Komunitas DUDUNG.NET

TOPIK ISLAMI => Gaul dan gaya hidup Islami => Topik dimulai oleh: wa pada Februari 21, 2009, 09:09:49 pm

Judul: kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: wa pada Februari 21, 2009, 09:09:49 pm
1. Isbal.

Isbal yaitu menurunkan atau memanjangkan pakaian hingga di bawah mata kaki. Larangan isbal bersifat umum untuk seluruh jenis pakaian, baik celana panjang, sarung, gamis, mantel atau pakaian lainnya. Ironinya, larangan ini dianggap remeh oleh kebanyakan umat Islam, padahal dalam pandangan Allah ia merupakan masalah besar. Rasulullah ` bersabda:
“Kain yang memanjang hingga di bawah mata kaki tempatnya di Neraka.” (HR. Al-Bukhari, shahih).
Ancaman bagi musbil (orang yang melakukan isbal ) dengan Neraka tersebut sifatnya adalah muthlak dan umum, baik dengan maksud takabur atau tidak. Jika isbal tersebut dilakukan dengan maksud takabur maka ancamannya lebih besar. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
“Pada hari Kiamat, Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret bajunya (musbil, ketika di dunia) karena takabur.” (Muttafaq Alaih, shahih).

Dan secara tegas Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam melarang kita kaum laki-laki melakukan isbal. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
“Dan tinggikanlah kainmu hingga separuh betis, jika engkau enggan maka hingga mata kaki. Dan jauhilah olehmu memanjangkan kain di bawah mata kaki, karena ia termasuk kesombongan, dan sungguh Allah tidak menyukai kesombongan.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dengan sanad shahih , At-Tirmidzi berkata, hadits ini hasan shahih).

Hadits di atas memberi kata putus terhadap orang yang beralasan bahwa memanjangkan kain hingga di bawah mata kaki dibolehkan asal tidak karena sombong. Ini adalah alasan batil dan dicari-cari untuk pembenaran kebiasaan mereka yang menyalahi sunnah. Hadits di atas dengan tegas memasukkan perbuatan isbal sebagai sikap sombong, apatah lagi jika memang isbal-nya itu diniati untuk sombong. Maka pantaslah ancamannya sangat berat. Dan fakta menunjukkan, laki-laki yang musbil itu, memanglah pada umumnya untuk bergaya yang di dalamnya ada unsur bangga diri dan sombong. Buktinya kebanyakan mereka menganggap kampungan, kolot dan udik serta melecehkan saudara-saudara mereka yang mengenakan pakaian di atas mata kaki, padahal itulah yang diperintahkan syari’at.

Adapun kaum wanita, mereka diwajibkan menutupi tubuhnya hingga di bawah mata kaki, karena ia termasuk aurat. Namun pada umumnya, yang dipraktikkan umat Islam di zaman ini adalah sebaliknya. Laki-laki memakai pakaian hingga di bawah mata kaki, sedang wanita pakaiannya jauh di atas mata kaki. Na’udzubillah, dan kepada Allah kita memohon keselamatan.

2. Mengenakan pakaian tipis dan ketat.

Dalam kaca mata syari’at, jika bahan-bahan pakaian itu sangat tipis sehingga menampakkan aurat, lekuk-lekuk tubuh atau sejenisnya maka pakaian itu tidak boleh dikenakan. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.” (Al-A’raf: 26).

Tetapi jika pakaian itu tidak menampakkan aurat dan lekuk-lekuk tubuh maka hal itu tidak mengapa. Namun jika pakaian itu menyerupai dan menunjukkan identitas pakaian orang kafir maka ia tidak dibolehkan.

3. Mengenakan pakaian yang menyerupai pakaian wanita.

Di antara fithrah yang disyari’atkan Allah kepada hambaNya yaitu agar laki-laki menjaga sifat kelelakiannya dan wanita menjaga sifat kewanitaannya seperti yang telah diciptakan Allah. Jika hal itu dilanggar, maka yang terjadi adalah kerusakan tatanan hidup di masyarakat. Dalam hadits shahih disebutkan:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Al-Bukhari).

