Penulis Topik: Tape, Halal ato Haram?  (Dibaca 11480 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

fie_vie

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.417
  • Reputasi: 4
  • Jenis kelamin: Wanita
  • no body's perfect
    • Lihat Profil
Re: Tape, Halal ato Haram?
« Jawab #15 pada: September 22, 2006, 04:44:30 pm »
fie doyan peyeum.. :p

82

  • Pengunjung
Re: Tape, Halal ato Haram?
« Jawab #16 pada: September 22, 2006, 04:50:41 pm »
ekh penasaran nie

bedanya tape ma peyeum apa si?

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re: Tape, Halal ato Haram?
« Jawab #17 pada: Agustus 03, 2009, 04:46:58 pm »
OOT

ekh penasaran nie

bedanya tape ma peyeum apa si?

asli ngakak baca ini :))

anehnya kenapa ga ada yang mau jawab ya :))

ukhti_cool

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 964
  • Reputasi: 6
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Secret makes a woman woman
    • Lihat Profil
    • simple blog
Re:Tape, Halal ato Haram?
« Jawab #18 pada: Agustus 03, 2009, 05:28:39 pm »
hi3...pada ga tau kali...  =))

ekh penasaran nie

bedanya tape ma peyeum apa si?

dini jawab de walopun yang nanya nya udah ga tau kemana...
tape itu tape recorder...
kalo peyeum, singkong yg difermentasikan.

ukhti_cool

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 964
  • Reputasi: 6
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Secret makes a woman woman
    • Lihat Profil
    • simple blog
Re:Tape, Halal ato Haram?
« Jawab #19 pada: Agustus 03, 2009, 05:31:19 pm »
ikh aku jd kayak orang bloon. Ga baca dari awal niy...

Maap2...tape ama peuyeum itu sama.
Kalo peyeum mah basa sunda, kalo tape bahasa indo.

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Tape, Halal ato Haram?
« Jawab #20 pada: Agustus 04, 2009, 08:20:26 am »
^^^

OOT

:)) makin parah. peuyeum ama tape recorder jelas beda :D

oki_toink

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.635
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Tape, Halal ato Haram?
« Jawab #21 pada: Agustus 04, 2009, 08:50:53 am »
dasar orang sunda...:P

sama2 sunda euy...

kang mang haram ya peuyeum?

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Tape, Halal ato Haram?
« Jawab #22 pada: Agustus 04, 2009, 09:03:22 am »
dasar orang sunda...:P

sama2 sunda euy...

kang mang haram ya peuyeum?

kalo dilihat dari post diatas sih nggak. dan ada juga tulisan mas arif (linknya cari sendiri, udah lama :D ) kalo toleransi alkohol pada makanan/ minuman adalah 1 persen.

oki_toink

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.635
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Tape, Halal ato Haram?
« Jawab #23 pada: Agustus 04, 2009, 09:05:13 am »
jadi inget fatwa dr.yusuf qardhowi tentang alkohol dalam obat atau pada makanan/minuman...

irpanhakim

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 38
  • Reputasi: 2
    • Lihat Profil
Re: Tape, Halal ato Haram?
« Jawab #24 pada: Agustus 04, 2009, 09:14:43 am »
untuk meluruskan pemahaman saja, bukan alkohol yang haram itu

yang haram itu adalah khamr, yaitu sesuatu yang memabukkan.

nah, mengenai tape, maka cara mengetahui halal ato haramnya begini caranya, apakah kalo antum makan tape dalam jumlah banyak lalu mabuk? kalo ya, berarti makan sedikit pun haram. kalo nggak, berarti halal

