Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Topik - salendra_kms

Halaman: [1] 2 3 ... 5
1
KARIR & LOWONGAN KERJA / Buat yg lagi galu belum ada kerjaan
« pada: September 06, 2012, 09:42:28 am »
Ada lowongan kerja terutama buat anda yg lulusan Pustakawan alias buat tenaga kerja perpustakaan silahkan kirimkan lamarannya

cek sendiri ya alamatnya www.stmik-bnj.ac.id

2
Fiqih Islam / Keguguran
« pada: April 23, 2010, 01:08:24 pm »
assalamualaikum wr wb

mau tanya , ada temen yg habis keuguguran n di kuret.
apakah setelah keguguran itu dia juga dalam keadaan nifas?

syukron  :)

3
Kesehatan & Perawatan Diri / Kanker Darah
« pada: April 12, 2010, 10:58:39 am »
assalamualaikum wr wb

Mau tanya ada yng punya pengalaman cara pengobatan/penyembuhan, baik tradisional maupun medis tentang penyakit leukimia/kanker darah?

sangat dibutuhkan informasinya  :)

kli ada pernah liat tolong share ya


syukron atas perhatianya

4
Bina Keluarga / Bila Ayah Meredakan Tangisan Bayi
« pada: September 07, 2009, 09:29:07 am »
http://health.detik.com/read/2009/09/04/163057/1196916/764/bila-ayah-meredakan-tangisan-bayi[Sumber

*Vera Farah Bararah* – detikHealth

*Jakarta,* Ibu yang menenangkan bayi sedang menangis adalah wajar karena
hampir semua bayi dekat dengan ibunya. Tapi terkadang sang ayah justru
lebih jago dalam hal menenangkan bayi yang menangis. Apa rahasianya?

Biasanya para ayah memiliki tips dan trik khusus dalam hal mengatasi
bayi yang menangis. Jadi meski sibuk di urusan kantor, ayah juga
sebenarnya mampu mendiamkan tangisan anak. Tapi masalahnya banyak ayah
yang tidak mau terlibat dengan masalah bayi menangis.

Sementara si bayi kadang takjub melihat cara ayah mendiamkan
tangisannya. Ayah kadang lebih atraktif dari gayanya menggendong,
mengangkat-angkat, mimik wajah hingga suaranya yang membuat si bayi
sangat terkesan. Berikut adalah beberapa cara yang digunakan ayah untuk
mengatasi tangisan sang bayi, seperti dikutip dari /Babycenter/, Jumat
(4/9/2009):

1. Merasakan apa yang bayi rasakan. Seorang ayah biasanya tahu atau
bisa menemukan darimana sumber sakit sang bayi. Mungkin hal ini
terdengar tidak masuk akal, tapi kadang akal sehat ditinggalkan
untuk mengatasi sesuatu.
2. Menggendong dan mengayun-ayunkan. Bayi sangat suka sekali dengan
gerakan-gerakan dan seorang ayah paling jago dalam hal membuat
mengayun-ayunkan. Pada saat tersebut bayi akan merasa tenang dan
tahu bahwa ada sang ayah yang akan melindunginya.
3. Menghindari meletakkan di tempat tidur. Caranya dengan meletakkan
bayi di bahu dan melingkarkan tangan mungilnya di leher sang ayah.
Kemudian ayah akan bergerak perlahan-lahan ke depan, belakang dan
kadang berputar-putar pelan. Saat seperti itu bayi akan merasa
seperti terbang, namun tidak akan merasa takut karena ada sang
ayah yang menggenggam dengan bayi dengan aman.
4. Mengeluarkan suara dan membuat wajah lucu. Ayah pandai sekali
mengubah-ubah mimik wajahnya sambil mengeluarkan suara yang lucu,
sehingga akan mengubah tangisan bayi menjadi suara cekikikan yang
menggemaskan. Trik ini bisa dengan cara meletakkan sesuatu di atas
kepala dan menjatuhkannya sambil berkata, “Oh tidak, mereka jatuh
lagi,” dengan mimik wajah yang lucu.
5. Menggendong dan bernyanyi. Cara ini mungkin lebih mudah
dibandingkan dengan cara lainnya. Ayah bisa menggendong sang bayi
sambil menyanyikan lagu-lagu yang menenangkan seperti nina bobo
atau lagu anak-anak lainnya.
6. Meletakkan bayi di tubuh sang ayah. Taruh sang bayi di atas tubuh
ayahnya, maka bayi akan merasa tenang dan damai. Bayi akan
merasakan detak jantung, merasakan hembusan napas sang ayah dan
bisa sesekali digoyang-goyangkan. Cara ini juga efektif untuk
menidurkan bayi.

Untuk itu jangan anggap remeh peran seorang ayah, karena dalam hal
tertentu ayah mungkin bisa melakukan sesuatu lebih baik dari siapapun.
Dan ayah pastinya memiliki cara tersendiri untuk menenangkan tangisan
sang anak.

5
Berita & Politik / Foto Wanita Berjilbab Tidak Boleh untuk KTP
« pada: Agustus 29, 2009, 11:52:19 am »
Lubuklinggau,

Pemkot Lubuklinggau akan memperketat persyaratan kartu tanda penduduk (KTP), khususnya bagi warga pendatang. Kemudia Pemkot Lubuklinggau akan menerapkan kembali foto wanita berjilbab tidak boleh untuk KTP.

