Penulis Topik: I Loved Quoting My Self  (Dibaca 40930 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #210 pada: Agustus 12, 2015, 03:22:24 am »
Mengapa begitu banyak
murka kata dalam prilaku di dunia maya?
Realita begitu hebatnya menekan jiwa,
sampai-sampai aku sendiri
tidak mengerti induk-induk kata
yang terucap itu
datangnya dari mana?
Pengetahuankah
atau hanya emosi
yang tak menyana?

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #211 pada: Agustus 12, 2015, 03:23:14 am »
Sulitnya mendiamkan rasa...
kuatir ini semakin meraja.
Esok masihkah ada asa??

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #212 pada: Agustus 12, 2015, 03:24:00 am »
"Rindu"
adalah kaki tangan malam
yang bersumbu
pada gelisah.

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #213 pada: Agustus 12, 2015, 03:24:37 am »
Deras berlinang
seperti hendak
menghapus kenang
Pengingkarannya
hanya sebuah ilusi
yang gamang

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #214 pada: Agustus 12, 2015, 03:27:23 am »
"......aku hanya seorang pelacur ditengah pentas pelacuran politik yang sedang kalian bangun dimuka bumi ini. membunuh seorang jamilah tidak akan merubah peradaban yang sudah terlanjur kalian bangun dengan tangan-tangan kotor. dengan kemunafikan...dengan nama Tuhan...kalian menyerukan agar orang-orang menghindar dari pertikaian dan kebencian, ditengah dunia dimana kalian meletakan agama sebagai sesuatu yang menakutkan. sah untuk saling membenci dan saling membunuh. sah menyalakan api peperangan dan menerima kemiskinan sebagai nasib tanpa akhir....."

**sepenggal dialog "Jamilah dan Sang Presiden" dalam naskah Karya Ratna Sarumpet.**

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #215 pada: Agustus 12, 2015, 03:29:32 am »
tak bisa ku baitkan
rinduku karena tak ada abjad
yang dapat mewakilkan rasa ini
terlalu gaib
mungkin setara
dengan rahasia langit

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #216 pada: Agustus 12, 2015, 03:30:43 am »
masih ada kerak
yang belum terkelupas
karena bertumpuk
di lapisan pintu
yang kini membuka tabiat
biar ku jilati bara
yang menyempit
di belahan dada
sampai terkulai panas
di titik beku

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #217 pada: Agustus 12, 2015, 03:32:19 am »
Bagaimana bisa
berjalan dengan mulus
dan aman
di atas jalan yang berlubang
dan berkubangan
jika tidak mencoba
membangun jalan
agar cepat sampai
pada tujuan

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #218 pada: Agustus 12, 2015, 03:33:01 am »
Rindu ku
bukanlah perahu
yang menunggu dermaga
untuk berlabuh
lalu kembali berlayar
dan terombang ambing
di lautan
Rindu ku
adalah daun
yang terlepas
dari ranting
yang ditiup angin
untuk sampai
ke tubuh bumi mu
« Edit Terakhir: Agustus 12, 2015, 03:34:50 am oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #219 pada: Agustus 12, 2015, 03:36:32 am »
Sepi beralih fungsi
Kosong kini telah terisi
Mungkin karena berkah hari
atau keinginan yang sudah di tepi
Bersulang untuk yang sedang beramai kemarin,
hari ini dan yang nanti. Semoga diberkahi

**saatnya membuka lembaran mimpi yang baru**

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #220 pada: Agustus 12, 2015, 03:37:18 am »
Sepatu kaca atau sepatu kets biru muda?
Kereta kencana atau sepeda roda dua?
Cerita atau realita?
mimpi memiliki keduanya
namun hidup
hanya menghendaki
satu di antaranya
"Realita"

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #221 pada: Agustus 12, 2015, 03:37:57 am »
Merpati tidak akan terbang
jika langit tak mengundang

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #222 pada: Agustus 12, 2015, 03:38:59 am »
terombang ambing
oleh hembusan kamis,
melewati aral jum'at yang deras,
rabu mendekap sabtu
berharap senin bersemi
tanpa perlu merisaukan
selasa yang memanas
agar minggu mengirim keniscayaannya

**Sekelumit kisah yang tak menyana di hari-hari yang tak bernyawa.**

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #223 pada: Agustus 12, 2015, 03:39:57 am »
sepi tak kan mati
meski seribu ramai meranjau
ingin tak kan terhenti
meski ujung dunia telah terlampaui
ikhlas pada hari
meski tanpa bayangan
jingga menemani

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #224 pada: Agustus 12, 2015, 03:41:49 am »
sesudut hitung kujabar
maksud tanah lapang
terhampar sesaji ruas teratai
aku si kembara tertatih
menatap kunang mencengkram langit
namun terhadang
angkuhnya nyanyian sang Bulan
samudera mampu hanyutkan perasaan
namun terdalamnya
memberi kilau kearifan
buih-buih ombak jamah lautan
masih mengikat erat dan tak terpisahkan
riak angin hembuskan kisah
sesekali membuat resah
hmmm...
bukan itu yang menjadi takdirku malam ini