Penulis Topik: The Inspirations  (Dibaca 25765 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
The Inspirations
« pada: Maret 05, 2007, 10:47:55 pm »
Bosan Hidup


Seorang pria mendatangi Sang Master, "Guru, saya sudah bosan
hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau.
Apapun yang saya lakukan selalu berantakan.
Saya ingin mati."
Sang Master tersenyum, "Oh, kamu sakit." "Tidak Master, saya tidak sakit.
Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu
sebabnya saya ingin mati." Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, 'Alergi Hidup'. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan."

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.
Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus.
Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam
hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah.

Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi.
Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak
menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan
bersedia mengikuti petunjukku." Demikian sang Master menyarankan. "Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh.
Tidak, saya tidak ingin hidup." pria itu menolak tawaran sang
guru. "Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin
mati?" "Ya, memang saya sudah bosan hidup." "Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol
diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang."

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun.
Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya
dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh Master edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai !

Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang.

Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun
terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget !

Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di
kupingnya, "Sayang, aku mencintaimu. "Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis !

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi.

Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih
tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya.

Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis !

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap
orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya ?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis !

Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi
ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.

Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku
selalu merepotkan kamu." Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami."

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba,
hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.

Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia
minum, sore sebelumnya ?

Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya
sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan."

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya.
Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam
kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP !!!

Hidup bukanlah merupakan suatu beban yang
harus dipikul tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati.


faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #1 pada: Maret 05, 2007, 10:50:12 pm »
 
"Anda tidak akan pernah menang jika Anda tidak pernah memulai."
--Robert H. Schuller--

MENUNDA ITU TUMOR GANAS

Masih ingat "Little House On The Prairie"? Michael Landon, salah satu orang terkenal yang kebetulan mati cepat, pernah mengatakan begini, "Seseorang semestinya mengatakan kepada Kita, segera setelah Kita lahir, bahwa Kita baru saja memulai perjalanan menuju kematian. Kemudian, Kita jalani kehidupan sampai pada batasnya, setiap menit setiap hari. Lakukan! Apa pun yang ingin Kamu lakukan, lakukanlah sekarang! Apa yang disebut besok jumlahnya tidaklah terlalu banyak."

Ia mengatakan hal itu saat ia menyadari bahwa dirinya mengidap kanker pankreas, di bulan Juli 1991. Ia meninggal di usia 54. Dengan reputasi dan buah karyanya, ia telah menunjukkan kepada Kita bahwa menunda-nunda adalah tumor ganas yang menghambat diri Kita dari pencapaian potensi yang maksimal. Dia telah memilih dirinya untuk menjadi manusia yang bertindak.

Apakah Kita akan menyadarinya, seperti Michael Landon, bahwa kemajuan Kita telah terhambat, bukan oleh apa yang ingin Kita lakukan dan tidak bisa, tapi oleh apa yang Kita inginkan dan tidak Kita lakukan?

BERTINDAK ATAU TIDAK BERTINDAK ADALAH PILIHAN

Mereka yang memilih bertindak, adalah mereka yang memilih untuk hidup. Dan hidup itu sendiri, adalah ekspresi dari berbagai tindakan. Kita selalu bisa memilih untuk bertindak atau tidak bertindak. Kita juga bisa memilih untuk benar atau salah. Kita juga bisa memilih untuk berbuat baik atau hanya merasa baik.

Pengalaman telah mengajari Kita tentang minimnya berbagai hal yang Kita lakukan, sedikitnya hal yang bisa Kita lakukan, banyaknya hal yang Kita lakukan dan banyaknya hal yang bisa Kita lakukan. Makin lama Kita berdiam diri, akan makin sulit bagi Kita untuk merangkak keluar dari pasir penghisap yang makin menenggelamkan. Sementara itu, setiap tindakan benar akan mendorong Kita maju, dan setiap tindakan salah akan menarik Kita mundur. Dengan kata lain:

- Tidak mengambil tindakan mengarah pada kelumpuhan;
- Tindakan yang benar mengarah pada kemajuan; dan
- Tindakan yang salah mengarah pada kemunduran.

Helen Keller, seorang wanita buta yang sukses mendunia, tidak menjadikan kebutaan dan sekaligus ketuliannya sebagai alasan untuk tidak bertindak. Sebaliknya ia berkata, "Saya ini cuma satu, dan tetaplah akan hanya satu. Saya tidak bisa melakukan segala hal, tapi Saya tetap bisa melakukan berbagai hal; Dan karena Saya tidak bisa melakukan segala hal, Saya tidak akan menolak melakukan berbagai hal yang masih bisa Saya lakukan." Ia mengerti bahwa jika Kita ingin maju, Kita harus memulainya.

KITA TELAH DIBERI SK UNTUK BERKREASI

Pernahkah Anda mendapatkan ide yang bagus? Ya pasti! Kita semua pasti pernah. Tidak ada kata kurang untuk berbagai ide yang bagus. Yang ada adalah kekurangan dalam tindak lanjut.

Banyak dari Kita yang punya ide brilian, tapi gagal mengambil tindakan untuk merealisirnya. Berbagai ide hanya akan menjadi impoten, kecuali jika Kita tiupkan nafas kehidupan ke dalamnya. Sudah dari sononya, bahwa setiap Kita adalah makhluk kreatif. Dan Kita, tidak sama dengan hewan atau tumbuhan. Manusialah yang diberi kesempatan untuk berkreasi oleh-Nya.

Keberadaan berbagai benda yang berguna di sekitar Kita, menjadi ada dan berguna karena Kita -- manusia dengan izin-Nya, mengkreasinya. Semua itu menjadi kekuatan kemanusiaan, dan kekuatan itu dilahirkan oleh berbagai tindakan.

Kita, bahkan juga diizinkan-Nya untuk 'mengkreasi' diri sendiri. Kelahiran Kita telah dititipi oleh pilihan itu. Kita menjadi berani dengan bertindak berani. Menjadi bersemangat dengan bertindak penuh semangat. Menjadi mengerti dengan bertindak untuk mengerti. Jika Kita terjebak dalam masalah, tindakan adalah derek yang akan menarik Kita keluar darinya.

Jika Kita terjebak dalam rundung kemalangan, apalagi obatnya jika bukan tindakan?

Apakah nasib Kita disegel oleh berbagai keadaan yang Kita hadapi, atau digerakkan oleh berbagai tindakan yang Kita ambil berdasarkan berbagai situasi itu?

Bagaimana Kita bisa mengalami kenikmatan pencapaian atau rasa kemenangan tanpa tindakan?

Tindakan adalah guru Kita, untuk 'learning by doing'. Melalui tindakanlah Kita bisa mengontrol nasib Kita dengan membentuk masa depan dan menciptakan berbagai alasan untuk keberadaan Kita di dunia, di bawah alasan penciptaan oleh-Nya.

TINDAKAN ADALAH PERUBAHAN

Tindakan akan merubah Kita dari konsumen menjadi kontributor. Setiap tindakan yang Kita ambil adalah goresan kuas dalam lukisan kehidupan Kita. Kekuatan untuk bertindak adalah kekuatan untuk berkreasi. Itulah berkah terbesar untuk umat manusia dari-Nya. Alam semesta adalah simfoni sempurna cintaan-Nya, dan segala tindakan Kita menjadi nada-nada yang mestinya harmoni dengan aransemen-Nya.

