Penulis Topik: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia  (Dibaca 47967 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

transistor_dioda

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 397
  • Reputasi: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • Carpathian mountains
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #15 pada: Juli 26, 2010, 12:34:26 pm »
Logikanya begini banyak orang ingin gabung ke HTI, tetapi gurunya terbatas.
Wew, TS bilang HT sulit berkembang, Pak Fauzi bilang banyak orang ingin gabung ke HTI. Mana yg bener neh/

LAVI

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.262
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Pria
  • However She is Still an Adolescent Child
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #16 pada: Juli 26, 2010, 12:52:39 pm »
itukan menurut logikanya oom Fauzi....meski patut dipertanyakan kenapa

Kutip
pluralisme kalau berarti paham yg mengatakan semua agama adalah sama sehingga semua pengikut agama sama2 masuk surga. Tanpa bimbang tanpa ragu Kita Tentang paham itu.
Menurut saya sebenarnya ( minimal ) tokoh2 agama nonis itu memahami konsep ttg syariah yg memberi kebebasan beragama buat mereka. Sebagian kecil mungkin yg tampak menentang menurut saya mungkin krn mereka khawatir "kedudukan jabatan politis" mereka akan tergusur dan ini sdh pasti tdk diungkap secara langsung.

dalam kki 2007 di senayan para orientalis barat spt "wiliam liddle" ( mungkin sy lupa ) pun minta diundang dan hadir.
Konferensi rajab juli 2010 di jogja sekelompok organisasi pemuda katolik (sebanyak 24 orang?) juga diundang.

demikian.
rasanya percuma kalo cuma diungkapkan disni di forum ini soal kekhawatiran orang nonis, kenapamereka menentang tapa duuk besaa dalam satu eja ao minimal berbicara soal ini di depan mereka/ majelis mereka secara langsung, mereka saja berani kok...

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #17 pada: Juli 26, 2010, 01:55:24 pm »
Logikanya begini banyak orang ingin gabung ke HTI, tetapi gurunya terbatas.
Wew, TS bilang HT sulit berkembang, Pak Fauzi bilang banyak orang ingin gabung ke HTI. Mana yg bener neh/

berarti jawaban saya sekaligus menyangkal pernyataan TS, dong.

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #18 pada: Juli 26, 2010, 01:56:49 pm »
itukan menurut logikanya oom Fauzi....meski patut dipertanyakan kenapa

Kutip
pluralisme kalau berarti paham yg mengatakan semua agama adalah sama sehingga semua pengikut agama sama2 masuk surga. Tanpa bimbang tanpa ragu Kita Tentang paham itu.
Menurut saya sebenarnya ( minimal ) tokoh2 agama nonis itu memahami konsep ttg syariah yg memberi kebebasan beragama buat mereka. Sebagian kecil mungkin yg tampak menentang menurut saya mungkin krn mereka khawatir "kedudukan jabatan politis" mereka akan tergusur dan ini sdh pasti tdk diungkap secara langsung.

dalam kki 2007 di senayan para orientalis barat spt "wiliam liddle" ( mungkin sy lupa ) pun minta diundang dan hadir.
Konferensi rajab juli 2010 di jogja sekelompok organisasi pemuda katolik (sebanyak 24 orang?) juga diundang.

demikian.
rasanya percuma kalo cuma diungkapkan disni di forum ini soal kekhawatiran orang nonis, kenapamereka menentang tapa duuk besaa dalam satu eja ao minimal berbicara soal ini di depan mereka/ majelis mereka secara langsung, mereka saja berani kok...

yg saya garis bawah saya tak ngerti.

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #19 pada: Juli 26, 2010, 02:18:33 pm »
itukan menurut logikanya oom Fauzi....meski patut dipertanyakan kenapa

Kutip
pluralisme kalau berarti paham yg mengatakan semua agama adalah sama sehingga semua pengikut agama sama2 masuk surga. Tanpa bimbang tanpa ragu Kita Tentang paham itu.
Menurut saya sebenarnya ( minimal ) tokoh2 agama nonis itu memahami konsep ttg syariah yg memberi kebebasan beragama buat mereka. Sebagian kecil mungkin yg tampak menentang menurut saya mungkin krn mereka khawatir "kedudukan jabatan politis" mereka akan tergusur dan ini sdh pasti tdk diungkap secara langsung.

