Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Topik - serunting

Halaman: [1] 2 3 ... 5
1
Jodoh & Pernikahan / Undangan Pernikahan Saya dan Calon Istri =D
« pada: Desember 08, 2009, 08:09:15 am »
Karena takdir itulah, setiap bagian dari dunia ini bertemu dengan pasangannya.
Dalam pandangan orang bijak, langit adalah laki-laki dan bumi adalah perempuan.
Bumi memupuk apa yang telah dijatuhkan oleh langit.
Jika bumi kekurangan panas, maka langit mengirimkan panas kepadanya.
Jika bumi kehilangan kesegaran dan kelembaban,langit segera memulihkannya...
[Cinta, Jalaludin Rumi]


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT,
Kami bermaksud menyelenggarakan syukuran pernikahan kami

IRMA HERDIYANTI
[id : peLan9i]

dan

HENDRA WIJAYA
[id : serunting]


Yang Insya Allah akan diselenggarakan pada :
Minggu, 20 Desember 2009, Pukul 11.00 – 13.30 WIB
Bertempat di Gedung Sopo Sulaksana
Jl. Sekolah Internasional No. 52 (Jalan Sulaksana)
Terusan Jalan Jakarta , Bandung

 
Sungguh suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami,
disertai ucapan syukur dan terima kasih,
apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir
untuk memberikan doa restu kepada kedua mempelai.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kami yang berbahagia :
Kel. Hardjowalujono dan Hana Hernawati
Kel. Masnuri dan Nuraini
 

“Semoga Allah SWT menghimpun yang terserak dari keduanya,
memberkahi mereka berdua,  meningkatkan kualitas keturunan mereka,
menjadikan pembuka pintu-pintu  rahmat,sumber ilmu dan hikmah,
serta pemberi rasa aman bagi umat.”
(Do’a Nabi Muhammad SAW pada pernikahan putri beliau
Fatimah Azzahra dengan Ali bin Abi Thalib)

