Penulis Topik: The Inspirations  (Dibaca 25445 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #30 pada: Juni 30, 2007, 10:15:30 pm »
Psikologi Kata-Kata (1)

Orang bijak berkata; jangan lihat orangnya, tetapi perhatikan apa yang dikatakan. (undzur ma qala wala tandzur man qala) Nasehat ini merujuk pada seringnya kejadian dimana orang sering tertipu oleh hallo effect. Karena yang berkata orang penting maka kata-katanya sering dianggap penting. Karena yang berkata orang pinter maka kata-katanya sering dipastikan benar, padahal belum tentu benar. Sebaliknya kata-kata orang kecil sering tidak diperhatikan meskipun benar.

Di sisi lain terkadang terjadi seseorang berkata yang sebenarnya dan perkataanya memang benar, tetapi perkataan itu tidak difahami oleh orang lain bahkan terkadang disalah fahami. Di sisi lain lagi ada seseorang yang berbicara tentang hal-hal yang tidak ada isinya, tetapi enak didengarnya dan banyak orang betah berlama-lama dengannya. Ada kata-kata yang setelah kita dengar langsung lewat dari telinga kiri ke telinga kanan, tak sedikitpun tertinggal di hati kita, tetapi ada kata-kata yang sangat singkat tetapi begitu kita dengar langsung menancap di hati mempengaruhi perilaku kita untuk waktu yang sangat lama.

Syahdan , dikisahkan dalam kisah sufi, bahwa Ibrahim bin Adham, seorang raja muda (putera mahkota) di negeri Khurazan Asia Tengah, sedang duduk di kursi kerajaannya. Tiba-tiba terdengar suara berderak di atas loteng langit-langit istananya. Sebagai seorang raja muda, ia sangat terganggu oleh suara berisik itu, maka secara spontan ia berteriak; hai siapa diatas itu ? terdengar jawaban dari atas; saya baginda.. Dengan heran campur marah Ibrahim bertanya; sedang apa kau disitu ?. Terdengar jawaban; sedang mencari kudaku yang hilang baginda. Dengar amat marah Ibrahim berteriak; dasar bodoh kamu, kenapa kau mencari kuda di loteng, disitu bukan tempat mencari kuda, wahai dungu !!! Tanpa di duga terdengar jawaban dari atas; Demikian juga baginda, jika baginda sedang mencari Tuhan, kenapa duduk di kursi kerajaan ! Baginda berada di tempat yang salah.

Mendengar jawaban singkat yang amat tenang itu, Ibrahim bin Adham kemudian terdiam. Kata-kata asing dari langit-langit istananya itu sungguh menyentuh nuraninya; suaranya mantap, kalimatnya jelas dan logikanya sangat kuat, sehingga keseluruhan kata-kata itu menjadi sangat berwibawa dan menggelitik jiwanya.

Berhari-hari kemudian Ibrahim bin Adham duduk menyendiri, merenungkan makna kata-kata orang asing itu, sampai akhirnya ia mengambil keputusan untuk meninggalkan tahta kerajaannya untuk kemudian menempuh jalan sufi Dengan berpakaian sangat sederhana Putera Mahkota itu mengembara mencari Tuhannya. Dua puluh tahun kemudian Ibrahim bin Adham dikenal sebagai ulama besar yang bermukim di Makkah dan menjadi rujukan utama ilmu tasauf.

Kisah tersebut menjadi contoh betapa kata-kata tertentu mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam mengubah perilaku manusia, dan betapa suatu logika mempunyai peran yang sangat besar dalam pengambilan keputusan, dan betapa paduan suara, kata-kata dan logika mempunyai daya panggil yang sangat kuat dan berwibawa terhadap seseorang.

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #31 pada: Juli 03, 2007, 10:10:34 pm »
Daily Letter for the inspirational people
 
"Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan). "

Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru Saya, ChaNge". Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng Saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Saya tawarkan uang itu. "Silahkan, siapa yang mau boleh ambil," ujar Saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.

Seperti yang Saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat Saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak. Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya.

Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan Saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun.

