Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Topik - sweetheart

Halaman: [1]
1
Berita & Politik / Mengenal Agen Mossad Dalam Gerakan Islam
« pada: April 16, 2007, 05:38:32 pm »
Mengenal Agen Mossad Dalam Gerakan Islam


Risalah Mujahidin Edisi 7 Th I Rabiul Awal 1428 H / April 2007 M, hal. 42-46

FAKTA ini tentu amat mengejutkan, bahkan sulit dipercaya. Betapa kelompok Salafy yang selama ini dikenal sebagai kelompok Islam yang berdakwah untuk Ihyaus Sunnah (menghidup-hidupkan sunnah Nabi SAW), gerakan dakwah mereka ternyata didanai oleh jaringan intelejen Israel, Mossad. Tujuannya untuk menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan kaum Muslim.

Badan intelejen Palestina mengijinkan harian Al-Hayat dan Televisi Libanon, LBC, untuk mewawancarai orang-orang Palestina yang menjadi agen Mossad, dan sekarang ditawan oleh pemerintah Palestina. Mereka telah menyebabkan terbunuhnya sejumlah Mujahidin. Dalam sebuah wawancara, salah seorang agen mengungkapkan cara perekrutan mereka serta peranan yang mereka lakukan dalam memantau para mujahidin dan memicu fitnah lewat perselisihan, perpecahan, dan kebencian demi merealisasikan kepentingan strategis Zionisme.

Wawancara ini diterbitkan oleh tabloid An-Nas nomor 127 mengutip harian Al-Hayat yang terbit di London dan juga ditayangkan televisi LBC. Tabloid Al-Basya’ir kembali menyiarkan wawancara tersebut mengingat pentingnya fakta-fakta yang diungkapkan oleh agen ini. Wawancara di bawah ini, yang diterjemahkan oleh Jati Utomo Dwi Hatmoko, M.Sc. , mahasiswa Structural Engineering and Construction Management University of Newcastle Upon Tyne United Kingdom, dan dikutip dari Hidayatullah.com, laporan Bahrum A. Rambe. Berikut hasil wawancara dimaksud:

Wartawan: Bagaimana para zionis itu dapat memperalat anda untuk kepentingan mereka dalam konspirasi dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara anda?

Agen: Awalnya saya membaca iklan di koran lokal tentang adanya pusat studi strategis kemasyarakatan yang bertempat di Singapura, mereka membutuhkan reporter di Tepi Barat untuk melakukan studi sosial dan publisistik tentang lingkungan, kemiskinan, dan lain-lain.

Lalu saya kirim biodata dan ijazah saya. Setelah dua pekan, datang balasan penerimaan saya di lembaga tersebut yang ternyata dikendalikan oleh intelejen zionis Mossad, dan dilaksanakan oleh orang-orang Palestina yang bekerja sama dengan zionisme untuk merekrut orang Arab Palestina dengan cara jahannam yang tidak terpikir oleh siapapun.

Mereka meminta kepada saya untuk menyiapkan laporan kemasyarakatan strategis. Mereka memberi imbalan uang yang cukup banyak. Dari situ, Pusat Studi Strategis palsu itu meminta tambahan laporan-laporan sensitif. Dan saya memenuhinya dengan teratur. Dengan memperhatikan permintaan-permintaan mereka saya mengetahui bahwa lembaga ini ada di bawah Mossad. Tapi saya tidak bisa mundur karena saya sudah memberi laporan-laporan yang sangat sensitif tentang keamanan nasional, tokoh-tokoh Mujahidin, posisi tempat tinggal mereka, dan keberadaan mereka. Informasi ini memudahkan mereka untuk membunuh para Mujahidin terbaik dari Hamas dan Jihad Islami.

Kondisi berkembang sedikit demi sedikit sampai permainan ini tersingkap, mereka memberi kepada saya lisensi untuk menemui orang-orang penting di Tel Aviv. Di sana mereka menyambut saya di sebuah hotel bintang lima. Mereka memberi saya seluruh sarana kenikmatan, tapi ternyata mereka merekam saya ketika berada dalam kondisi memalukan dengan seorang wanita. Hal ini sebagai salah satu cara mereka untuk memperbudak dan mengendalikan saya di kemudian hari.

Dari sini pekerjaan menjadi lebih akurat. Mereka melatih saya seluruh dasar kerja intelejen. Dan komunikasi kami lewat internet, mengirim informasi lewat telepon seluler yang mereka berikan. Dari sini saya mulai mengumpulkan informasi yang paling akurat dan vital tentang tokoh-tokoh intifadhah secara rutin. Posisi saya sebagai reporter, membuat saya dapat bergabung dengan seluruh unsur Mujahidin.

Saya mendapatkan informasi yang sangat penting karena saya dianggap sebagai pejuang. Karena kedekatan saya dengan para pemimpin perlawanan dan pantauan saya terhadap posisi gerakan dan tempat tidur mereka saya telah memudahkan banyak pembunuhan melalui pesawat, penangkapan malam hari atau dengan menembak kendaraan. Dan saya telah merekrut banyak orang untuk kepentingan zionis dengan upah rendah tidak lebih dari 1500 chikel per bulan.

Wartawan: Kami mengetahui bahwa anda dapat mengintervensi beberapa jamaah Islamiyyah, bagaimana itu?

Agen: Sesungguhnya zionis sudah memanfaatkan kepolosan dan ketidak hati-hatian orang-orang Palestina. Kami ditugaskan membuat beberapa situs dengan nama: Palestine Islamiyyah, al-Jihad al-Muqaddas, Tahrir al-Quds, Syababul Intifadhah, dan lain-lain. Dengan situs-situs ini kami berhubungan dengan banyak anak muda yang memiliki semangat jihad. Kami janjikan kepada mereka untuk membiayai mereka dengan uang dan senjata, dengan menyebutkan bahwa dana tersebut bersumber dari orang-orang kaya dari Teluk dan aktivis Islam di Mesir, Yordan dan Kuwait.

Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai Mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang lebih berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat tinggi, khususnya orang-orang Salafiy untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini, sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara aktivis Islam, khususnya antara Syi’ah dan Sunnah di Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan.

Puluhan judul buku-buku yang menyerang Syi’ah dengan cara menjijikkan, dan buku lain yang menyerang Sunnah, sudah dicetak. Dan dimanfaatkan juga orang-orang yang fanatik dari kedua belah pihak, setelah diyakinkan bahwa buku-buku tersebut dicetak oleh para dermawan Teluk dengan cetakan lux. Selebihnya, pekerjaan akan dilakukan oleh mereka yang teripu dari kelompok fanatik Sunnah seperti Salafiyyin dan lain-lain. Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini, adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling mengkafirkan antarpihak dan menyibukkan mereka dengan pertarungan sampingsan sesama mereka, agar Israel dapat merealisasikan tujuannya, yaitu menghancurkan Islam, menelan tanah air, menghapus identitas generasi muda melalui penyebaran dekadensi moral, atau menggunakan orang-orang yang tersingkir di luar kehidupan, fanatik dan keras kepala. Hati mereka penuh dengan kebencian terhadap saudara mereka sesama Muslim, baik Sunnah atau Syi’ah.

Dalam hal ini, jaringan Mossad telah cukup sukses menjalankan missinya. Anda dapat melihat kira-kira semua masjid dan perkumpulan anak muda di Yaman, Pakistan, dan Palestina tenggelam dengan buku-buku ini, yang dicetak dan dibagikan secara gratis; yang dikesankan seolah-olah dibiayai dari kocek para donatur kaya Arab Saudi, padahal Mossad ada di belakang semua ini. Sayang sekali, banyak orang-orang yang tidak menyadari, termasuk para imam masjid, khatib-khatib, dan da’i-da’i yang menyibukkan diri secara ikhlas dan serius dengan menyebarkan buku-buku beracun minimal bisa dikatakan buku-buku lancang dan fitnah. Fitnah lebih berbahaya dari pembunuhan. Karena pikiran mereka sempit, maka mereka tidak berpikir tentang tujuan sebenarnya dari penyebaran buku-buku ini, yang meniupkan kebencian, perpecahan dan fitnah khususnya hari-hari belakangan ini.

Buku-buku ini telah mulai menuai pengaruhnya di Pakistan. Orang-orang yang menyebut dirinya pengikut Ahlu Sunnah wal jama’ah, membentuk Tentara Shahabat dan menyerang kaum Syi’ah dalam ritual dan rumah-rumah, membunuh mereka ketika shalat Shubuh.

