Penulis Topik: Wudhu dan permasalahannya  (Dibaca 47087 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

faishal

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.020
  • Reputasi: 8
  • Jenis kelamin: Pria
  • Lihat dengan mata hatimu ...
    • Lihat Profil
Re: Batal Ya Wudu
« Jawab #15 pada: Agustus 03, 2006, 07:39:30 am »
Nah itu kang yang jadi permasalahannya ...
terutama bersentuhan kulit antara suami-istri itu membatalkan wudhu.

Sebagian orang/masyarakat masih beranggapan seperti itu, nah dalil yang kuatnya itu apa ...?
karena agak sulit juga untuk menjelaskan kepada mereka.

Terima kasih sebelumnya

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: Batal Ya Wudu
« Jawab #16 pada: Agustus 03, 2006, 07:51:13 am »
gini nih persoalannya.

dalam hukum Islam, kita harus meninggalkan yang ragu-ragu.
semisal dalam hukum islam ditetapkan harus wudhu, tapi gak ditetapkan batalnya, ya berarti kita cuman wudhu 1 x aja.

karena pada dasaranya wudhu adalah ibadah, dan ibadah nggak boleh dilakukan tanpa dalil yang benar.

karena itu, saat ada perintah wudhu, maka inilah yang jadi landasan umum
dan saat ada perintah kapan saja harus mengulang wudhu, maka dari situlah diketahui pembatal2 wudhu.

nah kalo gak ada dalil yang menyatakan bahwa wudhu batal (gak ada dalil yang menerangkan bersentuhan kulit antara suami-istri itu membatalkan wudhu) berarti wudhunya tetap, alias gak batal, karena kembali ke hukum asalnya, nggak ada yang membatalkan kecuali ada nash yang menyatakan demikian.

psycho_avatar

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 720
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Psycho Avatar
Re: Batal Ya Wudu
« Jawab #17 pada: Agustus 03, 2006, 02:12:33 pm »
Kalau bersentuhan membatalkan wudhlu, niscaya ketika ibadah haji, orang2 akan kesulitan melakukan ibadahnya dengan khusu...padahal, bersentuhan itu kan agak sulit dihindari..apalagi, untuk suami-istri diharuskan untuk berpegangan ketika tawaf dan sai...padahal, saya belum pernah menemukan dalil yang mengecualikan ibadah haji..

Rasulullah memang tidak pernah menyentuh wanita, tapi tidak berarti hal tersebut menjadi dalil pembatal wudhlu..

Saya sendiri beranggapan tidak batal, tentunya dengan ilmu yang sudah saya pelajari...tapi, sering saya jadikan alasan untuk menghindari salaman dengan akhwat...karena ternyata efektif juga...

Di Indonesia, dalil pembatal wudhlu ini, sering dijadikan main2...ada yg udah wudhlu, disentuh...wudhlu lagi,....kan kasihan...

arta_amp

  • Pengunjung
Re: Batal Ya Wudu
« Jawab #18 pada: Agustus 05, 2006, 12:06:10 pm »
klo saya setuju ma bang sholeh......

Kutip
suami isteri bersentuhan kulit (batal wudhunya)
menyentuh kemaluan sengaja atau tidak, syahwat atau tidak (batal wudhunya)

sedangkan dlm ibadah haji aq pernah mendengar ada pengeculiannya......tp maaf lupa dari mana
saya pun msh memegang prinsip d atas.....bahwa 2 kejadian d atas membatalkan wudhu.....

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: Batal Ya Wudu
« Jawab #19 pada: Agustus 05, 2006, 02:25:44 pm »
klo saya setuju ma bang sholeh......

Kutip
suami isteri bersentuhan kulit (batal wudhunya)
menyentuh kemaluan sengaja atau tidak, syahwat atau tidak (batal wudhunya)

sedangkan dlm ibadah haji aq pernah mendengar ada pengeculiannya......tp maaf lupa dari mana
saya pun msh memegang prinsip d atas.....bahwa 2 kejadian d atas membatalkan wudhu.....

akh, agama iini dibangun diatas kepastian dan dalil. jadi kalo berpendapat tapi nggak ada dalilnya, ya bukan itu agama, sesuai yang ana jelaskan, harus dibawakan dulu itu dalil2 pembatal wudhu akh ;D

drai

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.604
  • Reputasi: 7
  • "masih selalu bahagia"
    • Lihat Profil
Re: Batal Ya Wudu
« Jawab #20 pada: Agustus 07, 2006, 09:06:22 pm »
Nah itu dia Fie ... saya sudah kasih tau sama mereka kalau yang namanya sudah muhrim tidak membatalkan wudu, tetapi mereka kekeh banget mempertahankan prinsip mereka. Nah kejadian ini juga terjadi dengan KK Ipar saya, dia beranggapan seperti itu.

