Penulis Topik: Aksi bom jihad  (Dibaca 12643 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: Aksi bom jihad
« Jawab #15 pada: Agustus 09, 2006, 12:17:31 am »
:) benar akhi, kalo muhaddits yang paling paham hadits di zaman ini saja berkata begitu, kenapa engkau meninggalkannya dan malah berwala' pada orng yang Jahil pada masalah agama?

Kutip
Sungguh aneh orang-orang yang melakukan perbuatan tersebut, sedangkan mereka membaca firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Artinya : Dan janganlah kamu membunuh diri ; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu" [An-Nisa' : 29]

saat anta melakukan bom bunuh diri, siapa yang membunuh dirimu? dirimu sendiri ataukah musuh?

jangan mempergunakan semangat dan nafsu dalam memahami agama, tapi gunakan pemahamannya salafusshalih.

untuk menjawab syubhat lengkapnya silahkan antum kunjungi www.almanhaj.or.id dan ketikkan keyword bom

jika anta masih ingin berkeras mengatakan bahwa bom bunuh diri itu jihad, ya silahkan, ana hanya menyampaikan apa yang ana tahu. sesungguhnya apa yang kita bicarakan akan dimintai pertanggung jawabannya kelak.

Wallahua'lam

jerry_spy

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 825
  • Reputasi: -2
  • Jenis kelamin: Pria
  • beramal dan beramal
    • Lihat Profil
Re: Aksi bom jihad
« Jawab #16 pada: Agustus 09, 2006, 12:47:19 am »
:) benar akhi, kalo muhaddits yang paling paham hadits di zaman ini saja berkata begitu, kenapa engkau meninggalkannya dan malah berwala' pada orng yang Jahil pada masalah agama?

Kutip
Sungguh aneh orang-orang yang melakukan perbuatan tersebut, sedangkan mereka membaca firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Artinya : Dan janganlah kamu membunuh diri ; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu" [An-Nisa' : 29]

saat anta melakukan bom bunuh diri, siapa yang membunuh dirimu? dirimu sendiri ataukah musuh?

jangan mempergunakan semangat dan nafsu dalam memahami agama, tapi gunakan pemahamannya salafusshalih.

untuk menjawab syubhat lengkapnya silahkan antum kunjungi www.almanhaj.or.id dan ketikkan keyword bom

jika anta masih ingin berkeras mengatakan bahwa bom bunuh diri itu jihad, ya silahkan, ana hanya menyampaikan apa yang ana tahu. sesungguhnya apa yang kita bicarakan akan dimintai pertanggung jawabannya kelak.

Wallahua'lam


pernah antum baca hadist yang ketika perang ada seorang anak muda menayakan kepada rosul dimanakah saya nanti ya rosul jika saya maju kemedan jihat di surga jawab rosul ketika itu juga sahabat membuka baju besiya dan maju dan dia sahit di medan jihat ..............jangan pernah menghalang halangi orang yg berjihat sedangkan antum termasuk qoidun yang ber taqliq pada ulama suu .... dedengkot salab sendiri ibnu Taimiyah dia berjihat dan meninngalya pun bukan diatas kasur empuk bergelimag harta di temani istri  istri yang cantik tapi dia wafat dalam penjara mempertahankan aqidah ya ......Bom jihat yang terjadfi di Palestina antum bilang itu bidah .................
pusat salab sekarang ini di mana di mekkah kah apa di inggris ?sekarang ini dedengkot salab sudah banyak masuk penjara di saudi sisinya ulama yang manut pada kerajaan dibawah tekanan amerika , samapai saat ini pasukan amerika masih ber cokol di tanah haram gimana menurut kamu?....apa yang terjadi pada ulama salab saat ini cetak buku bidah sana bidah sini ...................bagaimana sikap kaum salab terhadap yahudi .......terhadap demokrasi ......terhadap undang undang dan peraturan peraturan yang bukan berdasarkan hukum allah ....apakah antum berpihak kepada hukum thogut dan mekesampingkan hukum allah ,bukan ya saya menghujat salab saat ini tapi hati hati antum bisa termasuk dalam golongan khawarij keras terhadap muslim dan bermesraan terhadap kaum kuffar ...pikirkan dan renungkan yang terjadi di saudi saat ini ........................................................................
orang orang yang berjihat di jalan allah tidak akan takut kepada kaum yang suka mencela .........gentarkan musuh allah dimana pun kamu berada  ALLAH ALLLAH HUU AKBAR............toipan mansuro  kelopok kecil yang membela dan menegakkan  agama dien islam ini ........perangilah mereka seperti mereka memeranggimu sat ya kita bersatu bukan kita bersemangat berpecah bela coba antum tenggok di palestina jalur gaza di gempur habis habisan dan kaum yahudi ortodoks ingin menghancurkan masjidil aqsa dan di lebanon antum liat subhanallah kalo antum masih sekali lagi liat ayat lain tentang jihat pelajari baru antum bicara wassalam

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: Aksi bom jihad
« Jawab #17 pada: Agustus 09, 2006, 10:37:03 am »
ana kok mencium bibit2 khawarij ya?

liat tuh lidah tak bertulangnya jerry, tebas sana tebas sini. dia juga nggak ngerti gimana caranya menghormati ulama... pake dibilang dedengkot lagi...

akh semoga Alloh mengampuni anta

ngomong kok kayak orang kafir... gak nyertain DALIL dan bukti. nyertain hadits gak ada rawinya yang jelas. gitu nyuruh ana belajar agama :) memang ana kurang jahil ilmu agamanya, tapi kok rasanya ada yang lebih jahil ya?

makanya ana suruh anta baca almanhaj. pasti anta belum buka.
hati2 hatinya dikunci...

trusin sendiri akh, dalil dah jelas. dan kalo anta gak mengakui ya itu urusan anta dan Alloh kelak. ana sudah menyampaikan.

Wallahua'lam

gaza

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 78
  • Reputasi: 0
  • Justice for All
    • Lihat Profil
Re: Aksi bom jihad
« Jawab #18 pada: Agustus 09, 2006, 06:13:07 pm »
:) benar akhi, kalo muhaddits yang paling paham hadits di zaman ini saja berkata begitu, kenapa engkau meninggalkannya dan malah berwala' pada orng yang Jahil pada masalah agama?

Kutip
Sungguh aneh orang-orang yang melakukan perbuatan tersebut, sedangkan mereka membaca firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Artinya : Dan janganlah kamu membunuh diri ; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu" [An-Nisa' : 29]

saat anta melakukan bom bunuh diri, siapa yang membunuh dirimu? dirimu sendiri ataukah musuh?

jangan mempergunakan semangat dan nafsu dalam memahami agama, tapi gunakan pemahamannya salafusshalih.

untuk menjawab syubhat lengkapnya silahkan antum kunjungi www.almanhaj.or.id dan ketikkan keyword bom

jika anta masih ingin berkeras mengatakan bahwa bom bunuh diri itu jihad, ya silahkan, ana hanya menyampaikan apa yang ana tahu. sesungguhnya apa yang kita bicarakan akan dimintai pertanggung jawabannya kelak.

Wallahua'lam

Siip deh akhi... walaupun pakar hadits, tapi gak maksum kan?? jangan nuduh al wala' dan baro saya dong akhi..wala' seharusnya hanya kepada Allah dan Rosulullah SAW, yang antum bilang jahil dalam urusan agama itu ada ratusan orang lho akhi... dan dari berbagai negara, bahkan ada juga waliyul amr kita di MUI sana...

Al-Manhaj ya... di salafindo.com, salafy.or.id, muslim.or.id juga ada fatwa sejenis.....

dalam rangka thulabul 'ilm saya memang harus semangat akhi... Syukron dah diingetin untuk saya lebih semangat lagi..

saya tidak berkeras hati akhi... tapi saya hanya mengikuti apa yang di fatwakan oleh waliyul amri, dan untuk melakukan bom syahid bagi saya juga gak mungkin, karena indonesia bukan darul harb... apalagi ke Palestina... lha yang di Negri-negri arab juga gak bisa berbuat banyak..

saya juga menyampaikan apa yang saya tahu...

bukan hanya apa yang kita bicarakan, akan tetapi setiap huruf yang kita ketik akan dimintakan pertanggung jawaban...

wallahu'alam

Aswad

  • Moderator
  • Sr. Member
  • *****
  • Tulisan: 439
  • Reputasi: 7
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Kang Aswad
Re: Aksi bom jihad
« Jawab #19 pada: Agustus 10, 2006, 02:17:17 pm »
Quote from: Jerry_spy
Kutip
apakah antum berpihak kepada hukum thogut dan mekesampingkan hukum allah ,bukan ya saya menghujat salab saat ini tapi hati hati antum bisa termasuk dalam golongan khawarij keras terhadap muslim dan bermesraan terhadap kaum kuffar........................................................................


Akhi...semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anta  :)

Pertama, salabitu apa ya akh? Ane blm pernah dengar. Namun kalau generasi salaf, ane tau, yaitu 3 generasi setelah zaman Rasulullah, generasi yang dimuliakan oleh Rasulullah, yaitu para sahabat rahimahullah, yaitu generasi yg dipuji oleh Allah, nah pantaskah kita mengejek apa yg dipuji oleh Allah?

Kemudian ane mengajak ente untuk mempelajari lagi tentang Khawarij, agar kita tidak salah menilai seseorang berminhaj sesat atau berpaham Khawarij. Dan setahu ane, memang Khawarij itu keras terhadap orang Muslim tapi dengan kaidah yg salah. Muslim yang tidak kafir mereka kafirkan, mereka boikot, mereka tentang, padahal hal ini tidak benar. Dan mereka pun berlembut dengan kaum kuffar dengan kaidah yang salah.

