka, serta mendorong mereka agar dalam hidup ini saling menyayangi, saling menghargai, dan saling membantu dalam hal-hal yang tidak haram dan tidak makruh. Secara implisit hadits ini juga menjelaskan tentang bolehnya at-tasybîh (penyerupaan) dan dlarbul amtsâl (membuat perumpamaan) dengan tujuan agar pengertian (maksud yang dikehendakinya) lebih mudah dipahami.


Sesungguhnya masyarakat islami adalah potret masyarakat yang harmonis, meski individu-individunya berasal dari beragam jenis dan etnis. Keharmonisan ini buah dari hukum-hukum syara’ yang mengontrol dan mengatur setiap hubungan di antara masyarakat dengan aturan yang mampu menghilangkan kezaliman dan permusuhan, serta mewujudkan keadilan.


Penjelasan dalam hal ini adalah konsep yang dulu pernah dipahami oleh Abu Bakar. Karenanya, ketika beliau diserahi untuk memimpin Khilafah, maka beliau berkata: “Saya diserahi untuk memimpin kalian, padahal saya bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. Untuk itu, jika saya melakukan kebaikan, maka bantulah (dukung) saya. Sebaliknya, jika saya melakukan keburukan, maka luruskan (kritik) saya. Orang yang lemah di mataku adalah orang yang kuat sampai ia memperoleh haknya. Sebaliknya, orang yang kuat di mataku adalah orang yang lemah sampai ia memberikan haknya”. Dengan demikian, secara mutlak, tidak ada satupun orang yang kebal terhadap hukum syara’ di dalam Daulah Khilafah.


Setiap ras, bangsa, dan warna semuanya benar-benar melebur dalam wadah (Khilafah) Islam. Sehingga masyarakat yang individu-individunya berasal dari beragam jenis dan etnis ini menyatu dan memiliki perasaan yang sama dalam hal menentukan kapan mereka harus rela, marah, bahagia, dan sedih. Sebab, dalam melakukan aktivitas masing-masing, mereka didorong oleh keinginan untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT.


Amirul Mukminin (Khalifah), ketika ia menjalankan tugasnya mengurusi urusan-urusan rakyat, maka semua itu dijalankan dalam rangka untuk meraih ridha dari Allah SWT. Begitu juga dengan para tenaga pendidik di dalam Negara Khilafah, mulai dari TK/RA, Sekolah Menengah, hingga Perguruan Tinggi, maka mereka itu dalam menjalankan tugasnya didorong oleh keinginan untuk meraih ridha dari Allah SWT. Sehingga, keunikan yang ada dalam masyarakat inilah yang mencegah timbulnya permusuhan dan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan hukum. Sebab, yang mendorong mereka melakukan semua itu adalah untuk meraih ridha dari Allah SWT bukan karena takut pada kezaliman penguasa, sanksi yang keras, atau ancaman pengusiran.


Adanya Amirul Mukminin (Khalifah) berarti adanya orang yang akan mewujudkan keadilan dengan menerapkan semua perintah Allah dan larangan-Nya. Sebaliknya, tidak adanya Amirul Mukminin (Khalifah), berarti tidak adanya hukum-hukum Allah yang akan mencegah terjadinya permusuhan dan pertentangan, yang melindungi kehormatan kaum Muslim dari setiap bentuk penghinaan dan pelecehan. Dengan demikian, adanya Khalifah berarti adanya orang yang akan membela dan melindungi kehormatan kaum Muslim. Dengan kata lain, bahwa kehormatan kaum Muslim akan terpelihara dan terjaga jika mereka hidup di bawah kekuasaan Khalifah, dan di dalam masyarakat yang islami. Sementara Khalifah dan masyarakat islami hanya akan ada dan terwujudkan dalam sistem bernegara warisan Rasulullah SWT, yaitu Daulah Khilafah Rasyidah.


Sumber: www.hizb ut-tahrir.info

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: irpanhakim pada Agustus 04, 2009, 12:31:17 am
sepertinya reputasi hti di sini jelek ya?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: BINGUNG !!! pada Agustus 04, 2009, 12:42:35 am
sepertinya reputasi hti di sini jelek ya?
bukan HTI ny, tapi lebih kpd 'oknum' nya yg kurang bertanggung jawab terhadap postingan mereka sendiri
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: irpanhakim pada Agustus 04, 2009, 01:25:04 am
sepertinya reputasi hti di sini jelek ya?
bukan HTI ny, tapi lebih kpd 'oknum' nya yg kurang bertanggung jawab terhadap postingan mereka sendiri
iya juga sih
sayang ya
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: sai pada Agustus 04, 2009, 08:43:26 am
sepertinya reputasi hti di sini jelek ya?

reputasi oknum HTI nya yang jelek.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: kaitoru pada Agustus 04, 2009, 02:46:05 pm
so..... pak MOCHAMAD FAUZI termasuk oknum HTI yang jelek kah, disini?? :whistle:
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Agustus 06, 2009, 02:40:27 pm
so..... pak MOCHAMAD FAUZI termasuk oknum HTI yang jelek kah, disini?? :whistle:

kok ngomong kayak gitu sih ?? kan setiap individu bisa mengeluarkan penda-patnya disini kan ??....

tapi pertanyaan untuk mas Fauuzi, siap g HTI jika yang menjadi khalifahnya adalah orang non - HTI dan jika yang terbentuk bukan khilafah tapi dalam negara tersebut dijalankan hukum islam secara kaffah siap tidak mendukungnya ?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: arif budiman pada Agustus 06, 2009, 05:20:24 pm
OOT
so..... pak MOCHAMAD FAUZI termasuk oknum HTI yang jelek kah, disini?? :whistle:
konsep2 tentang khilafah yang disajikan mas Fauzi bagus kok..
hanya saja saya merasa selama ini masih ada missing link
bagaimana menjembatani realita yang ada dengan konsep ideal tentang khilafah..
tapi berbeda pendapat tentang hal ini tidak berarti harus mengatakan pendapat lain jelek
apalagi menudingnya sebagai oknum..

sepanjang referensi yang dipake bukan berita "bulls**t"
semua masih bisa didiskusikan..
so, lanjutkan..
Judul: PENANGKAPAN ANGGOTA HT TURKI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 10, 2009, 11:59:25 am
Nomor : 167/PU/E/08/09


RILIS PERS

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

TENTANG

PENANGKAPAN 200 AKTIVIS HIZBUT TAHRIR TURKI

Tanpa sebab dan alasan yang jelas, pada tanggal 24 Juli 2009 M/2 Sya’ban 1430 H lalu telah terjadi penangkapan 200 aktivis Hizbut Tahrir di 23 kota di Turki. Peristiwa ini terjadi dua hari menjelang pelaksanaan Konferensi Hizbut Tahrir Wilayah Turki di Istanbul, dan setelah Hizbut Tahrir Turki mendistribusikan pers release mengenang keruntuhan khilafah, Hingga sekarang pihak keamanan Turki masih terus mencari-cari aktivis Hizbut Tahrir di sana.


Berkenaan dengan peristiwa itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:


<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]--> Mengutuk penangkapan oleh aparat keamanan Turki tersebut sebagai tindakan dzalim yang bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Hizbut Tahrir di manapun, termasuk di Turki, berjuang tidak lain untuk meninggikan kalimah Allah, menegakkan izzul Islam wal muslimin dengan cara mewujudkan kembali kehidupan Islam melalui penerapan syariah dalam naungan Daulah Khilafah. Dalam meraih tujuan itu, Hizbut Tahrir di manapun, termasuk di Turki, tidak pernah menggunakan cara-cara kekerasan atau cara lain yang melanggar hukum. Karenanya, sungguh sangat aneh bila pemerintah Turki yang dipimpin oleh partai yang mengklaim dirinya sebagai partai Islam, bukannya mendukung perjuangan Hizbut Tahrir untuk menegakkan syariah dan Khilafah tapi malah justru menghalangi perjuangan itu dengan cara menangkapi para aktivis Hizbut Tahrir tanpa sebab dan alasan yang jelas.

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]--> Menuntut pembebasan 200 aktivis HT Turki tanpa syarat, dan menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap aktivis HT di sana. Pembebasan itu semestinya harus dilakukan karena memang penangkapan itu dilakukan tanpa dasar. Melepas kembali aktivis HT dan membiarkan untuk bebas meneruskan perjuangan adalah langkah terbaik pemerintah Turki karena apa yang dilakukan oleh aktivis HT tersebut adalah demi kebaikan kaum Muslimin di seluruh dunia, termasuk di Turki.

<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Bila tidak segera dibebaskan, apalagi bila penangkapan tersebut terus dilanjutkan, maka tidak diragukan lagi, bahwa penguasa Turki, baik yang menjadi pelayan Inggeris maupun Amerika, sama-sama telah melakukan kedzaliman, dan nyata-nyata memusuhi perjuangan Islam, yang bukan hanya akan berhadapan dengan HT, tetapi berhadapan dengan kekuasaan Allah SWT, Rasul-Nya dan seluruh umat Islam. Kami mengingatkan, bahwa siapa saja yang menghalangi jalan Allah SWT, maka bersiaplah untuk berhadapan dengan Allah dan menerima adzab dan siksa-Nya.



Jakarta, 04 Agustus 2009/13 Sya’ban 1430 H


Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia


Muhammad Ismail Yusanto

Hp: 0811119796 Email: ismaily@telkom.net, ismailyusanto@gmail.com

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: the.insane.trouble.maker pada Agustus 10, 2009, 12:10:04 pm
aaah ... HTI, dimana-mana cuma nyampah
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 10, 2009, 12:13:47 pm
so..... pak MOCHAMAD FAUZI termasuk oknum HTI yang jelek kah, disini?? :whistle:

kok ngomong kayak gitu sih ?? kan setiap individu bisa mengeluarkan penda-patnya disini kan ??....

tapi pertanyaan untuk mas Fauuzi, siap g HTI jika yang menjadi khalifahnya adalah orang non - HTI dan jika yang terbentuk bukan khilafah tapi dalam negara tersebut dijalankan hukum islam secara kaffah siap tidak mendukungnya ?

1. Jabatan Khalifah adalah hak setiap kaum muslimin, dan wajib untuk mengadakannya.
2. Siap nggak bila yg menjadi khalifah dari non HTI? sekali lagi : siap, bila memenuhi syarat2
   yg sah menurut syariat.
Judul: APA ITU KHILAFAH ?
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 10, 2009, 12:20:33 pm
Apa Itu Khilafah?

Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia. Khilafah bertanggung jawab menerapkan hukum Islam, dan menyampaikan risalah Islam ke seluruh muka bumi. Khilafah terkadang juga disebut Imamah; dua kata ini mengandung pengertian yang sama dan banyak digunakan dalam hadits-hadits shahih.

Sistem pemerintahan Khilafah tidak sama dengan sistem manapun yang sekarang ada di Dunia Islam. Meskipun banyak pengamat dan sejarawan berupaya menginterpretasikan Khilafah menurut kerangka politik yang ada sekarang, tetap saja hal itu tidak berhasil, karena memang Khilafah adalah sistem politik yang khas.

Khalifah adalah kepala negara dalam sistem Khilafah. Dia bukanlah raja atau diktator, melainkan seorang pemimpin terpilih yang mendapat otoritas kepemimpinan dari kaum Muslim, yang secara ikhlas memberikannya berdasarkan kontrak politik yang khas, yaitu bai’at. Tanpa bai’at, seseorang tidak bisa menjadi kepala negara. Ini sangat berbeda dengan konsep raja atau dictator, yang menerapkan kekuasaan dengan cara paksa dan kekerasan. Contohnya bisa dilihat pada para raja dan diktator di Dunia Islam saat ini, yang menahan dan menyiksa kaum Muslim, serta menjarah kekayaan dan sumber daya milik umat.
Kontrak bai’at mengharuskan Khalifah untuk bertindak adil dan memerintah rakyatnya berdasarkan syariat Islam. Dia tidak memiliki kedaulatan dan tidak dapat melegislasi hukum dari pendapatnya sendiri yang sesuai dengan kepentingan pribadi dan keluarganya. Setiap undang-undang yang hendak dia tetapkan haruslah berasal dari sumber hukum Islam, yang digali dengan metodologi yang terperinci, yaitu ijtihad. Apabila Khalifah menetapkan aturan yang bertentangan dengan sumber hukum Islam, atau melakukan tindakan opresif terhadap rakyatnya, maka pengadilan tertinggi dan paling berkuasa dalam sistem Negara Khilafah, yaitu Mahkamah Mazhalim dapat memberikan impeachment kepada Khalifah dan menggantinya.

Sebagian kalangan menyamakan Khalifah dengan Paus, seolah-olah Khalifah adalah Pemimpin Spiritual kaum Muslim yang sempurna dan ditunjuk oleh Tuhan. Ini tidak tepat, karena Khalifah bukanlah pendeta. Jabatan yang diembannya merupakan jabatan eksekutif dalam pemerintahan Islam. Dia tidak sempurna dan tetap berpotensi melakukan kesalahan. Itu sebabnya dalam sistem Islam banyak sarana check and balance untuk memastikan agar Khalifah dan jajaran pemerintahannya tetap akuntabel.
Khalifah tidak ditunjuk oleh Allah, tetapi dipilih oleh kaum Muslim, dan memperoleh kekuasaannya melalui akad bai’at. Sistem Khilafah bukanlah sistem teokrasi. Konstitusinya tidak terbatas pada masalah religi dan moral sehingga mengabaikan masalah-masalah sosial, ekonomi, kebijakan luar negeri dan peradilan. Kemajuan ekonomi, penghapusan kemiskinan, dan peningkatan standar hidup masyarakat adalah tujuan-tujuan yang hendak direalisasikan oleh Khilafah. Ini sangat berbeda dengan sistem teokrasi kuno di zaman pertengahan Eropa dimana kaum miskin dipaksa bekerja dan hidup dalam kondisi memprihatinkan dengan imbalan berupa janji-janji surgawi. Secara histories, Khilafah terbukti sebagai negara yang kaya raya, sejahtera, dengan perekonomian yang makmur, standar hidup yang tinggi, dan menjadi pemimpin dunia dalam bidang industri serta riset ilmiah selama berabad-abad.

Khilafah bukanlah kerajaan yang mementingkan satu wilayah dengan mengorbankan wilayah lain. Nasionalisme dan rasisme tidak memiliki tempat dalam Islam, dan hal itu diharamkan. Seorang Khalifah bisa berasal dari kalangan mana saja, ras apapun, warna kulit apapun, dan dari mazhab manapun, yang penting dia adalah Muslim. Khilafah memang memiliki karakter ekspansionis, tapi Khilafah tidak melakukan penaklukkan wilayah baru untuk tujuan menjarah kekayaan dan sumber daya alam wilayah lain. Khilafah memperluas kekuasaannya sebagai bagian dari kebijakan luar negerinya, yaitu menyebarkan risalah Islam.

Khilafah sama sekali berbeda dengan sistem Republik yang kini secara luas dipraktekkan di Dunia Islam. Sistem Republik didasarkan pada demokrasi, dimana kedaulatan berada pada tangan rakyat. Ini berarti, rakyat memiliki hak untuk membuat hukum dan konstitusi. Di dalam Islam, kedaulatan berada di tangan syariat. Tidak ada satu orang pun dalam sistem Khilafah, bahkan termasuk Khalifahnya sendiri, yang boleh melegislasi hukum yang bersumber dari pikirannya sendiri.

Khilafah bukanlah negara totaliter. Khilafah tidak boleh memata-matai rakyatnya sendiri, baik itu yang Muslim maupun yang non Muslim. Setiap orang dalam Negara Khilafah berhak menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan-kebijakan negara tanpa harus merasa takut akan ditahan atau dipenjara. Penahanan dan penyiksaan tanpa melalui proses peradilan adalah hal yang terlarang.
 
Khilafah tidak boleh menindas kaum minoritas. Orang-orang non Muslim dilindungi oleh negara dan tidak dipaksa meninggalkan keyakinannya untuk kemudian memeluk agama Islam. Rumah, nyawa, dan harta mereka, tetap mendapat perlindungan dari negara dan tidak seorangpun boleh melanggar aturan ini. Imam Qarafi, seorang ulama salaf merangkum tanggung jawab Khalifah terhadap kaum dzimmi: “Adalah kewajiban seluruh kaum Muslim terhadap orang-orang dzimmi untuk melindungi mereka yang lemah, memenuhi kebutuhan mereka yang miskin, memberi makan yang lapar, memberikan pakaian, menegur mereka dengan santun, dan bahkan menoleransi kesalahan mereka bahkan jika itu berasal dari tetangganya, walaupun tangan kaum Muslim sebetulnya berada di atas (karena faktanya itu adalah Negara Islam). Kaum Muslim juga harus menasehati mereka dalam urusannya dan melindungi mereka dari ancaman siapa saja yang berupaya menyakiti mereka atau keluarganya, mencuri harta kekayaannya, atau melanggar hak-haknya.”

Dalam sistem Khilafah, wanita tidak berada pada posisi inferior atau menjadi warga kelas dua. Islam memberikan hak bagi wanita untuk memiliki kekayaan, hak pernikahan dan perceraian, sekaligus memegang jabatan di masyarakat. Islam menetapkan aturan berpakaian yang khas bagi wanita – yaitu khimar dan jilbab, dalam rangka membentuk masyarakat yang produktif serta bebas dari pola hubungan yang negatif dan merusak, seperti yang terjadi di Barat.

Menegakkan Khilafah dan menunjuk seorang Khalifah adalah kewajiban bagi setiap Muslim di seluruh dunia, lelaki dan perempuan. Melaksanakan kewajiban ini sama saja seperti menjalankan kewajiban lain yang telah Allah Swt perintahkan kepada kita, tanpa boleh merasa puas kepada diri sendiri. Khilafah adalah persoalan vital bagi kaum Muslim.

Khilafah yang akan datang akan melahirkan era baru yang penuh kedamaian, stabilitas dan kemakmuran bagi Dunia Islam, mengakhiri tahun-tahun penindasan oleh para tiran paling kejam yang pernah ada dalam sejarah. Masa-masa kolonialisme dan eksploitasi Dunia Islam pada akhirnya akan berakhir, dan Khilafah akan menggunakan seluruh sumber daya untuk melindungi kepentingan Islam dan kaum Muslim, sekaligus menjadi alternatif pilihan rakyat terhadap sistem Kapitalisme. (hti)

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/07/27/apa-itu-khilafah/
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 11, 2009, 12:43:57 pm
OOT
so..... pak MOCHAMAD FAUZI termasuk oknum HTI yang jelek kah, disini?? :whistle:
konsep2 tentang khilafah yang disajikan mas Fauzi bagus kok..
hanya saja saya merasa selama ini masih ada missing link
bagaimana menjembatani realita yang ada dengan konsep ideal tentang khilafah..
tapi berbeda pendapat tentang hal ini tidak berarti harus mengatakan pendapat lain jelek
apalagi menudingnya sebagai oknum..

sepanjang referensi yang dipake bukan berita "bulls**t"
semua masih bisa didiskusikan..
so, lanjutkan..


Terimakasih atas responnya.

Bagaimana menjebatani realita yg ada dg konsep ideal ttg Khilafah...?

Begini saya contohkan dengan kewajiban sholat.
1. Sholat 5 waktu itu hukumnya wajib. Apa dasarnya ? Dasarnya adalah Wahyu.
2. Realita yang ada : orang islam banyak yang nggak sholat.
3. Pertanyaannya apakah berarti sholat 5 waktu menjadi tak wajib ? karena realitanya banyak ditinggalkan orang islam ?
4. Lantas ada sekelompok jama-ah "A" yg giat mengajak orang untuk sholat 5 waktu, karena tau hukumnya.
5. Lantas Orang yg tdk suka sholat mengatakan kalau sholat itu ajarannya jamaah "A".

Begitupun dg sistem Khilafah - Khalifah - Imamah.
1. Khilafah itu hukumnya wajib. Dasarnya adalah Wahyu.
2. realita yg ada : banyak orang islam yg menolak khilafah.
3. Pertanyaannya apakah berarti khilafah menjadi tak wajib? krn realitanya banyak ditinggalkan org islam ?
4. Lantas ada jama-ah "A" yg tau betul hukumnya khilafah, mengajak orang untuk bersama2 menegakkannya.
5. Lantas orang yg tdk suka mengatakan Khilafah itu ajarannya jama-ah "A".

Jadi Landasan kita adalah Wahyu bukan realita.
Kalau realita bertentangan dg wahyu maka kita memahamkannya, merubahnya bila bisa dirubah secara fisik bukan malah mengkompromikannya. Itulah Dakwah. Itulah ladang pahala kita, Kalau tdk sekarang kapan lagi ?

Semoga mudah dipahami.

thx. Assalamualaikum.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: dzunurrain pada Agustus 11, 2009, 03:05:23 pm
Yup betul mas fauzi,maf ni newbie cuman masalahnya ini kan kewajiban jam'ah yang ga cuman diliat dr per orang atau per negara saja, artinya memang dilihat udzur apa yang menyebabkan negara2 muslim menjadi terpecah2, karena sejak pecah khilafah terakhir tentu bisa dibilang dalam rentan waktu itu pula generasi pemuda - pemudi di seluruh pelosok dunia ini memiliki cara pandang hidup sosial yang berbeda, ditambah lagi permasalahan yang muncul disetiap negara, artinya mungkin proses penyadaran kepada khilafah lebih baik ditunda dulu selama kepribadian ahlak dan aqidah muslim belum sebagian besar difahami dengan baik, intinya dakwah yang mana yang lebih aplikatif dan memungkinkan untuk dilakukan , mengingat pembentukan karakter muslim lebih utama, agar tentunya keadaan masyarakat yang msh jauh dr tarbiyah islam ini tidak phobia terhadap pelaksanaan syariat khilafah itu sendiri. Apalagi yang dihadapi ini merupakan semacam ideologi yg dianggap menjadi ancaman kedaulatan dari suatu negara yang secara de yure dan de facto di akui saat ini oleh Internasional, seperti yang terjadi di Yordania, ketika hti dianggap akan melakukan kudeta, maka tentu untuk membangun suatu naungan yang utuh harus juga didukung pondasi yang utuh juga , bukan setengah2.Yah minimal targetnya sekitar 70 % muslim dunia bisa memahami aqidah dan syariat yang benar2 dulu, tentu bisa meraih penguasa2 di negeri muslim untuk bersatu, berbaiat dalam khilfah sehingga terciptanya pasukan yang siap membela dalam kepemimpian yang jelas, tapi sekarang sudahkah ada penguasa yang setuju akan konsep khilafah ?

NB: saya sendiri sangat setuju khilafah dibentuk mengingat saat ini dinegara muslim lain diserang oleh negara2 kafir, yg kemudian tidak ada satupun penguasa yang memerintahkan jihad kesana, mungkin lain ceritanya kalau ada khalifah saat ini. Akibatnya banyak disalah gunakan oleh mujahid2 di indonesia untuk memberikan teror kepada musuh islam, yang mungkin niatannya memberikan rasa sakit yang sama kepada negara kafir (musuh islam) akan tetapi dengan cara dan tindakan yang salah , terlebih lagi pemerintah negara kita memang termasuk negara sekutu Amerika, sehingga presiden RI waktu itu mengatakan konflik palestina dan israel adalah konflik internal negara,inikah presiden yang didukung oleh Partai dakwah.
" apakah kalean semua tidak merasakan satu jiwa jg ? (mungkin itu yang dirasakan oleh imam samudera , amrozi, dll ) namun mereka tidak mengungkapkan praktek jihadnya dengan cara yang benar "

Masyarakat pun yang awam tarbiyah islam makin meng"iyakan" saja dengan pemberitaan media dimana2, media dengan enaknya memberikan statement judul yg menyudutkan pelaku2 bercadar, pengajian2 yang dianggap aneh, padahal tidak satupun dari reporter wanita itu yang berjilbab, meski hanya berkerudung.Aneh benar seolah2 orang2 media itu sumber kebenaran, sehingga tidak tampak kejahilan mereka terhadap syariat.

Allahu'alam

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: drai pada Agustus 12, 2009, 12:57:33 pm
Sepertinya kita semua msti banyak-banyak mengulang sirah khilafah apa dan bagaimana sejarah berdirinyha kejayaan Islam di masa kekhalifahan dahulu. Tidak semata copas nd taklid semata. Coba lihat betapa banyak masa kehkhalifahan hancur lantaran mereka sendiri sudah jauh dari syariat islam itu sendiri. Coba baca sejarah mengapa bani Abasiyah Hancur...para penguasanya tamak dengan harta, wanita syariat islam sudah di tinggalkan...

Atau mengapa Umat Islam jadi bulan-bulanan oleh tentara tar-tar waktu itu. Ana rasa jika semata mengobarkan semangat Khilafah tanpa tahu hakikat dari khilafah itu, tunggu dulu tak semudah itu. rakyat perlu Faham akan syariat bukan terlebih dahulu faham akan Khilafah tapi nol akan syariat...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: arif budiman pada Agustus 12, 2009, 04:13:17 pm
Bagaimana menjebatani realita yg ada dg konsep ideal ttg Khilafah...?

Begitupun dg sistem Khilafah - Khalifah - Imamah.
1. Khilafah itu hukumnya wajib. Dasarnya adalah Wahyu.
2. realita yg ada : banyak orang islam yg menolak khilafah.
3. Pertanyaannya apakah berarti khilafah menjadi tak wajib? krn realitanya banyak ditinggalkan org islam ?
4. Lantas ada jama-ah "A" yg tau betul hukumnya khilafah, mengajak orang untuk bersama2 menegakkannya.
5. Lantas orang yg tdk suka mengatakan Khilafah itu ajarannya jama-ah "A".

Jadi Landasan kita adalah Wahyu bukan realita.
Kalau realita bertentangan dg wahyu maka kita memahamkannya, merubahnya bila bisa dirubah secara fisik bukan malah mengkompromikannya. Itulah Dakwah. Itulah ladang pahala kita, Kalau tdk sekarang kapan lagi ?

Semoga mudah dipahami.

thx. Assalamualaikum.

wa'alaikum salam

anda sepertinya salah memahami maksud kalimat
menjembatani realita yg ada dg konsep ideal ttg Khilafah

bukan berarti mengkompromikan/menolak khilafah karena masih banyak yang tidak setuju (atau tidak paham konsepnya) dalam realitanya
tapi maksudnya
dengan bertolak pada realita yang ada, jalan apa yang harus dirintis untuk menjadi jembatan bagi terwujudnya khilafah

karena selama ini menurut penilaian saya (yang awam) khilafah yang diusung HTI masih bergerak pada tataran konsep
ambil contoh di Indonesia, dengan tidak terlibat langsung dalam sistem pemerintahan indonesia
bagaimana caranya sistem pemerintahan di indonesia bisa mewujud menjadi khilafah, kecuali tentu saja melalui revolusi/kudeta

nanya satu lagi..
anda menganalogikan khilafah dengan shalat
menurut anda khilafah itu berada pada tataran akidah atau muamalah?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: layla azzahra pada Agustus 13, 2009, 02:35:30 pm
Sepertinya pak Fauzi salah faham...
Bukan tema khilafahnya yang dipermasalahkan.
Tetapi pada penjabaran dari oknum HTI tentang penyelesaian permasalahan umat dan negara ini sesuai alquran dan hadist yang masih disampaikan secara bias dan masih terlalu umum.
Sampai disini bisa difahami yang saya atau sebagian ikhwah dudungers pertanyakan pak?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Agustus 14, 2009, 11:23:54 am
lebih penting syariat atau khilafah ???

tentunya terdapat pandangan yang berbeda jijka ditanyakan secara individu. menurut kacamata HTI mungkin yang dimaksud khilafah adalah seperti khilafah - khilafah pada masa lalu......
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 18, 2009, 12:01:34 pm
Bagaimana menjebatani realita yg ada dg konsep ideal ttg Khilafah...?

Begitupun dg sistem Khilafah - Khalifah - Imamah.
1. Khilafah itu hukumnya wajib. Dasarnya adalah Wahyu.
2. realita yg ada : banyak orang islam yg menolak khilafah.
3. Pertanyaannya apakah berarti khilafah menjadi tak wajib? krn realitanya banyak ditinggalkan org islam ?
4. Lantas ada jama-ah "A" yg tau betul hukumnya khilafah, mengajak orang untuk bersama2 menegakkannya.
5. Lantas orang yg tdk suka mengatakan Khilafah itu ajarannya jama-ah "A".

Jadi Landasan kita adalah Wahyu bukan realita.
Kalau realita bertentangan dg wahyu maka kita memahamkannya, merubahnya bila bisa dirubah secara fisik bukan malah mengkompromikannya. Itulah Dakwah. Itulah ladang pahala kita, Kalau tdk sekarang kapan lagi ?

Semoga mudah dipahami.

thx. Assalamualaikum.

wa'alaikum salam

anda sepertinya salah memahami maksud kalimat
menjembatani realita yg ada dg konsep ideal ttg Khilafah

bukan berarti mengkompromikan/menolak khilafah karena masih banyak yang tidak setuju (atau tidak paham konsepnya) dalam realitanya
tapi maksudnya
dengan bertolak pada realita yang ada, jalan apa yang harus dirintis untuk menjadi jembatan bagi terwujudnya khilafah

karena selama ini menurut penilaian saya (yang awam) khilafah yang diusung HTI masih bergerak pada tataran konsep
ambil contoh di Indonesia, dengan tidak terlibat langsung dalam sistem pemerintahan indonesia
bagaimana caranya sistem pemerintahan di indonesia bisa mewujud menjadi khilafah, kecuali tentu saja melalui revolusi/kudeta

nanya satu lagi..
anda menganalogikan khilafah dengan shalat
menurut anda khilafah itu berada pada tataran akidah atau muamalah?

Maaf kalau saya salah tangkap.

Jembatan yang kami rintis adalah dengan Dakwah dan hanya dengan dakwah dan pengkaderan, sehingga melalui dakwah ini isu syariah & khilafah akan menjadi arus utama tuntutan politik masyarakat baik dari grass road maupun elitenya. Hizb tahrir tidak memakai kudeta atau duduk di parlemen ataupun people power. Melainkan tholab an-Nusroh.

Akidah islam itu rukun iman yg 6.

Demikian singkatnya.
Khilafah adalah syariat islam dalam hal muammalah.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 18, 2009, 12:33:42 pm
lebih penting syariat atau khilafah ???

tentunya terdapat pandangan yang berbeda jijka ditanyakan secara individu. menurut kacamata HTI mungkin yang dimaksud khilafah adalah seperti khilafah - khilafah pada masa lalu......

Lebih penting mana ? Penting semuanya.
Ketika kita menegakkan khilafah sudah pasti syariah islam yg berlaku.

Khilafah yang kita contoh adalah Khulafaur rasyidin.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: drai pada Agustus 18, 2009, 12:39:00 pm
Tapi sepengetahuan ana para khulafaur rasyidin radiyallahu 'anhum gak membentuk Partai deh...
apa lagi sampai membentuk kelompok-kelompok baeu demi kepentingan masing-masing kelompoknya.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 18, 2009, 12:42:26 pm
Yup betul mas fauzi,maf ni newbie cuman masalahnya ini kan kewajiban jam'ah yang ga cuman diliat dr per orang atau per negara saja, artinya memang dilihat udzur apa yang menyebabkan negara2 muslim menjadi terpecah2, karena sejak pecah khilafah terakhir tentu bisa dibilang dalam rentan waktu itu pula generasi pemuda - pemudi di seluruh pelosok dunia ini memiliki cara pandang hidup sosial yang berbeda, ditambah lagi permasalahan yang muncul disetiap negara, artinya mungkin proses penyadaran kepada khilafah lebih baik ditunda dulu selama kepribadian ahlak dan aqidah muslim belum sebagian besar difahami dengan baik, intinya dakwah yang mana yang lebih aplikatif dan memungkinkan untuk dilakukan , mengingat pembentukan karakter muslim lebih utama, agar tentunya keadaan masyarakat yang msh jauh dr tarbiyah islam ini tidak phobia terhadap pelaksanaan syariat khilafah itu sendiri. Apalagi yang dihadapi ini merupakan semacam ideologi yg dianggap menjadi ancaman kedaulatan dari suatu negara yang secara de yure dan de facto di akui saat ini oleh Internasional, seperti yang terjadi di Yordania, ketika hti dianggap akan melakukan kudeta, maka tentu untuk membangun suatu naungan yang utuh harus juga didukung pondasi yang utuh juga , bukan setengah2.Yah minimal targetnya sekitar 70 % muslim dunia bisa memahami aqidah dan syariat yang benar2 dulu, tentu bisa meraih penguasa2 di negeri muslim untuk bersatu, berbaiat dalam khilfah sehingga terciptanya pasukan yang siap membela dalam kepemimpian yang jelas, tapi sekarang sudahkah ada penguasa yang setuju akan konsep khilafah ?

NB: saya sendiri sangat setuju khilafah dibentuk mengingat saat ini dinegara muslim lain diserang oleh negara2 kafir, yg kemudian tidak ada satupun penguasa yang memerintahkan jihad kesana, mungkin lain ceritanya kalau ada khalifah saat ini. Akibatnya banyak disalah gunakan oleh mujahid2 di indonesia untuk memberikan teror kepada musuh islam, yang mungkin niatannya memberikan rasa sakit yang sama kepada negara kafir (musuh islam) akan tetapi dengan cara dan tindakan yang salah , terlebih lagi pemerintah negara kita memang termasuk negara sekutu Amerika, sehingga presiden RI waktu itu mengatakan konflik palestina dan israel adalah konflik internal negara,inikah presiden yang didukung oleh Partai dakwah.
" apakah kalean semua tidak merasakan satu jiwa jg ? (mungkin itu yang dirasakan oleh imam samudera , amrozi, dll ) namun mereka tidak mengungkapkan praktek jihadnya dengan cara yang benar "

Masyarakat pun yang awam tarbiyah islam makin meng"iyakan" saja dengan pemberitaan media dimana2, media dengan enaknya memberikan statement judul yg menyudutkan pelaku2 bercadar, pengajian2 yang dianggap aneh, padahal tidak satupun dari reporter wanita itu yang berjilbab, meski hanya berkerudung.Aneh benar seolah2 orang2 media itu sumber kebenaran, sehingga tidak tampak kejahilan mereka terhadap syariat.

Allahu'alam



Hebat. Saudaraku,.. anda dari tarbiyah ya..?

Kalau saudara diterima ngaji di HTI maka kitab yg akan dibahas pertama adalah Nidzom Islam bab Thoriqul Iman, ini adalah kitab masalah aqidah. Kitab ini menjadi bekal saya untuk berdebat dg orang atheis sekalipun, benar2 manjur. Kemudian masalah ahlak ada di bab terakhir kitab ini.

Salam. Thx.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 18, 2009, 12:45:59 pm
Tapi sepengetahuan ana para khulafaur rasyidin radiyallahu 'anhum gak membentuk Partai deh...
apa lagi sampai membentuk kelompok-kelompok baeu demi kepentingan masing-masing kelompoknya.

Pertanyaannya : menurut antum membentuk kelompok atau partai boleh nggak ? sekalipun menurut anda tidak di contohkan sahabat ?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: drai pada Agustus 18, 2009, 12:48:00 pm
Boleh apa nggaknya, jangan tanya kea ana dong, ana mengomentarai bahwa Antum memperjuangkan khilafah sebagaimana kehilafahan yang pernah ada ketika khuylafaur rasyidin radiyallahu 'anhum. Ana alhamdulillah sudah membaca sejarah kehilafahan hingga runtuhnya daulah bani Abasiyah sampai datangnya tentara mongol yakni Tar-Tar.

Akan tetapai kenyataan yang ada beda Partai(Hizb) beda pula aqidah yang diyakininya, itu fakta contoh; keyakinan yang dimiliki PKS dengan HTI jauh berbeda.

Tetapi, beda keadaannya perbedaan yang terjadi ketika perebutan kekuasaan yang ada di zaman kekhalifahan terdahulu, Aqidah mereka tetap sama. Mereka yang menyimpang tetap diperangi seperi Khawarij, Setiap Khalifah yang berkuasa waktu itu tetap memerangi mereka(Khawarij)

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Agustus 18, 2009, 03:52:17 pm
wah boleh tuh kirim ke saya kitab Nidzom islam kalau ada mas fauzi, saya juga mau kok..... asala jangan versi pdf.... ditunggu jawabannya
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Agustus 18, 2009, 03:53:46 pm
Boleh apa nggaknya, jangan tanya kea ana dong, ana mengomentarai bahwa Antum memperjuangkan khilafah sebagaimana kehilafahan yang pernah ada ketika khuylafaur rasyidin radiyallahu 'anhum. Ana alhamdulillah sudah membaca sejarah kehilafahan hingga runtuhnya daulah bani Abasiyah sampai datangnya tentara mongol yakni Tar-Tar.

Akan tetapai kenyataan yang ada beda Partai(Hizb) beda pula aqidah yang diyakininya, itu fakta contoh; keyakinan yang dimiliki PKS dengan HTI jauh berbeda.

Tetapi, beda keadaannya perbedaan yang terjadi ketika perebutan kekuasaan yang ada di zaman kekhalifahan terdahulu, Aqidah mereka tetap sama. Mereka yang menyimpang tetap diperangi seperi Khawarij, Setiap Khalifah yang berkuasa waktu itu tetap memerangi mereka(Khawarij)



euts jangan salah mas zaman kalifah al-mansur muktazilah jadi doktrin resmi kok......
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Agustus 18, 2009, 03:55:42 pm
mas fauzi bisa jelasin tholab Nushrah yang anda maksud itu apa dan konsepnya bagaimana ??
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Agustus 18, 2009, 06:35:21 pm
lebih penting syariat atau khilafah ???

tentunya terdapat pandangan yang berbeda jijka ditanyakan secara individu. menurut kacamata HTI mungkin yang dimaksud khilafah adalah seperti khilafah - khilafah pada masa lalu......

Lebih penting mana ? Penting semuanya.
Ketika kita menegakkan khilafah sudah pasti syariah islam yg berlaku.

Khilafah yang kita contoh adalah Khulafaur rasyidin.
dasar khilafah kan aqidah?apa aqidah bisa terbentuk jika langsung diajak ngomong/bikin 'khilafah' ? sementara tetangga anda sholat aja ngga..

yg saya liat,kebutuhan fikriyah orang2 'belum' terpenuhi dengan ide HTI ngomong khilafah,bukan tidak setuju dngn khilafahnya tapi pemikiran yg 'meloncat' jauh tersebut,banyak orang menerima ide HTI sih,tapi kebanyakan yg orang2 nya
cenderung seperti memaksakan kehendak.

mungkin sejak awal platform HTI adalah politik saja walau non mainstream,bukan jamaah yg selain berpolitik,jg membina ummat nya lewat ruhani,jasmani,dan fikriyah.

wallahualam :)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: arif budiman pada Agustus 18, 2009, 06:58:03 pm
Jembatan yang kami rintis adalah dengan Dakwah dan hanya dengan dakwah dan pengkaderan, sehingga melalui dakwah ini isu syariah & khilafah akan menjadi arus utama tuntutan politik masyarakat baik dari grass road maupun elitenya. Hizb tahrir tidak memakai kudeta atau duduk di parlemen ataupun people power. Melainkan tholab an-Nusroh.
apakah HTI juga membangun jaringan ekonomi atw usaha semacam baitul mal untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Agustus 18, 2009, 07:33:10 pm
Jembatan yang kami rintis adalah dengan Dakwah dan hanya dengan dakwah dan pengkaderan, sehingga melalui dakwah ini isu syariah & khilafah akan menjadi arus utama tuntutan politik masyarakat baik dari grass road maupun elitenya. Hizb tahrir tidak memakai kudeta atau duduk di parlemen ataupun people power. Melainkan tholab an-Nusroh.
apakah HTI juga membangun jaringan ekonomi atw usaha semacam baitul mal untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat?
nah ini jg pembinaan umat ;)
apa HTI gitu?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: dzunurrain pada Agustus 19, 2009, 10:11:44 am


Hebat. Saudaraku,.. anda dari tarbiyah ya..?


Tarbiyah yang ane maksud bkn identik ciri khas pengajian suatu harakah, tarbiyah disni ialah proses pembelajaran insan kepada nilai2 aqidah, syariat secara syamil, yang pembinaannya melalui alim ulama yang memiliki kapasitas akan syariat ad-din. Dan bisa dilakukan oleh unsur manapun.

Dan semuanya itu harus berurutan, sama ketika kita belajar masalah fiqih,tentunya yg dipelajari awalnya adalah masalah thaharah , tidak langsung kepada jihad.Nah konsep pengenalan syariat kpd masyarakat pun harus bertahap, jangan sampe konsep khilafah ini ditolak masyarakat krn belum tersampaikannya masalah pokok (keimanan) yang benar kepada masyarakat muslim seluruhnya, Indikatornya anda bisa lihat ke dalam lingkungan kita sendiri, sudahkan para muslimah memandang hijab sebagai kewajiban? sudahkah tetangga kita melaksanakan sholat shubuh berjam'ah? Sudahkah mesjid2 yang ada bertambah jam'aahnya saat taklim, atau itu2 saja orangnya.?nah kalo belum berati kewajiban yang sifat jama'ah ini mesti ditunda dulu, karena memang unsur2 pembentukannya yaitu masyarakat yg islami belum terbentuk. Seperti janji Allah di firmannya :

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri." (Al-A'raf: 96).

Kutip
Kalau saudara diterima ngaji di HTI maka kitab yg akan dibahas pertama adalah Nidzom Islam bab Thoriqul Iman, ini adalah kitab masalah aqidah. Kitab ini menjadi bekal saya untuk berdebat dg orang atheis sekalipun, benar2 manjur. Kemudian masalah ahlak ada di bab terakhir kitab ini.



Sayangnya dikitab itu terkait masalah aqidah anehnya dibatasi hanya kepada riwayat2 yg mutawatir dan shoheh saja. Padahal ada ribuan riwayat ahad yang telah dishohehkan oleh muhadis berkaitan masalah aqidah akhirnya bagi HTI hanya dianggap yang tidak perlu diyakini kebenarannya sebagai landasan aqidah. Makanya untuk mendalami mengaji di HTI ane takut seperti yang dikatakan Imam Ahmad bin Hanbal ;

من رد حديث النبي صلى الله عليه وسلم فهو على شفا هلكة

“Barangsiapa yang menolak hadits Nabi Shallallohu ‘alaihi wasallam maka berarti dia telah berada dipinggir jurang kehancuran.”

Jadi yah cukup sebagai saudara seiman saja...ya kan akh fauzi

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: drai pada Agustus 19, 2009, 12:43:17 pm
Kalo memang akeyikan HTI masih konstisten seperti itu mas... B-)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 20, 2009, 12:04:07 pm

Akan tetapai kenyataan yang ada beda Partai(Hizb) beda pula aqidah yang diyakininya, itu fakta contoh; keyakinan yang dimiliki PKS dengan HTI jauh berbeda.

Tetapi, beda keadaannya perbedaan yang terjadi ketika perebutan kekuasaan yang ada di zaman kekhalifahan terdahulu, Aqidah mereka tetap sama. Mereka yang menyimpang tetap diperangi seperi Khawarij, Setiap Khalifah yang berkuasa waktu itu tetap memerangi mereka(Khawarij)



Menurut saya Aqidah PKS sama HTI masih sama, yaitu rukun iman yg 6.

Ketika ada Khalifah, mereka yg mengaku islam tetapi ternyata menyimpang dari islam setelah tidak mau bertobat, ya..memang harus diperangi. saya tdk akan memakai contoh kelompok khawarij ( krn khawatir banyak yg tdk tahu sejarahnya khawarij secara jelas ), saya contohkan : ajarannya Lia eden, mosadik sang nabi palsu, ahmadiyah : mereka mengaku islam tetapi menyimpang- disuruh taubat tdk mau, ya..kalau ada khalifah harus ditumpas.



Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 20, 2009, 12:20:54 pm
mas fauzi bisa jelasin tholab Nushrah yang anda maksud itu apa dan konsepnya bagaimana ??

Singkatnya :
Tholab Nushroh adalah meminta kepada pemilik kekuasaan di suatu negeri untuk mau melindungi dakwah kita dan mau kita pimpin dg mengadopsi islam sebagai sebuah sistem pemerintahan yang dipraktekkan ditengah kehidupan dg penuh kesadaran dan kerelaan semata2 karena ALLAH SWT.

Jadi sekali lagi bukan kudeta, people power, atau jalan kompromi di parlemen yg selama ini tergambar pd saudara2ku disini.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 20, 2009, 12:40:18 pm
lebih penting syariat atau khilafah ???

tentunya terdapat pandangan yang berbeda jijka ditanyakan secara individu. menurut kacamata HTI mungkin yang dimaksud khilafah adalah seperti khilafah - khilafah pada masa lalu......

Lebih penting mana ? Penting semuanya.
Ketika kita menegakkan khilafah sudah pasti syariah islam yg berlaku.

Khilafah yang kita contoh adalah Khulafaur rasyidin.
dasar khilafah kan aqidah?apa aqidah bisa terbentuk jika langsung diajak ngomong/bikin 'khilafah' ? sementara tetangga anda sholat aja ngga..

yg saya liat,kebutuhan fikriyah orang2 'belum' terpenuhi dengan ide HTI ngomong khilafah,bukan tidak setuju dngn khilafahnya tapi pemikiran yg 'meloncat' jauh tersebut,banyak orang menerima ide HTI sih,tapi kebanyakan yg orang2 nya
cenderung seperti memaksakan kehendak.

mungkin sejak awal platform HTI adalah politik saja walau non mainstream,bukan jamaah yg selain berpolitik,jg membina ummat nya lewat ruhani,jasmani,dan fikriyah.

wallahualam :)

Cobalah kita berpikir secara wajar. Dan semoga ini bukan riya'.

Ada 1-2 temen2 ku yg sekarang anggota hti, awalnya blank ttg islam, nggak bisa ngaji, nggak bisa sholat. Kebetulan hanya orang2 hti yg aktivis masjid. Mereka ingin ngaji ke hti, ingin spt kita2.
Kita tes : yg belum bisa ngaji.. 1 jam belajar iqro... 1 jam ngaji kitabnya hti.

Yg lain ada yg saya suruh ngaji fiqih sholat dulu di temen2 salafi, krn keterbatasan sdm kami.

saya sendiri masih kursus tata bhs arab sampe kini. Krn kalau baca kitab arab gundulnya hti masih kurang fasih.

Dakwah adalah kewajiban kita semua. Nyuruh sholat berjamaah adalah kewajiban kita semua. bukan hanya kewajiban kita yg bergabung di hti, jamaa tabligh, dll.
Yg akan dihisab adalah individu kita, meskipun kita tergabung dalam ormas dakwah bukan berarti kita sdh dpt pahala dakwah, kalau sbg individu ternyata kita tdk beraktifitas dakwah, mengaji, dll. ( Jangan dilupakan itu ).

HT adalah aktivitas intelektual dan politik.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: d4vid_r5 pada Agustus 20, 2009, 12:57:47 pm
OOT

@akhi FAUZI
kalau pemberitahuan nominal harga, beserta nomer telponnya, mending via pm aja yah :)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Agustus 20, 2009, 01:06:04 pm
@ Fauzi

hmm,itu mah saya sepakat..mulai dari aqidah dulu.tp metode dakwah yg selalu melulu harus menuju khilafah sebagai tujuan (yg saya liat) dari HTI dan beberbenturan dengan masalah2 kekinian seperti mengajak secara fikroh frontal menolak semua yg bukan Islam,walau berbau Islam,tidak pelan2.ya sebagian berhasil,dan sebagian tidak. apalagi metode nya cuma aktifitas politik menasehati pemerintah doank,dan kata pemerintah. "ngga nyambung" sementara hal2 yg fundamental di masyarakat 'kurang' dapat perhatian.buktinya blum ada hasil significant.but nice try buat HTI..saya selalu kagum dengan semangat orang2 nya :)

bagi saya khilafah pun cuma alat dakwah

cmiiw
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: arif budiman pada Agustus 20, 2009, 01:13:58 pm
Mas Fauzi..
pertanyaan saya belum dijawab
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 21, 2009, 12:43:05 pm
Jembatan yang kami rintis adalah dengan Dakwah dan hanya dengan dakwah dan pengkaderan, sehingga melalui dakwah ini isu syariah & khilafah akan menjadi arus utama tuntutan politik masyarakat baik dari grass road maupun elitenya. Hizb tahrir tidak memakai kudeta atau duduk di parlemen ataupun people power. Melainkan tholab an-Nusroh.
apakah HTI juga membangun jaringan ekonomi atw usaha semacam baitul mal untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat?

Setahu saya tidak ada.
Karena sekali lagi sebagai sebuah organisasi, aktivitas HT adalah intelektual dan politik / pengkaderan dan dakwah.

Adapun sebagai individu yg tergabung dg ht, banyak profesinya : ada yang punya sdit sampe smanya, paud home schooling, sekolah alam, saya sendiri punya bmt yg bernama bmt al-falah, percetakan, tukang bakso.

Jadi itulah anggota ht punya pemahaman yg unik thd organisasinya. Anggota ht juga tdk akan menuntut ht harus punya sayap ekonomi, sayap militer, sayap pemuda, dll. Krn mereka semua paham ttg kedudukan organisasi yg bernama ht. jadi memang fokus.

Memang unik, saya sendiri baru merasakan.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: sai pada Agustus 21, 2009, 01:56:57 pm
Memang unik, saya sendiri baru merasakan.

dan tidak siap
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: arif budiman pada Agustus 21, 2009, 04:14:47 pm
Jembatan yang kami rintis adalah dengan Dakwah dan hanya dengan dakwah dan pengkaderan, sehingga melalui dakwah ini isu syariah & khilafah akan menjadi arus utama tuntutan politik masyarakat baik dari grass road maupun elitenya. Hizb tahrir tidak memakai kudeta atau duduk di parlemen ataupun people power. Melainkan tholab an-Nusroh.
apakah HTI juga membangun jaringan ekonomi atw usaha semacam baitul mal untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat?

Setahu saya tidak ada.
Karena sekali lagi sebagai sebuah organisasi, aktivitas HT adalah intelektual dan politik / pengkaderan dan dakwah.
setau saya
dakwah rasulullah di madinah
setelah mendirikan mesjid
beliau membangun pasar, memperkuat sistem ekonomi yang dikelola kaum muslim sendiri

fokus HTI pada intelektual dan politik/pengkaderan dan dakwah dengan mengabaikan ekonomi masyarakat
apakah lahir dari kematangan konsep atau dari "kacamata kuda"?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: sai pada Agustus 21, 2009, 04:40:58 pm
setau saya
dakwah rasulullah di madinah
setelah mendirikan mesjid
beliau membangun pasar, memperkuat sistem ekonomi yang dikelola kaum muslim sendiri

setau saya Rasul itu jago dagang sebelum jadi Rasul.

agak aneh jika simpatisan beliau malah mengesampingkan 'kebutuhan dasar' hidup
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Agustus 21, 2009, 04:43:17 pm
Bismillah ..!

Kutip
setau saya
dakwah rasulullah di madinah
setelah mendirikan mesjid
beliau membangun pasar, memperkuat sistem ekonomi yang dikelola kaum muslim sendiri

ini adalah setelah berdirinya daulah
aktivitas itu adalah aktivitas negara bukan jama'ah

- memberantas narkoba
- merazia pelacur
- mendirikan sekolah
- mengatur pembagian zakat
- membangun mesjid

adalah tugas dan tanggung jawab negara

tugas dan tanggung jawab jama'ah dakwah adalah amar ma'ruf nahi mungkar
bahasanya sekarang aktivitas politik (mengatur masalah ummat dengan Islam) dan intelektual/ pemikiran

kalau kita melaksanakannya
tidak terlalu efektif dan efisien
fokus akidah, muamalah dan akhwalk rakyat malah akan terlalaikan

negara yang punya asset ribuan trilyunlah yang bisa
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Agustus 21, 2009, 04:47:19 pm
Bismillah ..!

kalau suatu masalah diserahkan pada bukan ahlinya
maka tunggulah kekacauannya bos ...

jadi bagi-bagi tugas gitu
sesuai komptensi masing-2

ada :
- individu
- jama'ah
- negara

bahaya kalau overlapping
hukumnya juga bisa haram

misalnya jama'ah melakukan sweeping narkoba dan merajam pelacur, dll
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: arif budiman pada Agustus 21, 2009, 05:13:56 pm
emang membangun ekonomi umat ga termasuk dalam
aktivitas politik (mengatur masalah ummat dengan Islam) dan intelektual/pemikiran?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: 010101 pada Agustus 22, 2009, 12:42:00 am
Setahu saya tidak ada.
Karena sekali lagi sebagai sebuah organisasi, aktivitas HT adalah intelektual dan politik / pengkaderan dan dakwah.

Adapun sebagai individu yg tergabung dg ht, banyak profesinya : ada yang punya sdit sampe smanya, paud home schooling, sekolah alam, saya sendiri punya bmt yg bernama bmt al-falah, percetakan, tukang bakso.

Jadi itulah anggota ht punya pemahaman yg unik thd organisasinya. Anggota ht juga tdk akan menuntut ht harus punya sayap ekonomi, sayap militer, sayap pemuda, dll. Krn mereka semua paham ttg kedudukan organisasi yg bernama ht. jadi memang fokus.

Memang unik, saya sendiri baru merasakan.
Coba dicari tau lagi akh...
Kalo yang diusung HT adalah tema kekhalifahan, saya rasa ibarat HT membangun istana pasir di bibir pantai, sangat rapuh.
Membentuk kekhalifahan tidak hanya cukup dengan intelektualitas (masih bias pemahaman intelektualitas yang anda sampaikan) dan pengkaderan saja.
Sebuah negara (kekhalifahan) itu memiliki masalah-masalah yang sangat complicated baik dari segi ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, dll yang tidak boleh diabaikan.
Jadi???
Coba anta sharing kepada petinggi HT tentang masalah ini?
Saya yakin sebuah organisasi yang mengusung tema kekhalifahan tidak akan segegabah itu.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Agustus 22, 2009, 05:32:09 am
Bismillah ..!

Kutip
Coba dicari tau lagi akh...
Kalo yang diusung HT adalah tema kekhalifahan, saya rasa ibarat HT membangun istana pasir di bibir pantai, sangat rapuh.
Membentuk kekhalifahan tidak hanya cukup dengan intelektualitas (masih bias pemahaman intelektualitas yang anda sampaikan) dan pengkaderan saja.
Sebuah negara (kekhalifahan) itu memiliki masalah-masalah yang sangat complicated baik dari segi ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, dll yang tidak boleh diabaikan.
Jadi???

memang
jama'ah yanng fokus
- mebangun koperasi syari''ah
- membangun mesjid
- menerbitkan buku
- memberantas narkoba
- mensweeping maksiyat segala macam
akan terasa manfaatnya secara langsung saat itu juga
namun jangka panjang akan terus berkkutat dengan hal itu

menerapkan syariah dengan tegaknya khilafah memang terlihat sangat susah
tapi beginilah thariqoh dakwah Rasulullah sebagaimana penelitian kami
setelah mangkaji kitab-2 hadist dan sirah-2 Rasulullah

"THE JOURNEY MAY BE FAR AND DIFFICULT BUT THE FINAL DESTINATION IS CERTAIN"

Kutip
Sebuah negara (kekhalifahan) itu memiliki masalah-masalah yang sangat complicated baik dari segi ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, dll yang tidak boleh diabaikan.
Jadi???

Alhamdulillah kami insya Allah sudah mengkaji semua masalah ini
dan terus menelitinya sedetil mungkin
Alhamdulillah telah tersusun pula undang-undang dasar

dari sistem pertanahan, pertambangan, jihad offensif dan defensif, dll menurut Islam
dan akan terus mengkaji masalah kontemporer yang ada
dan menstandarisasi dan menghukuminya dengan Islam
dengan menginstinbath dalil-2 yang ada


Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Agustus 22, 2009, 03:56:07 pm
mas fauzi bisa jelasin tholab Nushrah yang anda maksud itu apa dan konsepnya bagaimana ??

Singkatnya :
Tholab Nushroh adalah meminta kepada pemilik kekuasaan di suatu negeri untuk mau melindungi dakwah kita dan mau kita pimpin dg mengadopsi islam sebagai sebuah sistem pemerintahan yang dipraktekkan ditengah kehidupan dg penuh kesadaran dan kerelaan semata2 karena ALLAH SWT.

Jadi sekali lagi bukan kudeta, people power, atau jalan kompromi di parlemen yg selama ini tergambar pd saudara2ku disini.


nah kalau kayak gitu memungkinkan tidajk untuk saat ini ?? realisasinya saat ini bagaimana ??
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Agustus 22, 2009, 03:59:39 pm
Bismillah ..!

Kutip
setau saya
dakwah rasulullah di madinah
setelah mendirikan mesjid
beliau membangun pasar, memperkuat sistem ekonomi yang dikelola kaum muslim sendiri

ini adalah setelah berdirinya daulah
aktivitas itu adalah aktivitas negara bukan jama'ah

- memberantas narkoba
- merazia pelacur
- mendirikan sekolah
- mengatur pembagian zakat
- membangun mesjid

adalah tugas dan tanggung jawab negara

tugas dan tanggung jawab jama'ah dakwah adalah amar ma'ruf nahi mungkar
bahasanya sekarang aktivitas politik (mengatur masalah ummat dengan Islam) dan intelektual/ pemikiran

kalau kita melaksanakannya
tidak terlalu efektif dan efisien
fokus akidah, muamalah dan akhwalk rakyat malah akan terlalaikan

negara yang punya asset ribuan trilyunlah yang bisa

saya pikir mas al-hikmah terlalu aku dalam hal ini........ jika sekolah islam berdiri baru setelah khilafah berdiri, berapa banyak anak islam yang tidak bisa bersekolah disekolah islam dengan baik. dan bagaimana bisa menerima khilafah yang akan dibangun HT
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Agustus 22, 2009, 06:52:59 pm
ya udah negara islam nya belum ada,jadi kita biarin aja g usah repot2:

- memberantas narkoba
- merazia pelacur
- mendirikan sekolah
- mengatur pembagian zakat
- membangun mesjid

;))

amar ma'ruf nahi mungkar nya HTI bikin bingung :??
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Agustus 24, 2009, 09:54:39 am
Bismillah ..!

Kutip
saya pikir mas al-hikmah terlalu aku dalam hal ini........ jika sekolah islam berdiri baru setelah khilafah berdiri, berapa banyak anak islam yang tidak bisa bersekolah disekolah islam dengan baik. dan bagaimana bisa menerima khilafah yang akan dibangun HT

jangan salah mas
STIEI HAMFARA
yang dimiliki atau dikelola ustadz ismail yusanto
menggratiskan kuliah di sana

Kutip
ya udah negara islam nya belum ada,jadi kita biarin aja g usah repot2:

- memberantas narkoba
- merazia pelacur
- mendirikan sekolah
- mengatur pembagian zakat
- membangun mesjid

kami, secara jama'ah, melakukan amar ma'ruf nahi mungkar
dengan menggunakan perang pemikiran dan opini seperti :
- adanya halaqah untuk para calon dan anggota
- buletin Al-Islam setahu ana dengan oplah tersebar dan terbesar, mungkin di dunia
- penerbitan majalah Al-Waie' yang sebagian besar digratiskan untuk ulama dan tokoh masyarakat
- adanya tim untuk menuis ke berbagai media
  ana walau nggak ikut tim alhamdulillah sudah ada tulisan yang dimuat
- pengiriman delegasi untuk menyambangi para ahlul ahli wal aqdi / para pemegang simpul ummat
  sejumlah pemimpin negara telah didatangi
  pada pemilu sebelum tahun ini semua juga telah didatangi kecuali megawati, semuanya menolak
- dan berbagai thariqoh lainnya

tiada larangan anggota ht bergotong royong membangun mesjid
yang dilarang adalah menggunakan jama'ah dan mengarahkannya untuk masalah seperti ini
karena akan memalingkan tugas dan tanggung jawab utamanya

andai anda diberi tugas mengantar surat dakwah kepada pemimpin
ketika ada banyak yang membuka aurat di jalan
sejumlah pengemis berkeliaran
sejumlah sampah berserakan

apa yang akan anda lakukan ..?

Kutip
amar ma'ruf nahi mungkar nya HTI bikin bingung :??

anda mungkin bingung karena tidak memahami amar ma'ruf yang boleh dan tidak dilakukan oleh ;
- individu
- jama'ah
- negara

mohon maaf
tidak begitu runut dan sistematis  :( :( :(
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 24, 2009, 12:22:07 pm
mas fauzi bisa jelasin tholab Nushrah yang anda maksud itu apa dan konsepnya bagaimana ??

Singkatnya :
Tholab Nushroh adalah meminta kepada pemilik kekuasaan di suatu negeri untuk mau melindungi dakwah kita dan mau kita pimpin dg mengadopsi islam sebagai sebuah sistem pemerintahan yang dipraktekkan ditengah kehidupan dg penuh kesadaran dan kerelaan semata2 karena ALLAH SWT.

Jadi sekali lagi bukan kudeta, people power, atau jalan kompromi di parlemen yg selama ini tergambar pd saudara2ku disini.


nah kalau kayak gitu memungkinkan tidajk untuk saat ini ?? realisasinya saat ini bagaimana ??

Kenapa tidak mungkin ?? kalau berat... iya memang berat. Itulah salah satu daya tariknya buat saya, HT saya anggap istiqomah dan tetap idealis. HT tdk akan mengambil dan tidak bersikap " lebih baik satu burung ditangan dari pada mengejar 10 burung yg masih di pohon. "

Realisasinya saat ini bagaimana ?? makin banyak dukungan. Termasuk saya juga bergabung.
Ingat awalnya HT th 1953 hanya ada di palestina, kemudian cepat menyebar luas di timur tengah hingga akhirnya dilarang karena dianggap mengancam kedudukan para penguasa tim-teng. Hikmahnya HT menyebar ke seluruh dunia termasuk ke eropa dan bekas wilayah jajahan uni soviet, sampai pula ke indonesia.
Total sudah ada di 50 negara. Menurut saya ini bentuk sebuah realitas yg sangat menjanjikan masa depan bagi organisasi yg " hanya " menjual ide dan ide. Mereka yg bergabung tdk punya pikiran manfaat ekonomi, dll. Melainkan karena ke-ihlasan membenarkan ide yg diusung HT untuk bersama2 direalisasikan bersama - sama melalui Tholab Nusroh yg tdk akan berubah, insyallah.

Baru setelah tegak Khilafah maka ide2 HT bisa direalisasikan dalam kehidupan sehari2. baik sistem ekonomi, pendidikan, interaksi sosial, hubungan luar negeri, kebijakan militer, dll. Ingat semua itu sudah ada dikitab2nya HT ( silahkan anda beli lewat saya, hp & no rek saya dah ada ). Tinggal nunggu direalisasikan bila sdh ada khalifah.

Ide2 dalam kitab2 itulah yg kita sebut fikroh ( baru sekedar hasil pemikiran ), metode pelaksanaannya / thoriqohnya melalui Khalifah dengan daulahnya.

Moga jelas, lebih jelas lagi beli bukunya dan mengkaji bersama orang2 ht.


Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 24, 2009, 12:42:29 pm
Setahu saya tidak ada.
Karena sekali lagi sebagai sebuah organisasi, aktivitas HT adalah intelektual dan politik / pengkaderan dan dakwah.

Adapun sebagai individu yg tergabung dg ht, banyak profesinya : ada yang punya sdit sampe smanya, paud home schooling, sekolah alam, saya sendiri punya bmt yg bernama bmt al-falah, percetakan, tukang bakso.

Jadi itulah anggota ht punya pemahaman yg unik thd organisasinya. Anggota ht juga tdk akan menuntut ht harus punya sayap ekonomi, sayap militer, sayap pemuda, dll. Krn mereka semua paham ttg kedudukan organisasi yg bernama ht. jadi memang fokus.

Memang unik, saya sendiri baru merasakan.
Coba dicari tau lagi akh...
Kalo yang diusung HT adalah tema kekhalifahan, saya rasa ibarat HT membangun istana pasir di bibir pantai, sangat rapuh.
Membentuk kekhalifahan tidak hanya cukup dengan intelektualitas (masih bias pemahaman intelektualitas yang anda sampaikan) dan pengkaderan saja.
Sebuah negara (kekhalifahan) itu memiliki masalah-masalah yang sangat complicated baik dari segi ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, dll yang tidak boleh diabaikan.
Jadi???
Coba anta sharing kepada petinggi HT tentang masalah ini?
Saya yakin sebuah organisasi yang mengusung tema kekhalifahan tidak akan segegabah itu.

Sekali lagi ingat saudaraku. HT bukan institusi negara / pemerintah yg punya wewenang dan kewajiban yang memaksa warga negara untuk menerapkan sebuah aturan / ide / pemikiran.

Bukan berarti HT tdk peduli dg ekonomi, dll. Justru HT sangat peduli dan mungkin paling peduli. Buktinya semua yg saudara kemukakan sudah ada di kitab2nya HT yg mana kitabnya itu dikaji oleh kami yg bergabung di HT sebagai salah satu meteri pengkaderan. Kemudian konsep2 HT yg tertulis di kitab2 itu kita tawarkan kpd penguasa sebagai salah satu bentuk Tholab Nusroh ( jangan lupa definisi Tholab Nusroh ).

thx.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Agustus 24, 2009, 02:09:37 pm
mas fauzi bisa jelasin tholab Nushrah yang anda maksud itu apa dan konsepnya bagaimana ??

Singkatnya :
Tholab Nushroh adalah meminta kepada pemilik kekuasaan di suatu negeri untuk mau melindungi dakwah kita dan mau kita pimpin dg mengadopsi islam sebagai sebuah sistem pemerintahan yang dipraktekkan ditengah kehidupan dg penuh kesadaran dan kerelaan semata2 karena ALLAH SWT.

Jadi sekali lagi bukan kudeta, people power, atau jalan kompromi di parlemen yg selama ini tergambar pd saudara2ku disini.


nah kalau kayak gitu memungkinkan tidajk untuk saat ini ?? realisasinya saat ini bagaimana ??

Kenapa tidak mungkin ?? kalau berat... iya memang berat. Itulah salah satu daya tariknya buat saya, HT saya anggap istiqomah dan tetap idealis. HT tdk akan mengambil dan tidak bersikap " lebih baik satu burung ditangan dari pada mengejar 10 burung yg masih di pohon. "

Realisasinya saat ini bagaimana ?? makin banyak dukungan. Termasuk saya juga bergabung.
Ingat awalnya HT th 1953 hanya ada di palestina, kemudian cepat menyebar luas di timur tengah hingga akhirnya dilarang karena dianggap mengancam kedudukan para penguasa tim-teng. Hikmahnya HT menyebar ke seluruh dunia termasuk ke eropa dan bekas wilayah jajahan uni soviet, sampai pula ke indonesia.
Total sudah ada di 50 negara. Menurut saya ini bentuk sebuah realitas yg sangat menjanjikan masa depan bagi organisasi yg " hanya " menjual ide dan ide. Mereka yg bergabung tdk punya pikiran manfaat ekonomi, dll. Melainkan karena ke-ihlasan membenarkan ide yg diusung HT untuk bersama2 direalisasikan bersama - sama melalui Tholab Nusroh yg tdk akan berubah, insyallah.

