Penulis Topik: Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?  (Dibaca 9035 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

JinKura2

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: 11
    • Lihat Profil
Re:Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?
« Jawab #15 pada: Januari 25, 2011, 11:57:06 am »
manusia terlahir bertuhan, jangan pernah katakan tak perlu tuhan! pertanyaan yang mudah untuk dijawab, anak tk sekalipun bisa,

Bagaimana klo Tuhan dijadikan alat untuk meminggirkan lainnya yang tak seepndapat? atau Tuhan dijadikan alasan untuk membantai sesama? Apakah Tuhan memunyai sifat seperti itu? Tidak kan!

JinKura2

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: 11
    • Lihat Profil
Re:Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?
« Jawab #16 pada: Januari 25, 2011, 12:05:03 pm »

pertanyaannya madam...apakah ada diantara kita yang mampu menjalankan ajaran agama secara perfect??  minimal dari sisi pemahaman saja....banyak pembantaian dan kejahatan lain yang awalnya diniati dari menjalankan kemurnian agama...menurut pelaku apa yang mereka lakukan murni ajaran agama sesuai yang mereka anut dan itu baik menurut agama (setidaknya menurut pemahaman mereka)...it's ok if U said religion as medicine..itu juga benar tetapi dalam tingkat pemahaman yang berbeda (misal jika jiwa dihinggapi kekosongan akibat terlalu penuh oleh budaya hedonis dan materialistis, ini yang banyak terjadi di dunia barat) tetapi jika diam di lingkungan homogen yang berasal dari satu pola pikir akan konsep agama yang diyakini oleh lingkungan tersebut sebagai sesuatu yang paling benar...maka yang muncul adalah racun...

Aq sepakat dengan pernyataan ini...  :great:

Seperti halnya Perang Salib. Perang tersebut hanya menjadikan Tuhan sebagai alat untuk memenuhi kepuasan pribadi kedua kelompok yang bertikai. Siapa yang diuntungkan? Tentu saja para penguasa dan kelompok kepentingan dalam perang itu. Dari beberapa literatur yang saya baca, kelompok nasrani dalam perang itu banyak diisi para baron yang ingin berkuasa. begitu pula kelompok muslim, juga disusupi kepentingan hampir sama. Perang itu sejatinya konflik kepentingan dan menjadikan agama sebagai tameng. Tak ada ceritanya dalam suatu agama berseru untuk berperang satu sama lain. Saya yakin 100%, semua agama di dunia ini pada dasarnya mengajarkan cinta kasih kepada sesama, bukan pertumpahan darah....Hanya tafsir para pemeluknya yang haus kuasa sehingga seolah-alah agama menghalalkan pertumpahan darah. Padahal agama tak mengajarkannya, tidak sama sekali....Perang atas nama agama sejatinya hanyalah ilusi manusia...

arif budiman

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.392
  • Reputasi: 71
  • Jenis kelamin: Pria
  • My little angels
    • Lihat Profil
Re:Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?
« Jawab #17 pada: Januari 25, 2011, 04:26:55 pm »
pertanyaannya madam...apakah ada diantara kita yang mampu menjalankan ajaran agama secara perfect??  minimal dari sisi pemahaman saja....banyak pembantaian dan kejahatan lain yang awalnya diniati dari menjalankan kemurnian agama...menurut pelaku apa yang mereka lakukan murni ajaran agama sesuai yang mereka anut dan itu baik menurut agama (setidaknya menurut pemahaman mereka)...
dan banyak pula hal2 baik datang berawal dari niat menjalankan kemurnian agama
misalnya ada sebuah pesantren di bandung yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan berawal dari dakwah
artinya..
kita tidak bisa memvonis agama/Tuhan sebagai pemicu kejahatan di muka bumi

apakah tanpa agama/Tuhan hidup jadi lebih baik?
apakah lampu lalu lintas di perempatan jalan dianggap sebagai penghambat kelancaran?
bukankah berhenti sejenak untuk bersedia diatur bisa membuat lalu lintas lebih lancar, daripada memaksakan kehendak dari masing2 pengguna jalan?

