Komunitas DUDUNG.NET

TOPIK UMUM => Freedom of Speech => Topik dimulai oleh: JinKura2 pada November 17, 2010, 04:37:10 am

Judul: Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: JinKura2 pada November 17, 2010, 04:37:10 am
Apa kesan pertama ketika mendengar kata komunisme? Kebanyakan orang akan langsung mengidentikkan dengan tak Bertuhan, tidak beragama. Tak punya sopan-santun, kejam, pemberontak, serta berbagai konotasi. Namun, dibalik semua julukan tersebut, identifikasi tak Bertuhan merupakan jadi rujukan dominan.

Identifikasi tersebut pada dasarnya erat dengan kepentingan politik. Rezim Suharto dalam hal ini jadi tersangka utama pemberi label dan stigma tersebut. Ternyata tidak demikian. Labelisasi dan stigmatisasi atheis tersebut ternyata bukan saat Suharto berkuasa. Ia lahir dari rahim pertarungan politik menyambut Pemilu 1955. Entah apa penyebabnya.

Menurut Majalah Tempo Edisi 8-14 November 2010 (Hatta Kambing Hitam Madiun-Asvi Warman Adam), konklusi tersebut lahir pada 1954. Fatwa Masyumi pada Desember 1954 menyatakan, komunisme itu identik dengan atheisme. Fatwa tersebut bertemali erat dengan kepentingan untuk Pemilu 1955. Alhasil, hal itu dimanfaatkan rezim Suharto untuk kepentingan politik mereka, dan sampai sekarang, sedikit banyak, masih melekat juga di benak kita.

Apakah label dan stigma tersebut masih layak dilestarikan?
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: LAVI pada November 17, 2010, 09:50:16 am
maksudnya TS gimana ini??
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: JinKura2 pada November 17, 2010, 11:00:32 pm
label dan stigma komunis=atheis....
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: د ج ل pada November 19, 2010, 12:33:28 pm
he... judulnya aneh... :D
tapi biarlah... bair menarik :D

temanya berkaitan dengan sejarah, dan... saya termasuk orang yang tidak suka dengan pelajaran sejarah, karena isinya seringkali "diacak-acak" oleh kepentingan.
bagi saya, komunis tidak selalu atheis.
mau tau kenapa?
kita lihat aja nanti >:)
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: LAVI pada November 20, 2010, 02:15:03 pm
nah biar klaar dan meancing comment dari member lainnya...sebaiknya TS jelaskan dulu apa alasan membuat statement seperti itu... dan berikan data juga...
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: JinKura2 pada November 22, 2010, 12:53:24 pm
nah biar klaar dan meancing comment dari member lainnya...sebaiknya TS jelaskan dulu apa alasan membuat statement seperti itu... dan berikan data juga...

Maksudnya ya untuk pelurusan sejarah saja dan kita semua bisa terbuka terhadap semua pemikiran yang ada.

Klo datanya seh banyak. Kan sampeyan juga pasti tahu siapa itu Haji Misbach dan Tan Malaka. Mereka merupakan contoh otrang2 komunis yang sangat theis skali. Klo pun ada yang beda, itu persoalan lain, urusan individu. Klo soal data, sdh q tulis d trit soal fatwa atheis bagi komunis dr Masyumi. Padahal itu kan bentuk intrik2 politik, bukan fakta. apalagi pas Rezim Suharto berkuasa, semakin ga jelas saja hal itu.
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: .::senyum chandra::. pada November 23, 2010, 11:43:39 pm
semua yang besar di negara ini pasti ada hubungannya dengan politik dan intrik2nya...
sampai sekarang kita kan tetap tidak bs menutup mata bahwa komunis itu masih ada..
entah apa bungkusnya, dan apa tujuannya...

jadi, inti thread ini...
haruskah tetap dilestarikan stigma bahwa komunis adalah atheis???
berkata bahwa, setiap yg komunis pasti adalah atheis??
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: LAVI pada November 24, 2010, 10:14:02 am
nah biar klaar dan meancing comment dari member lainnya...sebaiknya TS jelaskan dulu apa alasan membuat statement seperti itu... dan berikan data juga...

