Heart to heart > Puisi

di setiap pagi yg JINGGA

(1/1)

sasha:
Pada pagi ku menyapamu ..
ketika jingganya berangsur menggantikan gelap
aku berbisik layaknya kau ada disisiku ...
semalam dalam lelapmu adakah aku ..?
sunyi saja yg kudapat ...
namun ...
Diam mu mampu kuartikan
Desir semilir angin menambahkan keyakinan hati ...
Rasa dingin ini adalah buah kejauhan rindumu yg membeku ...
Yang jatuh bergulir menghampiriku ..

Diluar jingga itu semakin merona ..
Membentuk bulatan merah blash on  wajah sang dewa langit
Dan mata ini terasa hangat tiba - tiba
Bersama gerimis deras di hati ...
aaahh ...
hanya mampu menyapamu pada pagi saja ..

lagi - lagi aku berbisik ..
waktuku hanya sebentar saja, besok aku kembali menyapamu pada tengah cahaya jingga ..
kamu jangan pergi kemana ...


akila:
Di setiap pagi yang mendatangiku
selalu menghantar bisik lembut sapamu
bercerita tentang rindu yang menyelimuti malammu
dan sunyi teman berbisik hatimu

Aku pun disini bercanda dengan dingin
rindu berteman semilir angin
menapaki hari-hari dimana ada tawamu dan senyumku
terbenam bersama usang kalender

di rona jingga kulukis bayangmu
yang mulai memudar terkikis jarak dan waktu
entah kapan bersua..
kini hanya ada aku, angin, dingin
dan sapamu disisa fajar menyingsing..

Navigasi

[0] Indeks Pesan

Ke versi lengkap