Kadang kita juga harus bersikap keras terhadap sesama Muslim yang menyimpang. Tentunya dengan kaidah yang benar, tidak sembarangan. Karena Rasulullah dan para sahabat pun pun bersikap keras terhadap ahlul bid'ah, orang munafik, Nabi Palsu, Kaum Khawarij, Kaum Jahmiyah, padahal mereka masih mengaku Muslim. Dan kita pun tidak harus selalu bersikap keras terhadap kaum Kuffar. Tidak semena-mena bunuh, cincang, bantai, serang. Tidak akhi, ada kaidahnya. Bila ente melihat ada ulama yang tidak bersikap keras terhadap orang kafir, maka cek dulu, apakah sikap beliau sesuai dengan Qur'an dan hadist. Lagipula tidak patut kita bermudah dalam prasangka buruk padahal seorang ulama tentu ilmunya lebih dari kita yg tolabul ilmu ini.

Wallahu 'alam...

jerry_spy

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 825
  • Reputasi: -2
  • Jenis kelamin: Pria
  • beramal dan beramal
    • Lihat Profil
Re: Aksi bom jihad
« Jawab #20 pada: Agustus 11, 2006, 12:49:56 am »
ana kok mencium bibit2 khawarij ya?

liat tuh lidah tak bertulangnya jerry, tebas sana tebas sini. dia juga nggak ngerti gimana caranya menghormati ulama... pake dibilang dedengkot lagi...

akh semoga Alloh mengampuni anta

ngomong kok kayak orang kafir... gak nyertain DALIL dan bukti. nyertain hadits gak ada rawinya yang jelas. gitu nyuruh ana belajar agama :) memang ana kurang jahil ilmu agamanya, tapi kok rasanya ada yang lebih jahil ya?

makanya ana suruh anta baca almanhaj. pasti anta belum buka.
hati2 hatinya dikunci...

trusin sendiri akh, dalil dah jelas. dan kalo anta gak mengakui ya itu urusan anta dan Alloh kelak. ana sudah menyampaikan.

Wallahua'lam

mungkin antum harus baca juga bukunya osama bin laden  dan imam samudera aku melawan teroris dan atum juga buka situs info palestina terkini ....buka mata hati mu ,liat darah dimana mana darah anak anak islam tak berdosa ibu ibu yang merenggang nyawa ,jihad itu mungkin antum sudah tau artinya bersungguh sungguh dengan jiwa dan harta ,sytem managemend dan puncak jihad adalah qital . antum juga lebih banyak dan banyak tau ,saranku taddaburi alquran menggenai ayat jihad ,bom sahid dalilnya itu di cari di ayat ayat jihad antum menyalahkan bom jihad apa yang sudah antum buat dien ini ,adalah menyesatkan dan membuat opini seolah olah bom jihad itu SALAH ,ga bener yang ga bener itu pikiran antum tanah haram telah diduduki tentara amerika ,masjidil aqsa kiblat kita pertama menuggu kehancurannya ,jangan antum halang halangi orang berjihad kalo antum ga mampu berjihad dosa besar dan antum terkeluar dari dien ini ,jadilah qoidun sejati tampa menghalang halangi orang berjihad kalo antum ga mamapu untuk itu.lebih baik diam.

jerry_spy

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 825
  • Reputasi: -2
  • Jenis kelamin: Pria
  • beramal dan beramal
    • Lihat Profil
Re: Aksi bom jihad
« Jawab #21 pada: Agustus 11, 2006, 01:07:39 am »



ana kok mencium bibit2 khawarij ya?

liat tuh lidah tak bertulangnya jerry, tebas sana tebas sini. dia juga nggak ngerti gimana caranya menghormati ulama... pake dibilang dedengkot lagi...

akh semoga Alloh mengampuni anta

ngomong kok kayak orang kafir... gak nyertain DALIL dan bukti. nyertain hadits gak ada rawinya yang jelas. gitu nyuruh ana belajar agama :) memang ana kurang jahil ilmu agamanya, tapi kok rasanya ada yang lebih jahil ya?

makanya ana suruh anta baca almanhaj. pasti anta belum buka.
hati2 hatinya dikunci...

trusin sendiri akh, dalil dah jelas. dan kalo anta gak mengakui ya itu urusan anta dan Alloh kelak. ana sudah menyampaikan.

Wallahua'lam

ANTUM INI JANGAN MEMPERTUHANKAN ULAMA ...............maaf kalo antum tersinggung dengan dedengkot yang terlintas dalam benak ana waktu ketik itu ya dedengkot bukan berarti ana menghina tidak ada NIAT MERENDAHKAN ATAUPUN MENGHINA ,ANA SANGAT MENGKORMATI ULAMA TERSEBUT KOK ........BTW OSAMA JUGA SALAFI KAN?........KOK BEDA SIH PENDAPATNYA SAMA ANTUM ?????????????????????...................................ANA BUKAN PENDUKUNG AL QAIDAH LOH TAPI suka baca baca  doang .

jerry_spy

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 825
  • Reputasi: -2
  • Jenis kelamin: Pria
  • beramal dan beramal
    • Lihat Profil
Re: Aksi bom jihad
« Jawab #22 pada: Agustus 11, 2006, 01:15:23 am »
Quote from: Jerry_spy
Kutip
apakah antum berpihak kepada hukum thogut dan mekesampingkan hukum allah ,bukan ya saya menghujat salab saat ini tapi hati hati antum bisa termasuk dalam golongan khawarij keras terhadap muslim dan bermesraan terhadap kaum kuffar........................................................................


Akhi...semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anta  :)

Pertama, salabitu apa ya akh? Ane blm pernah dengar. Namun kalau generasi salaf, ane tau, yaitu 3 generasi setelah zaman Rasulullah, generasi yang dimuliakan oleh Rasulullah, yaitu para sahabat rahimahullah, yaitu generasi yg dipuji oleh Allah, nah pantaskah kita mengejek apa yg dipuji oleh Allah?

Kemudian ane mengajak ente untuk mempelajari lagi tentang Khawarij, agar kita tidak salah menilai seseorang berminhaj sesat atau berpaham Khawarij. Dan setahu ane, memang Khawarij itu keras terhadap orang Muslim tapi dengan kaidah yg salah. Muslim yang tidak kafir mereka kafirkan, mereka boikot, mereka tentang, padahal hal ini tidak benar. Dan mereka pun berlembut dengan kaum kuffar dengan kaidah yang salah.

Kadang kita juga harus bersikap keras terhadap sesama Muslim yang menyimpang. Tentunya dengan kaidah yang benar, tidak sembarangan. Karena Rasulullah dan para sahabat pun pun bersikap keras terhadap ahlul bid'ah, orang munafik, Nabi Palsu, Kaum Khawarij, Kaum Jahmiyah, padahal mereka masih mengaku Muslim. Dan kita pun tidak harus selalu bersikap keras terhadap kaum Kuffar. Tidak semena-mena bunuh, cincang, bantai, serang. Tidak akhi, ada kaidahnya. Bila ente melihat ada ulama yang tidak bersikap keras terhadap orang kafir, maka cek dulu, apakah sikap beliau sesuai dengan Qur'an dan hadist. Lagipula tidak patut kita bermudah dalam prasangka buruk padahal seorang ulama tentu ilmunya lebih dari kita yg tolabul ilmu ini.

Wallahu 'alam...

salab itu ya itu saleb saleb an .....maksudnya orang yang bukan salaf tapi mengaku ngaku salafia .and ana tidak menuduh kok cuma memperingati saja ga ppkan dien ini kan nasehat
MOHON maaf sekiranya kalo kata kata ana terlalu kasar dan membuat tersinggung ,karena ini mengenai amalia jihad yang bukan sembarangan mengatakan "bom jihad itu salah ga bener "
cuma itu saja terima kasih telah menggigatkan saya

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: Aksi bom jihad
« Jawab #23 pada: Agustus 11, 2006, 01:44:03 am »
tuh... kan keliatan dari omongannya....

akhi, yang anta ajak omong itu manusia juga. anta perbaiki dulu deh akhlaknya sebelum ngomong
Kutip
kalo antum ga mampu berjihad dosa besar dan antum terkeluar dari dien ini ,jadilah qoidun sejati tampa menghalang halangi orang berjihad kalo antum ga mamapu untuk itu.lebih baik diam.

anta tunjukin dalil jangan cuman bilang "baca ayat2 tentang jihad..." :) kok kayak gak pernah bekajar aja akh. anta pasti tahukan, seperti apa dalil itu...

selain itu, anta silahkan cek sendiri fatwa tentang usamah di situs-situs manhaj salaf.

oiya, memang tidak boleh kita mempertuhankan ulama, tapi akhi, anta harus ingat, ulama itu pewaris para Nabi, terutama ahli hadits, karena merekalah yang paling mengetahui tentang Nabi. nah, kalo kita memahami sesuatu ya harus merujuk dengan pendapat mereka, kalo nggak, masak anta mau pahami al-Qur'an dengan akal sendiri2? belum sampaikah pada anta tentang orang2 yang disesatkan Allah karena menafsiri al-Qur'an seenaknya sendiri tanpa merujuk para ulama?

Wallahua'lam

jerry_spy

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 825
  • Reputasi: -2
  • Jenis kelamin: Pria
  • beramal dan beramal
    • Lihat Profil
Re: Aksi bom jihad
« Jawab #24 pada: Agustus 11, 2006, 01:58:02 am »
tuh... kan keliatan dari omongannya....

akhi, yang anta ajak omong itu manusia juga. anta perbaiki dulu deh akhlaknya sebelum ngomong
Kutip
kalo antum ga mampu berjihad dosa besar dan antum terkeluar dari dien ini ,jadilah qoidun sejati tampa menghalang halangi orang berjihad kalo antum ga mamapu untuk itu.lebih baik diam.

anta tunjukin dalil jangan cuman bilang "baca ayat2 tentang jihad..." :) kok kayak gak pernah bekajar aja akh. anta pasti tahukan, seperti apa dalil itu...

selain itu, anta silahkan cek sendiri fatwa tentang usamah di situs-situs manhaj salaf.

oiya, memang tidak boleh kita mempertuhankan ulama, tapi akhi, anta harus ingat, ulama itu pewaris para Nabi, terutama ahli hadits, karena merekalah yang paling mengetahui tentang Nabi. nah, kalo kita memahami sesuatu ya harus merujuk dengan pendapat mereka, kalo nggak, masak anta mau pahami al-Qur'an dengan akal sendiri2? belum sampaikah pada anta tentang orang2 yang disesatkan Allah karena menafsiri al-Qur'an seenaknya sendiri tanpa merujuk para ulama?

