Penulis Topik: muhammadiyah di mata kawan2 dudung gmn?  (Dibaca 40206 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

そら

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.561
  • Reputasi: 47
  • when there's family, one can control oneselves...
    • Lihat Profil
Re: muhammadiyah di mata kawan2 dudung gmn?
« Jawab #15 pada: Juni 05, 2007, 02:56:53 pm »
kurang suka, terlalu kaku.
masih lebih kaku baju ninja jepang
hihihi
kalo bener, bisa jadi lucu :D
tapi pakaian yg digunakan ninja justru harus luwes :p

.::senyum chandra::.

  • from djogdja with love...
  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.610
  • Reputasi: 11
  • Jenis kelamin: Wanita
  • wong djogdja ^^
    • Lihat Profil
Re: muhammadiyah di mata kawan2 dudung gmn?
« Jawab #16 pada: Juni 05, 2007, 02:57:56 pm »
jangan salahkan komunitasnya tapi coba lihat manusianya. ya jelas jelas itu hanya oknum, kalau ana sama sekali belum pernah bersinggungan dgn muhammadiyah atau NU walaupun dulu pernah ditanya sama seorang teman "kamu muhammadiyah apa NU sih?" ana jawab aja "muhamad NU" ya afwan hanya bercanda, krn aneh rasanya ketika begitu cepatnya menilai seseorang berasal dr komunitas apa. dulu ibu aktif di kajiannya aisyiah (afwan kalau salah tulis) tapi ga lama, krn jujur aja ana yg melarang ibu ikut kajian itu. ana pernah iseng2 ikut ibu kajian dan eehhmm (off the record) intinya setelah itu ana langsung menyarankan supaya ibu ga kajian disana lagi, dan (afwan sebelumnya, ini murni ana hanya mengeluarkan pendapat, semoga ga ada yg tersinggung) ana dengar dr beberapa guru di sekolah2 muhammadiyah, biaya di sekolah2 muhammadiyah hampir sebagian besar masuk mjd uang partai (tahu kan partai apa) dan mjd biaya aktivitas politiknya. bahkan guru2 disana dilarang keluar dan mjd pegawai negeri, tapi disana diberikan gaji yg lumayan tinggi. selain itu, (ini waktu ibu msh ngaji di aisyiah), waktu jaman pemilu, hampir semua isi kajiannya ttg "rayuan" utk memilih wakil yg dijagokan jd presiden. ya kira2 seperti itu lah.. afwan jiddan kalau banyak sekali kata2 yg kurang berkenan.

gika

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 165
  • Reputasi: 1
    • Lihat Profil
Re: muhammadiyah di mata kawan2 dudung gmn?
« Jawab #17 pada: Juni 06, 2007, 11:57:22 am »
jangan salahkan komunitasnya tapi coba lihat manusianya. ya jelas jelas itu hanya oknum, kalau ana sama sekali belum pernah bersinggungan dgn muhammadiyah atau NU walaupun dulu pernah ditanya sama seorang teman "kamu muhammadiyah apa NU sih?" ana jawab aja "muhamad NU" ya afwan hanya bercanda, krn aneh rasanya ketika begitu cepatnya menilai seseorang berasal dr komunitas apa. dulu ibu aktif di kajiannya aisyiah (afwan kalau salah tulis) tapi ga lama, krn jujur aja ana yg melarang ibu ikut kajian itu. ana pernah iseng2 ikut ibu kajian dan eehhmm (off the record) intinya setelah itu ana langsung menyarankan supaya ibu ga kajian disana lagi, dan (afwan sebelumnya, ini murni ana hanya mengeluarkan pendapat, semoga ga ada yg tersinggung) ana dengar dr beberapa guru di sekolah2 muhammadiyah, biaya di sekolah2 muhammadiyah hampir sebagian besar masuk mjd uang partai (tahu kan partai apa) dan mjd biaya aktivitas politiknya. bahkan guru2 disana dilarang keluar dan mjd pegawai negeri, tapi disana diberikan gaji yg lumayan tinggi. selain itu, (ini waktu ibu msh ngaji di aisyiah), waktu jaman pemilu, hampir semua isi kajiannya ttg "rayuan" utk memilih wakil yg dijagokan jd presiden. ya kira2 seperti itu lah.. afwan jiddan kalau banyak sekali kata2 yg kurang berkenan.

kenyataan memenag betul..dakwah suadah tidak murni lagi seperti dahulu....

tapi ana tetap suka dengan kajian2  pengajian muhammadiyah...

tapi sayangnya banyak amalan yang wajib tidak di lakukan kader muhammadiyah...seperti ibu aisya yang belom menutup aurat di depan non muhrim, cuma di luar rumah aja, atau ketika mau ngaji aja.

padahal ustad2nya menganjurkan menutup aurat sesuai syariah gitu loe..

