Penulis Topik: Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?  (Dibaca 28093 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Aswad

  • Moderator
  • Sr. Member
  • *****
  • Tulisan: 439
  • Reputasi: 7
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Kang Aswad
Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?
« pada: November 06, 2007, 11:29:45 pm »
Berkaitan dengan adanya komplain dari Fadhillah dan Chandra ana berusaha menanggapi hal ini secara ilmiah dan adil. Dan adil yang ana maksud disini bukan adil dalam konsep demokrasi, dimana pendapat yang lebih banyak dimenangkan, namun adil yang benar adalah dengan kembali kepada Qur'an dan Sunnah. Karena demikianlah yang diperintahkan:
Jika berselisih tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Alloh (Al Quran) dan Rosul (sunnahnya)” (QS. An Nisa`: 59)

Ana kira agak aneh jika melarang seseorang untuk membuka sebuah diskusi di sini. Karena disini memang tempatnya diskusi. Nah pertanyaannya, bagaimana hukum berdiskusi dalam pandangan syariat? ALLOH Ta'ala berfirman yang artinya:
"Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, dengan nasihat yang baik dan berdebatlah dengan cara yang baik" (QS. An-Nahl [16] : 125)
Pada ayat di atas terdapat lafadz "Jaadilhum" (debatlah mereka) yang merupakan fi'il amr. Dalam kaidah ushul fiqh, hukum asal perintah adalah wajib, kecuali ada dalil yang menyimpangkan hukum wajibnya. Namun dari sini kita bisa menyimpulkan berdiskusi dalam masalah agama adalah masyru' (disyariatkan). Apakah ada dalil yang menyimpangkan dari hukum wajibnya? Ada. Rasulullah bersabda:
Tidaklah sesat suatu kaum setelah mereka mendapatkan petunjuk kecuali Allah berikan kepada mereka ilmu debat.” ( HR Tirmidzi dari Abu Umamah al Bahily)
Juga dalam hadits lain:
Orang yang paling dibenci Allah adalah yang suka berdebat.” (Muttafaq Alaihi)
ALLOH juga mencela sifat manusia yang gemar berdebat:
Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak mendebat/membantah” ( QS Al Kahfi :54 )
Maka dari dalil-dalil di atas bisa kita simpulkan bahwa berdiskusi dalam masalah dien, pada asalnya adalah boleh, namun kadang bisa menjadi wajib hukumnya, dan kadang bisa menjadi HARAM dan menjadi tanda bahwa orang tsb telah menyimpang.

Lalu, mana yang boleh mana yang wajib dan mana yang haram? Yuk kita tanya ulama...
Imam Nawawi rahimahullahu berkata:
Jika perdebatan tersebut dilakukan untuk menyatakan dan menegakkan al-haq, maka hal itu terpuji. Namun jika dengan tujuan menolak kebenaran atau berdebat tanpa ilmu, maka hal itu tercela. Dengan perincian inilah didudukkan nash-nash yang menyebutkan tentang boleh dan tercelanya berdebat.
Syaikh Ibn Utsaimin juga menjelaskan:
Pertengkaran dan perdebatan dalam perkara agama terbagi menjadi dua:
Pertama: dilakukan dengan tujuan menetapkan kebenaran dan membantah kebatilan. Ini merupakan perkara yang terpuji. Adakalanya hukumnya wajib atau sunnah, sesuai keadaannya. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik” (An-Nahl: 125)
Kedua: dilakukan dengan tujuan bersikap berlebih-lebihan, untuk membela diri, atau membela kebatilan. Ini adalah perkara yang buruk lagi terlarang, berdasarkan firman-Nya:
"Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir.” (Ghafir: 4)
Dan firman-Nya:
“Dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku adzab mereka. Maka betapa (pedihnya) adzab-Ku.” (Ghafir: 5)


Jadi, dudunger yang baik.... Berdiskusilah dengan baik!

