Penulis Topik: Sholat dan pembahasannya  (Dibaca 49254 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

abu_ahmad syafiq

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 599
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Rumah sederhana tapi penuh cinta
    • Lihat Profil
Re: makmum masbuk
« Jawab #30 pada: Februari 04, 2008, 07:59:16 am »
Assalamu'alaikum
maaf mohon penjelasaanya, jika kita terlambat dalam sholat jama'ah dan masih mendapatkan rukuk apakah kita terhitung mendapat 1 rakaat sholat, karena belum lama ini saya mendengar kajian bahwa kita mendapatkan 1 rakaat sholat  jika telah membaca al-fatihah, jadi kalau kita terlambat dan  baca al-Fatihahnya belum selesai tidak mendapat 1 rakaat sholat? terus terang saya masih ragu karena belum mendapatkan dalil dari pendapat yang kedua, mohon bantuananya, matur nuwun.............

JIka ingin mendapatkan shalat berjamaah, tidak serta merta dihitung berapa banyaknya rakaat yang didapat ketika terlambat. Hatta ketika kita dapati imam sudah mulai melakukan tahyat akhir dan kita mengikutinya kita tetap mendapatkan pahala shalat berjamaahnya. Tentu kadarnya berbeda dengan yang ikut berjamaah secara sempurna.

Hal itu pula berdasarkan hadits berikut:

"Bagaimana keadaan imam ketika kamu dapati, hendaklah kamu ikuti; dan apa yang ketinggalan olehmu, hendaklah kamu sempurnakan" (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Allahu a'lam


fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Sholat dan pembahasannya
« Jawab #31 pada: Februari 15, 2008, 11:04:47 pm »
langsung saja ya...

dalam shalat kita diwajibkan membaca surat alfatihah (masuk dalam rukun shalat). karena bersifat rukun shalat, jadi bacaan itu wajib dibaca. ada sebagian ulama yang menyatakan bahwa, apabila dalam kondisi berjamaah maka kita tidak wajib membaca alfatihah karena imam telah membaca surat tersebut, namun aa pendapat yang sebaliknya. agar kita lebih berhati hati saya rasa lebih baik kita ikuti pendapat kedua. sekian terima kasih..


kenapa kita harus ihtiathj dalam hal ini?kenapa anda tidak bilang saja bahwa shalat jenazah sebaiknya dengan berdiri karena ihtiath?

seroja

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 52
  • Reputasi: -1
  • Jenis kelamin: Pria
  • -@ man arafa nafsahu , faqad arafa rabbahu @-
    • Lihat Profil
Ikut menambahkan....
« Jawab #32 pada: Februari 24, 2008, 11:57:36 pm »
@tarie_914l

Kutip
assalamu'alaikum wr wb

maap saya cm mo nanya karna ini mengganjal bgt di hati aku

"apakah boleh ketika kita shalat tanpa sengaja qta menangis??? "

karna pas sedih bgt , gak tau knapa air mata ini gak dapat di tahan lagi pdhl biasanya bisa pura2 tegar tp klo pas shalat aku gak dapet nahan kesedihan aku

maap jika ini gak pd tempatnya tolong di pindahkan aja ,habis aku gak tau di mn tempatnya

wassalamu'alaikum wr wb

mbak @tarie_914l
sedihnya kenapa?
wudhu dan niat nya gmn ? dah kosongkah jiwa mu untuk "berjumpa" dengan Sang Khalik.. ? :D


Gini mbak ...
sholat kok nyari yg sempurna..
cari yang.. diterima..

kl cari yg sempurna.. kriterianya bisa beda
kl yg pasti diterima.. kriterianya cuman 1.

pasti diterima..

yg tau kriterianya shalat kita diterima..adalah diri kita sendiri..
coba shalat.. trs tanya.. "shalat kita diterima ap gak sich " ??
kl hati bilang blm diterima.. ya jgn trs gak shalat

tapi kl dah diterima juga jgn takabur.. !!



NOTE :
Sholat subuh memiliki faedah untuk bertemu/bersatu dengan jati diri kita.
Sholat zuhur memiliki faedah untuk mematikan segala nafsu kita.
Sholat ashar memiliki faedah untuk membuka hijab kita.
sholat magrib memiliki faedah untuk memohon ampunan pada DIA.
Sholat Isya memiliki faedah untuk menyerahkan/mengembalikan segala urusan pada DIA






*Allahuma sholi wasalim asrofa solati wa tasliima. 'ala sayidina wa nabiyyina Muhammadiniroufirrohiim.