Maksudnya ya untuk pelurusan sejarah saja dan kita semua bisa terbuka terhadap semua pemikiran yang ada.

Klo datanya seh banyak. Kan sampeyan juga pasti tahu siapa itu Haji Misbach dan Tan Malaka. Mereka merupakan contoh otrang2 komunis yang sangat theis skali. Klo pun ada yang beda, itu persoalan lain, urusan individu. Klo soal data, sdh q tulis d trit soal fatwa atheis bagi komunis dr Masyumi. Padahal itu kan bentuk intrik2 politik, bukan fakta. apalagi pas Rezim Suharto berkuasa, semakin ga jelas saja hal itu.
permasalahannya om Jin, komunisme di Indonesia itu unik...paling unik di dunia malah karena komunisme bisa sejajar dengan kehidupan agamis dan nasionalis demokratis...hal yang tidak kita temui di negara asal komunisme itu sendiri malah...di beberapa derah malah muncul keanggotaan ganda (PKI-NU, PKI-Masjumi, PKI-PNI) alasannya sederhana...ngikut panutan (bisa kyai, ustadz atau lurah) permasalahannya apa bisa statement anda itu berlaku untuk keseluruhan ??? saat aku melakukan wawancara di sebuah desa di Jawa Tengah soal komunisme ini (desanya mana..nggak usah gw sebut)...pandangan atheisme masyarakat terhadap pengikut komunisme ini justru sudah ada sejak awal komunis muncul (sebelum new order era)...di desa itu sering muncul penyerangan dan perusakan terhadap "langgar" (musholla), dan pembakaran Quran juga termasuk pencabutan tanaman padi dan penancapan paotk-patok di tanah sawah untuk alasan landreform...(untuk memahami konteks ini anda harus tahu 7 setan desa dalam terminologi PKI) karena konteks konflik agamis-komunis tidak sama di setiap daerah, bahkan di satu propinsi sekalipun bisa muncul perbedaan di wilayah desa dan kota... sementara ini dulu.
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: JinKura2 pada November 24, 2010, 12:25:03 pm
nah biar klaar dan meancing comment dari member lainnya...sebaiknya TS jelaskan dulu apa alasan membuat statement seperti itu... dan berikan data juga...

Maksudnya ya untuk pelurusan sejarah saja dan kita semua bisa terbuka terhadap semua pemikiran yang ada.

Klo datanya seh banyak. Kan sampeyan juga pasti tahu siapa itu Haji Misbach dan Tan Malaka. Mereka merupakan contoh otrang2 komunis yang sangat theis skali. Klo pun ada yang beda, itu persoalan lain, urusan individu. Klo soal data, sdh q tulis d trit soal fatwa atheis bagi komunis dr Masyumi. Padahal itu kan bentuk intrik2 politik, bukan fakta. apalagi pas Rezim Suharto berkuasa, semakin ga jelas saja hal itu.
permasalahannya om Jin, komunisme di Indonesia itu unik...paling unik di dunia malah karena komunisme bisa sejajar dengan kehidupan agamis dan nasionalis demokratis...hal yang tidak kita temui di negara asal komunisme itu sendiri malah...di beberapa derah malah muncul keanggotaan ganda (PKI-NU, PKI-Masjumi, PKI-PNI) alasannya sederhana...ngikut panutan (bisa kyai, ustadz atau lurah) permasalahannya apa bisa statement anda itu berlaku untuk keseluruhan ??? saat aku melakukan wawancara di sebuah desa di Jawa Tengah soal komunisme ini (desanya mana..nggak usah gw sebut)...pandangan atheisme masyarakat terhadap pengikut komunisme ini justru sudah ada sejak awal komunis muncul (sebelum new order era)...di desa itu sering muncul penyerangan dan perusakan terhadap "langgar" (musholla), dan pembakaran Quran juga termasuk pencabutan tanaman padi dan penancapan paotk-patok di tanah sawah untuk alasan landreform...(untuk memahami konteks ini anda harus tahu 7 setan desa dalam terminologi PKI) karena konteks konflik agamis-komunis tidak sama di setiap daerah, bahkan di satu propinsi sekalipun bisa muncul perbedaan di wilayah desa dan kota... sementara ini dulu.