Bagaimanakah lagi Kita akan mengetahui rupa akhir lukisan itu, selain dari mengibaskan kuas di atas kanvas?

Lantas, bagaimana Kita harus bertindak?

Ada ungkapan yang cukup bijak dari seorang Henri L. Bergson, "Berpikir sebagai manusia yang bertindak, dan bertindak sebagai manusia yang berpikir." Karena beratnya akibat tindakan Kita atas dunia dan isinya, Kita harus berpikir sebelum bertindak. Kita harus bertindak dengan penuh tanggung jawab.

Kapan Kita harus bertindak?

Bagaimana dengan rentang waktu antara kemarin dan besok? Tak usah ditunggu yang namanya waktu sempurna, sebab waktu tak akan pernah sempurna sampai Kita mengambil tindakan di dalamnya.

Setiap hembusan nafas Kita diperhitungkan. Setiap hembusan nafas berarti bertahan hidup. Dan tindakan, adalah nafas dari jiwa Kita. Biarkanlah setiap hembusan nafas masuk hitungan.

Jangan campur aduk aktivitas tidak sungguh-sungguh, atau gerakan sederhana dengan TINDAKAN. Aktivitas tak berguna akan menghancurkan waktu, sementara tindakan akan menciptakannya. Menurut Robert L. Stevenson, "Nilailah setiap hari tidak dari panennya, tapi dari bibit yang ditanam." Dan Robert J. Mckain mengatakan, "Konsepsi umum yang berlaku adalah 'motivasi mengarah pada tindakan', padahal yang benar adalah sebaliknya. Tindakanlah yang akan memicu motivasi." Dan jika Kita muslim, setiap tindakan akan selalu berada di antara dua motivasi.

BERTINDAKLAH SEKARANG!

Kita tidak dijamin untuk sukses atas setiap tindakan yang Kita lakukan. Tapi ingatlah bahwa setiap doa pasti didengar dan dijawab. Sukses tidak bisa dicari dalam keuniversalan, ia ada di dalam kekhasan. Definisikanlah sasaran dengan tepat, dan pecahlah ia menjadi serangkaian langkah dan tindakan. Lalu: ACTION!

Lupakah Anda, bahwa Andalah sang sutradara?


faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #2 pada: Maret 05, 2007, 10:50:38 pm »
Kesombongan Manusia
 

Di tengah-tengah sebuah training yang saya ikuti, sang trainer memberikan arahannya.

"Letakkan kedua tangan kalian di dada kalian masing-masing!",
seorang trainer memulai instruksinya.

"Letakkan, trus, dan rapat hingga kalian merasakan detak jantung
kalian masing-masing!!" lanjut beliau.

Aku pun menuruti kata-katanya, kuletakkan kedua tanganku perlahan ke
atas dadaku. Kucari-cari sebentar, dan akhirnya terasalah detak
jantungku. Aku pun menunggu instruksi selanjutnya.

"Letakkan dan rasakan detak jantung Anda..!!" begitu instruksi
beliau, "Jika sudah terasa, sekarang katakan kepada jantung Anda,
Berhenti..!!"
Aku pun agak bingung dengan instruksi tersebut namun tak urung
kulakukan juga.

"Katakan, dan perintahkan kepada jantung Anda untuk berhenti!!!,
katakan pada ia untuk berhenti!!"

"Tidak mungkin!!' teriakku dalam hati, "Tidak mungkin bisa!!"

entah, apakah trainer tersebut mendengar apa yang kami rasakan, ia
pun melanjutkan kata-katanya..

"Lihatlah.. rasakanlah..!! bahkan jantung kita pun bukan milik
kita...!!",

Seketika itu pula, Degg, diri ini kontan tersadar apa maksud dari
semua ini.

Ya Rabb,begitu sering diri ini lupa, bahkan jantung, apa yang ada di
dalam diri kita ini sekalipun.. bukan milik kita.

***

Ah, padahal begitu sering kita merasa bahwa kita ada diatas segala-
galanya. Seringkali manusia memandang orang lain lebih rendah, lebih
buruk, lebih jelek, ataupun pandangan-pandangan yang semacamnya.

Sering kali pula manusia merasa sangat berkuasa, seolah-olah hidup
dan mati orang lain berada di tangannya, tanpa sadar bahwa hidupnya
sendiri sekalipun, atau bahkan tubuh nya sendiri pun, bukanlah
miliknya...

Seorang teman bercerita tentang dirinya. Ia seorang mahasiswa di
Ilmu komputer. Pernah suatu ketika, ia sedang menyelesaikan sebuah
tugas program yang dirasa cukup sulit. Saking sulitnya seolah-olah
tak banyak dari teman sekelasnya yang bisa mengerjakan.

Ketika ia benar-benar selesai mengerjakan program tersebut, entah
karena gembira atau apa, ia pun langsung ber pekik, "Saya Pintar..!!"

Kontan teman disebelahnya langsung menepuk teman ini dengan
keras. `Pak!!'

Teman yang memukul ini pun berkata, "Kamu jangan sombong, apa yang
kamu miliki ini tidak ada apa-apanya..!, ini semata-mata dari Allah
SWT"

Kontan teman yang satu ini pun terdiam, ia beristighfar...

Teman, akankah kita menunggu sebuah pukulan keras dari sang Pencipta
untuk menyadarkan kita? Sungguh, sekali-kali kita tidak akan
dibiarkan dengan kesombongan kita..

Titanic, kapal terbesar di era awal abad ke 20. mampu mengangkut
3000 penumpang dari Inggris ke Amerika Serikat. Memiliki teknologi
tercanggih saat itu. Sebuah contoh kesombongan ummat manusia dari
perkataan pemiliknya, "Jangankan tujuh samudera, bahkan Tuhan pun
tidak akan mampu menenggelamkan kapal ini!"

Maka di sebuah malam yang dingin, di pelayaran perdananya, kapal ini
menabrak sebuah gunung Es. Kapal besar ini pun tenggelam membawa
ribuan penumpangnya, beserta kesombongan yang dibawanya..

Begitulah ketika sang pencipta ingin menunjukkan kekuasaanNya atas
manusia. Untuk menyadarkan bahwa betapa kecil sebenarnya manusia.
Betapa lemah dan tak berdaya-nya seorang manusia. Lantas jika
begini, sampai kapan kita harus menunggu kehancuran karena
kesombongan kita? Akankah kita menunggu datangnya adzab untuk
menyadarkan kita?

Paman saya di Madura pernah mengatakan, bahwa kehancuran manusia ada
pada saat ia mulai sombong dengan apa yang dimilikinya. Ketika
manusia berada pada titik tersebut, maka Allah akan membalik
keadaannya.

Teman, mumpung sebelum terlambat, sekarang lah saatnya kita untuk
berbenah bersama..
Semoga kita termasuk orang-orang yang dihindarkan dari sifat sombong
ini..