Saya ulangi pesan Saya, "Silahkan ambil, silahkan ambil." Ia menatap wajah Saya, dan Saya pun menatapnya dengan wajah lucu. Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat Saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan Saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak, "Kembalikan, kembalikan!" Saya mengatakan, "Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya."

Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000. Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan? Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:

"Saya pikir Bapak cuma main-main ............ "
"Nanti uangnya toh diambil lagi."
"Malu-maluin aja."
"Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!"
"Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu ....."
"Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya. ..."
"Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas....."
"Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang....... .."
"Saya, kan duduk jauh di belakang..." dan seterusnya.

Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan) , tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja. Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah. Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung. Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga membesuknya. Sedih melihat seorang sarjana yang punya masa depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah sakit bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak percaya ia berada di situ. Dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras. Ia bisa menilai "gila" nya orang di sana satu persatu dan berbicara waras dengan Saya. Cuma, matanya memang tampak agak merah. Waktu Saya tanya apakah ia merasa sama dengan mereka, ia pun protes. "Gila aja....ini kan gara-gara saudara-saudara Saya tidak mau mengurus Saya. Saya ini tidak gila. Mereka itu semua sakit.....". Lantas, apa yang kamu maksud 'sakit'?"

"Orang 'sakit' (gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu, sedangkan Saya selalu berpikir ke depan. Yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama dari hari ke hari.....," katanya penuh semangat." Saya pun mengangguk-angguk.

Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama. Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari, Jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.

Dulu, menjelang Soeharto turun orang-orang sudah gelisah, tapi tak banyak yang berani bergerak. Tetapi sekali bergerak, perubahan seperti menjadi tak terkendali, dan perubahan yang tak terkendali bisa menghancurkan misi perubahan itu sendiri, yaitu perubahan yang menjadikan hidup lebih baik. Perubahan akan gagal kalau pemimpin-pemimpinny a hanya berwacana saja. Wacana yang kosong akan destruktif.

"Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan orang-orang yang tidak cuma sekedar berfikir, tetapi berinisiatif, bergerak, memulai, dan seterusnya."

Get Started. Get into the game. Get into the playing field, Now. Just do it!

"Janganlah mereka dimusuhi, jangan inisiatif mereka dibunuh oleh orang-orang yang bermental birokratik yang bisanya cuma bicara di dalam rapat dan cuma membuat peraturan saja."

Makanya tranformasi harus bersifat kultural, tidak cukup sekedar struktural. Ia harus bisa menyentuh manusia, yaitu manusia-manusia yang aktif, berinisiatif dan berani maju.

Manusia pemenang adalah manusia yang responsif. Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the Soul, yang membedakan antara winners dengan losers adalah :

"Winners take action...they simply get up and do what has to be done...".

Selamat bergerak!

Rhenald Kasali

SYABRINA

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 191
  • Reputasi: 5
  • Jenis kelamin: Wanita
  • pernikahanku kelak dengan Sang Jiwa Yang Memikat..
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #32 pada: Juli 08, 2007, 12:28:31 pm »
seeepp...great, keren bgt =D>  :-j  :great:
tapi...cape de bacanya, mata SYAB ampe kriting...  :p
ada rebonding mata gak?!  :-?  :p

mei_Azahro

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 89
  • Reputasi: -1
  • Jenis kelamin: Wanita
  • kue Ulang Tahun
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #33 pada: Agustus 06, 2007, 02:42:50 pm »
Iya Subhanallah Bagus sekali akh  :great:
Afwan walaupun blum an baca semua  :)

   Iya memang kita harus menjalani kehidupan tidak kita
rasakan sbg Beban tp sebuah Anugerah kenikmatan bagaimana kita bs menjalaninya
(afwan wlpun an blum berkeluarga ). Tp setidaknya dengan cara sprti yang an tulis (kisah si Master dan muridnya)
Bahwa cobalah untuk menikmati kehidupan dengan ritme yang rileks aplg kalau yg sdh berkeluarga,
artinya ada org yang kita sayangi menemani kita dalam menjalani kehidupan ini dan mencari ridhoNya, amin..  :)  :)

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #34 pada: Agustus 13, 2007, 08:20:45 pm »
Kisah Luqman Al-Hakim

Dalam sebuah riwayat menceritakan, pada suatu hari Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor himar, manakala anaknya mengikut dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, setengah orang pun berkata, 'Lihat itu orang tua yang tidak bertimbang rasa, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki."