itu apakah karena komunisme-nya atau tindakan dari orangnya mas?
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: LAVI pada November 24, 2010, 12:58:52 pm
komunismenya....konsep landreform (dalam komunisme dasar), serta dipadu terminologi 7 setan desa dalam buku merah partai komunis (salah satu dari 7 setan desa adalah alim ulama), salah satu permasalahan kenapa timbul pertentangan hingga pembunuhan dalam pelaksanaan landreform di beberapa daerah Indonesia oleh PKI adalah....jumlah keseluruhan tanah baik di Jawa maupun Sumatra yang tidak sebanding dengan jumlah orangnya sehingga asas sama rata tidak bisa diterapkan (disisi lain anda bisa merasakan bagaimana tanah yang anda beli dan rawat dengan susah payah disita dan dibagi-bagi ke orang lain), selain itu jual beli tanah juga bisa jadi masalah...tanah-tanah yang sudah ditanamidicabuti tanamannya dengan seenaknya dan dipatok, hal sama terlebih jika tanah itu milik lawan politik mereka (Masyumi/PNI/NU) kalo ada yang melawan bisa dibunuh...salah satu warga bahkan pernah menyumpah saat suatu malam PKI mencabuti tanaman padi di sawahnya yang baru ditanam dengan kata2 "lihat saja..besok suatu saat orang-orang yang mencabuti padi2 itu nasibnya akan sama dengan tanaman-tanaman yang seenaknya mereka cabuti"
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: د ج ل pada November 24, 2010, 09:07:15 pm
ng... berarti bener ya?
kebijakan kaum komunis indonesia yang dipimpin... siapa tuh namanya... DN Aidit kalo ga salah, dapet "panduan" dari kaum komunis internasional?
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: JinKura2 pada November 25, 2010, 10:02:39 am
komunismenya....konsep landreform (dalam komunisme dasar), serta dipadu terminologi 7 setan desa dalam buku merah partai komunis (salah satu dari 7 setan desa adalah alim ulama), salah satu permasalahan kenapa timbul pertentangan hingga pembunuhan dalam pelaksanaan landreform di beberapa daerah Indonesia oleh PKI adalah....jumlah keseluruhan tanah baik di Jawa maupun Sumatra yang tidak sebanding dengan jumlah orangnya sehingga asas sama rata tidak bisa diterapkan (disisi lain anda bisa merasakan bagaimana tanah yang anda beli dan rawat dengan susah payah disita dan dibagi-bagi ke orang lain), selain itu jual beli tanah juga bisa jadi masalah...tanah-tanah yang sudah ditanamidicabuti tanamannya dengan seenaknya dan dipatok, hal sama terlebih jika tanah itu milik lawan politik mereka (Masyumi/PNI/NU) kalo ada yang melawan bisa dibunuh...salah satu warga bahkan pernah menyumpah saat suatu malam PKI mencabuti tanaman padi di sawahnya yang baru ditanam dengan kata2 "lihat saja..besok suatu saat orang-orang yang mencabuti padi2 itu nasibnya akan sama dengan tanaman-tanaman yang seenaknya mereka cabuti"

land reform itu bukan bagian dr epistimologi komunisme. Secara aksiologi pun, tak ada relasi antara komunisme dengan land reform. Ingat, semua negara maju sebelumnya pernah melakukan land reform, spt: inggris dan Jepang. Hanya tuan tanah saja yang akan ketakutan dengan konsepsi land reform ini. Land reform sangat beda dengan konsepsi sama rata sama rasa. Lebih ke arah bagaiaman membuka akses bagi masyarakat miskin untuk meraih kesejahteraan dengan tanah. Tak bisa dilepaskan antara rakyat dengan bumi yang diinjaknya (lihat UUPA).