"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena
sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-
kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung." – Al Israa' 37 -

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #3 pada: Maret 05, 2007, 10:52:51 pm »
Kesedihan, Kebahagiaan, Keheningan
 
Ada seorang ibu yang memiliki sepasang putra-putri, lalu mengisi
hidupnya hanya dengan kesedihan. Putra tertua kebetulan penjual es
krim keliling. Sementara putri kedua adalah penjual payung.

Ketika hari panas, ibu ini menangis untuk putrinya karena teramat
sedikit yang beli payung. Saat hari hujan, ibu ini menangis untuk
putranya karena jarang sekali orang membeli es krim.

Cerita ini hanya pengandaian tentang teramat banyaknya hidup
kekinian yang diwarnai kesedihan. Ada saja alasan yang membuat
kehidupan tergelincir ke dalam kesedihan. Dari bencana, penyakit,
umur tua, hingga kematian. Sehingga jadilah kesedihan semacam hulu
dari sungai kehidupan yang penuh stres, keluhan, penyakit, dan
konflik.

Kegembiraan-kesedihan

Seorang sahabat psikiater pernah bercerita, tidak sedikit rumah
sakit jiwa yang mulai kekurangan tempat. Sejumlah rumah sakit jiwa
bahkan memulangkan pasien yang belum sepenuhnya sembuh, semata- mata
karena ada pasien parah yang lebih membutuhkan.

Kebanyakan orang membenci kesedihan. Mungkin karena berbicara ke
dunia publik, lalu Dalai Lama kerap mengatakan, "Ada yang sama di
antara kita, tidak mau penderitaan, mau kebahagiaan". Dan ini tentu
amat manusiawi. Sedikit manusia yang berani mengatakan, jika mau
menangis janganlah menangis di depan kematian. Menangislah di depan
kelahiran. Sebab semua kelahiran membawa serta penyakit, umur tua,
lalu kematian.

Dengan kata lain, kelahiran sekaligus kehidupan tak bisa menghindar
dari kesedihan. Kesedihan selalu mengikuti langkah kelahiran.
Seberapa kuat manusia berusaha, seberapa perkasa manusia membentengi
diri, kesedihan tetap datang dan datang lagi.

Seperti ayunan bandul, semakin keras dan semakin bernafsu seseorang
dengan kebahagiaan, semakin keras pula kesedihan menggoda. Ini yang
bisa menjelaskan mengapa sejumlah penikmat kebahagiaan secara
berlebihan, lalu digoda kesedihan juga berlebihan. Ini juga yang ada
di balik data WHO jika Amerika Serikat (sebagai salah satu tempat
terbesar di mana kebahagiaan demikian dikejar dan dicari), menjadi
konsumen pil tidur per kapita tertinggi di dunia.

Ada peneliti membandingkan dua negara yang sama-sama mayoritas
beragama Buddha, yaitu Jepang dan Burma. Dari segi materi, Jepang
merupakan sebuah keajaiban dan keunikan. Dibanding Jepang, Burma
secara materi jauh dari layak. Namun dalam fenomena sosial seperti
bunuh diri, perceraian, dan depresi, Jepang jauh lebih tinggi dari
Burma. Seperti berbisik meyakinkan, di mana kebahagiaan materi
berlimpah, di sana kesedihan juga berlimpah.

Seperti sadar realita pendulum seperti itu, banyak pertapa, penekun
meditasi, yogi, sahabat sufi, dan lainnya, mengizinkan pendulum
emosi hanya bergerak dalam ruang terbatas. Saat kebahagiaan datang,
disadari kalau kebahagiaan akan diganti kesedihan. Sehingga nafsu
perayaan berlebihan agak direm. Konsekuensinya, saat kesedihan
berkunjung, ia tidak seberapa menggoda.

Merasa berkecukupan

Kahlil Gibran dalam The Prophet memberi kata-kata indah, saat kita
bercengkerama dengan kebahagiaan di ruang tamu, kesedihan menunggu
di tempat tidur. Dalam pengertian lebih sederhana, manusia serumah
dengan kebahagiaan dan kesedihan. Bagaimana bisa lari jauh atau lama
dari kesedihan yang notabene serumah dengan kita?

Karena itu, sejumlah guru mengajarkan untuk melampaui kebahagiaan-
kesedihan. Dalam bahasa guru jenis ini, kebahagiaan dan kesedihan
hanya permainan bagi jiwa-jiwa yang sedang tumbuh menjadi dewasa.
Pertumbuhan itulah yang memerlukan gerakan kebahagiaan, kesedihan,
kebahagiaan, kesedihan, dan seterusnya.

Namun bagi setiap jiwa yang sudah mulai dewasa, ia akan sadar, kalau
baik kebahagiaan maupun kesedihan memiliki sifat yang sama, tak
pasti dan silih berganti. Bukankah bergantung pada sesuatu yang tak
pasti akan membuat hidup tidak pasti? Lebih dari itu, baik
kebahagiaan dan kesedihan berakar pada hal yang sama, keinginan.
Bila keinginan terpenuhi, kebahagiaan datang berkunjung. Saat
keinginan tidak terpenuhi, kesedihan tamunya.

Dan setiap pejalan kaki ke dalam diri yang jauh tahu, keinginan
(lebih-lebih disertai kemelekatan) adalah ibu penderitaan. Kesadaran
seperti inilah yang membimbing sejumlah orang untuk memasuki wilayah-
wilayah keheningan.

Berbeda dengan kebahagiaan yang lapar akan ini, lapar akan itu;
membandingkan dengan ini dengan itu; ingin lebih dari ini, lebih
dari itu. Keheningan sudah berkecukupan. Seperti burung terbang di
udara, ikan berenang di air, serigala berlari di hutan, matahari
bersinar siang hari, bintang bercahaya di malam hari. Semua
sempurna. Tidak ada yang layak ditambahkan atau dikurangkan.
Penambahan atau pengurangan mungkin bisa membahagiakan. Tetapi,
dalam kebahagiaan, batin tidak sepenuhnya tenang-seimbang, selalu
ada ketakutan digantikan kesedihan.

Dalam kamus orang-orang yang sudah memasuki keheningan, sekaya apa
pun Anda akan tetap miskin tanpa rasa berkecukupan. Semiskin apa pun
Anda, akan tetap kaya kalau hidup berkecukupan. Maka seorang guru
yang telah tercerahkan pernah berucap, "Enlightenment is like the
reflection of the moon in the water. The moon doesn't get wet, the
water is not separated". Pencerahan seperti bayangan bulan di air.
Bulannya tidak basah karena air. Airnya tidak terpecah karena bulan.
Dengan kata lain, inti pencerahan adalah tidak tersentuh. Tidak
marah saat dimaki, tidak sombong tatkala dipuji. Tidak melekat pada
kebahagiaan, tidak menolak kesedihan. Persis seperti bunga padma, di
air tidak basah, di lumpur tidak kotor.

