Penulis Topik: Kata-kata syirik yang tak disadari  (Dibaca 36027 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

arog

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 1
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re: Kata-kata syirik yang tak disadari
« Jawab #30 pada: Januari 30, 2007, 01:42:33 pm »
Yaa Allah Ampunilah Saya..
saya mungkin pernah mengatakan kata-kata seperti itu

Raa

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 5
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • Life Happens
Re: Kata-kata syirik yang tak disadari
« Jawab #31 pada: Februari 05, 2007, 11:42:19 pm »
Kemaren jg baru aja diingetin sm guru soal ini:
"Ayo minum obat biar cepet sembuh"
"Karena tadi malam keujanan, jadinya flu"
"Acara kita gagal karena kamu ga becus tuh!"
"Aku dapet nilai jelek gara-gara males belajar"
dll. dsb. dsj.

Padahal kata-kata kayak gitu sering banget kayaknya kita ucapin sehari-hari  :(

Gol

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 134
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
  • Liar
    • Lihat Profil
Re: Kata-kata syirik yang tak disadari
« Jawab #32 pada: Februari 06, 2007, 01:31:07 pm »
Kemaren jg baru aja diingetin sm guru soal ini:
"Ayo minum obat biar cepet sembuh"
"Karena tadi malam keujanan, jadinya flu"
"Acara kita gagal karena kamu ga becus tuh!"
"Aku dapet nilai jelek gara-gara males belajar"
dll. dsb. dsj.

Padahal kata-kata kayak gitu sering banget kayaknya kita ucapin sehari-hari  :(

Menurutku kata2 diatas bukan termasuk syirik. Dimana letak kesyirikannya? Jangan sampai kita menjadi seperti orang2 jabbariyah.

82

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.307
  • Reputasi: -11
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kata-kata syirik yang tak disadari
« Jawab #33 pada: Februari 06, 2007, 01:51:57 pm »
Menurutku kata2 diatas bukan termasuk syirik. Dimana letak kesyirikannya? Jangan sampai kita menjadi seperti orang2 jabbariyah.

Maklum om. Efek samping berguru pada satu orang.

ps: Jabbarīyah bukannya nama kota y?

Luthi

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.155
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • forgiven
    • Lihat Profil
Re: Kata-kata syirik yang tak disadari
« Jawab #34 pada: Februari 06, 2007, 02:18:34 pm »
nih baca !!!

Kenapa kita Ngomong Emang Yahud!
Sejarah Oleh : Redaksi 22 Mar 2006 - 10:30 pm

Baca : Wawancara Ridwan Saidi : Melacak Zionis di Indonesia
Salah satu cara orang Indonesia memuji kehebatan sesuatu adalah dengan kata, “Wow, emang yahud!”. Kata ini diambil dari frase bahasa Arab yahud atau yahudu yang berarti Yahudi. Kenapa yahud? Konon itu lambang yang diambil dari kecerdasan yang melekat pada orang Yahudi. Apa benar?

Berbicara tentang Yahudi berarti berbicara tentang asa-usul, sejarah, taktik, dan permainan hitam sebuah etnis kutukan Tuhan. Kenapa?

Para sejarawan berpendapat bahwa etnis Yahudi pada dasarnya adalah etnis campuran antara berbagai unsur (mixed race) yang dipersatukan oleh satu nasib dan watak. Karena itu dalam Yahudi terdapat kelas-kelas seperti: Yahudi Bani Israil (lahir dari ayah-ibu Yahudi), Yahudi Aria (campuran Yahudi dengan Eropa dan Iran), Yahudi Arab (campuran Yahudi dengan Mesir, Irak, Syiria, dan sebagainya), Yahudi Mestiz (campuran Yahudi dengan Kazak (Yahudi Rusia), Turki, Cina, India, dan sebagainya), Yahudi Falasha (campuran Yahudi dengan Mulat), dan Yahudi Mulat (campuran langsung Yahudi dan Negro).


SEJARAH HITAM ETNIS KUTUKAN

Mereka hidup mengembara seperti kaum gypsy karena nggak punya negara. Mereka ini tersebar di Amerika, Eropa, Afrika Utara, Asia Barat, Asia Tengah, Asia Tenggara, sampai India.

