Penulis Topik: QS. Al-baqoroh ayat 30  (Dibaca 22313 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: QS. Al-baqoroh ayat 30
« Jawab #30 pada: Juni 27, 2008, 04:01:41 am »
Dari kemarin saya ngga menyerang pendapat anda,,saya cuma bertahan. dan dalam posisi bertahan saya, bahkan anda tidak bisa menjawab pertanyaan2 saya.  Nah...sekarang saya akan coba buktikan kemusykilan kemusykilan pendapat anda.

Sebelum lebih jauh lagi, silahkan jawab pertanyaan saya, sederhana sekali,,,,,,

1) apa anda jumpai dalam bahasa arab kata ' Nafs ' yang disifati dg mudzakar ( lepas dari konteks alqur'an ). kalau ada, silahkan tunjukkan pada saya....?

2) 'Ala taqdir taslim bahwa saya meyakini adam bukan manusia pertama, Lalu siapa manusia pertama dalam alqur'an ?

3) anda mengatakan diatas bahwa manusia pertama dari al-thin. dan sudah saya buktikan 'bahkan dari ayat qur'an sendiri yang mengatakan bahwa adam diciptakan dari al-thin.. Bagaimana anda menjawab ini ?

jawab ini dulu sebelum lebih jauh. Karena dari kemarin saya yang terus menjawab pertanyaan anda sedangkan anda sama sekali tidak memberi tanggapan pertanyaan saya atau kemusykilan yang saya ajukan atas pernyataan anda. disisi lain anda terus memunculkan kemusykilan baru yang sebetulnya dg pernytaan saya dari awalpun sudah terjawab.

dari awal theori anda tentang manusia pertama yang diciptakan dari 'thin' sudah saya batalkan dg ayat ayat alqur'an yang saya ajukan bahwa itu adam. seharusnya teori selanjutnya ( kalau anda ikuti adab berdiskusi yang baik ) yang anda ajukan sudah batal dg sendirinya dg tidak bisa menjawabnya anda pada bantahan saya diatas. maka saya buat pertanyaan dari sekarang untuk anda jawab agar diskusi ini bisa berlanjut dg baik.


silahkan  :)





yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: QS. Al-baqoroh ayat 30
« Jawab #31 pada: Juni 27, 2008, 05:36:04 am »
" sebetulnya aneh mas,,,sampean mengkritik terjemahan alqur'an yang sudah tersebar di indonesia, apalagi dari depag, yang notabene disana adalah orang-orang yang mahir dan mengerti tentang ilmu tafsir, sedangkan anda sendiri ga bisa bahasa arab ( ini atas dasar pernyataan anda sendiri lho yang menyatakan dari qur'an terjemahan )."
pernyataan saya : makanya terjemah depag belum tentu benar.
ketika 7/190 ada tulisan seorang anak, anda menanyakan  jama'  di 7/191 yusyrikun.
ketika 7/190 ada tulisan memberi / diberi seorang anak, anda menyatakan " bahwa anak adam belum ada" itu berita ghoib.
" Dari mana anda tahu bahwa anak adam yang dimaksud oleh ayat cuma 1 ? dari konteks ? dimana konteksnya yang menyatakan itu ? " jawab: dari terjemah depag _yang oleh anda diberi nilai mahir dan mengerti ilmu tafsir.

semakin saya belajar semakin saya merasa kurang ilmu, terimakasih atas sarannya. dan saya akan semakin bertanya, ( sementara saya menyiapkan jawaban dari anda )

pertanyaannya gini:
menurut anda diciptakan adam, diciptakan hawa. diberitahu (ghoib) akan punya anak anak. sebagian akan musyrik.
1. Apakah saat diturunkan dari Muntaha ke Bumi, Adam meninggal kan masyarakat manusia di sana? mungkin jawaban anda adalah tidak, karena disana tidak boleh berketurunan dan yang turun juga semua (Adam dan Hawa).
2. Apakah di Muntaha ada kehidupan nyata seperti di Bumi ( earth) ? Atau cuma berita ghoib?
3. Muntaha itu langit ke 7 atau planet ke 7 diatas orbit Bumi ? Jelasnya langit apa planet ?
  Siapa yang pernah ke sana?

Tenang aja mas, saya muslim makanya sesama muslim bersaudara, walau cuma kenal ditulisan saya tetap menganggap anda saudara saya. Saya juga kagum pada anda, kalau ditanya misalnya dari sisi A anda jawab, ditanya dari sisi B anda jawab, ditanya dari sisi C anda juga jawab.
saya tetapkan dulu dalam hati bahwa Allah itu ada, Esa, Kuasa dan dekat, sangat dekat dengan saya / kita, bahkan lebih dekat dibanding urat leher.
Bahwa Muhammad adalah Rasul Allah dan Nabi terakhir, risalah yang dibawanya benar. dia mengikuti apa yg diwahyukan pada dia dan berpesan  7/3 " Ikutilah apa yang di wahyukan kepadamu dari Tuhanmu ( Al Qur'an ) jangan ikuti selain dia ( Al Qur'an ) ".....

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: QS. Al-baqoroh ayat 30
« Jawab #32 pada: Juni 28, 2008, 01:52:24 am »
" sebetulnya aneh mas,,,sampean mengkritik terjemahan alqur'an yang sudah tersebar di indonesia, apalagi dari depag, yang notabene disana adalah orang-orang yang mahir dan mengerti tentang ilmu tafsir, sedangkan anda sendiri ga bisa bahasa arab ( ini atas dasar pernyataan anda sendiri lho yang menyatakan dari qur'an terjemahan )."
pernyataan saya : makanya terjemah depag belum tentu benar.
ketika 7/190 ada tulisan seorang anak, anda menanyakan  jama'  di 7/191 yusyrikun.
ketika 7/190 ada tulisan memberi / diberi seorang anak, anda menyatakan " bahwa anak adam belum ada" itu berita ghoib.

sepertinya saya ngomong panjang lebar diatas anda belum mudeng juga tho mas. Taruhlah,,,kalau memang itu 'anak' cuma 1/mufrad/tunggal, dan di bawahnya terdapat kata yusyrikun, itu saya bilang berita ghaib, jika memang saya ikut persepsi anda bahwa anda menganggap anaknya cuma satu saat itu.