Wallahua'lam

antum kan pinter ,ga perlu lagi dikasih tau. gaza sudah kasih dallilnya kan dah cukup itu ana kira ,maaf kalo kata kata saya terlalu keras buat antum baca tapi,hanya sekedar menggingat kan antum saja .  ok dehhhh  wassalam

jerry_spy

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 825
  • Reputasi: -2
  • Jenis kelamin: Pria
  • beramal dan beramal
    • Lihat Profil
Re: Aksi bom jihad
« Jawab #25 pada: Agustus 11, 2006, 02:42:15 am »
tuh... kan keliatan dari omongannya....

akhi, yang anta ajak omong itu manusia juga. anta perbaiki dulu deh akhlaknya sebelum ngomong
Kutip
kalo antum ga mampu berjihad dosa besar dan antum terkeluar dari dien ini ,jadilah qoidun sejati tampa menghalang halangi orang berjihad kalo antum ga mamapu untuk itu.lebih baik diam.

anta tunjukin dalil jangan cuman bilang "baca ayat2 tentang jihad..." :) kok kayak gak pernah bekajar aja akh. anta pasti tahukan, seperti apa dalil itu...

selain itu, anta silahkan cek sendiri fatwa tentang usamah di situs-situs manhaj salaf.

oiya, memang tidak boleh kita mempertuhankan ulama, tapi akhi, anta harus ingat, ulama itu pewaris para Nabi, terutama ahli hadits, karena merekalah yang paling mengetahui tentang Nabi. nah, kalo kita memahami sesuatu ya harus merujuk dengan pendapat mereka, kalo nggak, masak anta mau pahami al-Qur'an dengan akal sendiri2? belum sampaikah pada anta tentang orang2 yang disesatkan Allah karena menafsiri al-Qur'an seenaknya sendiri tanpa merujuk para ulama?

Wallahua'lam

mungkin ini dulu buat antum Komando Al-Qaeda atas Perang Salib


TENTANG OPERASI BOM SYAHID
Fatwa Syaikh Salman Al Audah
============================

Pertanyaan:
-----------
Assalamu'alaikum Wr Wb.
Fadhilatu Syaikh, telah banyak pembicaraan dan perdebatan seputar operasi mati syahid. Telah
diselenggarakan berbagai seminar, diskusi dan ditulis berbagai pendapat serta berbagai selebaran
dicetak antara yang pro dan yang kontra, yang semangat dan yang minder dan bimbang.
Masing-masing pendapat mempunyai pendukungnya sehingga kita melihat dan mendengar suatu
keanehan!! Pada akhir-akhir ini dikeluarkan beberapa pendapat dari sebagian ulama yang tentunya
ada pengaruhnya. Fadhilatu Syaikh, kami berharap supaya anda memberikan penjelasan kepada kami
mengenai persoalan berikut ini.

Jawaban:
--------
Wassalamu'alaikum wr wb
Persoalan yang disebut dengan operasi mati syahid termasuk persoalan kontemporer yang barangkali
tidak akan anda dapati nashnya dalam kitab-kitab para fuqoha dulu. Hal itu karena persoalan ini
termasuk bentuk perlawanan baru yang muncul setelah adanya bahan peledak dan kemajuan
tehnologinya. Masalah ini seringkalinya menjadi salah satu bagian dari apa yang disebut dengan
perang urat saraf yang dijalani oleh sebuah kelompok yang siap berkorban dan beraksi cepat.
Pentingnya perlawanan semacam ini telah nampak pada perang lokal Amerika dan pada perang dunia
kedua dan setelahnya. Selanjutnya menjadi salah satu bagian dari aturan perang yang dikaji di
institut-institut dan akademi-akademi perang. Dalam konteks lebih khusus, kaum muslimin butuh
perlawanan semacam ini karena beberapa faktor berikut:

*- A.   Sifat siap berjuang, berkorban dan cinta mati syahid yang sudah menjadi tabiat mereka
serta murahnya nilai kehidupan bagi mereka jika ia hina, maka mati secara mulia lebih baik bagi
mereka daripada hidup dalam keadaan hina.

*- B.   Apa yang dirasakan oleh mereka di sejumlah nergara kaum muslimin dari kekejaman yang
dilakukan musuhnya dan keberaniannya terhadap mereka karena memandang mereka terbelakang dalam
hal ilmu pengetahuan, tehnologi dan peradaban sekaligus musuh mereka unggul dari segi ini.
Sehingga jadilah negara-negara Islam santapan bagi kaum imperalis dan penjajah. Dan inilah yang
kita saksikan di bumi Palestina, di Kashmir, di Chehcnya, di Afghanistan ditambah
wilayah-wilayah Islam lain yang sebelumnya di bawah cengkraman Uni Soviet.

*- C.   Sulitnya ditemukan altenatif lain bagi mereka. Oleh karena ini, muncul banyak pertanyaan
tentang operasi semisal ini yang oleh sebagian kalangan menyebutnya dengan operasi mati syahid
sebagai isyarat membolehkan sesuai syariat. Sedang kalangan lain menyebutnya dengan operasi
bunuh diri sebagai isyarat melarangnya atau sekedar ikut-ikutan media massa.


Dalam persoalan ini, para fuqoha telah berselisih pendapat antara melarang dan mengijinkan
sesuai pandangan dan pendapat kuat yang nampak pada mereka. Dengan merujuk beberapa kondisi yang
serupa pada nash-nash syar'i dan peristiwa-peristiwa dalam sejarah, kita dapati apa yang
barangkali sedikit memberi kepuasan dalam perkara ini.

1-) Dalam Musnad Abi Sya'ibah dari Muhammad bin Ishaq dari 'Ashim bin Muhammad bin Qotadah
berkata: Berkata Muadz bin Afra, Wahai Rasulullah, apa yang bisa membuat Robb tertawa terhadap
hamba-Nya? Beliau bersabda: Dia menerjunkan diri di tengah musuh sendirian. Lalu orang itu
melemparkan baju besi yang dipakainya dan maju berperang hingga akhirnya terbunuh. Dishahihkan
oleh Ibnu Hizam pada Muhalla juz 7 hal 294. Disebutkan oleh Imam Thobari dalam Tarikh-nya juz 2
hal 33 dari Auf bin Harits yaitu Ibnu Afra. Demikian pada Siroh Ibnu Hisyam juz 3 hal 175.

2-) Ibnu Hazm telah meriwayatkan pada Muhalla yang sama dari Abi Ishaq As-Suba'i berkata: Aku
mendengar seorang laki-laki bertanya kepada Barro' bin 'Azib: Apa pendapatmu sekiranya ada
seseorang sendirian menyerang batalyon musuh padahal mereka berjumlah seribu orang, apakah ia
berarti menjerumuskan dirinya pada kebinasaan (bunuh diri, red)? Barro' menjawab: Tidak, namun
yang disebut kebinasaan adalah seseorang melakukan dosa lalu menjerumuskan dirinya seraya
berkata: tidak ada lagi taubat bagi saya. Ibnu Hazm berkata: Abu Ayyub Al-Anshary maupun Abu
Musa Al-Asy'ari tidak mengingkari seseorang yang menyerang sendirian ke tengah pasukan yang
banyak dan bertahan hingga terbunuh.

3-) Kisah Abu Ayyub di Kostantinopel terkenal dan sudah masyhur. Dalam kisah tersebut disebutkan
ada seorang laki-laki dari kaum muslimin menyerang barisan pasukan Romawi hingga mampu menerobos
ke tengah-tengah mereka. Lalu manusia berteriak seraya berkata: Subhanallah, ia tengah
menjerumuskan dirinya pada kebinasaan? Maka Abu Ayyub berdiri seraya berkata: Wahai manusia,
sesungguhnya kalian telah memalingkan ayat pada ta'wil seperti ini. Sesungguhnya ayat itu turun
pada kami, kalangan Anshar. Ketika Allah telah memenangkan Islam dan telah banyak orang-orang
yang membelanya. Maka sebagian kami berkata lirih kepada sebagian lain tanpa Rasulullah:
Sesungguhnya harta kita telah lenyap dan Allah telah memenangkan Islam serta telah banyak
penolongnya, sekiranya kita kumpulkan lagi harta kita sehingga kita dapat memperbaiki harta kita
yang telah lenyap. Maka Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi-Nya……hingga akhir hadits. Hadits
ini terdapat pada Sunan Turmudzi no 2898. Ia berkata: Hadits ini hasan shahih gharib. Juga
diriwayatkan oleh Abi Daud no 2151.

4-) Sebagaimana diriwayatkan oleh para ahli sejarah dan Ibnul Mubarok dalam kitab Al Jihad juz 1
hal 134, tentang kisah Barro' bin Malik melemparkan dirinya ke tengah-tengah kaum murtad dari
Bani Hanifah. Pada beberapa sumber seperti Siyar juz 1 hal 196 serta yang lainnya disebutkan
bahwa Barro' menyuruh rekan-rekannya untuk mengangkatnya di atas perisai dengan ujung-ujung
tombak mereka lalu melemparkannya ke dalam benteng maka Barro' pun menerobos mereka, mengamuk
dan menyerang hingga akhirnya ia dapat membuka pintu gerbang benteng. Pada hari itu ia
mendapatkan 80 lebih luka-luka. Maka Kholid menugaskan seseorang pada hari itu untuk merawat
luka-lukanya. Semisal hal ini terdapat pada kitab Tsiqot-nya Ibnu Hibban juz 2 hal 175, Tarikh
Thobari juz 2 hal 281 serta yang lainnya. Mirip dengan ini adalah kisah Barro' radliyallahu
'anhu dengan bertutup muka.

