| |

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Januari 07, 2009, 03:24:53 am
Selamat Datang Di Komunitas DUDUNG.NET, manfaatkan forum ini, dan kembangkanlah pengetahuan anda tanpa batas..!!
   Home   Bantuan Cari Kalender Masuk Daftar  

Poling
Pertanyaan: apa permasalahan umat saat ini??
masalah ekonomi - 2 (25%)
tdk terterapkannya hukum Allah - 6 (75%)
Total Pemilih: 8

Halaman: 1 2 3 [4] 5 6   Turun
Cetak
Pembuat Topik: KKI  (Baca 3346 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini.
そら
Hero Member
*****

Reputasi: 28
Tulisan: 2.703


when there's family, one can control oneselves...


Lihat Profil
« Jawab #45 pada: Oktober 11, 2007, 06:00:20 pm »

Konteks yang sedang diperbincangkan adalah penyelenggaraan KKI. Sampai saat ini ana masih memiliki pertanyaan, apakah orang-orang di sekitar kita yang masih awam itu menjadi paham atau setidaknya memiliki keinginan untuk mengetahui syari'at agama yang mulia ini setelah diselenggarakannya KKI? Apa efek yang dirasa masyarakat luas secara konkret setelah diselenggarakan seminar-seminar, demonstrasi-demonstrasi dan orasi-orasi pada umumnya dan KKI pada khususnya?
Nah oleh karena itu, ana menyebutkan pendirian ma'had, madrosah-madrosah, pencetakan, penerbitan dan penterjemahan buku-buku Islam dan sarana-sarana syar'i lainnya karena menurut ana yang awam ini, hal tersebut lebih dapat dirasa oleh masyarakat luas dari pada sekedar show of force.
Jika dilihat konteksnya, KKI tidak berada dalam konteks memperkenalkan islam, tetapi hanya memperkenalkan khilafah.
Efek positifnya hanya sebatas memberikan semangat bagi pendukung konsep khilafah HT dan memberikan sedikit informasi mengenai konsep khilafah kepada yg belum tahu (tetapi bersedia datang).
Tetapi bagi orang orang (termasuk saya) yg tidak menganggap khilafah adalah sebuah hal essensial (tanpa khilafah-pun ibadah primer tidak ada yg melarang) KKI tidak ada manfaatnya sama sekali.

Dalam orasi saya sendiri tidak melihat adanya suatu manfaat nyata, karena informasi yg diberikan dalam orasi seringkali dikaburkan oleh semangat semu.
Tetapi seminar yg berjalan 2 arah adalah salah satu format penyampaian yg baik. Peserta bisa mengajukan pertanyaan balik.
Masuk

ajeng
Sr. Member
****

Reputasi: 2
Tulisan: 300


Kisah yg tak kan Hilang,Saat dlm kasihmu


Lihat Profil
« Jawab #46 pada: Oktober 12, 2007, 10:57:02 am »

Konteks yang sedang diperbincangkan adalah penyelenggaraan KKI. Sampai saat ini ana masih memiliki pertanyaan, apakah orang-orang di sekitar kita yang masih awam itu menjadi paham atau setidaknya memiliki keinginan untuk mengetahui syari'at agama yang mulia ini setelah diselenggarakannya KKI? Apa efek yang dirasa masyarakat luas secara konkret setelah diselenggarakan seminar-seminar, demonstrasi-demonstrasi dan orasi-orasi pada umumnya dan KKI pada khususnya?
Nah oleh karena itu, ana menyebutkan pendirian ma'had, madrosah-madrosah, pencetakan, penerbitan dan penterjemahan buku-buku Islam dan sarana-sarana syar'i lainnya karena menurut ana yang awam ini, hal tersebut lebih dapat dirasa oleh masyarakat luas dari pada sekedar show of force.
Jika dilihat konteksnya, KKI tidak berada dalam konteks memperkenalkan islam, tetapi hanya memperkenalkan khilafah.
Efek positifnya hanya sebatas memberikan semangat bagi pendukung konsep khilafah HT dan memberikan sedikit informasi mengenai konsep khilafah kepada yg belum tahu (tetapi bersedia datang).
Tetapi bagi orang orang (termasuk saya) yg tidak menganggap khilafah adalah sebuah hal essensial (tanpa khilafah-pun ibadah primer tidak ada yg melarang) KKI tidak ada manfaatnya sama sekali.

Dalam orasi saya sendiri tidak melihat adanya suatu manfaat nyata, karena informasi yg diberikan dalam orasi seringkali dikaburkan oleh semangat semu.
Tetapi seminar yg berjalan 2 arah adalah salah satu format penyampaian yg baik. Peserta bisa mengajukan pertanyaan balik.

akhirnya masyarakat bertanya apa itu khilafah...bukankah ini terjadi langkah?? langkah berikutnya....berikutnya..dan berikutnya..tetap akan bergulir..sekalipun khilafah sudah tegak. karena yang diinginkan dalam penegakanya adalah penerapan islam dan dakwah.

di KKI sepengetahuan ajeng tak ada larangan untuk bertanya ...jumpa pers dilakukan waktu itu, terus  para pendamping tamunya juga ada,panitia juga ada ..malamnya pertemuan tokoh juga ada sharing yang terjadi..

Memang KKI menggulirkan semangat ,semangat bahwa persatuan kaum muslim itu hal yang bisa terjadi jika dipelihara..

mungkin agak OOT ...
walaupun KKI mungkin dianggap oleh kalangan muslim sendiri sebagai sebuah acara yang tidak berefek apa2,
 tapi bagi barat ...
padahal pada saat acara itu kita mungkin bagi kalangan muslim hanya dianggap koar2 az, orasi teriak2...pake takbir...
yang ajeng benar2 tak habiz pikir bisa dikatakan 'lucu" dan semakin yakin kalo 'mereka' ( musuh islam tidak py mental yang kuat ) waktu mulai masuk ke GBK pakai pemeriksaan, peniti yang nda terpakai diambil sementara oleh petugas sampai uang logam ajeng juga...jadi terpikir ...kenapa Bush udah teriak ketakutan ya?? padahalkan boro2 mau pakai bom..uang logam az diambil... 
bush..bush... rolling on the floorrolling on the floor rolling on the floor
Masuk

“Ilahi,yg mengetahui segala rahasia n mendengar sgla ucapan, yg mengetahui sgl hakikat n pengasih makhluk, terimalah permohonan ampunan km krn Kau Maha Kaya dan kami fakir, jangan Kau hancurkan kami atas segala cela yang kami yang kami miliki karena Kau Maha Kuat sementara kami sangat hina
そら
Hero Member
*****

Reputasi: 28
Tulisan: 2.703


when there's family, one can control oneselves...