Baru setelah tegak Khilafah maka ide2 HT bisa direalisasikan dalam kehidupan sehari2. baik sistem ekonomi, pendidikan, interaksi sosial, hubungan luar negeri, kebijakan militer, dll. Ingat semua itu sudah ada dikitab2nya HT ( silahkan anda beli lewat saya, hp & no rek saya dah ada ). Tinggal nunggu direalisasikan bila sdh ada khalifah.

Ide2 dalam kitab2 itulah yg kita sebut fikroh ( baru sekedar hasil pemikiran ), metode pelaksanaannya / thoriqohnya melalui Khalifah dengan daulahnya.

Moga jelas, lebih jelas lagi beli bukunya dan mengkaji bersama orang2 ht.




kalau saya tidak salah pada medio 1950 an militer yordania siap bai'at ke HT untuk menegakkan khilafah tapi HT menolak karena umat belum siap. pandangan mas fauzi ???
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Agustus 24, 2009, 04:44:55 pm
andai anda diberi tugas mengantar surat dakwah kepada pemimpin
ketika ada banyak yang membuka aurat di jalan
sejumlah pengemis berkeliaran
sejumlah sampah berserakan

apa yang akan anda lakukan ..?

(Kutip Mas al-hikmah)

saya akan berteriak woiii rame - rame yuk bikin khilafah....... :D :D

maaf maaf bukan menyinggung ^:)^ ^:)^
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 25, 2009, 11:53:02 am
mas fauzi bisa jelasin tholab Nushrah yang anda maksud itu apa dan konsepnya bagaimana ??

Singkatnya :
Tholab Nushroh adalah meminta kepada pemilik kekuasaan di suatu negeri untuk mau melindungi dakwah kita dan mau kita pimpin dg mengadopsi islam sebagai sebuah sistem pemerintahan yang dipraktekkan ditengah kehidupan dg penuh kesadaran dan kerelaan semata2 karena ALLAH SWT.

Jadi sekali lagi bukan kudeta, people power, atau jalan kompromi di parlemen yg selama ini tergambar pd saudara2ku disini.


nah kalau kayak gitu memungkinkan tidajk untuk saat ini ?? realisasinya saat ini bagaimana ??

Kenapa tidak mungkin ?? kalau berat... iya memang berat. Itulah salah satu daya tariknya buat saya, HT saya anggap istiqomah dan tetap idealis. HT tdk akan mengambil dan tidak bersikap " lebih baik satu burung ditangan dari pada mengejar 10 burung yg masih di pohon. "

Realisasinya saat ini bagaimana ?? makin banyak dukungan. Termasuk saya juga bergabung.
Ingat awalnya HT th 1953 hanya ada di palestina, kemudian cepat menyebar luas di timur tengah hingga akhirnya dilarang karena dianggap mengancam kedudukan para penguasa tim-teng. Hikmahnya HT menyebar ke seluruh dunia termasuk ke eropa dan bekas wilayah jajahan uni soviet, sampai pula ke indonesia.
Total sudah ada di 50 negara. Menurut saya ini bentuk sebuah realitas yg sangat menjanjikan masa depan bagi organisasi yg " hanya " menjual ide dan ide. Mereka yg bergabung tdk punya pikiran manfaat ekonomi, dll. Melainkan karena ke-ihlasan membenarkan ide yg diusung HT untuk bersama2 direalisasikan bersama - sama melalui Tholab Nusroh yg tdk akan berubah, insyallah.

Baru setelah tegak Khilafah maka ide2 HT bisa direalisasikan dalam kehidupan sehari2. baik sistem ekonomi, pendidikan, interaksi sosial, hubungan luar negeri, kebijakan militer, dll. Ingat semua itu sudah ada dikitab2nya HT ( silahkan anda beli lewat saya, hp & no rek saya dah ada ). Tinggal nunggu direalisasikan bila sdh ada khalifah.

Ide2 dalam kitab2 itulah yg kita sebut fikroh ( baru sekedar hasil pemikiran ), metode pelaksanaannya / thoriqohnya melalui Khalifah dengan daulahnya.

Moga jelas, lebih jelas lagi beli bukunya dan mengkaji bersama orang2 ht.




kalau saya tidak salah pada medio 1950 an militer yordania siap bai'at ke HT untuk menegakkan khilafah tapi HT menolak karena umat belum siap. pandangan mas fauzi ???

Saya pernah dengar begitu juga. Nanti lebih detailnya dan clearnya saya konfirm ke yg lebih tau, insyallah.

Thx.
Judul: Metode Hizb Untuk Tegaknya Syariat tidak akan Berubah
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 25, 2009, 12:08:40 pm
Keterangan Pers: Hizbut Tahrir yang Berjuang untuk Khilafah dengan Garis Perjuangan yang Sudah Tetap Tidak Akan Berhenti Menarik Perhatian Terhadapnya!

No : TR/BS/2009/NR/0026

Tanggal : 02 Ramadhan 1430 H/23 Agustus 2009 M

Keterangan Pers
Hizbut Tahrir yang Berjuang untuk Khilafah dengan Garis Perjuangan yang Sudah Tetap Tidak Akan Berhenti Menarik Perhatian Terhadapnya!
[/b]

Pada tanggal 20 Agustus 2009 wartawan harian Radikal, Ismail Saymaz, melakukan wawancara dengan juru bicara Hizbut Tahrir wilayah Turki, Yilmaz Celik. Dalam wawancara itu didiskusikan antara lain, perkembangan Hizbut Tahrir, metode perjuangannya, upaya mengaitkan Hizbut Tahrir dengan kelompok Ergenekon, pandangan Hizbut Tahrir tentang demokrasi, partai, dan jamah-jamaah yang ada. Yilmaz Celik telah menjawab berbagai pertanyaan itu dengan pandangan Islam politis yang tajam dan menyampaikannya dengan pernyataan-pernyataan yang memikat. Selama wawancara tersebut berlangsung, ada dua topik utama yang mendominasi wawancara. Pertama, berbagai klaim yang mengaitkan Hizbut Tahrir dengan kelompok Ergenekon. Kedua, tujuan di balik aksi penangkapan yang dilakukan secara terorganisir pada waktu yang sama terhadap syabab Hizbut Tahrir.

Atas pertanyaan wartawan, Ismail Saymaz, tentang berbagai klaim adanya hubungan Hizbut Tahrir dengan kelompok Ergenekon, Yilmaz Celik mengemukakan keputusan pengadilan berkaitan dengan anggota-anggota Hizbut Tahrir yang menyatakan tidak adanya hubungan antara Hizbut Tahrir dengan kelompok Ergenekon. Yilmaz menambahkan: “… Hizbut Tahrir sama sekali tidak bisa dikaitkan dengan Ergenekon dalam bentuk hubungan apapun. Tentu saja, Hizbut Tahrir tidak akan pernah bisa dikaitkan dalam bentuk apapun. Hal itu karena tujuan Ergenekon bertolak belakang dengan tujuan Hizb secara syar’i dan politik.“ Yilmaz menambahkan, bahwa aksi-aksi penangkapan yang diorganisir oleh Amerika melalui tangan-tangan Partai Keadilan dan Pembangunan terhadap kelompok Ergenekon pada hakikatnya merupakan aksi-aksi untuk menggugurkan pengaruh Inggris di Turki”. Wartawan Ismail Saymaz menanyakan: “Lalu apa maksud dari upaya yang sungguh-sungguh untuk membuktikan, bahwa Anda mempunyai hubungan dengan Ergenekon?” Yilmaz bertindak layaknya negarawan politisi dengan menguliti topeng rencana rahasia di balik upaya mengaitkan Hizbut Tahrir dengan Ergenekon. Yilmaz menjawab pertanyaan itu dengan menampakkan secara detil hasil-hasil yang berusaha direalisasikan melalui upaya itu. Yilmaz di antaranya mengatakan: “Seluruh berita yang dilansir berkaitan dengan isu itu murni merupakan berita yang direkayasa, yang disebarkan demi tujuan-tujuan tertentu. Mereka berupaya menciptakan jarak yang jauh antara Hizbut Tahrir dengan umat. Sebenarnya Amerikalah yang berdiri di balik kebijakan tersebut. Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dengan bantuan beberapa media massa-lah yang mengimplementasikannya. Dahulu mereka berupaya mengaitkan Hizbut Tahrir dengan beberapa kelompok. Ketika semuanya gagal, kali ini mereka berupaya mengaitkan Hizbut Tahrir dengan Ergenekon. Ketika kali inipun mereka gagal, akhir-akhir ini mereka berupaya mengaitkan Hizbut Tahrir dengan Israel. Namun ketika mereka juga akan gagal dalam upaya mereka itu, ke depan mereka akan melontarkan tuduhan-tuduhan baru adanya kaitan antara Hizbut Tahrir dengan CIA!! Sebenarnya semua yang mereka lakukan itu karena bintang Hizb bersinar di seluruh dunia dan sambutan umat terhadapnya, di mana umat berhimpun di sekitar Hizb dan menerimanya sebagai pemimpin mereka. Sesuatu yang tidak diragukan lagi adalah fenomena berkumpulnya ribuan ulama dalam Miktamar Ulama yang diselenggarakan di Indonesia, baik sebagai pembicara maupun peserta dan penandatanganan mereka atas piagam yang isinya mengandung point kewajiban menegakkan Khilafah dan dukungan mereka kepada Hizbut Tahrir dalam perjuangannya untuk menegakkan Khilafah. Semuanya itu telah menghancurkan peraduan mereka. Karena alasan itu dan alasan yang lainnya, maka Hizb menjadi sasaran berbagai aksi zalim dan tuduhan-tuduhan palsu yang sengaja direkayasa di Turki dan sejumlah negeri lainnya.”

Wartawan Ismail Saymaz menanyakan, “Bagaimana pandangan Anda tentang berbagai aksi penangkapan paling akhir?” Yilmaz menjawab dengan jawaban yang bisa dinilai sebagai contoh bagi kaum Muslim umumnya dan khususnya para pengemban dakwah yang mencerminkan kepribadian pengemban dakwah dengan keimanannya yang kokoh. Ia mengatakan, “Sesungguhnya semua aksi penangkapan yang sistematik terhadap kami hingga saat ini tidak akan menyesakkan dada kami. Bahkan, setiap aksi penangkapan yang mereka lakukan justru akan menguatkan tekad dan perjuangan kami, dan membuat kami makin kuat dan teguh. Selamanya para penguasa zalim, antek-antek kaum Kafir imperialis yang menghimpit kepala umat Islam ini tidak akan pernah bisa menghalangi peningkatan dan naiknya pengaruh Hizb, dan kemungkinan berhasilnya Hizb meraih perhatian umat. Sesungguhnya aksi-aksi zalim itu tidak akan pernah berpengaruh terhadap keimanan kami, kecuali justru akan bertambah kuat. Serangan-serangan mereka itu –dengan izin Allah- tidak akan bisa menghalangi tegaknya Khilafah, bahkan menundanya pun tidak. Apapun hasilnya, Allah telah berjanji kepada kami untuk tetap menjadikan kami teguh di atas manhaj kami ini. Karena itu, selamanya mereka, dengan kezaliman mereka tidak akan pernah bisa memalingkan kami dari metode kami dan dakwah yang kami imani. Tidak diragukan lagi, Allah akan menolong dan mengokohkan agama-Nya”.

Sebagai penutup, kami sampaikan banyak terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Ismail Saymaz di harian Radikal atas wawancara jusnalistik dengan Ustadz Yilmaz Celik, juru bicara resmi Hizbut Tahrir di wilayah Turki. Kami berharap teks wawancara tersebut akan dipublikasikan secara utuh di harian mereka untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat umum dengan informasi-informasi yang benar dan untuk menyingkap hakikat kedok hina yang dilakukan oleh republik sekuler Turki dalam rangka menutup-nutupi Hizb melalui upayanya mengaitkan Hizb dengan kelompok keburukan. Pada waktu yang sama, kami menghargai Bapak Ismail Saymaz yang langsung mendatangi kami untuk melakukan wawancara seputar pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan partai kami tanpa menoleh kepada berbagai tuduhan dan kedustaan yang disebarkan oleh berbagai media massa tentang partai kami pasca aksi penangkapan zalim paling akhir terhadap anggota-anggota Hizb. Sungguh kami menilai apa yang dilakukan oleh Bapak Ismail Saymaz sebagai contoh yang baik bagi para wartawan yang terhormat dan luar biasa. Hal itu telah meninggalkan kesan yang baik bagi kami.


Yilmaz Celik

Juru Bicara Resmi

Hizbut Tahrir Turki

Judul: PAKISTAN : DIKTATOR DAN DEMOKRATIS SAMA SAJA
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 25, 2009, 12:33:13 pm
Tanggal : 13 Sya’ban 1430 H/04 Agustus 2009 M


Keterangan Pers


Wahai Kaum Muslim! Gagalkan Konspirasi Berbahaya Ini

Amerika Membangun Pangkalan Militer Baru di Tengah Islamabad

setelah Pangkalan Tarbela,

dengan Persetujuan Penguasa Pengkhianat Pakistan!



Media-media massa belakangan ini telah melansir berita bahwa Amerika membangun benteng menyerupai pangkalan militer dengan dalih perluasan kantor kedutaan besar Amerika di Islamabad. Untuk tujuan ini, kedubes AS telah membeli tanah seluas 7,28 hektar dengan harga US $ 12 juta saja! Padahal sebelumnya, Otoritas Pertumbuhan Modal telah menjual tanah kepada perusahaan property Turki dengan harga US $ 72 juta! Di tanah yang berdampingan dengan tanah yang dijual kepada kedubes AS itu, perusahaan property Turki tersebut telah membangun 153 rumah. Artinya harga jual kepada perusahaan property Turki itu enam kali lipat dari harga yang dibayar oleh kedubes AS, padahal luas tanah itu hanya 2,43 ha, kurang dari sepertiga dari luas tanah yang dibeli kedubes AS. Seakan tanah yang dibeli kedubes AS itu diberikan kepadanya, bukan dibeli!

Seperti berita yang dilansir oleh berbagai media massa, dalam beberapa hari ke depan, akan datang seribu orang pegawai kedubes AS, di antaranya 350 orang marinir. Pegawai kedubes AS saat ini mencapai 750 orang pegawai. Jumah itu adalah jumlah paling besar yang bisa ditampung oleh kedubes-kedubes di seluruh dunia. Padahal sesuai dengan kesepakatan, jumlah pegawai kedubes yang diperbolehkan tidak boleh lebih dari 350 orang. Kepala staf militer AS di Pakistan menegaskan jumlah pegawai tambahan itu disebabkan terjadinya peningkatan bantuan Amerika ke Pakistan!

Sungguh kami tidak membongkar suatu rahasia jika kami katakan bahwa kedubes-kedubes AS di seluruh dunia berfungsi sebagai markas intelijen dan ruang bagi menejemen aksi-aksi militer dan intelijen. Para diplomat di kedubes-kedubes AS itu melakukan penyusupan terhadap urusan dalam negeri negara-negara tuan rumah sebagai tambahan dari tugas resmi mereka. Berita menyedihkan ini tidaklah mengejutkan yang datang tiba-tiba. Khususnya penguasa Pakistan telah melakukan tugasnya dengan penuh ketulusan mengabdi demi kepentingan tuan-tuan mereka Amerika, melebihi yang dilakukan penguasa diktator sebelumnya. Faktanya pembentukan Ordinansi Rekonsiliasi Nasional (National Reconciliation Ordinance – NRO) atas nama demokrasi dibentuk tidak lain untuk memberi kerangka bagi perampok dan penjahat itu sehingga bisa dengan mudah dan aman mendukung Amerika dan mengimplementasikan agenda-agendanya

Pangkalan itu akan menjadi semacam landasan bagi pesawat tanpa awak untuk melancarkan serangan-serangan brutal di dalam Pakistan. Atau menjadi pangkalan militer untuk melancarkan serangan militer terhadap penduduk Pakistan dengan berbagai dalih dan istilah.

Sesungguhnya mereka para penguasa itu telah melampaui pendahulunya dalam melakukan pengkhianatan. Izin yang mereka berikan kepada musuh kaum Muslim yang paling keras untuk membangun pangkalan militer di tengah-tengah Islamabad, benar-benar telah melampaui pengkhianatan mereka sebelumnya. Para penguasa demokratis dengan perilaku itu telah memberikan bukti bahwa demokrasi tidak bisa menyelesaikan satu pun masalah Pakistan, bahkan justru menjadi sebab Pakistan sakit parah. Faktanya, baik pemerintahan di Pakistan itu demokratis atau pun diktator, sesungguhnya kaum kafir imperialis lah yang membuat aturan dan penentu politik sebenarnya di Pakistan. Pribadi-pribadi penguasa itu tidak lain hanyalah pribadi yang sengaja di dudukkan di kursi pemerintahan dan masyarakat harus menerima penyakit mereka! Begitulah, kaum kafir imperialis telah menjustifikasi undang-undang dan politiknya dengan jalan demokrasi melalui apa yang mereka sebut sebagai wakil-wakil rakyat, sesuatu yang menjadi barang mewah di bawah kediktatoran.


Wahai Kaum Muslim

Sama saja baik penguasa di Pakistan disebut diktator seperti Musharraf, atau pun demokratis seperti Zardari; keduanya sama saja, tidak ada bedanya satu dengan yang lain. Tujuan tunggal mereka adalah menjaga pemerintahan mereka agar bisa merampas dan merampok masyarakat. Mereka siap secara penuh untuk berjalan sejauh-jauhnya guna menjaga kekuasaan, meski hal itu harus dilakukan dengan jalan menjual anak-anak muda kaum muslim atau tanah-tanah negeri Pakistan!

Wahai kaum muslim sesungguhnya tanggungjawab Anda semua adalah mencampakkan penghambaan dari leher Anda dan melemparkannya ke wajah-wajah mereka. Tanggung jawab Anda semua adalah melengserkan mereka dari kursi kekuasaan dan mengubur mereka di lembaran-lembaran sejarah hitam. Sesungguhnya tanggungjawab Anda semua yang telah difardhukan atas Anda semua adalah keluar ke jalan dan meneriakkan di hadapan para penguasa khianat itu dan mengumumkan bahwa masyarakat di Pakistan tidak akan pernah mengijinkan pembangunan pangkalan militer Amerika di Pakistan.

Wahai Ahlul Quwwah apa yang salah dengan Anda? Sampai kapan Anda akan terus diam sementara Anda melihat negeri yang kuat, Pakistan, menyerah kepada Amerika tanpa letusan satu peluru pun? Bergegaslah untuk memberikan nushrah kepada Hizbut Tahrir untuk menegakkan Daulah Khilafah sebelum penguasa menghancurkan Pakistan secara penuh.


Naveed Butt

Juru Bicara Resmi Hizbut Tahrir di Pakistan
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/08/18/ht-pakistan-gagalkan-konspirasi-as-membangun-pangkalan-militer-di-islamabad/

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: oki_toink pada Agustus 25, 2009, 05:38:02 pm
mau tanya, apakah HT sudah memiliki tentara khusus ...

afwan bang...


btw saat belum ada khilafah saya hanya berharap pada pertolongan alloh dan saya meminta pertolongan saudara seakidah saya yg berada dilembah swat, khususnya TALIBAN ...
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 26, 2009, 11:54:40 am
mau tanya, apakah HT sudah memiliki tentara khusus ...

afwan bang...


btw saat belum ada khilafah saya hanya berharap pada pertolongan alloh dan saya meminta pertolongan saudara seakidah saya yg berada dilembah swat, khususnya TALIBAN ...

Saya tidak bisa komentar.

Smoga Allah menolong saudara kita di lembah SWAT.
Judul: Masih seputar teman2 kami di Turki.
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 26, 2009, 12:04:49 pm
No : TR/BS/2009/MNR/0024

Tanggal : 08 Sya’ban 1430 H/30 Juli 2009 M


Keterangan Pers


Wahai Anggota-anggota Satuan Keamanan:

Tidak Adakah dari Anda Seorang pun Yang Cerdas



Pada pagi hari Jumat 24 Juli 2009, satuan-satuan keamanan di Republik Turki melaksanakan operasi penangkapan luas di 23 kota pada waktu yang bersamaan. Mereka menangkap 200 orang pemuda. Hingga sekarang mereka masih menahan lima puluh orang dan mengirim mereka ke penjara. Setelah itu satuan-satuan keamanan membuat-buat klaim yang sangat menggelikan bahwa Hizbut Tahrir pada hari Ahad 26 Juli 2009 bersikeras melaksanakan kegiatan yang mengerikan di Istanbul dan akan memenuhi Istanbul dengan darah. Juga klaim sangat menggelikan bahwa sejumlah orang yang ditangkap itu memiliki hubungan dengan organisasi Ergenekon. Mereka bahkan melampaui batas dalam kebohongan hingga mereka mengatakan bahwa Hizbut Tahrir memiliki hubungan dengan dan diarahkan oleh Mosad. Dalam hal ini kami menyeru satuan-satuan keamanan yang zalim di Republik Turki sebagai berikut:

Sesungguhnya satuan-satuan keamanan di negara sekuler ini yang telah gagal dalam upaya mereka menyerang Hizbut Tahrir dengan mengaitkan Hizb kepada aksi-aksi fisik dan dengan kelompok Ergenekon, mereka sekarang membuat kebohongan baru terhadap Hizbut Tahrir. Mereka melontarkan klaim dusta dan direkayasa bahwa Hizbut Tahrir diarahkan oleh Mosad. Hal itu menampakkan dengan jelas bahwa mereka telah tidak mampu dan putus asa dihadapan bertambahnya kekuatan Hizbut Tahrir dan kemajuannya yang terus menerus dari hari ke hari. Hal itu karena dalam keputusan mereka sendiri, mereka mengetahui dengan baik bahwa Hizbt Tahrir telah meraih posisi spesial bukan hanya di Turki saja melainkan di seluruh dunia, kaum muslim menjadi percaya kepada kepemimpinan Hizb. Mereka mengetahui dengan baik bahwa negara-negara kafir yang mengikuti perkembangan Hizb itu dengan seksama telah sampai pada ketakutan dan keterguncangan yang tinggi sehingga mereka mengeluarkan berbagai pernyataan demi pernyataan seputar peningkatan Hizb yang pesat. Mereka menggerakkan antek-antek mereka di negeri-negeri islam termasuk penguasa Turki yang khianat dan zalim yang menampilkan diri dengan pakaian islami. Mereka menggerakkan satuan-satuan keamanan Turki dalam upaya keji yang baru untuk menghentikan peningkatan kekuatan Hizbut Tahrir untuk mendapatkan keridhaan tuan-tuan mereka. Maka mereka melaksanakan operasi penangkapan yang zalim dan sangat buruk menentang Hzibut Tahrir.

Satuan-satuan keamanan yang zalim di Republik sekuler Turki yang tidak takut kepada Allah dan tidak malu kepada para hamba, yang telah kekenyangan bahkan hingga sakit mengaitkan Hizbut Tahrir dengan aksi-aksi fisik, maka kemarin mereka berupaya mengaitkan Hizb dengan Ergenekon dan hari ini mereka melemparkan tuduhan palsu keterkaitan Hizb dengan Mosad. Maka jika besok mereka mengklaim adanya hubungan Hizb dengan CIA, maka hal itu tidak akan aneh! Hal itu karena satuan-satuan keamanan yang tunduk kepada sistem yang bangkrut baik secara pemikiran maupun praktis, tidak memiliki solusi lain selain menggunakan tuduhan-tuduhan dan kebohongan semacam ini dalam upaya mereka memalingkan Hizbut Tahrir dan syababnya dari jalannya yang benar dan dari tujuan mereka. Namun seperti halnya kemarin-kemarin, dengan izin Allah, tuduhan mereka akan gagal dan sihir upaya putus asa mereka akan terbongkar dan akan lenyap tertiup angin.

Seandainya di dalam satuan-satuan keamanan itu ada seorang yang berakal niscaya dengan pikirannya yang lurus ia akan menyadari kebenaran Hizbut Tahrir baik pemikiran maupun metodenya. Dan niscaya ia akan mengumumkan secara meluas bahwa apa yang terjadi tidak lain hanya merupakan tuduhan yang direkayasa dan kezaliman yang disengaja.

Karena sebab itulah kami mengingkari dengan sangat aksi penangkapan yang buruk ini yang dilakukan oleh satuan-satuan keamanan melawan Hizbut Tahrir. Kami menuntut mereka untuk melepaskan seluruh syabab yang ditangkap tanpa batasan dan syarat apapun. Kami menuntut agar mereka menghentikan obsesi dan upaya mereka untuk mengaitkan Hizbut Tahrir dengan aksi-aksi fisik dan pusat-pusat keburukan serta kelompok-kelompok seperti Mosad dan Ergenekon. Dan jika masih tersisa Islam meski sebesar biji sawipun di dalam diri mereka, hendaklah mereka berdiri dan meneriakkan kebersihan Hizbut Tahrir dan para syababnya dari semua yang dikaitkan dengan mereka secara penuh permusuhan itu.

Judul: JAWA POS
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 27, 2009, 12:03:16 pm
Mencabut Terorisme dengan Dakwah (Tanggapan Untuk Jawa Pos)
Oleh: Khoiri Sulaiman (Ketua DPD HTI Jatim)


JATI Diri Jawa Pos (11/08/09) yang berjudul Mencabut Akar Radikalisme menarik untuk ditanggapi. Sebab, pertama, momentum pascabom JW Marriott II dan Ritz-Carlton serta penyerbuan atas Noodin M. Top di rumah M. Djahri di Temanggung masih menghiasi headline sejumlah media.

Kedua, statemen mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono ketika wawancara dengan TV One (29/07/09), yang mengatakan bahwa terorisme terkait dengan Wahabi radikal, yang merupakan lingkungan yang cocok bagi terorisme. Ketiga, wacana penegakan syariah dan khilafah semakin mengemuka.

Ada beberapa poin di Jati Diri tersebut yang perlu digarisbawahi. Terutama di kalimat, ”Begitu juga maraknya aksi unjuk rasa yang menuntut didirikannya khilafah Islamiyah dan pemberlakuan syariat Islam. Aparat negara juga membiarkan. Padahal, dengan adanya keinginan itu, langsung atau tidak, mereka telah menafikan NKRI” (alinea 9).

Kelompok-kelompok itu bisa jadi memang tidak punya hubungan dengan jaringan Noordin M. Top. Namun, model gerakan dan pemikiran mereka sangat dekat. Artinya, sangat terbuka lebar, dari kelompok itulah persemaian bibit-bibit militan akan tumbuh (alinea 10).

Tidak Korelatif

Pemberantasan terorisme secara kontinu dan komprehensif serta menangani dan mengantisipasi faktor-faktor persemaiannya memang harus dilakukan. Hanya, ada perbedaan dalam merumuskan faktor-faktor sebagai persemaian terorisme. Tidak fair jika faktor persemaian terorisme dibatasi hanya faktor gerakan radikal. Sebab, ada faktor lain yang ikut andil dalam memunculkan terorisme. Seperti, faktor ketimpangan ekonomi, faktor kezaliman politik luar negeri negara-negara hegemonik (adanya terorisme yang dilakukan negara atau state terrorism), faktor rendahnya pemahaman terhadap Islam, serta faktor operasi intelijen untuk stigmatisasi dan monsterisasi Islam serta kaum muslimin.

Faktor rendahnya pemahaman terhadap Islam (dlo’fusy syadid fil fahmil Islam) adalah akar utama munculnya terorisme. Sezalim apa pun state terrorism berlangsung dan semelarat apa pun seseorang, dengan pemahaman Islam yang kaffah, tentu tidak akan mau melakukan tindakan teror. Begitu pula, secanggih apa pun, sebuah operasi intelijen tidak akan dapat menjebak, membujuk, atau memprovokasi seorang muslim untuk melakukan tindak teror.

Dengan kesahihan dan komprehensivitas pemahaman Islam, terorisme justru tidak akan dapat hidup. Sebab, di antara muatan dakwah yang komprehensif mengajarkan, syariah mengharamkan tindakan teror atau menakut-nakuti penduduk sipil. Pelaku teror diancam dengan hukuman mati.

Upaya membentuk pemahaman Islam yang komprehensif itulah yang sedang dan akan terus dilakukan oleh Hizbut Tahrir. Dengan demikian, upaya dakwah itu justru dapat mengikis pemikiran dan tindakan teror.

Hizbut Tahrir adalah gerakan yang bertujuan melanjutkan kehidupan Islam (listi’nafil hayatil Islam) dengan mencitakan penerapan syariah Islam secara total dalam bingkai khilafah. Dengan demikian, jika ada pihak yang mencoba mengaitkan Hizbut Tahrir dengan kekerasan atau terorisme, yang bersangkutan akan frustrasi. Sebab, sejak berdirinya sampai sekarang, lembaga itu masih istiqamah dengan karakter dakwahnya yang non-kekerasan (’adamul ‘unfiyah atau nonviolence).

Sikap tersebut meneladani dakwah Rasulullah SAW yang tanpa kekerasan. Buktinya, dalam aktivitasnya lebih dari 50 tahun sejak didirikan, HT tidak pernah sekali pun menggunakan kekerasan meski banyak penguasa yang bersikap represif terhadap HT.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, 17 Mei 2005, Craig Murray, mantan duta besar Inggris untuk Uzbekistan, mengatakan, ”Hizbut Tahrir merupakan organisasi yang betul-betul tanpa kekerasan.” (http://www.English.aljzeera.net). Bill Rammell mengatakan, ”Kami belum menemukan bukti yang kuat bahwa Hizbut Tahrir adalah organisasi yang menyerukan kekerasan atau terorisme. Kita juga belum pernah melihat adanya hubungan kerja sama antara Hizbut Tahrir dan Al Qaidah (UK FCO Minister Bill Rammell, Hansard, 19/4/04). ICG juga menyatakan hal yang sama tentang perbedaan HT yang melarang penggunaan aktivitas kekerasan dengan kelompok jihad (International Crisis Group, 2/3/05).

Jadi, tidak ada relevansi atau korelasi antara perjuangan penerapan syariah Islam dan khilafah dengan terorisme. Bahkan, terorisme sangat kontraproduktif terhadap segala upaya perjuangan penerapan syariah Islam dan khilafah dengan segala variannya. Bahkan, terorisme kontraproduktif terhadap Islam itu sendiri dan seluruh kaum muslimin. Jika yang diuntungkan bukan Islam, lalu siapa otak sebenarnya dari terorisme tersebut?

Syariato-phobia

Aksi damai dan berbagai edukasi umat yang masif tentang urgensi penerapan syariah dan khilafah semakin mendapatkan dukungan umat. Namun, upaya yang memancar dari keimanan tersebut ternyata tidak membuat senang pihak-pihak tertentu. Statemen mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono di atas adalah tidak berdasar dan mencerminkan mentalitas ketakutan serta fobi terhadap syariah (syariato-phobia). Kesalahan identifikasi atau kentalnya muatan konspirasi tidak patut dilakukan oleh orang sekaliber dia.

Upaya pengaitan antara perjuangan penerapan syariah dan khilafah dengan eksistensi NKRI juga hanya berangkat dari asumsi. Dalam Manifesto HTI: Jalan Baru untuk Indonesia yang telah di-launching (21/05/09) secara eksplisit dinyatakan bahwa peluncuran itu sebagai sumbangsih pemikiran dan bukti kecintaan kepada tanah air. Siapa yang lebih membahayakan eksistensi negeri ini, orang yang selama ini menjual negara dengan segala kekayaannya kepada pihak neoliberal dan kapitalisme global atau orang yang berupaya memperbaiki negeri dengan solusi syariah? Apalagi, manifesto tersebut menawarkan Indonesia menjadi negara superpower dunia masa depan.

Pertanyaan yang paling penting, benarkah mencabut akar terorisme itu -salah satunya- dilakukan dengan tidak membiarkan gerakan penegakan syariah Islam dan khilafah? Apakah ini mencerminkan freedom of speech’?

Kalau boleh mengutip pendapat Gus Sholah (KH Salahuddin Wahid), meski tidak setuju dengan gagasan khilafah, beliau juga tidak setuju kepada pelarangan terhadap penyuaraan khilafah. Proses sosiallah yang menentukan dan sejarah yang kelak menjadi saksinya. (*)

(Jawa Pos, Opini Kamis, 13 Agustus 2009 )

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Rais Alfatta pada Agustus 30, 2009, 03:01:31 am
Assalamu'alaikum,
afwan ustadz, biar sama-sama tau,
kenapa HT bereaksi dengan pernyataan itu? (hp)
atas nama islamkah, ikhwanul-musliminkah atau wahabikah? :-??
sekali lagi, mohon maaf lahir batin.
ana pikir mereka sedang mengumpan pion
dan berharap mendapat ratunya
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 31, 2009, 12:00:41 pm
Assalamu'alaikum,
afwan ustadz, biar sama-sama tau,
kenapa HT bereaksi dengan pernyataan itu? (hp)
atas nama islamkah, ikhwanul-musliminkah atau wahabikah? :-??
sekali lagi, mohon maaf lahir batin.
ana pikir mereka sedang mengumpan pion
dan berharap mendapat ratunya

Alaikum salam,

Kenapa HT bereaksi dg pernyataan (hp) ?
Menurut saya wajar, apalagi ht tidak diberi kesempatan untuk menjawab oleh media tv tersebut. Ini sungguh tidak fair, dari kacamata orang awam sekalipun. Menurut saya ini bukan pemberitaan yg berimbang.

Thx atas analisa dan nasehatnya, mohon maaf lahir - bathin.
Judul: PAKISTAN : DIKTATOR DAN DEMOKRATIS SAMA SAJA ...
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 31, 2009, 12:13:27 pm
Dr. Ayman Zawahiri melalui rekaman yang dibuatnya telah muncul di situs-situs internet mengatakan bahwa daerah-daerah perbatasan Pakistan dengan Afghanistan telah menjadi bukti serangan “tentara Salibis” yang dipimpin oleh tentara Pakistan, dengan diawasi dan didampingi oleh para tentara Salibis baru.”

Zawahiri menuduh militer Pakistan melaksanakan rencana yang bertujuan untuk menghancurkan kelompok jihad di Afghanistan dari belakang, agar menyerah kepada pasukan tentara Salibis di Afghanistan setelah banyak mengalami kerugian. Sehingga dengan demikian, dapat terus memaksakan pengaruh militar Salibis AS secara langsung di Asia Selatan.

Bahkan Zawahiri menilai bahwa tentara Pakistan: “Bekerja sebagai unsur penting dalam serangan pasukan Salibis terhadap Islam dan kaum Muslim. Dengan demikian, tentara Pakistan telah berubah menjadi alat yang dikuasai dan dikendalikan oleh pasukan Salibis internasional untuk melawan rakyatnya sendiri, negara-negara tetangganya, dan umat Islam yang lainnya.”

Zawahiri yakin bahwa ada “kesalahan historis” yang berkaitan dengan pemerintah Pakistan, yang mengklaim “secara dusta dan palsu bahwa Pakistan merupakan pemerintahan Islam, yang didirikan untuk membela hak-hak kaum Muslim, namun hingga lebih dari enam puluh tahun sejak beridirnya, Pakistan belum juga menerapkan Islan.”

Orang kedua di Al-Qaedah ini menegaskan bahwa pertempuran yang berlangsung saat ini di Lembah Swat, dan di daerah-daerah kesukuan “bukan lagi masalah internal rakyat Pakistan, tetapi ia merupakan medan di antara medan-medan serangan kaum Salibis kontemporer.”

Zawahiri mengingatkan kepada unsur-unsur militer Pakistan dengan mengatakan: “Bagi setiap prajurit dan perwira yang terlibat dalam serangan terhadap Waziristan hendaklah mengingat peringatan keras yang terkandung dalam Al-Quran bagi siapa saja yang membantu orang-orang kafir melawan kaum Muslim.”

Ayman Zawahiri menyerukan warga Pakistan untuk “berjihad” melawan tentara negara mereka, yang ia sebut sebagai alat untuk “serangan pasukan Salibis” yang bertujuan melemahkan dan menghancurkan organisasi-organisasi Islam di Lembah Swat, dan daerah-daerah kesukuan untuk kenyamanan pasukan Amerika Serikat di Afghanistan.

Zawahiri menilai bahwa Pakistan bukanlah sebuah negara Islam. Sementara pemahaman yang selama ini tertanam kuat dalam benak masyarakat bahwa Pakistan adalah negara Islam, maka secara historis itu tidak benar. Dan ia pun menyeru unsur-unsur tentara Pakistan agar mengingat selalu larangan (haramnya) “membantu kaum kafir dalam memerangi kaum Muslim.”

Zawahiri mengatakan dalam rekaman yang diberi judul “jalan menuju kehancuran”, dan disajikan oleh situs yang telah biasa merilis keterangan-keterangan Al-Qaedah “bahwa operasi yang diberi nama “jalan menuju keselamatan” itu akan menjadi “jalan menuju kehancuran mereka”.  (islamicnews.net, 29/08/2009)

Judul: WAHID INSTITUTE jalan ke mana ??
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 31, 2009, 12:19:23 pm
Wahid Institute Anggap Perda Syariah Biang Suburnya Terorisme

Wahid Institute Jumat (21/8) mengeluarkan Monthly Report on Religious Issues (MRORI 21 Agustus 2009). Dalam laporannya, LSM berhaluan liberal ini mengangkat peristiwa bom di Hotel JW Marriott – Ritz Carlton sebagai topik utama dalam laporan bulan Agustus 2009.Di samping bom, beberapa peristiwa akhir-akhir ini juga menunjukkan tren lanjutan, yang juga patut dikritik. Jika selama setengah tahun terakhir, dinamika keberagamaan sepi dari peraturan diskriminatif, namun nampaknya saat ini mulai merebak dan menjamur di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa di antaranya, DPRD Tasikmalaya yang saat ini tengah membahas perda bernuansa syariah, sementara Cianjur telah lebih dulu, bahkan telah merancang Gerbang Marhamah (Gerakan Pembangunan Berakhlakul Karimah) empat tahun lalu. Di Konawe, Kendari (Sultra) melakukan pembahasan mengenai raperda zakat, sedangkan Kabupaten Bulukumba (Sulsel) bahkan telah merancang perda zakat enam tahun lalu.

Demikian juga soal usulan memasukkan kewajiban memakai busana muslimah untuk siswa di Bangkalan, terkait raperda soal pendidikan yang sedang dibahas DPRD setempat.

Di Aceh, Qanun Jinayat akan menjadikan hukum pidana Islam sebagai hukum positif. Sementara pada beberapa bulan lalu Bogor berencana mencanangkan kota Bogor sebagai Kota Halal, dengan alasan selaras dengan semboyan kota tersebut sebagai kota beriman.

Dari serangkaian peristiwa yang terjadi belakangan, yang berhasil dicermati dan dihimpun Wahid Institute dalam laporan bulanannya dapat ditarik beberapa analisa antara lain; bahwa serangan di Hotel JW Marriott dan Ritz­Carlton, Kuningan, Jakarta, jelas menunjukan Indonesia masih belum sepi dari gerakan “terorisme”.

Yang lebih jelas lagi adalah, ideologi teror ternyata masih terus tumbuh dan bisa diterima segelintir orang di negeri ini. Lebih daripada itu, yang paling berbahaya adalah jika orang masih percaya bahwa terorisme itu dibenarkan agama. Oleh karena itu seluruh elemen bangsa ini harus mewaspadai ancaman ini.

Di lain pihak, gerakan formalisasi keagamaan yang meminjam tangan negara agaknya masih akan belum surut. Bentuknya bisa rancangan peraturan daerah bernuansa agama atau sekadar imbauan dari pejabat terkait, seperti Perda Larangan Miras di Subang, Perda Miras Parepare, Raperda Zakat di Konawe Kendari, dan Raperda yang mengatur soal perjudian minuman keras, dan adab berpakaian di Tasikmalaya.

Dengan status kekhususannya, DPRA juga tengah memperjuangkan pengesahan rancangan Qanun Hukum Acara Jinayat, yang juga mengatur soal minuman, judi, dan khalwat (bersunyi­sunyi), dan zina. Pelaku zina, misalnya, dalam rancangan qanun tersebut yang belum menikah akan diganjar seratus cambukan dan rajam.

Selain konteks Aceh, problem formalisasi sebetulnya terletak pada campur tangan negara terhadap kehidupan kelompok keagamaan tertentu, termasuk hasrat kelompok tertentu untuk meminjam tangan negara yang berpotensi mendiskriminasi kelompok keagamaan lain.

Dari beberapa analisa tersebut, Wahid Institute merekomendasikan beberapa hal. Pertama, dalam kasus terorisme, selain terus memburu pelaku dan otak intelektualnya, sebaiknya pula dibarengi dengan upaya meminimalisir pencitraan dan pandangan jika teror itu identik dengan agama.

Kedua, citra masyarakat internasional yang masih saja memberi stigma buruk atas Islam dengan teror, tentu saja akan memperburuk situasi. Karena itu usaha untuk terus menyebarkan doktrin agama yang toleran, menolak kekerasan, harus terus dikembangkan. Sebab jika masih banyak orang yang sangat percaya jika teror dibenarkan agama, sesungguhnya benih­benih terorisme itu masih sangat potensial dan sewaktu­waktu siap meledak.

Ketiga, pemerintah, khususnya Kementerian Dalam Negeri hendaknya lebih memberikan perhatian terhadap Perda dan Raperda, khususnya dalam upaya mengefektifkan proses harmonisasi hukum, apakah peraturan tersebut bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi atau tidak.

“Ini adalah amanat UU No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-­Undangan yang perlu dijalankan. Perlu juga diingat bahwa perda-perda bernuansa agama bisa problematik untuk membangun kehidupan masyarakat yang majemuk dengan beragam agama dan keyakinan.”

Dicatut

Wahid Institute adalah organisasi LSM yang didirikan oleh Abdurahman Wahid dan Direktur Eksekutifnya dipegang anaknya sendiri, Yenny Zannuba Wahid.

Dengan sponsof LibforAll, sebuah LSM yang ditengarai milik Yahudi di Indonesia, Wahid Institute berada di balik peluncuran “Buku Ilusi Negara Islam”, yang menuai kontroversi karena beberapa nama yang dicantumkan mengaku telah dicatut seolah-olah pernah melakukan penelitian. Di antara nama yang dicatut adalah dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Abdur Rozaki. Dosen UIN ini merasa, tidak pernah menjadi peneliti buku tersebut, tapi namanya tercantum dalam buku yang memunculkan polemik tersebut.

Rozak mengaku, ia bersama 2 temannya, Nur Kholik Ridwan, dan Supardi pernah diajak untuk menjadi peneliti buku tersebut. Namun ia membatalkan kontrak karena Yayasan Fatsuna, yang menerbitkan buku itu menolak diajak debat tentang metodologi penelitian.

“Kami bertiga, saya, Nur Kholik Ridwan, dan Supardi mundur. Mereka katanya hendak melakukan riset perkembangan agama di Indoenesia, tapi diajak debat metodologi tidak mau. Ini aneh,” jelas Rozak dikutip detik.com.

Menariknya, dua tahun setelah penolakan tersebut, buku Ilusi Negara Islam diterbitkan Wahid Institute pada 2009 dan nama Rozak beserta kawan-kawan tetap dicantumkan.(warnaislam.com, 26/8/2009)

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Agustus 31, 2009, 12:34:42 pm
Assalamu'alaikum,
afwan ustadz, biar sama-sama tau,
kenapa HT bereaksi dengan pernyataan itu? (hp)
atas nama islamkah, ikhwanul-musliminkah atau wahabikah? :-??
sekali lagi, mohon maaf lahir batin.
ana pikir mereka sedang mengumpan pion
dan berharap mendapat ratunya

Alaikum salam,

Kenapa HT bereaksi dg pernyataan (hp) ?
Menurut saya wajar, apalagi ht tidak diberi kesempatan untuk menjawab oleh media tv tersebut. Ini sungguh tidak fair, dari kacamata orang awam sekalipun. Menurut saya ini bukan pemberitaan yg berimbang.

Thx atas analisa dan nasehatnya, mohon maaf lahir - bathin.


Utang Indonesia Pada Umat Islam
Oleh Herry Nurdi Penulis, Wartawan Islam



Perkembangan penyelesaian masalah terorisme di Indonesia, menuju arah yang sangat tidak kondusif bagi kaum Muslimin di negeri ini. Berbagai pernyataan dan statement yang dilontarkan oleh beberapa pihak, baik secara resmi atau selentingan, telah melahirkan dampak yang sangat serius bagi gerakan dakwah di negeri ini. Tentu saja perkembangan ini harus dikawal dalam koridor yang benar agar tak menimbulkan keresahan baru yang bernama kecurigaan komunal.

Bayangkan saja, jika seorang psikolog menyebutkan bahwa kegiatan-kegiatan rohis (Rohani Islam) yang ada di sekolah menengah umum adalah bahan baku dari tindak kekerasan. Ditambah lagi, dengan seorang yang mengaku pengamat, berkata dengan senyum di bibir bahwa pendanaan kegiatan terorisme juga berasal dari mobilisasi zakat, infak, dan sedekah. Semua ditayangkan di televisi dalam siaran  live yang tentu saja tanpa filter rasa keadilan bagi umat Islam.

Pada tahap yang lebih awal, pesantren telah menuai kecurigaan. Begitu juga, dengan kegiatan dakwah. Dan, hari ini kita saksikan, betapa aktivis dakwah berada dalam suasana terintimidasi. Jenggot, celana cingkrang, baju koko, cadar, dan dahi yang hitam menjadi atribut pelengkap yang mengantarkan kecurigaan. Dengan segala hormat pada semua pihak yang terlibat, Pemerintah Indonesia tidak boleh menjadi pemerintah yang kelak akan dicatat sebagai pemerintah yang menindas umat Islam.

Masih dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan, sekadar mengingatkan sejarah yang mungkin terlupa. Negeri ini memiliki utang yang tak terbayar pada perjuangan yang telah diberikan umat Islam. Hanya untuk mengambil beberapa contoh, Pangeran Diponegoro, memakai simbol-simbol dalam memimpin Perang Jawa melawan penjajah Belanda. Dengan serban, baju putih panjang, dan yang paling penting, dengan ajaran Islam Pangeran Diponegoro memimpin perang yang dalam sejarah Belanda disebut-sebut sebagai perang, yang hampir menenggelamkan negeri penjajah itu dengan kebangkrutan.

Baca saja nama panjang dan gelar Pangeran Diponegoro. Sultan Abdulhamid Erucakra Sayidin Panatagama Khalifat Rasulullah Sayidin Panatagama. Dengan sadar, Pangeran Diponegoro mencantumkan nama Sultan Abdulhamid, yang saat itu menjadi Khalifah Turki Utsmani sebagai jaringan perjuangannya. Bahkan, pemilihan nama Sultan pada periode Sultan Hamengkubuwono I adalah simbol perlawanan secara halus pada kekuatan VOC, penjajah Belanda. (Soemarsaid Moertono, 1985; P Swantoro, 2002).

Tapi, hari ini, simbol yang mampu menggalang kekuatan perjuangan kemerdekaan itu dicurigai. Pencantuman hubungan internasional, dengan Mesir, Turki, Arab Saudi, disebut dengan transnasional yang juga diucapkan dengan nada penuh kecurigaan. Dulu, simbol-simbol itu berperan sangat besar memerdekakan negeri ini.

Begitu pula, dengan slogan dan pekik perjuangan, Islam dan kaum Muslimin menorehkan sejarah yang tak bisa dihapus dan harus diingat lagi ketika jihad disudutkan seperti saat sekarang. Bung Tomo, menggerakkan Arek-arek Suroboyo melawan agresi militer ulang yang dilakukan penjajah Belanda, dengan pembukaan kalimat  Bismillahirrahmanirrahim dan ditutup dengan  Allahu Akbar yang disandingkan dengan kata Merdeka.

Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
Siaplah keadaan genting
. Tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
Baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.
Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: Merdeka atau Mati.
Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka!
Maka sekali lagi, negara ini boleh menjadi negara yang anti terhadap pekikan  Allahu Akbar dan seruan-seruan dakwah yang mengajak menuju kebaikan dan kebenaran.

Ketika Republik Indonesia masih sangat belia, negara ini pernah menjadi Republik Indonesia Serikat sebagai hasil dari Konferensi Meja Bundar. Indonesia terpecah-pecah menjadi 17 negara bagian. Penjajah Belanda tidak akan ridha dan ringan hati melepaskan Indonesia sebagai negeri yang merdeka dan berdaulat. Andai saja Mohammad Natsir, tidak tampil dengan pidatonya yang kini dikenal dengan Mosi Integral Natsir, tentu seluruh pemimpin bangsa hari ini tidak akan bisa menyebut dengan bangga kalimat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebab, berdirinya RIS meminta konsekuensi besar. Terjadi rasionalisasi atas kekuatan Tentara Nasional Indonesia. Perwira-perwira penjajah Belanda menjadi penasihat TNI. Pejuang dan tentara rakyat dirumahkan. Sebagai gantinya, Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL) diintegrasikan ke dalam tubuh TNI. Bagaimana mungkin negara ini akan kuat, jika di dalam tulang punggung yang menjaga kemerdekaannya, berdiri jenderal-jenderal penasihat dan unsur-unsur dari kalangan penjajah?

Dalam sidang RIS tahun 1950, Mohammad Natsir, seorang pemimpin dakwah di negeri ini, seorang dai, seorang ustaz, seorang ulama, tampil menyelamatkan Indonesia. Maka, dengan segala hormat, TNI dan Kepolisian Republik Indonesia tidak boleh menjadi alat negara yang berperilaku sewenang-wenang pada umat Islam Indonesia.

Apalagi, ditambah sebuah fakta sejarah tentang seorang pejuang bernama Jenderal Soedirman. Seorang guru madrasah Muhammadiyah, yang memimpin gerilya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Jenderal Soedirman adalah seorang guru agama. Mengisi ceramah dan mengajar mengaji keliling di wilayah-wilayah Cilacap dan Banyumas. Jabatannya di Muhammadiyah adalah wakil ketua Pemuda Muhammadiyah Karisidenan Banyumas.

Wilayah yang sama saat ini dicurigai polisi sebagai sebagai kawasan persembunyian buronan yang dicari. Maka sekali lagi, dengan segala hormat, polisi, aparat keamanan, bahkan masyarakat tidak boleh menaruh curiga pada ustaz, guru mengaji, apalagi ulama yang telah membuktikan diri menjaga negeri Allah bernama Indonesia yang semoga dilimpahi berkah.

Pasti tidak terlambat mengucapkan selamat hari kemerdekaan. Kaum Muslimin tidak pernah menganggap perjuangan sebagai piutang yang harus dibayar. Tapi, umat Islam sangat yakin, negara ini adalah negara yang besar yang tak akan melupakan sumbangsih perjuangan umat Islam.  Wallahu a’lam .(republika 28/08/2009)

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada September 11, 2009, 01:11:34 pm
ada satu pertanyaan saya yang belum terjawab saya mohon penjelasan dan jawaban dari teman 2 HT disini...

adakah anggota HT yang berasal dari syi'ah ? karena yang saya tahu anggota HT berasal dari sunni semua.......
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada September 15, 2009, 11:58:41 am
ada satu pertanyaan saya yang belum terjawab saya mohon penjelasan dan jawaban dari teman 2 HT disini...

adakah anggota HT yang berasal dari syi'ah ? karena yang saya tahu anggota HT berasal dari sunni semua.......

Prinsipnya anggota HT terbuka untuk seluruh kaum muslimin.
Anggota HT yg berasal dari syi'ah setahu saya tidak ada. Setahu saya dari sunni juga.

Tidak adanya anggota HT dari kalangan syi'ah karena konsekuensi logis, dimana menurut kami seorang khalifah itu hak seluruh kaum muslimin. Sedangkan kalau syi'ah berpandangan ( setahu saya-red ) seorang imam ( khalifah ) harus berasal dari kalangan syi'ah atau keturunan Imam Ali ra.

Wallahu.
Judul: HTI TOLAK LIBERALISASI LISTRIK
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada September 15, 2009, 12:03:08 pm
KANTOR JURUBICARA
HIZBUT TAHRIR INDONESIA
Nomer: 168/PU/E/09/09
Jakarta, 08 September 2009


PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA
”TOLAK RUU KETENAGALISTRIKAN”
[/b]

Melalui Sidang Pleno pada 8 September 2009 ini, DPR RI rencananya akan segera mengesahkan RUU Ketenagalistrikan 2009 (RUUK) yang diajukan oleh Pemerintah setelah UU Nomer 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan telah dibatalkan Mahkamah Konstitusi pada 15 Desember 2004 melalui putusan MK Nomer 001-021-022/PUU-UU/2003. Dengan keputusan itu, UU yang mengatur ketenagalistrikan adalah kembali kepada UU lama sebelum UU 20/2002, yaitu UU Nomer 15 tahun 1985.

Meski telah mengalami perbaikan dari UU 20/2002 yang dibatalkan oleh MK, tapi RUU Kelistrikan yang baru ini secara substansial masih tetap mengandung hal-hal penting yang membuat UU 20/2002 itu ditolak. Diantaranya:

1- Pasal 10:

<!--[if !supportLists]-->(1) <!--[endif]-->Usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a meliputi jenis usaha:

<!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->pembangkitan tenaga listrik;

<!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->transmisi tenaga listrik;

<!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->distribusi tenaga listrik; dan/atau

<!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->penjualan tenaga listrik

<!--[if !supportLists]-->(2) <!--[endif]-->Usaha penyediaan tenaga listrik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara terintegrasi.

Kata dapat berarti tidak wajib, dan ini berarti peluang unbundling PLN secara vertikal yang selama ini ditolak keras oleh MK, SP PLN dan berbagai elemen masyarakat karena pasti akan merugikan rakyat dan negara masih terbuka untuk dilakukan di masa mendatang.


2- Pasal 11:

<!--[if !supportLists]-->(1) <!--[endif]-->Usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) dapat dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Negara, Perusahaan Daerah, koperasi, swasta atau swadaya masyarakat.

Kata dapat berarti menunjukkan bahwa secara legal antara BUMN, BUMD, Koperasi dan BUMS (lokal dan asing) kedudukannya adalah sama. Padahal semestinya berbeda mengingat penyediaan listrik adalah kewajiban negara sebagai bagian dari PSO (Public Service Obligation) dimana pelaksanaannya dilakukan oleh BUMN Kelistrikan. Dengan ketentuan pasal ini, dimungkinkan BUMS masuk. Dengan kata lain, pasal ini secara telak telah membuka keran privatisasi, khususnya pada BUMS Asing karena kenyataannya hanya swasta asing yang bermodal besar yang mampu masuk sektor kelistrikan. Bila ini terjadi, maka listrik benar-benar telah menjadi komoditas yang semata-mata diproduksi dan didistribusikan untuk kepentingan komersial sedemikian sehingga PSO yang menjadi tugas negara semakin diabaikan.


3- Pasal 13:

<!--[if !supportLists]-->(1) <!--[endif]-->Usaha penyediaan tenaga listrik secara terintegrasi, usaha distribusi tenaga listrik atau usaha penjualan tenaga listrik dibatasi dalam suatu wilayah usaha.

<!--[if !supportLists]-->(2) <!--[endif]-->Wilayah usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan Menteri berdasarkan kebutuhan pengembangan sistem ketenagalistrikan dan pelayanan kepada masyarakat.

Pasal ini adalah pasal utama untuk dilakukannya unbundling secara horizontal yang akan makin melemahkan keintegrasian pengelolaan listrik yang selama ini berjalan


Dari fakta-fakta di atas, Hizbut Tahrir Indonesia menilai:

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Dengan adanya pasal-pasal yang memuat gagasan unbundling, baik secara vertikal maupun horisontal, serta privatisasi yang selama ini dengan tegas ditolak oleh MK, SP PLN dan berbagai elemen masyarakat, tampak jelas bahwa RUU Kelistrikan yang akan disahkan ini sangat berbau liberal yang alih-alih bakal menyelesaikan problem kelistrikan di Indonesia, justru sebaliknya RUU ini akan memunculkan problem yang lebih parah karena akan sangat merugikan rakyat dan negara. Bila unbundling dilakukan akan menyebabkan kenaikan harga listrik hingga 50% akibat adanya beban biaya (pajak, biaya operasional dan sebagainya) dari 3 entitas kelistrikan yang berbeda, yaitu pembangkitan, transmisi dan distribusi, yang sebelumnya ketiganya itu menjadi satu di bawah PLN. Ini jelas akan merugikan konsumen. Bila akhirnya privatisasi juga benar-benar dilakukan, pihak swasta akan sangat dominan dalam penyediaan listrik yang ujungnya harga listrik akan didikte oleh kartel perusahaan listrik swasta. Ini akan semakin membawa pengelolaan kelistrikan di negeri ini jauh dari fungsi kewajiban layanan publik (public service obligation) yang mestinya harus dilakukan oleh negara untuk kesejahteraan rakyatnya. Dominannya kartel perusahaan listrik swasta dengan segala dampak negatifnya telah dialami oleh Kamerun. Pada saat beban puncak (antara jam 5 sore sampai dengan jam 10 malam) kartel perusahaan swasta itu akan memaksakan kenaikan harga hingga 15 sampai 20 kali lipat. Kenyataan ini disampaikan oleh Dr. David Hall dari Public Services International Research Unit, London di depan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) saat membahas UU Nomer 20 tahun 2002 yang akhirnya dibatalkan oleh MK.

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Sementara itu unbundling atau pemecahan horizontal akan mengancam keberlangsungan penyediaan listrik di luar Jawa mengingat selama ini biaya operasional listrik Luar Jawa, dengan semangat kesatuan, disubsidi oleh penghasilan listrik di Jawa yang mencapai 80% dari total penghasilan PLN. Bila dipecah, subsidi silang semacam ini tentu tidak bisa lagi dilakukan. Ujungnya, harga listrik luar Jawa akan naik berkali lipat. Penilaian semacam ini secara tegas disebutkan dalam konsideran Mahkamah Konstitusi untuk menolak unbundling horizontal. Disebut pula, bila unbundling itu dilakukan Pemda di luar Jawa secara umum akan mengalami defisit antara Rp 300 milyar hingga Rp 1,5 triliun per tahun.


Dari uraian singkat di atas, jelas sekali besarnya bahaya yang akan timbul bila RUU Kelistrikan tersebut benar-benar disahkan oleh DPR. Bila RUU itu disahkan, pertanyaannya mengapa keputusan yang akan menghancurkan PLN dan akan sangat merugikan rakyat itu justru dibuat oleh DPR yang notabene adalah wakil rakyat? Jadi, untuk siapa sebenarnya DPR ini bekerja?


PLN sekarang ini sesungguhnya terbentuk dari nasionalisasi terhadap sejumlah perusahaan listrik asing sepeti OGEM, ANIEM, GEBEO dan lain-lain yang saat itu dalam kondisi unbundling (terpecah-pecah) kemudian disatukan (bundling) ke dalam perusahaan listrik dan gas negara (PLGN). Bundling (penyatuan) sejumlah perusahaan listrik swasta waktu itu dilakukan agar penyediaan listrik bisa lebih efisien dan mencegah agar listrik tidak hanya dinikmati oleh orang kaya saja. Maka aneh sekali bila setelah sekian lama PLN, yang dalam kondisi bundling, mampu menjalankan fungsinya sebagai perusahaan yang menyediakan listrik untuk rakyat sebagai bagian dari public service obligation (PSO), tiba-tiba sekarang mau dipecah-pecah lagi yang justru bakal merugikan rakyat dan negara?


Setelah ditelusuri, ternyata rencana unbundling ini merupakan bagian dari kesepakatan pemerintah Indonesia dengan IMF sebagaimana tersebut pada poin 20 dalam Letter of Intent (LOI) dan ditandangani oleh Presiden Soeharto pada bulan Januari 1998. Poin ini kemudian ditegaskan lagi dalam Buku Putih Departemen Pertambangan dan Energi yang dibuat pada bulan Agustus 1998. Dalam buku putih itu, disebutkan bahwa liberalisasi sektor ketenagalistrikan dilakukan melalui tahapan unbundling, profitisasi dan privatisasi. Sehingga dapat dipastikan bahwa undbundling yang akan dimungkin melalui RUU Kelistrikan yang akan disahkan ini suatu saat akan sampai pada tahap divestasi/penjualan aset negara karena memang itulah yang diminta negara donor terkait dengan pengembalian utang negara.


Maka, pertanyaannya adalah untuk apa DPR dan pemerintah melakukan unbundling terhadap PLN bila itu terbukti bakal merugikan rakyat dan negara? Nyatalah bahwa keputusan itu tidak lain dibuat sepenuhnya, kecuali mengabdi kepada kepentingan negara penjajah yang saat ini tengah menyebarkan virus liberalisme di segala bidang, terutama di bidang ekonomi, lebih khusus lagi dalam bidang pengelolaan SDE (sumber daya energi) demi kepentingan perusahaan energi asing untuk menguasai sektor kelistrikan. Pandangan Kapitalis menyatakan pemerintah memang hanya menjadi regulator dari pasar bebas sebagaimana dianjurkan oleh Adam Smith. Jika kelistrikan dipaksakan mengikuti pasar bebas, maka akan kembali ke zaman Aniem, Ogem dan Gebeo dimana hanya orang mampu saja yang akan bisa menikmati listrik. Sementara rakyat banyak akan kembali ke jaman penjajahan.


Karena itu, Hizbut Tahrir Indonesia dengan tegas menyatakan:

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Menolak pengesahan RUU Kelistrikan. Karena, RUU tersebut jelas-jelas memuat gagasan unbundling dan privatisasi yang pasti akan menghancurkan PLN dan akhirnya akan merugikan rakyat dan negara. HTI mengingatkan, kasus PLN hanyalah satu contoh tentang bagaimana penjajahan global bekerja dan bagaimana dalam setiap langkah-langkahnya selalu ditopang oleh para komprador yang tidak lain adalah orang Indonesia juga. Penjajahan global akan terus bekerja hingga seluruh kekayaan negeri ini dikuasai. Dengan kesadaran itu, mestinya kita secara konsisten menolak segala bentuk Liberalisme, Kapitalisme dan Sekularisme.

<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Di sinilah relevansi yang sangat nyata dari seruan Selamatkan Indonesia dengan Syariah karena justru syariah lah satu-satunya yang mampu mengatur negeri ini dengan baik dan benar. Dalam pandangan syariah, energi (listrik, gas, batubara dan lainnya) merupakan milik rakyat. Hanya negaralah yang berhak mengelola sumber daya energi yang dilakukan untuk kesejahteraan rakyat. Menyerahkan kepada swasta apalagi swasta asing, termasuk rencana unbundling dan privatisasi PLN, jelas bertentangan dengan syariah. Karenanya harus ditolak. Dengan demikian, harus dinyatakan, bahwa syariahlah yang terbukti bisa membebaskan negeri ini dari penjajahan global.


Wassalam,

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia



Muhammad Ismail Yusanto

Hp: 0811119796 Email: Ismaily@telkom.net

Judul: HT BRITAIN
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada September 15, 2009, 12:16:26 pm
Bentrok Anti-Islam vs Protes Tandingan Warnai Inggris

LONDON–Bentrokan kekerasan antara pendemo anti-Islam dengan pengunjuk rasa tandingan dari sekelompok Muslim di beberapa kota di Inggris telah membuat cemas pemerintah. Bahkan seorang menteri membandingkan gangguan itu situasi pengobaran kebencian era fasis pada 1930-an.

Kekerasan telah menghantam Luton, Brimingham dan London dalam beberapa bulan terakhir dan melibatkan sekumpulan grup-grup ultrakanan seperti Liga Pertahanan Inggris yang tak pernah dikenal sebelumnya, pada satu sisi, dan organisasi antifasis dan pemuda muslim di sisi lain.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan akhir pekan lalu, Menteri Komunitas, John Denham, menuding demonstran anti-Islam secara langsung telah mengaduk masalah. “Taktik mencoba memprovokasi respon demi harapan menuai kekerasan dan kerusakan lebih luas sudah lama dilakukan kelompok ultrakanan dan ekstrimis,”.

“Anda dapat lihat kembali pada 1930-an jika anda ingin–Cable Street,” ujar Denham.

Ucapan Denham mengacu pada konfrontasi pada 1936 yang dipercikkan oleh keputusan pemimpin fasis Inggris, Oswald Mosley, untuk berbaris hingga melewati kawasan padat penduduk Yahudi kala itu, di East End, London. Para pengikut pro-Nazi yang dipimpin Oswald bertemu dengan grup pendemo Yahudi dan komunis di Cable Stree. Pertempur selingkup wilayah tersebut pun tak terelakkan.

Liga Pertahanan Inggris menolak label fasis, seraya berargumen kelompok mereka hanya menentang Islam militan. Dalam situs online mereka, grup tersebut mengklaim pertikaian pada saat u! njuk rasa merupakan hasil provokasi kelompok Muslim dan grup sayap kiri. Namun grup tersebut tidak merespon saat ada permintaan komentar masuk ke situsnya.

Jurubicara Dewan Muslim Inggris, Inayat Bunglawala, mengatakan pernyataan Liga hanya menentang Islam militan hanyalah kedok untuk menyembunyikan misi anti-Islam mereka yang sesungguhnya. “Orang-orang ini bukan yang mendukung kohesi dalam masyarakat,” ujar Inayat.

Inayat menambahkan, Dewan Muslim telah melihat sejumlah insiden anti Muslim yang kian berulang, termasuk penyerangan dengan bom api ke sejumlah masjid pada beberapa bulan lalu. “Ini benar-benar perkembangan yang mengkhawatirkan,” kata dia.

Sejumlah Media Inggris telah berupaya melacak keberadaan asli Liga terebut hingga ke Luton, kota yang penuh campuran etnis di utara London. Di kota itu, terutama pada bulan Maret, pernah terjadi protes-protes kecil namun berulang, menentang Tentara Inggris. Sejumlah umat Islam melakukan aksi pe! nyambutan parade tentara Inggris yang pulang dari Irak dengan ! membawa poster berbunyi “Penjagal” dan “pembunuh bayi”.

Ketegangan semakin mendidih pada Mei, ketika demonstrasi oleh grup ultrakanan menamakan diri United People of Luton, bergerak hingga wilayah bisnis komunitas Asia Selatan. lalu menyerang kawasan tersebut dan menghancurkan sejumlah mobil.

Pada bulan Agustus, penerus lain, bernama Liga Pertahan Inggris muncul dan mencoba melakukan demonstrasi besar-besaran, di mana mereka bentrok dengan para pengunjuk rasa anti-fasis. Bulan ini, Liga melakukan percobaan protes kedua di Birmingham yang dengan cepat berubah ke kekerasaan.

Sekitar 200 orang–banyak dari mereka keturunan Asia selatan–terlihat berkelahi, melempar proyektil dan berlari dari polisi anti-huru-hara. Dalam kejadian itu polisi menahan 90 orang.

Pada Jumat (12/9) pekan lalu, grup yang mengaku terang-terangan Islamofobia, Stop Islamification of Europe, menjanjikan protes malam hari di luar sebuah masjid di barat laut Londo! n, bertepatan dengan peringatan ke-9 tragedi 11 September WTC sekaligus bulan Ramadhan.

Namun hanya sedikit pengunjuk rasa yang terlihat. Mereka terlihat sangat kalah jumlah dengan para Muslim yang datang untuk membela masjid.

