Penulis Topik: Sudahkah kita bersyahadat?  (Dibaca 10466 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

dajal007

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.017
  • Reputasi: 32
  • Jenis kelamin: Pria
  • di atas bumiNya lah kita semua berpijak
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Sudahkah kita bersyahadat?
« pada: Agustus 23, 2007, 09:38:46 pm »
Perjanjian baru bisa dianggap sah secara hukum jika semua pihak yang terkait dengan sadar dan tanpa paksaan memilih untuk melakukannya, selain itu para pelaku sudah mampu mengerti segala tindakannya. Hal tersebut merupakan kondisi umum dalam setiap masalah dan tempat, maka jika ada satu pihak atau leboh melakukan perjanjian dalam keadaan tidak sadar atau berada dalam kondisi paksaan, dalam arti dia tidak punya pilihan lain, maka sebenarnya perjanjian itu tidak sah.
Perjanjian hampir selalu menimbulkan dampak dalam kehidupan para pelakunya. Perbedaan mungkin akan terjadi jika kita melakukan perbandingan antara saat sebelum dan sesudah melakukan perjanjian. Perjanjian interaksi bisa saja menimbulkan kehati-hatian dalam bertindak diantara masing-masing pihak yang terlibat. Semua tergantung pula jenis perjanjian yang dilakukan.
Terkait dengan kedua masalah tersebut, dalam Al-Quran menyebutkan bahwa seluruh ruh manusia pernah melakukan perjanjian dengan 4JJ1. Perjanjian tersebut dilakukan di alam ruh. Kita tidak pernah tahu kondisi saat di alam ruh. Apakah ruh-ruh tersebut sadar atau punya pilihan dalam melakukan perjanjian? Tidak ada satu pun manusia yang tahu, namun tulisan ini tidak akan menyatakan bahwa perjanjian tersebut tidak sah, sebab sebenarnya apapun kndisi yang ada di alam ruh, perjanjian tersebut merupakan perjanjianyang sah, karena perjanjian tersebut dilakukan oleh dua pihak yang berbeda tingkatan, yaitu pencipta dengan ciptaan. Perjanjian di alam ruh tersebut telah mengikat ruh yang ada dalam diri manusia untuk tunduk kepada 4JJ1, meskipun manusia itu tidak menyadari hal tersebut. Bukti hal tersebut adalah fitrah manusia untuk memiliki tempat untuk menggantungkan harapan dan kehidupannya, atau bisa dikatakan, fitrah manusia untuk bertuhan.
Tuhan di sini bukan hanya ditujukan kepada 4JJ1 dalam agama samawi dan dewa-dewa dalam agama ardli. Tuhan pun bisa jadi harta, jabatan, manusia lain, bahkan dirinya sendiri. Semua hal yang berhubungan dengan aktivitas manusia bisa menjadi tuhan bagi manusia itu.
Syahadat, hal ini lah yang menjadi dasar pembedaan antara muslim dan bukan muslim. Syahadat merupakan perjanjian antara manusia dengan 4JJ1. Hal itulah yang menjelaskan mengapa syahadat menjadi rukun Islam yang pertama. Syahadat merupakan penguat dan pengingat peristiwa perjanjian yang dilakukan ruh dengan 4JJ1. Syahadatlah yang menjadi jalan penyegaran kembali perjanjian antara ciptaan dan pencipta.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, sudahkah diri kita bersyahadat? Coba kita kembali melihat kejadian-kejadian yang telah lalu. Jika melihat syarat sah sebuah perjanjian, kesadaran dalam bertingkah laku, atau dalam Islam disebut sebagai kondisi telah baligh, maka syahadat yang kita lakukan sebelum masa baligh bukanlah syahadat yang sah.
Sholat, di sinilah kita sering mengucapkan syahadat, namun syahadat yang dilakukan dalam sholat bukan pula perjanjian yang sah, sebab dilakukan bukan karena niat untuk berjanji, tapi karena pembacaan syahadat di sini merupakan bagian dari perbuatan sholat. Islam mengajarkan hanya boleh ada satu niat untuk satu perbuatan, misalnya kita harus memilih antara niat Puasa Nabi Daud atau Puasa Romadlon, kita tidak bisa berniat untuk kedua puasa tersebut dalam satu hari puasa.
Adakah lagi peristiwa di mana kita bersyahadat? Bersyahadat yang dimaksud adalah bersyahadat untuk berjanji setia kepada 4JJ1 dan pengakuan bahwa Muhammad saw adalah seorang rosul. Bukan syahadat yang dilakukan karena merupakan bagian dari aktivitas yang lain. Jika belum, maka bersyahadatlah dengan sadar, dan maknai syahadat itu. Namun, jangan asal bersyahadat, sebab bersyahadat juga merupakan ibadah yang ada pedoman pelaksanannya dari rosul. Kita harus bersyahadat sesuai yang diajarkannya, sebab jika tidak maka kita telah melakukan bid’ah. Silakan mencari sendiri pedoman bersyahadat ala rosul.
Sebagai penutup, tulisan ini tidak menyatakan bahwa, yang belum bersyahadat kembali bukanlah seorang muslim dan amalannya tidak diterima, karena hanya 4JJ1 dan orang-orang yang diridloi-Nya saja (ulama) yang berhak menyatakan hal itu. Tulisan ini hanya ingin mengajak para pembaca untuk merenung kembali, menyegarkan kembali keimanan, memaknai kembali ketaqwaan, dan yang terpenting untuk melihat kembali hal-hal yang selama ini pernah terlihat hanya saja dari sudut pandang berbeda.