So, klo begini, bagian mana dari komunisme sebagai suatu pemikiran yang salah menurut anda (ontologi dan epistimologi)? 


ng... berarti bener ya?
kebijakan kaum komunis indonesia yang dipimpin... siapa tuh namanya... DN Aidit kalo ga salah, dapet "panduan" dari kaum komunis internasional?

Klo dr literatur yang saya baca, kayaknya ga deh. Pada masa Aidit, kebijakannya lbh condong berporos ke China, bukan komintern Soviet....Ga tau laghi klo ada referensi lainnya.. :)
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: LAVI pada November 27, 2010, 10:15:28 am
Om jin, anda membahas konteks komunisme dalam pola pikir sosialisme... komunisme baik di Indonesia maupun di dunia adalah konsep yang rumit dan tidak hanya bergantung pada konsep 1 mashab... demikian juga dengan konsep land reform disini sangat berbeda konsep landreform di eropa barat dengan ala sistem komunis...di Indonesia sendiri partai komunis juga terpecah pemahamannya dimana terdapat 2 kubu (aliran tan malaka dan aliran muso) yang akhirnya berujung pecahnya partai ini menjadi PSI dan PKI...kalo bicara soal PKI anatara mashab Muso dan Aidit juga beda karena pola ajaran yang dibawa juga beda (Muso ala komunisme Stalin dan Aidit ala Mao) dan dalam perjalanan di Indonesia seperti saya singgung sebelumnya juga berbeda di tiap daerah ...bahkan di satu wilayah propinsi antara dua desa bertetangga juga berbeda...tetapi yang pasti untuk sistem recruitment antara PKI di Perkotaan dan di Pedesaan sangat berbeda, tolong untuk soal ini jangan gunakan pendekatan tahun 2000an, karena kita berbicara soal kondisi fisiologi, kultur dan infrastruktur Indonesia era 50-60an...yang mana di satu desa hanya ada 1 unit radio untuk ratusan KK...masyarakat di desa cenderung ikut PKI bukan karena mereka sadar politik tetapi karena PKI adalah satu2nya partai Indonesia saat itu yang memiliki jaringan penetrasi masyarakat secara menyeluruh (ingat ormas PKI mencakup banyak bidang mulai dari petani hingga pegawai negeri) dan tidak mensyaratkan anggotanya untuk menjadi atheis, namun cenderung lebih sekuler (KTP pada era 60-an tidak mencantumkan agama seseorang dan juga untuk recruitmen parpol yang lain, dan agama baru dicantumkan dalam KTP dan syarat biodata pencarian kerja pada era 70an), dan juga memungkinkan seseorang memiliki keanggotaan partai politik ganda. kembali kpada soal landreform...di Indonesia berbeda dengan Soviet (itu kenapa saya minta anda mencermati konsep 7 setan desa dalam buku merah PKI)  di Indonesia tidak ada landlord secara jelas (dalam pengertian bangsawan, beda dengan konsep landlord di Inggris) yang ada hanya orang biasa yang kaya yang mampu membeli tanah dalam jumlah besar..dan di sejumlah daerah di Jawa Tengah landlord ini adalah Kyai atau Ulama...(ingat orang dengan gelar Haji...hanya orang kaya yang mampu naik haji dan kaya pada masa itu sama dengan memiliki tanah dalam jumlah besar) anda juga harus mencermati konsep kuli dalam masyarakat pedesaan Jawa (istilah kuli kenceng, kuli 1/2 kenceng, kuli kendho, tumpang tlosor) hal ini tidak akan anda temukan dalam masyarakat manapun...anda tidak bisa membuat korelasi antara landreform dalam pemahaman UUPA dan konsep komunisme Indonesia karena akan sangat berbeda baik dari segi konsep dasar, maupun waktu.