dalam kki 2007 di senayan para orientalis barat spt "wiliam liddle" ( mungkin sy lupa ) pun minta diundang dan hadir.
Konferensi rajab juli 2010 di jogja sekelompok organisasi pemuda katolik (sebanyak 24 orang?) juga diundang.

demikian.
rasanya percuma kalo cuma diungkapkan disni di forum ini soal kekhawatiran orang nonis, kenapamereka menentang tapa duuk besaa dalam satu eja ao minimal berbicara soal ini di depan mereka/ majelis mereka secara langsung, mereka saja berani kok...

yg saya garis bawah saya tak ngerti.

saya anggap : tanpa duduk bersama dalam satu meja atau ...

jawaban :
Alhamdulilah beberapa kali pernah kalau tdk bisa dikatakan sering. Mereka kebanyakan ok menyambut positif.
Pernah juga HTI diundang ke UCLA atau barkeley ? oleh para orientalis seperti ada pak liddle & orang2 JIL, ke Doshisha Jepang, ke university canberra ? di Aussie. Untuk presentasi disana.

Di tv aja kita sering debat dg para penentang, itu bisa kita saksikan bersama.

demikian.

tambahan : ht pun pernah menantang debat paus benedictus ketika dia ikut menghina nabi dan jihad. Isi surat tantangannya ada di lembar jum'at Al-Islam.

demikian lagi.
« Edit Terakhir: Juli 26, 2010, 03:28:30 pm oleh Fauzi5994559 »

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #20 pada: Juli 26, 2010, 02:39:24 pm »

to the point aja...

4. Menunjukan ekslusifitas.[/b][/color]

"menolak HTI berarti menolak sistem Islam"

mmm.... no comment!!!


5. Suka menyerang 'sesama'.


"PKS? partai gadungan yang pro liberal itu?" [mungkin jika bersentuhan kulit dengan orang PKS dsb..., ybs akan mandi pasir 7 kali, berenang 7 jam dikali ciliwung, mandi wajib 7 hari]

mungkin klarifikasi aja ya...? krn sptnya tdk ada pertanyaan yg teknis.
Hanya penilaian ttg personality beberapa syabab HTI di dudung aja, itupun penilaian dari gaya tulisannya.
Begini :

tanggapan point 4 :
mungkin tepatnya : menolak ide HTI berarti menolak salah satu pemikiran yg islami ( atau kalau tdk ada dalil yg melemahkannya berarti memang benar2 menolak satu2nya pendapat Islam. ).

Kita coba renungkan : ht mengajak ummat untuk kembali kepada kehidupan islam.
dengan cara : menerapkan syari'at islam ( tdk hanya dlm tataran individu muslim tetapi juga dlm bernegara ).
metodenya : dg menegakkan ke-khalifahan.

Pertanyaan balik saya : apakah syariat dan khilafah itu ajarannya ht atau ISLAM ?
terus kalau kita menentang seruan itu bukankah berarti menentang ajaran ISLAM ?

tanggapan point 5 :
Janganlah terlalu melebih - lebihkan dan menembah - nambahi.

demikian.

LAVI

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.262
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Pria
  • However She is Still an Adolescent Child
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #21 pada: Juli 28, 2010, 11:12:18 am »
itukan menurut logikanya oom Fauzi....meski patut dipertanyakan kenapa

Kutip
pluralisme kalau berarti paham yg mengatakan semua agama adalah sama sehingga semua pengikut agama sama2 masuk surga. Tanpa bimbang tanpa ragu Kita Tentang paham itu.
Menurut saya sebenarnya ( minimal ) tokoh2 agama nonis itu memahami konsep ttg syariah yg memberi kebebasan beragama buat mereka. Sebagian kecil mungkin yg tampak menentang menurut saya mungkin krn mereka khawatir "kedudukan jabatan politis" mereka akan tergusur dan ini sdh pasti tdk diungkap secara langsung.

dalam kki 2007 di senayan para orientalis barat spt "wiliam liddle" ( mungkin sy lupa ) pun minta diundang dan hadir.
Konferensi rajab juli 2010 di jogja sekelompok organisasi pemuda katolik (sebanyak 24 orang?) juga diundang.