Polisi segera menghalau para pengunjuk rasa pergi dari kerumunan Muslim yang marah. Namun sebuah bidikan kamera televisi menangkap adegan pemuda Muslim bergerak cepat ke jalan berteriak “Allahu Akbar!” mengibarkan bendera bersimbol Islam dan melemparkan proyektil ke polisi anti-huru-hara. Scotland Yard melaporkan menahan 10 orang.

“Mereka memberi alasan yang diinginkan para fasis dan ultra-kanan tersebut dan saya pikir tindakan itu memalukan,” ujar seorang anggota parlemen Inggris, Tony McNulty.

Sementara, Liga ultrakanan telah menjanjikan lebih banyak protes di London, Luton, Manchester dan Leeds dalam beberapa pekan ke depan. (Republika online, 14/9/2009)http://hizbut-tahrir.or.id/2009/09/15/bentrok-anti-islam-vs-protes-tandingan-warnai-inggris/

Kementrian Dalam Negeri dan Polisi Ikut Bertanggung Jawab Karena Gagal Mencegah Bentrokan Pada Hari Ini di Harrow

London, Inggris– Bentrokan yang terjadi hari ini (11/9) di Harrow adalah akibat yang bisa ditebak dari demonstrasi anti-Islam di luar Mesjid Agung Harrow. Dengan membiarkan peristiwa ini terjadi, Kementrian Dalam Negeri dan polisi harus ikut bertanggung jawab.

Walaupun kenyataanya ada dua demonstrasi yang serupa yang dilakukan oleh Liga Pertahanan Inggris (English Defence League-EDL) di Luton dan Birmingham yang berakhir dengan bentrokan dan kekerasan, Masjid Harrow telah meminta polisi untuk memohon pada Kementrian Dalam Negeri agar mengeluarkan perintah melarang, membatalkan atau memindahkan lokasi demonstrasi itu, aksi protes ini diizinkan untuk dilanjutkan.

Sekretaris Jenderal Masjid Harrow, Rabanni juga juga bersikap berhati-hati terhadap kampanye anti-rasisme yang dilakukan oleh Persatuan Menentang Fasisme (Unite Against Fascism -UAF) yang mengabaikan permohonan mesjid untuk tidak mengadakan demonstrasi balasan. “Semua orang-orang ini datang dari luar wilayah dan mulai membuat masalah di wilayah yang tidak pernah terjadi ketegangan rasial. Hal ini sangat menyedihkan. ”

Taji Mustafa, perwakilan media Hizbut Tahrir Britain, mengatakan, “peristiwa kekerasan yang terjadi di luar Masjid Harrow adalah benar-benar bisa diprediksi dan Kementrian Dalam Negeri beserta polisi juga bisa ikut disalahkan karena mereka menyadari sepenuhnya dan membiarkan demonstrasi serupa terjadi di Luton dan Birmingham yang berakhir dengan kekerasan. ”

“Begitu Liga Pertahanan Inggris (EDL) mengumumkan rencana aksinya untuk demonstrasi pada hari itu, para anggota Hizbut Tahrir secara aktif berkampanye dan mendesak umat Islam untuk mengambil posisi ikut bertanggung jawab untuk mengabaikan provokasi rasis ini karena demonstrasi mereka jelas-jelas bagian dari kampanye yang lebih luas yang dilakukan oleh kebanyakan politisi, termasuk orang-orang semacam Jim Fitzpatrick, seorang anggota parlemen, untuk menekan masyarakat agar berkompromi dengan Islam dan menghasilkan ketidakpercayaan dan ketegangan yang lebih luas dari masyarakat non-muslim. Mayoritas umat Islam setuju dengan posisi ini dan mengabaikan provokasi ini. ”

“Kami menganggap Kementrian Dalam Negeri dan pihak Kepolisian - yang seharusnya bisa melarang demonstrasi itu – sebagai pihak yang bertanggung jawab karena membiarkan terjadinya protes ini terjadi dan sekaligus mengingatkan umat Islam bahwa dengan melibatkan diri dalam dalam bentrokan dengan kelompok-kelompok rasis hanya akan memuaskan agenda-agenda mereka untuk bisa menggambarkan masyarakat muslim sebagai masyarakat yang melakukan kekerasan dan penyebab kerusuhan. ”

“Kami menyerukan kepada masyarakat Muslim dan pemuda Muslim untuk menyadari bahwa ini adalah provokasi yang dirancang untuk menggambarkan masyarakat dan Islam sebagai pembuat onar. Dalam situasi ini, masyarakat Muslim harus tetap focus berpegang pada Islam dan terus mengungkapkan rencana-rencana pemerintah Inggris di negeri-negeri Muslim ketika menjelaskan bagaimana Islam adalah sebuah alternatif untuk politik, ekonomi dan kerusakan sosial di dunia saat ini. ” (hizb.org.uk)

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/09/15/kementrian-dalam-negeri-dan-polisi-ikut-bertanggung-jawab-karena-gagal-mencegah-bentrokan-pada-hari-ini-di-harrow/



Judul: HTI : PEREMPUAN TDK BOLEH MENJADI PEMIMPIN NEGARA
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada September 15, 2009, 12:22:59 pm
Foto Debat tvOne (Islam Agamaku)
Perempuan Memimpin?

Debat di tvOne acara Islam Agamaku hari Senin (14/9/2009) pukul 03.00 - 04.00, menghadirkan Ustadz Hafidz Abdurrahman, MA (Ketua DPP HTI), DR. Nurlena Rifai , MA, Ph.D (Dosen UI), J.M. Muslimin (Co Host) dan presenter tvOne.

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/09/14/debat-tvone-islam-agamaku-perempuan-memimpin/

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada September 16, 2009, 09:40:09 pm
ada satu pertanyaan saya yang belum terjawab saya mohon penjelasan dan jawaban dari teman 2 HT disini...

adakah anggota HT yang berasal dari syi'ah ? karena yang saya tahu anggota HT berasal dari sunni semua.......

Prinsipnya anggota HT terbuka untuk seluruh kaum muslimin.
Anggota HT yg berasal dari syi'ah setahu saya tidak ada. Setahu saya dari sunni juga.

Tidak adanya anggota HT dari kalangan syi'ah karena konsekuensi logis, dimana menurut kami seorang khalifah itu hak seluruh kaum muslimin. Sedangkan kalau syi'ah berpandangan ( setahu saya-red ) seorang imam ( khalifah ) harus berasal dari kalangan syi'ah atau keturunan Imam Ali ra.

Wallahu.


kalau seperti itu bagaimana kaum syiah akan mengakui kekhilafahan yang diusung HT ? atau kekhalifahan yang diimpikan oleh HT adalah kekhalifahan hanya untuk kaum sunni ??
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada September 17, 2009, 12:29:30 pm
ada satu pertanyaan saya yang belum terjawab saya mohon penjelasan dan jawaban dari teman 2 HT disini...

adakah anggota HT yang berasal dari syi'ah ? karena yang saya tahu anggota HT berasal dari sunni semua.......

Prinsipnya anggota HT terbuka untuk seluruh kaum muslimin.
Anggota HT yg berasal dari syi'ah setahu saya tidak ada. Setahu saya dari sunni juga.

Tidak adanya anggota HT dari kalangan syi'ah karena konsekuensi logis, dimana menurut kami seorang khalifah itu hak seluruh kaum muslimin. Sedangkan kalau syi'ah berpandangan ( setahu saya-red ) seorang imam ( khalifah ) harus berasal dari kalangan syi'ah atau keturunan Imam Ali ra.

Wallahu.


kalau seperti itu bagaimana kaum syiah akan mengakui kekhilafahan yang diusung HT ? atau kekhalifahan yang diimpikan oleh HT adalah kekhalifahan hanya untuk kaum sunni ??

Insyallah, setahu saya saudara2 kita dari syiah tidak bersikap seperti itu ( merekapun tidak akan memaksakan pandangannya ).
Ke-khalifahan yang akan kita bangun adalah untuk seluruh kaum muslimin dan melindungi seluruh ummat manusia ( bukan hanya orang islam atau sunni saja).

Ini perlu dipahami oleh kita semua.
Sangat keliru bila menganggap khilafah hanya untuk anggota HT, hanya untuk sunni saja, hanya untuk syiah saja, hanya untuk kaum muslim saja.

Jadi tidak harus menjadi anggota HT untuk mendukung khalifah. Sekali lagi khalifah itu bukan ajarannya HT, tetapi ajaran Islam untuk melindungi seluruh ummat manusia sehingga akan terealisir janji Allah bahwa : Islam sebagai rahmatan lil alamin.

thx.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada September 17, 2009, 12:42:18 pm
yang saya tulis khilafah yang diusung HT mas.... bukan khilafah dalam konsep umum....

disebutkan syi'ah hanya menerima khilafah dari keturunan Ali.....

jad jika syiah mau menerima tentunya khalifah harus dari mereka kan ? jika tidak mereka tidak akan mau mengakui.....

jika syi'ah mau mengakui kekhalifahan yang nanti akan terbentuk tentunya kita harus ikut konsep khilafah mereka kan ?? gitu maksud saya...

Insyallah, setahu saya saudara2 kita dari syiah tidak bersikap seperti itu ( merekapun tidak akan memaksakan pandangannya ). (Kutip mas fauzi)

apa tolok ukurnya mas ? buktinya apa ?? :-/
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada September 18, 2009, 08:40:51 am
yang saya tulis khilafah yang diusung HT mas.... bukan khilafah dalam konsep umum....

disebutkan syi'ah hanya menerima khilafah dari keturunan Ali.....

jad jika syiah mau menerima tentunya khalifah harus dari mereka kan ? jika tidak mereka tidak akan mau mengakui.....

jika syi'ah mau mengakui kekhalifahan yang nanti akan terbentuk tentunya kita harus ikut konsep khilafah mereka kan ?? gitu maksud saya...

Insyallah, setahu saya saudara2 kita dari syiah tidak bersikap seperti itu ( merekapun tidak akan memaksakan pandangannya ). (Kutip mas fauzi)

apa tolok ukurnya mas ? buktinya apa ?? :-/

Terimakasih, saya minta maaf sebelumnya.

Khilafah yg diusung HT adalah spt itu. Ahlul bait berhak menjadi khalifah juga, demikian pula kaum muslim diluar ahlul bait.
Apabila Ahlul bait yang menjadi Khalifah tentu kita taati pula, sepanjang tidak keluar dari syari'at.

Insyallah, saudara kita dari Syi'ah bisa memahami dengan cara kita saling silaturahmi, bertukar pandangan dan persepsi. Perlu kita ketahui pula -insyallah- tidak semua kelompok Syi'ah berpandangan mengharuskan seorang Imam Agung harus dari kalangan mereka.

Demikian.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada September 18, 2009, 08:51:07 am
MENGUCAPKAN
[/size]
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H.
[/size][/color]
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN.
[/size]

Fauzi sekeluarga
Judul: SHOLAT IED BARENG HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada September 18, 2009, 09:53:17 am
Khutbah Idul Fithri 1430 H
Raih Takwa, Songsong Tegaknya  Syariah dan Khilafah
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/09/18/khutbah-idul-fithri-1430-h/

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله أكبر 3× الله أكبر 3×

اللهُ أَكْبَرْ كَبِيْراً وَالْحَمْدَ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلَهَ إلاَّ الله هُوَ الله أَكْبَر، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.
...
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ، وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ..

Allâhu Akbar 3X wa lil-Lâh al-hamd
Segala puji hanya milik Allah SWT, Pencipta, Pemilik dan Pengatur seluruh alam semesta. Dialah Pemberi nikmat kepada seluruh hamba-Nya, termasuk kita semua. Maka sudah sepantasnya kita memuji keagungan-Nya dan bersyukur atas seluruh nikmat-Nya yang diberikan kepada kita.

Kita bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah, selain Allah SWT. Kita juga bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah, panutan dan teladan bagi seluruh umat manusia. Shalawat dan salam semoga Allah limpahkan kepada beliau SAW, keluarga, kerabat dan para sahabat beliau, serta seluruh kaum Muslim yang secara istiqamah menjalankan dan mendakwahkan ajarannya. Amiin.

Allâhu Akbar 3X wa lil-Lâh al-hamd,
Ma’âsyira al-Muslimîn rahimakumul-Lâh

Pagi ini kita berkumpul bersama untuk memenuhi panggilan Allah SWT dan Rasul-Nya. Di hari bahagia ini, kaum Muslim di seluruh dunia menggemakan kalimat takbîr, tahlîl dan tahmîd. Semua kalimat thayyibah itu diucapkan sebagai bagian dari ketundukan kepada Allah SWT dan ungkapan rasa syukur kepada-Nya. Dialah yang telah memberikan hidayah, kekuatan, dan kesabaran kepada kita hingga kita mampu menyelesaikan shaum Ramadhan kita dengan sebaik-baiknya. Itulah yang membuat kita menjadi bahagia.

Kebaha­giaan yang kita rasakan saat ini merupakan salah satu dari kebahagiaan yang telah dijanjikan Rasulullah SAW bagi orang-orang yang berpuasa:

«لِلصَّائِمِ فَرْحَتاَنِ يَفْرَحُهُماَ إِذاَ أَفْطَرَ فَرَحَ، وَإِذاَ لَقِي رَبَّهُ فَرَحَ بِصَوْمِهِ»

Bagi seorang yang berpuasa diberikan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan saat berbuka (termasuk saat idul fitri) dan kebahagiaan saat bertemu dengan Rabb-nya dengan puasanya (HR al-Bukhari, Muslim, dan al-Tirmidzi dari Abu Hurairah)....
Kita juga berbahagia menyaksikan kaum Muslim mengagungkan asma’ Allah, berbondong-bondong menuju tempat shalat, menunaikan shalat berjamaah, berbaris rapi dan bersimpuh bersama mendengarkan khutbah. Realitas ini seolah menunjukkan kepada kita bahwa inilah jati diri umat Islam yang sebenarnya.

Ma’âsyira al-Muslimîn rahimakumul-Lâh,
Kendati jiwa kita diliputi suasana bahagia, namun kita tidak boleh melupakan nasib saudara-saudara kita di berbagai negara yang sangat menyedihkan. Di Irak dan Afghanistan, nasib saudara-saudara kita juga masih belum banyak berubah. Mereka hidup di bawah cengkeraman penjajahan negara imperialis dan agresor, Amerika Serikat. Sementara para penguasa di kedua negeri tersebut tak lebih dari antek yang mengabdi untuk negara penjajah.
Di Palestina nasib kaum Muslim tak kalah mengenaskan. Negeri mereka, yang sesungguhnya menjadi milik seluruh kaum Muslim, dirampas kaum Yahudi Israel. Sebagian mereka terusir dari negerinya, hidup menderita dan terlunta-lunta, bahkan yang lebih menyedihkan adalah nasib mereka yang tinggal di kamp-kamp pengungsian. Tidak ada satu pun negeri di sekitar mereka yang mau mengakui mereka sebagai warganya. Mereka tidak bisa ke mana-mana, karena tidak memiliki identitas kewarganegaraan. Sedangkan yang masih tersisa, keadaan mereka selalu terancam oleh kebiadaban bangsa terlaknat itu. Mereka harus menghadapi negara zionis sendirian dengan senjata seadanya. Sementara para penguasa di negeri-negeri Muslim lainnya hanya berdiam diri. Bahkan di antara mereka ada yang bersekutu dengan musuh Allah itu dalam membantai saudara-saudara mereka.
Keadaan memilukan dialami saudara-saudara kita di China. Di negara Komunis itu, umat Islam dari suku Uighur, di Xinjiang —yang dikenal dalam sejarah Islam sebagai Turkistan Timur— menjadi korban kebrutalan suku Han, yang didukung penuh oleh rezim Komunis, China. Sementara di Turki, para pejuang syariah dan khilafah harus menghadapi sikap represif penguasa sekular. Hingga kini, ratusan aktivis Hizbut Tahrir Turki ditahan dan dipenjara tanpa alasan.
Juga tidak boleh dilupakan isu terorisme yang kembali mencuat di negeri ini. Pihak-pihak yang membenci Islam berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengaitkan aksi terorisme dengan perjuangan menegakkan syariah. Padahal jelas, antara terorisme dan dakwah tidak ada kaitannya. Bahkan ada yang ingin membungkam dakwah dengan memprovokasi penguasa agar menerapkan kembali undang-undang represif seperti pada rezim otoriter sebelumnya.
Nasib yang dialami saudara-saudara kita di Pattani Thailand, Moro Philipina Selatan, Kashmir, Rohingya di Miyanmar, Pakistan, Banglades, dan lain-lain kian memperpanjang daftar penderitaan umat Islam. Karena itu, wajar jika kita katakan, bahwa kita merayakan Hari Kemenangan ini dalam Kekalahan. Karenanya, mari kita berdoa semoga kekalahan demi kekalahan yang dialami umat Islam ini segera berakhir, dan digantikan dengan kemenangan demi kemenangan sebagaimana sejarah emas umat Islam di masa lalu. Amin, ya Mujib al-sâilin.
Allâhu Akbar 3X wa lil-Lâh al-hamd,
Meskipun realitas kaum Muslim kini sedang terpuruk, namun kita tidak boleh merasa pesimis dan putus asa. Sebaliknya, kita harus yakin bahwa kaum Muslim akan kembali tampil menjadi pemimpin dunia. Keyakinan ini bukan mimpi, apalagi hanya ilusi. Namun ini didasarkan pada janji Allah SWT dan rasul-Nya yang pasti ditepati. Janji Allah SWT ini sebagaimana Dia nyatakan dalam firman-Nya:
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik (QS al-Nur [24]: 55).
Dalam ayat ini, ada tiga perkara yang dijanjikan kepada kaum Muslim. Pertama, mereka akan kembali diberikan kekhilafahan sebagaimana pendahulu mereka. Ini artinya, mereka akan kembali berkuasa dan mempin dunia dengan Khilafah. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsîr al-Qurân al-‘Azhîm menjelaskan bahwa kata layastakhlifannahum fî al-ardh berarti menjadikan mereka sebagai khalifah-khalifah di muka bumi. Yakni, menjadi para pemimpin dan wali bagi umat manusia. Imam al-Syaukani menegaskan, bahwa janji ini berlaku umum untuk seluruh umat ini.
Kedua, posisi Islam akan diteguhkan bagi kaum Muslim. Ketika Khilafah belum tegak, banyak hukum Islam yang ditelantarkan, ditolak bahkan dilecehkan. Dengan tegaknya Khilafah, semua hukum Islam bisa diterapkan. Khilafah juga menjadi penjaga agama dari setiap bentuk pelanggaran, pengingkaran dan *******taan. Maka Islam menjadi agama yang teguh dan kokoh di tengah-tengah kehidupan. Lebi dari itu, Khilafah akan mengemban Islam ke seluruh penjuru dunia, sehingga mengalahkan semua agama dan ideologi.
Di masa kekhilafahan Abu Bakar, ketika ada sekompok orang yang menolak membayar zakat, beliau segera bertindak tegas. Khalifah pertama itu berkata, “Demi Allah, aku pasti tidak akan memerangi orang-orang yang memisahkan shalat dengan zakat karena zakat itu hak harta. Demi Allah, andai mereka menolak membayar zakat unta dan kambing yang dulu mereka bayarkan kepada Rasulullah saw, aku pasti memerangi mereka karena penolakan tersebut” (HR al-Bukhari dan Ahmad).
Ketiga, perubahan nasib umat Islam, yang sebelumnya diliputi dengan ketakutan berubah menjadi aman sentosa. Ketika kaum Muslim hidup tanpa Khilafah, tidak ada institusi yang melindungi dan menjaga mereka. Akibatnya, musuh-musuh Islam dengan mudah merampas harta mereka, menghinakan kehormatan mereka dan menumpahkan darah mereka. Tegaknya Khilafah akan mengubah keadaan yang menyedihkan ini. Sebab, Khilafahlah institusi pelindung bagi kaum Muslim. Rasulullah SAW bersabda:
«إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ»

Sesungguhnya imam (kepala negara/khalifah) adalah perisai, tempat berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya (HR Muslim dari Abu Huraira).
Di masa Khalifah al-Mu’tashim Billah, ketika seorang Muslimah jilbabnya ditarik oleh salah seorang Romawi, wanita itu meminta tolongan kepada sang Khalifah, maka beliau pun serta merta bangkit dan memimpin sendiri pasukannya untuk melakukan perhitungan terhadap pelecehan yang dilakukan oleh orang Romawi itu. Sesampainya di Amuria, beliau meminta agar orang Romawi pelaku kezaliman itu diserahkan untuk di-qishash. Saat penguasa Romawi menolaknya, beliau pun menyerang kota, menghancurkan benteng pertahanannya dan menerobos pintu-pintunya hingga kota itu pun jatuh ke tangannya.
Ma’âsyira al-Muslimîn rahimakumul-Lâh,
Kita berharap, janji Allah SWT ini segera tiba. Terlebih saat ini kita sedang berada dalam masa mulk[an] jabriyyah (penguasa diktator), yaitu fase akhir dari bisyarah Nabawiyyah. Semenjak Khilafah Utmani dibubarkan Musthafa Kemal Pasha tahun 1924, umat Islam terpecah-belah dalam banyak negara kecil. Penguasa di seluruh negara itu memerintah bukan dengan hukum Allah. Mereka pun menjadi penguasa diktator dan otoriter, karena mempertahankan kepentingan diri, kroni dan majikan-majikan penjajah mereka.
Dalam hadits Hudzaifah disebutkan, setelah hidup di bawah penguasa mulk[an] jabriyyah, umat Islam akan kembali hidup dalam naungan Khilafah ‘alâ minhâj al-nubuwwah. Rasulullah saw bersabda:
«تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ»
Di tengah-tengah kalian sedang berlangsung zaman kenabian. Selama Allah berkehendak, ia akan tetap ada. Kemudian Dia mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian ada zaman Khilafah yang mengikuti metode kenabian. Maka, dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada. Kemudian Dia pun mengakhirinya, jika Allah berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada para penguasa yang menggigit. Dengan kehendak Allah, ia pun tetap ada, kemudian Dia pun mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada para penguasa diktator. Dengan kehendak Allah, ia pun tetap ada, kemudian Dia pun mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti tuntunan kenabian. Setelah itu, beliau diam (HR Ahmad dalam Musnad-nya, dimana semua perawinya adalah tsiqqat).
Bertolak dari Hadits ini, tegaknya Khilafah alâ minhâj al-nubuwwah yang kedua, insya Allah tidak akan lama lagi.
Allâhu Akbar 3X wa lil-Lâh al-hamd,
Kami perlu tegaskan, bahwa kembalinya Khilafah merupakan nasrul-Lâh (pertolongan Allah) kepada kaum Muslim. Sedangkan al-nashr (pertolongan) itu mutlak milik Allah SWT. Karena itu, tidak ada seorang pun yang mampu mendatangkan atau menolaknya; memajukan atau menundanya. Bahkan Rasul sekalipun, tidak bisa menentukan sendiri kapan dan di mana pertolongan itu akan datang. Di antara buktinya adalah ketika kaum Muslim ditimpa cobaan amat dahsyat, lalu mereka bertanya kepada Rasulullah SAW kapankah pertolongan akan datang, beliau hanya menjawab:
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan itu amat dekat (QS al-Baqarah [2]: 214).
Kalau begitu, apakah kita harus diam dan hanya menunggu datangnya pertolongan tersebut? Jawabnya: Tidak! Sebab, Allah SWT Yang Maha Adil telah menetapkan syarat bagi hamba-Nya yang ingin mendapat pertolongan-Nya. Syaratnya, hamba itu harus bersedia menolong agama-Nya. Allah SWT berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (QS Muhammad [47]: 7).
Ungkapan ‘menolong Allah’ ini bukanlah bermakna hakiki. Sebab, Allah Swt tidak membutuhkan pertolongan hamba-Nya. Sebaliknya, Dialah yang berkuasa memberikan pertolongan. Bahkan tidak ada pertolongan kecuali berasal dari-Nya sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:
Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS Ali ‘Imran [3]: 126).
Karena itu, pengertian ‘menolong Allah’, bukanlah bermakna hakiki. Sebagaimana dijelaskan Abu Hayyan al-Andalusi dalam Tafsîr al-Bahr al-Muhîth, bahwa ungkapan tersebut bermakna menolong agama-Nya. Menurut mufassir lainnya, seperti Ibnu al-Jauzi, al-Zamakhsyari, al-Baidhawi, dan Syihabuddin al-Alusi rahimahumul-Lâh selain menolong agama-Nya, juga menolong rasul-Nya.
Secara lebih gamblang, ...

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعَا إِلَى اللهِ بِدَعْوَتِهِ وَمَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّةِ رَسُوْلِهِ إِلى يَوْمِ الدِّيْنِ..
...
وَصَلَّى اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

اللهُ اَكْبَرْ 3× وَللهِ الْحَمْدُ.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/09/18/khutbah-idul-fithri-1430-h/

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: drai pada September 21, 2009, 12:56:14 pm
JIka penerapan syariat Islam belum menyentuh dalam pribadi ummat, sementara gaung penegakkan syariat ditingkat pemerintah gencar. Lihatlah ketika khilafah tegak yang pertama kali menentangnya adalah kaum muslimin itu sendiri.

Bagaimana syariat Islam tegak di suatu negri sementara rakyatnya masih ogah-ogahan menegakkan syariat Islam dalam dirinya sendiri. Kendatipun syartiat Islam tegak(khilafah), mungkin tegaknya bukan atas kehendak Islam itu sendiri melainkan tegaknya sebuah khilafah atas kehendak kelompok tertentu.

Nyata, satu kelompok pejuang khilafah nampak dalam bagian dari keyakinannya tegas mengobok-ngobok Syariat Islam dengan kehendak manhaj kelompoknya sendiri. Beginikah khilafah akan tegak? #:-S #:-S #:-S
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: zuhair pada September 22, 2009, 09:55:30 am
JIka penerapan syariat Islam belum menyentuh dalam pribadi ummat, sementara gaung penegakkan syariat ditingkat pemerintah gencar. Lihatlah ketika khilafah tegak yang pertama kali menentangnya adalah kaum muslimin itu sendiri.

Bagaimana syariat Islam tegak di suatu negri sementara rakyatnya masih ogah-ogahan menegakkan syariat Islam dalam dirinya sendiri. Kendatipun syartiat Islam tegak(khilafah), mungkin tegaknya bukan atas kehendak Islam itu sendiri melainkan tegaknya sebuah khilafah atas kehendak kelompok tertentu.

Nyata, satu kelompok pejuang khilafah nampak dalam bagian dari keyakinannya tegas mengobok-ngobok Syariat Islam dengan kehendak manhaj kelompoknya sendiri. Beginikah khilafah akan tegak? #:-S #:-S #:-S

Kalau mas Drai sendiri sarannya gimana?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: drai pada September 23, 2009, 01:38:13 pm
Sebenarnya ada sebuah ungkapan yang bagus dari seorang tokoh harakah tersohor. Beliau rahimaullah berkata"tegakkanlah syariat Islam pada diri-diri kalian sebelum kalian menegakkan syariat Islam di negri-negri kalian.

Alangkah berbahagia jika menghadap Allah(mati) dengan membawa Islam di atas Islam dan sunnah dalam diri-diri kita. Kita tidak di tunutu apakah kamu sudah berjuang untuk menegakkan syariat Islam di negara kamu?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: zuhair pada September 23, 2009, 03:04:01 pm
...
Nyata, satu kelompok pejuang khilafah nampak dalam bagian dari keyakinannya tegas mengobok-ngobok Syariat Islam dengan kehendak manhaj kelompoknya sendiri. Beginikah khilafah akan tegak? #:-S

Maksudnya gimana tuh, mister?
Kelompok yang mana? Mengobok-obok seperti apa?


Sebenarnya ada sebuah ungkapan yang bagus dari seorang tokoh harakah tersohor. Beliau rahimaullah berkata"tegakkanlah syariat Islam pada diri-diri kalian sebelum kalian menegakkan syariat Islam di negri-negri kalian.

Alangkah berbahagia jika menghadap Allah(mati) dengan membawa Islam di atas Islam dan sunnah dalam diri-diri kita. Kita tidak di tunutu apakah kamu sudah berjuang untuk menegakkan syariat Islam di negara kamu?

Yang kupahami sih, ada syariat yang bisa kita jalankan secara individual maupun dengan berjamaah, ada juga yang hanya bisa dilakukan dalam naungan institusi kenegaraan.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada September 25, 2009, 12:39:13 pm
pada diskusi masalah syariat ya ?? emang syariat itu apa menurut kawan - kawan ??
Judul: Wajah Kerajaan Ibn Saud
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada September 29, 2009, 12:29:14 pm
Arab Saudi Tawarkan Wilayah Udara Kepada Israel untuk Menyerang Iran

Jet tempur Israel telah diizinkan untuk menggunakan wilayah udara Saudi dalam rangka melancarkan serangan udara pada instalasi nuklir Iran, kata sebuah laporan terbaru.

Hal itu telah dibahas dalam pertemuan tertutup di London, di mana Kepala Intelijen Inggris Sir John Scarlett dan mitra Israel-nya, Meir Dagan, serta pemerintah Saudi telah hadir. Seperti yang dilaporkan Daily Express.

Menurut laporan, Scarlett telah diberitahu bahwa wilayah udara Saudi akan berada di tangan Israel untuk memutuskan bergerak dengan rencana militer terhadap Iran.

Harian Inggris menambahkan bahwa kemungkinan serangan Israel terhadap Iran meningkat secara signifikan setelah negara itu mengumumkan rencana untuk meresmikan fasilitas pengayaan kedua di pusat kota Qom.

Sejalan dengan kebijakan transparansi nuklir, Iran mengumumkan pembangunan pabrik pengayaan kedua dalam sebuah surat kepada badan pengawas nuklir PBB pada 21 September. Pabrik baru itu digunakan untuk memproduksi uranium yang diperkaya sampai 5 persen.

Dengan perhatian tertuju pada kemajuan nuklir Iran, pemerintah sayap kanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali mengancam akan mengebom fasilitas pengayaan negara Iran terrsebut.

Tel Aviv menuduh Teheran mengembangkan senjata nuklir - tuduhan yang ditolak oleh Iran dan pengawas nuklir PBB, yang sejauh ini telah dilakukan “21 inspeksi mendadak” terhadap fasilitas nuklir negara itu.

Badan pengawas nuklir PBB dalam laporan sebelumnya telah menegaskan bahwa Iran hanya memperkaya uranium-235 ke tingkat “kurang dari 5 persen.”

Uranium, yang merupakan bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir, dapat digunakan untuk tujuan militer hanya jika diperkaya ke tingkat tinggi di atas 90 persen.

Rincian rencana kontroversial Israel untuk menyerang Iran muncul setelah John Bolton, mantan duta besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, baru-baru ini  kelompok analis intelijen mengatakan bahwa “Riyadh menyetujui” Israel menggunakan wilayah udara Saudi pada saat terjadi perang dengan Iran.

Bolton, sebelumnya telah mengatakan ia telah mendiskusikan kemungkinan dengan para pejabat Saudi dalam rapat-rapat tertutup. “Tak satu pun dari mereka akan mengatakan apa pun tentang hal itu secara terbuka, tetapi mereka pasti akan menyetujui sebuah lintasan terbang jika Israel tidak mengumumkannya sebagai sukses besar.”

Pemberitahuan ini sesuai dengan laporan media pada bulan Juli, yang menduga pemerintah Saudi telah menyetujui penggunaan wilayah udaranya untuk sebuah serangan udara.

Sementara pejabat Saudi menyangkal memiliki hubungan diplomatik dengan Tel Aviv, sebuah sumber pertahanan Israel telah mengkonfirmasi bahwa agen mata-mata Mossad menjalin “hubungan kerja” dengan kerajaan Saudi.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Center for Strategic and International Studies, pertempuran militer antara Iran dan Israel dapat mengakibatkan kematian sebanyak 6 juta orang. (mediaumat.com, 29/9/2009)

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada September 29, 2009, 12:37:03 pm
FOTO Sholat Idul Fitri 1430H Bersama HTI

Hizbut Tahrir Indonesia menyelenggarakan sholat Idul Fitri 1430H pada hari Ahad 20 September 2009 di beberapa kota di Indonesia.

Jakarta
Gema takbir berkumandang  di area parkir Gedung Perkantoran Crown Palace, Jl. Prof Supomo Jakarta mengawali kegiatan sholat ied yang diadakan DPD I Hizbut Tahrir Indonesia Jakarta. Kegiatan berjalan begitu khusu’ dan tertib yang dihadiri sekitar 600 jama’ah laki-laki dan perempuan.  Sebelum sholat dimulai ust. Abu Zaid mewakili DPP HTI memberikan sambutan. Dalam sambutannya beliau mengatakan Sholat Ied yang dilaksanakan secara serempak di seluruh dunia ini membuktikan bahwa dengan kemauan politik penguasa, maka kaum muslimin bisa bersatu. Hal ini mestinya juga bisa dilakukan untuk hal-hal yang lain seperti pemerintahan,  ekonomi,hukum,dan yang lainnya;dan hal ini hanya bisa dilakukan bila kaum muslimin memiliki daulah khilafah yang dipimpin oleh seorang kholifah. Ketika sholat hendak dimulai, MC mengingatkan agar jama’ah meluruskan dan merapatkan shaf dengan dibantu belasan petugas yang meluruskan barisan,sehingga barisanpun rapi. Khotbah ied disampaikan oleh ust. Abu Zaidan yang mengingatkan pentingnya optimisme akan kejayaan Islam dan ummatnya di masa yang akan datang. Dimana Allah telah menjanjikan kemenangan kepada kaum mu’min sebagaimana Allah pernah memenangkan mereka pada masa yang lalu. Terlebih menurut penjelasan ulama, bahwa setelah era mulkan jabariyan (penguasa diktator) dimana kita hidup- maka segera akan muncul kembali masa Khilafah ‘ala minhajin Nubuwah.

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/09/21/foto-sholat-idul-fitri-1430h-bersama-hti/

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Oktober 01, 2009, 01:08:25 pm
Sebenarnya ada sebuah ungkapan yang bagus dari seorang tokoh harakah tersohor. Beliau rahimaullah berkata"tegakkanlah syariat Islam pada diri-diri kalian sebelum kalian menegakkan syariat Islam di negri-negri kalian.

Alangkah berbahagia jika menghadap Allah(mati) dengan membawa Islam di atas Islam dan sunnah dalam diri-diri kita. Kita tidak di tunutu apakah kamu sudah berjuang untuk menegakkan syariat Islam di negara kamu?

ucapan abu ala al-maududi kayaknya
Judul: HT PALESTIN
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Oktober 05, 2009, 12:30:28 pm
Kantor Penerangan Hizbut Tahrir

di Palestina



No : S/BN009/29

Tanggal: 1 Syawal 1430 H / 21 September 2009 M



Pernyataan Pers


Biarlah Iedul Fitri ini Menjadi Ied Bagi Kemenangan dan Khilafah



Hizbut Tahrir Palestina menyampaikan ucapan selamat kepada umat Islam yang mulia atas sempurnanya ketaatan umat dengan puasa Ramadhan dan qiyamnya; dan tibanya Iedul Fitri; diraihnya pahala dan kebaikan Ramadhan insya Allah secara sempurna tanpa berkurang sedikit pun.

Ied ini menghampiri kita, sementara al-Quran kita tetap jauh dari implementasi di negara dan masyarakat; tetap tersimpan di rak-rak dan terbatas pada perlombaan dan perayaan. Sementara para penguasa kita sembrono di dalam ketertipuan mereka. Mereka melakukan konspirasi siang dan malam terhadap umat ini. Kehormatan kaum muslimah yang senantiasa menjaga diri pun dilanggar. Semua terjadi tanpa ada sosok layaknya Mu’tashim Billah yang marah, atau panji perang yang dikibarkan untuk membebaskan para muslimah itu. Kekayaan kita yang besar dipermainkan oleh tuan-tuan para penguasa sekehendak mereka, sementara kaum muslim pemilik yang hak atas kekayaan itu justru dihalangi dari memanfaatkan kekayaan tersebut. Negeri-negeri Islam dicaplok dan Masjid al-Aqsa terancam, tapi kita tidak melihat pasukan yang riuh rendah bergerak. Bahkan yang ada justru para broker demi kepentingan agressor, yang datang dan pergi demi melayani agressor itu.

Ied ini menghampiri kita sementara sebagian kita menghalalkan darah sebagian yang lain. Sehingga darah-darah kita tertumpah di Palestina, Irak, Yaman, Pakistan, Afganistan, Somalia dan Sudan demi kepentingan kafir penjajah.

Dahulu, ied pada masa daulah Khilafah, di atas kegembiraan sempurnanya ketaatan digabungkan kegembiraan berbagai kemenangan di bulan kemenangan. Akan tetapi kita hari ini, karena telah kehilangan Khilafah, kita pun kehilangan kegembiraan. Kita tidak melihat kecuali bencana. Bahkan kegembiraan ketaatan kita, telah dikotori kejernihannya oleh para penguasa jahat dan membahayakan. Mereka jadikan Ramadhan menjadi banyak Ramadhan (tidak ber-Ramadhan pada hari yang sama) dan ied menjadi beberapa ied.


Wahai Kaum Muslim

Benar, telah tiba saatnya bagi Anda untuk mengembalikan posisi hakiki Anda sebagai sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk umat manusia. Tidak ada sesuatupun yang bisa menghalangi Anda untuk bertindak layaknya seorang laki-laki. Allah telah menjanjikannya kepada kita dan Rasulullah saw telah memberitakan berita gembira akan tegaknya Khilafah Rasyidah yang berjalan di atas metode kenabian, setelah kekuasaan diktator ini …

Telah tiba waktunya Anda campakkan nasionalisme, kesukuan, dan demokrasi yang telah memecah belah Anda dan memasukkan beberapa negeri Anda di bawah agressi. Telah tiba waktunya Anda hanya menyandarkan diri kepada Allah semata. Telah tiba saatnya Anda tiup sandaran selain Allah baik penguasa maupun partai yang cenderung kepada asing dan meminta pertolongan kepada asing apapun namanya. Telah datang waktunya Anda menjadikan Islam yang telah diturunkan oleh Allah sebagai standar hukum terhadap aktifitas-aktifitas politik, partai-partai, penguasa dan pribadi-pribadi, bukan standar pribadi-pribadi ataupun kepentingan. Dengan itu Anda mensyukuri kenikmatan yang diberikan oleh Allah pasca Ramadhan sebagaimana yang dituntut oleh Rabb kita dan dengan itu pula Anda akan meraih dunia dan akhirat


Wahai Kaum Muslim

Sesungguhnya Hizbut Tahrir menempuh jalannya menuju Khilafah dengan langkah (metode) yang tetap dan keberhasilan yang besar. Maka siapa saja yang belum memutuskan kata final hendaklah bergabung bersama-sama menaiki kendaraan Khilafah, dengan harapan meraih pahala yang besar seperti pahala para sahabat awal yang mendirikan daulah Islam.


وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS al-Baqarah [2]: 185)

Judul: ISLAMOPHOBIA
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Oktober 06, 2009, 12:00:47 pm
Syaikh Al-Azhar Memaksa Seorang Mahasiswi Untuk Melepas Cadarnya Dan Berencana Melarangnya Di Semua Institut Al-Azhar

Grand Syaikh Al-Azhar, Muhammad Sayyid Thanthawi memaksa seorang mahasiswi bercadar semester II kelas persiapan agar melepas cadarnya, sebab menurutnya “itu hanya adat (kebiasaan), bukan ibadah”. Bahkan ini menegaskan niatnya untuk mengeluarkan keputusan resmi tentang larangan masuknya para perempuan bercadar di semua institut Al-Azhar.

Insiden itu terjadi pada saat Thanthawi melakukan inspeksi untuk mengetahui sejauh mana persiapan institut-institut Al-Azhar dalam mengatasi penyebaran virus flu babi. Ketika ia berada di institut Putri Ahmad Al-Libya di kota Nasr, tiba-tiba Thanthawi dikejutkan oleh seorang mahasiswi semester II kelas persiapan yang memakai cadar di dalam ruang kelas, sehingga hal itu menyebabkannya sangat emosi, dan ia pun meminta mahasiswi itu segera melepas cadarnya dengan mengatakan “cadar itu hanya sekedar adat (kebiasaan), tidak ada hubungannya dengan agama Islam, baik dari dekat atau jauh. Anda akan benar-benar dikucilkan dari teman-teman perempuan Anda jika Anda masih memakai cadar, paham?”, demikian menurut apa yang diberitakan oleh surat kabar “Al-Masry Al-Youm”, Senin 5/10/2009.

Mahasiswi tersebut tidak menemukan cara lain dalam menghadapi desakan Syaikh Al-Azhar yang memaksanya agar melepas cadar, selain menjalankan perintahnya. Dan setelah wajahnya terbuka, Tantawi berkomentar dengan mengatakan: “Mengapa Anda memakainya, jika Anda cantik, begini kan lebih baik?”.

Salah seorang dosen perempuan di institut tersebut mengatakan bahwa “mahasiswi itu selalu melepas cadarnya di dalam institut, karena yang ia hadapi di dalam institut semuanya perempuan, dan ia tidak memakainya kecuali ketika ada Syaikh Thanthawi dan para delegasi yang menyertainya masuk ke dalam ruang kelas.”

Akan tetapi Syaikh Al-Azhar meminta gadis itu untuk tidak mengenakan cadar lagi sepanjang hidupnya. Gadis itu berkata bahwa ia akan tetap memakainya hingga tidak seorang pun yang melihatnya. Mendengar itu, maka dengan emosi Thanthawi berkata: “Telah aku katakan kepada Anda bahwa cadar itu tidak ada hubungannya dengan Islam, dan itu hanyalah  kebiasaan. Ingat! Aku jauh lebih mengerti agama dari pada Anda dan orang-orang di belakang Anda.”

Seketika itu, Thanthawi mengumumkan niatnya untuk mengeluarkan keputusan resmi yang berisi larangan memakai cadar di semua institut Al-Azhar, dan melarang masuknya setiap mahasiswi dan dosen perempuan yang mengenakan “cadar”.
Thanthawi juga melakukan tur inspeksi ke semua komplek institut dan para mahasiswi semester VI. Dan selama tur inspeksinya ini, Thanthawi selalu menekankan pentingnya menyisipkan instruksi khusus dalam menghadapi virus flu di tempat-tempat terbuka pada semua institut Al-Azhar, dan memperhatikan setiap kamar agar selalu terjaga kesehatan dan kebersihannya, begitu juga dengan semua ruang belajar dan toilet, dan ia menekankan agar jumlah mahasiswanya tidak melampaui ketentuan yang diizinkan. (mediaumat.com)

Komentar : Begitulah islamophobia sedikit demi sedikit mulai menjalar.

Judul: HUBUNGAN NUSANTARA & KHILAFAH
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Oktober 06, 2009, 12:10:35 pm
Dokumen Penting Hubungan Nusantara dengan Khilafah

Sejarah Islam Nusantara saat ini sangat susah mendapatkan bukti otentik bahwa benar adanya bahwa Nusantara adalah wilayah ke Khalifahan Islam. Sangat susah menemukan buku-buku sejarah mengungkap hal ini seolah-olah sengaja menghilangkan fakta ini. Tapi sejarah yang benar pasti akan terungkap. Berikut bukti otentik yang dapat membuktikan hal tersebut. Bukti ini berupa surat resmi dari sultan Aceh Alauddin Mahmud Syah kepada Khalifah Abdul Aziz dari ke-khalifahan Turki Usmani, berikut isi suratnya;


“Sesuai dengan ketentuan adat istiadat kesultanan Aceh yang kami miliki dengan batas-batasnya yang dikenal dan sudah dipunyai oleh moyang kami sejak zaman dahulu serta sudah mewarisi singgasana dari ayah kepada anak dalam keadaan merdeka. Sesudah itu kami diharuskan memperoleh perlindungan Sultan Salim si penakluk dan tunduk kepada pemerintahan Ottoman dan sejak itu kami tetap berada di bawah pemerintahan Yang Mulia dan selalu bernaung di bawah bantuan kemuliaan Yang Mulia almarhum sultan Abdul Majid penguasa kita yang agung, sudah menganugerahkan kepada almarhum moyang kami sultan Alaudddin Mansursyah titah yang agung berisi perintah kekuasaan.


Kami juga mengakui bahwa penguasa Turki yang Agung merupakan penguasa dari semua penguasa Islam dan Turki merupakan penguasa tunggal dan tertinggi bagi bangsa-bangsa yang beragama Islam. Selain kepada Allah SWT, penguasa Turki adalah tempat kami menaruh kepercayaan dan hanya Yang Mulialah penolong kami. Hanya kepada Yang Mulia dan kerajaan Yang Mulialah kami meminta pertolongan rahmat Ilahi, Turkilah tongkat lambang kekuasaan kemenangan Islam untuk hidup kembali dan akhirnya hanya dengan perantaraan Yang Mulialah terdapat keyakinan hidup kembali di seluruh negeri-negeri tempat berkembangnya agama Islam. Tambahan pula kepatuhan kami kepada pemerintahan Ottoman dibuktikan dengan kenyataan, bahwa kami selalu bekerja melaksanakan perintah Yang Mulia. Bendera negeri kami, Bulan Sabit terus bersinar dan tidak serupa dengan bendera manapun dalam kekuasaan pemerintahan Ottoman; ia berkibar melindungi kami di laut dan di darat. Walaupun jarak kita berjauhan dan terdapat kesukaran perhubungan antara negeri kita namun hati kami tetap dekat sehingga kami telah menyetujui untuk mengutus seorang utusan khusus kepada Yang Mulia, yaitu Habib Abdurrahman el Zahir dan kami telah memberitahukan kepada beliau semua rencana dan keinginan kami untuk selamanya menjadi warga Yang Mulia, menjadi milik Yang Mulia dan akan menyampaikan ke seluruh negeri semua peraturan Yang Mulai.


Semoga Yang Mulai dapat mengatur segala sesuatunya sesuai dengan keinginan Yang Mulia. Selain itu kami berjanji akan menyesuaikan diri dengan keinginan siapa saja Yang Mulia utus untuk memerintah kami.


Kami memberi kuasa penuh kepada Habib Abdurrahman untuk bertindak untuk dan atas nama kami.


Yang Mulia dapat bermusyawarah dengan beliau karena kami telah mempercayakan usaha perlindungan demi kepentingan kita.


Semoga harapan kami itu tercapai. Kami yakin, bahwa Pemerintah Yang Mulia Sesungguhnya dapat melaksanakannya dan kami sendiri yakin pula,bahwa Yang Mulia akan selalu bermurah hati”.


Petikan isi surat tersebut dikutip dari Seri Informasi Aceh th.VI No.5 berjudul Surat-surat Lepas Yang Berhubungan Dengan Politik Luar Negeri Kesultanan Aceh Menjelang Perang Belanda di Aceh diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi Dan Informasi Aceh tahun 1982 berdasarkan buku referensi dari A. Reid, ”Indonesian Diplomacy a Documentary Study of Atjehnese Foreign Policy in The Reign of Sultan Mahmud 1870-1874”, JMBRAS, vol.42, Pt.1, No.215, hal 80-81 (Terjemahan : R. Azwad).


Poin-poin penting isi surat diatas sebagai berikut :

Wilayah Aceh secara resmi menjadi bagian dari ke-Khalifahan Usmani sejak pemerintahan Sultan Salim (Khalifah Turki Usmani yang sangat ditakuti dan disegani sehingga digelas ”sang Penakluk” oleh Eropah abad 15 M.
Pengakuan penguasa semua negeri-negeri kaum Muslimin bahwa Turki Usmani adalah penguasa tunggal dunia Islam.
Adanya perlindungan dan bantuan militer dari Turki Usmani terhadap Aceh di laut dan di darat. Hal ini wajar karena fungsi Khalifah adalah laksana perisai pelindung ummat di setiap wilayah Islam.
Hukum yang berlaku di Aceh adalah hukum yang sama dilaksanakan di Turki Usmani yaitu hukum Islam.

Dari isi surat dapat disimpulkan bahwa kesultanan Aceh di Sumatera adalah bagian resmi wilayah kekuasaan ke khalifahan Islam Turki Usmani tidak terbantahkan lagi. Hal sama juga berlaku untuk daerah-daerah lain di Nusantara dimana kesultanan Islam berdiri.


Janji Allah SWT akan datangnya nubuah berdirinya ke-Khalifahan jilid 2 yang sesuai dengan manhaj kenabian adalah pasti, dan Nusantara dahulu adalah bagian resmi ke-Khalifahan Islam maka sudah sewajarnya dan seharusnya kita ummat Islam di Nusantara menyongsong hal tersebut. Ibarat kita mencari sesuatu yang hilang dan susah di cari jejaknya, kini sudah terkuak satu demi satu untuk semakin meyakinkan bahwa dakwah untuk tegaknya syariah dalam bingkai khilafah adalah suatu kenyataan dan kebenaran mutlak yang harus diyakini. Sambutlah Khilafah. Sambulah Khilafah.( A. Yusuf Pulungan, ST, MSc)

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: oki_toink pada Oktober 06, 2009, 01:05:04 pm
saya ada tuh kalender 2009 yg dari hti ...
ada sejarah2 khilafah diindonesia :)

mantap ...
Judul: POSKO BENCANA SUMBAR
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Oktober 12, 2009, 12:27:37 pm
Mental Recovery Jadi Fokus Posko Gempa HTI Sumbar

HTI Press.Masyarakat korban bencana alam menyambut terbuka program mental recovery (pemulihan mental) yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia Sumatera Barat. Sambutan itu ditunjukkan dengan adanya permintaan kepada relawan HTI untuk mengadakan pengajian dan memberikan tausiyah kepada mereka.

Mereka menyatakan sangat senang sekali HTI bisa berada di antara mereka, karena perasaan mereka pada saat sekarang ini sedang berada dalam kesedihan yang sangat mendalam. Mereka mengaku pendekatan keagamaan di tengah masyarakat dalam kondisi terkena musibah ini sangat membantu mereka untuk bersemangat kembali di dalam kehidupan pasca gempa Rabu 30 September lalu. Demikian rangkuman tanggapan beberapa warga di posko-posko HTI di Kota Padang dan Kabupaten Pariaman Sabtu 10 Oktober 2009.

HTI membuka dua posko utama di Kota Padang dan Kota Pariaman. Selain itu HTI Sumbar membuka empat posko penunjang yaitu di Masjid Al Falah Kelurahan Korong Gadang, Kuranji Padang, di Siteba Kurao Pagang Nanggalo Padang, di Kecamatan Enam Lingkung Padang Pariaman, dan Kampung Dalam Padang Pariaman. Selain mental recovery, posko HTI mendistribukan kebutuhan logistik korban gempa, perawatan medis, dan mediasi.

Program-program pemulihan mental HTI meliputi pendampingan, tausiyah, dan dialog dengan masyarakat. Para relawan juga memberikan penguatan iman dan motivasi. Penguatan mental juga dilakukan dengan meningkatkan nafsiyah mereka secara fardiyah maupun jama’iyah. Para relawan mengajak masyarakat untuk bersabar, bertaubat dan memohon ampun kepada Allah dengan menegakkan syariat Islam sungguh-sungguh.

Relawan HTI juga datang ke sekolah-sekolah untuk memberikan training menghilangkan trauma secara keislaman. Mereka pun memberikan pengertian apa arti musibah kepada siswa-siswa di sekolah. Para siswa diingatkan bahwa musibah mempunyai keutamaan, antara lain menghabiskan dosa-dosa kita dan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Sebagai hiburan para siswa diajak menonton film keislaman. Di beberapa tempat ada pesantren kilat bagi anak-anak dan remaja untuk membangkitkan mereka kembali kepada Islam dan hidup secara Islami.

Berdasarkan laporan koordinator posko relawan HTI, banyak anggota masyarakat yang ingin mengetahui apa dan bagaimana Hizbut Tahrir serta perjuangannya dalam menegakkan syariat Islam. Sebagian mereka ada yang ingin ikut pembinaan lebih lanjuta. Diharapkan dari dari mental recovery dalam dua minggu pertama ini masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan secara normal berdasarkan syariah Islam. (Ardi Muluk)

Judul: Re:ISLAMOPHOBIA
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Oktober 12, 2009, 02:17:27 pm
Syaikh Al-Azhar Memaksa Seorang Mahasiswi Untuk Melepas Cadarnya Dan Berencana Melarangnya Di Semua Institut Al-Azhar

Grand Syaikh Al-Azhar, Muhammad Sayyid Thanthawi memaksa seorang mahasiswi bercadar semester II kelas persiapan agar melepas cadarnya, sebab menurutnya “itu hanya adat (kebiasaan), bukan ibadah”. Bahkan ini menegaskan niatnya untuk mengeluarkan keputusan resmi tentang larangan masuknya para perempuan bercadar di semua institut Al-Azhar.

Insiden itu terjadi pada saat Thanthawi melakukan inspeksi untuk mengetahui sejauh mana persiapan institut-institut Al-Azhar dalam mengatasi penyebaran virus flu babi. Ketika ia berada di institut Putri Ahmad Al-Libya di kota Nasr, tiba-tiba Thanthawi dikejutkan oleh seorang mahasiswi semester II kelas persiapan yang memakai cadar di dalam ruang kelas, sehingga hal itu menyebabkannya sangat emosi, dan ia pun meminta mahasiswi itu segera melepas cadarnya dengan mengatakan “cadar itu hanya sekedar adat (kebiasaan), tidak ada hubungannya dengan agama Islam, baik dari dekat atau jauh. Anda akan benar-benar dikucilkan dari teman-teman perempuan Anda jika Anda masih memakai cadar, paham?”, demikian menurut apa yang diberitakan oleh surat kabar “Al-Masry Al-Youm”, Senin 5/10/2009.

Mahasiswi tersebut tidak menemukan cara lain dalam menghadapi desakan Syaikh Al-Azhar yang memaksanya agar melepas cadar, selain menjalankan perintahnya. Dan setelah wajahnya terbuka, Tantawi berkomentar dengan mengatakan: “Mengapa Anda memakainya, jika Anda cantik, begini kan lebih baik?”.

Salah seorang dosen perempuan di institut tersebut mengatakan bahwa “mahasiswi itu selalu melepas cadarnya di dalam institut, karena yang ia hadapi di dalam institut semuanya perempuan, dan ia tidak memakainya kecuali ketika ada Syaikh Thanthawi dan para delegasi yang menyertainya masuk ke dalam ruang kelas.”

Akan tetapi Syaikh Al-Azhar meminta gadis itu untuk tidak mengenakan cadar lagi sepanjang hidupnya. Gadis itu berkata bahwa ia akan tetap memakainya hingga tidak seorang pun yang melihatnya. Mendengar itu, maka dengan emosi Thanthawi berkata: “Telah aku katakan kepada Anda bahwa cadar itu tidak ada hubungannya dengan Islam, dan itu hanyalah  kebiasaan. Ingat! Aku jauh lebih mengerti agama dari pada Anda dan orang-orang di belakang Anda.”

Seketika itu, Thanthawi mengumumkan niatnya untuk mengeluarkan keputusan resmi yang berisi larangan memakai cadar di semua institut Al-Azhar, dan melarang masuknya setiap mahasiswi dan dosen perempuan yang mengenakan “cadar”.
Thanthawi juga melakukan tur inspeksi ke semua komplek institut dan para mahasiswi semester VI. Dan selama tur inspeksinya ini, Thanthawi selalu menekankan pentingnya menyisipkan instruksi khusus dalam menghadapi virus flu di tempat-tempat terbuka pada semua institut Al-Azhar, dan memperhatikan setiap kamar agar selalu terjaga kesehatan dan kebersihannya, begitu juga dengan semua ruang belajar dan toilet, dan ia menekankan agar jumlah mahasiswanya tidak melampaui ketentuan yang diizinkan. (mediaumat.com)

Komentar : Begitulah islamophobia sedikit demi sedikit mulai menjalar.



kok saya agak kurang percaya dengan berita ini.... bagi saya secara pribadi tidak akan mungkin seorang syaikh, mufti dan grand master al-azhar akan mengeluarkan kata - kata kasar secara demikian..... Wallahu'alam

Komentar saya tanggapi Islamphobia dimana letaknya ?? karena Syaikh Tanthawi berargumen tidak lepas dari kaidah syar'i dengan dalil yang dia miliki.... dia tidak berpendapat diluar jalur syari'ah... dia tidak berkomentar bahwa Mahasiswa itu harus melepas jilbab kan ?? masalahnya adalah terdapat khilafiyah masalah cadar itu hukumnya bagaimana...... bagaimana mungkin ranah khilafiyah ini anda langsung mencap Islamphobia ?? Naudzubillah
Judul: Re:HUBUNGAN NUSANTARA & KHILAFAH
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Oktober 12, 2009, 02:23:02 pm
Dokumen Penting Hubungan Nusantara dengan Khilafah

Sejarah Islam Nusantara saat ini sangat susah mendapatkan bukti otentik bahwa benar adanya bahwa Nusantara adalah wilayah ke Khalifahan Islam. Sangat susah menemukan buku-buku sejarah mengungkap hal ini seolah-olah sengaja menghilangkan fakta ini. Tapi sejarah yang benar pasti akan terungkap. Berikut bukti otentik yang dapat membuktikan hal tersebut. Bukti ini berupa surat resmi dari sultan Aceh Alauddin Mahmud Syah kepada Khalifah Abdul Aziz dari ke-khalifahan Turki Usmani, berikut isi suratnya;


“Sesuai dengan ketentuan adat istiadat kesultanan Aceh yang kami miliki dengan batas-batasnya yang dikenal dan sudah dipunyai oleh moyang kami sejak zaman dahulu serta sudah mewarisi singgasana dari ayah kepada anak dalam keadaan merdeka. Sesudah itu kami diharuskan memperoleh perlindungan Sultan Salim si penakluk dan tunduk kepada pemerintahan Ottoman dan sejak itu kami tetap berada di bawah pemerintahan Yang Mulia dan selalu bernaung di bawah bantuan kemuliaan Yang Mulia almarhum sultan Abdul Majid penguasa kita yang agung, sudah menganugerahkan kepada almarhum moyang kami sultan Alaudddin Mansursyah titah yang agung berisi perintah kekuasaan.


Kami juga mengakui bahwa penguasa Turki yang Agung merupakan penguasa dari semua penguasa Islam dan Turki merupakan penguasa tunggal dan tertinggi bagi bangsa-bangsa yang beragama Islam. Selain kepada Allah SWT, penguasa Turki adalah tempat kami menaruh kepercayaan dan hanya Yang Mulialah penolong kami. Hanya kepada Yang Mulia dan kerajaan Yang Mulialah kami meminta pertolongan rahmat Ilahi, Turkilah tongkat lambang kekuasaan kemenangan Islam untuk hidup kembali dan akhirnya hanya dengan perantaraan Yang Mulialah terdapat keyakinan hidup kembali di seluruh negeri-negeri tempat berkembangnya agama Islam. Tambahan pula kepatuhan kami kepada pemerintahan Ottoman dibuktikan dengan kenyataan, bahwa kami selalu bekerja melaksanakan perintah Yang Mulia. Bendera negeri kami, Bulan Sabit terus bersinar dan tidak serupa dengan bendera manapun dalam kekuasaan pemerintahan Ottoman; ia berkibar melindungi kami di laut dan di darat. Walaupun jarak kita berjauhan dan terdapat kesukaran perhubungan antara negeri kita namun hati kami tetap dekat sehingga kami telah menyetujui untuk mengutus seorang utusan khusus kepada Yang Mulia, yaitu Habib Abdurrahman el Zahir dan kami telah memberitahukan kepada beliau semua rencana dan keinginan kami untuk selamanya menjadi warga Yang Mulia, menjadi milik Yang Mulia dan akan menyampaikan ke seluruh negeri semua peraturan Yang Mulai.


Semoga Yang Mulai dapat mengatur segala sesuatunya sesuai dengan keinginan Yang Mulia. Selain itu kami berjanji akan menyesuaikan diri dengan keinginan siapa saja Yang Mulia utus untuk memerintah kami.


Kami memberi kuasa penuh kepada Habib Abdurrahman untuk bertindak untuk dan atas nama kami.


Yang Mulia dapat bermusyawarah dengan beliau karena kami telah mempercayakan usaha perlindungan demi kepentingan kita.


Semoga harapan kami itu tercapai. Kami yakin, bahwa Pemerintah Yang Mulia Sesungguhnya dapat melaksanakannya dan kami sendiri yakin pula,bahwa Yang Mulia akan selalu bermurah hati”.


Petikan isi surat tersebut dikutip dari Seri Informasi Aceh th.VI No.5 berjudul Surat-surat Lepas Yang Berhubungan Dengan Politik Luar Negeri Kesultanan Aceh Menjelang Perang Belanda di Aceh diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi Dan Informasi Aceh tahun 1982 berdasarkan buku referensi dari A. Reid, ”Indonesian Diplomacy a Documentary Study of Atjehnese Foreign Policy in The Reign of Sultan Mahmud 1870-1874”, JMBRAS, vol.42, Pt.1, No.215, hal 80-81 (Terjemahan : R. Azwad).


Poin-poin penting isi surat diatas sebagai berikut :

Wilayah Aceh secara resmi menjadi bagian dari ke-Khalifahan Usmani sejak pemerintahan Sultan Salim (Khalifah Turki Usmani yang sangat ditakuti dan disegani sehingga digelas ”sang Penakluk” oleh Eropah abad 15 M.
Pengakuan penguasa semua negeri-negeri kaum Muslimin bahwa Turki Usmani adalah penguasa tunggal dunia Islam.
Adanya perlindungan dan bantuan militer dari Turki Usmani terhadap Aceh di laut dan di darat. Hal ini wajar karena fungsi Khalifah adalah laksana perisai pelindung ummat di setiap wilayah Islam.
Hukum yang berlaku di Aceh adalah hukum yang sama dilaksanakan di Turki Usmani yaitu hukum Islam.

Dari isi surat dapat disimpulkan bahwa kesultanan Aceh di Sumatera adalah bagian resmi wilayah kekuasaan ke khalifahan Islam Turki Usmani tidak terbantahkan lagi. Hal sama juga berlaku untuk daerah-daerah lain di Nusantara dimana kesultanan Islam berdiri.


Janji Allah SWT akan datangnya nubuah berdirinya ke-Khalifahan jilid 2 yang sesuai dengan manhaj kenabian adalah pasti, dan Nusantara dahulu adalah bagian resmi ke-Khalifahan Islam maka sudah sewajarnya dan seharusnya kita ummat Islam di Nusantara menyongsong hal tersebut. Ibarat kita mencari sesuatu yang hilang dan susah di cari jejaknya, kini sudah terkuak satu demi satu untuk semakin meyakinkan bahwa dakwah untuk tegaknya syariah dalam bingkai khilafah adalah suatu kenyataan dan kebenaran mutlak yang harus diyakini. Sambutlah Khilafah. Sambulah Khilafah.( A. Yusuf Pulungan, ST, MSc)



tapi jangan salah antara sesama kesultanan di Indonesia pada masa itu saling berebut pengaruh....... bahkan saling bertikai.... seperti Ternate dan Tidore..... Untuk lebih jelas silahkan kita lanjutkan diskusi ini dikolom HISTORIAN dalam Other hobbies
Judul: HT PALESTIN
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Oktober 13, 2009, 12:07:16 pm
Otoritas Palestina Dan Pendudukan Zionis Israel Berkerjasama Melakukan Penculikan Para Anggota Hizbut Tahrir

Hizbut Tahrir Palestina menuduh aparat kemanan Fatah berkerjasama dan berkoordisasi dengan pendudukan Zionis melancarkan serangan penggerebekan ke dalam rumah-rumah para anggota Hizbut Tahrir di kota Husan, sebelah barat Betlehem. Mereka juga menggerebek rumah-rumah yang lain milik orang-orang yang sama sekali tidak pernah gentar dalam membela kebenaran terhadap celaan kaum munafik yang bisanya hanya mencela.

Hizbut Tahrir dalam keterangan pers yang salinannya dikirimkan kepada kami mengatakan bahwa aparat keamanan Fatah menggerebek sejumlah rumah di kota, yang sebagian besar rumah itu adalah milik anggota Hizbut Tahrir. Dan mereka menculik salah seorang anggota Hizbut Tahrir, Muhammad Sabatin dari rumahnya, dimana usia beliau sudah lebih dari lima puluh tahun. Mereka juga menculik seorang yang telah lanjut usia di antara warga kota, Fathi Hamamra dari tokonya, di mana umur beliau di atas enam puluh lima tahun. dalam melakukan tindakan keji ini, mereka tanpa memiliki rasa malu sedikit pun, atau tanpa memiliki rasa hormat terhadap usianya yang telah lanjut.

Hizbut Tahrir menegaskan bahwa serangan itu dilakukan bekerjasama dengan pendudukan zionis, mengingat kendaraan-kendaraan militer pendudukan zionis berpatroli di jalan-jalan kota, sementara pada saat yang sama aparat keamanan Fatah melancarkan serangannya. Hizbut Tahrir menilai hal itu sebagai bukti dari sekian banyak tindakan keji dan memalukan oleh Otoritas Oslo yang membiarkan kauk kafis zionis Yahudi dan para perampoknya membuat kerusakan dan teror di muka bumi, khususnya di Palestina.

Lebih lanjut, pernyataan itu mengatakan: “Otoritas Palestina dan aparat keamanannya benar-benar telah mendedikasikan dirinya untuk mengejar dan menangkapi orang-orang yang mukhlis di antara generasi umat ini, termasuk para anggota Hizbut Tahrir (…); serta menjadikan dirinya sebagai alat yang tunduk dan patuh terhadap musuh, yang bergerak atas perintahnya, berkoordinasi dengannya, dan memberikan dukungan kepadanya,”

Hizbut Tahrir juga menuduh aparat keamanan Fatah telah melakukan intimidasi dan ancaman terhadap penghuni rumah yang di dalamnya mereka tidak menemukan anggota Hizbut Tahrir, yang dilakukan dengan cara kasar, yang hanya pantas dilakukan oleh mereka yang tidak bermoral, dengan ancaman bahwa mereka akan menangkap dan menyiksa semua anggota Hizbut Tahrir.

Perlu diketahui bahwa kota Husan terletak di sebelah barat Betlehem, yang berdekatan dengan pemukiman Beitar, yang terletak di dalam daerah C, di mana otoritas keamananya ada dalam kendali langsung militer pendudukan zionis. Sehingga amat berbahaya bagi aparat keamanan Palestina ketika memasukinya kecuali telah ada koordinasi dengan militer pendudukan zionis Yahudi, seperti yang telah mereka sepakati dalam perjanjian Oslo yang dibayangi ketakutan. (alaqsavoice.ps, 12/10/2009)

Judul: Re:ISLAMOPHOBIA
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Oktober 13, 2009, 12:20:47 pm
Syaikh Al-Azhar Memaksa Seorang Mahasiswi Untuk Melepas Cadarnya Dan Berencana Melarangnya Di Semua Institut Al-Azhar

Grand Syaikh Al-Azhar, Muhammad Sayyid Thanthawi memaksa seorang mahasiswi bercadar semester II kelas persiapan agar melepas cadarnya, sebab menurutnya “itu hanya adat (kebiasaan), bukan ibadah”. Bahkan ini menegaskan niatnya untuk mengeluarkan keputusan resmi tentang larangan masuknya para perempuan bercadar di semua institut Al-Azhar.

Insiden itu terjadi pada saat Thanthawi melakukan ...