Sebagian ulama’ berkata, ‘Yang dimaksud menyerupai dalam hadits tersebut adalah dalam hal pakaian, berdandan, sikap, gerak-gerik dan sejenisnya, bukan dalam berbuat kebaikan.’ Karena itu, termasuk dalam larangan ini adalah larangan menguncir rambut, memakai anting-anting, kalung, gelang kaki dan sejenisnya bagi laki-laki, sebab hal-hal tersebut adalah kekhususan bagi wanita. Rasulullah ` bersabda:
“Allah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Daud, Shahihul Jami’ , 5071) .

4. Mengenakan pakaian modis yang sedang nge-trend.

Saat ini sebagian umat Islam, terutama kaum mudanya sering tergila-gila dengan mode pakaian yang sedang in (nge-trend ) atau pakaian yang dikenakan oleh para bintang dan idola mereka. Seperti pakaian bergambar penyanyi, kelompok-kelompok musik, botol dan cawan arak, gambar-gambar makhluk hidup, salib atau lambang-lambang club-club dan organisasi-organisasi non Islam, juga slogan-slogan kotor yang tidak lagi memperhitungkan kehormatan dan kebersihan diri, yang biasanya ditulis di punggung pakaian atau kaos dengan bahasa Indonesia atau bahasa-bahasa asing.

Pada umumnya para pemakai pakaian-pakaian tersebut merasa bangga dengan pakaiannya, bahkan dengan maksud untuk memperoleh popularitas karena pakaiannya yang aneh tersebut. Padahal Nabi ` bersabda:
“Barangsiapa mengenakan pakaian (untuk memperoleh) popularitas di dunia, niscaya Allah mengenakan kepadanya pakaian kehinaan pada hari Kiamat.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar, hasan).

Imam Asy-Syaukani berkata, ‘Hadits di atas menunjuk-kan diharamkannya mengenakan pakaian untuk meraih popularitas. Dan larangan tersebut tidak khusus terhadap pakaian untuk popularitas, tetapi termasuk juga pakaian yang menyelisihi pakaian masyarakat pada umumnya (yang bertentangan dengan agama/etika). Jika pakaian itu untuk maksud popularitas, maka tidak ada bedanya antara pakaian yang mahal atau kumal, sesuai dengan yang dikenakan orang pada umumnya atau tidak, sebab pengharaman tersebut berporos pada (niat) popularitas.’

5. Mengenakan pakaian yang tidak menutupi aurat.

Seperti memakai celana pendek atau pakaian olah raga lainnya yang menampakkan paha. Aurat laki-laki adalah dari pusar hingga dua lutut kaki. Karena itu, paha termasuk aurat. Setiap muslim diperintahkan menutup dan menjaga auratnya kecuali di depan isteri atau hamba sahayanya. Ketika Rasulullah ` melihat sahabat Ma’mar tersingkap pahanya, beliau ` bersabda:
“Wahai Ma’mar, tutupilah pahamu, karena paha adalah aurat.” (HR. Ahmad).
“Jagalah auratmu kecuali dari isterimu atau hamba sahayamu.” (HR. Imam lima kecuali An-Nasa’i dengan sanad hasan).

6. Tidak memperhatikan masalah pakaian ketika masuk masjid.

Sebagian orang yang akan menunaikan shalat berjama’ah tak peduli dengan pakaian yang dikenakannya, bahkan terkadang di luar kepatutan dan kepantasan. Misalnya masuk masjid dengan mengenakan jenis pakaian sebagaimana disebutkan pada poin keempat. Shalat adalah untuk menghadap kepada Allah, karena itu kita harus mengenakan pakaian yang bagus dan indah sebagaimana yang diperintahkan. Allah berfirman:
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.” (Al-A’raf: 31).

Disunnahkan pula agar kita memakai wangi-wangian ketika hendak ke masjid dan menghindari bau-bauan yang tidak sedap. Demikianlah yang dituntunkan dan dipraktikkan baginda Nabi ` dan para sahabatnya yang mulia.

