Penulis Topik: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia  (Dibaca 46224 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« pada: Juli 23, 2010, 11:13:58 pm »
to the point aja...

1. Konsep HTI sulit dimengerti.

Sering kita lihat dan baca, baik itu di forum-forum dunia maya maupun nyata yang berdiskusi tentang konsep yang diusung dan cita-cita yang ingin dicapai. Dan selalu saja, hasil akhir bisa ditebak, bingung. terutama diskusi dunia maya, narasumber dari pihak HTI sering berputar-putar dalam menjelaskan konsep. lebih parah lagi, seringkali malah berujung debat kusir ga karuan.
jadi jangan kaget jika diakhir2 debat anda akan menemukan kalimat ini
"sepertinya antum kurang memahami isi AlQuran. cobalah baca dan pahami kembali...bla...bla...bla..." [seolah ybs sudah hafal 30 juz saja, sejujurnya Saya ragukan itu, Bagaimana mungkin seorang penghapal quran begitu pelitnya berbagi apa yang ia hafal disini?hanya bisa menyuruh orang untuk baca?]

satu lagi, Anda sekali lagi jangan kaget jika menemukan Artikel Copy Paste yang panjangnya Naudzubillah. Bahkan bisa sampai berpuluh-puluh post. Apakah konsep Islam HTI serumit itu? Coba tanyakan pada ybs, apakah dia sudah membaca yang dia Copas? Saya ragu.


2. Pendukung HTI tidak 'kokoh'.


Pernah baca tulisan-tulisan pro HTI disini? silakan buka thread2 lawas. jika anda menemukan seseorang mengatakan "maaf saya tidak boleh riya" kemudian "aduh afwan ane tidak bisa bantu, uang habis baru diinfakkan kemaren" [ada yang ingat?]
katanya tidak boleh riya, tapi pamer infak... labil...


3. Tidak sesuai dengan iklim pluralisme di Indonesia.

Berfikir bahwa indonesia = negara Islam, kemudian memaksa...mmm...katakanlah mencoba, mencoba pendekatan secara langsung terhadap suatu sistem agar berbasis Islam. Anda bisa saja mengatakan, "kami akan merangkul mereka (non-muslim)", pertanyaannya... apakah mereka mau dirangkul?dengan paksa?
bagaimana jika diajak baik-baik kemudian digandeng?



4. Menunjukan ekslusifitas.


"menolak HTI berarti menolak sistem Islam"

mmm.... no comment!!!


5. Suka menyerang 'sesama'.


"PKS? partai gadungan yang pro liberal itu?" [mungkin jika bersentuhan kulit dengan orang PKS dsb..., ybs akan mandi pasir 7 kali, berenang 7 jam dikali ciliwung, mandi wajib 7 hari]

Luthi

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 3.155
  • Reputasi: 30
  • Jenis kelamin: Pria
  • forgiven
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #1 pada: Juli 24, 2010, 11:05:15 am »
rata2 subyektif nih om sai :))

oke lah kalo begitu :)

transistor_dioda

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 397
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Carpathian mountains
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #2 pada: Juli 24, 2010, 01:02:31 pm »
Nyimak dolo...Sembari nunggu jawaban Pak Fauzi.

asal

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 48
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • kudjang
    • Lihat Profil
    • Blog Sederhana
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #3 pada: Juli 25, 2010, 02:44:23 pm »
emangnya di negara lain mudah berkembang?

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #4 pada: Juli 26, 2010, 09:46:24 am »

silahkan,... ada komentar yg lain ?

saya usul ke om Mod, agar tema ini dimasukkan ke kolom HTI yg sudah ada.

layla azzahra

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 1.590
  • Reputasi: 90
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ijinkan hamba mencintaiMu dengan cara ini
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #5 pada: Juli 26, 2010, 09:52:44 am »
Jawab aja kali...
Ntar kalo emang merasa diperlukan untuk digabungkan, pasti digabungkan sama mas mod.