5-) Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibi Ishaq, saya berkata kepada Barro': Seseorang menyerang ke
tengah-tengah kaum musyrikin, apakah ia termasuk orang yang melemparkan dirinya pada kebinasaan?
(bunuh diri, pent) Barro' menjawab: Bukan, karena Allah Azza wa Jalla membangkitkan Rasulullah
SAW seraya berfirman: "Maka berperanglah kamu di jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan
dengan kewajiban kamu sendiri." (An Nisa: 84). Sesungguhnya hal itu hanyalah berkenaan dengan
infaq. (maksudnya, orang yang tidak mau berinfaq fi sabilillah).

6-) Pada Shohih Muslim rohimahullah dari hadits Shuhaib yang panjang dan terkenal, disebutkan
pemuda yang tidak sanggup mereka bunuh berkata kepada raja: "Anda tidak akan bisa membunuhku
sampai anda melaksanakan apa yang saya perintahkan." Raja bertanya: "Apa itu?" Ia menjawab:
"Anda kumpulkan manusia di satu tempat lalu saliblah saya pada sebuah batang kemudian ambil satu
anak panah dariku. Lalu letakkan anak panah itu di tengah busur kemudian ucapkan: Bismillah
Robbil Ghulam, dengan menyebut nama Allah Robbnya pemuda. Lalu panahlah aku. Jika anda telah
melakukan itu, maka anda baru dapat membunuhku," hadits. Dalam hadits tersebut diceritakan, raja
melaksanakan apa yang diperintahkan pemuda lalu pemuda itupun meninggal. Maka manusia
mengatakan: "Kami beriman kepada Robbnya pemuda. Kami beriman kepada Robbnya pemuda. Kami
beriman kepada Robbnya pemuda." Hadits tersebut terdapat pada Musnad No:22805 dan yang lainnya.
Pemuda ini telah menunjukkan kepada raja tentang cara yang dapat membuat ia terbunuh. Kemudian
dijalankan oleh raja sehingga terwujudlah maslahat umum yang besar dengan anak panah yang
dilemparkan kepada pemuda itu dimana semua manusia menjadi beriman kepada Allah setelah sampai
kepada mereka berita tentang pemuda dan karomah yang Allah perlihatkan kepadanya.

7-) Dalam hadits Abu Sa'id Al Khudhry, berkata: Bersabda Rasulullah SAW: "Orang-orang yang
berada di front terdepan ketika perang lalu tidak menolehkan mukanya hingga terbunuh, maka
mereka itu mendiami kamar-kamar tertinggi di jannah. Robb mereka tertawa kepada mereka.
Sesungguhnya jika Robbmu tertawa kepada suatu kaum maka tidak ada hisab lagi bagi mereka."
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Sya'ibah juz 4 hal 569, Thobroni, Abu Ya'la, Ibnul Mubarok dalam Al
Jihad, Abu Nu'aim dalam Hilyah serta yang lain. Al Mundzir berkata: perowi-perowinya tsiqoh.

8-) Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Mudrik bin 'Aus Al Ahmasi, berkata:
Saya berada pada Umar ra lalu mengatakannya. Di situ disebutkan: "Wahai Amirul mukminin, ada
seorang laki-laki yang mengorbankan dirinya sendiri." Maka Mudrik bin Auf berkata: "Demi Allah
orang itu adalah pamanku wahai Amirul Mukminin. Orang-orang menganggap dia telah mencampakkan
dirinya pada kebinasaan." Maka Umar berkata: "Dusta mereka. Melainkan ia termasuk orang yang
membeli akhirat dengan dunia."

9-) Berkata Muhammad bin Hasan Asy Syaibani dalam Siyar juz 1 hal 163: Adapun orang yang yang
menerjang musuh berarti ia telah berusaha memenangkan dien dan akan menghadapi mati syahid untuk
mendapatkan kehidupan abadi. Lantas bagaimana ia (dikatakan) mencampakkan diri pada kebinasaan?
Kemudian ia berkata: Tak mengapa seseorang melakukan serangan sendirian sekalipun ia menduga
akan terbunuh jika ia melihat dirinya dapat berbuat sesuatu lalu terbunuh, terluka atau kalah.
Hal itu telah dilakukan sejumlah kalangan sahabat di hadapan Rasulullah SAW pada perang Uhud.
Dan beliau memuji mereka. Dikatakan kepada Abu Hurairah: Tidakkah anda melihat Sa'ad bin Hisyam
ketika bertemu antara dua pasukan, ia menerjang lalu menyerang hingga terbunuh. Ia telah
mencampakkan dirinya pada kebinasaan. Abu Hurairah berkata: Sekali-kali bukan. Namun ia telah
mempraktekkan satu ayat dalam kitabullah, Wa minannaasi man yasyrii nafsahu ibtighooa
mardhotillah. (Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena memburu
keridhoan Allah). (Al Baqarah: 207). Adapun jika ia mengetahui tidak dapat menjatuhkan korban
pada mereka, maka tidak boleh ia menerjang ke mereka karena tindakannya itu tidak menghasilkan
sesuatu yang kembali kepada upaya memenangkan dien. Akan tetapi ia hanya terbunuh saja. Sedang
Allah telah berfirman: "Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri". Jika ia tidak menjatuhkan
korban sehingga tidak memberikan faedah yang dimaksud, maka ia tidak perlu maju untuk itu.

10-) Al Hafidz Ibnu Hajar pada persoalan satu orang melakukan serangan kepada sejumlah besar
musuh menyebutkan, jumhur secara tegas menyatakan bahwa jika hal itu didorong oleh
keberaniaannya yang kelewat dan ia menduga musuh akan keder dengan tindakannya itu atau dapat
membangkitkan keberanian kaum muslimin menghadapi musuh maupun tujuan-tujuan benar semisal itu
maka tindakannya tersebut BAGUS. Sedang jika hal itu sekedar tindakan ngawur maka dilarang.
Apalagi jika hal itu menimbulkan kelemahan kaum muslimin. Lihat Subulu Salam juz 2 hal 473.

11-) Ibnu Hajar mensyaratkan hal itu pada Hasyiah Dasuqi juz 2 hal 208 dengan dua hal:
   a-) Tujuannya demi meninggikan kalimat Allah.
   b-) Ia menduga dapat memberikan efek pada mereka.

12) Ibnul Aroby menyebutkan pada juz 1 hal 166, pendapat yang benar adalah boleh satu orang maju
menghadapi sejumlah besar kaum kuffar, karena di situ ada empat sisi:
   a-) Memburu mati syahid.
   b-) Mewujudkan kerugian.
   c-) Membangkitkan keberanian kaum muslimin menghadapi mereka.
   d-) Lemahnya jiwa musuh karena mereka akan melihat hal itu hanyalah tindakan seorang       
saja dari kaum muslimin, lah bagaimana bayanganmu kalau semuanya???

13) Ibnu Taimiyyah berkata pada Inshof juz 4 hal 116: Disunnahkan terjun ke tengah musuh demi
adanya kemaslahatan kaum muslimin. Namun jika tidak ada, maka dilarang karena termasuk
membinasakan diri. Pada kebanyakan nash-nash dan riwayat ini diperhatikan tentang adanya seorang
laki-laki atau beberapa orang yang berangkat dari sekelompok kaum muslimin dan kamp mereka
menuju sasaran musuh. Namun pada sebagian nash tadi sebagaimana pada kisah pemuda mukmin, tidak
demikian.  Pendapat yang kuat dari sekumpulan nash tadi Wallahu a'lam, boleh menjalankan operasi
semacam yang ditanyakan ini. Yakni, operasi mati syahid atau bom mati syahid, pent. Dengan
syarat-syarat yang disimpulkan dari perkataan para Fuqoha. Diantaranya yang terpenting yaitu;
a) Hal itu dilakukan demi meninggikan kalimat Allah.
b) Ada dugaan kuat atau yakin, bahwa hal itu mengakibatkan kerugian di pihak musuh dengan korban
tewas, luka-luka, kekalahan, atau membangkitkan keberanian kaum muslimin terhadap musuh atau
melemahkan mental mereka ketika melihat bahwa itu hanyalah tindakan satu orang maka bagaimana
kalau semuanya melakukan hal sama. Menentukan hal ini tidak mungkin diserahkan kepada setiap
person orang dan individu mereka. Lebih-lebih pada kondisi manusia seperti hari ini. Namun harus
dikeluarkan dari orang-orang berpengalaman, menguasai dan mengerti kondisi dari segi militer dan
politik, dari kalangan pejuang Islam dan wali-walinya.
c) Hal itu dilakukan dalam rangka melawan kaum kuffar yang telah mengumumkan perang terhadap
kaum muslimin. Sebab kaum kuffar itu ada beberapa macam: diantara mereka ada orang-orang kafir
muharib, (yakni yang memposisikan diri sebagai lawan kaum muslimin, pent), ada juga orang-orang
kafir musalim, yang menyerah atau tunduk, ada orang kafir musta'man, yang minta diberi jaminan
keamanan, ada orang-orang kafir dzimmi, (yakni yang hidup dan tunduk patuh di bawah kekuasaan
Daulah Islam dengan membayar jizyah sebagai ganti jaminan keamanan hidup). Di antara mereka ada
orang kafir muahid (yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin dan masih setia dengan
perjanjiannya).  Kekafiran tidak secara mutlak membolehkan mereka dibunuh bahkan dalam sebuah
hadits shahih sebagaimana pada Shahih Bukhari no 2930 dari Abdullah bin Amru dari Nabi saw
bersabda: "Barangsiapa membunuh muahid (orang kafir yang masih setia dengan perjanjian dengan
kaum muslimin) maka ia tidak akan mencium bau surga padahal bau wangi surga itu dapat tercium
dari perjalanan 40 tahun." Diriwayatkan oleh Nasai, Ahmad, Ibnu Majah dan yang lain.
d) Operasi itu dilakukan di negara mereka atau di negara yang mereka masuki, mereka serobot dan
mereka kuasai dan kaum muslimin hendak melakukan perlawanan terhadap mereka dan mengusirnya.
Seperti Yahudi di Palestina, Rusia di Chechnya dimana memungkinkan untuk dijalankan operasi ini
terhadap mereka dengan syarat-syarat di atas.

