Penulis Topik: [WTA] Something  (Dibaca 4931 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

IsEnk

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 5
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • it's me
    • Lihat Profil
[WTA] Something
« pada: November 26, 2011, 02:23:02 pm »
assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

langsung aja ke topik nya ya kakak-kakak sekalian :)

"apakah nadzar yang sudah kita ucapkan dapat kita ganti?"

cont: apabila hajat terpenuhi maka akan memberi makan ke 100 anak yatim,( namun ditengah jalan seblum hajat terpenuhi kita berfikir bahwa kita tidak akan sanggup untuk memberi makan 100 anak yatim, nah!, boleh tidak nadzarnya diganti dengan  hanya memberi makan 20 anak yatim???)

kalau tidak boleh kenapa?
kalau boleh kenapa?

sekian dan terima kasih atas perhatiannya kakak-kakak sekalian :)

open your heart

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.224
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • .: Dunia Ini Panggung Sandiwara :.
    • Lihat Profil
Re:[WTA] Something
« Jawab #1 pada: November 26, 2011, 07:06:19 pm »
assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

langsung aja ke topik nya ya kakak-kakak sekalian :)

"apakah nadzar yang sudah kita ucapkan dapat kita ganti?"

cont: apabila hajat terpenuhi maka akan memberi makan ke 100 anak yatim,( namun ditengah jalan seblum hajat terpenuhi kita berfikir bahwa kita tidak akan sanggup untuk memberi makan 100 anak yatim, nah!, boleh tidak nadzarnya diganti dengan  hanya memberi makan 20 anak yatim???)

kalau tidak boleh kenapa?
kalau boleh kenapa?

sekian dan terima kasih atas perhatiannya kakak-kakak sekalian :)

Nazar yang di maksud ini berjanji sama Allah kan?

Kalo berjanji wajib di tepati. Terlebih bila janji sama Allah. Ingat Lho, ini janji nya sama Allah.
Sebelum kita mendapatkan yang kita inginkan kemudian menazarkan sesuatu bila tercapai. Lalu di kabul kan Allah.

Sharing cerita aja :

Ada seorang Ibu susah dapat anak, akhirnya sang ibu menazarkan akan menyerahkan 1 ekor kambing pada sebuah pesantren bila kelak Allah memberikan anak pada sang ibu ini. Setelah menunggu lebih dari 10 tahun akhir nya sang ibu ini mengandung dan lahir lah si anak yang di idamkan ini.

Entah karena sibuk atau bagaimana, si ibu ini sempat lupa kalo dulu dia pernah menazarkan sesuatu bila dia di berikan anak oleh Allah.
Pada suatu malam sang ibu bermimpi di datangi se ekor kambing yang masuk ke dalam rumahnya.

Si ibu merenung mengenai mimpi ini dan kaget karena telah melupakan / terlupa menepati janji nya sama Allah mengenai nazar nya akan menyerahkan 1 ekor kambing yang dulu pernah di nazarkan akan di serahkan ke sebuah pesantren.

Sang ibu ini akhir menepati nazar nya. Di akhir cerita, sang ibu ini bersyukur karena di ingatkan tentang nazar nya. Karena bila saja nazar ini tidak di tepati bisa jadi apa yang di berikan sama Allah akan di ambil kembali oleh Allah :)

Semoga ada hikmah nya :)

Saranku, tepatilah nazar itu sesuai dengan janjimu sama Allah dahulu. Janji WAJIB di tepati.

Ada kalanya kita sebagai manusia banyak janji sama Allah ketika blom punya apa apa. Lalu ketika sudah dikabulkan sama Allah, kita menjadi ragu ragu untuk menepati janji itu.

Ketika akan melaksanakan nazar terkadang kita berfikir alangkah berat nya melaksanakan nazar yang dulu kita ucapkan , tapi sadarkah kita kalau apa yang kita nazarkan lalu kita tepati, semua itu juga akan bermanfaat dan berguna bagi kita? :)
« Edit Terakhir: November 26, 2011, 07:14:32 pm oleh open your heart »

lehrerin

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 683
  • Reputasi: 10
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re:[WTA] Something
« Jawab #2 pada: Januari 08, 2012, 10:32:47 pm »

Saranku, tepatilah nazar itu sesuai dengan janjimu sama Allah dahulu. Janji WAJIB di tepati.

