Penulis Topik: Tentang Pacaran...  (Dibaca 92982 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

.::senyum chandra::.

  • from djogdja with love...
  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.610
  • Reputasi: 11
  • Jenis kelamin: Wanita
  • wong djogdja ^^
    • Lihat Profil
Re: Tentang Pacaran...
« Jawab #30 pada: Maret 13, 2008, 07:29:57 pm »
saya lom kasih tw alesan saya pacaran
"sebenerbnya c satu alesannya "ga mw pilih2 wanita lain selain dy"

1 question, gimana seandainya, besok dia memutuskan untuk tidak memilihmu?




masih banyak bintang di langit...

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re: Tentang Pacaran...
« Jawab #31 pada: Maret 14, 2008, 08:03:56 am »
1 question, gimana seandainya, besok dia memutuskan untuk tidak memilihmu?
masih banyak bintang di langit...

yups.itu yang aku maksud mbak.
@TS, gimana tuh?

pantes kan ada yang bilang
hmh
hiperbolis
jika kamu
Ya ALLAH
Seandainya aKu Jatuh cinta
jangan biarkan cintaku kepadamu sirna

Ya ALLAH
Aku tidak bisa mencentaimu
Seperti
Cintanya Syuhada
Cintanya Sahabat
Cintanya Ulama :(( :(( :((

azzura

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 394
  • Reputasi: -1
  • Love
    • Lihat Profil
Re: Tentang Pacaran...
« Jawab #32 pada: Maret 15, 2008, 02:45:13 pm »
pasti selingkuh..

karena lagi terbentang jarak...
trus sama Tuhan dipertemukan...jadi deket..
pasti ladas...

dari pengalaman dan pengamatan(katanya pengalaman dan survey itu akurasinya tinggi loh);
namanya hubungan kaya gini tuh CANDU
EKSTASI
sekarang sih bisa ngomong gitu..
mengemukakan rencana2 yang indah2
memalsukan nafsu atas nama Tuhan
simple lah
apalagi lidah ini tak bertulang

Seperti kata ibnu Avicena
'dulu kau bilang 'cinta' itu haram, dan kini kau bilang 'harum'"

dajal007

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.017
  • Reputasi: 32
  • Jenis kelamin: Pria
  • di atas bumiNya lah kita semua berpijak
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re: Tentang Pacaran...
« Jawab #33 pada: Maret 15, 2008, 07:33:33 pm »
iseng mode on

kalo udah ibnu ga erlu pake avi :D
ibnu sinna or avicenna is same person

dajal007

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.017
  • Reputasi: 32
  • Jenis kelamin: Pria
  • di atas bumiNya lah kita semua berpijak
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re: Tentang Pacaran...
« Jawab #34 pada: Maret 15, 2008, 07:42:41 pm »
menikah itu tidak semudah membalikkan telapak tangan

begitu banyak hal yang harus dipertimbangkan

tapi bukan berarti hal itu menjadi pemboleh pacaran, tapi bukan juga saya melarang pacaran.

bagi saya sih... silakan aja pacaran, tapi...... inget ada tapinya, jangan dipotong ya....ok, lanjut... tapi.... jangan melanggar syariat islam (larangan khalwat yang paling utama), yang berarti tidak boleh bersentuhan, tidak boleh berduaan kalo ga darurat, ga boleh berkomunikasi kalo ga ada keperluan syar'i.

nah, yang jadi masalah apakah pacaran yang seperti itu mau dianggap pacaran?

jawab aja sendiri :D

d4vid_r5

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 4.926
  • Reputasi: 40
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dreaming...
    • Lihat Profil
Re: Tentang Pacaran...
« Jawab #35 pada: Maret 15, 2008, 07:50:40 pm »
@ atas...
nah kalu itu aku juga setuju..... :D

yang penting mah syar'i...

emang gimana pacaran yang syar'i ya(sebelum menikah)? :-?

saling mengingatkan dalam kebaikan?just it?atau bagaimana? ;;)

azzura

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 394
  • Reputasi: -1
  • Love
    • Lihat Profil
Re: Tentang Pacaran...
« Jawab #36 pada: Maret 17, 2008, 02:19:13 pm »
ga ada pacaran yang syar'i
sampai sekarang kalau ditanya pacaran itu sosa, maka aku jawab dosa
lalu kenapa aku pacaran?

bagiku, pacaran itu dosa termanis dalam hidup...lagunya Tere...

^_^chusni@.maniez

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.447
  • Reputasi: 5
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ^senyum^
    • Lihat Profil
Re: Tentang Pacaran...
« Jawab #37 pada: Maret 17, 2008, 02:31:19 pm »
@atasku......ente pacaran atau gak?

ZikrulQulub

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 127
  • Reputasi: -7
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kekuatan itu bertambah ketika kau genggam tanganku
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
Re: Tentang Pacaran...
« Jawab #38 pada: Maret 19, 2008, 07:36:16 am »
Assalammu'alaikum wr wb...

Saya bingung dan kadang-kadang tertawa ...
Terutama masalah pacaran ...
Tau gak kenapa?
Massa' ada pacaran secara syar'ie atau secara islam atau apalah ...
Yang jadi bahan tertawanya saya bukannya karena istilahnya
Klo emang ada pacaran secara Islami, emang islam ngajarin pacaran??? =))
Deketin zinah aja gak boleh, apalagi berzinah...
Duh... malangnya bagi orang2x yang masih terbelenggu dengan dunia...
Bukannya kenapa... kita hidup hanya sebentar... tapi rela di tangisi... rela dikorbanin

Akhi ukhti... juallah dirimu dengan Cinta Kepada Siapa Pencipta Kalian :x
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. AtTaubah: 111

Nasihat ini adalah untuk ku dan untukmu

Wassalam

ZikrulQulub

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 127
  • Reputasi: -7
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kekuatan itu bertambah ketika kau genggam tanganku
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
Re: Tentang Pacaran...
« Jawab #39 pada: Maret 22, 2008, 02:48:13 pm »
Assalamu’alaikum...

Kitab (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, AlBaqoroh: 2

Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu. (Yunus: 94)

Maaf saya tidak bermaksud menjatuhkan kamu dihadapan orang-orang. Hanya saja saya bermaksud agar kita semua tidak terjerumus oleh syaitan.

Kutip
Assalamualaikum
Walaikum salam
Kutip
sebelumnya maaf saya posting di kategori ini


Saya Seorang remaja
Akhi2 sekalian yang lebih pahim dari saya, pen tanya sesuatu yang masih mengganjal di hati saya pribadi.

saya mempunyai Pacar dan sama sekali belum prnah menyentuh apapun, kami sudah 1,5 tahun berpacaran dan pacar saya sekarang tinggal di medan sedangkan saya di jakarta, kita berkomunikasi seperti biasa contohnya:

saling mengingatkan dalam beribadah
saling mendengarkan curhat masing2
saling mendoakan satu sama lain

dan pasti kami menjadikan semuanya sebagai motivasi kami b2 "tapi kan status kami pacaran"!!

Jawab:
   Wow... berarti saya juga boleh dong mencuri uang di bank, trus duitnya saya infaqkan?. Motivasi saya untuk mengamal, jadi bolehkan saya muncuri?.

Kutip
gmana neh tmen2 yang lebih pahim menanggapinya???

Jawab:
   Janganlah kamu mencampurkan sesuatu yang benar kepada sesuatu yang bathil? Dekatkanlah dirimu dengan orang-orang shaleh sehingga dirimu akan terjaga. Lantas mengapa kamu/ (terutama aku) tidak menjadikan Allah dan Rasulnya serta sahabat-sahabatnya yang berperang untuk syahid sebagai motifator yang baik?



Kutip
umur saya Baru 18 thn, ada rencana NIKAH c, tapi tetep sama dy

Jawab:
Rencana?. Maksud kamu sudah pasti?. Jika belum pasti, apakah kamu tahu bahwa kamu telah menjanjikan kawin untuknya?. Dan apakah kamu tahu bahwa jani kawin itu dilarang?.
Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma'ruf. Dan janganlah kamu ber'azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis 'iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. (AlBaqoroh: 235)


Kutip
gmana neh, tapi "saya tw suatu saat panah setan pasti dateng"
tapi kalo kita menjaga hati kita masing2 dan saling mengingatkan????

Jawab:
Jaga hati. Kaya nuno donk?. Maksud kamu jaga hati apa?. Apakah hanya dengan menjaga hati kita bisa bertahan padahal kamu mempunyai hubungan “spesial” dengan orang yang bukan mahram bagimu? Bukankah kamu telah membuka “sedikit” pintu untuk mendekati zinah? Dan bukankah mendekati zinah saja sudah berdosa?.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Al Isra’: 32)



Kutip
hehehehehe, kalo udah NGELAMAR GMANA???

Jawab:
   Resmi apa nggak?. Klo enggak kamu udah melakukan janji kawin.



Kutip
umur saya Baru 18 thn, ada rencana NIKAH c, tapi tetep sama dy
baguslah kalo udah ada rencana 
berarti tinggal merealisasikannya..
mengatur target dan menyusun langkah2 untuk mencapainya

gmana neh, tapi "saya tw suatu saat panah setan pasti dateng"
tapi kalo kita menjaga hati kita masing2 dan saling mengingatkan????
nah tu udah tau resikonya khan..
saran saya harus ada pihak ketiga yang paham mengenai hubungan tsb dan berfungsi untuk mengingatkan..  karena kalo yang jadi pengawasnya adalah orang2 yang menjalankan juga sepertinya akan sulit untuk menjaga langkah kalian berdua.
pihak ketiga itu sebaiknya orangtua atw sanak saudara yang bisa dipercaya, yang sudah dewasa dan paham tentang masalah tsb.

Kutip dari: amal pada Maret 11, 2008, 11:21:50 am
hehehehehe, kalo udah NGELAMAR GMANA???
lebih bagus lagi..
berarti orang tua kedua belah pihak sudah sama2 tau hubungan tsb
dan itu bisa berfungsi sebagai kontrol buat kalian berdua
hanya saja yang perlu dipahami..
setelah proses lamaran, hubungan kalian berdua tetap belum halal (ini udah tau pasti khan   )
jadi tetap harus dijaga batas2annya supaya tetap syar'i

btw,
mo nanya nih..
capek ga jalanin hubungan yang belum sepenuhnya halal?
gimana cara mengelola hati dan pikiran supaya ga terus2an kepikiran dia?



Kutip
oh yach, saya juga udah baca postingan masalah pacaran....

apakah di larang sorang manusia yang ingin Berdakwah tapi ia  "pacaran"
setiap kali liqo saya sangat sulit menjelaskan tentang ini, bahkan saya berfikir untuk tidak ikut liqo lagi

Jawab:
Anda tahu khan bahwa hal ini adalah salah satu kelemahan pacaran. Bayangkan kamu gak liqo karena kamu pacaran?. Dan alasannya karena orang yang pacaran gak boleh berdakwah serta karena pacaran itu kamu takut di hakimi oleh teman-teman kamu?.
Liqo?, bukankah liqo/ taklim itu adalah alternatif terbaik untuk saling mengingatkan karena isinya mahram semua?. Jika demikian, mengapa malah dakwah di salahkan lantaran karena hati terikat kepada seorang wanita?. Apakah cara ini LEBIH efektif, akh?. Ingat Akh, kita diharuskan untuk bergabung dengan jama’ah orang-orang shaleh.



Kutip
itu berarti jalan dakwah saya terhenti hanya karena tidak boleh berpacara "SETIAP ORANG PUNYA GAYA PACARAN MASING2 LHO"

Jawab:
Sudah kesekian kalinya saya mendengar PEDE-nya seorang IKHWAN/ AKHWAT dengan entengnya mengatakan bahwa dia PACARAN. Malu saya mendengarnya. Saya malu sama dia karena hati yang Diberikan kepada Siapa Yang Menciptakannya itu diisi dengan bukan Pemiliknya. Pencuri macam apa itu?, 
Pacaran?. Apakah yang dimaksud pacaran menurut kamu?. Apakah dia dapat membuat manfaat tentang dakwah sehingga mendapatkan sesuatu yang HAK(benar) padahal Hak itu diambil dari yang Bathil(Pacaran).  

“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.” AlBaqoroh: 42


Kutip
oh yach sekali lagi, apakah jalan dakwah saya terhenti hanya di sebabkan minder atau ga enak sama orang2 yang bilang TIDAK boleh pacaran????

Jawab:
Mungkin kamu tidak minder karena pacaran itu sendiri tetapi sepertinya kamu takut “ putus” lantaran kamu diserang oleh pernyataan-pernyataan yang tidak sesuai dengan nurani kamu?. Betapa kasihannya saya, mengapa kamu lebih memilih dia daripada dakwah lantaran wanita itu dapat “menyenangkan” hatimu?.
 
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. (Al ‘Araaf: 27)

Ada yang mengatakan TIDAK kepada pacaran?. Maksud kamu?. Teman kamu kah?. Apa tujuan dia mengatakan demikian? Apakah tujuannya untuk menjerumuskan kamu?. Atau dia iri lantaran kamu pacaran dan dia tidak pacaran dikarenakan dia takut kepada Siapa Yang Menggengamnya?.


Kutip
TOLONG JELASKAN SECARA TERPERINCI, menurut ALQURAN HADIST dan jangan Lupa diikuti Perkembangan ZAMAN "bukan zaman dalam arti PERZINAHAN BEBAS lho"

Jawab:
Perkembangan zaman?. Bukankah itu jalan fikiran orang-orang materialistis?. Apakah islam mengajarkan demikian, wahai saudaraku?.
Kenapa kita harus mengikuti orang-orang yang merubah zaman, mengapa bukan kita yang merubah zaman itu sendiri?. Itupun jika kita menginginkan syariah. Bukankah orang-orang yang mengikuti suatu kamu maka dia termasuk kaum tersebut?.

Bukankah petunjukk kita adalah AlQur’an Yang Diturunkan Oleh Tuhan Semesta Alam?.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Al Isra’: 32)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” AnNur: 21

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al Istra’: 36)

“dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,” (Al Mu’minuun: 5)

“kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.” (Al Mu’minuun: 6)

“Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (Al Mu’minuun: 7)

Apakah yang di atas ini adalah apa yang kamu maksud?. Jika kamu meminta yang lain dari apa yang kamu harapkan mungkin saya tidak bisa jawab.


Kutip
yups. orang tua KAMI/KELUARGA pun sudah tw semua "BAHKAN DEKET"

Biasa aja "kalo kita b2 saling memberikan motivasi", kita komunikasi seperti biasa, walaupun dy di medan saya di jakarta

oh yach jawab dong
yang tadi
cara bilangin ke temen LIQO?
Jawab:
   Mungkin kamu harus mengatakan apa adanya. Atau,
“Wahai temanku, aku pacaran dan aku nggak mau meninggalkan dia lantaran aku cinta mati sama dia sehingga Dakwah dan mungkin liqoku bentar lagi terlantar, gmana boleh ga?.

Kutip
saya lom kasih tw alesan saya pacaran
"sebenerbnya c satu alesannya "ga mw pilih2 wanita lain selain dy"
sama untuk tmen dalam segala hal, sahabat tmen sekaligus pacar
hehehehehe
Jawab:
   Gak mau pilih-pilih wanita lain?. Kamu takut klo tidak mendapatkan pacar?. Bukankah Allah sudah menentukan jodohmu?. Kenapa kamu tidak percaya?. Kenapa kamu lebih cenderung kepada ke kemaksiatan padahal kamu mengingini kesucian?.

“... Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu...” (AnNisa: 33)


Mungkinkah Tuhan akan mengecewakanmu dengan memberikan Istri kepadamu yang tidak sesuai dengan keimananmu?. Tuhan macam mana yang tega melakukan hal itu kepada hambaNya?.
   
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (AnNur: 26)

Klo emang bener demikian, kenapa kita harus pacaran sih?




seep2 dah saran loe man. emang TOP!!! thx bwt semuanya...
oh yach tapi ada salah satu tmen udah tw!!!

Kutip
mw nikah,???? ntar ngumpaninnya pake paan?
Jawab:
   Pake DeDeK...(makanan bebek)

 
Kutip
cara terbaik mungkin bersabar yach??? yaudah thx for a solution

Jawab:
   Afwan. Sabar untuk apa nih?. Bersabar Untuk menikah, sedangkan kalian pacaran?. Mungkinkah iman kalian akan terjaga?. Apakah fikiran kalian terjaga?. Dan halalkah itu?. Dan apakah di akhirat perlakuan kalian itu tidak dipertanggung jawabkan?. Dengan apa kalian dapat mempertanggung jawabkannya?.
   
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al Istra’: 36)
   
   Dan sekali lagi saya tekankan bahwa mendekati zinah saja sudah dosa apalagi berzinah ya khan?.

Udah deh janganlah kita pacaran, tanpa sadar hal itu dapat mengurangi Cinta kita sama Allah, kenapa?. Kita lebih mendominasi si doi untuk kita curhat dan kita berusaha untuk menjadi pendengar yang baik kepada si doi? Cukuplah Allah di Hatimu. Cukuplah Allah di Hatimu.... Dia Cintamu... Jangan sia-siakan Dia... Sesungguhnya Hatimu membutuhkan Dia bukan si doi, terkecuali syahwatmu...
« Edit Terakhir: April 04, 2008, 11:14:50 pm oleh ZikrulQulub »

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re: Tentang Pacaran...
« Jawab #40 pada: Maret 24, 2008, 12:12:20 pm »
Saya pernah mendengar dari teman saya tentang hadist mengungkapkan perasaan kepada orang yang dicintai. Katanya, bagi seseorang yang bisa menjaga perasaannya kepada orang yang di cintai dalam keadaan belum menikah, maka jika orang itu mati maka dia telah mati syahid.
bisa ditanya temannya ga landasannya apa? apa hadits yang berbunyi:
Orang-orang yang dalam keadaan isyiq/cinta, lalu ia menahan dirinya dan berlaku sabar, kemudian ia mati, maka matinya itu dalam keadaan syahid.
hadits ini setau saya termasuk hadits dha'if..
CMIIW

kalo landasannya adalah hadits dhaif di atas, merujuk pada ceritamu selanjutnya..

Dan adapaun cerita tentang peristiwa yang sejenis, tpi sebenarnya ceritanya sih gak kayak gini:
Pada suatu ketika ada seorang ikhwan yang bersekolah pesantren. Dengan begitu secara sendirinya dari pertama masuk pesantren dia dibiasakan untuk menjaga hijabnya oleh gurunya. Pada suatu saat teman-temannya mengajaknya untuk melaksanakan rapat tentang rihlah dengan para akhwat pesantren tersebut. Sampai di tempat rapat itu pastilah ada hijabnya –untuk menutup batas antara para ikhwan dan para akhwat. Ketika dimulainya rapat tersebut tiba-tiba ada angin yang membuat hijab tersebut berkibar, sehingga si ikhwan itu tak sengaja melihat seorang akhwat yang tidak tertutup hijab lantaran hijabnya telah berkibar oleh angin.  Otomatis si ikhwan kaget dan perasaannya gundah gulana(Hiperbolik bgt). Setiap malam dia memikirkan si akhwat itu terus-menerus.

..... dst


sejauh mana cerita tsb bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan bisa dijadikan hujjah?

ZikrulQulub

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 127
  • Reputasi: -7
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kekuatan itu bertambah ketika kau genggam tanganku
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
Re: Tentang Pacaran...
« Jawab #41 pada: Maret 29, 2008, 05:18:04 pm »
Assalamu'alaikum...
bisa ditanya temannya ga landasannya apa? apa hadits yang berbunyi:
Orang-orang yang dalam keadaan isyiq/cinta, lalu ia menahan dirinya dan berlaku sabar, kemudian ia mati, maka matinya itu dalam keadaan syahid.
hadits ini setau saya termasuk hadits dha'if..
CMIIW


Dhaif?. Yaudah saya juga berpendapat demikian... jadi saatnya saya hapus...

sejauh mana cerita tsb bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan bisa dijadikan hujjah?

Eggghhhh... saya tidak bisa pastikan dari mana dan dipertanggung jawabkan...
tetapi... saya mengambil IBRAH dari cerita yang telah saya daptkan dri guru saya...
Jadi maaf saja...
Jika Anda tidak terima,,, ya silahkan... org itu yang saya dapatkan. Lalu apakah karena ini anda keberatan??? Oooh sillahkan...
Saya bertujuan buat dakwah, bukan buat MENGOREKSI orang "yang" gak jelas apa yang dia koreksi...

Oooh makasih yaaa...
wassalam


arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re: Tentang Pacaran...
« Jawab #42 pada: Maret 29, 2008, 08:21:56 pm »
'alaikum salam..

Eggghhhh... saya tidak bisa pastikan dari mana dan dipertanggung jawabkan...
poin pentingnya, anda menyampaikan cerita yang tidak bisa dipastikan dan dipertanggungjawabkan, kemudian menjadikannya sebagai landasan kebenaran dengan mengatasnamakan dakwah

tetapi... saya mengambil IBRAH dari cerita yang telah saya daptkan dri guru saya...
Jadi maaf saja...
Jika Anda tidak terima,,, ya silahkan... org itu yang saya dapatkan. Lalu apakah karena ini anda keberatan??? Oooh sillahkan...
Saya bertujuan buat dakwah, bukan buat MENGOREKSI orang "yang" gak jelas apa yang dia koreksi...
jadi dengan tujuan dakwah seseorang boleh berbohong atw menulis hal2 yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya?
ajaran islam sudah sempurna untuk dijadikan hujjah dalam mendakwahi orang lain
berdakwah dengan cerita yang dibuat2 atw dilebih2kan untuk dijadikan dasar kebenaran hanya mencemari nilai ajaran islam itu sendiri
tapi kalo yang demikian buat anda adalah hal yang sah2 saja untuk dilakukan.. mau bilang apa saya..

dajal007

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.017
  • Reputasi: 32
  • Jenis kelamin: Pria
  • di atas bumiNya lah kita semua berpijak
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re: Tentang Pacaran...
« Jawab #43 pada: Maret 30, 2008, 12:55:15 am »
[evil mode on]
guru juga masih seorang manusia. tidak semua yang disampaikannya pasti benar atau pasti salah. bahkan adakalanya mengalami perubahan, menjadi benar atau menjadi salah. itulah mengapa perlu adanya penambahan wawasan di luar pendidikan bersama seorang guru. manfaatkan sumber-sumber wawasan dari manapun, dan jadikan apapun, dimanapun, kapanpun sebagai guru.

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Tentang Pacaran...
« Jawab #44 pada: April 01, 2008, 04:06:30 am »
Kutip
Maaf... saya tidak seperti dugaan orang...
Sebenarnya saya tidak MEMPERTUHANKAN guru saya untuk menjadikan "perkataannya" selalu benar. Bukankah sebaik-baiknya contoh adalah Rasulullah???.
Hanya saja saya ingin menyampaikan apa yang saya TAHU dan TELAH saya selidiki walaupun saya kurang mendapat karakteristik ceritanya.
(Saya bisa bilang cerita itu adalah HAKIKAT)

Yaudah... sekarang begini aja....
Apakah seseorang di sini ada yang risih dengan cerita saya??? Jika ada maka saya hapus.
Dan perlu diketahui bahwa saya tidak merasa rugi atas apa yang telah saya hapus itu...

Waduh mas..jangan sensi gt dong...Dari pada ga ada kerjaan, mending kita diskusi aja masalah pacaran mas.....

Kutip
Jawab:
   Wow... berarti saya juga boleh dong mencuri uang di bank, trus duitnya saya infaqkan?. Motivasi saya untuk mengamal, jadi bolehkan saya muncuri?.

Qiyas ini tidak sah untuk pengambilan hukum. Asl dan Far' nya mana ?anda berani menqiyaskan dg ini, tentu tahu ushul qiyas dong..

Kutip
Jawab:
Rencana?. Maksud kamu sudah pasti?. Jika belum pasti, apakah kamu tahu bahwa kamu telah menjanjikan kawin untuknya?. Dan apakah kamu tahu bahwa jani kawin itu dilarang?.
Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma'ruf. Dan janganlah kamu ber'azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis 'iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. (AlBaqoroh: 235)

Ayat ini madlulnya tidak pas untuk mendalili kasus diatas.

Kutip
Jawab:
Jaga hati. Kaya nuno donk?. Maksud kamu jaga hati apa?. Apakah hanya dengan menjaga hati kita bisa bertahan padahal kamu mempunyai hubungan “spesial” dengan orang yang bukan mahram bagimu? Bukankah kamu telah membuka “sedikit” pintu untuk mendekati zinah? Dan bukankah mendekati zinah saja sudah berdosa?.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Al Isra’: 32)

Bagaimana mungkin seseorang yang berazam untuk menjaga hati dikatakan membuka pintuuntuk mendekati zina ?

Kutip
padahal Hak itu diambil dari yang Bathil(Pacaran).   

Ini namanya klaim. harusnya sampean tabayun terlebih dahulu.ini hukum mu'allal mas. dalam hukum mu'allal, tidak ada klaim.

Kutip
“... Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu...” (AnNisa: 33)

ya allah mas..ini dalil sih dalil, tapi tidak pada tempatnya. terlalu memaksakan banget.

jadi cuma ini dalil( walaupun agak terkesan dipaksakan, tapi ga papa )sampean dalam menghukumi pacaran ?