Barangsiapa menjalankan operasi ini sesuai syarat-syarat yang telah diakui secara syar'I maka
dengan ijin Allah ia syahid jika niatnya benar. Sesungguhnya amal itu dinilai sesuai niatnya.
Orang itu dido'akan dan semoga Allah merahmatinya. Dan dibolehkan menyerahkan dana guna operasi
ini dari baitul mal atau dari zakat karena ia termasuk fi sabilillah atau dari sumber-sumber
yang lain. Ijtihad dalam bab ini terbuka dimana bisa salah bisa benar. Tetapi kaum muslimin
bertaqwa kepada Allah sesuai dengan kemampuannya.
Wallahu A'lam.

semoga antum membuka hati antum ,kebenaran ini datangnya dari allah semata tapi jika ini salah dihadapan allah ini hanyalah kehilafan hamba yang dhoif ini semoga antum mengerti dan juga memahami ini semua dengan hati lapang dan menerima, ana juga belum mampu untuk ini
semua kadar iman ana belum sampai kesana dan ga mungkin ana lakukan disini ,tapi ini hanyalah bahan diskusi kita supaya kita tidak salah mengartikan bom jihad yang di palestina maupun di irak karena ini menyakut amalia yang tinnggi dihadapan allah yaitu jihad mohon maaf ya kalo sekiranya ada kata kata ana yang ga berkenan di hati antum sekalian mohon maafnya wassalam


jerry_spy

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 825
  • Reputasi: -2
  • Jenis kelamin: Pria
  • beramal dan beramal
    • Lihat Profil
Re: Aksi bom jihad
« Jawab #26 pada: Agustus 11, 2006, 03:40:28 am »
Legalitas Hukum Syari'at atas Operasi Syahadah di Bumi Palestina



oleh : DR. Yusuf Al Qardhawi

Banyak orang bertanya-tanya setelah pemboman terakhir yang terjadi di kota Al Quds, Tel Aviv dan Asqalan. Di mana orang-orang Yahudi terbunuh didalamnya karena operasi syahadah yang dilancarkan oleh pemuda-pemuda HAMAS… Mereka bertanya tentang hukum operasi ini yang mereka namakan sebagai "Bom Bunuh Diri". Apakah ini termasuk jihad fisabilillah, atau salah satu bentuk teroris? Apakah para pemuda yang mengorbankan dirinya itu termasuk para syahid atau disebut orang yang bunuh diri, karena mereka membunuh dirinya sendiri dengan ulah sendiri pula? Apakah perbuatan mereka itu termasuk dalam kategori menjerumuskan diri ke dalam kehancuran yang telah dilarang oleh Al Qur'an dalam sebuah ayatnya yang artinya:"Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." (QS. Al Baqarah: 195).

Saya ingin katakan di sini bahwa operasi-operasi ini adalah termasuk cara yang paling jitu dalam jihad fisabilillah. Dan ia termasuk bentuk teror yang diisyaratkan dalam Al Qur'an dalam sebuah firman Allah Ta'ala yang artinya:"Dan persiapkanlah kekuatan apa yang bisa kamu kuasai dan menunggang kuda yang akan bisa membuat takut musuh-musuh Allah dan musuhmu." (QS. Al Anfal: 60).

Penamaan operasi ini dengan nama "bunuh diri" adalah sangat keliru dan menyesatkan. Ia adalah operasi tumbal heroik yang bernuansa agamis, ia sangat jauh bila dikatakan sebagai usaha bunuh diri. Juga orang yang melakukannya sangat jauh bila dikatakan sebagai pelaku bunuh diri.

Orang yang bunuh diri itu membunuh dirinya untuk kepentingan pribadinya sendiri. Sementara pejuang ini mempersembahkan dirinya sebagai korban demi agama dan umatnya. Orang yang bunuh diri itu adalah orang yang pesimis atas dirinya dan atas ketentuan Allah, sedangkan pejuang ini adalah manusia yang seluruh cita-citanya tertuju kepada rahmat Allah SWT.

Orang yang bunuh diri itu ingin menyelesaikan dari dirinya dan dari kesulitannya dengan menghabisi nyawanya sendiri, sedangkan seorang mujahid ini membunuh musuh Allah dan musuhnya dengan senjata terbaru ini yang telah ditakdirkan menjadi milik orang-orang lemah dalam menghadapi tirani kuat yang sombong. Mujahid itu menjadi bom yang siap meledak kapan dan di mana saja menelan korban musuh Allah dan musuh bangsanya, mereka (baca: musuh) tak mampu lagi menghadapi pahlawan syahid ini. Pejuang yang telah menjual dirinya kepada Allah, kepalanya ia taruh di telapak tangan-Nya demi mencari syahadah di jalan Allah.

Para pemuda pembela tanah airnya, bumi Islam, pembela agama, kemuliaan dan umatnya, mereka itu bukanlah orang-orang yang bunuh diri. Mereka sangat jauh dari bunuh diri, mereka benar-benar orang syahid. Karena mereka persembahkan nyawanya dengan kerelaan hati di jalan Allah; selama niatnya ikhlas hanya kepada Allah saja; dan selama mereka terpaksa melakukan cara ini untuk menggetarkan musuh Allah Ta'ala, yang jelas-jelas menyatakan permusuhannya dan bangga dengan kekuatannya yang didukung oleh kekuatan besar lainnya. Urusannya sama seperti apa yang dikatakan oleh penyair masa lampau yang mengatakan:

Jika tidak ada tunggangan selain mata tombak

Maka tidak ada jalan bagi yang terpaksa selain ditumpainya juga

Mereka bukan orang-orang yang bunuh diri, bukan pula teroris, namun mereka melawan, perlawanan yang sah, melawan orang yang menduduki buminya. Mereka yang telah mengusirnya dan keluarganya, merampas hak-haknya dan menyita masa depannya. Musuh itu masih terus melakukan permusuhannya kepada mereka, sementara agama mereka memerintahkan untuk membela dirinya, dan melarangnya untuk mundur dari buminya, yang itu termasuk bumi Islam.

Juga aktivitas para pahlawan itu bukan tergolong menjerumuskan diri ke dalam kehancuran, seperti apa yang dipandang oleh sebagian orang awam. Bahkan perbuatan mereka itu termasuk perbuatan yang terpuji dalam jihad, dan sah menurut syari'at Islam. Dimaksudkan untuk bisa mengalahkan musuh, membunuh anggota musuh, menancapkan rasa takut kepada mereka dan mendorong kaum muslimin untuk berani menghadapi musuh-musuhnya.

Masyarakat Zionis adalah masyarakat militer, kaum lelaki dan wanitanya adalah prajurit dalam angkatan bersenjata, yang kapan saja bisa dipanggil segera. Jika seorang anak atau orang tua terbunuh dalam operasi ini, ia tidak bermaksud membunuhnya, namun masuk dalam kategori darurat perang. Dan segala yang darurat itu bisa membolehkan yang terlarang. Berikut ini akan saya sampaikan pendapat para ahli fiqh dalam masalah ini dan pendapat para mufasir mengenai firman Allah Ta'ala yang artinya:"Dan janganlah kamu jerumuskan dirimu ke jurang kebinasaan." (QS. Al Baqarah: 195).


PENDAPAT IMAM AL JASSHASH, DARI MADZHAB HANAFI

Imam Al Jasshash, dari madzhab Hanafi, dalam kitabnya Ahkam Al Qur'an menyatakan bahwa tafsiran ayat 195 dalam surat Al Baqarah itu ada beberapa pandangan:

Pertama: apa yang diceritakan oleh Muhammad bin Abi Bakr, ia berkata: diceritakan dari Abu Dawud, ia berkata: diceritakan dari Ahmad bin 'Amr bin Al Sarh, ia berkata: diceritakan dari Ibn Wahb dari Haiwah bin Syuraih dan Ibn Luhai'ah bin Yazid bin Abi Hubaib dari Aslam Abi Umar, bahwa ia berkata: Kami pernah menyerang kota Kostantinopel, dalam rombongan perang itu ada Abdurrahman bin Al Walid. Sedangkan orang-orang Romawi saling menyandarkan punggung-punggungnya ke tembok kota. Lalu ada seseorang yang di bawah menghampiri pihak musuh, "tunggu, tunggu….! Laa Ilaaha Illallah! Ia mau menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam kehancuran!" kata beberapa orang. Kemudian Abu Ayyub berkomentar:"Ayat ini tak lain diturunkan kepada kami, kaum Anshar, ketika Allah SWT memberikan pertolongan kepada Nabi-Nya dan memenangkan agama Islam, lalu kami berkata:"Ayo kita tegakkan harta kekayaan kita dan memperbanyaknya. Lalu turunlah ayat yang artinya:"Dan belanjakanlah pada jalan Allah, dan jangan menjerumuskan diri kamu ke dalam kebinasaan." (QS. Al Baqarah: 195). Maka arti menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan itu artinya adalah memperbanyak harta dan meninggalkan jihad."