Etnis Yahudi berkeyakinan bahwa mereka adalah umat pilihan Tuhan dan dipilih untuk memimpin dunia. Menurut ajaran Talmud, kitab suci orang Yahudi, etnis non-Yahudi (gayim) adalah para pendosa, karenanya Tuhan mengizinkan orang Yahudi untuk mengambil, merampas, menindas, menzalimi, membunuh, dan atau menjajah ( 6M ) etnis non-Yahudi demi mengembalikan keistimewaan mereka yang dirampas. Oleh sebab itu, ke mana pun orang Yahudi pergi, mereka merasa berhak menjalankan aksi 6 M itu kepada siapa saja.

Pada jaman para nabi, kelakuan jahat orang Yahudi dimulai dengan rencana membunuh dan membuang Nabi Yusuf (QS 12:9-19), membohongi Nabi Musa (QS 3:55), membunuh Nabi Zakaria, mengaku membunuh Nabi Isa (QS 4:157), berusaha membunuh Nabi Harun (QS 7:150), dan berkali-kali berusaha membunuh Nabi saw. Pada jaman khalifah Abu Bakar orang Yahudi memprovokasi kaum Muslimin untuk murtad, bersekongkol membunuh Umar bin Khattab, memfitnah Usman bin Affan, dan mengadu domba pengikut Ali bin Abi Thalib dengan pengikut Muawiyah. Puncak kekejian mereka terjadi ketika mereka menghina Tuhan (QS 3:181). Maka kemudian Allah mengutuk orang Yahudi menjadi kera yang hina (QS 2:65).


YAHUDI DI TANAH AIR

Untuk menundukkan etnis non-Yahudi di seluruh dunia, Yahudi membentuk gerakan Freemasonry, sebuah gerakan rahasia yang telah menyusup ke seluruh dunia, termasuk ke negeri kita.

Ketika Belanda datang ke Indonesia, orang-orang Yahudi yang bergerak dalam Kelompok Cahaya (salah satu agen Freemasonry) ikut mendompleng. Di bawah pimpinan Sneevliet, pada tahun 1914 mereka melebarkan jaringan di Semarang dan Surabaya. Sneevliet berhasil memikat beberapa orang pengurus Serikat Islam cabang Semarang, di antaranya Semaun dan Darsono. Sneevliet sering diundang oleh Semaun untuk memberikan ceramah tentang sosialisme dan marxisme di gedung Serikat Islam.

Pada Mei 1914 di Surabaya Sneevliet bersama HW. Dekker, JA Brandstender, dan P. Bergsma mendirikan Indische Sociaal Democratische Vereniging (ISDV). Semaun dan Darsono menjadi anggota ISDV pada tahun 1917 merangkap sebagai pimpinan SI Semarang. Mereka kerap melakukan kontak dengan Kelompok Cahaya Nederland. Akibatnya, Serikat Islam terpecah menjadi dua: SI Putih di bawah komando HOS Cokroaminoto yang tetap berpegang pada prinsip Islam dan SI Merah pimpinan Semaun yang berhalauan Sosialis Marxis.

Setelah diadakan Kongres Komunis Internasional ke-3 di Rusia, SI Merah berubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Selain Kelompok Cahaya, agen Freemasonry lainnya adalah Masonik yang menyebarkan paham Plotisma. Paham ini menganggap semua agama benar dan kalau perlu disatukan. Dalam Islam, Masonik berhasil membentuk paham ingkar sunah (mengingkari hadis Nabi saw), aliran Quraniyah (berislam berdasarkan Quran saja), gerakan kemahdian (pemimpin suatu kelompok yang mengaku Imam Mahdi), paham sekularisme (memisahkan kehidupan agama dan dunia), gerakan Islam campuran (mencampuradukkan Islam dengan budaya non-Islam seperti perayaan Valentine Day), dan paham Islam kebangsaan.



ORBEK YAHUDI DUNIA

Nah sobat, kayaknya kata “Emang Yahud” dipakai akibat orang-orang kita pada ngefans orbek Yahudi dunia seperti ilmuwan Albert Einstein, sutradara Steven Spielberg, aktor dan aktris kayak Mill Broxy, Woody Allen, Bop Hope, Jerry Lewis, Neil Simon, Kare Ryener, Mickey Rony, Jack Limond, Elizabeth Taylor, Anne Prancoft, Barbara Straysand, Shelly Duval, Dyan Keton, Jill Clay Borg, Kary Fisher, Alien Prestin, Marie Killer, Suzane Anspac, Mercia Mason, Debi Reynolds, Dian Canon, Joan Woodward, Paula Brintes, Sally Calirman, Kirk Douglas, Tonny Curtis, Gary Grant, Jack Nicholas, B. Azar, Walter Mathion, George Cygal, Burt Reynolds, Jean Hackman, James Kan, Wedy S, George Rod Scott, Michael London, Ryan O’Neil, Astin Hoffman, Natalie Portman, en masih banyak lagi.

