Penulis Topik: Jika Belanja di Supermarket  (Dibaca 13965 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

khaira asyifa

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 951
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Wanita
  • bismillahi tawakkaltu 'alallah
    • Lihat Profil
    • http://www.chefsari.blogspot.com
Re: Jika Belanja di Supermarket
« Jawab #30 pada: Februari 19, 2008, 07:53:37 am »
Pasar ga bs d tentukan letak nya oleh regulator.

pasar hny akan terjadi dgn alami...sesuai kebthn masyarakat....

Mr.jastrexs

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.094
  • Reputasi: 3
  • Jenis kelamin: Pria
  • "D@L@M UJI COB@"
    • Lihat Profil
    • Gombong-online
Re: Jika Belanja di Supermarket
« Jawab #31 pada: Mei 26, 2008, 05:16:12 pm »
belaja di supermarket sapa takutt???

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: Jika Belanja di Supermarket
« Jawab #32 pada: Mei 29, 2008, 10:36:21 pm »
Pasar ga bs d tentukan letak nya oleh regulator.

pasar hny akan terjadi dgn alami...sesuai kebthn masyarakat....
tapi kebanyakan pasar dibentuk lho, ngga harus sesuai kebutuhan masyarakat sendiri. contohnya perusahaan developer rekanan kami, karena brandnya besar, maka segmentasinya pun untuk kalangan atas, nah mereka yang membentuk pasar, akhirnya berpengaruh thd harga tanah dan property lingkungan sekitar. perusahaan kami sendiri bisa "mempermainkan" harga tanah dan property di Bjm, walau ngga mudah.

untuk supermarket, contoh pasara dibentuk adalah carrefourt. diluar megeri yang namanya carrefour letaknya pasti dipinggir kota. siapa penghuni pinggiran kota? klo ngga pasar dibentuk, maka nama carrefour mungkin ngga sampai ke tangan kita.

khaira asyifa

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 951
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Wanita
  • bismillahi tawakkaltu 'alallah
    • Lihat Profil
    • http://www.chefsari.blogspot.com
Re: Jika Belanja di Supermarket
« Jawab #33 pada: Juni 01, 2008, 09:57:07 pm »
Pasar ga bs d tentukan letak nya oleh regulator.

pasar hny akan terjadi dgn alami...sesuai kebthn masyarakat....
tapi kebanyakan pasar dibentuk lho, ngga harus sesuai kebutuhan masyarakat sendiri. contohnya perusahaan developer rekanan kami, karena brandnya besar, maka segmentasinya pun untuk kalangan atas, nah mereka yang membentuk pasar, akhirnya berpengaruh thd harga tanah dan property lingkungan sekitar. perusahaan kami sendiri bisa "mempermainkan" harga tanah dan property di Bjm, walau ngga mudah.

untuk supermarket, contoh pasara dibentuk adalah carrefourt. diluar megeri yang namanya carrefour letaknya pasti dipinggir kota. siapa penghuni pinggiran kota? klo ngga pasar dibentuk, maka nama carrefour mungkin ngga sampai ke tangan kita.

yup betul, secara teori nya memang seperti itu... perlu ada kajian2 ketika akan di dirikannya sebuah pusat perbelanjaan...

tapi pada prakteknya banyak faktor mas, permintaan penawaran, daya beli konsumen, letak pasar juga sangat menentukan...

dosen ku yang bilang kyk begitu (pasar hanya dapat terjadi secara alami)..
betul saja, di daerah ku di dirikan plaza, tapi emang daya beli masyarakatnya yang rendah...plaza tersebut memang ramai pengunjung namun sepi pembeli  :( :( :( investor nya pada rugi deh.


faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: Jika Belanja di Supermarket
« Jawab #34 pada: Juni 03, 2008, 12:22:58 am »
memang ngga sesederhana itu sih klo mo bikin pusat perbelanjaan. karena fakta dilapangan banyak membuktkan beberapa mal atau terutama supermarket yang kesannya "hidup segan mati tak mau" (hmm... kayak judul lagu dangdut :D )

klo dosen yang bilang pasar hanya dapat terjadi secara alami, saya kurang sependapat. walau tidak menyalahkan sepenuhnya, namun secara pribadi saya kurang respek thd para dosen yang hanya bermain teori, tanpa pernah terjun langsung dalam dunia usaha yang real. (ana ngga nuduh dosen ukhti lho).

yeah, ini karena biasanya kalangan akademis lebih berpatokan pada banyak dan jelimetnya teori2. buat apa penelitian yang besar2an misalkan untuk mengetahui sejauh mana masyarakat mengenal suatu produk, padahal prakteknya sebuah laporan penelitian biasanya sebagian cuma "akal2an", terutama ketika pengambilan sampel.

mengutip kalimat tung desem waringin, "show me the money". ngga penting seberapa besar dana yang dikeluarkan untuk mengetahui respon thd suatu produk, yang penting seberapa besar uang yang bisa dihasilkan. dengan kata lain, ngga penting seberapa banyak orang tahu, yang penting seberapa banyak orang beli.

hmm... nyambung ngga ya?
hehehe, yang diatas adalah argumen singkat untuk kalangan yang cuma biasanya bermain teori dan kaku tidak fleksibel.

saya cenderung sepakat klo pasar itu dbentuk. ngga alami. sebagimana ngga mungkin alam ini tercipta dengan sendirinya. ada "skenario" dibelakangnya, baik yang terencana maupun tidak. sayangnya kita ngga jeli melihatnya, sehingga menganggapnya terjadi secara alami.

adapun kasus supermarket yang hidup segan mati tak mau adalah contoh konkrit dari tidak berhasilkan menciptakan pasar. ngga heran kreativitas dan inovasi terus-menerus dilakukan. ngga boleh cuma kayak air mengalir. coca-cola aja yang sudah berumur ratusan tahun dan menjadi brand internasional, sampai saat ini tidak berhenti melakukan inovasi, terutama dalam hal marketing, walau sudah menjadi produk nomer satu. ngga sedikit dana yang dikeluarkan untuk biaya marketing.

khaira asyifa

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 951
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Wanita
  • bismillahi tawakkaltu 'alallah
    • Lihat Profil
    • http://www.chefsari.blogspot.com
Re: Jika Belanja di Supermarket
« Jawab #35 pada: Juni 04, 2008, 11:09:43 am »
dosen ku mengatakan demikian,,justru karna memang terjun langsung ke lapangan...

secara teori sepakat deh, pasar memang harus di tentukan..but.... ketika di lapangan lain lagi kenyatanyaanya mas..  ;)

perkara beda pendapat, yang nama nya ilmu sosial tentu banyak argumen dan referensinya, tiap dosen juga beda2 pendapatnya  :D

...keknya jadi oot deh...

syifa blm jawab pertanyaan TS di awal... :->- :->- :->- :->-

kl ke supermarket yang di liat barang2 yang mau di bei... itu aja...  :->- :->-

Zahira

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 126
  • Reputasi: 5
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ~tiAdA hUbungAn siNdaH pErsAhabatAn~
    • Lihat Profil
Re: Jika Belanja di Supermarket
« Jawab #36 pada: Juni 04, 2008, 01:48:42 pm »
sebetulnya belanja di mall seneng tapi saya pilih di pasar tradisional walau pada barang2 tertentu justru lebih mahal... sama - sama ngasih untung orang ya lebih baik ngasih sama yg lebih membutuhkan...
sama dgn ani lbh suka ke pasar tradisional

ke supermarket atau mall itu biasanya sih tujuan utamanya ke toko bukunya  klo dah puas liat2 buku baru deh liat yg laen :-??

samma dungs....
aq lebih sering ke pasar tradisional, seneng aja liat sayuran yg segerĀ². udah gt klo di pasar tradisional harganya bs di tawar :D

ke mall ato sepermarket jarang banget.  klo ada barang yg hrs di beli biasanya nitip sm ade ato kk :)