it's ok if U said religion as medicine..itu juga benar tetapi dalam tingkat pemahaman yang berbeda (misal jika jiwa dihinggapi kekosongan akibat terlalu penuh oleh budaya hedonis dan materialistis, ini yang banyak terjadi di dunia barat) tetapi jika diam di lingkungan homogen yang berasal dari satu pola pikir akan konsep agama yang diyakini oleh lingkungan tersebut sebagai sesuatu yang paling benar...maka yang muncul adalah racun...
ya berarti mereka tidak meneladani salafus shalih yang dalam menyikapi perbedaan selalu memegang prinsip
perkataanku adalah benar; akan tetapi bisa saja salah
dan perkataan selainku adalah salah; akan tetapi mungkin saja benar

orang2 yang jumud tidak berusaha untuk mencari kebenaran, tapi hanya mengikuti pola pikir/konsep yang sudah ada di lingkungannya.. sama seperti sikap orang2 terdahulu yang diabadikan oleh Al-Quran
"Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya." (QS 5:104)

jadi sekali lagi,
bukan ajaran agama/keberadaan Tuhan-nya yang salah
tapi mereka yang tidak memanifestasikan ajaran Islam sebagaimana fungsinya sebagai rahmatan lil'alamin

wallahu a'lam
« Edit Terakhir: Januari 25, 2011, 04:32:49 pm oleh arif budiman »

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?
« Jawab #18 pada: Januari 26, 2011, 12:58:40 pm »
Religion is a poison


poison ini mengacu pada bisa (ular) ya?


racun jika masuk aliran darah
obat jika mau diteliti dan dibuat antibody

dinie_bgt

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.977
  • Reputasi: 56
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re:Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?
« Jawab #19 pada: Januari 26, 2011, 01:50:52 pm »
Hmmm... Agama itu obat??  :-/
Obat klo dosisnya salah juga bisa gawat...

Emangnya agama itu ada dosisnya apa??
Eh, maaf klo OOT...
Abis agak bingung dengan penjelasan mengenai agama sebagai obat...

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?
« Jawab #20 pada: Januari 26, 2011, 02:00:39 pm »
Hmmm... Agama itu obat??  :-/
Obat klo dosisnya salah juga bisa gawat...

Emangnya agama itu ada dosisnya apa??
Eh, maaf klo OOT...
Abis agak bingung dengan penjelasan mengenai agama sebagai obat...


mmm... ada.
sholat  itu sehari 5 waktu kan? boleh ga 8 waktu?
puasa ramadhan itu hanya bulan rmadhan kan? kalo bukan di bulan ramadhan masih disebut puasa ramadhan?
kiblat itu ke Kabah kan? boleh ga ke Yerusalem?


CMIIW

dinie_bgt

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.977
  • Reputasi: 56
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
Re:Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?
« Jawab #21 pada: Januari 26, 2011, 02:16:39 pm »
Nah bgitu kan lebih jelas... Kagak pake ribet  :D

JinKura2

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: 11
    • Lihat Profil
Re:Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?
« Jawab #22 pada: Januari 26, 2011, 04:20:17 pm »
Saya hendak bertanya, mengapa perang (yang diklaim) atas nama agama koq terjadi antar agama samawi saja? Maksudnya, frekuensinya paling tinggi dibanding agama non-samawi. Kira2, mengapa bisa demikian? Apakah gara2 memperebutkan "kepemilikan sah" Tuhan transenden atau merasa dirinya paling benar atau lainnya? Maaf klo atas pertanyaan nakal ini...:)

Quest2

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 12
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?
« Jawab #23 pada: Januari 27, 2011, 05:30:47 am »

Bisa ga klo diartikan, "perang atas nama agama pada dasarnya hanya lah kedok belaka, absurd?" Menggunakan agama untuk memperalat lainnya agar mau berperang demi "Tuhan" meski sebenarnya untuk kepentingan tertentu...

Ada kemungkinan peryataan mas/mbak ini benar. Maka kurang etis bila dengan serta merta mengkambinghitamkan agama. Apalagi sampai menganggap Tuhan tidak perlu.

Saya hendak bertanya, mengapa perang (yang diklaim) atas nama agama koq terjadi antar agama samawi saja? Maksudnya, frekuensinya paling tinggi dibanding agama non-samawi. Kira2, mengapa bisa demikian? Apakah gara2 memperebutkan "kepemilikan sah" Tuhan transenden atau merasa dirinya paling benar atau lainnya? Maaf klo atas pertanyaan nakal ini...:)

Bila yang dimaksud adalah

1. ekspansi Islam ke wilayah Eropa dan perlawanan penguasa Eropa terhadapnya pada akhir pertengahan/akhir abad ke enam dan seterusnya
2. Crusades yg dimulai pada akhir abad ke 11.
 