Komentar : Begitulah islamophobia sedikit demi sedikit mulai menjalar.



kok saya agak kurang percaya dengan berita ini.... bagi saya secara pribadi tidak akan mungkin seorang syaikh, mufti dan grand master al-azhar akan mengeluarkan kata - kata kasar secara demikian..... Wallahu'alam

Komentar saya tanggapi Islamphobia dimana letaknya ?? karena Syaikh Tanthawi berargumen tidak lepas dari kaidah syar'i dengan dalil yang dia miliki.... dia tidak berpendapat diluar jalur syari'ah... dia tidak berkomentar bahwa Mahasiswa itu harus melepas jilbab kan ?? masalahnya adalah terdapat khilafiyah masalah cadar itu hukumnya bagaimana...... bagaimana mungkin ranah khilafiyah ini anda langsung mencap Islamphobia ?? Naudzubillah

Muslimah Hizbut Tahrir Inggris : Tantawi Menyuburkan Agenda Anti Islam Barat

HTI-Press. Pada Senin , 5 Oktober, ketika mengunjungi sebuah sekolah perempuan di Kairo, Syeikh Mohamed Sayyed Tantawi, Rektor Universitas Al-Azhar, Mesir, telah memerintahkan seorang pelajar perempuan supaya membuka purdahnya (cadar) . Dia juga memerintahkan agar pemakaian cadar di tempat umum di semua sekolah al Azhar dilarang.

Sikap Tantawi ini telah memberikan lampu hijau kepada negara-negera sekuler Barat seperti Prancis, Belanda, dan Belgia dalam melarang penggunaan cadar di negara Barat. Sehari setelah komentar Tantawi Liga Utara (partai politik sayap kanan dan sekutu PM Italia Silvio Berlusconi ) merencanakan perundang-undangan untuk mengharamkan penggunaan cadar di Italial.

Dr. Nazreen Nawaz, wakil Media Muslimah Hizbut-Tahrir Britain menyatakan : “Sheikh Tantawi bukanlah orang yang asing dalam memukul gendang mengikut irama negara sekular Barat. Antara lain dia mendukung pelarangan kerudung di Perancis, menasehati perempuan-perempuan Muslim untuk membuka kerudung mereka dalam memenuhi kehendak undang-undang sekuler Barat , serta bersalaman dengan Presiden Israel Shimon Peres – seorang jagal yang tangannya berlumuran dengan darah ribuan rakyat Palestina”

“Ketika saat ini negara-negara Barat sedang berusaha menghentikan kebangkitaan Islam di masyarakat mereka dan memaksa kaum muslim untuk menerapkan nilai-nilai Barat melalui undang-undang yang mengharamkan kerudung dan cadar, kata-kata Tantawi menjadi pembenaran agenda mereka. Juga menyuburkan propaganda yang dilakukan oleh Barat untuk menyerang Islam dan pakaian muslimah dan mendorong remaja muslim untuk meninggalkan kerudung mereka ”

“Dia menunjukkan kemarahan terhadap wanita yang bercadar, sebaliknya memberikan fatwa mengizinkan pemerintah sekuler Mesir untuk membolehkan wanita yang berpakaian setengah ******* di pusat-pusat hiburan di Mesir. Dia menggunakan Islam untuk berhujah bahwa wanita muslimah harus membuka wajahnya, tetapi dia dia terhadap pemerintah sekuler rezim Husni Mubarak yang zalim yang berupaya menyingkirkan Islam, termasuk membunuh, memanjarakan, dan menyiksa siapapun yang menyerukan pemerintahan Islam”

“Tantawi dan orang yang sejenisnya dengannya adalah orang-orang yang bersedia melayani apabila dibayar, yang menawarkan pelayanan dengan memberikan fatwa sebagai stempel terhadap kebijakan rezim otokorasi yang otorititer dan negara-negara Barat. Orang seperti ini tidak memiliki wibawa di tengah-tengah umat Islam. Pemerintah Barat seharusnya tidak mau diperbodoh dan mempercayai ulama seperti ini akan berpengaruh di tengah masyarakat untuk meninggalkan keyakinan mereka berpegang teguh pada Islam untuk berpaling kepada nilai-nilai sekuler yang korup, cacat dan rendah moral. (FW)

Jejak Kontroversial Sang Syekh

• Mendukung rezim otoriter Mubarak berkerjasama dengan Menteri Wakaf Dr. Hamdi Zaqzuq mendorong para da’i dan imam mesjid untuk mendukung Mubarak yang kejam.

• Tahun 2002 mengluarkan fatwa bunga bank tidak termasuk kategori riba yang diharamkan .Penentuan laba (bunga) bagi investor di awal akad, menurut beliau, tak menyalahi syariat, selama dilakukan atas prinsip ridha. “Sejak saat ini, berurusan dengan bank konvensional atau bank Islam, hukumnya sama saja, tidak ada bedanya. Karena bunga bank itu hukumnya halal, halal dan halal”, ujar Tantawi.

• Aksi bom syahid seorang warga Palestina di tengah kerumunan warga sipil Israel bukanlah kategori bom syahid. Juga aksi pembunuhan pada orang sipil Amerika yang ada di Irak dengan alasan bertentangan dengan HAM.

• Tidak setuju adanya aksi-aksi demonstrasi dukungan Palestina / Irak usai Jumat di Al Azhar, juga tak bersikap atas kasus pelecehan Alquran di penjara Guantanamo.

• Mendukung Perancis yang melarang jilbab di sekolah, pada awal 2004.

• Berjabat tangan dengan presiden Israel Simon Peres -PHOTO-

Judul: FOTO RELAWAN BENCANA
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Oktober 13, 2009, 12:30:49 pm
Inilah sebagian realisasi aksi nyata saudara2 HTI, berkat permintaan dari saudara2 kita di forum ini.

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/10/12/berita-foto-relawan-hti-adakan-mental-recovery-untuk-korban-gempa-sumbar/
Judul: Re:ISLAMOPHOBIA
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Oktober 13, 2009, 01:02:33 pm
Syaikh Al-Azhar Memaksa Seorang Mahasiswi Untuk Melepas Cadarnya Dan Berencana Melarangnya Di Semua Institut Al-Azhar

Grand Syaikh Al-Azhar, Muhammad Sayyid Thanthawi memaksa seorang mahasiswi bercadar semester II kelas persiapan agar melepas cadarnya, sebab menurutnya “itu hanya adat (kebiasaan), bukan ibadah”. Bahkan ini menegaskan niatnya untuk mengeluarkan keputusan resmi tentang larangan masuknya para perempuan bercadar di semua institut Al-Azhar.

Insiden itu terjadi pada saat Thanthawi melakukan ...

Komentar : Begitulah islamophobia sedikit demi sedikit mulai menjalar.



kok saya agak kurang percaya dengan berita ini.... bagi saya secara pribadi tidak akan mungkin seorang syaikh, mufti dan grand master al-azhar akan mengeluarkan kata - kata kasar secara demikian..... Wallahu'alam

Komentar saya tanggapi Islamphobia dimana letaknya ?? karena Syaikh Tanthawi berargumen tidak lepas dari kaidah syar'i dengan dalil yang dia miliki.... dia tidak berpendapat diluar jalur syari'ah... dia tidak berkomentar bahwa Mahasiswa itu harus melepas jilbab kan ?? masalahnya adalah terdapat khilafiyah masalah cadar itu hukumnya bagaimana...... bagaimana mungkin ranah khilafiyah ini anda langsung mencap Islamphobia ?? Naudzubillah

Muslimah Hizbut Tahrir Inggris : Tantawi Menyuburkan Agenda Anti Islam Barat

HTI-Press. Pada Senin , 5 Oktober, ketika mengunjungi sebuah sekolah perempuan di Kairo, Syeikh Mohamed Sayyed Tantawi, Rektor Universitas Al-Azhar, Mesir, telah memerintahkan seorang pelajar perempuan supaya membuka purdahnya (cadar) . Dia juga memerintahkan agar pemakaian cadar di tempat umum di semua sekolah al Azhar dilarang.

Sikap Tantawi ini telah memberikan lampu hijau kepada negara-negera sekuler Barat seperti Prancis, Belanda, dan Belgia dalam melarang penggunaan cadar di negara Barat. Sehari setelah komentar Tantawi Liga Utara (partai politik sayap kanan dan sekutu PM Italia Silvio Berlusconi ) merencanakan perundang-undangan untuk mengharamkan penggunaan cadar di Italial.

Dr. Nazreen Nawaz, wakil Media Muslimah Hizbut-Tahrir Britain menyatakan : “Sheikh Tantawi bukanlah orang yang asing dalam memukul gendang mengikut irama negara sekular Barat. Antara lain dia mendukung pelarangan kerudung di Perancis, menasehati perempuan-perempuan Muslim untuk membuka kerudung mereka dalam memenuhi kehendak undang-undang sekuler Barat , serta bersalaman dengan Presiden Israel Shimon Peres – seorang jagal yang tangannya berlumuran dengan darah ribuan rakyat Palestina”

“Ketika saat ini negara-negara Barat sedang berusaha menghentikan kebangkitaan Islam di masyarakat mereka dan memaksa kaum muslim untuk menerapkan nilai-nilai Barat melalui undang-undang yang mengharamkan kerudung dan cadar, kata-kata Tantawi menjadi pembenaran agenda mereka. Juga menyuburkan propaganda yang dilakukan oleh Barat untuk menyerang Islam dan pakaian muslimah dan mendorong remaja muslim untuk meninggalkan kerudung mereka ”

“Dia menunjukkan kemarahan terhadap wanita yang bercadar, sebaliknya memberikan fatwa mengizinkan pemerintah sekuler Mesir untuk membolehkan wanita yang berpakaian setengah ******* di pusat-pusat hiburan di Mesir. Dia menggunakan Islam untuk berhujah bahwa wanita muslimah harus membuka wajahnya, tetapi dia dia terhadap pemerintah sekuler rezim Husni Mubarak yang zalim yang berupaya menyingkirkan Islam, termasuk membunuh, memanjarakan, dan menyiksa siapapun yang menyerukan pemerintahan Islam”

“Tantawi dan orang yang sejenisnya dengannya adalah orang-orang yang bersedia melayani apabila dibayar, yang menawarkan pelayanan dengan memberikan fatwa sebagai stempel terhadap kebijakan rezim otokorasi yang otorititer dan negara-negara Barat. Orang seperti ini tidak memiliki wibawa di tengah-tengah umat Islam. Pemerintah Barat seharusnya tidak mau diperbodoh dan mempercayai ulama seperti ini akan berpengaruh di tengah masyarakat untuk meninggalkan keyakinan mereka berpegang teguh pada Islam untuk berpaling kepada nilai-nilai sekuler yang korup, cacat dan rendah moral. (FW)

Jejak Kontroversial Sang Syekh

• Mendukung rezim otoriter Mubarak berkerjasama dengan Menteri Wakaf Dr. Hamdi Zaqzuq mendorong para da’i dan imam mesjid untuk mendukung Mubarak yang kejam.

• Tahun 2002 mengluarkan fatwa bunga bank tidak termasuk kategori riba yang diharamkan .Penentuan laba (bunga) bagi investor di awal akad, menurut beliau, tak menyalahi syariat, selama dilakukan atas prinsip ridha. “Sejak saat ini, berurusan dengan bank konvensional atau bank Islam, hukumnya sama saja, tidak ada bedanya. Karena bunga bank itu hukumnya halal, halal dan halal”, ujar Tantawi.

• Aksi bom syahid seorang warga Palestina di tengah kerumunan warga sipil Israel bukanlah kategori bom syahid. Juga aksi pembunuhan pada orang sipil Amerika yang ada di Irak dengan alasan bertentangan dengan HAM.

• Tidak setuju adanya aksi-aksi demonstrasi dukungan Palestina / Irak usai Jumat di Al Azhar, juga tak bersikap atas kasus pelecehan Alquran di penjara Guantanamo.

• Mendukung Perancis yang melarang jilbab di sekolah, pada awal 2004.

• Berjabat tangan dengan presiden Israel Simon Peres -PHOTO-



terima kasih infonya mas..... namun titik tekan yang saya mksud bukan masalah imbasnya tapi masalah cadar adalah masalah khilafiyah apakah kita harus berasumsi bahwa ulama yang tidak pro - cadar adalah sudah pasti islamophobia ?? itu maksud saya. mas fauzi adakah informasi mengenai kehidupan mahasiswa al-azhar dimesir ?? karena daku pernah baca disalah satu blog bahwa kehidupan mahsiswa disana juga "agak bebas"..
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: layla azzahra pada Oktober 14, 2009, 08:50:16 am
Adududuh.....
Afwan ya pak Fauzi...
Kalo ngungkapkan berita apa lagi menyangkut "reputasi" seseorang itu hendaknya diliat dari banyak sumber (saya berbicara tentang syekh Tantawi yang anda bilang pendukung islamfobianya barat).
Untuk kasus cadar sumber yang anda pakai sangat reaktif dalam menyikapinya dan terkesan tanpa melakukan klarifikasi kembali kepada yang bersangkutan.

Dalam kasus ini syekh Tantawi melarang pemakaian cadar dilingkungan kelas dan asrama yang notabenenya isinya adalah wanita semua dengan alasan yang jelas dan apakah itu salah?
Bukan melarang pemakaian cadar ditempat umum seperti yang disampaikan situs yang anda pakai.

Coba anda ricek lagi berita2 seputar itu dengan niat dan prasangka yang baik.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Oktober 14, 2009, 12:07:50 pm
Adududuh.....
Afwan ya pak Fauzi...
Kalo ngungkapkan berita apa lagi menyangkut "reputasi" seseorang itu hendaknya diliat dari banyak sumber (saya berbicara tentang syekh Tantawi yang anda bilang pendukung islamfobianya barat).
Untuk kasus cadar sumber yang anda pakai sangat reaktif dalam menyikapinya dan terkesan tanpa melakukan klarifikasi kembali kepada yang bersangkutan.

Dalam kasus ini syekh Tantawi melarang pemakaian cadar dilingkungan kelas dan asrama yang notabenenya isinya adalah wanita semua dengan alasan yang jelas dan apakah itu salah?
Bukan melarang pemakaian cadar ditempat umum seperti yang disampaikan situs yang anda pakai.

Coba anda ricek lagi berita2 seputar itu dengan niat dan prasangka yang baik.

Siapa Syeikh Al Azhar Tantawi?

Ternyata, sebelum melontarkan pernyataan miring tentang menentang cadar, Syekh Tantai, ulama besar dari Universitas Al Azhar sudah lebih dulu terkenal mempunyai beberapa catatan yang lainnya. Disarikan dari padlf, berikut kutipannya:

- Syeikh Tantawi pernah berkata ‘Ana ragel dawlah fi muwadhaf’ (Saya seorang pegawai negeri ini). Itu berarti dia tidak independen dan hanya bekerja untuk negara. Dia adalah orang yang disebut masyarakat Mesir sebagai ‘Sayyid beh Oke’ - orang yang mengatakan setuju untuk segala keinginan pemerintah.

- Ia setuju dengan Konferensi Wanita konferensi di Beijing, dan tak keberatan dengan keputusan konferensi nomor 7, tentang pernikahan sejenis. Komentarnya, “Apa yang salah dengan itu? Itu bagian dari kesehatan seksual!” menyetujui perkawinan sesama jenis.

- Dia berkata: “Menerapkan Sya’riah akan memakan waktu yang lama sampai semua orang yakin, dan puas.” Perkataannya ini menyiratkan bahwa orang perlu untuk merasa puas (atau nyaman) terlebih dahulu akan Sya’riah sebelum Sya’riah dapat diterapkan sepenuhnya.

- Dia setuju dengan keputusan Hosni Mubarak (presiden Mesir) mengirim anggota partai politik Ikhwan ke pengadilan militer untuk persidangan.

- Ia dikenal sering mengunjungi ‘Rotary Clubs’ Masonik Yahudi jaringan klub sosial di Mesir. Sementara ada fatwa dari al-Azhar Mei 1985 yang melarang umat Islam bergabung dengan Rotary Club.

- Dia membuat riba / bunga menjadi ‘halal.’ Ketika dia diberitahu bahwa para ahli tidak setuju dengan dia, ia menjawab “mereka bukan siapa-siapa.’

- Dia menyatakan bom bunuh diri di Palestina tidak menjadi Syahid, sementara para ilmuwan dan sarjana di Al-Azhar menanggapi dengan mengatakan mereka adalah Syuhada, dan mereka orang Palestina berada dalam keadaan perang.

- Dia setuju dengan keputusan menteri Pendidikan untuk melarang jilbab di sekolah, sampai mereka mendapatkan persetujuan wali atau orangnya. Ini adalah keputusan yang aneh, karena di Mesir banyak gadis mengenakan jilbab dan datang dari keluarga non-praktisi (bahkan yang sekuler) atau mungkin sadar akan pentingnya .

- Satu kali Mubarak sedang sakit dan beberapa wartawan yang menulis tentang perubahan kepemimpinan dan Tantawi menyatakan bahwa hadd al-Qadhf (80 cambukan) harus diterapkan pada para wartawan yang dianggap lancang itu.

- Dia berkata wanita diperbolehkan untuk menjadi presiden dan bahwa mereka memenuhi syarat untuk posisi itu.

- Dia mengatakan bahwa Prancis memiliki hak untuk melarang jilbab.

- Dia pernah ditanya apakah itu halal atau haram untuk pergi ke pantai di mana perempuan berpakaian bikini dll, ia menjawab: “Apakah negara meminta Anda untuk pergi ke sana?”. Sekali lagi ia menghindari pokok persoalan dan tidak berurusan dengan masalah.

- Dia pernah ditanya tentang penyelenggaran kontes kecantikan Miss Mesir, apakah itu halal atau haram, ia menjawab “Kami menyarankan pemerintah untuk tidak mengadakan kompetisi seperti itu’. Sekali lagi ia menghindari memberikan fatwa atau membuat definisi yang jelas.

- Pada konferensi PBB Shimon Perez ia berjabat tangan dengan kedua tangannya (tanda kekaguman dan hormat)

- Dia setuju untuk mengizinkan pasukan atau tentara asing ditempatkan di Mesir, walaupun mereka mungkin menggunakannya untuk menyerang negara-negara tetangga, seperti Palestina.

- Wallohu alam bi shawwab.

sumber :eramuslim.com (14/10/2009)

Judul: HT KIRGIZTAN
Ditulis oleh: MOCHAMAD FAUZI pada Oktober 14, 2009, 12:18:07 pm
Penangkapan Para Ativis Hizbut Tahrir di Kirgiztan

Kantor berita Interfax melaporkan dari ibu kota Kirgiztan, Bishkek yang menyatakan bahwa pasukan khusus Kirgiztan telah menangkap 12 aktivis Hizbut Tahrir, dan menutup rumah yang digunakan sebagai tempat percetakan rahasia (Hizbut Tahrir). Ini menurut pernyataan yang diterima oleh kantor berita Interfax dari Komite Negara untuk Keamanan Nasional.

Aparat keamanan Kirgiztan telah menyita sebuah komputer, mesin fotokopi, dan sejumlah besar perangkat komputer, serta buku-buku dan berbagai publikasi lainnya.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan pemerintah bahwa dari pemeriksaan terhadap materi-materi yang telah disitanya terungkap bahwa isinya berupa seruan melawan konstitusi, dan membangkitkan egoisme keagamaan.

Dalam hal ini, Komite Negara untuk Keamanan Nasional telah membuka delapan kasus kriminal atas dasar fakta-fakta ini. Bahkan dakwaan secara resmi telah dilayangkan untuk para aktivis Hizbut Tahrir yang ditangkap, di mana mereka sekarang berada dalam penjara kepolisian. (www.alwatanvoice.com, 14/10/2009)

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Oktober 14, 2009, 05:00:29 pm
Assalamualaikum.

Karena ada kesalahan data akun, maka fauzi5994559 sebagai pengganti MOCHAMAD FAUZI.
Judul: OBAMA TOKOH PERDAMAIAN ???!!!
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Oktober 15, 2009, 09:06:59 am
Jubir HTI: Obama Tidak Layak Dapat Nobel Perdamaian


Ucapan selamat terus mengalir kepada Barrack H. Obama. Setelah Presiden Amerika tersebut mendapatkan Anugerah Nobel Perdamain beberapa waktu lalu. Namun layakkan orang nomor satu negara teroris Amerika itu mendapatkah Nobel Perdamaian? Lantas mengapa Obama mendapatkannya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut wartawan mediaumat.com Joko Prasetyo mewawancarai Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto. Berikut petikannya.


Layakkah Obama mendapat Nobel Perdamain?


Sama sekali tidak layak. Dari sisi mana mereka ini berkesimpulan sehingga Obama ini bisa disebut sebagai tokoh perdamaian? Obama sungguh tidak pantas disebut sebagai pahlawan perdamaian.


Mengapa?


Anugerah Nobel Perdamaian ini sungguh aneh. Apalagi kalau kita menelusuri prosesnya. Obama itu, dicalonkan untuk mendapatkan Nobel Pedamaian itu 12 hari setelah dia dilantik menjadi Presiden Amerika. Itu artinya hanya dalam 12 hari, tim penilai itu dengan cepat menyimpulkan bahwa Obama itu tokoh dunia yang pantas mendapatkan hadiah Nobel.


Pertanyaannya adalah apa kontribusi Obama dalam 12 hari itu? Sama sekali tidak jelas. Bahkan bisa kita katakan tidak tampak sama sekali. Justru yang tampak adalah kontribusi yang bertolak belakang dengan perdamaian itu sendiri.


Bukankah Obama sebelum dilantik mengatakan akan menarik pasukannya dari Irak. Dan itu dibuktikan setelah dia dilantik. Ia pun beritikad untuk menjalankan mutual respect dalam hubungan luar negerinya?


Memang betul Obama itu menarik pasukan dari Irak, tetapi dia sekedar menarik dan memindahkannya ke Afghanistan. Jadi selama 12 hari sejak dia dilantik tidak ada prestasi perdamaian yang dia ukir. Bahkan yang ada hingga sekarang adalah Obama terus mengirim pesawat tempur tanpa awak ke perbatasan Afghanistan-Pakistan dengan dalih menghancurkan sarang teroris. Tapi faktanya yang hancur dan menjadi korban adalah warga sipil, pesantren, madrasah dan lain sebagainya. Jadi mana mungkin pula orang semacam Obama itu layak mendapat penghargaan sebagai pahlawan perdamaian?


Dia pun memang pernah menyatakan ingin menciptakan hubungan baru dengan Dunia Islam atas dasar mutual respect. Tetapi sejauh ini tidak pernah ada kejelasannya apa yang dia maksud sebagai saling menghormati itu? Apakah membiarkan Israel menzalimi kaum Muslim di Palestina itu sebagai bentuk saling menghormati?


Contoh kongkret?


Lihat saja dalam banyak kasus Obama tidak pernah menunjukkan sikap yang tegas untuk menolak peperangan atau kedzaliman. Misalnya, pada saat dia dilantik pada awal 2009 yang bertepatan dengan agresi Israel ke Gaza sejak Desember 2008. Coba simak pidato inagurasinya, apa yang dia katakan tentang pembantaian itu?


Jangankan mengecam agresi Israel, memberikan ucapan simpatik kepada korban agresipun tidak. Jangankan memberikan ucapan kecaman atau simpatik, menyinggung peristiwa itu pun tidak. Sama sekali tidak disinggung,meski dalam satu kata. Bagaimana mungkin orang semacam ini disebut sebagai tokoh perdamaian? Lantas apa yang dia maksud sebagai mutual respect itu?


Sama sekali tidak menunjukkan rasa prihatin terhadap korban pembantain. Terus menerus membombardir perbatasan Afghan-Pakistan. Dia pun terus melakukan operasi pembantaian di Afghanistan. Jadi kebijakannya itu tidak ada yang berubah, sama saja dengan Presiden Amerika sebelumnya. Apakah itu mutual respect yang dia maksud?


Ada apa ini? Kok bisa orang yang tidak berhak, mendapatkan nobel perdamaian itu?



Memang Nobel Perdamain itu kadang-kadang membuat kontroversial karena sangat kental dengan nuansa subjektifitasnya. Jadi sangat berbeda sekali dengan nobel fisika atau sains. Itu jelas sekali hasil karya yang dibuat oleh para pemenangnya. Nah, kalau Nobel Perdamaian ya seperti ini, seperti yang terjadi pada 2009 ini yang dimenangkan oleh Obama.


Tentu saja ini dimaksudkan untuk kepentingan politik pencitraan. Agar Obama dianggap sebagai pahlawan perdamaian dengan dibuktikan bahwa dia mendapatkan nobel. Jadi sangat jelas sangat western oriented, American oriented. Jadi sama sekali tidak ada yang patut dibanggakan dari Obama ini, karena dari sisi faktanya dia memang sangat tidak layak karena tidak memiliki prestasi di bidang perdamaian.(mediaumat.com, 13/10/2009)

Judul: HALAL BI HALAL HTI SURABAYA
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Oktober 15, 2009, 11:43:48 am
Halal bi Halal para ulama bersatu bersama HTI.

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/10/13/foto-forum-silaturahim-ulama%e2%80%99-kyai-asatid-istihlal-1430-h-di-surabaya/
Judul: DEMOKRASI MENJAMIN KEBEBASAN SEX / FREE SEX
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Oktober 16, 2009, 11:20:01 am
MUNAS PSK (Pekerja Seks Komersial), Peran Negara dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Oleh: Dra. Rahma Qomariyah, M.Pd.I

(anggota DPP Muslimah HTI dan Ketua Lajnah Tsaqofiyah Muslimah HTI Pusat)


Awal bulan Oktober kita dibuat tercengang dengan digelarnya Mubes PSK (Musyawarah Besar Pekerja Seks Komersial), pada tanggal 2-3 oktober 2009 di Kerawang Jawa Barat. Acara tersebut diikuti 36 PSK perwakilan dari 19 kota/kabupaten, dengan tema ” Penanggulangan HIV/AIDS”. Hasil Mubes antara lain: mereka menilai jaminan fasilitas dari negara untuk menanggulangi HIV/AIDS kurang, karenanya mereka menuntut alokasi dana baik dari anggaran pemerintah pusat maupun daerah harus lebih besar. Acara ini dianggap sebagai bentuk kesadaran dan kepedulian Wanita PSK terhadap penyebaran PMS (penyakit menular seksual) .(Koran Pikiran Rakyat, 5 oktober 2009)

Di perbolehkannya PSK menyelenggarakan MUNAS, mengindikasikan bahwa keberadaan PSK diakui sebagai warga negara yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial. Artinya pekerjaan itu sah-sah saja, legal dan formal di negeri ini. Bahkan mereka mulai menuntut diperlakukan sama dengan profesi-profesi yang lain, karena mereka merasa menyumbang pajak yang sangat besar kepada negara.

Disamping itu dengan adanya lokalisasi, jumlah mereka semakin hari semakin bertambah. Adanya lokalisasi dimaksudkan untuk mengisolir mereka sehingga penyakit sosial tersebut tidak menyebar ke masyarakat, dan memudahkan untuk mengadakan penyuluhan kesehatan untuk PMS (Penyakit menular seksual). Juga dimaksudkan untuk memberi kesempatan mereka bertaubat dengan diadakannya pembinaan bagi PSK. Tetapi ini hanya asumsi karena penyakit mereka menular ke para suami yang jajan dan di tularkan ke istrinya. Adapun mereka yang bertaubat, mayoritas sudah tua yang biasanya kalau tidak menjadi mucikari, germo yaa bertaubat.

Karena jumlah mereka semakin banyak serta bisa untuk membentuk jaringan yang sangat luas bahkan internasional, sehingga tidak heran jika mereka semakin berani. Data dari website GP Anshar menunjukkan PSK mencapai angka yang sangat mencengagkan sekitar 190-270 juta dengan pelanggan 7-10 juta (GP Anshar, 21 september 2008)

Mereka juga menuntut hak politik mereka diakui. Buktinya hasil MUNAS PSK di Kerawang berupa presure politik, yang direkomendasikan kepada pemerintah pusat dan daerah mengenai anggaran yang terlalu sedikit untuk penanganan penyakit Seksual Menular yaitu HIV/ AIDS. Padahal sebenarnya penyakit tersebut penyebab utamanya adalah pekerjaan mereka yaitu seks bebas.

Munas PSK tidak akan mungkin terjadi jika negara sejak awal menerapkan seluruh hukum Islam termasuk menetapkan peraturan haramnya pelacuran dan membersihkannya dari bumi Indonesia. Disamping itu karena longgarnya pemerintah terhadap perzinahan tersebut sehingga disadari atau tidak memberi angin segar bagi para pelacur.

Terlebih lagi penggunaan bahasa Indonesia yang tidak tepat untuk PSK (pekerja seks komersial) juga ikut memberi andil. Penyebutan pelacur sebagai pekerja merupakan perlakuan yang lunak dan sopan terhadap pelaku kemaksiatan. Dampaknya seakan-akan memberi toleransi terhadap kemaksiatan mereka. Padahal jelas bahwa yang dimaksud bekerja dalam pandangan Islam adalah bekerja yang halal, sehingga bekerja yang haram semisal mencuri dan berzina tidak bisa dikatagorikan bekerja. Karenanya sebutan yang tepat bukan PSK tetapi pezina atau pelacur. Dan Islam secara tegas mengharamkan perzinahan/pelacuran. Sebagaiman firman Allah:

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/10/16/munas-psk-pekerja-seks-komersial-peran-negara-dan-amar-ma%e2%80%99ruf-nahi-munkar/
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Oktober 16, 2009, 11:35:36 am
pada hakikatnya banyak mayat hidup berjalan....
Judul: Re:HALAL BI HALAL HTI SURABAYA
Ditulis oleh: drai pada Oktober 18, 2009, 10:00:30 am
Halal bi Halal para ulama bersatu bersama HTI.

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/10/13/foto-forum-silaturahim-ulama%e2%80%99-kyai-asatid-istihlal-1430-h-di-surabaya/

HTI ikut halal bi halal toh...
di cari bahasa arabnya juga gak ketemu tuh halal bi halal itu apa. ;;)
halal bi halal kata-kata halal yang diIndonesiakan, "salah kaprah bener ora lumrah" :D :D :D ;)) ;)) ;))

beginikah tingkah laku para penyeru penegak syariat islam?  ;))
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Oktober 19, 2009, 11:26:51 am
AGENDA: Halqah Islam dan Peradaban Edisi 13
Pemerintah Baru, “Bencana” Baru Bagi Indonesia?

InsyaAllah akan menghadirkan:
1. Prof. Ryaas Rasyid (Praktisi dan Akademisi)
2. Dr. Ichsanudin Noorsy (Pengamat Ekonomi)
3. Mahendradata (Tim Pembela Muslim)
4. Fadli Zon (Politisi Gerindra)
5. Miing Bagito (Anggota DPR RI)
6. Ustd Abu Alya (Hizbut Tahrir Indonesia)

Auditorium Adhiyana Wisma Antara Lt. 2
Jln. Medan Merdeka Selatan Jakarta
Kamis, 22 Oktober 2009
Pukul 13.00-16.30 WIB

Pendengar di rumah dapat berinteraksi langsung melalui Radio Streaming di di HTI Channel Radio (www.hizbut-tahrir.or.id/hti-channel)

Cp. Irsan 085710014463 Rikza 081384498159

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Oktober 19, 2009, 12:59:33 pm
Negara-Negara NATO Membayar “Royalti” Kepada Taliban
( Biar aman tidak diserang oleh Taliban )

Surat kabar as-Safir mengutip dari surat kabar Inggris The Times yang melaporkan berita berikut ini: Surat kabar Inggris The Times, kemarin, menempatkan tentara Italia bersama dengan pemerintahnya sebagai pesakitan, setelah surat kabar tersebut mengutip dari pejabat tinggi militer yang mengatakan bahwa Italia telah membayar sejumlah uang kepada para pemimpin Taliban, dan para panglima perang di Afghanistan untuk tidak melancarkan berbagai serangan terhadap tentara mereka, tanpa sepengetahuan sekutu, yang menyebabkan kematian tentara Prancis, namun hal ini ditolak oleh Roma dan NATO, sedang pejabat senior Afghanistan kembali menegaskannya.

Surat kabar tersebut melaporkan bahwa aparat intelijen Italia telah membayar puluhan ribu dolar kepada para milisi untuk tetap menjaga ketenangan di wilayah Sarobi, di provinsi Paktika sebelah timur Kabul, dimana di wilayah itulah tentara Italia ditempatkan.

Surat kabar tersebut menambahkan bahwa pasukan Prancis telah menguasai wilayah dalam paruh pertama tahun 2008, dan pasukan Prancis tidak tahu apa-apa tentang jumlah yang diklaimkan, sehingga mereka membawa sedikit amunisi, karena mereka mengira bahwa mereka berada di daerah yang tidak berbahaya, namun akhirnya mereka dikejutkan oleh penyergapan yang menewaskan 10 tentara Prancis.

Termasuk apa yang telah dikutip oleh surat kabar Inggris tersebut dari sumber-sumber pejabat tinggi intelijen Barat, yang menilai tindakan Italia sebagai “aib yang *******”. Seorang pejabat tinggi senior Afghanistan mengatakan kepada kantor berita France Presse bahwa “tidak sedikit negara-negara NATO” yang telah membayar sejumlah uang kepada kelompok pemberontak untuk menghindari berbagai serangan kepada pasukannya. Dikatakan bahwa masalah ini sudah beredar luas dalam skala besar, namun tidak di barisan Inggris dan Amerika. Karena itu, juru bicara NATO mengatakan: “Kami tidak akan membayar suap…, dan kami tidak akan mendanai para pemberontak.”

*****
Hari demi hari tersingkap realitas negara-negara Barat; dan tersingkap pula fakta adanya kesulitan dan kesempitan yang ditemuinya, sehingga membuatnya terkapar di Afghanistan, dan tenggelam dalam lumpur mulai dari ujung kaki hingga kepala. Berita tersebut memperlihatkan fakta bahwa pasukan Barat, walaupun memiliki senjata canggih, terbaru, dan termodern, serta menguasai teknik perang dengan baik, namun di belakang kecanggihan itu bersembunyi orang-orang yang telah hilang semangat dan kekuatannya, serta negara-negara dari kertas yang tidak lagi memiliki cukup tenaga dan kekuatan untuk berdiri di depan sejumlah kaum Muslim di sana-sini. Sebab, belum pernah terukir sejarah tentang negara-negara pendudukan dan penjajah yang justru membayar sejumlah uang, fidyah (tebusan), atau “royalti” untuk orang-orang yang wilayahnya mereka duduki dan mereka jajah.

Semua ini memberikan sinyal sebuah kenyataan yang selama ini membuat kaum Muslim tidak sadar dan tersesatkan, yaitu bahwa negara-negara ini tidak mampu untuk menghadapi kaum Muslim di setiap medan perang; dan sekiranya tidak ada pengkhianatan yang dilakukan oleh para penguasa kaum Muslim, dan persekongkolan mereka yang memungkinkan kaum kafir dapat mencekik leher kaum Muslim, memberikan kekayaan dan negeri-negeri kaum Muslim sebagai santapan lezat bagi kaum kafir penjajah, niscaya mereka tidak akan berani terhadap kaum Muslim, dan mereka juga tidak akan bermimpi untuk mengambil kekayaannya.

Di sisi lain, berita itu memperlihatkan sampai sejauh mana ketundukan negara-negara Barat kepada Amerika dan kebijakannya; dan berikutnya berita itu berisi pesan lain bagi semua rakyat negara Barat bahwa meski mereka tidak suka, mereka sedang dibawa ke tempat-tempat pemotongan hewan untuk melakukan pembantaian demi kepentingan sang tuan Amerika, yang lebih mementingkan manfaat dan keuntungan untuk dirinya sendiri, sementara ia menuntut para “sekutunya” agar menanggung sendiri denda dan kerugiannya.

Sesungguhnya kejadian seperti ini tidak akan pernah tejadi, tidak dalam sejarah, tidak di masa sekarang, dan tidak pula di masa yang akan datang, seandainya orang yang diduduki wilayahnya itu bukan kaum Muslim; dan seandainya mereka bukan orang yang memiliki tekad dan semangat yang kuat, yang tidak lapuk termakan waktu, dan tidak musnah oleh angin, gempa bumi, atau badai.

Sesungguhnya, kaum Muslim menyimpan kekuatan besar sekiranya dimanfaatkan dengan benar, dan digunakan sebagaimana mestinya dalam naungan negara yang memimpin mereka secara jujur dan ikhlas, serta mengarahkan mereka menuju penaklukkan berbagai daerah, penyebaran hidayah dan kebaikan (Islam) ke seluruh penjuru dunia, niscaya kaum Muslim merupakan barisan manusia terdepan; mereka akan kembali menjadi pasukan yang tidak terkalahkan; dan pemimpin mereka akan kembali berbicara kepada awan: “Pergilah ke mana Anda ingin, sebab kembalimu pasti kepada saya.” Dan menjadikan kaum Muslim memahami kembali konsep “bangsa terbaik yang dibangkitkan untuk umat manusia.”

Untuk saat-saat seperti itu, kita membangun kekuatan; dan untuk tujuan baik seperti itu, kita berusaha mewujudkan; dan hanya untuk semua itu, orang-orang yang jujur dan ikhlas pekerja dan beraktivitas. (pal.tahrir.info, 17/10/2009)

Judul: ISTANBUL
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Oktober 20, 2009, 11:49:38 am
Istanbul Yang Dahulu Menjadi Ibu Kota Khilafah, Ingin Dijadikan Pusat Bagi Kaum Kafir untuk Mengambil Keputusan-keputusan Global
No    : TR/BS/2009/NR/0029
Tanggal    : 16 Syawal 1430 H / 05 Oktober 2009 M

Keterangan Pers

Istanbul Yang Dahulu Menjadi Ibu Kota Khilafah,
Ingin Dijadikan Pusat Bagi Kaum Kafir
untuk Mengambil Keputusan-keputusan Global

Pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia akan diselenggarakan pada tanggal 6-7 Oktober 2009 di Istanbul dengan sponsor Turki. Sesuai dengan berita yang dilansir oleh berbagai media massa, pertemuan itu akan mencakup beberapa masalah, yang terpenting adalah: pentingnya perekonomian global terkait bagi IMF dan Bank Dunia, mekanisme untuk keluar dari krisis global, dan reorganisasi sistem keuangan global dalam bentuk yang tidak menyebabkan terjadinya krisis-krisis keuangan yang baru.

Sejak IMF didirikan pada tahun 1944, ia merupakan lembaga rusak yang memberikan utang kepada negara-negara berkembang –khususnya yang ada di negeri-negeri Islam- dengan dalih mengatasi kesulitan-kesulitan keuangan dan dibawah kedok membangkitkan kerjasama keuangan internasional, menciptakan stabilitas keuangan, mempermudah perdagangan global, mensuport kelangsungan kemakmuran ekonomi dan memerangi kemiskinan di seluruh dunia. Dengan begitu lembaga ini menjadikan negara-negara debitor sebagai budak bagi negara-negara barat kapitalis utamanya Amerika. Lembaga ini dan semisalnya jika memang benar-benar bermaksud menciptakan solusi bagi krisis-krisis keuangan maka yang paling mendasar adalah mengarahkan upayanya untuk mengatasi krisis keuangan Amerika terlebih dahulu. Dengan itu merupakan obat utamanya! Meskipun lembaga ini sejak bertahun-tahun lalu tidak mampu menawarkan kebijakan ekonomi yang berdaya guna, maka kita melihat para penguasa Turki sengaja melakukan kebohongan dan penyesatan sehingga mensifati pertemuan IMF dan Bank Dunia sebagai “pengorganisasian yang besar” dan memberikan berbagai pernyataan yang berturut-turut bahwa utang tambahan yang diterima dari IMF akan membangkitkan perekonomian Turki!

Sesuatu yang lebih gila lagi adalah pernyataan perdana menteri Erdogan yang disampaikan pada tanggal 3 Oktober 2009 pada waktu jamuan makan yang diselenggarakan di lembaga pendanaan internasional. Ia menyatakan: “Tujuan kita adalah menjadikan Istanbul sebagai pusat keuangan regional dan berikutnya menjadi pusat keuangan global”. Dengan pernyataannya itu ia menunjukkan harapannya terhadap pertemuan yang akan diselenggarakan oleh IMF dan Bank Dunia –alat-alat penjajahan Amerika kafir- di Istanbul! Di tempat yang sama, di Istanbul juga telah diselenggarakan pertemuan NATO dalam wilayah militer dan sekarang diselenggarakan pertemuan IMF dan Bank Dunia dalam wilayah ekonomi. Dahulu Istanbul merupakan ibu kota Khilafah dan pusat diambilnya keputusan-keputusan yang menyangkut kemaslahatan umat Islam seluruhnya! Namun sekarang Istanbul ingin dijadikan sebagai pusat di mana barat kafir dibawah kepemimpinan Amerika mengambil keputusan-keputusan global!

Wahai kaum muslim di Turki, sesungguhnya kebijakan IMF dan Bank Dunia yang dianggap baik oleh penguasa pendusta sejak bertahun-tahun lalu adalah yang menjadikan negeri kita diperbudak oleh kekuatan ekonomi asing dan kafir. Juga yang menjadikan kita berada dalam mimpi buruk dan kemiskinan yang kita alami meskipun kekayaan berlimpah kita miliki… Karena itu kami menyeru Anda untuk berjalan bersama para aktivis untuk menegakkan Daulah Khilafah Rasyidah. Daulah Khilafah Rasyidah lah yang mampu menyelamatkan kaum muslim dari lembaga-lembaga rusak dan merusak ini. Daulah Khilafah Rasyidah lah yang mampu menerapkan sistem ekonomi Islam yang sahih. Pada waktu itu Anda semua akan merasakan kemakmuran ekonomi yang sebenarnya.

Judul: POLITIK INDUSTRI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Oktober 20, 2009, 01:58:39 pm
Politik Industri Dalam Pandangan Syariah Islam


HTI-Press. Dunia Islam sekarang tertinggal jauh dari negara-negara industri di dunia. Sementara Barat telah melewati fase industrialisasi 150 tahun yang lalu, Dunia Islam tetap terde-industrialisasi secara besar-besaran, dan banyak kasus tersebut dipercaya terjadi di negara berkembang.

Industrialisasi bisa diartikan sebagai keadaan dimana sebuah perekonomian dilengkapi dengan mesin/pabrik, yang kemudian hal tersebut menjadi stimulus bagi sektor-sektor lain perekonomian. Contohnya adalah Kerajaan Inggris, yang memusatkan manufaktur pada perekonomiannya, industri perkapalan, amunisi dan pertambangan yang mendorong Inggris menjadi sebuah kekuatan global yang mempunyai kemampuan mobilisasi perang dan penjajahan yang cepat. Di saat perdamaian, industri-industri tersebut dipakai untuk kepentingan masyarakat.

Hal ini adalah alasan fundamental bagi setiap bangsa yang menginginkan industrialisasi. Mempunyai dasar industri membuat sebuah bangsa bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dan mandiri dari bangsa lainnya. Tanpa industrialisasi suatu bangsa akan tergantung secara politik dan ekonomi pada negara lain dalam kebutuhan-kebutuhan vital seperti pertahanan, industri dan produktivitas perekonomian. Contoh terakhir menggambarkan dengan tepat negara-negara dari Dunia Islam saat ini.

Mengapa Dunia Islam Gagal Berindutrialisasi?

Bagi seorang pengamat yang netral, adalah mengejutkan jika Dunia Islam, yang mempunyai berbagai hasil tambang dan sumberdaya yang melimpah, sangatlah miskin dan gagal berindustrialisasi. Sebagai contoh, Irak saja mempunyai 10% cadangan minyak dunia. Juga sebuah fakta yang tidak aneh bahwa Kuwait juga memiliki 10% cadangan
...
http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/25/politik-industri-dalam-pandangan-syariah-islam/
Judul: BLAIR VS HT PALESTINE
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Oktober 26, 2009, 12:33:39 pm
Sikap Jantan Seorang Syabab Hizbut Tahrir Di Depan Tony Blair

LIHAT VIDEONYA : keberanian syabab Hizbut Tahrir

Hebron. Berbagai media lokal dan internasional meberitakan tentang konfrontasi politik yang terjadi pada hari Selasa (20/10) antara Ali Muhammad, salah seorang syabab (aktivis) Hizbut Tahrir dengan Tony Blair, utusan komisi Kuartet Internasional. Ketika itu Blair sedang berjalan-jalan di Masjid Ibrahimi di Hebron, didampingi oleh para tokoh Palestina, dan mendapat perlindungan dari aparat keamanan Otorita Palestina.

Sungguh dalam hal ini, Ali telah bersikap jantan dan berkata terus terang (blak-blakan) di depan Blair yang telah membantai kaum Muslim di Irak dan Afghanistan. Seputar sikapnya ini, maka Hizbut Tahrir melalui penjelasan persnya menegaskan fakta-fakta berikut:

1. Blair adalah seorang penjahat yang begitu memusuhi Islam dan kaum Muslim. Berbagai tindakan dan sikapnya selama ia memimpin Dewan Menteri (Kabinet) Inggris sungguh telah menunjukkan fakta ini. Dimana, ia senantiasa berkonspirasi bersama para penjahan lainnya dalam masalah Palestina.

2. Ali Muhammad ini sungguh telah tumbuh di atas akidah Islam, serta memahami hukum Islam tentang bagaimana menghadapi kaum kafir penjajah. Dan berangkat dari motivasi ideologis tersebut, maka ia pun melakukan tindakan yang menjadi sorotan publik ini.

3. Sikap jantan yang diperlihatkan oleh Ali ini adalah tindakan spontanitas, yang bisa saja terjadi pada seorang Muslim manapun yang memiliki kesadaran dan keimanan ketika melihat Blair sedang berjalan-jalan di salah satu masjid di antara masjid-masjid kaum Muslim yang terkenal, sementara kita tahu bahwa Blair adalah orang yang telah membantai kaum Muslim dan menjadikan yatim anak-anak mereka.

4. Tindakan Ali ini merupakan tindakan seorang Mukmin pemberani, sebab ia tidak berteriak pada Tony Blair dari jauh atau dari belakang, melainkan ia berdiri di depannya seperti gunung yang berdiri kokoh, dan kemudian dengan terus terang ia berkata: “Blair, Anda teroris”, “Anda telah membantai ribuan kaum Muslim”, “Blair, keluar dari masjid”, “Tidak ada sambutan dan ucapan selamat bagi Anda”. Namun, para pengawalnya mencegah Ali meneruskan perkataannya. Mereka menutup mulut Ali dengan kuat sekali. Sementara Ali berusaha meneruskan perkataannya. Bahkan, Ali meminta kepada aparat keamanan agar membiarkannya meneruskan apa yang ingin ia katakan, tetapi aparat keamanan tetap melarangnya.

5. Dari berbagai pemberitaan dan foto-foto di media tampak jelas perlakukan kejam dan keji terhadap Ali oleh anggota pasukan keamanan, yaitu tindakan yang telah menjadi tradisi yang senantiasa dijalankan sejak Jenderal Dayton menguasai pasukan keamanan. Sehingga mereka biasa melakukan penindasan dan penyiksaan terhadap setiap orang yang menentang proyek Otorita Palestina, yang mengakui keberadaan negara Yahudi, dan selalu sejalan dengan proyek orang-orang kafir.

6. Aparat keamanan menangkap Ali. Dan pada saat penangkapan, Ali dipukuli, serta diperlakukan dengan kejam. Begitu juga selama penahanan, ia tak henti-hentinya mendapatkan penyiksaan fisik, dan pelecehan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang manusia. Kemudian, ia diancam akan dihancurkan tulang-tulangnya, dan akan dibunuh. Sungguh, perilaku rendahan ini menunjukkan tingkat pendidikan moral yang dicapai para anggota aparat keamanan ini melalui berbagai program dari Dayton.

7. Sesungguhnya para rezim, penguasa, dan semi penguasa, semuanya setia kepada musuh umat Islam. Mereka ini lebih memilih menyerahkan leher umat Islam kepada musuhnya, dari pada memihak dan mendukung generasi umat Islam yang berani berkata terus terang kepada para musuh, dan orang-orang zalim. Akibatnya, mereka tidak segan-segan menangkap dan menyiksa generasi umat Islam tersebut.

8. Sesungguhnya, umat Islam adalah bangsa yang hidup, yang melahirkan generas demi generasi. Umat Islam, melalui mereka yang beriman—dengan izin Allah dan pertolongan-Nya—akan membuat jalan menuju kedudukan (posisi) yang pantas bagi umat Islam di antara bangsa-bangsa lain, dengan mendirikan negara umat Islam, yaitu negara Khilafah yang akan menegakkan agama dan menyatukan kaum Muslim. Pada saat itu, Khilafah akan memberi pelajaran kepada musuh-musuh umat Islam, dan orang-orang yang loyal kepada mereka, di antara para penguasa zalim.

“Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.” (TQS. Asy-Syu’ara [26] : 227)

Sumber: http://www.alzaitona.net, 22/10/2009.

abukaysa :

23 October 2009 pada 08:38
video dari bbc kyknya di blok, yg ini masih jalan


http://www.reuters.com/news/video?videoId=113379&videoChannel=1



Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Oktober 27, 2009, 12:04:19 pm
Amerika Melarang Hizbut Tahrir Bangladesh; Tujuannya Adalah Untuk Menghilangkan Hambatan Dalam Rencana Jahatnya Menundukkan Kaum Muslim Bangladesh

بسم الله الرحمن الرحيم

Kantor media Bangladesh

Press Release


PR no: 07/241009
5 Dzul Qa’dah 1430 H
24 Oktober 2009


Pada Hari Kamis 22 Oktober Kepala Tentara Salib, Amerika memutuskan untuk mengumumkan pelarangan Hizbut Tahrir Bangladesh dan semua kegiatan partai. Keputusannya itu datang setelah mereka menyadari suara partai dalam mengungkap desain imperialis dan kebulatan tekad partai untuk menggagalkan rencana jahat menundukkan umat Islam. Amerika telah memperhatikan bagaimana Hizbut Tahrir mengungkap konspirasi imperialis untuk menghancurkan tentara perbatasan dan angkatan bersenjata Bangladesh. Amerika sedang terlibat dalam melaksanakan suatu kuburan konspirasi besar untuk memaksakan kontrol penuh atas Bangladesh.

Mereka tahu bahwa Hizbut Tahrir adalah hambatan bagi mereka untuk melaksanakan rencana-rencana jahat. Inilah yang menyebabkan Amerika mengumumkan keputusannya untuk melarang partai dan juru bicara partai Mohiuddin Ahmed berada dalam tahanan rumah. Tentara Salib Amerika khawatir atas keteguhan Hizbut Tahrir yang senantiasa mencemooh nilai-nilai demokrasi, kebebasan berbicara dan hak asasi manusia sehingga mereka secara tergesa-gesa dan putus asa memerintahkan rezimnya yang loyal di Bangladesh untuk menghentikan juru bicara partai untuk tampil di media.

Hizbut Tahrir ingin memperjelas kepada masyarakat termasuk kepada para intelektual, ulama, politisi, dan orang-orang yang ikhlas yang berkuasa bahwa Amerika akan senantiasa penuh dengan rencana untuk menundukkan Bangladesh. Negara itu dinyatakan sebagai musuh Islam setelah mereka membuat kehancuran di Irak, Afghanistan, dan Pakistan dan dengan tangan bersimbah darah kaum muslim kini telah menatap pandangannya di Bangladesh. Mereka telah merancang sebuah rencana untuk mengontrol tentara, angkatan laut dan angkatan udara Bangladesh. Baru-baru ini Amerika memerintahkan pemerintah Bangladesh untuk membangun sebuah pangkalan udara di Cox’s Bazaar yang akan melayani kepentingannya di wilayah itu. Ini merupakan tambahan atas keinginan mereka untuk membangun kehadiran angkatan lautnya di Teluk Benggala.

Selain itu, kedutaan besar Amerika pada awal bulan ini mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan latihan militer bersama di Chittagong yang berjudul ‘Tiger Shark (Hiu Macan)’ pada bulan November. Dan sebelum itu mereka menelepon kepala rezim Bangladesh dan menyuruhnya ke Washington untuk mengirim lebih banyak pasukan penjaga perdamaian PBB sehingga tentara Muslim dapat melayani kepentingan Amerika seperti halnya menjaga berlian dari Afrika dengan imbalan beberapa dolar sementara tentara Amerika dapat membunuh dan menyiksa umat Islam tanpa hambatan. Semua ini dilakukan disamping rencana mereka untuk memaksakan kendali atas ekonomi dan menjarah sumber daya negara melalui perjanjian seperti TIFA. Di atas semuanya, Amerika sedang berusaha untuk mencegah munculnya kebangkitan Islam dan menunda pendirian kembali Khilafah yang telah diperjuangkan Hizbut Tahrir dan partai semakin dekat untuk mencapai tujuan ini.

Wahai Kaum Muslim! Amerika adalah musuh negara dan mereka membuat rencana ini terhadap Anda apakah Anda adalah bagian dari partai politik ataukah tidak; apakah Anda adalah anggota Hizbut Tahrir, Liga Awami, atau BNP. Amerika memutuskan untuk melarang Hizbut Tahrir karena partai berdedikasi untuk kepentingan Islam dan membeberkan rencana-rencana kaum imperialis terhadap umat. Jadi tegakkan suara Anda untuk melawan musuh Amerika dan sikap tunduk pemerintah padanya. Jika tidak, maka diamnya Anda akan memberi kekuatan Amerika sehingga memungkinkannya untuk melaksanakan rencananya.

Adapun dengan pelarangan Hizbut Tahrir dan menempatkan juru bicara partai dalam tahanan rumah akan membiarkan Amerika tahu dan rezim setianya di Bangladesh bahwa kaum Musyrik Qurais juga memberi sanksi terhadap Nabi kaum Muslim صلى الله عليه وسلم dan para sahabat tapi sebelum mereka melakukannya Allah SWT membebaskan mereka.

Dan Allah SWT membuat Agama Islam dimenangkan atas semua agama lain.


إن الله يدافع عن الذين آمنوا إن الله لا يحب كل خوان كفور


”Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat Allah .” (Al-Hajj, 22:38)

Dan biarkan mereka tahu bahwa Allah SWT dan kaum Muslim adalah penolong dan pemberi kekuatan Hizbut Tahrir sedangkan penolong mereka adalah setan.


ومن يتخذ الشيطان وليا من دون الله فقد خسر خسرانا مبينا


“Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, Maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.”(4:119)

Wahai kaum intelektual, para politisi dan orang-orang yang ikhlas yang ada dalam kekuasaan! Hentikan Amerika sebelum terlambat! Sebelum mereka menetapkan pijakannya di Balngladesh sebagaimana yang dilakukannya di Pakistan, Afghanistan dan Irak. Berdirilah bersama Hizbut Tahrir dan berikan dukungan kepadanya dalam usaha untuk menegakkan kembali Khilafah sebagaimana yang diperintahkan Quran dan Sunnah, bangunlah militer yang kuat dan hapuskan kontrol Amerika-India-Inggris atas ummah.


يا أيها الذين آمنوا استجيبوا لله وللرسول إذا دعاكم لما يحييكم


”Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu.”  (Al-Anfaal, 8:24)


Hizbut Tahrir Bangladesh

Judul: AHLI NUKLIR YG JUGA ANGGOTA HT DITANGKAP
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Oktober 28, 2009, 12:40:21 pm
Ilmuwan Nuklir Pakistan Termasuk Aktivis Hizbut Tahrir yang Ditahan

Lahore : Salah satu aktivis Hizbut Tahrir yang baru-baru ini ditangkap adalah ilmuwan nuklir Pakistan. Daily Times (20/10)  mengutip sebuah TV Channel swasta yang memberitakan tentang itu pada  hari senin (19/10).

Aktifis yang sedang diinterogasi polisi Islamabad antara lain : Rizwan Aleem, ilmuwan nuklir dan tercatat sebagai mahasiswa PhD di Ghulam Ishaq Khan Institute of Engineering Sciences and Technology; Abid Mehmood, seorang pegawai USAID; dan Aman Hamza , seorang ilmuwan lingkungan. Para tahanan kemungkinan besar akan diserahkan kepada badan inteligen untuk diperiksa lebih lanjut.  32 aktifis Hizbut Tahrir yang ditahan diketahui memiliki latar belakang keluarga yang terdidik.

Ke 32 aktifis Hizbut Tahrir ini ditahan oleh polisi Pakistan karena memobilisasi seruan untuk menolak penjajahan Amerika di Pakistan. Menurut juru bicara Hizbut Tahrir Pakistan , para aktifis HT ditahan karena memobilisasi rakyat untuk mencegah operasi militer yang membunuh rakyat sipil Waziristan dan yang menjadikan tentara Pakistan sebagai bahan bakar dalam perang untuk kepentingan Amerika (America’s War) di Pakistan.

Hizbut Tahrir Pakistan juga menyerukan agar pemerintah membebaskan anggota Hizbut Tahrir. Organisasi yang didirikan Syekh Taqiyuddin an Nabhani ini merupakan organisasi politik yang dikenal didunia sebagai partai politik yang tidak memiliki sayap militer. Hizbut Tahrir berkerja secara damai melalui metodelogi Rosulullah saw yang tidak membolehkan perjuangan bersenjata untuk menegakkan Khilafah. Yang dilakukan oleh HT adalah dakwah, pergolakan pemikiran dan politik untuk mempersiapkan masyarakat dan meraih nushroh (pertolongan) dari mereka yang memiliki nushroh. (FW)

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada November 02, 2009, 12:43:01 pm
Amerika Melarang Hizbut Tahrir Bangladesh; Tujuannya Adalah Untuk Menghilangkan Hambatan Dalam Rencana Jahatnya Menundukkan Kaum Muslim Bangladesh

بسم الله الرحمن الرحيم

Kantor media Bangladesh

Press Release


PR no: 07/241009
5 Dzul Qa’dah 1430 H
24 Oktober 2009


Pada Hari Kamis 22 Oktober Kepala Tentara Salib, Amerika memutuskan untuk mengumumkan pelarangan Hizbut Tahrir Bangladesh dan semua kegiatan partai. Keputusannya itu datang setelah mereka menyadari suara partai dalam mengungkap desain imperialis dan kebulatan tekad partai untuk menggagalkan rencana jahat menundukkan umat Islam. Amerika telah memperhatikan bagaimana Hizbut Tahrir mengungkap konspirasi imperialis untuk menghancurkan tentara perbatasan dan angkatan bersenjata Bangladesh. Amerika sedang terlibat dalam melaksanakan suatu kuburan konspirasi besar untuk memaksakan kontrol penuh atas Bangladesh.

Mereka tahu bahwa Hizbut Tahrir adalah hambatan bagi mereka untuk melaksanakan rencana-rencana jahat. Inilah yang menyebabkan Amerika mengumumkan keputusannya untuk melarang partai dan juru bicara partai Mohiuddin Ahmed berada dalam tahanan rumah. Tentara Salib Amerika ...

Keterangan Pers: Latihan Militer Gabungan Bangladesh-Amerika adalah untuk Menempatkan Militer Bangladesh di Bawah Kendali Amerika
No : 03/071009

Tanggal : 18 Syawal 1430 H / 07 Oktober 2009 M



Keterangan Pers


Latihan Militer Gabungan Bangladesh-Amerika adalah untuk Menempatkan Militer Bangladesh di Bawah Kendali Amerika



Koordinator eksekutif dan juru bicara resmi Hizbut Tahrir di Bangladesh di dalam keterangan pers yang dikeluarkan hari ini, mengecam latihan militer gabungan antara militer Bangladesh dan angkatan laut Amerika di Chittagong. Bangladesh dan AS telah sepakat melakukan latihan bersama pada basis reguler. Pada November 2009, Special Warfare Dive and Salvage Unit dari angkatan laut Bangladesh akan ikut ambil bagian dalam latihan terakhir yang bertajuk “Tiger Shark“. Kedutaan AS di Bangladesh mengklaim bahwa melalui latihan bersama, kedua angkatan bersenjata akan berlatih kontra terorisme, penanggulangan bajak laut dan ancaman laut lainnya. Namun yang benar latihan bersama ini adalah bagian dari proses untuk menancapkan kendali Amerika terhadap militer Bangladesh. Latihan bersama itu merupakan pendahuluan untuk meletakkan pijakan bagi kedatangan militer AS untuk mengumpulkan informasi berharga di lapangan. Kita ingat akan pentingnya posisi strategis dataran tinggi Chittagong yang termasuk dalam propinsi Chittagong. Pantai Bengal satu-satunya yang bisa berfugsi sebagai pelabuhan laut bagi negara juga berlokasi di Chittagong. Wilayah ini juga berbatasan dengan Myanmar yang memiliki hubungan erat dengan China.

Dalam keadaan apapun, bagaimana bisa militer muslim ambil bagian dalam latihan militer bersama dengan militer Amerika, musuh umat Islam? Amerika menggempur dan menyerang Irak, Afganistan, dan Pakistan dengan dalih perang terhadap terorisme dan membasmi senjata pemusnah massal. Lalu bagaimana bisa putera-putera umat terbaik, putera-putera militer muslim, ikut serta dalam latihan bersama militer Amerika itu? Padahal tentara-tentara Amerika menistakan al-Quran, membunuhi, menyiksa dan melecehkan saudari-saudari dan saudara-saudara kita kaum muslim dan masih terus saja melakukan kejahatan brutal. Bagaimana bisa cucu-cucu Khalid bin Walid, Thariq bin Ziyad dan Shalahuddin al-Ayyubi justru bergandengan tangan dengan tentara-tentara penjahat itu?

Sesungguhnya kewajiban militer muslim sekarang ini adalah membebaskan umat dari tangan Amerika dan para penjajah lainnya. Sungguh tidak diragukan lagi bahwa kapitalisme telah gagal dan begitu pula para pemimpin Kapitalisme terutama Ameirka juga telah gagal. Dan tak diragukan lagi bahwa Islam pasti akan menang atas izin Allah SWT.

Kita wajib mengingat bahwa Allah yang Maha Perkasa adalah zat yang Maha Kuat dan Memaksa. Dan bahwa umat Islam memiliki pilar-pilar tangguh yang mampu untuk menghadapi negara manapun yang mengklaim besar. Begitu pula di tengah umat Islam terdapat orang-orang yang mampu memimpin dunia seluruhnya. Karena itu, jika putera-putera militer muslim tidak membebaskan umat maka mereka harus paham bahwa mereka akan berdiri mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT pada hari kiamat kelak.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. (QS al-Anfâl [7]: 24)

Mohiuddin Ahmed

Juru Bicara Resmi Hizbut Tahrir di Bangladesh

Judul: Re:HALAL BI HALAL HTI SURABAYA
Ditulis oleh: zuhair pada November 04, 2009, 08:40:02 am
HTI ikut halal bi halal toh...
di cari bahasa arabnya juga gak ketemu tuh halal bi halal itu apa. ;;)
halal bi halal kata-kata halal yang diIndonesiakan, "salah kaprah bener ora lumrah" :D :D :D ;)) ;)) ;))

beginikah tingkah laku para penyeru penegak syariat islam?  ;))

Namanya "Forum Silaturahim Ulama".
Bukan "halal bi halal".
Judul: MISIONARIS DI PADANG
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada November 04, 2009, 09:17:27 am
Misionaris Berbaju LSM Diusir Warga

"Bagi yg ingin tahu dan yg selalu menanyakan aksi nyata HTI, ini salah satu contoh lagi dari sekian banyak aktifitas peduli ummat."

HTI Press. Warga Korong Koto Tinggi, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman, mengusir misionaris yang melakukan aksinya di wilayah tersebut. “Biarlah kami mati kelaparan daripada aqidah kami diubah,” kata Muslim Nur kepada relawan HTI yang melakukan investigasi ke sana.

Misionaris Kristen ini menggunakan bendera LSM Mitra Sejati dan Samaritan. Koordinatornya bernama Hendri. Ia mengaku dirinya adalah orang Minang dengan suku Sikumbang. LSM itu membagi-bagikan Alkitab yang berjumlah sekitar 180 buah dan mengajak masyarakat masuk Kristen pada Selasa (27/10). ”Mereka kita tangkap. Alkitabnya kita bakar dan sebagian kita berikan ke polisi,” kata Muslim.

Korong Koto Tinggi memang daerah yang terisolasi. Penduduknya kurang lebih 1.800 jiwa. Tak heran bila daerah ini menjadi target kristenisasi.

Menurut warga kepada relawan HTI, ada beberapa modus kristenisasi yang dilakukan selain membagikan Alkitab, yakni membangun ikatan emosional dengan masayarakat melalui bantuan logistik, obat-obatan maupun perencanaan bangunan rumah tempat tinggal; mendekati warga secara individu lalu mengajak doa bersama kemudian diberi uang sebesar Rp 10 ribu-Rp 100 rb; melalui hipnotis kemudian dibaptis; memberikan suntikan kepada anak-anak yang tidak sakit secara paksa ditempat yg sepi kemudian baru dikristenkan; memprovokasi anak-anak yang tidak shalat magrib dengan memberikan 5 buah coklat yang shalat magrib diberi 1 coklat.

Atas kejadian tersebut, Hendri menyatakan minta maaf. Warga tak ingin LSM itu masuk kembali ke daerah mereka. Tapi ada juga LSM sejenis yang menyatakan akan datang kembali dengan cara yang berbeda.

Warga Koto Tinggi berharap kaum Muslim membantu mereka baik kebutuhan logistik seperti bahan makanan dan obat-obatan. Lebih dari itu warga meminta agar ada yang menjaga aqidah mereka dengan membantu menguatkan mereka dalam hal aqidah ini. ”Agar kami tidak mudah terpengaruh oleh orang-orang yang ingin merusak aqidah kami,” kata Burhan, pemuka masyarakat setempat. Ardi Muluk

Warga Amerika Sebarkan Agama ke Korban Gempa
Pariaman: Dua warga asal Amerika Serikat, belum lama ini diketahui telah membagikan kitab suci agama tertentu kepada korban gempa di Padang Alai, Kecamatan Limo Koto Timur, Padang Pariaman, Sumatra Barat. Aksi mereka terekam kamera telepon seluler saat memberikan khotbah di kerumunan warga.

....

Dua warga AS yang diketahui bernama Steve dan Rudi Gonzales itu dibantu Doni, penerjemah dari Jakarta. Dalam rekaman berdurasi 48 detik tersebut, mereka terlihat mengajak warga untuk berpindah dari agama Islam yang selama ini diyakini warga.

Awalnya, mereka tersebut memberikan bantuan kepada warga berupa bahan kebutuhan pokok dan uang tunai. Namun, pembagian berlanjut dengan menyebarkan kitab suci agama tertentu. Aksi ini ditentang warga sehingga mereka diusir dari daerah tersebut.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar kemudian menyita 24 kitab suci serta buku-buku petunjuk dan komik-komik yang dianggap menyesatkan masyarakat. Kedua warga AS tersebut dilaporkan sudah meninggalkan Sumbar. (liputan6.com, 30/10/2009)

......

MUI Sumbar Sita Bantuan dari Israel
Padang: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat menyita bantuan untuk para korban gempa bumi yang dikirim oleh Israel. “Dari Israel, tidak ada yang bisa kita harapkan,” ujar Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar di Padang, Jumat (30/10).