Sebuah pembantaian ganas yang menyedihkan meninggalkan ribuan mayat. Di lain pihak membentuk Tentara Muhammad bereaksi dengan balasan yang lebih keras, ratusan orang terbunuh di kedua belah pihak tiap bulan. Pembantaian berdarah, kedengkian, membuat-buat pertempuran sampingan, fitnah yang berbahaya dengan pahlawan Khawarij zaman sekarang, dimanfaatkan oleh Mossad untuk menyulut fanatisme, pengkafiran, pembunuhan, untuk melemahkan negara Islam pertama yang memiliki bom atom, Pakistan.

Sedangkan rencana mereka di Yaman, sampai saat ini pekerjaan masih berjalan dengan serius dan hasilnya sebentar lagi akan bisa dilihat. Namun sangat disayangkan, khusus tentang pemicu fitnah di Palestina, seluruh tujuan tidak tercapai seperti di Pakistan dan Yaman.

Wartawan: Sekarang apakah anda menyesal? Di mana mata hati anda ketika anda menunjukkan tempat-tempat persembunyian tokoh-tokoh perlawanan kepada zionis, agar dibunuh dengan keji beserta keluarga mereka dengan pesawat Apache dan roket-roket mereka?

Agen: Apalah gunanya penyesalan. Saya merasa sedih ketika mereka memusnahkan sebuah bangunan beserta penghuninya hanya untuk membunuh salah seorang Mujahidin yang dicari, di mana operasi ini menyebabkan terbunuhnya 17 anak kecil dan wanita juga sang Mujahid yang dicari. Sayalah penyebabnya, sungguh sayang. Karena itu, saya berhak dihukum dengan hukuman yang diputuskan pengadilan, yaitu eksekusi.

Mengenal Gerakan Agen Mossad

Semangat menghidupkan sunnah Nabi SAW di satu segi, dan memposisikan gerakan Islam di luar komunitasnya sebagai bid’ah, khawarij, dan tuduhan lain yang jauh dari kesan Islami; tanpa dibarengi dengan wawasan ilmu, pemahaman syari’ah dan siyasah secara memadai, membuat mereka mudah diprovokasi dan diperalat musuh-musuh Islam. Banyak gerakan Islam, dalam melawan zionisme dan hegemoni AS, justru diperalat oleh musuh dengan mengusung doktrin zionis tanpa disadari, sehingga mudah dihancurkan.

Penting bagi aktivis Islam untuk mengenal di antara karakteristik ormas, orpol, maupun gerakan Islam, yang kadangkala tanpa disadari menjadi alat musuh untuk menghancurkan Islam. Berdasarkan kajian dan pengalaman karakteristik mereka itu dapat dikenali antara lain:

   1. Mendukung kekuasaan rezim yang zhalim secara apriori, selama penguasa tersebut masih melakukan shalat. Alasannya, karena Nabi memerintahkan taat kepada penguasa Muslim yang masih shalat sekalipun berbuat durhaka atau zhalim. “Enam puluh tahun di bawah penguasa zhalim, lebih baik daripada sehari tanpa pemimpin,” kata mereka. Sementara mereka mengabaikan ayat Al-Qur’an yang melarang membantu orang-orang zhalim yang berkhianat kepada Allah dan rasul-Nya.

   2. Mengklaim pahamnya paling benar tanpa mau diajak dialog mendengarkan hujjah dari pihak Muslim yang dikategorikan sesat.

   3. Mengajak umat untuk menjauhi politik, dan memfokuskan diri dalam aqidah dan ibadah dalam pengertian sempit.

   4. Gemar mengabaikan hujjah lawan sekalipun hujjah itu dari Al-Qur’an dan hadits shahih hanya karena hujjah tersebut tidak berasal dari syeikh-nya.

   5. Mempersempit sumber-sumber pemahaman agama, dan hanya menerima dari ulama panutannya atau pemahaman dari kelompoknya sendiri secara terbatas, dengan menganggap pemahaman jalur lain sebagai bid’ah.

   6. Sangat mengecam perilaku yang dikategorikan tasabbuh dengan golongan kafir dan musyrik. Tapi, mengikuti cara berpikir dan kepemimpinan golongan zionis dengan menempatkan pendapat ulama panutannya melebihi Al-Qur’an dan hadits.

   7. Menampilkan identitas tertentu untuk membedakan diri dengan kelompok lain secara fanatik sebagaimana halnya dengan sekte-sekte di lingkungan Yahudi dan Kristen.

   8. Mengambil ajaran agama dengan mengutamakan hal-hal yang bersifat personal dan keluarga, tapi mengabaikan masalah kenegaraan dan jihad. Hal ini sejalan dengan doktrin Kristen: “Berikan hak Kaisar kepada Kaisar, dan hak Tuhan kepada Tuhan.”

   9. Sangat membenci, bahkan memusuhi gerakan Islam yang menuntut pemberlakuan Syari’ah Islam secara kaffah, terutama ajaran amar makruf nahyu mungkar dan jihad.


sumber: swaramuslim.com 15 Apr 2007 - 9:00 pm

2
Artikel Pilihan / MEMAHAMI KARAKTER SALAFI
« pada: April 04, 2007, 10:12:01 pm »
MEMAHAMI KARAKTER SALAFI
Oleh : Abu Rifa Al-Puari


Mungkin saat kita berdiskusi dengan golongan yang mengaku sebagai salafi, salafiyun atau salafush shalih, akan menimbulkan kesan bahwa golongan ini merasa paling benar sendiri dan cenderung mencela golongan lain. Sehingga tidak ada golongan yang begitu aktif mencela golongan lain selain salafi, baik melalui buku-buku dan website mereka, kasus mutakhir adalah buku Rapot Merah Aa` Gym. Secara tidak sengaja penulis memperoleh jawaban atas karakter salafi tersebut dari sebuah buku karangan ulama salafi dengan judul Menepis Penyimpangan Manhaj Dakwah karangan Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al-Haritsi.

Buku tersebut bukan sebuah buku yang berisi celaan semata, tetapi buku yang telah direkomendasikan dan disetujui oleh salah satu ulama salafi Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, di halaman depan terdapat surat rekomendasi dari Shalih bin Fauzan untuk menerbitkan buku tersebut :

"…Sungguh, komentar (ta’liq)-nya telah mencukupi. Dan saya ijinkan untuk menerbitkan dan menyebarkannya. Mudah-mudahan Allah SWT menjadikan risalah ini bermanfaat untuk manusia"

Artinya, buku ini dapat digunakan sebagai representasi sikap salafi terhadap golongan yang berbeda pendapat (ijtihad) dengan mereka. Di samping itu, apa yang tertera di dalam buku tersebut juga diperkuat lagi dengan buku-buku salafi yang lain dan website-website salafi.

Mungkin buku tersebut dimaksudkan memberikan nasehat kepada golongan yang dianggap menyalahi as-Sunnah dan mereka yang tidak termasuk golongan salafi, tetapi secara tidak sadar buku tersebut telah menelanjangi KARAKTER ASLI SALAFI. Dalam tulisan ini akan diungkapkan karakter salafi dan bantahan terhadap pendapat mereka. Karakter-karakter salafi dapat kita simpulkan sebagai berikut :

1. Merasa dirinya paling benar

Salafi satu-satunya golongan yang selamat, yang benar dan yang masuk syurga


Salafi meyakini bahwa merekalah yang disebut-sebut dalam hadits Nabi sebagai golongan yang selamat dan masuk syurga, sedangkan 72 golongan lainnya kelompok sesat dan bid’ah dan akan masuk neraka. Hadits tersebut berbunyi :

"Umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya masuk neraka kecuali satu golongan." Ditanyakan kepada beliau, "Siapakah mereka, wahai Rasul Allah?" Beliau menjawab, "Orang-orang yang mengikutiku dan para sahabatku." (HR Abu Dawud, At-Tirmizi, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darami dan Al-Hakim).