demikian.
rasanya percuma kalo cuma diungkapkan disni di forum ini soal kekhawatiran orang nonis, kenapamereka menentang tapa duuk besaa dalam satu eja ao minimal berbicara soal ini di depan mereka/ majelis mereka secara langsung, mereka saja berani kok...

yg saya garis bawah saya tak ngerti.

saya anggap : tanpa duduk bersama dalam satu meja atau ...

jawaban :
Alhamdulilah beberapa kali pernah kalau tdk bisa dikatakan sering. Mereka kebanyakan ok menyambut positif.
Pernah juga HTI diundang ke UCLA atau barkeley ? oleh para orientalis seperti ada pak liddle & orang2 JIL, ke Doshisha Jepang, ke university canberra ? di Aussie. Untuk presentasi disana.

Di tv aja kita sering debat dg para penentang, itu bisa kita saksikan bersama.

demikian.

tambahan : ht pun pernah menantang debat paus benedictus ketika dia ikut menghina nabi dan jihad. Isi surat tantangannya ada di lembar jum'at Al-Islam.

demikian lagi.
nah.....????? so kembali ke judul...kenapa bisa gitu???? kalo iya??

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #22 pada: Agustus 02, 2010, 12:39:27 pm »
to the point aja...

1. Konsep HTI sulit dimengerti.
Sering kita lihat dan baca, baik itu di forum-forum dunia maya maupun nyata yang berdiskusi tentang konsep yang diusung dan cita-cita yang ingin dicapai. Dan selalu saja, hasil akhir bisa ditebak, bingung. terutama diskusi dunia maya, narasumber dari pihak HTI sering berputar-putar dalam menjelaskan konsep. lebih parah lagi, seringkali malah berujung debat kusir ga karuan.
jadi jangan kaget jika diakhir2 debat anda akan menemukan kalimat ini
"sepertinya antum kurang memahami isi AlQuran. cobalah baca dan pahami kembali...bla...bla...bla..." [seolah ybs sudah hafal 30 juz saja, sejujurnya Saya ragukan itu, Bagaimana mungkin seorang penghapal quran begitu pelitnya berbagi apa yang ia hafal disini?hanya bisa menyuruh orang untuk baca?]


satu lagi, Anda sekali lagi jangan kaget jika menemukan Artikel Copy Paste yang panjangnya Naudzubillah. Bahkan bisa sampai berpuluh-puluh post. Apakah konsep Islam HTI serumit itu? Coba tanyakan pada ybs, apakah dia sudah membaca yang dia Copas? Saya ragu.



mungkin klarifikasi aja ya...? krn sptnya tdk ada pertanyaan yg teknis.
Hanya penilaian ttg personality beberapa syabab HTI di dudung aja, itupun penilaian dari gaya tulisannya.
apakah itu anda? HTI di dudung kan 'cuma' anda?

Kutip
tanggapan saya untuk alinea 1 :
konsep ht itu sebenarnya sederhana saja :Mengajak kembali kepada kehidupan islam.
yaitu : dg cara menerapkan syariat islam (bukan hanya dlm tataran individu muslim tetapi juga dlm bernegara.)
metodenya : dg menegakkan kembali ke-khalifahan.
Ketika ada yg bertanya terus..ya..muter2nya ke situ lagi - ke situ lagi. ( jadi berkesan muter2 ).
Ya memang hanya itu jawabannya, dan ternyata anda anggap sbg orang Bingung.
Kita pun bisa menganggap anda juga demikian2.
Saya rasa kita punya persepsi berbeda dengan "tanya-jawab".
sebuah bertanyaan sejatinya memiliki 1 buah jawaban terbaik. atau memiliki banyak jawaban, namun tetap 1 jawaban terbaik.
pada kasus anda, saya justru menemukan banyak pertanyaan hanya dengan 1 jawaban. dan itupun dipaksakan (mungkin karena tidak ada/tidak tahu jawaban lain)
sialnya, jawaban itu dianggap tidak menjawab sama sekali karena keluar konteks

Kutip
tanggapan saya untuk alinea 2 :
1. Ada orang yg nggak trima dijawab singkat selalu menuntut dalinya, ketika ada dalil masih ditanya sanadnya bgmna?, sohih tdk ? dari kitab apa ? seri berapa ? cetakan th brp ? halaman brp ? ( ada yg begitu mas, jgn dikira tdk ada ).
2. Ketika bisa dijawab secara lengkap bagi yg tdk suka artikel panjang akan berkomentar : seperti anda diatas.