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #6 pada: Juli 26, 2010, 10:09:08 am »
ok kalo gitu...

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #7 pada: Juli 26, 2010, 10:48:53 am »
to the point aja...

1. Konsep HTI sulit dimengerti.
Sering kita lihat dan baca, baik itu di forum-forum dunia maya maupun nyata yang berdiskusi tentang konsep yang diusung dan cita-cita yang ingin dicapai. Dan selalu saja, hasil akhir bisa ditebak, bingung. terutama diskusi dunia maya, narasumber dari pihak HTI sering berputar-putar dalam menjelaskan konsep. lebih parah lagi, seringkali malah berujung debat kusir ga karuan.
jadi jangan kaget jika diakhir2 debat anda akan menemukan kalimat ini
"sepertinya antum kurang memahami isi AlQuran. cobalah baca dan pahami kembali...bla...bla...bla..." [seolah ybs sudah hafal 30 juz saja, sejujurnya Saya ragukan itu, Bagaimana mungkin seorang penghapal quran begitu pelitnya berbagi apa yang ia hafal disini?hanya bisa menyuruh orang untuk baca?]


satu lagi, Anda sekali lagi jangan kaget jika menemukan Artikel Copy Paste yang panjangnya Naudzubillah. Bahkan bisa sampai berpuluh-puluh post. Apakah konsep Islam HTI serumit itu? Coba tanyakan pada ybs, apakah dia sudah membaca yang dia Copas? Saya ragu.



mungkin klarifikasi aja ya...? krn sptnya tdk ada pertanyaan yg teknis.
Hanya penilaian ttg personality beberapa syabab HTI di dudung aja, itupun penilaian dari gaya tulisannya.
Begini :

tanggapan saya untuk alinea 1 :
konsep ht itu sebenarnya sederhana saja :Mengajak kembali kepada kehidupan islam.
yaitu : dg cara menerapkan syariat islam (bukan hanya dlm tataran individu muslim tetapi juga dlm bernegara.)
metodenya : dg menegakkan kembali ke-khalifahan.
Ketika ada yg bertanya terus..ya..muter2nya ke situ lagi - ke situ lagi. ( jadi berkesan muter2 ).
Ya memang hanya itu jawabannya, dan ternyata anda anggap sbg orang Bingung.
Kita pun bisa menganggap anda juga demikian2.

tanggapan saya untuk alinea 2 :
1. Ada orang yg nggak trima dijawab singkat selalu menuntut dalinya, ketika ada dalil masih ditanya sanadnya bgmna?, sohih tdk ? dari kitab apa ? seri berapa ? cetakan th brp ? halaman brp ? ( ada yg begitu mas, jgn dikira tdk ada ).
2. Ketika bisa dijawab secara lengkap bagi yg tdk suka artikel panjang akan berkomentar : seperti anda diatas.

Sekalipun di copas dan dianggap terlalu panjang, sebenarnya itu masih sangat-sangat-sangat kurang panjang krn copasan nya itu biasanya dari intisari kitab yg tebelnya nyampe 300 halaman.
Dan kalo saya biasanya saya komentari mendingan anda ngaji ke HTI nanti biar jelas detilnya. Karena dikitab itu ada dalilnya ada tafsirnya ada logikanya. Kalo dalil biasanya saya minta tolong ke dudunger yg lain ( dulu ada mas mujahid (meskipun beliau bukan org hti) yg biasanya merespon saya ).
Sama spt saya awal2 ngaji di hti : saya nanya ttg knp hti tdk ikut pemilu? knp kadang2 idul fitrinya beda? knp kadang2 idul adha beda? maka selain dijawab lisan oleh murobbi saya besoknya saya diberi copy nasrohnya ( semacam copy paste di dunia maya yg anda anggap panjang itu).