Keyakinan salafi ini diperkuat oleh kaidah yang mereka gunakan "Kebenaran hanya satu sedangkan kesesatan jumlahnya banyak sekali". Hal ini berasal dari pemahaman salafi terhadap hadits Rasulullah SAW :

Rasulullah SAW bersabda: ‘Inilah jalan Allah yang lurus’ Lalu beliau membuat beberapa garis kesebelah kanan dan kiri, kemudian beliau bersabda: ‘Inilah jalan-jalan (yang begitu banyak) yang bercerai-berai, atas setiap jalan itu terdapat syaithan yang mengajak kearahnya’ Kemudian beliau membaca ayat :

"Dan (katakanlah): ‘Sesungguhnya inilah jalanku yang lurus maka ikutilah dia. Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa." (QS Al-An’am 153).

(HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim) (Lihat Abdul Hakim bin Amir Abdat, Risalah Bid’ah, hal. 47-48).

Dengan mengutip dua hadits tentang; satu golongan yang selamat dari 73 golongan dan hanya satu jalan yang lurus, maka salafi meyakini bahwa merekalah yang disebut-sebut kedua hadits tersebut. Salafi-lah satu-satunya golongan yang selamat dan masuk syurga, serta golongan yang menempuh jalan yang lurus itu. Simaklah pernyataan salafi :

"Dan orang-orang yang tetap di atas manhaj Nabi SAW, mereka dinisbahkan kepada salaf as-shalih. Kepada mereka dikatakan as-salaf, as-salafiyun. Yang menisbatkan kepada mereka dinamakan salafi." (Lihat Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al-Haritsi, Menepis Penyimpangan Manhaj Dakwah, hal. 33, catatan kaki).

"Kami di atas manhaj yang selamat, di atas akidah yang selamat. Kita mempunyai segala kebaikan –alhamdulillah-" (Lihat Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al-Haritsi, Menepis Penyimpangan Manhaj Dakwah, hal. 76-77).

"Jadi jika benar dia di atas manhaj Rasulullah SAW dan manhaj salafu ash-shalih, maka dia dari ahlu jannah. Bila dia menjadi orang yang berbeda di atas manhaj sesat, maka dia terancam neraka." (Lihat Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al-Haritsi, Menepis Penyimpangan Manhaj Dakwah, hal. 110).

"Saya (Abu Abdillah) berkata,’Subhanallah! Bagaimana dia membolehkan dirinya menggabungkan antara manhaj salaf yang benar dengan manhaj-manhaj dan kelompok-kelompok bid’ah yang sesat dan bathil." (Lihat Abu Abdillah Jamal bin Farihan Al-Haritsi, Menepis Penyimpangan Manhaj Dakwah, hal. 32, catatan kaki)

"Jalan merekalah yang harus ditempuh oleh generasi yang datang setelahnya, memahami dengan pemahaman mereka, menerapkan dan mendakwahkannya seperti mereka. Jalan merekalah yang kemudian dikenal dengan istilah manhaj salaf, metode salaf, ajaran salaf atau pemahaman salaf dan lain-lain." (www.salafy.or.id , Muhammad Umar As-Sewed, Sekali Lagi : Mengapa Harus Manhaj Salaf?).

Akibatnya, sulit bagi salafi untuk menerima ijtihad golongan/ulama lain yang berbeda dengan mereka, karena salafi meyakini kebenaran hanya satu dan salafi-lah pemilik kebenaran itu, karena merekalah golongan yang paling sesuai dengan as-sunnah, yang paling benar, selamat, dan ahlu jannah.

Dalam hadits tersebut ada kata firqah, tapi dalam konteks ini sebagai seseorang/golongan yang dikutuk karena tindakan yang mereka lakukan telah menyimpang dari wahyu Allah. Firqah yang dihukum dan masuk ke dalam api neraka, serta firqah yang selamat dan masuk syurga tidak bisa dinisbatkan kepada golongan tertentu. Oleh karena itu, mereka-mereka yang mengikuti mazhab-mazhab tertentu atau golongan lain selain salafi tidaklah bisa diberi label ‘sesat’. (www.hayatulislam.net , Asif Khan, Kritik: Terbagi ke Dalam 73 Golongan).

Kebenaran hanya milik Allah SWT, bukan milik satu golongan. Bahkan para imam madzhab sendiri tidak pernah mengklaim bahwa diri (madzhab) merekalah yang paling benar, simaklah pernyataan para Imam Madzhab tersebut :

Imam Abu Hanifah (Hanafi):

"Jika suatu hadits shahih, itulah madzhabku"

"Tidak halal bagi seseorang mengikuti perkataan kami bila ia tidak tahu darimana kami mengambil sumbernya"

Imam Malik (Maliki):
"Saya hanyalah seorang manusia, terkadang salah, terkadang benar. Oleh karena itu, telitilah pendapatku. Bila sesuai dengan Al-Quran dan sunnah, ambillah, dan bila tidak sesuai dengan Al-Quran dan sunnah, tinggalkanlah"

Imam Syafi’i:

"Bila kalian menemukan dalam kitabku sesuatu yang berlainan dengan hadits Rasulullah SAW, peganglah hadits Rasulullah SAW itu dan tinggalkanlah pendapatku itu"

Imam Ahmad bin Hambal (Hambali):

"Janganlah engkau taqlid kepadaku atau kepada Malik, Syafi’i, Auza’i dan Tsauri, tetapi ambillah dari sumber mereka mengambil." (Lihat Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Sifat Shalat Nabi, hal. 53-60)

Begitulah para imam madzhab menganjurkan untuk tidak merasa paling benar sendiri dan tidak taqlid kepada satu golongan, merekalah salafus shalih yang benar. Ketika salafi merasa paling benar sendiri, maka salafi bukanlah salafush shalih yang benar seperti yang telah dicontohkan oleh para imam madzhab.

Bahkan diantara imam madzhab terdapat perbedaan ijtihad dalam beberapa masalah furu’, mereka tidak saling membid’ahkan dan menyesatkan satu sama lain. Bahkan menganjurkan untuk menelaah dulu hujjah mereka dan jika ada hujjah yang lebih kuat (quwwatut dalil) silahkan diambil hujjah itu.

Di lain hal, jaminan Allah SWT terhadap hamba-Nya ahli syurga adalah kepada orang yang mukmin, tidak ada klasifikasi apakah mukmin salafi, mukmin ikhwani, mukmin tahriri, mukmin tablighi, dan mukmin-mukmin tertentu saja. Selama mukmin tersebut menjalankan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya, maka Allah SWT menjanjikan syurga bagi mukmin tersebut.

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka." (QS At-Taubah 111).

3
Obrolan Ummat / Re: NASEHAT UNTUK KELOMPOK SALAFI
« pada: April 04, 2007, 10:04:12 pm »
afwaaaan kenalin ane SALAFYOON jakarta kalo ente semua mao diskusi sama ane aje.........yeee.

ane mantan laskar jihad,adapun jafar umar thalib sudah meninggalkan dakwah salaf.
beliau punya metode sendiri..........


Kutip
PESAN MODERATOR
Bijaklah dalam mencopas dan menaruh copasan. Disini forum diskusi, ambil lah hal yang terpenting saja. Ma

4
Televisi dan Media Lainnya / Serial "JOMBLO"
« pada: Januari 15, 2007, 02:14:37 pm »
gue benci banget film nya... eh sekarang malah dibuatin serial TVnya...
walaupun lucu... tapi nyebelin banget tau ngga sih...
ada yg mau bahas...?

5
Freedom of Speech / Website Yahudi
« pada: Desember 22, 2006, 08:34:05 am »
dari milis tetangga.

Assalamualaikum wr. wb. Ada info: PENTING !
Mohon agar pesan ini dapat disebarkan kepada
seluruh Saudaramu seiman !!! Jika tidak maka
seluruh Muslim di dunia dapat saja mendapatkan
informasi yang salah dan keliru tentang Islam,
untuk itu dimohon agar dapat menyebarkan pesan
ini segera setelah membacanya. Waspadalah
terhadap website di bawah ini
1. http://www.answering-islam.org
2. http://www.aboutislam.com
3. http://www.thequran.com
4. http://www.allahassurance.com
Situs-situs tersebut telah sengaja dibuat oleh
kaum Yahudi yang senantiasa gencar
menyebarkan yang salah tentang Al-Qur'an,
Hadits dan Islam.
Sekali lagi, mohon agar pesan ini dapat
disebarkan kepada seluruh saudara Muslim di
dunia. FORWARDKAN ya!!!!!