Walikota Lubuklinggau,  Riduan Effendi mengatakan, pihaknya akan memperketat prosedure pembutan KTP, “Prosedurenya akan diperketat. Kalau warga pendatang harus melampirkan surat pindah dari daerah asal. Kemudia photo untuk KTP wajahnya harus terlihat utuh, dimulai dari rambut, mata, telinga harus kelihatan.

Foto KTP bagi laki-laki tidak boleh memakai topi dan juga kopiah. Sedangkan wanita tidak boleh mengunakan Jilbab, kalau mengunakan jilbab wajahnya tidak kelihatan secara utuh,” Jelas kepada wartawan koran ini di Hotel Abadi pada acara pertemuan pengurus komisi intelejen daerah(komida) Propinsi Sumatera Selatan, Rabu(26/8).

Sumber : Linggau Post

http://salendra.wordpress.com/2009/08/28/foto-wanita-berjilbab-tidak-boleh-untuk-ktp/

6
Artikel Pilihan / Useful Idiots
« pada: Juli 18, 2009, 08:49:33 am »


Useful idiots adalah istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Lenin, tokoh besar komunis pada waktu itu. Istilah ini merujuk pada pendukung komunis yang mudah ditipu dan percaya begitu saja pada ajaran-ajaran partai. Mereka percaya apa yang dikatakan partai, meski apa yang diajarkan itu seluruhnya bohong.

Useful idiots bukan sesuatu yang unik pada partai komunis. Mendidik manusia menjadi “religius” dengan menutup kemungkinan untuk memahami keyakinan orang lain yang berbeda menjadi cara ampuh untuk membentuk useful idiots baru. Mereka seakan ahli namun sebenarnya bodoh (hanya tahu satu hal), yang kemudian berakhir dengan sikap fanatik dengan kepercayaan yang dianutnya.

Manusia yang idiot dan fanatik akan jadi manusia yang useful, menjadi orang-orang yang mudah digunakan. Mereka hanya butuh khotbah dan petikan ayat yang dipenggal untuk menyentuh kepercayaan dangkal mereka.

Tanpa pemahaman paripurna dan kritis, para useful idiots siap membela sampai mati setiap agenda penggunanya. Mereka tak peduli meski tindakannya justru akan membikin luka kemanusiaan yang menganga. Lebih tragis, para useful idiots tidak mampu lagi membedakan antara pernyataan yang benar dengan pernyataan yang secara logika sudah amat berantakan.

Bagaimana cara terhindar dari cengkeraman kuasa kegelapan ini? Sikap berani dan kritis.

Keberanian adalah suatu keutamaan. Dalam sikap kritis terdapat keberanian untuk bertanya dan mempertanyakan. Kritis juga meniscayakan adanya knowledge atau pengetahuan. Pengetahuan akan menuntun pada kehati-hatian dalam berbuat dan bertindak, hingga segala perilaku akan memantulkan ketepatan dan kebijaksanaan.

Tak boleh lagi ada ruang untuk lebih banyak useful idiots di negeri ini.[]

Terinspirasi dari satu artikel di rubrik opini Kompas yang saya sudah lupa tahun dan nama penulisnya

Syafril Hernendi

7
Artikel Pilihan / New Amazing facts of Qur'an
« pada: Juni 12, 2009, 05:37:00 pm »
Sungguh menarik data yang dikemukakan oleh Dr. Tariq Al Swaidan, berikut ini :

Beliau menemukan sejumlah versi di dalam Al Quran yg menyebutkan satu persoalan yang sama dengan yang lainnya, misalnya laki2 sama denga wanita. Meskipun hal ini dipandang dari tata bahasa, namun fakta yang menakjubkan adalah bahwa kata laki2 dalam al-quran disebutkan sebanyak 24 kali dan wanita juga disebutkan 24 kali.

Susunan kata ini tidak hanya benar dalam nilai struktur bahasa, tapi juga menunjukkan kebenaran secara matematik, misal 24=24.

Berdasarkan analisis lebih mendalam dari beberapa versi, bahwa kejadian ini terlihat konsisten pada keseluruhan al-quran.
Lihatlah bukti yg menakjubkan dari jumlah kata2 dalam al-quran (versi bhs arab) berikut ini:

1. Dunia (kehidupan sekarang) disebutkan 115 kali. Akhirat( kehidupan setelah dunia ini) disebutkan 115 kali.
2. Malaikat 88 kali, syaitan 88 kali.
3. Kehidupan 145 kali, kematian 145 kali.
4. Kebaika n/manfaat 50 kali, jahat 50 kali.
5. Orang2 50 kali, nabi 50 kali.
6. Iblis(raja syaitan) 11 kali, menyelamatkan diri dari iblis 11 kali.
7. Musibah (bencana) 75 kali, syukur 75 kali.
8. Shodaqoh 75 kali, kepuasan 75 kali.
9. Orang2 yg tersesat 17 kali, syuhada 17 kali.
10. Muslimin 41 kali, jihad 41 kali.
11. Emas 8 kali, kehidupan yg mudah 8 kali.
12. Sihir 60 kali, fitnah 60 kali.
13. Zakat 32 kali, barokah 32 kali.
14. Pikiran 39 kali, cahaya 39 kali.
15. Lidah 25 kali, khotbah 25 kali.
16. Harapan 8 kali, ketakutan/kecemasan 8 kali.
17. Berbicara di depan publik 18 kali, pempublikasian 18 kali.
18. Penderitaan 114 kali, kesabaran 114 kali.
19. Muhammad 4 kali, syari'ah (ajaran rasululloh saw) 4 kali.
20. Laki2 24 kali, wanita 24 kali.
Dan yg cukup mengagumkan lagi, perhatikan berapa kali kata2 berikut terlihat:

1. SHALAT 5, BULAN 12, HARI 365
2. LAUT 32, TANAH 13 .

Jadi laut+darat = 32+13= 45
Laut = 32/45x100 = 71,1111111% Tanah = 13/45x100% = 28,888889% .
Laut+tanah = 100%

Ilmu pengetahuan modern kini membuktikan bhw air meliputi 71,111% wilayah bumi, dan daratan menutupi 28,8889%.

SUBHANALLOH. ... Mungkinkah itu merupakan suatu kebetulan?

Pertanyaannnya siapakah yg mengajarkan kepada rasul Muhammad akan semua ini?Tentu saja jawabnya " Alloh swt yg mengajarkan semua ini kpd Muhammad SAW, sebagaimana alquran sudah mengajarkan kpd kita "
KIRIMKAN BERITA INI KEPADA SELURUH KAUM MUSLIM YG ANDA KENAl

8
Artikel Pilihan / Dakwah… antara Asa dan Fakta
« pada: Juni 10, 2009, 11:22:46 am »

Dakwah, BERTUJUAN untuk…

 
Mengajak … bukan … mengejek

Mengajar … bukan … meng-hajr

 
Membina … bukan …  menghina

Menasehati … bukan … menusuk hati


DAKWAH akan LANCAR  dengan…

 
Menabur kasih … bukan … menguburnya

Menggalang kekuatan … bukan … menggulungnya

 
Menerangi kebenaran … bukan … memeranginya

Menjaga hak saudara … bukan … menjegalnya

 
Dakwah, SEHARUSNYA bisa…

 
Membimbing … bukan … membimbangkan

Memajukan … bukan … memojokkan

 
Menganjurkan … bukan … menghancurkan

Menyadarkan … bukan … menidurkan

 
DAKWAH akan lebih BERKWALITAS dengan…

 
Tabah hadapi cobaan … bukan … tambah minta pujian

Mewujudkan amalan nyata … bukan … mengumbar kata kata

 
Menuntun mad-uw … bukan … menonton mereka

 
DakWah, TERASA INDAH bila untuk…

 
Meneladani … bukan … menelanjangi

Saling memberi … bukan … saling meng-iri

 
Menyemangati … bukan … menyengat-mati

Mencipta rasa damai … bukan … membuat massa ramai

 
DAKWAH, terasa MANIS dengan…

 
Menebar senyum manis … bukan … mengumbar wajah sinis

 
Berakhlak halus … bukan … berakal bulus

Berniat tulus … bukan … berminat fulus

 
DAKWAH, itu UPAYA untuk…

 
Mempertahankan akidah … bukan … mempertuhankan kabilah

Menghidupkan sunnah … bukan … meredupkannya dg bid’ah

 
Menjadikan orang  patuh … bukan … membuatnya jatuh

Membuat umat sembuh … bukan … membuatnya kumat & kambuh
 

(oleh: Abu Rumaisa + Addariny)

10
Bina Keluarga / Salendra Junior (Berita Kelahiran)
« pada: April 30, 2009, 08:48:01 am »
Assalamualaikum wr wb

Alhamdulillah segala puji kepada sang khalik  :)

Hari Rabu Pagi 29 April 2009 Jam : 05.52 Wib telah lahir Seorang Putra dari rahim seorang ibu yang tangguh berjuang demi kelahiran putra pertama kami Mylovely Wife.....I love U Mum  :-* :x
Dengan bobot 3.2 Kg Panjang gak tau nih bidanya gak kasih ukuran :D

Namanya Muhammad Alfin Nursalim = Itinya makna : Yang Terpuji dengan seribu cahaya Keselamatan
tolong koreksi ya kalu salah  :D

atas semua doa restu dari teman-teman dan saudara sekalian kami sekeluarga mengucapkan syukron kasiron..........semoga allah senantiasa memberikan balasan yang setimpal  :)

11
Games / Game Tantra Online
« pada: Januari 09, 2009, 04:35:12 pm »
Oh ya mau tanya temen2 dudunger ada yang gabung atau suka maen Game tantra Online gak?

klu gabung dong maksudnya kasih tau nama karakternya apa, kan ntr bisa share heee

download gamenya disini http://tantra.playcircle.net

12
Artikel Pilihan / Sandrina Malakiano Fatah Story
« pada: Desember 12, 2008, 01:54:27 pm »
dari Facebook-nya Sandrina Malakiano Fatah

Setiap kali sebuah musibah datang, maka sangat boleh jadi di
belakangnya sesungguhnya menguntit berkah yang belum kelihatan. Saya
sendiri yakin bahwa – sebagaimana Islam mengajarkan – di balik
kebaikan boleh jadi tersembunyi keburukan dan di balik keburukan boleh
jadi tersembunyi kebaikan.