===========
dipublish pertama kali di http://d4j4l.blogspot.com

Agustin

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 904
  • Reputasi: 6
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ::>>Semaikan Benih Keimanan yuk!!<<::
    • Lihat Profil
Re: Sudahkah kita bersyahadat?
« Jawab #1 pada: September 24, 2007, 06:51:07 am »
 :great:  :cool:  Coba diposting di forum sebelah juga :)

Tidak ada paksaan dalam berdien....semua atas dasar kesadaran.... :)

calon_akhwat

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.737
  • Reputasi: 56
    • Lihat Profil
Re: Sudahkah kita bersyahadat?
« Jawab #2 pada: September 25, 2007, 10:55:37 am »
:great:  :cool:  Coba diposting di forum sebelah juga :)

Tidak ada paksaan dalam berdien....semua atas dasar kesadaran.... :)
setuju, ndak ada paksaan dalam berdien!
Allahu Akbar! :great:

dajal007

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.017
  • Reputasi: 32
  • Jenis kelamin: Pria
  • di atas bumiNya lah kita semua berpijak
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re: Sudahkah kita bersyahadat?
« Jawab #3 pada: September 29, 2007, 05:03:22 am »
forum sebelah mana ya????

z 41 n

  • Pengunjung
Re: Sudahkah kita bersyahadat?
« Jawab #4 pada: Oktober 20, 2007, 07:40:59 pm »
bner tu... :great:

trus ada lagi lah yang ngaku islam konghucu(dari engkong ampe cucu),,ktanya se dy dah islam karna bonyoknya dah islam juga,malah ada yang haji juga lagi..

klo jawabanya kaya geto mah abu jahal juga islam donk??kan keturunan nabi adam!!nabi adam islam kan??ya islamlah brarti abu jahal jga islam donk??kan keturunan nabi??

bner tu sudahkah qt syahadat??dgn tanpa adanya saksi & yang mengsahkan :great:

wuLan

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 8
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
    • www.wulanakhwat.multiply.com
Re: Sudahkah kita bersyahadat?
« Jawab #5 pada: November 07, 2007, 05:23:30 pm »
hayoooo?

sudahkah kita???

trus bagaimana donk? jadi umat islam sekarang apa?

kebenaran itu harus di cari, dan jangan sampai kita juga menjadi muslim keturuna,

sip2 buat postingnya,,,  :)

Herera

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.701
  • Reputasi: 7
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: Sudahkah kita bersyahadat?
« Jawab #6 pada: November 08, 2007, 08:38:32 am »
Sudahkah kita bersyahadat? Insya Allah sudah donk, kan di setiap sholat kita pasti membaca syahadat.  :)

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re: Sudahkah kita bersyahadat?
« Jawab #7 pada: November 08, 2007, 12:06:31 pm »
Sudahkah kita bersyahadat? Insya Allah sudah donk, kan di setiap sholat kita pasti membaca syahadat.  :)
ketahuan ni
mbak hera ga baca tulisannya kang dajal dengan teliti   :p

Sholat, di sinilah kita sering mengucapkan syahadat, namun syahadat yang dilakukan dalam sholat bukan pula perjanjian yang sah, sebab dilakukan bukan karena niat untuk berjanji, tapi karena pembacaan syahadat di sini merupakan bagian dari perbuatan sholat. Islam mengajarkan hanya boleh ada satu niat untuk satu perbuatan, misalnya kita harus memilih antara niat Puasa Nabi Daud atau Puasa Romadlon, kita tidak bisa berniat untuk kedua puasa tersebut dalam satu hari puasa.