Bagaimana?
1. Jangan mencela
Hendaknya kita mengingat kembali nasehat Rasulullah shalallhu'alaihi wasallam:
Setiap muslim itu saudara bagi muslim yang lain. Dia tidak akan menzhaliminya, menghinakannya, dan tidak pula meremehkannya. Keburukan seseorang itu diukur dari sejauh mana dia meremehkan saudaranya” (HR.Muslim dan lainnya)
Dalam hadist lain juga ditegaskan
Mencela seorang muslim itu perbuatan fasiq sedangkan memeranginya adalah perbuatan kufur” (HR.Bukhari dan Muslim)
Dan juga hendaknya kita ingat bahwa setiap perkataan, tulisan kita akan dicatat dan dimintai pertanggung-jawaban
Apapun kata yang terucap pasti disaksikan oleh Raqib dan ‘Atid”. (QS. Qaff : 18)
Nah, yang sering jadi masalah, kadang sulit dibedakan antara mencela dan menasehati....
tidak ada ruginya antum menyimak tulisan ini

2. Jangan bicara tanpa ilmu
Telah kita ketahui dari dalil-dalil di atas, diskusi yang tercela adalah diskusi tanpa ilmu, meskipun antum merasa di pihak yang benar. ALLOH mencela orang seperti ini:
Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat.” (Al-Hajj: 3)
Dan ilmu yang dimaksud tentulah Al Qur'an dan Hadist. Jangan gemar berdiskusi tentang agama kalau antum tidak memiliki pengetahuan hadits dan Qur'an. Yang harus dilakukan orang seperti ini adalah: banyak bertanya.

3. Gunakan bahasa yang baik
Jika kita merasa di atas al haq, merasa di atas ilmu, tunjukkanlah ilmu antum itu telah membuahkan akhlak yang mulia. Buktikan itu dengan bahasa yang baik, sopan. Karena demikianlah akhlak para anbiya dan 'ulama.
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah swt?” (Al Fushilat : 33)
Jika kita melihat kesalahan pada saudara kita, dan kita memang ingin membuatnya sadar akan kesalahannya, bukankah disini lebih HARUS menegurnya dengan bahasa yang baik?? Bagaimana mungkin seseorang akan tersadar dari kesalahannya jika ia hanya ditahdzir dan dicela saja?

4. Sampaikan saja, jangan memaksa
Jika kita melihat ada saudara kita yang terjerumus ke dalam kesalahan. Maka kewajiban kita adalah menyampaikan. Bukan tanggung jawab kita nantinya ia sadar atau tidak. Apakah kita berharap saudara kita itu sadar setelah di nasehati 1 atau 2 kali? Didalam forum diskusi? Sungguh kewajiban kita hanya menyampaikan, soal hidayah ditangan ALLOH.
"Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu (hal itu tidak penting bagimu) karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka" (QS Ar Ra'du: 40)

5. Tidak membalas, bukan berarti kalah
Seringkali ana perhatikan di antara dudunger yang berdebat saling me-reply terus, bantah, dibantah lagi, dan seterusnya. Seolah-olah ia berpikiran "Ah, kalo ga dibantah lagi nanti saya dibilang kalah". Subhanalloh, tanya lagi pada hati kita tentng tujuan berdiskusi di sini: mau menyampaikan nasehat atau jadi jawara debat? Simak tulisan ini.


Maka ana sebagai moderator mengharapakan kerjasama antum semua dalam hal ini. Bila memang ada thread dengan diskusi yang sudah keluar dari adab-adab syar'i, kata-kata kurang sopan, tolong laporkan, dan tunjukkan buktinya, kutip kalimatnya, cukup dengan mengklik tombol [kutip] pada postingan yang mengandung kata-kata tersebut. Karena Rasulullah mewasiatkan:
"Seandainya setiap pengaduan manusia diterima, niscaya setiap orang akan mengadukan harta suatu kaum dan darah mereka, karena itu (agar tidak terjadi hal tersebut) maka bagi pendakwa agar mendatangkan bukti dan sumpah bagi yang mengingkarinya" (HR Baihaqi , hadist hasan)
Bila memang thread, postingan yang dilaporkan memang telah melanggar batas syar'i, insya ALLOH akan di disikapi dengan pengeditan, penghapusan atau banning member.