Setelah mendengarkan desas-desus dari orang ramai maka Luqman pun turun dari himarnya itu lalu diletakkan anaknya di atas himar itu. Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, "Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya sedap menaiki himar itu, sungguh kurang adab anak itu."

Sebaik sahaja mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas belakang himar itu bersama-sama dengan anaknya. Kemudian orang ramai pula berkata lagi, "Lihat itu dua orang menaiki seekor himar, adalah sungguh menyiksakan himar itu."

Oleh kerana tidak suka mendengar percakapan orang, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, "Dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak dikenderai."

Dalam perjalanan mereka kedua beranak itu pulang ke rumah, Luqman Hakim telah menasihatai anaknya tentang sikap manusia dan telatah mereka, katanya, "Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah S.W.T sahaja. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap satu."

Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, "Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (keperibadiannya) , dan lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankann ya."

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #35 pada: Agustus 13, 2007, 08:22:33 pm »
FATIMAH ZAHRA DAN GILINGAN GANDUM

Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fathimah Az-Zahra rha. Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis.

Rasulullah SAW bertanya pada anandanya, "apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis". Fathimah rha. berkata, "Ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan ananda menangis".

Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anandanya. Fathimah rha. melanjutkan perkataannya, "Ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta 'aliy (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah".

Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya "Bismillaahirrahmaa nirrahiim" . Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya. Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "Berhentilah berputar dengan izin Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "Ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan".

Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "Bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az-zahra di dalam sorga". Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia. Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya, "Jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.

Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat. Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.

Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang ber*******.

Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetanggany a maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat. Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan aku do'akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?.

Ya Fathimah, apabil seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga, dan Allah SWT akan mengkaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat. Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah.
Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.

Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), "Teruskanlah 'amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang".

Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai sorga dan Allah SWT akan meringankan sakarotulmaut- nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga seta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat".

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #36 pada: Agustus 13, 2007, 08:56:36 pm »
Tukang Roti Kelaparan

Oleh Daniel Kurniawan

Ada satu satu cerita yang sangat menarik dan inspiring. Cerita ini berasal dari buku Habitudes karangan Dr. Tim Elmore. Tentu anda semua mengenal tukang roti. Bayangkanlah jika anda pergi ke sebuah toko roti. Anda tinggal memilih selera kesukaan anda. Dan juga ada bermacam-macam rasa. Baik rasa keju, coklat, vanila maupun rasa lainnya. Setiap pagi dengan hati yang gembira. Tukang roti selalu menyiapkanadonan pembuat roti. Dalam pikirannya dia harus memberikan yang terbaik bagi penikmat rotinya. Bahannya dia pakai yang nomor satunya. Tak lama kemudian, rotinya sangat terkenal karena kenimatannya. Pelanggan pun selalu antri bila ingin membeli rotinya. Lewat berita dari mulut ke mulut. Kelezatan rotinya cepat menyebar tidak hanya di daerah tempat dia tinggal. Bahkan pelanggan pun rela datang jauh-jauh dari luar kota. Hanya untuk merasakan dan mencicipi sepotong rotinya. Ada juga membawa pulang untuk oleh-oleh bagi keluarga mereka.

Karena rotinya sangat terkenal. Tukang roti sangat hati-hati menjaga cita rasa. Dia rela turun tangan langsung untuk membuat rotinya. Tak seorang pun yang dia percayai untuk membantunya. Kurang pas, rasanya bila tidak dia turun tangan langsung. Memang pelanggan terus datang secara bertubi-tubi. Dari pagi sejak tokonya buka. Sampai tokonya tutup selalu saja pelanggan antri. Ia berjalan mondar-mandir melayani permintaan pelanggannya. Namun lihatlah apa yang terjadi dengan diri tukang roti ini. Dia sibuk memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Tapi dia lupa memberikan yang terbaik bagi dirinya sendiri.

