Penulis Topik: pengen tahu tentang LDII...  (Dibaca 36250 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Luthi

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.155
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • forgiven
    • Lihat Profil
Re: pengen tahu tentang LDII...
« Jawab #15 pada: Desember 01, 2007, 02:04:00 pm »
ane ada bukunya
mulai dari ISLAM JAMAAH_LEMKARI_LDII

sampai hubungannya dengan golkar :)

abu hamzah

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 2
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: pengen tahu tentang LDII...
« Jawab #16 pada: Juli 02, 2008, 03:34:25 am »
assalamu'alaikum :)
ana rasa antum semua terlalu menganggap LDII seolah-olah seperti "makhluk asing" :). yang perlu diingat adalah mereka juga manusia biasa. dan setiap manusia memiliki pemahaman yg berbeda-beda.tidak terkecuali para pengikut LDII, mereka juga memiliki kadar pemahaman masing-masing.jadi sangat wajar apabila kita menemukan perbedaan pada perilaku keseharian mereka.misalnya kita ambil contoh,para pengikut NU.wajar kita temukan apabila ada org yg mengklaim dirinya pengikut NU namun dia sering mengumpat.tapi apakah bisa kita tarik kesimpulan bahwa dalam NU ada ajaran untuk mengumpat dan berkata-kata kotor?! :-?
dalam LDII sendiri pun ada yg masih juga mau sholat di belakang imam non LDII.tapi dari apa yg pernah saya dapatkan sewaktu saya masih blm bertaubat dari LDII bahwa sholatnya org non LDII tidaklah sah!hal ini dikarenakan berbagai alasan di antaranya:
1.ia tidak berbaiat, tidak berjamaah. brti ia dapat dikatakan membuat perkara baru(bid'ah)dalam agama karena dlm keyakinan LDII "laa islama illa bil jama'ah"(tidak dikatakan islam seseorang apabila tidak berjama'ah).
2.ia mendapatkan semua ilmu fiqih sholatnya tidak dengan cara mankul yg diklaim menjadi syarat sahnya suatu ilmu oleh LDII.
3.ia sholat dengan tata cara yang salah.coba antum perhatikan bahwa tata cara org LDII sholat dapat dikatakan semuanya sama karena berangkat dari kitab yg sama yaitu "kitabush sholah" kitab himpunan hadits mereka.
4.dan masih banyak lagi bantahan org LDII thd permasalahan yg satu ini.
kalau memang ada yg mau sholat dibelakang org luar maka bisa jadi mereka mengulangi sholatnya atau pemahamannya ttg mslh ini lebih "luwes "atau bahkan cuek.
kemudian dari pengalaman saya, selama saya mengaji di masjid LDII sebelum saya mengucapkan kalimat baiat,tidak pernah sekalipun bekas2 kaki saya di pel!!karena secara akal pun dapat kita pikirkan,kalau memang org selain LDII itu najis, maka di bumi mana org LDII akan dapat hidup terhindar dari najis?!!itulah keyakinan saya ketika itu.jadi kesimpulan saya pribadi bahwa fenomena di pel itu memiliki berbagai sebab. misalnya,pada mayoritas masjid LDII antara masjid dan tempat wudlu selalu dipisahkan.dan mereka selalu memakai sandal ketika berwudlu.org non LDII tentu tidak akan paham "tata cara" seperti ini sehingga ketika mereka berwudlu tanpa memakai sandal sudah tentu bekas2 kaki mereka di pel.
kemudian masalah penghukuman kafir bagi org non LDII sendiri jujur saya belum pernah menemuinya dalam forum kajian resmi LDII.namun pernah ketika saya berdiskusi dengan teman pengajian LDII saya, ia mengatakan bahwa org non LDII itu hukumnya kafir dhimmi.namun saya sepakat bahwa ketika org belum melaksanakan baiat(kepada imam LDII)hidupnya tidaklah halal,mati nya mati bangkai(mati dlm keadaan jahil),dan amalan nya tidak sah!
alhamdulillahi katsiroo..Alloh menyelamatkan ana dari kesesatan dan menunjukkan jalan yg lebih terang bermanhaj salaf yg lebih dalam ilmunya, lebih memegang sunnah dengan pemahaman yg haq.dan tulisan ini sebagai bagian dari taubat ana yakni dengan memperingatkan dari kesesatan yg nyata.semoga pengalaman ini dapat diambil hikmah oleh kita.
wallohu a'lam