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Sholat dan pembahasannya
« Jawab #33 pada: Februari 27, 2008, 09:41:15 pm »
Kutip
Gini mbak ...
sholat kok nyari yg sempurna..
cari yang.. diterima..

Yang diterima ? Bukankah untuk diterima harus sempurna dulu ?

Kutip
yg tau kriterianya shalat kita diterima..adalah diri kita sendiri..
coba shalat.. trs tanya.. "shalat kita diterima ap gak sich " ??
kl hati bilang blm diterima.. ya jgn trs gak shalat

Saya jadi ingat perkataan para ulama salaf dulu dalam masalah ini :

نحن نحكم بالظواهر والله يتولّى السّرائر

Yang artinya : kita itu menghukumi yang dzahir-dzahir saja. karena allah yang paling mengetahui hal-hal yang tersembunyi ( nahnu nahkumu bidzawahir wallahu yatawallassarair ).

Yang dzahir ya tentang sempurna atau tidakkah rukun shalat, syarat sahnya sholat, dll...adapun mau diterima atau tidak, itu sudah allah yang mengurusi. Yang jelas kita sebagai hamba harus berusaha menyempurnakan sholat kita, ya rukun2nya, syarat sahnya dll..

Lalu mas seroja mengatakan bahwa diri sendirilah yang tahu diterima atau tidaknya sholat, itu dari mana ?
Kutip
tapi kl dah diterima juga jgn takabur.. !!

Berarti mas seroja tahu nih bahwa sholat mas seroja udah diterima atau tidaknya ?
« Edit Terakhir: Februari 27, 2008, 09:43:16 pm oleh fahmie ahmad »

abdorasheed

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 5
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • Allahu Akbar!
    • Lihat Profil
    • My Personal Blog
Re: Mengqadha' Sholat
« Jawab #34 pada: April 02, 2008, 09:34:18 pm »


Siapa saja yang wajib mengqadha’ sholat ?

Para ulama telah sepakat bahwa qadha’ wajib bagi orang yang lupa dan orang yang ketiduran.

 

Bagaimana dengan orang yang secara sengaja meninggalkan sholat sehingga lewat waktunya?

Perbedaan pendapat :

Pendapat I (jumhur) :

dia berdosa dan wajib mengqadha’ sholatnya.

Pendapat II (Ibnu Hazm) :

dia berdosa tetapi tidak usah mengqadha’ sholatnya.

Sebab perbedaan pendapat :

   1. Perbedaan mengenai boleh tidaknya melakukan qiyas dalam urusan ubudiyah.
   2. Jika memang qiyas diperbolehkan, terdapat pula perbedaan pendapat mengenai sah tidaknya mengqiyaskan orang yang sengaja terhadap orang yang lupa.

Pendapat Sayyid Sabiq :

Sayyid Sabiq mengemukakan perbedaan pendapat sebagaimana diatas. Akan tetapi Sayyid Sabiq sendiri memilih pendapat bahwa dia tidak usah mengqadha’ sholatnya, tetapi hendaknya bertaubat, banyak beristighfar, banyak melakukan sholat sunnah dan amal-amal shalih karena sesungguhnya kebaikan bisa menghapus keburukan.

 

Bagaimana dengan orang yang pingsan ?

Perbedaan pendapat :

Pendapat I :

tidak usah mengqadha’ sholatnya.

Pendapat II :

wajib mengqadha’ sholatnya.

Pendapat III :

wajib mengqadha jika pingsannya tidak lebih dari jangka waktu tertentu. Diantaranya ada yang mengatakan jika tidak lebih dari lima hari maka wajib mengqadha’ sholatnya.

Sebab perbedaan pendapat :

Perbedaan pendapat mengenai apakah orang yang pingsan itu diqiyaskan kepada orang yang tidur ataukah diqiyaskan kepada orang yang gila.

Pendapat Sayyid Sabiq :

Orang yang pingsan tidak usah mengqadha’ sholatnya kecuali sholat pada saat mana ia tersadar dan mendapati waktunya.