Himmura

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 931
  • Reputasi: 14
  • Jenis kelamin: Pria
  • Jihad,.....
    • Lihat Profil
Re: Sudahkah kita bersyahadat?
« Jawab #8 pada: November 08, 2007, 12:46:10 pm »
waktu azan jugakah?

jadi, haruskah didatangkan saksi yang menyaksikan syahadat kita?
kalo itu syaratnya, wah belum pernah syahadat ni,
belum pernah secara sengaja mendatangkan saksi buat mendengarkan syahadat ana....

dajal007

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.017
  • Reputasi: 32
  • Jenis kelamin: Pria
  • di atas bumiNya lah kita semua berpijak
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re: Sudahkah kita bersyahadat?
« Jawab #9 pada: November 08, 2007, 06:42:00 pm »
apakah harus ada saksi? saya sendiri belum tau jawabannya. sampai saat ini masih mencari praktek syahadat yang diajarkan oleh rosul atau para sahabat atau para generasi pilihan.

Kutip
Silakan mencari sendiri pedoman bersyahadat ala rosul.

kalo ada yang udah dapet kasih tau ya... :)

kalo pun harus pake saksi, apa susahnya ngomong ke ibu atau bapak atau adik atau kakak atau temen yang ada di sebelah :D

4JJ1 ga akan memberikan dosa bagi kesalahan yang belum kita ketahui ilmunya, tapi kita akan berdosa jika tidak mencari tahu.

perhatikan kembali paragraf penutup tulisan saya ini :
Kutip
tulisan ini tidak menyatakan bahwa, yang belum bersyahadat kembali bukanlah seorang muslim dan amalannya tidak diterima, karena hanya 4JJ1 dan orang-orang yang diridloi-Nya saja (ulama) yang berhak menyatakan hal itu. Tulisan ini hanya ingin mengajak para pembaca untuk merenung kembali, menyegarkan kembali keimanan, memaknai kembali ketaqwaan, dan yang terpenting untuk melihat kembali hal-hal yang selama ini pernah terlihat hanya saja dari sudut pandang berbeda.
« Edit Terakhir: November 08, 2007, 06:43:31 pm oleh dajal007 »

psycho_avatar

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 720
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Psycho Avatar
Re: Sudahkah kita bersyahadat?
« Jawab #10 pada: November 10, 2007, 11:22:18 pm »
Ahhh...jadi aja COPAS habis-habisan dari blog saya http://infinityproject.blogs.friendster.com/infinity_project/2007/05/alastu_birobbik.html

Alastu Birobbikum?

Dalam Al-A'Raaf:172, Allah berfirman :

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (Al-A'raaf:172)


Dalam ayat 172, pertanyaan "Alastu Birobbikum (Bukankah Aku Tuhanmu?)" dilakukan sebelum manusia lahir dan ditanyakan kepada keturunan anak-anak Adam (manusia). Itu artinya, pertanyaan tersebut ditanyakan kepada seluruh manusia. Sejak zaman Adam, hingga kiamat nanti. Dan seluruh manusia menjawab: "Balaa, Syahidnaa (Betul, kami menjadi saksi)".  Itulah syahadat pertama manusia.   Kapan dan di mana? Wallahualam.  Dalam buku ESQ, Ary Ginanjar Agustian menyebut kejadian tersebut dengan istilah "Anggukan Universal". Maka, ketika manusia lahir, fitrahnya adalah seorang Muslim. Kita memang tidak bisa mengingat kejadian tersebut, oleh karena itu Allah mengingatkan melalui Al-A'raaf:172. Memilih percaya atau tidak, itu adalah bagian dari keimanan kita.

Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa setiap bayi terlahir sebagai Muslim, orangtuanya lah yang menjadikan anak tersebut menjadi Nasrani, Yahudi atau Majusi. Kalau boleh saya tambahkan, termasuk Agama-agama lain juga. Dengan adanya keterangan Hadits tersebut, semakin menguatkan isi dari 'Al-Araaf:172.

Mungkin, kita pernah mendapatkan pertanyaan : "jika orang yang non-muslim masuk Islam harus melakukan syahadat, trus yang terlahir dari keluarga muslim, kapan syahadatnya?". Sebetulnya, Al-A'raaf:172 dan hadits di atas sudah menjawab pertanyaan tersebut. Intinya, semua orang adalah muslim pada mulanya. Jika Islam dianalogikan sebagai rumah, syahadat adalah pintu masuk ke dalam rumah tersebut. Jika orang-orang dari luar rumah tersebut ingin masuk ke dalam rumah, etikanya tentu harus mengetuk pintu dulu agar dibukakan dan bisa masuk ke dalam rumah. Nah, jika muslim adalah penghuni rumah tersebut, apa perlunya mengetuk pintu rumah tersebut? Mengucapkan syahadat diperlukan untuk orang-orang yang 'keluar' dari Islam, jika sejak lahir kita di dalam Islam, untuk apa lagi kita mengucapkan syahadat? Kita kan tidak pernah keluar dari rumah tersebut, tentu aneh kalau kemudian kita harus mengetuk pintu. Bedakan antara syahadat dan mengucapkan syahadat. Syahadat adalah pintu, batas antara muslim dan non-muslim. Sedangkan mengucapkan syahadat adalah mengetuk pintu, jika mengetuknya benar, pintu akan terbuka, dan orang-orang di dalamnya akan selalu menyambut dengan senang hati.

