Penulis Topik: BENTUK TUHAN (ALLAH SWT)  (Dibaca 7792 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

KataHati

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 5
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
BENTUK TUHAN (ALLAH SWT)
« pada: September 14, 2010, 01:30:19 am »
Assalamualaikum!
Saya ingin menayakan bagimana bentuk ALLAH SWT dan dimana Dya? mengapa Allah SWT tidak memperlihatkan wujudnya kepada semua umat manusia?

apakah Allah tu seperti halnya Rasa? rasa tidak mempunyai bentuk tetapi ada dan rasa tidakbisa mengatur. apakah seperti itu?

terimakasih :)

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re:BENTUK TUHAN (ALLAH SWT)
« Jawab #1 pada: September 21, 2010, 03:48:22 pm »
Assalamualaikum!
Saya ingin menayakan bagimana bentuk ALLAH SWT dan dimana Dya? mengapa Allah SWT tidak memperlihatkan wujudnya kepada semua umat manusia?

apakah Allah tu seperti halnya Rasa? rasa tidak mempunyai bentuk tetapi ada dan rasa tidakbisa mengatur. apakah seperti itu?

terimakasih :)

Jawaban saya ada kaitannya dg pertanyaan anda : Siapakah pencipta Tuhan ?

Sebelum menjawab tentang hakekat tuhan / makrifatullah. Ada baiknya kita mengenal diri kita sendiri.

1. Faktanya manusia itu dlm beberapa hal tdk berbeda dg organisme yg lain yaitu memiliki keterbatasan ruang dan waktu.
    1.1. Keberadaan manusia yg sudah mencapai umur 10ribu-an tahun hanya mampu menempati ruang paling jauh baru mencapai bulan
     yg jaraknya beberapa ratus kilometer saja dari bumi itupun hanya segelintir manusia.
     Padahal luas ruang alam semesta yg mampu di lihat teknologi manusia mencapai jarak juta-an tahun cahaya
     ( 1 tahun cahaya = 350ribu km ? ).
    1.2. Umur manusia yg pernah tercatat tidak mampu mencapai waktu hidup 200 tahun.
     Padahal umur alam semesta diperkirakan sudah  milyaran tahun.
2. Faktanya dalam setiap manusia yg normal memiliki naluri untuk bertuhan.
    Penampakan fakta atas fenomena ini berupa :
    kekaguman terhadap yg lebih hebat dari dirinya, takut thd tempat2 yg dianggap memiliki kekuatan ruh / angker
    sehingga membuat kita mau mengorbankan apapun agar kita dapat mendekati atau sebaliknya terhindar dari sesuatu.
    Bukankah inti dari kebertuhanan kita adalah kagum thd sesuatu karena lebih agung/lebih super sehingga ingin mendekat
    dan takut sehingga ingin menghindar.
    Demikian pula orang yg mengaku atheis dan komunis mereka secara tdk sadar sebenarnya bertuhan pada penggagas ide atheisme
    dan komunisme.

Kesimpulannya :
1. Manusia dan organisme atau mahluk yang ada memiliki keterbatasan ruang dan waktu.
2. Semua manusia normal memiliki naluri untuk bertuhan.

bersambung...
« Edit Terakhir: September 21, 2010, 03:53:39 pm oleh Fauzi5994559 »

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re:BENTUK TUHAN (ALLAH SWT)
« Jawab #2 pada: September 21, 2010, 04:24:48 pm »
Assalamualaikum!
Saya ingin menayakan bagimana bentuk ALLAH SWT dan dimana Dya? mengapa Allah SWT tidak memperlihatkan wujudnya kepada semua umat manusia?

apakah Allah tu seperti halnya Rasa? rasa tidak mempunyai bentuk tetapi ada dan rasa tidakbisa mengatur. apakah seperti itu?

terimakasih :)

Jawaban saya ada kaitannya dg pertanyaan anda : Siapakah pencipta Tuhan ?

Sebelum menjawab tentang hakekat tuhan / makrifatullah. Ada baiknya kita mengenal diri kita sendiri.

1. Faktanya manusia itu dlm beberapa hal tdk berbeda dg organisme yg lain yaitu memiliki keterbatasan ruang dan waktu.
    1.1. Keberadaan manusia yg sudah mencapai umur 10ribu-an tahun hanya mampu menempati ruang paling jauh baru mencapai bulan
     yg jaraknya beberapa ratus kilometer saja dari bumi itupun hanya segelintir manusia.
     Padahal luas ruang alam semesta yg mampu di lihat teknologi manusia mencapai jarak juta-an tahun cahaya
     ( 1 tahun cahaya = 350ribu km ? ).
    1.2. Umur manusia yg pernah tercatat tidak mampu mencapai waktu hidup 200 tahun.
     Padahal umur alam semesta diperkirakan sudah  milyaran tahun.
2. Faktanya dalam setiap manusia yg normal memiliki naluri untuk bertuhan.
    Penampakan fakta atas fenomena ini berupa :
    kekaguman terhadap yg lebih hebat dari dirinya, takut thd tempat2 yg dianggap memiliki kekuatan ruh / angker
    sehingga membuat kita mau mengorbankan apapun agar kita dapat mendekati atau sebaliknya terhindar dari sesuatu.
    Bukankah inti dari kebertuhanan kita adalah kagum thd sesuatu karena lebih agung/lebih super sehingga ingin mendekat
    dan takut sehingga ingin menghindar.
    Demikian pula orang yg mengaku atheis dan komunis mereka secara tdk sadar sebenarnya bertuhan pada penggagas ide atheisme
    dan komunisme.