Tapi kenyataannya saya tidak mengikuti persepsi anda. sudahlah...sebelum anda mau tanya lagi, biar diskusi enak dan nyambung, silahkan jawab dulu pertanyaan saya diatas

Kutip
pertanyaannya gini:
menurut anda diciptakan adam, diciptakan hawa. diberitahu (ghoib) akan punya anak anak. sebagian akan musyrik.
1. Apakah saat diturunkan dari Muntaha ke Bumi, Adam meninggal kan masyarakat manusia di sana? mungkin jawaban anda adalah tidak, karena disana tidak boleh berketurunan dan yang turun juga semua (Adam dan Hawa).
2. Apakah di Muntaha ada kehidupan nyata seperti di Bumi ( earth) ? Atau cuma berita ghoib?
3. Muntaha itu langit ke 7 atau planet ke 7 diatas orbit Bumi ? Jelasnya langit apa planet ?
  Siapa yang pernah ke sana?

Lihat yang saya bold diatas. anda rupanya ga menangkap maksud saya.

Oklah saya urut kembali....anda pertama bilang adam bukan manusia pertama. tapi hujjah anda sudah saya bantah. dan anda bertanya beberapa pertanyaan ke saya, sudah saya jawab. sebenarnya sudah hilang isykal sampai disini. dan hujjah2 anda sekarang....itu hanya penguat dugaan saja.jika dasar pendapat anda sudah roboh...kenapa harus sibuk dg dalil2 lain ?

ibaratnya gini..anda mengatakan bahwa si andi maling beserta bukti-bukti yang ada. tapi sudah saya buktikan bahwa andi bukan maling dg membatalkan bukti-bukti yang anda ajukan. saya sudah sertakan kronologi kejadian dan sebagainya. sampai disini terbukti dg anat sangat jelas bahwa andi bukan maling. Nah,,,anda bisa lanjutkan kembali bahwa andi itu maling, tentunya dg mengatakan bukti-bukti yang saya ajukan itu salah bukan ? bagaimana mungkin anda mengatakan andi tetap maling sedangkan bukti andi adalah maling sudah saya jawab  dan saya batalkan?

Rupanya kesalahan anda menganggap bahwa saya menafsiri ayat diatas karena adam mendapat berita ghaib tentang kemunculan anak anaknya. coba baca kembali tulisan saya yang ini :

Kutip
Sangat masuk akal, seandainya anda itu ngga menafsirkan dg kependekan akal anda yang terlalu dipaksakan. Apakah dg mengabarkannya allah terhadap anak-anak adam yang belum ada itu tidak shah ? apakah anda memungkiri bahwa alqur'an didalamnya terdapat berita ghaib ? ini jika saya menerima pendapat anda bahwa anak adam belum ada

lihat yang saya bold...disini saya melihat kependekan cara berpikir anda. anda menafsiri kalimat yang saya bold dg penafsiran bahwa saya mengatakan adam diberitahu oleh allah tentang kelakuan anaknya kelak.  bukan...bukan seperti ini pakde...


pertanyaan nomor dua dan tiga...ngga ada hubungannya sama sekali dg pembahasan kita. itu hanya timbul dari kesalahan berpikir anda. jadi jangan lari dulu dari  masalah pokok kita ' apakah adam manusia pertama atau bukan'. ini intinya.

Ok lah..kita ga usah mbulat mbulet pembahasannya. anda tinggal jawab pertanyaan saya yang ini :

Kutip
Kenapa pada ayat selanjutnya, yaitu ayat :  فتعالى الله عما يشركون, kata yusyrikun menggunakan kata jama' ? siapa dg kata yusyrikun yang dimaksud ?
ini pertanyaan pertama

Kutip
1) apa anda jumpai dalam bahasa arab kata ' Nafs ' yang disifati dg mudzakar ( lepas dari konteks alqur'an ). kalau ada, silahkan tunjukkan pada saya....?

2) 'Ala taqdir taslim bahwa saya meyakini adam bukan manusia pertama, Lalu siapa manusia pertama dalam alqur'an ?

3) anda mengatakan diatas bahwa manusia pertama dari al-thin. dan sudah saya buktikan 'bahkan dari ayat qur'an sendiri yang mengatakan bahwa adam diciptakan dari al-thin.. Bagaimana anda menjawab ini ?

Nah..jawab ini, diskusi berlanjt. kalau anda ga bisa jwab, berarti terbukti bahwa adam manusia pertama.


« Edit Terakhir: Juni 28, 2008, 04:05:52 am oleh fahmie ahmad »

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: QS. Al-baqoroh ayat 30
« Jawab #33 pada: Juni 28, 2008, 04:52:50 am »
cerita pada ayat diatas, dari awal hingga akhir adalah cerita tentang adam. Tidak ada isykal pada lafadznya terkecuali Firman allah pada ayat : Fa lamma atahuma shalihan ja'alaa lahuma syuraka' fima atahuma.

Maka saya jawab : pada konteks ayat tersebut terdapat terdapat hadzful mudhaf( membuang mudhaf ). Jadi taqdirnya Fima ata auladahuma. Sebagaimana surat yusuf ayat 82 : was 'alqaryata ( tanyalah penduduk desa ). asalnya 'was'al ahlalqaryati' dg membuang 'ahl'= penduduk.

tentunya anda akan mengatakan, apa faidah isim tastniah pada lafadz ja'alaa ? jawabannya karena anak anak adam terdiri dari 2 jenis, yaitu laki-laki dan perempuan. ini sudah ma'lum dalam bahasa arab

Bagaimana mungkin menunjukkan dua sedangkan anak adam dalam konteks ayat cuma 1 ? jawabannya adalah, firman allah bukanlah bentuk dialog yang beruntun. tapi terkadang juga dipotong ceritanya sampai pada cerita tertentu. sebagaimana cerita nabi musa yang tidak diceritakan dg detail saat diasuh fir'aun atau saat dalam susuan ibunya yang masuk pada kerajaan fir'aun. tapi dalam alqur'an lansung langsung menuju saat nabi musa mendapat wahyu. jadi tidak ada keanehan pada lafadz ayat.