Ada kalanya kita sebagai manusia banyak janji sama Allah ketika blom punya apa apa. Lalu ketika sudah dikabulkan sama Allah, kita menjadi ragu ragu untuk menepati janji itu.

Ketika akan melaksanakan nazar terkadang kita berfikir alangkah berat nya melaksanakan nazar yang dulu kita ucapkan , tapi sadarkah kita kalau apa yang kita nazarkan lalu kita tepati, semua itu juga akan bermanfaat dan berguna bagi kita? :)

Boleh bertanya ttg janji (siapa saja, boleh merespons),, maaf bila menyimpang dari bahasan sebelumnya (Nazar)
Bila tadi disebutkan bahwa Janji wajib ditepati,bagaimana bila ada seseorang yang berjanji dengan seseorang akan suatu hal, namun hingga waktu yang lama janji tersebut belum ditunaikan.. apa kewajiban orang yg dijanjikan, yang notabene tau dan masih ingat dengan janji org yg berjanji tsb kepadanya? bagaimana bila janji yang sudah terucap, ternyata pada akhirnya diketahui dan disadari oleh pembuat janji dan org yang dijanjikan tak mungkin terwujud? apa ganjaran atau konsekuensinya dihadapan ALLAH SWT? Terima kasih..
« Edit Terakhir: Januari 08, 2012, 10:34:54 pm oleh lehrerin »

open your heart

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.224
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • .: Dunia Ini Panggung Sandiwara :.
    • Lihat Profil
Re:[WTA] Something
« Jawab #3 pada: Januari 08, 2012, 10:55:32 pm »
Boleh bertanya ttg janji (siapa saja, boleh merespons),, maaf bila menyimpang dari bahasan sebelumnya (Nazar)
Bila tadi disebutkan bahwa Janji wajib ditepati,bagaimana bila ada seseorang yang berjanji dengan seseorang akan suatu hal, namun hingga waktu yang lama janji tersebut belum ditunaikan.. apa kewajiban orang yg dijanjikan, yang notabene tau dan masih ingat dengan janji org yg berjanji tsb kepadanya? bagaimana bila janji yang sudah terucap, ternyata pada akhirnya diketahui dan disadari oleh pembuat janji dan org yang dijanjikan tak mungkin terwujud? apa ganjaran atau konsekuensinya dihadapan ALLAH SWT? Terima kasih..

Karena ilmu Agama ku sangat terbatas dan sangat sedikit, saya tidak berani menjawab berdasarkan dalil dalil yang ada karena saya hanya paham sedikit sekali.

Saya akan memberikan artikel yang di copas dari sebuah forum mengenai penting nya janji itu, dan mungkin Mbak bisa menyimpulkan sendiri mengenai JANJI itu :)


Menepati Janji

Suatu ketika, Hurmuz,
pemimpin Parsi yang menjadi musuh bebuyutan kaum Muslimin, tertawan di medan
perang dandi bawa menghadap Khalifah di Madinah. Ia sadar kepalanya pasti akan
dipenggal karena dosanya sebagai pembunuh sekian banyak orang kaum Muslimin.

Dia tampaknya merencanakan sesuatu, dan meminta segelas air.
Permohonannya dipenuhi, tapi anehnya ia tidak mau minum air yang dihidangkan. Dia
rupanya merasaakan dibunuh selagi mereguk minuman, Khalifah meyakinkannya, dia
tidak akan dibunuh kecuali jika Hurmuz meminum air tadi. Hurmuz yang cerdik
seketika itu juga membuang air itu. Ia lalu berkata, karena dia mendapatkan
jaminan dari Khalifah, dia tidak akan minum air itu lagi. Khalifah memegang
janjinya. Hurmuz yang terkesan dengan kejujuran Khalifah, akhirnya masuk Islam.

Khalifah Umar pernah
berkata,”Kata-kata seorang Muslim biasa sama beratnya dengan ucapan
komandannya atau khalifahnya.”



Semoga Bermanfaat  ^.^v
« Edit Terakhir: Januari 09, 2012, 08:26:33 am oleh open your heart »