 

Shifat qadha’ sholat (qadha keseluruhan sholat)

Para ulama sepakat bahwa sholat qadha’ dilakukan sama persis sebagaimana jika ia dilakukan secara aada’ jika kondisinya sama.

 

Bagaimana jika kondisinya tidak sama, misalnya dia terlupa dalam kondisi hadir sementara baru ingat dalam kondisi safar, atau sebaliknya.

Perbedaan pendapat :

Pendapat I (Malikiyah) :

Sholat qadha’ dilakukan sama dengan jika dilakukan pada kondisi saat dia terlupa.

Pendapat II :

Sholat qadha’ dilakukan sebagaimana kondisinya saat ini.

Pendapat III (Syafi’i) :

Qadha’ dari sholat empat rakaat senantiasa dilakukan empat rakaat, baik itu teringat dalam kondisi hadir ataupun safar.

Sebab perbedaan pendapat :

Perbedaan dalam mengqiyaskan :

Pendapat I : diqiyaskan pada qadha hutang.

Pendapat II : diqiyaskan pada qadha orang sehat yang teringat pada sholatnya yang terlupakan saat sakit.

Pendapat III : tidak didasarkan pada qiyas yang konsisten tetapi lebih didasarkan pada ihtiyath.

Pendapat Sayyid Sabiq :

Tidak dinyatakan.

 

Syarat tartib (urut) dalam mengqadha’ sholat

Perbedaan pendapat :

Pendapat I (Malik) :

wajib urut jika itu sholat wajib lima waktu, meskipun dengan demikian harus ketinggalan sholat yang seharusnya saat itu. Bahkan jika dia melakukan sholat yang seharusnya saat itu sementara sholat yang terlupa belum dilaksanakan, padahal dia ingat, maka sholatnya yang seharusnya itu menjadi batal.

Pendapat II (Abu Hanifah, Ats-Tasuri) :

wajib urut jika itu sholat wajib lima waktu dengan syarat ada keluangan waktu untuk mendahulukan yang terlupa tanpa ketinggalan sholat yang seharusnya saat itu.

Pendapat III (Syafi’i) :

tidak wajib urut, akan tetapi jika dilakukan secara urut karena ada keluangan waktu maka itu baik.

Sebab perbedaan pendapat :

   1. Pertentangan antar hadits.
   2. Perbedaan pendapat mengenai apakah sholat qadha’ itu serupa dengan sholat aada’.

Pendapat Sayyid Sabiq :

Tidak dinyatakan.

 

Qadha sebagian sholat

Sebab-sebab qadha’ sebagian sholat :

   1. Lupa jumlah rakaat (jumlah rakaat yang telah dikerjakan masih kurang dari yang seharusnya), sehingga wajib mengqadha sisa rakaat.
   2. Makmum masbuq, sehingga makmum tersebut wajib mengqadha’ rakaat yang belum ditunaikan.

th3sn0wbr4in

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 13
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • blog ian...ya gitu dech!
Re: Sholat dan pembahasannya
« Jawab #35 pada: Mei 04, 2008, 12:02:11 pm »
Kapan Kita Wajib Membaca Surat Al-Fatihah

Jelas bagi kita kalau sedang sholat sendirian (munfarid) maka wajib untuk membaca Al-Fatihah, begitu pun pada sholat jama'ah ketika imam membacanya secara sirr (tidak diperdengarkan) yakni pada sholat Dhuhur, 'Ashr, satu roka'at terakhir sholat Mahgrib dan dua roka'at terakhir sholat 'Isyak, maka para makmum wajib membaca surat Al-Fatihah tersebut secara sendiri-sendiri secara sirr (tidak dikeraskan).

Lantas bagaimana kalau imam membaca secara keras…?