7. Mengenakan pakaian bergambar makhluk bernyawa

Apalagi gambar orang-orang kafir, baik penyanyi, seniman, negarawan atau orang-orang terkenal lainnya. Mengenakan pakaian bergambar makhluk bernyawa adalah haram, baik gambar manusia atau hewan. Nabi Shalaluhu’alaihi Wa salam bersabda:
“Setiap tukang gambar ada di Neraka, Allah mencipta-kan untuknya (dari) setiap gambar yang ia bikin sebuah nyawa, lalu mereka menyiksanya di Neraka Jahannam.” (HR. Muslim).
“Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang ada di dalamnya anjing dan gambar-gambar.” (HR. Al-Bukhari).

Adapun gambar orang-orang kafir maka memakai atau menggunakannya madharatnya akan semakin besar, sebab akan mengakibatkan pengagungan terhadap mereka.

8. Laki-laki menggunakan perhiasan emas dan kain sutera.

Saat ini banyak kita jumpai barang-barang perhiasan untuk laki-laki yang terbuat dari emas. Seperti jam tangan, kaca mata, kancing baju, pena, rantai, cincin dan sebagainya. Ada pula yang merupakan hadiah dalam suatu pertandingan, misalnya sepatu emas dan lainnya.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam melihat cincin emas di tangan seorang laki-laki, serta merta beliau mencopot lalu membuangnya, seraya bersabda:
“Salah seorang dari kamu sengaja (pergi) ke bara api, kemudian mengenakannya di tangannya!’ Setelah Rasulullah ` pergi, kepada laki-laki itu dikatakan, ‘Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah!’ Ia menjawab, ‘Demi Allah, selamanya aku tidak akan mengambilnya, karena Rasulullah ` telah membuangnya.” (HR. Muslim, 3/1655).

Dan Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam bersabda:
“Dihalalkan emas dan sutera itu untuk kaum wanita dari kaumku dan diharamkan keduanya bagi kaum prianya dari mereka.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i, shahih). (ain/alsofwah

www.hatibening.com (http://www.hatibening.com)
Judul: Re:kesalahan dalam pakean laki2
Ditulis oleh: .::senyum chandra::. pada Maret 05, 2009, 09:05:15 pm
nulisnya aja udah salah...

ralat :
PAKAIAN
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: wa pada Maret 13, 2009, 09:39:28 pm
nulisnya aja udah salah...

ralat :
PAKAIAN
makasih bu guru.........   :)  harus huruf kapital ya....
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: Fareast pada April 01, 2009, 11:10:56 pm
bisa tegur menegur..alhamdulillah  >:D<
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: ummulhidayah pada Juni 11, 2009, 03:41:37 am
Postingannya bagus,tapi terlalu panjang..apa ga bisa dipotong2,capek bacanya,,tp bener asli bgus,makasih y dah mau menuliskannya.
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: arif budiman pada Juni 11, 2009, 09:41:16 am
1. Isbal.

Isbal yaitu menurunkan atau memanjangkan pakaian hingga di bawah mata kaki. Larangan isbal bersifat umum untuk seluruh jenis pakaian, baik celana panjang, sarung, gamis, mantel atau pakaian lainnya. Ironinya, larangan ini dianggap remeh oleh kebanyakan umat Islam, padahal dalam pandangan Allah ia merupakan masalah besar. Rasulullah ` bersabda:
“Kain yang memanjang hingga di bawah mata kaki tempatnya di Neraka.” (HR. Al-Bukhari, shahih).
Ancaman bagi musbil (orang yang melakukan isbal ) dengan Neraka tersebut sifatnya adalah muthlak dan umum, baik dengan maksud takabur atau tidak. Jika isbal tersebut dilakukan dengan maksud takabur maka ancamannya lebih besar. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
“Pada hari Kiamat, Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret bajunya (musbil, ketika di dunia) karena takabur.” (Muttafaq Alaih, shahih).

Dan secara tegas Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam melarang kita kaum laki-laki melakukan isbal. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
“Dan tinggikanlah kainmu hingga separuh betis, jika engkau enggan maka hingga mata kaki. Dan jauhilah olehmu memanjangkan kain di bawah mata kaki, karena ia termasuk kesombongan, dan sungguh Allah tidak menyukai kesombongan.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dengan sanad shahih , At-Tirmidzi berkata, hadits ini hasan shahih).