Wallahu'alam.
« Edit Terakhir: November 23, 2007, 10:26:00 am oleh Aswad »

dajal007

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.017
  • Reputasi: 32
  • Jenis kelamin: Pria
  • di atas bumiNya lah kita semua berpijak
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re: Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?
« Jawab #1 pada: November 07, 2007, 01:51:04 am »
maaf hanya ingin sedikit berkomentar dan bertanya.

Dan adil yang ana maksud disini bukan adil dalam konsep demokrasi, dimana pendapat yang lebih banyak dimenangkan,
setahu saya, pemenangan suara terbanyak bukan konsep keadilan, tetapi merupakan salah satu cara pengambilan keputusan jika terjadi perbedaan pendapat. dan setahu saya lagi waktu SMA saya dikasih tau bahwa di indonesia pengambilan keputusan harus melalui jalan musyawarah untuk mufakat dulu, kalo ga tercapai baru diadakan voting/ pemungutan suara terbanyak. karena mendasarkan definisi adil sebagai "menempatkan sesuatu sesuai porsinya"


pertanyaan saya, apakah dalam bahasa arab ada perbedaan antara debat dan diskusi? soalnya dalam bahasa indonesia ada, silakan lihat tulisan saya pada http://forum.dudung.net/index.php/topic,7739.0.html

kalo ada apa dan apa penjelasannya? jawabannya sebaiknya sih diposting sebagai reply tulisan saya yg ada di link tersebut.

Jaenudin

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 191
  • Reputasi: 1
    • Lihat Profil
Re: Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?
« Jawab #2 pada: November 07, 2007, 05:01:53 am »
maaf hanya ingin sedikit berkomentar dan bertanya.

Dan adil yang ana maksud disini bukan adil dalam konsep demokrasi, dimana pendapat yang lebih banyak dimenangkan,
setahu saya, pemenangan suara terbanyak bukan konsep keadilan, tetapi merupakan salah satu cara pengambilan keputusan jika terjadi perbedaan pendapat. dan setahu saya lagi waktu SMA saya dikasih tau bahwa di indonesia pengambilan keputusan harus melalui jalan musyawarah untuk mufakat dulu, kalo ga tercapai baru diadakan voting/ pemungutan suara terbanyak. karena mendasarkan definisi adil sebagai "menempatkan sesuatu sesuai porsinya"


pertanyaan saya, apakah dalam bahasa arab ada perbedaan antara debat dan diskusi? soalnya dalam bahasa indonesia ada, silakan lihat tulisan saya pada http://forum.dudung.net/index.php/topic,7739.0.html

kalo ada apa dan apa penjelasannya? jawabannya sebaiknya sih diposting sebagai reply tulisan saya yg ada di link tersebut.
Nah ini sebenarnya yang ane tunggu
Ane merasakan adanya perdebatan yang gak sehat
maksud ane, orang secara konsisten mendebat orang-orang yang "setuju" syariah hanya untuk "membantah"
Sementara teman-teman "pro syariah" juga kelihatan "gak siap"
Kalau ane berpendapat teman-teman pro syariah akan "terpojok"
karena "debat", syariah atau tidak syariah seharusnya terjadi pada persoalan "Aqidah" , bukan pada diskusi " syariah" itu sendiri
Gak ada gunya berdiskusi "penerapan syariah" dengan orang yang "menolak syariah"
Karena antara"peserta" sudah beda "sudut pandang"
Kalau berbeda "sudut" pandang "diskusi" berubah menjadi perdebatan yang tidak berujung
Dan bahayanya lagi, penentang syariah ini senantiasa "menghancurkan" mental  orang-orang pro syariah
Dan ane sudah memberi penghargaan kepadanya dengan Gelar " PENDEKAR DENGAN JURUS PENGHANCUR TULANG"
Wassalam

ajeng

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 309
  • Reputasi: 4
  • Kisah yg tak kan Hilang,Saat dlm kasihmu
    • Lihat Profil
Re: Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?
« Jawab #3 pada: November 07, 2007, 08:37:30 am »
astaghfirullahal'adzim.....

syukron jazakumullah khairan katsir

ajeng juga minta maaf jika ada tulisan yang menyakiti hati atau memicu amarah dari setiap orang yang membaca.