3
Berita & Politik / Mengungkap Indikasi Korupsi malah Dipenjara
« pada: Oktober 30, 2008, 09:54:09 pm »
Saya menjadi anggota DPRD Bengkulu sejak Periode 1999 sampai 2004. Kemudian di tahun 2004 terpilih kembali (juga terpilih menjadi ketua DPRD Bengkulu). Semasa kepemimpinan walikota periode 1999-2004, dalam rangka menjalankan fungsi kontrol anggaran, saya dan anggota DPRD lainnya mengindikasi banyaknya proyek bermasalah. Salah satunya proyek pengadaaan buku pake untuk SD dan SMP Negeri. Banyak laporan terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek itu. Sekolah-sekolah menerima buku bantuan yang tidak sesuai jenisnya maupun jumlahnya. Buku-buku itu pun sudah kadaluarsa alias masih memakai kurikulum lama. Pelaksanaan proyek itu juga bermasalah, karena dilakukan melalui penunjukkan langsung, padahal seharusnya melalui tender.
Karena berbagai persoalan yang disampaikan anggota dewan, maka kami mengadakan rapat kerja dengan pihak Diknas. Dari hasil rapat itu makin terungkap adanya penyimpangan. Seusai rapat, wartawan mewawancarai saya. Mereka menanyakan kabar yang didengar sebelumnya, bahwa semua proyek yang seharusnya melalui sistem tender sudah dilalukan dengan cara itu, tidak ada yang dilakukan secara penunjukkan langsung. Menjawab pertanyaan itu, saya katakan, kalau ada yang mengatakan proyek dengan mekanisme penunjukkan langsung tidak ada, maka itu bohong. Karena faktanya banyak yang melalui penunjukkan langsung, termasuk proyek pengadaan buku.
Tidak diduga, setelah wawancara itu terbit, saya dilaporkan ke polisi oleh walikota, dengan tuduhan mencemarkan nama baik karena mengucapkan kata 'bohong'. Padahal saya tidak menyebutkan nama, sekedar inisialpun tidak. Laporan itu ditindaklanjuti oleh polisi, dan dilimpahkan berkasnya ke kejaksaan. Saat disidik di kejaksaan, saya katakanjustru proyek buku itu ang seharusnya diusut terlebih dulu, dan saya harusnya dijadikan sebagai saksi. Kalau penyimpangan proyek buku tidak terbukti, barulah tuduhan pencemaran nama baik dilakukan.
Tapi walikota mempunyai pengaruh sangat besar. Ia juga mempunyai kepentingan untuk maju dalam pilkada walikota selanjutnya. Selain itu, bana kasus penyimpangan lainnya yang saya ungkapkan, hingga mungkin sudah lama ia merasa gusar. Saya mendengar sendiri dari orang dekatnya, bahwa walikota pernah berujar, "Pokoknya Pak Zarkasi harus saya penjarakan walaupun hanya satu hari."
Jadi meskipun secara juridis kasus penyelewengan nama baik itu harusnya tidak bisa di bawa ke pengadilan, tapi kasus itu bergulir terus hingga pengadilan. Sementara dugaan korupsi justru tidak diapa-apakan. Dalam persidangan, saya katakan sidang ini seperti sidang di India. Saya katakan pada hakim, "Seharusnya saya dijadikan saksi dalam perkara korupsi, apa yang saya katakan ada bukti-buktinya. Tentang pencemaran nama baik, kapan saya melakukannya? Saya tidak menyebut nama atau inisial."
Tapi argumentasi saya diabaikan. Saya justru divonis lima bulan dengan masa percobaan sepuluh bulan penjara. Berarti bagaimanapun saya dinyatakan bersalah. Saya tidak terima. Sebagai anggota DPRD, menyampakaian indikasi penyimpangan adalah bagian dari tugas. Maka saya mengajukan banding.
Tapi keputusan pengadilan tinggi justru memvonis saya satu bulan penjara. Dalam keputusan itu, disebutkan bahwa tuduhan pencemaran nama baik memang tidak terbukti, tapi dianggap terbukti menghina penguasa yang sah. Menurut saya keputusan itu kacau-balau. Kalau disebut penguasa, anggota DPRD juga penguasa legislatif, yang diberikan kewenangan UNdang-Undang untuk menjalankan fungsi kelembagaan.