6
SHOPPING / Pengalaman Lucu Waktu Shopping
« pada: Desember 18, 2006, 11:04:17 pm »
ada ngga pengalaman lucu dari kawan-kawan sewaktu shopping?
klo ada share di sini ya ;)

7
SHOPPING / Tips Belanja
« pada: Desember 18, 2006, 11:03:21 pm »
kayaknya forum ini agak sepi ya?
ya udah saya buka thread baru, sesuai dengan judulnya maka siapa yg punya pengalaman pribadi buat tips belanja, silahkan masukkan disini OK :)

8
Kritik, Saran & Pertanyaan / Dudung.net = Organisasi?
« pada: Desember 18, 2006, 10:40:01 pm »
apakah menurut kalian forum diskusi di dudung ini bisa dikategorikan sebuah organisasi?
klo iya berarti boleh dong nyantumin di CV : member forum diskusi islam dudung.net dari tahun.... sampai....

9
Artikel Pilihan / Pengaruh Qur'an Terhadap Organ Tubuh
« pada: Desember 15, 2006, 12:33:27 am »
Ada menyeruak perhatian yang begitu besar terhadap kekuatan membaca Al-Qur'an, dan yang terlansir di dalam Al-Qur'an, dan pengajaran Rasulullah. Dan sampai beberapa waktu yang belum lama ini, belum diketahui bagaimana mengetahui dampak Al-Qur'an tersebut kepada manusia. Dan apakah dampak ini berupa dampak biologis ataukah dampak kejiwaan, atakah malah keduanya, biologis dan kejiwaan.

Maka, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kami memulai sebuah penelitian tentang Al-Qur'an dalam pengulangan-pengulangan "Akbar" di kota Panama wilayah Florida. Dan tujuan pertama penelitian ini adalah menemukan dampak yang terjadi pada organ tubuh manusia dan melakukan pengukuran jika memungkinkan.

Penelitian ini menggunakan seperangkat peralatan elektronik dengan ditambah komputer untuk mengukur gejala-gejala perubahan fisiologis pada responden selama mereka mendengarkan bacaan Al-Qur'an.

Penelitian dan pengukuran ini dilakukan terhadap sejumlah kelompok manusia:
1. Muslimin yang bisa berbahasa Arab.
2. Muslimin yang tidak bisa berbahasa Arab
3. Non-Islam yang tidak bisa berbahasa Arab.

Pada semua kelompok responden tersebut dibacakan sepotong ayat Al-Qur'an dalam bahasa Arab dan kemudian dibacakan terjemahnya dalam bahasa Inggris.

Dan pada setiap kelompok ini diperoleh data adanya dampak yang bisa ditunjukkan tentang Al-Qur'an, yaitu 97% percobaan berhasil menemukan perubahan dampak tersebut. Dan dampak ini terlihat pada perubahan fisiologis yang ditunjukkan oleh menurunnya kadar tekanan pada syaraf secara sprontanitas. Dan penjelasan hasil penelitian ini aku presentasikan pada sebuah muktamar tahunan ke-17 di Univ. Kedokteran Islam di Amerika bagian utara yang diadakan di kota Sant Louis Wilayah Mizore, Agustus 1984.

Dan benar-benar terlihat pada penelitian permulaan bahwa dampak Al-Qur'an yang kentara pada penurunan tekanan syaraf mungkin bisa dikorelasikan kepada para pekerja: Pekerja pertama adalah suara beberapa ayat Al-Qur'an dalam Bahasa Arab. Hal ini bila pendengarnya adalah orang yang bisa memahami Bahasa Arab atau tidak memahaminya, dan juga kepada siapapun (random). Adapun pekerja kedua adalah makna sepenggal Ayat Al-Qur'an yang sudah dibacakan sebelumnya, sampai walaupun penggalan singkat makna ayat tersebut tanpa sebelumnya mendengarkan bacaan Al-Qur'an dalam Bahasa Arabnya.

Adapun Tahapan kedua adalah penelitian kami pada pengulangan kata "Akbar" untuk membandingkan apakah terdapat dampak Al-Qur'an terhadap perubahan-perubahan fisiologis akibat bacaan Al-Qur'an, dan bukan karena hal-hal lain selain Al-Qur'an semisal suara atau lirik bacaan Al-Qur'an atau karena pengetahun responden bahwasannya yang diperdengarkan kepadanya adalah bagian dari kitab suci atau pun yang lainnya.

Dan tujuan penelitian komparasional ini adalah untuk membuktikan asumsi yang menyatakan bahwa "Kata-kata dalam Al-Qur'an itu sendiri memiliki pengaruh fisiologis hanya bila didengar oleh orang yang memahami Al-Qur'an . Dan penelitian ini semakin menambah jelas dan rincinya hasil penelitian tersebut.

Peralatan

Peralatan yang digunakan adalah perangkat studi dan evaluasi terhadap tekanan syaraf yang ditambah dengan komputer jenis Medax 2002 (Medical Data Exuizin) yang ditemukan dan dikembangkan oleh Pusat Studi Kesehatan Univ. Boston dan Perusahaan Dafikon di Boston. Perangkat ini mengevaluasi respon-respon perbuatan yang menunjukkan adanya ketegangan melalui salah satu dari dua hal: (i) Perubahan gerak nafas secara langsung melalui komputer, dan (ii) Pengawasan melalui alat evaluasi perubahan-perubahan fisiologis pada tubuh. Perangkat ini sangat lengkap dan menambah semakin menguatkan hasil validitas hasil evaluasi. Subsekuen:

1. Program komputer yang mengandung pengaturan pernafasan dan monitoring perubahan fisiologis dan printer.

2. Komputer Apple 2, yaitu dengan dua floppy disk, layar monitor dan printer.

3. Perangkat monitoring elektronik yang terdiri atas 4 chanel: 2 canel untuk mengevaluasi elektrisitas listrik dalam otot yang diterjemahkan ke dalam respon-respon gerak syaraf otot; satu chanel untuk memonitor arus balik listrik yang ke kulit; dan satu chanel untuk memonitor besarnya peredaran darah dalam kulit dan banyaknya detak jantung dan suhu badan.

Berdasarkan elektrisitas listrik dalam otot-otot, maka ia semakin bertambah yang menyebabkan bertambahnya cengkeraman otot. Dan untuk memonitor perubahan-perubahan ini menggunakan kabel listrik yang dipasang di salah satu ujung jari tangan.

Adapun monitoring volume darah yang mengalir pada kulit sekaligus memonitor suhu badan, maka hal itu ditunjukkan dengan melebar atau mengecilnya pori-pori kulit. Untuk hal ini, menggunakan kabel listrik yang menyambung di sekitar salah satu jari tangan. Dan tanda perubahan-perubahan volume darah yang mengalir pada kulit terlihat jelas pada layar monitoryang menunjukkan adanya penambahan cepat pada jantung. Dan bersamaan dengan pertambahan ketegangan, pori-pori mengecil, maka mengecil pulalah darah yag mengalir pada kulit, dan suhu badan, dan detak jantung.

Metode dan Keadaan yang digunakan: Percobaan dilakukan selama 210 kali kepada 5 responden: 3 laki-laki dan 2 perempuan yang berusia antara 40 tahun dan 17 tahun, dan usia pertengahan 22 tahun.

Dan setiap responden tersebut adalah non-muslim dan tidak memahami bahasa Arab. Dan percobaan ini sudah dilakukan selama 42 kesempatan, dimana setiap kesempatannya selama 5 kali, sehingga jumlah keseluruhannya 210 percobaan. Dan dibacakan kepada responden kalimat Al-Qur'an dalam bahasa Arab selama 85 kali, dan 85 kali juga berupa kalimat berbahasa Arab bukan Al-Qur'an. Dan sungguh adanya kejutan/shock pada bacaan-bacaan ini: Bacaan berbahasa Arab (bukan Al-Qur'an) disejajarkan dengan bacaan Al-Qur'an dalam lirik membacanya, melafadzkannya di depan telingga, dan responden tidak mendengar satu ayat Al-Qur'an selama 40 uji-coba. Dan selama diam tersebut, responden ditempatkan dengan posisi duduk santai dan terpejam. Dan posisi seperti ini pulalah yang diterapkan terhadap 170 uji-coba bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur'an.