Menurut Gusrizal Gazahar, penolakan bantuan dari Negara Zionis berupa obat batuk, demam, dan luka-luka.tersebut untuk menghindari timbulnya polemik. Pasalnya takut  pemberian bantuan diboncengi kepentingan tertentu.

Sementara pihak rumah sakit daerah setempat menyatakan, hingga kini persediaan obat masih bisa dipenuhi. Kini semua bantuan obat tidak digunakan, hanya tersimpan di gudang rumah sakit. (liputan6.com, 31/10/2009)





Judul: VIDEO KRISTENISASI GEMPA PADANG
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada November 05, 2009, 12:17:57 pm
" Satu lagi Bukti sumbangan HTI bagi teman2 yg menginginkan melihat aksi nyata HTI bagi ummat "

video kristenisasi di sumbar :
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/05/kristenisasi-di-sumbar/

Semoga tidak Amal Riya'.
Judul: HTI : ANALISIS POLITIK KABINET INDON BERSATU II
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada November 05, 2009, 12:36:01 pm
Tantangan Umat Di Era Kabinet Indonesia Bersatu II

Oleh: Muhammad Rahmat Kurnia

Terbentuklah sudah pemerintahan baru SBY-Boediono. Bagaimana umat Islam kedepan? Ada beberapa hal yang penting menjadi catatan. Pertama, Indonesia akan makin Liberal dan pro Barat (west friendly). Tengoklah wakil presiden Boediono. Kebijakan-kebijakannya selama ini baik sebagai menteri koordinator bidang ekonomi maupun Gubernur Bank Indonesia sangatlah pro liberal. Begitu juga, Sri Mulyani (Menteri Keuangan) sebagai mantan Direktur International Monetary Fund (IMF) Asia Pasifik, anak emas Widjojo Nitisastro, yang disebut banyak kalangan sebagai bagian dari Mafia Berkeley. Elka M. Pangestu yang masih menjadi Menteri Perdagangan adalah mantan direktur lembaga think tank Orde Baru, Center for Strategic and International Studies (CSIS). Dialah pendukung utama lahirnya UU Penanaman Modal yang membiarkan asing menanamkan modalnya hingga 95% dalam segala bidang. Apalagi berbagai perangkat UU liberal telah tersedia seperti UU Migas, UU Penanaman Modal, UU Ketenagalistrikan, UU Badan Hukum Pendidikan, dll. Karenanya, listrik dan BBM peluang besar akan naik pada 2010. Sementara, hutang akan terus bertambah. Sebagai contoh, tahun ini pemerintah akan membayar hutang Rp127,607 triliun. Semua pembayaran akan ditutup dari hutang lagi.

Purnomo Yusgiantoro kini sebagai Menteri Pertahanan. Dialah otak yang beberapa kali menaikkan harga BBM sejak jaman Megawati hingga SBY dalam rangka liberalisasi sektor migas. Masalah pertahanan besar kemungkinan akan juga ‘diliberalisasi’. Sementara, penunjukkan Menkes Endang lebih menggambarkan tekanan konglomerasi farmasi dan tekanan Negara maju seperti AS. Ingat, Menkes sebelumnya, Siti Fadhilah Supari adalah orang yang menentang privatisasi rumah sakit dan keras terhadap AS khususnya dalam kasus virus H5N1.

Kedua, liberal ditutupi dengan kebijakan populis. Secara umum, pemerintahan terpilih bersifat liberal. Namun, hal ini tidak akan disadari oleh kalangan grass root. Sebab, kebijakan populis seperti BLT dan BOS nampaknya akan dilanjutkan. Hal ini nampak dengan dibentuknya Tim Penanggulangan Kemiskinan pada sidang paripurna Kabinet Indonesia Bersatu II (KIB II) pada 23/10/2009. Presiden SBY meminta menteri KIB II melanjutkan program yang disusun KIB I. Kebijakan ini terbukti manjur dalam meredam rakyat dan menarik suara pada saat Pemilu yang karenanya akan dilanjutkan.

Ketiga, suara kritis dari parlemen akan senyap. Selain menteri dari Partai Demokrat, menteri diambil dari mayoritas partai yang lolos threshold. Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, dan Sekjen PAN Zulkifli Hasan semuanya menjadi menteri. Pentolan Golkar Agung Laksono dan Fadel Muhammad juga jadi menteri. Padahal, pada saat pelantikan kabinet Presiden SBY menegaskan, “Loyalitas saudara adalah kepada presiden, bukan kepada pimpinan partai” (21/10/2009). Sejak awal SBY telah mengunci dan memastikan bahwa semua menteri, termasuk mereka yang merupakan para pemimpin partai, harus ikut suara pemerintah. Muaranya, partai akan memiliki satu suara. Padahal, gabungan suara DPR dari partai-partai tersebut mayoritas (59,54%). Belum lagi, sikap PDIP yang gamang, oposisi bukan koalisi juga bukan. Pada saat yang sama, Taufik Kiemas (PDIP) menjadi Ketua MPR atas restu SBY. Karenanya, 73,48% suara DPR akan diam, kehilangan sikap kritis.

Keempat, otoritarianisme. Para pimpinan partai sudah didudukkan sebagai pembantu presiden dalam kabinet. Mayoritas parlemen sudah dikuasai. Ini adalah peluang munculnya pemerintahan otoriter. Hanya saja, sikap SBY yang harmoni, lamban, dan akomodatif barangkali dapat menghalangi munculnya sikap tersebut. Disamping itu, akan muncul banyak penentangan dari berbagai kalangan terhadap otoritarianisme itu karena dipandang menghancurkan demokrasi yang selama ini mereka dengung-dengungkan. Namun, bila ada tekanan besar khususnya dari luar, otoritarianisme berpeluang besar muncul.

Kelima, pengalihan isu terorisme menjadi isu Islam radikal. Orang-orang yang disebut sebagai dalang kekerasan peledakan sudah dieksekusi mati. Kini, dalam berbagai kesempatan dikembangkan isu Islam radikal. Ketua Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme (DKPT) dan Mantan Kepala BIN Ansyaad Mbai menyampaikan bahwa terorisme merupakan kejahatan bermotif ideologi radikal. Dengan sangat tendensius, dikatakan bahwa ciri dari ideologi Islam radikal ini adalah memperjuangkan syariah secara kaffah. Menurutnya, untuk mengatasinya adalah dengan deradikalisasi. Caranya antara lain, (1) pemberdayaan tokoh-tokoh moderat agama untuk menyebarluaskan ajaran moderat, (2) Interfaith dialog, (3) sebarluaskan buku-buku ajaran agama moderat; (4) Kurikulum lembaga-lembaga pendidikan keagamaan, (5) dll. Padahal, Islam moderat yang dimaksudkan adalah liberal. Jadi, ini sebenarnya merupakan bagian dari liberalisasi agama.

Secara hukum, yang akan dilakukan adalah mensahkan UU Keamanan Negara. Intinya, perlu ada tindakan terhadap orang tanpa pengadilan. Juga, merubah UUAntiterorisme sedemikian rupa sehingga “Penindakan harus dimulai sejak tahap provokasi & exploitasi radikalisme”. Dengan kata lain, Internal Security Act (ISA) seperti di Malaysia hendak dihidupkan. Hal ini dapat bersifat liar menjadi kriminalisasi pendakwah. Namun, hal ini akan mendapatkan banyak tentangan dari banyak pihak. Sebab, hal ini akan dapat digunakan untuk memberangus lawan-lawan politiknya. Persoalannya, kini ‘lawan’ politik sudah menjadi ‘kawan’, baik dalam kabinet maupun parlemen.

Menentukan Sikap

Jelas, situasi akan tetap buruk. Tak ada lagi harapan suara dari parlemen. Karenanya, satu-satunya yang diharapkan adalah suara kritis dari kelompok dakwah di luar parlemen. Inilah kesempatan besar untuk menyampaikan Islam dan meraih dukungan umat. Oleh sebab itu, pengokohan tubuh dan perajutan kekuatan ulama dan ormas Islam merupakan sebuah tuntutan dan keniscayaan. Satu-satunya harapan adalah kelompok yang dinyatakan dalam sabda Nabi SAW:

ولا تزالُ طائفةٌ من أمّتي على الحقِّ ظاهرين . لا يضُرُّهُم من خالَفَهُم . حتى يأتي أمرُ الله (رواه مسلم

“Akan selalu ada sekelompok dari umatku yang berpegang kepada kebenaran dan mereka dimenangkan. Orang yang menentang mereka tidak akan memudharatkan mereka hingga datang urusan (kemenangan) dari Allah” (HR. Muslim)

Apa yang terjadi bila mereka yang diluar parlemen pun turut diam? Naudzubillah.[]



koment : Smoga kita bisa mengambil hikmah-Nya. Dengan apa yg selama ini diserukan oleh HTI.
Back to Syariah & Khilafah.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada November 19, 2009, 12:43:02 pm
Idul Adha 1430 H, Jatuh Pada Hari Jumat (27 November 2009)

Berdasarkan informasi dari Haramain Syarifain: 1 Dzulhijjah jatuh pada hari Rabu, 18 November 2009. Maka wukuf di Arafah jatuh pada hari Kamis, 26 November 2009. Dengan demikian maka hari Raya Idul Adha 1430 H jatuh pada hari Jumat, 27 November 2009.

Artikel Terkait:

Judul: HALAQOH ISLAM PERADABAN
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada November 23, 2009, 10:58:09 am
Bukannya Dibui, Malah Masuk Istana

…Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tidak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi
Bila tidak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan!

HTI Press- Itulah penggalan puisi Negeri Para Bedebah yang dibacakan kembali oleh penulisnya Adhie M Massardi dalam acara Halqah Islam dan Peradaban edisi 14, Kamis (19/11) siang di Wisma Antara Jakarta.

Dalam talkshow  yang bertema Mafioso Peradilan: Potret Bobroknya Sistem Peradilan Sekuler (Indonesia di Bawah Bayang People Power?) itu Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto menyatakan diperdengarkannya rekaman komunikasi Anggodo dengan sejumlah pihak itu sesunguhnya mengkomfirmasikan kepada publik tentang suatu perkara yang selama ini sudah menjadi omongan berbagai pihak tentang bobroknya hukum dan peradilan di Indonesia.

“Ini juga merupakan fenomena gunung es yang  memunculkan sebagian kecil saja dari megakorupsi Republik Indonesia,” paparnya.

Lebih anehnya lagi, dalam kasus kriminalisasi KPK itu Anggodo tidak ditahan. “Kalau Anggodo ditahan, dia akan menyanyi dan nyanyiannya akan lebih nyaring dari Wiliardi Wizard!” timpal Kuasa Hukum KPK Ahmad Rifa’i.

Dalam seminar itu dungkapkan bahwa kriminalisasi ini berawal dari dari upaya KPK yang akan mengusut kasus Bank Century. Itu sangat berbahaya bagi para bedebah yang terlibat Century maka dibuatlah sekenario kriminalisasi KPK agar Bank century tidak jadi diusut.

“Saya melihat di beberap surat kabar asing kasus Bank Century ini mereka samakan dengan kasus Watergate. Karena kejahatannya itu merupakan persekongkolan politik tingkat tinggi, ada menteri ekonomi, ada gubernur Bank Indonesia, papar  Adhie Massardi, Mantan Jubir Presiden era Gus Dur itu.

Boediono, Gubernur BI saat itu, sampai saat ini tetap dapat menghirup udara bebas. Bandingkan dengan Gubernur BI lainnya yang sama-sama berbuat hal serupa dengan nominal hampir delapan kali lipat di bawahnya.

Syahrir Sabirin, ketika menjabat Gubernur BI, mengeluarkan uang Rp 900 milyar untuk Bank Bali. Dia, ujar Massardi, tidak ambil seperak pun tetapi masuk bui. Kemudian Burhanuddin Abdullah, ketika  menjadi Gubernur BI, menandatangani uang dari BI RP 100 milyar juga masuk bui.

“Boediono ini menandatangani 6,7 trilyun tapi dia malah masuk istana!” ujarnya dengan geram sehingga memplesetkan kepanjangan Bareskrim Polri menjadi badan rekayasa dan kriminalisasi KPK.

Ahmad Wirawan Adnan, yang sudah malang melintang 26 tahun di dunia peradilan merumuskan bahwa mafia peradilan adalah satu kekuatan yang adanya itu di luar pengadilan. Meraka sering disebut dengan orang yang untouchable, orang yang tidak tersentuh hukum.

Karena apa? Mereka bisa melakukan strategi cover up, melakukan semuanya seolah-olah sesuai dengan hukum padahal sedang menjalankan pelanggaran hukum. Jadi kelihatannya sedang melakukan penegakkan pemberantasan korupsi tetapi sebenarnya yang sedang dilakukan adalah kegagalan melakukan pemerasan sehingga seolah-olah menegakkan pemberantasan korupsi.

Sehingga ia sangat yakin bahwa dalam sistem yang berlaku sekarang ini mafia peradilan tidak akan bisa diberantas. “Dengan sistem pemerintahan sekarang yang menjalankan sistem demokrasi ini, mafia peradilan itu tidak mungkin akan bisa diberantas,” ujar Adnan.

Anggota Tim Pengacar Muslim ini pun menyebutkan bahwa sistem ini salah karena kebenaran itu ditentukan oleh suara terbanyak. “Kalau suara terbanyak ingin korupsi dan maksiat yang mana yang benar?” tanyanya retorik.

Massardi pun meyakinkan ratusan peserta yang hadir di acara tersebut bahwa sebenarnya para bedebah itu tidak sekuat yang umat bayangkan sehingga sebetulnya mereka bisa dikalahkan. Namun tetap bercokolnya mereka di kursi kekuasaan itu akibat kesalahan umat sendiri.

“Bukan karena mereka terlalu kuat tetapi kitalah yang lebih banyak diam!” tandasnya. “Saya pikir setengah dari facebooker di tambah dengan setengah dari massa Hizbut Tahrir turun ke jalan para bedebah itu bisa diusir,” ujar Massardi.

Oleh karena itu ganti sistem ganti rezim adalah satu keniscayaan. Hizbut Tahrir sedang merintis ke arah itu, dengan menggunakan istilah Massardi dalam syairnya itu, Ismail mengatakan saat ini yang dilakukan oleh HTI adalah menyadarkan masyarakat dengan diskusi, kemudian demonstrasi lalu revolusi untuk mengganti sistem yang bobrok ini dengan Syariah dan Khilafah. [] joko prasetyo

Judul: SHOLAT IDUL ADHA 1430 H.
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada November 26, 2009, 03:08:47 pm
INFO: Sholat Idul Adha 1430 H Bersama Hizbut Tahrir Indonesia
Hizbut Tahrir Indonesia akan menyelenggarakan Sholat Idul Adha 1430 H 
‘TUNDUK DAN BERKORBAN DEMI TEGAKNYA SYARIAH DAN KHILAFAH’ pada hari Jum’at, 10 Dzulhijjah 1430 H/ 27 November 2009.

DKI Jakarta:
Tempat : Halaman Parkir Crown Palace, Jl. Prof. Soepomo No. 231(Seberang hotel Sofyan), Jakarta Selatan
Waktu   : Pukul 07.00 WIB
Khatib   : ust Abu Umar
Imam    : ust Ali Akbar
Panitia juga menerima dan menyalurkan hewan kurban

Bogor:
Tempat:  Lapangan parkir Botani square.
Waktu   : Pkl. 06.30 WIB
Khatib  :  Ust. Iwan Januar, S.Kom
Imam   :  K.H.Mulhaqudin, MSc ,

Kab.Gowa:
Tempat : masjid Silaturahmi Jl.St.Hasanuddin Sungguminasa
Khatib   : Ust.Barliantah Abdullah,
Imam    : ust. Abd. Muis.

Takalar :
1. Tempat : masjid Al Qodar Tamadampeng, Desa Pattinoang, Galesong kab.Takalar
Khatib+Imam : ust. Jurais Gau
2. Tempat : madjid Besar Soreang Galesong Utara kab. Takalar
Khatib+Imam : ust. Supardi Lawang

Banjarmasin:
Tempat:  halaman Gedung Wanita, Jl. Hasan Baseri,  Kayu Tangi- Banjarmasin.
Pukul   :  07.15 WITA
Khatib  :   Mispansyah, S.H, M.H
Imam   :   M. Abdullah

Gresik:
Tempat:  halaman parkir apotik kimia farma jl. R A Kartini
Khotib :  Ust. Arham
Imam   : Ust. Mujazin

Makassar:
Tempat:  Lapangan Ruko Samping Rumah Makan Pak Dani, Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 9 Makassar.
Khatib  : dr. Syarifuddin
Imam   : Mizanul I’tidal, SP

Padang:
Tempat:  Masjid Ansharullah-Nanggalo Padang,
Imam & khatib: ust. Sotar siregar, MA
CP: Ust. Ardion, SHI (081374430899);

Pariaman:
Tempat:  lapangan masjid Subulussalam- Padang Birik-birik, Pariaman
Khatib  :  ust. Drs. Efdi
Imam    : ust. Taufik, SHI.
CP: Ust. Fajar  (081374769296)

Jombang :
Tempat:  jl.Otista (samping Gedung DPRD Jombang),
Khatib : Ust.Arif Budi,S.Ag.
Imam  : Ust.Masrukhin,S.Pd

Kota Mojokerto:
Tempat:  GOR Majapahit jl.Gajah Mada Kota Mojokerto
Khatib  : KH. Hadi Sampurno, S.Ag.
Imam : Ust. Bastoni, S.Pd.

Malang:
Tempat:  halaman parkir Bisnis Centre WR Supratman
Khatib  : ust. Mus’ab Abd Rahman
Imam   : ust. Azizi Fathani
Waktu  : 06.00 WIB

Kediri
Tempat:  halaman gedung GNI
Khatib  :  Abdul Aziz.
Imam   :  Drs. Abu Hasan
Nganjuk
Tempat:  halaman SMK Nasional
Khatib  :  Khairul Huda, SE
Imam   :  Ali Mashari

Tulungagung
Tempat:  halaman LBB Piramida jl.panglima sudirman
Khatib  : ust. Abu Ienaz, S.Pd.
Imam   : Khalid Wahyudi, S.Pd.

Sidoarjo
Tempat:  lap parkir Mall Ramayana jl. Pahlawan 1 Sidoarjo,
Waktu  :  Pukul 06.00 WIB
Khotib :  Faqih Syarif H, S.Sos.I, M.Si.
Imam  :   Ust. Abdullah Machrus

Surabaya:
Tempat:  Lapangan Taman Apsari (depan Grahadi), Jl. Gubernur Suryo.
Waktu  :  Pkl. 06.00 WIB
Khatib  :  Ust. Fikri A. Zudiar
Imam   :  Ust. Wajdi, SPdI.
Cp.  Saifudin (031 8283531)

Pekanbaru
Tempat:  Masjid jamalul jamil komplek Future Islamic center Jl. Tuanku Tambusai,
Waktu  :  Pkl. 07.30 WIB
Khotib  :  Ust Zamroni Ahmad (Pimpinan Ponpes Attamam)
Imam   :   ust Daeng Muhlis, S.Ag

Lampung
Tempat:  Lapangan sepakbola sya’ban jl Pangeran Tirtayasa Kel.  Sukabumi,  Sukarame BANDARLAMPUNG

Soloraya:
Tempat : Megaland Surakarta
Khotib   : Ustadz Solahuddin
Cp : 081802502555

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: masud hasim pada November 26, 2009, 04:38:53 pm
assalamualaikum

maaf saya mau bertanya kepada HTI apa tujuan dari berdirinya HTI?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada November 30, 2009, 09:11:48 am
assalamualaikum

maaf saya mau bertanya kepada HTI apa tujuan dari berdirinya HTI?

Li isti'nafi hayat fi islam, bi thoriqoti iqomati daulah khilafah rasyidah ala minhaj nubuwah.

Melanjutkan Kehidupan Dunia yg diatur dg sistem syariat Islam, dimana untuk memperjuangkan tegaknya syariat islam itu kami tempuh melalui metode penegakan daulah khilafah krn itulah satu2nya metode yg kami yakini telah dicontohkan oleh Nabi dan ijma sahabat ( ahlu sunnah wal jamaah ). - bukan melalui metode kudeta, parlementer demokrasi, teror bom -


Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: masud hasim pada November 30, 2009, 10:28:43 am
assalamualaikum

maaf saya mau bertanya kepada HTI apa tujuan dari berdirinya HTI?

Li isti'nafi hayat fi islam, bi thoriqoti iqomati daulah khilafah rasyidah ala minhaj nubuwah.

Melanjutkan Kehidupan Dunia yg diatur dg sistem syariat Islam, dimana untuk memperjuangkan tegaknya syariat islam itu kami tempuh melalui metode penegakan daulah khilafah krn itulah satu2nya metode yg kami yakini telah dicontohkan oleh Nabi dan ijma sahabat ( ahlu sunnah wal jamaah ). - bukan melalui metode kudeta, parlementer demokrasi, teror bom -




menurut perkataan fauzi HTI tujuan berdirinya HTI adalah untuk memperjuangkan tegaknya syariat islam yang ditempuh melalui metode penegakan daulah khilafah,terus gimana caranya untuk bisa mendirikan daulah khilafah?

maaf bukanya untuk mendirikan daulah kilafah membutuhkan wilayah(negara) dan apakah para pemimpin sebuah negara yang ingin didirikan daulah khilafah menginginkan juga untuk berdirinya daulah khilafah di negara mereka,terus apa yang harus dilakukan apabila para pemimpin teritorial(negara)tidak menginginkan untuk berdirinya daulah khilafah ?

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada November 30, 2009, 11:28:03 am
assalamualaikum

maaf saya mau bertanya kepada HTI apa tujuan dari berdirinya HTI?

Li isti'nafi hayat fi islam, bi thoriqoti iqomati daulah khilafah rasyidah ala minhaj nubuwah.

Melanjutkan Kehidupan Dunia yg diatur dg sistem syariat Islam, dimana untuk memperjuangkan tegaknya syariat islam itu kami tempuh melalui metode penegakan daulah khilafah krn itulah satu2nya metode yg kami yakini telah dicontohkan oleh Nabi dan ijma sahabat ( ahlu sunnah wal jamaah ). - bukan melalui metode kudeta, parlementer demokrasi, teror bom -




menurut perkataan fauzi HTI tujuan berdirinya HTI adalah untuk memperjuangkan tegaknya syariat islam yang ditempuh melalui metode penegakan daulah khilafah,terus gimana caranya untuk bisa mendirikan daulah khilafah?

maaf bukanya untuk mendirikan daulah kilafah membutuhkan wilayah(negara) dan apakah para pemimpin sebuah negara yang ingin didirikan daulah khilafah menginginkan juga untuk berdirinya daulah khilafah di negara mereka,terus apa yang harus dilakukan apabila para pemimpin teritorial(negara)tidak menginginkan untuk berdirinya daulah khilafah ?



Assalamualaikum,
Bismillah.

Tepat sekali pertanyaan mas, thx sebelumnya. Begini secara singkatnya :

1. Tujuannya : menegakkan kembali syariat islam.
2. Metodenya : mendirikan daulah khilafah.
maka :
3. Adapun caranya untuk mendirikan daulah : melalui pengkaderan dan politik / pemahaman dan dakwah.
3.1. melakukan pembinaan intensif kpd calon yg berminat dan anggotanya.
3.2. melakukan interaksi sosial kpd seluruh lapisan masyarakat baik rakyat kecil maupun kaum elite.
3.3. melakukan tholab an nusroh = menawarkan kpd kaum elite penguasa suatu negeri untuk rela dipimpin dg syariat dan atau mengadopsi syariat islam sbg uu negara dg penuh keihlasan & kesadaran akan kewajiban thd islam atau menyerahkan amanah kepemimpinan negara kpd kepemimpinan hizbut tahrir dan melindungi aktifitas dakwahnya sebagaimana baiat kaum anshor terhadap Rosul SAW. dan kaum muhajirin. ( ... hiiii saya jadi merinding ).

Jadi kita tdk mendirikan negara didalam negara, juga tdk merebut kekuasaan dg cara kekerasan, pemberontakan, kudeta, dll. melainkan mereka harus menyadari ini adalah tanggung jawab seluruh kaum muslimin untuk menegakkan kembali syariat islam. Bukan kewajiban mereka yg tergabung di HT saja.

Bagaimana bila belum ada pemimpin negara yg menginginkan / mengadopsi daulah khilafah ?
1. Itu adalah dosa mereka, kita sudah mengingatkan.
2. Kita terus dengan tiga langkah diatas dg penuh kesabaran dan istiqomah ( insyallah )diseluruh dunia hingga Allah SWT menetapkan takdirNya dimana pertama kali tegak ke-khalifahan yg ke-II. Namun sbg orang indonesia saya ingin khilafah berdiri disini dulu. amin.

mungkin singkatnya dari pemahaman saya akan kitab2nya & interaksi saya di ht demikian.

Thx.

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada November 30, 2009, 12:45:50 pm
Assalamualaikum,
Bismillah.

Tepat sekali pertanyaan mas, thx sebelumnya. Begini secara singkatnya :

1. Tujuannya : menegakkan kembali syariat islam.
2. Metodenya : mendirikan daulah khilafah.
maka :
3. Adapun caranya untuk mendirikan daulah : melalui pengkaderan dan politik / pemahaman dan dakwah.
3.1. melakukan pembinaan intensif kpd calon yg berminat dan anggotanya.
3.2. melakukan interaksi sosial kpd seluruh lapisan masyarakat baik rakyat kecil maupun kaum elite.
3.3. melakukan tholab an nusroh = menawarkan kpd kaum elite penguasa suatu negeri untuk rela dipimpin dg syariat dan atau mengadopsi syariat islam sbg uu negara dg penuh keihlasan & kesadaran akan kewajiban thd islam atau menyerahkan amanah kepemimpinan negara kpd kepemimpinan hizbut tahrir dan melindungi aktifitas dakwahnya sebagaimana baiat kaum anshor terhadap Rosul SAW. dan kaum muhajirin. ( ... hiiii saya jadi merinding ).

Jadi kita tdk mendirikan negara didalam negara, juga tdk merebut kekuasaan dg cara kekerasan, pemberontakan, kudeta, dll. melainkan mereka harus menyadari ini adalah tanggung jawab seluruh kaum muslimin untuk menegakkan kembali syariat islam. Bukan kewajiban mereka yg tergabung di HT saja.

Bagaimana bila belum ada pemimpin negara yg menginginkan / mengadopsi daulah khilafah ?
1. Itu adalah dosa mereka, kita sudah mengingatkan.
2. Kita terus dengan tiga langkah diatas dg penuh kesabaran dan istiqomah ( insyallah )diseluruh dunia hingga Allah SWT menetapkan takdirNya dimana pertama kali tegak ke-khalifahan yg ke-II. Namun sbg orang indonesia saya ingin khilafah berdiri disini dulu. amin.

mungkin singkatnya dari pemahaman saya akan kitab2nya & interaksi saya di ht demikian.
Thx.
saya baru tau yg ini?berarti HT sudah punya struktur khekhalifahan sendiri?sudah ada pembaiatan terhadap seorang khilafah?siapa khilafahnya?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada November 30, 2009, 01:15:09 pm
Assalamualaikum,
Bismillah.

Tepat sekali pertanyaan mas, thx sebelumnya. Begini secara singkatnya :

1. Tujuannya : menegakkan kembali syariat islam.
2. Metodenya : mendirikan daulah khilafah.
maka :
3. Adapun caranya untuk mendirikan daulah : melalui pengkaderan dan politik / pemahaman dan dakwah.
3.1. melakukan pembinaan intensif kpd calon yg berminat dan anggotanya.
3.2. melakukan interaksi sosial kpd seluruh lapisan masyarakat baik rakyat kecil maupun kaum elite.
3.3. melakukan tholab an nusroh = menawarkan kpd kaum elite penguasa suatu negeri untuk rela dipimpin dg syariat dan atau mengadopsi syariat islam sbg uu negara dg penuh keihlasan & kesadaran akan kewajiban thd islam atau menyerahkan amanah kepemimpinan negara kpd kepemimpinan hizbut tahrir dan melindungi aktifitas dakwahnya sebagaimana baiat kaum anshor terhadap Rosul SAW. dan kaum muhajirin. ( ... hiiii saya jadi merinding ).

Jadi kita tdk mendirikan negara didalam negara, juga tdk merebut kekuasaan dg cara kekerasan, pemberontakan, kudeta, dll. melainkan mereka harus menyadari ini adalah tanggung jawab seluruh kaum muslimin untuk menegakkan kembali syariat islam. Bukan kewajiban mereka yg tergabung di HT saja.

Bagaimana bila belum ada pemimpin negara yg menginginkan / mengadopsi daulah khilafah ?
1. Itu adalah dosa mereka, kita sudah mengingatkan.
2. Kita terus dengan tiga langkah diatas dg penuh kesabaran dan istiqomah ( insyallah )diseluruh dunia hingga Allah SWT menetapkan takdirNya dimana pertama kali tegak ke-khalifahan yg ke-II. Namun sbg orang indonesia saya ingin khilafah berdiri disini dulu. amin.

mungkin singkatnya dari pemahaman saya akan kitab2nya & interaksi saya di ht demikian.
Thx.
saya baru tau yg ini?berarti HT sudah punya struktur khekhalifahan sendiri?sudah ada pembaiatan terhadap seorang khilafah?siapa khilafahnya?

ya.. belum tho mas. ht itu ormas / parpol. bukan pemerintahan negara, jadi tidak punya khalifah.
punyanya ketua partai. khalifah itu untuk negara islam bukan partai islam. Kan belum ada negara yg menyerahkan kekuasaannya kpd orang HT.
tetapi kalau anda tanya apakah ht punya konsep struktur pemerintahan daulah khilafah, maka saya jawab : punya. bukan nama orangnya.

tau struktur ngga ? contohnya pemimpin tertinggi itu seorang khalifah dibantu oleh muawin tanfidl,...dst. ( bukan pemimpin tertinggi daulah khilafah itu fauzi dibantu oleh luthi, dajal,...dst ). = sama spt pemerintahan tertinggi RI adalah presiden dibantu para menteri kabinet,...dst. ( bukan pemerintah tertinggi RI itu sby dibantu oleh budiono, srimulyani, & para neolib lainnya ).

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada November 30, 2009, 02:14:08 pm
jadi kalo kalimatnya atau menyerahkan amanah kepemimpinan negara kpd kepemimpinan hizbut tahrir,kirain udah ada gitu orang2nya..tinggal butuh pengakuan.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada November 30, 2009, 03:30:29 pm
jadi kalo kalimatnya atau menyerahkan amanah kepemimpinan negara kpd kepemimpinan hizbut tahrir,kirain udah ada gitu orang2nya..tinggal butuh pengakuan.

Kalau calon khalifah dan pembantu2nya dari HT sih banyak... mas.

Tapi itu kan belum jadi khalifah, karena belum ada yg meminta ke HT untuk memimpin suatu negara.
Jadi saya kembalikan ke pertanyaan mas mashud hasim, apakah dari jawaban saya sudah bisa dimengerti garis besarnya ??

Maaf menurut saya tulisan mas luthi untuk ke sekian kalinya mengandung upaya mengaburkan persoalan ini.

Jadi saya ulang lagi jawaban saya untuk mas masud hasim, mohon maaf mas luthi ya sbb :

Assalamualaikum,
Bismillah.

Tepat sekali pertanyaan mas, thx sebelumnya. Begini secara singkatnya :

1. Tujuannya : menegakkan kembali syariat islam.
2. Metodenya : mendirikan daulah khilafah.
maka :
3. Adapun caranya untuk mendirikan daulah : melalui pengkaderan dan politik / pemahaman dan dakwah.
3.1. melakukan pembinaan intensif kpd calon yg berminat dan anggotanya.
3.2. melakukan interaksi sosial kpd seluruh lapisan masyarakat baik rakyat kecil maupun kaum elite.
3.3. melakukan tholab an nusroh = menawarkan kpd kaum elite penguasa suatu negeri untuk rela dipimpin dg syariat dan atau mengadopsi syariat islam sbg uu negara dg penuh keihlasan & kesadaran akan kewajiban thd islam atau menyerahkan amanah kepemimpinan negara kpd kepemimpinan hizbut tahrir dan melindungi aktifitas dakwahnya sebagaimana baiat kaum anshor terhadap Rosul SAW. dan kaum muhajirin. ( ... hiiii saya jadi merinding ).

Jadi kita tdk mendirikan negara didalam negara, juga tdk merebut kekuasaan dg cara kekerasan, pemberontakan, kudeta, dll. melainkan mereka harus menyadari ini adalah tanggung jawab seluruh kaum muslimin untuk menegakkan kembali syariat islam. Bukan kewajiban mereka yg tergabung di HT saja.

Bagaimana bila belum ada pemimpin negara yg menginginkan / mengadopsi daulah khilafah ?
1. Itu adalah dosa mereka, kita sudah mengingatkan.
2. Kita terus dengan tiga langkah diatas dg penuh kesabaran dan istiqomah ( insyallah )diseluruh dunia hingga Allah SWT menetapkan takdirNya dimana pertama kali tegak ke-khalifahan yg ke-II. Namun sbg orang indonesia saya ingin khilafah berdiri disini dulu. amin.

mungkin singkatnya dari pemahaman saya akan kitab2nya & interaksi saya di ht demikian.

Thx.

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada November 30, 2009, 03:48:38 pm
HT jadi nunggu diminta yah menjadi pemimpin yah?
kenapa g baiat aja sendiri..kan jamaah nya banyak.ntar kita ikut..lindungi kami dan bebaskan kami,maka kami taat
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada November 30, 2009, 04:29:12 pm
HT jadi nunggu diminta yah menjadi pemimpin yah?
kenapa g baiat aja sendiri..kan jamaah nya banyak.ntar kita ikut..lindungi kami dan bebaskan kami,maka kami taat

Wah... syariatnya bukan begitu mas. Khalifah itu bukan untuk kalangan sendiri. Jadi kalau membaiat sendiri itu menyalahi syariat yg kita perjuangkan.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Desember 01, 2009, 07:39:20 am
HT jadi nunggu diminta yah menjadi pemimpin yah?
kenapa g baiat aja sendiri..kan jamaah nya banyak.ntar kita ikut..lindungi kami dan bebaskan kami,maka kami taat

Wah... syariatnya bukan begitu mas. Khalifah itu bukan untuk kalangan sendiri. Jadi kalau membaiat sendiri itu menyalahi syariat yg kita perjuangkan.
ya memang bukan buat kalangan sendiri..tp kalo g ada yg mulai duluan gimana donk?nunggu apaan sih?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 01, 2009, 08:22:43 am
HT jadi nunggu diminta yah menjadi pemimpin yah?
kenapa g baiat aja sendiri..kan jamaah nya banyak.ntar kita ikut..lindungi kami dan bebaskan kami,maka kami taat

Wah... syariatnya bukan begitu mas. Khalifah itu bukan untuk kalangan sendiri. Jadi kalau membaiat sendiri itu menyalahi syariat yg kita perjuangkan.
ya memang bukan buat kalangan sendiri..tp kalo g ada yg mulai duluan gimana donk?nunggu apaan sih?

nunggu penguasa salah satu negara yang mau memberikan kekuasaannya kepada Islam, untuk dirubah menjadi sistem khilafah dalam rangka menerapkan syariat islam secara kaffah.

masih belum paham kah ? kok muter2 aja. jawaban saya ya itu lagi.

Mas luthi, anda itu sdh senior, anda sdh sekian lama dan berulang menanyakan masalah ini ke saya. Ketika ada newbie bertanya dg pertanyaan yg jelas dg mengutip kutipan yg jernih seperti mas Masud Hasim. Diapun sdh jelas dan clear tampaknya, lantas kenapa anda kok seperti memperkeruh persoalan.

Kalau anda tdk setuju dg langkah dakwah yg saya tempuh ya..jangan memperkeruh, anda muslim bukan ?. Musuh anda itu bukan HTI, tetapi mereka yg anti syariat dan melecehkan islam dan kaum muslimin. Silahkan anda buat metode dakwah sendiri untuk melawan mereka, kalau tdk setuju dg metode dakwah HT.

Apa ini ada upaya mas luthi untuk menutup forum HTI ?

Jadi saya ulang lagi jawaban saya untuk mas masud hasim, mohon maaf mas luthi ya sbb :

Assalamualaikum,
Bismillah.

Tepat sekali pertanyaan mas Masud Hashim, thx sebelumnya. Begini secara singkatnya :
Kesimpulan jawaban pertama dari pertanyaan anda ttg tujuan dakwah HTI :

1. Tujuannya : menegakkan kembali syariat islam.
2. Metodenya : mendirikan daulah khilafah.

Bagaimana cara mendirikan daulah Khilafah ? :

3. Adapun caranya untuk mendirikan daulah : melalui pengkaderan dan politik / pemahaman dan dakwah, yaitu :

3.1. melakukan pembinaan intensif kpd calon yg berminat dan anggotanya.
3.2. melakukan interaksi sosial kpd seluruh lapisan masyarakat baik rakyat kecil maupun kaum elite.
3.3. melakukan tholab an nusroh = menawarkan kpd kaum elite penguasa suatu negeri untuk rela dipimpin dg syariat dan atau mengadopsi syariat islam sbg uu negara dg penuh keihlasan & kesadaran akan kewajiban thd islam atau menyerahkan amanah kepemimpinan negara kpd kepemimpinan hizbut tahrir dan melindungi aktifitas dakwahnya sebagaimana baiat kaum anshor terhadap Rosul SAW. dan kaum muhajirin. ( ... hiiii saya jadi merinding ).

Jadi kita tdk mendirikan negara didalam negara, juga tdk merebut kekuasaan dg cara kekerasan, pemberontakan, kudeta, dll. melainkan mereka harus menyadari ini adalah tanggung jawab seluruh kaum muslimin untuk menegakkan kembali syariat islam. Bukan kewajiban mereka yg tergabung di HT saja.

Bagaimana bila belum ada pemimpin negara yg menginginkan / mengadopsi daulah khilafah ?

1. Itu adalah dosa mereka, kita sudah mengingatkan.
2. Kita terus dengan tiga langkah diatas dg penuh kesabaran dan istiqomah ( insyallah )diseluruh dunia hingga Allah SWT menetapkan takdirNya dimana pertama kali tegak ke-khalifahan yg ke-II. Namun sbg orang indonesia saya ingin khilafah berdiri disini dulu. amin.

mungkin singkatnya dari pemahaman saya akan kitab2nya & interaksi saya di ht demikian.

Thx.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Luthi pada Desember 01, 2009, 08:32:56 am
loh..saya kan cuma nanya,sebenarnya saya jg tau metode HT yg anda ulang2 tersebut..cuma ada kalimat..

"atau menyerahkan amanah kepemimpinan negara kpd kepemimpinan hizbut tahrir"
makanya saya nanya2 lebih lanjut..kok marah sih ;))
okeh saya terima jawaban nunggu diberi kekuasaan B-)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 01, 2009, 08:40:04 am
loh..saya kan cuma nanya,sebenarnya saya jg tau metode HT yg anda ulang2 tersebut..cuma ada kalimat..

"atau menyerahkan amanah kepemimpinan negara kpd kepemimpinan hizbut tahrir"
makanya saya nanya2 lebih lanjut..kok marah sih ;))
okeh saya terima jawaban nunggu diberi kekuasaan B-)

Lha gitu kan sudah selesai, clear ya... saya minta maaf mas Luthi.

Jadi saya ulang lagi jawaban saya untuk mas masud hasim, sbb :

Assalamualaikum,
Bismillah.

Tepat sekali pertanyaan mas Masud Hashim, thx sebelumnya. Begini secara singkatnya :
Kesimpulan jawaban pertama dari pertanyaan anda ttg tujuan dakwah HTI :

1. Tujuannya : menegakkan kembali syariat islam.
2. Metodenya : mendirikan daulah khilafah.

Bagaimana cara mendirikan daulah Khilafah ? :

3. Adapun caranya untuk mendirikan daulah : melalui pengkaderan dan politik / pemahaman dan dakwah, yaitu :

3.1. melakukan pembinaan intensif kpd calon yg berminat dan anggotanya.
3.2. melakukan interaksi sosial kpd seluruh lapisan masyarakat baik rakyat kecil maupun kaum elite.
3.3. melakukan tholab an nusroh = menawarkan kpd kaum elite penguasa suatu negeri untuk rela dipimpin dg syariat dan atau mengadopsi syariat islam sbg uu negara dg penuh keihlasan & kesadaran akan kewajiban thd islam atau menyerahkan amanah kepemimpinan negara kpd kepemimpinan hizbut tahrir dan melindungi aktifitas dakwahnya sebagaimana baiat kaum anshor terhadap Rosul SAW. dan kaum muhajirin. ( ... hiiii saya jadi merinding ).

Jadi kita tdk mendirikan negara didalam negara, juga tdk merebut kekuasaan dg cara kekerasan, pemberontakan, kudeta, dll. melainkan mereka harus menyadari ini adalah tanggung jawab seluruh kaum muslimin untuk menegakkan kembali syariat islam. Bukan kewajiban mereka yg tergabung di HT saja.

Bagaimana bila belum ada pemimpin negara yg menginginkan / mengadopsi daulah khilafah ?

1. Itu adalah dosa mereka, kita sudah mengingatkan.
2. Kita terus dengan tiga langkah diatas ( pembinaan, interaksi, tholab nusroh )dg penuh kesabaran dan istiqomah ( insyallah ) diseluruh dunia hingga Allah SWT menetapkan takdirNya dimana pertama kali tegak ke-khalifahan yg ke-II. Namun sbg orang indonesia, wajar dong bila saya ingin khilafah berdiri disini dulu. amin.

mungkin singkatnya dari pemahaman saya akan kitab2nya & interaksi saya di ht demikian.

Thx.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 01, 2009, 11:29:34 am
Unjuk Rasa Desak Laksanakan Undang-undang Islam

JAKARTA 29 Nov. - Beratus-ratus penduduk mengadakan perarakan hari ini bagi mendesak kerajaan mencegah penularan HIV dengan melaksanakan undang-undang Syariah di negara ini.

Menjelang Hari AIDS Sedunia pada 1 Disember ini, anggota kumpulan Hizbut Tahrir berarak di jalan-jalan raya di beberapa bandar besar termasuk di Jakarta, Solo, Yogyajakarta dan Makassar bagi mendesak kerajaan melaksanakan undang-undang itu di republik ini.

“Kami meminta semua orang menyokong pelaksanaan undang-undang Syariah dalam pemerintahan Islam supaya, Insya-Allah, kesemua kita akan bebas daripada ancaman HIV,” kata jurucakap kumpulan itu, Febrianti Abassuni dalam satu kenyataan.

Di ibu negara, lebih 200 wanita mengadakan tunjuk perasaan mendesak kerajaan menutup tempat pelacuran dan mengharamkan kondom yang dikatakan ‘menggalakkan seks bebas dan kelakuan tidak senonoh’.

Penunjuk perasaan turut membawa sepanduk termasuk sepanduk yang berbunyi: “Pelacur, penagih dadah dan golongan homoseksual adalah ejen perosak akhlak”.

Kira-kira 270,000 rakyat Indonesia dilaporkan dijangkiti HIV dan AIDS dan setakat ini 8,700 orang telah terbunuh akibat AIDS di negara ini yang majoritinya beragama Islam. (www.utusan.com.my, 30/11/2009)

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: masud hasim pada Desember 01, 2009, 01:37:28 pm
loh..saya kan cuma nanya,sebenarnya saya jg tau metode HT yg anda ulang2 tersebut..cuma ada kalimat..

"atau menyerahkan amanah kepemimpinan negara kpd kepemimpinan hizbut tahrir"
makanya saya nanya2 lebih lanjut..kok marah sih ;))
okeh saya terima jawaban nunggu diberi kekuasaan B-)

Lha gitu kan sudah selesai, clear ya... saya minta maaf mas Luthi.

Jadi saya ulang lagi jawaban saya untuk mas masud hasim, sbb :

Assalamualaikum,
Bismillah.

Tepat sekali pertanyaan mas Masud Hashim, thx sebelumnya. Begini secara singkatnya :
Kesimpulan jawaban pertama dari pertanyaan anda ttg tujuan dakwah HTI :

1. Tujuannya : menegakkan kembali syariat islam.
2. Metodenya : mendirikan daulah khilafah.

Bagaimana cara mendirikan daulah Khilafah ? :

3. Adapun caranya untuk mendirikan daulah : melalui pengkaderan dan politik / pemahaman dan dakwah, yaitu :

3.1. melakukan pembinaan intensif kpd calon yg berminat dan anggotanya.
3.2. melakukan interaksi sosial kpd seluruh lapisan masyarakat baik rakyat kecil maupun kaum elite.
3.3. melakukan tholab an nusroh = menawarkan kpd kaum elite penguasa suatu negeri untuk rela dipimpin dg syariat dan atau mengadopsi syariat islam sbg uu negara dg penuh keihlasan & kesadaran akan kewajiban thd islam atau menyerahkan amanah kepemimpinan negara kpd kepemimpinan hizbut tahrir dan melindungi aktifitas dakwahnya sebagaimana baiat kaum anshor terhadap Rosul SAW. dan kaum muhajirin. ( ... hiiii saya jadi merinding ).

Jadi kita tdk mendirikan negara didalam negara, juga tdk merebut kekuasaan dg cara kekerasan, pemberontakan, kudeta, dll. melainkan mereka harus menyadari ini adalah tanggung jawab seluruh kaum muslimin untuk menegakkan kembali syariat islam. Bukan kewajiban mereka yg tergabung di HT saja.

Bagaimana bila belum ada pemimpin negara yg menginginkan / mengadopsi daulah khilafah ?

1. Itu adalah dosa mereka, kita sudah mengingatkan.
2. Kita terus dengan tiga langkah diatas ( pembinaan, interaksi, tholab nusroh )dg penuh kesabaran dan istiqomah ( insyallah ) diseluruh dunia hingga Allah SWT menetapkan takdirNya dimana pertama kali tegak ke-khalifahan yg ke-II. Namun sbg orang indonesia, wajar dong bila saya ingin khilafah berdiri disini dulu. amin.

mungkin singkatnya dari pemahaman saya akan kitab2nya & interaksi saya di ht demikian.

Thx.




maaf seandainya ada pemimpin negara yang setujuh untuk ditegakanya syariat islam,tetapi tidak diserahkan kepemimpinanya kepada HTI terus gimana sikap HTI sendiri?
apakah mendukung(masuk dalam organisasi tersebut) atau berada diluar organisasi tersebut?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 01, 2009, 02:55:54 pm
...

maaf seandainya ada pemimpin negara yang setujuh untuk ditegakanya syariat islam,tetapi tidak diserahkan kepemimpinanya kepada HTI terus gimana sikap HTI sendiri?
apakah mendukung(masuk dalam organisasi tersebut) atau berada diluar organisasi tersebut?



Bismilah,

1. HT memberikan solusi syar'i, kepada khalifah apabila diminta oleh khalifah.
2. HT selalu mengingatkan kepada khalifah bila ada penyimpangan syar'i, karena khalifah juga -
   manusia.
3. HT tetap ada sebagai partai politik yg melakukan koreksi, meskipun khalifahnya dari HT.
   karena landasan berdirinya HT adalah memenuhi firman Allah swt dlm surat al-imran 104 :

" dan hendaklah ada diantara kalian sekelompok orang yg menyerukan kebenaran ( al-islam ), mengajak kpd yg makruf dan menjauhi yg munkar, mereka itulah kelompok orang2 yg beruntung. "

Perintah ini adalah abadi, ada khalifah maupun belum ada khalifah. Jangan sampai kita sbg individu tidak berhimpun dalam suatu jamaah dakwah spt ini, dosa menurut saya.

syukran.
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 02, 2009, 11:09:45 am
Wednesday, 02 December 2009 12:27           
 
HTB issues open letter, challenging David Cameron to a public debate 
Global Da'wah - Press Realeases 


London, UK, December 1 2009 – Following David Cameron’s allegations at last week’s Prime Minister’s Questions, subsequently shown to be false, and his apologies for some of his errors - but by no means all of them, Chairman of the Executive Committee of Hizb ut-Tahrir Britain, Dr Abdul Wahid, has written an open letter to Mr Cameron challenging him to a public debate on the substantive issues.

In the letter, Dr Abdul Wahid, criticises him for his links with neoconservatism – in particular Michael Gove and the fact that his recent allegations were a repeat of those made by Douglas Murray’s Centre for Social Cohesion and reminded him that “when George W Bush came to power he was seen as a moderate conservative, much in the way you are, but left office humiliated due to his extreme and radical policies based on this political philosophy.”

It addresses his ‘pseudo-libertarianism’ saying his portrayal of the Tory’s as the defenders of liberty could not “be a real or principled position if you seek to ban our party – with its history of non-violence for more than fifty years” and reminded him that “Tony Blair’s attempts to label us as terrorists and proscribe our group rapidly appeared ludicrous once people started examining our party and its history”. He also writes that his “calls to ban our group seem to be a mirror of Bush and Cheney insofar as they abandoned any pretence to uphold freedom, democracy, human rights and the rule of law they claimed they were fighting to preserve in the war on terror.”

The letter also addressed Cameron’s neo-McCarthyism saying he and other neocons “decide who’s an ‘extremist’ – usually based on someone being an advocate of Islamic beliefs - then associate others with them (by family ties, past associations or other casual connections) and then hound them to be dismissed from jobs or silenced from speaking publicly. By treating them in a way no other community is treated in this society you relegate Muslims who hold these beliefs to a second class status and exposes the myth, paraded to the rest of the world, that a liberal society upholds pluralism, freedom of belief and equal citizenship before the law.”

The letter concludes by repeating the invitation to a public debate with Hizb ut-Tahrir saying a “debate could discuss British Foreign Policy, the emergence of the Caliphate in the Muslim world, and look at the impact of Secular-Liberal-Capitalism in the world against the potential impact of Islam in the contemporary world – and would be a refreshing change from the spin and smear we have seen from you to date, often made under the cover of parliamentary privilege.”

Read full text of the letter ...
Judul: SURAT TANTANGAN DEBAT
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 02, 2009, 11:27:01 am
In the Name of Allah al Rahman (Most Gracious) al Raheem (Most Merciful)

 

David Cameron MP

Leader of the Conservative Party

Conservative Central Office

30 Millbank

London

SW1P 4DP

 

Dear Mr Cameron,

I am writing to you on behalf of Hizb ut-Tahrir Britain following your allegations,
subsequently shown to be false made during Prime Ministers Questions on 25th
November 2009. I am aware that you have apologised for some of your errors - but
by no means all of them - and you may have read our rebuttals on our website
www.hizb.org.uk. However, I felt it would be productive to write to you on some of
the issues arising from this unsavoury episode.

Firstly, I’d like to address your links with neoconservatism.

The advocates of this pernicious ideology have been largely discredited in the
United States, blamed for the bloodshed in Iraq and Afghanistan, the illegal
detention in Guantanamo Bay and the use of torture since the start of the war on
terror.

Yet key members of your team - Liam Fox and George Osborne - are said to be
admirers of this philosophy and Michael Gove is a signatory of the statement of
principles of the Henry Jackson Society. All of them, as well as you, strongly backed
the war in Iraq.

Moreover, your recent attack on Muslim schools originated from the Centre for
Social Cohesion (CSC) – whose director Douglas Murray is author of
“Neoconservatism – why we need it” and much of your criticism of Muslims seems
rooted in neocon lies.

It might be worth remembering that when George W Bush came to power he was
seen as a moderate conservative, much in the way you are, but left office humiliated
due to his extreme and radical policies based on this political philosophy.


Secondly, I’d like to address your pseudo-libertarianism and hypocritical criticism of
Islamic groups.

You have sought to portray yourself and your party as defenders of liberty, seeing
Blair and his allies damaged by 28-day detention without trial, identity cards and
complicity in torture (extraordinary rendition). Yet this cannot be a real or principled
position if you seek to ban our party – with its history of non-violence for more than
fifty years.

Tony Blair’s attempts to label us as terrorists and proscribe our group rapidly
appeared ludicrous once people started examining our party and its history. Even
your friends at the CSC have been forced to admit that the law would have to be
amended to stand any chance of making a ban stick; and tailoring the law to envelop
our group would potentially criminalise an enormous number of other
organisations, Islamic and non-Islamic alike.

Your calls to ban our group seem to be a mirror of Bush and Cheney insofar as they
abandoned any pretence to uphold freedom, democracy, human rights and the rule
of law they claimed they were fighting to preserve in the war on terror.

You also seem to be following the CSC’s advice to demonise Muslims who hold
political views that you and they deem ‘extremist’. Terms like ‘extremism’ and
‘radicalisation’ have no fixed legal definition but are used to scare Muslims and non-
Muslims alike. This practice, introduced during the Blair era, is a favourite trick of
neocons that infest the internet. They decide who’s an ‘extremist’ – usually based on
someone being an advocate of Islamic beliefs - then associate others with them (by
family ties, past associations or other casual connections) and then hound them to be
dismissed from jobs or silenced from speaking publicly. By treating them in a way
no other community is treated in this society you relegate Muslims who hold these
beliefs to a second class status and exposes the myth, paraded to the rest of the
world, that a liberal society upholds pluralism, freedom of belief and equal
citizenship before the law.

This neo-McCarthyism, so manifest in this recent schools debacle, is yet further
evidence of hypocrisy on your libertarian claims.

But it is not your only hypocrisy. You have falsely portrayed our group as calling for
the killing of Jews everywhere but entered into an alliance with far-right European
parties with links to anti-Semitism.

Beyond this and beyond the fact that your accusations are false, it is magnificently
hypocritical for you to lecture anyone on the sanctity of human life when you
supported the Iraq war that has lead to the death of over 1 million innocent civilians.


Thirdly, I’d like to address your definition of ‘extremism’ that includes non-violent
political beliefs.

Poll evidence shows staggering levels of support for ideas that Hizb ut-Tahrir has
peacefully called for over the last 56 years. Ideas which you label ‘extremist’ are
actually mainstream in the Muslim world.

In truth, many would say that a real ‘extremist’ is someone who said in the
aftermath of Israel’s massacres in Gaza in 2009 that “it strives to protect innocent
life”, ignores Israel’s systemic apartheid, proposes an aggressive policy of
assimilation in the UK of McCarthyist proportions, who supported two wars of
occupation in the Muslim world and who wants to criminalise non-violent voices of
dissent like those of Hizb ut-Tahrir.

Yet, nonetheless we prefer to debate ideas and to explore some of the issues that
clearly run counter to your Eurocentric world view. A debate could discuss British
Foreign Policy, the emergence of the Caliphate in the Muslim world, and look at the
impact of Secular-Liberal-Capitalism in the world against the potential impact of
Islam in the contemporary world – and would be a refreshing change from the spin
and smear we have seen from you to date, often made under the cover of
parliamentary privilege. You may reassure yourself of our seriousness and etiquette
in debating by consulting Dominic Grieve, who entertained a civilised debate with a
member of Hizb ut-Tahrir on TV some two years ago.

So I repeat my offer for a public debate and look forward to hearing from you about
this proposal so that we can discuss terms of the debate. A refusal to debate could be
seen as a lack of conviction in your own propaganda and it has always been the
choice of defeated regimes that can’t win the debate to resort to the banning and
silencing of opposition.

 

 

Yours sincerely

Abdul Wahid

Chairman of UK Executive Committee

Member of Hizb ut-Tahrir
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 02, 2009, 02:07:02 pm
Al-Quran made in Amerika telah beredar,


Al-Quran baru buatan amerika, berbahaya dan sedang didistribusikan di kuwait , berjudul 'The True Furqan' isinya bertentangan sekali. Dibuat oleh 2 perusahaan percetakan ;'Omega 2001'dan 'Wine Press'. Judul lain
buku ini 'The 21st Century Quran'! berisi lebih dari 366 halaman baik bahasa Arab dan Inggris, sekarang kabarnya didistribusikan kepada anak2/generasi muda di Kuwait di sekolah2 berbahasa Inggris disana.
Bukunya sendiri memuat 77 surah, termasuk Alfatihah, Al-Jana and Al-Injil.

Semuanya dimulai dengan sebuah versi panjang gabungan kepercayaan Kristen tentang tiga tuhan.

Dan banyak sekali bertentangan dengan berbagai kepercayaan dalam Islam, seperti mempunyai
lebih satu istri dianggap perbuatan Zina, perceraian itu dilarang, dikatakan juga bahwa Jihad adalah HARAM.

Buku yang sangat menyesatkan. Jadi tolong sampaikan kepada semua muslim sedapat kita tentang pemberitaan ini semoga Allah melindungi kita semua dari orang2 Kafir yang jahat, mendustakan Agama Allah SWT

kalau mau lihat isinya silahkan kunjungi situs ini http://www.islam-exposed.org/furqan/contents.html
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 02, 2009, 03:05:24 pm
Sebuah Puisi dari Prof.DR.Fahmi Amhar


Di saat "demokrasi" sedang "trendy"
Di saat "hak asasi manusia" sedang menjadi "paradigma"
Di saat "pasar bebas" sedang rame-rame menjadi "alat pemuas"
Di saat "perang melawan terorisme" sedang menjadi "pembenaranisme"
Di saat itulah kau diuji
Apakah kau "ikut pada yang banyak" - atau kau ikut pada hati nurani ....

Kami tidak setuju dengan diktator ataupun otokrasi,
Sebagaimana kami juga tidak setuju anarki maupun demokrasi,
Yang kami inginkan hanya sebuah kedaulatan hakiki anak negeri,
Untuk mewujudkan perintah-perintah ilahi menjadi rahmat di bumi ini ...

Kalau kalian bingung dengan sikap mereka, kawan,
Jangan gegabah menuduh mereka pengkhianat ataupun lawan,
Mereka tidak pernah melakukan korupsi ataupun kekerasan,
Ajak mereka bicara, coba cerna apa yang mereka katakan,
Mereka tidak akan memaksamu mengikuti yang mereka inginkan,
Sebagaimana kalian tak akan mampu memaksakan pikiran kalian,
Karena pemikiran hanya dapat dikalahkan oleh pemikiran,
Dan sejarahlah yang akan membuktikan,
Pikiran mana yang akan bertahan melampaui zaman.

Salam

FA

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 02, 2009, 03:20:40 pm
5000 Mahasiswa Bersumpah akan Berjuang Menegakkan Negara Khilafah di Indonesia
 20 Oktober 2009 jam 11:05

Demokrasi, demokrasi, demokrasi pasti mati…

Demokrasi, demokrasi, demokrasi pasti mati…

Khilafah, Khilafah, akan tegak kembali…

Khilafah, Khilafah janji Allah yang pasti…

Itulah salah satu yel-yel yang dinyanyikan lebih dari 5000 mahasiswa-mahasiswi Islam dari berbagai perguruan tinggi dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Ambon, Papua, Bali, Madura dan Jawa dalam Kongres Mahasiswa Islam Indonesia (KMII), Ahad (18/10) di depan Basket Hall, Senayan, Jakarta.

Dengan penuh semangat, dari pagi hingga matahari tepat di atas kepala, mereka berulang kali melompat-lompat menerikan yel tersebut di sela-sela orasi para cendikiawan Muslim diantaranya adalah Fahmi Amhar, Dwi Condro Triono dan Fahmi Luqman di samping orasi dari para perwakilan mahasiswa.

Meskipun tidak turut melompat-lompat, sekitar seribu mahasiswi yang berdiri di sebelah kanan yang terpisah secara tegas dengan barisan mahasiswa, tidak kalah semangatnya, sambil mengangkat tangan terkepal, seirama menerikan yel tersebut.

Itulah salah satu ciri yang membedakan mahasiswa Islam dengan mahasiswa sekuler. Sehingga bukan hanya di masjid, barisan laki-laki dan perempuan terpisah. Di lapangan terbuka pun hukum Islam terkait dengan interaksi pria-wanita tetap diamalkan. Sehingga campur baur yang biasa terjadi dikalangan mahasiswa sekuler, tidak akan ditemukan dalam kelompok mahasiswa yang menjunjung tinggi syariah Islam.

Tonggak Perubahan

Kongres yang diselenggarakan Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) tersebut ialah sebagai koreksi atas pergerakan mahasiswa yang selama ini ada. Kongres menilai pergerakan mahasiswa yang ada selama ini lebih bersifat pragmatis dan demi kepentingan sesaat.

Fenomena itu bisa dilihat dari berbagai angkatan termasuk mahasiswa angkatan ’98 maupun ’66. Demi kepentingan perut semata mereka berebut kursi kekuasaan mengorbankan idealisme mereka sendiri ketika masih mahasiswa.

Bahkan lebih jauh dari itu, seperti yang dinyatakan Erwin Permana, Koordinator Badan Eksekutif Nasional BKLDK kepada Media Umat di sela-sela kongres, KMII ini merupakan koreksi total terhadap Sumpah Pemuda yang dilaksanakan pada 28 Oktober 1928 lalu.

KMII ini merupakan momentum dan tonggak perubahan sejarah mahasiswa atau pemuda kelak. “Kita bisa mengambil pelajaran dari Sumpah Pemuda 1928, sumpah tersebut dapat membawa arus perubahan dalam pergerakan pemuda untuk lepas dari penjajahan yang ada saat itu,” ujar mahasiswa pasca sarjana UI tersebut.

Sumpah Pemuda mengubah persepsi para pemuda sehingga sadar dan bangkit bersama-sama mengusir penjajah. Namun sayangnya, mereka hanya berhasil mengusir penjajahan militer. Sedangkan penjajahan di bidang lain seperti penjajahan dalam bentuk politik, ekonomi, pergaulan, dan pendidikan masih terus berlangsung hingga saat ini.

Itu bukan karena perjuangan mereka yang melanggar sumpah. Tetapi konteks sumpahnya itulah yang bermasalah sehingga mereka hanya berkutat pada perjuangan melawan penjajahan militer.

“Sehingga kalau kita lihat konteks Indonesia kekinian memang penjajahan secara fisik itu tidak ada, tetapi secara ekonomi, politik, budaya, kita dijajah. Mengapa penjajahan non fisik ini tetap ada? Karena memang intelektual kitalah yang dijajah,” ujarnya.

Oleh karenanya, Erwin menandaskan pemuda sekarang haruslah sadar dan bangkit secara intelektual. Terkait dengan itu, mahasiswa Islamlah yang sudah seharusnya menjadi garda terdepan dan menjadi motor penggerak untuk menyatukan dan membangun visi intelektual menuju Indonesia yang lebih baik.

Terbebas dari penghambaan terhadap manusia sehingga hanya perintah dan larangan dari Allah SWT saja yang layak diikuti karena memang hanya Allah SWT yang layak disembah seperti yang telah dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW.

Jadi pergerakan mahasiswa Islam ke depan bukanlah perjuangan revolusioner radikal yang memiliki cita-cita pendek dan dangkal yang akan menggantikan sistem yang satu dengan sistem buatan manusia lainnya. Bukan pula perjuangan yang hanya menggantikan penguasa tiran dengan penguasa tiran lainnya.

Akan tetapi pergerakan mahasiswa Islam ideologis. Berjuang dengan misi pembebasan umat manusia. Membebaskan manusia dari penyembahan kepada manusia menuju penyembahan kepada Allah, Tuhannya manusia. Membebaskan manusia dari sistem buatan manusia menuju sistem buatan Allah SWT, Tuhan semesta raya.




Sumpah Mahasiswa

Semua duduk, hening, khusyu’ saat dibacakan ayat-ayat suci Alquran bahkan menangis ketika dibacakan do’a. Namun sorak sorai kembali membahana ketika mereka meneriakkan, “Allahu Akbar…! Allahu Akbar…! Allahu Akbar…!”

Mendekati puncak acara, yakni pembacaan Sumpah Mahasiswa, matahari semakin terik membakar, mendidihkan jiwa muda mereka yang semakin muak dengan sistem kufur yang selama ini diterapkan di Indonesia dan negeri-negeri Muslim lainnya.

Maka selain takbir dan yel Khilafah janji Allah yang pasti, dengan penuh semangat mereka pun meneriakan, “Demokrasi… hancurkan…! Kapitalisme… hancurkan…!”, “Sosialisme… hancurkan…! Komunisme… hancurkan…!”,

Mereka pun sangat rindu penerapan syariah Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah menggantikan sistem buatan manusia yang selama terbukti secara telak sangat menyengsarakan manusia di dunia ini. Apalagi di akhirat nanti seperti yang telah Allah SWT tegaskan dalam Alquran.

Maka dengan tubuh yang bermandikan peluh dengan lantang mereka meneriakan, “Syariah… tegakkan…!, Khilafah…Tegakkan…!”. Allahu Akbar… kemudian teriakan “khilafah, khilafah, khilafah…!” bergemuruh.

Tibalah acara puncak, semua peserta mengankat tangan kanannya dan mengacungkan jari telunjuk seraya bersumpah dengan sepenuh jiwa. Membaca serentak lima butir sumpah.

Mereka akan terus berjuang tanpa lelah untuk tegaknya syariah Islam dalam naungan Negara Khilafah Islamiyah di Indonesia dan negeri Muslim lainnya secara intelektual dan tanpa kekerasan.

Mereka pun bersumpah dengan sepenuh jiwa bahwa perjuangan itu dilakukan bukan karena sebatas tuntutan sejarah. Namun lebih dari itu. Perjuangan yang mulia tersebut merupakan konsekuensi iman yang mendalam kepada Allah SWT. (mediaumat.com ,19/10/2009)
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 02, 2009, 03:55:34 pm
LIVE Sore Ini (pkl 16-17 WIB) Solusi Syariah:

"Century Gate:Bukti Nyata Kebobrokan Kapitalisme (session 2)".

Hanya di HTI ChannelRadio ( http://www.hizbut-tahrir.or.id/hti-channel ) Bersma Agung WisnuWardhana. Anda bisa mengirimkan pertanyaan melalu YM dihtichannel@yahoo.com
Judul: Re:ketua KPK terlibat kasus pembunuhan
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 02, 2009, 04:14:39 pm
LIVE Sore Ini (pkl 16-17 WIB) Solusi Syariah:

"Century Gate:Bukti Nyata Kebobrokan Kapitalisme (session 2)".

Hanya di HTI ChannelRadio ( http://www.hizbut-tahrir.or.id/hti-channel ) Bersma Agung WisnuWardhana. Anda bisa mengirimkan pertanyaan melalu YM dihtichannel@yahoo.com
Judul: Re:SURAT TANTANGAN DEBAT
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 04, 2009, 03:40:59 pm
In the Name of Allah al Rahman (Most Gracious) al Raheem (Most Merciful)

 

David Cameron MP

Leader of the Conservative Party

Conservative Central Office

30 Millbank

London

SW1P 4DP

 

Dear Mr Cameron,

I am writing to you on behalf of Hizb ut-Tahrir Britain following your allegations,
subsequently shown to be false made during Prime Ministers Questions on 25th
November 2009. I am aware that you have apologised for some of your errors - but
by no means all of them - and you may have read our rebuttals on our website
www.hizb.org.uk. However, I felt it would be productive to write to you on some of
the issues arising from this unsavoury episode.

Firstly, I’d like to address your links with neoconservatism.

The advocates of this pernicious ideology have been largely discredited in the
United States, blamed for the bloodshed in Iraq and Afghanistan, the illegal
detention in Guantanamo Bay and the use of torture since the start of the war on
terror.

Yet key members of your team - Liam Fox and George Osborne - are said to be
admirers of this philosophy and Michael Gove is a signatory of the statement of
principles of the Henry Jackson Society. All of them, as well as you, strongly backed
the war in Iraq.