Saya sendiri membuktikan itu dalam kaitan dengan keputusan memakai
hijab sejak pulang berhaji di awal 2006. Segera setelah keputusan itu
saya buat, sesuai dugaan, ujian pertama datang dari tempat saya
bekerja, Metro TV.

Sekalipun tanpa dilandasi aturan tertulis, saya tidak diperkenankan
untuk siaran karena berjilbab. Pimpinan Metro TV sebetulnya sudah
mengijinkan saya siaran dengan jilbab asalkan di luar studio, setelah
berbulan-bulan saya memperjuangkan izinnya. Tapi, mereka yang
mengelola langsung beragam tayangan di Metro TV menghambat saya di
tingkat yang lebih operasional. Akhirnya, setelah enam bulan saya
berjuang, bernegosiasi, dan mengajak diskusi panjang sejumlah orang
dalam jajaran pimpinan level atas dan tengah di Metro TV, saya merasa
pintu memang sudah ditutup.

Sementara itu, sebagai penyiar utama saya mendapatkan gaji yang
tinggi. Untuk menghindari fitnah sebagai orang yang makan gaji buta,
akhirnya saya memutuskan untuk cuti di luar tanggungan selama proses
negosiasi berlangsung. Maka, selama enam bulan saya tak memperoleh
penghasilan, tapi dengan status yang tetap terikat pada institusi
Metro TV.

Setelah berlama-lama dalam posisi yang tak jelas dan tak melihat ada
sinar di ujung lorong yang gelap, akhirnya saya mengundurkan diri.
Pengunduran diri ini adalah sebuah keputusan besar yang mesti saya
buat. Saya amat mencintai pekerjaan saya sebagai reporter dan
presenter berita serta kemudian sebagai anchor di televisi. Saya sudah
menggeluti pekerjaan yang amat saya cintai ini sejak di TVRI Denpasar,
ANTV, sebagai freelance untuk sejumlah jaringan TV internasional, TVRI
Pusat, dan kemudian Metro TV selama 15 tahun, ketika saya kehilangan
pekerjaan itu. Maka, ini adalah sebuah musibah besar bagi saya.

Tetapi, dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan memberi saya yang
terbaik dan bahwa "dunia tak selebar daun Metro TV', saya bergeming
dengan keputusan itu. Saya yakin di balik musibah itu, saya akan
mendapat berkah dari-Nya.

HIKMAH BERJILBAB

Benar saja. Sekitar satu tahun setelah saya mundur dari Metro TV, ibu
saya terkena radang pankreas akut dan mesti dirawat intensif di rumah
sakit. Saya tak bisa membayangkan, jika saja saya masih aktif di Metro
TV, bagaimana mungkin saya bisa mendampingi Ibu selama 47 hari di
rumah sakit hingga Allah memanggilnya pulang pada 28 Mei 2007 itu.
Bagaimana mungkin saya bisa menemaninya selama 28 hari di ruang rawat
inap biasa, menungguinya di luar ruang operasi besar serta dua hari di
ruang ICU, dan kemudian 17 hari di ruang ICCU?

Hikmah lain yang saya sungguh syukuri adalah karena berjilbab saya
mendapat kesempatan untuk mempelajari Islam secara lebih baik.
Kesempatan ini datang antara lain melalui beragam acara bercorak
keagamaan yang saya asuh di beberapa stasiun TV. Metro TV sendiri
memberi saya kesempatan sebagai tenaga kontrak untuk menjadi host
dalam acara pamer cakap (talkshow) selama bulan Ramadhan.

Karena itulah, saya beroleh kesempatan untuk menjadi teman dialog para
profesor di acara "Ensiklopedi Al Quran" selama Ramadhan tahun lalu,
misalnya. Saya pun mendapatkan banyak sekali pelajaran dan pemahaman
baru tentang agama dan keberagamaan. Islam tampil makin atraktif,
dalam bentuknya yang tak bisa saya bayangkan sebelumnya. Saya bertemu
Islam yang hanif, membebaskan, toleran, memanusiakan manusia,
mengagungkan ibu dan kaum perempuan, penuh penghargaan terhadap
kemajemukan, dan melindungi minoritas.

Saya sama sekali tak merasa bahwa saya sudah berislam secara baik dan
mendalam. Tidak sama sekali. Berjilbab pun, perlu saya tegaskan,
bukanlah sebuah proklamasi tentang kesempurnaan beragama atau tentang
kesucian. Berjibab adalah upaya yang amat personal untuk memilih
kenyamanan hidup.

Berjilbab adalah sebuah perangkat untuk memperbaiki diri tanpa perlu
mempublikasikan segenap kebaikan itu pada orang lain. Berjilbab pada
akhirnya adalah sebuah pilihan personal. Saya menghormati pilihan
personal orang lain untuk tidak berjilbab atau bahkan untuk berpakaian
seminim yang ia mau atas nama kenyamanan personal mereka. Tapi, karena
sebab itu, wajar saja jika saya menuntut penghormatan serupa dari
siapapun atas pilihan saya menggunakan jilbab.

Hikmah lainnya adalah saya menjadi tahu bahwa fundamentalisme bisa
tumbuh di mana saja. Ia bisa tumbuh kuat di kalangan yang disebut
puritan. Ia juga ternyata bisa berkembang di kalangan yang mengaku
dirinya liberal dalam berislam.