Saya kemudian mengajukan kasasi. Saya ingin test case, sejauh apa penegak hukum mematuhi penegakan hukum. Karena menurut Mahkamah Agung (MA), kasasi bisa diajukan untuk perkara yang hukuman pidananya di atas satu tahun. Sedangkan perkara saya hukumannya di bawah satu tahun. Ternyata kasasi itu diterima dan disidangkan oleh MA. Nampak bahawa penegakan hukum dari aspek legalnya sendiri sudah salah kaprah. Dan keputusan kasasi malah menguatkan putusan pengadilan tinggi.
Waktu itu saya beberapa kali bertemu dengan pihak kejaksaan. Saya menanyakan, mengapa bukan dibuktikan dulu adanya korupsi atau tidak. Mengapa yang diproses tuduhan pencemaran nama baik terlebih dulu. Sungguh tidak logis. Ketika bertemu kepala kejaksaan tinggi Bengkulu, hal itu juga saya sampaikan. Tapi ia mengatakan, "Pak Zarkasi, secara pribadi saya merasa ada ketidak adilan dalam kasus ini. Tapi ini sudah terlanjur jadi proses hukum, karena saat awal kasus ini bergulir, kajatinya orang lain." Gagi saya ini aneh, karena harusnya pelaksanaan hukum bukan tergantung siapa yang enjadi kajati.
Saya berusaha mendapatkan sebanyak mungkin bukti tentang penyimpangan proyek pengadaan buku. Saya berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan(BPKP). Kasus itupun sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang meminta agar BPKP melakukan audit investigasi. Hasilnya, terbukti ada kerugian negara sebesar 1,6 milyar. KPK sendiri menyatakan prihatin atas kasus yang menimpa saya, yang dituduh mencemarkan nama baik saat mensinyalir adanya korupsi.
Putusan kasasi MA dikeluarkan tanggal 23 Desember 2006. Tapi di endapkan oleh pengadilan negeri bengkulu sampai satu tahun setengah. Baru pada 27 Juni 2008 saya di minta mematuhi vonis satu bulan penjara itu. Mungkin karena masih memiliki nurani, pihak pengadilan negeri seperti ragu-ragu menjalankan vonis itu. Tapi karena perkara itu sudah terlanjur bergulir hingga putusan final, maka mau tidak mau harus dijalankan. Saya juga menangkap kesan serba salah dari pihak kejaksaan. Kalau tidak dieksekusi bagaimana, kalau dieksekusi juga bagaimana.
Saya sendiri menganggap ada kedzaliman atas apa yang menimpa saya. Ada rasa kecewa atas jalannya hukum yang timpang. Tapi di balik itu, ada pelajaran sangat berharga. Anggota DPRD yang oleh Undang-undang diberikan tugas mengawasi jalannya pemerintahan, bisa dipenjara karena mengindikasikan penyimpangan oknum eksekutif, apalagi masyarakat "biasa". Maka hukum memang harus sungguh-sungguh dibenahi.
Pernah saya ditanyakan, adakah kesedihan saat dipenjara. Saya merasa justru beginilah sunnatullahnya. Menyuarakan kebenaran, ada resiko yang harus dihadapi. Meski sebelumnya memang tidak pernah terbayangkan akan masuk penjara. Tapi resiko itu mungkin masih kecil dibandingkan dengan pengorbanan orang-orang lainnya.
Dan ternyata yang bersimpati begitu banyak. Dukungan luar biasa. Dukungan moral melalui SMS, telpon, demonstrasi damai, bahkan para mahasiswa ikut mengantar beramai-ramai saat saya dibawa ke penjara. Ketika di penjara yang berkunjung tiap hari sangat banyak. Dan sewaktu saya masuk rumah sakit karena sakit ginjal saya kambuh, yang menjenguk di rumah sakit juga begitu banyaknya (Zarkasi dirawat di rumah sakit setelah sekitar setengah bulan di penjara, karena sakit ginjal yang lama diidapnya menjadi-jadi saat dipenjara. Saat ia di rumah sakit, gubernur dan wakilnya juga menjenguk, dan memberikan kenang-kenangan puisi yang dibingkai).