Wallahua'lam
pendapat dalam masalah ini tidak satu kakak
setahu saya ada yang mendefinisikan khamer lebih jauh yaitu salah satu alkohol yaitu etanol

setau ana tape hasil fermentasi tidak haram krn kandungan alkoholnya itu terjadi karena proses alami..... :)
memang banyak yang berpendapat seperti ini
tapi setahu saya pendapat ini tanpa dalil
apalagi seperti kata 82 sebenarnya prosesnya sama, fermentasi

vian

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.062
  • Reputasi: 76
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Tape, Halal ato Haram?
« Jawab #25 pada: Agustus 04, 2009, 10:06:37 am »
ada fatwa tape haram dari MUI...?
kayaknya gak ada...buktinya masih ada yg jualan tape, baik itu tape uli, tape ketan, sumi tape atau tape recorder

kalo peuyeum(puan)jelas haram bagi kalangan tertentu...apalagi kalo yg gak jelas asalnya  :))

irpanhakim

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 38
  • Reputasi: 2
    • Lihat Profil
Re: Tape, Halal ato Haram?
« Jawab #26 pada: Agustus 04, 2009, 10:13:26 am »
ada fatwa tape haram dari MUI...?
kayaknya gak ada...buktinya masih ada yg jualan tape, baik itu tape uli, tape ketan, sumi tape atau tape recorder

kalo peuyeum(puan)jelas haram bagi kalangan tertentu...apalagi kalo yg gak jelas asalnya  :))
berislam itu jangan taqlid sama mui
tapi pahami dalilnya

dan kenyataan saat ini ga bisa jadi dalil
ada kok yang jualan bir di minimarket2 tapi ga mengubah status hukumnya dari haram jadi halal

vian

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.062
  • Reputasi: 76
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Tape, Halal ato Haram?
« Jawab #27 pada: Agustus 04, 2009, 11:17:19 am »
jadi dalilnya yg benar bagaimana?

irpanhakim

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 38
  • Reputasi: 2
    • Lihat Profil
Re: Tape, Halal ato Haram?
« Jawab #28 pada: Agustus 04, 2009, 02:52:31 pm »
jadi dalilnya yg benar bagaimana?
Abu Hurairah ra. menceritakan bahwa ada seorang pria akan memberikan hadiah Rasulullah SAW sebuah minuman khamr, maka Rasulullah SAW berkata: Sesungguhnya khamr itu telah diharamkan. Laki-laki itu bertanya,”Apakah aku harus menjualnya?”, Rasulullah SAW menjawab,”Sesungguhnya sesuatu yang diharamkan meminumnya, diharamkan pula menjualnya”. Laki-laki itu bertanya lagi,”Apakah aku harus memberikan kepada orang Yahudi?” Rasulullah menjawab,”Sesungguhnya Yang mengharamkannya, telah mengharamkan pula diberikan kepada orang Yahudi". Laki-laki itu kembali bertanya,”Lalu apa yang harus saya lakukan dengannya?” Beliau menjawab,”Tumpahkanlah ke dalam selokan” (HR Al Khumaidi dalam Musnad-nya).

Hadits di atas memerintahkan kepada kita jika ada khamer kita harus membuangnya, tidak boleh dijual dan tidak boleh diberikan. Ini indikasi yang kuat untuk memperlihatkan bahwa yang haram adalah bendanya bukan mabuknya.

Imam Abu Dawud dari Anas bin Malik yang menceritakan bahwa Abu Thalhah bertanya kepada Nabi Saw tentang anak-anak yatim yang mendapatkan warisan khamer. Rasulullah Saw bersabda: “Tumpahkanlah khamer itu.” Abu Thalhah bertanya lebih lanjut, “Apakah tidak boleh aku olah menjadi cuka.” Nabi Saw berkata lagi, “Jangan.” Hadits ini juga dikeluarkan oleh Imam Muslim dan at-Tirmidzi.

Cuka adalah benda halal. Bila khamer yang haram adalah mabuknya, bukan zatnya, maka mengubah khamer menjadi cuka harusnya boleh. Dari hadits di atas bisa ditangkap bahwa zat khamer tidak boleh dimanfaatkan dengan mengubahnya menjadi sesuatu yang halal.

Diharamkannya khamr karena bendanya (hurrimat khamru bi ‘ainiha), banyak maupun sedikit. (HR An Nasa’i dengan sanad hasan, Sunan An Nasa’i VIII hal 320 dan 321).

Hadits di atas menjelaskan secara pasti bahwa yang haram adalah zatnya.