Maka jawabannya karena faktor geografis, masalah dalam negeri kerajaan-kerajaan di Eropa serta sengketa kepemilikan wilayah.
 
Kebetulan tempat lahir agama samawi, Islam, Kristen, Yudaisme secara geografis saling berdekatan. Pada perkembangannya wilayah-wilayah dalam kekuasaan Islam menjadi berbatasan langsung dengan wilayah-wilayah yang dikuasai oleh penguasa eropa yang kebetulan beragama kristen.  Adapun ekspansi pemerintah Islam terhadap wilayah eropa lebih disebabkan oleh faktor-faktor internal di eropa itu sendiri, bukan didorong oleh ego untuk memaksakan keyakinan. Sehingga yang terjadi saat itu bukanlah perang atas nama tuhan.
Pada kasus Perang Salib di kemudian hari, masalahnya adalah hak kepemilikan wilayah Jerusalem. Tidak karena ingin memaksakan sesuatu atas nama tuhan atau memperebutkan "kepemilikan sah" tuhan.   
 
Bila yang dimaksud bukan yang saya sebutkan, tolong disebutkan perangnya... ;D


Saat kita tahu bahwa orang-orang yang menyerukan perang atas nama agama sebenarnya punya kepentingan tertentu dibalik tindakannya. Maka ungkapan Tuhan  tidak perlu atau agama adalah racun, sama sekali tidak perlu terlontar. Yang salah jelas bukanlah Tuhan dan agamanya.

Bila kita membuat kesalahan, kerusakan, kesewenang-wenangan  atas nama Tuhan tidak berarti Tuhan menjadi tak perlu. Kesalahan mungkin ada pada kita yang tidak memahami apa mau Tuhan secara keseluruhan. Makanya dalam agama saya, Islam, Tuhan saya berfirman "Masuklah kedalam Islam secara keseluruhan..." 2;208. Pahami dan lakukan dengan utuh apa kehendak Tuhan.
Seringkali kesalahan dalam interpretasi dan aplikasi suatu hal disebabkan karena  tidak melihatnya secara utuh. :)       





 



   


JinKura2

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: 11
    • Lihat Profil
Re:Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?
« Jawab #24 pada: Januari 27, 2011, 01:48:28 pm »

Ada kemungkinan peryataan mas/mbak ini benar. Maka kurang etis bila dengan serta merta mengkambinghitamkan agama. Apalagi sampai menganggap Tuhan tidak perlu.


Khusus yang dibold. Artinya, ada juga kemungkinan karena itu kehendak Tuhan? Yap, soalnya disitu ada ketakpastian apakah itu sebagai perintah Tuhan/perilaku bar2 manusia itu sendiri. Mungkin=keraguan...:)



Bila yang dimaksud adalah

1. ekspansi Islam ke wilayah Eropa dan perlawanan penguasa Eropa terhadapnya pada akhir pertengahan/akhir abad ke enam dan seterusnya
2. Crusades yg dimulai pada akhir abad ke 11.
 
Maka jawabannya karena faktor geografis, masalah dalam negeri kerajaan-kerajaan di Eropa serta sengketa kepemilikan wilayah.
 
Kebetulan tempat lahir agama samawi, Islam, Kristen, Yudaisme secara geografis saling berdekatan. Pada perkembangannya wilayah-wilayah dalam kekuasaan Islam menjadi berbatasan langsung dengan wilayah-wilayah yang dikuasai oleh penguasa eropa yang kebetulan beragama kristen.  Adapun ekspansi pemerintah Islam terhadap wilayah eropa lebih disebabkan oleh faktor-faktor internal di eropa itu sendiri , bukan didorong oleh ego untuk memaksakan keyakinan. Sehingga yang terjadi saat itu bukanlah perang atas nama tuhan.
Pada kasus Perang Salib di kemudian hari, masalahnya adalah hak kepemilikan wilayah Jerusalem. Tidak karena ingin memaksakan sesuatu atas nama tuhan atau memperebutkan "kepemilikan sah" tuhan.   
 