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: JinKura2 pada November 27, 2010, 10:55:09 am
Om jin, anda membahas konteks komunisme dalam pola pikir sosialisme... komunisme baik di Indonesia maupun di dunia adalah konsep yang rumit dan tidak hanya bergantung pada konsep 1 mashab... demikian juga dengan konsep land reform disini sangat berbeda konsep landreform di eropa barat dengan ala sistem komunis...di Indonesia sendiri partai komunis juga terpecah pemahamannya dimana terdapat 2 kubu (aliran tan malaka dan aliran muso) yang akhirnya berujung pecahnya partai ini menjadi PSI dan PKI...kalo bicara soal PKI anatara mashab Muso dan Aidit juga beda karena pola ajaran yang dibawa juga beda (Muso ala komunisme Stalin dan Aidit ala Mao) dan dalam perjalanan di Indonesia seperti saya singgung sebelumnya juga berbeda di tiap daerah ...bahkan di satu wilayah propinsi antara dua desa bertetangga juga berbeda...tetapi yang pasti untuk sistem recruitment antara PKI di Perkotaan dan di Pedesaan sangat berbeda, tolong untuk soal ini jangan gunakan pendekatan tahun 2000an, karena kita berbicara soal kondisi fisiologi, kultur dan infrastruktur Indonesia era 50-60an...yang mana di satu desa hanya ada 1 unit radio untuk ratusan KK...masyarakat di desa cenderung ikut PKI bukan karena mereka sadar politik tetapi karena PKI adalah satu2nya partai Indonesia saat itu yang memiliki jaringan penetrasi masyarakat secara menyeluruh (ingat ormas PKI mencakup banyak bidang mulai dari petani hingga pegawai negeri) dan tidak mensyaratkan anggotanya untuk menjadi atheis, namun cenderung lebih sekuler (KTP pada era 60-an tidak mencantumkan agama seseorang dan juga untuk recruitmen parpol yang lain, dan agama baru dicantumkan dalam KTP dan syarat biodata pencarian kerja pada era 70an), dan juga memungkinkan seseorang memiliki keanggotaan partai politik ganda. kembali kpada soal landreform...di Indonesia berbeda dengan Soviet (itu kenapa saya minta anda mencermati konsep 7 setan desa dalam buku merah PKI)  di Indonesia tidak ada landlord secara jelas (dalam pengertian bangsawan, beda dengan konsep landlord di Inggris) yang ada hanya orang biasa yang kaya yang mampu membeli tanah dalam jumlah besar..dan di sejumlah daerah di Jawa Tengah landlord ini adalah Kyai atau Ulama...(ingat orang dengan gelar Haji...hanya orang kaya yang mampu naik haji dan kaya pada masa itu sama dengan memiliki tanah dalam jumlah besar) anda juga harus mencermati konsep kuli dalam masyarakat pedesaan Jawa (istilah kuli kenceng, kuli 1/2 kenceng, kuli kendho, tumpang tlosor) hal ini tidak akan anda temukan dalam masyarakat manapun...anda tidak bisa membuat korelasi antara landreform dalam pemahaman UUPA dan konsep komunisme Indonesia karena akan sangat berbeda baik dari segi konsep dasar, maupun waktu.

