Penulis Topik: Filosofi Cinta Kopitozie  (Dibaca 1960 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Yoga Regawa Indra

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 8
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Stop Dreaming Start Action
Filosofi Cinta Kopitozie
« pada: April 26, 2007, 08:23:14 pm »
Malam itu ....
Kamu pilih Rose atau Asparagus ?
Ternyata dia memilih asparagus !?

Bertani asparagus adalah pekerjaan penuh cinta
Perlu dua tahun untuk tumbuh sebelum dapat dipanen, namun ...
Petani yang sabar akan mendapat imbalannya, jika dirawat dengan baik
Tanaman ini akan menyediakan batang Asparagus yang lezat
Selama berpuluh-puluh tahun.

Di antaran 20 ribu-an spesies bunga anggrek, hanya ada satu yang memanjakan mata
perasa pada lidah kita. Dari kumpulan bunga cantik yang dinamakan anggrek dagang
terdapat salah satu aroma istimewa di dunia : vanila ....
Polong vanila sesungguhnya buah yang bunganya harus diserbuki agar buah itu terbentuk
Hal ini bukan perkara mudah karena kumpulan bunga anggrek vanila, salah satu ...
Ciptaan alam yang berusia paling pendek di dunia, hanya mekar sekali dalam setahun.

Ratusan spesies bunga yang cantik-cantik
di blog indosiar ini .... tapi ada salah satu yang aromanya istimewa
vanila yang memanjakan mata perasa ... dimensi hati ini
Agak sulit untuk mengingat ... apalagi mengeja namanya
Sesulit membayangkan raga dan rupanya.

Kalo ada yang bertanya
Aq suka apanya ? matanya, hidungnya, bibirnya, tulisannya ???
semuanya kujawab TIDAK ... tahu !??
Hati itu mempunyai akal tersendiri yang sering tidak dapat diterima oleh akal.
Yang ingin aq tahu ...
Kapan bunganya harus diserbuki agar buahnya terbentuk ????
Mudah-mudahan vanila yang ini mekar setiap hari sepanjang tahun ...

Ingin rasanya bertanya pada Plato atau Frank D. Cox ...
Apakah ini eros, agape, atau philos ???
Falling atau sekedar flirt ?
Kubuka Al Ghazali, Muhammad iqbal dan Khalil Gibran ..
Masih belum kutemukan jawaban ...???
Kepenasaranku bertambah kusisir di lembaran Om Freud, Mang Naisbitt, Akang Covey
Sampai Neng Ayu utami, Mbak Dewi Lestari & Ikhwan Abu Al Ghifari
Nihil ... Dengan sisa-sisa asa yang kupunya
Kutelusuri undak-usuk Bahasa Sunda.

Yeah ... Alhamdulillah aq temukan satu kata yang tepat mewakili perasaanku saat ini !
''Tagiwur'' yang padanan katanya belum aq temukan
di Bahasa Indonesia, Inggris, ataupun Arab.


Tapi Aq mencoba definisikan perasaan tagiwur ini memakai bahasa tozie
Mix antara rasa Cinta yang Illahi dengan Nafsu yang Insani.
Jika tiga sendok teh gula dicampur air mendidih rasanya hambar,
begitu juga satu sendok kopi saja yang diseduh akan terasa pahit,
akan tetapi integrasi dari dua benda diatas terasa nikmatnya
jika diseduh air panas ditemani Opak Bungbulang, Rengginang Singajaya,
Ladu Malangbong, Cemprus Banjarwangi, Cau Cilawu, Picung Tarogong, ataupun dodol Garut.
akan tercipta pengembaraan rasa maha dahsyat lagi jika kita sembari menjepit 234.
Untuk kolaborasi yang harum, menyegarkan, dan nikmat tapi kadang menyesakkan:
pahit, tapi sekaligus mengandung unsur manis,
saya sudah memaksakan untuk mewakili namanya hanya dengan satu kata ’’Kopitozie’’.

Mudah-mudahan ....
Perbedaan yang bisa menciptakan persamaan dan keseteraan ...
Tidak terjadinya perjumpaan yang menimbulkan kerinduan dan kasih sayang ...
Kesenjangan tapi melahirkan kasih sayang dan saling pengertian ...
Tercipta hanya dengan segelas Kopitozie !


http://kopitozie.co.nr