Penulis Topik: chatting yuk...  (Dibaca 14254 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

.::senyum chandra::.

  • from djogdja with love...
  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.610
  • Reputasi: 11
  • Jenis kelamin: Wanita
  • wong djogdja ^^
    • Lihat Profil
chatting yuk...
« pada: Agustus 08, 2006, 09:26:05 am »
Kini, kegiatan chatting di kalangan remaja semakin meluas, baik chatting sesama jenis maupun dengan lawan jenis. Bukan mustahil chatting dijadikan sebagai pengganti kegiatan berkhalwat (berdua-duaan) dengan lawan jenis. Sedangkan berkhalwat dengan lawan jenis yang bukan muhrim termasuk dilarang oleh Islam.

Nabi mengingatkan bahwa jika remaja beda jenis berduaan, maka setanlah yang ketiga. Artinya setan akan menggoda mereka melakukan perbuatan yang lebih terlarang lagi, misalnya hubungan seks. Maka timbul pertanyaan, bagaimana hukum chatting yang dilakukan oleh remaja, khususnya yang masih dalam pendidikan?

Sebagian penulis mengatakan bahwa chatting dengan lawan jenis bias merupakan khalwat virtual. Di antaranya 'fatwa' Pusat Konsultasi Syari'at, yang diketuai Dr Salim Jufri, yang juga ketua Dewan Syari'at PKS Pusat. Memang chatting sebenarnya hanya alat, media atau sarana, yang bias dimanfaatkan untuk tujuan positif, tapi juga sebaliknya bisa digunakan untuk tujuan negatif oleh siapa saja termasuk kaum remaja. Jadi menvonis hokum chatting haram, jelas tidak beralasan. Sebaliknya menfatwakan chatting halal mutlak, juga tidak bisa. Sebab semuanya tergantung niat dan cara melakukan kegiatan chatting itu.

Sebagian remaja menggunakan chatting untuk curhat, mencari pacar, bahkan tak tertutup kemurrgkinan mengungkapkan kata-kata vulgar, porno dan apa saja yang merupakan dosa.

Tentang hal ini, di dalam Sahih al-Bukhari, Abu Hurairah memberitakan bahwa Nabi saw bersabda: "Allah telah mencatat bahwa anak Adam cenderung terhadap perbuatan zina. Keinginan tersebut sulit dielakkan, di mana dia akan melakukan zina mata dalam bentuk pandangan, zina mulut dalam bentuk pertuturan, zina perasaan berupa berkeinginan mendapatkannya..."

Dari hadis ini dapat diketahui bahwa manusia bisa berzina dengan atau melalui perasaannya, baik dengan cara berkhayal seorang diri maupun lewat kegiatan chatting. Dan kaum remaja dalam hal ini tidak dikecualikan.

Tentang dapatkah chatting disamakan dengan khalwat virtual, harus diingat kembali bahwa hakikat khalwat adalah tidak adanya kehadiran orang lain kecuali hanya dua insan berlainan jenis kelamin. Dengan ketiadaan pihak lain itu, maka kedua belah pihak dapat melakukan apa saja yang mereka inginkan, termasuk berdialog langsung / interaktif.

Dalam chatting, dialog interaktif ini bisa terjadi, walaupun hanya melalui tulisan. Dan walaupun _kedua belah pihak tidak bisa langsung saling menyentuh, memegang, merabaatau berhubungan seksual, kata-kata yang mengalir antara mereka berdua (baik positif maupun yang sangat riskan karena sangat pribadi dan sangat erotis) bisa saja tanpa batas (tak terkontrol), karena tak seorang pun hadir dalam percakapan virtual itu. Dalam chatting tersebut, kedua belah pihak bisa saja berzina, tepatnya zina perasaan. Dikatakan zina perasaan, karena mata, telinga dan anggota tubuh mereka yang lain tak dapat difungsikan dalam percakapan virtual itu. Statusnya hampir sama dengan telepon erotik, di mana pasangan yang sedang berkomunikasi dapat mengucapkan apa saja yang diinginkan nafsu mereka, termasuk rintihan-rintihan erotik dari pihak wanita, yang pada gilirannya memotivasi pihak lelaki untuk berzina, baik zina dalam arti yang sesungguhnya (dengan mitra) mau pun zina tanpa mitra.