Mereka ini berkiprah di dunia dan menjadi terkenal berkat lobi kuat Yahudi di perusahaan-perusahaan film Hollywood seperti Fox Company milik William Fox, Golden Company milik Samuel Golden, Metro Company milik Lewis Mayer, Warner Bross Company milik Harny Warner, dan Paramount Company milik Hod Dixon. Nggak heran, di Amerika 90% dari seluruh pekerja filmnya adalah orang Yahudi yang menduduki jabatan produser, editor, artis, dan kru lainnya.

Sementara itu lobi Yahudi di jaringan televisi internasional meliputi NBC,ABC, dan CBS. Kantor berita, penerbitan koran, majalah, dan buku yang dikuasai Yahudi adalah Associated Press (AP), The United Press International (UPI), The Times, The Sunday Time, Chicago Sun Times, City Magazine, The Daily Express, The News Chronicle, The Daily Herald, The Manchester Guardian, The Observer, Evening News, Sunday Express, New York Times, The Washington Post, The Daily News, The New York Post, New York Magazine, Vanity Fair, Time, Newsweek, Sun, Sun Time, Business Week, Random House, dan lain-lain.

Sobat, Yahudi sudah mencengkeram dunia, semua kekuatan sudah bertekuk lutut di hadapannya. Cuma satu kekuatan yang ditakuti Yahudi saat ini: Islam. Nah, apa kita masih mau ngomong “Emang Yahud!”? (Iyus)

sumber : br_oyom@ikhlas.com

dajal007

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.017
  • Reputasi: 32
  • Jenis kelamin: Pria
  • di atas bumiNya lah kita semua berpijak
    • Lihat Profil
    • amgidarap kilab kitit
Re: Kata-kata syirik yang tak disadari
« Jawab #35 pada: Februari 06, 2007, 09:49:42 pm »
masih jaman ya... ngomong yahud? setahu saya udah sejak dulu2 pada ga pake kata yahud, udah ketinggalan jaman >:)

sekarang mah teopebegeteeskael-->dah ketinggalan jaman juga sih

Luthi

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.155
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • forgiven
    • Lihat Profil
Re: Kata-kata syirik yang tak disadari
« Jawab #36 pada: Februari 10, 2007, 09:10:08 pm »
masih jaman ya... ngomong yahud? setahu saya udah sejak dulu2 pada ga pake kata yahud, udah ketinggalan jaman >:)

sekarang mah teopebegeteeskael-->dah ketinggalan jaman juga sih
wah kita orang2 dulu :p

82

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.307
  • Reputasi: -11
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kata-kata syirik yang tak disadari
« Jawab #37 pada: Februari 12, 2007, 03:15:49 pm »
"May the Force be with you"
 :D  :)) =)) :D

Raa

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 5
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • Life Happens
Re: Kata-kata syirik yang tak disadari
« Jawab #38 pada: Februari 16, 2007, 10:52:53 pm »
Sorry deh kalo salah, tapi bukannya kalo pas kita sakit terus mikir bahwa kita harus minum obat supaya sembuh dan lupa kalo yang ngasih penyakit maupun yang menyembuhkan penyakit itu Allah... kita bisa jadi beranggapan bahwa saat kita sembuh itu adalah karena obat tersebut? Padahal biarpun kita minum obat banyak-banyak, kalo Allah nggak nyembuhin kita... ya sakitnya ga ilang-ilang kan?
Terus, seandainya kita dapat nilai bagus karena kita udah belajar giat, kita jadi beranggapan kalau kita sendirilah yang membuat kita sukses. Memang Allah nggak akan merubah nasib suatu kaum kalo kaum itu ga merubah nasib sendiri. Tapi dalam hal ini, gimana kalo Allah mau ngasih kita cobaan? Biarpun udah belajar ya tetep aja nilainya jeblok.
Misalkan di suatu acara, acara itu gagal sebagian besar karena kesalahan dari si A, B, C, dan D. Semua panitia yang terlibat acara, terutama kelima orang itu patut introspeksi diri, evaluasi kinerja. Tetapi sebaik apapun kita usaha, kalo Allah memang lagi menguji kesabaran kita, tetap aja acara itu bakal gagal, mungkn gagalnya bukan karena si A, B, C, dan D tadi, tapi karena si E, F, G, dan H, atau karena kesalah teknis, atau keadaan cuaca yang sangat tidak mendukung jika itu acara outdoor.
Jadi kegagalan ataupun keberhasilan itu Allah yang ngasih kan intinya? Kita sembuh dari penyakit juga bukan karena obat atau karena dokter, itu cuma perantara, karena yang sebenarnya ngasih kita kesembuhan itu Allah.
Manusia kan cuma bisa ikhtiar dan Allah yang nentuin semuanya.
Nah, kalo kita lama-lama akhirnya jadi terlalu yakin sama kemampuan diri sendiri untuk menentukan gagal berhasilnya kita, sama obat dan dokter buat nentuin sembuh nggaknya kita, apa itu namnya bukan syrik?
« Edit Terakhir: Februari 16, 2007, 10:54:42 pm oleh Raa »