Hampir setiap hari dia selalu terlambat makan. Kadang-kadang nasehat dari sang istri untuk istrirahat. Tak dihiraukannya. Dia semakin lupa tugasnya sebagai seorang ayah. Bagi putri semata wayangnya. Lama mereka tidak berjalan bersama. Makan bersama. Maupun bermain bersama. Baginya uang yang banyak sudah cukup. Lama kelamaan kondisinya semakin menurun. Dia menjadi seorang pria yang kurus dan mempunyai banyak keluhan penyakit.

Lewat cerita Tukang Roti Kelaparan ini, Tim Elmore ingin memberikan sebuah nasehat kepada kita. Bahwa uang bukanlah segala-segalanya. Kita ingin memberikan yang terbaik bagi orang lain. Tapi kita lupa memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan keluarga. Jauh lebih penting bila kita bisa membagi waktu dengan bijak. Ya, semuanya penting. Tapi jauh lebih bijak bila kita mampu mengurus diri sendiri dan keluarga.


Pertanyaan:
Sudahkah anda memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan keluarga?

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #37 pada: Agustus 17, 2007, 05:30:48 pm »
Blessing In Disguise

Dalam sebuah e-mail dari teman pernah ada kisah sepasang suami-istri dan anaknya. Ceritanya kira-kira begini. Adalah sepasang suami-istri yang sudah lama tidak mempunyai anak.

Suatu hari sang istri ternyata hamil lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Semua tetangga mengatakan mereka adalah pasangan yang beruntung. Anaknya laki-laki lagi. Kalau nanti sudah dewasa, bukankah dia bisa bekerja keras dan merawat orang tuanya? Sungguh beruntung mereka punya anak laki-laki.

Ternyata anak tersebut sangat senang kuda. Dia sangat ingin memiliki seekor kuda. Tapi mereka miskin sehingga tidak bisa membeli hewan tersebut. Semua orang mengatakan bahwa mereka benar-benar sial karena miskin, sehingga tidak bisa membeli kuda. Kalau mereka kaya, kan bisa beli kuda? Sial benar.

Suatu hari ayahnya diberi seekor anak kuda oleh pelanggannya yang sering membeli kayu bakarnya. Jadilah anak itu punya seekor kuda. Semua orang mengatakan mereka sangat beruntung. Ingin punya kuda, eh ada yang memberi kuda. Beruntung sekali.

Anak itu pun belajar berkuda. Dia sering berkuda ke mana-mana. Suatu hari, ketika sedang berkuda. ternyata kuda tersebut mengamuk, sehingga anak itu terjatuh dan kakinya patah. Sejak kejadian itu dia menjadi pincang apabila berjalan.

Semua orang menyesali mengapa dia berkuda. Kalau dulu tidak punya kuda, kan dia tidak akan jatuh. Dan kakinya tidak akan pincang. Sial. Mengapa punya kuda? Lebih baik tidak usah punya kuda. Sial sekali.

Setelah anak tersebut menginjak dewasa, ternyata di negara tersebut pecah perang dengan negara lain. Semua pemuda harus menjadi serdadu. Anak pasangan suami-istri itu juga harus mendaftar. Orangtuanya khawatir kalau anak satu-satunya ikut berperang. Semua tetangga merasa kasihan dan menyesali mengapa dulu tidak lahir anak perempuan saja. Kalau anak perempuan kan tidak harus berangkat berperang. Aduh, sial benar, mengapa pasangan itu dulu melahirkan anak laki-laki?

Ketika dilakukan pemeriksaan kesehatan ternyata anak itu yang kini sudah tumbuh menjadi seorang pemuda, tidak diterima sebagai serdadu karena kakinya cacat. Semua orang mengatakan, beruntung sekali dia tidak harus berperang. Coba kalau dulu tidak jatuh dari kuda, dia pasti harus ikut berperang. Untung dulu dia punya kuda. Untung dulu dia jatuh dari kuda. Untung kakinya pincang. Sungguh beruntung dia.

Dari cerita ini, sebenarnya untung dan sial itu apa sih? Kapan seorang disebut beruntung dan kapan kurang beruntung? Ketika anak laki-laki yang lahir, katanya beruntung, tapi ketika dia harus berperang, orang-orang mengatakan mengapa dulu tidak lahir anak perempuan saja?