Hadits di atas memberi kata putus terhadap orang yang beralasan bahwa memanjangkan kain hingga di bawah mata kaki dibolehkan asal tidak karena sombong. Ini adalah alasan batil dan dicari-cari untuk pembenaran kebiasaan mereka yang menyalahi sunnah. Hadits di atas dengan tegas memasukkan perbuatan isbal sebagai sikap sombong, apatah lagi jika memang isbal-nya itu diniati untuk sombong. Maka pantaslah ancamannya sangat berat. Dan fakta menunjukkan, laki-laki yang musbil itu, memanglah pada umumnya untuk bergaya yang di dalamnya ada unsur bangga diri dan sombong. Buktinya kebanyakan mereka menganggap kampungan, kolot dan udik serta melecehkan saudara-saudara mereka yang mengenakan pakaian di atas mata kaki, padahal itulah yang diperintahkan syari’at.

Adapun kaum wanita, mereka diwajibkan menutupi tubuhnya hingga di bawah mata kaki, karena ia termasuk aurat. Namun pada umumnya, yang dipraktikkan umat Islam di zaman ini adalah sebaliknya. Laki-laki memakai pakaian hingga di bawah mata kaki, sedang wanita pakaiannya jauh di atas mata kaki. Na’udzubillah, dan kepada Allah kita memohon keselamatan.
masalah isbal ini adalah persoalan khilafiyah
bahasannya sudah ada dan lengkap dengan dalil dari masing2 pendapat, baik yang mengharamkan mutlak maupun yang mengharamkan karena kesombongan, di
http://forum.dudung.net/index.php/topic,8762.0.html
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: Ummu_Nuha pada Juni 11, 2009, 12:02:04 pm
Nice post,  :great: semoga yang belum mengerti bisa memahami syukur2 melaksanakan.
nulisnya aja udah salah...

ralat :
PAKAIAN

kok saya ga menemukan adanya kesalahan ya  :-?? atau mata saya yang salah  :-/
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: arif budiman pada Juni 11, 2009, 12:04:37 pm
OOT
kok saya ga menemukan adanya kesalahan ya  :-?? atau mata saya yang salah  :-/
karena sudah diralat oleh ybs. ummi  :)
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: Ummu_Nuha pada Juni 12, 2009, 10:14:26 am
Oooh...gitu ya
Jazakillah Pak Arif
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: wa pada Juli 04, 2009, 09:58:47 am
Oooh...gitu ya
Jazakillah Pak Arif
ikut ngoreksi.... :D
jajakaullah/jajakumullah yg benar itu khan pak arif bukan bu arif....
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: fahmie ahmad pada Juli 05, 2009, 04:22:24 am
ikut ngoreksi.... :D
jajakaullah/jajakumullah yg benar itu khan pak arif bukan bu arif....

kl gt ikut ngoreksi juga

yang bener itu ja"za", bukan ja"ja" (terkecuali anda berbicara sebagai orang sunda), dan "ka" tidak bisa disamakan dengan "kum", karena mukhotobnya berbeda. "ka" untuk "kamu laki-laki, sedang "kum" untuk jama'.
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: sai pada Juli 05, 2009, 08:54:15 am
oot. Wah mas fahmi rasis nih.bawa2 orang sunda. Siapa bilang orang sunda ga bisa ngomong 'z'? Pitnah itu
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: alhikmah99 pada Juli 07, 2009, 08:36:53 pm
Bismillah ..!

Kutip
Postingannya bagus,tapi terlalu panjang..apa ga bisa dipotong2,capek bacanya,,tp bener asli bgus,makasih y dah mau menuliskannya.

postingnya malah kurang
jadi orang bisa salah paham malah

nih ana tambahin satu
terlepas mau makai illat sombong atau tidak
harap diingat juga