Vincent

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 23
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Vincent Guillamue
    • Lihat Profil
Re: muhammadiyah di mata kawan2 dudung gmn?
« Jawab #18 pada: Juni 06, 2007, 12:45:18 pm »
Muhammadiyah lebih modern pemikirannya lebih up to date tp kadang pemikirannya cenderung liberal, entahhhh......... Mungkin itu cuma salh satu oknum muhammadiyah aja kali, ga tau lahhhh #:-S
masa sih liberal?
Oknum
jelas semua dilakukan oknum. Bila ingin tahu oknum-oknum yang terlibat dapat dibaca di Majalah Hidayatulloh edisi Juni yang lebih menitik beratkan pada masalah feminisme.

ARCHER

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.080
  • Reputasi: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • Masjid Kampus UGM
    • Lihat Profil
Re: muhammadiyah di mata kawan2 dudung gmn?
« Jawab #19 pada: Juni 06, 2007, 01:50:57 pm »
Hal yang lucu ketika ada sebagian orang awwam terutama di desa kadang mereka mungkin mengira kalau Islam itu kalo 'nggak Muhammadiyah ya NU atau kalo 'nggak NU ya Muhammadiyah. Kadang ane senyam-senyum sendiri ketika ada yang bertanya kamu ikut Muhammadiyah ato NU? Kita jawab ana ikut Islam. Kalau masih tetap ngeyel dan terus bertanya, Islam yang seperti apa? Kita jawab, Islam yang mengikuti al-Qur'an dan as-Sunnah dengan pemahaman nabi shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya ridwanullahi ajma'in.

allahu a'lam

prince_darkness

  • Pengunjung
Re: muhammadiyah di mata kawan2 dudung gmn?
« Jawab #20 pada: Juni 06, 2007, 01:56:41 pm »
iya mas archer, waktu SMP saya juga taunya cuma ada NU ma muhammadiyah ...
hehehe ...
waktu SMA baru tau banyak aliran2 lainnya ...
baru kenal tasawuf, baru tau bahwa kelompok tarekat itu banyak ....
baru tau ada LDII, Al Hikmah, dll ....

drai

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.604
  • Reputasi: 7
  • "masih selalu bahagia"
    • Lihat Profil
Re: muhammadiyah di mata kawan2 dudung gmn?
« Jawab #21 pada: Juni 06, 2007, 07:49:57 pm »
ana lahir di lingkungan Nahdiyin, ana dalam setiap kegiatan dulu selalu terdepan(Tahlilan, maulidan dan lain sebagaianya). HIngga SMP ana sekolah di lingkungan NU.

Begitu SMU ana sekolah di lingkungan Muhamadiyah, dari sini pertama kali ana merasa beragama mengalami tantangan. Meski dalam setiap debat dengan Guru-guru(guru agamanya) Muhamadiyah sana selalu unggul.

Di Jakarta, ana kenal dengan PKS dalam setiap acaranya ana selalu ikut, dudlu yang ana paling suka adalh mabitnya.

Nah, alhamdulillah Alloh Ta'ala memeberi petunjuk berislam dengan jalan sunnah melalui internet. Masih inget dulu artikel tentang manhaj salafy dari milis remaja-islam.

Dan akhirnya ana menyapa seorang yang berjenggot, celana cingkrang. dan bertanay"mas mas ngajinya di mana sih?". ikhwan tersebut menjawab. "di bekasi"...

ana bertanya lagi, "sama ustadz siapa?" ikhwan tersebut menjawab. "Ustadz Zainal"...

ana ternyata tidak asing lagi dengan beliau karena pernah denger kajiannya lewat internet.

Dan akhirnya, tahulah keluarga dan temen-temen ana bahwa manhaj salaf adalah berIslam sebagaimana orang-orang terdahulu mengamalkannya.