Anda jangan dulu menanggapi ini. tapi jawab dulu pertanyaan saya setelah itu diskusi bisa dilanjutkan dg saling menanggapi penafsiran masing masing.


yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: QS. Al-baqoroh ayat 30
« Jawab #34 pada: Juli 01, 2008, 09:20:14 pm »
1) apa anda jumpai dalam bahasa arab kata ' Nafs ' yang disifati dg mudzakar ( lepas dari konteks alqur'an ). kalau ada, silahkan tunjukkan pada saya....?
kalau nafsahu apa tdk masuk ? juga nafsihi.

2) 'Ala taqdir taslim bahwa saya meyakini adam bukan manusia pertama, Lalu siapa manusia pertama dalam alqur'an ?
Dia ( haa = She = perempuan ) 4/1, 7/189, 39/6 tapi ini ada di Muntaha
dan kehidupannya kongkrit.
saat Nabi Muhammad, pasti sdh ada kabar di bumi kalau manusia pertama adalah Adam makanya dijawab dgn 3 ayat terjelas di atas.
bukan dia ( hu = he, hi = he = laki-laki )

Bagaimana dgn di Bumi / earth ?
Ya. Adam adalah manusia pertama di bumi ( bersama istrinya )

3) anda mengatakan diatas bahwa manusia pertama dari al-thin. dan sudah saya buktikan 'bahkan dari ayat qur'an sendiri yang mengatakan bahwa adam diciptakan dari al-thin.. Bagaimana anda menjawab ini ?

3/59 Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan hu ( Isa dan Adam ) dari thurab / sari pati tanah, kemudian Allah berfirman kepada hu ( Isa dan Adam ) : "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.

Manusia pertama itu dari thin jadi bukan Nabi Adam. karena Nabi Adam diciptakan dari Thurab.

jawabannya adalah, firman allah bukanlah bentuk dialog yang beruntun. tapi terkadang juga dipotong ceritanya sampai pada cerita tertentu.

7/12 Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam)  di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripada
hu (Adam): Engkau ciptakan saya dari api sedang hu (Adam) Engkau ciptakan dari thin".

Adam adalah keturunan manusia,
dan manusia itu pertamanya diciptakan dari thin,
sehingga iblis menolak sujud kepada manusia (anak thin) dan keturunan manusia dan keturunan-keturunan manusia.

3/59 Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan hu ( Isa dan Adam ) dari thurab / sari pati tanah, kemudian Allah berfirman kepada hu ( Isa dan Adam ) : "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.

Misal Isa seperti Adam. Isa ber_ibu Adam ber_ibu. Isa dari thurab Adam dari thurab. Isa dikandung ibunya Adam dikandung ibunya. Isa lahir langsung jadi nabi, mestinya Adam lahir juga langsung jadi nabi. Isa bayi trus membesar, Adam juga bayi trus membesar. Manusia sudah ramai saat Isa, dan sudah ramai saat Adam. Adam diturunkan dari Muntaha, Isa diturunkan dari Bumi.
Adam meninggal diplanet yg ditujunya, Isa juga meninggal di planet yg ditujunya. Isa nabi Adam juga nabi. Selaku nabi Isa dan Adam tugasnya juga sama, seperti shalat dan zakat. 
Adam keturunan manusia ( yang pertamanya diciptakan dari thin), Isa juga keturunan manusia.
kalau Adam itu nabi dan rasul tetapi belum ada manusia yang lain gimana dia dakwah? tidak mungkin dia dakwah pada malaikat ( sebagian jadi iblis ). Padahal yang berbeban itu cuma ada 2. jin dan manusia.

Kalau anda tdk menolak planet-planet, bisa saya beri sedikit keterangan yg pastinya berhubungan dgn ini.

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: QS. Al-baqoroh ayat 30
« Jawab #35 pada: Juli 02, 2008, 12:36:41 am »
Kutip
1) apa anda jumpai dalam bahasa arab kata ' Nafs ' yang disifati dg mudzakar ( lepas dari konteks alqur'an ). kalau ada, silahkan tunjukkan pada saya....?
kalau nafsahu apa tdk masuk ? juga nafsihi.

wah wah...ini bukan sifat pak de. tapi dhamir. masa anda membedakan sifat dan dhamir saja tidak bisa ? Nafsin wahidatin. ini contoh sifat. Adapun nafsaha/hu seperti yang anda contohkan itu adalah contoh dhamir.

saya jadi ingat dulu ada kawan saya yang berapi-api mengatakan bahwa pembagian warisan laki2 dan wanita dalam alqur'an itu tidak adil. tapi membagi warisan saja tidak bisa, bagaimana mengatakan tidak adil ?


Kutip
Dia ( haa = She = perempuan ) 4/1, 7/189, 39/6 tapi ini ada di Muntaha
dan kehidupannya kongkrit.
saat Nabi Muhammad, pasti sdh ada kabar di bumi kalau manusia pertama adalah Adam makanya dijawab dgn 3 ayat terjelas di atas.
bukan dia ( hu = he, hi = he = laki-laki )
Muntaha itu apa sih ? jadi intinya siapa manusia pertama ?

Kutip
3/59 Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan hu ( Isa dan Adam ) dari thurab / sari pati tanah, kemudian Allah berfirman kepada hu ( Isa dan Adam ) : "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.

Manusia pertama itu dari thin jadi bukan Nabi Adam. karena Nabi Adam diciptakan dari Thurab.