Dan salah satu akar menentukan dari ketidaktersentuhan ini adalah
keberhasilan mendidik diri untuk merasa berkecukupan. Yang tersisa
setelah ini hanya empat "M", mengalir, mengalir, mengalir, dan
mengalir.


faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #4 pada: Maret 05, 2007, 10:53:32 pm »
Kisah dari Negeri Burung
 
Alkisah di suatu negeri burung, tinggallah bermacam-macam keluarga burung.
Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mulai dari yang bersuara lembut
hingga yang bersuara menggelegar. Mereka tinggal di suatu pulau nun jauh di
balik bukit pegunungan.

Sebenarnya selain jenis burung masih ada hewan lain yang hidup di sana.
Namun sesuai namanya negeri burung, yang berkuasa dari kelompok burung.
Semua jenis burung ganas, seperti, burung pemakan bangkai, burung Kondor,
burung elang dan rajawali adalah para penjaga yang bertugas melindungi dan
menjaga keselamatan penghung negeri burung.

Burung-burung kecil bersuara merdu, bertugas sebagai penghibur. Kicau mereka
selalu terdengar sepanjang hari, selaras dengan desau angin dan gesekan
daun. Burung-burung berbulu warna warni, pemberi keindahan. Mereka bertugas
bekeliling negri melebarkan sayapnya, agar warna-warni bulunya terlihat
semua penghuni. Keindahan warnanya menimbulkan kegembiraan. Dan rasa gembira
bisa menular bagai virus, sehingga semua penghuni merasa senang.

Pada suatu ketika, seekor induk elang tengah mengerami telur-telurnya.
Setiap pagi elang jantan datang membawa makanan untuk induk elang. Akhirnya,
di satu pagi musim dingin telur-telur mulai menetas. Ada 3 anak elang yang
nampak kuat berdiri. Dua anak elang hanya mampu mengeluarkan kepalanya dari
cangkang telur harus berakhir dalam paruh sang ayah.

Dengan tangkas, elang jantan mengoyak cangkang telur lalu mematuk-matuk
calon anak yang tak jadi. Perlahan-lahan sang induk memberikan
potongan-potongan tubuh anaknya ke dalam paruh mungil anak-anak elang.
Kejam…? Ini hanya masalah kepraktisan. Untuk apa terbang dan mencari makan
jauh-jauh jika ada daging bangkai di dalam sarang. Sebagai hewan, elang
hanya mempunyai naluri dan akal tanpa nurani. Inilah yang membedakan manusia
dan hewan. Waktu berjalan terus, hari berganti hari. Anak-anak elang yang
berbentuk jelek karena tak berbulu, kini mulai menampakkan keasliannya.
Bulu-bulu halus mulai menutupi daging di tubuh masing-masing. Kaki kecil
anak-anak elang sudah mampu berdiri tegak. Walau kedua sayapnya belum tumbuh
sempurna.

Induk elang dan elang jantan, bergantian menjaga sarang. Memastikan tak ada
ular yang mengincar anak-anak elang dan memastikan anak-anak elang tak jatuh
dari sarang yang berada di ketinggian pohon.

Suatu pagi, saat induk elang akan mencari makan dan bergantian dengan elang
jantan menjaga sarang. Salah seekor anak elang bertanya: "Kapankah aku bisa
terbang seperti ayah dan ibu?"

Induk elang dan elang jantan tersenyum, bertukar pandang lalu elang jantan
berkata: "Waktunya akan tiba, anakku. Jadi sebelum waktu itu tiba, makanlah
yang banyak dan pastikan tubuhmu sehat serta kuat". Usai sang elang jantan
berkata, induk elang merentangkan sayapnya lalu mengepakkan kuat-kuat.

Hanya dalam hitungan yang cepat, induk elang tampak menjauhi sarang.
Terlihat bagai sebilah papan berawarna coklat melayang di awan. Anak-anak
elang, masuk di bawah sayap elang jantan. Mencari kehangatan kasih sang
jantan.

Waktu berjalan terus, musim telah berganti dari musim dingin ke musim
semi. Seluruh
permukaan pulau mulai menampakan warna-warni dedaunan. Bahkan sinar mentari
memberi sentuhan warna yang indah.

Anak-anak elang pun sudah semakin besar dan sayapnya mulai ditumbuhi
bulu-bulu kasar. Suatu ketika seeor anak elang berdiri di tepi sarang,
ketika ada angin kencang, kakinya tak kuat mencengkram tepi sarang sehingga
ia meluncur ke bawah. Induk elang langsung merentangkan sayang dan mendekati
sang anak seraya berkata: "Rentangkan dan kepakan sayapmu kuat-kuat!"

Tapi rasa takut dan panik menguasai si anak elang karenanya ia tak mendengar
apa yang dikatakan ibunya. Elang jantan menukik cepat dari jauh dan
membiarkan sayapnya terentang tepat sebelum si anak mendarat di tanah. Sayap
elang jantan menjadi alas pendaratan darurat si anak elang.

Si anak elang yang masih diliputi rasa panik dan takut tak mampu bergerak.
Tubuhnya bergetar hebat. Induk elang, dengan kasih memeluk sang anak.
Menyelipkan di bawah sayapnya dan memberikan kehangatan. Sesudah si anak
tenang dan tak gemetar, induk elang dan elang jantan membawa si anak kembali
ke sarang.

Peristiwa itu menimbulkan rasa trauma pada si anak elang. Jangankan berlatih
terbang dengan merentangkan dan mengepakkan sayap. Berdiri di tepi sarang
saja ia sangat takut. Kedua saudaranya sudah mulai terbang dalam jarak
pendek. Hal pertama yang diajarkan induk dan elang dan elang jantan adalah
berusaha agar tidak mendarat keras di dataran.

Lama berselang setelah melihat e dua saudaranya berlatih, si elang yang
pernah jatuh bertanya pada ibunya:

"Adakah jaminan aku tidak akan jatuh lagi?"

"Selama aku dan ayahmu ada, kamilah jaminanmu!" jawab si induk elang dengan
penuh kasih.

"Tapi aku takut!' ujar si anak

"Kami tahu, karenanya kami ta memaksa." Jawab si induk elang lagi.

"Lalu apa yang harus kulakukan agar aku beraai?" tanya si anak

"Untuk berani, kamu harus menghilangkan rasa takut!"

"Bagaimana caranya?"

"Percayalah pada kami!" Ujar elang jantan yang tiba-tiba sudah berada di
tepi sarang.

Si anak diam dan hanya memandang jauh ke tengah lautan. Tiba-tiba si anak
elang bertanya lagi.

"Menurut ibu dan ayah, apakah aku mampu terbang keseberang lautan?"

Dengan tenang si elang jantan berkata: "Anakku kalau kau tak pernah
merentangkan dan mengepakkan sayapmu, kami tidak pernah tahu, apakah kamu
mampu atau tidak. Karena yang tahu hanya dirimu sendiri!"

Lalu si induk elang menambahkan: "Mulailah dari sekarang, karena langkah
kecilmu akan menjadi awal perubahan hidupmu. Semua perubahan di mulai dari
langkah awal, anakku!"

Si anak elang diam tertegun, memandang takjub pada induk elang dan elang
jantan. Kini ia sadar, tak ada yang tahu kemampuan dirinya selain dirinya
sendiri. Kedua orang tuanya hanya memberikan jaminan mereka ada dan selalu
ada, jika si anak memerlukan.