Ketika dia mendapat kuda, katanya beruntung, tapi ketika dia pincang karena jatuh dari kuda, katanya sial. Orang-orang menyesali mengapa punya kuda. Lalu ketika dia tidak jadi berperang karena pincang, kata orang dia beruntung karena dulu pernah jatuh dari kuda. Untung dulu punya kuda. Untung dia pincang.

Jadi, sebenarnya kapan seseorang sial dan kapan seseorang beruntung? Apakah karena tidak sesuai dengan yang kita harapkan lalu kita katakan sial atau kita anggap musibah? Apakah ketika sesuai dengan keinginan kita, lalu musibah tersebut bisa berubah menjadi keberuntungan? Kapan kita menyesali sesuatu? Kapan kita mensyukuri sesuatu? Mungkin saja apa yang dianggap sial atau musibah hari ini, mungkin bisa berubah menjadi keberuntungan di masa depan.

Melihat berkah

Mengapa? Mungkin karena kita belum bisa melihat blessings in disguise. Kita tidak bisa melihat berkah dibalik musibah. Apa yang dilihat sebagai musibah hari ini, ternyata di kemudian hari baru
kita sadari bahwa hal itu mengandung berkah.

Kisah berikut ini pernah saya tulis dari sudut pandang yang berbeda. Sekali waktu ada seorang pria buta huruf yang bekerja sebagai penjaga sebuah gereja di Amerika Serikat. Sudah sekitar 20 tahun dia bekerja di sana. Suatu hari pemimpin gereja itu dipindahkan ke tempat lain dan digantikan oleh pemimpin baru.

Pemimpin baru ini menerapkan aturan baru. Semua pekerja harus bisa membaca dan menulis agar mereka bisa mengerti pengumuman yang ditempel di papan pengumuman. Penjaga yang buta huruf itu terpaksa tidak bisa bekerja lagi.

Dia sangat sedih dan berjalan pulang dengan lemas. Dia tidak berani langsung pulang ke rumah, tidak berani langsung memberitahu isterinya. Dengan sedih dia berjalan pelan menelusuri jalanan.

Setelah hari gelap sampailah dia di sekitar pelabuhan. Dia pun ingin membeli tembakau. Tapi setelah mencari kemana-mana, setelah mengelilingi beberapa blok, tidak ada satu toko pun yang menjual tembakau. Tiba-tiba, dia berfikir "Tembakau sangat perlu. Tapi di sekitar sini tak ada yang jual tembakau. Aku ingin jualan tembakau saja ah."

Dia pun pulang, lalu dengan penuh semangat menceritakan idenya untuk berjualan tembakau kepada isterinya. Dia tidak lagi menyesali nasibnya yang baru saja kehilangan pekerjaan. Kemudian dia pun membuka kios tembakau. Ternyata tembakaunya laku keras.

Tak berapa lama, dia bisa membuka toko tembakau. Beberapa tahun kemudian dia bisa membuka beberapa cabang toko tembakau di tempat lain. Jadilah dia pedagang tembakau sukses.

Ketika sudah jadi orang kaya, dia pun pergi ke bank untuk membuka rekening. Tapi karena buta huruf, maka dia tidak bisa mengisi formulir. Karyawan bank berkata "Wah, Bapak yang buta huruf saja bisa punya uang sebanyak ini, apalagi kalau Bapak bisa membaca dan menulis, Bapak pasti lebih kaya lagi." Dengan tersenyum dia berkata "Kalau saya bisa membaca dan menulis, saya pasti masih menjadi penjaga gereja."

Waktu dia dipecat, dia merasa sedih, putus asa, dan mungkin menyesali kejadian itu. Peristiwa itu merupakan musibah. Tapi kini, dia bisa melihat bahwa mungkin nasibnya tidak akan berubah menjadi seperti sekarang kalau dulu dia tidak dipecat.

Apa yang dulu merupakan musibah, ternyata kini mendatangkan keberuntungan, menjadi berkah. Mari kita mencoba bersabar dan tabah dalam menghadapi apapun. Berdoa supaya bisa melihat berkah di balik musibah. Do not give up! See the blessings in disguise!