Pemahaman yang keliru dan sembrono. apa anda tahu asbabunnuzul ayat ini ?
Ok..untuk pengetahuan, saya akan kutipkan dari tafsir al-razi mengenai sababunnuzul ayat ini :

أجمع المفسرون على أن هذه الآية نزلت عند حضور وفد نجران على الرسول صلى الله عليه وسلم ، وكان من جملة شبههم أن قالوا : يا محمد ، لما سلمت أنه لا أب له من البشر وجب أن يكون أبوه هو الله تعالى ، فقال : إن آدم ما كان له أب ولا أم ولم يلزم أن يكون ابناً لله تعالى ، فكذا القول في عيسى عليه السلام ، هذا حاصل الكلام ، وأيضاً إذا جاز أن يخلق الله تعالى آدم من التراب فلم لا يجوز أن يخلق عيسى من دم مريم؟ بل هذا أقرب إلى العقل ، فإن تولد الحيوان من الدم الذي يجتمع في رحم الأم أقرب من تولده من التراب اليابس ، هذا تلخيص الكلام

Semua ahli tafsir sepakat bahwa ayat ini turun ketika utusan dari najran datang ke rasulullah SAW, yang termasuk dari syubhat mereka, mereka berkata : hai muhamad, kenapa engkau menerima bahwa adam tidak punya ayah, yang berkonskwensi ayahnya ( adam ) adalah allah. maka berkata nabi SAW : bahwa ketidakpunyaan adam akan ayah dan ibu tidak menunjukkan bahwa adam adalah anak allah. begitu juga 'isa 'alaihi al-salam. jika allah mampu menciptakan adam dari debu, kenapa allah tidak mampu menciptakan 'isa dari darah maryam ? bahkan ini sangat masuk akal, karena seperti hewan yang dilahirkan dari rahim ibunya lebih bisa masuk diakal dari pada dari debu.

Ayat ini sama sekali tidak menunjukan bahwa adam dan 'isa sama sama diciptakan dari debu. ini adalah pemahaman yang sangat jauh dan menyimpang, baik dari aspek bahasa arab, maupun dari asbabunnuzul ayat ini sendiri.

dari bahasa arab : Dhamir hu, semua tahu ini mufrad. kenapa anda mengatakan bahwa ini menunjukkan untuk adam dan 'isa ? kalau memang anda menilai dari sisi kebahasaan sehingga berpendapat seperi itu, dimana kaidah nahwunya ? mana kaidah nahwu yang menunjukkan jhal itu ? Masalah tasybih, mari kita lihat dari tafsir al-razi :

المسألة الأولى : { مَثَلَ عيسى عِندَ الله كَمَثَلِ ءَادَمَ } أي صفته كصفة آدم ونظيره قوله تعالى : { مَّثَلُ الجنة التى وُعِدَ المتقون } [ الرعد : 35 ] أي صفة الجنة

pada permaslahan pertama : perumpamaan adam seperti 'isa artinya sifatnya seperti sifat adam = mereka sama-sama tidak punya ayah. bukan 'isa diciptakan dari thurab. dari konteks bahasa arabpun sudah sangat jelas. sebagaimana firman allah dalam surat al-ra'd 35 = sifatnya sorga

Kutip
Misal Isa seperti Adam. Isa ber_ibu Adam ber_ibu. Isa dari thurab Adam dari thurab. Isa dikandung ibunya Adam dikandung ibunya. Isa lahir langsung jadi nabi, mestinya Adam lahir juga langsung jadi nabi. Isa bayi trus membesar, Adam juga bayi trus membesar. Manusia sudah ramai saat Isa, dan sudah ramai saat Adam. Adam diturunkan dari Muntaha, Isa diturunkan dari Bumi.
Adam meninggal diplanet yg ditujunya, Isa juga meninggal di planet yg ditujunya. Isa nabi Adam juga nabi. Selaku nabi Isa dan Adam tugasnya juga sama, seperti shalat dan zakat.
Adam keturunan manusia ( yang pertamanya diciptakan dari thin), Isa juga keturunan manusia.
kalau Adam itu nabi dan rasul tetapi belum ada manusia yang lain gimana dia dakwah? tidak mungkin dia dakwah pada malaikat ( sebagian jadi iblis ). Padahal yang berbeban itu cuma ada 2. jin dan manusia.
sekarang saya tanya anda, apakah dalam bahasa arab yang namanya tasybih harus dari semua aspek ? coba anda ingat-ingat dulu tentang tasybih... :D

saya lihat, pemahaman anda terhadap ayat hanya berdasarkan asumsi. tidak ada dalil yang mendukung. korelasi yang anda ajukan pun kacau. saya lebih cocok ini dinamakan tafsir bi al-ra'y

Kutip
Kalau anda tdk menolak planet-planet, bisa saya beri sedikit keterangan yg pastinya berhubungan dgn ini.

jangan jauh-jauh. silahkan benarkan pemahaman anda dulu tentang masalah adam, dan selaraskan kolerasi anda.

« Edit Terakhir: Juli 10, 2008, 02:54:55 am oleh fahmie ahmad »

BINGUNG !!!

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.384
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
  • 7 Agustus 2009, 06:50 pm
    • Lihat Profil
Re: QS. Al-baqoroh ayat 30
« Jawab #36 pada: Juli 04, 2008, 06:06:21 am »
jd ksimpuLan na? seru nich diskusi na, Lanjut donk :D


Zuhdi

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 91
  • Reputasi: 1
    • Lihat Profil
Re: QS. Al-baqoroh ayat 30
« Jawab #37 pada: Juli 04, 2008, 06:03:16 pm »
buat saudara yant_138

marilah berhati-hati, karena yang anda bahas ini adalah masalah I'tiqad, dan kalau sampai anda salah, anda bisa terhukum keluar dari Islam. dan bagaimana seandainya anda "maaf" meninggal dalam keadaan ber i'tiqad seperti ini,,,Allah,,,Allah,,,.kami khawatir, namun tentu berbeda kalau anda bukan seorang yang muslim..

