Penulis Topik: Ah, yang Penting kan Hatinya!  (Dibaca 2710 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Jillan Zahwa Salsabilla

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 29
  • Reputasi: 1
    • Lihat Profil
Ah, yang Penting kan Hatinya!
« pada: Juni 12, 2007, 01:48:57 pm »
Banyak syubhat di lontarkan kepada kaum muslimah yang ingin berjilbab. Syubhat yang 'ngetrend' dan biasa kita dengar adalah " Buat apa berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih, masih suka 'ngerumpi' berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab! Yang penting kan hati!  lalu tercenunglah saudari kita ini membenarkan pendapat kawannya tadi.

Syubhat lainnya lagi adalah " Liat tuh kan ada hadits yang berbunyi: Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk(rupa) kalian tapi Allah melihat pada hati kalian..!. Jadi yang wajib adalah hati, menghijabi hati kalau hati kita baik maka baik pula keislaman kita walau kita tidak berkerudung!. Benarkah demikian ya ukhti,, ??

Saudariku muslimah semoga Allah merahmatimu, siapapun yang berfikiran dan berpendapat demikian maka wajiblah baginya untuk bertaubat kepada Allah Ta'ala memohon ampun atas kejahilannya dalam memahami syariat yang mulia ini. Jika agama hanya berlandaskan pada akal dan perasaan maka rusaklah agama ini. Bila agama hanya didasarkan kepada orang-orang yang hatinya baik dan suci, maka tengoklah disekitar kita ada orang-orang yang beragama Nasrani, Hindu atau Budha dan orang kafir lainnya liatlah dengan seksama ada diantara mereka yang sangat baik hatinya, lemah lembut, dermawan, bijaksana. Apakah anda setuju untuk mengatakan mereka adalah muslim? Tentu akal anda akan mengatakan "tentu tidak! karena mereka tidak mengucapkan syahadatain, mereka tidak memeluk islam, perbuatan mereka menunjukkan mereka bukan orang islam. Tentu anda akan sependapat dengan saya bahwa kita menghukumi  seseorang berdasarkan perbuatan yang nampak(zahir) dalam diri orang itu.   

Lalu bagaimana pendapatmu ketika anda melihat seorang wanita di jalan berjalan tanpa jilbab, apakah anda bisa menebak wanita itu muslimah ataukah tidak? Sulit untuk menduga jawabannya karena secara lahir (dzahir) ia sama dengan wanita non muslimah lainnya.Ada kaidah ushul fiqih yang mengatakan "alhukmu ala dzawahir amma al bawathin fahukmuhu "ala llah' artinya hukum itu dilandaskan atas sesuatu yang nampak adapun yang batin hukumnya adalah terserah Allah.

Rasanya tidak ada yang bisa menyangsikan kesucian hati ummahatul mukminin (istri-istri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam) begitupula istri-istri sahabat nabi yang mulia (shahabiyaat). Mereka adalah wanita yang paling baik hatinya, paling bersih, paling suci dan mulia. Tapi mengapa ketika ayat hijab turun agar mereka berjilbab dengan sempurna (lihat QS: 24 ayat 31 dan QS: 33 ayat 59) tak ada satupun riwayat termaktub mereka menolak perintah Allah Ta'ala. Justru yang kita dapati mereka merobek tirai mereka lalu mereka jadikan kerudung sebagai bukti ketaatan mereka.Apa yang ingin anda katakan?  Sedangkan mengenai hadits diatas, banyak diantara saudara kita yang tidak mengetahui bahwa hadits diatas ada sambungannya. Lengkapnya adalah sebagai berikut:

"Dari Abu Hurairah, Abdurrahman bin Sakhr radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk tubuh-tubuh kalian dan tidak juga kepada bentuk rupa-rupa kalian, tetapi Dia melihat hati-hati kalian "(HR. Muslim 2564/33).

Hadits diatas ada sambungannya yaitu pada nomor hadits 34 sebagai berikut:

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa kalian dan juga harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian. (HR.Muslim 2564/34).

Semua adalah seiring dan sejalan, hati dan amal. Apabila hanya hati yang diutamakan niscaya akan hilanglah sebagian syariat yang mulia ini. Tentu kaum muslimin tidak perlu bersusah payah menunaikan shalat 5 waktu, berpuasa dibulan Ramadhan, membayar dzakat dan sedekah atau bersusah payah menghabiskan harta dan tenaga untuk menunaikan ibadah haji ketanah suci Mekah atau amal ibadah lainnya. Tentu para sahabat tidak akan berlomba-lomba dalam beramal (beribadah) cukup mengandalkan hati saja, toh mereka adalah sebaik-baik manusia diatas muka bumi ini. Akan tetapi justru sebaliknya mereka adalah orang yang sangat giat beramal tengoklah satu kisah indah diantara kisah-kisah indah lainnya. Urwah bin Zubair Radhiyallahu anhu misalnya, Ayahnya adalah Zubair bin Awwam, Ibunya adalah Asma binti Abu Bakar, Kakeknya Urwah adalah Abu Bakar Ash-Shidik, bibinya adalah Aisyah Radhiyallahu anha istri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Urwah lahir dari nasab dan keturunan yang mulia jangan ditanya tentang hatinya, ia adalah orang yang paling lembut hatinya toh masih bersusah payah giat beramal, bersedekah dan ketika shalat ia bagaikan sebatang pohon yang tegak tidak bergeming karena lamanya ia berdiri ketika shalat. Aduhai,..betapa lalainya kita ini,..banyak memanjangkan angan-angan dan harapan padahal hati kita tentu sangat jauh suci dan mulianya dibandingkan dengan generasi pendahulu kita.

Wallahu'alam bish-shawwab
 :-* :-*


psycho_avatar

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 720
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Psycho Avatar
Re: Ah, yang Penting kan Hatinya!
« Jawab #1 pada: Juni 12, 2007, 03:13:59 pm »
Serba salah memang, padahal kan harusnya ditanggapin..."kalau memang hatinya sudah baik, kenapa nggak sekalian pake jilbab?" ;)

Aswad

  • Moderators
  • Sr. Member
  • *****
  • Tulisan: 439
  • Reputasi: 7
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Kang Aswad
Re: Ah, yang Penting kan Hatinya!
« Jawab #2 pada: Juni 15, 2007, 10:50:26 am »
Hati berpengaruh terhadap amalan zhahir, bila hati rusak, semua akan rusak termasuk amalan zhahirnya. Bila hatinya shalih, maka akan terlihat pula dari amaln zhahirnya. Kalau hatinya baik, seharusnya pakai jilbab. Kalau belum pakai jilbab, hatinya mesti belum baik. Sebagaimana sabda Rasulullah:
"Ketahuilah didalam jasad ada segumpal daging, jika ia shalih maka shalihlah seluruh jasadnya, namun bila ia rusak, rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah, ia adalah hati" (HR. Bukhari-Muslim)

qofi

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 66
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Wanita
  • "Hidupmu kan berarti jika kau dekat denganNya"
    • Lihat Profil
Re: Ah, yang Penting kan Hatinya!
« Jawab #3 pada: Juni 15, 2007, 06:12:48 pm »
[
Lalu bagaimana pendapatmu ketika anda melihat seorang wanita di jalan berjalan tanpa jilbab, apakah anda bisa menebak wanita itu muslimah ataukah tidak? Sulit untuk menduga jawabannya karena secara lahir (dzahir) ia sama dengan wanita non muslimah lainnya.Ada kaidah ushul fiqih yang mengatakan "alhukmu ala dzawahir amma al bawathin fahukmuhu "ala llah' artinya hukum itu dilandaskan atas sesuatu yang nampak adapun yang batin hukumnya adalah terserah Allah.


Kalo wanita yang berjalan itu muslim... sungguh malang, ana merasa kasihan karena dia belum bisa menjemput hidayah dari Allah..... Teman-teman itu memang tugas kita, untuk saling mengingatkan sesama saudara yang belum bisa menunaikan kewajiban untuk berjilbab (terkadang kita (akhwat yang sudah berjilbab) memisahkan diri dari wanita yang belum berjlbab, jangan biarkan mereka merasa terpisah dari kita.... dekati dan ajaklah mereka untuk bergabung, insya Allah dengan pendekatan, ngasih saran ataupun masukan secara perlahan mg mereka mendapat hidayah.... (Jangan sampai kita mengucilkan mereka)....

Dan kepada akhwat yang sudah berjilbab bersyukurlah dan mudah2h kita tetap istiqamah !!!
Aamiin....

prince_darkness

  • Pengunjung
Re: Ah, yang Penting kan Hatinya!
« Jawab #4 pada: Juni 23, 2007, 01:42:52 pm »
Kalau hatinya baik, seharusnya pakai jilbab. Kalau belum pakai jilbab, hatinya mesti belum baik.
ga juga.....
banyak juga jilbaber yang malu2 mau.....

bukan jilbab sih.....mungkin kerudung ya...

tanya kenapa...
aku sudah membuktikannya....

ada sebagian ce2 yang tidak berjilbab lebih berprinsip daripada ce2 berjilbab....

open your heart

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.224
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • .: Dunia Ini Panggung Sandiwara :.
    • Lihat Profil
Re: Ah, yang Penting kan Hatinya!
« Jawab #5 pada: Juni 23, 2007, 02:17:35 pm »
Kalau hatinya baik, seharusnya pakai jilbab. Kalau belum pakai jilbab, hatinya mesti belum baik.

kenyataan di hadapan mata dan hidung ku....juga banyak orang yang berjilbab tapi kadang tingkahnya lebih parah dari yang gak berjilbab (memang gak semua sih...)

hamzah tl

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 142
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
  • tersenyumlah
    • Lihat Profil
Re: Ah, yang Penting kan Hatinya!
« Jawab #6 pada: Juni 25, 2007, 01:58:11 pm »
Kalau hatinya baik, seharusnya pakai jilbab. Kalau belum pakai jilbab, hatinya mesti belum baik.

kenyataan di hadapan mata dan hidung ku....juga banyak orang yang berjilbab tapi kadang tingkahnya lebih parah dari yang gak berjilbab (memang gak semua sih...)

lantas bolehkah kita menghakimi hati yang pada kenyataannya kita idak dapat melihatdan mengukur kedalamannya.....

mari berpikir positif.......
mungkin mbak2 tersebut -yang ditulis- sedang berusaha memperbaiki diri, jangan dikatakan daripada berjilbab tapi hati tidak berjilbab mending tidak usah dua2nya.....

buat para wanita.....jaga diri baik-baik, jaga hati baik-baik, buat yang ikhwan juga...

mari memperbaiki diri.....

just_ask

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 24
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: Ah, yang Penting kan Hatinya!
« Jawab #7 pada: Juli 29, 2007, 11:45:58 pm »
jilbab = pengingat

jilbab = kewajiban

kewajiban = harus dilaksanakan...


sebenernya susah jg sih kl ada yg pake jilbab tapi kelakuannya masih kurang baik. yg bisa dilakuin ya tolong diingetin temennya yg kayak gt. masa mending dicopot? nti kan kasian para laki2 yg ngeliat...

mirina

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 16
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: Ah, yang Penting kan Hatinya!
« Jawab #8 pada: Juli 31, 2007, 03:18:30 pm »
Yang namanya kewajiban tak ada hubunganya dengan hatiBravo to Akhwat semua bravo to Jilbaber. Jilbab adalah ciri khas seorang muslim , inilah yang membedakan muslim dengan non muslim. Maju terus pantang mundur. Islam is my choice