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: pengen tahu tentang LDII...
« Jawab #17 pada: Juli 02, 2008, 12:27:50 pm »
assalamu'alaikum :)
ana rasa antum semua terlalu menganggap LDII seolah-olah seperti "makhluk asing" :). yang perlu diingat adalah mereka juga manusia biasa. dan setiap manusia memiliki pemahaman yg berbeda-beda.tidak terkecuali para pengikut LDII, mereka juga memiliki kadar pemahaman masing-masing.jadi sangat wajar apabila kita menemukan perbedaan pada perilaku keseharian mereka.misalnya kita ambil contoh,para pengikut NU.wajar kita temukan apabila ada org yg mengklaim dirinya pengikut NU namun dia sering mengumpat.tapi apakah bisa kita tarik kesimpulan bahwa dalam NU ada ajaran untuk mengumpat dan berkata-kata kotor?! :-?
dalam LDII sendiri pun ada yg masih juga mau sholat di belakang imam non LDII.tapi dari apa yg pernah saya dapatkan sewaktu saya masih blm bertaubat dari LDII bahwa sholatnya org non LDII tidaklah sah!hal ini dikarenakan berbagai alasan di antaranya:
1.ia tidak berbaiat, tidak berjamaah. brti ia dapat dikatakan membuat perkara baru(bid'ah)dalam agama karena dlm keyakinan LDII "laa islama illa bil jama'ah"(tidak dikatakan islam seseorang apabila tidak berjama'ah).
2.ia mendapatkan semua ilmu fiqih sholatnya tidak dengan cara mankul yg diklaim menjadi syarat sahnya suatu ilmu oleh LDII.
3.ia sholat dengan tata cara yang salah.coba antum perhatikan bahwa tata cara org LDII sholat dapat dikatakan semuanya sama karena berangkat dari kitab yg sama yaitu "kitabush sholah" kitab himpunan hadits mereka.
4.dan masih banyak lagi bantahan org LDII thd permasalahan yg satu ini.
kalau memang ada yg mau sholat dibelakang org luar maka bisa jadi mereka mengulangi sholatnya atau pemahamannya ttg mslh ini lebih "luwes "atau bahkan cuek.
kemudian dari pengalaman saya, selama saya mengaji di masjid LDII sebelum saya mengucapkan kalimat baiat,tidak pernah sekalipun bekas2 kaki saya di pel!!karena secara akal pun dapat kita pikirkan,kalau memang org selain LDII itu najis, maka di bumi mana org LDII akan dapat hidup terhindar dari najis?!!itulah keyakinan saya ketika itu.jadi kesimpulan saya pribadi bahwa fenomena di pel itu memiliki berbagai sebab. misalnya,pada mayoritas masjid LDII antara masjid dan tempat wudlu selalu dipisahkan.dan mereka selalu memakai sandal ketika berwudlu.org non LDII tentu tidak akan paham "tata cara" seperti ini sehingga ketika mereka berwudlu tanpa memakai sandal sudah tentu bekas2 kaki mereka di pel.
kemudian masalah penghukuman kafir bagi org non LDII sendiri jujur saya belum pernah menemuinya dalam forum kajian resmi LDII.namun pernah ketika saya berdiskusi dengan teman pengajian LDII saya, ia mengatakan bahwa org non LDII itu hukumnya kafir dhimmi.namun saya sepakat bahwa ketika org belum melaksanakan baiat(kepada imam LDII)hidupnya tidaklah halal,mati nya mati bangkai(mati dlm keadaan jahil),dan amalan nya tidak sah!
alhamdulillahi katsiroo..Alloh menyelamatkan ana dari kesesatan dan menunjukkan jalan yg lebih terang bermanhaj salaf yg lebih dalam ilmunya, lebih memegang sunnah dengan pemahaman yg haq.dan tulisan ini sebagai bagian dari taubat ana yakni dengan memperingatkan dari kesesatan yg nyata.semoga pengalaman ini dapat diambil hikmah oleh kita.
wallohu a'lam

jadi inti tulisan anda apa ? aneh..diawal paragraf anda menyarankan 'jangan menganggap LDII makhluk asing'. tapi di pertengahan, anda 'seolah bilang' bahwa ajaran LDII ada yang menyimpang.