Lihat Profil
« Jawab #47 pada: Oktober 12, 2007, 09:28:49 pm »

mungkin agak OOT ...
walaupun KKI mungkin dianggap oleh kalangan muslim sendiri sebagai sebuah acara yang tidak berefek apa2,
 tapi bagi barat ...
padahal pada saat acara itu kita mungkin bagi kalangan muslim hanya dianggap koar2 az, orasi teriak2...pake takbir...
yang ajeng benar2 tak habiz pikir bisa dikatakan 'lucu" dan semakin yakin kalo 'mereka' ( musuh islam tidak py mental yang kuat ) waktu mulai masuk ke GBK pakai pemeriksaan, peniti yang nda terpakai diambil sementara oleh petugas sampai uang logam ajeng juga...jadi terpikir ...kenapa Bush udah teriak ketakutan ya?? padahalkan boro2 mau pakai bom..uang logam az diambil... 
bush..bush... rolling on the floorrolling on the floor rolling on the floor
si Bush teriak ketakutan?
disini ngga ada berita apa apa tu... saya juga tahunya tentang KKI dari forum dudung.
Masuk

Luthi
Hero Member
*****

Reputasi: 12
Kelamin: Pria
Tulisan: 1.524


senyuman adalah lengkungan yg meluruskan keadaan

loethils
Lihat Profil WWW Email
« Jawab #48 pada: Oktober 15, 2007, 02:53:03 pm »

Konteks yang sedang diperbincangkan adalah penyelenggaraan KKI. Sampai saat ini ana masih memiliki pertanyaan, apakah orang-orang di sekitar kita yang masih awam itu menjadi paham atau setidaknya memiliki keinginan untuk mengetahui syari'at agama yang mulia ini setelah diselenggarakannya KKI? Apa efek yang dirasa masyarakat luas secara konkret setelah diselenggarakan seminar-seminar, demonstrasi-demonstrasi dan orasi-orasi pada umumnya dan KKI pada khususnya?
Nah oleh karena itu, ana menyebutkan pendirian ma'had, madrosah-madrosah, pencetakan, penerbitan dan penterjemahan buku-buku Islam dan sarana-sarana syar'i lainnya karena menurut ana yang awam ini, hal tersebut lebih dapat dirasa oleh masyarakat luas dari pada sekedar show of force.
Jika dilihat konteksnya, KKI tidak berada dalam konteks memperkenalkan islam, tetapi hanya memperkenalkan khilafah.
Efek positifnya hanya sebatas memberikan semangat bagi pendukung konsep khilafah HT dan memberikan sedikit informasi mengenai konsep khilafah kepada yg belum tahu (tetapi bersedia datang).
Tetapi bagi orang orang (termasuk saya) yg tidak menganggap khilafah adalah sebuah hal essensial (tanpa khilafah-pun ibadah primer tidak ada yg melarang) KKI tidak ada manfaatnya sama sekali.

Dalam orasi saya sendiri tidak melihat adanya suatu manfaat nyata, karena informasi yg diberikan dalam orasi seringkali dikaburkan oleh semangat semu.
Tetapi seminar yg berjalan 2 arah adalah salah satu format penyampaian yg baik. Peserta bisa mengajukan pertanyaan balik.

ck..ck..ck..ck

menegakkan khilafah itu ibadah primer jg mas Nyengir
walau belum tegak ya dalam hati ada lah keinginan dan berjuang ntuk itu Nyengir
bertahap bukan masalah..tetapi harus dianggap significant jg
Masuk

Weakness,will & strength I need lost in every step
Don't label me a freak,I'm facing my own demon
Give up on YOU,nothing to say
Lay down my heart in YOUR hands on my pray
Give up on YOU,I'd like to say
I still believe that truth will find the way
will YOU save me from my self
そら
Hero Member
*****

Reputasi: 28
Tulisan: 2.703


when there's family, one can control oneselves...


Lihat Profil
« Jawab #49 pada: Oktober 15, 2007, 04:44:17 pm »

ck..ck..ck..ck

menegakkan khilafah itu ibadah primer jg mas Nyengir
walau belum tegak ya dalam hati ada lah keinginan dan berjuang ntuk itu Nyengir
bertahap bukan masalah..tetapi harus dianggap significant jg
Tidak bagi saya.
Masuk

Luthi
Hero Member
*****

Reputasi: 12
Kelamin: Pria
Tulisan: 1.524


senyuman adalah lengkungan yg meluruskan keadaan

loethils
Lihat Profil WWW Email
« Jawab #50 pada: Oktober 16, 2007, 11:39:38 am »

ck..ck..ck..ck

menegakkan khilafah itu ibadah primer jg mas Nyengir
walau belum tegak ya dalam hati ada lah keinginan dan berjuang ntuk itu Nyengir
bertahap bukan masalah..tetapi harus dianggap significant jg
Tidak bagi saya.
belum mungkin
Masuk

Weakness,will & strength I need lost in every step
Don't label me a freak,I'm facing my own demon
Give up on YOU,nothing to say
Lay down my heart in YOUR hands on my pray
Give up on YOU,I'd like to say
I still believe that truth will find the way
will YOU save me from my self
そら
Hero Member
*****

Reputasi: 28
Tulisan: 2.703


when there's family, one can control oneselves...