Sekalipun di copas dan dianggap terlalu panjang, sebenarnya itu masih sangat-sangat-sangat kurang panjang krn copasan nya itu biasanya dari intisari kitab yg tebelnya nyampe 300 halaman.
Dan kalo saya biasanya saya komentari mendingan anda ngaji ke HTI nanti biar jelas detilnya. Karena dikitab itu ada dalilnya ada tafsirnya ada logikanya. Kalo dalil biasanya saya minta tolong ke dudunger yg lain ( dulu ada mas mujahid (meskipun beliau bukan org hti) yg biasanya merespon saya ).
Sama spt saya awal2 ngaji di hti : saya nanya ttg knp hti tdk ikut pemilu? knp kadang2 idul fitrinya beda? knp kadang2 idul adha beda? maka selain dijawab lisan oleh murobbi saya besoknya saya diberi copy nasrohnya ( semacam copy paste di dunia maya yg anda anggap panjang itu).
berarti HTI adalah yang paling tidak tahu bagaimana menyampaikan sesuatu.  ;))
anda sendiri mengakui ada banyak macam orang dalam memahami sesuatu. tapi sayang anda tidak mengimplementasikan pengetahuan itu. dan menganggap semua orang suka dengan copasan panjang....


Kutip

Dan kalau tipikal saya :  nggak suka yg panjang2 cukup logika saja.
karakter orang beda2 mas, demikian pula orang hti ada yg menuntut dalilnya, ada yg asal bisa diterima logika maka dia anggap cukup (krn biasanya orang type ini pernah baca atau pernah denger dalilnya ) ini termasuk type saya.

mungkin klarifikasi saya bisa menjelaskan.



:D ok...ok... kalo begitu lain kali ga usah copas panjang2 ya... cukup logikanya aja...

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #23 pada: Agustus 02, 2010, 12:45:58 pm »
to the point aja...

3. Tidak sesuai dengan iklim pluralisme di Indonesia.

Berfikir bahwa indonesia = negara Islam, kemudian memaksa...mmm...katakanlah mencoba, mencoba pendekatan secara langsung terhadap suatu sistem agar berbasis Islam. Anda bisa saja mengatakan, "kami akan merangkul mereka (non-muslim)", pertanyaannya... apakah mereka mau dirangkul?dengan paksa?
bagaimana jika diajak baik-baik kemudian digandeng?



pluralisme kalau berarti paham yg mengatakan semua agama adalah sama sehingga semua pengikut agama sama2 masuk surga. Tanpa bimbang tanpa ragu Kita Tentang paham itu.
memang ada yang bilang semua agama sama? kalo ada berarti mereka musuh kita bersama bang...

Kutip
Menurut saya sebenarnya ( minimal ) tokoh2 agama nonis itu memahami konsep ttg syariah yg memberi kebebasan beragama buat mereka. Sebagian kecil mungkin yg tampak menentang menurut saya mungkin krn mereka khawatir "kedudukan jabatan politis" mereka akan tergusur dan ini sdh pasti tdk diungkap secara langsung.
kalo ga mau?

Kutip
dalam kki 2007 di senayan para orientalis barat spt "wiliam liddle" ( mungkin sy lupa ) pun minta diundang dan hadir.
Konferensi rajab juli 2010 di jogja sekelompok organisasi pemuda katolik (sebanyak 24 orang?) juga diundang.

demikian.
selamat...selamat.... jangan sampe kayak masuknya Andrew white aja. digembor2kan sebagai orang yang berhasil HTI tarik masuk islam.
anda tau kenapa dia masuk islam?pengen nikah sama Andi Soraya. tau Andi Soraya?googling noh....
yang jelas memalukan sekali kalo fakta yang cuma bikin mencemarkan justru dibangga-banggakan

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #24 pada: Agustus 02, 2010, 12:48:05 pm »
Logikanya begini banyak orang ingin gabung ke HTI, tetapi gurunya terbatas.
Wew, TS bilang HT sulit berkembang, Pak Fauzi bilang banyak orang ingin gabung ke HTI. Mana yg bener neh/

berarti jawaban saya sekaligus menyangkal pernyataan TS, dong.


buktinya?