Kesimpulannya :
1. Manusia dan organisme atau mahluk yang ada memiliki keterbatasan ruang dan waktu.
2. Semua manusia normal memiliki naluri untuk bertuhan.

bersambung...

Selanjutnya siapakah oknum yg layak dijadikan tuhan ?
( saya ambil beberapa tuhan yg saya kenal : ) Apakah sapi ? apakah patung2 dewa ? apakah matahari ? apakah yesus ? apakah stalin-lenin ? apakah oknum yg disebut Allah swt ?

Logika kita menjawab ada 3 kemungkinan oknum yg layak dijadikan tuhan :
1. Tuhan itu diciptakan oleh sesuatu yg lain ?
2. Tuhan itu menciptakan dirinya sendiri ?
3. Tuhan itu tidak berawal dan tidak berakhir ?

Bila kita pilih opsi 1 : berarti tuhan = mahluk. ( bisa sapi, bisa keris, bisa manusia, bisa android, bisa matahari ).
Tentunya saya tdk akan ber-tuhan kepada sesuatu yg memiliki kesamaan atau bahkan lebih rendah dari saya.

Bila kita pilih opsi 2 : berarti tuhan beroknum dua, disatu sisi dia sebagai tuhan ( sang Pencipta ) disisi yg lain dia sebagai yg diciptakan ( mahluk ). Artinya tuhan = tuhan dan tuhan = mahluk, apa bedanya dg tuhan = mahluk pd opsi 1 ?
( barangkali logika ini dianut oleh teori ttg reinkarnasi dan ketuhanan Jesus ).

Bila kita pilih opsi 3 : berarti tuhan tidak = mahluk ( yg berawal dan berakhir dan memiliki keterbatasan ruang ).
Dan dimanakah kita dapatkan oknum tuhan semacam ini dan siapakah Dia ? tentunya kita semua sudah tahu.

Tentunya Logika kita mengatakan salah satu dari opsi itu ada yang Benar. Tidak mungkin ketiganya Benar karena satu dg yg lain berbeda dan saling berlawanan sifatnya.

Bagi kita yg mendambakan tuhan yang "Super" tentunya akan memilih opsi ke-3. Yaitu : Allah swt. tuhan yang disebutkan dalam kitab Al-Qur'an kitab sucinya orang Islam khususnya surat al-Ikhlas ( berserah diri ). : Katakanlah : Dialah Allah tuhan yg satu. Allah tdk berakhir. Allah tidak beranak dan diperanakkan ( tuhan tdk punya anak dan tuhan tdk dilahirkan ). Dan tidak ada sesuatupun yg menyerupai-Nya.

bersambung...

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re:BENTUK TUHAN (ALLAH SWT)
« Jawab #3 pada: September 22, 2010, 01:44:54 pm »
Assalamualaikum!
Saya ingin menayakan bagimana bentuk ALLAH SWT dan dimana Dya? mengapa Allah SWT tidak memperlihatkan wujudnya kepada semua umat manusia?

apakah Allah tu seperti halnya Rasa? rasa tidak mempunyai bentuk tetapi ada dan rasa tidakbisa mengatur. apakah seperti itu?

terimakasih :)

Jawaban saya ada kaitannya dg pertanyaan anda : Siapakah pencipta Tuhan ?

Sebelum menjawab tentang hakekat tuhan / makrifatullah. Ada baiknya kita mengenal diri kita sendiri.

1. Faktanya manusia itu dlm beberapa hal tdk berbeda dg organisme yg lain yaitu memiliki keterbatasan ruang dan waktu.
    1.1. Keberadaan manusia yg sudah mencapai umur 10ribu-an tahun hanya mampu menempati ruang paling jauh baru mencapai bulan
     yg jaraknya beberapa ratus kilometer saja dari bumi itupun hanya segelintir manusia.
     Padahal luas ruang alam semesta yg mampu di lihat teknologi manusia mencapai jarak juta-an tahun cahaya
     ( 1 tahun cahaya = 350ribu km ? ).
    1.2. Umur manusia yg pernah tercatat tidak mampu mencapai waktu hidup 200 tahun.
     Padahal umur alam semesta diperkirakan sudah  milyaran tahun.
2. Faktanya dalam setiap manusia yg normal memiliki naluri untuk bertuhan.
    Penampakan fakta atas fenomena ini berupa :
    kekaguman terhadap yg lebih hebat dari dirinya, takut thd tempat2 yg dianggap memiliki kekuatan ruh / angker
    sehingga membuat kita mau mengorbankan apapun agar kita dapat mendekati atau sebaliknya terhindar dari sesuatu.
    Bukankah inti dari kebertuhanan kita adalah kagum thd sesuatu karena lebih agung/lebih super sehingga ingin mendekat
    dan takut sehingga ingin menghindar.
    Demikian pula orang yg mengaku atheis dan komunis mereka secara tdk sadar sebenarnya bertuhan pada penggagas ide atheisme
    dan komunisme.

