Penulis Topik: qodho' sholat  (Dibaca 5789 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

lin_yank

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.479
  • Reputasi: 16
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Love Allah.. ^_^
    • Lihat Profil
qodho' sholat
« pada: Maret 15, 2008, 05:07:29 pm »
Assalamu'alikum..,

Aq mo tanya nie.., sebenarnya sholat tuh boleh diqodho' da si??
yang Ane tau tuh, yang namanya sholat g boleh qodho kecuali puasa, tapi ada temen ane yang bilang kalo sholat tuh boleh diqodho'??
yang bnr mana si??
mohon penjelasannya y??kalo bisa disertain dalilnya.
syukron..

Wassalam..

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: qodho' sholat
« Jawab #1 pada: Maret 17, 2008, 03:39:10 am »
ga cuma boleh, tapi harus di qodho'.

nees

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.121
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Wanita
  • just wait and see ^__^
    • Lihat Profil
Re: qodho' sholat
« Jawab #2 pada: Maret 17, 2008, 09:30:48 am »
OOT

ga cuma boleh, tapi harus di qodho'.
kok tumben kang fahmi gak jawab pake dalil,,,, :D

coba buka http://forum.dudung.net/index.php/topic,2778.0.html

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: qodho' sholat
« Jawab #3 pada: Maret 17, 2008, 03:16:11 pm »
Kutip
kok tumben kang fahmi gak jawab pake dalil,,,

karena saya kira udah pada maklum.. ;D ;D ;D

sholat ga boleh di qodho itu ga masuk akal. biasanya melarang qadha pake hadisnya 'aisyah, padahal maksud hadis 'aisyah bukan untuk melarang qadha', tapi untuk mendalii bahwa orang haidh tidak wajib menqodho' sholat.

lin_yank

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.479
  • Reputasi: 16
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Love Allah.. ^_^
    • Lihat Profil
Re: qodho' sholat
« Jawab #4 pada: Maret 18, 2008, 04:41:32 pm »
ga cuma boleh, tapi harus di qodho'.


maksudnya??
aq ga ngeh ma penjelasan antum...
knp koq antum bilang kl sholat boleh diiqodho'??
apa sebenarnya syarat2 dari qodho' sholat itu??
dasar n landasannya apa??

kalo masalah qodho' sholat gara2 haidh itu mah emang ada, tapi kalo bwt alasan yang laen??!!
apa boleh qt mengqodho' sholat??

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: qodho' sholat
« Jawab #5 pada: Maret 18, 2008, 06:30:05 pm »
Kutip
maksudnya??
aq ga ngeh ma penjelasan antum...

ya kalau meninggalkan sholat, entah itu karena lalai atau 'udzur, maka wajib di qodho'.

Kutip
knp koq antum bilang kl sholat boleh diiqodho'??

bukan boleh, tapi harus di qodho'. itu karena : inna dainallahi ahaqqu ayyuqdho.

Kutip
apa sebenarnya syarat2 dari qodho' sholat itu??

syarat qadha ya mengerjakan diluar waktu. kalau didalam waktu namanya adha'. saya kira ga ada syarat2 khusus untuk qadha'.

Kutip
dasar n landasannya apa??

ya itu  tadi..inna dainallahi ahaqqu ayyuqdho'.

Kutip
kalo masalah qodho' sholat gara2 haidh itu mah emang ada, tapi kalo bwt alasan yang laen??!!

kaidah ushuliah : Al-nahyu 'an syain amrun 'an diddihi. kalau nabi memerintahkan 'aisyah tidak menqodho sholat saat haidh, berarti saat tidak haidh wajib menqodho'. jangan memahami dalil hanya darri satu kacamata saja. Ok..

