Penulis Topik: HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK  (Dibaca 66654 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

abu_ahmad syafiq

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 599
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Rumah sederhana tapi penuh cinta
    • Lihat Profil
HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK
« pada: November 02, 2007, 08:32:38 pm »
HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK


Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat



[5]. Kejadian Yang Kelima : Apabila seorang perempuan berzina kemudian dia hamil, maka bolehkan dia dinikahi oleh laki-laki yang tidak menghamilinya? Dan kepada siapakah dinasabkan anaknya?

Jawabannya ; Dalam hal ini para ulama kita telah berselisih menjadi dua madzhab. Madzhab yang pertama mengatakan boleh dan halal dinikahi dengan alasan bahwa perempuan tersebut hamil karena zina bukan dari hasil nikah. Sebagaimana kita ketahui bahwa syara’ (agama) tidak menganggap sama sekali anak yang lahir dari hasil zina seperti terputusnya nasab dan lain-lain sebagaimana beberapa kali kami jelaskan di muka. Oleh karena itu halal baginya menikahinya dan menyetubuhinya tanpa harus menunggu perempuan tersebut melahirkan anaknya.

Inilah yang menjadi madzhabnya Imam Syafi’iy dan Imam Abu Hanifah. Hanya saja Abu Hanifah mensyaratkan tidak boleh disetubuhi sampai perempuan tersebut melahirkan.

Adapun madzhab kedua mengatakan haram dinikahi sampai perempuan tersebut melahirkan, beralasan kepada beberapa hadits.

Hadits Pertama.
“Artinya : Dri Abu Darda dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau pernah melewati seorang perempuan [29] yang sedang hamil tua sudah dekat waktu melahirkan di muka pintu sebuah kemah. Lalu beliau bersabda, “Barangkali dia [30] (yakni laki-laki yang memiliki tawanan [31] tersebut) mau menyetubuhinya!?”. Jawab mereka, “Ya”. Maka bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya aku berkeinginan untuk melaknatnya dengan satu laknat yang akan masuk bersamanya ke dalam kuburnya [32] bagaimana dia mewarisinya padahal dia tidak halal baginya, bagaimana dia menjadikannya sebagai budak padahal dia tidak halal baginya!?” [33]
[Hadits Shahih riwayat Muslim 4/161]

Hadits Kedua
“Artinya : Dari Abu Said Al-khudriy dan dia memarfu’kannya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang tawanan-tawanan perang Authaas [34], “Janganlah disetubuhi perempuan yang hamil sampai dia melahirkan dan yang tidak hamil sampai satu kali haid”
[Hadits riwayat Abu Dawud (no.2157), Ahmad (3/28, 62, 87) dan Ad-Darimi (2/171)]

Hadits Ketiga
“Artinya : Dari Ruwaifi Al-Anshariy –ia berdiri di hadapan kita berkhotbah-, ia berkata : Adapaun sesungguhnya aku tidak mengatakan kepada kamu kecuali apa-apa yang aku dengan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada hari Hunain, beliau bersabda, “Tidak halal bagi seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menyiramkan air (mani)nya ke tanaman [35] orang lain –yakni menyetubuhi perempuan hamil- [36] Dan tidak halal bagi seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menyetubuhi perempuan dari tawanan perang sampai perempuan itu bersih. Dan tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk mejual harta rampasan perang sampai dibagikan. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia menaiki kendaraan dari harta fa’i [37] kaum muslimin sehingga apabila binatang tersebut telah lemah ia baru mengembalikannya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia memakai pakaian dari harta fa’i kaum muslimin sehingga apabila pakaian tersebut telah rusak ia baru megembalikannya”
[Dikeluarkan oleh Abu Dawud (no. 2158 dan 2150) dan Ahmad (4/108-109) dengan sanad Hasan]

Dan Imam Tirmidzi (no. 1131) meriwayatkan juga hadits ini dari jalan yang lain dengan ringkas hanya pada bagian pertama saja dengan lafadz.

“Artinya : Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia menyiramkan air (mani)nya ke anak orang lain (ke anak yang sedang dikandung oleh perempuan yang hamil oleh orang lain)”.

Inilah yang menjadi madzhabnya Imam Ahmad dan Imam Malik. Dan madzhab yang kedua ini lebih kuat dari madzhab yang pertama dan lebih mendekati kebenaran. Wallahu a’lam.