Sebetulnya yang paling menarik adalah tujuan dari diingatkannya kejadian tersebut oleh Allah.

Agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?" (Al-A'raaf:173)


Argumen yang bisa dimengerti, namun ternyata tidak berarti dihadapan Allah. Karena apa? Karena manusia memiliki akal yang bisa digunakan untuk mengetahui kebenaran. Kecuali tidak ada satu pun informasi mengenai Islam atau tidak mendengar tentang Islam sama sekali, masalahnya lain lagi. Dalam sejarah Islam, Salman dikenal sebagai seorang pencari kebenaran sejati yang berpetualang jauh ke luar kampung halamannya. Meskipun orangtuanya Majusi, tapi dia 'tidak puas' dengan agamanya itu. Maka dicarilah kebenaran itu. Sehingga akhirnya dia menemukan Islam, dan meninggal dalam pelukan Islam. Jadi, terlahir sebagai anak dari orangtua yang non-muslim, tidak bisa dijadikan alasan untuk lepas dari hukuman. Makanya, terlahir sebagai muslim adalah sesuatu yang sangat saya syukuri.

Maaf kalau bahasan tentang ini kurang mendalam, hanya itu yang terpikir oleh saya. Mungkin karena bagi saya masalah ini sudah cukup jelas (atau kurang bahan) :D. Wallahualam.



psycho_avatar

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 720
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Psycho Avatar
Re: Sudahkah kita bersyahadat?
« Jawab #11 pada: November 12, 2007, 02:15:01 am »
Saya (atau kita) mungkin tidak pernah  ingat dengan kejadian tersebut (syahadat pertama), tapi kalau bicara soal terpaksa atau tidak, sepertinya memang tidak ada paksaan.  Sebab, kondisinya, andaikan kita sadar saat itu pun, setidaknya kita tahu bahwa kita sedang berbicara dengan Allah, Tuhan Yang Maha Pencipta.  Sebetulnya, di sini sih serunya 'doktrin' agama.  Percaya atau tidak, itu saja.  Percaya nggak ada ruginya, nggak percaya...Wallahualam :)

dajal007

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.017
  • Reputasi: 32
  • Jenis kelamin: Pria
  • di atas bumiNya lah kita semua berpijak
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re: Sudahkah kita bersyahadat?
« Jawab #12 pada: November 12, 2007, 03:54:29 pm »
sebenernya ada ga sih hadist yang menceritakan tentang syahadat?

kan rukun islam itu salah satunya adalah bersyahadat (atau syahadatnya?) kecuali jika opini saya yang ada dalam tulisan awal salah, maka semua orang harus bersyahadatkan?

Himmura

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 931
  • Reputasi: 14
  • Jenis kelamin: Pria
  • Jihad,.....
    • Lihat Profil
Re: Sudahkah kita bersyahadat?
« Jawab #13 pada: November 13, 2007, 01:07:31 pm »
Jadi kesimpulannya adalah bahwa setiap orang itu fitrahnya adalah seorang muslim....
jadi tidak perlu syahadat ulang karena saksi syahadat kita yang pertama adalah Allah secara langsung.

satu pertanyaan lagi,
tentang nasib anak-anak orang kafir yang meninggal sebelum akil baligh....
bukankah orang tua mereka telah mendidik mereka menjadi kafir?
lagi pula setidaknya mereka telah melakukan kesyirikan....

adakah dalilnya?

dajal007

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.017
  • Reputasi: 32
  • Jenis kelamin: Pria
  • di atas bumiNya lah kita semua berpijak
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re: Sudahkah kita bersyahadat?
« Jawab #14 pada: November 13, 2007, 10:43:44 pm »
anak-anak yang belum akil balig kan belum dihitung dosanya

4JJ1 ga menghukum perbuatan dosa yang tidak kita ketahui kan?

untuk nasibnya gimana di akhirat... sya belom pernah baca haits tentang itu. mungkin yang lain pernah baca