Sekalipun mereka nahdiyin, mereka dan ana tetep bercengkrama gak pernah terjadi perselisihan. Hal yang selalu inget bagi ana adalah Nasihat yang sangat bagus dari Syaiku Utsaimin tentang kaidah usul dalam menyampaikan manhaj salafy yang mubarakah ini.


psycho_avatar

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 720
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Psycho Avatar
Re: muhammadiyah di mata kawan2 dudung gmn?
« Jawab #22 pada: Juni 06, 2007, 11:21:27 pm »
Keluarga ibu saya Muhammadiyah, keluarga Ayah saya cenderung Nahdiyin, meskipun sebetulnya keluarga ayah saya nggak ngerti sama sekali.  Sekarang ayah saya lebih 'membela' Muhammadiyah.  Saya sendiri terpengaruh ibu.  Tapi, SD dan SMP kan buku pendidikan Agama kita cenderung NU.  Kalau guru agama SMA sih rada campuran ada NU dan non-NU.  SMA saya juga mengenal mentoring, entah PKS atau HT, yang jelas ada 2 kekuatan yang saling berebut pengaruh, dan saya memilih jadi wasitnya aja :))

Kuliah kenal dengan aktivis-aktivis tarbiyah (PKS dan sejenisnya), kemudian juga kenal aktivis2 HTI.  Sempat mengikuti mentoring dari PKS dan HTI pada waktu bersamaan, juga sempat belajar di PERSIS, baca-baca juga buku salafy. 

Sehingga, pada akhirnya, daripada 'ribut' dengan saudara sendiri kayak : Muhammadiyah nggk bener tuh, NU bidah, HTI salah, PKS salah, salafy nggak bener...mending saya ambil jalan tengah diantara semuanya.  Lagipula saya sekarang lebih memilih untuk concern pada masalah-masalah pendangkalan akidah, usaha pemurtadan.  Alhamdulillah, saya bisa berkenalan dan mendapatkan ilmu dari saudara-saudara saya yang di PKS, HTI, Muhammadiyah, NU, Persis dan Salafy.  Bahkan, sikap jalan 'tengah' yang saya ambil sekarang ini adalah pengaruh dari JIL juga.  Jadi, JIL juga ada nilai positifnya sih...bedanya saya menerapkan prinsip2 JIL itu kepada orang-orang Islam sendiri, sehingga saya bisa lebih objektif dalam menilai suatu permasalahan.  Sementara dengan Agama lain, saya tetap berpegang pada kaidah Al-Kaafirun:6 :)

Namun, patut diakui dalam usaha-usaha pencegahan terhadap pendangkalan Akidah semacam Liberalisme, feminimisme dan sebagainya, kader-kader hasil binaan Muhammadiyah, Hidayatullah, PERSIS dan DDII lebih banyak mengambil peranan penting.  Sebut saja Adian Husaini dan kawan-kawan yang tergabung dalam INSISTS, di Bandung ada FUUI yang dipimpin oleh Athian 'Ali.  Hanya saja, di Bandung, Muhammadiyah agak sepi...padahal saya ingin juga belajar di Muhammadiyah.  Teman saya yang kader Muhammadiyah di Sumedang, datang ke Bandung jadi 'belajar' sama Persis.  Sama aja sih sebetulnya, adik-kakak :))

Saya sendiri kurang mengikuti perkembangan Muhammadiyah sekarang, websitenya juga kurang bisa memuaskan informasi tentang kondisi Muhammadiyah saat ini.

Mau nanya nih...kalau Persis kan punya Tabloid Risalah, Hidayatullah punya Suara Hidayatullah, HTI punya Al-Wa'ie, PKS punya Saksi, Salafy ada As-Sunnah dan Al-Furqon...tabloid atau Malajah bulanannya Muhammadiyah apa sih?  Kalau di Bandung nyarinya kemana ya? supaya saya tidak terlalu buta tentang kondisi Muhammadiyah sekarang :)

gika

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 165
  • Reputasi: 1
    • Lihat Profil
Re: muhammadiyah di mata kawan2 dudung gmn?
« Jawab #23 pada: Juni 07, 2007, 08:23:06 am »
Mau nanya nih...kalau Persis kan punya Tabloid Risalah, Hidayatullah punya Suara Hidayatullah, HTI punya Al-Wa'ie, PKS punya Saksi, Salafy ada As-Sunnah dan Al-Furqon...tabloid atau Malajah bulanannya Muhammadiyah apa sih?  Kalau di Bandung nyarinya kemana ya? supaya saya tidak terlalu buta tentang kondisi Muhammadiyah sekarang :)