Kalau bisa marilah kita perdalam dulu bahasa 'Arab dengan baik kalau perlu sampai khatam, tidak hanya sampai pada taraf lafdz nya saja. Dan kalaupun anda mau berdiskusi masalah ini, coba usahakan terima hujjah-hujjah yang memang didirikan atas dalil yang kokoh, bukan dengan ra'yi

Wallahu a'lam

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: QS. Al-baqoroh ayat 30
« Jawab #38 pada: Juli 05, 2008, 12:35:09 am »
Betul kata mas zuhdi...

saya melihat mas yant_138 lebih memprioritaskan nash alqur'an dan mengenyampingkan hadis nabi. padahal hadis nabi yang membahas masalah itu sangat banyak. dalam tafsir...alqur'an dan hadis itu bersinergi. Kana alqur'an mubayyinan lil ahadis al-nabawiyah wa al-ahadis al-nabawiyah mubayyinatan lilqur'an.

jadi harus hati-hati. tapi ngga papa, kalau hanya untuk sekedar pengalaman.

zahrazahira

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 4
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: QS. Al-baqoroh ayat 30
« Jawab #39 pada: Juli 05, 2008, 10:24:23 am »
diskusi yang sangat seru...sangat2 seru.....tetapi saya mencium aroma yg tidak sedap yaitu aroma masakan "mencari kemenangan bukan mencari kebenaran".
Untuk Pak Fahmie Ahmad terimakasih atas penjelasan2 yang sangat detil....
Untuk Pak/Bu Yant138 mohon diskusinya jangan melebar kemana mana, mohon lebih berhati hati dalam mentafsirkan berdasarkan asumsi2 kita sendiri tetapi dicari dulu tafsiran2 ulama2 sebelumnya secara detil dari berbagai sumber.
Sehingga pada saat memberikan argumentasi bisa disertakan keterangan pendukung yang menguatkan.
mohon maaf saudara-i ku bila salah2 kata.....

Cinta_Damai

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 17
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: QS. Al-baqoroh ayat 30
« Jawab #40 pada: Juli 05, 2008, 01:36:52 pm »
Waduhhhhhh..aku bingung bacanya  :102: :102: :102: :102:

pembahasan ini udah terlalu jauh buat aku :( :(

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: QS. Al-baqoroh ayat 30
« Jawab #41 pada: Juli 07, 2008, 12:20:25 am »
maaf mba cinta damai..ga bermaksud membuat bingung, tapi karena keterangan tentang adam mengharuskan detail.  saya sudah berusaha dg kata-kata yang mudah dipaham.

Gmn mas yant_138, apa masih mau dilanjut diskusinya ? kalau memang sudah selesai, saya harap ada kata sepakat diantara kita. saya ingin permasalah ini menjadi jelas.

kalau memang mas yant_138 tidak melanjutkan diskusi, thread ini akan saya lock dan saya simpulkan berdasarkan hasil diksusi ini. karena kalau tidak disimpulkan, hasilnya terkesan ngambang.

saya akn tunggu mas yant_138 beberapa hari.

yant_138

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 195
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: QS. Al-baqoroh ayat 30
« Jawab #42 pada: Juli 07, 2008, 11:21:17 pm »
jangan bingung mbak dan mas, kalau bingung juga ada obatnya dalam Al Qur'an.

dan kalau meninggal dalam kondisi apa saja, toh saya masih muslim, terimakasih atas kekhawatirannya.

kemarin saya tanya ke teman, jawab dia " kalaupun nafs tanpa tambahan apa apa itu tidak termasuk mudzakar tapi masuk muanas, karena ada sifat panas pada nafs tsb". mungkin jawaban ini kurang memuaskan anda.

terus saya tanya ke lain orang dengan sistem urut berbeda,
tanya: bagaimana cara membedakan laki-laki dan perempuan , misal hu ?
jawab: menunjukkan..nya laki-laki
tanya: kalau hi
jawab: nya laki-laki
tanya: kalau ha
jawab: harus ada tambahan alif
tanya: berarti haa
jawab: nya perempuan tapi untuk jamak campur juga haa
tanya: kalau minhu
jawab: darinya laki-laki
tanya: kalau minhaa
jawab: darinya perempuan.

tanya: kalau mukminin dan mukminat apakah yg ta bisa menunjukkan perempuan, seperti ta marbuto. ( sebenarnya arahan saya 33/58, 33/73 )
jawab: ya

ketika akan saya tunjukan ayat Al Qur'annya, bersamaan ada keperluan lain.

mukminin jadi mukminat pakai ta untuk perempuan.
munafikin jadi munafikat pakai ta untuk perempuan.
musryikin jadi musryikat pakai ta untuk perempuan.
wahidati juga pakai ta mestinya juga untuk perempuan 6/98, 4/1, 7/189, 39/6.

istilah NAFS yang berarti DIRI, walaupun wujudnya terdiri dari lelaki ataupun perempuan, tetapi dia tergolong pada feminine gender, terdapat pada banyak ayat dalam Al Qur'an.

ketika nafs ketemu laki-laki bisa jadi nafsahu, nafsihi............minhu...
ketika nafs ketemu perempuan jadi ...................................minhaa...

Muntaha itu apa sih ? jadi intinya siapa manusia pertama ?
muntaha dari intaha artinya yang terakhir.
terakhir maksudnya planet terakhir dari solar sistem matahari, atau planet yang ke sepuluh. juga terakhir dalam capaian tingkat ilmu manusia di lingkungan itu. Muntaha ada di atas bumi yang ketujuh. Planet Muntaha sangat lebih besar dari Bumi. Mungkin anda menyebutnya langit yang ketujuh. Disana asal Adam, dan disana ada binatang ( dalam tafsir, yg namanya diajarkan pada  Adam ) ada kehidupan kongkrit dan simpang siur seperti bumi.
Mungkin pula ini beda kita, saya menyatakan kongkrit mungkin anda lain...
 
jadi intinya siapa manusia pertama ?
kembali dulu ke
7/189 diciptakan diri satu perempuan dan diciptakan suaminya. (cuma 2 orang)
         dicampuri,istrinya hamil.
7/190 ( 2 orang ) diberi seorang anak yang sempurna  ( 2+1 orang = 3 orang)
         2 orang menyekutukan Allah dgn anak.
ayatnyakan jelas ke dua orang tuanya menserikatkan Allah dgn anak. dan di ayat tersebut belum ada orang ke 4 (anak-anak adam ) apalagi kaum musyrikin.

ayat di atas berurutan. pada ayat tsb siapakah yang menyekutukan Allah?
pilihan a ( adam)
kedua orang tuanya adalah adam dan hawa.
pilihan b ( bukan adam )
kedua orang tuanya adalah perempuan dan suaminya, tanpa nama.
pilihan c
tidak orang tuanya tapi anaknya yang baru seorang.

karena saya pakai terjemah depag, disitu ada kata seorang, sebenarnya tidak ada kata seorang.
jawabannya jelas b. kedua orang tuanya ( perempuan dan suaminya )
berita tersebut bukan berita ghoib kepada Adam. kalapun diberitakan kepada Adam itu bukan tentang diri Adam.
Tapi berita yang sudah terjadi dulunya dan berlanjut, diberitakan pada Nabi Muhammad.