Didorong rasa bahagia akan cinta kasih orang tuanya, si elang kecil berjanji
akan berlatih dan mencoba. Ketika akhirnya ia menggantikan elang jantan
menjadi pemimpin keselamatan para penghuni negeri burung, maka tahulah ia,
bahwa kesuksesan yang diraihnya adalah di mulai saat tekad terbangun untuk
melangkah. Sukses itu tak pernah ada kalau hanya sebatas tekad. Tapi tekad
itu harus diwujudan dengan tindakan nyata walau di mulai dari langkah yang
kecil.

Mulailah rentangkan dan kepakkan sayap kemampuanmu, maka dunia ada
digenggamanmu!


faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #5 pada: Maret 05, 2007, 10:54:16 pm »
RAHASIA KEBAHAGIAAN
 
TIDAK BAHAGIA ADALAH TANDA PERLUNYA PERUBAHAN

Ya. Jika Anda merasa kurang atau tidak berbahagia, ketahuilah: itu adalah tanda bahwa Anda memerlukan perubahan. Dan perubahan, selalu punya teman. Namanya pilihan. Dengan demikian, Anda tidak akan bisa lebih berbahagia, jika Anda tidak berubah. Anda juga tidak akan bisa berubah, jika Anda tidak segera menjatuhkan pilihan.

PILIHAN UTAMA ANDA ADALAH MENERIMA

Pilihan utama Anda, adalah menerima segala sesuatu dengan ikhlas dan apa adanya, dan menerima tanggung jawab untuk merubahnya. Setiap pilihan Anda ada konsekuensinya. Dan biasanya, pilihan itu adalah antara kebebasan atau perbudakan. Antara hidup dengan mimpi-mimpi indah, atau hidup di dalam mimpi buruk.

BAHAGIA TERCIPTA DENGAN MERUBAH DIRI SENDIRI

Apa yang harus diubah untuk menciptakan rasa bahagia? Anda tidak perlu jauh-jauh mencarinya. Apa yang perlu diubah adalah diri Anda sendiri.

Jika Anda tidak berbahagia dengan penghasilan yang Anda terima saat ini, maka daripada mengeluh tentang pelitnya boss Anda atau perusahaan Anda, mendingan Anda merubah diri Anda. Jadikanlah diri Anda lebih "berharga", dan dengannya lebih berhak atau penghasilan yang lebih besar. Banyak yang bisa Anda lakukan untuk itu. Misalnya bersekolah lagi, mengambil berbagai kursus dan mengikuti macam-macam seminar, belajar teknologi dan teknik baru, membuka bisnis sendiri, dan sebagainya. Atau, Anda cukup menjadi lebih produktif di tempat kerja, dan berupaya menjadi bagian dari solusi yang dibutuhkan oleh boss atau perusahaan Anda.

Untuk sesuatu yang Anda minta lebih, Anda harus bekerja lebih.
Untuk sesuatu yang Anda ingin ekstra, Anda harus bekerja ekstra.
There is no gain, if there is no pain.
If You want to eliminate the debt, You can not have it without the sweat.

Begitu pula, untuk apapun yang menjadikan Anda kurang atau tidak berbahagia selain dari penghasilan Anda. Begitu pula, untuk apa saja. Begitu pula, untuk apapun yang Anda minta dari-Nya.

SEGALA SESUATU PUNYA HARGA

Harga itu diformulasikan dalam bentuk upaya dan usaha, perjuangan dan pengorbanan. Makin besar hadiah yang Anda minta, makin mahal harganya. Makin besar hasil yang Anda kira, makin besar usaha dan upayanya. Dan itu, setara dengan perngorbanan dan perjuangan Anda. Jika Anda berupaya dan bekerja mengejar impian Anda, maka Anda tak akan pernah menyesalinya.

KEBAHAGIAAN ANDA BUKANLAH KEAJAIBAN

Kebahagiaan Anda adalah hasil karya. Andalah pembuatnya. Hal terburuk yang biasa terjadi pada setiap orang, adalah saat ia mulai mencari jalan pintas yang tidak pantas. Mengandalkan magic bullet, quick fix, atau miracle cure. Atau, mendatangi para dukun dan orang pintar. Itu tidak cukup lengkap dan malah membuat Anda makin terjerembab.

MULAILAH DENGAN KEMAUAN DAN KOMITMEN

Berhentilah membuat pertanyaan yang membuat keraguan. Berhentilah mencari alasan.

Jangan pilih ini:

"Saya merasa susah dan Saya ingin hidup Saya berubah."

Tapi pilihlah ini:

"Saya ingin berubah."

HIDUP ANDA tidak akan berubah jika ANDA-nya tidak berubah.

Membaca tips ini saja, tidak akan menciptakan perubahan apa-apa. Melakukannyalah yang membuat Anda bisa mencapainya.

JANGAN MENYERAH PADA APA YANG ANDA BELUM TAHU

Pernah mendengar kisah ini? Seseorang yang bersekolah ke Jepang untuk mengambil S3 di bidang ekonomi. Ia asli Indonesia, dan tidak mengerti sama sekali bahasa Jepang atau huruf kanji. Di Jepang sana, ia menyambi bekerja di sebuah restoran. Menjadi pelayan dengan hanya tahu bahasa Tarzan. Selain itu, ia juga mencoba-coba menjadi translator yang menterjemahkan berbagai dokumen berbahasa Jepang ke dalam Bahasa Indonesia. Sepulang dari sana, karirnya melejit sebagai jebolan S3. PLUS, ia juga berhasil membuka restoran sendiri di tanah air. Restoran tempura dan sukiyaki. PLUS, ia juga berhasil membuka sebuah kursus bahasa Jepang untuk anak-anak negeri.

Maka, jika Anda punya bisnis sendiri, kemudian ingin berjualan lewat internet, pikirkanlah yang satu ini. Janganlah Anda terlalu bergantung pada orang lain. Buatlah blog sendiri. Kerjakan situs Anda sendiri. Anda tidak akan pernah menduga, siapa tahu Anda juga berbakat menjadi pakar internet marketer, atau punya usaha web hosting, menjadi konsultan SEO (search engine optimisation) , menjadi selebriti blog, atau bahkan menjadi penulis buku best seller berdasarkan pengalaman bisnis Anda sendiri. Sebagai pebisnis, Anda pasti hanya tahu satu hal, yaitu bahwa semua itu adalah MUNGKIN!

Dengan tidak langsung menyerah pada apa-apa yang Anda tidak tahu mulanya, penghasilan Anda mungkin akan berlipat ganda. Lihatlah apa yang dilakukan Andrie Wongso dan Tung Desem Waringin. Lihatlah Cak Bukhin. Dan Anda tahu bahwa semuanya memang mungkin. Jika Anda mau merelakan melonggarnya keamanan dan kenyamanan, Anda akan mendapatkan lebih banyak untuk keduanya.

Ya. Segala perubahan ada harganya. Tapi ingatlah yang satu ini: harga paling mahal yang harus Anda bayar, adalah jika Anda tidak merubah apa-apa.