そら

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.561
  • Reputasi: 47
  • when there's family, one can control oneselves...
    • Lihat Profil
Re: Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?
« Jawab #4 pada: November 07, 2007, 09:58:45 am »
maaf hanya ingin sedikit berkomentar dan bertanya.

Dan adil yang ana maksud disini bukan adil dalam konsep demokrasi, dimana pendapat yang lebih banyak dimenangkan,
setahu saya, pemenangan suara terbanyak bukan konsep keadilan, tetapi merupakan salah satu cara pengambilan keputusan jika terjadi perbedaan pendapat. dan setahu saya lagi waktu SMA saya dikasih tau bahwa di indonesia pengambilan keputusan harus melalui jalan musyawarah untuk mufakat dulu, kalo ga tercapai baru diadakan voting/ pemungutan suara terbanyak. karena mendasarkan definisi adil sebagai "menempatkan sesuatu sesuai porsinya"


pertanyaan saya, apakah dalam bahasa arab ada perbedaan antara debat dan diskusi? soalnya dalam bahasa indonesia ada, silakan lihat tulisan saya pada http://forum.dudung.net/index.php/topic,7739.0.html

kalo ada apa dan apa penjelasannya? jawabannya sebaiknya sih diposting sebagai reply tulisan saya yg ada di link tersebut.
Nah ini sebenarnya yang ane tunggu
Ane merasakan adanya perdebatan yang gak sehat
maksud ane, orang secara konsisten mendebat orang-orang yang "setuju" syariah hanya untuk "membantah"
Sementara teman-teman "pro syariah" juga kelihatan "gak siap"
Kalau ane berpendapat teman-teman pro syariah akan "terpojok"
karena "debat", syariah atau tidak syariah seharusnya terjadi pada persoalan "Aqidah" , bukan pada diskusi " syariah" itu sendiri
Gak ada gunya berdiskusi "penerapan syariah" dengan orang yang "menolak syariah"
Karena antara"peserta" sudah beda "sudut pandang"
Kalau berbeda "sudut" pandang "diskusi" berubah menjadi perdebatan yang tidak berujung
Dan bahayanya lagi, penentang syariah ini senantiasa "menghancurkan" mental  orang-orang pro syariah
Dan ane sudah memberi penghargaan kepadanya dengan Gelar " PENDEKAR DENGAN JURUS PENGHANCUR TULANG"
Wassalam
jika anda gagal ujian, mana yg anda persalahkan: ketidak siapan anda atau 'soal' ujian yg terlalu sulit?

Jika anda seorang guru dan siswa anda membuat pertanyaan sulit. Apa yg ada dalam pikiran anda? skill anda yg butuh overhaul atau siswa anda yg kurang ajar?

Saat anda sekarat di padang pasir, siapa yg anda salahkan? Anda yg tidak mempersiapkan diri, atau 'si' padang pasir yg bertindak 'kejam' pada diri anda?

Jaenudin

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 191
  • Reputasi: 1
    • Lihat Profil
Re: Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?
« Jawab #5 pada: November 07, 2007, 12:07:36 pm »
Ok Mas Sora
Trims Atas semua kebaikan yang anda berikan
sekali lagi saya akui anda " sebagai guru " yang cerdas dengan penguasaan "semua materi pelajaran"
semoga saya bisa menjadi siswa yang mampu untuk "belajar" dan "berterima kasih"
Maaf kalau saya belum memahami semua "sistem" dalam forum ini
Apa status"Hero member" itu memang diberikan pengelola atas prestasi anggota ?
Wah kalau mas Sora bisa memberi beberapa informasi yang saya maksudkan, saya mengucapkan banyak terima kasih