Semua simpati itu membuat terharu. Di penjara, saya satu sel dengan napi berbagai kasus, mulai dari kasus korupsi, pencurian, kekerasan rumah tangga, hingga pelanggaran susila. Sel dikunci mulai jam lima sore hingga delapan pagi. Di dalam sel, tidak ada privacy, WV pun tanpa penyekat. Hingga kalau kita makan, dan ada yang sedang --maaf-- BAB, maka kita tidak bisa menjauhi (tertawa). Tidur pun apa adanya, beralaskan tikar. Tapi para napi tidak seorangpun yang melakukan kekerasan atau pelecehan pada saya. Mereka bersimpati. Di dalam penjara, surat kabar mudah didapatkan. Mereka membaca kasus saya, dan sejak hari pertama di penjara, mereka mengatakan, "Pak Zarkasi tidak layak masuk penjara" (terdiam).
Di penjara, alhamdulillah, saya ikut membina di masjid dan mengisi pengajian. Banyak napi yang berkonsultasi, berdiskusi dan menanyakan soal-soal agama. Para sipir juga ramah. Malah ketika saya sudah membaik setelah dirawat di rumah sakit, ada sipir yang bilang, "Pak Zarkasi, teruskan saja di rawat di rumah sakit hingga masa tahanan habis." Tapi saya tidak mau. Karena merasa sudah sembuh sebelum hari pembebasan, maka say amasuk lagi ke sel tahanan.
Saat itu, kalau pun ada rasa sedih, bukan karena apa yang menimpa saya secara pribadi. Saya terharu melihat delapan anak saya yang masih kecil-kecil. Mereka menyaksikan saat saya akan dibawa ke penjara. Karena saya berangkat dari rumah, seusai sholat maghrib. Saat saya akan dibawa, anak saya yang kelas tiga SD bertanya, "Abi mau kemana?" Saya bilang, "Mau pergi jihad." Lantas anak itu takbir, "Allahuakbar!"
Saat itu ada kejadian unik. Dua orang jaksa yang akan membawa saya ke penjara, meminta saya masuk ke dalam mobil tahanan. Tapi saat akan dipakai, ban mobil tahanan itu kempis. Akhirnya mobil itu tidak bisa dipakai. Jadilah saya dibawa ke penjara memakai mobil saya sendiri, sedangkan kedua jaksa menumpang mobil teman saya menuju penjara. Esoknya di koran terbit berita, "Bahkan mobil tahanan sendiri 'menolak' membawa Pak Zarkasi."
Saya bersyukur keluarga bersikap tegar. Itu juga yang membuat saya terenyuh. Di penjara, saya membaca surat kabar yang emuat wawancara dengan istri say. Istri mengatakan bahwa dirinya dan anak-anak baik-baik saja, karena mengetahui bahwa Bapak (Zarkasi) bukan pelaku kejahatan, tapi korban kedzaliman, ketidak adilan dan penyelewengan hukum. Anak-anak tidak malu karena mengetahui ayahnya bukan pelaku kejahatan. Di sekolah mereka tidak diejek sama sekali. Teman-teman mereka malah banyak yang bersimpati.
Alhamdulillah sayatidak punya dendam terhadap siapapun, termasuk yang mengajukan saya ke meja hijau. Setelah ia lengser sebagai walikota, anak-anak buahnya di birokrasi diberhentikan oleh walikota yang baru. Mereka justru mendatangi saya, meminta bantuan agar walikota yang baru tidak memecat mereka. Meski mereka bersama walikota yang lama pernah sangat mendzalimi saya, tapi ketika mengalami kedzaliman, mereka tetap meminta bantuan. Dan saya berusaha sungguh-sungguh membantu mereka. Karena bagi saya substansinya adalah, kalau dizalimi oleh orang lain, jangan balas mendzalimi. Perbuatan yang salah secara hukum harus ditindaklanjuti secara hukum. tapi bukan berarti membenci manusianya.