Tentang ini Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa pernah Rasulullah melarang makmum membaca surat dibelakang imam kecuali surat Al-Fatihah:

    "Betulkah kalian tadi membaca (surat) dibelakang imam kalian?" Kami menjawab: "Ya, tapi dengan cepat wahai Rasulallah." Berkata Rasul: "Kalian tidak boleh melakukannya lagi kecuali membaca Al-Fatihah, karena tidak ada sholat bagi yang tidak membacanya."
    (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhori, Abu Dawud, dan Ahmad, dihasankan oleh At-Tirmidzi dan Ad-Daraquthni)

Selanjutnya beliau shallallahu 'alaihi wa sallam melarang makmum membaca surat apapun ketika imam membacanya dengan jahr (diperdengarkan) baik itu Al-Fatihah maupun surat lainnya. Hal ini selaras dengan keterangan dari Al-Imam Malik dan Ahmad bin Hanbal tentang wajibnya makmum diam bila imam membaca dengan jahr/keras. Berdasar arahan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

    Dari Abu Hurairah, ia berkata: Telah berkata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :"Dijadikan imam itu hanya untuk diikuti. Oleh karena itu apabila imam takbir, maka bertakbirlah kalian, dan apabila imam membaca, maka hendaklah kalian diam (sambil memperhatikan bacaan imam itu)…"
    (Hadits Shahih dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud no. 603 & 604. Ibnu Majah no. 846, An-Nasa-i. Imam Muslim berkata: Hadits ini menurut pandanganku Shahih).

    "Barangsiapa sholat mengikuti imam (bermakmum), maka bacaan imam telah menjadi bacaannya juga."
    (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ibnu Abi Syaibah, Ad-Daraquthni, Ibnu Majah, Thahawi dan Ahmad lihat kitab Irwa-ul Ghalil oleh Syaikh Al-Albani).

    Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sesudah mendirikan sholat yang beliau keraskan bacaanya dalam sholat itu, beliau bertanya: "Apakah ada seseorang diantara kamu yang membaca bersamaku tadi?" Maka seorang laki-laki menjawab, "Ya ada, wahai Rasulullah." Kemudian beliau berkata, "Sungguh aku katakan: Mengapakah (bacaan)ku ditentang dengan Al-Qur-an (juga)." Berkata Abu Hurairah, kemudian berhentilah orang-orang dari membaca bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada sholat-sholat yang Rasulullah keraskan bacaannya, ketika mereka sudah mendengar (larangan) yang demikian itu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
    (Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa-i dan Malik. Abu Hatim Ar Razi menshahihkannya, Imam Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan).

Hadits-hadits tersebut merupakan dalil yang tegas dan kuat tentang wajib diamnya makmum apabila mendengar bacaan imam, baik Al-Fatihahnya maupun surat yang lain. Selain itu juga berdasarkan firman Allah Ta'ala (yang artinya):

    "Dan apabila dibacakan Al-Qur-an hendaklah kamu dengarkan ia dan diamlah sambil memperhatikan (bacaannya), agar kamu diberi rahmat." (Al-A'raaf : 204).

Ayat ini asalnya berbentuk umum yakni dimana saja kita mendengar bacaan Al-Qur-an, baik di dalam sholat maupun di luar sholat wajib diam mendengarkannya walaupun sebab turunnya berkenaan tentang sholat. Tetapi keumuman ayat ini telah menjadi khusus dan tertentu (wajibnya) hanya untuk sholat, sebagaimana telah diterangkan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id bin Jubair, Adh Dhohak, Qotadah, Ibarahim An Nakha-i, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dan lain-lain. Lihat Tafsir Ibnu Katsir II/280-281.


Source : http://www24.brinkster.com/sholatkita/alfatihah.htm

 ;D

tha_tha_

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 246
  • Reputasi: 2
  • satu senyuman...satu persahabatan
    • Lihat Profil
    • RUANGKU KETIKA LUANGKU
Re: Sholat dan pembahasannya
« Jawab #36 pada: Agustus 17, 2008, 03:14:18 pm »
Assalamu'alaikum wr...wb...

Mau nanya nih: tentang sholat yg awalnya sendirian, truz ada yg berimam kpd kita

Dulu ana punya pengetahuan, jika ada seseorang yg sedang melaksanakan sholat sendirian, truz kita ingin berimam kpdny cukup dgn menyentuh bahunya, tanpa kita tau apakah dia niatnya sholat sndrian ato jd seorang imam.
Nah...seminggu yg lalu, kebetulan sy ke rmh seorang teman dgn bbrp teman. Pas mo sholat ashar, kebetulan yg duluan wudhu wkt itu saya, nah...kakakny blng."Ya udah...tha sholat aja dulu dgn niat jadi imam, biar yg laennya nanti ngikut sbg ma'mum

Yg ingin sy tanyakan:
Bgmn sholat kita, apakah terhitung sholat sendirian ato jama'ah ktk kita sholat mengikuti teman yg awal berniat sholat sendirian?


