Penulis Topik: Pancasila dan ajaran Yahudi ?  (Dibaca 2511 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

manusia biasa saja

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 44
  • Reputasi: -6
    • Lihat Profil
Pancasila dan ajaran Yahudi ?
« pada: Juni 12, 2011, 11:21:09 am »

Pancasila Bukan Made In Indonesia

Jogjakarta, 15 Mei 2011

Oleh Irfan S Awwas

Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

Pancasila Bukan Made In Indonesia

oleh 250 Juta Dukungan Untuk Ganti Kapitalisme, Sosialisme/Komunisme dgn ISLAM pada 11 Juni 2011 jam 22:21

Selama ini, Pancasila diyakini sebagai made in Indonesia asli, produk pemikiran yang digali dari rahim bumi pertiwi. Kemudian, berhasil dirumuskan sebagai ideologi dan falsafah bangsa oleh Bung Karno, hingga menjadi rumusan seperti yang kita kenal sekarang.

 

Sebagai peletak dasar negara Pancasila, Bung Karno sendiri mengaku, dalam merumuskan ideologi kebangsaannya, banyak terpengaruh pemikiran dari luar. Di depan sidang BPUPKI, Bung Karno mendeskripsikan pengakuannya:

 

“Pada waktu saya berumur 16 tahun, saya dipengaruhi oleh seorang sosialis bernama A. Baars, yang memberi pelajaran pada saya, ‘jangan berpaham kebangsaan, tapi berpahamlah rasa kemanusiaan sedunia”.

Tetapi pada tahun 1918, kata Bung Karno selanjutnya, alhamdulillah ada orang lain yang memperingatkan saya, yaitu Dr. Sun Yat Sen. Di dalam tulisannya San Min Chu I atau The Three People’s Principles, saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmopolitisme yang diajarkan A. Baars itu. Sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan di hati saya oleh pengaruh buku tersebut.”

 

Pengakuan jujur Bung Karno ini membuktikan, sebenarnya Pancasila bukanlah produk domistik yang orisinal, melainkan intervensi ideologi transnasional yang dikemas dalam format domistik.

 

 

Sebagai gerakan zionisme internasional, freemasonry memilikidoktrin Khams Qanun yang diilhami Kitab Talmud. Yaitu,monoteisme (ketuhanan yang maha esa), nasionalisme(berbangsa, berbahasa, dan bertanah air satu Yahudi), humanisme(kemanusiaan yang adil dan beradab bagi Yahudi), demokrasi(dengan cahaya talmud suara terbanyak adalah suara tuhan), dansosialisme (keadilan sosial bagi setiap orang Yahudi). (Syer Talmud Qaballa XI:45).

 

Tokoh-tokoh pergerakan di Asia Tenggara juga merujuk pada Khams Qanun dalam merumuskan dasar dan ideologi negaranya. Misalnya, tokoh China Dr. Sun Yat Sen, seperti disebut Bung Karno, dasar dan ideologi negaranya dikenal dengan San Min Chu I, terdiri dari: Mintsu, Min Chuan, Min Sheng, nasionalisme, demokrasi, dan sosialisme.

 

Asas Katipunan Filipina yang dirumuskan oleh Andreas Bonifacio, 1893, dengan sedikit penyesuaian terdiri dari : nasionalisme, demokrasi, ketuhanan, sosialisme, humanisme. Begitupun, Pridi Banoyong dari Thaeland, 1932, merumuskan dasar dan ideologi negaranya dengan prinsip: nasionalisme, demokrasi, sosialisme, dan religius.

 

Sedangkan Bung Karno, proklamator kemerdekaan Indonesia, pada mulanya merumuskan ideologi dan dasar negara Indonesia yang disebut Panca Sila terdiri dari: nasionalisme (kebangsaan), internasionalisme (kemanusiaan), demokrasi (mufakat), sosialisme, dan ketuhanan.

 

Prinsip indoktrinasi zionisme, memang cukup fleksibel. Dan fleksibilitasnya terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan pola pikir pimpinan politik disetiap negara.