Lihat Profil
« Jawab #51 pada: Oktober 16, 2007, 04:07:39 pm »

belum mungkin
bukan 'belum'
tetapi 'tidak'
saya tidak menganggap khilafah sebagai format pemerintahan yg feasible. Dan orang orang yg menyatakan sebaliknya tidak punya kemampian membuktikan sebaliknya. Lagipula seandainya jika saja apabila sistem khilafah memang agak semi feasible dalam aplikasi dunia modern hal tsb tidak serta merta menjadikan saya harus mendukungnya.
Masuk

dajal007
Moderators
Hero Member
*****

Reputasi: 25
Kelamin: Pria
Tulisan: 3.004


keep looking forward, face the treat

dajal007
Lihat Profil WWW
« Jawab #52 pada: Oktober 16, 2007, 04:10:54 pm »

sayangnya, seandainya saja ada dalil shahih yang mewajibkan umat muslim untuk menegakkan khilafah, mau tidak mau kita (sebagai seorang muslim) harus ikut menegakkannya. apapun alasan kita
Masuk

そら
Hero Member
*****

Reputasi: 28
Tulisan: 2.703


when there's family, one can control oneselves...


Lihat Profil
« Jawab #53 pada: Oktober 16, 2007, 04:28:48 pm »

sayangnya, seandainya saja ada dalil shahih yang mewajibkan umat muslim untuk menegakkan khilafah, mau tidak mau kita (sebagai seorang muslim) harus ikut menegakkannya. apapun alasan kita
Menurut saya masih bergantung bentuk 'dalil' yg mewajibkannya
pada diskusi disini (http://forum.dudung.net/index.php/topic,4930.msg84830.html#msg84830)
ada pendapat yg menyatakan bahwa kelemahan SI adalah tiadanya suatu explicit command structure (struktur kendali yg jelas).
Jadi format khilafah sangat mudah tergeser ke format sistem pemerintahan lain spt kerajaan or presidensial.

Hal ini tidak akan terjadi jika 'dalil'-nya berupa struktur kendali (perintah menggunakan sebuah struktur kendali spesifik). Selain daripada itu, saya rasa justru hanya memperlebar perpecahan saja.
contohnya "saya tidak mau si A memimpin, saya mau si B". Jika struktur kendali dan pemilihannya jelas, A menang dengan fair dan strktur pertanggung-jawabannya juga jelas. Jika seperti sekarang? saya buat pertanyaan "Khalifah bertanggung jawab kepada siapa, dan sistem failsafe-nya seperti apa" saja masih mendapatkan jawaban yg berbeda beda, itupun hanya sedikit yg bisa menjawab strukturnya.
Masuk

Luthi
Hero Member
*****

Reputasi: 12
Kelamin: Pria
Tulisan: 1.524


senyuman adalah lengkungan yg meluruskan keadaan

loethils
Lihat Profil WWW Email
« Jawab #54 pada: Oktober 17, 2007, 11:23:23 am »

sayangnya, seandainya saja ada dalil shahih yang mewajibkan umat muslim untuk menegakkan khilafah, mau tidak mau kita (sebagai seorang muslim) harus ikut menegakkannya. apapun alasan kita
emang ada kan
waduh saya lupa lengkapnya lagi
tanya yg lain deh
Masuk

Weakness,will & strength I need lost in every step
Don't label me a freak,I'm facing my own demon
Give up on YOU,nothing to say
Lay down my heart in YOUR hands on my pray
Give up on YOU,I'd like to say
I still believe that truth will find the way
will YOU save me from my self
ajeng
Sr. Member
****

Reputasi: 2
Tulisan: 300


Kisah yg tak kan Hilang,Saat dlm kasihmu


Lihat Profil
« Jawab #55 pada: Oktober 17, 2007, 03:28:35 pm »

si Bush teriak ketakutan?
disini ngga ada berita apa apa tu... saya juga tahunya tentang KKI dari forum dudung.

o iya...lupa ..sora kan ada di amerika ya?
 
tumben... nda tau.

 sebelum KKi

kerisauan Barat terhadap perjuangan kaum Muslim untuk menegakkan kembali Khilafah yang akan menerapkan syariah Islam dan menyatukan umat Islam di seluruh penjuru dunia. “Persatuan di kalangan umat Islam, umat yang selama ini berada di hampir seluruh wilayah penghasil sumber energi dunia, merupakan mimpi buruk terbesar bagi AS,” kata Chomsky. (Eramuslim.com, 1/8/2007]
 
setelah KKI:
Dalam pidatonya pada konvensi Tentara Amerika ke-89 (28/8/2007), Presiden Bush berbicara mengenai “ekstremis” yang harus dilawan Amerika. Dia berbicara dalam konteks sensasional bahwa “ekstremis” adalah “keinginan untuk menjejalkan visi gelap yang sama sepanjang Timur Tengah dengan menegakkan Kekhilafahan radikal dan penuh kekerasan yang wilayahnya membentang dari Spanyol ke Indonesia. “These extremists hope to impose that same dark vision across the Middle East by raising up a violent and radical caliphate that spans from Spain to Indonesia,” tegasnya.


Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Australia menghadiri sidang APEC baru-baru ini, Bush juga mengajak para pemimpin Muslim untuk melawan pihak-pihak yang ingin menegakkan syariah dan Khilafah. “Kita harus membuka lembaran baru dalam perang melawan musuh kebebasan; melawan mereka yang di awal abad XXI ini menyerukan kaum Muslim untuk mengembalikan Khilafah dan penerapan syariah,” demikian dalam suatu wawancara untuk IA Malaysia yang dikutip oleh ITAR-TASS. (http://www.demaz.org, Kamis, 6/9/2007).

sayangnya, seandainya saja ada dalil shahih yang mewajibkan umat muslim untuk menegakkan khilafah, mau tidak mau kita (sebagai seorang muslim) harus ikut menegakkannya. apapun alasan kita

(Tafsir QS al-Baqarah� [2]: 30)

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي اْلأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.” (QS al-Baqarah [2]: 30).