Dan kalau tipikal saya :  nggak suka yg panjang2 cukup logika saja.
karakter orang beda2 mas, demikian pula orang hti ada yg menuntut dalilnya, ada yg asal bisa diterima logika maka dia anggap cukup (krn biasanya orang type ini pernah baca atau pernah denger dalilnya ) ini termasuk type saya.

mungkin klarifikasi saya bisa menjelaskan.


transistor_dioda

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 397
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Carpathian mountains
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #8 pada: Juli 26, 2010, 10:53:15 am »
Oh ya Pak, kenapa ustadz-ustadz di HT kebanyakan latar belakangnya ilmu umum jarang kita dapati yg lulusan ilmu agama atau lulusan Timur-Tengan [Lc]. Oh ya, apakah mereka yg disebut ustadz di HT bisa berbahasa arab karena bahasa arab adalah dasar seseorang bisa mengajar agama?

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #9 pada: Juli 26, 2010, 11:14:30 am »
Oh ya Pak, kenapa ustadz-ustadz di HT kebanyakan latar belakangnya ilmu umum jarang kita dapati yg lulusan ilmu agama atau lulusan Timur-Tengan [Lc]. Oh ya, apakah mereka yg disebut ustadz di HT bisa berbahasa arab karena bahasa arab adalah dasar seseorang bisa mengajar agama?

Para pimpinan DPP HTI yg saya ingat fasih bhs arabnya :
1. H.Hafidz Abdurrahman, MA, beliau dari salah satu pesantrn di Jatim, terakhir university antar bangsa di malay ? saya lupa namanya, sesuai namanya beliau hafiz qur'an.
2. H. Muhamad Ismail Yusanto, selain kuliah umum beliau juga nyantri, punya pesantren.
3. H. M. Siddiq Al-Jawi, selain kuliah beliau juga nyantri bahkan punya pesantren.
4. KH. M. Yassin Muttohar, MA, pesantren di jabar juga punya beberapa pesantren pengarang buku metode cepat memahami bhs arab, sekaligus pengurus MUI.
5. Adi Maretnas, punya pesantren.
6. KH. Muhamad S Labib, MA dari pesantren di Jatim.

Ada yg lulusan timteng (Lc) saya lupa namanya beberapa beliau dari sukabumi sama bandung. Tapi perlu diingat kalaupun tidak ada lulusan tim-teng kan banyak Syaikh2 anggota HT di tim-teng. Beberapa diantaranya bahkan guru para kyai2 pesantren di negara kita.

siapa lagi ya... nggak mungkin saya ingat semua.

Apakah mereka semua dan kebanyakan yg lainnya selain diatas fasih berbahasa arab ?
Kalau anda hadir pada Muktamar Ulama Internasional di senayan pada juni 2009 yg lalu. Anda bisa menilainya sendiri. semua pidatonya pake bahasa arab. Ingin bukti ? silahkan beli rekaman vcdnya. Saya termasuk yg minder blm banyak menguasai bhs arab.
Ismail Yusanto ketika menjawab tuduhan dari kelompok wahabi di arab thd ht juga menjawab secara panjang lebar dg tulisan bhs arab.

Penguasaan bhs arab, sbg salah satu syarat wajib menjadi "pengurus" hti, kalo ngga gimana komunikasinya dg HT arab ? dan juga krn itu sbg bhs resmi negara khilafah.

demikian.
« Edit Terakhir: Juli 26, 2010, 11:23:27 am oleh Fauzi5994559 »

transistor_dioda

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 397
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Carpathian mountains
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #10 pada: Juli 26, 2010, 11:28:48 am »
^^
Maksud gw bukan pengurus pusatnya Pak tapi ustadz-ustadz yg mengajar para daris yg kebanyakan lulusan univ. umum. Kalo kita bandingkan dengan Tarbiyah/IM mereka banyak lulusan Timur Tengah dan LIPIA. :D

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #11 pada: Juli 26, 2010, 11:32:42 am »
to the point aja...