Nah ada gak dalil yang menjelaskan demikian. Saya dulu pernah baca tapi lupa ada dimana  ;D ;D

dalilnya di riwayatkan oleh Aisyah Ummul mukminin radiyallahu 'anha."bahwa pernah beliau ketika hendak ke masjid menciumku(aisyah) kemudian beliau tidak berwudlu".

Abi Nizma

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.850
  • Reputasi: 43
  • Jenis kelamin: Pria
  • Aku Mencintai Kedua2nya
    • Lihat Profil
Re: Batal Ya Wudu
« Jawab #21 pada: Agustus 22, 2006, 11:32:43 am »
Assalaamualaykum Wr. Wb.

Mo tanya donk ...

Gini saya melihat suatu permasalah yang kebetulan terjadi dilingkungan saya, mengenai batalnya wudu. salah satunya batalnya wudu itu kan bersentuhan kulit antara wanita dan pria yang bukan muhrimnya. tetapi ada beberapa orang yang beranggapan, mereka (suami-istri) itu batal wudunya kalau bersentuhan.

Nah saya ingin tanyakan ada yang tahu tidak dalil mengenai hal tersebut entah itu dari Al-Qur'an / Hadist biar saya juga lebih enak menjelaskan kepada mereka.

Atas bantuannya saya ucapakan terima kasih


Setau ana ada dua pendapat yang menyatakan begini :
- Batal wudhu apabila seorang laki-laki dan perempuan bersentuhan walaupun sudah menikah karena bukan muhrim.
- Tidak batal karena mengacu ke riwayat Nabi yang mencium istrinya sedangkan beliau ingin berangkat untuk sholat dan telah berwudhu.

Sekarang kita mesti meluruskan apakah yang dimaksud dengan muhrim itu

Dalam hal ini muhrim dimaksud adalah satu aliran darah (saudara sekandung)

Wallahu'alam

PernikMuslim

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.033
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Silahkan hubungi saya, saya akan membantu anda :)
    • Lihat Profil
    • PERNIKMUSLIM.com :: Toko Buku Muslim OnLine PENUH KEJUTAN!! :)
Re: Batal Ya Wudu
« Jawab #22 pada: Agustus 23, 2006, 02:03:50 am »
waduh akh... mbok ya kalo mo ngreply baca postingan2 yang udah ada ;)

muhrim itu orang yang sedang berihram

Abi Nizma

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.850
  • Reputasi: 43
  • Jenis kelamin: Pria
  • Aku Mencintai Kedua2nya
    • Lihat Profil
Re: Batal Ya Wudu
« Jawab #23 pada: Agustus 23, 2006, 07:55:28 am »
waduh akh... mbok ya kalo mo ngreply baca postingan2 yang udah ada ;)

muhrim itu orang yang sedang berihram

MOhon maaf dech kalo tulisannya (muhrim) salah, atau memang saya salah mengartikan... mungkin antum lebih tau banyak. Maklum ana masih minim sekali tentang keislamannya.

fie_vie

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.417
  • Reputasi: 4
  • Jenis kelamin: Wanita
  • no body's perfect
    • Lihat Profil
Re: Batal Ya Wudu
« Jawab #24 pada: Agustus 23, 2006, 01:58:14 pm »
waduh akh... mbok ya kalo mo ngreply baca postingan2 yang udah ada ;)

muhrim itu orang yang sedang berihram

MOhon maaf dech kalo tulisannya (muhrim) salah, atau memang saya salah mengartikan... mungkin antum lebih tau banyak. Maklum ana masih minim sekali tentang keislamannya.

udah ah! ga usah ribut!
tinggal di edit jadi mahram aja koq susah!! ;;) ;;)

abul-fawza

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 321
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
  • Belajar tak kenal henti...
    • Lihat Profil
Re: Batal Ya Wudu
« Jawab #25 pada: Agustus 25, 2006, 02:45:16 pm »
Setau ana ada dua pendapat yang menyatakan begini :
- Batal wudhu apabila seorang laki-laki dan perempuan bersentuhan walaupun sudah menikah karena bukan muhrim.
- Tidak batal karena mengacu ke riwayat Nabi yang mencium istrinya sedangkan beliau ingin berangkat untuk sholat dan telah berwudhu.