Wassalam

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re: Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?
« Jawab #6 pada: November 07, 2007, 05:24:30 pm »
Nah ini sebenarnya yang ane tunggu
Ane merasakan adanya perdebatan yang gak sehat
maksud ane, orang secara konsisten mendebat orang-orang yang "setuju" syariah hanya untuk "membantah"
Sementara teman-teman "pro syariah" juga kelihatan "gak siap"
Kalau ane berpendapat teman-teman pro syariah akan "terpojok"
karena "debat", syariah atau tidak syariah seharusnya terjadi pada persoalan "Aqidah" , bukan pada diskusi " syariah" itu sendiri
Gak ada gunya berdiskusi "penerapan syariah" dengan orang yang "menolak syariah"
Karena antara"peserta" sudah beda "sudut pandang"
Kalau berbeda "sudut" pandang "diskusi" berubah menjadi perdebatan yang tidak berujung
Dan bahayanya lagi, penentang syariah ini senantiasa "menghancurkan" mental  orang-orang pro syariah
maksudnya setuju dan tidak setuju syariah terkait apa tho mas jae?

Jaenudin

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 191
  • Reputasi: 1
    • Lihat Profil
Re: Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?
« Jawab #7 pada: November 07, 2007, 09:30:24 pm »
maksudnya setuju dan tidak setuju syariah terkait apa tho mas jae?

Maksud saya gini lho mas
Saya sebagai "guru", kadang mendapat pertanyaan yang sulit untuk dijawab
bisa karena memang "siswa" kita memang lebih cerdas atau obyek yang ditanya belum kita pahami
maklum mas "guru sekolah rakyat" ini kan kadang fokusnya terbatas, karena pulang ngajar harus "ngojeg", bukan maen internet kaya cheting begitu (di rumah juga gak ada komputer).
Tapi menurut ane yang penting kita sebagai "guru" harus memahami setiap pertanyaan (walaupun tidak semua harus dijawab).
Sehingga kita ingat untuk selalu mendidik mereka agar lebih pinter dari gurunya
termasuk juga untuk mengingatkan mereka dalam bertanya.
bahwa "siswa" tdak perlu menguji gurunya dengan "pertanyaan"
karena ada petugas lain yang menguji guru yaitu"kepala sekolah" atau"pengawas"
Sehingga tidak salah kaprah
Mas Arif Ane banyak belajar dari Forum ini
Tetaplah berjuang sesuai dengan "keyakinan anda", tapi tetap buka mata, buka telinga, dan juga hati karena semua akan dimintai pertanggungjawabannya
terima kasih dan tetap semangat

そら

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.561
  • Reputasi: 47
  • when there's family, one can control oneselves...
    • Lihat Profil
Re: Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?
« Jawab #8 pada: November 07, 2007, 10:17:27 pm »
bahwa "siswa" tdak perlu menguji gurunya dengan "pertanyaan"
well
pertanyaan yg bersifat menguji memiliki jawaban yg telah diketahui oleh si penanya
bagaimana dengan pertanyaan saya yg mempertanyakan anggapan anda bahwa Saudi Arabia bukan negara islami (http://forum.dudung.net/index.php/topic,433.msg87789.html#msg87789)
saya jamin dari lubuk hati yg terdalam bahwa saya tidak mengetahui letak ketikdak-islamian Saudi Arabia.

Oleh karena itu saya mempertanyakannya pada anda. Dari mana dan apa dasar anda menyatakan bahwa SA tidak islami.

Seorang guru yg terpeleset mengatakan 5*5=10 seharusnya meralat pernyataannya, bukan malah berkata "saya tidak pernah menyatakan 5*5=10". Atau...memang sih, tidak semua guru memiliki mental guru. Beberapa manusia menjadi 'guru' hanya karena tidak mampu mencari pekerjaan lain.  :-&