2. Pendukung HTI tidak 'kokoh'.[/b][/color]

Pernah baca tulisan-tulisan pro HTI disini? silakan buka thread2 lawas. jika anda menemukan seseorang mengatakan "maaf saya tidak boleh riya" kemudian "aduh afwan ane tidak bisa bantu, uang habis baru diinfakkan kemaren" [ada yang ingat?]
katanya tidak boleh riya, tapi pamer infak... labil...



mungkin klarifikasi aja ya...? krn sptnya tdk ada pertanyaan yg teknis.
Hanya penilaian ttg personality beberapa syabab HTI di dudung aja, itupun penilaian dari gaya tulisannya.
Begini :

komentar apa ya...? nggak teknis banget. No comment aja lah. sorry.

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #12 pada: Juli 26, 2010, 11:45:48 am »
^^
Maksud gw bukan pengurus pusatnya Pak tapi ustadz-ustadz yg mengajar para daris yg kebanyakan lulusan univ. umum. Kalo kita bandingkan dengan Tarbiyah/IM mereka banyak lulusan Timur Tengah dan LIPIA. :D

Ada tapi barang kali nggak banyak, beberapa teman lulusan LIPIA dan beliau mengajari bhs arab kpd saya dan teman2 saya yg lain. Mungkin perlu tahu juga : selain halaqoh kita juga ada tahsin, bhs arab, dll.

Logikanya begini banyak orang ingin gabung ke HTI, tetapi gurunya terbatas.
Terpaksa orang spt saya harus turun gunung. Saya pun akan jelaskan kekurangan saya begini2 ke calon murid. Kebetulan saya baru punya murid lulusan gontor, maka saya suruh dia untuk membetulkan bacaan arab saya juga. Anda perlu tahu juga kitab2nya HT itu bertuliskan arab gundul yg ada terjemahannya.

demikian.

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #13 pada: Juli 26, 2010, 12:02:31 pm »
to the point aja...

3. Tidak sesuai dengan iklim pluralisme di Indonesia.

Berfikir bahwa indonesia = negara Islam, kemudian memaksa...mmm...katakanlah mencoba, mencoba pendekatan secara langsung terhadap suatu sistem agar berbasis Islam. Anda bisa saja mengatakan, "kami akan merangkul mereka (non-muslim)", pertanyaannya... apakah mereka mau dirangkul?dengan paksa?
bagaimana jika diajak baik-baik kemudian digandeng?



pluralisme kalau berarti paham yg mengatakan semua agama adalah sama sehingga semua pengikut agama sama2 masuk surga. Tanpa bimbang tanpa ragu Kita Tentang paham itu.
Menurut saya sebenarnya ( minimal ) tokoh2 agama nonis itu memahami konsep ttg syariah yg memberi kebebasan beragama buat mereka. Sebagian kecil mungkin yg tampak menentang menurut saya mungkin krn mereka khawatir "kedudukan jabatan politis" mereka akan tergusur dan ini sdh pasti tdk diungkap secara langsung.

dalam kki 2007 di senayan para orientalis barat spt "wiliam liddle" ( mungkin sy lupa ) pun minta diundang dan hadir.
Konferensi rajab juli 2010 di jogja sekelompok organisasi pemuda katolik (sebanyak 24 orang?) juga diundang.

demikian.

bukan_malaikat

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 885
  • Reputasi: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Menimba ilmu dan menjalin silaturrahim :)
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #14 pada: Juli 26, 2010, 12:07:43 pm »
Mmm, ada rekan HTI lain yang bisa membantu mas Fauzi? Atau melengkapi, atau bahkan menyanggah? Atau mas Fauzi ajak rekan HTI ikut menjawab, agar (maaf) menunjukkan HTI bukan hanya Fauzi... sehingga mungkin TS dan teman-teman yang bertanya bisa mendapatkan jawaban yang lebih lengkap dan matang. Afwan ^^