dan di akhir paragraf anda bilang bahwa allah sudah menyelamatkan anda dari "kesesatan" LDII dg masuknya anda ke manhaj salaf.

saya ngga mau tahu dan ga ingin tahu, apakah LDII sesat atau tidak. saya cuma mengomentari tulisan anda.

abu hamzah

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 2
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: pengen tahu tentang LDII...
« Jawab #18 pada: Juli 02, 2008, 09:47:40 pm »
pada awal tulisan ana maksdnya jgn menganggap bahwa semua org LDII pasti memiliki kadar pemahaman yg sama, dan ini SAMA SEKALI TIDAK DIMAKSUDKAN MEMBELA APALAGI MEMBENARKAN LDII. Dan yg perlu digarisbawahi bahwa ana memang menganggap bahwa LDII itu sesat dan menyimpang. Afwan bila tulisan ana menimbulkan kerancuan pada maksudnya. wallohu a'lam

zahrazahira

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 4
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: pengen tahu tentang LDII...
« Jawab #19 pada: Juli 04, 2008, 04:20:22 pm »
Penjelasan pak Abu cukup menjawab inti thread ini yang menurut saya kira kira adalah " gimana sih LDII itu sebenarnya ? kenapa si A itu begini begitu...radikal amat ya LDII kayak dia, tapi gak juga lho...tuh buktinya si B LDII juga tapi gk gitu2 amat kok, malah bagus lho dianya "
Hal ini menunjukkan ternyata tingkat pemahaman warga LDII tidaklah sama (menurut pak Abu). Ternyata Pak Abu menemukan ajaran2 LDII ada yg begitu menyimpang sehingga pak Abu bertaubat dan out dari LDII.

halah ngetik segini aja kok dah capek neh (padahal udah abis yg mo ditulis...hihihihi )

manshurin

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 2
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: pengen tahu tentang LDII...
« Jawab #20 pada: Oktober 09, 2008, 03:52:47 pm »
kalau pingin tahu LDII ya tanya pada orang LDII biar jelas.Kalau katanya aja taua kabar-kabar itu bisa meninggalkan fitnah
Atau mampir saja ke website ku www.manshurin.com