Kutip
apa boleh qt mengqodho' sholat??

ya harus. sholat khan kewajiban. .Nah...saya mau tanya sama anda..

kalau orang murtad ingin masuk islam kembali, si murtad tadi wajib menqodho sholatnya ga ?

kalau orang kafir masuk islam, si kafir tadi wajib mneqodho sholatnya ngga ?







dajal007

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.017
  • Reputasi: 32
  • Jenis kelamin: Pria
  • di atas bumiNya lah kita semua berpijak
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re: qodho' sholat
« Jawab #6 pada: Maret 18, 2008, 10:42:44 pm »
ga cuma boleh, tapi harus di qodho'.
iya ya... bukannya "diperbolehkan mengqodo", tapi "diharuskan mengqodo".
kalo "diperbolehkan" kan berarti terserah si pelaku, mau mengqodo atau tidak. sedangkan kalo "diharuskan", mau ga mau si pelaku harus mengqodo.


apa sebenarnya syarat2 dari qodho' sholat itu??
seperti kata kang fahmie, karena mengqodo berarti "melaksanakan sholat di luar waktunya", misalnya sholat shubuh dikerjakan pada waktu dzuhur. maka munculnya hukum wajibnya qodho sholat adalah si pelaku mengalami kondisi di mana dia tidak mau atau tidak bisa melakukan sholat pada waktunya, misalnya ketiduran, pingsan, koma, lalai (khusus untuk lalai saya belom yakin, tapi berhubung kang fahmie yang bilang, jadi untuk saat ini sepakat aja dulu, kalo saya salah, kan yang berdosa ga cuman saya, tapi kang fahmie juga :D )

@kang fahmie
kalau orang murtad ingin masuk islam kembali, si murtad tadi wajib menqodho sholatnya ga ?
kalau orang kafir masuk islam, si kafir tadi wajib mneqodho sholatnya ngga ?
dulu saya pernah baca tulisan tentang ini. si pelaku harus mengqodo sholatnya, tapi tidak semuanya, cukup sekemampuannya saja, paling banyak 3 hari. diiringi oleh sholat sunah tobat. misalnya ada orang yang murtad selama 17 tahun, atau kafir selama 20 tahun, tidak perlu mengqodo sholatnya yang selama 17/20 tahun itu, cukup maksimal 3 hari saja. bahkan ada yang berpendapat, cukup satu sholat sebelumnya, misalnya dia tobat di waktu ashar, maka cukup sholat dzuhur dan ashar hari itu aja diiringi sholat sunah tobat.
bener ga sih kang? mohon konfirmasinya.
« Edit Terakhir: Maret 20, 2008, 05:43:17 am oleh dajal007 »

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: qodho' sholat
« Jawab #7 pada: Maret 19, 2008, 04:30:34 am »
Kutip
seperti kata kang fahmie, karena mengqodo berarti "melaksanakan sholat di luar waktunya", misalnya sholat shubuh dikerjakan pada waktu dzuhur. maka munculnya hukum wajibnya qodho sholat adalah si pelaku mengalami kondisi di mana dia tidak mau atau tidak bisa melakukan sholat pada waktunya, misalnya ketiduran, pingsan, koma, lalai (khusus untuk lalai saya belom yakin, tapi berhubung kang fahmie yang bilang, jadi untuk saat ini sepakat aja dulu, kalo saya salah, kan yang berdosa ga cuman saya, tapi kang fahmie juga

qadha' adalah melaksanakan sholat yang tertinggal pada waktunya. madzhab 4 ( maliki, syafi'i, hanbali, hanafi ) sepakat menqadha sholat jika lalai. artinya begini..ketika kita tidur, kemudian ketinggalan waktu sholat, maka diwajibkan menqadha. dan orang yang tidur ini tidak berdosa ketika menqadha sholatnya. berbeda orang yang bermalas-malasan sampai akhirnya qadha sholatnya, maka disamping terkena kewajiban qadha', juga orang yang bermalas-malasan tadi berdosa. Ulama 4 madzhab tidak ada khilaf kewajiban menqadha' bagi orang yang lalai. Orang yang menggunakan dalil " rufi'a alqalam 'an tsalasatin" untuk tidak diwajibkannya qadha' bagi orang yang lalai, itu tidak sah. karena hadis ini titik tekannya pada dosa. maksudnya..orang yang tidur kemudian ketinggalan sholatnya, maka diwajibkan menqadha, tapi tidak berdosa. berbeda oang yang lalai. orang yang lalai disamping juga wajib qadha', orang ini sudah berdosa karena melalaikan sholat. sekarang begini....Jika orang yang tidur saja diwajibkan qadha, bukankah harusnya orang yang lalai lebih diwajibkan lagi ?

kemudian lagi mas...ada orang gila. gilanya orang ini disebabkan sesuatu yang mubah, misalkan banyak pikiran, kemudian sembuh, maka ketika sembuh tidak diwajibkan menqadha'. ( lihat majmu' syarah muhadzab ).