---- bersambung---

dari majalah tarbawi edisi 189 Th. 10, Dzulqa'dah 1429, 30 Oktober 2008 hal 52 samapi 59)

4
Berita & Politik / Senjata Legendaris, Pusaka Nasional
« pada: Oktober 07, 2008, 09:26:27 am »
Karena thread militerisme udah ga diterusin lagi, maka bikin thread baru lagi adjah.

Legendary Weapons, National Threasures.

Pengen ngobrol tentang senjata senjata legendaris, tapi ga ngomongin legendary kalashnikov atau senjata massal lainnya.
Cuma ngobrol senjata2 unik. Tentang senjatanya, pemakainya, pembuatnya, dan cerita yg melatar belakanginya.
Ada banyak, semisal Excalibur milik King Arthur, Kusanagi dari jepang, atau Zulfiqar milik Imam Ali. Tapi ngobrolin senjata nusantara adjah yah.

Ayo silahkan...

5
Bina Keluarga / Kabar dari Bang Sholeh
« pada: September 15, 2008, 08:27:53 pm »
Sedikit kutipan saat chat dengan bang sholeh beberapa menit sebelum tulisan ini di posting.

serunting sakti: asssalamu'alaikum
serunting sakti: Oi bang, aku sedang di medan malam ini
Khoirul Harahap: waalaikum salam
serunting sakti: kau di mana?
Khoirul Harahap: o ya
Khoirul Harahap: aku mah di bekasi nih
Khoirul Harahap: dimana kau di medan?
serunting sakti: kemana adja kau bang
serunting sakti: lama abang tak nampak di dudung
Khoirul Harahap: ya di rumah aja
Khoirul Harahap: hehehehe
Khoirul Harahap: gak bisa aktif lagi
Khoirul Harahap:D
Khoirul Harahap: eh ting
Khoirul Harahap: aku dah punya anak nih
Khoirul Harahap: udah lahiran kemaren
serunting sakti: wah serius ?
serunting sakti: laki apa perempuan?
serunting sakti: cemana abang ni, punya berita gembita tak ngasih kabar
serunting sakti: kirim SMS pun tidak
Khoirul Harahap:D
Khoirul Harahap: laki ting
serunting sakti: jangan nyengir adja kau bang
Khoirul Harahap: aduh sory lah
Khoirul Harahap: panik aku
Khoirul Harahap: jadi lupa ngasih kabar
serunting sakti: cemana bisa
serunting sakti: punya anak kok panik
serunting sakti: selamat ya bang
serunting sakti: semoga anaknya jadi anak sholeh
serunting sakti: eh, emang anak sholeh ya?
Khoirul Harahap:D
serunting sakti: yah pokoknya selamat lah
Khoirul Harahap:p
Khoirul Harahap: mudah-mudahan lah
Khoirul Harahap: makasih ting

<sedikit chat tentang kota medan dan sumatra utara>

serunting sakti: sudah kau siapkan namnaya?
Khoirul Harahap: udah
serunting sakti: siapa?
Khoirul Harahap: muhammad fadhlan sa'id harahap

no HP bang sholeh: 081310045989

6
Berita & Politik / Tulisan "jawi" di Malaysia
« pada: Juli 21, 2008, 10:47:22 pm »
Lagi nonton TV3, ada berita persidangan dewan kerajaan malaysia yg salah satu anggota dewannya mengajukan agar tulisan "jawi" diintensifkan di pendidikan formal.

Kirain tulisan "jawi" yang dimaksud adalah tulisan jawa kuno "hanacaraka" ternyata tulisan yang biasa kita sebut sebagai "arab melayu"

contohnya kyak di sini

Menarik juga yah, orang malay malah bilang tulisan "jawi" tapi kita sebut "arab melayu"
atau sy doank yg nyebutnya "arab melayu"?

7
Silaturrahim / Dudunger MEdan
« pada: Juli 15, 2008, 11:08:39 am »
Ada ga?

8
Cerita Lucu / Keanekaragaman Hayati
« pada: Juli 10, 2008, 10:51:55 pm »
Sama sekali bukan pelajaran biologi, cuma iseng adjah tentang banyaknya bahasa di NKRI ini, terkadang penggunaannya yang biasa biasa sadja di suatu daerah, bisa jadi berbeda tanggapannya di daerah lain.

Kita kumpulin yuk...

Gedang(sunda) = Pepaya(Indonesia)
Gedang(jawa) = Pisang(Indonesia)

Sia(sunda;kasar) = Kamu(Indonesia)
Sia(minang) = Siapa
Sia(batak) = Sembilan

Biang(Indonesia)
Biang(batak) = Anjing
<temenku hampir ribut di sumatra utara sono gara-gara salah paham dengan penduduk setempat tentang kata "biang" ini  :)) >

Burit(sunda) = Sore(indonesia)
Burit(Palembang) = P****t(indonesia)
<lucu juga pas pertama sy datang ke bandung, sy sempet mikir orang2 sunda kok "ngomong jorok" ga malu, kok biasa2 adjah kalo bilang p****t. Padahal emang ini artinya kata2 biasa, bukan kata jorok :D   >

Kenyang(indonesia)
Kenyang(sunda)=Tarik
Kenyang(bali)= <artinya cukup vulgar, sy juga diperingatkan ama temen kerja waktu di bali jangan ucapkan kata "kenyang" apalagi sama perempuan bali>

ayo, ada yang mau nambahin ga?

9
Forum PONSEL, PDA & Operator Telekomunikasi / Penipuan Lewat SMS...
« pada: Juli 05, 2008, 08:55:54 pm »
Emang masih musim yah?
Kalo musim sih ga tau, yg jelas sampe kemaren sy masih adja depet SMS ginian.

dilihat di inbox.
Sender:+6285257065456
isi SMS:
Kutip
PEMBERITAHUAN PT.TELKOMSEL
Selamat.No:Andamen_dpt'hadiah MBL,"AVANZA" Di siarkan tadi Mm diRCTI Pk.23.00.WIB U/info Hub: 081353426271

Pengirim:
+222
Bodoh juga yah, padahal udah jelas keliatan pengirimnya: +6285257065456, tapi masih nulis lagi "Pengirim:+222"

Tadi sore, iseng iseng ikutin maen2nya si penipu bodoh ini...
sy telpon ke no yang tertera di SMS, 081353426271.
Singkatnya sih kyk gini...