RISIKO TERTINGGI ANDA ADALAH MENGHINDARI RISIKO

Risiko itu adalah hilangnya kesempatan untuk mendapatkan lebih. Jika Anda ingin tetap nyaman, maka Anda cenderung ingin tetap diam. Padahal, matahari masih terbit setiap pagi. Dan saat petang, ia juga masih tetap tenggelam. Penanggalan berubah, dan waktu masih berjalan. Hanya itulah yang Anda punya. Apa yang perlu Anda lakukan, adalah mengikutinya. Mengikutinya dengan berbagai perubahan, perencanaan, penyesuaian dan pengejaran.

PERUBAHAN ADALAH ALAMIAH BAGI ANDA

Jika hari mulai pagi, Anda mulai mencari rizki. Jika petang telah datang, Anda pun bersiap untuk pulang. Jika hari hujan, Anda menepi atau menggunakan payung. Jika jalan yang Anda lewati sedang banjir, Anda memutar dan mencari jalan lain. Tidakkah itu hanya punya satu terjemah? Bahwa Anda adalah manusia yang secara alamiah terus berubah!

Lantas mengapakah lagi, Anda masih saja terus membaca-baca tips ini?

Do something! Mulailah perjuangan dan pengorbanan Anda! Dan dapatkan apa yang lebih berharga.

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #6 pada: Maret 05, 2007, 10:55:14 pm »
FA AINA TADZHABUUN?
 
"Di antara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan apa yang tidak penting baginya" (Hadits Arbain ke-12)

Pada hari yang sangat cerah, kaca pembesar terkuat pun tidak akan dapat membakar kertas jika kita terus menerus menggerakkannya. Tetapi jika kita berfokus dan menahannya, maka kertas itu akan terbakar. Itulah kekuatan konsentrasi.

Hidup ini sangat singkat, di dalamnya ada berbagai jenis keinginan dan tidak semua keinginan bisa dicapai, di dalamnya ada berbagai pengetahuan dan tidak semuanya bisa kita kuasai. Ibarat sebuah restoran dengan berbagai jenis makanan, mustahil kita bisa menghabiskan semuanya dalam waktu singkat. Maka... pilihlah makanan yang enak, lezat dan bergizi dalam jumlah yang mengenyangkan perut, tidak sedikit dan tidak terlalu banyak. Lalu, makanan apa yang kita pilih?

Ada perbedaan besar antara aktivitas dan prestasi, hanya karena kita telah melakukan sesuatu bukan berarti kita telah maju untuk mencapai prestasi. Hidup yang tidak bertujuan adalah kehidupan yang mati. Setiap kita harus bertanya kepada diri kita sendiri: "Apakah saya semakin dekat kepada tujuan saya dalam hidup ini? Apakah saya berusaha menjadikan bumi ini tempat yang lebih baik untuk hidup?".

Jika bumi ini adalah sebuah kebetulan, maka kita pun adalah kebetulan. Tetapi jika bumi ini mempunyai arti, maka diri kita pun memiliki arti.

Wallahu a'alam

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #7 pada: Maret 05, 2007, 10:55:56 pm »
SURAT TERBUKA UNTUK IKHWAN FILLAH
 
Malam telah larut terbentang. Sunyi. Dan saya masih berpikir tentang dirimu, akhi. Jangan salah sangka ataupun menaruh praduga. Semua semata-mata hanya untuk muhasabah terutama bagi diriku, makhluk yang oleh Rasulullah SAW. disinyalir sebagai pembawa fitnah terbesar.

Suratmu sudah kubaca dan tersimpan, surat yang membuatku gemetar. Tentunya kau sudah tahu apa yang membuatku nyaris tak bisa tidur belakangan ini.

Jujur kukatakan bahwa itu bukanperkataan pertama yang dilontarkan ikhwan kepadaku. Kau orang yang kesekian, tetap saja yang " kesekian" itu .membuatku diamuk perasaan tak menentu. Astagfirullahalazhim. Bukan, bukan perasaan karena merasa diriku begitu diperhatikan. Justru sikapmu itu menghempaskan ke jurang kepedihan dan kehinaan. Afwan kalau yang terpikir dalam benak pertama bukannya introspeksi, tapi malah sebuah tuduhan ; kemana ghadhul bashor-mu?

Akhifillah,

Alhamdulillah, Allah mengaruniakanku zhahir yang jamilah. Dulu, di masa jahiliyyah, karunia itu senantiasa membawa fitnah. Setelah hijrah, kupikir semua hal semacam itu takkan terulang. Dugaanku salah ternyata. Mengapa fitnah ini justru menimpa pada orang-orang yang kuhormati sebagai pengemban risalah dakwah? Siapakah yang salah di antara kita?

Akhifillah,

Maaf kalau saya menimbulkan fitnah dalam hidupmu. Namun semua bukan keinginanku untuk beroleh wajah seperti ini. Seharusnya di antara kita ada tabir yang akan membersihkan hati dari penyakit-penyakitnya. Telah kucoba dengan segenap kemampuan untuk menghindarkan mata dari bahaya maksiat. Alhamdulillah, hingga kini belum hadir sosok pangeran impian yang hadir dalam angan-angan, semua kuserahkan pada Allah Ta’ala semata.

Akhi,

Tentunya antum pernah mendengar hadits yang kesohor ini, bahwa wanita dinikahi karena empat perkara ; kecantikannya, hartanya, keturunannya, atau diennya. Maka pilihlah yang terakhir karena itu akan membawa laki-laki kepada kebahagiaan yang hakiki. Kalaulah ada yang mendapatkan keempatnya, ibarat ia mendapat surga dunia. Sekarang, apa yang antum inginkan? Wanita shalihah pembawa kedamaian atau yang yang cantik tapi pembawa kesialan? Maaf kalau di sini dengan sangat terpaksa saya berburuk sangka bahwa antum menilai saya Cuma sebatas fisik belaka. Kapan antum tahu kalau dien saya memenuhi kriteria bagus? Apa dengan menilai frekuensi kesibukan saya? Jam terbang yang tinggi?

Tidak, antum tidak akan pernah tahu kapan saya berbuat ikhlas lillahi ta’aladan kapan saya berbuat karena riya. Atau antum ingin mendapat istri akhwat yang cantik yang memiliki segudang prestasi tapi akhlaknya masih dipertanyakan? Saya yakin sekiranya antum disodori pertanyaan demikian niscaya tekad antum akan berubah.

Akhifillah,

Tanyakan pada setiap akhwat kalau antum bisa, yang tercantik sekalipun. Maukah ia diperistri karena zhahirnya belaka? Jawabnya insya Allah tidak. Tahukah antum bahwa kecantikan lahir itu adalah mutlak pemberian Allah? Ia suatu anugerah yang mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar jika diberikan kepada seseorang atau dihindarkan dari seseorang. Jadi, manusia tidak mendapatkannya melalui pengorbanan. Laain dengan kecantikan batinniyah. Ia melewati proses panjang, berliku. Melalui pengorbanan dan segala macam pengalaman pahit. Ia adalah intisari dari manisnya kata, sikap, tindak tanduk dan perbuatan. Apabila seorang lelaki menikahi wanita karena kecantikan batinnya, maka ia telah amat sangat menghargai perjuangan seorang manusia dalam mencapai kemuliaan jati dirinya, paham?