Jazakumullah Khairon katsiro

faishal

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.020
  • Reputasi: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Lihat dengan mata hatimu ...
    • Lihat Profil
Re: Sholat dan pembahasannya
« Jawab #37 pada: Agustus 21, 2008, 07:59:20 am »
Wa'alaikumsalam Wr. Wb.

Saya coba jawab, mohon koreksinya jika salah.

Saya pernah bertanya mengenai hal ini kepada seorang yg mempunyai pengetahuan tentang Fiqih. Awalnya kita sholat dengan niat sholat sendiri, ketika ada orang lain yg ingin menjadi ma'mum, baru kita berniat jadi imam, ketika ma'mum itu hanya 1 orang saja, maka ma'mum tersebut berdiri disebelah kanan imam sejajar dan rapat, jika ada orang lain yang datang dan ingin menjadi ma'mum, semestinya si ma'mum tadi memberi isyarat kepada ma'mum yang satu untuk mundur dan menyesuaikan posisi shafnya.

Saya juga pernah dengar, kalau kita bisa niat 2 sekaligus, jadi niat menjadi imam atau sendiri.

Bgmn sholat kita, apakah terhitung sholat sendirian ato jama'ah ktk kita sholat mengikuti teman yg awal berniat sholat sendirian?


Kalau ini sudah jelas, sholat kita dihitung sholat berjamaah, karena ada orang lain yang menjadi ma'mum.

Afwan kalau salah ...:)

Kang fahmi mungkin bisa menambahkan atau mengkoreksinya  ;;)

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Sholat dan pembahasannya
« Jawab #38 pada: Agustus 21, 2008, 11:30:12 am »
Assalamu'alaikum wr...wb...

Mau nanya nih: tentang sholat yg awalnya sendirian, truz ada yg berimam kpd kita

Dulu ana punya pengetahuan, jika ada seseorang yg sedang melaksanakan sholat sendirian, truz kita ingin berimam kpdny cukup dgn menyentuh bahunya, tanpa kita tau apakah dia niatnya sholat sndrian ato jd seorang imam.
Nah...seminggu yg lalu, kebetulan sy ke rmh seorang teman dgn bbrp teman. Pas mo sholat ashar, kebetulan yg duluan wudhu wkt itu saya, nah...kakakny blng."Ya udah...tha sholat aja dulu dgn niat jadi imam, biar yg laennya nanti ngikut sbg ma'mum

Yg ingin sy tanyakan:
Bgmn sholat kita, apakah terhitung sholat sendirian ato jama'ah ktk kita sholat mengikuti teman yg awal berniat sholat sendirian?


Jazakumullah Khairon katsiro

terhitung jama'ah.  kalau yang dikatakan oleh teman mba malah mengakibatkan shalatnya tidak sah. karena shalat itu niatnya muthabiq bi al-waqi'. artinya jika saat itu mba niat jadi imam, sedangkan realitanya makmumnya datang terlambat, maka shalatnya batal.

lalu bagaimanakah caranya ? caranya tepat seperti yang dikatakan mas faishal. kita berniat shalat sendiri dulu (munfaridh ), baru jika makmum datang kita berpindah niat dg cara ber'azam dalam hati. dalam fiqh ini namanya intiqaluniyyah.

jadi justru teknis yang tepat, tidak diniatkan imam terlebih dahulu. tapi munfaridh ( sendiri ) jika realitanya memang sang makmum menyusul. kalau yang teman mba katakan, itu malah mengakibatkan shalatnya tidak sah.

adapun, apakah terhitung berjama'ah, itu sudah dijawab oleh mas faishal. hal itu sangat jelas sekali terhitung berjama'ah. jadi jangan ragu. cuma teknisnya aja yang perlu diperbaiki.

kemudian mengomentari tulisan mas faishal yang ini :

Kutip
Saya juga pernah dengar, kalau kita bisa niat 2 sekaligus, jadi niat menjadi imam atau sendiri.

saya rasa bukan sekaligus. karena niat itu harus muthabiq bi al-waqi'. sekarang sama saja ketika sekaligus, ada orang niat shalat dzuhur, diniatkan juga sekalian ashar. maka shalatnya tidk sah.