Moreover, your recent attack on Muslim schools originated from the Centre for
Social Cohesion (CSC) – whose director Douglas Murray is author of
“Neoconservatism – why we need it” and much of your criticism of Muslims seems
rooted in neocon lies.

It might be worth remembering that when George W Bush came to power he was
seen as a moderate conservative, much in the way you are, but left office humiliated
due to his extreme and radical policies based on this political philosophy.


Secondly, I’d like to address your pseudo-libertarianism and hypocritical criticism of
Islamic groups.

You have sought to portray yourself and your party as defenders of liberty, seeing
Blair and his allies damaged by 28-day detention without trial, identity cards and
complicity in torture (extraordinary rendition). Yet this cannot be a real or principled
position if you seek to ban our party – with its history of non-violence for more than
fifty years.

Tony Blair’s attempts to label us as terrorists and proscribe our group rapidly
appeared ludicrous once people started examining our party and its history. Even
your friends at the CSC have been forced to admit that the law would have to be
amended to stand any chance of making a ban stick; and tailoring the law to envelop
our group would potentially criminalise an enormous number of other
organisations, Islamic and non-Islamic alike.

Your calls to ban our group seem to be a mirror of Bush and Cheney insofar as they
abandoned any pretence to uphold freedom, democracy, human rights and the rule
of law they claimed they were fighting to preserve in the war on terror.

You also seem to be following the CSC’s advice to demonise Muslims who hold
political views that you and they deem ‘extremist’. Terms like ‘extremism’ and
‘radicalisation’ have no fixed legal definition but are used to scare Muslims and non-
Muslims alike. This practice, introduced during the Blair era, is a favourite trick of
neocons that infest the internet. They decide who’s an ‘extremist’ – usually based on
someone being an advocate of Islamic beliefs - then associate others with them (by
family ties, past associations or other casual connections) and then hound them to be
dismissed from jobs or silenced from speaking publicly. By treating them in a way
no other community is treated in this society you relegate Muslims who hold these
beliefs to a second class status and exposes the myth, paraded to the rest of the
world, that a liberal society upholds pluralism, freedom of belief and equal
citizenship before the law.

This neo-McCarthyism, so manifest in this recent schools debacle, is yet further
evidence of hypocrisy on your libertarian claims.

But it is not your only hypocrisy. You have falsely portrayed our group as calling for
the killing of Jews everywhere but entered into an alliance with far-right European
parties with links to anti-Semitism.

Beyond this and beyond the fact that your accusations are false, it is magnificently
hypocritical for you to lecture anyone on the sanctity of human life when you
supported the Iraq war that has lead to the death of over 1 million innocent civilians.


Thirdly, I’d like to address your definition of ‘extremism’ that includes non-violent
political beliefs.

Poll evidence shows staggering levels of support for ideas that Hizb ut-Tahrir has
peacefully called for over the last 56 years. Ideas which you label ‘extremist’ are
actually mainstream in the Muslim world.

In truth, many would say that a real ‘extremist’ is someone who said in the
aftermath of Israel’s massacres in Gaza in 2009 that “it strives to protect innocent
life”, ignores Israel’s systemic apartheid, proposes an aggressive policy of
assimilation in the UK of McCarthyist proportions, who supported two wars of
occupation in the Muslim world and who wants to criminalise non-violent voices of
dissent like those of Hizb ut-Tahrir.

Yet, nonetheless we prefer to debate ideas and to explore some of the issues that
clearly run counter to your Eurocentric world view. A debate could discuss British
Foreign Policy, the emergence of the Caliphate in the Muslim world, and look at the
impact of Secular-Liberal-Capitalism in the world against the potential impact of
Islam in the contemporary world – and would be a refreshing change from the spin
and smear we have seen from you to date, often made under the cover of
parliamentary privilege. You may reassure yourself of our seriousness and etiquette
in debating by consulting Dominic Grieve, who entertained a civilised debate with a
member of Hizb ut-Tahrir on TV some two years ago.

So I repeat my offer for a public debate and look forward to hearing from you about
this proposal so that we can discuss terms of the debate. A refusal to debate could be
seen as a lack of conviction in your own propaganda and it has always been the
choice of defeated regimes that can’t win the debate to resort to the banning and
silencing of opposition.
 

Yours sincerely

Abdul Wahid
Chairman of UK Executive Committee
Member of Hizb ut-Tahrir


David Cameron Akhirnya Minta Maaf dan Mengakui Kesalahannya Terkait Tuduhannya pada Hizbut Tahrir
Pemimpin Konservatif David Cameron akhirnya mengakui kesalahannya yang telah menuduh dua sekolah Islam menerima dana dari pemerintah berhubungan dengan Hizbut Tahrir. Ia telah meminta maaf kepada anggota parlemen atas fakta yang keliru terkait dua sekolah yang diduga berhubungan dengan kelompok Islam Hizbut Tahrir, demikian dilaporkan oleh BBC. Cameron menyatakan maafnya atas pernyataannya yang tidak akurat tersebut dalam sebuah acara televisi.  Kepada Perdana Menteri, pekan lalu, ia mengatakan bahwa sekolah telah menerima dana Pathfinder dari pemerintah yang ditujukan untuk memerangi ekstrimisme kekerasan [baca: Perdana Menteri Inggris Gordon Brown Peringatkan David Cameron Tidak Stigmatisasi Kaum Muslim]. Tetapi, dana tersebut ternyata berasal dari dana pemerintah yang lain.

Cameron mengakui kesalahannya, tetapi dia mengatakan poin-nya ketidaktepatan tentang penggunaan uang pembayar pajak. Dia sekarang meminta maaf kepada parlemen untuk pernyataannya yang tidak akurat tersebut.

Berbicara dalam sebuah perdebatan mengenai pasukan Afghanistan, Cameorn berkata: “Dapatkah saya mulai dengan menempatkan kebenaran sesuatu yang salah minggu lalu.”

“Sementara dua sekolah Islam yang saya sebutkan telah memperoleh dana dari pemerintah sementara yang dijalankan oleh orang-orang yang punya hubungan dengan kelompok ekstrimis Hizbut Tahrir, sementara mereka tidak menerima uang itu di bahwa skema Pathfinder, bukan skema Pathfinder terkait dengan memerangi ekstrimisme.”

“Saya minta maaf atas kesalahan. Saya percaya bahwa ketika Anda mendapatkan sebuah fakta yang salah, anda harus mengambil kebenaran, tetapi saya terus percaya bahwa salah uang pembayar pajak diberikan ke sekolah yang dijalankan oleh ekstrimis.”

Dua sekolah Islam tersebut berada di Slough dan Haringey, London Utara. Hizbut Tahrir tidak dilarang di Inggris, dan menolak berhubungan dengan terorisme dan mengatakan gerakan tersebut melawan kekerasan. Konservatif mengatakan akan melarang organisasi tersebut jika mereka memenangkan kekuasaan.

Di dalam pernyataannya, Hizbut Tahrir yang mengkampanyekan pendirian Negara Islam di Timur Tengah, menuduh Cameron melakukan “tuduhan tak berdasar”, gerakan tersebut mengatakan tidak pernah menerima dana dari pemerintah. Bahkan partai politik Islam global tersebut menantang David Cameron untuk berdebat [baca: Hizbut Tahrir Inggris Menyerukan David Cameron untuk Berdebat Publik]. Namun, tantangan tersebut tak ada yang mampu memenuhinya. (syabab.com, 2/12/2009)

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 07, 2009, 12:39:37 pm
KASUS CENTURY HENDAKNYA BISA MENYADARKAN MASYARAKAT UNTUK MENUNTUT KEMBALI KEPADA SYARIAT.

HTI Press. Tabir kebusukan penguasa yang terlibat dalam skandal Bank Century semakin terkuak sehingga menimbulkan sejumlah reaksi keras dari masyarakat. Terkait dengan itu, sekitar seratus tokoh, ulama, dan aktivis Islam mengadakan pertemuan di Kantor Pusat DPP HTI untuk menyatukan persepsi dalam menyikapinya pada Kamis (3/12) malam di Crown Palace, Tebet, Jakarta Selatan.

Nampak hadir dalam acara itu, diantaranya adalah Ust. Ferry Nur (Sekjen KISPA), Ust. Fikri Bareno (Sekjen Al Ittihadiyah), Ahmad Wirawan Adnan ( anggota TPM), Ust. Mujtahid Hashem (Direktur Voice of Palestine) Zahir Khan (Ketua Solidaritas Kashmir), Ichsanuddin Noorsy (Pengamat kebijakan Publik) dan Ust Muhammad Ismail Yusanto, Jubir HTI.

Dalam acara yang bertajuk Rembug Umat Bersihkan Indonesia dari Rezim dan Sistem Korup itu, Ismail menyatakan bahwa terungkapnya skandal Bank Century merupakan bukti yang kesekian kalinya yang menunjukkan bahwa bukan hanya sistemnya tetapi rezimnya pun korup.

Pertemuan ini, ujar Ismail, bukan untuk sekedar mempersoalkan Sri Mulyani dan Boediono, bahwa kedua orang ini yang paling bertanggung jawab. Bukan pula untuk  mempersoalkan isu bahwa SBY itu adalah faktor utama, karena sebagai kepala negara tidak bisa tidak, SBY memang harus bertanggung jawab.

“Tetapi lebih dari pada itu kita harus mengencangkan usaha untuk menyadarkan masyarakat!” ajak Ismail. Century gate ini merupakan momentum bagi para pengemban dakwah untuk membuat masyarakat itu semakin tidak percaya kepada pemerintahan sekuler dan momentum membalikan pandangan masyarakat pada syariah Islam.

“Itu merupakan tugas kita sehingga kita mengadakan pertemuan di malam ini,” ujar Ismail. Setiap pengemban dakwah jangan hanya menginginkan Indonesia ini sekedar bersih dari korupsi tetapi lebih dari itu haruslah menginginkan Islam sebagai dasar dari solusi bagi semua problematika semua masalah umat ini.

Sebab kalau kita berbicara soal korupsi, skandal perbankan itu berulang kali terjadi dan penyelesaiannya tidak pernah tuntas. Itu semua lantaran diterapkannya sistem sekuler dan bercokolnya rezim yang korup. Sejujur apapun pejabatnya, bila menerapkan sistem kufur ini maka Indonesia tidak akan pernah berkah.  ”Sehingga posisi kita tidak boleh bergeser bahwa solusi atas segala problematika adalah kembali kepada Islam!” tegas Ismail.

Suasana silaturahmi itu semakin hangat saat Noorsy menyatakan bahwa sebagai warga kelas menengah peserta yang hadir haruslah peduli dengan masalah ini. “Diakui atau tidak, kita duduk di sini sebagai jalur perlawanan”, ujar Noorsy.

Semua mengatakan setuju, saat Ust Rahmat Kurnia, Ketua Lajnah Fa’aliyah DPP HTI menanyakan apakah peserta setuju menjadikan pertemuan ini merupakan jalur perlawanan terhadap kezaliman penguasa.

“Minimal perlawanan kita ini dengan kata-kata!” ujar Noorsy. Kemudian ia mencontohkan perjuangan Nabi Muhammad SAW yang terus berkata-kata melawan kezaliman penguasa saat itu.

“Awalnya kan Nabi hanya didukung kelas menengah seperti Khadijah dan Abu Bakar” papar Noorsy. Kemudian keyakinan dan pemahaman Nabi pun diterima oleh kelas bawah hingga menjadi kekuatan yang besar yang berujung pada rontoknya penguasa dan sistem korup saat itu.

Jadi, ini bukan sembarang kata-kata, tegas Ismail, tetapi kata-kata yang bertuah yang dapat membuat dunia berubah. Mempunyai dasar yang kuat dari Allah SWT. Itulah dakwah. Yang insya Allah akan membuka mata akal dan mata hati masyarakat sehingga tidak ada lagi harapan ke masa depan kecuali hanya dipimpin oleh  rezim bertakwa yang menerapkan syariah dalam bingkai Khilafah.

Kemudian Rahmat mengingatkan peserta untuk secara lantang menyuarakan kebenaran. “Di depan kita ini sudah jelas nampak kemunkarannya ada tiga pilihan buat kita,” ujarnya. Pertama, diam. Berarti mejadi setan bisu. Kedua, bebicara dengan mendukung kebathilan. Berarti menjadi setan bicara.

Padahal kaum Muslim selalu berdoa, aku berlindung kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk. “Jadi jangan lantas kitanya yang jadi setan dong,” larangnya. Maka tidak ada pilihan lain kecuali pilihan yang ketiga, yakni melakukan amar makruf nahyi munkar. “Kesimpulannya kita harus berjuang. Setuju?” tanyanya. Kemudian secara serempak peserta menyatakan kesepakatannya.

Karena semua menyadari sabda Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan Al-Hakim, yang artinya, “Orang yang berdiam diri dari kebenaran (tidak mau mengingatkan/melakukan upaya perubahan) adalah seperti setan bisu.[]

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 11, 2009, 12:35:41 pm
Menggugat Islam Moderat

Sejumlah ummat Islam baik secara perorangan maupun kelompok mengidentifikasi diri mereka sebagai kelompok Islam moderat. Mereka mengklaim mengambil jalan tengah dari dua kutub ekstrim pemikiran dan pengamalan Islam yaitu kelompok fundamentalis dan  kelompok liberal. Meski pada perkembangannya, Islam moderat lebih banyak dikonfrontasikan dengan Islam fundamentalis. Kelompok yang dicirikan memiliki pandangan politik dan keagamaan Islam yang ekstrim diantaranya upaya untuk menegakan Khilafah sebagai satu-satunya sistem politik yang absah.[1]

Sikap moderat atau jalan tengah sendiri mulai dikenal luas pada masa abad pencerahan di Eropa. Sebagaimana diketahui konflik antara pihak gerejawan yang menginginkan dominasi agama dalam kehidupan rakyat dan kaum revolusioner yang berasal dari kelompok filosof yang menginginkan penghapusan peran agama dalam kehidupan menghasilkan sikap kompromi. Sikap ini kemudian dikenal dengan istilah sekularisme, yakni pemisahan agama dari kehidupan publik.[2]

Karakteristik
Para pemikir barat secara umum memiliki kriteria yang hampir seragam tentang muslim yang dikategorikan moderat. Daniel Pipes misalnya mengungkap sejumlah karakter muslim moderat antara lain: mengakui adanya persamaan hak-hak sipil antara muslim dan non muslim; membolehkan seorang muslim berpindah agama; membolehkan wanita muslim menikahi pria non-muslim; menerima dan setia pada hukum pemerintahan non-muslim; berpihak pada hukum sekular ketika terdapat pertentangan dengan budaya Islam. [3] John Esposito, menyatakan perbedaan signifikan antara radikal dan muslim moderat adalah kelompok radikal merasa bahwa Barat mengancam mereka dan berupaya mengontrol pandangan hidup mereka. Sementara kelompok moderat sangat bersemangat membangun hubungan dengan barat melalui pembangunan ekonomi. [4]

Robert Spencer–analis Islam terkemuka di AS–juga menyebut kriteria seseorang yang dianggap sebagai muslim moderat antara lain: menolak pemberlakuan hukum Islam kepada non muslim; meninggalkan keinginan untuk menggantikan konstitusi dengan hukum Islam; menolak kewajiban untuk menarik pajak berdasarkan agama (jizyah) terhadap non-muslim (QS. 9:29); menolak supremasi Islam atas agama lain termasuk perintah untuk memerangi orang-orang Yahudi dan Nasrahi hingga mereka tunduk (QS. 9:2); menolak aturan bahwa seorang muslim yang beralih pada agama lain atau tidak beragama harus dibunuh; mendorong kaum muslim untuk menghilangkan larangan nikah beda agama termasuk sanksi yang membolehkan suami memukul istri (QS. 4:34).[5]


Menjadi Alat
Muslim moderat sendiri bagi sejumlah pemikir Barat dipandang sangat cocok untuk hidup damai dengan seluruh orang di dunia. Sementara muslim radikal sangat berbahaya karena bermaksud menyingkirkan barat dan memperoleh kembali kejayaan Islam yang telah hilang. [6]

Oleh karena itu pemerintah Barat dituntut untuk mengembangkan berbagi strategi untuk melindungi kelompok moderat dan melakukan tindakan persuasif terhadap mereka yang mengancam pemerintahan barat.[7] Bahkan jika perlu mereka dapat menempuh berbagai cara antara lain:  menggunakan sarana militer dan politik untuk mengalahkan kelompok radikal demi mengamankan kepentingan mereka; membantu kelompok moderat untuk mereformasi aqidah dan syariat Islam; mengisolasi kelompok ekstrimis serta membangun komunitas muslim yang dapat menjadi komonitas dunia yang demokratis. [8]

Sejumlah strategi pun disusun oleh untuk memberdayakan kelompok moderat agar mengubah dunia Islam sehingga sesuai dengan demokrasi dan tatanan internasional maka dilakukan dengan sejumlah cara.  Strategi tersebut antara lain: mempublikasikan pemikiran mereka di media massa; mengkritik berbagai pandangan Islam fundamentalis; memasukkan pandangan mereke ke dalam kurikulum dan mengentalkan kesadaran budaya dan sejarah mereka yang non Islam dan pra Islam ketimbang Islam sendiri.[9]

Meski demikian sejumlah analis barat mengakui sejumlah kebijakan pemerintah AS tidak hanya berupaya mendukung kelompok-kolompok moderat namum juga yang dianggap radikal baik dengan pendidikan, uang dan dan legitimasi kekuasaan. Dengan kekuasaan misalnya diharapkan mereka menjadi lebih moderat dan lebih sibuk untuk mengurus jalan berlubang ketimbang memerangi negara-negara barat.[10]

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/28/menggugat-islam-moderat/

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 15, 2009, 08:47:27 am
Sebuah Puisi dari Prof.DR.Fahmi Amhar


Di saat "demokrasi" sedang "trendy"
Di saat "hak asasi manusia" sedang menjadi "paradigma"
Di saat "pasar bebas" sedang rame-rame menjadi "alat pemuas"
Di saat "perang melawan terorisme" sedang menjadi "pembenaranisme"
Di saat itulah kau diuji
Apakah kau "ikut pada yang banyak" - atau kau ikut pada hati nurani ....

Kami tidak setuju dengan diktator ataupun otokrasi,
Sebagaimana kami juga tidak setuju anarki maupun demokrasi,
Yang kami inginkan hanya sebuah kedaulatan hakiki anak negeri,
Untuk mewujudkan perintah-perintah ilahi menjadi rahmat di bumi ini ...

Kalau kalian bingung dengan sikap mereka, kawan,
Jangan gegabah menuduh mereka pengkhianat ataupun lawan,
Mereka tidak pernah melakukan korupsi ataupun kekerasan,
Ajak mereka bicara, coba cerna apa yang mereka katakan,
Mereka tidak akan memaksamu mengikuti yang mereka inginkan,
Sebagaimana kalian tak akan mampu memaksakan pikiran kalian,
Karena pemikiran hanya dapat dikalahkan oleh pemikiran,
Dan sejarahlah yang akan membuktikan,
Pikiran mana yang akan bertahan melampaui zaman.

Salam

FA
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 16, 2009, 09:14:07 am
PEKAT DAN GELAP GULITANYA MALAM, PERTANDA FAJAR SEGERA MENYINGSING. MAKA MARILAH KITA BERLARI KE BATAS CAKRAWALA MENYONGSONG CAHAYA FAJAR.


 
" Allah telah menjanjikan orang2 yg beriman dan beramal sholeh dari kalangan kamu ( wahai ummat Muhammad ) bahwa Dia akan menjadikan mereka para khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang2 sebelum mereka para khalifah yang berkuasa. Dia akan menguatkan & mengembangkan Islam yang telah Dia ridha untuk mereka. Dan Dia akan menggantikan bagi mereka keamanan setelah mereka mengalami ketakutan ( dari ancaman musuh ). Mereka terus beribadah kepada-Ku tanpa mempersekutukan sesuatu yg lain dengan Ku. Siapa saja yang kufur sesudah itu, mereka itulah orang2 yg durhaka ".
( QS : An-Nur : 55 )
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 22, 2009, 12:47:16 pm
The Australian Ingatkan Bahaya Website Hizbut Tahrir Indonesia dalam Perang Ideologi Melawan Kapitalisme

Media The Australian (11/12) memuat artikel yang mengingatkan kemenangan dalam perang ideology merupakan kunci kemenangan dalam menghadapi kelompok Islam yang ingin memperjuangkan syariah dan Khilafah. Dalam artikel yang provokatif yang berjudul Islamists must be prevented from brainwashing kids , penulis melakukan kebohongan dengan mengkaitkan upaya penegakan syariah dan Khilafah sebagai tindakan terorisme . Kemudian dibangun logika untuk menang dalam perang melawan teroris ini adalah dengan mengalahkan ideologynya.

Dalam Artikel yang ditulis Carl Ungerer ( director of national security at the Australian Strategic Policy Institute) tersebut dinyatakan :

Agar suatu ideologi berkembang , ideolagi itu harus terus mencari anggota-anggota  baru. Pada saat sebuah organisasi teroris generasi baru terbentuk, masyarakat internasional tampak tidak mampu lagi merespons secara komprehensif, dengan cara yang strategis.Untuk saat ini, perang global melawan teror telah terbagi antara 95 persen operasi militer dan 5 persen operasi ideologis. Hal itu harus dibalik, karena memenangkan perang ideologi lah yang akhirnya akan menentukan apakah kita berhasil atau gagal melawan gelombang terorisme keagamaan saat ini.

Artikel ini juga secara khusus menulis tentang Hizbut Tahrir Indonesia. Meskipun diakui sendiri oleh penulis Hizbut Tahrir tidak menggunakan kekerasan dalam perjuangannya , penulis mengingatkan Hizbut Tahrir sebagai ancaman karena perjuangan ideologinya.

Tertulis dalam artikel tersebut :

Jumlah serangan teroris di seluruh dunia mungkin telah berkurang, tetapi ideologi korosif yang mendorong terorisme internasional terus memperoleh dukungan  dari mulai Somalia hingga ke Filipina selatan. Dan fokus cuci otak ideologis ini semakin diarahkan kepada anak-anak.

Di Indonesia, kelompok Islam radikal Hizbut Tahrir memfokuskan perhatiannya pada sekolah-sekolah, menyediakan bahan bacaan dan instruksi-instruksi yang menganjurkan para remaja ikut menggulingkan demokrasi sekuler dan diterapkannya Hukum Islam dan Khilafah.


Meskipun organisasi-organisasi seperti itu berhenti untuk tidak mempromosikan kekerasan, hubungan radikalisasi antara propaganda dan terorisme telah menjadi mapan.Seperti memperluas cakupan internet, begitu juga cakupan luas dari pesan-pesan ekstrim.

Artikel tersebut juga menyatakan bahaya website Hizbut Tahrir Indonesia yang mampu bersaing dengan organisasi berita global :

Hizbut Tahrir Indonesia mengelola sebuah website yang canggih yang mampu bersaing dengan organisasi berita global. Remaja adalah pengguna terbesar internet, dan situs-situs jaringan sosial interaktif menyediakan kelompok teroris peluang-peluang baru untuk merekrut dan meradikalisasi mereka.

Tuduhan terhadap HT sebagai pengemban ideologi perantara atau pemberi inspirasi bagi tindakan terorisme juga sangat lemah. Tidak ada uraian yang jelas dan detail, pandangan ideologi mana dari HT yang melegalkan penggunaan kekerasan dalam perjuangannya menegakkan Khilafah dan syariah.

Kalau dikatakan memberikan inspirasi, ini juga jelas sangat kabur. Kalau setiap yang memberikan inspirasi disebut teroris, mestinya AS-lah yang paling layak disebut teroris karena sangat banyak aksi kekerasan merupakan reaksi dari kebijakan AS yang menindas di Dunia Islam. Artinya, AS bisa dianggap telah memberikan inspirasi bagi tumbuhnya kelompok-kelompok yang melakukan perlawanan terhadap Amerika seperti yang terjadi di Irak saat ini. Bukankah perlakuan kejam tentara AS di Penjara Guantanamo dan pembunuhan oleh tentara AS terhadap rakyat sipil di Irak, Afganistan dan lainnya adalah di antara faktor yang menimbulkan perlawanan terhadap AS?

Tidak hanya di luar negeri, upaya pengaitan HT dengan terorisme juga dilakukan di dalam negeri. Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono dalam wawancara dengan TVOne (29/7/2009) berusaha mengaitkan terorisme dengan apa yang dia sebut sebagai wahabi radikal. Menurutnya, wahabi radikal merupakan lingkungan yang cocok (habitat) bagi terorisme. Hendropriyono lantas menyebut keterkaitan wahabi radikal dengan Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin.

Semua tudingan itu tentu tidak benar. Hizbut Tahrir, dengan tetap menegaskan tentang kewajiban jihad untuk mengusir penjajah Barat dari negeri-negeri Muslim seperti Irak dan Afganistan serta Palestina, dan keutamaan mati syahid, telah menyatakan bahwa garis perjuangannya tidaklah dengan menggunakan kekerasaan/angkat senjata (non violence).

Hal ini bisa dilihat secara terbuka dalam buku-buku rujukan HT seperti kitab Ta’rîf (Mengenal HT) atau Manhaj Hizb at-Tahrîr fî Taghyîr (Strategi Hizbut Tahrir untuk Perubahan). Hizbut Tahrir dalam hal ini berkeyakinan, bahwa jalan menuju cita-cita harus dimulai dari perubahan pemikiran, serta menyakini bahwa masyarakat tidak dapat dipaksa untuk berubah dengan kekerasan dan teror. Karena itu, garis perjuangan Hizbut Tahrir sejak berdiri hingga seterusnya adalah tetap, yaitu bersifat fikriyah (pemikiran), siyâsiyah (politik) dan wa la ‘unfiyyah (non-kekerasan).

Prinsip ini dibuktikan di sepanjang aktivitasnya lebih dari 50 tahun sejak berdiri, HT tidak pernah sekalipun tercacat menggunakan kekerasan meskipun banyak penguasa yang bersikap represif terhadapnya. Dalam wawancara dengan Al-Jazeera, 17 Mei 2005, Craig Murray, mantan Duta Besar Inggris untuk Uzbekistan, mengatakan, “Hizbut Tahrir merupakan organisasi yang betul-betul tanpa kekerasan.”

Soal penolakan HT terhadap kekerasan juga diakui oleh Jean-Francois Mayer, seorang penulis asal Switzerland dan sekaligus pengamat aliran-aliran agama modern, dalam makalah berjudul, “Akankah Hizbut Tahrir Menjadi al-Qaeda di Masa Mendatang?”, yang di publikasikan pada 08/09/2003 M, melalui kantor berita Roozbalt. Di situ ia menulis, “Dapat ditegaskan bahwa Hizbut Tahrir bukanlah gerakan perdamaian. Akan tetapi, pada fase ini Hizbut Tahrir tidak menggunakan kekerasan dalam berbagai aktivitasnya meskipun kritiknya dan seruannya sangat ekstrem. Sungguh amat mengherankan, banyak anggotanya yang benar-benar dapat mengontrol emosinya meskipun tekanan semakin bertambah.”


Walhasil, upaya mengkaitkan Hizbut Tahrir dengan kekerasan merupakan upaya sia-sia yang penuh kebohongan dari Barat. Penyebabnya hanya satu , karena Hizbut Tahrir ingin menegakkan kembali syariah Islam dan Khilafah. Barat sangat mengerti Syariah dan Khilafah akan menghentikan penjajahan Barat di dunia Islam yang selama ini mereka eksploitasi.

Syariah Islam juga akan menyelesaikan persoalan umat Islam di dunia bahkan manusia secara keseluruhan , yang akan membuat kapitalisme sebagai ideology busuk akan ditinggalkan manusia. Khilafah juga akan mempersatukan umat Islam diseluruh dunia dan membebaskan negeri-negeri Islam yang dijajah. Semua ini jelas sangat menakutkan bagi Barat sang Penjajah , tapi disisi lain akan membebaskan negeri Islam dari penjajahan Barat yang buas dan mengerikan (FW)

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 22, 2009, 01:24:32 pm
Analisis : Siapa Aktor Dibalik Perang Yaman ?

Sejak lebih dari lima tahun, dan hingga saat ini perang yang berlangsung di utara Yaman, masih diselimuti oleh insiden-insiden berdarah yang telah menghilangkan ratusan nyawa, mengusir ribuan manusia, dan menghancurkan tidak sedikit harta benda. Sementara pihak-pihak yang berperang tidak ada upaya untuk menghentikan perang. Sungguh, situasi ini mengingatkan kita terhadap apa yang terjadi di Sudan selama puluhan tahun, di mana pihak-pihak yang berkonflik tidak pernah sampai pada sebuah solusi untuk mengakhiri masalah ini, hingga dibuat berbagai kesepakatan yang disusun oleh badan-badan intelijen Barat!!

Sesungguhnya, masalah perang Sa’ada hanyalah salah satu dari agenda konflik Inggris-Amerika di Yaman. Konflik ini sudah lama terjadi di antara musuh-musuh umat, yaitu Inggris dan Amerika, yaitu sejak kudeta terhadap sistem imamiyah, atau yang disebut dengan revolusi Yaman pada tahun 1962, intervensi Barat di Yaman, dan konflik yang begitu intens antara intelijen Inggris dan intelijen AS, sehingga terjadilah perang di antara dua wilayah Yaman, kudeta militer, dan pembunuhan terhadap para pemimpin yang dilakukan oleh badan-badan intelijen Barat, dan para antek di wilayah setempat, sampai selesainya penyatuan Yaman pada tahun 1990, dan konflik antara kedua belah pihak juga masih berlangsung sampai perang tahun 1994.

Setelah perang, semua menjadi jelas, Inggris merealisasikan rencana lamanya, yaitu menyatukan di antara dua wilayah Yaman. Dalam hal ini, Inggris telah mampu menjalankan rencana-rencananya, dan membelenggu para antek Amerika di Yaman dengan bantuan para anteknya di wilayah setempat, seperti Yordania dan Irak pada waktu itu.

Adapun sikap Saudi Arabia yang terus-menerus berupaya untuk mencegah bersatunya di antara dua wilayah Yaman, mengingat Yaman terletak di sisi Arab Saudi, sehingga Arab Saudi tidak ingin ada negara yang lebih kuat dari dirinya di Jazirah Arab, dan Arab Saudi tetap menginginkan Yaman ada dalam belas kasihnya. Ketika ia melihat ancaman Iran, dan menyadari bahwa ia adalah korban dari rencana pembagian ala Amerika, serta ia juga melihat Yaman sebagai korbannya, dan dengan perintah Inggris, maka ia mendukung rezim reformasi pada awalnya. Namun, ketika ia melihat bahwa tentara Yaman tidak mencapai kemajuan di wilayah itu, maka ia pun memasuki perang secara langsung, dan terlibat dalam perang di perbatasan-yang dirancang oleh kaum kafir penjajah-bersama kelompok Houthi.

Hanya saja masalahnya tidak berhenti hanya di sini, sungguh Amerika telah melakukan berbagai aktivitas politik, ekonomi dan sosial untuk melawan rezim reformasi sejak berlasungnya penyatuan. Kemudian, Amerika menggerakkan kedutaannya untuk merekrut para antek, dan dalam hal ini Institut Demokrasi Amerika memainkan peran utama dalam mengadakan seminar, dan pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh berpengaruh di masyarakat. Amerika mengirim para ahli untuk melatih tentara Yaman, terutama pasukan khusus. Amerika menggerakkan Iran untuk melakukan berbagai aktivitas di Yaman. Amerika membuat tekanan pada rezim reformasi dan organisasi-organisasi internasional, seperti Bank Dunia, dan program-program rehabilitasi yang justru membuat rakyat Yaman semakin tenggelam dalam kemiskinan. Amerika mengungkap sejumlah permasalahan, seperti pengangguran, dan lain-lainnya.

Dengan demikian, perang Sa’ada sebenarnya adalah masalah konflik antara Inggris dan Amerika, begitu juga dengan insiden-insiden di Selatan. Amerika mendukung para pemimpin gerakan di luar negeri, seperti al-Baidh, al’Athas, dan Ali Nashir. Melalui pernyataan yang disampaikan oleh pejabat tinggi Inggris bahwa mereka “mendukung kesatuan dan stabilitas di Yaman, dan mendukung pemerintah reformasi secara politik, ekonomi, dan bahkan militer jika diperlukan,” dan bahkan para pemimpin Uni Eropa membuat pernyataan seperti itu juga, terkait pernyataan-pernyataan Amerika tentang “harusnya menghentikan perang demi para pengungsi!” Namun, di mana belas kasihan Amerika terhadap para pengungsi di Afghanistan, Irak, Pakistan, Somalia, dan di tempat lainnya.

Artinya, bahwa Inggris dan kepentingannya berupaya untuk mempertahankan kesatuan, dan mencegah infiltrasi Amerika ke Yaman melalui Iran dan Syiah Yaman, dan melalui Ali Salim al-Baidh. Sementara Amerika berusaha menjatuhkan rezim reformasi, dan memecah-belah Yaman seperti apa yang sedang terjadi di Sudan. Namun, apakah penduduk Yaman menyadari apa yang sedang direncanakan terhadap mereka, dan apa yang sedang disusun oleh para musuh mereka, sehingga mereka memiliki sikap yang sama untuk menghentikan semua rencana jahat penjajah Barat, dan jika tidak, maka nasib mereka akan sama dengan nasib Somalia, Afghanistan, dan Sudan.

Kepala Biro Informasi Hizbut Tahrir Wilayah Yaman

20 Dzul Hijjah 1430 H./14 Desember 2009 M.

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 22, 2009, 02:59:09 pm
Jamal Harwood: dari pemeluk kristen yang taat menjadi pejuang Khilafah
(Aktivis Dakwah, Konsultan Keuangan)

Saya termasuk pemeluk Kristen yang taat sebelum menemukan Islam. Ketika saya masih berusia belasan tahun saya begitu tertarik mendalami ajaran Kristen. Namun, saya memiliki beberapa pertanyaan serius mengenai hal-hal pokok agama Kristen seperti bagaimana peran banyak Nabi yang berbeda, siapa sebenarnya Isa. Saya pun mengalami  kebingungan memahami trinitas, anak tuhan, dan lain-lain.

Itulah yang kemudian membuat saya mulai berpikir bahwa pada suatu saat, mungkin setelah menyelesaikan pendidikan, saya akan melakukan perjalanan dan mencari agama-agama lain di dunia. Saya berharap sepulangnya dari perjalanan itu saya akan memperoleh sesuatu yang lebih jelas dalam hal keimanan yang dapat menjawab semua pertanyaan saya itu dengan meyakinkan. Alhamdulillah, ketika usia saya sekitar 20 tahunan, saya bisa melakukan perjalanan dan melihat agama-agama lain dan hal ini menjadikan saya mulai mempelajari Islam dan akhirnya memeluknya.

Saya pindah ke Inggris beberapa saat sebelum saya memeluk Islam.  Sebelumnya saya tinggal di Kanada. Kaum Muslim yang saya temui di London, khususnya di Masjid Regents Park adalah orang-orang yang paling memberi pengaruh pada saya dan sangat membantu untuk menyarankan buku-buku untuk dibaca dan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Semuanya sangat bersahabat dan saya senantiasa masih dekat dengan mereka. Karena saya pernah tinggal di beberapa negara lain saat saya muda dan sering melakukan perjalanan, saya senantiasa senang jika bertemu dengan orang-orang dari negara-negara lain, dengan agama dan kebudayaan yang berbeda.

Akhirnya saya memutuskan memeluk Islam pada 1986. Keputusan saya justru didukung oleh orangtua saya. Ketika itu mereka tinggal di negara lain, jadi kami tidak selalu bisa berhubungan. Tapi saya ingat dengan sangat jelas bahwa ayah saya sebelumnya pernah bekerja dengan orang-orang Muslim dan mengatakan bahwa Islam menekankan pada keluarga jadi dia bilang “Lanjutkan saja “.

Memang tidak mudah mengawali hal yang baru. Banyak tantangan. Mempelajari kewajiban-kewajiban dasar Islam itu perlu waktu. Apalagi saya tidak dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang Islam berarti ada banyak hal yang harus saya pelajari. Tapi tidak ada yang terlalu sulit. Dan saya mempunyai pengalaman yang tidak terlupakan sejak menjadi seorang Muslim yakni pergi haji tahun 1994 melihat Ka’bah untuk pertama kalinya.

Setelah memeluk Islam, saya berbicara kepada saudara laki-laki maupun perempuan saya (semuanya Kristen) mengenai Islam kapanpun saya bisa. Beberapa saudara perempuan saya adalah orang-orang yang memegang teguh agama Kristen tapi kami tetap berhubungan baik, tidak ada kebencian, dan mereka suka anggota keluarga yang lain (yakni istri dan anak-anak saya) jadi hal ini sangat positif. Majalah Time pernah menampilkan suatu tulisan mengenai saya dan ketika itu sebagian besar anggota keluarga saya agak terkejut ketika mereka tahu bahwa saya aktif secara politik di Hizbut Tahrir, bahkan sebagian dari mereka menunjukkan kekhawatirannya bahwa aktivitas politik saya itu bisa menyulitkan saya dengan adanya sentimen-sentimen anti Islam di banyak bagian dunia. Saya katakan pada mereka, “Senantiasa ada risiko atas segala sesuatu tapi lebih baik melakukan sesuatu dengan alasan yang baik daripada menunggu sesuatu terjadi pada Anda.”
Dakwah Bersama HT

Alhamdullillah, saya pertama kali bertemu beberapa anggota HT tahun 1988. Saya prihatin dengan banyaknya ketidakadilan dan kemunduran yang saya lihat di dunia Muslim. Betapa pentingnya gagasan ummah, tapi banyak yang memiliki sedikit pemahaman politik mengenai sebab-sebab kemunduran itu, disamping tidak memiliki solusi untuk mengatasi kemunduran itu. HT berbicara mengenai isu-isu itu dan memberikan solusi-solusi yang jelas.

Ketika saya mulai belajar di HT, saya memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai Usul Fiqh, Ijtihad, dan Syariah, yang kesemuanya adalah penting dalam mengembangkan pemahaman saya mengenai Islam dan lebih baik dari apa yang sebelumnya saya baca dan pelajari. Buku-buku yang telah dikeluarkan partai adalah mengenai Sistem Islam, Konsep-konsep Hizbut Tahrir dan Struktur Partai adalah di antara buku-buku yang sangat bagus bagi yang ingin mendapatkan pemahaman yang baik mengenai dasar-dasar Islam dan keadaan umat pada saat ini. (mediaumat.com)

Judul: NATALAN
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 24, 2009, 11:44:06 am
HT Pernah menantang debat paus benedictus karena menghina Nabi dan Jihad

Sesungguhnya Hizbut Tahrir menantang Paus Roma untuk melakukan debat theologis yang didasarkan pada logika – hanya logika – agar cahaya subuh jelas bagi orang-orang yang memiliki dua mata. Sesungguhnya alamat sejumlah kantor penerangan Hizbut Tahrir telah terpublikasikan dan dikenal luas, diberbagai tempat keramaian yang menjadi tempat Hizbut  Tahrir berkiprah.
Paus Roma bisa memilih waktu dan tempat yang dia inginkan :
“Buatlah suatu waktu untuk pertemuan antara kami dan kamu, yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak pula kamu, disuatu tempat yang pertengahan letaknya” ( QS: Thoha (20): 58 ).

Sesungguhnya kami tidak menghendaki permohonan maaf Paus Roma, karena Paus tidak mengucapkan perkataan yang keliru tanpa maksud tertentu, atau karena kebodohannya tanpa perhitungan. Akan tetapi kata-katanya jelas adalah sengaja dan di sengaja, serta jelas dan tidak tersamar. Terhadap semua itu permohonan maaf tidak ada gunanya.

Sesungguhnya yang wajib adalah tidak memberikan toleransi kepada siapa saja yang menghina Islam, Kitabnya, dan Rosulnya. Atau yang menyerang jihad sebagai simbol kejayaan Islam- untuk menginjakkan kaki di tanah Islam atau diterima di negeri-negeri Islam sampai Daulah Islam kembali ke pangkuan Islam lagi, yakni Daulah Khilafah Rasyidah.
Khilafahlah yang akan mengetahui bagaimana cara memperlakukan musuh-musuhnya serta menjaga bumi dan langit Islam, juga bagaimana cara menjaga dan melindungi darahnya sekaligus memuliakan aqidah dengan peradabannya serta simbol kejayaannya.
“Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”  ( QS: Yusuf (12): 21 ).

24 Sya’ban 1427 H / 17 Sept 2006 M.
HIZBUT TAHRIR.
Judul: MUSLIM JEPANG
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Desember 28, 2009, 03:57:10 pm
Prof Hassan Ko Nakata: Dunia Butuh Khilafah
(Cendekiawan Jepang)

Namanya mencuat di Indonesia ketika ada Konferensi Khilafah Internasional (KKI) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Agustus 2007. Ia adalah salah satu pembicara kegiatan akbar yang menghentak dunia pada saat itu. Sebelumnya kaum Muslim di Indonesia tak banyak tahu ada seorang cendekiawan Jepang yang begitu besar perhatiannya terhadap dakwah Islam.

Prof. Hassan Ko Nakata (49) adalah satu dari sedikit kaum intelektual di negeri matahari terbit yang tertarik pada Islam. Ia mengaku masuk Islam pada tahun 1983. Itu pun dilakukannya setelah 15 tahun mempelajari Islam. Cukup lama untuk sebuah keputusan yang buat kebanyakan orang di Indonesia adalah hal biasa, tapi tidak untuk orang Jepang karena agama bagi orang Jepang sudah out of mind (berada di luar semesta pemikiran). Kebanyakan orang Jepang tak lagi memerhatikan agama.

Presiden Asosiasi Muslim Jepang ini masuk Islam ketika menjadi mahasiswa di tahun ketiga di Fakultas Studi Islam di Tokyo University. Sebelumnya ia sangat familiar dengan agama Kristen. Tak heran ketika awal kuliah di Tokyo University, ia mengikuti kelompok kajian Bibel. Di situlah ada kajian tentang perbandingan agama.

Di sana ada perbandingan agama Kristen, Yahudi, Shinto, Budha, dan Islam. Ketika menimbang dan membanding selama sekitar setahun ia merasa ajaran Islamlah yang paling menyeluruh. “Saya menemukan bahwa Islamlah sistem hidup yang paling komprehensif, paling rasional dan konsisten, dan akhirnya atas rahmat Allah SWT saya memutuskan untuk masuk Islam,” tuturnya. Ia pun menambahkan Hassan di depan nama aslinya. Ia pernah mendalami tarekat Naqshabandiyah dan Syaziliah. “Namun saya bukan murid yang baik,” ujarnya.

Usai bergelar sarjana, Hassan ingin lebih memperdalam Islam. Namun belum ada program master Kajian Islam di universitas Jepang. Buku-buku Islam berhuruf kanji pun masih sulit didapat. Untunglah tak lama kemudian Universitas Tokyo membuka program master Kajian Islam. ”Saya menjadi mahasiswa Muslim pertama dan terakhir di jurusan Islamic Studies Universitas Tokyo selama 25 tahun ini,” ujar Profesor ini.

Setelah menyelesaikan masternya di Tokyo University, ia melanjutkan studi doktornya di Universitas Kairo. Disertasianya tentang Pemikiran Politik Ibn Taymiyah (al-Fikratu al-Siyasatu ‘inda Ibni Taymiya). Dalam disertasi itu ia menjelaskan keunikan pemikiran politik Ibnu Taymiyah dalam sejarah pemikiran politik dan pengaruhnya terhadap gerakan politik kontemporer, termasuk terhadap Hizbut Tahrir. Setelah lulus doktor, Hassan sempat menjadi peneliti Kedutaan Jepang di Saudi Arabia (1992-1995). Tak heran ia sangat fasih berbahasa Arab.

Kiprahnya dalam dakwah di Negeri Sakura ini tergolong menonjol. Karakteristik orang Jepang sekarang cuek terhadap agama memacunya mencari jalan untuk bisa mendakwahkan Islam. Terlebih lagi sangat sedikit dai yang berkualitas.
Satu-satunya jalan terbaik untuk menyebarkan Islam di Jepang, menurutnya, adalah melalui pengaruh personal dari pelaku dakwah yang memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam tentang Islam dengan kepribadian yang baik serta memahami budaya Jepang.

Ia bersama minoritas Muslim Jepang melakukan berbagai upaya, di antaranya menerjemahkan sejumlah kitab klasik seperti Tafsir al-Jalalain, al-Siyasah al-Syar’iyyah of Ibn Taimiyyah, dan Zad al-Mustaqni’ al-Hujawi al-Hanbali, juga menerbitkan majalah bulanan yang disebarkan secara cuma-cuma kepada seluruh Muslim Jepang di seluruh dunia sebagai media informasi dan komunikasi.

Hassan Ko Nakata kini menjadi Presiden Asosiasi Muslim Jepang sembari mengajar Kajian Islam di Universitas Doshisha, Kyoto. Mayoritas mahasiswanya justru beragama Kristen. Selama empat tahun menjadi Guru Besar di Doshisha, Hassan berhasil memikat empat mahasiswanya yang semula atheis untuk masuk Islam.

Kontak dengan Hizbut Tahrir
Banyak orang mengira bahwa profesor ini adalah anggota Hizbut Tahrir (HT) sebab pandangan-pandangannya  tentang Islam mempunyai kesamaan dengan pemikiran HT. Ternyata ia memang memiliki kontak dengan anggota HT.

Kontak itu terjadi ketika ia mengunjungi Arab Saudi. Ia bertemu dengan syabab HT di negeri itu. Syabab ini seorang dokter dan kini tinggal di Kanada. Dari dokter inilah ia mengetahui banyak soal pemikiran-pemikiran HT tentang keharusan menegakkan Khilafah.

Ia mengaku sangat terkesan dengan pertemuan itu. Menurutnya, Hizbut Tahrir adalah satu-satunya gerakan politik Islam yang memiliki teori politik yang konsisten dan terintegrasi yang disusun berdasarkan pemahaman yang mendalam terhadap syariah dan realitas Dunia Islam kontemporer.

“Saya tidak yakin bahwa kita, umat Islam, dapat menegakkan kembali Khilafah hanya dengan usaha kita semata. Tapi saya percaya bahwa satu-satunya jalan untuk menegakkan kembali Khilafah, di luar adanya keajaiban dari Allah, adalah melalui usaha dengan metodologi yang berdasar pada pemikiran politik Hizbut Tahrir. Hanya,  pemikiran itu memerlukan pengembangan dan penyesuaian sesuai dengan perubahan-perubahan kontemporer yang terjadi di dunia,” kata Profesor Hassan.

Ketika berbicara di hadapan 100 ribu orang yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno Agustus 2007, ia mengatakan,  “Dalam konteks dunia Islam kontemporer, hanya Hizbut Tahrirlah yang bisa dikatakan sebagai “gerakan politik Islam” yang memperjuangkan terealisasinya Khilafah yang merupakan panggilan universal; tidak hanya untuk umat Islam, tetapi lebih dari itu.”

Ia mengatakan bahwa Khilafah tidak hanya dapat diterima oleh komunitas non Muslim, namun juga sangat diinginkan oleh mereka yang percaya kepada kesetaraan, keadilan, kebebasan dan kemanusiaan. Alasannya, sistem Khilafah memiliki pemerintahan “membumi” atau “bersifat keduniaan” yang menjamin otonomi komunitas beragama dalam konteks sosial yang sangat beragam. Sistem Khilafah ini juga berfungsi sebagai sarana pembebasan untuk mengentaskan sistem negara bangsa yang eksplotitatif yang memenjarakan dalam penjara “negara bangsa”.
Ia menyebutkan dua peran ganda Hizbut Tahrir, yakni mencerahkan umat Islam akan kewajiban mereka dalam mendirikan kembali Khilafah sesuai dengan hukum syariah dan menjelaskan misi Islam universal dari sistem Khilafah kepada dunia Barat dengan sudut pandang ilmu sosial negara Barat.

Dalam konteks itu, ia  menyimpulkan bahwa Indonesia merupakan tempat terbaik untuk menjalankan misi Islam ini karena kondisinya yang tidak ditemukan di negeri Muslim lainnya.(mediaumat.com)

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: lyceum_salf pada Desember 29, 2009, 12:44:25 pm
mas fauzi...
dahulu pernah ada cita - cita dari syaikh an-nabhani bahwa khilafah akan terbentuk 30 puluh tahun lagi (1950 an ?) dan kemudian diperpanjang lagi..... Nah sekarang HTI menargetkan berapa tahun lagi ?

saya baca pendapat HTI bahwa saat ini adalah masa penyebaran ide / ideologi... targetnya berapa Tahun ?
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Januari 06, 2010, 10:12:18 am
mas fauzi...
dahulu pernah ada cita - cita dari syaikh an-nabhani bahwa khilafah akan terbentuk 30 puluh tahun lagi (1950 an ?) dan kemudian diperpanjang lagi..... Nah sekarang HTI menargetkan berapa tahun lagi ?

saya baca pendapat HTI bahwa saat ini adalah masa penyebaran ide / ideologi... targetnya berapa Tahun ?
Target waktunya saya tidak tahu pasti. Kalau yg saya pahami : begitu ada negara yg bersedia mengadopsi sistem syariah dan khilafah. Ya sudah. Sekarang ya tinggal begitu saja, bisa jadi besok kalau memang ada yg bersedia.

Mengenai penyebaran ide setahu saya tidak ada batas waktu, krn penyebaran ide ini adalah aktivitas dakwah. Meskipun sudah ada khalifah HTI tetap berdakwah menyebarkan idenya.

Wallahu alam.
Judul: PLURALISME HARAM
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Januari 07, 2010, 03:23:58 pm
Pluralisme Bertentangan dengan Islam, Haram Menyebarkan dan Menerapkannya

Bersamaan dengan meninggalnya Gus Dur, isu pluralisme kembali menjadi perbincangan. Presiden SBY pun secara khusus memberikan gelar  “Bapak Pluralisme” untuk Gus Dur. Padahal MUI sendiri dalam fatwanya No.7/MUNAS VII/MUI/11/2005 telah dengan jelas-jelas menyebutkan bahwa pluralisme adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, dan umat Islam haram mengikuti paham tersebut. Bagaimana sesungguhnya pluralisme itu dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya ?

Pluralisme didefinisikan sebagai paham yang mengakui adanya pemikiran beragam -agama, kebudayaan, peradaban, dan lain-lain. Kadang-kadang pluralisme juga diartikan sebagai paham yang menyatakan, bahwa kekuasaan negara harus diserahkan kepada beberapa golongan (kelompok), dan tidak boleh dimonopoli hanya oleh satu golongan. Merujuk pada definisi kedua ini, Ernest Gellner menyebut model masyarakat yang menjunjung tinggi hukum dan hak-hak individu sebagai masyarakat sipil (civil society). Gellner juga menyatakan bahwa civil society merupakan ide yang menggambarkan suatu masyarakat yang terdiri dari lembaga-lembaga otonom yang mampu mengimbangi kekuasaan negara.

Kemunculan ide pluralisme –terutama pluralisme agama- didasarkan pada sebuah keinginan untuk melenyapkan truth claim yang dianggap sebagai pemicu munculnya ekstrimitas, radikalisme agama, perang atas nama agama, konflik horizontal, serta penindasan antar umat agama atas nama agama. Menurut kaum pluralis, konflik dan kekerasan dengan mengatasnamakan agama baru sirna jika masing-masing agama tidak lagi menganggap agamanya paling benar (lenyapnya truth claim). Adapun dilihat dari cara menghapus truth claim, kaum pluralis terbagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama berusaha menghapus identitas agama-agama, dan menyerukan terbentuknya agama universal yang mesti dianut seluruh umat manusia. Menurut mereka, cara yang paling tepat untuk menghapus truth claim adalah mencairkan identitas agama-agama, dan mendirikan apa yang disebut dengan agama universal (global religion). Sedangkan kelompok kedua menggagas adanya kesatuan dalam hal-hal transenden (unity of transenden). Dengan kata lain, identitas agama-agama masih dipertahankan, namun semua agama harus dipandang memiliki aspek gnosis yang sama. Menurut kelompok kedua ini, semua agama pada dasarnya menyembah Tuhan yang sama, meskipun cara penyembahannya berbeda-beda. Gagasan kelompok kedua ini bertumpu pada ajaran filsafat perennial yang memandang semua agama menyembah Realitas Mutlak yang sama, dengan cara penyembahan yang berbeda-beda.

Inilah gagasan-gagasan penting seputar ide pluralisme agama yang saat ini dipropagandakan di dunia Islam melalui berbagai cara dan media, misalnya dialog lintas agama, doa bersama, dan lain sebagainya. Pada ranah politik, ide pluralisme didukung oleh kebijakan pemerintah yang harus mengacu kepada HAM dan asas demokrasi. Negara memberikan jaminan sepenuhnya kepada setiap warga Negara untuk beragama, pindah agama (murtad), bahkan mendirikan agama baru. Setiap orang wajib menjunjung tinggi prinsip kebebasan berfikir dan beragama, seperti yang dicetuskan oleh para penggagas paham pluralisme.

Argumentasi Para Penggagas Pluralisme Agama dan Koreksinya

Meskipun ide pluralisme –baik yang beraliran agama global maupun kesatuan transenden — ditujukan untuk meredam konflik akibat adanya keragaman agama, dan truth claim, namun ide ini ujung-ujungnya malah menambah jumlah agama baru dengan truth claim yang baru pula. Wajar saja jika ide ini mendapat tantangan keras dari agama beserta pemeluknya, terutama Islam dan kaum Muslim. Oleh karena itu, para pengusung gagasan pluralisme berusaha dengan keras mencari pembenaran dalam teks-teks agama agar paham ini (pluralisme) bisa diterima oleh kaum Muslim. Adapun alasan-alasan yang sering mereka ketengahkan untuk membenarkan ide pluralisme tersebut adalah sebagai berikut:

a. Surat al-Hujurat Ayat 13

Allah swt telah berfirman;

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, dan Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian adalah orang yang paling bertaqwa di sisi Allah. “(al-Hujurat:13).

Menurut kaum pluralis, ayat ini menunjukkan adanya pengakuan Islam terhadap ide pluralisme.

Koreksi:

Pada dasarnya, ayat ini sama sekali tidak berhubungan dengan ide pluralisme agama yang diajarkan oleh kaum pluralis. Ayat ini hanya menjelaskan keberagaman (pluralitas) suku dan bangsa. Ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa Islam mengakui ‘klaim-klaim kebenaran” (truth claim) dari agama-agama, isme-isme, dan peradaban-peradaban selain Islam. Ayat ini juga tidak mungkin dipahami, bahwa Islam mengakui keyakinan kaum pluralis yang menyatakan, bahwa semua agama yang ada di dunia ini menyembah Satu Tuhan, seperti Tuhan yang disembah oleh kaum Muslim. Ayat ini juga tidak mungkin diartikan, bahwa Islam telah memerintahkan umatnya untuk melepaskan diri dari identitas agama Islam, dan memeluk agama global (pluralisme). Ayat ini hanya menerangkan, bahwa Islam mengakui adanya pluralitas (keragaman) suku dan bangsa, serta identitas-identitas agama selain Islam; dan sama sekali tidak mengakui kebenaran ide pluralisme.

Agar kita bisa memahami makna ayat tersebut di atas, ada baiknya kita simak kembali penjelasan para mufassir yang memiliki kredibilitas ilmu dan ketaqwaan.

Dalam kitab Shafwaat al-Tafaasir, Ali al-Shabuniy menyatakan, “Pada dasarnya, umat manusia diciptakan Allah swt dengan asal-usul yang sama, yakni keturunan Nabi Adam as. Tendensinya, agar manusia tidak membangga-banggkan nenek moyang mereka. Kemudian Allah swt menjadikan mereka bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, agar mereka saling mengenal dan bersatu, bukan untuk bermusuhan dan berselisih. Mujahid berkata, “Agar manusia mengetahui nasabnya; sehingga bisa dikatakan bahwa si fulan bin fulan dari kabilah anu’. Syekh Zadah berkata, “Hikmah dijadikannya kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar satu dengan yang lain mengetahui nasabnya. Sehingga, mereka tidak menasabkan kepada yang lain….Akan tetapi semua itu tidak ada yang lebih agung dan mulia, kecuali keimanan dan ketaqwaannya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Barangsiapa menempuhnya ia akan menjadi manusia paling mulia, yakni, bertaqwalah kepada Allah.”

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, bahwa surat Hujurat ayat 13 hanya menunjukkan bahwa Islam mengakui adanya pluralitas (keragaman) suku, bangsa, agama, dan lain-lain. Adanya keragaman suku, bangsa, bahasa, dan agama merupakan perkara alami. Hanya saja, Islam tidak pernah mengajarkan bahwa semua agama adalah sama-sama benarnya. Islam juga tidak pernah mengajarkan bahwa semua agama menyembah Tuhan yang sama, meskipun cara penyembahannya berbeda-beda. Bahkan, Islam menolak klaim kebenaran yang dikemukakan oleh penganut-penganut agama selain Islam, dan menyeru seluruh umat manusia untuk masuk ke dalam Islam, jika mereka ingin selamat dari siksa api neraka. Perhatikan ayat-ayat berikut ini;

لِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُ فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِي الْأَمْرِ وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ إِنَّكَ لَعَلَى هُدًى مُسْتَقِيمٍ(٦٧)وَإِنْ جَادَلُوكَ فَقُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ(٦٨)اللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ(٦٩)أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ(٧٠)وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَمَا لَيْسَ لَهُمْ بِهِ عِلْمٌ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ(٧١)

“Tiap umat mempunyai cara peribadatan sendiri, janganlah kiranya mereka membantahmu dalam hal ini. Ajaklah mereka ke jalan Rabbmu. Engkau berada di atas jalan yang benar.” Kalau mereka membantahmu juga, katakanlah, Allah tahu apa yang kalian kerjakan. Rabb akan memutuskan apa yang kami perselisihkan di hari akhir. Apa mereka tidak tahu bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan bumi. Semua itu ada di dalam pengetahuanNya , semua itu mudah bagi Allah. Mereka menyembah selain Allah tanpa keterangan yang diturunkan Allah, tanpa dasar ilmu. Mereka adalah orang-orang dzalim yang tidak mempunyai pembela.” (al-Hajj:67-71).

Ayat ini dengan tegas menyatakan, bahwa Islam mengakui adanya pluralitas (keragaman) agama. Hanya saja, Islam tidak pernah mengakui kebenaran (truth claim) agama-agama selain Islam. Tidak hanya itu saja, ayat ini juga menegaskan bahwa agama-agama selain Islam itu sesungguhnya menyembah kepada selain Allah swt. Lalu, bagaimana bisa dinyatakan, bahwa Islam mengakui ide pluralisme yang menyatakan bahwa semua agama adalah sama-sama benarnya, dan menyembah kepada Tuhan yang sama?

Di ayat yang lain, al-Quran juga menegaskan bahwa agama yang diridloi di sisi Allah swt hanyalah agama Islam.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

“Sesungguhnya agama yang diridloi di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali Imron:19).

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akherat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imron:85).

Pada tempat yang lain, Allah swt menolak klaim kebenaran semua agama selain Islam, baik Yahudi dan Nashrani, Zoroaster, dan lain sebagainya. Al-Quran telah menyatakan masalah ini dengan sangat jelas.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

“Dan diantara manusia ada yang mendewa-dewakan selain daripada Allah, dan mencintainya sebagaimana mencintai Rabb, lain dengan orang yang beriman, mereka lebih mencintai Allah. Kalau orang lalim itu tahu waktu melihat adzab Allah niscaya mereka sadar sesungguhnya semua kekuatan itu milik Allah, dan Allah amat pedih siksaNya.”(al-Baqarah:165).

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (al-Taubah:30)

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (al-Taubah:31)

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).” (al-Maidah:18)

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ

“Sungguh telah kafir, mereka yang mengatakan, “Tuhan itu ialah Isa al-Masih putera Maryam.”(al-Maidah:72)

Ayat-ayat di atas –dan masih banyak ayat yang lain– menyatakan dengan sangat jelas (qath’iy), bahwa Islam telah menolak truth claim semua agama selain Islam. Islam juga menyatakan dengan tegas, bahwa konsepsi Ketuhanan Islam berbeda dengan agama selain Islam yang ada pada saat ini, alias tidak sama. Sedangkan agama Yahudi dan Nashraniy sebelum disimpangkan oleh penganutnya, dahulunya masih memiliki konsepsi ketuhanan yang sama dengan agama Islam, yakni tauhid. Hanya saja, karena keculasan para penganutnya, akhirnya dua agama menyimpang jauh dari konsepsi tauhid. Dari sini bisa dipahami, bahwa Islam tidak sama dengan agama yang lain yang ada pada saat ini, baik dari sisi cara penyembahan (bentuk empirik), maupun konsepsi ketuhanannya (aspek gnosis). Fakta nash telah menunjukkan kesimpulan ini dengan sangat jelas. Oleh karena itu, menyamakan Islam dengan agama selain Islam jelas-jelas keliru dan menyesatkan, bahkan terkesan dipaksakan.

Seandainya ide pluralisme agama ini memang diakui di dalam Islam, berarti, tidak ada satupun orang yang masuk ke neraka dan kekal di dalamnya. Padahal, al-Quran telah menjelaskan dengan sangat jelas, bahwa orang Yahudi, Nashrani, dan kaum Musyrik, tidak mungkin masuk ke surganya Allah, akan tetapi mereka kekal di dalam neraka. Perhatikan ayat berikut ini.

وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَى تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

“Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”. (al-Baqarah:111)

Dari seluruh uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa surat al-Hujurat ayat 13 bukanlah pembenar bagi ide pluralisme agama. Ayat tersebut hanya berbicara pada konteks pluralitas suku, bangsa, dan agama, dan sama sekali tidak berbicara pada konteks gagasan pluralisme, seperti yang diklaim para pengusung ide pluralisme. Bahkan, nash-nash al-Quran jelas-jelas telah menyatakan pertentangan Islam dengan ide pluralisme.

Demikianlah, Islam sama sekali tidak mengakui kebenaran ide pluralisme, baik ide agama global maupun kesatuan transenden. Islam hanya mengakui adanya pluralitas agama dan keyakinan, serta mengakui adanya identitas agama-agama selain Islam. Islam tidak memaksa pemeluk agama lain untuk masuk Islam. Mereka dibiarkan memeluk keyakinan dan agama mereka. Hanya saja, pengakuan Islam terhadap pluralitas agama tidak boleh dipahami bahwa Islam juga mengakui kebenaran (truth claim) agama selain Islam.

Adapun untuk memecahkan masalah pluralitas agama dan keyakinan, Islam memiliki sikap dan pandangan yang jelas; yakni mengakui identitas agama-agama selain Islam, dan membiarkan pemeluknya tetap dalam agama dan keyakinannya. Islam tidak akan melenyapkan identitas agama-agama selain Islam, seperti gagasan kelompok pluralis pertama (global religion).

Akhirnya, pluralisme adalah paham sesat yang bertentangan ‘aqidah Islam. Siapapun yang mengakui kebenaran agama selain Islam, atau menyakini bahwa orang Yahudi dan Nashrani masuk ke surga, maka dia telah murtad dari Islam.



...

Judul: Pakistan
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Januari 11, 2010, 12:53:40 pm
Surat Terbuka dari Hizbut Tahrir Kepada Para Ulama Pakistan
No          : PR09060
Tanggal : 30 Dzul Hijjah 1430 H / 21 Desember 2009 M

Keterangan Pers
Surat Terbuka dari Hizbut Tahrir Kepada Para Ulama Pakistan Bertepatan Dengan Konferensi Ulama:

Daripada Mengeluarkan Fatwa Mendukung Pemerintah, Anda Harus Mengeluarkan Fatwa Akan Wajibnya Menghentikan Eksistensi Amerika dari Kawasan dan Wajibnya Melengserkan Pemerintahan Antek

Masyarakat telah begitu marah dengan perang Amerika dan terhadap perusahaan Backwater (Xe Services) yang berada di balik aksi pemboman di negeri ini. Amerika telah merencakan untuk menuduh kaum muslim melakukan aksi pemboman. Tuduhan itu dilakukan melalui fatwa Sarkari, fatwa yang disponsori oleh pemerintah. Konferensi ulama pun diselenggarakan atas permintaan agen Amerika, menteri dalam negeri Rehman Malik.

Karena ketulusan pemerintah kepada tuan-tuannya yaitu orang-orang Amerika, pemerintah sangat berhasrat agar dikeluarkan fatwa dari para ulama yang memberikan pembenaran terhadap kerjasama pemerintah dengan Amerika dalam membunuhi saudara-saudara kita kaum muslim di Afganistan dan memberikan suplay makanan dan tentara di Afganistan atau menyerahkan puteri umat seperti Dr. Aafia Siddiqi kepada Amerika.

Pemerintahan sekular ini tidak memperhatikan urusan Islam dan tidak mempedulikan para ulama. Pemerinta ini hanya mencari fatwa yang dimintanya agar dikeluarkan oleh ulama untuk mengikuti hawa nafsu dan kepentingan Amerika, dan berikutnya untuk membungkam mulut masyarakat.

Hizbut Tahrir menulis surat terbuka kepada para ulama di Pakistan untuk melaksanakan kewajiban mengurusi urusan-urusan kaum muslim. Surat terbuka itu telah berhasil didistribusikan ke masyarakat sebanyak sepuluh ribu eksemplar di berbagai kota utama di Pakistan. Di dalam surat terbuka itu, Hizbut Tahrir memperingatkan para ulama terhadap konspirasi dan tipu daya pemerintah terhadap para ulama. Hizbut Tahrir menjelaskan kepada para ulama bahwa alasan sebenarnya dibalik upaya pemerintah meminta dikeluarkannya fatwa oleh para ulama terkait dengan “aksi bunuh diri” adalah untuk memberi pesan menyesatkan kepada umat bahwa para ulama mendukung pemerintah di dalam keikutsertaan pemerintah di dalam perang Amerika.

Hingga anak-anak sekalipun mengetahui bahwa aksi pemboman di masjid-masjid, pasar dan di jalanan adalah haram. Sebagaimana semua orang mengetahui bahwa yang ada di belakang aksi-aksi pemboman itu adalah aparat keamanan Amerika dan perusahaan jahat Amerika seperti Blackwater (Xe Services).

Hizbut Tahrir wilayah Pakistan telah memperingatkan para ulama di dalam surat terbuka tersebut akan intrik pemerintah: “wahai para ulama yang mulia, sungguh jika Anda melakukan apa yang mereka inginkan dan Anda mentaati mereka -semoga Allah menghalanginya- maka Anda telah berpartisipasi di dalam kejahatan mereka, Anda telah membantu mereka dan membantu kaum kafir untuk menumpahkan darah kaum muslim dan melanggar kehormatan mereka dengan alasan fatwa Anda. Terkait mereka yang berhasil dikelabui oleh pemerintah dan terjerumus di dalam perangkap makar konspirasi pemerintah dan mengeluarkan fatwa yang pemerintah minta, maka mereka harus menarik kembali fatwa yang mereka keluarkan, bertaubat kepada Allah, dan menelanjangi pemerintah dan niatnya yang jahat. Tidak diragukan lagi bahwa Anda mengetahui besarnya dosa kesalahan tersebut. Sesungguhnya hukum syara‘ tentang Anda adalah Anda harus mengeluarkan fatwa akan wajibnya mengusir kaum kafir Amerika dari tanah yang bersih ini, dan mengeluarkan fatwa akan wajibnya melengserkan rezim Zardari dan pemerintahannya yang dihadirkan oleh Amerika. Di dalam surat terbuka itu juga dinyatakan tuntutan kepada umat untuk mendukung orang-orang mukhlis diantara para pengemban dakwah yang berjuang untuk menegakkan Daulah Khilafah.

