Penulis Topik: Cara Menikmati Kesedihan  (Dibaca 1780 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

faried_ahmad

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 25
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Murtakibudz Dzunub
Cara Menikmati Kesedihan
« pada: Januari 29, 2012, 09:00:18 pm »
Untuk hatiku yang sedang bersedih
Juga buat hatimu yang sedang bersedih

"mari kita bersama menikmati kesedihan ini..."

Ikhwan... seperti inikah rasa bersedih..?
Seolah semua apa yang dipandang mata sudah tidak ada yang menarik lagi,
kelezatan yang dikecap sudah tak terasa nikmat lagi, semua terasa hambar, gelap gulita,
karena yang dirasa hanyalah tangisan hati juga tangisan mata.

Untuk aku dan dirimu yang saat ini sedang dalam kedukaan...
Mungkin saat ini kita termasuk yang paling tahu bagaimana proses terciptanya airmata,
ibarat mendung, gemuruh hati yang sedang bergetar tak ubahnya halilintar.
Ia begitu hebat menyayat yang menimbulkan kilat yang teramat sakit.

Sahabat... mari kita nikmati kesedihan ini.
Coba kita tengok sawah ladang amal kita yang semakin kekeringan, juga rumput liar kemaksiatan
yang kian menjalar, bukan kah kini sudah saatnya kita meminta hujan kepada Tuhan?
bukankah kini memang waktu yang tepat untuk mengambil sabit keinsyafan?

Sahabat.... sudah saatnya kita menerima penuh rasa syukur atas hujan tangis ini, supaya
kebun-kebun kebijakan bisa kita namani lagi. Anggaplah kita kembali kemasa kanak-kanak
dulu yang girangnya bukan main saat bermain dengan air hujan.

Saat itu kita tidak peduli, orang lain memandang jorok karena kita memang suka bahwa
bermain lumpur itu hal yang mengasyikkan. Hingga ahirnya ibu kita yang menyeret ke bak mandi
untuk dibersihkan. Bagaimana perasaan kita waktu itu? pasti sedih dan nangis kan?
Namun setelah itu, kita jadi bersih kembali dan tentunya semakin rupawan dan elok.

Sahabat... seperti itulah caraku menikmati kesedihan.
Aku tidak akan melewatkan saat-saat menangis, karena bagiku ada moment spesial untukku buat Tuhanku
saat itu, karena aku merasa semakin dekat dengan-Nya.

Ku nikmati saat hatiku menggelegar penuh rintih
Ku nikmati setiap proses jatuhnya airmata
Ku nikmati ketika dua pipi ini dilewati tetesan air bening nan murni yang bersumber dari hati


Ahhh... ternyata seperti itu rasanya