Jadi manusia pertama perempuan,  parthenogenese ( dapat suami ) punya anak lagi, malah menyekutukan Allah. Apa terakhir dia tobat? tidak tahu.
Siapa namanya? tidak tahu, Al Qur'an tidak menyebut nama.
Biasanya untuk urusan jelek termasuk menyekutukan disebut tanpa nama.
sampai firaun, tidak diperjelas nama aslinya. ternyata firaun adalah gelar raja raja mesir.

tetapi saya tetap mohon maaf kalau uraian saya membingungkan para pembaca. karena saya tahu ilmu yang sudah dimiliki pembaca kebanyakan adalah manusia pertama Adam, dan itu sepertinya harga mati. maka ketika membaca ini sikap pertama yang tampil adalah melindungi diri dan itu adalah wajar. memang uraian ini akan sangat panjang dan lebar sehingga akan lama.
kalau batasannya sangat sempit juga susah. sesusah dan selama menerangkan manusia mahluk yang paling sempurna. Apa matanya sesempurna mata elang?
hidungnya spt..., kupingnya, kok tdk bersayap, larinya, dll?

sekali lagi maaf, kalau sudah seperti harga mati, nanti ayat yg menerangkan ilmu ALLAH tidak akan habis ditulis tdk berlaku lagi.
mestinya dari sini nanti dapat membantah teori ilmu Darwin dan Iqbal tentang teori full evolusi. ( berhubungan dengan badai nabi Nuh ) piramida di mesir dan peru dll.

maaf-maaf kalau banyak kekurangannya.






fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: QS. Al-baqoroh ayat 30
« Jawab #43 pada: Juli 08, 2008, 01:44:37 am »
jangan bingung mbak dan mas, kalau bingung juga ada obatnya dalam Al Qur'an.

dan kalau meninggal dalam kondisi apa saja, toh saya masih muslim, terimakasih atas kekhawatirannya.

kemarin saya tanya ke teman, jawab dia " kalaupun nafs tanpa tambahan apa apa itu tidak termasuk mudzakar tapi masuk muanas, karena ada sifat panas pada nafs tsb". mungkin jawaban ini kurang memuaskan anda.



kalau teman anda itu imam sibawaih si ahli nahwu atau Al-kisai boleh dipercaya keterangannya. Yang jelas, keterangan itu bisa saya pastikan ngawur. ingat lho..saya pastikan, bukan mungkin saja.

Nafs...sudah saya katakan berulang-ulang, lafadz mudzakar, tapi ma'na muanast. ma'na muannas bukan berarti apa yang ada didalam nafs itu pasti muanntas. sudah saya kutipkan dari kitab nahwu  keterangan mengenai hal itu. lafadz nafs ini sama halnya dg lafadz syams, lafadz mudzakar, tapi ma'na muannast.

sifat panas ? ga ada hubungannya sama sekali. ingat lho...sama sekali. sifat panas apa maksudnya ? ah ah ah...keterangan anda itu kemana mana dan ga nyambung.

Contoh...Ya ayyatuhannafsulmuthmainnah. irji'i ila rabbika radhiyatan mardhiyyah. Fadkhulii fi 'ibadii. Wadkhulii jannatii.

Kalau nafs itu mudzakar : maka ya ayyuha.

kalau nafs itu mudzakar : maka iriji'. bukan irji'i

kalau nafs itu mudzakar " radhiyan dan mardhiyy. bukan radhiyatan dan mardhiyatan

kalau nafs itu mudzakar bukan fadkhulii. tapi fadkhul

Nah kaitannya dg pertanyaan saya, apa anda jumpai kata nafs yang disifati dg mudzakar ? jawab ini ya.

berarti kalau ada tambahannya bisa masuk mudzakar ? silahkan beri contoh. ( ohya, dalam menjawab ini, langsung aja beri contoh. jangan kemana mana ngomongnya )

terus saya tanya ke lain orang dengan sistem urut berbeda,
tanya: bagaimana cara membedakan laki-laki dan perempuan , misal hu ?
jawab: menunjukkan..nya laki-laki
tanya: kalau hi
jawab: nya laki-laki
tanya: kalau ha
jawab: harus ada tambahan alif
tanya: berarti haa
jawab: nya perempuan tapi untuk jamak campur juga haa
tanya: kalau minhu
jawab: darinya laki-laki
tanya: kalau minhaa
jawab: darinya perempuan.


ah ah ah..ini kaidah dasar mas. dasar sar, untuk yang baru pertama kali mempelari nahwu, tahunya seperti itu. padahal masih banyak yang lain dan mustasnayaat. jadi jangan langsung menyimpulkan dulu.

istilah NAFS yang berarti DIRI, walaupun wujudnya terdiri dari lelaki ataupun perempuan, tetapi dia tergolong pada feminine gender, terdapat pada banyak ayat dalam Al Qur'an.

ketika nafs ketemu laki-laki bisa jadi nafsahu, nafsihi............minhu...
ketika nafs ketemu perempuan jadi ...................................minhaa...

yang dimaksud feminim gender adalah muanntas haqiqi dan kebanyakan dibedakan dg ta'. kalau muantas majazi kebanyakan tidak dibedakan dg ta'.

anda udah tahu belum muanntas ada 2, haqiqi ma majazi ? kalau haqiqi yang seperti yang sudah anda sebutkan diatas. kalau majazi, seperti kata nafs, yad. ini muanntas, tapi lafadz  mudzakar. lafadz seperti ini ada ratusan dalam bahasa arab. ( masa saya harus mengulang 10x sih)

Muntaha itu apa sih ? jadi intinya siapa manusia pertama ?
muntaha dari intaha artinya yang terakhir.
terakhir maksudnya planet terakhir dari solar sistem matahari, atau planet yang ke sepuluh. juga terakhir dalam capaian tingkat ilmu manusia di lingkungan itu. Muntaha ada di atas bumi yang ketujuh. Planet Muntaha sangat lebih besar dari Bumi. Mungkin anda menyebutnya langit yang ketujuh. Disana asal Adam, dan disana ada binatang ( dalam tafsir, yg namanya diajarkan pada  Adam ) ada kehidupan kongkrit dan simpang siur seperti bumi.
Mungkin pula ini beda kita, saya menyatakan kongkrit mungkin anda lain...


