Penulis Topik: I Loved Quoting My Self  (Dibaca 40951 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #30 pada: Maret 14, 2012, 06:12:28 am »
kepak sayap rajawali itu terbangun
dari duka yang menghamba
ketika rela berkunjung pada beranda
yang sudah bersih
kenang tuk sambut jiwa yang ingin pulang
« Edit Terakhir: Maret 15, 2012, 10:11:01 pm oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #31 pada: Maret 14, 2012, 06:13:24 am »
kau
tak pernah memanggilku tuk pulang
tapi telapak tanganmu
menadah ke langit malam,
berseru kepada rembulan...
"tolong, kembalikan dia kepangkuan..."
« Edit Terakhir: Maret 16, 2012, 06:37:30 am oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #32 pada: Maret 14, 2012, 06:14:38 am »
sang waktupun
butuh pendewasaan
ia tak pernah mengekang siapapun
tapi mampu mengikat kita
dengan detaknya.

sesungguhnya waktu adalah nafas,
detaknya adalah langkah
dan yang mampu menghalanginya
adalah "pasrah" (tanpa berbuat apa-apa)

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #33 pada: Maret 14, 2012, 06:17:27 am »
cahaya itu
meringis merobek
kulit ari ku yang tipis
persembunyian pun teriris luka
yang paling sadis,
takdir tak bisa ditepis
panggil namaku... Garis...!!

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #34 pada: Maret 14, 2012, 06:21:15 am »
masih ada sisa embun
di ujung daun
kubiarkan membeku
tak kan meluluh
meski matahari bersinar utuh

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #35 pada: Maret 14, 2012, 06:21:58 am »
rentetan kisah
tak berkesudah
hadirkan resah...
aku lelah
ingin merebah
atau
biar ku pendam saja
sukma ku
di dalam tanah
« Edit Terakhir: Maret 16, 2012, 06:39:17 am oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #36 pada: Maret 14, 2012, 06:28:09 am »
selalu...
sampai harapan terpendam dalam bisu,
sampai tidak ada lagi mau,
sampai waktu habis sudah berlalu.

berbisik pada telinga malam
ada gundah menebarkan resah....gelisah.

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #37 pada: Maret 14, 2012, 06:29:50 am »
rinai hari
yang menitik dari pori-pori langit
jeda i akal di lintasan keringat
yang berpacu peluh
seakan menjadi semu
karena bayang biru berubah abu-abu
menandai siluet beku
di kehampaan waktu
yang memusara namamu,
bau rindu itu kini tercium
dari mata terendus di telinga
hempas dalam helaan
yang memenggal susunan kalimat tanya.
« Edit Terakhir: Maret 15, 2012, 08:02:36 pm oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #38 pada: Maret 14, 2012, 06:41:22 am »
akhirnya engkau sepakat
pada hati untuk menunggu
sampai malam membilas senja
sampai pagi menyunting
rela sampai jutaan pengharapan
dan ribuan penyesalan
lebur menjadi satu keniscayaan,
kau menunggu
sampai air matamu
mampu membentuk nisan
yang tertuliskan namaku

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #39 pada: Maret 15, 2012, 09:26:46 pm »
masih menandakan malam
dengan jejak siluet
meski tak membentuk rupa
tapi aku percaya
esensinya mampu kau raba

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #40 pada: Maret 15, 2012, 09:29:03 pm »
terlahir dari kemelut jingga
yang memerah
di nadi rembulan
separuh hidup kusulam
di pematang
yang menghumus sunyi
memahat angin
di bebatuan
teriaki akal yang menjalang
melindas trotoar
pada petak asa
yang melibati langit
tersapu bayang
di raut jingga pun hanyut
kala rembulan berkaca

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #41 pada: Maret 15, 2012, 09:30:41 pm »
tidak pernah
ingin menanam apapun
di benak seseorang
tentang aku,
biarkan mereka berfikir
atau ingin berlalu
yang pasti
semua yang sudah tergurat
hanya sebuah catatan kecil
bagi diri
silahkan saja jika
ingin mengerti
atau lupakan jika
sudah tidak peduli
pada akhirnya
semua akan berlalu
tertiup angin

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #42 pada: Maret 15, 2012, 09:31:50 pm »
jangan sapa aku
dengan kata
yang tidak bisa
kau kunyah,
telinga ku
sudah cukup menelan
banyak sumpah serapah.

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #43 pada: Maret 15, 2012, 09:35:41 pm »
makna
tidak akan
renyah terkunyah
jika bahasa
tidak sedap
untuk dilahap

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #44 pada: Maret 15, 2012, 09:36:45 pm »
bagaimana
mungkin
mengelak
dari luka
dan kebahagiaan,
pertemuan
dan perpisahan.
jika kita
tak kuasa memilih
kelahiran
dan menunda kematian