Sumber: Blessing In Disguise oleh Lisa Nuryanti

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #38 pada: Agustus 17, 2007, 05:48:24 pm »
Sesuatu Kelihatan Sulit Sebelum Dikerjakan

"Motivation is what gets you started, habits is what keep you going. Motivasi memacu keberanian Anda untuk melangkah, sedangkan kebiasaan menjadikan Anda terus melangkah."
~ FitnessFirst Club


Menceritakan impian dan kemungkinan-kemungkinan kesuksesan besar pasti sangat menyenangkan. Tak jarang waktu kita habis hanya untuk membuat perkiraan-perkiraan atau wacana dari A sampai Z. Terkadang sampai kita lupa makan dan minum apalagi menunaikan tanggung jawab yang harus kita selesaikan.

Realitas tersebut akan bertolak belakang bila sudah sampai pada tahap realisasi atau pelaksanaan. Mencanangkan target dan strateginya saja mungkin kita sudah mulai enggan. Seringkali pada tahap selanjutnya kita akan kehilangan fokus dan kemauan.

Tidak mengherankan bila tindakan permulaan untuk mewujudkan impian yang sudah dibicarakan sampai mulut berbusa-busa tadi tidak menghasilkan apa-apa. Kalaupun langkah permulaan sudah cukup baik, tetapi bila pada pelaksanaan berikutnya fokus sudah terpecah dan kemauan mengendor maka hasilnya juga tidak akan memuaskan.

Motivasi memang sangat penting bagi siapapun di dunia ini untuk menggugah inspirasi dan semangat seseorang meraih bermacam-macam impian. Tetapi inspirasi tidak akan cukup bermanfaat mengantarkan seseorang ke gerbang keberhasilan, bila semangat atau kemauan yang timbul hanya bertahan dalam hitungan jam atau hanya pada tahap permulaan saja. Semangat atau kemauan tak hanya dibutuhkan pada proses menciptakan wacana atau impian, melainkan sampai ke proses merealisasikan program kerja dan mencapai keberhasilan bahkan sampai ribuan tahun berikutnya.

Dalam hal ini saya mempunyai tiga langkah guna menyiasati agar semangat atau kemauan tersebut terus berkobar sampai impian yang kita inginkan tercapai. Langkah yang pertama adalah memulai dari diri sendiri. Artinya kita harus belajar bertanggung jawab penuh atas kehidupan dan masa depan diri sendiri. "The price of greatness is responsibility – Satu bagian dari kesuksesan adalah sikap yang bertanggung jawab," kata Winston Churchill.

Mengapa demikian? Karena langkah tersebut akan menjadikan kita tidak berusaha mengandalkan orang lain, sehingga kita lebih disiplin dalam menjalankan tanggung jawab. Terlebih lagi kita tidak akan pernah berusaha mencari-cari alasan untuk melepaskan diri dari tanggung jawab tersebut. Tetapi jika kita tidak dapat bertanggung jawab pada diri sendiri, tentu saja kita tidak akan pernah berhasil atau mampu memikul tanggung jawab yang lebih besar dengan baik misalnya dalam lingkup keluarga, perusahaan atau bahkan negara.

Memulai dari diri sendiri harus diikuti dengan keseriusan, dalam arti menjalankan dengan penuh kesungguhan sampai benar-benar mendapatkan hasil yang diharapkan. Sesuatu yang paling mudah sekalipun akan terasa sulit bila kita kurang serius menjalankannya. Sebaliknya segala sesuatu yang sangat sulit akan dapat diselesaikan dengan baik berkat keseriusan kita.

Mao Tzu Zhong menyatakan bahwa keseriusan memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Karena keseriusan mampu menjadikan kita ahli atau menguasai bidang yang sedang kita tekuni. Ditandaskan pula oleh Dr. Frank Richards dengan pendapatnya, "All big things in this world are done by people who are naive and have an idea that is obviously impossible. – Sungguh tidak mungkin semua karya yang menakjubkan di dunia ini dihasilkan oleh orang-orang yang tidak berpengalaman dan mempunyai sebuah ide saja."