Adapun masalah nasab anak dia dinasabkan kepada ibunya tidak kepada laki-laki yang menzinai dan menghamili ibunya dan tidak juga kepada laki-laki yang menikahi ibunya setelah ibunya melahirkannya. Atau dengan kata lain dan tegasnya anak yang lahir itu adalah anak zina!

Bacalah dua masalah di kejadian yang ke lima ini di kitab-kitab.
[1]. Al-Mughni Ibnu Qudamah Juz 9 hal. 561 s/d 565 tahqiq Doktor Abdullah bn Abdul Muhsin At-Turkiy.
[2]. Al-Majmu Syarah Muhadzdzab Juz 15 hal. 30-31
[3]. Al-Ankihatul Faasidah (hal. 255-256])
[4]. Fatawa Al-Islamiyyah Juz 2 halaman 353-354 dan 374-375 oleh Syaikh bin Baaz dan Syaikh Utsaimin dan lain-lain.

[6]. Kejadian Yang Keenam : Apabila terjadi akad nikah yang fasid (rusak) atau batil
Apabila terjadi akad nikah yang fasid (rusak) atau batil yaitu setiap akad nikah yang telah diharamkan syara’ (agama) atau hilang salah satu dari rukunnya sehingga akad nikah tersebut tidak sah seperti ;
1). Nikah dengan mahram [38]
2). Nikah dengan ibu susu atau saudara sepersusuan
3). Nikah dengan istri bapak atau istri anak atau mertua atau dengan anak tiri
4). Nikah mu’tah
5). Nikah lebih dari empat orang istri
6). Nikah dengan istri orang lain
7). Nikah dengan perempuan yang sedang ‘iddah
8). Nikah seorang muslim dengan wanita selain dari wanita ahlul kitab (Yahudi dan Nashara)
9). Nikah tanpa wali
10). Nikah sir (rahasia) tanpa saksi
11). Mengumpulkan dua orang bersaudara dalam satu perkawinan
12). Mengumpulkan seorang perempuan dengan bibinya dalam satu perkawinan

Dan lain-lain dari perkawinan yang rusak menurut agama. [39]

Maka apabila keduanya tidak mengetahui fasid dan batilnya akad keduanya, maka keduanya tidak berdosa dan tidak dikenakan hukuman dan anak dinasabkan kepada bapaknya seperti pernikahan yang sah meskipun keduanya langsung dipisahkan karena fasidnya akad keduanya. Dan disamakan dengan orang yang tidak mengetahui yaitu orang yang mendapat fatwa tentang sahnya nikah yang fasid dan batil tersebut sebagaimana banyak terjadi pada zaman kita sekarang ini khususnya mengenai nikah mut’ahnya kaum Syi’ah rafidhah [40]. Adapun apabila mereka telah mengetahui tentang fasid dan batilnya akad nikah tersebut, maka tidak syak lagi tentang dosanya dan wajib bagi mereka dikenakan hukuman kemudian anak tidak dinasabkan kepada bapaknya.

Masalah : Bagaimana hukumnya apabila yang mengetahui tentang haramnya perkawinan tersebut hanya salah satu pihak, imam pihak laki-laki atau pihak perempuan?.

Jawabanya : Maka hukumnya terkena kepada yang mengetahui tidak kepada yang tidak mengetahui. Kalau yang mengetahui hukumnya itu pihak laki-laki, maka dia berdosa dan dikenakan hukuman dan anak tidak dinasabkan kepadanya. Kalau yang mengetahui hukumnya itu pihak perempuan, maka dia yang berdosa dan dikenakan hukuman kepadanya dan anak tetap dinasabkan kepada bapaknya (pihak laki-laki). Wallahu a’lam.