Fauzi5994559

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 753
  • Reputasi: 0
  • One God, One Guider, but Why not One Leader ?
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #25 pada: Agustus 03, 2010, 11:30:27 am »
Logikanya begini banyak orang ingin gabung ke HTI, tetapi gurunya terbatas.
Wew, TS bilang HT sulit berkembang, Pak Fauzi bilang banyak orang ingin gabung ke HTI. Mana yg bener neh/

berarti jawaban saya sekaligus menyangkal pernyataan TS, dong.


buktinya?

kalau dulu saya harus sering2 ngajak orang untuk ngaji, sekarang alhamdulilah banyak orang yg sms nanya gmana caranya ngaji di hti, nitipin anaknya untuk ngaji dg hti, dll.

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #26 pada: Agustus 03, 2010, 12:52:43 pm »
Logikanya begini banyak orang ingin gabung ke HTI, tetapi gurunya terbatas.
Wew, TS bilang HT sulit berkembang, Pak Fauzi bilang banyak orang ingin gabung ke HTI. Mana yg bener neh/

berarti jawaban saya sekaligus menyangkal pernyataan TS, dong.


buktinya?

kalau dulu saya harus sering2 ngajak orang untuk ngaji, sekarang alhamdulilah banyak orang yg sms nanya gmana caranya ngaji di hti, nitipin anaknya untuk ngaji dg hti, dll.


ini apa?

LAVI

  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 2.262
  • Reputasi: 23
  • Jenis kelamin: Pria
  • However She is Still an Adolescent Child
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #27 pada: Agustus 03, 2010, 01:58:34 pm »
Logikanya begini banyak orang ingin gabung ke HTI, tetapi gurunya terbatas.
Wew, TS bilang HT sulit berkembang, Pak Fauzi bilang banyak orang ingin gabung ke HTI. Mana yg bener neh/

berarti jawaban saya sekaligus menyangkal pernyataan TS, dong.


buktinya?

kalau dulu saya harus sering2 ngajak orang untuk ngaji, sekarang alhamdulilah banyak orang yg sms nanya gmana caranya ngaji di hti, nitipin anaknya untuk ngaji dg hti, dll.

mirip kalo..."banyak orang yg sms nanya gmana caranya ngaji di partai politik X, nitipin anaknya untuk ngaji dg Partai politik X, dll."
yang perlu dipertanyakan seperti mengajak kembali ke kehidupan Islam, dll......kehidupan Islam menurut siapa?? yang mana?? apakah dari sisi makro atau mikro??

sai

  • Moderators
  • Hero Member
  • *****
  • Tulisan: 5.929
  • Reputasi: 68
  • Jenis kelamin: Pria
  • matahari pertama
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #28 pada: Agustus 03, 2010, 03:58:15 pm »
kalau dulu saya harus sering2 ngajak orang untuk ngaji, sekarang alhamdulilah banyak orang yg sms nanya gmana caranya ngaji di hti, nitipin anaknya untuk ngaji dg hti, dll.

mirip kalo..."banyak orang yg sms nanya gmana caranya ngaji di partai politik X, nitipin anaknya untuk ngaji dg Partai politik X, dll."
yang perlu dipertanyakan seperti mengajak kembali ke kehidupan Islam, dll......kehidupan Islam menurut siapa?? yang mana?? apakah dari sisi makro atau mikro??

gini loh... saya kok ngerasa deja vu. kayak baca berita ini aja

mana buktinya? kalo cuma omdo, tanpa bukti... om Fauzi ini mentalnya mirip Kepolisian Indonesia rupanya...

JinKura2

  • Sr. Member
  • ****
  • Tulisan: 301
  • Reputasi: 11
    • Lihat Profil
Re: Kenapa HTI sulit berkembang di Indonesia
« Jawab #29 pada: Agustus 03, 2010, 08:47:44 pm »
terus terang, saya salut dengan perjuangan HTI dalam mewujudkan visi-misinya. Lebih berani berterus-terang dengan mimpi yang mereka dambakan, tidak bersembunyi dibalik kabut tebal pragmatisme sesaat. tentu saja ini dalam konteks memperjuangkan visi-misi, tapi dalam ranah lainnya saya tak sependapat, terutama terkait hubungan antara agama dan negara. Dunia yang lain adalah mungkin....:)