Penulis Topik: Penjual Nasi Terancam Hukuman Cambuk  (Dibaca 9151 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Abi Nizma

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.850
  • Reputasi: 43
  • Jenis kelamin: Pria
  • Aku Mencintai Kedua2nya
    • Lihat Profil
Re:Penjual Nasi Terancam Hukuman Cambuk
« Jawab #15 pada: September 07, 2010, 07:04:29 am »
Seperti di Bali, pada saat hari nyepi.. mau pendudung, turis asing, turis lokal.. semua harus turut aturan.. nah jika diaceh diterapkan aturan syariat islam dan sangat menghormati bulan suci ramadhan... saya kira ini yang ingin diterapkan.. wallahu'alam



JinKura2

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: 11
    • Lihat Profil
Re:Penjual Nasi Terancam Hukuman Cambuk
« Jawab #16 pada: September 07, 2010, 11:32:28 am »
Seperti di Bali, pada saat hari nyepi.. mau pendudung, turis asing, turis lokal.. semua harus turut aturan.. nah jika diaceh diterapkan aturan syariat islam dan sangat menghormati bulan suci ramadhan... saya kira ini yang ingin diterapkan.. wallahu'alam

Trnyata abi lebih mampu melihat sudut lokal yg berlaku lokal di daerah-daerah.
aku suka sangat koment satu ini
hehehee

Namun kembali ke trit ini, apakah logis seorang yang berjualan nasi demi keluarganya dihukum cambuk dan penjara? Sangat tak adil bagi mereka yang ga mampu klo begitu krn setiap saat harus berhadapan dengan hukum yang tak pernah memihaknya (qanun). Andaikan itu memang dilarang, apakah negara cq Pemda bertanggungjawab terhadap mereka? Jika ada mekanisme pertanggungjawaban negara cq Pemda sebagai bentuk konsekuensi Qanun itu, oke, silakan jalan (dalam konteks larangan berjualan ketika bulan puasa).

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Penjual Nasi Terancam Hukuman Cambuk
« Jawab #17 pada: September 07, 2010, 11:54:39 am »
Seperti di Bali, pada saat hari nyepi.. mau pendudung, turis asing, turis lokal.. semua harus turut aturan.. nah jika diaceh diterapkan aturan syariat islam dan sangat menghormati bulan suci ramadhan... saya kira ini yang ingin diterapkan.. wallahu'alam

Trnyata abi lebih mampu melihat sudut lokal yg berlaku lokal di daerah-daerah.
aku suka sangat koment satu ini
hehehee

lokal atau interlokal saya rasa sama saja. sekarang ini sudah bukan jaman surat pake prangko. ini jaman bluetooth A2DP. hampir semua informasi yang ada diluar jangkauan bisa diakses dengan mudah.

lagipula, kontek TS disini adalah pelanggaran dan hukumannya. bukan masalah ente orang aceh adem ayem dan kita orang non aceh pada ribut.

open your heart

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.224
  • Reputasi: 28
  • Jenis kelamin: Pria
  • .: Dunia Ini Panggung Sandiwara :.
    • Lihat Profil
Re:Penjual Nasi Terancam Hukuman Cambuk
« Jawab #18 pada: September 12, 2010, 02:27:30 am »
sekedar info saja....

memang dari dulu.... yang daku perhatikan sejak masih kecil..

di aceh itu memang dari dulu seperti itu kebiasaannya ketika bulan ramadhan...gak ada yang boleh jualan makanan...apa lagi di siang hari..... ya bisa dikatakan seperti kebiasaan turun temurun....

Permasalahan hukum cambuk, itu berlaku ketika Qanun mulai berlaku yang merupakan salah satu hak istimewa propinsi aceh itu sendiri.

Kalo dulu sih gak ada hukum cambuk, biasanya kalo ketahuan diselesaikan secara adat

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Penjual Nasi Terancam Hukuman Cambuk
« Jawab #19 pada: September 14, 2010, 09:48:28 am »
mas sai..
lagi-lagi
knapa kt berbicara Aceh, krn memang itu di Aceh berlaku hukum yg tidak ada di daerag lain di Indonesia ini. makanya, saya mengajak ente2 semua melihat hukuman ini dari kacama ke-ACEH-an.
begitu..
ku hrapa engkau paham, bila tidak, rugi waktuku berrbicara dengan orang yang tak mengerti pepatah dimana bumi di pijak disitu langit di junjung.

back to topik
jinkura
aneh menurutku bila sebuah hukum diterpakn berdasarkn logika logis seperti yang kau pertanyakan itu.
sederhananya, di sini, hukuman itu logis.
menjadi tidak logis bila di lihat dari kacamata di luar konteks daerah dimana hukum itu berlaku..
sekian..

disitulah masalahnya. kalian tidak Out Of The Box. kalian sadar atau tidak, apa yang terjadi, yang menurut kalian baik, belum tentu dimata yang lain. dan sekarang sudah tidak bisa lagi "Acehku untuk acehku lagi...". dulu bisa saja hukum seperti itu dijalankan tanpa risau dipermasalahkan orang luar. sekarang? orang luar udah bisa akses Aceh dengan mudah, so jangan salahkan kalo orang luar masuk.


sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Penjual Nasi Terancam Hukuman Cambuk
« Jawab #20 pada: September 14, 2010, 09:01:41 pm »
Back to penjual nasi...