Imran Yousaf Zai

Wakil Juru Bicara Resmi Hizbut Tahrir di Pakistan

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Januari 13, 2010, 12:14:51 pm
Ilmuwan Nuklir Iran Tewas Diteror, Komponen Bomnya Milik Intelejen Asing

Seorang ilmuwan fisika nuklir Iran tewas dalam aksi ledakan bom remote kontrol di Tehran. Dr Massoud Ali-Mohammadi, dosen di Universitas Tehran dan tokoh yang loyal kepada Revolusi Islam, tewas akibat ledakan bom yang dipasang di sepeda motor, hari ini (12/1). Ledakan itu terjadi di dekat kediamannya di wilayah Qeytariyeh, utara Tehran.

Polisi Iran dan aparat tengah menginvestigasi aksi teror ini dan melacak pelakunya.

Sementara itu, Jaksa Umum Tehran, Abbas Jafari-Dolatabani mengkonfirmasikan pembunuhan dosen universitas hari ini (12/1) dan menyatakan bahwa dosen ini mengajarkan fisika nuklir neutron di Universitas Tehran.

Hingga kini polisi belum menangkap seorang tersangka pun.

Menurut keterangan aparat, peralatan dan komponen bom yang digunakan dalam bom tersebut adalah milik sejumlah badan intelejen asing khususnya Mossad, Israel.

Aksi teror terhadap Ali-Mohammadi ini terjadi setelah sebelumnya, ilmuwan nuklir Iran bernama Shahram Amiri, dilaporkan hilang di kota Madinah pada musim haji pada Juni tahun 2009.

Desember lalu, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehman-Parast mengatakan Tehran memiliki informasi bahwa Amiri diserahkan ke Amerika Serikat oleh pemerintah Arab Saudi.

Tampaknya aksi penculikan dan pembunuhan ilmuwan Iran ini merupakan agenda terencana Amerika Serikat.(irib.ir, 12/1/2010)

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Januari 13, 2010, 12:19:28 pm
Khilafah : Ideologi Pembunuh ?

Ketika berbicara di televisi BBC, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyerukan intervensi lebih besar dari Barat di Yaman dan menyerang tuntutan bagi kekhalifahan dunia di dunia Muslim sebagai sebuah “ideologi pembunuh” dan suatu “penyimpangan dari islam “.

Taji Mustafa, Perwakilan Media Hizbut Tahrir Inggris berkata: “Gordon Brown, seperti halnya Tony Blair yang memerintah sebelumnya, berbohong tentang Islam dan kekhalifahan, dengan berusaha menangkis keprihatinan atas kebijakan luar negeri Barat kepada pertanyaan tentang ‘radikalisasi ideologi’”.

“Ia tidak hanya mau mengakui dampak bencana intervensi Barat di kawasan itu dan bahwa orang-orang di dunia Muslim menginginkan suatu perubahan atas pendudukan dan pemerintahan yang didukung Barat dan dipulihkannya kekhalifahan di dunia Muslim.”

“Brown dan para pemimpin Barat lainnya mengisi dengan ketakutan akan terorisme untuk membenarkan campur tangan militer dan politik di dunia Muslim, dengan mengabaikan kemarahan dan frustrasi yang diakibatkannya, kemudian malah menyebut seruan alternatif atas pendudukan dan kolonialisme dengan berbagai istilah seperti ‘ekstrimisme’, ‘ideologi pembunuh’ , dan ‘ideologi jahat’. Dengan melakukan hal itu ia telah menghentikan secara bersamaan aspirasi politik Muslim dan menghina keyakinan satu miliar Muslim. ”

“Mereka tahu betul bahwa kekhalifahan adalah sebuah institusi pusat Islam – yang disebutkan dalam banyak pernyataan Nabi (saw), sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan keadilan Islam yang diinginkan kaum Muslim, dan untuk membawa kesatuan, keamanan dan stabilitas bagi dunia Muslim. Hal ini mencerminkan meningkatnya keinginan umat Islam di seluruh dunia untuk menyatukan dunia Islam di bawah satu kepemimpinan - seperti sebelum adanya kolonialisme Inggris kemudian membuatnya terpecah-pecah dan berada di bawah kekuasaan tirani. ”

“Adalah hal yang menipu dan tidak jujur ketika mengatakan mendukung orang suruhan pada saat ini - presiden Yaman Ali Abdullah Saleh yang hina itu- dan melakukan lebih banyak lagi serangan udara untuk membunuh penduduk Yaman yang tidak berdosa atas nama ‘memerangi terorisme’, dan bahwa bagaimanapun hal serangan itu akan mencegah peristiwa percobaan pengeboman pesawat di Detroit. ”


Sejak Perjanjian Sykes-Picot, yang disponsori Inggris untuk menghapus kekhalifahan pada tahun 1924 dan adanya perebutan kekuasaan atas Palestina oleh kekuatan Barat, dunia Islam telah menjadi kacau dan tidak stabil. Sebelumnya Kekhalifahan adalah suatu kekuatan untuk kebaikan di dunia. Namun, alih-alih belajar bahwa kebijakan yang mereka ciptakan adalah melanggengkan anarki ini, mereka malah melakukan apapun untuk memenuhi rasa lapar mereka yang senantiasa ingin mengontrol wilayah dunia yang paling strategis dan mempertahankan hegemoni mereka. Intervensi ini menimbulkan bencana di Irak dan Afghanistan yang menggoyang kestabilan di kedua wilayah di dunia Muslim.

Dengan memulai perang yang ketiga (dan Brown menyebutkan yang keempat di Somalia) maka hal itu sepertinya mereka telah memutuskan dan telah menyatakan bahwa seandainya umat Islam di Timur Tengah dan Asia Selatan tidak taat pada mereka, mereka akan merusak kawasan itu dan meninggalkannya dalam keadaan lemah dan tak terkendali. “

“Kebohongan Brown tidak akan pernah mengubah fakta bahwa Khilafah adalah suatu kewajiban dan bagian fundamental Islam; kebijakan kolonial Barat tidak akan bisa menekan tumbuhnya seruan bagi kemerdekaan dan masa depan Islam, yang bebas dari para dictator. Upaya untuk menodai orang-orang yang mengemban pesan ini sebagai kaum ‘ekstremis’ tidak akan melemahkan tekad kami untuk tetap menuntut bahwa campur tangan Barat di negeri-negeri Muslim harus diakhiri. ”

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: kaitoru pada Januari 14, 2010, 06:55:39 pm
pak fauzi nick baru y?? itu no telp atau apa pak?? :D
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Januari 15, 2010, 11:11:49 am
pak fauzi nick baru y?? itu no telp atau apa pak?? :D
betul, nick yg lama lupa pw. bukan no telp. tapi no data kerja.
Judul: Halaqoh Umum
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Januari 19, 2010, 12:26:40 pm
Prof. Danes: Perlu Sosialisasi Gagasan Cerdas HTI Sebagai Solusi Permasalahan Bangsa

Palangka Raya, HTI Press-

Bagaimanakah cara mentransformasikan gagasan cerdas HTI agar benar-benar bisa menjadi solusi riil problematika bangsa. Pertanyaan itu disampaikan oleh Prof. Dr. Danes Jayanegara (Guru Besar bidang Ekonomi Universitas Palangka Raya) pada acara Halqah Islam dan Peradaban (HIP) Edisi 5 yang digelar oleh DPD I HTI Kalteng pada hari Ahad (03/01/2010) di Aula DPD KNPI Kalteng. Menurut beliau, tatanan dunia saat ini didominasi oleh kekuatan-kekuatan kapitalisme yang zalim. Oleh karena itu diperlukan tatanan alternatif untuk menggantikannya. Dan dalam pandangan beliau, solusi-solusi yang ditawarkan HTI cukup feasible untuk mengatasi berbagai problematika bangsa dan dunia.

Pembicara kedua dalam acara tersebut, Drs. Eko Riady, SH, MH, banyak menyoroti ketimpangan hukum yang terjadi di negeri ini. Para penegak hukum hanya berpatokan kepada teks-teks hukum yang dibuat oleh manusia dan mengabaikan kepekaan nurani. Akibatnya, banyak vonis hukum yang mencederai rasa keadilan di masyarakat. Beliaupun sepakat perlu adanya perbaikan sistem hukum dan peradilan.

Agung Wibowo, S.Hut, M.Si (DPD I HTI Kalteng) selaku pembicara ketiga menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi di tahun 2009 hendaknya dapat membuka hati dan pikiran kita bahwasanya berpaling dari aturan Allah hanyalah akan membuahkan penderitaan bagi manusia. Beliau kemudian menjelaskan beberapa solusi syar’iy terhadap problematika pertanahan di Kalteng. Sementara itu pembicara keempat, KH. M. Shiddiq al Jawi (DPP HTI) menjelaskan pandangan HTI terhadap problemtika bangsa dan dunia. Menurut beliau, problematika yang terjadi saat ini tidak lepas dari faktor kualitas manusia dan sistem yang digunakan untuk mengatur perilaku manusia tersebut.

Acara yang dipandu oleh Ust. Hasan al Banjari ini semakin hangat pada sesi dialog. Lagi-lagi peserta yang umumnya telah mengenal pemikiran HTI menanyakan bagaimanakah cara HTI mentransformasikan ide-idenya. KH. Shiddiq al Jawi kemudian menjelaskan 3 varian dalam perjuangan penegakkan syariah, yakni (1) dengan kekerasan (jihad), (2) bergabung dalam pemerintahan, dan (3) dakwah ekstra parlemen yang mengadopsi metode perjuangan Rasulullah SAW. Beliau menyatakan bahwa HTI menempuh jalur yang ketiga. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu mendorong-dorong dan berharap HTI agar terlibat pemilihan presiden maupun DPR. Namun demikian, hal tersebut bukan berarti HTI berpangku tangan terhadap kondisi masyarakat. Alhamdulillah, penjelasan beliau dapat diterima oleh peserta yang terdiri dari anggota DPRD Kalteng, pimpinan pondok pesantren, mahasiswa dan umum. (Humas HTI Kalteng).


Foto: HIP edisi 5 diselenggarakan oleh DPD I HTI Kalimantan Tengah, Ahad, 03 Januari 2010 di Aula DPD KNPI Kalimantan Tengah, mengangkat Tema "Refleksi Akhir Tahun 2009" Pembicara: Prof. Dr. Danes Jayanegara (Guru Besar Universitas Palangka Raya), Drs. Eko Riady, SH, MH (Pengamat Hukum), Agung Wibowo, S.Hut, M.Si (DPD I HTI Kalteng), KH. M Shiddiq al Jawi (DPP HTI).
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Januari 25, 2010, 11:02:57 am
Aktivitas Syabab Hizbut Tahrir Membuat Mimpi Buruk Bagi Mereka Yang Membenci Islam

Dengan politik provokasi yang dilakukan oleh beberapa pemikir dan jurnalis terhadap Hizbut Tahrir, Sean O’Neill, yang bekerja sebagai seorang editor di surat kabar Times Online, London pada kolom Crime and Security menulis sebuah artikel dengan judul: “Anggota senior Hizbut Tahrir Menjadi Dosen di University of London.”

Dalam artikel itu penulis mengatakan:

Pada tahun 2002, Mr Reza Pankhurst, salah satu di antara tiga orang yang ditangkap di Mesir karena berusaha mempromosikan Hizbut Tahrir dan ide-idenya. Mereka telah ditahan dan disiksa selama empat tahun sebelum akhirnya mereka dibebaskan pada tahun 2006.

Dia menambahkan, setelah sang aktivis itu dibebaskan dari penjara dan kembali dari Mesir, ia tetap aktif dalam Hizbut Tahrir, bahkan ia masih menjadi seorang anggota terkemuka dalam Hizbut Tahrir.

Dia berkata dengan terheran-heran, “kok bisa ya,” seorang tokoh terkemuka dalam partai ekstrimis, Hizbut Tahrir menjadi dosen dan menyampaikan kuliah di sebuah universitas di antara universitas tertua di Inggris. Padahal, pemerintah Inggris memasukkan Hizbut Tahrir dalam daftar partai yang sedang di bawah pengawasan, dan selalu menolak dokumennya, bahkan kaum Konservatif berusaha keras untuk melarangnya.

Penulis mengatakan bahwa surat kabarnya telah mengetahui bahwa “Reza” yang pernah mendekam di penjara Mesir karena keanggotaannya dalam Hizbut Tahrir, saat sesang menjadi seorang dosen di University of London, jurusan ekonomi; dan juga senantiasa menyampaikan khotbah kepada para mahasiswa pada setiap shalat Jum’at, melalui Persatuan Mahasiswa Islam. Dimana dalam khitbahnya selalu mengangkat isu-isu politik, seperti masalah afghanistan , dan keharusannya untuk mendirikan negara Islam (Khilafah). Padahal, Dewan Persatuan Mahasiswa melarang Hizbut Tahrir untuk mengorganisir setiap kegiatan di lingkungan kampus.

Penulis memperingatkan bahwa keberadaan salah satu di antaran para anggota terkemuka Hizbut Tahrir sebagai dosen di universitas itu telah mengobarkan keprihatinan baru dari kalangan Islam “radikal” di universitas.

Penulis menyebutkan tentang keberadaan para pendukung dan anggota Hizbut Tahrir di universitas yang membantu penetrasi Hizbut Tahrir di universitas.

Dia mengutip dari salah satu pemikir di the Quilliam Foundation-sebuah organisasi anti-ekstremisme-yang menyatakan bahwa Hizbut Tahrir tidak akan bekerja keras melakukan penetrasi di semua universitas Inggris hanya untuk mempromosikan ide-idenya saja. Bahkan, pemikir itu menambahkan bahwa beragam kegiatan Hizbut Tahrir ada di sebagian besar universitas terkenal di dunia, seperti University of London ini, misalnya.

Sebagai upaya penulis untuk menunjukkan tentang bahaya Hizbut Tahrir, ia mengutip sebuah surat salah seorang di antara kaum Konservatif yang mengatakan: “Jika seseorang ingin mengetahui Hizbut Tahrir yang sebenarnya, maka ia harus melirik realitas Hizbut Tahrir di Bangladesh, yang membicarakan tentang rencana jahat (setan) Amerika untuk memperbudak kaum Muslim, dan perlunya menggerakan tentara untuk melenyapkan entitas Yahudi. Sungguh, kita tidak ingin mendengar dan melihat ide-ide semacam ini ada di tengah-tengah masyarakat kita.”

Komentar:

Jelas kebencian sang penulis terhada Hizbut Tahrir dan para aktivisnya, serta usahanya untuk menghasut opini publik di universitas dan memprovokasi pemerintah adalah faktor yang membuatnya melakukan hal tersebut kepada Hizbut Tahrir. Namun, cara ini bukanlah cara baru bagi para pemikir, politisi, dan jurnalis yang merasa dirugikan dengan fenomena penyebaran dan keteguhan Hizbut Tahrir, serta tawaran sistem alternatif yang diajukannya, yang sangat mengancam Barat dan peradabannya.

Sumber: pal-tahrir.info, 19/1/2010.

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Januari 25, 2010, 11:27:48 am
Debat Terbuka Caryl Kristen (Majalah Foreign Policy) dengan Abdul Wahid (Hizbut Tahrir Inggris) Tentang Khilafah dan Dunia Islam


Berkaitan dengan adanya artikel tentang Hizbut Tahrir di majalah Foreign Policy [Reality Check: The Party's Not Over], di bawah ini adalah dialog yang terjadi dengan Caryl Kristen, seorang Kontributor Editor di majalah itu. Abdul Wahid, dari Hizbut Tahrir Inggris berdiskusi dengan Christian Caryl mengenai artikel tanggal 22 Desember itu, yang berjudul “Reality Check: The Party’s Not Over “:

27 Desember 2009
Yth. Caryl,
Re: “Reality Check: The Party’s Not Over” Terbit on-line tanggal 22/12/2009

Artikel Anda sangat menarik dan menimbulkan beberapa pertanyaan berkaitan meskipun ada banyak ketidakakuratan yang berulang.

Anda benar ketika mengatakan bahwa organisasi kami telah tumbuh dalam jumlah kekuatan dan pengaruh selama lebih dari 60 tahun, memiliki tujuan yang jelas, dan tidak pernah menyimpang dari metode intelektual dan politik. Ide-ide kami menjadi lebih halus dan terperinci selama puluhan tahun. Dalam 12 bulan terakhir saja, Hizbut Tahrir telah mengeluarkan banyak makalah, buku-buku, seminar-seminar dan konferensi-konferensi yang membahas mengenai Krisis Keuangan Global dan model ekonomi Islam alternatif; Hizbut Tahrir Denmark menerbitkan sebuah makalah pada KTT Kopenhagen tentang perubahan iklim - yang telah diedarkan di konferensi itu (ini bertentangan dengan apa yang disajikan dalam artikel Anda, Hizbut Tahrir tidaklah dilarang di Denmark, sebagai review bahwa pada Juni 2008 telah disimpulkan untuk kedua kalinya dalam empat tahun terakhir bahwa tidak ada dasar untuk melarang HT); Hizbut Tahrir Indonesia mengadakan Konferensi yang dihadiri enam ribu ulama Islam internasional setelah diadakannya Konferensi Khilafah Internasional tahun 2007 di Indonesia yang dihadiri lebih dari seratus ribu peserta. Contoh-contoh ini (dan banyak contoh lainnya) menyebabkan orang salah membuat perbandingan HT dengan yang lainnya.

Selama puluhan tahun, pandangan dunia Islam kepada kami telah berpindah dari pandangan skeptis atas tujuan kami (untuk menghidupkan kembali Islam sebagai dasar bagi kehidupan politik dan menegakkan kembali Khilafah) menjadi suatu pandangan dimana tingkat dukungan masyarakat telah lebih dari 70% menurut beberapa jajak pendapat.

Peningkatan dukungan atas ide-ide politik Islam ini - khususnya mengenai Kekhalifahan - menampilkan pertanyaan yang sebenarnya yang harus ditanyakan kepada Barat. Yaitu, bagaimana Barat dapat memahami dan berdialog dengan pandangan seperti ini?

Adalah memalukan bahwa artikel Anda tidak menyuarakan hal ini. Sebaliknya Anda malah melontarkan argumen pada bagaimana melawan pengaruh-pengaruh Hizbut Tahrir, yang terletak diantara seruan larangan oleh David Cameron dari partai Konservatif dan seruan Douglas Murray untuk memberikan response untuk lebih ‘ McCarthyite ‘ (McCarthyisme adalah praktek untuk membuat tuduhan disloyalitas, subversi, dll - red). Namun, kedua pandangan itu bertentangan dengan argumen yang anda kutip bahwa “cara terbaik untuk melawan ekstremisme religius adalah dengan memiliki kebebasan beragama” - dan dengan demikian jatuh ke dalam perangkap yang sama seperti kebanyakan kebijakan ‘perang melawan teror’ dalam hal bahwa mereka menghancurkan prinsip-prinsip yang mereka pura-pura tegakkan.

Anda mengajukan pertanyaan, “Apakah partai Islam Hizb-ut-Tahrir merupakan sebuah ancaman bagi masyarakat Barat?”

Tidak ada ancaman dari Hizbut Tahrir dari akar hingga ke dahan. Pemerintah kolonial Barat tahu baik akan hal ini. Tapi dilema yang mereka hadapi adalah ‘ancaman’ bagi kelangsungan hidup klien rezim-rezim politik di dunia Islam yang menempatkan para kolonial Barat dan kepentingan perusahaan-perusahaan mereka di atas kepentingan Islam dan umat Islam. Jika misi Hizbut Tahrir dapat memenangkan opini publik dan mendapat dukungan kekuatan dari para pemilik kekuasaan di negara-negara Muslim itu, para ” kacung otoriter” itu akan disingkirkan dan diganti suatu sistim yang Islami, yang sepenuhnya bertanggung jawab dan di mana wewenangnya adalah milik masyarakat.

‘Ancaman’ lain yang mereka rasakan adalah bahwa Hizbut Tahrir menyoroti dampak rusaknya cara hidup kapitalis sekuler yang merusak dan mengungkap kebijakan-kebijakan kolonial yang memusuhi Islam dan umat Islam. Hal ini mungkin akan merusak kepentingan pemerintah, tapi saya berpendapat bahwa ini seperti melihat keburukan rupa pada cermin yang sayangnya itu merupakan suatu kenyataan.

Model yang kami tawarkan kepada dunia Islam sangat memerlukan stabilitas; sedangkan kebijakan Inggris, Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya adalah penyebab dan secara aktif mengabadikan kekacauan dan ketidakstabilan. Perjanjian Sykes-Picot, penghapusan kekhalifahan dan perebutan kekuasaan atas Palestina menyerang jantung dan pusat dunia Islam. Akibatnya, semuanya berantakan dan ‘anarki itu merajalela didunia “(mengutip kata-kata Yeats) karena dunia Islam tidak lagi mempunyai pusatnya’. Inilah ‘pusat’ dimana kami berusaha pulihkan, sebagaimana yang diwajibkan Islam dan itu adalah prioritas terbesar dan hal ini memang ‘mengancam’ kolonialisme.

Ketika umat Islam berjuang untuk tujuan ini, pemerintahan Barat dan lembaga penelitiannya begitu mudah melabeli kami sebagai ‘ekstremis’ atau secara salah mengkaitkan dengan ‘terorisme’. Namun, hal itu adalah ironis bahwa pada satu waktu pernah George Washington juga diberi label itu oleh pihak berwenang di Inggris sebagai seorang teroris, karena ia berjuang untuk membebaskan Amerika dari kekuasaan despotic kolonial Inggris yang didasarkan pada keyakinan pada Deklarasi Kemerdekaan (Declaration of Independence). Dan apabila diingat bahwa ada orang Inggris bernama Thomas Paine yang mengilhami para Pendiri Negara, dengan pamflet penentangan yang disebut ‘Common Sense (Akal Sehat)’ pada tahun 1776, saat ini ...http://hizbut-tahrir.or.id/2010/01/23/debat-terbuka-caryl-kristen-majalah-foreign-policy-dengan-abdul-wahid-hizbut-tahrir-inggris-tentang-khilafah-dan-dunia-islam/


Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Januari 28, 2010, 03:07:29 pm
...
saat ini mereka toh tidak menyebut dirinya itu sebagai seorang ‘ban berjalan di pabrik’ yang memproduksi teroris, maupun ide-ide yang memotivasi menjadi ‘ekstremis’!

Hizbut Tahrir hanya dipengaruhi oleh Islam; senjata kita bukan apa-apa kecuali ide dan kata-kata; tujuan kami adalah membebaskan dunia Islam dari penjajahan dan pemulihan Kekhalifahan sehingga orang dapat hidup dengan aman dan adil dan kami sungguh percaya dukungan kepada kami atas tujuan ini akan tumbuh lebih kuat.

Saya berharap bahwa Anda akan mendengar pandangan-pandangan kami dari tangan pertama. Tentu saja kami akan menyambut baik dialog yang tulus dan benar-benar berharap bahwa Anda bisa menjawab surat saya.

Hormat kami,

Abdul Wahid
Ketua Komite Eksekutif Inggris
Hizbut Tahrir

Jawaban dari Caryl Kristen [diterbitkan pada ‘Muslim dan Kekhalifahan']:
Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Januari 29, 2010, 10:20:54 am
Jawaban dari Caryl Kristen [diterbitkan pada ‘Muslim dan Kekhalifahan']:

Pernyatan Wahid bahwa mayoritas umat Islam secara otomatis setuju dengan tujuan dari partainya adalah salah satu hal yang menarik. Ya, memang polling (jajak pendapat) yang dia sebutkan memang menunjukkan dukungan mayoritas untuk memulihkan ide kekhalifahan. Namun, saya bertanya-tanya berapa banyak responden yang sama akan setuju dengan ini jika mereka ditanya pada saat yang sama apakah mereka akan bersedia melakukannya jika itu berarti menyerahkan kedaulatan nasional negara-negara di mana mereka hidup hari ini. Saya menduga bahwa banyak dari mereka yang kemudian menolak tawaran itu. Jajak pendapat yang sama yang dikutip Wahid juga menunjukkan bahwa “67 persen dari mereka yang disurvei setuju bahwa ’sistem politik demokratis’ adalah cara yang baik untuk memerintah negara mereka dan 82 persen setuju bahwa di negara mereka ‘orang-orang dari berbagai agama harus bebas untuk beribadat menurut kepercayaan mereka masing-masing ‘ “- dua prinsip yang tidak akan berlaku di bawah syarat-syarat sebuah negara Islam global seperti yang ada dalam pikiran Wahid. (Contohnya, partainya menyerang secara konsisten pengertian tentang demokrasi perwakilan)

Singkatnya, saya tidak meragukan bahwa kebanyakan umat Islam di seluruh dunia ingin melihat peran yang lebih besar untuk nilai-nilai Islam dalam masyarakat mereka. Saya juga tidak percaya bahwa kebanyakan umat Islam menyetujui intervensi bersenjata dalam urusan mereka yang dilakukan oleh negara-negara Barat. Tapi saya tentu tidak berpikir bahwa hal ini berarti bahwa Hizbut Tahrir secara otomatis akan memenangkan semua suara jika ia ada dalam pemilihan umum yang bebas, atau jika mereka dipilih untuk bertindak sebagai mediator antara mereka dan pemerintah yang ada di seluruh dunia. Dan itu berarti lebih sedikit lagi bagi masyarakat demokratis, baik di Barat atau di tempat lain, yang harus memperlakukan partainya Wahid itu sebagai teman bicara yang sah. Suatu masyarakat demokratis yang hormat atas dirinya harus menghormati semua agama; namun ini tidak berarti harus membuat hidup menjadi mudah bagi ideologi keagamaan yang bertujuan menghancurkannya.

Tanggapan Abdul Wahid (3 Januari 2010)

Judul: Re:HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Februari 03, 2010, 01:28:40 pm
Tanggapan Abdul Wahid (3 Januari 2010)

Kepada Yth Caryl,

Re: “Muslim dan kekhalifahan” Terbit on-line pada tanggal 30.12.2009

Merupakan suatu yang baik bahwa Anda menanggapi beberapa poin yang saya ajukan dalam surat saya tapi saya merasa bahwa balasan Anda itu lebih menggambarkan poin saya bahwa kekhalifahan dan sistem politik Islam kurang bisa dipahami.

Saya lampirkan tanggapan saya di bawah ini.

Hormat Kami

Abdul Wahid
Ketua, Komite Eksekutif Inggris
Hizbut Tahrir

Respon untuk Caryl Kristen dari Majalah Foreign Policy

Tanggapan Christian Caryl tertanggal 30.12.2009 atas surat saya yang berkaitan dengan artikel asli yang ditulisnya tanggal 22.12.2009 hanya merupakan bukti lebih jauh tentang bagaimana buruknya sistim politik Islam dipahami.

Pertama, Caryl seharusnya jangan bingung oleh kontradiksi yang nyata atas dukungan mayoritas bagi kekhalifahan maupun juga bagi sebuah sistim politik “demokrasi”. Hal ini karena kebanyakan muslim menganggap istilah “demokrasi” sebagai istilah yang merupakan kewajiban bagi orang untuk memilih dan meminta pertanggung jawaban pemerintah mereka - sesuatu yang diperintahkan Islam selama satu milenium atau lebih sebelum negara-negara sekuler modern mengadopsi hal ini. Hal ini tidak boleh dianggap sebagai semacam dukungan terhadap demokrasi liberal seperti yang dipraktikkan di Eropa Barat atau Amerika Utara karena sistem Islam secara krusial berbeda dengan demokrasi dalam hal Islam membutuhkan Syari’ah sebagai sumber perundang-undangan. Hal ini tentu saja berbeda dengan demokrasi yang ideal, yang menyatakan bahwa pemerintah haruslah dari ‘rakyat’ (Saya mengatakan hal yang ideal karena sebenarnya sistem demokrasi kenyataanya adalah oligarki di mana hanya orang-orang kaya dan berkuasa yang bisa mempengaruhi dibuatnya suatu undang-undang).

Hal ini juga tercermin dari jajak pendapat yang dilakukan di Pakistan tahun 2008 yang diakui bisa menggambarkan adanya dukungan bagi peran yang lebih besar baik untuk Islam maupun untuk “demokrasi” dalam kehidupan politik. Dalam jajak pendapat itu pertanyaan mengenai ‘demokrasi’ yang ditanyakan pada polling merujuk secara khusus pada “hal-hal yang diatur oleh wakil-wakil yang dipilih oleh rakyat”.

Sistim Islam adalah sistem di mana rakyat memilih pemimpin mereka dan dapat menurunkan pemimpin itu jika ia melanggar kontrak ketika dia berkuasa. Selain itu, akuntabilitas oleh rakyat tidaklah merupakan hak yang demikian besar melainkan suatu kewajiban dari warga negara. Kewajiban yang bisa dilakukan oleh individu, kelompok atau partai politik, atau melalui banyak cara lain - apakah itu Masjid, Media, atau tuntutan hukum. Selain itu, kami menawarkan untuk menghidupkan kembali suatu institusi Islam, yang merupakan cabang dari Peradilan (Yudikatif), yang peran satu-satunya adalah untuk meneliti dengan cermat apa yang dilakukan Eksekutif dan mengambil keputusan mengenai keluhan-keluhan yang diajukan oleh warga negara terhadap Eksekutif.
Selain itu, dalam negara Islam warga negara non-Muslim diberi ruang dan dihormati untuk mempraktikkan agama mereka sendiri. Jadi pernyataan dalam jajak pendapat Maryland bahwa ‘orang-orang dari setiap agama harus bebas untuk beribadat menurut keyakinan mereka sendiri’ adalah sesuai sepenuhnya dengan sistem yang ditawarkan Hizbut Tahrir.

Namun, adalah menggelikan untuk membicarakan pemilu yang bebas atau membicarakan kedaulatan nasional ketika hal-hal itu tidak ada di dunia Islam sejak runtuhnya Kekhalifahan Utsmani. Bagaimana dikatakan tidak ada ‘kedaulatan nasional’ yang hilang! Sejumlah besar pasukan secara langsung menduduki Afghanistan, Irak, Kuwait, Qatar dll. Di Pakistan, Amerika Serikat telah membom sasaran-sasaran di dalam negeri itu dan jaringan keamanan Amerika bebas berkeliaran meskipun bertentangan dengan keinginan penduduk.

Pemilihan umum sebagian besar adalah penipuan untuk melegitimasi diktator seperti Mubarak dan Karimov; atau terjadi dalam kerangka di mana daftar para calon secara hati-hati diseleksi sebelum disetujui, seperti di Irak; atau keduanya seperti pada lelucon yang paling baru yang terjadi di Afghanistan.
Hizbut Tahrir tidak pernah mengklaim bahwa ia adalah satu-satunya wakil dari umat Islam. Tapi menjadi fakta bahwa ia sangat mewakili tren dalam umat Muslim mengenai aspirasi suatu persatuan Dunia Islam, pembebasan tanah Islam yang diduduki, pelaksanaan Syariah dan pendirian Khilafah.

Namun, masalahnya adalah bahwa tidak hanya tidak adanya usaha untuk berdialog dengan siapa pun yang membawa pandangan-pandangan seperti ini, tapi aspirasi ini telah menjadi suatu definisi ekstremisme! Satu-satunya kemiripan dialog yang menghibur adalah dengan orang-orang yang setuju untuk mengambil parameter kepada demokrasi liberal yang sekuler. Waktunya telah tiba bagi pemerintahan Barat untuk menerima kenyataan bahwa orang lain ingin hidup sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip mereka sendiri, dan mengakhiri campur tangan mereka yang telah menimbulkan kekacauan dan penderitaan yang tak terbilang.

Kita siap menerima akibat dan tidak malu ketika membahas konflik ideologis ini. Caryl mungkin percaya bahwa kritik kami yang keras terhadap demokrasi liberal telah menghalangi kami untuk melakukan diskusi tetapi kritik-kritik kami tetap sesuatu yang sah mengingat bahwa kita telah menyaksikan beberapa dekade usaha yang gagal untuk menerapkan sistem ini di dunia Muslim, apakah itu dilakukan dengan kekuatan langsung atau campur tangan kolonial.

Lagi pula, untuk membantah komentar terakhir Caryl, kaum Muslim yang hormat atas dirinya sendiri seharusnya tidak membuat mudah bagi pemerintah demokratis yang merencanakan kematian atas ide-ide politik dan social Islam dan mencoba untuk memaksa kelompok lain dan malah mengatakan model yang utopis.

Judul: ASIA TENGAH
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Februari 08, 2010, 12:31:58 pm
Dilyor Jumabaev (pemimpin Hizbut Tahrir di Kyrgyztan) : Kekuatan Kami Adalah Al Qur’an

Michael Andersen adalah seorang ahli ilmu politik sekaligus wartawan yang banyak meluangkan waktunya di Asia Tengah. Televisi Aljazeera (English) menyiarkan filmnya yang berjudul “Mitos Ekstrimisme Agama di Asia Tengah.”

Ketika ditanya mengenai alasan dibuatnya film ini dia mengatakan bahwa dari pengamatannya, para diktator di Asia Tengah menggunakan ‘ancaman’ dari apa yang dinamakan ‘ekstrimisme’ untuk menindas siapapun yang menentang mereka. Hanya dengan memberikan cap ‘ekstrimis’ atau ‘teroris’.

Menurutnya, pada awalnya ekstrimisme bukanlah sebuah ancaman, namun berkat tindakan yang dilakukan orang-orang seperti Karimov, ekstrimisme memang sudah menjadi ancaman.

Dia ingat percakapannya dengan Dilyor Jumabaev, pemimpin Hizbut Tahrir di Kyrgyztan, yang menolak dikatakan organisasinya dikatakan sebagai organisasi teroris. Dia mengatakan di penjara, ada banyak sekali anggota HT yang ditahan, dan ‘sepasukan’ orang baru keluar dari penjara. “Setelah mereka keluar dari penjara, mereka tidak takut apapun.” Dengan nada yakin dia mengatakan kepada saya, “ Kami segera akan memiliki negara Islam, negara Khilafah.”

Tapi ketika saya menanyakan apakah organisasinya akan menggunakan kekeresan untuk mencapainya, dia menatapku dengan pandangan tajam dan berkata,” Tidak, hanya dengan kekuatan Quran.” (RZ)

http://hizbut-tahrir.or.id/2010/01/31/dilyor-jumabaev-pemimpin-hizbut-tahrir-di-kyrgyztan-kekuatan-kami-adalah-al-qur%e2%80%99an/
Judul: INGGRIS / BARITONIYAH
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Februari 17, 2010, 11:31:09 am
Pemerintah Inggris Memiliki Arti Lain Tentang Kebebasan Ketika Berkaitan Dengan Aktivitas Hizbut Tahrir


Majalah Standpoint pada tanggal 12/2/2010 menerbitkan sebuah artikel yang ditulis oleh Alexander Meleagrou-Hitchens, dalam artikel ini ia berkata: Hari ini dijadwalkan akan ada dialog antara anggota Hizbut Tahrir, Jamal Harwood dengan seorang akdemisi Swiss, sekaligus pendiri Institut Religioscope, Dr Jean-Francois Mayer.

Dia menambahkan, kemarin Hizbut Tahrir mengeluarkan pernyataan yang isinya mengklaim bahwa pemerintah telah mengintervensi dan memaksa universitas untuk membatalkan pertemuan tersebut.

Dalam hal ini, penulis berkomentar dengan mengatakan: Intervensi pemerintah ini merupakan indikasi transisi dari kebijakan lama yang berkaitan dengan toleransi terhadap adanya para ekstremis di universitas Inggris.

Dia menambahkan, meskipun semua kegiatan publik di universitas harus tunduk pada peraturan Dewan Federasi Mahasiswa, namun hingga kemarin Dewan Federasi Mahasiswa menolak untuk membatalkan pertemuan tersebut, karena tidak ada kebijakan atau hukum yang dapat memaksa mereka untuk melarang Hizbut Tahrir dari kegiatan ini. Namun yang terjadi adalah, ada kelompok anti-ekstremisme yang disebut “Student Rights” telah mengirim surat kepada Dewan Federasi Mahasiswa dan menyatakan tentang kekhawatirannya dengan membiarkan kelompok fasis melakukan aktivitas di universitas. Sehingga Dewan Federasi Mahasiswa mengirim jawaban untuk kelompok tersebut:

“Kami telah memiliki beberapa pertanyaan mengenai sifat pertemuan, yang dijadwalkan akan diselenggarakan di universitas kami pada hari Jumat. Setelah melakukan pengkajian terhadap rencana pertemuan, Dewan Federasi Mahasiswa memutuskan bahwa tidak ada landasan atau dasar untuk melarang diadakannya pertemuan semacam itu. Kami tidak memiliki kebijakan atau hukum untuk melarang Hizbut Tahrir mengorganisir kegiatan ini. Oleh karena itu, kami tidak dapat melarang kelompok manapun mengundang anggota organisasi-Hizbut Tahrir-ini untuk melakukan kegiatan di kampus.


Selain itu, Mr Jamal Harwood sebelumnya sudah pernah terlibat dalam sebuah dialog di Universitas Westminster pada bulan Desember tahun lalu. Dan dialog itu berlangsung tanpa ada masalah apapun. Jadi, kami tidak melakukan antisipasi apa pun tentang kemungkinan yang akan dilakukan dalam menangani urusan kemahasiswaan terkait pertemuan minggu ini . Selain itu juga, kami yakin bahwa kelompok ini telah mengorganisir pertemuan dengan cara yang memungkinkan para mahasiswa untuk berpartisipasi, melalui perumusan keberatan dan pendapatnya. Dengan berdasarkan pada faktor-faktor ini, kami memutuskan untuk menyerahkan masalahnya kepada para mahasiswa kami agar mereka memutuskan sendiri, jika mereka ingin menghadiri kegiatan ini, dan partisipasi di dalamnya atau tidak.”

Penulis mengatakan bahwa kelompok “Student Rights” menyampaikannya dari kantor pers Universitas Westminster: Bahwa Federasi Mahasiswa Nasional (NUS) adalah pihak yang mengintervensi untuk melarang pertemuan itu, dan bukan pemerintah. Jika ini benar, maka ini menunjukkan pergeseran yang kuat terkait cara memperlakukan kalangan islamis oleh Federasi Mahasiswa, yang tampak mulai pucat dan kelelahan dengan cara-cara terbaik.

Adapun perwakilan Federasi Mahasiswa Nasional berkata:

“Sementara kita menerima kenyataan bahwa Federasi Mahasiswa Universitas Westminster tidak harus mengadopsi kebijakan dan peraturan dari Federasi Mahasiswa Nasional (NUS) berkenaan dengan Hizbut Tahrir. Namun, kami menyarankan Departemen Informasi di Universitas agar melakukan konsultasi dan mengkaji arahan pemerintah, dan mempertimbangkannya terkait dengan pencegahan ekstremisme dan kekerasan. Oleh karena itu, kami yakin bahwa universitas telah mengambil keputusan sebagai tanggapan atas arahan dari pemerintah.”

Kemudian penulis kembali berkata: Saya pikir kita perlu penjelasan dari Universitas Westminster untuk menghilangkan kebingungan ini. Dalam hal ini, mereka menyatakan bahwa Federasi Mahasiswa Nasional (NUS) yang mengintervensi untuk membatalkan kegiatan itu. Sebaliknya, pihak Federasi Mahasiswa Nasional (NUS) mengatakan kepada kita sekarang, bahwa intervensi mereka bukan penyebab langsung pembatalan. Padahal, tampak bahwa Federasi Mahasiswa Nasional (NUS) telah melakukan beberapa tindakan, hanya saja tampaknya tidak ada seorangpun yang mau mengakui apa yang sebenarnya terjadi.

Hizbut Tahrir di Inggris telah mengeluarkan keterangan pers pada hari Jumat, yang dibacakan oleh Taji Mustafa, representatif media Hizbut Tahrir Inggris:

1. Kami belum menerima alasan resmi apa pun yang menjelaskan tentang sebab pembatalan kegiatan oleh pihak universitas. Namun, jika mereka mengklaim bahwa pembatalan itu karena alasan keamanan, ekstremisme, atau ketertiban umum, maka klaim ini menjadi aneh dan sulit dibenarkan, karena adanya sifat saling menghormati pada kedua pembicara. Di samping, topik-topik yang diajukan untuk didiskusikan, yaitu ketakutan non-Muslim kepada Islam; pembahasan identitas Islam di Eropa; dan alasan-alasan yang menyebabkan adanya sikap permusuhan terhadap kaum Muslim di Eropa, merupakan topik-topik yang berharga dan konstruktif  bagi para pengamat.

2. Sehingga, tidak ada alasan untuk melarangnya selain pemikiran yang diemban dan diyakini oleh pembicara Muslim, Jamal Harwood.

3. Sesungguhnya melalui aktivitas yang dilakukan oleh lembaga akademi ini menunjukkan bahwa ada beberapa cendekiawan Inggris yang telah kehilangan kepercayaan pada nilai-nilai Barat liberalisme sekularisme. Tampaknya mereka telah menyerah kepada para politisi yang menciptakan sebuah mitos dan histeria “ekstrimisme” di universitas, yang digunakan untuk membungkam kritik dari kaum Muslim terhadap kebijakan luar negeri, yang menyebabkan eskalasi memburuknya keamanan nasional, yang tetap menjadi penyebab masalah utama saat ini. Dan anehnya bahwa histeria yang sama justru menimpa para pejabat di universitas.

4. Sungguh, apa yang telah terjadi ini menunjukkan kontradiksi yang mendasar terkait kebebasan yang mereka serukan dan mereka promosikannya ke seluruh dunia; dan juga menjelaskan tentang tidak adanya sama sekali kebebasan yang mereka gembar-gemborkannya. Sehingga hal itu, mudah sekali diabaikannya demi kepentingan pemerintah dan kebijakannya.

Sumber: pal-tahrir.info, 15/2/2010.

Judul: LONDON MEETING
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Februari 24, 2010, 10:45:24 am
Analisis Politik Dibalik Pertemuan London
Pengganti-pengganti Amerika Bertemu di London Untuk Mengakhiri Warisan Kegagalannya


Adnan Khan (Hizbut Tahrir Inggris)
Pada saat sekutu-sekutu Amerika dan pengganti-penggantinya berkumpul di London untuk mendiskusikan bagaimana mereka merencanakan untuk menyelamatkan dari perang yang gagal, perang di Afghanistan digambarkan sebagai tindakan merendahkan diri Amerika karena mereka tidak mampu mengalahkan sekumpulan pasukan, yang ukurannya lebih kecil dari pasukan koalisi dan dengan senjata yang lebih tua dari senjata yang banyak dimiliki pasukan asing yang ikut dalam perang itu.


Oleh karena itu ini akan menjadi momen yang tepat untuk meninjau ulang peristiwa-peristiwa yang telah mengarahkan situasi ini di Afghanistan dan kemungkinan arah peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. Harus diingat sejak awal bahwa konferensi ini tidak akan terjadi apabila Barat memang berada dalam posisi yang kuat. Bahkan kita harus bertanya bagaimana teknologi yang paling maju dalam sejarah militer telah dibuat tidak berarti oleh para pejuang suku-suku itu yang menggunakan senjata yang dibuat pada tahun 1960an.


Perang melawan teror

Peristiwa 9 / 11 telah membuat mesin militer Amerika dalam posisi siaga penuh. Dalam Perang Dunia 2 Amerika telah memobilisir dengan ekspansi besar-besaran atas kompleks industri militer setelah Pearl Harbour dihancurkan oleh pasukan Jepang. Namun ketika menyerang Afghanistan militer AS hanya mengerahkan sedikit pasukan di darat. Rencananya adalah bahwa Pasukan Khusus, dan para perwira intelijen dengan latar belakang militer, akan menjadi penghubung dengan para milisi Afghanistan untuk menentang Taliban, yang akan maju setelah kekompakan kekuatan Taliban dilumpuhkan oleh kekuatan udara Amerika.


Serangan udara itu berlangsung selama sekitar satu bulan dan dianggap hanya memiliki pengaruh yang kecil saja. Amerika meminta bantuan negara-negara di sekitar Afganistan seperti Pakistan dan Iran untuk menyediakan pasokan rute untuk dilakukannya serangan. Aliansi Utara, berjuang melawan Taliban menangkap Mazari Sharif dan kemudian dengan cepat menguasai sebagian besar bagian utara Afghanistan dan menguasai Kabul pada bulan November 2009, setelah Taliban mundur dari kota itu. Kota terakhir yang dikuasai Taliban di utara, yakni Kunduz, jatuh ke tangan Amerika pada tanggal 26 November 2001 dan Taliban mundur ke Kandahar – ke bagian Selatan Negara itu. Ketika Kandahar diserbu, Taliban telah melarikan diri ke Pakistan.


Pada bulan Desember 2001 atas nama Amerika, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyelenggarakan Konferensi Bonn di Jerman. Tujuannya adalah menciptakan suatu proses politik yang akan membawa semua suku yang berbeda, para panglima perang dan faksi-faksi di Afghanistan kedalam rancangan politik yang dibangun Amerika. Para pesertanya termasuk wakil-wakil dari empat kelompok oposisi Afghanistan - Pushtun, Hazara, Tajik dan Uzbek - semua kelompok-kelompok itu adalah anti-Taliban. Para pengamat menyertakan wakil-wakil dari negara-negara tetangga seperti Pakistan dan Iran. Hasilnya adalah Perjanjian Bonn menciptakan


Otoritas Interim Afganistan yang akan mengawasi transisi Afghanistan menuju suatu konstitusi baru dan memilih pemerintah Afghanistan yang baru.

Dalam sejarahnya, semua orang yang menyerang Afghanistan, baik Inggris atau Uni Soviet, menaklukkan Afghanistan dengan sangat cepat karena jumlah pasukan mereka yang luar biasa besar. Sementara Amerika hanya mengerahkan 20.000 tentara dan tidak pernah mengalahkan Taliban, namun memastikan mereka hengkang dari Negara itu. Namun, sejarah telah menunjukkan bahwa konsolidasi Afghanistan adalah tantangan yang sesungguhnya. Uni Soviet pada puncaknya telah mengerahkan 320 000 pasukan di Afganistan selama usaha yang dilakukannya untuk menduduki Afghanistan pada tahun 1980an. Pada akhirnya, Uni Soviet meninggalkan wilayah itu dengan dipermalukan dan dikalahkan. Marsekal Sergei Akhromeyev, panglima angkatan bersenjata Soviet ketika itu, menyimpulkan invasi itu dalam laporannya di politbiro Uni Soviet di Kremlin pada tanggal 13 November 1986 bahwa: “nyaris hampir tidak ada bagian penting tanah Afghanistan yang belum pernah diduduki oleh salah satu prajurit kita suatu waktu atau lainnya, “kata komandan itu. “Namun demikian, sebagian besar wilayah itu tetap berada di tangan para teroris. Kami mengontrol pusat-pusat propinsi, tetapi kami tidak dapat mempertahankan kontrol politik atas wilayah yang kita merebut.” Dia menambahkan: “tentara kami tidak bisa disalahkan. Mereka telah berjuang dengan luar biasa berani dalam kondisi buruk. Tapi untuk menduduki kota-kota dan desa-desa untuk sementara waktu hanya memiliki nilai yang kecil dalam negeri yang begitu luas, di mana para pemberontak bisa menghilang begitu saja ke atas bukit.”


Ada juga bukti yang cukup yang menunjukkan bahwa AS telah merencanakan untuk menyerbu Afghanistan sebelum 11 /9. Dalam sebuah artikel BBC, Niaz Naik, mantan Menteri Luar Negeri Pakistan, mengklaim bahwa dia telah diberitahu oleh para pejabat senior Amerika pada bulan Juli 2001 bahwa aksi militer terhadap Afghanistan akan dimulai paling lambar pada pertengahan bulan Oktober. Pesan itu disampaikan selama pertemuan di Afganistan antara para diplomat senior Amerika Serikat, Rusia, Iran, dan Pakistan. Pertemuan itu adalah yang ketiga dalam serangkaian pertemuan di Afganistan, dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya telah diadakan pada bulan Maret 2001. Selama pertemuan Juli 2001 itu, Naik diberitahu bahwa Washington akan melancarkan operasi militer dari pangkalan-pangkalan di Tajikistan - di mana para penasihat Amerika sudah berada di sana - dan bahwa tujuannya yang lebih luas adalah untuk menggulingkan rezim Taliban dan menempatkan pemerintahan boneka sebagai penggantinya.

... http://hizbut-tahrir.or.id/2010/02/15/analisis-politik-dibalik-pertemuan-london/


Judul: Re: HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Maret 02, 2010, 12:36:29 pm
Pernyataan Hizbut Tahrir Indonesia: “Tolak Obama, (Presiden Negara Penjajah)”
Nomer: 177/PU/E/02/10
Jakarta, 26 Februari 2010/12 Rabiul Awwal 1431 H

PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA
“TOLAK OBAMA,

(Presiden Negara Penjajah)“


Seperti telah diberitakan, Presiden AS Barack Obama pada 20 - 22 Maret mendatang akan berkunjung ke Indonesia. Dalam kunjungan itu, disamping akan melakukan pembicaraan resmi  dengan Presiden SBY menyangkut peningkatan hubungan  AS dan Indonesia,  Obama juga akan melakukan kunjungan nostalgia. Diantaranya ke SD Negeri I Menteng, tempat ia semasa kecil dulu bersekolah.

Berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia mengingatkan bahwa sesungguhnya Obama adalah presiden dari sebuah negara yang saat ini jelas-jelas tengah menjajah negeri Muslim, seperti Irak dan Afghanistan. AS juga terus menyerang wilayah perbatasan Pakistan dan Afghanistan. Akibatnya, negara-negara itu kini hancur berantakan. Bukan hanya secara fisik, tapi juga secara sosial, politik, ekonomi dan budaya. Tak terhitung besarnya kerugian yang ditimbulkan. Ratusan ribu bahkan mungkin jutaan rakyat di sana meninggal karenanya. Menurut penelitian John Hopkins University, akibat invasi AS ke Irak sejak tahun 2003 lebih dari 1 juta warga sipil Irak tewas. Memang dulu ketika AS menginvasi Irak dan Afghanistan, AS dipimpin oleh Presiden Bush. Tapi Obama tidak mengubah kebijakan biadab itu. Rencana untuk menarik pasukan AS dari Irak hingga sekarang belum diwujudkan. Ia bahkan sudah memutuskan menambah 30 ribu pasukan ke Afghanistan. Itu artinya tingkat kerusakan dan penderitaan rakyat di sana, termasuk yang kemungkinan bakal tewas, akan meningkat.

Sosok presiden seperti itulah yang rencananya akan berkunjung ke Indonsia. Sebuah sosok yang kejam, yang tidak beda dengan Bush, yang tangannya berlumuran darah dan yang tidak memiliki rasa belas kasih sedikitpun. Obama hingga sekarang juga tidak sedikitpun mengungkapkan rasa simpati terhadap para korban tragedi Gaza setahun lalu. Jangankan simpati terhadap korban atau kutukan terhadap pelaku, menyinggung peristiwa itu saja tidak pernah ia lakukan. Dalam pidato inaugurasi atau pelantikannya sebagai Presiden, tak sedikitpun ia menyinggung soal Gaza. Padahal itu peristiwa besar dengan korban lebih dari 1.300 orang tewas, yang telah menarik perhatian masyarakat dunia. Tapi bagi Obama, tragedi Gaza itu seolah tidak pernah ada.

Obama memang tamu. Tapi tamu itu ada dua macam. Tamu yang baik dan tamu yang bermasalah. Obama adalah jenis tamu yang kedua, karena dia hingga sekarang terus menghancurkan negeri-negeri Muslim dan membunuhi rakyat di sana.

Tambahan lagi, Indonesia dalam pembukaan UUD 45 telah menegaskan penentangannya terhadap segala bentuk penjajahan, dan oleh sebab itu penjajahan itu harus dihentikan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Bila konsisten dengan prinsip ini semestinya Indonesia juga harus menentang penjajahan yang dilakukan oleh AS di Irak dan Afghanistan. Dan bentuk paling ringan dari penentangan itu adalah menolak kehadiran presiden dari negara penjajah itu.

Juga, kedatangan Presiden Obama hanyalah merupakan bagian dari politik belah bambu di dunia Islam. AS berusaha menampilkan citra positif di satu negara muslim seperti Indonesia, untuk menutupi kejahatannya di negeri Islam lainnya (Irak, Afghanistan, Palestina, Pakistan dan lainnya) sehingga AS tetap bisa meraih dukungan dari negeri-negeri muslim atas semua tindakan kejinya yang dilakukan di negeri muslim yang lain.

Maka, berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

1.      Menolak kehadiran Presiden AS Barrack Husein Obama ke Indonesia karena  dengan semua tindakan brutal di sejumlah negeri muslim seperti Irak, Afghanistan dan di perbatasan Pakistan - Afghanistan itu, berarti AS telah secara sengaja memusuhi umat Islam. Serangan terhadap satu negeri Islam hakikatnya adalah serangan terhadap seluruh umat Islam. Oleh karena itu, dalam pandangan syariat Islam, AS sekarang ini termasuk kategori muhariban fi’lan atau negara yang dalam status memerangi umat Islam secara de facto. Presiden dari sebuah negara seperti itu tidak layak untuk diterima sebagai tamu.

2.      Kunjungan Presiden AS Obama ke Indonesia tidak lain adalah untuk mengokohkan kepentingan politik dan ekonomi AS di negeri ini. Indonesia adalah negara yang sungguh penting buat AS. Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia. Kaya sumberdaya alam, khususnya energi, dan pasar yang sangat potensial untuk produk-produk ekspor AS. Banyak perusahaan AS di bidang migas dan pertambangan yang beroperasi di Indonesia. Dan dari perusahaan-perusahaan itu, sangat banyak AS menikmati kekayaan negeri ini. Apalagi kini AS tengah bersaing secara ekonomi dengan China. Kunjungan Obama ke Indonesia untuk memastikan bahwa Indonesia tetap dalam orbit pengaruhnya. Secara politik tetap menganut sistem dan ideologi sekuler. Dan secara ekonomi tetap menjadi pasar produknya dan perusahaan-persusahan AS tetap leluasa beroperasi di Indonesia. Artinya, kunjungan Presiden Obama akan semakin mengokohkan penjajahan (tidak langsung) AS atas negeri ini. Memang ada nuansa nostalgia karena Obama semasa kecil pernah sekolah di Jakarta. Tapi itu amat sangat tidak penting. Tidak mungkin presiden dari sebuah negara imperialis sebesar AS datang ke sebuah negara untuk sekadar bernostalgia.

3.      Riwayat hidup Presiden Obama yang masa kecilnya pernah tinggal dan bersekolah di Jakarta, juga ada di antara nenek moyangnya yang beragama Islam tidak bisa dijadikan dasar untuk mengistimewakan dirinya. Penilaian atas Obama harus didasarkan pada apa yang dilakukan saat ini selama menjadi Presiden AS. Jangankan sekadar pernah tinggal di Indonesia dan ada nenek moyangnya beragama Islam, seorang warga negara Indonesia yang Muslim sekalipun bila tangannya berlumuran darah, membunuh banyak orang tetap saja harus kita hukum. Ingatlah pada sebuah hadits di mana Rasulullah menyatakan bahwa andai Fatimah anak perempuan Muhammad mencuri niscaya pasti juga akan dipotong tangannya.

4.      Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk sungguh-sungguh berjuang mewujudkan kehidupan Islami  dimana di dalamnya diterapkan syariah Islam di bawah naungan Khilafah. Hanya dalam kehidupan seperti itu saja, izzul Islam wal muslimin termasuk perlindungan terhadap negeri-negeri muslim dan harkat, martabat serta kehormatan umat Islam bisa diujudkan. Dalam sistem sekular dengan penguasa tidak amanah seperti sekarang ini, umat Islam dan negeri-negeri muslim akan terus menerus dilecehkan, dihisap dan dihancurkan oleh negara kafir penjajah, dan untuk sekadar menolak kehadirannya pun tidak mampu.

Wassalam,

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia


Muhammad Ismail Yusanto

Hp: 0811119796 Email: Ismailyusanto@gmail.com

UNDANGAN UNTUK MENGIKUTI AKSI UNJUK RASA MENOLAK OBAMA BERSAMA HTI.
HUBUNGI ORANG2 HTI TERDEKAT UNTUK BERGABUNG.
Judul: Re: HTI
Ditulis oleh: .::senyum chandra::. pada Maret 03, 2010, 06:04:55 am
thread ini hanya penyampaian beberapa artikel ya??
saya pikir ada diskusinya...
ya sudah, monggo dilanjutkan...  :)

Pernyataan Hizbut Tahrir Indonesia: “Tolak Obama, (Presiden Negara Penjajah)”
Nomer: 177/PU/E/02/10
Jakarta, 26 Februari 2010/12 Rabiul Awwal 1431 H

PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA
“TOLAK OBAMA,

(Presiden Negara Penjajah)“


UNDANGAN UNTUK MENGIKUTI AKSI UNJUK RASA MENOLAK OBAMA BERSAMA HTI.
HUBUNGI ORANG2 HTI TERDEKAT UNTUK BERGABUNG.


kalau pd kenyataannya obama tetap jd datang, bagaimana???
unjuk rasa ini akan dilakukan sebelum obama datang atau pd hari obama datang???
Judul: Re: HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Maret 03, 2010, 12:31:57 pm
thread ini hanya penyampaian beberapa artikel ya??
saya pikir ada diskusinya...
ya sudah, monggo dilanjutkan...  :)

Pernyataan Hizbut Tahrir Indonesia: “Tolak Obama, (Presiden Negara Penjajah)”
Nomer: 177/PU/E/02/10
Jakarta, 26 Februari 2010/12 Rabiul Awwal 1431 H

PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA
“TOLAK OBAMA,

(Presiden Negara Penjajah)“


UNDANGAN UNTUK MENGIKUTI AKSI UNJUK RASA MENOLAK OBAMA BERSAMA HTI.
HUBUNGI ORANG2 HTI TERDEKAT UNTUK BERGABUNG.


kalau pd kenyataannya obama tetap jd datang, bagaimana???
unjuk rasa ini akan dilakukan sebelum obama datang atau pd hari obama datang???

Bismillah,

Unjuk rasa ini bukan masalah jadi datang atau tidak.
Untuk kesekian kalinya kita menunjukkan kebencian thd kebijakan obama, dan simpati kita thd sesama muslim dan kemanusiaan atas musibah yg menimpa mereka sekaligus koreksi thd kebijakan luar negeri ri.

Pelaksanaan Antara 18 ~ 23 maret 2010.

Kalau ada yg mau bertanya seputar hti atau diskusi thd thread, silahkan saja.

Thx.
Judul: Re: HTI
Ditulis oleh: oki_toink pada Maret 03, 2010, 06:26:44 pm
tapi kang fauzi tret ini bukan ajang buat nyebar artikel ...
saya yakin banyak temen2 yang pada males baca ... banyak banget bang :) ...
tapi silahkan kalau mau copas artikel ...

saya mau tanya yah ..
emang bener ht nolak hadits ahad?

*mau klarifikasi dari syababnya langsung nih  :D
Judul: Re: HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Maret 04, 2010, 12:39:51 pm
tapi kang fauzi tret ini bukan ajang buat nyebar artikel ...
saya yakin banyak temen2 yang pada males baca ... banyak banget bang :) ...
tapi silahkan kalau mau copas artikel ...

saya mau tanya yah ..
emang bener ht nolak hadits ahad?

*mau klarifikasi dari syababnya langsung nih  :D

Ok lah kalo begitu, thanx atas kritiknya.

Sekarang tentang hadist ahad, sebenarnya kita tidak pernah menolak atau menafikan hadist ahad. Tetapi mendudukkan hadist ahad sesuai pada urutan tempat semestinya.

Begini metodologi berpikirnya :

Diforum ini saya pernah menjelaskan ke mas tobil, berikut copasnya :


Memahami study ushul fiqh tdk ubahnya spt kita menyusun skripsi dg metodologi ilmiahnya. Ini pengantar saya. Saya sebenarnya tdk layak untuk menjawab ini, krn ini adalah pekerjaannya ulama2 besar yg masyur baik kejeniusannya maupun ketaqwaannya ( smoga Allah merahmati mereka semua ).

Begini,
Bagaimana kita memposisikan suatu dalil, sehingga suatu khabar itu kita tempatkan hanya sebagai persangkaan ( dugaan kuat kebenarannya = dzanni ) saja ataukah khabar itu bisa kita tempatkan sebagai keyakinan ( yg kebenarannya 100% = qath'i - sehingga kita wajib meyakininya ).

Ada dua klasifikasi dalil shg kita kategorikan sbg persangkaan saja ataukah menjadi wajib kita yakini. Pertama dalil itu ditinjau dari segi periwayatannya dan kedua dari segi maknanya.

Dalil ditinjau dari segi Riwayat / periwayatannya, ada dua :

1. Dalil Qath'i Riwayat ( pasti = membentuk keyakinan 100% ), yaitu :
1.1. Al-Qur'an dan
1.2. Hadist Mutawatir. ( salah satu contoh: Barang siapa berdusta dg sengaja atas namaku, tempatnya di neraka (HR: Bukhari) ).

2. Dalil Dzanni Riwayat ( persangkaan kuat kebenarannya ), yaitu :
2.1. Hadist Ahad. (contoh :(ttg. nasionalisme...)tinggalkanlah ia karena ia busuk (HR: Bukhari-Muslim))
2.2. xxx.

Jadi jangan sampai kita sbg muslim mengingkari dalil2 yg qath'i seperti Al-Quran & Hadist Mutawatir karena hukumnya cuma ada dua : yaitu iman atau menjadi kufur.

Dalil ditinjau dari segi Dalalah (maknanya), ada dua :

1. Dalil Qath'i Dalalah ( 100% pasti maknanya / makna tunggal / tdk mungkin ada makna lainnya ):
1.1. Al-Quran: ayat2 Quran makna tunggal. (contoh: An-nisa:12 = %tase nominal harta waris).
1.2. Hadist Mutawatir makna tunggal. (exp: brg siapa dg sengaja berdusta atas namaku..).
1.3. Hadist Ahad makna tunggal. (exp: kebolehan berpuasa 6 hari di bln syawal kecuali idul Fitr).

2. Dalil Dzanni Dalalah ( makna ganda / makna majemuk / bisa lebih satu makna ) :
2.1. Al-Quran: ayat2 Quran makna ganda.                                                                                                                                                       (contoh: Al-Maidah:6= "lamastum" = menyentuh ataukah sampai berhubungan sex dg suami-istri batal wudhunya).
2.2. Hadist Mutawatir makna ganda. (contoh: ttg. aturan cara menanggalkan pakaian ihram..).
2.3. Hadist Ahad makna ganda.
                                                                                                                                                    (contoh : kebolehan berpuasa 6 hari di bln syawal kecuali idul Fitr, tetapi bagian syawal yg mana? awal, middle, akhir?, berurutan 6 hari tanpa putus atau boleh terpisah yg penting 6 hari?).

Jadi apabila sebagai kaum muslim kita menyalahi makna tunggal dari Quran dan Hadist, hukumnya cuma ada dua : iman atau menjadi kufur.
Bila makna dalil dari Quran dan Hadist itu mengandung makna ganda : silahkan kaum muslimin mengikuti ijtihad dari imam2 mujtahid, krn disitulah terbuka pintu2 ijtihad.
" Apabila seorang hakim ( ahli hukum ) berijtihad dan ternyata ijtihadnya salah maka ia mendapatkan satu pahala, apabila ternyata ijtihadnya benar maka ia mendapatkan dua pahala "

Kesimpulan :                                                                                                                                              Apabila kita sbg muslim mengingkari dalil2 yg qath'i seperti mengingkari ayat2 Al-Quran & Hadist Mutawatir maka kita menjadi kufur.                     
Apabila sebagai  muslim kita menyalahi makna tunggal dari Quran dan Hadist, maka kita pun menjadi kufur.                             
Karenanya suatu Aqidah seharusnya dibangun berdasarkan dalil2 yg Qath'i baik riwayatnya maupun maknanya, karena hukum aqidah cuma dua islam atau kufur. Aqidah tidak bisa dibangun dari riwayat hadist yg terkategori hadist ahad karena hadist ahad riwayat melahirkan status persangkaan saja / dzanni.     
       

                                                             Wallahu alam.

Disarikan dari berbagai sumber : Iyad Hilal :Studi Ushul Fiqih. Hizb Tahrir : Saksiyah Islamiyah, Nidzamul Islam.

Judul: Re: HTI
Ditulis oleh: zuhair pada Maret 11, 2010, 06:06:06 am
saya mau tanya yah ..
emang bener ht nolak hadits ahad?

Ga nolak.
Hanya tidak menjadikannya hujjah dalam perkara akidah.

Soanya untuk perkara akidah, haruslah yakin sepenuhnya.
Sedangkan hadits ahad, terdapat keraguan padanya walau sedikit.

Dan mayoritas ulama2 salaf juga berpendapat seperti ini.
Judul: Re: HTI
Ditulis oleh: helix pada Maret 13, 2010, 01:13:07 pm
sedikit kritik
periode mekah itu sangat penting, masyarakat harus dipersiapkan pemahamannya mengenai berislam secara kaffah sebelum kekhilafah itu berdiri. Berislam kaffah atau berdienul islam memiliki arti bahwa seseorang harus melepaskan segala ideologi selain islam, siap melaksanakan aturan-aturan islam, siap untuk taat dan patuh kepada khalifah. dan bagaimana  bisa dikatakan berdakwah’ apabila pemahaman seperti ini tidak dibentuk kepada setiap individu masyarakat.  Sedangkan hal ini tentunya akan sangat berpengaruh pada kesadaran individu bahkan masyarakat untuk melaksanakan aturan-aturan islam setelah kekhalifahan berdiri.

Oleh karena itu bukan hanya sekedar dipropagandakan mengenai keadilan dalam bersistem islam saja. karena setelah kekhilafahan itu berdiri, akan ada tuntuan kepada masyarakat itu sendiri untuk melakukan aturan-aturan islam termasuk mematuhi sang khalifah, apabila suatu saat terjadi perang, dan seperti kita ketahui bahwa hal semacan itu dilakukan oleh ribuan jiwa. siapkah masyarakat itu untuk melakukannya?


Judul: Re: HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Maret 24, 2010, 12:27:05 pm
thread ini hanya penyampaian beberapa artikel ya??
saya pikir ada diskusinya...
ya sudah, monggo dilanjutkan...  :)

Pernyataan Hizbut Tahrir Indonesia: “Tolak Obama, (Presiden Negara Penjajah)”
Nomer: 177/PU/E/02/10
Jakarta, 26 Februari 2010/12 Rabiul Awwal 1431 H

PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA
“TOLAK OBAMA,

(Presiden Negara Penjajah)“


UNDANGAN UNTUK MENGIKUTI AKSI UNJUK RASA MENOLAK OBAMA BERSAMA HTI.
HUBUNGI ORANG2 HTI TERDEKAT UNTUK BERGABUNG.


kalau pd kenyataannya obama tetap jd datang, bagaimana???
unjuk rasa ini akan dilakukan sebelum obama datang atau pd hari obama datang???