Suara Muhammadiyah

klu persis kayanya hampir sama kaya muhammadiyah..soalnya kakanya mama orang muhamadiyah dan juga persis? katanya klu persis lebih keras dari muhammadiyah...
« Edit Terakhir: Juni 07, 2007, 08:25:25 am oleh gika »

psycho_avatar

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 720
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Psycho Avatar
Re: muhammadiyah di mata kawan2 dudung gmn?
« Jawab #24 pada: Juni 07, 2007, 03:10:02 pm »
Mau nanya nih...kalau Persis kan punya Tabloid Risalah, Hidayatullah punya Suara Hidayatullah, HTI punya Al-Wa'ie, PKS punya Saksi, Salafy ada As-Sunnah dan Al-Furqon...tabloid atau Malajah bulanannya Muhammadiyah apa sih?  Kalau di Bandung nyarinya kemana ya? supaya saya tidak terlalu buta tentang kondisi Muhammadiyah sekarang :)

Suara Muhammadiyah

klu persis kayanya hampir sama kaya muhammadiyah..soalnya kakanya mama orang muhamadiyah dan juga persis? katanya klu persis lebih keras dari muhammadiyah...

Iya, berdasarkan info dari teman, Mahasiswa UNISBA yang kader Muhammadiyah juga ikutan Gabung ke HIMA Persis di Unisba.  Lebih keras sih nggak, lebih tegas mungkin ya, meskipun tidak setegas Salafy...Ustadz2 Persis juga baik-baik kok.  Saya sendiri pengaruh terbesar memang dari Muhammadiyah dan Persis.  Gika, boleh pinjem majalah Suara Muhammadiyahnya nggak? :D atau kalau nggak, di Bandung nyarinya di mana sih?

prince_darkness

  • Pengunjung
Re: muhammadiyah di mata kawan2 dudung gmn?
« Jawab #25 pada: Juni 08, 2007, 10:07:57 am »
Kutip
next time saya akan mengundang prince keacara resmi muhammadiyah
males ah ...
dalam pandanganku, kebanyakan orang yang mengatasnamakan dirinya Muhammadiyah itu cuma cari mudah dalam berIslam ...
tanya kenapa???(kebanyakan berarti ga semua)

lalu aku nggak ngeh banget dg embel2 Muhammadiyah yang ada saat ini ...(maaf)

sekolah islam???Muhammadiyah???ga banget deh ...
sebagian besar siswanya cuma kumpulan orang2 yang ga diterima di negeri ....

ya, dunia ini udah terbalik ...
seharusnya sekolah keIslaman itu kan orang2 yang bener2 berkualitas ...
Pesantren2 apalagi ...
yang dimasukin ke pesantren kebanyakan berandal2 yang dah ga bisa diatur ortunya ....
padahal pelajaran di pesantren lebih berat, bisa tewas tuh mereka.....

makanya, saya susah percaya pada orang2 yang lulusan dari IAIN, MUhammadiyah, PEsantren, dan sekolah2 keIslaman lainnya ....(maaf). Ga semua sih, ada juga yang bagus.

gika

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 165
  • Reputasi: 1
    • Lihat Profil
rindu dan kecewa
« Jawab #26 pada: Juni 15, 2007, 12:28:09 pm »
gika rindu dengan muhammadiyah...dulu nenek  gika aktifis muhammadiyah...
wlu pun awalnya nenek di NU..tp ketika sudah tau kebenaran dari hadist2 rasul yang shohi..mana yang pernah dilakukan rosul..mana yang tidak, ...semua berdasarkan hadistnya.

gika sangat sipatik mendengar perjuangan nenek dulu....dimana adik2nya selalu mengejek tetapi tetap sabar... ngaji ko agak pake wirid...? gampang banget, prktis mana bisa masuk surga?

coba lihat contoh kecil..bedanya muhammadiyah dengan NU ketika ada kerabat yang meninggal...?

klu NU kata temen gika supaya arwahnya tenang dan doanya terkabul..harus di adakan pengajian selama 40 hari, da gitu ustadsnya di suruh mendoakan di mayat..dan dibayar loe..trus harus ada makan2nya....kan kasian si keluarga udah kehilangan harus ngeluarin biaya lagi, syukur klu mampu..gmn klu ga mampu?
bukan kan doa yang lebih dikabulkan Allah adalah doa anak yang sholeh, bukan dari orang lain?