Akhifillah,

Tubuh ini hanya pinjaman yang terserah Dia kapan mengambilnya. Tapi ruh, kecantikannya menjadi abadi. Karenanya, manusia diperintah untuk merawat ruhiyahnya bukan hanya jasmaninya yang sewaktu-waktu bisa usang dan koyak. Afwan kalau surat antum tidak saya tanggapi. Saya tidak ingin masalah hati ini menjadi berlarut-larut. Satu yang saya minta agar kita saling menjaga sebagai saudara, menjaga saudaranya agar tetap di jalan yang diridhoi-Nya. Tahukah antum bahwa tindakan antum telah menyebabkan saya tidak lagi berada di jalan-Nya? Ada riya, ada suu zhon, ada takabbur, ada kemarahan dan kebencian. Itukah jalan yang antum bukakan untuk saya, jalan neraka?

Akhifillah,

Surat ini seolah menempatkan antum sebagai tertuduh. Saya sama sekali tidak bermaksud demikian, kalau antum mau dengan cara seperti itu, silahkan. Afwan, tapi bukan saya orangnya. Jangan antum kira kecantikan lahir telah membuat saya merasa memiliki segalanya. Justru saya kini merasa iri dengan saudari saya, ia begitu sederhana, tapi akhlaknya bak lentera yang menerangi langkah-langkahnya. Ia jauh dari fitnah, sementara apa yang saya miliki masih sangat jauh nilainya. Saya takut jika suatu saat ia mendapatkan Abdullah Azzam impiannya sedangkan saya tidak.

Akhifillah,

Afwan kalau saya menimbulkan fitnah bagi antum. Insya Allah saya akan lebih memperbaiki diri. Mungkin semua ini sebagai peringatan dari Allah bahwa masih banyak amalan saya yang riya maupun tidak ikhlas. Wallahu a’ lam. Simpan saja cinta antum untuk istri yang telah dipilihkan Allah. Penuhilah impian ratusan akhwat, ribuan ummat yang mendambakan Abdullah Azzam dan Izzudin al Qossam yang lain. Penuhilah harapan Islam akan generasi tangguh semacam Imaad Aql. Insya Allah antum akan mendapat pasangan yang menghantarkan ke jannah-Nya.

Akhifillah,

Malam bertambah dan bertambah larut. Mari kita shalat malam dan memandikan wajah serta mata kita dengan airmata. Mari kita sucikan hati dengan taubatan nasuha. Pesan saya, siapkan diri antum menjadi mujahid. Insya Allah , akan ada Asma dan ‘Aisyah yang akan menyambut uluran tangan antum untuk berjihad bersama-sama.

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #8 pada: Maret 06, 2007, 02:15:09 pm »
Hijau! Hijau! Hijau!

 
Pada suatu hari, di Malaysia ada seorang yang sangat kaya raya tetapi hidupnya nggak bahagia. Karena itu, dia coba mendatangi seorang tua yang bijaksana yang tinggal di sebuah desa untuk minta nasehat.

Orang kaya itu bertanya,"Pak tua, apa yang harus Saya lakukan supaya hidup Saya bahagia?". Orang tua bijak itu menjawab,"Kamu akan bahagia kalau semua yang kamu lihat berwarna hijau." Orang kaya itu manggut-manggut
saja mendengar nasehat dari orang tua itu. Setelah itu, berpamitanlah dia pada orang tua itu dan pulang ke kota.

Satu bulan kemudian, dia menelpon orang tua itu sambil berkata,"Pak tua, Saya sudah turuti nasehat Bapak. Sekarang semua yang Saya lihat berwarna hijau! Mari Bapak datang berkunjung ke rumah Saya"

Singkat cerita, sampailah si orang tua bijaksana ini ke kota dan dia segera menuju ke rumah si orang kaya. Beberapa saat kemudian sampailah dia ke rumah orang kaya itu.
 
Rumahnya adalah rumah terbesar di sebuah kompleks perumahan elit. Uniknya, semua bagian rumahnya berwarna hijau. Pagarnya, cat tembok
rumahnya, atapnya,pokoknya semua berwarna hijau. Lantas orang tua itu memencet bel pintu rumah orang kaya itu (yang tentunya berwarna hijau juga). Ternyata orang kaya itu sendiri yang membukakan pintu dan menyambut kedatangan orang tua bijak itu. Orang kaya itu mengenakan baju sutra yang amat mahal berwarna hijau. "Mari, pak tua, Saya antar berkeliling rumah
Saya."

Pak tua itu terheran-heran dengan rumah si orang kaya. Tidak hanya luarnya, bagian dalam rumahnya pun semua berwarna hijau. Semua perabot rumahnya mulai karpet, sofa, televisi, lemari, meja dan kursinya semuanya berwarna hijau. Bahkan pelayannya pun mengenakan seragam berwarna hijau. Belum habis keheranan si orang tua, orang kaya itu memperlihatkan dua mobil mewahnya. Di garasinya ada dua mobil Mercedes-Benz dan BMW
terbaru yang kesemuanya berwarna hijau.

Bertanyalah orang tua itu,"Berapa kau habiskan untuk membuat semuanya ini?" "500,000 Ringgit", kata Orang kaya itu. "Dasar Bodoh!", kata orang tua itu. Orang kaya itu pun terheran-heran dan kemudian berkata,"Bukankah Saya sudah turuti nasehat Bapak dan membuat semua yang Saya lihat berwarna hijau?" "Dasar bodoh!", kata orang tua itu lagi, dan sambungnya," Bukankah kalau kau keluar dari rumah ini semuanya tidak berwarna hijau lagi? Kenapa kau buang-buang 500,000 ringgit padahal dengan 50 ringgit Kamu bisa membeli kaca mata yang warnanya hijau dan SEMUA yang kau lihat akan berwarna hijau di manapun kau berada!"


Well, memang kita selalu ingin lebih baik lagi dalam segala hal. Tetapi yang menjadi masalah adalah kita selalu berusaha untuk mengubah orang lain seperti apa yang orang kaya itu lakukan. Kita nggak sadar bahwa kalau kita ingin membuat perubahan, baik itu di keluarga, di pekerjaan kita, dan di manapun kita berada perubahan itu harus dimulai dari dalam diri kita sendiri. Kita harus merubah cara pandang kita dan bukannya berusaha merubah apa yang ada di luar kita tapi kita sendiri yang harus berubah dulu. Dalam artian positif tentunya.

Joehahn

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 426
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bismillah
    • Lihat Profil
    • usahaku
Re: The Inspirations
« Jawab #9 pada: Maret 15, 2007, 11:32:52 pm »
Subhanallah, postingan2 yg berkualitas ! :great: :great: :great: :great:

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #10 pada: Mei 04, 2007, 04:05:57 pm »
Cerita Kentang (A wise story)


Ada salah satu TK (taman kanak-kanak) di Australia, pada suatu hari, guru TK tersebut mengadakan "permainan" menyuruh anak tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang. Masing-masing kentang tersebut di beri nama berdasarkan nama orang yang di benci, sehingga jumlah kentangnya tidak di tentukan berapa...tergantung jumlah orang2 yg dibenci.