82

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.307
  • Reputasi: -11
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Kata-kata syirik yang tak disadari
« Jawab #39 pada: Februari 16, 2007, 11:20:40 pm »
Memang Allah nggak akan merubah nasib suatu kaum kalo kaum itu ga merubah nasib sendiri.
Nah itu udah kejawab sendiri.
Sakit minum obat, mau ujian belajar. Itu namanya usaha. kalau gagal, iya namanya cobaan.
Tapi coba liat persentasenya deh. Banyakan mana antara yg belajar trus ujian bagus dengan yg belajar tapi ujiannya jelek.
       Allah kan maha adil, jadi ujian juga biasanya ada timingnya. cth: ujianmu jelek, padahal udah belajar. Liat lagi, jeleknya kenapa?. Apa lupa nulis nama?, salah masukin ID? (umptn sy pernah salah masukin kode soal). Jadi walaupun diuji, kita pada dasarnya juga punya andil dalam kegagalan. dan dalam kasus ini, Allah mengingatkan supaya lebih teliti. Gitu.
Acara gagal karna hujan misalnya, nah kenapa gak liat liat BMG dulu? hari mau ada acara ujan apa nggak.
Sakit udah minum obat tapi ngga sembuh sembuh, pasti ada hal lain yg jadi 'sangkutan'. mis: mentalnya nggak mau sembuh, sakit koq pecicilan melulu.

Jadi walaupun suatu hal buruk bisa menjadi ujian, pasti ada sesuatu yg bisa dipelajari dari hal buruk tersebut supaya nggak terulang lagi.

Jadi, kata kata "sembuh karna minum obat", "lulus karna rajin belajar" itu sieh bukan syirik namanya. Emang objeknya punya andil.
Andil itu kan bisa bercabang. cth: ujian lulus karna belajar, bisa belajar karna gak mati lampu, gak mati lampu karna listrik cukup, listrik cukup karna di atas PLTA abist ujan, ujan karna? Allah ngasih ujan. Nah baliknya kesana juga kan?

AAARGH ngomong ape sie gue  :p kalo bingung, ga usah dibaca. Emang lagi nggak bener otak nieh.    :102: :102: :102: :102: :102: kedinginan.
Koq gue jadi kaya dulu lagi y.......


Luthi

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.155
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • forgiven
    • Lihat Profil
Re: Kata-kata syirik yang tak disadari
« Jawab #40 pada: Februari 17, 2007, 10:48:17 am »
nah bener kan?
berarti way of life itu ada di Al-Quran

abul-fawza

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 321
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
  • Belajar tak kenal henti...
    • Lihat Profil
Re: Kata-kata syirik yang tak disadari
« Jawab #41 pada: Maret 05, 2007, 11:29:29 am »
Menurutku kata2 diatas bukan termasuk syirik. Dimana letak kesyirikannya? Jangan sampai kita menjadi seperti orang2 jabbariyah.
Maklum om. Efek samping berguru pada satu orang.

Sst... Dilarang su'uzh-zhon... barangkali dia cuma menceritakan salah satu gurunya, bukan satu-satunya...