Tapi jika gilanya disebabkan karena sesuatu yang haram, misalkan minum khamr, maka diwajibkan menqadha' sholat yang tertinggal semasa dia gila.

sudah berbeda khan hukumnya dua hal diatas ?

Memang..orang yang bermalas-malasan ada sebagaian ulama yang menghukumi dg kafir. karena kafir, maka tidak diwajibkan sholat sebelum bersyahadat terlebih dahulu.artinya  tapi kafir karena memang hukumnya asalanya orang kafir tidak berkewajiban sholat. jadi disini tidak ada hubungannya dg qadha'.

mas dajal..kafir ada dua :

1. kafir asli : orang yang kafir karena belum pernah mencium islam sama sekali. artinya dari kecil memang kafir dan belum memeluk islam. Nah..ketika kafir ini masuk isalm, maka masa dimana dia kafir, tidak wajibn menqadha'. karena kalau diwajibkan menqadha', akan sangat memberatkan.

2. kafir murtad : orang islam yang keluar dari islam. orang lebih sering menyebut kafir murtad ini hanya dg murtad. nah..ketika si kafir murtad ini ingin masuk islam lagi, maka si kafir murtad wajib menqadha sholat yang ditinggalkan semasa dia murtad. karena asalnya murtad ini adlah islam, artinya, memang si murtad ini sudh pernah mencium islam. berbeda dg kafir asli, dia tidak wajib qadha' karena belum pernah mencium islam.

Kutip
dulu saya pernah baca tulisan tentang ini. si pelaku harus mengqodo sholatnya, tapi tidak semuanya, cukup sekemampuannya saja, paling banyak 3 hari. diiringi oleh sholat sunah tobat. misalnya ada orang yang murtad selama 17 tahun, atau kafir selama 20 tahun, tidak perlu mengqodo sholatnya yang selama 17/20 tahun itu, cukup maksimal 3 hari saja. bahkan ada yang berpendapat, cukup satu sholat sebelumnya, misalnya dia tobat di waktu ashar, maka cukup sholat dzuhur dan ashar hari itu aja diiringi sholat sunah tobat.
bener ga sih kang? mohon klarifikasinya.

ga mas..ga mas...orang yang murtad wajib baginya menqadha sholat semasa dia murtad. semua madzhab sepakat tentang ini. orang yang murtad selama 17 / 20 tahun wajib menqadha nya. caranya gimana ? sholli ma'a kulli fardhin fardhon. ( sholat dg menambah pada setiap satu fardhu' satu fardhu lagi yang tertinggal semasa orang tadi murtad ).

sedikit tambahan dari saya mengenai hadis " rufi'a alqalam 'an tsalasatin, 'anishobi hatta yablugh, wa 'ninnain hatta yastaiqidz, wa 'anilmajnun hatta yafiiq"..diampuni anak kecil sampai baligh, yang tidur sampai bangun, yang gila sampai sadar. ini bukanlah dalil tentang qadha'. tapi hubungannya dg dosa.

artinya begini mas...saya tidur, kemudian ketinggalan waktu sholat, maka saya wajib qadha' tapi tidak berdosa karena sholat saya yang tertinggal.

kemudian lagi mas...ada orang gila. gilanya orang ini disebabkan sesuatu yang mubah, misalkan banyak pikiran, kemudian sembuh, maka ketika sembuh tidak diwajibkan menqadha'. ( lihat majmu' syarah muhadzab ).

kalau memang mengikuti hadis tadi ( jika memang berdalil menggunakan dalil tadi untuk masalah qadha' sholat ), harusnya orang yang tidur itu tidak diwajibkan menqadha'.

jadi titik tekan hadis sudah cukup jelas bukan untuk masalh qadha'.

tapi orang yang tidur, gila, bayi, mereka inilah yang masuk ashabul a'dzar yang mana hukm masing-masing sangat tafshil sekali.