Koreksi: Tan Malaka itu Partai Murba....

Maka dari itu, perlu ada pembatasan jelas antara forum internum (pemikiran) dan eksternum (tindakan)...selama ini kita salah kaprah menilai. Si A yg punya ideologi X melakukan kesalahan. Ideologi X itu pun turut disalahkan pdhal itu krn aksi si A....Mirip terorisme saat ini. Banyak yang menuduh klo aksi itu krn ajaran islam spt celoteh wilder. Padahal bukan to? Itu hanya tindakan orangnya saja krn Islam tak mengajarkan demikian.....

Bener to klo land reform bkn bag dr ontologi&epistema komunisme? Klo negara ingin maju, memang hrs ada land reform biar ga ada lagi warga desa yg jadi buruh tani di desanya sendiri krn tanah2 dikuasai orang2 dr kota spt yg terjadi saat ini.....:(

OOT: Kolom agama di KTP ga berguna, bisa jd ajang adu domba. Gara2 itu, ada sebagian warga yang beragama di luar agama resmi kehilangan haknya. Padahal istilah agama resmi ga pernah diatur dlm UU, hanya tata cara pengisian KTP saja....Apa urusannya negara dengan agama yang dianut warganya.... :)

Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: LAVI pada November 27, 2010, 11:06:32 am
^^
Kutip
Bener to klo land reform bkn bag dr ontologi&epistema komunisme? Klo negara ingin maju, memang hrs ada land reform biar ga ada lagi warga desa yg jadi buruh tani di desanya sendiri krn tanah2 dikuasai orang2 dr kota spt yg terjadi saat ini.....:(
sekali lagi...jangan pake pendekatan waktu sekarang....pake pendekatan masa itu...istilah kuli kenceng adalah landlord yang sekaligus penggarap sawah so...petani penggarap di masyarakat jawa saat itu juga adalah pemilik tanah.... (memang ada istilah lainnya yang bisa anda cari sendiri)
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: JinKura2 pada November 28, 2010, 12:26:32 am

sekali lagi...jangan pake pendekatan waktu sekarang....pake pendekatan masa itu...istilah kuli kenceng adalah landlord yang sekaligus penggarap sawah so...petani penggarap di masyarakat jawa saat itu juga adalah pemilik tanah.... (memang ada istilah lainnya yang bisa anda cari sendiri)

makanya, disinilah perlu berpikir progresif dengan mendekonstruksikannya dlm konteks membongkar brutalisme pemikiran masa lalu...^^

“Soal Agraria adalah soal hidup dan penghidupan manusia, karena tanah adalah asal dan sumber makanan bagi manusia. Perebutan tanah berarti perebutan makanan, perebutan tiang hidup manusia. Untuk ini, orang rela menumpahkan darah, mengorbankan segala yang ada demi mempertahankan hidup selanjutnya (Moch. Tauchid, 1952)

Memang, sepakat klo itu. Tapi perlu diingat, apakah modal ekonomi tsb mencukup u/ hidup layak secara ekonomi? So, kembali lagi, di mana sisi yang secara ontologi dan epistema itu? Jangan kembali lagi ke soal aksiologinya....
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: LAVI pada November 30, 2010, 11:54:25 am
oke...kita kembali ke topik awal
soal atheisme dalam komunisme...di negara Komunis, unsur-unsur takhayul, legenda dll itu sangat dilarang mengapa?? karena dianggap merintangi kemujuan dan produktifitas masyarakat dan membatasi pola pikir masyarakat terhadap hal-hal yang dianggap nalar, kenapa menjadi atheis, karena kepercayaan terhadap Tuhan (dalam hal ini termasuk pula dalam pemahaman agama) juga masuk dalam kategori takhayul dll karena itu sangat dilarang oleh komunis...

di Indonesia ada suatu sekolah taman kanak-kanak yang dikelola oleh PKI namanya TK-Melati yang gurunya mengajarkan kepada muridnya seperti ini..(kakek gw yang cerita)

guru: anak-anak sekarang bu guru ingin bertanya apakah kalian selalu berdoa kepada Tuhan??
muris: Iya bu guru...!!
guru: begitu, apakah kalian percaya Tuhan itu ada??
murid: iya bu guru, tuhan itu ada...
guru: kalo begitu bu guru minta kalian berdoa kepada Tuhan...Ya Tuhan kami ingin minta permen...
Murid: Ya Tuhan kami minta permen..
guru: sudah berdoa kan, sekarang dikasih tidak sama Tuhan
Murid: Tidak bu guru
guru: sekarang bilang, bu guru, kami minta permen...
murud: bu guru kami minta permen...
(kemudian bu guru memberi murid-muridnya permen satu-satu)
guru: nah sekarang bu guru tanya kalian apat permen tidak??
murid: dapat bu guru..
guru: tadi kalian minta permen sama tuhan, dikasih tidak??
murid: tidak bu guru
guru: berarti Tuhan itu ada atau tidak??
murid: tidak bu guru
guru: yang ngasih kalian permen siapa??
murid: bu guru...
guru: berarti bu guru ada atau tidak??
murid: ada bu guru...