Memang Allah nggak akan merubah nasib suatu kaum kalo kaum itu ga merubah nasib sendiri.
Nah itu udah kejawab sendiri.
Sakit minum obat, mau ujian belajar. Itu namanya usaha. kalau gagal, iya namanya cobaan.
Tapi coba liat persentasenya deh. Banyakan mana antara yg belajar trus ujian bagus dengan yg belajar tapi ujiannya jelek.
       Allah kan maha adil, jadi ujian juga biasanya ada timingnya. cth: ujianmu jelek, padahal udah belajar. Liat lagi, jeleknya kenapa?. Apa lupa nulis nama?, salah masukin ID? (umptn sy pernah salah masukin kode soal). Jadi walaupun diuji, kita pada dasarnya juga punya andil dalam kegagalan. dan dalam kasus ini, Allah mengingatkan supaya lebih teliti. Gitu.
Acara gagal karna hujan misalnya, nah kenapa gak liat liat BMG dulu? hari mau ada acara ujan apa nggak.
Sakit udah minum obat tapi ngga sembuh sembuh, pasti ada hal lain yg jadi 'sangkutan'. mis: mentalnya nggak mau sembuh, sakit koq pecicilan melulu.

Jadi walaupun suatu hal buruk bisa menjadi ujian, pasti ada sesuatu yg bisa dipelajari dari hal buruk tersebut supaya nggak terulang lagi.

Jadi, kata kata "sembuh karna minum obat", "lulus karna rajin belajar" itu sieh bukan syirik namanya. Emang objeknya punya andil.
Andil itu kan bisa bercabang. cth: ujian lulus karna belajar, bisa belajar karna gak mati lampu, gak mati lampu karna listrik cukup, listrik cukup karna di atas PLTA abist ujan, ujan karna? Allah ngasih ujan. Nah baliknya kesana juga kan?

Semua kita pasti sepakat dan yakin bahwa: peristiwa apapun terjadi atas kehendak Allah swt. Karenanya seorang mukmin akan selalu mengedepankan ridho kepada ketetapan Allah swt (baca: takdir) atas apa yang dia terima atau alami dalam kehidupannya. Dia akan bersyukur atas nikmat dan bersabar atas musibah atau ujian yang menimpanya.
Jadi terkait kalimat-kalimatnya "Raa" seperti sembuh karena obat atau flu karena kehujanan insya Allah tidak termasuk kategori syirik selama tidak pernah ada maksud merendahkan -apalagi meniadakan (na'udzu billahi min dzalik)- faktor keMahaKuasaan Allah swt. Yakinkan hati kita untuk ridho atas apapun yang kita alami, jangan pernah ada prasangka buruk kepada-Nya.
Kemudian, bagian dari syukur kita kepada Allah adalah bersyukur atawa berterimakasih kepada manusia atau makhluk-Nya yang punya andil -meminjam istilahnya "82"-, seperti obat atau dokter/manusia peraciknya yang menolong kita hingga akhirnya kita sembuh atas izin Allah SWT. Dalam contoh kasus ini, juga dapat menjadi pelajaran untuk orang lain yang misalnya mengalami sakit yang sama, bisa mencoba obat serupa.
Sedangkan kalo kita dapat musibah atau ujian kehidupan, maka bagian dari kesabaran kita adalah melakukan evaluasi terhadap faktor yang punya andil terhadap terjadinya kesulitan tsb. Contohnya adalah kehujanan yang menyebabkan flu, karenanya kita perlu menyediakan payung atau jaket untuk mengantisipasinya. Dan hal ini juga  dapat menjadi pelajaran buat yang lainnya untuk mewaspadainya.
Wallahu a'lam.


reezckhy

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 150
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
  • "Indonesia munafik..."
    • Lihat Profil
    • FS ajah...
Re: Kata-kata syirik yang tak disadari
« Jawab #42 pada: Juli 16, 2007, 08:13:58 pm »
nah bener kan?
berarti way of life itu ada di Al-Quran

bukannya emg geto... :-?

nambah...:
"aku rela mati demi kamu"
"kamulah satu-satunya"
"tak ada satupun yang dapat menggantikan kamu"

z 41 n

  • Pengunjung
Re: Kata-kata syirik yang tak disadari
« Jawab #43 pada: Oktober 18, 2007, 09:32:07 pm »
oleh karna itu mulailah segala ssuatu dgn BISMILLAH,,,,

masagung

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 27
  • Reputasi: -1
  • Jenis kelamin: Pria
  • bisa..bisa..bisa...bismillah
    • Lihat Profil
Re: Kata-kata syirik yang tak disadari
« Jawab #44 pada: November 18, 2007, 04:23:18 pm »
mo tanya donk......
"ah.... kecil...."
termasuk ga?