Abu Imran berkata:"Abu Ayyub masih saja berjihad di jalan Allah hingga dimakamkan di Kostantinopel." Abu Ayyub menceritakan bahwa menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan itu adalah meninggalkan jihad fisabilillah, dan ayat yang menunjukkan hal itu sudah diturunkan. Pendapat yang sama juga diriwayatkan dari Ibn Abbas, Hudzaifah, Hasan Al Bashri, Qatadah, Mujahid dan Al Dhahak. Diriwayatkan dari Al Barra' ibn Azib dan Ubaidah Al Salmani: bahwa menjerumuskan ke dalam kebinasaan itu adalah pesimis dengan ampunan karena melakukan kemaksiatan.

Kedua: Berlebih-lebihan dalam berinfaq sampai tidak bisa makan dan minum sampai akhirnya binasa.

Ketiga: Menerobos perang langsung tanpa bermaksud menyerang musuh. Inilah yang diartikan oleh beberapa orang dalam riwayat di atas yang kemudian ditentang oleh Abu Ayyub sambil menyertakan sebab turunnya ayat tersebut.

Ketiga pandangan itu bisa memenuhi arti yang dimaksud oleh ayat di atas karena ada kemungkinan-kemungkinan atas lafadznya. Atau bisa dikorelasikan antara keduanya tanpa harus ada kontradiksi didalamnya.

Adapun tafsiran yang mengatakan bahwa maksudnya adalah seseorang dibawa di arena musuh, maka Muhammad bin Al Hasan pernah menyebutkan dalam Al Siyar Al Kabir: "kalaupun ada seseorang dibawa kepada seribu orang, ia sendiri tidak ada masalah, jika ia ingin selamat atau menyerang. Namun jika tidak ingin selamat dan tidak pula menyerang, maka saya tidak setuju karena ia menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan tanpa ada manfaat buat kaum muslimin. Sedangkan jika ia tidak mau selamat atau tidak mau menyerang, tapi ingin membuat kaum muslimin lebih berani dan melakukan seperti apa yang ia lakukan sampai mereka terbunuh dan bisa membunuh musuh, maka hal itu tidak apa-apa, insya Allah. Karena kalaupun ia ingin menyerang musuh dan tidak ingin selamat, maka saya melihatnya tidak apa-apa untuk dilemparkan kepada musuh. Begitu pula jika ia menyerang yang lainnya dalam kelompok tersebut, maka itupun tidak apa-apa. Dan saya mengharap perbuatannya itu dapat pahala. Yang tidak boleh itu adalah sebagai berikut: jika dilihat dari beberapa sudut pandang, perbuatan itu tidak ada manfaatnya, walaupun ia tidak ingin selamat dan tidak mau menyerang. Namun jika perbuatan itu membuat takut musuh, maka hal itu tidak apa-apa karena cara ini adalah cara yang paling tepat dalam menyerang, dan juga sangat bermanfaat bagi kaum muslimin".

Imam Al Jasshash berkata: Apa yang dikatakan oleh Muhammad tentang pendapat-pendapat itu adalah benar, dan tidak ada pendapat yang lain lagi. Maka tafsiran dalam riwayat Abu Ayyub yang mengatakan bahwa ia menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan, itu ditafsirkan dengan membawanya kepada pihak musuh, karena bagi mereka hal itu tidak ada manfaatnya. Jika memang begitu maka tidak boleh ia memusnahkan dirinya tanpa ada manfaat bagi agama dan bagi kaum muslimin. Namun jika dalam pemusnahan diri itu ada manfaat bagi agama, maka ini adalah kedudukan yang sangat mulia. Karena Allah SWT telah memuji para shahabat Nabi SAW yang melakukan hal itu dalam banyak firman-Nya. Diantaranya adalah:

Firman Allah Ta'ala yang artinya: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh." (QS. At Taubah: 111).

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki." (QS. Ali Imran: 169).

"Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah." (QS. Al Baqarah: 207).

Dan beberapa ayat lagi yang menceritakan tentang pujian Allah terhadap orang mengorbankan jiwanya untuk Allah SWT.

Imam Al Jasshash melanjutkan:"Oleh karena itu hukum amar ma'ruf nahi munkar harus berbentuk ketika ia menginginkan kemanfaatan bagi agama, lalu mengorbankan jiwanya sampai terbunuh, maka ia mendapatkan kedudukan syuhada yang paling tinggi. Karena Allah SWT berfirman yang artinya: "Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)." (QS. Luqman: 17).

Telah meriwayatkan Ikrimah dari Ibnu Abbas dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda:"Semulia-mulia syahid adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan orang yang berbicara dengan kalimat yang benar di hadapan penguasa tiran lalu ia terbunuh." [ii] Abu Sa'id Al Khudri meriwayatkan dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda yang artinya: "Jihad yang paling mulia adalah berkata yang benar dihadapan penguasa tiran." [iii] Imam Al Jasshash di sini menyebutkan hadits Abu Hurairah yang artinya: "Sejelek-jelek orang adalah yang sangat kikir dan sangat penakut." [iv] Imam Al Jasshash menambahkan lagi:"Cara menanggulangi sifat penakut adalah dengan memunculkan dalam dirinya sifat berani yang akan membawa manfaat bagi agama walaupun ia tahu itu akan membawa malapetaka." Wallahu A'lam Bish Shawab. [v]


PENDAPAT IMAM AL QURTHUBI, DARI MADZHAB MALIKI

Imam al Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan: Ulama telah berbeda pendapat tentang masuknya seseorang dalam perang dan melawan musuh dengan sendirian. Maka Al Qasim bin Mukhirah dan Al Qasim bin Muhammad, termasuk ulama kami, berpendapat: Tidak apa-apa satu orang berhadapan dengan pasukan besar jika memang ada kekuatan dan niat ikhlas hanya kepada Allah saja. Jika tidak mempunyai kekuatan maka itu namanya kebinasaan."

Pendapat lain: jika ada yang ingin mati syahid dan niatnya ikhlas, maka boleh dibawa. Karena tujuannya adalah salah satu dari musuhnya, dan hal itu sudah jelas dalam firman Allah Ta'ala yang artinya:"Dan di antara manusia ada yang menjual dirinya demi mencari keridhaan Allah." (QS. Al Baqarah: 207).

Ibn Khuwaiz Mindad berkomentar: Adapun satu orang dibawa melawan seratus orang atau sejumlah kekuatan pasukan perang, atau kelompok pencuri dan penjegal, maka ada dua kondisi: pertama, ia tahu dan kemungkinan besar terbunuh. Tapi ia selamat, maka itu yang terbaik. Kedua, begitu juga kalau ia tahu dan kemungkinan besar akan terbunuh, tetapi ia akan menyerang atau terluka, atau bisa memberikan pengaruh yang cukup berarti bagi kaum muslimin, maka itupun diperbolehkan juga. Sebab telah sampai kepadaku berita bahwa pasukan umat Islam tatkala bertemu dengan pasukan Persia, kuda-kuda kaum muslimin lari dari pasukan gajah. Lalu ada seseorang dari mereka sengaja membikin gajah dari tanah, agar kudanya bisa jinak tidak liar lagi saat melihat gajah. Esok harinya, kudanya sudah tidak liar lagi melihat gajah, lalu dihadapkan kepada gajah yang kemarin menghadangnya. Ada orang yang berkata:"Ia akan membunuhmu!", "Tidak apa-apa saya terbunuh asalkan kaum muslimin menaklukkan Persia!"jawabnya kemudian. Begitu juga pada peristiwa perang Yamamah, tatkala Bani Hudzaifah bertahan diri di kebun-kebun milik mereka, ada seseorang yang berkata kepada pasukan:"Taruh aku di dalam sebuah perisai dan lemparkan ke arah musuh!" Segerelah anggota pasukan muslimin melemparkannya ke dalam kebun, lalu bertarunglah ia sendirian sampai akhirnya bisa membuka pintu kebun.

Imam Qurthubi melanjutkan ucapannya: Dari sisi ini, ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa ada seseorang bertanya kepada Nabi SAW: "Ya Rasulullah, menurut baginda apakah yang aku dapatkan jika aku berjihad di jalan Allah dengan sabar dan mengharap ridha Allah?", "Kamu akan mendapatkan surga." jawab Nabi SAW. Lalu orang itu terjun menerobos pasukan musuh hingga terbunuh. [vi] Dalam shahih Muslim, dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW menarik mundur tujuh orang Muhajirin dan dua orang dari Anshar. Ketika orang-orang Quraisy mendesaknya, beliau berkata:"Siapa yang berani menghadang mereka, ia akan mendapatkan surga?". Lalu seorang dari Anshar maju ke depan melawan mereka hingga ia terbunuh. Satu persatu mereka lakukan hal yang sama, sampai ketujuh-tujuhnya mati syahid semuanya. Kemudian Nabi SAW berkata:"Shahabatku belum melakukan peperangan yang sebenarnya!". Ucapan beliau itu ditujukan kepada para shahabat yang lari tidak menjaga beliau saat diserang oleh pasukan Quraisy. Wallallahu A'lam bish Shawab.

Kemudian Imam Qurthubi menyebutkan ucapan Muhammad bin Al Hasan: Kalaupun satu orang dibawa berhadapan dengan seribu orang kaum musyrik sendirian, itu tidak mengapa jika memang ia ingin selamat atau menyerang musuh. Namun jika sebaliknya, hal itu dibenci (makruh), karena ia mempersilahkan dirinya untuk binasa tanpa memberikan manfaat buat kaum muslimin……. Dan seterusnya. [vii]


PENDAPAT IMAM AR RAZI, DARI MADZHAB SYAFII

Imam Ar Razi berkata dalam tafsirnya: yang dimaksud dengan firman Allah Ta'ala:"Janganlah kamu menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan" adalah janganlah kamu melakukan serangan kepada musuh dalam sebuah peperangan yang tidak menghasilkan manfaat apa-apa. Dan kamu tidak memiliki tebusan selain membunuh dirimu sendiri, kalau seperti itu maka tidak boleh. Yang diperbolehkan itu adalah jika sangat berhasrat sekali untuk menyerang, walaupun ia takut terbunuh. Sedangkan jika ia pesimis dengan penyerangan dan kemungkinan besar ia nanti terbunuh, maka ia tidak boleh melakukan hal itu. Pendapat ini disampaikan oleh Al Bara' bin Azib. Dinukil dari Abu Hurairah bahwa ia mengomentari ayat ini dengan ucapannya:"Ia adalah orang yang independen di antara dua kubu". Imam Ar Razi melanjutkan: di antara orang ada yang mengartikan salah, yaitu dengan mengatakan: pembunuhan semacam ini tidak haram dengan menggunakan beberapa dalil, diantaranya:

Pertama: diriwayatkan bahwa ada seorang dari kaum Muhajirin dibawa berhadapan dengan musuh sendirian, kemudian orang-orang meneriakinya:"Ia menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan!". Lalu Abu Ayyub Al Anshari menjelaskan duduk perkaranya seperti yang disampaikan oleh Imam Al Jashash di atas.

