Penulis Topik: Salam Hangat Dari Moderator, mari galakkan membaca buku....  (Dibaca 5075 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

faritz

  • Moderator
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.805
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • It's Not Just Black & White...
    • Lihat Profil
Salam Hangat Dari Moderator, mari galakkan membaca buku....
« pada: Juni 27, 2011, 07:51:53 pm »
Membuka Kunci Gudang Ilmu, Menggali Kekayaan Hidup


Setelah Hari Buku Internasional (World Book Day) yang jatuh pada tanggal 23 April setiap tahunnya, Indonesia juga memiliki Hari Buku Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 Mei.  Tanggal tersebut dipilih karena merupakan tanggal berdirinya Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Jakarta, 17 Mei 1980.

Buku adalah jendela dunia.  Buku adalah gudang ilmu dan membaca adalah kuncinya.  Pepatah-pepatah tersebut tentu tidak asing lagi di telinga kita, dan memang, buku merupakan sumber berbagai ilmu pengetahuan dan informasi.  Dengan membaca buku, kita dapat membuka wawasan, mengetahui, mempelajari serta memahami banyak hal.  Buku membantu kita melihat dunia tanpa perlu mengelilinginya, mengenal berbagai sudut pandang, menemui bermacam-macam karakter dan perbedaan, serta belajar dari pengalaman orang lain.  Membaca buku memperkaya jiwa, melatih imajinasi, mengasah pikiran kita dan memudahkan kita dalam mencerna berbagai hal serta mencoba hal-hal baru, membantu kita untuk lebih bijaksana dalam menyikapi segala sesuatu, menularkan semangat dan menimbulkan inspirasi dalam menjalani hidup serta terus berkarya.  Tidak salah bila dikatakan bahwa buku merupakan sumber kemajuan peradaban suatu bangsa.

Bagaimana dengan Indonesia?

Data Biro Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 menunjukkan bahwa orang Indonesia yang mencari informasi baru dengan membaca berjumlah sekitar 23,5 % dari total jumlah penduduk. Bandingkan dengan jumlah penonton TV sebanyak 85,9 % dan pendengar radio, yaitu sekitar 40,3%.

Pada tahun yang sama, Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) mengeluarkan hasil studi lima tahunannya, yang melibatkan siswa Sekolah Dasar (SD).  Berdasarkan hasil studi tersebut, Indonesia menempati posisi 36 dari 40 negara yang dijadikan sampel penelitian, di atas Qatar, Kuwait, Maroko, dan Afrika Selatan.  Bahkan, menurut UNESCO, organisasi PBB di bidang pendidikan dan kebudayaan, minat baca bangsa Indonesia adalah yang paling rendah di ASEAN.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh United Nations Development Programme (UNDP), juga disimpulkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia tergolong rendah, dilihat dari rata-rata orang Indonesia yang hanya membaca nol sampai satu judul buku per tahun.  Jumlah buku yang diterbitkan di Indonesia juga turut mendukung pernyataan ini.  Dalam setahun, Indonesia hanya menerbitkan kurang lebih 8.000 judul. Bandingkan dengan Malaysia yang menerbitkan 15.000 judul buku per tahun dan Vietnam yang per tahunnya bisa menerbitkan 45.000 judul buku.

Sungguh disayangkan bukan?  Padahal, seperti yang kita ketahui, begitu banyak manfaat buku yang tidak kita dapatkan dengan menonton televisi atau mendengar radio.  Dengan minat dan budaya baca yang begitu rendah, tidak heran jika kita jauh tertinggal dari negara-negara lain, khususnya yang memiliki budaya baca yang tinggi.

Jepang misalnya.  Di negara sakura itu, budaya membaca sudah diperkenalkan sejak dini.  Masyarakat Jepang menghabiskan banyak waktunya untuk membaca, dimana dan kapan saja, hingga mereka pun menjadi bangsa yang maju. Sedangkan di Indonesia, membaca sepertinya belum dianggap sebagai sesuatu yang penting.  Hal ini dapat dilihat dari kurikulum pendidikan formal yang belum mendukung pembentukan budaya membaca, juga sarana dan prasarana, seperti perpustakaan, yang belum mendapat perhatian sehingga masih sangat kurang dari segi jumlah maupun kualitas.

Data dari Center for Social Marketing (CSM) menunjukkan bahwa jumlah buku yang wajib dibaca oleh siswa SMA di Amerika Serikat sebanyak 32 judul buku, Belanda 30 buku, Prancis 30 buku, Jepang 22 buku, Swiss 15 buku, Kanada 13 buku, Rusia 12 buku, Brunei 7 buku, Singapura 6 buku, Thailand 5 buku, sedangkan Indonesia 0 buku.

Hari Buku Nasional ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya buku bagi kehidupan dan kemajuan kita. Karenanya, sangat penting bagi kita untuk mulai membiasakan diri membaca buku, kemudian menularkan kebiasaan itu pada orang-orang di sekitar kita.

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al-‘Alaq: 1-5). [aca]


sumber: http://www.alifmagz.com

katro

  • Jr. Member
  • **
  • Tulisan: 96
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re:Salam Hangat Dari Moderator, mari galakkan membaca buku....
« Jawab #1 pada: Juli 05, 2011, 08:53:57 pm »
Minat membaca sebaiknya mulai ditanamkan sedini mungkin. Bisa dimulai dengan orang tua yang membacakan cerita untuk anaknya. Sampai kemudian anak itu tertarik dan mulai belajar membaca dengan sendirinya. Saya sendiri tumbuh di keluarga yang minat membaca sangat minim. Tapi karena "terhubung" dengan teman2 yang suka membaca, akhirnya saya jadi ketularan maniak buku.
Memang miris lihat anak sekarang lebih suka nonton tivi atau main games daripada sekedar meluangkan waktu membaca, paling banter baca buku2 yang ada gambarnya seperti komik...  #:-S