Salam
Ali mustika sari
www.manshurin.com

fuyuki shido

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 1
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: pengen tahu tentang LDII...
« Jawab #21 pada: Oktober 15, 2008, 08:26:40 pm »
yups karena calon istri saya ldii maka saya pun banyak belajar tentang ldii
namun setelah banyak belajar ada yg menurut pengetahuan saya salah yaitu sperti  ini
Pokok atau pangkal kesesatan Islam Jama'ah/Lemkari/LDII (sekarang: Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia) yang utama terletak pada otoritas mutlak bagi imam yang dibai'at, yaitu H. Nurhasa Ubaidah Lubis (Madigol) dengan nama kebesarannya: Al-Imam Nurhasan Ubaidah Lubis Amir. Sekarang keamirannya dilanjutkan oleh anaknya, yaitu Abdul Dhohir.
Mereka menafsirkan serta mengimplementasikan Al-Qur'an dan hadits dengan cara dan keinginan mereka sendiri. Sejak awal, semua anggota sudah diarahkan atau didoktrin untuk hanya menerima penafsiran ayat dan hadits yang berasal dari imam/amirnya. Dan mereka menyebutnya dengan istilah MANQUL. Jadi, semua anggota Islam Jama'ah/Lemkari/LDII dilarang untuk menerima segala penafsiran yang tidak bersumber dari imam/amir karena penafsiran yang tidak bersumber dari imam dikatakannya semua salah, sesat, berbahaya dan tidak manqul. Doktrin ini diterima sebagai suatu keyakinan oleh semua anggota Islam Jama'ah/Lemkari/LDII.
Maka sudah tentu pendapat atau pemahaman yang seperti ini tidak dapat dibenarkan. Karena Al-Qur'an dan Hadits tidak ada yang menyebutkan bahwa otoritas/kekuasaan mutlak untuk menafsirkan dan mengimplementasikan ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits berada di tangan imam.
Amir/imam mereka (Islam Jama'ah/Lemkari/LDII) dalam rangka mendoktrinkan anggotanya soal imamah menggunakan Al-Qur'an surat Al-Isra': 71) yang artinya:
    "Pada hari Kami memanggil tiap-tiap manusia dengan Imam mereka." (Q.S.Al-Isra':71)
Menurut penafsiran Nur Hasan Ubaidah Lubis(Madigol): Pada hari kiamat nanti setiap orang akan dipanggil oleh Allah dengan didampingi oleh imam mereka yang akan menjadi saksi atas semua amal perbuatan mereka di dunia. Kalau orang itu tidak punya imam dikatakannya pada hari kiamat nanti tidak ada yang menjadi saksi baginya sehingga amal ibadahnya menjadi sia-sia dan dimasukkan kedlam neraka. Oleh karena itu, katanya semua orang Islam harus mengangkat atau membai'at seorang imam untuk menjadi sksi bagi dirinya pada hari kiamat. Dan jama'ah harus taat kepad imamnya agar nanti disksikan baik oleh imam dan dimasukkan ke dalam surga, dan orang yang paling berhak menjadi Imam adalah Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol), katanya. Karena dia dibai'at pada tahun 1941, maka orang-orang yang mati sebelum tahun 1941, berarti mereka belum berbai'at, jadi pasti masuk neraka, katanya.
Menurut penafsiran pada pemahaman yang lurus (dapat dilihat dalam tafsir Ibnu Katsir):
Lafazh imam dalam ayat itu, menurut Mujahid dan Qatadah artinya ialah: nabiyyihim "nabi mereka." Sehingga sebagian ulama salaf berkata, bahwa ayat ini menunjukan kemuliaan dan keagungan para pengikut hadits (Ash-habul-Hadits), karena pada hari kiamat nanti mereka akan dipimpin oleh Rasulullah SAW (bukan dipimpin oleh Nur Hasan/Madigol, orang Jawa Timur yang baru lahir kemarin).
Sedangkan Ibnu 'Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud 'imam' di dalam ayat itu, ialah bikitaabi a'maalihin "Kitab catatan amal mereka", seperti yang disebutkan dalam surah Yasin:12 yang berbunyi :
"Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab yang nyata."
Jadi, menurut dua keterangan ini, pada hari kiamat tiap-tiap orang akan dipanggil oleh Allah dengan didampingi oleh nabi-nabi mereka dan juga kitab- kitab catatan amal mereka. Siapa saja yang ingin meneliti lebih jauh dalam masalah ini, silahkan periksa Tafsir Ibnu Katsir juz III hal. 52. Yang pasti di situ tidak ada penafsiran yang tidak ada landasannya sama sekali alias ngawur seperti penafsiran si Madigol.
Berikutnya penafsiran hadits yang berbunyi:"
    Tidak halal bagi tiga orang yang berada di bumi falah (kosong), melainkan mereka menjadikan amir (pemimpin) kepada salah satu mereka untuk memimpin mereka." (HR.Ahmad).
Hadits ini terdapat dalam kitab himpunan hadits koleksi Islam Jama'ah/LDII yang bernama "Kitabul-Imarah" pada halaman 255 dan dicantumkan tanpa sanad yang lengkap, jadi langsung dari sumber utamanya, yaitu Abdullah bin Amr bin Ash. Dari segi penulisan sumber hadits saja mereka itu tidak faham.
Menurut penafsiran Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) tentang hadits di atas adalah sbb:
   1. Setiap Muslim di dunia ini, tidak halal hidupnya alias haram. Makannya haram, minumnya haram, bernafasnya haram dll.
   2. Dan setiap Muslim yang hidupnya masih haram karena belum bai'at, maka harta bendanya halal untuk diambil atau dicuri, dan darahnyapun halal, karena selama ia belum bai'at mengangkat seorang iamam, setatusnya sama dengan orang kafir dan islamnya tidak sah.
Penafsiran Nur Hasan (Madigol) ini jelas menyimpang jauh dari kebenaran dan menyesatkan-pemahaman. Pertama, hadits ini tidak berbicara mengenai pembai'atan karena di dalamnya tidak ada lafazh bai'at sama sekali. Hadits ini hanya menyebut soal Amir atau pemimpin dalam safar/perjalanan. Hal ini ditunjukkan oleh lafazh 'ardh falatin' yang artinya daerah yang tidak berpenghuni, dan lafazh 'ammaru' yang artinya menjadikan amir atau mengangkat amir. Di situ tidak ada lafazh 'baaya'uu' yang artinya membai'at.
Kedua, hadits ini adalah hadits yang tidak sahih atau hadits dhaif atau lemah karena di dalam sanadnya (lihat kitab: Al-Ahaditsud Dha'iefah, hal. 56, juz ke-II, nomor hadits 589) ada seoarang yang bernama Ibnu Luhai'ah yang dilemahkan karena hafalannya yang buruk. Dan para ulama ahlul hadits sepanjang masa, dari dulu sampai sekarang tidak menghalalkan penggunaan hadits yang dha'ief sebagai hujah untuk menetapkan suatu kewajiban dalam beribadah kepada Allah, kecuali hanya dengan hujah yang sahih.
Ini merupakan bukti bahwa Nur Hasan (Madigol) sebetulnya tidak mengerti ilmu hadits, yang akhirnya menimbulkan kekacauan pemahaman dan menyesatkan.
Berikutnya, hadits (atsar atau hadits mauquf yang diucapkan Umar bin Khaththab) yang berbunyi: "Tidak ada Islam tanpa jama'ah, dan tidak ada jama'ah tanpa imarah, dan tidak ada imarah tanpa ketaatan." Atsar atau hadits mauquf ini terdapat dalam Kitabul-Imarah milik Islam Jama'ah/LDII hal. 56-57, yang dicantumkan tanpa sanad yang lengkap.
Penafsiran menurut Nur Hasan Ubaidah lubis (Madigol) ialah sbb:
   1. Islam seseorang itu tidak sah kecuali dengan berjama'ah. Dan yang dimaksud jama'ah katanya ialah jama'ahnya Nur Hasan (Madigol).
   2. Jama'ah juga tidak sah kalau tanpa imam. Dan yang dimaksud iamam ialah Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol).
   3. Harusnya Nur Hasa menafsirkan" "Imamah juga tidak sah tanpa ketaatan." Sesuai dengan urutan penafsirannya pada point 1 dan 2. Akan tetapi dengan lihai Nur Hasan memutar penafsiran point 3 dengan ucapan : "Ber-Imam atau mengangkat imam atau Bai'at seseorang itu tidak sah kecuali dengan melaksanakan ketaatan kepada imam."
Pendapat Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) Ini sudah menjadi aqidah yang diyakini oleh semua pengikutnya. Padahal, hadits mauquf pun tidak sah dipakai sebagai hujjah, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hazmin dalam kitab Al-Muhalla juz I hal.51, artinya: "Hadits mauquf dan hadits mursal, kedua-duanya tidak dapat dipakai sebagai hujjah."