Dan ujicoba menggunakan bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur'an seperti obat yang tidak manjur dalam bentuk mirip seperti Al-Qur'an, padahal mereka tidak bisa membedakan mana yang bacaan Al-Qur'an dan mana yang bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur'an. Dan tujuannya adalah utuk mengetahui apakah bacaan Al-Qur'an bisa berdampak fisiologis kepada orang yang tidak bisa memahami maknanya. Apabila dampak ini ada (terlihat), maka berarti benar terbukti dan dampak tidak ada pada bacaan berbahasa Arab yang dibaca murottal (seperti bacaan Imam Shalat) pada telinga responden.

Adapun percobaan yang belum diperdengarkan satu ayat Al-Qur'an kepada responden, maka tujuannya adalah untuk mengetahui dampak fisiologis sebagai akibat dari letak/posisi tubuh yang rileks (dengan duduk santai dan mata terpejam).

Dan sungguh telah kelihatan dengan sangat jelas sejak percobaan pertama bahwasannya posisi duduk dan diam serta tidak mendegarkan satu ayat pun, maka ia tidak mengalami perubahan ketegangan apapun. Oleh karena itu, percobaan diringkas pada tahapan terakhir pada penelitian perbandingan terhadap pengaruh bacaan Al-Qur'an dan bacaan bahasa Arab yang dibaca murottal seperti Al-Qur'an terhadap tubuh.

Dan metode pengujiannya adalah dengan melakukan selang-seling bacaan: dibacakan satu bacaan Al-Qur'an, kemudian bacaan vahasa Arab, kemudian Al-Qur'an dan seterusnya atau sebaliknya secara terus menerus.

Dan para responden tahu bahwa bacaan yang didengarnya adalah dua macam: Al-Qur'an dan bukan Al-Qur'an, akan tetapi mereka tidak mampu membedakan antara keduanya, mana yang Al-Qur'an dan mana yang bukan.

Adapun metode monitoring pada setiap percobaan penelitian ini, maka hanya mencukupkan dengan satu chanel yaitu chanel monitoring elektrisitas listrik pada otot-otot, yaitu dengan perangkat Midax sebagaimana kami sebutkan di atas. Alat ini membantu menyampaikan listrik yang ada di dahi.

Dan petunjuk yang sudah dimonitor dan di catat selama percobaan ini mengadung energi listrik skala pertengahan pada otot dibandingkan dengan kadar fluktuasi listrik pada waktu selama percobaan. Dan sepanjang otot untuk mengetahui dan membandingkan persentase energi listrik pada akhir setiap percobaan jika dibandingkan keadaan pada awal percobaan. Dan semua monitoring sudah dideteksi dan dicatat di dalam komputer. Dan sebab kami mengutamakan metode ini untuk memonitor adalah karena perangkat ini bisa meng-output angka-angka secara rinci yang cocok untuk studi banding, evaluasi dan akuntabel..

Pada satu ayat percobaan, dan satu kelompok percobaan perbandingan lainnya mengandung makna adanya hasil yang positif untuk satu jenis cara yang paling kecil sampai sekecil-kecilnya energi listrik bagi otot. Sebab hal ini merupakan indikator bagusnya kadar fluktuasi ketegangan syaraf, dibandingkan dengan berbagai jenis cara yang digunakan responden tersebut ketika duduk. Hasil Penelitian

Ada hasil positif 65% percobaan bacaan Al-Qur'an. Dan hal ini menunjukkan bahwa energi listrik yang ada pada otot lebih banyak turun pada percobaan ini. Hal ini ditunjukkan dengan dampak ketegangan syaraf yang terbaca pada monitor, dimana ada dampak hanya 33 % pada responden yang diberi bacaan selain Al-Qur'an.

Pada sejumlah responden, mungkin akan terjadi hasil yang terulang sama, seperti hasil pengujian terhadap mendengar bacaan Al-Qur'an. Oleh karena itu, dilakukan ujicoba dengan diacak dalam memperdengarkannya (antara Al-Qur'an dan bacaan Arab) sehingga diperoleh data atau kesimpulan yang valid.

Pembahasan Hasil Penelitian dan Kesimpulan Sungguh sudah terlihat jelas hasil-hasil awal penelitian tentang dampak Al-Qur'an pada penelitian terdahulu bahwasanya Al-Qur`an memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap syaraf. dan mungkin bisa dicatat pengaruh ini sebagai satu hal yang terpisah, sebagaimana pengaruh inipun terlihat pada perubahan energi listrik pada otot-otot pada organ tubuh. dan perubah-perubahan yang terjadi pada kulit karena energi listrik, dan perubahan pada peredaran darah, perubahan detak jantung, voleme darah yang mengalir pada kulit, dan suhu badan.

Dan semua perubahan ini menunjukan bahwasanya ada perubahan pada organ-organ syaraf otak secara langsung dan sekaligus mempengaruhi organ tubuh lainnya. Jadi, ditemukan sejumlah kemungkinan yang tak berujung ( tidak diketahui sebab dan musababnya) terhadap perubahan fisiologis yang mungkin disebabkan oleh bacaan Al-Qur`an yang didengarkannya.

Oleh karena itu sudah diketahui oleh umum bahwasanya ketegangan-ketegangan saraf akan berpengaruh kepada dis-fungsi organ tubuh yang dimungkinkan terjadi karena produksi zat kortisol atau zat lainnya ketika merespon gerakan antara saraf otak dan otot. Oleh karena itu pada keadaan ini pengaruh Al-Qur`an terhadap ketegangan saraf akan menyebabkan seluruh badannya akan segar kembali, dimana dengan bagusnya stamina tubuh ini akan menghalau berbagai penyakit atau mengobatinya. Dan hal ini sesuai dengan keadaan penyakit tumor otak atau kanker otak.

Juga, hasil uji coba penelitian ini menunjukan bahwa kalimat-kalimat Al-Qur`an itu sendiri memeliki pengaruh fisiologis terhadap ketegangan organ tubuh secara langsung, apalagi apabila disertai dengan mengetahui maknanya. Dan perlu untuk disebutkan disini bahwasanya hasil-hasil penelitian yang disebutkan diatas adalah masih terbatas dan dengan responden yang juga terbatas.

Sumber : harun yahya

10
Referensi Buku / "Sebenarnya Ras-ras Manusia Itu Tidak Ada"
« pada: Desember 14, 2006, 10:28:50 pm »
Judul Buku: Mapping Human History: Gen, Ras, dan Asal-usul Manusia
Judul Asli: Mapping Human History: Discovering the Past Through Our Genes
Penulis: Steve Olson
Penerjemah: Agung Prihantoro
Cetakan: I, September 2004
Tebal: 399 halaman


Pentas sejarah manusia senantiasa dipenuhi catatan berdarah tentang pertikaian antarkelompok. Catatan kelam yang hingga kini tak kunjung selesai itu acap kali dimuasali oleh prasangka purba kita: rasisme.


Kecenderungan rasisme yang telah mengurat-akar dalam pola pikir kita tampak jelas dalam tulisan Ernst Haeckel pada Wonder of Life (1905), "Ras-ras rendah, seperti orang-orang Veddah (penduduk Aborigin Sri Lanka) atau Negro, secara fisiologis lebih dekat dengan binatang mamalia, kera, dan anjing daripada dengan orang- orang Eropa yang beradab. Karenanya, kita harus memandang kehidupan mereka secara sepenuhnya berbeda" (hal 255). Kendati ilmu pengetahuan modern telah membuktikan betapa naifnya pandangan Haeckel di atas, kecenderungan kultural untuk membedakan antarsesama ke dalam sejumlah kategori agaknya tak hendak terkikis. Hanya karena perbedaan warna kulit atau kelopak mata, sekelompok manusia tertentu seakan sah untuk dicurigai dan dihabisi. Simak saja sejumlah peristiwa yang pernah melanda etnis Yahudi di Eropa, kaum Negro di Amerika, serta etnis China di Indonesia.


Tak keliru jika seorang sarjana berdarah Amerika-Afrika, WEB Du Bois, menyebutkan bahwa persoalan abad ke-20 adalah persoalan warna kulit. Di awal abad ke-21, persoalan- persoalan seputar isu rasisme pun kian melebar. Padahal, kalau kita memerhatikan sejumlah orang, kategorisasi manusia berdasarkan ciri fisik adalah tindakan yang tidak masuk akal. Tiap individu niscaya memiliki ciri fisik yang khas. Tak ada satu pun manusia yang memiliki ciri fisik yang betul-betul serupa, sekalipun dengan orangtua atau saudara kembarnya. Manusia adalah spesies yang paling beragam secara fisik di bumi ini.