Kesimpulannya :
1. Manusia dan organisme atau mahluk yang ada memiliki keterbatasan ruang dan waktu.
2. Semua manusia normal memiliki naluri untuk bertuhan.

bersambung...

Selanjutnya siapakah oknum yg layak dijadikan tuhan ?
( saya ambil beberapa tuhan yg saya kenal : ) Apakah sapi ? apakah patung2 dewa ? apakah matahari ? apakah yesus ? apakah stalin-lenin ? apakah oknum yg disebut Allah swt ?

Logika kita menjawab ada 3 kemungkinan oknum yg layak dijadikan tuhan :
1. Tuhan itu diciptakan oleh sesuatu yg lain ?
2. Tuhan itu menciptakan dirinya sendiri ?
3. Tuhan itu tidak berawal dan tidak berakhir ?

Bila kita pilih opsi 1 : berarti tuhan = mahluk. ( bisa sapi, bisa keris, bisa manusia, bisa android, bisa matahari ).
Tentunya saya tdk akan ber-tuhan kepada sesuatu yg memiliki kesamaan atau bahkan lebih rendah dari saya.

Bila kita pilih opsi 2 : berarti tuhan beroknum dua, disatu sisi dia sebagai tuhan ( sang Pencipta ) disisi yg lain dia sebagai yg diciptakan ( mahluk ). Artinya tuhan = tuhan dan tuhan = mahluk, apa bedanya dg tuhan = mahluk pd opsi 1 ?
( barangkali logika ini dianut oleh teori ttg reinkarnasi dan ketuhanan Jesus ).

Bila kita pilih opsi 3 : berarti tuhan tidak = mahluk ( yg berawal dan berakhir dan memiliki keterbatasan ruang ).
Dan dimanakah kita dapatkan oknum tuhan semacam ini dan siapakah Dia ? tentunya kita semua sudah tahu.

Tentunya Logika kita mengatakan salah satu dari opsi itu ada yang Benar. Tidak mungkin ketiganya Benar karena satu dg yg lain berbeda dan saling berlawanan sifatnya.

Bagi kita yg mendambakan tuhan yang "Super" tentunya akan memilih opsi ke-3. Yaitu : Allah swt. tuhan yang disebutkan dalam kitab Al-Qur'an kitab sucinya orang Islam khususnya surat al-Ikhlas ( berserah diri ). : Katakanlah : Dialah Allah tuhan yg satu. Allah tdk berakhir. Allah tidak beranak dan diperanakkan ( tuhan tdk punya anak dan tuhan tdk dilahirkan ). Dan tidak ada sesuatupun yg menyerupai-Nya.

bersambung...

Kesimpulan II :
Sampai disini kita bermain Logika tentang masalah ketuhanan. Dan tuhan pilihan Logika kita adalah tuhan yang ada dalam Islam yaitu Allah swt. Maka kalau kita berlogika dg konsisten seharusnya kita bersahadat ( menyatakan diri masuk Islam - bagi yg belum ) dan konsekuensi logisnya kita tunduk kepada berita2 yg ada dalam Al-Qur'an dan hadist2 (serta tunduk pada syariah Islam).

Adapun ttg bagaimana bentuk Allah swt ? dan di mana keberadaan Dia ?
Carilah berita2 itu didalam Al-Quran dan Hadist.
Indera kita yg ada dalam tubuh yg terbatas ruang dan waktu tidak akan mampu menjangkau sesuatu yg berbeda yang tidak terbatas ruang dan waktu.
Allah berfirman " janganlah kalian memikirkan ttg zat-Ku cukup pikirkanlah ciptaan-Ku."

Adapun ttg knpa Allah swt tdk memperlihatkan wujudnya kpd kita semua ?
Allah swt tidak serendah mahluk-Nya. Memperlihatkan Diri agar selalu disembah / agar Dia tetap diakui sbg tuhan. Disembah atau tidak Dia tetap tuhan.
Kita baca dalam Al-Qur'an :
Bani Israil jaman Musa as juga demikian, sudah diperlihatkan bukti2-Nya masih ingin melihat Allah swt sehingga mereka di sambar petir.
Para Nabi sebagai manusia pilihan pun tdk bisa melihat Allah swt secara langsung, tetapi melalui perantara atau ada tabir pembatas.

Apakah Allah swt seperti halnya rasa ? yg tdk berbentuk tetapi kita yakin ada.
Allah swt tidak bisa dibayangkan dg sesuatu apapun yg ada pada mahluk-Nya. ( wa lam yakullahu kufuwan ahad ). Perkiraan2 kita ttg bentuk Allah swt hanya akan sia2 belaka tetap saja berbuah persangkaan2 saja ( bahkan persangkaan yg menyesatkan ) yg tdk akan pernah terbukti secara meyakinkan. Kita yakin adaNya hanya lewat ciptaan dan Kitab-Nya.

wallahualam.