Dalam kegiatan chatting, secara fisik memang tidak terjadi khalwat, karena yang terjadi hanyalah -mungkin - sebuah 'cyber khalwat'. Namun esensi sebuah khalwat adalah 'rasa bebas dan aman' untuk berekspresi (mengungkapkan perasaan yang paling mendalam dan paling privacy sekalipun dengan lawan khalwatnya, di mana subtansi pembicaraan tidak diketahui orang lain. Tetapi bukan berarti melakukan chatting dengan lawan jenis haram mutlak. Sebab chatting ada juga yang berbentuk massal, yang berarti ada orang lain yang bisa ikut memonitornya. Namun pembicaraan melalui chatting itu bisa dijadikan sebagai media untuk 'berduaan' yang pada hakikatnya sama dengan berduaan secara fisik, walaupun tanpa resiko bias saling meraba. Jadi ada kondisi di mana khalwat bisa terjadi secara verbal dan virtual.

Dalam konteks ini Allah berfirman: "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya (termasuk nafsu berzina melalui kegiatan chatting), maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)." (QS an-Nazi'at: 40-41).

Di sinilah dirasakan perlunya dakwah atau bimbingan, terutama kepada kaum remaja dan kawula muda. Mereka harus diajak hidup menurut tuntunan Islam, antara lain menjauhi zina, apa pun bentuknya, temasuk zina melalui kegiatan chatting. Bimbingan itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan keimanannya, karena sebuah hadis dari Nabi mengatakan : "Seseorang tidak akan berzina kalau imannya masih ada" (HR Bukhari dari Abu Hurairah).

Mengingat berbagai Lembaga Fatwa telah menfatwakan bahwa kegiatan chatting dengan lawan jenis bisa merupakan khalwat juga, alangkah baiknya kalau remaja muslim hanya melakukan chatting dengan kawan jenis saja

Agustin

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 904
  • Reputasi: 6
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ::>>Semaikan Benih Keimanan yuk!!<<::
    • Lihat Profil
Re: chatting yuk...
« Jawab #1 pada: Agustus 08, 2006, 09:42:49 am »
tulisan mbak Chandra asli ya? ato mengutip dari yang lain.. whateverlah.. yang penting isinya..
Hmmm.. kalo menurut keyakinan saya.. selama kita bisa menjaga potensi kita ( akal , qolbu dan Jasad ) dari hal-hal yang mendekati zina.. chating its no problem.. dan segala sesuatu bermula dari niat.. yang terpenting juga adalah bagaimana menjaga niat kita agar senantiasa lurus selama chating karena berharap RidhoNya.
smua bergantung juga pada usaha kita agar lebih bijak dalam menentukan dan meluruskan niat...sekali lagi.. kebijakan kita.. bijak menurut Allah dan Rasul.. bukan menurut manusia pada umumnya..
he..he.. ini pendapat sya.. ga tau yang lain :)

arta_amp

  • Pengunjung
Re: chatting yuk...
« Jawab #2 pada: Agustus 08, 2006, 06:24:52 pm »
kenapa serba salah ya......
tp apabila kita chat secara bersama2 boleh kan.....?

skinoftears

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 122
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Assalamu'alaykum...
    • Lihat Profil
Re: chatting yuk...
« Jawab #3 pada: Agustus 08, 2006, 08:04:09 pm »
bagusnya mah bikin konferens aja, lebih rame..dan anggotanya dapat kita invite sesuai keinginan kita

psycho_avatar

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 720
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Psycho Avatar
Re: chatting yuk...
« Jawab #4 pada: Agustus 09, 2006, 07:09:17 pm »
bagusnya mah bikin konferens aja, lebih rame..dan anggotanya dapat kita invite sesuai keinginan kita
tapi juga bikin pusing....sahut2an nggak jelas.... :-/

mawarhati

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 224
  • Reputasi: -16
  • Jenis kelamin: Pria
  • Mawar yang tumbuh di taman hati
    • Lihat Profil
Re: chatting yuk...
« Jawab #5 pada: Desember 28, 2006, 01:25:08 pm »
 :-O