Tafsir Ayat

Allah Swt. berfirman: Wa idz qâla Rabbuka li al-malâikah (Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat). Huruf idz merupakan zharf az-zamân (kata keterangan) untuk menunjukkan waktu lampau.[1] Dalam konteks kalimat ini, huruf tersebut menyimpan kata udzkur (ingatlah). Khithâb-nya ditujukan kepada Rasulullah saw. Ini terlihat pada dhamîr mukhâthab ka pada kata Rabbuka yang menunjuk kepada beliau. Karena itu, Ibnu Katsir, al-Wahidi dan beberapa mufassir lain memaknainya: Ingatlah, wahai Muhammad, ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat.[2] Seruan kepada Rasulullah saw. berarti juga seruan kepada umatnya.
Perkara yang diperintahkan untuk diingat adalah kisah awal kejadian manusia. Sebelum menciptakan manusia, Allah Swt. terlebih dulu memberitakannya kepada para malaikat. Kata al-malâikah merupakan bentuk jamak dari kata al-malak.
Kepada para malaikat itu Allah Swt. berfirman: Innî jâ’il[un] fî al-ardhi khalîfah (Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi). Kata jâ’il[un] bermakna khâliq[un].[3] Adapun al-ardh adalah seluruh bumi yang kini ditempati manusia. Di situlah Allah Swt. akan menjadikan khalîfah.
Kata khalîfah berasal dari kata khalîf (wazan fa‘îl). Tambahan huruf al-hâ’ berfungsi li al-mubâlaghah (untuk melebihkan).[4] Kata khalîfah berarti suatu pihak yang menggantikan lainnya, menempati kedudukannya, dan mewakili urusannya. Secara bahasa, seluruh mufassirin sepakat, yang dimaksud dengan khalîfah di sini adalah Adam as.[5] Namun, di antara mereka terdapat beberapa pendapat:� khalîfah bagi siapakah Adam itu?
Pertama: khalîfah bagi jin atau banû al-jân.[6] Alasannya, sebelum manusia diciptakan, penghuni bumi adalah banû al-jân. Namun, karena mereka banyak berbuat kerusakan, Allah Swt. kemudian mengutus para malaikat untuk mengusir dan menyingkirkan mereka. Setelah mereka berhasil disingkirkan sampai di pesisir dan gunung, Adam as. diciptakan untuk menggantikan kedudukan dan posisi mereka.
Kedua: khalîfah bagi malaikat. Demikian pendapat asy-Syaukani, an-Nasafi, dan al-Wahidi.[7] Sebab, setelah berhasil menyingkirkan banû al-jân, malaikatlah yang tinggal di bumi. Karena itu, yang digantikan Adam as adalah malaikat, bukan jin atau banû al-jân.
Ketiga: disebut khalîfah karena mereka menjadi kaum yang sebagiannya menggantikan sebagian lainnya. Di antara yang berpendapat demikian adalah Ibnu Katsir.[8] Pendapat ini didasarkan pada QS al-An‘am: 165, an-Naml: 62, az-Zukhruf: 6, dan Maryam 59.[9]
Keempat: menjadi khalîfah bagi Allah di bumi untuk menegakkan hukum-hukum-Nya dan menerapkan ketetapan-ketetapan-Nya. Pendapat ini dipilih oleh al-Baghawi, al-Alusi, al-Qinuji, al-Ajili, Ibnu Juzyi, dan asy-Syanqithi.[10] Status ini bukan hanya disandang Adam as., namun juga seluruh nabi. Mereka semua dijadikan sebagai pengganti dalam memakmurkan bumi, mengatur dan mengurus manusia, menyempurnakan jiwa mereka, dan menerapkan perintah-Nya kepada manusia.[11] Menurut al-Qasimi, kesimpulan ini didasarkan pada QS Shad: 26.
Di antara keempat penafsiran itu, penafsiran keempat tampaknya lebih dapat diterima. Penafsiran ketiga, meskipun tak bertentangan dengan fakta kehidupan, respon malaikat menunjukkan, kedudukan khalifah tak sekadar itu. Menurut para malaikat, khalifah di muka bumi itu haruslah ahl al-thâ‘ah, bukan ahl al-ma‘shiyyah. Jika kedudukan sebagai khalifah hanya merupakan siklus kehidupan, generasi digantikan dengan generasi berikutnya, tentu tak mengharuskan khalifah dari kalangan ahl al-thâ‘ah.
Alasan yang sama juga dapat digunakan untuk menolak penafsiran pertama dan kedua jika peristiwa itu benar-benar terjadi. Sebagai catatan, penafsiran pertama dan kedua didasarkan pada hadis mawqûf yang tidak dapat menghasilkan keyakinan.� Dalam frasa berikutnya disebutkan: Qâlû ataj’alû fîhâ man yufsidu fîhâ wa yafsiku dimâ’ (Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan [khalifah] di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah.”).
Kata fasâd berarti kerusakan. Kerusakan di bumi itu adalah kekufuran dan segala tindakan maksiat.[12] Adapun yang dimaksud dengan menumpahkan darah adalah pembunuhan yang dilakukan tanpa alasan yang dibenarkan syariah. Sebenarnya, pembunuhan secara zalim itu termasuk dalam cakupan fasâd atau kerusakan. Disebutkannya secara khusus setelah ungkapan umum (athf al-khâsh ’alâ al-’âmm) itu menunjukkan besarnya maksiat dan kerusakan yang ditimbulkan akibat pembunuhan.
Dari manakah para malaikat mengetahui sifat-sifat buruk manusia itu, padahal manusia belum diciptakan? Pengetahuan itu berasal dari: pemberitahuan Allah Swt.; bisa pula dari al-lawh al-mahfûzh; berdasarkan analogi terhadap sifat banû al-jân yang sebelumnya menghuni bumi;[13] bisa juga dari pemahaman mereka terhadap tabiat basyariyyah, yang sebagiannya telah diceritakan Allah Swt.—bahwa mereka diciptakan dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk (QS al-Hijr: 26); atau� dari pemahaman mereka dari kedudukan khalifah yang bertugas menyelesaikan kezaliman yang terjadi di antara manusia dan mencegah manusia dari perkara haram dan dosa.[14]� � � �
Selanjutnya mereka juga berkata: wa nahnu nusabbihu bihamdika wanuqaddisu laka (padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau?). Ber-tasbîh kepada Allah Swt. berarti mensucikan-Nya dan menjauhkan-Nya dari segala sesuatu yang buruk dalam kerangka ta‘zhîm.[15] Adapun men-taqdîs-kan Allah Swt. bermakna mensucikan-Nya dan menjauhkan segala sesuatu yang tidak pantas dari-Nya.[16]
Patut dicatat, para mufassir sepakat bahwa pertanyaan para malaikat itu bukan dimaksudkan untuk membantah kehendak Allah Swt. atau dilandasi sikap hasud terhadap Adam as. Sebab, mereka adalah hamba Allah yang mulia, taat, dan tidak pernah membangkang perintah-Nya (QS at-Tahrim: 6; al-Anbiya’: 26-27). Perkataan mereka semata-mata bertujuan untuk meminta kejelasan atau untuk mengungkap hikmah tersembunyi di balik penciptaan itu.[17]�
Allah Swt. menjawab pertanyaan malaikat itu: Innî a’lamu mâ lâ ta’lamûn (Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui). Artinya, Allah lebih mengetahui kemaslahatan yang râjih pada penciptaan itu. Sesungguhnya Dia akan mengutus para rasul di tengah-tengah manusia. Di antara mereka juga ada orang-orang yang membenarkan (ash-shiddiqûn), syahid, shalih, ahli ibadah, zuhud, wali, berbuat kebajikan, al-muqarrabûn, ulama � al-‘âmilûn, khusyuk, mencintai Allah, dan mengikuti rasul-rasul-Nya.[18]� � �
Kewajiban Menegakkan Khilafah
Sebagaimana telah terungkap, kedudukan sebagai khalîfah mewajibkan manusia untuk memutuskan dan menerapkan perkara-perkara kehidupan dengan hukum-hukum Allah Swt.
Untuk keperluan itu, Allah telah mengutus para nabi dan rasul. Mereka semua diutus untuk menyampaikan kepada manusia risalah-Nya yang juga berisi hukum-hukum yang wajib diterapkan. Kendati dalam perkara akidah semua nabi dan rasul itu sama, yakni akidah tauhid, dalam perkara hukum mereka diberikan syir’ah dan minhâj yang berbeda-beda (QS al-Maidah [5]: 48). Masing-masing nabi dan rasul beserta umatnya wajib terikat dengan hukum yang berlaku buat mereka. Tatkala mereka menerapkan dan memutuskan hukum berdasarkan syariah-Nya, maka mereka telah melaksanakan tugasnya sebagai khalîfah.
Kepada Nabi Muhammad saw., Allah telah memberikan dîn Islam. Sebagai dîn paripurna, Islam memiliki syariah yang syâmil kâmil (komprehensif lagi sempurna) (lihat QS an-Nahl [16]: 86 dan al-Maidah [5]: 3). Tidak ada satu pun aspek kehidupan yang dibiarkan lepas begitu saja, tanpa diatur oleh Islam. Seluruh interaksi manusia, baik dengan Tuhannya, dirinya sendiri, maupun antar sesama manusia diatur oleh Islam.
Seluruh hukum Islam wajib diterapkan (QS al-Maidah: 49, al-Hasyr: 7). Hanya saja, di antara hukum-hukum syariah itu: Pertama, ada yang pelaksanaannya dibebankan kepada individu seperti akidah, ibadah, makanan, pakaian, dan akhlak. Beberapa hukum mu’âmalah pelaksanaannya juga dapat dilaksanakan individu tanpa harus melibatkan negara seperti perdagangan, ijârah, pernikahan, warisan, dan sebagainya). Kedua, ada yang pelaksanaannya dibebankan kepada negara semisal sistem pemerintahan, ekonomi, sosial, pendidikan dan politik luar negeri; juga berkaitan dengan hukum-hukum yang berkaitan dengan sanksi yang diberikan atas setiap bentuk pelanggaran hukum syariah. Hukum-hukum seperti tidak boleh dilakukan oleh individu. Semua hukum harus dilakukan oleh khalifah atau yang diberi wewenang olehnya.
Berdasarkan fakta ini, keberadaan negara merupakan sesuatu yang bersifat dharûrî (sangat penting) untuk melaksanakan Islam. Tanpa ada sebuah negara, mustahil syariah bisa diberlakukan secara total.
Patut ditegaskan, negara yang ditetapkan Islam untuk menerapkan syariah adalah Khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah. Rasulullah saw. bersabda:
تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ
Di tengah-tengah kalian terdapat masa kenabian yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu ketika berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada masa Khilâfah ’alâ minhâj al-nubuwwah. (HR Ahmad).
Rasulullah saw. juga menetapkan, para khalifah adalah satu-satunya pihak yang bertugas mengatur dan mengurusi umatnya setelah Beliau wafat:�
كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ اْلأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ
Dulu Bani Israil selalu dipimpin dan dipelihara urusannya oleh para nabi. Setiap nabi meninggal, nabi lain menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku. Akan tetapi, nanti akan ada banyak khalifah (HR al-Bukhari dan Muslim).
Khalifah itulah yang diwajibkan untuk diangkat dengan jalan baiat. Dengan adanya khalifah, kewajiban adanya baiat di pundak setiap Muslim dapat diwujudkan. Sebaliknya, jika tidak ada khalifah, baiat yang diwajibkan itu tidak ada di pundak setiap kaum Muslim. Rasulullah saw. mencela keadaan tersebut dengan menyebut para pelakunya mati jahiliah. Beliau bersabda:
مَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّة
Siapa saja yang mati, sementara di atas pundaknya tidak ada baiat, maka matinya dalam keadaan jahiliah. (HR Muslim).