Jaenudin

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 191
  • Reputasi: 1
    • Lihat Profil
Re: Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?
« Jawab #9 pada: November 08, 2007, 05:31:50 am »
Tolong anda perhatikan bahwa :
Saya tidak menyatakan " Arab saudi tidak islami" , kesimpulan ini lahir dari analisis seorang siswa yang "egois" yang berpikir hanya dari sudut pandangnya sendiri.
Sebenarnya "logika" itu tidak tunggal, orang mempertanyakan itu bisa juga hanya untuk "meyakinkan" bahwa itu memang udah islami
Coba antum baca Al Quran ketika  Musa bertanya "Tuhan", bagaimana menghidupkan yang telah mati
Kemudian "Tuhan" bertanya apakah kami belum percaya, kemudian musa mengatakan supaya hatinya menjadi tenang
Kemudian Allah perintahkan musa mencincang burung masing-masing bagian ditempatkan di bukit.
Dan Allah perintahkan musa untuk menyeru burung itu, dan burung itu dan burung itu datang dalam keadaan hidup
Sungguh anda telah melakukan kekeliruan besar, mengatakan"saya pembual" padahal saya tidak mengatakan apa yang anda tuduhkan
dan saya menganggap "tuduhan" itu hanya untuk menunjukkan suprioritas bahwa" anda lebih hebat" atau "lebih pinter", saya sudah sampaikan mengakui kecerdasan anda, Tapi anda malah mempertnyakan " apakah saya mengerti apa yang saya tulis ?" bahkan bahkan anda ingin menghancurkan mental saya dengan mengatakan " saya menulis lebih cepat dari berpikir saya"
Coba kalau anda berpikir jernih, orang tidak mungkin mengatakan "anda cerdas" kalau dia tidak memahmi apa yang anda katakan
Jadi sekali lagi saya tidak mangatakan " Arab saudi tidak islami" yang benar adalah anda mengatakan" arab saudi islami"
Maka saya bertanya kepada anda" Apa landasan anda mengatakan arab saudi islami ? dan kriteria yang anda gunakan" itu yang benar
sekali lagi tolong dijawab karena saya bertanya lebih dulu
Sebenarnya saya ingin menunjukkan banyak sekali "permainan kata-kata" anda yang bisa menyesatkan, maka ane beri anda julukan " PENDEKAR dengan "JURUS PENGHANCUR TULANG",
Ketahuilah bahwa saya sekarang sudah tidak pasang "kuda-kudaa', karena saya sudah diajari Guru Shaolin bahwa Jurus tertinggi yang dapat mengalahkan semua jurus adalah" KESADARAN SEPIRITUAL", dalam Film Enter Dragon 3
Salam

そら

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.561
  • Reputasi: 47
  • when there's family, one can control oneselves...
    • Lihat Profil
Re: Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?
« Jawab #10 pada: November 08, 2007, 08:33:26 am »
Tolong anda perhatikan bahwa :
Saya tidak menyatakan " Arab saudi tidak islami" , kesimpulan ini lahir dari analisis seorang siswa yang "egois" yang berpikir hanya dari sudut pandangnya sendiri.
Jadi apa maksud perkataan anda "aturannya aja aturan raja ko islami gitu ?" ?
silakan dijawab di thread bersangkutan (http://forum.dudung.net/index.php/topic,433.msg90394.html#msg90394)


Kutip
Sebenarnya "logika" itu tidak tunggal, orang mempertanyakan itu bisa juga hanya untuk "meyakinkan" bahwa itu memang udah islami
Coba antum baca Al Quran ketika  Musa bertanya "Tuhan", bagaimana menghidupkan yang telah mati
Kemudian "Tuhan" bertanya apakah kami belum percaya, kemudian musa mengatakan supaya hatinya menjadi tenang
Kemudian Allah perintahkan musa mencincang burung masing-masing bagian ditempatkan di bukit.
Dan Allah perintahkan musa untuk menyeru burung itu, dan burung itu dan burung itu datang dalam keadaan hidup
Apakah Musa menggunakan reversed statement? dengan menghubungkan suatu term untuk membalik makna kalimat?
seperti hal-nya anda menggunakan term 'kerajaan' dan menghubungkannya dengan bentuk pertanyaan status keislamian SA?

dan untuk apa anda menuliskan pernyataan ini
"sistem yang syar'i (islami) hanya khilafah..." (http://forum.dudung.net/index.php/topic,433.msg88638.html#msg88638) jika memang anda tidak bermaksud mempertanyakan keislamian SI di SA?