Apa sih landasan dari hukum cambuk terhadap penjual nasi di bulan Ramadhan?
syariah atau bukan, yang mana? seperti apa bunyi hukumnya?

macbeth

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 21
  • Reputasi: 1
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Helena Modjeska
    • Lihat Profil
Re:Penjual Nasi Terancam Hukuman Cambuk
« Jawab #21 pada: September 14, 2010, 09:51:30 pm »
setahuku sih...nggak ada yang larang jualan nasi saat puasa romadhon, yang beli toh blom tentu mau dimakan saat itu juga, bisa juga dibeli untuk berbuka nanti..inti puasa ya menahan diri dari godaan hawa nafsu salah satunya makan, bicara soal budaya ada contoh..di beerapa daerah di Indonesia timur, minuman keras adalah budaya dan bisa juga disebut jamuan kehormatan, tapi kalo kebudayaan itu dibawa ke lingkungan muslim...bisa fatal, bisa terjadi adu bacok. contoh lain budaya carok di suatu daerah...kalo di daerah lain bisa memicu perang..artinya  memang ada pepatah lain lubuk lain ikannya lain padang lain belalangnya tapi harus dipilah mana yang pantas dan tidak pantas, mana yang buruk untuk masyarakat secara keseluruhan itu yang harus dihentikan..soal berjualan nasi di bulan ramadhan...terlalu megada-ada kalo sampai harus dicambuk
« Edit Terakhir: September 14, 2010, 09:55:47 pm oleh macbeth »

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re:Penjual Nasi Terancam Hukuman Cambuk
« Jawab #22 pada: September 15, 2010, 09:23:55 am »
setahuku sih...nggak ada yang larang jualan nasi saat puasa romadhon, yang beli toh blom tentu mau dimakan saat itu juga, bisa juga dibeli untuk berbuka nanti..inti puasa ya menahan diri dari godaan hawa nafsu salah satunya makan, bicara soal budaya ada contoh..di beerapa daerah di Indonesia timur, minuman keras adalah budaya dan bisa juga disebut jamuan kehormatan, tapi kalo kebudayaan itu dibawa ke lingkungan muslim...bisa fatal, bisa terjadi adu bacok. contoh lain budaya carok di suatu daerah...kalo di daerah lain bisa memicu perang..artinya  memang ada pepatah lain lubuk lain ikannya lain padang lain belalangnya tapi harus dipilah mana yang pantas dan tidak pantas, mana yang buruk untuk masyarakat secara keseluruhan itu yang harus dihentikan..soal berjualan nasi di bulan ramadhan...terlalu megada-ada kalo sampai harus dicambuk

Soal kepantasan
mungkin ditempatmu tidak pantas, tp disini adalah sebuah kepantasan, dan ini adalah fakta yg sangat realistis yg kini berlaku disini.
lihat saja, mana ada protes di sini tentang hukumn cambuk utk sang penjual nasi..?
kalian saja yg menganggap itu tak pantas, tak logis.
karena memang, lain lubuk lain ikannya
lain rumput lain pula belalangnya kawan
bukankah bgitu...?

apakah syariah islam itu berdasar pada kepantasan?
jadi Aceh ini menganut syariah islam atau syariah pantas?
jika saya salah, tolong jelaskan hubungan antara syariah islam dengan kepantasan?

bukan_malaikat

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 885
  • Reputasi: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Menimba ilmu dan menjalin silaturrahim :)
    • Lihat Profil
Re:Penjual Nasi Terancam Hukuman Cambuk
« Jawab #23 pada: September 15, 2010, 09:25:13 am »
Soal kepantasan
mungkin ditempatmu tidak pantas, tp disini adalah sebuah kepantasan, dan ini adalah fakta yg sangat realistis yg kini berlaku disini.
lihat saja, mana ada protes di sini tentang hukumn cambuk utk sang penjual nasi..?
kalian saja yg menganggap itu tak pantas, tak logis.
karena memang, lain lubuk lain ikannya
lain rumput lain pula belalangnya kawan
bukankah bgitu...?