Bismillah,

Unjuk rasa ini bukan masalah jadi datang atau tidak.
Untuk kesekian kalinya kita menunjukkan kebencian thd kebijakan obama, dan simpati kita thd sesama muslim dan kemanusiaan atas musibah yg menimpa mereka sekaligus koreksi thd kebijakan luar negeri ri.

Pelaksanaan Antara 18 ~ 23 maret 2010.

Kalau ada yg mau bertanya seputar hti atau diskusi thd thread, silahkan saja.

Thx.

MOHON MAAF,
SEHUBUNGAN DITUNDANYA KEDATANGAN OBAMA MAKA AKSI KITA JUGA DITUNDA.

TERIMAKASIH.
Judul: Re: HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada April 06, 2010, 12:37:48 pm
Komentar Politik : Syaikh Al Azhar yang Baru Tolak Kecam Pelanggaran Israel

Wahai Syaikh Al-Azhar! Jika Kecaman Dan Kutukan Sudah Tidak Berguna, Mengapa Anda Tidak Menyerukan Pengiriman Pasukan Untuk Membebaskan Palestina Dan Al-Aqsha


Al-Quds Al-Arabi mengutip dan mempublikasikan penolakan Syaikh Al-Azhar yang baru, Dr. Ahmad Muhammad al-Tayeb untuk mengecam pelanggaran Israel terhadap Masjid al-Aqsha dan tempat-tempat suci Islam. Dan ia menjelaskan alasan sikapnya itu, bahwa kecamannya tidak akan menghasilkan hal baru apapun yang diinginkan.

Al-Tayeb, yang baru saja diangkat menjadi Syaikh Al-Azhar melalui keputusan presiden Mesir mengatakan bahwa kecaman dan kutukan atas kejahatan Israel adalah tahshîlul hâshil (melakukan sesuatu yang hasilnya sudah jelas), tidak ada nilainya, dan tidak akan menghasilkan apa-apa.

Ia menambahkan bahwa ada kaidah Al-Azhar yang mengatakan bahwa “tahshîlul hâshil muhâl (menginginkan sesuatu yang berbeda dari sesuatu yang sudah jelas itu tidak mungkin)”. Untuk itu, pembicaraan terkait masalah al-Quds (Yerusalem), dan apa yang terjadi pada tempat-tempat suci di sana, serta agresi atas masjid, akan berlangsung tanpa ada nilai (hasil), sehingga hal ini menjadi buang-buang waktu saja. Bahkan ia bersikeras menolak permintaan wartawan agar mengeluarkan komentar apapun terkait berbagai pelanggaran yang terjadi.

Sesungguhnya, kedudukan para ulama dalam Islam merupakan kedudukan yang agung. Sungguh, al-Qur’an telah memuji mereka dengan mengatakan: “Yang takut kepada Allah dari para hamba-Nya itu hanyalah para ulama” (TQS. Fâthir [35] : 28). Para ulama merupakan pewaris para nabi, dimana di pundak mereka ada tanggung jawab mengemban risalah Islam kepada semua manusia; mengoreksi para penguasa; melakukan amar makruf nahi munkar; dan mendampingi tentara melakukan penaklukan.

Dan demikianlah keberadaan ulama salaf (ulama generasi awal). Mereka menolak untuk berdiri-apalagi mengemis-di depan pintu penguasa. Akan tetapi, para penguasalah yang mendatangi para ulama untuk meminta nasihat dan mengambil pendapatnya. Sungguh, para ulama telah mendampingi para tentara Islam untuk melakukan penaklukan; mereka menyebarkan Islam, menjalankan keadilan, dan menorehkan lembaran-lembaran cahaya untuk ditulis dalam neraca kebaikannya di hari kiamat.

Namun, Syaikh al-Azhar, yang telah membiarkan dirinya menjadi anggota partai sekuler yang berkuasa itu tidak mendengar, atau tidak ingin mengingat tentang Izzuddin bin Abdus Salam Bâ’iul Mulûk, serta tidak ingin mengingat al-Qadhi al-Fadhil yang mendampingi an-Nashir Shalahuddin ketika berperang untuk membebaskan al-Quds (Yerusalem).

Wahai Syaikh Al-Azhar! Sesungguhnya perkataan Anda bahwa “kutukan dan kecaman terhadap kejahatan entitas Yahudi tidak akan pernah mengakibatkan sedikitpun perubahan yang diinginkan,” adalah perkataan benar untuk tujuan bathil (kalimatu haqqin yurâdu bihi bâthil). Jika memang Anda tulus dan benar, tentu Anda akan berdiri dan berkata dengan benar terkait para penguasa Mesir yang telah mendatangkan berbagai kecelakan, menerapkan sistem kufur, berpartisipasi dengan entitas Yahudi dalam pengepungan Gaza, dan membangun dinding baja di perbatasan Mesir dengan Jalur Gaza; dan sebelumnya mereka menjamu Livni, seorang menteri entitas Yahudi, dimana di Kairo itulah Livni mengumumkan perang terhadap Gaza.

Wahai Syaikh! Sesungguhnya Anda tahu apa yang diperlukan untuk mengubah realita yang diwajibkan terkait Palestina, warga Palestina, dan Masjid Al-Aqsha al-Mubarak. Sesungguhnya Anda tahu bahwa Palestina adalah tanah yang diduduki oleh entitas Yahudi, banyak melakukan kerusakan, dan berencana untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha. Dan sekarang! Mengapa Anda tidak menyeru untuk pembebasan Palestina, seluruh Palestina; dan mengapa Anda tidak meminta penguasa Mesir agar mengirim tentara untuk menolong Al-Aqsha dan warga Palestina, serta berbuat seperti yang dilakukan al-Qadhi al-Fadhil, lalu mendampingi tentara melakukan penaklukan.

Jika Anda sendiri mengatakan bahwa ini tidak mungkin, dan tidak akan mungkin didapatkan melalui kekuasaan para penguasa Mesir; dan Anda telah menggunakan kaidah seperti yang Anda sebutkan, “tahshîlul hâshil muhâl (menginginkan sesuatu yang berbeda dari sesuatu yang sudah jelas itu tidak mungkin)”, maka Anda harus meminta tentara Mesir untuk menggulingkan rezim Mesir, dan menegakkan hukum Allah di bumi, dan membaiat seorang Khalifah untuk kaum Muslim yang akan memerintah berdasarkan Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya, memimpin pasukan untuk membebaskan Palestina, serta negeri lainnya yang diduduki kaum kafir. Dengan demikian, maka tanggung jawab Anda di hadapan Allah dan kaum Muslim telah Anda laksanakan, sehingga Anda layak meraih kemuliaan di dunia dan di akhirat.

“(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.” (TQS. Al-Ahzab [33] : 39).

Ir. Ahmad Al-Khatib

Anggota Media Informasi Hizbut Tahrir di Palestina

12 Rabi’uts Tsani 1431 H.

04 April 2010 M

       
Judul: Re: HTI
Ditulis oleh: .::senyum chandra::. pada April 11, 2010, 05:19:44 am
ingin tanya kpd teman2 HTI...
semoga tidak menjadikan keberatan & merusak ukhuwah kita...

kenapa ya HTI lebih sering memprotes & mengkritik segala sesuatu???
misal, kedatangan obama... dikritik
konferensi gay & lesbian... dikritik
dan lain2 sebagainya...

setiap aksi yg diadakan HTI, jarang (bahkan hampir tidak pernah) saya melihat HTI mendukung atau simpati terhadap sesuatu...
yg dilakukan selalu mengkritik...
bahkan dlm wacana2 yg dibangun & kajian2 yg diadakan... di kampus2 misalkan...
kebanyakan yg diurusi hanya kritik2 dan protes2 terhadap pemerintahan...

tapi, saya hampir ga pernah melihat bukti nyata peran serta HTI dlm membangun negara ini...
di ranah organisasi kampus, misalkan (sbg contoh yg paling dekat & simpel)
jarang ada teman2 HTI yg masuk di organisasi kampus. kalaupun ada, perannya ga banyak & ga besar...
kebanyakan hanya berfokus pd acara2 yg dibuat oleh HTI sendiri, bukan pd organisasi lain yg diikutinya...
dan lagi2 kajiannya hanya ngurusi protes terhadap segala sesuatu...


ada tanggapan dr teman2 HTI??
Judul: Re: HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada April 13, 2010, 12:34:12 pm
ingin tanya kpd teman2 HTI...
semoga tidak menjadikan keberatan & merusak ukhuwah kita...

1.kenapa ya HTI lebih sering memprotes & mengkritik segala sesuatu???
2.misal, kedatangan obama... dikritik
3.konferensi gay & lesbian... dikritik
dan lain2 sebagainya...



ada tanggapan dr teman2 HTI??

terimakasih atas kritiknya.

1. Karena para anggota HTI berpedoman menjadikan aqidah islam sebagai qiyadah fikriah, shg kalau ada kebijakan yg bertentangan dg aqidah islam dan turunannya ( syariah ) maka hal itu wajib dikritik, karena kegiatan amar makruf nahi munkar itu wajib.

2. Masalah obama,... bagaimana mungkin kami bisa menerima dg ramah seorang kpl ngr yg pemerintahannya menyerang & membunuhi kaum muslimin.
Bagaimana perasaan saudara2 sesama muslim yg negerinya dan anggota keluarganya dijajah dan dibunuh melihat kita menerima pembunuh anggota keluarga mereka. Apakah kita menjaga perasaan sesama muslim atau menjaga perasaan obama ? itu pilihan anda.

Harusnya kita membantu perang jihad menolong saudara kita, jangankan menolong... menolak kepala penjajah juga tdk berani, ada yg berani malah dikritik - bukannya ikut serta turun ke jalan,... karepe piye ?

3. Lebay itu jelas dilarang oleh islam,... apalagi menyebar luaskannya / mendakwahkannya.

silahkan temen2 hti lainnya.
Judul: Re: HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada April 14, 2010, 12:30:28 pm
ingin tanya kpd teman2 HTI...
semoga tidak menjadikan keberatan & merusak ukhuwah kita...


setiap aksi yg diadakan HTI, jarang (bahkan hampir tidak pernah) saya melihat HTI mendukung atau simpati terhadap sesuatu...


ada tanggapan dr teman2 HTI??

Terimakasih atas kritiknya.

Dukungan HTI thd suatu kebijakan tdk menonjol boleh jadi krn :
1. Tdk terekspos secara besar2an oleh media massa.
2. Kalau HTI setuju thd suatu kebijakan biasanya tdk perlu unjuk rasa.

Aksi dukungan HTI, yg pernah saya ikuti / saya ingat diantaranya :
1. Mengkoordinir aksi sejuta ummat mendukung RUU Anti pornografi-pornoaksi.
2. Memberikan masukan kepada mahkamah konstitusi tentang bahayanya jika UU *******taan & penodaan agama dicabut, belum lama ini ( hal ini tdk dimuat oleh media, kami punya rekamannya saat sidang di MK atau bisa pesan HTI Channel TV edisi ke-5).
3. Memberikan masukan kpd pemerintah agar tdk terprovokasi atas insiden dg malaysia di perairan sipadan-ligitan ( hal ini juga banyak media yg tdk tau ).
4. kayaknya masih banyak...deh.

demikian tanggapan saya.
Judul: Re: HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada April 15, 2010, 04:15:29 pm
ingin tanya kpd teman2 HTI...
semoga tidak menjadikan keberatan & merusak ukhuwah kita...


1.tapi, saya hampir ga pernah melihat bukti nyata peran serta HTI dlm membangun negara ini...
di ranah organisasi kampus, misalkan (sbg contoh yg paling dekat & simpel)

2.jarang ada teman2 HTI yg masuk di organisasi kampus. kalaupun ada, perannya ga banyak & ga besar...
kebanyakan hanya berfokus pd acara2 yg dibuat oleh HTI sendiri, bukan pd organisasi lain yg diikutinya...

3.dan lagi2 kajiannya hanya ngurusi protes terhadap segala sesuatu...


ada tanggapan dr teman2 HTI??

1.Peran HTI dalam membangun negara ?

1. SatGas penanggulangan Gempa seperti di Jogja, Tsunami Aceh, Padang, Sukabumi : Berupa sumbangan materi, medis, mental recovery, dll.
2. Penyebaran Islam ke wilayah2 pedalaman terutama yg menjadi basis misionaris seperti papua, nias ( dilengkapi dg kapal laut yg diperuntukkan untuk lalu lintas dakwah bersama ormas islam lainnya, korlapnya :Ust. Hery Mukti ).
3. Dg ormas lain menggalang Gerakan wakaf Qur'an dan baju muslimah, khususnya untuk wilayah2 diatas.
4. Universitas gratis 100 % di jogja STIE Syariah Hamfara.
5. Belum lagi puluhan PAUD, BMT, dll.

Memang dlm beramal kita tdk pernah mengibarkan "bendera" HTI, malu dan riya' dan itu biasanya adalah amal individu anggota hti.

2.Kalau mbak jadi anggota HTI, mungkin akan merasakan menjadi terlalu sibuk luar biasa.
Bekerja menghidupi keluarga, kuliah, ngaji tsaqofah islam dari ht (sebulan bisa 3x - 5x kajian rutin yg harus diikuti ), capek...deh.
 Jadi mohon dimaafkan kalau ada mahasiswi hti yg tdk sempet gabung sono - sini.

3.Protes kita sebenarnya masih sangat sangat sangat kurang banyak. Kalau sdh belajar islam kaffah di ht mungkin baru kita nyadar, betapa jauhnya kita dari islam. itu yg saya rasakan.

Judul: TRAGEDI MAKAM MBAH PRIOK DAN BAU AMERIKA
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada April 16, 2010, 02:07:07 pm
Ada Bau Amerika di Balik Penggusuran Makam Mbah Priok?

JAKARTA - Tiga orang tewas, ratusan orang terluka, puluhan kendaraan dibakar dalam bentrokan berdarah antara ribuan warga dan aparat Sat Pol PP dibantu polisi di Koja Jakarta Utara, Rabu (14/4/2010), yang dipicu rencana penggusuran Makam Mbah Priok.

Mengapa pemerintah dan Pelindo II begitu getol untuk menggusur makam kramat yang terletak persis di mulut terminal peti kemas itu?

Tulisan yang dimuat di situs resmi Departemen Perhubungan ini mungkin bisa jadi jawabannya. Situs resmi milik Departemen Perhubungan ini memuat tulisan berjudul “Makam yang Mengubur Standar Keamanan” dengan sub judulnya Melongok implementasi International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code di TPK Koja.

Diceritakan dalam tulisan itu, pada 24 Agustus 2007 lalu United States Coast Guard (USCG) berkunjung ke PT Terminal Peti Kemas Koja. Agendanya adalah memberi penilaian apakah PT Terminal Peti Kemas (TPK) Koja bisa masuk dalam kategori fasilitas terminal pelabuhan di Indonesia yang sudah mengimplementasikan standar ISPS Code secara penuh. International

Saat itu mereka melihat gejala yang aneh. Hari itu jalur masuk ke TPK Koja sedang didatangi ratusan orang. Mereka tak lain adalah para jamaah yang sedang melakukan “haul” (peringatan) terhadap leluhur, dengan mengunjungi makam seorang habib di sekitar TPK Koja tersebut, yang menurut sementara pihak adalah pembawa Islam pertama ke Jakarta.

“Ternyata kedatangan ratusan orang tersebut menjadi gangguan dalam penilaian. Paling tidak, mulai akses pintu masuk ke pintu makam yang letaknya hanya beberapa puluh meter dari pintu TPK Koja yang merupakan Lini I (satu) yang cukup vital. Karena itu, terbitlah hasil assessment visit USCG bahwa TPK Koja dimasukkan ke dalam kategori Facilities Not Significantly Implementing The ISPS Code oleh US Coast Guard,” begitu isi lengkap satu paragraf di tulisan itu.

Apa itu ISPS Code? Dalam literatur yang Tribunnews.com temukan, ISPS adalah hasil keputusan dari Konvensi Keamanan Laut Internasional 1974/1988. Intinya memberikan standar pengamanan minimum atas kapal, pelabuhan, serta beberapa hal yang terkait dengan lembaga pemerintah.

US Coast Guard ditunjuk untuk memimpin Organisasi Maritim Internasional yang merupakan lembaga untuk mengadvokasi penegakan dari aturan ini.

Alhasil sampai hari ini, TPK Koja tak berstandar ISPS Code secara penuh.

Tak Aman
Betulkah TPK Koja tak aman? Memang, buktinya ratusan orang terluka dan tiga orang ditemukan tewas terkapar di antara tumpukan jejeran peti kemas.

Atas “ketakamanan” ini, Presiden SBY pun bereaksi. “Jangan adalagi cara-cara seperti ini dalam penyelesaian kasus serupa di mana pun, tempuhlah jalan persuasif,” katanya. Kita tunggu!

Tiga nyawa sudah jatuh dalam peristiwa ini. Usai bentrok berdarah ini, Wagub DKI Jakarta Prijanto berkilah, “Kami bukan menggusur, cuma ingin mempercantik areal pemakaman itu. Apalagi jasad Mbah Priok juga sudah sejak lama dipindahkan ke TPU Semper sejak 1997 lalu,” katanya.

Prijanto berdalih, mobilisasi ratusan anggota Sat Pol PP dan alat beratnya ke lokasi adalah upaya untuk menegakkan hak rakyat. “Pelindo II secara sah ditentukan pengadilan sebagai pemilik lahan itu,” katanya. (tribunnews.com, 15/4/2010)

Judul: MUSLIMAH HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada April 27, 2010, 02:44:40 pm
Untuk para muslimah ada salam dari muslimah HTI.

http://hizbut-tahrir.or.id/2010/04/21/foto-muktamar-muballighah-indonesia/
Judul: Re: HTI
Ditulis oleh: ajeng pada Mei 19, 2010, 01:04:06 pm
wa'alaykumussalam wr.wbr  :)
Judul: Metodologi Studi Al-Quran
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Mei 20, 2010, 02:04:57 pm
Menyoal Buku “Metodologi Studi Al-Quran”
Oleh: MS. Yusuf al-Amien*

SETELAH menerima penolakan mentah dari kaum cerdas muslim terhadap proyek yang lama bernama “Fikih Lintas Agama”, oleh kelompok Islam liberal, kini muncul ‘proyek baru’ yang dirilis oleh kolaborasi baru dengan mengusung lagu lama. Lahirnya buku baru berjudul “Metodologi Studi Al-Quran”.

Mungkin dahulu konsep “Fikih Lintas Agama” tidak banyak disambut oleh masyarakat karena tidak ilmiah dan terlalu kelihatan mengada-ada. Bagaimana mungkin terwujud sebuah “lintasan” fikih antaragama, sedangkan “fikih” itu sendiri tidak terdapat, kecuali dalam agama Islam.

Sungguh sebuah konsep yang sangat menggelikan, namun susah untuk mengundang tawa. Oleh karenanya, mereka lalu menciptakan arasemen yang lebih kalem dengan judul yang lebih renyah sehingga diharapkan banyak orang yang welcome menerimanya. Munculah buku “Metodologi Studi Al-Quran” tersebut.

Jika ditilik, tak banyak hal baru dalam buku ini. Secara garis besar masih mengangkat isu lama, hanya ditambah sedikit polesan di sana-sini, seperti upaya desakralisasi Al-Quran dan penyamaannya dengan teks-teks lain, upaya penafsiran ayat muhkamat dengan “suka-suka gue”, dan juga upaya pemelintiran pendapat ulama dengan mencomot kosa-kata luarnya lalu meninggalkan kandungan maknanya. Semuanya hanya metode tempoe doeloe yang telah expired.

Buku yang ditulis oleh tiga personel aktivis  Islam Liberal ini –Abd Moqsith Ghazali, Luthfi Assyaukanie, dan Ulil Abshar-Abdalla–; layaknya sebuah novel silat dengan Tiga “Pendekar” yang menggunakan jurus-jurus “mabuk” untuk menaklukkan para pemuja teks. Penulis secara terang-terangan menyebutkan nama sebuah gerakan di Indonesia yang berjuang menegakkan khilafah, lalu menempatkannya sebagai tokoh antagonis yang harus dilawan.

Secara pribadi, penulis ingat trio penulis buku ini dengan penyanyi yang sering dipanggil “Trio Kwek-Kwek”. Selain lucu dan lebih enak didengar, mungkin juga karena nama mereka masih belum layak disebut “tiga pendekar”.

Alasan ini karena, argumen-argumen mereka tidak inovatif, dan telah usang. Sebab, umumnya argumen-argumen kaum liberal sudah banyak dibantah ahli fikih dan pakar pemikiran Islam. Meski demikian, toh tak pernah ada yang meralat pikirannya dan terus “memaksakan” diri mengkampanyekan ide-ide liberal. Penulis menilai, seolah para penulis liberal seperti ini bisanya hanya “membebek” kepada segelintir orientalis dalam upaya meruntuhkan pondasi Islam.

Sebagaimana tema yang diangkat oleh Luthfi –salah satu penulis buku ini– tentang pengkritisan terhadap sakralitas Al-Quran, ada pertanyaan jujur yang harus saya sampaikan pada mereka, sebenarnya ada apa dengan Al-Quran hingga harus dikritisi segala? Apakah kita tidak percaya dengan ayat; “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. An-Nisa [4]: 82).

Lalu permasalahan di atas dilanjutkan oleh Ulil –penulis kedua buku ini– saat membahas tentang “insiden gramatikal” dalam Al-Quran yang menurutnya menyalahi kaidah dasar Bahasa Arab. Seperti dalam surat Al-Maidah ayat 69 yang berbunyi “inna al-ladzina amanu wa al-ladzina hadu wa al-shabi’una”. Dalam pandangannya kata “wa al-shabi’una” telah menyalahi kaidah bahasa Arab yang seharusnya dibaca “wa al-shabi’ina” (bukan wa al-shabi’una).

Lagi-lagi penulis kedua ini juga tak lebih dari sekedar ber”kwek-kwek” dengan mengangkat isu kadaluwarsa dalam mengkritisi “sakralitas” Al-Quran. Tema di atas sebenarnya telah lama dibahas oleh para pakar bahasa, Prof. Dr Abdul Adzim al-Math’aniy dalam kitab “Haqaihu’l Islam fi Muwajahati’l Syubhat al-Musyakkikin” (Kebenaran Ajaran Islam dalam Menghadapi Argumen Kaum Skeptis). Ia sudah mengatakan bahwa terdapat setidaknya sembilan pendapat pakar Nahwu dan ahli Tafsir dalam menjelaskan kata “al-shabi’una” tersebut sehingga dibaca rafa’ (al-shabi’una) dan bukan manshub (al-shabi’ina).

Di antara sembilan pendapat tersebut adalah statement mayoritas pakar Nahwu di Bashrah –seperti Pemimpin Sibawaih dan al-Khalil beserta para pengikut mereka– yang menjelaskan bahwa kata “al-shabi’una” berada dalam posisi mubtada’ dengan khabar-nya yang mahdzuf (tersembunyi) dan bukan dalam posisi manshub. Mereka (para pakar Nahwu di Bashrah) kemudian memaparkan secara detail disertai argumen ilmiah berupa bukti kongkrit bahwa penerapan kaidah seperti itu tidaklah menyalahi gramatikal bahasa Arab karena bangsa Arab sejak dahulu telah mengenalnya dan bahkan menggunakannya dalam syair-syair mereka.

Ayat di atas adalah satu dari beberapa ayat yang mereka anggap tidak sesuai dengan lingustik bangsa Arab. Naifnya, mereka menyatakan itu semua sebagai sebuah kajian murni dari kitab “al-Itqan fi Ulum Al-Quran” milik Pemimpin Jalaluddin al-Suyuthi. Padahal jika kita telaah kitab tersebut, Pemimpin Suyuthi sama sekali tidak pernah mengatakan ini sebagai bentuk kontradiksi ayat Al-Quran. Ia juga tidak menyatakan adanya “kecelakaan” dalam tata-bahasa Al-Quran.  Yang artinya, Al-Quran adalah mukjizat sempurna tanpa kesalahan. Sebagaimana ia tegaskan sendiri dalam mukaddimah kitab tersebut; “…kitab paling berharga, paling banyak mengandung ilmu, paling indah tata-bahasanya, yaitu Al-Quran yang berbahasa Arab tanpa cela, (Al-Quran) bukanlah makhluk dan tiada yang menandinginya…”

Sayang, uraikan pakar Islam itu diabaikan para “Trio Kwek-Kwek”. Ulil tak hanya berhenti dengan memfitnah pemimpin Suyuthi, ia bahkan menyatakan saat membedah buku ini di Teater Utan Kayu; bahwa studi Al-Quran yang dikembangkan oleh ulama kontemporer seperti Wahbah Zuhaily, Abdul Wahhab Khallaf, dan Yusuf al-Qaradhawi dinilai kurang, bahkan tidak berkembang sama sekali. Maaf, saya tak bersu’udzon, ilmu Ulil, tak sebanding dengan ketiga ulama yang ia sebut itu.

Ungkapan penulis bahwa mereka layak disebut “Trio Kwek-Kwek” bisa dilihat dari pernyataan Ulil sendiri yang mengatakan bahwa studi ilmiah Al-Quran yang cukup menantang justru datang dari para Orientalis. Seperti Theodor Noldeke yang menawarkan penyusunan ulang kronologi surat-surat Al-Quran yang berbeda sama sekali dengan kronologi dalam mushaf kita sekarang.

Dari sini kelihatan jelas bahwa Ulil telah kehilangan daya kritisnya sampai titik nadir sebagai seorang muslim. Begitu kasihan, sehingga ia sangat gagap melihat para Orientalis  (yang sampai kiamat tak akan pernah meyakini Islam dan Al-Quran) tersebut mengobok-obok ayat Suci Al-Quran. Ulil seolah terkesima Orientalis  dan mengecilkan arti ulama sekelas al-Qaradhawi atau Wahba Zuhaily.

Di sisi lain Ulil terkesan pura-pura lupa. Jika benar ia telah mengkaji “al-Itqan” milik Suyuthi dengan seksama, tentu ia akan membaca pendapat Suyuthi yang menyatakan bahwa penempatan Ayat dan Surat dalam Al-Quran merupakan hal tauqify yang tak bisa diotak-atik karena penyusunan tersebut berdasarkan wahyu dari Allah. Jadi sebenarnya Ulil hanya melakukan permainan lompat kesana-kemari sesuai kondisi psikologinya, tidak memiliki kosistensi yang teguh untuk berada dalam sebuah keyakinan pasti.

Di akhir buku ini tampillah Moqsith sebagai personel terakhir dengan menawarkan rumusan kaidah tafsir ala JOL (istilah baru pengganti “JIL”). Dalam acara diskusi membedah buku ini di UIN Sunan Kalijaga 21 Desember 2009 silam, Moqsith juga menjelaskan bahwa Maqashid al-Syariah (tujuan utama syariat) tidak bisa dijumpai dalam lipatan-lipatan huruf dalam Al-Quran. Ia lalu memberikan contoh penafsiran terhadap tonggak utama Maqashid al-Syariah yaitu Hifdz al-Din (menjaga agama) dan menafsirkannya dengan “kebebasan beragama”. Tentu pendapat ini merupakan interpretasi baru yang menyalahi kaidah dasar Maqashid al-Syariah sebagaimana telah disepakati oleh seluruh ulama otoritatif sepanjang masa.

Dan jika kita rujuk kepada pendapat bapak Maqashid al-Syariah itu sendiri, yaitu Imam Syatibi dalam kitabnya “al-Muwafaqat”, maka akan kita temui bahwa Hifdzu al-Din merupakan upaya menjaga kelanggengan agama Islam sebagaimana termaktub dalam Al-Quran dan terperinci dalam as-Sunnah. Imam Syatibi juga memberi contoh bahwa Hifdzu al-Din dapat diaplikasikan dalam bentuk mengikrarkan dua Syahadat, shalat lima waktu, zakat, puasa, haji, dan seterusnya.

Hal di atas merupakan Hifdzu al-Din dalam tataran mempertahankan apa-apa yang telah mapan dalam agama (defensif), tapi dalam tataran menjaga kelanggengan Islam dari serangan luar (ofensif) Pemimpin Syatibi juga menjelaskan bahwa Hifdzu al-Din dalam konteks ini dapat terwujud dalam bentuk Jihad melawan musuh yang telah memerangi Islam maupun memberikan sanksi kepada penyeru bid’ah. Dengan demikian “kebebasan beragama” ala Moqsith adalah penafsiran yang tak lebih dari sebuah “kwek-kwek” semata.

Selain itu, Moqsith juga menyatakan bahwa formalisasi syariat di Indonesia berdampak sangat berbahaya, dengan contoh bahwa Perda di Aceh memutuskan pezina muhshan (orang yang pernah menikah) dirajam, sementara pelaku perkosaan hanya dihukum 100 kali cambuk. “Tentu saja ini tidak fair”,” katanya. Di sini Moqshit pura-pura tidak tahu (atau jangan menyembunyikan fakta) bahwa sesungguhnya pelaku perkosaan yang muhshan juga mendapat hukuman rajam.

Justru sebenarnya Moqsith yang tidak fair dan tidak proporsional dalam memahami kasus rajam. Karena sesungguhnya seluruh hukuman yang disyariatkan Allah di dunia, termasuk rajam merupakan kafarat (penghapus dosa) bagi pelakunya, sebagaimana dikatakan Rasulullah setelah merajam Ma’iz bin Malik al-Aslamiy –salah seorang sahabat yang muhshan namun masih melakukan zina– bahwa; “Aku melihat Ma’iz kini tengah berendam di sungai-sungai Surga”. Artinya, “siksaan” yang harus diterima oleh Ma’iz di akhirat telah ia bayar di dunia dengan rajam yang jauh lebih ringan. Beginilah keadilan dalam Islam itu, namun hal ini tentu akan susah dipahami oleh orang yang tidak percaya akan akhirat.

Sebenarnya, “Trio Kwek-Kwek” bukanlah kolaborasi pertama yang datang untuk mengiris-iris Al-Quran, dan mungkin mereka juga bukan komplotan terakhir yang akan menyelesaikan misi ini. Walaupun ditulis dengan judul “Metodologi Studi Al-Quran”, namun sesungguhnya buku yang dibedah dan diluncurkan pada 30 November 2009 di Teater Utan Kayu tersebut sangat jauh dari semangat melestarikan Al-Quran.

Dengan demikian, butuh kacamata kritis dalam membaca buku hasil kerjasama JOL (Jaringan Orang Liberal) dengan GPU (Gramedia Pustaka Utama) ini. Hingga kita terhindar dari jebakan dalam kata-kata mereka yang terkesan “ilmiah” namun sejatinya hanyalah suara gaung tak bermutu.

“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras”. (QS. Al-Baqarah [2]: 204). Wallahu a’lam Bi-s-Shawab.

Mahasiswa Jurusan Ushul Fiqh Universitas Al-Azhar Cairo

sumber : hidayatullah.com (9/3/2010)

Judul: TRAGEDI MAVI MARMARA
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Juni 02, 2010, 12:18:47 pm
Seruan Kirim Tentara Melawan Kebiadaban Israel

Jakarta- Sekitar seribu massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Hidayatullah, Ponpes At Taqwa KH Nur Ali dan simpatisan long march dari Patung Kuda Silang Monas ke depan Kedubes Amerika, Selasa (1/6) siang di Jakarta.

Massa membawa spanduk dan poster, yang di antaranya berbunyi: “Ganyang Israel, Tolak Obama”; dan “SBY TOLAK OBAMA, Kirim Pasukan Perang ke Palestina!”. Keduanya ditulis dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggris.

Aksi tersebut merupakan respon dari penembakan membabi buta sejumlah tentara Israel terhadap konvoi kapal kemanusiaan Freedom Flotilla yang setidaknya menewaskan 19 relawan dan puluhan lainnya luka-luka.

Penyerangan itu merupakan bukti kesekian kalinya yang menunjukkan bahwa Israel yang disokong penuh Amerika itu adalah entitas biadab.

“Setan iblis Amerika Israel, mati lo! pekik seorang orator dari Ponpes At Takwa KH Nur Ali, Bekasi, dengan geram.

Sekjen DPP Al Ittihadiyyah Fikri Bareno menyatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus meresponnya dengan mengirimkan tentaranya untuk berjihad melawan Israel.

Senada dengan di atas, HTI dalam pernyataan sikapnya menyerukan agar pemerintah dan seluruh negeri kaum Muslim bersatu mengerahkan pasukan dan persenjataan militernya untuk menghentikan kebiadaban tersebut.

“Karena memang Israel itu hanya mengenal satu bahasa yaitu bahasa kekerasan, buktinya aksi kemanusiaan juga diserang,” ujar Jurubicara HTI Muhammad Ismail Yusanto kepada Media Umat di tengah-tengah aksi.

Bahasa diplomasi atau pun hukum tidak akan berpengaruh. Sudah puluhan resolusi PBB yang mengecam kebiadabannya, tetapi zionis biadab itu tidak bergeming.

“Semua tuntutan hukum ketika sampai di PBB langsung diveto Amerika,” tandasnya.
Dalam orasinya, perwakilan dari Hidayatullah Salman Al Farisi pun menyatakan bahwa PBB mandul. Maka jalan satu-satunya untuk menghentikan kebiadaban Israel adalah  jihad!

Tidak kalah geramnya Ketua Lajnah I’lamiyah DPP HTI Farid Wadjdi menyindir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang terkesan hanya lips service saja menanggapi kebiadaban Israel itu.

Karena semestinya sebagai panglima tentara tertinggi di negeri mayoritas Muslim ini mempelopori menggalang tentara dari negeri-negeri Muslim lainnya untuk bersatu dalam satu komando berjihad melawan Israel dan Amerika.

“Jadilah laki-laki walau hanya satu hari saja! Karena engkau berbadan besar, jangan jadi pengecut!” pekiknya.(mediaumat.com, 2/6/2010)

Judul: HT BELANDA
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Juni 24, 2010, 04:06:18 pm
Anggota parlemen ekstrim kanan Belanda, Geert Wilders menilai bahwa entitas Zionis sebagai garda depan pertahanan Barat. Oleh karena itu, jatuhnya Al Quds (Yerusalem) berarti jatuhnya Athena dan Roma.

Wilders berkata: “Sesungguhnya telah ada sebuah negara Palestina yang merdeka sejak tahun 1946, yaitu Yordania. Oleh karena itu ia meminta pemerintah Belanda agar mengguanakan nama Palestina atas Yordania.”

Anggota parlemen Belanda ini mengadopsi program partainya, yaitu partai ekstrim kanan, yang memenangkan tempat ketiga dengan 24 kursi dari 150, dalam pemilu terakhir, dengan menuntut secara tegas kepada pemerintah Belanda untuk mencabut pengakuan terhadap Yordania, dan menggunakan nama Palestina atas Yordania, demikian seperti yang disampaikan Radio Nederland.

Politikus ekstrim belanda ini yakin bahwa konflik yang terjadi bukan kinflik atas tanah, melainkan konflik ideologis, yakni konflik antara Barat yang bebas dan rasional dengan ideologi Islam yang biadab, katanya.

Pernyataan Wilders yang anti-Arab dan kaum Muslim memicu reaksi dari Yordania. Reaksi resmi datang dari juru bicara pemerintah Yordania, Nabil asy-Syarif, yang menilai seruan politikus Belanda itu sebagai upaya untuk memicu kontroversial, sebab perkataan itu hanya mengulang pernyataan kelompok ekstrim kanan Israel.

Komite Hubungan Luar Negeri di Parlemen Yordania membantah pernyataan Geert Wilders ini dengan mengatakan bahwa hal itu bertentangan dengan hukum dan pengakuan internasional, Bahkan hal itu merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan dan kemerdekaan Yordania sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Namun pihak oposisi Islam melalui anggota Kantor Eksekutif Partai Barisan Aksi Islam, Khader Bani Khalid menuntut pemerintah untuk memanggil duta besar Belanda di Amman dan memberikan protes keras atas pernyataan tersebut.

Di sisi lain, Kedutaan Belanda di Amman menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah Yordania, dengan mengatakan bahwa pernyataan yang dibuat oleh Ketua Partai Kebebasan Belanda, Geert Wilders yang meminta pemerintahannya untuk menarik pengakuan terhadap Yordania dan menjadikannya sebagai negara Palestina, bahwa pernyataan tersebut “tidak mewakili sikap resmi pemerintah Belanda”.

Dikatakan bahwa Wilders telah mempublikasikan bagian pertama dari film “Fitnah” di Internet pada bulan Maret 2008. Film itu berisi gambaran serangan berdarah yang digabungkan dengan ayat-ayat dari Al-Qur’an tentang peperangan. Dan hal itu bertujuan untuk menunjukkan bahwa Islam sebagai “ideologi teroris yang haus darah”.

Wilders, yang menjadi ketua Partai Kebebasan sayap kanan Belanda ini sedang menghadapi gugatan pengadilan dengan tuduhan melakukan penghinaan terhada kaum Muslim dan menyulut kebencian, serta menyulut kebencian rasial terhadap Maroko dan bangsa yang lain selain Barat (mediaumat.com, 24/6/2010)

Judul: KONFERENSI INTERNASIONAL
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Juni 25, 2010, 10:25:57 am
Konferensi Internasional Media Hizbut Tahrir di Lebanon
Kantor Media Hizbut Tahrir Indonesia

No : 183/PU/E/06/10
Jakarta, 10 Rajab 1431H 23 Juni 2010 M

Keterangan Pers:

Konferensi Internasional Media Hizbut Tahrir di Lebanon

Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir, atas pertolongan Allah, akan menyelenggarakan Konferensi Internasional Media di Beirut, Lebanon. Konferensi tersebut mengambil tema: “Sikap Hizbut Tahrir terhadap Isu-Isu Penting Internasional dan Regional”. Konferensi tersebut diselenggarakan dalam rangka peringatan mengenang bencana 89 tahun lalu, yaitu hancurnya Khilafah pada 28 Rajab 1342 H bertepatan dengan 3 Maret 1924 M. Konferensi itu diselenggarakan dengan partisipasi dari para politisi dan jurnalis dari berbagai penjuru dunia.

Pembahasan di dalam konferensi tersebut akan dibagi dalam tiga sesi yang mencakup sikap Hizbut Tahrir terhadap isu-isu penting yang menonjol di dunia, sebagai berikut:
Sesi pertama membahas Problem-problem Islami yang berkembang di negeri-negeri kaum Muslim, yaitu:

Problem kaum Muslim di negeri-negeri Arab (Palestina, Irak, Sudan “pemisahan selatan”)
Problem kaum Muslim di Asia Selatan (Afganistan dan Pakistan “Kashmir”)
Problem kaum Muslim di Asia Tenggara (Indonesia dan Gerakan-gerakan separatis)
Problem kaum Muslim di Asia Tengah dan Asia Barat (Turki “Ciprus”, Kaukasus, Turkistan Timur)
Sesi kedua membahas berbagai isu serangan terhadap Islam dan kaum Muslim di Barat.
Sesi ketiga membahas berbagai problem internasional secara umum yang juga melanda kaum Muslim dan selain mereka, yaitu:

Krisis ekonomi internasional yang bermula di Amerika dan menyebar ke seluruh dunia
Krisis nuklir global dan energi nuklir damai, khususnya di Iran
Konferensi tersebut akan diselenggarakan pada:

Ahad, 6 Sya’ban 1431 H / 18 Juli 2010 M
Tempat : Konferensi Hall Bristol, Hotel Convention Center Le Bristol, Verdun, Beirut

Hizbut Tahrir mengundang semua pihak untuk berpartisipasi di dalam konferensi penting yang diselenggarakan di bumi Lebanon itu, dalam rangka menolong Islam dan para pejuang untuk melanjutkan kehidupan Islami dengan tegaknya Khilafah Rasyidah di atas manhaj kenabian.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (QS al-Anfal [8]: 24)

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia
Muhammad Ismail Yusanto
Hp: 0811119796 Email: Ismailyusanto@gmail.com

Judul: HTI TANTANG DEBAT TERBUKA KEMENTRIAN ESDM
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Juli 02, 2010, 10:03:45 am
HTI Tantang Kementrian ESDM Adu Konsep Pengelolaan Energi

Jakarta, mediaumat.com,-Sekitar 800 massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) longmarch dari depan Istana Presiden ke Gedung Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jum’at (25/6) siang di Jakarta. Sambil mengacung-acungkan sejumlah poster, mereka menuntut agar pemerintah membatalkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL).


Sejumlah spanduk mereka usung, di antaranya bertuliskan, Kapitalisme Terbukti Menyengsarakan, Ganti dengan Khilafah; dan Energi Milik Umat, bukan Penguasa! Kembalikan dengan Syariah dan Khilafah.


Tidak puas dengan hanya membawa spanduk ukuran biasa mereka pun membawa dua buah spanduk raksasa yang kontan saja semakin menarik perhatian sejumlah pengguna jalan yang melintas.

Spanduk raksasa tersebut bertuliskan, Khilafah akan Mengelola Listrik dengan Harga Murah; dan TDL Naik Penguasa Kian Neolib, Rakyat Makin Menjerit.


 

Sesampainya di Kementrian ESDM, sejumlah perwakilan disambut masuk oleh Agus Salim, Biro Hukum dan Humas Kementrian ESDM beserta jajarannya.

“Pemerintahkan menaikan TDL-kan, sudah mendapatkan persetujuan DPR, wakil rakyat,” ujar Agus Salim beralasan saat diprotes delegasi HTI.

“Memang DPR itu wakil rakyat, tetapi faktanya DPR itu tidak pro kepada kepentingan rakyat. Jadi saya tidak ingin Bapak menjawab seperti itu!” tegas Muhammad Ismail Yusanto, pimpinan delegasi.


Masih banyak jalan yang bisa ditempuh agar TDL tidak naik. Mengurangi subsidi itu bukan solusi yang tepat. Memang selintas, Pemerintah menghemat 5 trilyun dari menaikkan TDL 10 persen,tapi efeknya itu memicu kenaikan berbagai macam harga barang, daya beli masyarakat menurun, dan menambah jumlah pengangguran.

“Subsidi jangan dikurangi dong,” ujarnya.  Terminologi subsidi pun sebenarnya tidak tepat. “Pemerintah itu ibarat orangtua dan rakyat adalah anak-anaknya, masa anak makan saja dikurangi, dikurangi jatahnya, orangtua macam apa itu!” ujar Ismail kesal.


“Oke, saya tahu, mestilah Menteri ESDM berkelit, bahwa kenaikan ini bukan keinginannya, tetapi keinginan Menteri Ekonomi, Menteri Ekonomi pun akan berkelit bahwa itu keinginan wapres,” ujar Jurubicara HTI itu.

Tetapi mengapa di tengah-tengah PLN sangat membutuhkan gas malah gas yang ada diserahkan kepada asing.  ”Mesti ada apa-apanya ini!” selidik Ismail.

Bukankah berulang kali PLN menyatakan bahwa bila pembangkit listrik yang digunakan itu dual firing (bisa menggunakan dua macam bahan bakar) yakni minyak dan gas. “Bila pakai gas, pemerintah bukan hanya bisa menghemat 5 trilyun tetapi 50 trilyun!” ujarnya.

Tetapi mengapa PLN kekurangan pasokan gas? “Kita tahu bahwa kita produsen gas terbesar di dunia, pembangkit listrik kita mestinya bisa pakai gas, sehingga TDL tidak perlu naik, bila perlu malah diturunkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat!” ujarnya.

Kalau keputusan menjual 70 persen gas Donggi Senoro kepada asing itu berdasarkan kontrak, mengapa tidak dibuat kontrak yang tepat, yang menunjukkan bahwa penguasa itu melindungi dan mengayomi rakyatnya?

“Saya bukan dalam kapasitas mendukung atau tidak terhadap wapres sebelumnya, tetapi saat itu mengapa Yusuf Kalla bisa mengatakan gas Donggi Senoro 100 persen untuk kepentingan dalam negeri, tetapi wapres sekarang malah tidak?” tanya Ismail.

Kemelut TDL ini merupakan trik liberalisasi yang diinginkan negara-negara Barat untuk mengambil kekayaan alam Indonesia. “Bapak-bapak harus waspada, ini akan terus berjalan selama kapitalisme memimpin negeri ini,” paparnya.

“Maka kami mengajak Bapak-Bapak untuk memilih syariah Islam dan meninggalkan sistem yang hanya menguntungkan asing dan anteknya itu,” ajaknya.

Rakyat ini diam bukan berarti setuju dengan keputusan pemerintah. Mereka itu lelah, lelah didzalimi terus. Rakyat pun tidak dapat berharap lagi kepada DPR yang selalu pro kepada kepentingan asing dan penguasa tetapi abai terhadap hajat hidup orang banyak.

“Tadi di luar saya berbicara dengan beberapa polisi yang menjaga aksi kami, mereka juga tidak mau TDL dinaikan, tetapi para polisi itu tidak bisa protes, kami hanya menyambung lidah mereka sebenarnya,” ungkap Ismail.

Kemudian Ismail pun menjelaskan solusi Islam terkait tata cara mengelola energi dan sumber daya alam lainnya sehingga mensejahterakan seluruh rakyat.


Usai mendengar paparan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hampara itu, Agus Salim menjanjikan bahwa akan menyampaikan pendapat yang disampaikan delegasi HTI tersebut.

Namun sayangnya Agus Salim tidak dapat memastikan kapan akan menyampaikan jawaban Menteri ESDM terkait hal itu, apalagi menyediakan waktu untuk HTI agar bisa memaparkan secara gamblang dan tuntas konsep syariah dan Khilafah Islam.

“Kami siap diminta diskusi lebih lanjut, kami siap pula ditantang untuk memberikan kejelasan konsep syariah ini. Kapan Kementrian ESDM bisanya?” tantang Ismail.[] joko prasetyo

Judul: Konferensi Khilafah di Amerika
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Juli 05, 2010, 03:16:54 pm
Konferensi Khilafah di Amerika: Kebusukkan Demokrasi, Kaum Muslim Dilarang Bicara

Semakin nampak kelicikan dan kekalahan ideologi kapitalisme. Mengaku pengemban ide kebebasan tetapi terus berupaya melarang kebebasan umat Islam untuk berbicara. Itulah yang terjadi di Amerika hari ini. Hotel Marriott akhirnya tunduk pada tekanan intelijen, sehingga Konferensi Khilafah yang diadakan oleh Hizbut Tahrir Amerika tidak digelar di tempat itu.

Beberapa media menulis penundaan konferensi Khilafah di Hotel Marriott itu sebagai kabar baik. Awalnya, HTA akan mengadakan Konferensi Khilafah pada 11 Juli. Namun, seperti Konferensi sebelumnya, para analisis dan intelijen Amerika benar-benar merasa ketakutan dengan angkat bicaranya gerakan yang menantang Kapitalisme global tersebut.

Untuk itulah, sejak HTA merilis video pengumuman rencana Konferensi Khilafah pada bulan Rajab ini, para analisis merasa kebakaran jenggot. Berbagai fitnah dan tuduhan palsu terus menerus digelorakan di berbagai media, berharap HTA tak berbicara.

Salah satu organisasi yang aktif memaksakan tuduhan palsunya itu adalah Responsible for Equality And Liberty (REAL). Anehnya, kelompok ini menamakan kebebasan dan kesetaraan, tetapi berupaya membungkam Hizbut Tahrir Amerika untuk tidak menggelar konferensi. Salah satu bentuk kekalahan intelektual dan ketakutan para pembela demokrasi menghadapi debat para pejuang Khilafah.

Pada tahun 2009, Hizbut Tahrir Amerika juga mengalami kesulitan menentukan lokasi konferensi pada 19 Juli 2009. Awalnya, dijadwalkan di Sekolah Aqsa yang akhirnya dipindahkan ke Oak Lawn, Illinois Hilton.

Selama enam bulan terakhir, Hizbut Tahrir Amerika mengadakan web seminar (webinar) berbasis internet untuk mendiskusikan Khilafah. Pada bulan Desember 2009, HTA juga mengadakan Konferensi Publik di pinggiran kota Chicago.

Demokrasi benar-benar telah menjadi ide basi yang terus menerus dijual oleh para pencetusnya. Sekalipun salah satu prinsip demokrasi adalah ide kebebasan, terpaksan tidak memberikan kebebasan berbicara pada warga Muslim.

Bahkan, para penyeru demokrasi terus menerus menipu kaum Muslim Amerika, agar menjaga demokrasi dan kebebasan yang sebenarnya telah runtuh. Buktinya, kaum Muslim berbicara dihalang-halangi!

Demikianlah, perang pemikiran dan perjuangan kaum Muslim di Amerika. Ketakutan para pembela demokrasi di sana menunjukkan keberadaan dakwah terhadap Islam, sekalipun tantangannya sangat besar. Tetapi, semua tidak menyurutkan dakwah di jantungnya kapitalisme tersebut.

Pemerintah AS malu untuk melarang Hizbut Tahrir, karena tidak ada bukti apapun yang dapat menjerat Hizbut Tahrir, tetapi pada saat yang sama mereka tidak ingin melihat Hizbut Tahrir bekerja untuk mendirikan Khilafah.

Hizbut Tahrir Amerika menyatakan di dalam situs resminya, bahwa karena keadaan tidak dapat dihindari, tanggal dan tempat Konferensi Khilafah sedang diubah.

“Kami sedang dalam tahap akhir penentuan tanggal dan tempat baru. Mengingat pentingnya kejatuhan Khilafah pada 28 Rajab 1342 Hijiryah, sangat penting bahwa Konferensi Khilafah diadakan di bulan Rajab atau sekitar itu,” tegasnya dalam sebuah pernyataan.

Kemungkinan konferensi digelar pada hari Ahad, 18 Juli 2010 atau 25 Juli 2010. Pihak panitia berharap kaum Muslim mengunjungi situs resmi HTA di www.hizb-america.org untuk rincian lebih lanjut perubahan waktu dan tempat konferensi.

“Kami juga akan memberikan rincian lebih lanjut tentang keadaan yang menyebabkan perubahan tanggal dan tempat.” (syabab.com, 3/7/2010)

Judul: Konferensi Khilafah di Sydney
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Juli 06, 2010, 03:31:39 pm
1000 Muslim Australia Hadiri Konferensi Khilafah di Sydney: Campakkan Demokrasi, Perjuangkan Islam!

Para pemimpin kelompok Islamis global Hizbut Tahrir menyerukan agar Muslim Australia menghinakan demokrasi sekuler dan gagasan Islam moderat Barat. Mereka juga menyerukan kaum Muslim di benua itu untuk bergabung dalam perjuangan penegakkan Khilafah. Demikian seperti dikabarkan oleh beberapa media usai pelaksanaan Konferensi Khilafah di Sydney, Australia, Ahad (04/07). Sekitar 1000 orang ikut serta dalam konferensi ini, terbilang besar bagi kaum Muslim di sebuah negeri di Barat.

Menurut panitia, jumlah peserta konferensi berlipat ganda dari konferensi tahun 2007, sehingga tidak ada sedikitpun area kosong di sebalah kiri dan kanan ruangan. Orang tua, para pemuda, laki-laki dan perempuan, tidak ketinggalan juga anak-anak kecil ikut meramaikan Konferensi besar bagi kaum Muslim tersebut.

Beberapa media meliput kegiatan ini. News Online Australia berita konferensi ini menjadi Headline di halaman websitenya dengan tulisan “Islamic group’s call to Muslim sparks protest ‘Shun Democracy’”. HeraldSun menulis judul “Aussie Muslims told to ’shun democracy’”, The Australian mengangkat judul “Police on guard as anti Islamists stage protest”.

Campakkan Demokrasi, Taati Islam!

“Kita harus menaati Islam dan Islam sendiri,” kata Hanif di hadapan sekitar 1000 peserta konvensi di Lidcombe, Ausie.

“Kita tidak boleh tertipu atau jatuh ke dalam cerita gagal dan cacat yang satu-satunya cara untuk terlibat  secara politik melalui proses demokrasi sekuler. Hal itu dilarang dan haram.”

Dia mengatakan bahwa demokrasi sangat tidak sesuai dengan Islam karena Al-Quran menegaskan Allah Swt. satu-satunya pembuat undang-undang, dan keterlibatan politik kaum Muslim tidak boleh didasarkan pada “konsep sekuler dan salah seperti demokrasi dan kebebasan”.

Pandangannya bergema lagi oleh petinggi HT Australia, Wassim Dourehi, yang mengatakan pada Konferensi agar Muslim tidak harus mendukung “setiap partai politik kafir apa pun”, karena manusia tidak berhak untuk membuat undang-undang.

Dourehi juga mendesak umat Islam untuk  menghinakan konsep Islam moderat yang dipromosikan oleh pemerintah di Barat, termasuk “negeri terkutuk ini” Australia.

“Kita harus menolak versi baru sekuler tentang Islam ini,” katanya. “Ini adalah ramuan menyimpang dari pemerintah Barat.”

“Ini adalah penyimpangan yang berusaha menghapus aspek politik Islam dan pelokalan keprihatinan kami. Kita harus menolaknya dan menantang para pendukung penyimpangan Islam ini.”

Konferensi Khilafah yang mengangkat tema “Perjuangan untuk Islam di Barat” ini merupakan kegiatan besar pertama yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir cabang Australia sejak seminar tahun 2007 yang bertepatan dengan seruan pelarangan atas kelompok ini.

HT menolak penggunaan kekerasan dalam pencapaian tujuannya. Gerakan ini beroperasi secara legal di lebih dari 40 negara serta berkampanye untuk menerapkan Islam dan mendirikan negara Khilafah.

Diwarnai Protes Islamophobia: Perang Pemikiran

Perang pemikiran: Anti Islam v.s. IslamisKehadiran kelompok ini memicu kemarahan dari sebagian kecil anggota Partai Proteksionis Australia (APP) yang berteriak anti Islam. Mereka melakukan protes di luar gedung dan mengungkapkan kebutuhan mereka untuk “melindungi” cara hidup penduduk Australia. Polis berjaga-jaga untuk memisahkan kedua kelompok yang memiliki ide bertolak belakang ini.

Konflik antara APP dan HT pada seputar pertukaran kata-kata, teriakan anti-Islam dan kadang-kadang menyetir pemuda Muslim laki-laki berteriak dari mobil mereka kepada para demonstran APP. Para pembenci Islam berkumpul di sebuah taman sembari meneriakkan yel-yel, “Hey, hey, ho, ho, Islam harus pergi”, dan “Tidak hukum syariah”.

Sementara hampir seribuan kaum Muslim berkumpul di dalam gedung untuk membicarakan “Perjuangan Islam di Barat”.

Salah seorang pemuda Muslim berteriak pada kelompok APP dari mobilnya, “Anda sama sekali orang yang tidak punya ide”.

Nick Folkes, organiser dari APP, berpendapat bahwa HT harus dilarang di Australia dan ia mengatakan bahwa penerapan hukum syariah harus ilegal di Australia. “Hukum syariah adalah sistem kuno yang memperlakukan wanita sebagai warga kelas dua,” katanya, tanpa rasa malu atas ketidaktahuannya terhadap kemuliaan Islam.

“Kami tidak meminta mereka mengubah warna kulit atau agama, tapi jika mereka datang ke sini, mereka harus menolah hukum syariah.”

Sarah Ismail, seorang pekerja 26 tahun dari Serikat Muslim Australia di Lakemba, sebelah barat Sydney, berkata bahwa dia datang pada konferensi tersebut untuk menunjukkan dukungan bagi wanita Muslim untuk mengenakan jilbab di depan umum.

“Saya ingin orang tahu bahwa kita tidak dipaksa untuk menutupi, melainkan benar-benar pilihan kita,” katanya.

Sarah mengatakan dia telah melihat munculnya rasisme di Australia terhadap Muslim, dan mengatakan bahwa orang-orang yang melakukan protes terhadap cara hidup Muslim benar-benar tidak memahami Islam.

Demikianlah, dakwah Hizbut Tahrir yang tak kenal menyerah terus digelorakan termasuk di negeri Barat. Akhirnya, Islam dan Khilafah pun menjadi perbincangan dan diskusi di beberapa kalangan. Ini seperti terjadi di era awal datangnya Islam, Islam dan Nabi Muhammad Saw. menjadi perbincangan di kalangan kaum Quraisy, hingga akhirnya pengikut Muhammad Saw. terus bertambah. Hal itu terus terjadi hingg Allah memenangkan urusan ini, dan pada saat itulah berbondong-bondong manusia masuk ke dalam Islam. Insya Allah, hal serupa akan terjadi. Allahu Akbar! [syabab.com, 5/7/2010]

Judul: KONFERENSI KHILAFAH
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Juli 12, 2010, 03:00:04 pm
Umat Kristiani Hadiri Seminar Rajab HTI DIY Tentang Khilafah


Semangat HTI untuk menjelaskan Islam sebagai solusi problematika umat semakin menarik perhatian banyak pihak, termasuk umat Kristiani. Hari ini, Sabtu 10 Juli 2010 pukul 08.00 – 12.00 di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Yogyakarta, mereka turut menghadiri Seminar Rajab bertema “Khilafah Solusi Dunia dan Indonesia”. Seminar yang diselenggarakan HTI DIY ini menampilkan tiga pembicara, yaitu KH M Shiddiq al Jawi (DPP HTI), Dwi Condro Triono,M.Ag. (kandidat doktor ekonoi Univ. Kebangsaan Malaysia), dan H.M. Ismail Yusanto, M.M. (Juru Bicara HTI). Acara ini disiarkan secara live ke seluruh dunia melalui audio dan video streaming yang bisa diakses di situs HTI.

Umat Kristiani yang hadir tersebut berasal dari Forum Kristiani Pemimpin Muda Indonesia (FKPMI) Sumatera Utara. Anak-anak muda yang dipimpin oleh Bpk. Andreas Jonathan tersebut berjumlah 23 orang. Mereka hadir pagi-pagi sejak acara belum dimulai. Sesaat setelah hadir, mereka langsung menuju ke depan backdrop untuk berfoto bersama. Setelah itu mengambil posisi duduk di barisan terdepan. Kehadiran mereka di tengah-tengah ribuan peserta seminar yang memenuhi gedung, tentu cukup menarik perhatian. Karena peserta perempuan dari (FKPMI) Sumatera Utara itu tidak berkerudung.

Dalam seminar ini, Ustadz Shiddiq menjelaskan bahwa demokrasi adalah sistem kufur yang berbahaya. Disebut sistem kufur, karena secara normatif sangat bertentangan dengan Aqidah Islam yang menetapkan hak membuat hukum hanya di tangan Allah SWT, bukan di tangan manusia. Demokrasi juga berbahaya, karena secara empiris terbukti menimbulkan banyak bahaya (dharar) bagi umat Islam, khususnya karena ide kebebasan demokrasi.

Sementara itu, Ustadz Dwi Condro menjelaskan bahwa keterpurukan umat Islam salah satu sebabnya dikarenakan ulamanya jarang menjelaskan syariat Islam dimensi ketiga. Dimensi pertama adalah syariat yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, yaitu aqidah dan ibadah. Contohnya adalah sholat, zakat, haji, dan lain-lain. Dimensi kedua adalah syariat Islam yang mengatur hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri. Contohnya makan, minum, berpakaian. Dimensi ketiga adalah syariat Islam yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lain. Contohnya adalah sistem politik Islam, sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan Islam, dan lain-lainnya. Kapan ulama yang sering khutbah di masjid menjelaskan tentang kufurnya sistem demokrasi? Justru yang sering adalah penjelasan tentang ibadah sholat, akhlaq saja. Walhasil, umat tidak pernah sadar tentang syariat Islam dimensi ketiga.

Dalam sesi tanya jawab, Ustadz Ismail Yusanto menjelaskan jawabannya mengenai kekhawatiran umat Kristiani mengenai penerapan syariat Islam yang digagas HTI. Beberapa waktu yang lalu, ada dua wartawan majalah Kristen yang mewawancarai beliau. Mereka merasa menjadi representasi umat Kristiani yang khawatir terhadap gerak organisasi HTI. Kekhawatiran mereka ada lima. Pertama, umat Kristiani akan dipaksa masuk Islam. Dijawab tidak ada paksaan. Kedua, mereka akan dilarang minum minuman keras. Dijawab, kalau menurut agama anda (Kristen) memang diperbolehkan, maka silakan saja (tidak dilarang). Ketiga, tidak boleh makan babi. Dijawab kalau menurut agama Kristen memang boleh, maka silakan. Keempat, wanita Kristen akan dipaksa memakai jilbab. Dijawab, yang wajib memakai jilbab hanya wanita muslimah saja. Kelima, gereja-gereka akan dihancurkan. Dijawab, tidak. Bahkan dalam kondisi perang pun, gereja tidak boleh menjadi target untuk dihancurkan. Ustadz Ismail pun balik bertanya “Ada lagi yang dikhawatirkan?” Mereka bingung dan berpikir agak lama. Kemudian mereka bertanya lagi, apakah laki-laki Kristen akan dipaksa khitan. Dijawab, tidak dipaksa. Tapi kalau menurut dokter, khitan itu menyehatkan. Dua wartawan Kristen yang pada awalnya berwajah cemas itu pun akhirnya tersenyum-senyum. Ternyata, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari penerapan syariat Islam.

Pada akhir acara, beberapa tokoh menyampaikan testimoni. Mereka menyatakan mendukung dakwah HTI. Sementara Bpk. Andreas Jonathan yang juga ikut memberikan testimoni menyatakan rasa terima kasihnya karena telah diundang menghadiri acara HTI. Ia menyatakan appreciate dengan konsep yang ditawarkan HTI, walaupun masih ada bagian-bagian yang memerlukan penjelasan lebih jauh. Oleh karena itu, ia mengajak diskusi dengan HTI. Baginya, dengan mengenal HTI membuat dirinya lebih memahami Islam dan para pengembannya. (www.syariahpublications.com) (edited by redaksi www.khilafah1924.org)

Judul: KONFERENSI RAJAB
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Juli 27, 2010, 11:47:54 am
Konferensi Rajab Kokohkan Tekad Perjuangan Menegakkan Syariah dan Khilafah

Jakarta,- Sekitar 1500 peserta dari Jabodetabek dan sekitarnya dari pagi hingga sore memadati Gedung Balai Pustaka untuk mengikuti Konferensi Rajab 1431 H yang bertajuk Hizbut Tahrir Menjawab (Solusi Islam untuk Krisis Indonesia dan Internasional), Ahad (25/7) di Jakarta.

Jurubicara HTI Muhammad Ismail Yusanto di sela-sela acara menyatakan HTI melalui forum ini menyerukan kepada umat Islam Indonesia umumnya dan khususnya kepada hadirin untuk mengokohkan tekad dalam tiga hal.

Pertama, menolak segala bentuk sistem sekuler baik di bidang politik, ekonomi, dan lainnya karena sistem itu bertentangan dengan prinsip keimanan kepada Allah SWT yang hakiki.

Kedua, bahu membahu berjuang dengan sungguh-sungguh dan ikhlas bagi tegaknya sistem syariah dalam bingkai khilafah karena hanya dengan itu segala sistem jahiliah akan tersingkir dan kerahmatan Islam terwujud secara nyata serta segala krisis negeri ini dan dunia akan teratasi dengan baik.

Ketiga, mengokohkan tekad untuk secara nyata terlibat dalam perjuangan dan dakwah bagi tegaknya syariah dan khilafah, sejak proses pembinaan, interaksi dengan umat hingga perjuangan politik bagi terwujudnya kehidupan Islam.

Antusias

Peserta begitu antusias mengikuti konferensi yang membahas berbagai krisis ekonomi dan politik baik dalam maupun luar negeri ini. Pekikan takbir berkali-kali menggema saat pembicara membahas solusi Islam yang ditawarkan Hizbut Tahrir untuk mengatasi semua masalah itu.

Asmuni Sholihan, salah seorang peserta, menyatakan kepuasannya mengikuti acara yang disiarkan secara langsung melalui internet (video streaming) HTI Channel ini. “Sangat bagus sekali karena dibicarakan problematika sekaligus solusinya,” ujar penterjemah buku-buku Islam yang tinggal di Jakarta Timur itu.

Sedangkan peserta lainnya, Sutarman Muchtar, menyatakan acara ini baik sekali untuk semua umat Islam khususnya di Indonesia. “Kita setuju sekali dengan penegakan syariah dalam bingkai khilafah,” ujar wakil ketua Persatuan Islam (Persis) Jakarta Barat itu.

Konferensi Rajab adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir sejak bulan Rajab hingga Sya’ban ini di berbagai belahan dunia dari Australia hingga Libanon untuk mengingatkan bahwa kaum Muslim wajib kembali menegakkan pemerintahan yang dirintis Rasulullah SAW  dan dilanjutkan oleh para khalifah selama 1300 tahun hingga diruntuhkan oleh penghianat Mustafa Kamal pada bulan Rajab 89 tahun lalu.[] joko prasetyo


http://hizbut-tahrir.or.id/2010/07/26/konferensi-rajab-kokohkan-tekad-perjuangan-menegakkan-syariah-dan-khilafah/
Judul: Re: HTI
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Agustus 10, 2010, 08:28:03 am
Video Bukti Penyiksaan thd Anggota HT Kirgizthan ( ex wilayah ustmaniyyah yg dikuasai russia )


http://hizbut-tahrir.or.id/2010/08/09/video-bukti-penyiksaan-terhadap-anggota-hizbut-tahrir-kirgistan/
Judul: PRESS RELEASE
Ditulis oleh: Fauzi5994559 pada Agustus 14, 2010, 10:34:17 am
Kantor Juru Bicara

Hizbut Tahrir Indonesia

No: 184/PU/E/08/10

11 Agustus 2010 / 1 Ramadhan 1431 H


PERNYATAAN
HIZBUT TAHRIR INDONESIA

“Penangkapan Ustadz Abubakar Ba’asyir“

Berkenaan dengan penangkapan Ustadz Abubakar Ba’asyir pada 9 Agustus lalu di daerah Banjar Jawa Barat oleh Densus 88 Mabes Polri dengan tuduhan terlibat dalam perencanaan, pendanaan dan pelaksanaan kegiatan terorisme, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

Mengecam penangkapan itu sebagai tindakan dzalim, apalagi dengan cara-cara penangkapan yang terlihat sangat kasar seolah-olah benar Ustadz Abubakar Ba’asyir adalah seorang penjahat besar. Beliau adalah seorang ustadz yang tempat tinggalnya jelas. Jelas juga kegiatan sehari-harinya. Maka tidak semestinya beliau diperlakukan sebagai orang yang seolah telah melakukan kejahatan besar dan hendak melarikan diri.

Sangat meragukan tudingan Densus 88 Mabes Polri bahwa Ustadz Abubakar Ba’asyir terlibat dalam perkara yang dituduhkan, yakni merencanakan, mendanai dan melaksanakan kegiatan terorisme di Aceh, mengingat pelatihan yang disebut itu sesungguhnya adalah pelatihan yang diselenggarakan dalam rangka persiapan Jihad di Jalur Gaza sebagai respon atas serangan brutal Israel terhadap wilayah itu pada akhir tahun 2008 lalu.

Menengarai bah