itu salah satu model...yang lainnya masih ada lagi...ngerti kan kenapa identik dengan atheisme, sekalipun anggota komunis belum tentu atheis..
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: ali syarifudin pada Desember 01, 2010, 08:24:23 am
he... judulnya aneh... :D
tapi biarlah... bair menarik :D

temanya berkaitan dengan sejarah, dan... saya termasuk orang yang tidak suka dengan pelajaran sejarah, karena isinya seringkali "diacak-acak" oleh kepentingan.
bagi saya, komunis tidak selalu atheis.
mau tau kenapa?
kita lihat aja nanti >:)

dimana-mana yang namanya kemungkinan akan selalu ada, termasuk kemungkinan un tuk mengacak-acak fakta sejarah..
yang namanya kebenaran harus dipertahan kan sampai kapanpun...
klau kita tidak suka dengan "sejarah" tersebut... siapa lagi yang akan mempertahankan kebenaran nya..

sekedar masukan aja.. bukan berarti banyak keburukan kita tidak pelajari, justru kita ada didalamnya untuk meperbaiki. :) :) :) :) :)

Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: JinKura2 pada Desember 03, 2010, 01:11:55 am
oke...kita kembali ke topik awal
soal atheisme dalam komunisme...di negara Komunis, unsur-unsur takhayul, legenda dll itu sangat dilarang mengapa?? karena dianggap merintangi kemujuan dan produktifitas masyarakat dan membatasi pola pikir masyarakat terhadap hal-hal yang dianggap nalar, kenapa menjadi atheis, karena kepercayaan terhadap Tuhan (dalam hal ini termasuk pula dalam pemahaman agama) juga masuk dalam kategori takhayul dll karena itu sangat dilarang oleh komunis...

di Indonesia ada suatu sekolah taman kanak-kanak yang dikelola oleh PKI namanya TK-Melati yang gurunya mengajarkan kepada muridnya seperti ini..(kakek gw yang cerita)

guru: anak-anak sekarang bu guru ingin bertanya apakah kalian selalu berdoa kepada Tuhan??
muris: Iya bu guru...!!
guru: begitu, apakah kalian percaya Tuhan itu ada??
murid: iya bu guru, tuhan itu ada...
guru: kalo begitu bu guru minta kalian berdoa kepada Tuhan...Ya Tuhan kami ingin minta permen...
Murid: Ya Tuhan kami minta permen..
guru: sudah berdoa kan, sekarang dikasih tidak sama Tuhan
Murid: Tidak bu guru
guru: sekarang bilang, bu guru, kami minta permen...
murud: bu guru kami minta permen...
(kemudian bu guru memberi murid-muridnya permen satu-satu)
guru: nah sekarang bu guru tanya kalian apat permen tidak??
murid: dapat bu guru..
guru: tadi kalian minta permen sama tuhan, dikasih tidak??
murid: tidak bu guru
guru: berarti Tuhan itu ada atau tidak??
murid: tidak bu guru
guru: yang ngasih kalian permen siapa??
murid: bu guru...
guru: berarti bu guru ada atau tidak??
murid: ada bu guru...

itu salah satu model...yang lainnya masih ada lagi...ngerti kan kenapa identik dengan atheisme, sekalipun anggota komunis belum tentu atheis..