Coba kita tengok kasus fiqh lain : saya gila, kemudian di masa saya gila saya membunuh orang, maka saya tidak terkena taklif pada tuhan karena membunuh orang tadi. tapi ini masih tafshil lagi :

jika yang mengakibatkan saya gila adalah karena sesuatu yang haram, misalkan saya kkebanyakan minum khamr, maka kegilaan saya tidak ada artinya. artinya, ketika saya membunuh orang akibat gila yang saya akibatkan karena minum khamr, maka saya tetap berdosa. tapi jika gila karena sesuatu yang mubah, misalkan karena terlalu banyak pikiran...maka inilah gila yang dimaksud dalam hadis.

Bukankah titik tekannya pada dosa ?

berbahaya sekali jika mengatakan ada orang murtad kemudian mengatakan tidak wajib qadha' saat si murtad memeluk islam ataui cuma wajib tapi hanya yang 3 hari. si murtad tidk berdosa karena tidak menqadha sholat, tapi yang memfatwakan tidak di wajibkannya qadha' yang berdosa. artinya sholat yang tidak di qadha di masa murtad adalah tanggungan orang yang menfatwakan tidak diwajibkannya qadha'. lihat majmu' syarah muhadzabnya imam nawawi.

maaf mas..kebanyakan... ;D ;D

nees

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.121
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Wanita
  • just wait and see ^__^
    • Lihat Profil
Re: qodho' sholat
« Jawab #8 pada: Maret 19, 2008, 03:18:16 pm »
kaidah ushuliah : Al-nahyu 'an syain amrun 'an diddihi. kalau nabi memerintahkan 'aisyah tidak menqodho sholat saat haidh, berarti saat tidak haidh wajib menqodho'. jangan memahami dalil hanya darri satu kacamata saja. Ok..
wah maksudnya apa nih???
apakah kami harus mengqodho sholat yang tinggal saat haidh??
setau saya sih, tidak wajib...
tapi kl misalnya kena haidh jam 4 sore, padahal belom sholat ashar, maka ketika selesai haidh wajib mengqodho sholat ashar tersebut,,,

CMIIW  ;)

dajal007

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.017
  • Reputasi: 32
  • Jenis kelamin: Pria
  • di atas bumiNya lah kita semua berpijak
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re: qodho' sholat
« Jawab #9 pada: Maret 20, 2008, 05:42:16 am »
@kang fahmie
makasih kang, sekarang sudah cukup jelas... :D

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: qodho' sholat
« Jawab #10 pada: Maret 20, 2008, 08:30:30 pm »
kaidah ushuliah : Al-nahyu 'an syain amrun 'an diddihi. kalau nabi memerintahkan 'aisyah tidak menqodho sholat saat haidh, berarti saat tidak haidh wajib menqodho'. jangan memahami dalil hanya darri satu kacamata saja. Ok..
wah maksudnya apa nih???
apakah kami harus mengqodho sholat yang tinggal saat haidh??
setau saya sih, tidak wajib...
tapi kl misalnya kena haidh jam 4 sore, padahal belom sholat ashar, maka ketika selesai haidh wajib mengqodho sholat ashar tersebut,,,

CMIIW  ;)

bukan itu maksudnya. orang haidh memang tidak wajib menqadha'. iya..sampean betul tentang kriteria menqadha sholat saat haidh yang sholat ashar tdi.

maksudnya kaidah itu menjelaskan bahwa orang yang haidh tidak wajib menqadha', berarti yang tidak haidh wajib menqadha'. artinya untuk kita kaum laki-laki. al nahyu 'an syain amrun 'an dhiddihi artinya : larangan terhadap sesuatu, berarti p-erintah untuk melakukan sebaliknya. misalkan perintah : dirikanlah sholat. berarti disatu sisi dalil tadi mengatakan bahwa orang wajib mendirikan sholat, tapi disisi lain dalil tadi juga adalah untuk larangan meninggalkan sholat.

sama saja masalah haidh..nabi bicara pada 'aisyah untuk tdk menqadha sholat karena haidh, maka bagi yang tidak haidh ( laki-laki ) wajib menqadha jika tertinggal.

maaf baru sempet bales..