Tak lama setelah berjilbab, di tengah proses bernegosiasi dengan Metro
TV, saya menemani suami untuk bertemu dengan Profesor William Liddle –
seseorang yang senantiasa kami perlakukan penuh hormat sebagai
sahabat, mentor, bahkan kadang-kadang orang tua – di sebuah lembaga
nirlaba. Di sana kami juga bertemu dengan sejumlah teman, yang
dikenali publik sebagai tokoh-tokoh liberal dalam berislam.

Saya terkejut mendengar komentar-komentar mereka tentang keputusan
saya berjilbab. Dengan nada sedikit melecehkan, mereka memberikan
sejumlah komentar buruk, sambil seolah-olah membenarkan keputusan
Metro TV untuk melarang saya siaran karena berjilbab. Salah satu
komentar mereka yang masih lekat dalam ingatan saya adalah, "Kamu
tersesat. Semoga segera kembali ke jalan yang benar."

Saya sungguh terkejut karena sikap mereka bertentangan secara
diametral dengan gagasan-gagasan yang konon mereka perjuangkan, yaitu
pembebasan manusia dan penghargaan hak-hak dasar setiap orang di
tengah kemajemukan.

Bagaimana mungkin mereka tak faham bahwa berjilbab adalah hak yang
dimiliki oleh setiap perempuan yang memutuskan memakainya? Bagaimana
mereka tak mengerti bahwa jika sebuah stasiun TV membolehkan perempuan
berpakaian minim untuk tampil atas alasan hak asasi, mereka juga
semestinya membolehkan seorang perempuan berjilbab untuk memperoleh
hak setara? Bagaimana mungkin mereka memiliki pikiran bahwa dengan
kepala yang ditutupi jilbab maka kecerdasan seorang perempuan langsung
meredup dan otaknya mengkeret mengecil?

Bersama suami, saya kemudian menyimpulkan bahwa fundamentalisme –
mungkin dalam bentuknya yang lebih berbahaya – ternyata bisa
bersemayam di kepala orang-orang yang mengaku liberal.

13
Artikel Pilihan / TRUE HIST:: Sumpah mengenai BID`AH
« pada: November 01, 2008, 08:10:46 am »
Peringatan: Cerita ini cukup panjang. Sok bikin cerpen atas
permintaan Kang Al Jupri disemangati Kang Sawali dan disupport ilmu
oleh Bang Ersis lalu terinspirasi jalan cerita Hanna. Tapi susah bikin
ending jadi kepanjangan. Maafkanlah. Tapi saya bikin sinopsisnya
(singkat cerita) di belakang. Isunya sih cukup lama tapi ini adalah
kejadian nyata. Hanya alur cerita dan tokohnya disamarkan.

Pagi ini Danang bangun telat sekali. Matahari sudah hampir nongol. Ia
tidak bisa shalat sepagi biasanya kemudian melakukan wirid dan membaca
dzikir hingga terbit matahari. Apalagi ikut shalat jamaah di mushola
samping kostanya di Purwokerto. Semalam ia diadili oleh senat
mahasiswa di kampusnya. Karena Danang dianggap mahasiswa pembawa
ajaran sesat. Bukan itu saja ia pun dituduh kafir dan musyrik.

Sehabis shalat subuh, Danang tidak beranjak seperti biasanya. Pagi
itu, Danang malas memberesi buku-buku yang berserakan di kamarnya.
Matanya berat sekali. Ia justru merebahkan kembali badannya, berharap
bisa tidur kembali. Sebab semalam hingga pukul 21.00 WIB masih di
senat disidang oleh teman-temannya.

Matanya masih saja tak mau terpejamkan. Ia masih terngiang-ngiang
dengan sumpah yang telah diucapkannya di hadapan mahasiswa di kampus,
tadi malam. Sebuah sumpah yang berani diucapkan dengan konsekwensi
yang cukup berat sekali. Tetapi atas nama keyakinan, Danang berani
bersumpah dengan penuh keberanian.

Langit-langit kosannya ia pandangi lama sekali. Tapi matanya tak mau
terpejam. Tiba-tiba, sambil tiduran melihat gambar yang jelas sekali,
seperti TV flat yang dipasang di langit-langit. Ia perhatikan gambar
teman-temanya yang mengkafir-kafirkann ya. Abu Jari, Abu Geha dan
Ibnu Amak. Tiga orang inilah yang memfonis saya sesat.

"Danang, kau ini pembawa ajaran sesat!" Suara Abu Jari begitu
membahana, membuat Danang kaget sekali. Namun setelah membentak ia
mengelus-elus jenggotnya.

"Tahu kah kamu, di kampus ini harus steril dari bid'ah. Saya sebagai
"polisi syariat" di kampus ini bertanggung jawab setiap bid'ah yang
merajalela di sini. Kampus ini harus bersih dari semua itu. Harus
menjadi contoh di masyarakat. Tidak boleh dicemari polusi bid'ah.
Tidak boleh satupun mahasiswa atau pengurus senat memiliki ajaran yang
mendukung bid'ah. Jika masih tetap melakukannya maka konsekwensinya
dikeluarkan. "

Danang kaget bukan kepalang. Bukan masalah ancaman dikeluarkan dari
kampusnya tapi karena ia merasa apa yang ia lakukan itu tidak salah
dan boleh hukumnya. Marhabanan bersama teman-teman santri di masjid
kampus setiap malam Jum'at dan diawali yasinan, semata-mata untuk bisa
bersilaturahmi antar santri yang sudah jadi mahasiswa di sini.