Tuuuuuut--------tuuuuuuuut------
TSEL gadungan:   <suara perempuan> Terima kasih anda telah menghubungi TELKOMSEL.
         Panggilan anda   akan segera diteruskan.
         <nada bicara yg emang seolah olah suara mesin penjawab>
TSEL gadungan:<suara laki2 paruh baya> Selamat sore, dengan Drs <lupa nama depannya> Jalil
         dari TELKOMSEL ada yang bisa saya bantu?

Me: Sore pak, y kemarin dapet SMS dari TSEL, katanya saya dapat hadiah

TSEL gadungan bodoh: Boleh dibantu dengan siapa sy bicara?

Me: Sy XXXX(my real name)

Penipu blo-on: Bapak XXXX di nomor 0813xxxxxxx terpilih menjadi juara kedua.
           Undiannya dilaksanakan kemarin malam pak,
           bapak mendapatkan hadiah satu buah mobil "Avanza"
           Sy Drs <beneran deh, nama depannya lupa> Jalil beserta
           seluruh Staf dan Karyawan Telkomsel mengucapakan selamat.


Me: Waaah... (exited)
       Jadi gimana nih??? ngambil hadiahnya gimana?

Penipu yg tertipu: Ada dua jalan untuk mengambil hadiahnya pak,
       pertama bapak bisa ambil langsung atau kami yang mengantarkan
        hadiahnya alamat bapak.


Me: Kalau mau ngambil langsung kemana tuh?

Orang Tolol: Bapak bisa ambil langsung ke kantor TELKOMSEL di
        Jl. Gatot Subroto No 24, Gd. Wisma  Mulia.


<Emangnya Gedung2 di jalan gatsu masih pake Nomor2an? bukannya pake "Kav">
Me: Siapa yang harus sy temui di sana?

Tukan tipu konyol: Karyawan telkomsel saja pak, atau dengan sy
      Drs <masih lupa nama depannya> Jalil juga bisa pak.


      <Kok di suruh ke karyawan telkomsel tanpa ada orang yg dituju?
       Emang di Wisma Mulia Karyawan telkomsel cuma seuprit apa?
       kenapa ga langsung nyebutin nama>

Me:Lantai Berapa?

Penipu yg belum sadar kalau dirinya tertipu: Lantai dua

Me: Trus kalau cara yang kedua gimana?

Penipu yg belet banget: Bapak berikan alamat bapak, agar bisa kami antarkan hadiahnya...

Me: <udah cukup ah maen maennya> Canggih juga yah nipunya jaman sekaran....

Tuuuuuuuuuuuuuuuuuut....
Call End.


10
Other Hobbies / WAYANG GOLEK
« pada: Juni 25, 2008, 07:11:03 pm »
Dupi di dieu aya anu resep ngadangukeun atanapi lalajo wayang golek teu nya?
Aya anu gaduh mp3/vcd na?

11
Jodoh & Pernikahan / PERNIKAHAN BANGSHOLEH dan EVIA
« pada: Desember 12, 2007, 04:57:28 pm »
Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh...

Alhamdulillah, ada berita gembira...
Seperti yang tertera di judul, InsyaAllah saudara kita:
Khoirul Sholeh Harahap (bangsholeh)
akan menikah dengan
evia

Yang Insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2007, mulai pukul 9.00 WIB
Bertempat di kediaman teh evia:
Kom. PU Bantar Gebang
Jl. Pengairan 4 Blok D/No120
RT06/RW07
BEKASI


Untuk informasi silahkan hubungi bangsholeh di: 081315440192 atau hubungi evia

12
Cerita Lucu / Euro-English
« pada: Oktober 25, 2007, 08:19:23 am »
The European Commission has just announced an agreement whereby English will be the official language of the European Union rather than German, which was the other possibility. As part of the negotiations, Her Majesty’s Government conceded that English spelling had some room for improvement and has accepted a 5-year phase-in plan that would become known as “Euro-English”.