Para ahli mampu menciptakan karya mengagumkan bukan dalam sehari, melainkan bertahun-tahun mengerjakan bidang yang mereka tekuni dengan penuh kesungguhan. Para tokoh usahawan sukses semisal Prof. Dr. H Sukamdani Sahid Gitosardjono, Martha Tilaar, Einstein dan lain-lain sebagainya adalah orang-orang yang menekuni bidang mereka dengan penuh keseriusan sebelum akhirnya berhasil dan terkenal. Tak ada salahnya meniru keseriusan mereka dalam melaksanakan pekerjaan kita daripada sekedar mengagumi dan bermimpi sukses seperti mereka.

Inspirasi dan semangat akan terus berkobar bila kita fokus pada bidang tertentu. Terlalu banyak fokus akan menyebabkan energi terbagi, sehingga bukan kreativitas, ide yang muncul melainkan rasa frustasi. Bila kita benar-benar fokus pada bidang yang sedang kita tekuni maka akan muncul kreativitas, ide cerdas dan solusi-solusi yang cemerlang dan sangat potensial meningkatkan suhu semangat juang dan kerja kita.

Ketiga langkah tersebut cukup efektif meningkatkan semangat juang kita hingga mencapai tujuan bahkan untuk mencapai target-target selanjutnya. Daripada terus berangan-angan dan dibayangi ketakutan, lebih baik segeralah menyusun langkah kerja, lalu bekerja dengan baik dan bersemangat walau apa pun tantangan yang harus dihadapi. Bila kita sudah berhasil mencapai tujuan, maka pada saat itulah kita akan menyadari sesuatu memang nampak sulit sebelum dikerjakan. [aho]

Sumber: Sesuatu Kelihatan Sulit Sebelum Dikerjakan oleh Andrew Ho, seorang penulis bestseller, motivator, dan pengusaha.

cinta_Allah

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 353
  • Reputasi: 4
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #39 pada: Agustus 17, 2007, 09:16:21 pm »
 =D> =D> =D> subhanallah........................subhanallaaahh......

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #40 pada: Agustus 20, 2007, 09:48:27 pm »
KISAH SEBATANG BAMBU

Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu. Dia berkata kepada batang bambu," Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?"

Batang bambu menjawabnya, "Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu." Sang petani menjawab, "Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar.

Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur."

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam..... , kemudian dia berkata kepada petani, "Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?"

Petani menjawab batang bambu itu, " Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah."

Akhirnya batang bambu itu menyerah, "Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki."

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.

Pernahkah kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak habis-habisnya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, Allah sedang membuat kita sempurna untuk di pakai menjadi penyalur berkat. Dia sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan bagi-Nya. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Allah tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul.

Jadi maukah kita berserah pada kehendak Allah, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya?

Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, " Ini aku Allah, perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki."

dewidee

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 212
  • Reputasi: 3
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ..wardatiy; asyuuqu ilaik..
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #41 pada: Oktober 21, 2007, 10:46:16 am »

..... #:-S #:-S #:-S
membaca thread ini ..... #:-S #:-S #:-S

capek ....
capek ....
capek ....
cape'  deee....

kang faritz kurang kerjaan..... :-? :-? :-?, tapi salam kenal deeh ... ;D ;D ;D




wah, ternyata belum dapat inspirasi dari artikel-artikelnya ya?  :-?

sayang banget, padahal kalo diresapi akan ada banyak hal yang bisa diambil sebagai pelajaran
jangan dilihat banyaknya doang, coba bacanya dikit-dikit  :cool:
semangat! semangat! rajin! rajin!  :D

arifrahman

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 960
  • Reputasi: 5
  • Jenis kelamin: Pria
  • One Shoot One Kill -> U Are The Next Target :)
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #42 pada: Oktober 21, 2007, 11:10:05 pm »
@ barik rizki

bener tuh saran akh dewidee ...


tpi aq juga males deng bacanya,,, habis kebanyakan sih... pusinggg  :((

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #43 pada: Januari 28, 2008, 04:18:03 pm »
PEDAGANG DAN NELAYAN

Sambil menoleh si nelayan menjawab, "Benar tuan. Mancing satu-dua ikan untuk makan malam keluarga kami."

"Kenapa cuma satu-dua ikan, Pak? Kan banyak ikan di laut ini, kalau Bapak mau sedikit lebih lama duduk di sini, tiga-empat ekor ikan pasti dapat kan?"
 