Akan tetapi, keragaman fisik yang luar biasa itu tidak lantas meneguhkan pendapat bahwa manusia berasal dari kelompok-kelompok nenek moyang yang berbeda, yang secara paradoks kerap digunakan untuk melegitimasi tindakan rasial. Sebaliknya, seluruh umat manusia yang hidup saat ini justru berasal dari nenek moyang yang sama. Kesatuan demi mengikis rasisme inilah yang hendak dibincangkan Steve Olson dalam buku yang meraih penghargaan sebagai buku sains terbaik versi Discover serta finalis National Book Award 2002 ini.


Ikhtiar Olson untuk menunjukkan kesatuan yang amat kuat di antara seluruh manusia itu dilakukannya lewat pelacakan atas sejarah spesies kita dengan jernih dan lumayan utuh. Berbekal wawancara dan sumber pustaka yang amat kaya, peneliti yang bertugas pada The Institute for Genomic Research ini menjabarkan bagaimana spesies manusia modern, yang berasal dari evolusi spesies manusia arkaik sebelumnya, muncul dan menyebar ke seluruh benua, yang kemudian mengalami diversifikasi ciri fisik sebagai konsekuensi logis dari pengaruh lingkungan yang beragam.


Berbeda dengan apa yang lazim dilakukan para arkeolog ataupun paleoantropolog, Olson justru menyingkap wilayah gelap sejarah manusia melalui studi genetika. Ia berpendapat, bukti-bukti fosil yang berupa tulang-belulang serta alat-alat peninggalan yang terbuat dari batu amat minim ditemukan. Karena itu, rekonstruksi sejarah yang dilakukan para arkeolog dan paleoantropolog berdasarkan bukti-bukti tersebut kerap mengundang spekulasi yang kadang amat sukar dipertanggungjawabkan.


"Tulang dan batu bukan satu- satunya catatan tentang masa lalu manusia," ujarnya (hal 13). Melalui pendekatan genetika, Olson mengatakan bahwa sesungguhnya catatan yang jauh lebih lengkap justru tersimpan di hampir setiap sel tubuh manusia, yaitu pada molekul asam deoksiribonukleat (DNA). Dengan molekul panjang dan kompleks yang menurunkan informasi genetik antargenerasi ini, terdapat jejak sejarah manusia yang muskil terhapus.


Penggunaan DNA untuk melacak asal-usul manusia amat dimungkinkan. Informasi yang dikandung molekul ini didasarkan pada urutan dari keempat molekul nukleotida penyusunnya. Urutan khas inilah yang bakal diwariskan oleh sepasang individu terhadap keturunannya melalui proses penggandaan dan penyatuan kembali DNA. Namun, kendati diturunkan secara langsung, DNA anak tidak lantas sepenuhnya serupa dengan milik orangtuanya. Dalam proses penggandaan, perubahan yang sangat tipis pada urutan nukleotida niscaya terjadi akibat pengaruh faktor- faktor lingkungan.


Perubahan urutan tersebut diistilahkan sebagai mutasi. Apabila mutasi ini menguntungkan, ia akan diturunkan ke generasi selanjutnya. Dalam jelajah waktu, mutasi-mutasi ini semakin terakumulasi yang alhasil memengaruhi ciri fisik yang semakin berbeda pula. Dengan kata lain, semakin serupa urutan nukleotida, semakin dekat pula hubungan kekerabatannya.


Perbedaan urutan itulah yang digunakan untuk mengetahui sejarah manusia. Dengan kian masifnya studi DNA, para ahli dapat membandingkan sebesar apa perbedaan DNA yang terdapat pada kelompok-kelompok manusia di masa kini dengan DNA nenek moyang yang masih tertinggal di fosil-fosil temuan, termasuk dengan DNA milik manusia arkaik dan spesies hewan lainnya yang masih bertahan hingga kini.


Menurut Olson, setiap orang dari enam miliar penduduk bumi saat ini berasal dari keturunan sekelompok kecil manusia modern yang diperkirakan muncul sekitar 150.000 tahun yang lampau di bagian timur Afrika. Kelompok kecil yang dalam istilah ilmiah dinamai Homo sapiens ini merupakan hasil perkembangan lanjut dari spesies-spesies pada genus Homo lainnya, yang mulai muncul dua juta tahun silam.


Berikutnya, sekitar 100.000 tahun yang lalu, manusia modern bermigrasi ke utara di sepanjang Lembah Nil dan melintasi Jazirah Sinai menuju Timur Tengah. Lebih dari 60.000 tahun yang lalu, manusia yang masih tertinggal di timur Afrika bergerak di sepanjang pantai Jazirah Arab, India, dan Asia Tenggara, lalu berlayar ke Australia. Sekitar 40.000 tahun yang lampau, mereka yang berada di Timur Tengah pindah ke Eropa dan penghuni Asia Tenggara bergerak menuju Asia Timur. Terakhir, lebih dari 10.000 tahun silam, manusia modern menjelajahi dataran luas Siberia, menyeberangi Selat Bering, dan kemudian menyebar ke bagian utara dan selatan Amerika.


Perkembangan serta pola migrasi manusia modern selama 150.000 tahun sejatinya tidak memengaruhi perbedaan DNA secara signifikan. Dengan membandingkan urutan nukleotida yang terdapat pada individu dan kelompok yang berlainan, para ahli menemukan bahwa seluruh manusia memiliki 85 persen pola DNA yang sama. Sedang sisanya, sekitar 15 persen, merupakan variasi genetik yang mengakibatkan diversivikasi ciri fisik kita.


Padahal, para ahli biologi konservasi mengatakan bahwa pembagian individu-individu pada sebuah spesies ke dalam sub-spesies alias ras hanya bisa dilakukan jika perbedaan genetiknya mencapai 25 hingga 30 persen. Menilik fakta-fakta genetik ini, tak heran jika Olson berani mengambil kesimpulan yang tak bisa ditawar-tawar lagi: "... sebenarnya ras-ras manusia itu tidak ada" (hal 93).


Meski memusatkan kajian sejarah manusia dari aspek genetika, Olson tak lupa pula menghadirkan penjelasan atas pelbagai fenomena dan implikasi kultural yang terjadi di sepanjang diaspora manusia. Pembahasannya yang turut menyinggung asal-mula pertanian, pelayaran, hingga tesis yang menyatakan adanya keterkaitan yang berbanding lurus antara keragaman bahasa dan keragaman genetik manusia, menjadikan buku ini cukup memuaskan.


Hadirnya buku ini seakan melengkapi perspektif kita dalam memandang persoalan rasisme, sebagaimana yang turut dilakukan oleh Claude Levi- Strauss dalam Ras dan Sejarah (2000) lewat pendekatan antropologi. Akan tetapi, berbeda dengan Ras dan Sejarah yang cukup sukar dipahami, Olson sebaliknya menyajikan buku ini dengan bahasa yang ringan serta gaya bertutur yang sangat cair dan memikat. Ditambah dengan bagusnya kualitas terjemahan beserta contoh-contoh atas sejumlah konsep penting yang dijelaskan secara terperinci dan menghibur, saya kira buku ini mampu membikin nyaman pembaca, bahkan bagi pembaca yang masih kabur dengan konsep genetika sekalipun.


Pada akhirnya, segi terpenting dari buku ini adalah keinginan Olson yang sangat kukuh untuk mengikis pola pikir kita yang masih terjebak dalam fanatisme etnis. Keinginan tersebut tampak pada istilah-istilah yang digunakannya secara sadar dalam menyebut kelompok etnis tertentu, sambil melayangkan argumen ilmiah tentang penolakannya pada istilah-istilah yang lazimnya pekat berbau rasisme. Buku ini tentunya amat relevan bagi bangsa kita yang sedang diselimuti pertikaian antarkelompok. Bagaimanapun, seluruh manusia di bumi ini memiliki kesatuan lekat sebagaimana yang tercatat dalam DNA kita.


Oleh: Muhammad Safrinal Mahasiswa Tingkat Akhir Biologi Universitas Negeri Yogyakarta, Bergiat di LPM EKSPRESI di Yogyaka.