In the first year, “s” will replace the soft “c”. Sertainly, this will make Sivil Servants jump with joy. The hard “c” will be dropped in favour of “k”. This should klear up confusion, and keyboards kan have one less letter. There will be growing public enthusiasm in the second year when the troublesome “ph” will be replaced with “f”. This will make words like fotograf 20% shorter.

In the 3rd year, public akseptanse of the new spelling kan be expected to reach the stage where more komplikated changes are possible. Governments will encourage the removal of double letters which have always ben a deterant to akurate speling. Also, al wil agre that the horibl mes of the silent “e” in thee language is disdrasful and it should go away.

By the 4th yer people wil be resptiv to steps such as replasing “th” with “z” and “w” with “v”.

During ze fifz yer, ze unesesary “o” kan be dropde from vords containing “ou” and after ziz fifz yer, ve vil hav a reil sensibl riten styl. Zer vil be no mor trubl or difikultis and evrivun vil find it ezi tu understand ech oza. Ze dream of a United Urop vil finali kum tru. Zen v evil rul ze vurld !!!

13
Cerita Lucu / Kids in school think quick
« pada: Oktober 22, 2007, 08:59:34 pm »
> TEACHER  :     Maria, go to the map and find North
> America .
> MARIA      :     Here it is!
> TEACHER  :     Correct. Now class, who discovered
> America ?
> CLASS       :     Maria!
>
___________________________________________________________
>
>
>
> TEACHER  :     Why are you late, Frank?
> FRANK      :     Because of the sign.
> TEACHER  :     What sign?
> FRANK      :     The one that says, "School Ahead,
> Go Slow."
>
___________________________________________________________
>
>
>
> TEACHER  :     John, why are you doing your math
> multiplication on the floor?
> JOHN        :     You told me to do it without using
> tables!
>
___________________________________________________________
>
>
> TEACHER  :     Glenn, how do you spell "crocodile?"
> GLENN      :     K-R-O-K-O-D-A-I-L"
> TEACHER  :     No, that's wrong
> GLENN      :     Maybe it s wrong, but you asked me
> how I spell it!
>
___________________________________________________________
>
> TEACHER  :     Donald, what is the chemical formula
> for water?
> DONALD   :     H I J K L M N O!!
> TEACHER  :     What are you talking about?
> DONALD   :     Yesterday you said it's H to O!
>
___________________________________________________________
>
>
> TEACHER  :     Winnie, name one important thing we
> have today that we didn't have ten years ago.
> WINNIE    :     Me!
>
___________________________________________________________
>
> TEACHER  :     Goss, why do you ! always get so
> dirty?
> GOSS        :     Well, I'm a lot closer to the
> ground than you are.
>
>
___________________________________________________________
>
> TEACHER  :     Millie, give me a sentence starting
> with "I."
> MILLIE      :     I is...
> TEACHER  :     No, Millie..... Always say, "I am."
> MILLIE      :     All right... "I am the ninth
> letter of the alphabet."
>
___________________________________________________________
>
> TEAC! HER  :     Can anybody give an example of
> COINCIDENCE?
> TINO         :     Sir, my Mother and Father got
> married on the same day, same time."
>
___________________________________________________________
>
> TEACHER  :     George Washington not only chopped
> down his father's cherry tree, but also admitted doing it.
> Now, Louie, do you know why his father didn't punish him?"
> LOUIS       :     Because George still had the ax in
> his hand.
>
___________________________________________________________
>
> TEACHER  :     Now, Simon, tell me frankly, do you
> say prayers before eating?
> SIMON      :     No sir, I don't have to, my Mom is
> a good cook.
>
___________________________________________________________
>
> TEACHER  :     Clyde , your composition on "My Dog"
> is exactly the same as your brother's. Did you copy his?
> CLYDE      :     No, teacher, it's the same dog!;
>
__________________________________________________________
>
> TEACHER  :     Harold, what do you call a person who
> keeps on talking when people are no longer interested?
> HAROLD&n! bsp;  :     A teacher.


i got this from a mailinglist

14
Televisi dan Media Lainnya / Avatar book3
« pada: Oktober 02, 2007, 12:04:47 pm »
lagi nonton avatar book3.

Chapter 1 dan 2 udah ada
chapter 3 tanggal 5 oktober ini...

15
Freedom of Speech / PUTIHKAN SENAYAN !!!
« pada: Juli 16, 2007, 03:02:30 pm »
Info bwat yang mau dateng tanggal 18 ke senayan...



Putihkan Senayan !!!

Untuk pertandingan melawan Korea Selatan pada Rabu (18/7) sore nanti, timnas Indonesia menggunakan kostum putih-hijau- putih. Oleh karena itu, layak kiranya jika diserukan: putihkan Senayan!

Himbauan untuk memutihkan Senayan ini diserukan oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan chef delegation timnas Indonesia Nirwan Dermawan Bakrie, Minggu (15/7). Kedua petinggi institusi sepakbola nasional itu meminta agar seluruh pendukung timnas Indonesia menggunakan kaus berwarna putih saat pertandingan melawan Korsel nanti.

"Dukungan puluhan ribu penonton akan menambah semangat juang dan motivasi para pemain timnas. Hal itu sudah terbukti pada dua pertandingan sebelumnya," kata Nurdin Halid.

Nirwan Dermawan Bakrie yang juga wakil ketua umum PSSI menyatakan keyakinannya bahwa suporter Indonesia akan tetap berbondong-bondong ke Senayan untuk menyaksikan pertandingan timnya.

"Ini merupakan pertandingan hidup-mati untuk timnas dan saya yakin dukungan suporter akan membuat semangat juang mereka berlipat-lipat, " kata Nirwan Bakrie.

Menurut keterangan asisten tim manajer Chandra Solehan, jika timnas Indonesaia mengenakan kostum putih-hijau- putih maka tim Korsel akan memakai kostum berwarna merah-merah- merah.

"Jadi wajar kalau kita lupakan dulu warna merah dan memakai warna putih Rabu nanti. Ini pertandingan menentukan. Kemenangan akan membuahkan sejarah bagi Indonesia," kata Chandra Solehan.

Dia menyebutkan, kendati beberapa pemain masih dilibat cedera dan sejumlah pemain inti tak bisa diturunkan karena akumulasi kartu kuning, namun timnas Merah Putih tetap optimistis menghadapi pertandingan menentukan lawan Korsel itu. "Kita tetap siaga satu," tegas Chandra Solehan.

BONUS

Sementara itu, manajer tim Andi Darussalam Tabusalla menyatakan, kendati para pemainnya luput menggapai kemenangan, namun para pemain timnas Indonesia berhak untuk tetap memperoleh bonus. Walau demikian, bonus yang diberikan tak sebesar sebelumnya. "Bonusnya hanya separoh dari sebelumnya," katanya.

Jika dari kemenangan atas Bahrain pada laga perdana Selasa (10/7) lalu para pemain memperoleh bonus rata-rata Rp 50 juta, maka bonus yang didapat dari pertandingan tadi malam adalah Rp 25 juta.

Kepastian tetap diberikannya bonus tersebut diputuskan dalam pertemuan antara Nurdin Halid dengan jajaran anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, yakni Nirwan Bakrie, Hamka Yandu, Muhammad Zein, Subardi, Iwan Budianto dan Mafition, beberapa jam seusai pertandingan Indonesia versus Arab Saudi itu.

"Para pemain telah berjuang maksimal. Walau mereka belum berhasil menggapai kemenangan, namun penampilan mereka telah memuaskan pecinta sepakbola nasional. Mereka juga kurang beruntung karena kepemimpinan wasit yang cukup merugikan," ujar Andi Darussalam Tabusalla.(adi)

pssi-football.com


Hayo, pake baju putih ya...

Halaman: [1] 2 3 ... 5