Penulis Topik: Allah Always with You  (Dibaca 3300 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

yaya

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 23
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Allah Always with You
« pada: Juli 16, 2011, 02:56:37 am »


Dalam perjalan hidup, sudah mutlak kita akan menemui keadaan yang tidak kita inginkan, berbeda realitas dengan harapan, itulah masalah. Tak ada satupun manusia di dunia ini yang akan luput darinya, Allah pun maha adil yang memberikan masalah itu kepada semua manusia, siapapun ia. Namun yang berbeda dari semuanya adalah penyikapan kita terhadap masalah tersebut. Ada yang terlalu sentimentil, cuek, arogan atau sikap yang lainnya sebagai bentuk ekspresi dari masalah itu.  :) :D :-/ X( :((

 

Masalah datang tak kita minta, rasa kecewa terhadap hasil kerja kita, kecewa dengan orang lain, marah, benci, kesal, sakit hati, dsb. Semua kita rasakan dan memang amat sangat sulit untuk dapat mengatasinya atau membuatnya menjadi hal yang biasa-biasa saja. Ketika kita pernah merasa sakit karena orang lain, hal itu sangat membuat kita sedih, pedih, pengen teriak, menangis, mengadu dan bahkan ingin mencacinya. Namun toh, saat ini semua telah berlalu, dan dunia masih ada untuk kita, alam masih tersenyum menyambut kita.

 

Mendapatkan diri dalam sebuah masalah banyak membuat orang lupa akan dirinya, kita adalah makhluk Allah yang dikaruniai akal dan hati. Kita bisa berfikir jernih, menatap masalah tidak dengan kacamata kita sendiri, atau bahkan kita menggugat sang penguasa langit dan bumi, kenapa harus saya?, kenapa dulu tidak begini?, andaiakan saya dulu seperti ini, dsb. Tak banyak Kata-kata itu keluar dari bibir kita, Astaghfirullahal adzim.

 

 Tidak ingatkah kita dengan Firmannya

“Allah tidak akan menguji hamba-Nya, di luar batas kemampuannya”

 

Jadi Allah pencipta kita, tahu kita, tahu sampai dimana titik kuat kita, sampai dimana kita mampu menghadapi masalah hidup. Yakinlah kita bisa menjalaninya, karena semua Allah-lah yang memberikan. Seberat apapun, sepedih apapun perasaan yang kita alami, jika diberikan kepada kita niscaya kita bisa menghadapinya.

 

Ingatlah, tak ada satupun kejadian di dunia ini yang terjadi tanpa sepengetahuan dan seizin Allah SWT, biarpun dedaunan yang akan gugur dari tangkainya, itu semua adalah seizin Allah. Tidak akan terjadi jika tiada ridha dari Allah. Jadi, buat apa sedih, buat apa berlarut-larut dalam masalah. Semua adalah takdir, tapi bukan berarti kita menjadi pribadi yang bermental pasrah akan semua hal tanpa ada usaha dan sudah tentu do’a, semua kehendak-Nya dan memang belum tentu kehendak kita, angan-angan kita, itu yang terbaik untuk kita. Allah-lah yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita, tinggal kita yang muhasabahi diri, dan merenungi apa hikmah dari semuanya. Jangan justru kita berprasangka buruk kepada Allah bahwa Allah tidak adil padaku, Allah tidak sayang padaku, Aku memang diciptakan untuk seperti ini, maka sudahlah....!!.ingatlah Allah mengikuti persangkaan hamba-Nya

 

“AKU mengikuti setiap persangkaan hamba-Ku”

 

Olehnya itu janganlah mencela diri dan memperburuk sendiri rute hidup kita dengan segala persangkaan jelek kepada-Nya.

Kita memang manusia biasa, tak luput dari kesalahan, khilaf yang terkadang membuat kita lupa akan eksistensi kita hidup di dunia ini.

 

“hidup ini hanya senda gurau dan main-main belaka”

 

Hidup di dunia ini hanya sementara, hanya tempat mencari bekal, kita adalah para musafir, berlomba-lomba memperbanyak bekal. Tak ada yang kekal semua akan kita tinggalkan, sedih boleh saja tapi berlarut-larut di dalamnya adalah hal yang merugikan diri kita sendiri.

 

Masih banyak hal yang mesti kita kerjakan, masih banyak amanah kita di dunia yang belum kita laksanakan, masih banyak yang kan tersenyum buat kita, masih banyak hal yang indah dan mungkin terindah yang akan kita lalaui, masih banyak teman, saudara dan bahkan keluarga yang akan menghibur, menjadi tempat kita bercerita yang mungkin selama ini kita lupakan. Masih banyak cinta dan kasih sayang yang kita abaikan, masih banyak yang butuh uluran kasih sayang kita, saudara, teman, keluarga mungkin saat ini jarang kita perhatikan. Saatnya kita menebar kedamaian, kasih sayang untuk sesama yang di landasi ukhuwah karena Allah Ta’ala.

 

Laa tahzan, Innallaha ma’ana

Don’t you Cry, because Allah alway’s with you

“jangan menunggu kebahagiaan untuk dapat tersenyum, tapi tersenyumlah agar bahagia”

KEEP FIGHT (^_~) :)