Baik..ini PR bagi kita setelah pembahasan ini selesai. saya ga ingin bahas ini dulu, karena nanti pembahasan utama kita jadi kabur. setelah ini selesai, kita bahas masalah muntaha.

jadi intinya siapa manusia pertama ?
kembali dulu ke
7/189 diciptakan diri satu perempuan dan diciptakan suaminya. (cuma 2 orang)
         dicampuri,istrinya hamil.
7/190 ( 2 orang ) diberi seorang anak yang sempurna  ( 2+1 orang = 3 orang)
         2 orang menyekutukan Allah dgn anak.
ayatnyakan jelas ke dua orang tuanya menserikatkan Allah dgn anak. dan di ayat tersebut belum ada orang ke 4 (anak-anak adam ) apalagi kaum musyrikin.

ayat di atas berurutan. pada ayat tsb siapakah yang menyekutukan Allah?
pilihan a ( adam)
kedua orang tuanya adalah adam dan hawa.
pilihan b ( bukan adam )
kedua orang tuanya adalah perempuan dan suaminya, tanpa nama.
pilihan c
tidak orang tuanya tapi anaknya yang baru seorang.

karena saya pakai terjemah depag, disitu ada kata seorang, sebenarnya tidak ada kata seorang.
jawabannya jelas b. kedua orang tuanya ( perempuan dan suaminya )
berita tersebut bukan berita ghoib kepada Adam. kalapun diberitakan kepada Adam itu bukan tentang diri Adam.
Tapi berita yang sudah terjadi dulunya dan berlanjut, diberitakan pada Nabi Muhammad.


hehehe..mas...ini bukannya sudah saya jawab diatas ? berarti anda tidak membaca keterangan saya. atau anda bingung ?

Gini aja..kalau anda bingung baca keterangan saya, ya jangan cepat cepat. ini sudah masuk daqaiquttafsir ( pembahasan tafsir yang lumayan dalam ). ya tentu saja anda bingung, karena bekal anda cuma dari qur'an terjemahan.

tetapi saya tetap mohon maaf kalau uraian saya membingungkan para pembaca. karena saya tahu ilmu yang sudah dimiliki pembaca kebanyakan adalah manusia pertama Adam, dan itu sepertinya harga mati. maka ketika membaca ini sikap pertama yang tampil adalah melindungi diri dan itu adalah wajar. memang uraian ini akan sangat panjang dan lebar sehingga akan lama.
kalau batasannya sangat sempit juga susah. sesusah dan selama menerangkan manusia mahluk yang paling sempurna. Apa matanya sesempurna mata elang?
hidungnya spt..., kupingnya, kok tdk bersayap, larinya, dll?


bingung bukan karena yang pertama dipahami bahwa manusia pertama adalah adam. tapi karena bingung dg keterangan anda yang mbulet dan ga nyambung. bener deh ngga nyambung...coba anda tanya teman anda yang bisa bahasa arab, dan suruh baca diskusi ini. silahkan dengar komentarnya.

Dan anda, cuma baru baca terjemahan jangan berani dulu menyimpulkan. anda memahami alqur'an itu dg pra konsepsi. mengkonsep bahwa manusia pertama bukan adam lalu anda korelasikan ayat yang sebenarnya ga ada hubungannya untuk mendukung pendapat anda.

sekali lagi maaf, kalau sudah seperti harga mati, nanti ayat yg menerangkan ilmu ALLAH tidak akan habis ditulis tdk berlaku lagi.
mestinya dari sini nanti dapat membantah teori ilmu Darwin dan Iqbal tentang teori full evolusi. ( berhubungan dengan badai nabi Nuh ) piramida di mesir dan peru dll.


ini nanti dulu lah. sekarang gini...kita fokuskan dulu diskusi kita. jangan masuki dulu pikiran anda dg teori macem-macem. kalau mau bahas ini, nanti aja.

NB : saya bisa membaca bahwa anda itu sebenarnya belum cukup ilmu untuk membahas ini. jujur aja mas..tulisan anda sama sekali ga ada dasarnya. ini pertama

yang kedua, tulisan anda sama sekali ga membantah dan ga nyambung dg tulisan saya. dan berarti anda memang ga paham dg apa yang saya tulis. tentang bahasa arab, juga tentang korelasi ayat serta perkataan para mufassir. ketika saya berbica kaidah nahwu tingkat SMP, anda malah berbicara kaidah nahwu tingkat SD.

Sebenarnya anda itu diskusi disini dg konsep yang sudah terbangun tentang adam dan menguatkan apa yang ada dalam pikiran anda walaupun itu ga berdasar sekalipun. bukan menerima apa yang saya katakan, bukan menerima hujjah saya ketika anda sudah tidak bisa menjawab lagi, tapi akan berusaha dan giat mencari dalil lain yang mendukung pendapat anda. iya..kalau dalilnya bagus dan nyambung, dalil anda juga itu itu juga. 

saya harap ada kata sepakat diantara kita. setuju ? kalau anda sudah mentok, bilang sudah mentok. jangan dipaksakan lagi dg mencari dalil lain. silahkan kalau dalilnya nyambung dan berbobot, tapi kenyataannya keterangan anda muter.