 

Pertanyaannya, adakah kesamaan ideologi dari tokoh dan aktor politik di atas bersifat kebetulan, atau memang berasal dari sumber yang sama, tapi dimainkan oleh aktor-aktor politik yang berbeda?

 

Dalam kaedah mantiq, dikenal istilah tasalsul, yaitu rangkaian yang berkembang, mustahil kebetulan. Artinya, sesuatu yang berpengaruh pada yang sesudahnya, pastilah bukan kebetulan.

 

Rumusan Pancasila versi Bung Karno, memiliki kesamaan dengan doktrin zionisme yang dijiwai Talmud. Sehingga, klaim Pancasila sebagai produk domistik terbantahkan secara faktual.

 

Melestarikan Pancasila seperti diwariskan kedua rezim di atas, berarti melestarikan doktrin Yahudi, yang bertentangan dengan konstitusi negara. Dan tidak konsisten dengan semangat kemerdekaan. Muqadimah UUD 1945, menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

 

Jogjakarta, 15 Mei 2011

Oleh Irfan S Awwas

Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150200310474506&comments

-----------------------------


percaya nggak ulasan saudara dari mmi ?

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re:Pancasila dan ajaran Yahudi ?
« Jawab #1 pada: Juni 12, 2011, 02:13:45 pm »
nah...lho! Ada juga tesis s2 dari mhsiswa tatanegara yg berhasil membuktikan scr ilmiah asal usul 5sila dari tradisi lokal (baca : budha dan kejawen) yg dikenal dg mo-limo. Silahkan cari di rmh mbah gugel.

bukan_malaikat

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 885
  • Reputasi: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Menimba ilmu dan menjalin silaturrahim :)
    • Lihat Profil
Re:Pancasila dan ajaran Yahudi ?
« Jawab #2 pada: Juni 12, 2011, 09:22:26 pm »
Sayang sekali penulis dari MMI nggak menyebutkan dari sumber mana ia menyitir pernyataan Soekarno berikut ini. Andaikan ada sumber referensinya, mungkin kita akan bisa minta pendapat LAVI sebagai orang yang (menurutku) berkompetensi dalam hal sejarah. Kompeten secara keilmuan lho... bukan kayak aku yang belajar sejarah cuma dari Gugel...


“Pada waktu saya berumur 16 tahun, saya dipengaruhi oleh seorang sosialis bernama A. Baars, yang memberi pelajaran pada saya, ‘jangan berpaham kebangsaan, tapi berpahamlah rasa kemanusiaan sedunia”.

Tetapi pada tahun 1918, kata Bung Karno selanjutnya, alhamdulillah ada orang lain yang memperingatkan saya, yaitu Dr. Sun Yat Sen. Di dalam tulisannya San Min Chu I atau The Three People’s Principles, saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmopolitisme yang diajarkan A. Baars itu. Sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan di hati saya oleh pengaruh buku tersebut.”

« Edit Terakhir: Juni 12, 2011, 09:25:12 pm oleh bukan_malaikat »

JinKura2

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: 11
    • Lihat Profil
Re:Pancasila dan ajaran Yahudi ?
« Jawab #3 pada: Juni 13, 2011, 08:41:58 am »
nah...lho! Ada juga tesis s2 dari mhsiswa tatanegara yg berhasil membuktikan scr ilmiah asal usul 5sila dari tradisi lokal (baca : budha dan kejawen) yg dikenal dg mo-limo. Silahkan cari di rmh mbah gugel.

mo-limo dlm tradisi jawa tuh soal bgmana kita hidup berdampingan dengan selaras. Maling, madon, mabuk, madat, satunya lupa...:) Lha, apa hub sm pancasila klo gt?:)

Apa yg salah dr kemanusiaan?

MMI? Jd ingat dl pas ngobrol sama orang MMI. Omong soal negara Islam, tp pas dberi kasus penyerangan Israel k Lebanon tak berkutik. Negara2 yg mengaku sbg negara Islam menutup mata, tp Partai Komunis di Meksiko malah menentang keras serangan itu. Orang MMI itu ga bisa omong apa2...Negara Islam yg ada selama ini hanyalah kedok belaka....