Pada hari yang disepakati masing2 murid membawa kentang dalam kantong plastik.Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka tiap2 kentang di beri nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid2 harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi bahkan ke toilet sekalipun selama 1 mingggu.

Hari berganti hari kentang2 pun mulai membusuk, murid2 mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu murid2 TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka kan segera berakhir.

Guru: "Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu?" Keluarlah keluhan dari murid2 TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang2 busuk tersebut kemanapun mereka pergi. Guru pun menjelaskan apa arti dari "permainan" yang mereka lakukan. Guru: "Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain."

Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemanapun kita pergi. Itu hanya 1 minggu bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup?

Alangkah tidak nyamannya... .."

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #11 pada: Mei 09, 2007, 08:27:39 pm »
Tau tentang "busi" nggak Sobat???

Yup, benda kecil yang panjangnya tak lebih dari jari tengah kamu, berada di bagian mesin motor yang letaknya tersembunyi dan paling jarang kelihatan sama orang. Si busi yang "senangnya" sembunyi itu jika kita bandingkan besarnya dengan ukuran motor/mobil secara keseluruhan ga bakal nyampe dech 1/1000-nya (gak percaya? Diukur ndiri ya ..hehehe).

Tapi, tahukah Sobat kalau si imut busi malas-malasan kerja?? Weleh..weleh. .weleh..siap- siap ngedorong mas, huehehehe….!!

Dah ngertikan maksudnya? Yes, that's right, man! Jangan nyepelein arti diri kamu dalam suatu organisasi. Mungkin kamu berfikir bahwa kamu adalah bagian yang sangat kecil dari organisasi tersebut. Tapi apakah itu menjadi alasan kita untuk bermalas-malasan? ??

Setiap orang di dalam organisasi pasti memiliki beban yang harus di `jinjing' (mau dibaca `dipikul' juga boleh). Sekali kita melalaikan beban kita sama saja menyuruh saudara-saudara kita di bagian lain untuk memikul beban kita.

Ingat, mereka juga mempunyai beban yang harus dipikul lho!!! Seperti busi tadi, sekali `ngambek' terpaksa si sopir jadi kesusahan. Apalagi kalau harus sampai di dorong, namanya mobil naik orang
dong !!

Makanya pren, jangan karena diri kita kecil trus kita merasa nggak ada artinya. Acara `kondangan', 'slametan' atau apapun namanya aja ga bakal sukses kalau gak ada tukang cuci piring lho. Apalagi sebuah organisasi besar yang dituntut untuk bekerja dinamis, konsisten dan
kritis.

Bagaimana bisa melakukan perubahan kalau setiap komponen besar maupun kecil tidak bersinergi dan melakukan gerak yang harmonis???

Makanya jadilah busi, kecil tapi merupakan hal yang vital. Tapi, jadi busi pun harus siap berkorban. Karena busi selalu bermain dengan api yang panas

Ingat ya Sobat:

KERJA BESAR, UNTUK PERUBAHAN BESAR, SELALU MEMBUTUHKAN PENGORBANAN YANG BESAR PULA!!!

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #12 pada: Juni 08, 2007, 05:59:15 pm »
Belajar dari Keledai



Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh kedalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara sipetani memikirkan apa yang harus dilakuaknnya. Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur itu perlu ditimbun(ditutup karena berbahaya), jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga - tetangganyauntuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah kedalam sumur.
Pada mulanya ,ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.tetapi kemudian,semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. setelah beberapa sekop tanah dituangkan kedalam sumur, sipetani melihat kedalam sumur dan tercengang atas apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya yang terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, sikeledai melakukan sesuatu yang menabjubka. ia menguncang - guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun kebawah,lalu menaiki tanah itu. sementara tetangga -tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu. si keledai terus menguncangkan badannya dan melangkah naik. segera saja,semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri.

Renungan

Kehidupan terus saja menuangkan segala macam tanah dan kotoran kepadamu. cara untuk keluar dari sumur(kesedihan , masalah , beban pikiran) adalah dengan mengguncangkan hal - hal tersebut sebagai pijakan. setiap masalah dalam hidup kita merupakan batu pijakan untuk melangkah. kita dapat keluar dari sumur yang terdalam dengan terus berjuang.
Jangan pernah menyerah!

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #13 pada: Juni 08, 2007, 06:01:43 pm »
Berapa lama?


Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Baju merahnya yang Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan Kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani Dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, Berputar sejenak ke kanan & Kemudian duduk Di atas seonggok nisan
"Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965"

"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya Yang mengangkat ke atas Dan ikut memejamkan Mata Seperti Ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk Neneknya...

"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sembari tersenyum Sembari memandang pusara Ibu-nya.

"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya yah..." Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang Dan Jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun ... "

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak Kuburan di sana. Di samping kuburan neneknya Ada Kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910"

"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun Yang lalu ya yah" jarinya menunjuk nisan disamping Kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya.

"Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang ayah menatap Teduh Mata anaknya.

"Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau Kita mati, lalu di kubur Dan Kita banyak dosanya, Kita akan disiksa di neraka" kata Yani sambil meminta Persetujuan ayahnya. "Iya kan yah?"

Ayahnya tersenyum, "Lalu?" "Iya .. Kalau nenek banyak Dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah Di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang di kubur .... Ya nggak yah?" Mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya Berkerut, tampaknya cemas ..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.

Pulang dari Pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan Anaknya ... 42 tahun ... Hingga sekarang...kalau kiamat Datang 100 tahun lagi ....142 tahun disiksa ..Atau bahagia Di kubur .... Lalu IA menunduk ... Meneteskan air Mata ...
Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat Masih 1000 tahun lagi berarti IA akan disiksa 1000 tahun?

Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un ... Air matanya semakin banyak Menetes.....
Sanggupkah IA selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan ..kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu IA akan disiksa di kubur ..Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi? Tahankah? Padahal melihat adegan preman dipukuli Massa ditelevisi kemarin Ia Sudah tak tahan?

Ya Allah ...IA semakin menunduk .. Tangannya Terangkat keatas..bahunya naik Turun tak teratur....
Air matanya semakin Membanjiri jenggotnya .....Allahumma as aluka khusnul khootimah berulang Kali di bacanya DOA itu
Hingga suaranya serak ...Dan IA berhenti sejenak Ketika Terdengar batuk Yani.
Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu... Dibetulkannya Selimutnya.
Yani terus Tertidur.... tanpa tahu, Betapa sang bapak sangat Berterima kasih padanya karena telah Menyadarkannya ..
Arti Sebuah Kehidupan... Dan apa yang akan datang di Depannya...

faritz

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Re: The Inspirations
« Jawab #14 pada: Juni 08, 2007, 06:03:01 pm »
Belajar dari Cicak


Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor cicak terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah surat.

Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat itu, ternyata surat tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun. Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikit pun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Orang itu lalu berpikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada surat itu! Bagaimana dia makan? Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu. Apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu dari mana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya.... AHHHH! Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun.

Sungguh ini sebuah cinta, cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

Jangan Pernah mengabaikan orang yang anda cintai!