Isbâl itu tidak berlaku untuk semua jenis pakaian. Hadis-hadis yang ada menyatakan isbâl itu berkaitan dengan tsawb seperti riwayat Al-Bukhari dari Ibn Umar di atas; izâr, qamîsh (gamis), dan ’imâmah (surban).  Ibn Umar menuturkan, Rasul saw. pernah bersabda:
«اْلإِسْبَالُ فِي اْلإِزَارِ وَالْقَمِيصِ وَالْعِمَامَةِ مَنْ جَرَّ مِنْهَا شَيْئًا خُيَلاَءَ لَمْ يَنْظُرْ اللهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
Isbâl itu terjadi dalam izâr, qamîsh, (gamis), dan surban. Siapa saja yang memanjangkan darinya sesuatu karena sombong, Allah tidak akan melihatnya kelak pada Hari Kiamat. (HR Abu Dawud dan an-Nasa'i).

jadi celana boleh panjang sampai mata kaki
jadi nggak usah makai uang untuk memotong celana-2 nya
mending disumbangkan saja untuk dakwah

referensi :
majalah Al-Waie no. 56







Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: wa pada Juli 17, 2009, 09:31:54 pm
ikut ngoreksi.... :D
jajakaullah/jajakumullah yg benar itu khan pak arif bukan bu arif....

kl gt ikut ngoreksi juga

yang bener itu ja"za", bukan ja"ja" (terkecuali anda berbicara sebagai orang sunda), dan "ka" tidak bisa disamakan dengan "kum", karena mukhotobnya berbeda. "ka" untuk "kamu laki-laki, sedang "kum" untuk jama'.
makasih banget..... :D :D
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: ksitc pada Oktober 12, 2009, 03:20:43 pm
asal nyaman dan enak di lihat
buat gua c gak masalah
hehehe
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: wa pada November 13, 2009, 08:33:48 pm
Bismillah ..!

Kutip
Postingannya bagus,tapi terlalu panjang..apa ga bisa dipotong2,capek bacanya,,tp bener asli bgus,makasih y dah mau menuliskannya.
Isbâl itu tidak berlaku untuk semua jenis pakaian. Hadis-hadis yang ada menyatakan isbâl itu berkaitan dengan tsawb seperti riwayat Al-Bukhari dari Ibn Umar di atas; izâr, qamîsh (gamis), dan ’imâmah (surban).  Ibn Umar menuturkan, Rasul saw. pernah bersabda:
«اْلإِسْبَالُ فِي اْلإِزَارِ وَالْقَمِيصِ وَالْعِمَامَةِ مَنْ جَرَّ مِنْهَا شَيْئًا خُيَلاَءَ لَمْ يَنْظُرْ اللهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
Isbâl itu terjadi dalam izâr, qamîsh, (gamis), dan surban. Siapa saja yang memanjangkan darinya sesuatu karena sombong, Allah tidak akan melihatnya kelak pada Hari Kiamat. (HR Abu Dawud dan an-Nasa'i).

referensi :
majalah Al-Waie no. 56

yang ana pahami dari hadits itu adalah bahwa izhar, qamis, dan surban merupakan hal-hal yang biasanya terjadi isbal bukan penegasan bahwa isbal hanya pada yang demikian.
maukah antum menjelaskannya lagi dengan lebih jelas atau memberi masukan hadits yang lain...
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: wa pada November 13, 2009, 08:39:25 pm
asal nyaman dan enak di lihat

maaf akhi... agama itu bukan masalah enak-enakan... tetapi mana yang paling benar....

buat gua c gak masalah
hehehe

mungkin bagi antum itu bukan masalah besar... tapi coba antum pikirkan ancaman atas yang antum acuhkan ini....
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: gerrard pada November 15, 2009, 07:42:09 pm
asal nyaman dan enak di lihat

maaf akhi... agama itu bukan masalah enak-enakan... tetapi mana yang paling benar....

buat gua c gak masalah
hehehe

mungkin bagi antum itu bukan masalah besar... tapi coba antum pikirkan ancaman atas yang antum acuhkan ini....


Sebenarnya masalah nyaman dan enak di lihat itu juga ga salah mas wa.
semua kesalahan yang diutarakan bukankah memang type pakaian yang tidak enak di lihat. tentu dilihatnya dengan hati yang bersih tentunya.