doni ramadhan

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 1
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re:pengen tahu tentang LDII...
« Jawab #22 pada: Oktober 04, 2011, 09:09:26 am »
asalamualaikum''
saya  adalah korban dari aliran LDII saya pemuda dan mempunyai calon istri dari aliran LDII,mereka(red)tidak mengijinkan saya menikah dengan syarat saya harus masuk kedalam aliran tersebut,apakah ini dibenarkan?sebaliknya juga pasangan saya diharamkan hidupnya bila keluar dari aliran LDII dan tidak di anggap anak,dan diusir dari mereka,mengapa begitu?sedangkan islam kan satu yang bertuhankan ALLAH SWT dan imam Nabi muhammad SAW.  dan agama yg slalu mengayomi umatnya.
klo memang mereka(red) bukan ajaran yg sesat knapa harus memaksa dan menjanjikan saya kekayaan hidup,sekarang saya semakin yakin LDII adalah aliran yg paling ga jelas,kan sama-sama islam  ko seperti itu dan harus  memaksa :-?
tetapi alhamdulillah saya diberikan petunjuk allah SWT agar tidak salah melangkah,walaupun saya harus mengorbankan semua yang telah saya bangun dan saya cita-citakan.

antesa

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 4
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • google
Re:pengen tahu tentang LDII...
« Jawab #23 pada: November 16, 2011, 03:28:23 am »
Dilihat dari luar sepertinya LDII lebih baik dari kalangan islam umumnya, mesjidnya tidak gaduh/ribut mengganggu ketertiban umum. kalo umat islam kebanyakan suka banget pake corong speker, bahkan kaya home-teather.