11
Referensi Buku / Kisah Memukau tentang Benturan Dua Peradaban
« pada: Desember 14, 2006, 10:25:23 pm »
Judul : My Name Is Red
Penulis : Orhan Pamuk
Penerbit : Serambi
Terbit : Segera

Benim Adim Kirmizi (1998) tak pelak merupakan sebuah novel yang mengukuhkan nama pengarangnya , Orhan Pamuk , sebagai salah satu novelis terbaik dunia saat ini. Novel ini secara cemerlang menggabungkan teka - teki misteri , kisah cinta, dan renungan filsafati yang berlatar masa kekuasaan Sultan Murat III di Kesultanan Utsmaniyah dalam sembilan hari musim salju 1591, sekaligus mengajak para pembacanya untuk mengalami ketegangan antara Timur dan Barat dari perspektif yang sangat memukau .

Kisah indah dan memikat ini bermula di Istanbul — simbol tonggak kejayaan Islam yang terakhir —di ujung abad keenam belas, saat sang Sultan secara diam-diam menugaskan pembuatan sebuah buku tak biasa untuk merayakan kejayaannya, dihiasi ilustrasi para seniman terkemuka saat itu. Ketika seorang seniman yang mengerjakan buku itu dibunuh secara misterius , seorang lelaki muram dengan masa silam sekelam namanya ditugasi untuk mengungkap misteri pembunuhan yang pada akhirnya menguak jejak benturan peradaban Timur (Turki-Islam) dan Barat (Eropa- Kristen )— dua cara pandang dunia berbeda yang pada akhirnya memicu konflik tak berkesudahan, bahkan hingga saat ini.

Dalam sebuah wawancara tentang novel yang ditulisnya selama enam tahun ini, Orhan Pamuk yang dinobatkan sebagai pemenang Hadiah Nobel Sastra 2006 menegaskan pandangannya tentang betapa perbedaan hendaknya tidak dijadikan alasan untuk bertikai dan saling membunuh , “Dua cara yang berbeda dalam melihat dunia dan bercerita ini tentu saja berkaitan dengan kebudayaan kita , sejarah kita , dan apa yang kini secara luas disebut identitas. Seberapa dalam mereka terlibat dalam konflik ? Dalam novel saya, mereka bahkan saling membunuh karena pertentangan antara Timur dan Barat ini. Namun , tentu saja, saya berharap para pembaca menyadari bahwa saya tidak percaya pada konflik ini. Karya seni yang baik muncul dari perpaduan beragam hal yang berasal dari aneka akar dan budaya, dan semoga novel ini mampu menggambarkannya .”

Benim Adim Kirmizi (diterjemahkan ke bahasa Inggris sebagai My Name Is Red pada 2001, dan kini diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Atta Verin , seorang wartawati dan penulis , dengan judul Namaku Merah Kirmizi ) paling tidak telah diterjemahkan ke dalam 25 bahasa dan memenangkan sejumlah hadiah sastra internasional terkemuka , antara lain Prix du Meilleur Livre Etranger 2002 (Prancis), Premio Grinzane Cavour 2002 (Italia), dan International IMPAC Dublin Literary Award 2003 (Irlandia).

Ketika ditanya, apakah pengaruh kemenangan hadiah IMPAC ( nilainya sekitar 1,2 milyar rupiah ) itu atas kehidupan dan karyanya, dengan santai Pamuk yang telah menjawab , “ Tiada yang berubah dalam hidup saya karena saya bekerja sepanjang waktu . Saya telah menghabiskan 30 tahun untuk menulis karya sastra. Selama 10 tahun pertama , saya khawatir soal uang dan tak seorang pun bertanya berapa banyak uang yang saya hasilkan . Dalam 10 tahun kedua, saya menghabiskan banyak uang dan tak seorang pun bertanya tentang hal itu. Kini, saya telah menghabiskan 10 tahun terakhir dan setiap orang ingin tahu bagaimana saya menggunakan uang itu...”

Siapakah sesungguhnya Orhan Pamuk ? Ia dilahirkan sebagai Ferit Orhan Pamuk di Istanbul pada 7 Juni 1952 dari sebuah keluarga berada—ayahnya adalah CEO pertama IBM Turki. Pamuk menghabiskan sebagian besar hidupnya di Istanbul, diselingi masa tiga tahun di New York saat ia menjadi dosen tamu di Universitas Columbia dari 1985 hingga 1988. Setelah sempat kuliah arsitektur selama tiga tahun di Universitas Teknik Istanbul karena tekanan keluarganya yang ingin agar ia menjadi insinyur, ia memutuskan keluar untuk menjadi penulis penuh waktu dan berkonsentrasi menulis novel pertamanya—walaupun kemudian ia menyelesaikan kuliahnya di jurusan jurnalistik Universitas Istanbul pada 1977. Pamuk pernah menikah dengan Aylin Turegen pada 1982, tetapi mereka bercerai sembilan belas tahun kemudian. Keduanya memiliki seorang anak perempuan, Rüya (untuknya novel Benim Adim Kirmizi dipersembahkan).

Pamuk yang awalnya lebih tertarik pada seni rupa mulai menulis secara serius pada 1974. Novel pertamanya , Karanlik ve Isik (Gelap dan Terang ) memenangi sayembara penulisan novel Milliyet Press 1979. Novel ini kemudian diterbitkan dengan judul Cevdet Bey ve Ogullari ( Tuan Cevdet dan Anak-anaknya) pada 1982, dan memenangkan Hadiah Sastra Orhan Kemal pada 1983. Novel ini berkisah tentang tiga generasi sebuah keluarga Istanbul kaya yang hidup di Nisantasi , sebuah kawasan makmur di Istanbul tempat Pamuk dibesarkan.

Pilihan tepat atas jalan hidupnya ditandai dengan sejumlah penghargaan yang diraih Pamuk untuk karya-karya awalnya, termasuk Hadiah Madarali 1984 untuk novel keduanya Sessiz Ev ( Rumah yang Sunyi ) dan Prix de la Découverte Européenne 1991 untuk terjemahan bahasa Prancis novel ini. Novel historisnya, Beyaz Kale (Kastil Putih , 1985—diterjemahkan ke bahasa Inggris sebagai White Castle pada 1990), memenangkan Independent Foreign Fiction Prize di Inggris pada 1990 dan memperluas reputasinya di luar negeri . The New York Times Book Review yang berwibawa itu bahkan menulis tentang Pamuk dengan pujian setinggi langit , “Bintang baru telah terbit di Timur : Orhan Pamuk , seorang penulis Turki.”

Novel Pamuk berikutnya, Kara Kitap (Buku Hitam, 1990), menjadi salah satu bacaan paling kontroversial dalam sastra Turki karena kompleksitas dan kekayaannya. Pada 1992, ia menulis naskah untuk film Gizli Yüz ( Wajah Rahasia ) berdasarkan novel Kara Kitap yang disutradarai oleh sineas Turki terkemuka , Ömer Kavur . Novel keempatnya, Yeni Hayat (Hidup Baru), menimbulkan sensasi di Turki saat terbit pada 1995 dan sempat menjadi buku terlaris dalam sejarah negeri itu. Reputasi Pamuk kian melambung seiring terbitnya novel Benim Adim Kirmizi ini pada 1998.

Novel paling mutakhir Pamuk adalah Kar ( Salju , 2002—diterjemahkan ke bahasa Inggris sebagai Snow , 2004), yang membahas konflik antara Islam dan Barat di Turki modern . The New York Times mencatat Snow sebagai salah satu dari Sepuluh Buku Terbaik 2004. Sementara itu, terjemahan bahasa Prancis novel ini, Neige , meraih Prix Médicis 2005. Pamuk juga menerbitkan karya non-fiksi, antara lain sebuah catatan perjalanan, Istanbul— Hatiralar ve Sehir (Istanbul—Kenangan dan Kota, 2003).

Karya-karya Pamuk umumnya bercirikan kegamangan atau hilangnya identitas yang sebagian ditimbulkan oleh benturan antara nilai-nilai Eropa dan Islam. Karya-karyanya kerap mengganggu dan menggelisahkan, dengan alur yang rumit dan memikat, serta penokohan yang kuat.

Di negerinya sendiri yang penduduknya mayoritas muslim , ia dianggap pemberontak karena menentang fatwa hukuman mati terhadap Salman Rushdie dan membela hak-hak etnis minoritas Kurdi . Ia juga bicara lantang tentang hak-hak asasi manusia , hak-hak perempuan , reformasi demokratis, dan isu-isu lingkungan hidup.