Rosulullah memerintahkan menjauhi type2 tersebut saya yakin karena memang laki-laki tidak pantas mengenakan pakaian seperti itu.

namum kebanyakan sekarang orang berpakaian melihat lingkungan pergaulannya.. salah pergaulan ya salah juga cara berpakaian yang dipilih akhirnya.
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: alhikmah99 pada November 17, 2009, 07:46:14 pm
yang ana pahami dari hadits itu adalah bahwa izhar, qamis, dan surban merupakan hal-hal yang biasanya terjadi isbal bukan penegasan bahwa isbal hanya pada yang demikian.

berarti pemahaman kita beda.
entar tanya yang ahli bahasa arab dulu qih.
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: wa pada November 21, 2009, 09:52:57 am
yang ana pahami dari hadits itu adalah bahwa izhar, qamis, dan surban merupakan hal-hal yang biasanya terjadi isbal bukan penegasan bahwa isbal hanya pada yang demikian.

berarti pemahaman kita beda.
entar tanya yang ahli bahasa arab dulu qih.
ana tunggu....
Judul: Re
Ditulis oleh: angela pada November 21, 2009, 02:56:06 pm
Pilih no coment aja ah. Cos aq GAK SUKA SUAMIKU PAKAI CELANA DI ATAS MATA KAKI. Jd keliatan norak lo pakai jeans, jas, pokokny gk suka.
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: gerrard pada November 23, 2009, 04:06:44 pm
Pandangan sekarang juga sudah berbeda tidak memandang kalau yang melewati mata kaki itu sombong. tapi lebih terlihat rapi dan indah di mata.

kalau dahulu sih memang menurut yang saya ketahui merupakan bagian dari menyombongkan diri yang biasanya dilakukan oleh orang-orang kaya.
sekarang berbeda, makin kaya pakaian orang makin pendek, makin sempit, makin mahal.

ga boleh mungkin jika memakai celananya yang sangat keterlaluan mahalnya yang harganya lebih dari penghasilan tetangganya sebulan dan tak tentu, ditambah lagi niatnya memang untuk memamerkan kekayaan.
Judul: Re:Re
Ditulis oleh: wa pada November 25, 2009, 10:36:02 am
Pilih no coment aja ah. Cos aq GAK SUKA SUAMIKU PAKAI CELANA DI ATAS MATA KAKI. Jd keliatan norak lo pakai jeans, jas, pokokny gk suka.
hati-hati ya ukhti..... yang antum cela ini adalah sunah Rasulullah saw.....

janganlah kita mencela suatu syariat yang kita belum faham hikmahnya atau yang kita enggan mengamalkannya atau mungkin perbedaan pendapat dalam memahaminya

hati-hatilah dengan kata-kata yang kita ucapkan, mungkin perkataan yang kita ucapkan itu remeh di hadapan kita tapi belum tentu di hadapan Allah...
Judul: Re:kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: abu muhammad pada Juni 21, 2010, 08:27:11 am
Pandangan sekarang juga sudah berbeda tidak memandang kalau yang melewati mata kaki itu sombong. tapi lebih terlihat rapi dan indah di mata.

kalau dahulu sih memang menurut yang saya ketahui merupakan bagian dari menyombongkan diri yang biasanya dilakukan oleh orang-orang kaya.
sekarang berbeda, makin kaya pakaian orang makin pendek, makin sempit, makin mahal.

apakah antum mengatakan bahwa isbal itu tidak rapi, kuno dan tidak sedap di pandang?... mudah-mudahan tidak demikian pendapat antum...


coba kita buka kembali Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi (ana rasa semua golongan memakai kitab ini sebagai salah atu rujukan dalam fikih)

sebenarnya masalah ini sangat jelas...
coba kita perhatikan dalil2 mengenai isbal...
di sana kita dapat menyimpulkan bahwa haramnya berjalan dengan sombong, haramnya isbal, dan lebih haramnya lagi bila kita berjalan sombong dlm keadaan isbal.
jadi isbal itu sendiri adalah suatu dosa yang ringan (tahukan hukuman dosa yang paling ringan di neraka yaitu di bakar telapak kakinya hingga otaknya mendidih dan ia merasa seolah-olah itu adalah siksa yang paling berat).
sedangkan sombong lebih besar lagi dosanya... bahkan tidak akan masuk surga orang yang memiliki satu biji sawi kesombongan...