« Edit Terakhir: Juli 10, 2008, 02:57:26 am oleh fahmie ahmad »

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: QS. Al-baqoroh ayat 30
« Jawab #44 pada: Juli 08, 2008, 03:17:21 am »
begini saja mas..saya coba kerucutkan masalah lagi...

permasalahan pertama :

anda menulis :

Kutip
Pada 4/1 dan 7/189 ada kontek penciptaan (pertama). Disitu juga ada kata nafsi = sendiri,
Wahidati dengan tak marbuto kalau tidak salah = pertama perempuan, diteruskan minhaa ( ha = dia perempuan ) dan zaujahaa = pasangan dia perempuan. Sayangnya terjemah depag mengartikan zaujahaa dengan istrinya. Dengan ini saya mengusulkan perubahan.
lalu saya jawab :

Kutip
Nafsi Wahidah : jiwa/badan yang satu. Lafadz Nafs itu memang muannats. sehingga di sifati dg muannats pula yaitu : Wahidah. kalau begini saja salah, bagaimana depag mau menerima usul anda ?

jadi sifat wahidah menjadi sifat lafadz, bukan sifat ma'na. sampai sini anda tidak menjawab.


kemudian anda menulis :

Kutip
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; ini mestinya suaminya, dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.  4/1

Dialah Yang menciptakan kamu, sendiri pertama perempuan dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. .........  7/189  Setahu saya zaujahu = istrinya

kemudian saya jawab :

Kutip
bagaimana mungkin lafadz istrinya diganti suaminya ? ya sudah barang tentu dhamirnya memakai ha karena sebagaimana saya katakan diatas, nafs itu memang lafadz muannats walaupun dzahir mudzakar. sebagaimana lafadz syamsy ( matahari )

Saya kutipkan satu perkataan imam zamakhsary dalam al-kasyyaf :
{ خَلَقَكُمْ مّن نَّفْسٍ واحدة } فرعكم من أصل واحد وهو نفس آدم أبيكم

asal muasal kalian adalah satu, yaitu adam ayah kalian

Nafs itu maksudnya adam. dan dari adam diciptakan hawa ( khalaqa minha>>>dhamir kembali pada nafs ( yaitu diri adam )..Zaujaha>>>> ini maksudnya Hawa'. jadi Hawa diciptakan dari diri adam. khalaqa minha zaujaha : diciptakan hawa ( zauj ) dari dirinya ( nafs adam : diri adam ). silahkan rujuk tafsir al-razi.
ini adalah adalah ayat yang mendasari asumsi anda. sebetulnya jawaban saya sudah cukup jelas jika anda bacanya tidak pake speed. :D

biar pembaca yang bingung dapat mengikuti diskusi ini saya akan coba jelaskan :

Dalam bahasa arab, ada istilah sifat dan mausuf.

contoh : rajulun karimun ( laki-laki mulya ). rajulun adalah lafadz mudzakar ( lafadz mudzakar adalah lafadz yang tidak ada perabot tasniah. seperti ta marbuthah dll ), dan disifati dg mudzakar ( karimun ). sifatnya mudzakar karena mausuf ( yang disifat = rajul ) juga mudzakar.

tapi ada juga yang lafadz mudzakar, disifati dg muannast. seperti lafadz syamsy ( matahari ). lafadz syamsy, dzahirnya mudzakar, tapi disifati dg muannast. dalam ilmu nahwu, namanya muannast majazi. yaitu lafadz, yang pada dzahirnya mudzakar, tapi disifati dg muannast. dan yang perlu menjadi catatan penting, muanntast majazi adalah sama'i ( dari sananya sudah seperti itu ), serta tidak melihat isi dari lafadz itu mudzakar atau muannast.

begitu juga nafs. nafs adalah muannast majazi. jadi mau apapun isinya nafs ( entah itu laki2 atau perempuan ), pasti sifatnya muannast. itu pasti.

nah..karena nafs disifati dg wahidah ( lihat surat al-nisa ayat 1 ), mas yanto menyangka, isinya nafs juga muannast atau perempuan. padahal sudah saya jawab bahwa nafs itu muannast majazi. yaitu lafadz yang pada dzahirnya mudzakar, tapi disifati dg muannast.

karena mas yanto mengira bahwa dg disifatinya Nafs dg muannast, maka isinya juga muannast ( perempuan ), maka saya tanya, tolong sebutkan lafadz nafs yang disifati dg mudzakar ????

artinya begini, jika memang nafs disifati dg muannast menunjukkan bahwa isinya juga muannast ( perempuan ), maka kalau disifati dg mudzakar isinya tentu mudzakar khan ? ( ini jika saya ikuti asumsi mas yanto ). maka seperti pertanyaan saya berkali kali pada mas yanto, coba contohkan lafadz nafs yang disifati mudzakar ? kalau tidak ada, berarti asumsi mas yant salah.

tapi malah mas yanto mencontohkan dg nafsaha/hu. ini sudah beda lagi. nafsaha/hu ini contoh dhamir, bukan contoh sifat. yang saya tanyakan seperti nafsin wahidatin, apakah ada lafadz nafs disifati seperti ini : nafsi wahidin ( tanpa ta marbuthah ) ??? kalau ada, silahkan tunjukkan pada saya. dari qur'an/hadis/syi'r bahasa arab.

Jadi mau bagaimanapun juga, lafadz nafs itu tetap muannast. walaupun isinya mudzakar.

Oleh karena itu komplain mas yant mengatakan bahwa nafs itu isinya perempuan, karena disifati dg muannast. ya tentu ini tidak berdasar bin ngawur. karena untuk mengetahui apa isinya nafs, tidak melihat sifatnya. karena mau diapain juga lafadz nafs tetap muannast.

Sekarang kita pelan-pelan dulu mas yant. kita bahas satu-persatu ini aja dulu. nah, karena disini semua ingin mencari kebenaran, bukan berdebat, jadi kita bahas satu persatu. kalau sampean ga bisa, bilang aja ga bisa. jangan dibiarin/ga dijawab.


« Edit Terakhir: Juli 08, 2008, 05:11:14 am oleh fahmie ahmad »