Kedua: Imam Syafii meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah menyebutkan surga, kemudian ada seorang dari Anshar berkata:"Ya Rasulullah, bagaimana jika aku terbunuh karena kesabaran dan mengharap ridha Allah semata?", "Untukmu surga!"jawab Rasul. Kemudian lari menyerbu ke pasukan musuh hingga syahid dihadapan Rasulullah SAW. Juga ada seorang Anshar melemparkan baju besinya saat mendengar Rasulullah SAW menyebutkan surga tadi, lalu menyerang musuh sampai ia terbunuh.

Ketiga: Diriwayatkan bahwa ada seorang dari Anshar yang tidak ikut perang Bani Muawiyah. Kemudian ia melihat burung bergerombol dekat dengan temannya yang meninggal. Lalu ada seseorang yang bersamanya segera berkata:"Saya akan maju melawan musuh agar membunuhku, dan aku akan ikut perang yang didalamnya teman-temanku terbunuh!". Orang itupun melakukannya, kemudian cerita itu diceritakan kepada Nabi SAW yang kemudian ditanggapinya dengan positif.

Keempat: Diriwayatkan ada suatu kaum sedang mengepung benteng, lalu ada seseorang berperang hingga meninggal. Dikatakan bahwa orang yang meninggal itu menjerumuskan dirinya sendiri kepada kebinasaan. Berita itu terdengar oleh Umar bin Khatab ra. Kemudian beliau mengomentarinya:"Mereka itu bohong. Bukankah Allah SWT sudah berfirman dalam Al Qur'an (yang Artinya):"Dan di antara manusia ada yang menjual dirinya untuk mencari keridhaan Allah."

Adapun orang yang mendukung tafsiran ini menjawab dalil-dalil di atas dengan mengatakan: kami hanya melarang hal itu jika tidak ada bentuk serangan (perlawanan) kepada musuh, tapi kalau serangan itu ada maka kami membolehkannya. [viii]


PENDAPAT IBNU KATSIR DAN IMAM THABARI

Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Al Bara' bin Azib Al Anshari:"Jika aku dibawa dihadapkan kepada musuh lalu mereka membunuhku, apakah aku masuk dalam kategori menjerumuskan diri ke dalam kebinasan?", "Tidak!"jawabnya, lalu melanjutkan:"Allah Ta'ala telah berfirman kepada Rasul-Nya (yang artinya):"Maka berperanglah di jalan Allah sebab tidak dibebani selain dirimu sendiri." Ayat "menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan" itu dalam bab nafakah, maksudnya tidak memberikan nafakah (infaq) dalam jihad. [ix]

Imam Thabari meriwayatkan dengan sanadnya sendiri dalam tafsirnya, dari Abu Ishaq Al Subay'i berkata: Aku bertanya kepada Al Bara' bin Azib (shahabat):"Wahai Abu Immarah, ada seseorang yang berhadapan dengan seribu musuh sendirian. Biasanya kondisi semacam ini, orang yang sendirian ini selalu kalah dan terbunuh. Apakah tindakan ini termasuk dalam kategori firman Allah Ta'la:"Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan"?, "Tidak, ia berperang sampai terbunuh. Karena Allah Ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya:"Maka berperanglah di jalan Allah, karena tidak dibebankan kecuali dirimu sendiri." (QS. An Nisa': 84).


PENDAPAT IBNU TAIMIYAH

Pendapat yang hampir sama juga dikemukan oleh Ibn Taimiyah dalam kitab "Fatawa" nya tentang memerangi kaum Tatar. Berdasarkan dalil dari riwayat Imam Muslim dalam kitab "Shahih" nya dari Nabi SAW tentang kisah Ashhabul Ukhdud. Cerita itu mengkisahkan seorang bocah memerintahkan (kepada sanga raja) untuk membunuh dirinya, demi kemenangan agama (yang diyakininya) ketika meminta kepada algojo-algojo raja agar membaca: Bismillah Rabbi Ghulam (Dengan nama Allah, Tuhan boah ini) saat melemparkan panah ke arahnya. Ibn Taimiyah melanjutkan: Oleh karena itu para Imam yang empat memperbolehkan seorang muslim menyerbu sendirian dalam kubu pasukan musuh, walaupun kemungkinan besar mereka akan membunuhnya. Jika memang di situ ada kemaslahatan bagi kaum muslimin. Kami telah beberkan panjang lebar masalah ini dalam beberapa tema yang lain.

bersambung ke hal 2

jerry_spy

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 825
  • Reputasi: -2
  • Jenis kelamin: Pria
  • beramal dan beramal
    • Lihat Profil
Re: Aksi bom jihad
« Jawab #27 pada: Agustus 11, 2006, 03:43:27 am »
sambungan dari hal 1
PENDAPAT IMAM ASY SYAUKANI

Imam Asy Syaukani dalam tafsirnya "Fath Al Qadir" menjelaskan: yang benar dalam masalah ini adalah dengan memegang pada keumuman lafadz, bukan sebaliknya memegang teguh pada kasuistis (sebab turun ayat). Maka segala apa yang masuk dalam artian kebinasaan di dalam agama atau dunia, itu masuk dalam kategori ini. Termasuk dalam kategori ayat adalah masalah berikut: bila seseorang menyerbu dalam peperangan lalu dibawa berhadapan dengan pasukan besar, padahal ia yakin tidak bakal selamat dan tidak bisa mempengaruhi semangat perjuangan kaum muslimin. [xi]


PENDAPAT PENULIS TAFSIR AL MANAR

Di era modern ini, Syeikh Rasyid Ridha dalam tafsirnya "Al Manar" menyebutkan: termasuk dalam kategori larangan adalah ikut dalam peperangan namun tidak tahu (mengerti) strategi perang yang dipakai oleh musuh. Termasuk juga segala pertarungan yang tidak dibenarkan oleh syari'at, misalnya hanya ingin mengikuti nafsu belaka, bukan untuk menolong dan mendukung suatu kebenaran. [xii]

Pemahaman ini menunjukkan bahwa pertarungan yang diperhitungkan dan dibenarkan oleh syari'at adalah yang bisa menakut-nakuti musuh Allah dan musuh kita bersama. Juga menginginkan kemenangan al haq bukan sekedar mengikuti hawa nafsu belaka. Maka hal ini tidak termasuk dalam menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan.

***

Saya (Qardhawi) yakin kebenaran itu sudah sangat jelas sekali, cahaya pagi itu sudah nampak bagi yang punya indera. Semua pendapat di atas membantah mereka yang mengaku-aku pintar, yang telah menuduh para pemuda yang beriman kepada Tuhannya kemudian bertambah yakin keimanannya itu. Mereka telah menjual dirinya untuk Allah, mereka dibunuh demi mempertaruhkan agama-Nya. Mereka menuduhnya telah membunuh diri dan menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan. Mereka itu, insya Allah, adalah para petinggi syahid di sisi Allah. Mereka adalah elemen hidup yang menggambarkan dinamika umat, keteguhannya untuk melawan, ia masih hidup bukan mati, masih kekal tidak punah. Seluruh apa yang kami minta di sini adalah: seluruh operasi itu dilakukan setelah menganalisa dan menimbangkan sisi positif dan negatifnya. Semua itu dilakukan melalui perencanaan yang matang sekali di bawah pengawasan kaum muslimin yang mumpuni . Kalau mereka melihat ada kebaikan, segera maju dan bertawakkal kepada Allah. Karena Allah SWT berfirman yang artinya:"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah itu Maha Agung dan Maha Bijaksana." (QS. Al Anfal: 49).

******


--------------------------------------------------------------------------------

. Hadits ini dinisbatkan oleh Ibn Katsir kepada Abu Dawud, Tirmidzi, An Nasa'I, Abu Ya'la dan Ibnu Hibban dalam shahihnya, juga kepada Al Hakim dengan syarat Syaihain dan yang lain-lainnya. Lihat: Tafsir Ibn Katsir: 1/228-229. cetakan El Helbi.

[ii]. Diriwayatkan oleh Al Hakim dan dishahihkannya pula, namun Imam Al Dzahabi menolaknya. Sebaliknya dishahihkan oleh Imam Albani dari jalan Al Khatib dalam kitab "Tarikh" nya. Lihat "Silsilah AHadits Shahihah (374)" dengan lafadz:"Tuannya para syahid adalah Hamzah, dan orang yang berhadapan dengan pemimpin tirani, lalu ia memerintah dan melarang pemimpin tersebut, tapi malah ia dibunuh olehnya."

[iii]. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibn Majah melalui jalan Athiyyah Al Ufiy. Tirmidzi berkomentar: Hadits ini Hasan Gharib. Imam Nasa'I juga meriwayatkannya dengan sanad yang shahih, seperti ucapan Al Mundziri, dari Thariq bin syihab. Lihat: Al Muntaqa (1364).

[iv]. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (2511), Ahmad (7977), dishahihkan oleh Syeih Ahmad Syakir dan Ibn Hibban dalam shahihnya.