sedang sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia...
menurut ana sungguh sangat sulit untuk tetap tidak sombong sedangkan kita dalam keadaan isbal dan kita tahu dalil tentang isbal itu sendiri...
Judul: Re: kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: ah_ken pada Juli 10, 2010, 07:29:10 pm

3. Mengenakan pakaian yang menyerupai pakaian wanita.

Di antara fithrah yang disyari’atkan Allah kepada hambaNya yaitu agar laki-laki menjaga sifat kelelakiannya dan wanita menjaga sifat kewanitaannya seperti yang telah diciptakan Allah. Jika hal itu dilanggar, maka yang terjadi adalah kerusakan tatanan hidup di masyarakat. Dalam hadits shahih disebutkan:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Al-Bukhari).

Sebagian ulama’ berkata, ‘Yang dimaksud menyerupai dalam hadits tersebut adalah dalam hal pakaian, berdandan, sikap, gerak-gerik dan sejenisnya, bukan dalam berbuat kebaikan.’ Karena itu, termasuk dalam larangan ini adalah larangan menguncir rambut, memakai anting-anting, kalung, gelang kaki dan sejenisnya bagi laki-laki, sebab hal-hal tersebut adalah kekhususan bagi wanita. Rasulullah ` bersabda:
“Allah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Daud, Shahihul Jami’ , 5071) .

www.hatibening.com (http://www.hatibening.com)

yg NO 3 tanpa dilarang saya udah setuju ..., saya gak mo paka B** ... :102: :102:
Judul: Re: kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: JinKura2 pada Juli 11, 2010, 02:28:39 pm
1. Isbal.

Isbal yaitu menurunkan atau memanjangkan pakaian hingga di bawah mata kaki. Larangan isbal bersifat umum untuk seluruh jenis pakaian, baik celana panjang, sarung, gamis, mantel atau pakaian lainnya. Ironinya, larangan ini dianggap remeh oleh kebanyakan umat Islam, padahal dalam pandangan Allah ia merupakan masalah besar. Rasulullah ` bersabda:
“Kain yang memanjang hingga di bawah mata kaki tempatnya di Neraka.” (HR. Al-Bukhari, shahih).
Ancaman bagi musbil (orang yang melakukan isbal ) dengan Neraka tersebut sifatnya adalah muthlak dan umum, baik dengan maksud takabur atau tidak. Jika isbal tersebut dilakukan dengan maksud takabur maka ancamannya lebih besar. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
“Pada hari Kiamat, Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret bajunya (musbil, ketika di dunia) karena takabur.” (Muttafaq Alaih, shahih).

Dan secara tegas Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam melarang kita kaum laki-laki melakukan isbal. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
“Dan tinggikanlah kainmu hingga separuh betis, jika engkau enggan maka hingga mata kaki. Dan jauhilah olehmu memanjangkan kain di bawah mata kaki, karena ia termasuk kesombongan, dan sungguh Allah tidak menyukai kesombongan.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dengan sanad shahih , At-Tirmidzi berkata, hadits ini hasan shahih).

Hadits di atas memberi kata putus terhadap orang yang beralasan bahwa memanjangkan kain hingga di bawah mata kaki dibolehkan asal tidak karena sombong. Ini adalah alasan batil dan dicari-cari untuk pembenaran kebiasaan mereka yang menyalahi sunnah. Hadits di atas dengan tegas memasukkan perbuatan isbal sebagai sikap sombong, apatah lagi jika memang isbal-nya itu diniati untuk sombong. Maka pantaslah ancamannya sangat berat. Dan fakta menunjukkan, laki-laki yang musbil itu, memanglah pada umumnya untuk bergaya yang di dalamnya ada unsur bangga diri dan sombong. Buktinya kebanyakan mereka menganggap kampungan, kolot dan udik serta melecehkan saudara-saudara mereka yang mengenakan pakaian di atas mata kaki, padahal itulah yang diperintahkan syari’at.

Adapun kaum wanita, mereka diwajibkan menutupi tubuhnya hingga di bawah mata kaki, karena ia termasuk aurat. Namun pada umumnya, yang dipraktikkan umat Islam di zaman ini adalah sebaliknya. Laki-laki memakai pakaian hingga di bawah mata kaki, sedang wanita pakaiannya jauh di atas mata kaki. Na’udzubillah, dan kepada Allah kita memohon keselamatan.