Ini kan sekedar pancingan saja agar teman-teman santri kampus itu bisa
kumpul bareng untuk belajar bersama dan menjalin silaturahmi seperti
juga di pondok dulu. Jadi kenapa masalah teknik dan montase dalam
berdakwah disalahkan. Dulu para Wali bisa membawa kultur wayang dan
tembangan serta nyanyian. Namun cara ini sangat efektif. Jika itu
bid'ah sesat ya pasti dihindari lah, sebagaimana meinum-minuman keras.

Yasinan dan semua aktivitas yang saya lukukan itu sudah berakar saat
saya mondok. Yasinan tidak lain hanyalah kegiatan baca quran biasa;
Marhabanan tidak lain adalah pembacaan sastra berbahasa arab yang
ditulis dalam bentuk bait-bait cerita sejarah Rasulullah saw.
Sedangkan tahlilan tidak lain merupakan bacaan ayat quran, membaca
"laa ilaaha ilallah" lalu di akhiri doa untuk bapak/ibu kami yag sudah
meninggal dan untuk para arwah yang sudah mendahului.Perkara diterima
atau tidak, itu urusan Gusti Allah. Lagi pula kyai-kyai saya dan juga
para ulama, para wali sebelumnnya melakukan semua itu. Jika itu salah,
dan dianggap seperti minum-minuman keras, mungkin sudah dilarang di
pondok saya dari dulu. Aku heran kenapa orang-orang kota ini begitu
kasar kata-katanya dan membenci semua amalan itu. Batin Danang memberontak

"Danang!, kenapa kamu diam saja!" semprot Abu Jari karena dilihatnya
bengong"

"Laporkan ke MUI saja biar dibuat fatwa dan kita bisa memperkarakannya
ke polisi!" Teriak salah satu mahasiswa di antara ratusan yang hadir
mengelilingi Danang.

"Baiklah teman-teman sekalian, saya ingin sampaikan satu hal saja.
Saya tidak ingin berdebat untuk masalah ini. Saya tegaskan bahwa apa
yang saya lakukan itu semata-mata hanyalah tradisi kami di pesantren.
Jika mengganggu kalian dan dianggap sebagai perbuatan kaum musyrik,
Berarti kalian yang buta agama! Tapi saya ingatkan bahwa saya tidak
akan keluar dari kampus ini, dan saya akan melakukan banding hukum
jika saya diperkarakan. Saya tidak akan menghentikan kegiatan yang
diyakini menurut kami benar!" Hadirin tersentak kaget atas pernyataan
Danang itu.

"Bagaiaman jika apa yang kamu lakukan itu adalah salah?" kata Abu Jari
meledek.

"Jika salah mungkin para wali, para syaikh kami dan kyai-kyai ulama
tidak mengajarkan praktek yang kalian anggap bida'ah sesat. Tapi yang
dajari kami adalah jangan berbohong, jangan takabur, hindari tidak
menepati janji, menghina orang lain, sering-sering membantu orang
lain, jangan mabuk-mabukan, mencuri dan melakukan maksiat lainya."

"Apakah kamu berani bersumpah bahwa apa yang kamu lakukan itu benar?"
Kata Abu Jari sang ketua Senat menegaskan.

"Saaaayaaaa beraaani bersumpah!, jika apa yang saya lakukan itu adalah
benar!" jawabnya dengan suara dilambatkan.

"Baiklah silahkan Anda bersumpah." Kata ketua Senat.

Tiba-tiba saja hadirin berlarian menempati tempat duduk di kelas itu
satu persatu dan terdiam. Rupanya rektor kampus ini datang di ruangan
senat mahasiswa. Semua hadirin terdiam dan yang semula berdiri
mengelilingi Danang yang tengah diadili, satu-persatu pada bringsut
dan duduk di bangku masing-masing. Tetapi tiga orang yang mengadili
itu tetap duduk berhadapan dengan Danang.

"Assalamu'alaikum Pak Rektor", kata Abu Jari dan kedua temannya sambil
senyum membungkuk.

"Wa'alaikum salam. Ya silahkan duduk saya sudah dengar semuanya. Saya
kemari ingin menuntaskan masalah kalian. Karena saya capek mendengar
setiap ada perbedaan masalah furuiyah kalian sebagai pengurus senat,
saya dengar melarang semua itu." jelas rektor.

Rupanya, diam-diam rektor diberi tahu oleh mahasiswa bahwa di ruangan
ini ada sidang masalah bid'ah. Untungnya kampus modern itu dilengkapi
CCTV dan semuanya direkam, sehingga rektor universitas ini bisa
mengikutinya. Namun saat hendak bersumpah rektor hendak menyudahi
masalah itu.

"Begini….," lanjut rektor
"Saya memang tidak ingin saudara Danang itu dihakimi seperti ini hanya
karena keyakinan yang berbeda." Kata rektor mengawali pembicaraan.