Bertolak dari pemikiran ini, tak mengherankan jika al-Qurthubi menyatakan, ayat ini menjadi asal atau pokok bagi wajibnya mengangkat imam dan khalifah yang didengar dan ditaati, untuk menyatukan kalimat, dan menerapkan hukum-hukum khalifah.[19] Pendapat ini juga didukung az-Zuhaili.[20] Mereka menegaskan, seluruh ulama sepakat tentang wajibnya mengangkat khalifah di antara umat dan para imam. Menurutnya, hanya Abu Bakr al-Asham dari kalangan Muktazilah saja yang menyimpang dari pendapat tersebut.
Di samping ayat ini, kedua mufassir itu juga mendasarkan pada QS Shad: 26 dan QS an-Nur: 55. Para Sahabat juga berijmak untuk mengangkat Abu Bakar al-Shiddiq setelah perselisihan kaum Muhajirin adn Anshar di Saqifah Bani Saidah.[21]
Walhasil, Khilafah wajib ditegakkan. Setiap Muslim pun wajib turut berjuang� bahu-membahu menegakkan Khilafah yang menerapkan Islam dan menyebarkannya ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad.
Wallâh a‘lam bi ash-shawâb.
Catatan kaki:


________________________________________
[1] � As-Samin al-Halbi, Ad-Durr al-Mashûn, vol. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1994), 174; al-Alusi, Rûh al-Ma’ânî, vol. 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1994), 220;� al-Zuhaili, At-Tafsîr al-Munîr, vol. 1 (Berut: Dar al-Fikr, 1991), 132
[2] � Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm, vol. 1 (Riyadh: Dar ‘Alam al-Kutub, 1997), 90; al-Wahidi al-Naysaburi, Al-Wasîth fî Tafsîr al-Qur’ân al-Majîd, vol. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1994), 112; az-Zuhaili, At-Tafsîr al-Munîr, vol. 1, 132.
[3] � Ini juga merupakan pendapat Hasan al-Basri. Sebagaimana dikutip al-Qurthubi, Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’ân, vol. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1993), 182; Ibnu ‘Athiyah, Al-Muharrar al-Wajîz, vol. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1993), 116.
[4] � Abu Hayyan al-Andalusi, Tafsîr al-Bahr al-Muhîth, vol. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1993), 284; al-Wahidi, Al-Wasîth, vol. 1, 113.
[5] � Ibnu Juzy al-Kalbi, At-Tasyhîl li ‘Ulûm al-Tanzîl, vol. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1995), 60; al-Wahidi, Al-Wasîth, vol. 1, 113; al-Baidhawi, Anwâr at-Tanzîl, vol. 1, 49; al-Baghawi, Al-Ma’âlim at-Tanzîl, vol. 1, 31; al-Zuhaili, At-Tafsîr al-Munîr, vol. 1, 132.
[6] � Ath-Thabari, Jâmi’ al-Bayân fî Ta’wîl al-Qur’ân, vol. 1, 237; al-Zuhaili, At-Tafsîr al-Munîr, vol. 1, 138.
[7] � Asy-Syaukani, Fath al-Qadîr, vol. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1997), 77; al-Nasafi, Madârik al-Tanzîl wa Haqâiq al-Ta’wîl, vol. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2001), 33; al-Wahidi, Al-Wasîth, vol. 1, 113.
[8] � Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm, vol. 1, 90; al-Qasimi, Mahâsin al-Ta’wîl, vol. 1� (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1997), 284.
[9] � Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm, vol. 1, 90; al-Qasimi, Mahâsin al-Ta’wîl, vol. 1, 284.
[10] Al-Baghawi, Al-Ma’âlim al-Tanzîl, vol. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1993), 31; al-Alusi, Rûh al-Ma’ânî, vol. 2, 222; al-Qinuji, Fath al-Bayân, vol. 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1989), 126; al-Ajili, Al-Futûhât al-Islâmiyyah, vol. 1 (Beirut: Dar al-Fikr, 2003), 61; Ibnu Juzy al-Kalbi, Al-Tasyhîl li ‘Ulûm at-Tanzîl, vol. 1, 60; al-Syanqithi, Adhwâ’ al-Bayân, vol. 1 (Beirut: Dar al-Fikr, 1995), 20
[11] Al-Alusi, Rûh al-Ma’ânî, vol. 2, 222; al-Baidhawi, Anwâr al-Tanzîl, vol. 1, 49.
[12] Al-Jazairi, Aysar al-Tafâsîr, vol. 1 (tt: Nahr al-Khair, 1993), 40ز
[13] An-Nasafi, Madârik al-Tanzîl, vol. 1, 33; al-Qinuji, Fath al-Bayân, vol. 2, 126; al-Ajili, al-Futûhât al-Islâmiyyah, vol. 1, 61; Said Hawa, al-Asâs fî Tafsîr, vol. 1 (Kairo: Dar al-Salam, 1999), 116.
[14] Al-Qasimi, Mahâsin al-Ta’wîl, vol. 1, 285.
[15] Al-Qinuji, Fath al-Bayân, vol. 2, 126.
[16] Al-Wahidi, al-Wasîth, vol. 1, 113; al-Jazairi, Aysar al-Tafâsîr, vol. 1, 40.
[17] Asy-Syaukani, Fath al-Qadîr, vol. 1, ; al-Qinuji, Fath al-Bayân, vol. 2, 126; al-Ajili, Al-Futûhât al-Islâmiyyah, vol. 1, 61; al-Baidhawi, Anwâr al-Tanzîl, vol. 1, 50.
[18] Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm, vol. 1, 90; Said Hawa, Al-Asâs fî Tafsîr, vol. 1, 116.
[19] Al-Qurthubi, Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’ân, vol. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, � 1993), 182.
[20] Al-Zuhaili, Al-Tafsîr al-Munîr, vol. 1, 139.
[21] Al-Qurthubi, Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’ân, vol. 1, 183; al-Zuhaili, Al-Tafsîr al-Munîr, vol. 1, 139.






Masuk

“Ilahi,yg mengetahui segala rahasia n mendengar sgla ucapan, yg mengetahui sgl hakikat n pengasih makhluk, terimalah permohonan ampunan km krn Kau Maha Kaya dan kami fakir, jangan Kau hancurkan kami atas segala cela yang kami yang kami miliki karena Kau Maha Kuat sementara kami sangat hina
そら
Hero Member
*****

Reputasi: 28
Tulisan: 2.703


when there's family, one can control oneselves...