duhhh....koq kembali ke aksiologinya seh...... :(

q kan minta penjelasan secara ontologi dan epistimologinya....soalnya, klo aksiologinya itu sgt tergantung penafsiran individunya....
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: LAVI pada Desember 10, 2010, 03:33:29 pm
krn gw pernah ngobrol sama eks-nya langsung   :D :D
soal atheisme dll.... bilang atheis nggak atheis itu individu..di Indonesia atheis nggak disinggung karena target komunis adalah masyarakat petani yang 90% adalah anggota dari organisasi politik lain (dalam hal ini NU dan Msjumi) so...g mungkin mereka berani ngomong terbuka soal atheis dll...

soal teori dll, gw g ngerti dan g akan bahas karena bisa kita temukan dan baca di buku.. tetapi di lapangan segala teori dll bisa dilindas karena kepentingannya adalah politik.

 gitu aja...
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: JinKura2 pada Desember 12, 2010, 01:20:32 am
krn gw pernah ngobrol sama eks-nya langsung   :D :D
soal atheisme dll.... bilang atheis nggak atheis itu individu..di Indonesia atheis nggak disinggung karena target komunis adalah masyarakat petani yang 90% adalah anggota dari organisasi politik lain (dalam hal ini NU dan Msjumi) so...g mungkin mereka berani ngomong terbuka soal atheis dll...

soal teori dll, gw g ngerti dan g akan bahas karena bisa kita temukan dan baca di buku.. tetapi di lapangan segala teori dll bisa dilindas karena kepentingannya adalah politik.

 gitu aja...

Yap, akhirnya kembali juga ke ranah penafsiran... :cool:
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: LAVI pada Desember 15, 2010, 11:27:39 am
^^ gw bingung sama tujuan lo bikin thread ini...lo tanya apa pantas soal atheisme melekat pada komunis diteruskan dan gw kasih fakta permasalahan kenapa komunis identik dengan atheis..lo bilang gak cocok..lo maunya bicara soal penafsiran..padahal realita lapangan jelas lebih valid daripada penafsiran..

juga ketika bicara soal pertentangan revolusi agraria oleh partai komunis, gw berikan apa yang menjadi pakem komunis Indonesia soal rev agraria...lo malah kasih teori revolusi agraria menurut undang-undang pemerintah (padahal versi maupun tafsiran apalagi praktek lapangan jelas beda)

tujuan diskusi ini apaan?? apa mau bahas soal teori?? apa soal realita?? ato mau bahas apa??
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: TRIPLE_X pada Februari 10, 2011, 09:32:47 pm
Saya tidak ingin begitu membahas komunisme masa lalu di Indonesia. Secara Fakta, Komunisme  erat kaitannya dngan ideologi sosialis. Dan muslim sudah punya ideologi tersendiri yaitu Islam. So jika pertanyaannya apakah patut dilestarikan, silahkan simpulkan sendiri jawaban saya.

Monggo dilanjut lagi bila ada yang membahasnya, saya hanya NOMADEN
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: .::senyum chandra::. pada Maret 09, 2011, 02:28:01 pm
^^ gw bingung sama tujuan lo bikin thread ini...lo tanya apa pantas soal atheisme melekat pada komunis diteruskan dan gw kasih fakta permasalahan kenapa komunis identik dengan atheis..lo bilang gak cocok..lo maunya bicara soal penafsiran..padahal realita lapangan jelas lebih valid daripada penafsiran..

juga ketika bicara soal pertentangan revolusi agraria oleh partai komunis, gw berikan apa yang menjadi pakem komunis Indonesia soal rev agraria...lo malah kasih teori revolusi agraria menurut undang-undang pemerintah (padahal versi maupun tafsiran apalagi praktek lapangan jelas beda)

tujuan diskusi ini apaan?? apa mau bahas soal teori?? apa soal realita?? ato mau bahas apa??


sabar.. sabar..
[oot]
bahkan orang komunis atheis pun akan segera beriman ketika ada di mulut singa..
jd sebenarnya atheis itu ga abadi kan??
Judul: Re:Apa Layak Dilestarikan?
Ditulis oleh: LAVI pada Maret 16, 2011, 12:08:44 pm
^^ sory agak off kemaren