"Tapi kan pak…"

"Sebetar! saya belum selesai bicara"

"Jika kalian mengambil sumpah kepada Saudara Danang, maka kalianpun
harus juga bersumpah pula bahwa apa yang kalian yakini, bahwa segala
yang dilakukan dan diamalkan setiap hari oleh kawan-kawan Danang itu
adalah salah. Berani?" tanya rektor menirukan iklan 3 (tri).

"Baik pak saya berani!" kata ketiga orang pengurus senat ini.

"Silahkan Danang lebih dulu bersumpah"

"Wallahi, saya bersumpah bahwa apa yang saya lakukan seperti Tahlilan,
Marhabanan, di masjid kampus ini juga Ziarah Kubur adalah benar, dan
saya siap menerima hukuman dari Allah swt apapun bentuknya." sumpah
itu dirasakan Danang keluar dari dalam hatinya hingga merinding bulu
kuduknya.

Ia teringat bagaimana kyaiinyadi pesantren, ia teringat para makam
para wali yang sseringkali ia ziarahi dan membaca quran di sana. Ia
pun teringat jelas orang-orang yang sering melakukan marhabanan di
masjid di pesantren. Semua itu memberikan kekuatan untuk mau bersumpah.

"Sekarang kamu bertiga, silahkan bersumpah"

""Wallahi, saya bersumpah bahwa yang lakukan seperti Tahlilan,
Marhabanan, Ziarah Kubur dan Tahlil adalah perpuatan yang tidak
dirodoi Allah swt dan bida'ah yang sesat. Dan saya siap menerima
hukuman dari Allah swt apapun bentuknya."

Semua hadirin merasa kaget dengan sumpah-sumpahan di kampus itu.
Untunglah pak Rektor yang bijaksana itu akhirnya menantang kedua kubu
untuk melafalkan sumpahnya. Dengan disaksikan ratusan mahasiswa dan
Rektor menjadi sebuah perhelatan sumpah yang entah efektif atau tidak.
Yang jelas semua pada bubar, dan besoknya seperti tidak ada kejadian
apa-apa di kampus itu.

***

Desa Sambilata yang biasanya sepi dan senyap jika malam hari, terlihat
orang berlarian menuju arah belakang masjid desa. Di situ ramai sekali
orang berlarian. Asap membumbung terlihat dari sudut desa itu karena
ditimpa oleh cahaya listrik yang dipancarkan dari lapangan sepakbola
kebanggaan masyarakat Jawa Tengah itu. Dari pematang sawah itu, jelas
sekali ada rumah yang terbakar.

Benar saja, saat Abu Jari sampai di tikungan terakhir masuk kampung
itu, kira-kira 100 meter dari rumahnya, terlihat orang berteriak,
kebakaraan… kebakaran… dan Abu Jari berharap rumah itu bukan miliknya.
Tetapi harapan itu kandas. Kini rumahnya terbakar habis tampa sisa.

Ia berlari agar segera sampai di tempat kejadian perkara. Rumah itu
sudah ludes, api sudah mengecil, terlihat barang-barang miliknya habis
dilalap api. Mobil kijang yang dibeli kredit tahun lalu kini tinggal
bangkai. Perabotan rumah yang ia beli untuk keluarganya pun sudah
menjadi abu. Tiba-tiba tulangnya tidak mampu menahan beban deritanya.

Orang-orang membawa Abu Jari ke rumah sakit. Atas pertolongan dokter,
penyakit darah tingginya bisa diatasi. Namun belum selesai ia keluar
dari rumah sakit, terlihat orang-orang berlarian para suster dan
dokter dibuat kalang kabut. Di ruangan yang tidak jauh dari pintu
keluar, tepatnya di ruangan gawat darurat ada lima kereta pasien
tengah didorong dari dua mobil ambulans yang datang meraung-raung.
Terlihat jelas tiga orang dewasa dan satu anak kecil semuanya pingsan
tidak bergerak. Kelima pasien ini langsung dimaskukkan dalam gawat
darurat. Darah tanpak terlihat dari sekujur tubuhnya.

Abu Jari mau pulang tapi terasa berat sekali. Ia coba melihat dari
jauh karena sepertinya ia kenal tahi lalat di pipinya. Ia berharap
bukan isterinya. Dengan penasaran ia minta kepada suster untuk
mengehentikan kereta pasien itu.

"Alllllaaaahu Akbar" teriak Abu Jari.

"Mamaaaa…" teriakan kedua ini cukup membuat Abu Jari jatuh pinsan.

Kelima orang yang masuk rumah sakit ini adalah keluarga Abu Jari
semuanya. Kedua orang tua Abu Jari dan Mimin isterinya meninggal.
Kedua anaknya yang masih SD dirawyat karena luka yang cukup parah,
namun akhirnya dua-duanya meninggal. Kejadian itu awalnya mereka
tengah berlibur di Yogyakarta sepulang dari liburan mobil ini tabrakan
dan semuanya meninggal dunia.

***

Kehidupan Abu Jari pasca sumpah itu benar-benar tragis. Kini hanya
sebatang kara. Kelurga dan harta bendanya meninggalkannya. Ia berpikir
apakah saya salah dalam bersumpah. Diam-diam ia menyesali sumpah
kemarin di kampus itu. Lalu ia berusaha untuk mendatangi kyai-kyai di
Jawa. Makudnya iangin berdialoag tentang dunia pesantren dan segala
liku-liku ajaran yang saya anggap sesat itu. Ia tidak puas satu kyai
dan ia kunjungi kyai lain sepanjang Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tapi
semuanya menjawab sama.