Kata si pedagang yang menilai si nelayan sebagai orang malas. "Apa gunanya buat saya ?" tanya si nelayan keheranan.

"Satu-dua ekor disantap keluarga Bapak, sisanya kan bisa dijual. Hasil penjualan ikan bisa ditabung untuk membeli alat pancing lagi sehingga hasil pancingan Bapak bisa lebih banyak lagi," katanya menggurui.

"Apa gunanya bagi saya?" tanya si nelayan semakin keheranan.

"Begini. Dengan uang tabungan yang lebih banyak, Bapak bisa membeli jala. Bila hasil tangkapan ikan semakin banyak, uang yang dihasilkan juga lebih banyak, Bapak bisa saja membeli sebuah perahu. Dari satu perahu bisa bertambah menjadi armada penangkapan ikan. Bapak bisa memiliki perusahaan sendiri. Suatu hari Bapak akan menjadi seorang nelayan yang kaya raya."

Nelayan yang sederhana itu memandang si turis dengan penuh tanda tanya dan kebingungan. Dia berpikir, laut dan tanah telah menyediakan banyak makanan bagi dia dan keluarganya, mengapa harus dihabiskan untuk mendapatkan uang? Mengapa dia ingin merampas kekayaan alam sebanyak-banyaknya untuk dijual kembali. Sungguh tidak masuk diakal ide yang ditawarkan kepadanya.

Sebaliknya, merasa hebat dengan ide bisnisnya si pedagang kembali meyakinkan, "Kalau Bapak mengikuti saran saya, Bapak akan menjadi kaya dan bisa memiliki apa pun yang Bapak mau."

"Apa yang bisa saya lakukan bila saya memiliki banyak uang?" tanya si nelayan.

"Bapak bisa melakukan hal yang sama seperti saya lakukan, setiap tahun bisa berlibur, mengunjungi pulau seperti ini, duduk di dinding pantai sambil memancing."

"Lho, bukankan hal itu yang setiap hari saya lakukan Tuan. Kenapa harus menunggu berlibur baru memancing?" kata si nelayan menggeleng-gelengkan kepalanya semakin heran.

Mendengar jawaban si nelayan, si pedagang seperti tersentak kesadarannya bahwa untuk menikmati memancing ternyata tidak harus menunggu kaya raya.

Rekan yang berbahagia, pepatah mengatakan, jangan mengukur baju dengan badan orang lain. Si pedagang mungkin benar melalui analisis bisnisnya, dia merasa apa yang dilakukan oleh si nelayan terlalu
sederhana, monoton, dan tidak bermanfaat. Mengeruk kekayaan alam demi mendapatkan uang dan kekayaan sebanyak-banyaknya adalah wajar baginya.

Sedangkan bagi si nelayan, dengan pikiran yang sederhana, mampu menerima apa pun yang diberikan oleh alam dengan puas dan ikhlas. Sehingga hidup dijalani setiap hari dengan rasa syukur dan berbahagia.

Memang ukuran "bahagia", masing-masing orang pastilah tidak sama. Semua kembali kepada keikhlasan dan cara kita menyukuri, apa pun yang kita miliki saat ini. [aw]

sumber: leadership-indonesia.net

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #44 pada: Januari 28, 2008, 04:23:33 pm »
Melatih kemauan

Sembilan cara untuk berlatih untuk menguatkan kemauan.

Tersenyumlah ketika bermuka masam.

Ucapkan sepatah kata yang lembut saat sedang geram.

Kerjakan perbuatan baik, yang sederhana-sederhana saja, saat sedang senang.

Pikirkanlah suatu pemikiran yang baik saat hampir sama sekali tidak memikirkan apa-apa.

Lihatlah keindahan dalam setiap tugas-tugas yang tidak menyenangkan.

Sapalah dengan baik setiap orang yang melintas dihadapan.

Abaikan hal-hal sepele tentang diri sendiri setiap harinya.

Bergembiralah bahkan saat menghadapi kesengsaraan dan kemalangan.

Bersyukurlah kepada Tuhan bahkan untuk cobaan-cobaan NYA atas jiwamu.