[Disalin dari kitab Menanti Buah Hati Dan Hadiah Untuk Yang Dinanti, Penulis Abdul Hakim bin Amir Abdat, Penerbit Darul Qolam Jakarta, Cetakan I – Th 1423H/2002M]
__________
Foote Note
[29].Perempuan ini adalah seorang tawanan perang yang tertawan dalam keadaan hamil tua.
[30]. Disini ada lafadz yang hilang yang takdirnya beliau bertanya tentang perempuan tersebut dan dijawab bahwa perempuan tersebut adalah tawanan si Fulan.
[31]. Hadits yang mulia ini salah satu dalil dari sekian banyak dalil tentang halalnya menyetubuhi tawanan perang meskipun tidak dinikahi. Karena dengan menjadi tawanan dia menjadi milik orang yang menawannya atau milik orang yang diberi bagian dari hasil ghanimah (rampasan perang) meskipun dia masih menjadi istri orang (baca ; orang kafir). Maka dengan menjadi tawanan fasakhlah (putuslah) nikahnya dengan suaminya. (Baca Syarah Muslim Juz 10. hal.34-36).
[32]. Hadits yang mulia ini pun menjadi dalil tentang haramnya menyetubuhi tawanan perang yang hamil sampai selesai iddahnya yaitu sampai ia melahirkan dan yang tidak hamil ber’iddah satu kali haid sebagaimana ditunjuki oleh hadits yang kedua insya Allah.
Berdasarkan hadits yang mulia ini madzhab yang kedua mengeluarkan hukum tentang haramnya menikahi dan menyetubuhi perempuan yang hamil oleh orang lain sampai ia melahirkan.
[33]. Sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bagaimana dia mewarisinya … dan seterusnya”, yakni bagaimana mungkin laki-laki itu mewarisi anak yang dikandung oleh perempuan tersebut padahal anak itu bukan anaknya. Dan bagaimana mungkin dia menjadikan anaknya itu sebagai budaknya padahal anak itu bukan anaknya. Wallahu a’lam.
[34]. Authaas adalah satu tempat di Thaif
[35]. Ke rahim orang lain yang telah membuahkan anak
[36]. Penjelasan ini imma dari Ruwaifi atau dari yang selainnya
[37]. Harta fa-i harta yang didapat oleh kaum muslimin dari orang-orang kafir tanpa peperangan. Akan tetapi imam kaum kuffar menyerah sebelum berperang atau mereka melarikan diri meninggalkan harta-harta mereka.
[38]. Mahram ialah setiap perempuan yang haram dinikahi seperti ibu, saudara, anak, bibi, dan lain-lain.
[39]. Baca Al-Ankihatul Faasidah
[40]. Bacalah risalah kami tentang masalah ini dengan judul Nikah Mut’ah = Zina

http://www.almanhaj.or.id/content/2254/slash/0

BINGUNG !!!

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.384
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
  • 7 Agustus 2009, 06:50 pm
    • Lihat Profil
Re: HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK
« Jawab #1 pada: November 13, 2008, 04:44:05 am »
Kutip
Adapun masalah nasab anak dia dinasabkan kepada ibunya tidak kepada laki-laki yang menzinai dan menghamili ibunya dan tidak juga kepada laki-laki yang menikahi ibunya setelah ibunya melahirkannya. Atau dengan kata lain dan tegasnya anak yang lahir itu adalah anak zina!
wadhuh, kasian si anak yg tidak tau apa2 LaLu dicap sbg "anak zina" atau "anak haram" dsb :(

BTT
jd nanti nama si anak sperti "fuLan bin/binti nama ibu" gitu?
terus bgmana dg waLi nikahnya seandainya si anak adaLah perempuan?
apa waLinya adaLah ayah kandung nya, atau waLinya adaLah 'ayah' (suami ibu) nya?
:-/ :-/ :-/

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK
« Jawab #2 pada: November 13, 2008, 05:01:23 am »
jd nanti nama si anak sperti "fuLan bin/binti nama ibu" gitu?
terus bgmana dg waLi nikahnya seandainya si anak adaLah perempuan?
apa waLinya adaLah ayah kandung nya, atau waLinya adaLah 'ayah' (suami ibu) nya?
:-/ :-/ :-/

solusinya mudah, yakni menikahkan pasangan zina tersebut. jika si perempuan hamil, maka tidak boleh dinikahi. tapi menjadi boleh saat yang menikahi adalah laki-laki yang menghamili. ini adalah pendapat jumhur ulama. dan hal ini menjadikan nasabnya akan tersambung kembali

ngomong2 BTT itu apa ya ? :D.

d4vid_r5

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.926
  • Reputasi: 40
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dreaming...
    • Lihat Profil
Re: HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK
« Jawab #3 pada: November 13, 2008, 05:28:11 am »
ngomong2 BTT itu apa ya ? :D.
:-j
Back To Topic

kalo beda agama gimana?dan ngotot ngototan ga ada mau pindah agama ;;)

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK
« Jawab #4 pada: November 13, 2008, 05:48:41 am »
ngomong2 BTT itu apa ya ? :D.
:-j
Back To Topic

kalo beda agama gimana?dan ngotot ngototan ga ada mau pindah agama ;;)

yang islam siapa dan yang selain islam siapa ?

d4vid_r5

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.926
  • Reputasi: 40
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dreaming...
    • Lihat Profil
Re: HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK
« Jawab #5 pada: November 13, 2008, 05:57:00 am »
yang islam yang cowo
tapi kalau yang islam cewe gimana?