Saya pernah belajar tentang kedua pendapat tersebut. Setahu saya terkait dengan pembahasan kata "lamastum an-nisaa'" (arti: menyentuh wanita) yang terdapat pada surat Al-Maidah ayat 6 yang membahas tentang wudhu. Ulama berbeda pendapat tentang apakah menyentuh yang dimaksud adalah (1) sentuhan langsung kulit ke kulit antara lain jenis, atau (2) merupakan kata kiasan dari hubungan suami-istri. Hadits tentang Rasul mencium istri kemudian tidak wudhu lagi tentu memperkuat pendapat kedua. Tetapi kehati-hatian pendapat pertama (mazhab Syaf'i'i) tentu harus dihormati, selama tidak dimaksudkan untuk mempersulit agama. Silakan masing2 pilih pendapat yang lebih diyakini kebenarannya. :)

Kalau bersentuhan membatalkan wudhlu, niscaya ketika ibadah haji, orang2 akan kesulitan melakukan ibadahnya dengan khusu...padahal, bersentuhan itu kan agak sulit dihindari..apalagi, untuk suami-istri diharuskan untuk berpegangan ketika tawaf dan sai...padahal, saya belum pernah menemukan dalil yang mengecualikan ibadah haji..

Tentang kesulitan dalam ibadah haji... :-?? Dalil pengecualian? Wah ditunggu tuh infonya kalo ada yang tahu...
Ini sih OOT ya...: Saya kadang pengen usul :-? tapi ngga tahu harus disampaikan ke siapa, kenapa tidak dilakukan upaya pengaturan dalam pelaksanaan ibadah haji yang menghilangkan campur baur pria wanita (atau ikhtilath). Apakah kalo orangnya jutaan berarti tidak mungkin diatur? Atau barangkali jumlah jamaah haji dikurangi dengan menetapkan kapasitas maksimum supaya tetap nyaman tanpa ikhtilath, plus pemberian prioritas untuk yang baru pertama kali? Sedih banget kalo denger jamaah haji meninggal atau luka-luka karena terinjak atau terhimpit saat thawaf, saat hendak mencium Hajar Aswad, waktu sa'i, di tempat lempar jumrah??? Saya yakin kita ummat Islam yang harus cari way out...

Di Indonesia, dalil pembatal wudhlu ini, sering dijadikan main2...ada yg udah wudhlu, disentuh...wudhlu lagi,....kan kasihan...
Yang suka main-main urusan begini harus diberi pelajaran alias dibina (...sakan akhlaq buruknya) X(,
juga para perancang masjid atau musholla sebaiknya memisahkan sejauh mungkin tempat wudhu pria dan wanita.

Laily Oktar

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.601
  • Reputasi: 24
  • Jenis kelamin: Wanita
  • here and there
    • Lihat Profil
    • Nai elye hiruva...
Re: Wudhu dan permasalahannya
« Jawab #26 pada: September 08, 2006, 11:13:45 am »
maaf.

Aku mau tanya.
Apa definisi "batal karena kentut?"__buang gas
katanya kalo yang nggak yakin, gak batal <eh, aku dah baca dalilnya ding>

nah, definisi buang gasnya yang kaya apa?

heeee
beneran neh

drai

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.604
  • Reputasi: 7
  • "masih selalu bahagia"
    • Lihat Profil
Re: Wudhu dan permasalahannya
« Jawab #27 pada: September 08, 2006, 01:44:09 pm »
maaf.

Aku mau tanya.
Apa definisi "batal karena kentut?"__buang gas
katanya kalo yang nggak yakin, gak batal <eh, aku dah baca dalilnya ding>

nah, definisi buang gasnya yang kaya apa?

heeee
beneran neh

di jelaskan bahwa selama kita tidak merasakan bau dan suaranya, gitu...berarti kalo batal ya sebal;ilknya...

bangsholeh

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 695
  • Reputasi: -14
  • Jenis kelamin: Pria
  • SoBat, MaLam TaK KaN PeRnAh 24 JaM !!!
    • Lihat Profil
Re: Wudhu dan permasalahannya
« Jawab #28 pada: September 08, 2006, 08:28:11 pm »
ya batallah...

yang batalkan wudhu' itu kan keluarnya sesuatu dari qubul dan dubur

walau apa pun yang keluar dari dua jalan itu batal wudhu'

pendeknya... uang keluar batal wudhu.. kapal keluar batal whudu'

Dikit banyaknya batal! bersuara atau tidak tepat batal!

walau suara cuma "ces..." gitu batal!

sepengetahuan aku dan sesuatu yang aku pelajari.

Laily Oktar

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.601
  • Reputasi: 24
  • Jenis kelamin: Wanita
  • here and there
    • Lihat Profil
    • Nai elye hiruva...
Re: Wudhu dan permasalahannya
« Jawab #29 pada: September 09, 2006, 04:22:03 pm »
OK