Kutip
Sungguh anda telah melakukan kekeliruan besar, mengatakan"saya pembual" padahal saya tidak mengatakan apa yang anda tuduhkan
dan saya menganggap "tuduhan" itu hanya untuk menunjukkan suprioritas bahwa" anda lebih hebat" atau "lebih pinter", saya sudah sampaikan mengakui kecerdasan anda,
dimana etak kekeliruannya?
bukankan anda memang membual dengan menyatakan bahwa saya memuji-puji US? (http://forum.dudung.net/index.php/topic,1465.msg89418.html#msg89418).

Kutip
Tapi anda malah mempertnyakan " apakah saya mengerti apa yang saya tulis ?" bahkan bahkan anda ingin menghancurkan mental saya dengan mengatakan " saya menulis lebih cepat dari berpikir saya"
saya tidak perlu menghancurkan mental anda.
andalah yg menghancurkan mental anda sendiri.

Kutip
Coba kalau anda berpikir jernih, orang tidak mungkin mengatakan "anda cerdas" kalau dia tidak memahmi apa yang anda katakan
really? :))
seorang anak kecil yg megatakan toeri relativitas Einstein cerdas tidak mungkin tidak memahami teori tsb?
:))

Kutip
Jadi sekali lagi saya tidak mangatakan " Arab saudi tidak islami" yang benar adalah anda mengatakan" arab saudi islami"
Maka saya bertanya kepada anda" Apa landasan anda mengatakan arab saudi islami ? dan kriteria yang anda gunakan" itu yang benar
sekali lagi tolong dijawab karena saya bertanya lebih dulu
Mudah saja
karena SA menggunakan SI.
Dan semuanya sudah obvious bukan?

Kutip
Sebenarnya saya ingin menunjukkan banyak sekali "permainan kata-kata" anda yang bisa menyesatkan, maka ane beri anda julukan " PENDEKAR dengan "JURUS PENGHANCUR TULANG",
Ketahuilah bahwa saya sekarang sudah tidak pasang "kuda-kudaa', karena saya sudah diajari Guru Shaolin bahwa Jurus tertinggi yang dapat mengalahkan semua jurus adalah" KESADARAN SEPIRITUAL", dalam Film Enter Dragon 3
Salam
:))

vian

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.062
  • Reputasi: 76
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?
« Jawab #11 pada: November 08, 2007, 12:23:52 pm »
To All.....

Ini kenapa jadi membahas masalah yg lain.....?
Tolong jangan keluar dari tema semula....!!!

Kembali ke masalah awal....
Perlu diketahui bahwa sudah lama masalah debat yg gak sehat saya singgung, tapi tidak pernah ditanggapi (tanya kenapa???). Dengan tidak mengesampingkan segala dalil yang sudah dibahas oleh moderator, saya tetap meminta moderator harus mengkritisi segala diskusi yg ada agar berjalan dg sehat. Mungkin bukan hanya 1-2 orang yg kecewa dg jalannya diskusi di forum ini, yg lebih banyak mengedepankan ego daripada mencari solusi. Dan moderator harus berani mengambil tindakan tegas, jika sudah banyak suara2 sumbang yg bermunculan.

Tolong ini diperhatikan, agar tidak semakin banyak orang yg kecewa.
Terima kasih.

PS :  Rasanya moderator perlu sesekali melihat & mereply tulisan2 yg ada di Forum Khusus Moderator
« Edit Terakhir: November 08, 2007, 12:27:42 pm oleh vian »