................

7. Mengenakan pakaian bergambar makhluk bernyawa

Apalagi gambar orang-orang kafir, baik penyanyi, seniman, negarawan atau orang-orang terkenal lainnya. Mengenakan pakaian bergambar makhluk bernyawa adalah haram, baik gambar manusia atau hewan. Nabi Shalaluhu’alaihi Wa salam bersabda:
“Setiap tukang gambar ada di Neraka, Allah mencipta-kan untuknya (dari) setiap gambar yang ia bikin sebuah nyawa, lalu mereka menyiksanya di Neraka Jahannam.” (HR. Muslim).
“Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang ada di dalamnya anjing dan gambar-gambar.” (HR. Al-Bukhari).

Adapun gambar orang-orang kafir maka memakai atau menggunakannya madharatnya akan semakin besar, sebab akan mengakibatkan pengagungan terhadap mereka.

.............

www.hatibening.com (http://www.hatibening.com)

Wah...telat banget komen ini ya...maaph, newbie... ;)

Q paling teratarik sama no 1&7 saja, soalna debatable sih...^^

Sekedar tanya saja...Bagaimana bila kita hidup di daerah yang beriklim dingin? Tidak menutup hingga mata kaki=beku= (potensi) mati? Juga bagaimana dengan para astronot di luar angkasa? Pakaian mereka malah tertutup total...Trus, apakah hal tsb tak bisa lepas dari sejarah masa itu? Yap, barangkali dulu mengenakan celana hingga melebihi mata kaki dianggap sombong. Apakah sekarang masih begitu? Apakah penafsirannya harus dikontekskan dengan kondisi kekinian soal hal ini? Soalnya saya punya kenalan yang melakukan itu dan dia ramah sekali+sangat memuliakan sesamanya...^^

Soal gambar, bagaimana hal itu bila dikaitkan dengan  upaya dokumentasi? Trs, klo mau agak "ekstrem", bagaimana dengan hasil jepretan poto? Soalnya dulu kan belum ada teknologi fotografi...

Thx, no offense...^_^
Judul: Re: kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: abu muhammad pada Juli 14, 2010, 06:44:17 pm


Wah...telat banget komen ini ya...maaph, newbie... ;)

Q paling teratarik sama no 1&7 saja, soalna debatable sih...^^

Sekedar tanya saja...Bagaimana bila kita hidup di daerah yang beriklim dingin? Tidak menutup hingga mata kaki=beku= (potensi) mati? Juga bagaimana dengan para astronot di luar angkasa? Pakaian mereka malah tertutup total...Trus, apakah hal tsb tak bisa lepas dari sejarah masa itu?
[/quote]
yang anda utarakan itu adalah sebuah kasus... hukumnya sama dengan seseorang yang kelaparan dan hampir mati tetapi yang didapatinya hanya ada seekor babi dan bolehnya ia memakannya secukupnya...
tahukah anda apa itu sombong????
saya tidak mau banyak berkoar tentang isbal... coba anda baca saja kitabnya Imam Nawawi Rihadhus salihin kemudian renungkanlah....
Judul: Re: kesalahan dalam PAKAIAN laki-laki
Ditulis oleh: sai pada Juli 15, 2010, 08:20:50 am
tahukah anda apa itu sombong????
saya tidak mau banyak berkoar tentang isbal... coba anda baca saja kitabnya Imam Nawawi Rihadhus salihin kemudian renungkanlah....

sadar atau tidak, anda mengulangi tulisan "baca lagi alQuran...bla...bla..bla..." [dan anda tau pendapat Saya tentang itu]

jadi sebaiknya Anda tulis saja apa yang berhasil anda baca dan renungkan. daripada hanya berkoar dan dianggap "agar terlihat lebih intelek"
Judul: Re:kesalahan dalam pakean laki2
Ditulis oleh: dekade_akhir pada Maret 04, 2012, 12:12:44 pm
nambahin, DILARANG menggunakan pakaian tetangga yg lagi di jemur (maling) :p