Lihat Profil
« Jawab #56 pada: Oktober 17, 2007, 04:05:27 pm »

si Bush teriak ketakutan?
disini ngga ada berita apa apa tu... saya juga tahunya tentang KKI dari forum dudung.

o iya...lupa ..sora kan ada di amerika ya?
 
tumben... nda tau.

 sebelum KKi

kerisauan Barat terhadap perjuangan kaum Muslim untuk menegakkan kembali Khilafah yang akan menerapkan syariah Islam dan menyatukan umat Islam di seluruh penjuru dunia. “Persatuan di kalangan umat Islam, umat yang selama ini berada di hampir seluruh wilayah penghasil sumber energi dunia, merupakan mimpi buruk terbesar bagi AS,” kata Chomsky. (Eramuslim.com, 1/8/2007]
mmm itu si Chomsky siapa yak? Noam Chomsky?
Trus jabatannya apa, dan ia berbicara dalam kapasitas apa?

Kutip
setelah KKI:
Dalam pidatonya pada konvensi Tentara Amerika ke-89 (28/8/2007), Presiden Bush berbicara mengenai “ekstremis” yang harus dilawan Amerika. Dia berbicara dalam konteks sensasional bahwa “ekstremis” adalah “keinginan untuk menjejalkan visi gelap yang sama sepanjang Timur Tengah dengan menegakkan Kekhilafahan radikal dan penuh kekerasan yang wilayahnya membentang dari Spanyol ke Indonesia. “These extremists hope to impose that same dark vision across the Middle East by raising up a violent and radical caliphate that spans from Spain to Indonesia,” tegasnya.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Australia menghadiri sidang APEC baru-baru ini, Bush juga mengajak para pemimpin Muslim untuk melawan pihak-pihak yang ingin menegakkan syariah dan Khilafah. “Kita harus membuka lembaran baru dalam perang melawan musuh kebebasan; melawan mereka yang di awal abad XXI ini menyerukan kaum Muslim untuk mengembalikan Khilafah dan penerapan syariah,” demikian dalam suatu wawancara untuk IA Malaysia yang dikutip oleh ITAR-TASS. (http://www.demaz.org, Kamis, 6/9/2007).
Demaz.org?
Azerbaijan yah
minta link ke beritanya dong
saya bisa bahasa Russia koq
Masuk

ajeng
Sr. Member
****

Reputasi: 2
Tulisan: 300


Kisah yg tak kan Hilang,Saat dlm kasihmu


Lihat Profil
« Jawab #57 pada: Oktober 17, 2007, 04:15:51 pm »

si Bush teriak ketakutan?
disini ngga ada berita apa apa tu... saya juga tahunya tentang KKI dari forum dudung.

o iya...lupa ..sora kan ada di amerika ya?
 
tumben... nda tau.

 sebelum KKi

kerisauan Barat terhadap perjuangan kaum Muslim untuk menegakkan kembali Khilafah yang akan menerapkan syariah Islam dan menyatukan umat Islam di seluruh penjuru dunia. “Persatuan di kalangan umat Islam, umat yang selama ini berada di hampir seluruh wilayah penghasil sumber energi dunia, merupakan mimpi buruk terbesar bagi AS,” kata Chomsky. (Eramuslim.com, 1/8/2007]
mmm itu si Chomsky siapa yak? Noam Chomsky?
Trus jabatannya apa, dan ia berbicara dalam kapasitas apa?

Kutip
setelah KKI:
Dalam pidatonya pada konvensi Tentara Amerika ke-89 (28/8/2007), Presiden Bush berbicara mengenai “ekstremis” yang harus dilawan Amerika. Dia berbicara dalam konteks sensasional bahwa “ekstremis” adalah “keinginan untuk menjejalkan visi gelap yang sama sepanjang Timur Tengah dengan menegakkan Kekhilafahan radikal dan penuh kekerasan yang wilayahnya membentang dari Spanyol ke Indonesia. “These extremists hope to impose that same dark vision across the Middle East by raising up a violent and radical caliphate that spans from Spain to Indonesia,” tegasnya.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Australia menghadiri sidang APEC baru-baru ini, Bush juga mengajak para pemimpin Muslim untuk melawan pihak-pihak yang ingin menegakkan syariah dan Khilafah. “Kita harus membuka lembaran baru dalam perang melawan musuh kebebasan; melawan mereka yang di awal abad XXI ini menyerukan kaum Muslim untuk mengembalikan Khilafah dan penerapan syariah,” demikian dalam suatu wawancara untuk IA Malaysia yang dikutip oleh ITAR-TASS. (http://www.demaz.org, Kamis, 6/9/2007).
Demaz.org?
Azerbaijan yah
minta link ke beritanya dong
saya bisa bahasa Russia koq

cari di link yang udah ajeng kasih diatas dulu ... ajeng mau ada kegiatan lagi..
 
subhanallah , jarang lo yang punya kemampuan seperti sora..
andai kemampuannya untuk kemajuan ISLAM tentu islam akan lebih bisa diterima
 
Masuk

“Ilahi,yg mengetahui segala rahasia n mendengar sgla ucapan, yg mengetahui sgl hakikat n pengasih makhluk, terimalah permohonan ampunan km krn Kau Maha Kaya dan kami fakir, jangan Kau hancurkan kami atas segala cela yang kami yang kami miliki karena Kau Maha Kuat sementara kami sangat hina
そら
Hero Member
*****

Reputasi: 28
Tulisan: 2.703


when there's family, one can control oneselves...