sekarang, ada dua orang berjama'ah. makmum ditengah jama'ah tiba2 hadas kecil, hingga shalatnya batal. padahal si imam udah niat menjadi imam. apakah dari awal diharuskan niat imam dan sendiri ? saya rasa tidak. kalau imam ya imam, sendiri ya sendiri. baru saat ada jama'ah masuk dia intiqalunniyah, jika dari awal shalatnya sendiri,

begitu  ;)

faishal

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.020
  • Reputasi: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Lihat dengan mata hatimu ...
    • Lihat Profil
Re: Sholat dan pembahasannya
« Jawab #39 pada: Agustus 21, 2008, 11:38:41 am »
Saya juga pernah dengar, kalau kita bisa niat 2 sekaligus, jadi niat menjadi imam atau sendiri.

Justru saya juga sangsi dengan hal ini kang fahmi, makasih sudah dikoreksi  :)

tha_tha_

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 246
  • Reputasi: 2
  • satu senyuman...satu persahabatan
    • Lihat Profil
    • RUANGKU KETIKA LUANGKU
Re: Sholat dan pembahasannya
« Jawab #40 pada: Agustus 21, 2008, 03:30:25 pm »
^

Jazakallah penjelasannya

All Fana

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 241
  • Reputasi: 3
    • Lihat Profil
Re: Sholat dan pembahasannya
« Jawab #41 pada: September 03, 2008, 09:21:55 pm »
Assalamualaikum wr wb..

Afwan akhi/ukhti..

Mau bertanya masalah sholat dlm perjalanan...
Dalam angkutan transportasi khususnya..
Bgmn tekhnisnya ya utk sholat terawih didlm bis....

krn terawih trmsuk sholat Lail bisakah dilakukan pd wkt subuh pasca sampainya kita ditempat tujuan ? atau bahkan pagi ??
Dan bisakah jg apabila di cicil??

Dalil yg berkaitan dengan hal ini adakah ??

jazakumullah sebelum & sesudahnya ...

wassalam

All Fana

  • Full Member
  • ***
  • Tulisan: 241
  • Reputasi: 3
    • Lihat Profil
Re: Sholat dan pembahasannya
« Jawab #42 pada: September 05, 2008, 10:04:26 am »
wktu tempuh perjalanan dg bis ±9jam, berhenti jeda 2 x @10-15mnt , jd ane butuh sekali jwbn pertanyaan diatas...

Syukron.  :-?

fahmie ahmad

  • Pengunjung
Re: Sholat dan pembahasannya
« Jawab #43 pada: September 07, 2008, 05:30:45 am »
Assalamualaikum wr wb..

Afwan akhi/ukhti..

Mau bertanya masalah sholat dlm perjalanan...
Dalam angkutan transportasi khususnya..
Bgmn tekhnisnya ya utk sholat terawih didlm bis....

krn terawih trmsuk sholat Lail bisakah dilakukan pd wkt subuh pasca sampainya kita ditempat tujuan ? atau bahkan pagi ??
Dan bisakah jg apabila di cicil??

Dalil yg berkaitan dengan hal ini adakah ??

jazakumullah sebelum & sesudahnya ...

wassalam

shalat taraweh bisa dilakukan di dalam angkutan. dan hal tersebut diqiyaskan dengan shalat sunah. yaitu saat takbiratul ihram pertama kali menghadap kiblat, adapun jika nanti setelah mengahadp kiblat ternyata bis berbelok sehingga tidak lagi menghadap kiblat, maka hal tersebut tidak menjadi masalah. karena taraweh itu sunat. dan shalat sunat saat diatas kendaraan tidak diharuskan menghadap kiblat

dalilnya adalah hadis-hadis nabi saat shalat sunat di atas kendaraan ( rahilah ).

« Edit Terakhir: September 07, 2008, 05:42:19 am oleh fahmie ahmad »

BINGUNG !!!

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.384
  • Reputasi: 47
  • Jenis kelamin: Pria
  • 7 Agustus 2009, 06:50 pm
    • Lihat Profil
Re: Sholat dan pembahasannya
« Jawab #44 pada: September 07, 2008, 11:18:42 am »
tanya :

kLu abis tarawih khan biasanya diLanjutkan dg witir sbg penutup/pengakhir shoLat...nah, jika maLamnya pas hendak sahur kita tahajud boLeh ga?