Penulis Topik: I Loved Quoting My Self  (Dibaca 43342 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
I Loved Quoting My Self
« pada: Desember 22, 2011, 12:05:25 am »
puisiku bukan untuk kau baca
atau kau dengar
puisiku hanya buluh perindu
dari ragu yang merayu
untuk menggubah hati
« Edit Terakhir: Februari 12, 2013, 09:26:33 am oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #1 pada: Desember 22, 2011, 12:07:11 am »
biar kunikmati sendiri puisi ini
tanpa melewati saripati
yang membungkus baitnya kelak
inilah cikal bakal tubuh baruku
« Edit Terakhir: Februari 12, 2013, 09:26:54 am oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #2 pada: Desember 22, 2011, 12:52:04 am »
jemariku buta aksara
bergelimpang di mana-mana
menyusunnya
bukan lagi sebatas indah
tapi harus bermakna
« Edit Terakhir: Februari 12, 2013, 09:28:47 am oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #3 pada: Desember 22, 2011, 09:10:09 am »
sepeninggalan pagi
aku mulai mengeja
satu persatu warna malam
pelangi pun ternyata mampu
melebur dalam gelap
« Edit Terakhir: Februari 12, 2013, 09:29:39 am oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #4 pada: Desember 22, 2011, 06:22:41 pm »
senyumnya tipis mengembang
di atas alis yang cuma segaris
ada kerut di dahi
yang tak bisa hilang
itu bukan kebimbangan
melainkan keniscayaan
petang di angka yang sulit terbilang
karena nyawa taruhannya
lalu akan kau bayar dengan apa harga matinya?
sementara dadanya
masih bergelantungan di kerongkongan
dan di aliran nadimu yang tak pernah usai

*Ibu*
« Edit Terakhir: Februari 12, 2013, 09:28:36 am oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #5 pada: Desember 22, 2011, 11:11:49 pm »
sebongkah batu pun
dapat mendewasakan gunung
namun, tak kan searif
mata air di hulunya ketika
muara membelah dirinya
agar menjadi bangsa
atau cikal anak leluhurnya
« Edit Terakhir: Februari 12, 2013, 09:27:12 am oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #6 pada: Desember 22, 2011, 11:13:09 pm »
menggubah hati
menjadi melody
nada yang paling tepat
ada di kunci C
« Edit Terakhir: Februari 12, 2013, 09:29:57 am oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #7 pada: Desember 23, 2011, 01:43:10 am »
apa artinya senyum yang berkembang
jika makna tak renyah terkunyah kata
bagi hati terlampau sudah
apa pentingnya memahami diam ku
jika kecapmu tak kau hatamkan
« Edit Terakhir: Maret 15, 2012, 10:05:41 pm oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #8 pada: Desember 23, 2011, 07:41:23 am »
ada kenang yang terlanjur mengekang
tak terbatasi hingga entah
adalah ketidak mungkinan yang melangit
meski membumi seribu tanya yang meletakan jejak
lantas ku coba arungi sampai terdaki itu
hanya sebuah rapalan indung puisi
dari bait-bait yang terpahat lewat lamunan
tanpa tepi di ujung kekosongan
yang bisingnya adalah sunyi
yang mengakar di mata aksara
yang ku urai
itu bukan mimpi juga bukan ilusi pun
bukanlah realiti yang terbangun tanpa ada arti
apapun itu yang sanggup kau urai
yang renyah terkunyah dalam pemahamanmu
« Edit Terakhir: Maret 15, 2012, 10:05:49 pm oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #9 pada: Desember 23, 2011, 06:08:37 pm »
hati manusia
seperti jagad raya
yang mampu membagi dirinya
di sejumlah dimensi musim
« Edit Terakhir: November 30, 2012, 02:10:21 am oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #10 pada: Desember 23, 2011, 11:59:35 pm »
catatan dari sebuah pembicaraan

ketika aku sendiri
di ruang perpustakaan yang sepi
datang seorang gadis
membawa sekeping hati
kekecewaan diri
bersama kehancuran cinta ini
katanya, “ saudara
buatkan aku sebuah puisi
tentang hidup ini
dan diri ini
yang hancur
karena insan bernama lelaki”
lalu aku buatkan
sebuah puisi yang mengharukan
yang mengutuki seorang lelaki
“ bahwa sebenarnya
hati lelaki itu
hadir di dalam diriku”

***
« Edit Terakhir: Desember 24, 2011, 12:03:52 am oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #11 pada: Desember 24, 2011, 12:03:28 am »
kita tidak pernah merasa
jadi bagian masing-masing
dapat kita lihat masa lalu kita
kalau kita pernah berbagi
di setiap kenangan yang hangat
mungkin aku tidak pernah
akan menjadi pendapingmu
tapi cintamu memberkahi hidupku
aku hanya dapat berharap
daripada merasakan perasaan yang terbakar

kita mendapatkan pelajaran
dari sesuatu yang kita lalui
itulah pelajaran hidup
bahwa kita dapat belajar
melewati rasa sakit dan perselisihan

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #12 pada: Desember 24, 2011, 09:46:24 am »
aku lupa
bagaimana cara
menghitung langkah kita dulu
apakah dimulai dari maju atau mundur??!
berada di persimpangan ini
mengingatkan aku tentang sejarah usang
« Edit Terakhir: Maret 15, 2012, 10:08:32 pm oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #13 pada: Desember 24, 2011, 06:20:39 pm »
ada kantuk di benak
yang sedari hadirnya
tak juga menutup pelupuk
malah semakin tajam mematuk
memaki suntuk
sampai merajuk
derai di kelopaknya
yang lapuk
« Edit Terakhir: Maret 15, 2012, 10:08:51 pm oleh qiozz »

qiozz

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 265
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • i loved quoting myself
    • Lihat Profil
Re:I Loved Quoting My Self
« Jawab #14 pada: Desember 24, 2011, 07:41:21 pm »
dulu..
aku pernah bermain di atas sana
(menunjuk ke langit)
bermain dalam sebuah lingkaran
yang kau sebut dengan nama bulan
tapi sayang
wajahnya tak seindah bayangannya
lalu aku pindah ke sebelahnya
bermain di bangunan segilima
yang kau sebut dengan nama bintang
tapi ternyata kilaunya hanya sebuah curian aahh...
lalu kuputuskan saja melompat turun
dan menyaksikan keindahan mereka dari jauh saja  :)
« Edit Terakhir: Maret 20, 2012, 01:38:40 am oleh qiozz »