Bila yang dimaksud bukan yang saya sebutkan, tolong disebutkan perangnya... ;D


Saat kita tahu bahwa orang-orang yang menyerukan perang atas nama agama sebenarnya punya kepentingan tertentu dibalik tindakannya. Maka ungkapan Tuhan  tidak perlu atau agama adalah racun, sama sekali tidak perlu terlontar. Yang salah jelas bukanlah Tuhan dan agamanya.

Bila kita membuat kesalahan, kerusakan, kesewenang-wenangan  atas nama Tuhan tidak berarti Tuhan menjadi tak perlu. Kesalahan mungkin ada pada kita yang tidak memahami apa mau Tuhan secara keseluruhan. Makanya dalam agama saya, Islam, Tuhan saya berfirman "Masuklah kedalam Islam secara keseluruhan..." 2;208. Pahami dan lakukan dengan utuh apa kehendak Tuhan.
Seringkali kesalahan dalam interpretasi dan aplikasi suatu hal disebabkan karena  tidak melihatnya secara utuh. :)       



Bold item: apakah suatu ekspansi/aneksasi suatu wilayah itu dibenarkan? Entah itu apa pun alasannya, kecuali untuk tujuan humanitarian intervention...

Bold merah: maksudnya itu gimana? menurut q kurang logis alasannya

Di sinilah letak permasalahannya. Banyak pihak mengatasnamakan agama dan Tuhan sbg justifikasi suatu tindakan. Di sini bukan berarti menggugat agama dan Tuhan, tapi lebih pada persoalan alat justifikasi tersebut.

Contohnya ga usah soal perang. Di sini banyak koq. Ratusan penganut Ahmadiyah di NTB harus jadi pengungsi di tanah kelahirannya sendiri sejak 2002 hingga sekarang. Apa penyebabnya? Ya, karena adanya kalaim "kepemilikan Tuhan" dan "agama" oleh kelompok tertentu. Para penganut ahmadiyah di tempat lain juga mengalami teror karena adanya justifikasi "kepemilikan Tuhan yang sah." Kira2 bagaimana ini?

(Mohon dicermati lagi trit-nya...)

Di samping itu, standar ganda juga dilakukan oleh umat Islam, tak hanya Israel saja. Soal Sudan Selatan. Proyek Arabisasi memakan korban ratusan ribu orang Sudan Selatan. Adakah kelompok Islam yang menuntut suatu keadilan di sana? Padahal siapa pun penduduk Sudan Selatan, mereka tetap manusia. Sama seperti kita. Adakah upaya dari umat Islam (saya coba menunjuk diri saja) mengajukan tuntutan atas pembantaian jutaan manusia ketika pembentukan Kerajaan Saudi Arabia pada 1932? Apakah ketiadaan itu karena Saudi arabia pusat penyebaran Islam sehingga "berdiam diri" saja?

:D

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re:Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?
« Jawab #25 pada: Januari 27, 2011, 03:29:53 pm »
Back to topic, kenapa tuhan itu tdk perlu? Tdk perlu apa ? Tidak perlu makan? Tdk perlu manusia? Tidak perlu ada? Apanya? Serius nih...kok nyampe perang.

JinKura2

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: 11
    • Lihat Profil
Re:Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?
« Jawab #26 pada: Januari 27, 2011, 03:58:50 pm »
Back to topic, kenapa tuhan itu tdk perlu? Tdk perlu apa ? Tidak perlu makan? Tdk perlu manusia? Tidak perlu ada? Apanya? Serius nih...kok nyampe perang.

Baca dulu dunk trit-nya mas....Jangan baca sepotong saja... :)

Quest2

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 12
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?
« Jawab #27 pada: Januari 28, 2011, 03:01:22 am »
:)  senyum tulus dari saya buat jin kura-kura (manga/anime lover sepertinya).

Saya lebih melihat ekspansi pemerintah islam saat itu ke wilayah byzantium sperti syria dan mesir yang kemudian berlanjut ke afrika utara dan selanjutnya ke wilayah yang menjadi spanyol saat ini adalah intervensi atas dasar kemanusiaan. Syria dan Mesir ingin lepas dari kekuasaan Bizantium. Sementara daerah yg kini menjadi  spanyol sedang dilanda perang saudara serta salah satu wilayahnya berada dibawah kekuasaan raja roderic yang cukup intoleran terhadap pemeluk agama selain kristen arian.

Kemudian tentang ahmadiyah beserta serba-serbinya.
 