Lihat Profil
« Jawab #58 pada: Oktober 17, 2007, 04:53:46 pm »

cari di link yang udah ajeng kasih diatas dulu ... ajeng mau ada kegiatan lagi..

subhanallah , jarang lo yang punya kemampuan seperti sora..
andai kemampuannya untuk kemajuan ISLAM tentu islam akan lebih bisa diterima
 

soal chomsky saya hanya menemukan 1 artikel di site eramuslim
http://www.eramuslim.com/berita/bc2/44ed7e0c.htm
dan tanggal beritanya-pun 24-Agustus 2006, bukan 1/Agustus 2007 dan yg dibahas adalah mengenai pendudukan Israel atas Palestina
Tidak ada pembicaraan mengenai khilafah pada artikel tsb.

kedua, tentang APEC
saya telah search dengan 2 bahasa, Inggris dan Russia dan tidak menemukan artikel yg anda maksud
Ketika saya buka link press review (http://www.demaz.org/cgi-bin/e-cms/vis/vis.pl?s=001&p=s_0011&g=)
tanggal berita lompat dari 29-Agustus 1007 ke 11-September 2007 dan tidak ada berita mengenai APEC Australia 2007

BTW, rumusan khilafah yg dipahami oleh mayoritas masyarakat US adalah khilafah yg dipimpin oleh Bin Laden.


edit:
setelah mengontak beberapa orang, saya berhasil mendapatkan kopi dokumen yg patahannya bu Ajeng tulis.
Kalau mau bisa saya email-kan.

berikut kopi dan terjemahan 1 paragraf lengkap dan penggalan paragraf selanjutnya (halaman 2, kolom 2)

The murderers and beheaders are not the true face of Islam;
they are the face of evil. They seek to exploit religion as a
path to power and a means to dominate the Middle East.
The violent Islamic radicalism that inspires them has two
main strains. One is Sunni extremism, embodied by al
Qaida and its terrorist allies. Their organization advances a
vision that rejects tolerance, crushes all dissent, and justifies
the murder of innocent men, women, and children in the
pursuit of political power. We saw this vision in the brutal
rule of the Taliban in Afghanistan, where women were
publicly whipped, men were beaten for missing prayer
meetings, and young girls could not go to school.

These extremists hope to impose that same dark vision
across the Middle East by raising up a violent and radical
caliphate that spans from Spain to Indonesia. So they kill
fellow Muslims in places like Algeria and Jordan and Egypt
and Saudi Arabia in an attempt to undermine their
governments. And they kill Americans because they know
we stand in their way. And that is


Para pembunuh dan pemenggal bukanlah wajah asli Islam; mereka adalah wajah kejahatan. Mereka berusaha mengeksploitasi agama sebagai jalan menuju kekuasaan dan mendominasi wilayah Timur Tengah. Radikalisme Islam yg menjadi inspirasi mereka memiliki 2 alur utama. Pertama adalah Sunni ekstrim, dibentuk oleh Al Qaida dan sekutu terorisnya. Organisasi mereka memiliki gambaran yg menolak toleransi, menghancurkan (kelompok) yg tidak sependapat, dan menjustifikasi pembunuhan orang orang tidak bersalah demi mendapatkan kekuatan politik. Kami melihat hal ini pada pemerintahan brutal Taliban di Afghanistan, dimana para perempuan dicambuk di muka umum, para laki laki dipukuli karena tidak hadir dalam doa bersama, dan para gadis tidak dierbolehkan bersekolah.

Para ekstrimis ini berharap untuk menerapkan gambaran gelap yg sama pada seluruh wilayah Timur Tengah dengan mendirikan kekhalifahan radikal dan kejam yg terbentang dari Spanyol sampai Indonesia. Mereka membunuhi sesama Muslim di tempat seperti Algeria, Jordania, Mesir, dan Saudi Arabia dalam usaha memperlemah pemerintahannya. dan mereka membunuhi warga Amerika karena mereka mengetahui kita menghalagi jalan mereka. Hal tsb adalah alasan...

Kalimat berwarna biru adalah kalimat yg anda copas
tetapi ternyata ada kalimat lain (merah) yg menjelaskan apa bentuk dark vision yg dimaksud disitu



Sehingga terlihat jelas dalam dokumen tsb bahwa khilafah yg diramalkan oleh US adalah khilafah berbasis teror.
Sekarang, apakah khilafah yg bu Ajeng tawarkan adalah khilafah bawaan teror(Bin Laden) yg membunuhi sesama Muslim demi kekuasaan?(Seperti yg ditentang dokumen tsb)
Jika ya, pasti khilafah anda saya tentang. Keras.
Jika tidak, mengapa kalimat tsb di copas? (jika tidak, maka dokumen tsb tidak berhubungan dan tidak menentang model khilafah lain/non teror sehingga tidak pantas dijadikan dasar argumen).
« Edit Terakhir: Oktober 17, 2007, 08:38:33 pm oleh そら » Masuk

drake
Newbie
*

Reputasi: 0
Tulisan: 16


Lihat Profil
« Jawab #59 pada: Oktober 17, 2007, 06:28:48 pm »


setelah KKI:
Dalam pidatonya pada konvensi Tentara Amerika ke-89 (28/8/2007), Presiden Bush berbicara mengenai “ekstremis” yang harus dilawan Amerika. Dia berbicara dalam konteks sensasional bahwa “ekstremis” adalah “keinginan untuk menjejalkan visi gelap yang sama sepanjang Timur Tengah dengan menegakkan Kekhilafahan radikal dan penuh kekerasan yang wilayahnya membentang dari Spanyol ke Indonesia. “These extremists hope to impose that same dark vision across the Middle East by raising up a violent and radical caliphate that spans from Spain to Indonesia,” tegasnya.
Spt yg ditulis asch, khilafah yg dimaksud adalah khilafah bentukan bin laden

pemimpin waras mana yg bersedia membiarkan seorang teroris memimpin negara.

Kutip
harus membuka lembaran baru dalam perang melawan musuh kebebasan; melawan mereka yang di awal abad XXI ini menyerukan kaum Muslim untuk mengembalikan Khilafah dan penerapan syariah,
saya sangat yakin jika wawancara tsb memang nyata kalimatnya tidak spt itu.
saudi arabia, salah satu negara islam yg menjadi sekutu USA.
Masuk
Halaman: 1 2 3 [4] 5 6   Naik
Cetak
 
Lompat ke: