Penulis Topik: kesimpulan forum ini  (Dibaca 5471 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

dajal007

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.017
  • Reputasi: 32
  • Jenis kelamin: Pria
  • di atas bumiNya lah kita semua berpijak
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
kesimpulan forum ini
« pada: Juni 07, 2007, 08:36:47 am »
thread ini berisi tentang jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di forum ini dan akan terus di update.

hukum menggunakan wewangian
« Edit Terakhir: Juli 10, 2007, 07:29:12 pm oleh dajal007 »

dajal007

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.017
  • Reputasi: 32
  • Jenis kelamin: Pria
  • di atas bumiNya lah kita semua berpijak
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
[tanya]hukum menggunakan wewangian
« Jawab #1 pada: Juli 10, 2007, 07:27:30 pm »
Segala hal hukum dsarnya adalh mubah, kecuali ada dalil yang membelokkannya. Nah karena dalil menjelaskan bahwa memakai wangi-wangian adalah haram nagi wanita. maka mejadi haramlah demikian tersebut.
Hadits Pertama :

من عرض عليه طيب فلا يرد ه فإ نه خفيف المحمل و طيب الرائحة

“Barangsiapa yang diberi harum-haruman, maka janganlah ia menolaknya, sesungguhnya ia itu ringan bebannya (ringan dibawa) dan harum baunya.” [Shahih riwayat Ahmad, Nasa’i, Muslim dan Abu Dawud dari jalan Abu Hurairah]

Hadits Kedua :

حبب الي من دنيا كم : النساء و الطيب ، وجعلت قرة عيني فى الصلا ة

“Diberi kecintaan kepadaku dari (urusan) dunia kamu, ialah : wanita, harum-haruman/wangi-wangian dan dijadikan kesejukan dimataku di dalam sholat.” [Shahih riwayat ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi dari jalan Anas bin Malik]

Hadits Ketiga :

أطيب الطيب المسك

“Sebaik-baik harum-haruman (buat kamu) ialah : misk/kasturi.” [Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dari jalan Abi Sa’id al Khudriy]

Hadits Keempat :

إذ ا شهدت احد ا كن العشاء فلا تمس طيبا

“Apabila salah seorang dari kamu (kaum wanita) menghadiri (sholat) isya’ (dimasjid) maka janganlah ia memakai wangi-wangian.” [Shahih riwayat Muslim, Ahmad, Nasa’I dari jalan Zainab]

Hadits Kelima :

أيما امرأ ة أصابت بخورا فلا تشهد معنا العشاء الآخر ة

“Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman, maka janganlah ia menghadiri (sholat) isya’ di (masjid) bersama kami.” [Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’I dari jalan Abi Hurairah]

Hadits Keenam :

إذ ا خرجت المرأ ة إلى المسجد فلتغتسل من الطيب كماتغسل من الجنابة

“Apabila seseorang perempuan keluar ke masjid, maka hendaklah ia mandi (membersihkan diri) dari wangi-wangian sebagaimana ia mandi dari janabat.” [Shahih riwayat Nasa’i dari jalan Abi Hurairah]

Hadits Ketujuh :

أيما امرأ ة تطيبت ثم خرجت إلى المسجد ، لم تقبل لها صلا ة حتى تغتسل

“Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima sholatnya sehingga ia mandi terlebih dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut).” [Shahih riwayat Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah]

Hadits Kedelapan :

أيما امرأ ة استعطرت ثم خرجت فمرت على قوم ليجد و ا ريحها فهي زانية

“Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi, kemudian ia keluar, lalu ia melewati satu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium) baunya, maka dia itu adalah perempuan zina / tuna susila.” [Hasan riwayat Ahmad, Nasa’i, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim, Ibnu Khuzaimah dan Thahawi dari jalan Abu Musa]

Keterangan :

Hadits ke-1, 2 dan 3 itu dengan jelas menyatakan : sangat disukainya kita memakai harum-haruman/wangi-wangian. Dan hukum ini bersifat umum, yakni terkena kepada kaum laki-laki dan wanita, karena dihadits-hadits itu tidak dibedakan sama sekali antara laki-laki dan wanita. Bahkan dihadits ke-1 itu ada larangan menolak pemberian harum-haruman. Sedangkan hadits ke-2 itu menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam amat menyukai wangi-wangian. Padahal telah kita maklumi dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

” Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” ( Al Ahzab : 21 )

Nabi Shollallahu alaihi wa sallam menjadi suri tauladan (uswatun hasanah) bagi kaum muslimin dan muslimat. Sedangkan hadits ke-3 itu menyatakan bahwa misk adalah harum-haruman yang paling baik buat kita pakai. Demikian keterangan Nabi Shollallahu alaihi wa sallam.

Hadits ke-4 dan 5 itu menegaskan : haram hukumnya bagi kaum wanita keluar ke masjid untuk menghadiri sholat isya’ dengan memakai harum-haruman. Disebutnya sholat isya’ disini tidak berarti menghadiri sholat-sholat lainnya diperbolehkan. Tidak sekali-kali demikian ! karena hadits ke-6 dan 7 bersifat umum mencakup seluruh macam sholat, baik sholat fardhu maupun sholat-sholat sunat ( seperti sholat tarawih dan sholat hari raya ). Disebutkan sholat isya’ dihadits ke-4 dan 5 itu bisa jadi karena fitnahnya lebih besar karena sholat isya itu dikerjakan di waktu malam.

Hadits ke-6 itu menunjukkan : Wajib hukumnya bagi kaum yang hendak keluar ke masjid membersihkan dirinya dari wangi-wangian sebagaimana halnya ia mandi janabat.

Hadits ke-7 itu mengandung hukum : Siapa saja perempuan yang keluar ke masjid dengan memakai wangi-wangian, maka sholatnya tidak diterima oleh Allah Azza wa Jalla. Demikianlah dzahirnya sabda Nabi Shollallahu alaihi wa sallam. Hendaklah hadits tersebut menjadi perhatian betuk-betul, karena telah kita saksikan umumnya kaum wanita di masa kita sekarang ini kalau mereka keluar ke tanah lapang untuk sholat hari raya mereka memakai wangi-wangian yang baunya tersebar kemana-mana. Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un !

Dari hadits ke- 4, 5, 6, dan 7 serta keterangan-keterangan dapatlah dengan mudah kita ketahui : kalau ’keluar’ ke tempat-tempat ibadah saja dilarang keras bagi kaum wanita memakai wangi-wangian, apalagi ke tempat-tempat lain seperti pergi ke pesta perkawinan dan lain-lain. Sudah barang tentu larangannya lebih keras lagi

(Di salin dari buku al-Masaail jilid 2 cetakan ke-3 halaman 151)

sumber http://forum.dudung.net/index.php/topic,4807.msg71300.html#msg71300