Agar tidak terjatuh pada mengharamkan yang halal kita perlu menspesifikkan sebenarnya apa sih dalam minuman yang mengandung khamer itu yang haram. Apakah airnya (H2O) atau alkoholnya? Tentu saja alkoholnya dan lebih spesifik lagi adalah ethanol (CH3CH2OH). Bahan2 yang dijadikan khamer adalah benda2 yang halal. Ketika ia jadi khamer hukumnya menjadi haram. Artinya ada zat haram yang terbentuk. Khamer yang terlanjur berubah menjadi cuka hukumnya halal. Artinya ada zat yang hilang (berubah bentuk). Zat yang terbentuk ketika menjadi khamer dan hilang ketika menjadi cuka adalah etanol.

Hanya saja yang perlu diingat bahwa tidak semua jenis alkohol haram. Propanol, butanol, metanol dll tidak haram dari segi zatnya. Metanol memang haram diminum tapi haramnya dari segi bahayanya. Dalam Islam, sesuatu yang berbahaya (dharar/mengantarkan pada kematian) itu haram.

Tidak (boleh) menimpakan bahaya pada diri sendiri dan kepada orang lain (HR Ibnu Majah).

Bagaimana dengan nasi dan buah2an, bukankah ada gugus alkoholnya? Memang mungkin ada gugus alkoholnya tapi bukan etanol. Bagaimana dengan tape? Kalau dalam tape ada etanol maka hukum tape adalah haram.

memang penelitian saat ini memungkinkan kita mengidentifikasi secara pasti bahkan mengetahui kadar etanol dalam suatu minuman
namun demikian ada beberapa hadits yang menunjukkan bahwa rasulullah berupaya mengidentifikasi kehadiran etanol
seingat saya ada hadits yang mengatakan ada sahabat yang membuatkan juice untuk rasulullah nah rasulullah membuangnya setelah 3 hari
ada pula sahabat yang bertanya tentang anggur yang telah mengeluarkan busa rasulullah mengatakan tidak boleh dimakan
nah upaya identifikasi telah dilakukan di jaman rasulullah namun memang tidak seperti saat ini yang bisa memastikan kapan etanolnya muncul

wallahu 'alam

vian

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.062
  • Reputasi: 76
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Tape, Halal ato Haram?
« Jawab #29 pada: Agustus 05, 2009, 08:39:16 am »
seingat saya ada hadits yang mengatakan ada sahabat yang membuatkan juice untuk rasulullah nah rasulullah membuangnya setelah 3 hari
ada pula sahabat yang bertanya tentang anggur yang telah mengeluarkan busa rasulullah mengatakan tidak boleh dimakan
nah upaya identifikasi telah dilakukan di jaman rasulullah namun memang tidak seperti saat ini yang bisa memastikan kapan etanolnya muncul

wallahu 'alam

juice yg sudah berumur 3 hari ya pasti basi donk...  :))
(ada yg doyan juice basi? :p )
sama juga dg buah2an..kalo sudah berbusa itu tandanya sudah gak bagus utk dimakan. jadi bukan semata2 karena ada etanolnya (kecuali kalo mau diteliti lebih lanjut ya silahkan...)

Bagaimana dengan nasi dan buah2an, bukankah ada gugus alkoholnya? Memang mungkin ada gugus alkoholnya tapi bukan etanol. Bagaimana dengan tape? Kalau dalam tape ada etanol maka hukum tape adalah haram.

Penjelasan anda cukup baik.
tapi dari pernyataan diatas, anda sendiri masih meragukan apakah tape itu haram atau tidak? betul? ;)



Ada yg tahu proses pembuatan tape, dibuatnya dari apa, pakai bahan apa saja, dan menghasilkan zat/unsur/senyawa apa saja...?

Silahkan dipaparkan disini....

Note :
Saya bukan orang yg fanatik dg fatwa MUI, tapi umumnya disini fatwa MUI biasa dijadikan acuan utk menentukan halal/tidaknya - boleh/tidaknya tentang sesuatu.