sedangkan muhammadiyah..jika ada yang meninggal...datang melayat..mendengarkan tausiyah tentang kematian supaya kita yang ngelayat punya bekal kesana, tentunya bersilaturahmi dengan keluarga yang di tinggalkan..untuk menghibur duka..?
klu masalah makanan keluarga yang tinggalkan tidak perlu ngasih apapa..klu pun ada itu biasanya sumbangan dari temen2 pengajian...praktiskan dan tidak terbebani.....

TP SAYANG PERGERAKAN MUHAMMADIYAH SEKARANG INI TIDAH SEPERTI YANG DULU? KENAPA YA? MENGENDOR?

andromeda

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.051
  • Reputasi: 19
  • Jenis kelamin: Pria
  • The unforgettable moment
    • Lihat Profil
Re: muhammadiyah di mata kawan2 dudung gmn?
« Jawab #27 pada: Juni 15, 2007, 01:08:10 pm »
Yup kalo ini aku setuju dengan atasku..
Masalah 7hari, 40hari, 100hari, 1000hari ini yang selama ini justru memberatkan yang kena musibah..
Apalagi kalo ditambah ngasih duit yang melayat, ngasih makan, ngasih bingkisan, ngasih amplop ustad

Aku yakin pasti yang kena musibah keberatan dengan tradisi semacam itu.
Udah jatuh tertimpa tangga lagi.

Itu seharusnya menjadi tugas kyai2 dan ustadz2 untuk meluruskanya.
Bagi yang tahlilan ya tahlilan saja, ngga usah pake acara mewah2an.

Kalo aku sudah berusaha menjelaskan ke lingkup keluargaku dulu untuk tidak mentradisikan hal2 semacam itu.


psycho_avatar

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 720
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Psycho Avatar
Re: muhammadiyah di mata kawan2 dudung gmn?
« Jawab #28 pada: Juni 15, 2007, 09:01:54 pm »
Kutip
next time saya akan mengundang prince keacara resmi muhammadiyah
males ah ...
dalam pandanganku, kebanyakan orang yang mengatasnamakan dirinya Muhammadiyah itu cuma cari mudah dalam berIslam ...
tanya kenapa???(kebanyakan berarti ga semua)

Hmm, nggak seperti itu juga...kenyataannya Islam dalam banyak hal memudahkan kok.  Contohnya, ya Tahlilan itu...sebetulnya itu kan tidak perlu apalagi sampai disebut penting.  Kenyataannya tahlilan malah memberatkan keluarga yang ditinggalkan.  Secara logika saja, hal ini tidak bisa diterima.

Dalam permasalahan Safar misalnya, riilnya tidak ada batasan jarak dan waktu.  Ukuran jauh itu kan dikembalikan ke kebiasaan saja.  Coba dengan kebanyakan muslim saat ini, perjalanan Bandung-Cianjur atau bahkan Bandung-Garut, sebetulnya kan bisa dilakukan shalat Qashar.  Belum lagi permasalahan 'menyentuh' wanita ketika selesai ber-wudhlu.

Jadi, bukan alasan ingin yang lebih mudah...karena dalam beragama segala sesuatu kan harus dengan ilmu, jika kenyataannya setelah tahu ilmunya malah lebih mudah dari yang selama ini dipraktekan, tentu itu lebih baik ;)

gika

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 165
  • Reputasi: 1
    • Lihat Profil
Re: muhammadiyah di mata kawan2 dudung gmn?
« Jawab #29 pada: Juni 16, 2007, 08:42:49 am »
Jadi, bukan alasan ingin yang lebih mudah...karena dalam beragama segala sesuatu kan harus dengan ilmu, jika kenyataannya setelah tahu ilmunya malah lebih mudah dari yang selama ini dipraktekan, tentu itu lebih baik ;)

betul dengan ilmu dan sunah rasul .kita mencontoh kebiasaan rosul aja..!
bukan dari tradisi nenek moyang.

berbedaan itu memang indah....tidak masalah mau melakukan wirid atau tidak..asalkan tidak memberatkan aja..?
dan tidak membuat kita saling bermusuhan.

lagian banyak jalan menuju surga.?