Akibat keberaniannya dalam menyuarakan kebenaran walaupun getir, pada 2005 pemerintah Turki menjeratnya dengan tuduhan kriminal setelah ia membuat pernyataan keras dalam wawancara dengan Das Magazin , sebuah majalah terbitan Swiss pada Februari 2005. Dalam wawancara itu Pamuk menyatakan , “ Tiga puluh ribu orang Kurdi dan sejuta orang Armenia dibunuh di negeri ini dan tak seorang pun yang berani berbicara tentang hal ini, kecuali saya.” Bila dinyatakan bersalah dalam sidang pengadilan , Pamuk bisa dipenjarakan hingga tiga tahun .

Pada Oktober 2005, Orhan Pamuk memenangkan Hadiah Perdamaian dalam Pameran Buku Jerman untuk karya-karya sastranya yang dianggap berhasil mengemukakan konflik nilai antara peradaban Eropa dan Turki-Islam. Ini adalah hadiah buku paling bergengsi di Jerman. Walaupun tengah menghadapi ancaman serius di negerinya sendiri , dalam pidato yang disampaikannya pada upacara pemberian hadiah itu, Pamuk menegaskan kembali kesaksiannya, “Saya ulangi , saya katakan dengan jelas bahwa sejuta orang Armenia dan tiga puluh ribu orang Kurdi telah dibunuh di Turki.”

Tuduhan dan ancaman terhadap Pamuk mengundang reaksi internasional. Pada 1 Desember 2005, Amnesti Internasional menyerukan agar Pamuk dibebaskan. Dalam bulan itu juga, delapan pengarang terkemuka dunia—José Saramago (Portugal), Gabriel García Márquez ( Kolombia ) , Günter Grass (Jerman), Umberto Eco (Italia), Carlos Fuentes (Meksiko), Juan Goytisolo (Spanyol), John Updike (Amerika Serikat ), dan Mario Vargas Llosa ( Peru )— mengumumkan pernyataan bersama yang mengecam tuduhan - tuduhan terhadap Pamuk sebagai pelanggaran atas hak-hak asasi manusia .

Namun , ironisnya, di saat yang sama sebagian rekan sebangsanya justru menyerang Pamuk karena ia dianggap terlalu memusatkan kritiknya terhadap “Turki dan orang Turki”, tetapi tidak bersuara keras terhadap pemerintah - pemerintah lain yang juga berbuat kejahatan serupa —baik di masa lalu maupun di masa kini . Selain itu, sebagian pengamat mencurigai pernyataan kerasnya itu hanyalah siasat agar ia memenangkan Hadiah Nobel Sastra 2005 yang kemudian dianugerahkan kepada sastrawan Inggris, Harold Pinter .

Terlepas dari segala kontroversi yang melingkupi penulisnya , bagi khalayak pembaca di Indonesia, novel Namaku Merah Kirmizi ini tentu merupakan sebuah bacaan bermutu yang layak disimak. Melalui karya cemerlang yang diramu dengan intrik politik , dongeng klasik , dan kisah cinta bercabang yang getir ini, Orhan Pamuk membuktikan diri sebagai salah satu sastrawan terkemuka dunia masa kini .

sumber:serambi.co.id

12
Referensi Buku / MY JIHAD; Perjalanan Seorang Mujahid AS
« pada: Desember 10, 2006, 06:57:59 pm »
MY JIHAD; Perjalanan Seorang Mujahid AS

sungguh mengharukan ketika semangat jihad itu justru tumbuh pada diri seorang mualaf Amerika keturunan Irlandia, bernama Aukai Collin. Pemuda bermata biru itu memiliki tekad dan kesungguhan hati yang luar biasa untuk berjihad membela kaum muslim yang tertindas.

Melalui jalan berliku-liku, akhirnya ia dapat mengkhidmatkan hidupnya untuk berjuang bahu membahu melawan pemusnahan umat islam di Chechnya, Kashmir, Afganistan, dan Kosovo. Tak hanya mengangkat senjata, ia pun terjun ke medan intelijen dengan menawarkan jasanya kepada FBI dan CIA sebagai agen antiterorisme. Namun justru ia dikhianati oleh FBI dan CIA.

Buku ini, yang ditulis sendiri oleh Aukai Collin,merupakan bukti nyata perjalanan seorang mujahid Amerika. Lewat buku ini sang penulis tidak hanya mengisahkan suka duka dan liku liku perjuangan membela kebenaran Islam, tapi juga mengungkapkan kepada kita tentang ancaman terbesar perdamaian dan stabilisitas dunia di zaman modern.Konflik global menyebabkan orang- orang yang tak berdosa malah di cap sebagai teroris, sementara negara justru melakukan teror. Disisi lain, ternyata FBI dan CIA terlibat konflik internal.

Ini adalah kisah bagaimana aku memeluk Islam, memasuki dunia kaum mujahidin, dan berjihad di negri yang jauh. Ini juga kisah tentang bagaimana aku menjadi agen rahasia dalam satuan pemberantasan tindak pidana terorisme yang dibentuk pemerintah Amerika Serikat. Aku mengalami banyak keberhasilan dan kegagalan, dan aku memperoleh lebih banyak hikmah dibanding penyesalan. Tetapi inilah kisah hidupku, dan apa yang aku sampaikan disini adalah pengalaman pertamaku dengan dunia mujahidin dan apa yang disebut pemerintah AS sebagai perang melawan teror,” tulis Collin pada bagian awal bukunya.

Penulis membagi bukunya menjadi tiga. Bagian pertama berkisah tentang perjalanan jihadnya dari san diego ( Amerika ) ke Afganistan, melalui frakfurt, Wina, Pakistan,dan Kashmir (1993), Afganistan (musim dingin,1993-1994), dan perjalanan pertama ke Chechnya (1995-1996).

Pada malam pertama di Afganistan, Aukai Collin dihadang oleh udara yang dingin luar biasa. “ Kata dingin saja mungkin tidak cukup untuk menggambarkan bagaimana keadaan bulan Desember di Afganistan…sepertinya rasa dingin itu menembus tulang dan kulit.”’ (hlm 27)

Penulis menjadi saksi kisah para syuhada, termasuk Muhammad Zaky, seorang pejuang muslim yang syahid di Chechnya.Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, ia mengaku melihat bidadari surga yang keindahannya sulit dilukiskan dengan kata-kata. “ pastikan semua yang kukatakan ini tersampaikan kepada anakku,Umar,” katanya. “ Dia tidak boleh pernah meninggalkan jihad, saya telah melihat apa yang tengah menunggu kita disana dan janji Allah benar-benar nyata.

Buku ini sebagian besar berkisah tentang masa kecil Aukai Collin;tentang kerasnya perjuangan hidup, dari dunia kelam dan terbuang, bertahan hidup dijalanan, hingga menemukan cahaya Islam.Sedangkan bagian ketiga membeberkan pengkhianatan CIA kepada Aukai Collin (1996-1999), mengunjungi kembali Chechnya (1999-2000), dan peristiwa 11 September 2001.

Anggota komisi I DPR RI, Suripto, dalam kata pengantarnya menyebutkan, paling tidak ada lima hal yang menarik pada buku ini, yakni, Collin mendengar langsung dari korban kekejian dan kebiadaban tentara Rusia, terjadinya demoralisasi di kalangan prajurut Rusia, semakin mengentalnya tali persaudaraan seiman dari berbagai negara, keberanian dan kegigihan Muslim Chechnya dalam perang melawan tentara Rusia, serta keikhlasan Collin berjuang tanpa berpamrih atau mencari pujian.Suripto yang pakar intelejen itu kagum pada kehebatan Collin dalam melakukan operasi tertutup.

Buku ini sungguh penting dibaca terutama oleh setiap Muslim untuk menyadari arti jihad yang sesungguhnya. Namun buku ini pun perlu dibaca oleh siapa saja yang ingin memahami peta dan tatanan dunia yang sebenarnya, khususnya dalam kaitannya dengan isu perang melawan terorisme.

Seperti ditulis oleh Aukai Collin,”Mereka tidak ingin anda mengetahui bahwa tak ada perang yang sebenarnya melawan terorisme.Mereka tidak ingin anda mengetahui bahwa sebagian dari pembajak pesawat dalam serangan 9/11 telah diketahui oleh FBI sejak tahun 1999.

sumber: Republika

Halaman: [1]