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK
« Jawab #6 pada: November 13, 2008, 06:39:21 am »
yang islam yang cowo
tapi kalau yang islam cewe gimana?

hal ini tentunya perlu di takyif, pertama, boleh atau tidak menikah dengan wanita kristen. permasalah ini pernah saya bahas panjang lebar di salah satu thread di forum ini.

intinya, jumhur ulama membolehkan menikah dengan wanita kristen ( ahlulkitab = yahudi/nasrani).
 
pertanyaannya sekarang adalah, apakah wanita kristen di indonesia adalah wanita ahlul kitab atau bukan ? ini juga kompleks akan khilaf. ada yang mengatakan ahlul kitab hanya bani israil, sehingga otomatis wanita di indonesia bukan ahlul kitab. yang termasuk berpendapat seperti ini adalah imam syafi'i.

ada juga yang mengatakan ahlul kitab adalah pengikut ajaran nabi musa dan isa. namun lebih dispesifikkan lagi, penganut nabi isa dan musa disini sebelum mereka mengalami perubahan. adapun

adapun jumhur ulama mengatakan, ahlul kitab yang dimaksud adalah siapapun yang beragama yahudi atau nasrani, entah itu dari bani israil atau yang lain, entah pengikut musa/isa yang kitabnya sudah mengalami perubahan atau belum. semuanya digolongkan ahlul kitab. pendapat ini adalah pendapat imam al-syaukani. jika yang dimaksud ini, maka wanita indonesia termasuk ahl al-kitab.

ini jika yang islam dari pihak laki-laki. tapi jika yang islam dari pihak perempuan, saya lebih cenderung untuk mengatakan tidak boleh. ulama dahulu hampir sepakat untuk mengatakan tidak boleh. memang, ada beberapa ulama kontemporer yang mengatakan boleh jika keadaan hajat.

jika pernikahan tersebut dibolehkan ( jika si laki-laki yang islam ), maka ia pun wajib menikahi gdis yang dihamilinya.

Husniyah Azah

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.575
  • Reputasi: 41
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Muhammad Izwan
    • Lihat Profil
    • Catatan Hati Ukhty Tini
Re: HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK
« Jawab #7 pada: Desember 22, 2008, 06:13:10 pm »
Numpang nanya...
Tentang wanita hamil di luar nikah, ketika ia menikah dgn pria yg menghamilinya pada saat masih hamil, wajibkah mereka menikah kembali setelah melahirkan? Atau bagaimana, plus dalil nya ya, syukran :)

Husniyah Azah

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.575
  • Reputasi: 41
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Muhammad Izwan
    • Lihat Profil
    • Catatan Hati Ukhty Tini
Re: HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK
« Jawab #8 pada: Desember 24, 2008, 12:51:04 pm »
Numpang nanya...
Tentang wanita hamil di luar nikah, ketika ia menikah dgn pria yg menghamilinya pada saat masih hamil, wajibkah mereka menikah kembali setelah melahirkan? Atau bagaimana, plus dalil nya ya, syukran :)

Nunggu jawaban Mas Fahmi.. 8->

BINGUNG !!!

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.384
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
  • 7 Agustus 2009, 06:50 pm
    • Lihat Profil
Re: HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK
« Jawab #9 pada: Desember 24, 2008, 07:57:21 pm »
OOT

mas fahmie Lagi sibuk mempersiapkan diri buat menghadapi ujian, kaLo ga saLah awaL januari ato pertengahan januari ujiannya...jd sabar aja nunggu mas fahmi muLai Longgar Lagi
:wink:

Husniyah Azah

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.575
  • Reputasi: 41
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Muhammad Izwan
    • Lihat Profil
    • Catatan Hati Ukhty Tini
Re: HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK
« Jawab #10 pada: Desember 25, 2008, 03:49:12 am »
OOT

mas fahmie Lagi sibuk mempersiapkan diri buat menghadapi ujian, kaLo ga saLah awaL januari ato pertengahan januari ujiannya...jd sabar aja nunggu mas fahmi muLai Longgar Lagi
:wink:
jazakallah info nya... Ya, sabar.. :)

lin_yank

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.479
  • Reputasi: 16
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Love Allah.. ^_^
    • Lihat Profil
Re: HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK
« Jawab #11 pada: Desember 31, 2008, 09:18:56 am »

sabarrrr....  :) :)

tapi ane pernah denger,, katanya kalo nikah pas hamil,, ntar habis melahirkan,, orang itu harus melangsungkan akad kembali..

CMIIW  :) :)

Husniyah Azah

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.575
  • Reputasi: 41
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Muhammad Izwan
    • Lihat Profil
    • Catatan Hati Ukhty Tini
Re: HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK
« Jawab #12 pada: Desember 31, 2008, 01:03:27 pm »
@ mbak Iin

makasih mbak... tapi masih nunggu nich ada dalil nya ga yach.. :) bisa tolong bantuin ga?

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK
« Jawab #13 pada: Januari 02, 2009, 07:06:35 pm »
@ mbak Iin

makasih mbak... tapi masih nunggu nich ada dalil nya ga yach.. :) bisa tolong bantuin ga?
@ mbak Iin

makasih mbak... tapi masih nunggu nich ada dalil nya ga yach.. :) bisa tolong bantuin ga?

kalau menurut imam ahmad dan imam malik, tidak sah menikahi perempuan yang sedang hamil terkecuali setelah melahirkan. hal ini atas dasar hadis : "لا توطأ حامل حتى تضع" رواه أبو داود والحاكم وصححه

perempuan yang hamil tidak boleh di jima' sampai melahirkan ( diriwayatkan oleh abu dawud dan hakim serta sudah di shahihkan). dan hadis yang lain :

ن سعيد بن المسيب: أن رجلاً تزوج امرأة، فلما أصابها وجدها حبلى، فرفع ذلك إلى النبي صلى الله عليه وسلم، ففرق بينهما

dari sa'id bin musayyab ; seorang laki-laki menikahi perempuan. dan ternyata ia menemukan perempuan tersebut sedang hamil. maka ia mengangkat permasalahan tersebut pada nabi, dan nabi menceraikan keduanya.

namun kalau menurut hanafi dan syafi'i, boleh menikahi mereka, karena air mani orang yang berzina tidak bisa menjadikan nasab. hal ini didasarkan hadis pada shahih muslim ;

الولد للفراش وللعاهر الحجر

dari hadis diatas, menghasilkan dua hukum ;
1. seorang perempuan jika sudah menikah, kemudian zina, maka nasab anak dinisbatkan pada ayah yang syar'i ( shahib al-firasy)
2. serta orang yang sudah menikah kemudia berzina ( al-'ahir), maka hukumnya rajam.

maka, kesimpulannya ;

1. jika yang menikahi bukan orang yang menghamili ( berzina), maka tidak boleh jima' ; menurut madzhab hanafi, namun boleh menikah
2. jika yang perempuan tersebut masih hamil, maka tidak boleh dinikahi ; menurut madzhab hanbali dan maliki

3. jika yang menikahi adalah yang menghamili, maka nikah tetap sah dan tetap dibolehkan jima' ; menurut madzhab hanafi

anjuran untuk memperbaharui akad, karena melihat realita di indonesia yang kebanyakan pengikut madzhab syafi'i. menikah saat hamil ( walaupun menurut syafi'i tidak sah), hanya untuk meutupi aib perempuan yang sedang hamil di mata masyarakatnya.

begitu kira-kira...maaf baru sempat buka dudung lagi  :)

mohon doanya, insyaallah sebentar lagi  saya mau test.. :D



« Edit Terakhir: Januari 02, 2009, 07:11:53 pm oleh fahmie ahmad »

Husniyah Azah

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.575
  • Reputasi: 41
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Muhammad Izwan
    • Lihat Profil
    • Catatan Hati Ukhty Tini
Re: HAMIL DI LUAR NIKAH DAN MASALAH NASAB ANAK
« Jawab #14 pada: Januari 03, 2009, 08:36:22 am »
Mas fahmie,  :cool: syukran jawabanya


mohon doanya, insyaallah sebentar lagi  saya mau test..

Di do'ain, semoga lancar...  [-O< amin