Klaim atas sesuatu dan justifikasi tindakan-tindakan yang berangkat dari klaim itu adalah dua hal yang berbeda. Klaim bahwa ahmadiyah sesat tidak berarti itu justifikasi untuk membumihanguskan hunian para pengikut ahmadiyah. Sebaliknya para penganut ahmadiyah bebas mengklaim apa yang mereka inginkan namun ini tidak berarti justifikasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan nakal yang meresahkan masyarakat.  Lebih lanjut, apapun klaim yang ada sebenarnya tidak menjadi masalah. Yang menjadi masalah adalah justifkasi tindakan-tindakan yang kurang tepat yang berangkat dari kurang cermatnya menyikapi klaim itu. So jangan lihat yang terjadi adalah hasil klaim-mengklaim. Ini lebih ke masalah pandangan dan pola pikir masyarakat dalam menyikapi masalah.


     





 


JinKura2

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: 11
    • Lihat Profil
Re:Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?
« Jawab #28 pada: Januari 28, 2011, 11:18:11 am »
:)  senyum tulus dari saya buat jin kura-kura (manga/anime lover sepertinya).

Saya lebih melihat ekspansi pemerintah islam saat itu ke wilayah byzantium sperti syria dan mesir yang kemudian berlanjut ke afrika utara dan selanjutnya ke wilayah yang menjadi spanyol saat ini adalah intervensi atas dasar kemanusiaan. Syria dan Mesir ingin lepas dari kekuasaan Bizantium. Sementara daerah yg kini menjadi  spanyol sedang dilanda perang saudara serta salah satu wilayahnya berada dibawah kekuasaan raja roderic yang cukup intoleran terhadap pemeluk agama selain kristen arian.


Kemudian tentang ahmadiyah beserta serba-serbinya.
 
Klaim atas sesuatu dan justifikasi tindakan-tindakan yang berangkat dari klaim itu adalah dua hal yang berbeda. Klaim bahwa ahmadiyah sesat tidak berarti itu justifikasi untuk membumihanguskan hunian para pengikut ahmadiyah. Sebaliknya para penganut ahmadiyah bebas mengklaim apa yang mereka inginkan namun ini tidak berarti justifikasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan nakal yang meresahkan masyarakat.  Lebih lanjut, apapun klaim yang ada sebenarnya tidak menjadi masalah. Yang menjadi masalah adalah justifkasi tindakan-tindakan yang kurang tepat yang berangkat dari kurang cermatnya menyikapi klaim itu. So jangan lihat yang terjadi adalah hasil klaim-mengklaim. Ini lebih ke masalah pandangan dan pola pikir masyarakat dalam menyikapi masalah.

 

Ya itu, klaim atas sesuatu dianggap sesat apakah tak ubahnya seperti deklarasi, "saya lah yang berhak menafsirkan siapa itu Tuhan untuk kalian!" Yap, seperti halnya mengkafirkan seseorang/kelompok orang yang berseberangan keyakinan dengan kita secara dogmatis.

Dalam konteks ahmadiyah, apakah tindakan yg diambil kelompok tertentu itu disebabkan karena mereka Ahmadiyah atau tindakan penganut Ahmadiyah nya? Setahu saya, penyebabnya karena mereka Ahmadiyah sehingga seolah-olah mereka layak untuk dibumi-hanguskan.

Yang saya bold sangat kontekstual sekali dengan pertanyaan saya sebelumnya...


Di samping itu, standar ganda juga dilakukan oleh umat Islam, tak hanya Israel saja. Soal Sudan Selatan. Proyek Arabisasi memakan korban ratusan ribu orang Sudan Selatan. Adakah kelompok Islam yang menuntut suatu keadilan di sana? Padahal siapa pun penduduk Sudan Selatan, mereka tetap manusia. Sama seperti kita. Adakah upaya dari umat Islam (saya coba menunjuk diri saja) mengajukan tuntutan atas pembantaian jutaan manusia ketika pembentukan Kerajaan Saudi Arabia pada 1932? Apakah ketiadaan itu karena Saudi arabia pusat penyebaran Islam sehingga "berdiam diri" saja?

:D

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re:Kenapa Tuhan itu Tidak Perlu?
« Jawab #29 pada: Februari 08, 2011, 08:39:44 am »
Bravo MUNARMAN ! Libas para pendukung ( jil, komnas ham, kontras, setara institute, lsm2 komprador asing) paham sesat ahmadiyah.