"Kamu rupanya termakan sumpah" Kata kyai Holil di Surabaya. Sudah ada
10 kyai ia datangi dan semuanya berkata begitu dan semuanya sepakat
agar saya minta maaf kepada Danang.

"Saya sudah maafkan semuanya, karena memang saya tidak punya prasangka
apa-apa." Jawab Dananga kepada Abu Jari saat berkunjung ke rumahnya
meminta maaf.

Kini, Abu Jari justru kebalikan dari Danang. Ia paling getol ziarah,
paling suka datang ke para ulama untuk menimba ilmu-ilmu yang selam
ini ia dapatkan hanya dari buku-buku terjemahan dan doktrin-doktrin
bid'ah dari khutbah Jumat dan pengajian doktriner.

————————————

Kesimpulan Cerita dari fakta berikut:

Danang (nama samaran) dan Ketua Senat di Kampus Purwokerto (ini
kejadian benar) berawal dari debat masalah perbedaan furuiyah yang
biasa dilakukan oleh orang-orang NU. Danang tidak banyak mengetahui
dalil-dalilnya dan tidak mau berdebat masalah ini sebab amalan itu
sudah turunan dari para kyai dan tidak mempermasalahkannya jika mau
dikerjakan atau tidak.

Tetapi Sang Ketua senat itu sangat meyakini bahwa apa yang dilakukan
Danang itu salah total dan harus dihindari. Karennya keduanya
bersumpah demi Allah swt dan siap menerima resiko apapun dari Allah
atas segala keyakinannya. . Tapi malangnya, konsekwensi sumpah itu
justru menimpa ketua Senat rumah kebakar dan keluarganya meninggal
semua akibat kecelakaan.

Atas semua cerita ini tidak bermaksud untuk menguatkan dalil tentang
prilaku yang dituduh bid'ah ini. Ini hanyalah pengalaman rohani
seseorang, belum tentu cocok dengan yang lain. Plis deh ah… Wallahu a'lam.

Ini adalah cerita saya hadiahkan buat kang Al Jupri yang menyuruh saya
bercerita. Mudah-mudahan ada manfaatnya.

==###==

sumber: santribuntet

wallahu'lam :)

14
Artikel Pilihan / Orang Brengsek Guru Sejati
« pada: Oktober 09, 2008, 11:30:40 am »
Orang Brengsek Guru Sejati
oleh : Gede Prama
Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People.

Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama, dll.
 
Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit.
Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka; seperti keras kepala, menang sendiri, dan lain-lain, dan kemudian saya tanya apakah itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian darimereka hanya tersenyum kecut.
Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca mata terlebih dahulu,sebelum melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor.
Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan
Anda sendiri yang sulit.
Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikit saja pun jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.
Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit.
Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan.
Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka.
Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu.
Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil.
Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang sabar.
Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini ( baca : tubuh dan jiwa ini ) menjadi lebih longgar ( sabar ).
Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal.
Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.
Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan.
Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya. Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.
Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa.
Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain.
Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat.
Di masa kecil, saya termasuk orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina kita.


15
Cerita Lucu / True Story Dari Bank BNI Pusat
« pada: September 11, 2008, 05:11:00 pm »
True Story Dari Bank BNI Pusat
terjadi kepada seorang staff lelaki yang bekerja di tingkat 27 Gedung BNI 46.

Pada hari tersebut (hari Kamis malam Jum'at) beliau bekerja lembur dan terpaksa pulang agak larut kira-kira jam 11 malam sendirian... ..!!!!!! Sampai didepan lift, dia pun tekan tombol untukturun. Kemudian, pintu lift terbuka tanpa ada siapa2 didalamnya.. . Dia masuk dan tekan tombol "G" untuk ke Ground floor.

Tetapi entah mengapa, lift yang dia naiki itu terus naik ke atas. Ketika sampai ditingkat 30 lift tersebut berhenti. Dan pintu lift terbuka kemudian masuklah seorang perempuan yang kelihatan sungguh cantik dan menawan sekali sambil tersenyum manis.

Dia tak pernah melihatnya sepanjang bertugas di BNI. Perempuan tadi pun masuk dan berdiri dibelakangnya. Diapun bertanya-tanya didalam hatinya... siapa perempuan itu, dan kenapa sudah lewat malam belum pulang ke rumah. Mau disapa terasa malu pula, jadi masing-masing saling diamlah.

Dalam suasana hening sepi itu, lift tersebut terus meluncur turun dari satu tingkat kesatu tingkat. Tiba ditingkat 18, lampu lift padam dan lift terhenti seketika dia mencium bau yang teramat busuk, yang mengganggu hidungnya ... dan bulu romanya tiba-tiba saja merinding... dia pun mulai membaca ayat-ayat suci yang terlintas di-ingatannya sambil memberanikan diri dan perlahan-lahan menoleh kebelakang setelah lampu lift menyala.

Tiba-tiba saja, perempuan yang berada belakangnya ketawa....dan segera berkata "Maaf ya 'Mas, saya kentut....Anda tidak marahkan ? hehehehheeeeeeee

Halaman: [1] 2 3 ... 5