Yakin? Penduduk Aceh nggak ada yang protes atau nggak berani protes? Pernah ada semacam pengumpulan pendapat tertutup dimana semua orang bisa secara rahasia mengeluarkan pendapatnya?

Lalu, aku berpikir, kalau ada qanun tentang hukuman cambuk untuk orang yang melanggar ETIKA seperti penjual nasi tersebut, ada nggak penerapan qanun untuk orang yang jelas-jelas berbuat JAHAT, misalnya para pemakan takziah tsunami itu? Apakah cukup diserahkan saja pada negara lewat pengadilan Tipikor?
« Edit Terakhir: September 15, 2010, 09:27:11 am oleh bukan_malaikat »

Oshin Syalala

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 352
  • Reputasi: 24
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Wanna be a strongger woman....
    • Lihat Profil
Re:Penjual Nasi Terancam Hukuman Cambuk
« Jawab #24 pada: September 19, 2010, 01:26:14 pm »
Pakchik...

Bila aku kembali ke topik, berdasarkan kesimpulan yang didapat dari tulisan yang dirimu tulis yang menyatakan bahwa penjual nasi terancam hukuman cambuk karena perbuatannya melanggar Qanun yang berasal dari syariat islam dan tentunya syariat islam sendiri pasti berdasarkan alqur'an dan Assunnah bukan?

Lalu yang aku tanyakan adalah ayat mana di alquran dan hadist serta siroh nabawi mana yang dipake sebagai dasar landasan hukuman cambuk diberlakukan pada sipenjual nasi itu?

Itu saja yang diriku tanyakan pakchik...

ababil

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 13
  • Reputasi: 0
    • Lihat Profil
Re:Penjual Nasi Terancam Hukuman Cambuk
« Jawab #25 pada: Oktober 18, 2010, 01:53:25 pm »
Metrotvnews.com, Aceh Barat: Apes menimpa Naziruddin alias Prancis. Pria asal Aceh Barat, Aceh, itu terancam mendapat hukuman cambuk enam kali dan penjara satu tahun. Gara-garanya ia menjual nasi bungkus di pagi hari. Tindakan Naziruddin itu dinilai mengganggu kekusyukan ibadah di bulan puasa.

Semula niat Naziruddin menjual nasi bungkus untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Namun apa lacur, ia justru berurusan dengan petugas Wilayatul Hisbah Dinas Syariat Islam Aceh Barat. Naziruddin ditangkap di rumahnya di Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Naziruddin dianggap mengganggu kekhuyusukan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa. Selain menahan Naziruddin, petugas juga menyita 13 bungkus nasi, air mineral kemasan serta beberapa bungkus kopi dan teh dari rumah Naziruddin di Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Naziruddin lalu dibawa ke Markas Polisi Syariat Islam Wilayatul Hisbah Aceh Barat. Setelah menjalani pemeriksaan, kasus Naziruddin dilimpahkan ke Polres Aceh Barat. Naziruddin yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan dikenai sanksi qanun nomor 11 tahun 2010.(DSY)


Sumber: http://metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/08/31/112251/Penjual-Nasi-Terancam-Hukuman-Cambuk

----------------------------------------------------------

Kabar di atas sudah mencuat beberapa hari lalu. Tentu saja sangat mengagetkan karena seseorang yang mencari nafkah dengan halal dipidanakan atas nama agama, khususnya dianggap mengganggu kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Si tersangka pun terancam hukuman cambuk akibat ia berdagang makanan dan minuman di pagi hari, saat umat Islam berpuasa.

Disinal letak perdebatannya. Apakah sikap yang ditunjukkan Polisi Syariat Islam Wilayatul Hisbah Aceh Barat ini berlebihan atau tidak? Atau tindakan pedagang tersebut pada dasarnya sah2 saja? Bisa dibayangkan andaikata tanpa berdagang ia mengalami kekarangan secara finansial. Ya, daripada mencuri/merampok kan lebih baik berdagang, tapi untuk kasus ini sepertinya tak berlaku.

Untuk itu, pendapat teman2 semua terhadap persoalan ini bagaimana? Setuju kah dengan hukuman cambuk yang mengancam Naziruddin tersebut atau tidak???

Sikap polisi syariat di Aceh tidak berlebih, Gan, soale mereka bertindak berdasarkan juklak. Yang berlebihan ya peraturan syariatnya, Gan... tepatnya orang-orang yang merancang hukum berdasarkan agama islam untuk diterapkan...tapi peraturan itu kan tetep buatan manusia... bisa salah...meski sumbernya Islam, tapi kan tetep aja itu pemahaman seseoran soal Islam...