[v]. Ahkam Al Qur'an, Abu Bakr Al Jashash: 1/262-263.

[vi]. Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab Jihad, bab Perang Uhud; 3/1415 dan 1789.

[vii]. Tafsir Al Qurthubi; 3/363. Daar El Misriyyah

[viii]. Tafsir Al Fahr Razi; 2/148.

[ix]. Tafsir Ibn Katsir; 1/229. cet. El Helbi.

  • . Lihat Majmu' Fatawa Syeikhil Islam Ibn Taimiyah; 28/540.
[xi]. Fath el Qadir, Asy Syaukani; 1/262. cet; Daar el Wafa', Mesir

[xii]. Tafsir Al Manar; 2/213.

 sedikit tambahan buat antum pernik muslim semoga di rahmati allah amin


PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: Aksi bom jihad
« Jawab #28 pada: Agustus 11, 2006, 03:46:27 am »
HUKUM TENTANG AKSI-AKSI BOM BUNUH DIRI


Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani




Pertanyaan.
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : Sebagian jama’ah membenarkan adanya jihad perorangan dengan berdalil kepada perbuatan seorang sahabat yang bernama Abu Bashir, mereka melakukan bom syahid (saya katakan ; bom bunuh diri), bagaimana hukum perbuatan ini ?

Jawaban
Syaikh Al-Bani menjawabnya dengan sebuah pertanyaan.

Berapa lama tindakan ini mereka lakukan ..?�

Penanya menjawab : “empat tahun�.

Maka Syaikh Al-Abani berkata : “Mereka untung atau rugi?�.

Penanya berkata : “rugi�.

Syaikh Al-Bani berkata : “ dari buahnya mereka dikenal�

[Silsilah Huda wan Nur kaset no. 527]

Penanya berkata : Berhubung dengan siasat perang modern, di dalamnya terdapat pasukan penyerang yang disebut komando, di sana terdapat pasukan musuh yang menyerang kaum muslimin, maka mereka membuat suatu kelompok bunuh diri (jibaku) meletakkan bom ke arah tank-tank musuh, sehingga banyak menewaskan mereka … apakah perbuatan ini dianggap bunuh diri ?�

Jawaban.
Ini tidak dianggap bunuh diri ; karena bunuh diri adalah jika seorang muslim membunuh dirinya untuk melepaskan diri dari kehidupan yang celaka …. Adapun gambaran di atas yang engkau tanyakan, maka tidak dikatakan bunuh diri bahkan ini adalah jihad fi sabilillah … hanya saja di sana ada catatan yang harus diperhatikan, yaitu hendaknya perbuatan ini bukan sekedar ide pribadi, tetapi harus dengan perintah komandan pasukan … jika komandan pasukan merasa perlu dengan tindakan ini, dia memandang bahwa unsur kerugian yang ditimbulkan lebih sedikit daripada keuntungan yang didapatkan, yaitu memusnahkan jumlah besar dari pasukan musyrik dan kafir, maka pendapat komandan pasukan ini harus ditaati karena komando di tangannya, walaupun ada yang tidak suka maka tetap wajib.

Bunuh diri termasuk hal yang paling diharamkan dalam Islam, karena pelakunya tidaklah melakukannya kecuali karena marah kepada Rabbnya dan tidak ridho kepada ketentuan Allah Jalla Jalaluhu. Adapun yang tadi maka tidak termasuk bunuh diri, sebagaimana hal ini pernah dilakukan oleh para sahabat, seorang dari mereka menyerang sekelompok orang kafir dengan pedangnya, dia tebaskan pedangnya kepada mereka hingga kematian menjemputnya, dia sabar karena dia tahu bahwa tempat akhirnya adalah surga. Maka berbeda sekali antara orang yang membunuh dirinya dengan cara jihad bunuh diri ini dan antara orang yang mengakhiri hidupnya yang sempit dengan membunuh dirinya, atau melakukannya dengan ijtihad pribadinya, maka yang ini termasuk hal yang melemparkan dirinya kepada kebinasaan�.

[Silsilah Huda wan Nur kaset no. 134]

Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman berkata : Sesudah menjelaskan keharaman aksi bom bunuh diri ini Syaikh Shalih bin Ghanim As-Sadlan mengatakan:

Kemudian kita datang kepada beberapa gambaran dari aksi-aksi bunuh diri, yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dengan tujuan memancing kemarahan musuh. Walaupun perbuatan ini tidak memajukan atau memundurkan, tetapi dengan banyaknya aksi-aksi ini bisa jadi akan melemahkan musuh atau membuat takut mereka. Aksi-aksi bunuh diri ini berbeda dari pelaku yang satu dengan pelaku yang lainnya. Kadang-kadang orang yang melakukan aksi bom bunuh diri ini terpengaruh oleh orang-orang yang membenarkan perbuatan ini, maka dia melakukannya dengan niat berperang, berjihad dan membela suatu keyakinan. Jika yang dibela benar, dan dia melakukannya dengan landasan pendapat orang yang membolehkannya maka bisa jadi dia tidak dikatakan bunuh diri ; karena dia berudzur dengan apa yang dia dengar’.

[Koran Al-Furqon Kuwait, 28 Shafar, edisi 145, hal. 21 dengan perantaraan Salafiyyun wa Qadhiyatu Filisthin hal. 62]

Penutup
Pembahasan kita ini berhubungan dengan kejadian aksi bom bunuh diri di negeri-negeri Islam yang tertindas dan dijajah oleh orang-orang kafir seperti Palestina, Afghanistan, Irak dan yang lainnya. [Salafiyyun wa Qadhiyatu Filisthin oleh Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman hal. 38]

Adapun aksi bom bunuh diri di negeri-negeri kaum muslimin maka hukumnya adalah haram, karena akan menyebabkan melayangnya jiwa-jiwa yang tidak berdosa dari kaum muslimin. Allah Jalla Jalaluhu mengancam siapa saja yang membunuh jiwa seorang mukmin dengan ancaman yang sangat keras.

“Artinya : Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia didalamnya dan Allah murka kepadanya dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya� [An-Nisa : 93]

Jika yang terbunuh adalah orang-orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari pemerintah muslim maka pelakunya mendapat ancaman dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Barangsiapa yang membunuh orang kafir yang mendapat jaminan keamanan maka dia tidak akan mencium bau surga, dan sesungguhnya bau surga didapati dari 40 tahun perjalanan� [Shahih Bukhari 6/2533. Lihat majalah Buhuts Islamiyyah yang diterbitkan oleh Haiah Kibar Ulama edisi 56 hal. 357-362]

Kami akhiri bahasan ini dengan Nasehat berharga dari Syaikh Al-Alamah Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani.

Jika seorang mujahid mengikhlaskan niat kepada Allah Jalla Jalaluhu semata, maka tidak diragukan lagi bahwa dia akan diberi pahala yang layak baginya sesuai dengan niatnya, tetapi aksi bom bunuh diri ini bukanlah jihad yang diperintahkan Allah Jalla Jalaluhu. Karena jihad harus dipersiapkan, sebagaimana dalam firman Allah Jalla Jalaluhu.

“Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggetarkan musuh Allah dan musuh kalian� [Al-Anfal : 60]

Inilah jihad, yaitu diumumkan dan dipersiapkan, jihad inilah yang seorang muslim tidak diperkenankan ketinggalan. Adapun jihad yang berarti aksi perorangan –seperti bom bunuh diri-, .. maka itu bukanlah jhad..., karena inilah maka wajib atas kaum muslimin untuk kembali kepada agamanya, memahami syari’at Rabb mereka dengan pemahaman yang shahih, dan mengamalkan apa yang mereka fahami dari syari’at Allah Jalla Jalaluhu dan agamaNya dengan ikhlas dan benar, sehingga mereka bisa bersatu dibawah satu kalimat ; pada saat itulah orang-orang yang beriman bergembira dengna pertolongan Allah Tabaraka wa Ta’ala.

[Dari kaset Taharri Fil fatwa dengan perantaraan Salafiyyun wa Qadhiyatu Filisthin hal. 66-67]

Wallahu ‘alam

[Disunting dari majalan Al-Furqon, edisi 3 Tahun IV, hal. 23-28, Judul BOM Syahid Atau Bunuh Diri, Penyusun Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah, Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jawa Timur]

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: Aksi bom jihad
« Jawab #29 pada: Agustus 11, 2006, 03:54:13 am »
postingan ana diatas diambil dari almanhaj.or.id

@jerry_spy
ahsan kalo anta berargumen seperti diatas dan dengan bahasa yang halus seperti yang aru anta lakukan. ini akan mempermudah diterimanya argumen anta.

na'an ana telah membaca fatwa Syaikh Salman. dan pada akhir fatwanya, beliau berkata bahwa ijtihadnya bisa salah. setiap ijtihad bisa salah (tapi ijtihad yang salah gak boleh diikuti)dan ana bisa menerima argumen anta dengan baik.

ana juga nggak bilang bahwa fatwa Syaikh Albani mutlak benar, karena yang ma'sum itu hanya Rasulullah.

sedangkan terhadap artikel dan fatwa yang lain, ada satu hal mendasar yang berbeda.
yaitu pada setiap dalil yang dipergunakan untuk memperbolehkannya bom itu, mereka (dalam dalil) tidak membunuh dirinya sendiri, namun musuhlah yang membunuhnya.

sedangkan pada bom 'syahid', sang mujahid membunuh dirinya sendiri dan dengan sebab dirinya sendirilah ia mati.

tentang syahid ato tidaknya mereka, maka bukan tempat kita orang awam yang menghukumi. cukuplah anta dengan pendapat anta(asal didasari dengan dalil yang shahih) dan ana berpendapat dengan pendapat ana(dalilnya sudah ana sampaikan)


above all... semoga Alloh melimpahkan ampunan atas dosa para mujahid yang berjuang di sisi Allah, dan memberikan balasan yang setimpal. Amii...n