layla azzahra

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.590
  • Reputasi: 90
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ijinkan hamba mencintaiMu dengan cara ini
    • Lihat Profil
Re: Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?
« Jawab #12 pada: November 08, 2007, 01:40:56 pm »
Hari ini kok pikiran saya jadi semakin terbuka ya.
Apa yang mas aswad sampaikan ada benernya juga, kadang  dalam berdiskusi meski "kita" cerdas secara intelektual namun terkadang sedikit "kelepasan" dalam hal kecerdasan emosional.
Jadi ya itu tadi meski terkadang sama2 bener (paling ga dalam sudut pandang pendiskusi itu sendiri) yang kerasa malah "huru-hara".
Sebenernya huru-hara itu sendiri adalah seni dari diskusi itu sendiri, selama "kita" bersama bisa menyikapinya dengan "bener".
Tapi yaitu tadilah pendiskusi sendiri terdiri dari banyak karakter, jadi ya gitu deh....  :-??
Moga kita semua selain menggunakan kecerdasan intelektual juga diimbangi dengan kecerdasan emosi dalam berdiskusi (ini dikhususkan untuk saya sendiri, cerdas secara intelektual ga terlalu, secara emosi juga sering meledak2  ;D).
Tapi bikin huru-hara dikit masih boleh ga mas/mbak mode  ;D? (becanda  ;D)
Sekali lagi untuk mas aswad, makasih untuk pencerahanya  :)   

Aswad

  • Moderator
  • Sr. Member
  • *****
  • Tulisan: 439
  • Reputasi: 7
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Kang Aswad
Re: Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?
« Jawab #13 pada: November 10, 2007, 01:53:16 pm »
Perlu diketahui bahwa sudah lama masalah debat yg gak sehat saya singgung, tapi tidak pernah ditanggapi (tanya kenapa???). Dengan tidak mengesampingkan segala dalil yang sudah dibahas oleh moderator, saya tetap meminta moderator harus mengkritisi segala diskusi yg ada agar berjalan dg sehat. Mungkin bukan hanya 1-2 orang yg kecewa dg jalannya diskusi di forum ini, yg lebih banyak mengedepankan ego daripada mencari solusi. Dan moderator harus berani mengambil tindakan tegas, jika sudah banyak suara2 sumbang yg bermunculan.

Tolong ini diperhatikan, agar tidak semakin banyak orang yg kecewa.
Terima kasih.

PS :  Rasanya moderator perlu sesekali melihat & mereply tulisan2 yg ada di Forum Khusus Moderator

Vian yang baik, mudah-mudahan Vian selalu dalam lindungan ALLOH

'Afwan banget ana memang sedang ga bisa intens Online karena sedang mempersiapkan diri untuk pendadaran. Kalau Vian melihat ada beberapa thread atau postingan yang perlu dihapus dan diedit tolong bilang saja ke ana. Tunjukkan yang mana, lewat PM juga bisa. Nanti ana periksa.

mamat

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 766
  • Reputasi: 6
  • Jenis kelamin: Pria
  • Finally it will end this way...
    • Lihat Profil
Re: Menghujat, menasehati, debat, atau diskusi?
« Jawab #14 pada: November 12, 2007, 06:32:13 am »
Di "DUNIA NYATA" jika seseorang (katakanlah anak SMA) berkunjung ke seorang Doktor untuk berdiskusi, maka jika si Anak SMA tadi ngeyel si Doktor gak lantas bilang, "Kamu ini anak bau kencur, baru kemaren sore tahu apa?!". Hal ini hanya akan membuat dia lebih childish dalam bersikap dibanding anak tadi. Setiap orang harus bisa menempatkan dirinya sesuai kadar Ilmunya.

Setiap diskusi untuk sama-sama mencari kebenaran muncul dari niat baik kedua belah pihak. Setidaknya, jika diskusi ini tidak menghasilkan kesepakatan, tapi masing-masing pihak sadar dan merasa telah dicintai oleh lawan bicaranya karena keinginan untuk saling menyadarkan. Maka diskusi ini akan menjadikan kita bersaudara sebagaimana forum ini dibuat untuk mempersatukan kita. Lantas kenapa kita saling menghujat?? APA KATA DUNIA ?!!

Gimana kalo Bapak/Ibu Guru lebih melatih kesabarannya dan lebih memperdalam ilmunya. Bagaimana kalo si murid mulai belajar sopan santun dan belajar cara menghargai orang. Bukankah itu lebih baik. Dan biarkan Allah mengangkat derajat orang beriman dan berilmu diantara kalian beberapa derajat. Wallahua'lam bishowab.

NO MORE BENGKERENGAN ( :-/ :-/ :-/)